Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Saat aku kecil, aku pergi kemari dari masa depan.
Dahulu kala, alien memenjarakan tahanan di dalam tubuh manusia.
Ayahku dan Thunder bertanggung jawab mengatur para tahanan ini.
Suatu hari, Sang Perancang, pemimpin para tahanan, kabur dari penjara.
Seluruh kota penuh dengan gas alien yang disebut, 'Haba'.
Orang-orang mulai mati satu per satu.
Para tahanan alien di dalam tubuh manusia mulai terbangun.
Sang Perancang ingin melepas sisa Haba untuk mengubah atmosfer bumi
agar seluruh manusia akan mati dan bumi menjadi milik mereka.
48 menit sebelum pecahnya Haba.
Lanjut ke masa berikutnya.
Kami harus mengurungnya di masa lalu dan kembali untuk mencegah wabah.
Apa itu?
Ayah!
Lee Ahn, kau harus menemukanku dan mencegah berjangkitnya Haba.
Di masa ini, Guard rusak dan Thunder berhenti berfungsi.
Untuk kembali ke masa depan, aku butuh Pedang Sakral.
10 tahun kemudian, Pedang Sakral muncul.
Cantiknya.
Kita pernah berjumpa?
Gadis licik ini menembakkan petir!
Semua orang mengejar pedang itu.
Biksu Aneh.
Dua makhluk abadi dari Gunung Samgak.
Dan para tahanan alien.
Di samping itu...
...akhirnya kudapatkan Pedang.
Raja Kanan dan Raja Kiri, kejar dia!
Itu ada di dalam tubuhmu. / Apa di dalam tubuhku?
Gadis yang menembakkan petir menghilang bersama Pedang.
Apa yang harus kita lakukan sekarang?
Temukan Pedang Sakralnya.
Kita akan mengejar gadis itu.
Sekarang, aku dalam perjalanan menemukan kapal dan Thunder.
Aku akan kembali ke masa depan dan mencegah menyebarnya Haba.
SITUS SLOT ONLINE TERBARU DAN TERGACOR DI 2023 PERMAINAN DAN BONUSNYA BIKIN PUAS MAINNYA, DITAMBAH ADA RTP YANG AKURAT HINGGA 98% Gabung Sekarang di puasnyepin.net
MAIN DI PUAS69 & JADILAH JUTAWAN MAIN SAMPAI PUAS, WD TANPA CEMAS Temukan kami di Google, ketik PUAS69
Satu nasi sup makan di tempat dan satu ikan kering dibungkus.
Baik.
Lama tak jumpa.
Sejauh mana rumor tentangku yang hilang?
Gadis penembak petir menuju ke Kediaman Taman Byongnan.
Siapapun yang membunuhnya atau mendapatkan Pedang Sakral
akan menerima hadiah dalam jumlah besar.
Kenapa kau berkumis?
Ini milik seorang pria yang kukenal.
Sangat alami, bukan?
Memang alami.
Butuh empat hari berjalan kaki ke Kediaman Taman Byongnan.
Tidak ada losmen di tengah perjalanan untuk beristirahat.
Sudah berapa hari kau tidak tidur?
Cuma dua hari.
Tidur tidak masalah.
Bagaimana dengan yang kuminta untuk kau cari?
Aku jelas orang tepat untuk tugas ini!
Kucari di seluruh area di sepanjang sungai
tempat para nelayan menemukan Pedang Sakral.
Dan kutemukan seseorang yang pernah melihat benda ini.
Katamu ukurannya sebesar ini, 'kan?
Thunder, lama tak jumpa.
Berarti dia masih hidup, 'kan?
Hidup? Katamu itu mesin, bukan?
Itu makhluk imut dan menakjubkan.
Siapa yang melihatnya?
Dua penebang kayu dari desa sebelah Gunung Hwangneung.
Mereka bersaudara.
Tapi masalahnya adalah...
Hati-hati dengan keduanya.
Ayo.
Di mana kita akan bertemu setelah aku menemukannya?
Lembah dekat Kediaman Taman Byongnan.
Yang penuh kicauan burung.
Baik, penuh kicauan burung.
Kami penyihir legendaris Gunung Sobaek.
Kau...
Kau gadis penembak petir!
Dia memakai janggut di wajahnya yang cantik!
Sebentar lagi dia tak cantik lagi.
Kita akan menginjak wajahnya ke tanah dan merusaknya.
Hei, mau kau apakan kapak itu?
Aku bimbang mau mencincang mulut kalian atau menahan diri.
Tapi sudah sifat manusia menyombongkan diri dan munafik.
Aku akan menahan diri.
Nyawa kita sangat berharga. Pergilah sebelum kupotong leher kalian.
Kau pikir kapak tumpul itu mampu menebas kami?
Trik sepele!
Beraninya kau!
Akan kucincang kau!
Jangan kejar aku.
Baik!
Lain kali bertemu aku, hati-hati dengan guntur!
Baik!
Kedua kucing ini mengikutiku kemari.
Jangan ikuti aku lagi.
Malam itu 10 tahun lalu,
kita menemukannya pingsan di semak dan membawanya pulang.
Apa kata Hyungam?
Ada yang mengerikan dalam tubuhnya.
Jadi aku menyarankan untuk membunuhnya tapi kau cegah.
Selama dia bisa menahan kekuatan itu, tidak apa-apa.
Dia memberinya kipas dengan dua pedang.
Kau ingat?
Hari itu di kamar Hyungam...
Apa yang dia temukan di dekat sungai?
Ada yang mengerikan dalam tubuhnya.
Karena itu kusarankan membunuhnya.
Atau dia bisa menyebabkan kekacauan yang lebih besar setelah tumbuh dewasa.
Sayang, tidak berbahaya asalkan kita tidak mengajarinya sihir.
Anak itu berhak menentukan hidupnya.
Akan kuserahkan kipas ini padanya.
Ada dua pedang yang sangat berat di dalamnya.
Kedua pedang ini akan menekan kekuatan di dalam dirinya.
Bagaimana jika dia mencabut pedangnya?
Kedua pedang ini bisa menundukkan iblis dan monster?
Tidak ada yang bisa menarik keduanya keluar kecuali kita.
Meski dia berhasil menariknya, kita bisa membunuhnya saat itu.
Tapi dia menariknya keluar dan mempelajari sihir.
Jadi kita bunuh saja?
Dia murid Hyungam?
Mustahil. Dia mirip pencuri.
Biar kusentuh dia dan kita akan tahu.
Tempat apa ini?
Kau tak ingat?
Kau menarik pedang dari kipas dan membunuh monster itu.
Ja-jang!
Ja-jang!
Di mana Ja-jang?
Siapa yang kau cari?
Wanita tua itu tuli dan bisu.
Permisi.
Nyonya, aku punya pertanyaan.
Darimana Ja-jang berasal?
Tuliskan?
10 tahun lalu.
Gunung Hwangneung.
Periksa apa dia masih hidup.
Baik.
Tempat apa ini?
Ini Milbon.
Tempat terpencil untuk mempelajari jalan hidup.
Aku tersesat.
Aku terkunci dalam waktu.
Semua orang terkunci dalam waktu.
Aku tidak tahu apa yang menimpamu.
Bisa pakai ini?
Topeng ini disebut Ja-jang.
Manusia yang sangat menarik.
Monster!
Mataku!
Mulai sekarang...
...aku bos di sini.
Kenapa Ja-jang ingin menemukan Pedang Sakral?
Waktu.
Aku terkunci dalam waktu.
Di mana sang Perancang?
Saat Sang Perancang memasuki tubuh manusia lain
ada empat manusia yang hadir.
[ Hyungam - Cheongwoon - Heukseol - Gaedong ]
Mereka mampu mengendalikan energinya.
Jadi, kau harus menemukan Sang Perancang dan kembali.
Kenapa kau harus berdiam di dalam tubuh yang sakit itu?
Kenapa tidak masuk ke tubuh sehat lainnya?
Jika kulakukan, aku akan kehilangan ingatanku.
Sang Perancang bersembunyi di dalam tubuh manusia.
Bagaimana dia bisa keluar?
Gunakan Pedang Sakral untuk menikam tiga orang lainnya.
Tikam menggunakan Pedang Sakral dan Sang Perancang akan muncul.
Nek.
Maksudmu Ja-jang membunuh Hyungam dan meracuni kami agar kami tetap di sini?
Murid Hyungam juga berada di Gunung Hwangneung
tapi sepertinya Ja-jang tidak mengetahui hal itu.
Mari bunuh muridnya dulu.
Di mana dia?
Mari bunuh dia sebelum para monster muncul.
Mari kita kejar dia.
Dia tidak mungkin jauh dari sini.
Coba terka apa ini?
Campurkan ginseng dari Gunung September dengan kalkulus bovis dan herba,
dan hasilnya obat ajaib ini yang membuat awet muda selamanya.
Pil Cheongmyeong!
Meski orang ini buta sekarang, dia tidak bisa jalan 3 tahun lalu.
Dia Neung-pa legendaris.
Mari lihat ilmu pedangnya dulu.
Tebasannya nyaris saja!
Sekarang kalian bisa... / Tunggu!
Aku tidak bisa merasakan aura dari pedangmu.
Bagaimana kalau menunjukkan kepada kami ilmu pedangmu?
Karena kau ingin lihat,
izinkan kutunjukkan pedang dengan sejarah 200 tahun ini.
Kau pasti sudah merasakan kehebatannya.
Karena aku sudah mencabutnya, salah satu dari kita harus mati.
Ini pedang terbaik dari istana.
Buatan Dua Dewa Gunung Samgak.
Kami di sini menyambutmu hormat.
Masih ingat kami?
Suara yang kasar. Hidupmu pasti berat.
Tuan, tolong jual pedangnya pada kami.
Kau pasti membelinya dari Dewa Gunung Samgak.
Meski aku menjualnya, tidak akan ada bedanya.
Ilmu pedangku bagus hari ini.
Kau jual pil?
Orang akan membeli pil karena ilmu pedangmu?
Mereka membelinya karena aku pandai bicara.
Bagaimana peranku hari ini?
Luar biasa, bukan?
Semakin hari semakin...
Siapa mereka?
Anggota baru kita?
Apa yang terjadi?
Apa ini?
Tidak ada yang namanya makan siang gratis.
Guna merebut Pedang Sakral dari gadis penembak petir, kami butuh pedang itu.
Kami harus menemukannya lebih cepat dari Milbon.
Milbon mencari Pedang Sakral?
Ja-jang?
Mataku.
Kabarnya Pedang Sakral mampu menyembuhkan segala penyakit.
Aku ingin tahu apa itu bisa menyembuhkan mataku.
Gadis penembak petir itu dalam bahaya sekarang.
Kami bisa membantumu.
Ada kucing main di sini, memanjat tiang ini?
Kucing-kucing itu bukan apa-apa.
Gadis penembak petir itu mengacau di sini kemarin
yang menghalangiku berbisnis.
Tampaknya dia wanita tangguh.
Mereka mungkin mengikutinya ke sini.
Aku pesan semangkuk nasi sup dan tuak beras.
Baik.
Aku harus menemukan Pedang Sakral untuk mencari tahu apa yang ada di dalam diriku.
Di mana Mureuk?
Sepertinya dia di sekitar sini.
Di sana! Dia di sana.
Lihat cara dia makan.
Ada monster dalam dirinya. Jadi dia makannya banyak.
Ayo tangkap dia!
Mari kita pastikan ada monster di dalam dirinya lalu bunuh dia.
Kita bisa pura-pura meminta dia jadi murid kita dan mencoba cari petunjuk.
Lalu aku tahu harus apa.
Katakan dia muridmu, bukan muridku.
Tolong, dua mangkuk nasi sup.
Kebetulan!
Kita berjumpa lagi.
Tidak ada yang namanya kebetulan. Semua ini takdir.
Kami mau memperkenalkan diri.
Kami dua makhluk abadi dari Gunung Samgak.
Kami tinggal di pegunungan, kami cuma tahu sedikit tentang dunia.
Sini lenganmu.
Siapa namamu?
Mureuk.
Bagaimana perasaanmu?
Sangat lembut.
Tidak lembut. Malu.
Tidak. Bukan malu!
Usiaku 150 tahun. Aku tidak merasa malu.
Kipasnya membesar saat kubuka dan mengecil saat kulipat.
Tapi ini tidak penting.
Apa?
Bodoh! Apa aku harus menunjukkannya padamu?
Kami yang membuat kipas ini.
Kami simpan beberapa senjata di dalamnya.
Juga angin dari utara.
Apa ini? Kucing?
Aku tidak ingat menggambarnya.
Aku yang menggambarnya.
Jangan mengipaskannya.
Atau kucingnya menjadi manusia.
Apa yang terjadi?
Siapa kalian?
Mereka datang. Tunggu!
Siapa kalian?
Masuk!
Mereka mengejarmu sejak kemarin.
Ke mana kalian membawaku?
Ikut aku!
Jangan berhenti di situ. Naiklah cepat.
Siapa kalian?
Dia Raja Kanan dan aku Raja Kiri.
Kami manusia.
Manusia?
Dan kami juga kucing.
Kucing?
Di mana kucing-kucingnya?
Mereka mengejar gadis itu.
Dan aku mengejar kucing-kucing itu.
Aku agak sibuk. Aku harus pergi.
Tapi...
...titik akupunturmu terkunci di sini.
Artinya ada sesuatu di dalam tubuhmu.
Jadi monster itu memang ada di dalam tubuhmu.
Aku tidak sanggup.
Dia menarik cakraku.
Minggir! Kenapa aku tidak mampu mengendalikan diri?
Apa yang terjadi?
Semua, sembunyi!
Hentikan itu!
Seseorang hentikan aku!
Itu! Itu! Itu!
Ke mana?
Akhirnya berhenti.
Mureuk tidak akan ke mana-mana.
Ayo.
Mureuk.
Ikuti aku.
Fokus.
Fokus.
Fokus.
Fokus.
Fokus.
Izinkan kuberitahu kau satu hal.
Gurumu meninggalkanmu.
Kenapa?
Karena dia tahu ada monster di dalam dirimu.
Tunggu aku.
Kenapa kau mengikutiku?
Tuan kami menyuruh kami.
Tuan?
Astaga!
Kau tidak mengenal tuan kami?
Bukannya kalian berdua menikah? Apa yang terjadi padamu?
Dia segera mendatangi kita.
Tunggu. Dia segera kemari?
Ya.
Katakan padanya. Nanti kutemui saat cuaca bagus.
Tidak, kau istrinya.
Istri apa? Tidak masuk akal.
Kalian menikah dan menghabiskan malam pernikahan bersama. Kau istrinya!
Malam pernikahan apa?
Astaga!
Kenapa aku mengatakan itu?
Lihat? Segalanya tidak lancar di malam pernikahan kalian.
Nikmati malam itu lagi di saat pikiranmu jernih.
Kau ini apa?!
Raja Kanan? Kau bukan manusia tapi kucing.
Kau hidup sebagai manusia, benar?
Ya.
Kurasa kau terlihat akrab.
Apa maksudmu?
Ini pertama kali kita bertemu.
Itu mematahkan hati kami. Kami kucing.
Ya. / Ya.
Selamat tinggal.
Beritahu orang itu. Aku menghargainya.
Kuanggap pertemuan kita sebagai kenangan indah.
Sampai jumpa, anak kucing.
Jangan ikuti aku.
Jangan bicara seperti itu, adik ipar!
Aku bukan istrinya!
Ini tidak bagus! Kita juga menuju ke sana.
Semoga saja dia tidak marah.
Kita cuma menuruti perintah.
Tapi kapan dia datang?
Ayo bunuh dia dan lihat apa monsternya keluar.
Aku menentang kekerasan.
Aku juga menentangnya!
Kenapa kau berubah pikiran?
Pasti ada sesuatu.
Tolong, satu guci anggur.
Dua guci.
Aku tidak bisa jika tidak mabuk.
Ayo minum dulu.
SITUS SLOT ONLINE TERBARU DAN TERGACOR DI 2023 PERMAINAN DAN BONUSNYA BIKIN PUAS MAINNYA, DITAMBAH ADA RTP YANG AKURAT HINGGA 98% Gabung Sekarang di puasnyepin.net
MAIN DI PUAS69 & JADILAH JUTAWAN MAIN SAMPAI PUAS, WD TANPA CEMAS Temukan kami di Google, ketik PUAS69
Hei.
Tunggu.
Berikan pisaunya.
Pisau itu.
Apa ini?
Hidangan ini untuk ruangan itu?
Ya.
Berikan di dalam ruangan.
Tapi dia bilang tidak ada yang diizinkan masuk.
Tidak apa-apa. Di dalam ramah.
Apa itu?
Apa?
Itu?
Panah. Darimana asalnya?
Ini banyak sekali!
Larang siapapun masuk.
Baik.
Pistol itu tidak ada gunanya.
Bagaimana dengan yang ini?
Lewat sana.
Siapa kau?
Kau dari Milbon?
Suara anak panahnya tidak asing.
Ja-jang juga ada di sini?
Neung-pa?
Orang yang diusir?
Dia memang Neung-pa!
Diam.
Pedang Sakral...
...penyembuh ajaib, 'kan?
Siapa kau?
Bagian ini dari emas?
Dan bagian ini harusnya hijau, berkilauan cahaya jernih.
Bukannya kau buta?
Siapa kau?
Aku pernah melihatnya.
Pria berzirah aneh menghilang bersamanya ke dalam cahaya.
Kau lihat kejadian itu?
Siapa kau?
Kenapa ada padamu?
Itu miliknya! Dia melihat orang-orang memakai itu.
Siapa itu?!
Aku suaminya!
Gadis penembak petir!
Di mana dia?
Lihat dirimu.
Kau mencuri ilmu sihirku?
Aku tidak mencuri. Cuma mempelajarinya.
Gadis penembak petir! Keluar!
Sayang, jangan pedulikan aku. Pergi saja!
Cepat.
Dia sudah pergi?
Sungguh?
Siapa yang pergi?
Bukannya selimut ini milik dua makhluk abadi?
Kuambil diam-diam.
Mereka menghilang di balik selimut!
Kenapa kau punya selimut milik dua makhluk abadi?
Tepat di depanku.
Kenapa kau selalu menjatuhkan barang?
Kau yang mendorongku.
Jangan pedulikan kami. Kami cuma numpang lewat.
Diam!
Kau membangunkan seluruh desa!
Silakan lanjutkan, maaf.
Kau mengaku bersalah?
Kenapa kau menanyakan hal seperti itu dengan keras?
Matamu beracun.
Apa yang beracun?
Aku harus menemukan Pedang Sakral.
Aku ingin membuka mataku.
Tahun 2022, Seoul
Kenapa moyangku menatapku hari ini? Aku bahkan tidak bisa minum teh.
Jangan khawatir.
Tidak ada yang perlu kau khawatirkan.
Belum ada yang terjadi.
Lagipula aku baik-baik saja.
Dunia damai.
Bahkan jika aku ingin menggunakan benda yang ada di dalam tas golf,
tidak ada tempat untuk menggunakannya.
Sampai jumpa besok, Tuan.
Dua Hari Sebelum Pecahnya Haba
Hei, tangkap dia!
Tangkap dia!
Siapa kau?
Aku?
Pejalan kaki yang baru selesai berolahraga dan hendak pulang.
Mau ke mana, pencuri?
Apa-apaan?
Kau memukulku lebih dulu.
Bagaimana kau menangkapnya?
Aku baru saja lewat dan melihat kalian kesulitan.
Kau unit mana?
Aku?
Yang itu.
Persimpangan jalan itu.
Sini ponselmu.
Persimpangan? Divisi Utara?
Divisi Persimpangan Utara?
Persimpangan Pelayanan Bea Cukai.
Aku inspektur penanggung jawab penyelundupan.
Hubungi aku jika butuh saksi.
Baik.
Dia penyelundup?
Kau bisa tahu dari bentuknya?
Mereka membulatkannya untuk dimasukkan ke dalam tubuh.
Jadi aku memerlukan informasi kontakmu sekarang.
Siapa namamu?
Jangan tanya namaku. Kirim dokumennya ke kantor polisi.
Sherif Kang Chun-seok.
Ya.
Aku akan menghubungimu. Tolong angkat teleponnya.
Baik.
Rumah Sakit Jisan
Apa?
Tempat apa ini?
Ini Rumah Sakit Jisan.
Kami dilarang bicara kecuali terkait diagnosis.
Kau merasakan sakit saat kutekan di sini?
Sedang apa kau?
Leherku patah?
Jujurlah, aku akan lumpuh?
Tidak patah. Kau beruntung.
Aku bisa tinggal di sini lebih lama jika patah.
Kapan aku di bawa ke kantor polisi?
Goo Sam-sik.
Bukannya kubilang dilarang bicara?
Seo Yeon-ging.
Awannya indah.
Sehari Sebelum Pecahnya Haba.
Tahanan Ho Seong-cheon tiba.
Apa ini?
Gila!
Sial! Pergi!
Apa?
Apa?
Namanya Goo Sam-sik. Dia dipenjara sebanyak 9 kali.
Aku mau ke rumah sakit dulu.
Aku harus pergi.
Hei, Tuan Kang Chun-seok.
Kau tidak perlu menyambutku di sini.
Kau bisa mengunjunginya. Jangan bertanya apapun.
Apa?
Aku kenal anak itu.
Ayo kunjungi pasien.
Tunggu. Kenapa pintunya terbuka?
Kita lewat pintu depan, 'kan? / Ya.
Ke pintu belakang dan parkiran. Cepat!
Kenapa Lee Ahn tidak ada di sini?
Apa katamu tadi?
Dia mendengar percakapan kita.
Lacak Lee Ahn.
Dia merekam yang terjadi di sini memakai ponselnya.
Dia ke tempat temannya.
Siapa nama temannya?
Dia cuma punya satu teman. Lahir 17 Juli 2011.
Aku masih mencari alamatnya.
Namanya Kim Min-seon.
Kim Min Seon?
Keponakanku?
Ya Tuhan! Kau merekam ini?
Ini Ayahmu?
Kau merekamnya sendiri?
Diam!
Tante?
Ya.
Lee Ahn di sini.
Ya, tante. Dia mau tidur di sini.
Dia lari dari rumah.
Selamat siang.
Ya, siang.
Jika kau lari dari rumah, ayahmu...
Tapi mobil ayahmu...
Buatan NASA dan bisa bicara?
Kudengar ayahmu bicara dengan mobil.
Tapi bagaimana mobil bisa bicara?
Benar.
Ya.
Kenapa kau ke kamarku?
Apa?
Ya, istirahatlah.
Kembangkan persahabatan kalian.
Manisnya.
Apa ini?
Sam-sik?
Hari Menyebarnya Wabah
Bintik merah itu adalah sepeda motor yang dicuri Sam-sik dari rumah sakit.
Sepeda motor ini sekarang sudah dilengkapi dengan GPG.
Jaraknya cuma 3 kilometer.
Apa itu?
Sepertinya kecelakaan.
Bagus.
Narkoba ini berkualitas tinggi.
Apa yang terjadi?
Ada apa dengan mobil-mobil ini?
Apa yang terjadi?
Sepertinya bukan kecelakaan biasa.
Lari!
Apa itu?
Sam-sik ada di sana.
SITUS SLOT ONLINE TERBARU DAN TERGACOR DI 2023 PERMAINAN DAN BONUSNYA BIKIN PUAS MAINNYA, DITAMBAH ADA RTP YANG AKURAT HINGGA 98% Gabung Sekarang di puasnyepin.net
MAIN DI PUAS69 & JADILAH JUTAWAN MAIN SAMPAI PUAS, WD TANPA CEMAS Temukan kami di Google, ketik PUAS69
Kami masih belum tahu asal gas merah ini dan terbuat dari apa.
Area yang terkontaminasi sekarang tidak lagi meluas.
Polisi membentuk barisan.
Kalian sedang melihat
dua orang selamat di area terkontaminasi terekam drone.
Diperkirakan ratusan warga tewas dalam kabut gas merah itu.
Bagaimana bisa dua orang ini
bertahan hidup di daerah di mana banyak orang mati?
Ini masih menjadi misteri.
Kulihat pria itu di video yang diambil oleh Lee Ahn.
Kedua orang selamat itu menyetir ambulans.
Kabar Terbaru: Dua korban selamat tak terlihat lagi.
Dan mereka menuju ke tempat tidak diketahui.
Polisi belum menemukan satu pun korban selamat hingga saat ini.
Tetap di sini, Min-seon.
Aku segera kembali.
Sekarang momen yang dibicarakan moyangku.
Siapa kau?
Aku juga bekerja untuk pemerintah.
Halo.
Tolong putar videonya.
Siapa yang bertanggung jawab di sini?
Siapa kau?
Tonton video ini lebih dulu.
Ini Rumah Sakit Jisan.
Ini orang pertama yang selamat di area yang terkontaminasi.
Orang kedua yang selamat.
Mereka berdua tadinya di Rumah Sakit Jisan.
Ini bukan kebetulan.
Ada satu orang lagi.
Sam-sik juga di Rumah Sakit Jisan.
Dia mungkin orang ketiga yang selamat.
Siapa Sam-sik?
Dia penyelundup yang kami ikuti.
Dia di area terkontaminasi sekarang.
Lalu siapa kalian?
Aku Min Gae-in. Inspektur Layanan Bea Cukai.
Yang terpenting adalah siapa yang mengambil video itu.
Keponakanku punya teman bernama Lee Ahn.
Ayahnya agak aneh... / Baik.
Pelayanan Bea Cukai?
Kau tahu berapa banyak orang yang mengaku merekam video?
Semua itu palsu.
Kau tidak tahu mengatur TKP?
Beri aku waktu sebentar.
Halo?
Bibi Min-seon Halo?
Aku ayah Lee Ahn.
Ya, halo!
Halo!
Lee Ahn boleh tinggal di tempatmu beberapa hari?
Ya, Min-seon akan senang.
Bagaimana kalau aku menjemputnya sekarang?
Pekerjaanku baru saja selesai.
Tidak perlu. Aku akan mengirimnya sekarang.
Terima kasih banyak.
Terima kasih kembali.
YTN, keluarkan mobilmu.
Sini kunci mobilnya.
Kuncinya di sini.
Siapa itu?
Ayah dari anak yang mengambil videonya.
Ayah Lee Ahn.
Kuambil senjatanya dulu.
Ayo.
Kau bermain golf?
Tidak.
Ayo.
Orang itu tinggal di sini?
Alamatnya di sini.
Maaf, Min Seon.
Lee Ahn mau ke rumah kita nanti.
Dia akan tinggal bersama kita selama beberapa hari.
Kalian berdua tetap di rumah. Jangan keluar.
Aku akan kembali setelah menyelesaikan pekerjaanku.
Ambulans itu! Itu yang dicuri?
Lewat sini.
Ayo. Mari kita keluarkan semua Haba di dalamnya.
Apa itu?
Ada mobil lain di sini.
Park Tae-seok.
Min Gae-in!
Ayahnya Lee Ahn?
Sembunyi!
Semua sudah di tempatnya. Siap.
Kembali ke masa lampau dan cegah semua terjadi sebelum Haba pecah.
Ke lain waktu.
Apa itu?
Jam 08:55. 25 September 2022.
[ 10 tahun silam ] / Kau kemari dari masa depan demi itu.
Jam 08:55. 25 September 2022.
Jadi kau mengejarku karena ini?
Kenapa kau butuh ini?
Untuk uang?
Kenapa aku memerlukan ini?
Biar kuingat di mana ceritanya dimulai.
Ini bukan pertama kalinya aku menyelamatkanmu.
Namamu Lee Ahn, benar?
Siapa kau?
Kenapa kau tahu namaku?
Kau tidak ingat masa kecilmu?
Kau jatuh ke air dan aku menyelamatkanmu.
Kau?
Aku tahu ini sulit.
Tapi coba bayangkan diriku jadi anak kecil.
Siapa namamu? Aku Mureuk.
Lee Ahn.
Lee Ahn.
Kau bocah nakal itu?
Bocah apa?
Jadi kau masih hidup!
Siapa namamu?
Aku ingat kau punya nama murung.
Mureuk.
Bukan murung.
Jadi maukah kau membalas budi?
Beruntung aku menemukanmu.
Aku sudah lama ingin bertemu denganmu lagi.
Kau masih kecil saat itu.
Tapi apa itu Sang Perancang?
Kenapa kau tahu itu?
Di mana kau dengar ini?
Saat aku menyelamatkanmu dari air dan mendaki bukit,
kulihat hal aneh.
Dia berjalan ke arahku dan berkata dia menemukan manusia.
Aku menemukanmu, manusia.
Monster itu yang masuk ke dalam tubuhku, 'kan?
Sejak hari itu, aku akan kehilangan ingatanku dari waktu ke waktu.
Jika kau menusukku pedang, monster itu akan keluar, benar?
Jika itu keluar dari tubuhku, bunuh.
Jangan lakukan itu.
Apapun yang ada di dalam tubuhmu,
biarkan saja.
Hidup saja seperti ini.
Hidup seperti ini?
Lalu siapa aku?
Jika ada monster di dalam tubuhku, siapa aku ini?
Jadi monster itu cuma akan mati jika aku mati.
Jadi tujuanmu membunuhku.
Mungkin aku ditakdirkan mati saat aku dilahirkan.
Kenapa aku hidup?
Ayahku, Thunder, semua paman dari kelompok pengamen...
Dan kau menyelamatkanku
agar aku bisa menyelamatkan orang lain.
Kau adalah dirimu.
Tidak peduli apa yang ada di dalam tubuhmu.
Aku bukan salah satu dari mereka.
Bagus.
Ini dirimu.
Jangan lupa siapa dirimu.
Aku juga tidak akan melupakanmu.
Kenapa diam? Pegang tanganku.
Kuambil Pedang Sakralnya.
Kau menemukan Gaedong di Gunung Hwangneung?
Ya, aku melacaknya.
Bawa dia kemari.
Lalu pindahkan dia ke dalam Kediaman Taman Byongnan.
Kita apakan wanita yang menembakkan petir?
Tunggu saja.
Dia akan mengejar ini.
Bagaimanapun aku memikirkannya,
bagaimana bisa kau bertemu gadis dari masa kecilmu itu?
Ada yang namanya kebetulan.
Ada pohon pinus merah di depan halaman.
Apa artinya itu?
Seseorang di halaman.
Dan ada pula pinus merah.
Ada pohon pinus merah tepat di depan halaman.
Tidak ada kebetulan.
Itu semua takdir.
Demikian pula kita.
Mana aku tahu makna yang begitu mendalam?
Kau melakukannya lagi.
Jadi ke mana perginya pohon pinus merah?
Untuk itukah wanita itu di sini?
Semacam altar batu bengkok.
Yang Gaedong minta kita cari.
Namanya Thunder.
Bukannya itu dilukis di dindingnya?
Selain lukisan itu, ada hal aneh lainnya.
Dia harus memberitahunya tentang hal itu di rumahnya?
Itu penangkapan.
Sepertinya mereka mengincar gadis penembak petir itu.
Imbalannya sangat tinggi.
Kita harus menangkapnya duluan agar kita bisa mendapatkan uangnya.
Apa yang harus dilakukan?
Gadis penembak petir kabarnya sangat cantik.
Kita harus mencicipinya dulu sebelum kita membunuhnya.
Kudengar dia menikahi pria tolol.
Aku mabuk.
Ayo tangkap dia juga.
Ayo.
Apa lihat-lihat? Kau terlihat bodoh.
Siapa bilang aku terlihat bodoh?
Di Sutra Bunga Teratai ada kalimat ini.
"Mereka yang bertemu akan pergi. Mereka yang pergi akan kembali."
Ini malam bagus untuk mencari ide.
Berarti orang-orang pasti akan bertemu lagi setelah berpisah?
Tidak, itu berarti uang.
Raja Kiri.
Baunya sepertinya kemari.
Ayo.
Lewat sini.
Kau tahu cara mencium bau.
Kupikir dia mati, tapi dia tidur.
Kita bangunkan?
Dingin membiarkannya seperti ini.
Tenang. Ini kami.
Semua pendeta Tao mencarimu.
Berapa hari kau tidak tidur?
Tiga hari.
Kenapa kau di sini lagi?
Kupikir kita sepakat tidak bertemu lagi.
Tentu saja.
Tapi...
Janji dibuat untuk diingkari.
Dan yang kau cari itu... / Yang kucari?
Yang itu...
Thunder.
Kau tahu di mana itu?
Lari, bodoh!
Di mana Thunder?
Ini lukisan yang bagus.
Itu yang kau janjikan mau kau tunjukkan, lukisan itu?
Tidak, yang ini.
Mureuk, keluar.
Biarkan dia sendirian sementara.
Thunder, kau sudah lama menungguku, bukan?
Thunder.
Thunder itu hidup?
Ya.
Energinya.
Tidak ada energi tersisa sehingga tidak bereaksi.
Di manakah energinya?
Pria itu.
Lihat di sana, itu aku.
Orang-orang itu, tunggu.
Cuma kau yang kulihat.
Kalian berdua, keluar. Jangan sembunyi.
Lari! Lari! Lari!
Ayo kita lari.
Berhenti.
Mari cari pesawat Thunder.
Kami harus pulang.
Ini.
Kau mau kembali ke masa depan?
Ya.
Jadi kita berpisah lagi?
Kau harus hati-hati terhadap kucing.
Mereka mungkin akan mengejarmu lagi.
Tidak, aku harus peringatkan mereka.
Orang-orang itu mungkin akan terus mengejarmu.
Mereka perlu diberi pelajaran.
Aku harus berbuat sesuatu.
Raja Kiri, Raja Kanan.
Ke mana kalian?
Di sini.
Bagaimana kau tahu aku ada di sini?
Kalian saling kenal?
Mereka yang kau cari?
Kau mengenal kami?
Ya. Raja Kiri dan Raja Kanan.
Siapa Raja Kiri dan Raja Kanan?
Orang-orang yang kulihat 10 tahun lalu muncul lagi.
Sungguh?
Apa maksudnya 10 tahun lalu?
Ayo.
Siapa kau?
Jangan mendekat.
Siapa kau?
Jangan ganggu kami. Apa kami berbuat salah?
Kita cuma kebetulan bertemu di sini 10 tahun yang lalu.
Bertemu di sini?
Kita?
10 tahun lalu?
Gaedong.
Raja Kanan.
Gaedong, Kenapa kau di sini?
Kau lihat Raja Kiri?
Ya.
Aku perlu bicara denganmu.
Hei, jangan pergi.
Jangan ke sana.
Ada sesuatu yang ingin kukatakan.
Kau Gaedong?
Ya, kenapa?
Kau harus ikut kami.
Ke mana?
Kediaman Taman Byongnan.
Kenapa?
Lepaskan!
Raja Kanan.
Raja Kiri.
Raja Kanan. Tubuhku terasa aneh.
Tidak apa-apa.
Mureuk datang.
Raja Kiri kenapa?
Sekelompok orang Tao menangkap Gaedong dan memanah Raja Kiri...
Berdiri.
Ayo.
Apa yang terjadi?
Kenapa aku lenyap?
Aku akan mati?
Kembalilah ke kipas angin.
Raja Kiri.
Thunder.
Kau hidup?
Raja Kiri.
Thunder.
Raja Kanan, apa Raja Kiri mati?
Gaedong sepertinya tahu sesuatu.
Mureuk.
Ayo ke Kediaman Taman Byongnan.
Kediaman Taman Byongnan
Kami bawa Gaedong kemari.
Silakan, Ja-jang.
10 tahun lalu, seorang murid muda Hyungam
diusir karena dirasuki monster
yang dikendalikan oleh kipas angin.
Ada yang mengambil mobil besi di dalam air?
Kudengar itu dibawa ke Kediaman Taman Byongnan semalam. Oleh pendeta bertopeng.
Kita di Kediaman Taman Byongnan.
Ayo. / Ya.
Mureuk pasti ada di sini jika dia mengejar Ja-jang.
Tunggu.
Aneh.
Kenapa tidak ada orang?
Siapa saja?
Siapa saja?
Bukannya mereka di sini mau menangkap orang?
Kenapa mereka semua mati di sini?
Dan pendeta Tao bertopeng.
Ini Neung-pa. Kenapa kau di sini?
Aku Dewa Gunung. Dan kau tak menyebut namaku?
Karena kau tidak bayar Pedang Sakralnya.
Kenapa mereka semua mati di sana?
Aku datang dan menemukan mereka semua sudah mati.
Ada monster di sini.
Ja-jang?
Sepertinya kalian berdua juga kemari mau menangkap Ja-jang.
Ya, di mana dia?
Mungkin sembunyi.
Tunggu, kudengar seseorang di lantai dua.
Itu umpan.
Untuk siapa?
Mureuk!
Kami menemukan mereka di belakang!
Ja-jang? Di mana Ja-jang?
Diam, Nak.
Di mana paket kami?
Mureuk.
Gaedong.
Gaedong, aku tertusuk pedang.
Siapa yang melakukan ini? Ja-jang?
Itu di Gunung Hwangneung.
Ini akan rusuh.
10 tahun lalu, murid muda Hyungam bernama Mureuk dikeluarkan.
Bukan Gaedong yang Ja-jang cari.
Keluar dari sini. Ayo.
Para penebang kayu mengaku pernah melihatmu 10 tahun lalu.
Ada yang melihatku 10 tahun lalu?
Mereka bilang kau keluar dari sana.
Darimana?
Yang dicari gadis itu.
Gaedong.
Baik, akhirnya.
Sekarang bagaimana, Thunder?
Thunder.
Thunder.
Yang dicari gadis itu.
Yang dicari gadis itu.
Monsternya.
Raja Kanan, bertahanlah.
Mureuk.
Raja Kanan.
Senjata petir... / Kalian berdua kenapa di sini?
Tidak.
Tidak! Tidak!
Tidak! Tidak!
Tidak!
Ketemu.
Kau manusia.
Mureuk?
Mureuk.
Kenapa aku?
Apa yang ada dalam tubuh pria itu?
Kekuatanku sedang sekarat.
Ambil energiku.
Thunder. Jaga anak ini.
Apa?
Itu menakutkan.
Apa ini?
Besi?
Makhluk ditemukan.
Dua kucing. Dua manusia.
Mulai menyalin.
Pastikan kau membunuhku dengan tanganmu sendiri.
Sang Perancang kabur dari penjara.
Lee Ahn.
Baik. Mari ke masa depan.
Haba akan meledak. Para tahanan akan kabur.
Peringatan. Energi waktu tidak stabil.
Apa itu?
25 September 2022, Jam 8:55.
Haba akan meledak dalam 47 menit.
Akhirnya.
Sang Perancang kembali.
Para tahanan datang. Bangun.
Bantu Sang Perancang.
Pak Penyidik. Kutemukan satu orang yang selamat. Sam-sik.
Tim medis akan masuk.
Aku akan mencoba mencegah.
Tunggu. Tim ini berbahaya.
Larang mereka masuk.
Masukkan tim SWAT bersenjata. / Apa yang terjadi?
Layanan Bea Cukai?
Keluarkan dia dari sini.
Komandan Kang Chun-seok
diserang oleh monster itu dan dikirim ke rumah sakit.
Tim medis, laksanakan tugas. / Tunggu!
Evakuasi tim medis. Misi batal.
Sedang apa kau? Keluar!
Tangkap dia.
Tim medis. Tim Dinas Rahasia. Mundur.
Bisa memastikan jarak pandang?
Diam. Ada sesuatu di depan.
Apa itu?
Orang selamat melayang.
Laporkan yang terjadi.
Di mana kita?
Di masa depan?
Yi Seong-gye rajanya?
Bukan?
Di mana kita? Bagaimana kita pulang?
Kita harus cari kuda.
Pedang Sakral ada di era ini.
Di mana Pedang Sakral?
Utara Barat Laut. 12.4.
Cuma Pedang Sakral yang mampu mencegah ledakannya.
Rebut kembali.
Bunuh siapa saja yang menghalangi jalanmu.
Bunuh siapa saja yang menghalangi jalanmu.
Pak.
Hei. Sedang apa kalian?
Jika bukan anggota, keluarlah.
Diam.
Kita mungkin salah tempat.
Tidak.
Ada monster.
Di mana?
Di situ.
Di sana.
Gambar Monster Tak Dikenal
Di sini.
Menyingkir.
Apa yang terjadi?
Monster!
Di mana?
Kabur.
Kenapa ini tidak bisa berhenti?
Hentikan!
Mobil patroli. Terjadi kekerasan di area 7-2.
Mobil patroli. Terjadi kekerasan di area 7-2.
Mobil patroli.
Mobil terdekat. Tolong jawab.
Dimengerti. Kami tiba.
Tunggu.
Siapa yang menelepon polisi?
Di sini.
Tolong aku.
Baik.
Matikan mesinnya.
Silakan turun.
Turun.
Jatuhkan pistolnya.
Mereka punya ini.
Kau kenal gadis penembak petir itu?
Jatuhkan pistolnya.
Jatuhkan pistolnya.
Rasanya luar biasa.
Apa ini?
Siapa kalian?
Siapa aku?
Butuh seluruh hidupmu untuk menemukan jawabannya.
Siapa kau?
Tidak.
Kau mulia?
Kau sepertinya berdarah bangsawan.
Bagaimana kau membuka borgol ini?
Kami Dewa.
Ada yang mendekat.
Siapa?
Lebih dekat.
Di mana?
Di sana.
Tolong aku.
Cheongwoon.
Petirnya.
Di mana Lee Ahn?
Lari!
Lari!
Cepat!
Kenapa dia masih mengejar kita?
Dia mengejar kita?
Kalian berdua? Kenapa?
Untuk Pedang Sakral.
Darimana asal kalian?
Kami lari dari wanita bernama Lee Ahn.
Lee Ahn.
Tunggu.
Lee Ahn.
Maksudmu dia?
Apa?
Mereka mirip.
Aku merasa aneh.
Dia datang.
Lee Ahn datang.
Lari.
Lari.
Kereta akan berangkat.
Nyalakan mesin.
Nyalakan.
Di mana ini?
Min-seon.
Tante. Aku baru saja tiba di rumah Lee Ahn.
Kenapa kau ke sana?
Dia tidak datang. Jadi aku kemari menjemputnya.
Tapi kutemukan hal aneh.
Paman yang masuk berita ada di sini.
Aku melihatnya.
Tante. Tunggu.
Pergi dari sana.
Tidak.
Aku akan ke sana. Sembunyi.
Mureuk.
Mureuk.
Mureuk.
Siapa kau?
Aku Program.
Tuan Po? Kau Tuan Po?
Kita saling kenal 10 tahun. Kau tidak mengenalku?
Raja Kiri dan Raja Kanan.
Apa maksudmu?
Wanita.
Di mana wanita itu?
Apa ini?
Mari mulai sistem serangannya.
Mulai apa?
Tidak.
Mureuk. Bangun.
Bagus.
Bangun. Kita harus pergi.
Akhirnya.
Jangan bergerak.
Kita pergi juga.
Hilang.
Energinya tidak stabil.
Artinya, energinya ada di sini.
Ya.
Energinya ada di sini.
Bagus.
Baik.
Mari kita kembali lagi memakai ini.
Aku bisa melihat dunia.
Baik.
Kita siap melakukan perjalanan.
Mureuk. Saatnya pergi.
Ke mana?
Kau tidak ingin menyelamatkan wanita itu?
Wanita.
Bukannya dia memintaku untuk membunuhnya?
Jangan percaya padanya.
Ke mana kita?
Masa depan.
Tahun 2022.
Ayo.
Masa depan.
Aku tak percaya melihatnya lagi.
Inikah masa depan yang dibicarakan wanita itu?
Inikah?
Selamat.
Kau berada di masa depan.
Taksi.
Apa itu taksi?
Saat kau berteriak taksi, itu bisa membawamu ke mana kau mau.
Ayo.
Tunggu.
Kenapa itu selalu mengikuti kita?
Energinya tidak stabil.
Itu menghubungkan Kediaman Taman Byongnan dan di sini. Sangat tak stabil.
Tapi jangan khawatir.
Aku akan mengirimmu kembali setelah semuanya selesai.
14 menit sebelum ledakan.
Ayo.
Harian Korea
Kau baik-baik saja?
Aku Min Gae-in, polisi. Aku perlu meminjam mobilmu.
Lezat.
Ayo.
Lari.
Lemparkan jimat.
Jimat.
Sisa dua jimat.
Jimatnya.
Tamat kita.
Tunggu. Kereta menuju rumahku.
Mureuk. Kau siap?
Tentu.
Apa yang harus dipersiapkan?
Lenganmu.
Bagus.
Kita harus memberikannya padanya.
Berikan padanya?
Tanganmu.
Apa?
Tahanan 8975.
Mureuk.
Apa?
Mureuk. Sedang apa kau? Kenapa kau tidak ke atas?
Segera.
Sampai jumpa lagi.
Berhasil.
Ada senjata lagi?
Habis.
Tangkap. / Heukseol.
Lari.
Ingat?
Gunakan Pedang Sakral untuk menyelamatkan orang.
Ingat.
Bukannya katamu aku tetap aku, tidak peduli yang ada dalam diriku?
Tidak apa-apa.
Jangan.
Sedang apa kau?
Ini bukan milikku.
Cuma kusimpan sementara.
Keluarkan tahanannya.
Bantu Sang Perancang untuk keluar dari penjara.
Tidak.
Lima menit sebelum ledakan.
Baik.
Menerima energi dan mencegah ledakan.
Lee Ahn. Bangun.
Di mana senjatanya?
Siapa itu?
Neung-pa.
Kenapa Neung-pa ada di sini?
Kenapa pedangnya ada di masa depan?
Monsternya berdiri.
Min-seon. Tante di sini. Sembunyi.
Siapa kau?
Min Gae-in, keturunan Neung-pa. Menyambut kalian.
Kalian berdua ahli senjata ini?
Beritahu keturunan hebatku.
Dua Dewa dan Mureuk meninggalkan senjatanya dan pergi ke masa depan.
Keturunanku di tahun 2022
harus menemukan mereka dan memberi mereka senjata di saat monster muncul.
Lalu apa yang harus kulakukan?
Mari bekerja sama untuk menangkap monster itu.
Sedang apa kau, Mureuk Tao?
Tao?
Aku bukan ahli dalam bidang apapun.
Bangun, muridku.
Itu tak ada lagi di tubuhku.
Aku tidak berguna sekarang.
Kipasnya.
Aku ingat meninggalkannya di sana.
Prajnaparamita.
Prajnaparamita.
Kenapa aku melafalkan mantra?
Itu sudah ada dalam pikiranku.
Kau baik-baik saja, muridku?
Bangunlah.
Dia muridku.
Mureuk menyapa kalian semua.
Peluang menang 9%.
10%.
16%.
Ayah.
Kenapa meningkat?
Aku akan mati.
Aku bisa melihat masa depan.
Lee Ahn akan menuntaskan semua.
Bersama para manusia lain.
Para manusia tidak bisa menyelesaikannya.
Mereka tidak mampu.
Mustahil jika cuma ada satu manusia.
Tapi sekarang kita bersama.
Kau lihat?
Aku bisa melihatnya di mataku.
Aku akan mengirimkannya padamu.
Thunder.
Masukkan itu ke jantung kapal.
Ayo.
Meluncurlah.
Rasakan!
Muncullah!
Matilah kau.
Maju!
Kubunuh kau sekarang.
Ayo.
Lee Ahn. Bahaya!
Lee Ahn. Lari!
Haba meledak 20 menit lagi.
Lenyapkan pengganggu.
Keturunan Neung-pa.
Buang pedangmu kemari.
Angkat aku.
Tidak.
Thunder.
Berhasil?
Tante.
Apa?
Min-seon.
Tante.
Ya Tuhan.
Cegah itu masuk ke dalam tubuh.
Min-seon. Kau baik-baik saja?
Siapa kau?
Kau tahu aku?
Ya.
Bertahan.
Ini bukanlah akhir...
...dari keluar penjara.
Kita harus apa, Thunder?
Ambil dan pergi.
Ia akan keluar. Ia tidak bisa dihancurkan.
Ia tidak akan terhentikan.
Bagaimana jika ia kembali lagi?
Harus diledakkan di atas sana.
Maka kau akan mati.
Sudah kubilang.
Aku akan membawa ini ke alam semesta.
Sudah waktunya.
Itu yang Ayahku katakan.
Aku punya program Guard.
Dan juga semua ingatanmu.
Benar, Mureuk?
Atau tuan.
Raja Kiri.
Raja Kanan.
Aku sangat merindukanmu.
Jangan menangis.
Raja Kanan.
Kalian masih hidup.
Tentu saja.
Lihat? Sudah kubilang aku ini tangan kanannya.
Kau di depannya. Aku di kanannya.
Hei, Mureuk.
Jangan beritahu siapapun aku menyelamatkan dunia.
Aku pemalu.
Kami mau kembali, Tuan.
ke mana?
Jangan bersedih.
Seperti pohon pinus merah di depan pekarangan.
Terima kasih sudah mendampingiku.
Terima kasih kembali.
Kembalilah.
Itu segera hilang.
Saatnya kembali ke eramu.
Ya.
Kau kucing-kucingnya.
Selamat tinggal, Lee Ahn.
Selamat tinggal.
Sampai jumpa dilain waktu.
Dia tersenyum padaku.
Tidak. Dia tersenyum padaku.
Semua sudah usai.
Kau terluka berat karenaku.
Aku baik-baik saja.
Terima kasih, Suamiku.
Tubuhku mau remuk.
Kau tepat waktu.
Tiba-tiba aku bangga pada diriku.
Kenapa?
Kita menyelamatkan dunia.
Tentu Mureuk ikut menolong. / Benar.
Neung-pa masih di sini?
Di mana Neung-pa?
Kalian kembali? / Ya. Neung-pa.
Kami menyelamatkan dunia.
Dan kami bertemu keturunanmu.
Kau bisa melihat kami?
Naiklah.
Ceritakan semuanya padaku.
Baik.
Ada banyak hal harus diceritakan.
Apa?
Tunggu.
Apa kata Tn. Po saat itu?
Sudah kuduga.
Masih ada energi.
Tunggu.
Kenapa ia selalu mengikuti kita?
Energinya tidak stabil.
Itu menghubungkan Kediaman Taman Byongnan dan di sini.
Kediaman Taman Byongnan.
Koneksi tidak stabil.
Itu terbuka kembali.
Ayo minum anggur.
Kenapa Mureuk masih di situ? Sedang apa kau?
Pinus merah di depan halaman.
Apa?
Aku akan pergi ke sana lagi.
Ada sesuatu yang tidak kukatakan kepadanya.
Taksi.
SITUS SLOT ONLINE TERBARU DAN TERGACOR DI 2023 PERMAINAN DAN BONUSNYA BIKIN PUAS MAINNYA, DITAMBAH ADA RTP YANG AKURAT HINGGA 98% Gabung Sekarang di puasnyepin.net
MAIN DI PUAS69 & JADILAH JUTAWAN MAIN SAMPAI PUAS, WD TANPA CEMAS Temukan kami di Google, ketik PUAS69
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.