All language subtitles for Kathlid

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

PANGGILAN VIDEO MASUK, RADHA

PANGGILAN VIDEO MASUK, RADHA

"LALLA LALLI REMIX", DJ HEERU

"LALLA LALLI REMIX", DJ HEERU

PANGGILAN VIDEO MASUK, RADHA

Dengar, Veeru! Jika kau tutup lagi,

aku akan mengiris pergelangan tanganku!

Hei!

Ini waktu untuk diriku.

- Telepon aku nanti malam. - Namun...

Baiklah, ingatkan aku...

Di mana kali pertama kita bertemu?

Di pernikahan putri Pak Tomar!

Tomar siapa?

Pakariya?

Ya! Aku menyajikan sorbet untuk para tamu

dan saat itulah kau mencubit pipiku!

Sepertinya itu memang aku.

Kau suka minum?

Minum? Aku bisa minum racun untukmu, Veeru sayang!

Baiklah.

Temui aku pukul 10,00 di kedai Jhalla Chaat di Moba.

Pak, ongkosku?

Kau berani minta uang kepadaku!

- Mau kuhajar? - Aku hanya minta ongkosku.

Radha?

Veeru?

Mari jalan?

KEDAI JHALLA CHAAT

Astaga!

Sedang apa ayahku di sini?

Ayahmu? Di mana?

Cepat tangkap dia, Pahad Singh!

Hei!

- Berhenti! - Tahan dia!

Hei! Mundur!

- Pegang dia. - Hei!

Hei!

- Berhenti! - Minggir!

- Tangkap dia! - Berhenti!

Dasar sepeda rongsok!

- Berhenti! - Hei!

- Berhenti! - Rasakan ini!

- Minggir! - Dasar buta!

- Ke mana dia pergi? - Ke sana.

Pahad Singh dan Mishra, ke sana! Kalian berdua, ikuti aku!

DICARI VEER SINGH ALIAS VEERU

Hei!

Hei!

Awas!

Ke arah mana dia pergi?

- Jalan! - Ayo!

Dia kabur.

LAWAN KASTA DENGAN PENDIDIKAN, KESEHATAN, DAN MORAL

KEAMANAN ANDA ADALAH PRIORITAS KAMI, KONFERENSI PERS KEPOLISIAN MOBA

Pelanggar hukum berantai yang memiliki hadiah 100,000 rupee ini,

Veer Singh alias Veeru, telah ditangkap polisi.

Dia akan dituntut atas 70 pemerkosaan, 12 pembunuhan, dan 36 perampokan.

ANGREZ SINGH RANDHAWA, SUPERINTENDEN NARENDRA SHARMA, WAKIL SUPERINTENDEN

Maaf. Tujuh belas pemerkosaan, 12 pembunuhan,

dan 26 perampokan...

Anggaplah ada ambiguitas dalam tuduhannya.

Kami bisa memastikan dia telah melakukan

banyak pemerkosaan, pembunuhan, dan perampokan.

Jelas tak sebanyak itu, Pak!

Bawa dia pergi.

Hei! Tunggu!

Bapak-Bapak.

Namaku Anuj dari Kabar Moba.

Aku ingin tahu

bagaimana penjahat ini ditangkap.

Maksudku, siapa yang memimpin operasinya?

Tolong jelaskan ini.

Di bawah kepemimpinan Inspektur Polisi yang terhormat,

Kepolisian Moba melakukan operasi ini.

Begitu rupanya.

ANGREZ SINGH RANDHAWA, SUPERINTENDEN

KEAMANAN ANDA ADALAH PRIORITAS KAMI, KONFERENSI PERS KEPOLISIAN MOBA

Ya, Pak?

Ya, Pak!

Ya, Pak.

Tunggu siaran pers untuk detail lebih lanjut.

Baik, Pak.

Pak!

Ini puncak menjilat.

Tak bisakah mereka memanggilmu ke panggung untuk berfoto?

Tak apa.

Meski mereka memanggilku, tebak bagaimana poseku?

Seperti ini.

Dengar.

Hei!

Ada media di sekitar kita. Kita akan menjadi berita terkini!

Akan muncul buletin,

"Panggilan Cinta Melebihi Panggilan Tugas: Kisah Cinta Konstabel-Inspektur."

Astaga!

Bu.

Ya?

SP ingin bertemu.

Ini mendesak.

Segera datang.

Kami mengikuti Hukum Pidana India.

Namun, kenyataannya, kami terpaksa mengikuti Hukum Politik India.

Pak, kau bagai lautan kebijaksanaan.

Andai aku bisa tenggelam dalam dirimu.

Bagaimana orang-orang media ini selalu tiba sebelum kita?

Pak, kadang mereka tiba sebelum kejahatan terjadi.

Pak!

Pak, insiden apa yang terjadi di kediaman Anggota Majelis Legislatif?

Jalan.

Hei! Kami dari Moba!

Hei! Hati-hati! Jangan dorong kami!

Ingat, kami pilar keempat demokrasi!

Pak!

Jika kau memang pilar, berdirilah seperti pilar. Jangan goyah.

Jai Hind, Pak!

Di mana TKP-nya, Pak?

Kau lihat pohon ini?

Mereka digantung di sini!

Paman Hong.

Di mana jasad sang Paman terhormat, Pak?

SP!

Dua jenis Paman Hong

yang masing-masing beratnya 15 kg

telah dicuri!

Dua Paman?

Bukan paman sungguhan. Nangka.

Dua nangka yang berkilau dan agung!

Hei!

Jangan tertawa!

Jika nangka-nangkaku tak kembali sebelum matang,

akan kubuat hidup kalian sengsara!

Kalian semua!

Ada yang merampok rumah Anggota Majelis Legislatif di bawah lampu terang.

Polisi hanya diam saja!

Ya! Kemarilah sekarang.

Sekarang!

- Ke mana Paman Kong ini menghilang? - Hong.

Paman Hong, Pak.

Pak Sharma, kembali bekerja. Lacak nangka yang hilang itu.

Pak, begini...

Aku mungkin butuh operasi usus buntu.

Aku tiba-tiba mengalami

sakit perut yang intens.

Di sini. Bukan! Di sini.

Ini akan menjadi masalah.

Tidak, Pak.

Mari serahkan kasus ini kepada Basor.

Dia menangkap perampok mengerikan itu, Veeru.

Nangka ini pasti mudah baginya.

Pak, menangkap penjahat masih tak masalah.

- Namun, nangka... - Jangan membantah.

Kita harus tangkap pelakunya sebelum nangkanya matang atau dimakan.

Namun, Pak, kasus ini hampir tak valid.

- Apa yang harus kita tulis di laporan? - Karang saja!

Dengar...

Berdasarkan Pasal 378,

ajukan laporan kasus pencurian besar.

Itu...

Pak, ini bisa menjadi preseden berbahaya.

Orang-orang akan segera melaporkan wortel dan lobak yang hilang.

Tolong bekerja sama.

Apa para pencuri ini tak punya standar?

Mereka mencuri nangka!

Polisi tak punya standar lebih tinggi.

Kita akan mencari nangka itu.

KATHAL MISTERI NANGKA

KATHAL MISTERI NANGKA

Sangat mencengangkan!

Acar nangka ini

mengalahkan seluruh hidangan mewah ini!

Ketua Partai yang terhormat.

Acar ini dibuat dari nangka jenis Paman Hong khas Malaysia.

- Kau serius? - Tentu saja!

Kau tak akan temukan serat selembut ini di nangka yang tumbuh di sini.

Pantas saja! Meleleh di mulutku seperti Kebab Galouti terbaik!

Bu Pateria.

Jika kau masih punya ini, tolong bungkuskan untukku.

Istri Perdana Menteri

sangat menyukai acar nangka!

Ambil dua stoples penuh.

Sayangnya, tinggal itu.

Siapa yang menghabiskannya?

Apa?

Tidak! Kau tak perlu khawatir.

Minggir.

Lihat di sana.

Lihat dua nangka itu?

Luar biasa! Besar sekali!

Dalam beberapa hari, aku akan membuat acar dan mengirimnya sendiri ke Lucknow.

Satu stoples untukmu, dan satu lagi untuk PM.

Andai kau bisa bicara dengan PM dan memberiku portofolio menteri...

Yang benar saja.

Kirim saja acarnya dahulu.

Dengar.

Kadang, untuk melancarkan urusan politik,

hanya butuh sedikit acar!

Pak.

Pak!

Pak, aku butuh informasi.

- Mundur. - Apa?

Mundur!

Kau menginjak karpetku dengan sepatumu!

Siapa yang pertama menyadari bahwa nangkanya hilang?

Saat aku keluar untuk jalan pagi hari ini...

Hong-ku!

Siapa yang menyentuh Hong-ku?

Pak!

Siapa yang terakhir melihat nangkanya di pohon?

Saat kami kembali dari resepsi Chhanni semalam,

pasti sekitar pukul 00,00.

Nangkanya ada di pohon saat itu?

Aku tak memperhatikan.

Bukan salahmu, Menantu.

Aku juga tak memperhatikan saat seharusnya memperhatikan.

Ada yang kau curigai?

Aku mencurigai banyak orang.

Namun, mereka bilang, pencuri sama seperti keluarga kecuali tertangkap.

Ayolah.

Kau tak tahu apa yang kau katakan di depan siapa.

Pinky!

Mengapa kau selalu berisik?

Tunggu!

Dia selalu begini...

Jika tak keberatan, boleh aku bertanya?

Mengapa nangka ini sangat penting bagimu?

"Mengapa nangka ini penting? Mengapa bisa dicuri?"

Mengapa aku harus tahu segalanya?

Lalu apa gunanya dirimu?

Kau lihat betapa lancangnya inspektur itu?

Dia masuk begitu saja!

Sucikan tempat itu.

Tugasmu hanya satu.

Ada kemajuan?

Tidak ada yang bicara jujur di sini.

Kalau begitu, kejutkan mereka juga.

Baiklah, aku sangat lapar.

Ayo makan. Sudah kubuatkan terung isi kesukaanmu.

Konstabel tampanku!

Biar kuselesaikan ini.

Lalu kita makan.

Hei!

- Nanti kita diskors! - Kakak!

Hei, Kakak!

- Bagaimana dia bisa naik ke sana? - Kumohon...

Beri aku sedikit informasi, Kak. Kumohon.

Dengar, pertama, aku bukan kakakmu.

Aku sudah punya saudara lebih dari cukup.

Kedua, kami tak bisa berkomentar sampai penyelidikan selesai.

Terakhir...

Jika kau merobohkan dinding itu,

jangan salahkan kebrutalan polisi, lalu kau jadikan berita utama.

Sayang sekali. Pankaj, awas.

Astaga!

Yang baru ini sangat menyebalkan, Bung!

Jangan cemas, Saudaraku. Semua akan diingat.

Ayo.

Bukankah dia Srivastav si pencandu ganja

- dari bagian forensik? - Ya, itu dia.

Ambil kamera, cepat!

Hei!

Bung, singkirkan itu.

Pak Srivastav...

Ini Anuj, saudara beda ibumu dari Kabar Moba.

Anuj. Apa kabar, Bung?

Luar biasa, dengan restumu! Kau sudah berlangganan Kabar Moba?

Aku jarang menonton berita.

Itu mengacaukan pikiranku.

Setidaknya tonton berita kami, Pak Srivastav. Percayalah.

Kau akan merasa seperti mengisap barang terlembut yang pernah ada. Luar biasa!

Apa rumah Pak Pateria digerebek

oleh petugas antikorupsi?

Apa?

Saat ini, tidak ada komentar.

Jika bukan komentar penuh, setengah juga boleh.

Setidaknya aku akan tahu

Kabar Moba juga mendapat restumu.

Anak Nakal!

Nek Singh...

Ikuti aku.

Jika kejahatan itu terjadi setelah tengah malam,

maka secara teknis, kau harus bilang "pagi ini".

BUKTI

Ini masalah AM-PM.

Pak Srivastav...

Aku...

JANGAN MELINTASI TKP

Aku sudah mencampur POP-nya.

Bawa aku ke jejak kakinya,

- dan aku akan mulai menuang. - Tentu.

Hei! Mau ke mana?

Kau akan menginjak jejak kakinya.

Mundur.

Ya, kemarilah.

Ya.

Ini.

Ini.

Ini seperti tapak sapi.

Apa?

Benarkah?

Kau sudah gila?

Apa ini terlihat seperti tapak sapi bagimu?

Ini sepatu hak tinggi dari sandal wanita.

Apa?

Apa pencurinya datang untuk mencuri nangka dengan memakai sandal wanita?

Kau cukup bodoh!

- Mengapa? - Kau pikir wanita tak bisa mencuri?

Mereka tak suka nangka?

Mereka tak memakannya?

Di tempat asalku tidak.

- Mengapa? - Karena...

bagi mereka terlalu mirip daging.

Tuangkan.

Kejadiannya sudah lama sekali.

Gelang emas 24 karat milik Bu Pateria menghilang.

Kami mencari di belakang sofa,

kami mencari di bawah ranjang... Lalu aku pergi ke kamar mandi.

Di sana, aku melihat gelang emas berkilau di lubang kloset.

Aku langsung mencelupkan tangan,

menyelamatkan gelangnya,

dan meletakkannya di kaki Nyonya.

Orang lain akan mencurinya tanpa pernah tertangkap.

Kau masih berpikir aku mencuri nangka? Bu?

Panir Masala...

Ikan goreng, sayuran lezat...

Bu, sebut saja, aku akan membuatnya.

Namun, kupastikan

aku tak pernah mencicipi, bahkan untuk memeriksa garamnya.

Lalu kau mencurigaiku mencuri nangka ini?

Yang benar saja, Bu.

Aku bahkan tak makan nangka.

Aku alergi nangka. Kau tak percaya?

Begini saja.

Suruh aku segera makan nangka.

Aku akan melepuh di mana-mana!

Pasti.

Mishra!

Cukup menghancurkan tembakaunya.

Sekarang cari bukti di sekitar bungalo.

Apa, Bu Basor?

Kau sedang mencari nangka yang hilang.

Mobil baruku dicuri. Belum ada jejaknya.

Mishra, kau tahu betapa tertekannya aku.

Untuk saat ini, lakukan saja yang diperintahkan.

Ini tempat parkir...

dan ini gerbang utama.

TIDAK BISA MENEMUKAN HOS JARINGAN

Berikan kepadaku, ini bukan seleramu.

Mengapa?

Karena memang bukan.

Ini semua teknologi modern. Berikan kepadaku.

Jangan mengajariku soal teknologi modern. Aku bisa melakukan semuanya.

Menantu...

aku mengamati belakangan ini.

Kau terlalu mendominasi Baby.

Kau ini apa, Bung?

Siapa kau?

Puas?

Pergilah, merajuk di pojok dengan wajah masam.

Baiklah.

- Aku pergi. - Mau ke mana, Menantu?

Chhatarpur! Aku bukan sembarang orang!

Aku putra Anggota Majelis Legislatif Gajendra Pratap Gajju.

Mantan!

Mantan anggota...

Dengar baik-baik, Semuanya!

Sampai Hong-ku ditemukan,

tidak ada yang boleh keluar dari rumah ini,

atau aku akan langsung menguburmu!

Jika kalian sudah selesai, mari lihat rekamannya.

Ya.

Ini atapnya.

Astaga!

Angin meniup semua popadum-ku!

Aku harus menjaga semuanya!

Bindeshwari...

Mereka semua tak berguna!

Mereka tak bisa melakukan apa pun dengan benar!

Mishra! Mishra, jangan buang air kecil di sana. Itu tak sopan!

Apa ada kamera di taman yang merekam pohon itu?

Ganti ke nomor delapan.

Ada yang menghalangi kameranya?

Dasar pencuri licik!

Astaga! Kita dirampok di siang bolong!

Percayalah, Ayah! Jika kau mencurigai seseorang, bakar mereka di kursi listrik!

Pengakuan akan segera muncul.

NAROTTAM VERMA, PARTAI ORANG MISKIN MEMIKAT HATI SEMUA ORANG, FAVORIT MOBA

DOA TERBAIK UNTUK MUNNALAL PATERIA DI HARI ULANG TAHUNNYA

Orang bodoh mana yang menaruh papan di depan kamera?

Supul!

Lallu!

Ya, Tuan?

Tuan, istrimu menyuruh kami

menurunkannya dan menyimpannya di sini

karena bulan ulang tahunmu sudah berakhir.

Dia meminta kami membuangnya nanti.

Jadi, kami simpan di sini.

Hanya karena dia bilang begitu,

kau menaruhnya di depan kamera?

Aku akan mengulitimu hidup-hidup!

Di Pusat Pelatihan Moradabad,

kapten akan berkata,

"Sebagaimana tak bisa melihat hiena usai berburu,

kau tak bisa lihat pencuri usai mencuri karena..."

"Mereka kabur dengan gembira"!

Ada petunjuk soal tukang kebunnya?

Tidak, Bu. Tiga hari lalu,

Anggota Majelis Legislatif itu memecatnya.

Ponselnya dimatikan.

Cari tahu di mana dia tinggal.

Baik, Bu. Segera.

Salam, Ayah!

Tuhan memberkatimu.

Mengapa kau melewatkan acara keluarga kita kemarin?

Aku sibuk bekerja, Ayah. Itulah alasannya.

Dengan wanita Basor itu, ya?

Ayah, kumohon! Berhenti memanggilnya wanita Basor.

Namanya Mahima.

Dewasalah. Jangan naif.

Bagaimana kau bisa membawa pulang orang di bawah kita?

Kau berharap kita berbagi dengannya?

Ayah, sekali saja, pikirkan di luar kastanya.

Namun, kau konstabel.

Kau akan tetap menjadi bawahannya.

Pernikahan kalian tak akan bertahan dua hari.

Dia akan terus mengendalikanmu.

Paham? Kau mengajari Ayah apa yang benar...

POLISI

Di mana Birwa si tukang kebun tinggal?

Di bukit di sana,

di balik pepohonan dan bebatuan.

Tukang Kebun Birwa?

Sepertinya dia melarikan diri.

Kunti.

Hubungi divisi siber

dan dapatkan lokasi terakhir ponsel si tukang kebun.

Baik, Bu.

Ya, Pak.

Ya, Pak. Tentu saja!

Ya, Pak. Aku sudah meminta tim menyiapkan kotak es

dan menaruh nangka di sana saat ditemukan untuk mencegahnya ranum.

Terima kasih, Pak.

Jai Hind, Pak!

Pak.

Aku punya solusi sederhana untuk seluruh masalah ini.

- Katakan. - Mari beli dua nangka dari pasar,

bungkus dengan kertas perak, dan serahkan kepada Pak Pateria.

Tidak. Tak semudah itu.

Nangka jenis asli kita dan jenis Paman Hong

sangat berbeda seperti kapur dan keju.

Pak Pateria mengirimkan foto.

Biar kukirimkan kepadamu.

Perbesar gambar pohon di belakang.

Baik.

Astaga!

Jadi, ini Paman Hong yang terkenal itu!

Kita harus menemukannya

sebelum ranum.

Jika tidak, kita akan mendapat masalah.

Dengar, Mahima, jika kau butuh lebih banyak orang

atau senjata dan amunisi, minta saja.

Namun, temukan nangkanya.

Jai Hind, Pak.

Hei!

Hati-hati, Basor.

Maaf, Pak.

Omong-omong, kau terbebani dengan tugas dua nangka saat ini.

Pak, saat melihatmu, aku terpikirkan ini.

Seseorang harus melepaskan semua beban yang tak perlu.

Apa maksudmu?

Pak, maksudku usus buntumu.

Bukankah itu beban yang tak perlu?

Astaga!

Omong-omong,

kau tak perlu mencemaskan usus buntuku.

Pawai pernikahan putra Prachand Singh Judev

berangkat 30 menit lagi.

Pergi, urus pengamanannya.

VAIBHAV SINGH JUDEV MENIKAHI VIDYA THAKUR

Bu!

Kami sudah melacak lokasi terakhir ponsel tukang kebun!

Di mana?

Di bungalo Pak Pateria...

- Kita lihat saja besok. - Baik.

- Hei! Apa yang kau lakukan? - Hei...

Jangan ikut campur.

Mengapa? Itu ilegal!

Itu keluarga penguasa lokal. Mereka tak peduli.

Lihat, mereka semua mabuk berat sekarang.

Mereka mungkin akan menembak kita untuk bersenang-senang!

Beraninya kau menerobos masuk!

Hei, Polisi!

- Usir mereka! - Hei!

Hei! Minggir!

- Lari! - Maaf!

- Dasar kau... - Tidak, kumohon!

- Minggir! - Maafkan aku!

- Saurabh! - Tidak...

- Tidak! - Saurabh!

Kebiadaban apa ini?

Mereka bukan binatang!

Kau boleh pergi. Pergilah, Nak.

Pergilah sekarang.

Apa yang kau lakukan?

Mereka menerobos masuk.

Seragam yang kau pakai ini

bukan lisensi untuk memukuli orang miskin.

Paham?

Kau lihat tatanan dunia baru, Mishra?

Orang-orang rendahan ini mengajari para tuan.

Jika dia berani begitu kepadaku,

akan kubuat Basor tahu diri.

Meski aku diskors karena itu!

KANTOR POLISI DISTRIK MOBA

HILANG

Bu.

"Hilang sejak 18 Maret.

Berikan informasi dan dapatkan hadiah uang."

MAHIMA BASOR, INSPEKTUR

Ada nol ekstra di sini.

Tertulis "100,000".

Pahad Singh!

Sudah berapa kali kubilang jangan pakai WhatsApp saat bekerja?

Bu, dia selalu melakukan ini.

Jadikan hadiahnya 10,000 rupee. Sisanya tampak bagus.

Baik, aku akan memperbaiki ini.

- Dengar. - Ya, Bu?

Siapa gadis ini?

Aku tak tahu, Bu.

Coba cari tahu.

Tentu, Bu.

Bagaimana, Pahad Singh?

Ayahmu akan membayar 90,000 sisanya?

Simpan ponselmu!

MAHIMA BASOR, INSPEKTUR

Bu.

Aku merasa tak enak tentang kejadian semalam.

Mengapa merasa tak enak?

Kau inspektur, dan aku konstabel.

Kau berhak menegurku.

Jangan di sini.

HILANG

- Pak Saurabh... - Ya?

Boleh aku bicara?

Ya?

Aku dalam masalah besar.

Ada apa?

Putriku dijadwalkan menikahi pria dari Maihar.

Masalahnya,

ayah mempelai pria menuntut

kami memberi mereka mobil sebagai maskawin.

Tidak ada mobil, tidak ada pengantin pria.

Dia bahkan menabung dan membeli mobil.

- Namun, mobilnya dicuri. - Sayang sekali.

Haruskah aku jujur?

Aku muak dengan orang-orang dari Maihar ini.

Siapa yang tidak?

HILANG

HILANG

Ini.

Foto putriku.

Bagaimana dia?

Dia cantik.

Hei!

- Apa yang kau lakukan? - Tolong nikahi putriku

dan selamatkan aku dari para bedebah itu!

- Kumohon... - Dengar, aku tak bisa memberimu mobil.

Namun, aku bisa membelikan motor dan TV.

Omong kosong apa ini, Mishra?

- Mishra itu Brahmana dari kasta atas. - Ya.

- Keturunan superior. - Ya.

Dengar, aku tak percaya soal kasta.

Ini.

Aku mengerti.

Kau ingin pengantin wanita yang bekerja di kepolisian, 'kan?

Apa?

Putriku ditugaskan

sebagai Pengawal Rumah di Chitrakoot!

Lihat!

Dia pasti tahu diri.

Dia tak akan berani menghinamu di depan umum.

Pikirkanlah.

- Bu... - Apa?

Omong-omong soal foto itu,

aku bertanya kepada staf Pateria.

Gadis di foto itu

adalah putri si tukang kebun.

Dia sering berkunjung untuk membantu ayahnya.

Apa kita tahu keberadaannya?

Tidak, Bu. Tidak tahu.

Jadi, apa yang kita ketahui, Kunti?

Banyak yang tak kita ketahui, Bu.

Hei! Berhenti!

- Apa yang kau... - Tunggu.

Salamku untuk Bu Mahima.

Ada apa?

- Ingat Pappu Tiwari? - Ya.

Pria pajak penjualan.

Dia akan datang malam ini untuk kentang goreng terkenalmu.

Astaga! Namun, aku sangat sibuk hari ini.

Haruskah aku memesan dari kios Jhalla Chaat?

Dia akan mengantarnya saat masih panas.

Ayolah! Kentangmu yang membuat gugup bukan tandingannya Jhalla.

Bagaimana, Bu? Boleh aku pulang nanti sore?

Tentu. Di mana ada kemauan, pasti ada jalan.

Benar, Bu?

Aku tak yakin. Dia bisa saja terlambat.

Tak masalah. Aku akan mengundang Pak Tiwari pukul 20,30.

- Ya? - Siapa wanita ini?

Orang yang malang.

Menantunya memotong hidungnya.

Aku akan membawanya ke persidangan.

Tolong jangan terlambat. Hidungku yang dipertaruhkan.

Kau akan terus membuat kentang goreng seumur hidupmu, Kunti?

Apa yang terjadi saat kau dipromosikan?

Bu, jika dipromosikan, aku akan dipindahkan.

Bagaimana dengan ayah mertuaku?

Siapa yang akan menjaga suamiku?

Setelah memikirkan semua ini,

aku sudah menghapus kata "promosi" dari kausku.

Mari, Bu.

KANTOR POLISI DISTRIK MOBA

Pak!

Putriku menghilang sejak kemarin.

Baiklah.

Berapa usianya?

Sekitar 18 tahun, Pak.

- Ini KTP-nya. - Coba kulihat.

Usianya sudah 18 tahun.

Pulang dan berhentilah cemas.

Dia akan kembali beberapa hari lagi.

Dia pasti pergi dengan seseorang.

Pak, tolong cari dia.

Apa gunanya?

Percayalah, dia akan kembali.

- Pak. - Jangan cemas.

Pak, kumohon...

Aku bicara berdasarkan pengalaman, Pak. Jangan cemas.

Kembalilah nanti. Aku harus pergi sekarang.

Pergilah.

Ayo.

Kakek, polisi itu punya anjing. Apa ia akan menggigitku?

Tidak. Itu anjing pelacak.

Dia hanya menggigit pencuri.

Serta penipu dan pembohong

yang mengkhianati keluarga sendiri

dan menusuk orang dari belakang.

Sana, bermainlah.

Perkenalkan dirimu. Kau Pateria Junior.

Benarkah?

Jadi, begitu, ya?

Kalau begitu, mari lakukan.

Kita lihat siapa yang digigit anjing.

Mari kita dengar dari anjingnya.

- Menantu! - Kau menyinggungnya lagi.

Diamlah sekali saja.

Apa dia di bawah pengaruh narkoba?

Pak Srivastav! Rocket menemukan sesuatu!

Tunggu, apa? Hei!

Menjauh! Jangan sentuh!

Jangan sentuh apa pun!

- Itu ponsel si tukang kebun. - Tidak!

Jangan sentuh. Minggir.

Dia pikir anjingnya akan menggigitku? Baiklah! Bawa anjingnya!

Hei! Bawa anjingnya!

Kumpulkan semua anjing di Bundelkhand!

Ayo, gigit aku!

Hentikan! Jangan terlalu emosi!

Jangan gila, Menantu!

Jika dia menggigit, kau butuh 14 suntikan!

Apa pendapat kalian tentangku?

Hanya karena ayahku bukan anggota majelis, aku akan mencuri nangka untuk makananku?

Pak, kami menemukan ponsel tukang kebun di semak-semak.

Astaga! Tunjukkan kepadaku.

BUKTI

Mengapa kau memecatnya?

Tukang kebun itu sangat berbahaya.

Dia akan mengintimidasi cucuku yang berharga.

Jadi, aku memintanya berkemas dan pergi.

Selamat datang di Kabar Moba!

Aku Anuj, saudara beda ibu kalian.

Mengenai misteri nangka,

berita eksklusif sensasional

dengan Anggota Majelis Legislatif Pateria yang terhormat.

BERITA TERKINI

Bagiku ini bukan soal Paman Hong.

Aku peduli hukum dan ketertiban.

Jika rumah anggota majelis bisa dirampok,

seberapa aman masyarakat umum?

Jadi, dengan rendah hati aku meminta kepada Superintenden Polisi

untuk segera menangkap pencuri itu,

atau mundur dari jabatannya.

Lalu pergi ke Chitrakoot, memainkan simbal, dan menyanyikan himne.

Pak Pateria, anggap saja kau tak menemukan nangkamu.

Lalu apa yang terjadi?

Aku akan melakukan protes. Aku akan mogok makan!

Jika kerumunan berkumpul, mengamuk,

dan membakar kantor SP,

aku tak akan bertanggung jawab, Pak Anuj!

Aku bukan pemimpin kecil.

Aku menang dengan 40,153 dan 75 suara.

Sebanyak 40,153 dan 75 suara?

Pihak oposisi bersikeras melakukan penghitungan ulang, ingat?

Ya!

- Aku dapat 75 suara lebih banyak. - Ya, benar!

- Kau bahkan menerbitkannya. - Ya, Kau unggul 75 suara.

Berita terkini! Eksklusif di Kabar Moba!

Pak Pateria telah mengeluarkan peringatan terbuka!

Jika nangkanya tak ditemukan, kantor SP akan dibakar habis!

Pak, apa maksud dari Anggota Majelis Legislatif?

Dia membesar-besarkan masalah.

Mahima,

jika ingin tetap di Mathura, kau hanya bisa bilang, "Radhe, Radhe".

Pecahkan saja kasusnya. Aku akan memberimu promosi.

- Bukankah kau mau jadi wakil SP? - Tidak, Pak.

Apa?

Pak, promosi Saurabh lebih penting daripadaku.

Saurabh siapa?

Dia seorang konstabel, Pak.

Dia lulus ujian tertulis dua kali, tetapi tak bisa lulus wawancaranya.

Mengapa kau sangat peduli pada seorang konstabel?

Pak.

Kami sudah bersama sejak aku menjadi konstabel.

ANGREZ SINGH RANDHAWA

Kami akan menikah, tetapi aku dipromosikan.

Sejak saar itu, keluarga dan rekan kerja kami mengejek kami.

Kau tak akan percaya.

Saat kami pergi makan chaat, penjual chaat itu memintanya mundur.

Semua ini

menciptakan banyak kesalahpahaman di antara kami.

Baiklah.

Cari saja nangkanya sebelum ranum.

Aku akan membuatnya dipromosikan melalui rekomendasi khusus.

Untuk saat ini, pekerjaanmu dibutuhkan untuk buah yang sangat istimewa.

Tentu, Pak. Terima kasih, Pak.

Jai Hind, Pak.

- Jika ingin tetap di Mathura - Kau hanya bisa bilang, "Radhe, Radhe"

- Jika ingin tetap di Mathura - Kau hanya bisa bilang, "Radhe, Radhe"

- Jika kedamaian yang kau doakan - Kau hanya bisa bilang, "Radhe, Radhe"

Jika ingin tetap di Mathura

- Kau hanya bisa bilang, "Radhe, Radhe" - Kau hanya bisa bilang, "Radhe, Radhe"

- Dia yang menyanyi dalam kesehariannya - Dia yang menyanyi dalam kesehariannya

- Masalahnya lenyap dalam sekejap - Masalahnya lenyap dalam sekejap

Dia yang menyanyi dalam kesehariannya Masalahnya lenyap dalam sekejap

Karena hanya nama-Nya yang kau perlukan

HILANG

Hanya nama-Nya yang akan melakukannya

Karena hanya nama-Nya yang kau perlukan Hanya nama-Nya yang akan melakukannya

Tiada yang seperti-Nya Hanya dialah Panglima Tertinggi

Jika mencari umur panjang penuh berkah Kau hanya bisa bicarakan, "Radhe, Radhe"

- Jika ingin tetap di Mathura - Kau hanya bisa bilang, "Radhe, Radhe"

- Jika ingin tetap di Mathura - Kau hanya bisa bilang, "Radhe, Radhe"

- Jika kedamaian yang kau doakan - Kau hanya bisa bilang, "Radhe, Radhe"

Aku Anuj, saudara beda ibu kalian.

Nangka!

Buah raksasa rendah hati yang membuat seluruh Moba gelisah!

- Pak. - Mundur!

Pak Pateria...

Bagaimana dengan acarnya sekarang?

Nangka kesayanganmu dicuri.

Kami sudah mengidentifikasi pelakunya.

Bahkan campuran rempah dengan minyak moster termurni sudah siap.

Begitu nangkanya kembali, acarmu akan siap!

Aku bersumpah!

Sejak aku mencicipinya,

jenis Paman Hong telah mengalihkanku. Aku tak bisa memilih acar lain!

Ya, datanglah ke stasiun membawa nangka kalian.

Jika itu nangka yang dicari, kalian akan diberi hadiah 10,000 rupee.

Mundur! Yang kau pikul, simpan di sini.

Satu, dua, tiga...

Bukan yang ini.

Menjijikkan! Nangka kami padat, tak selembek ini.

Ini jelas produk lokal.

Lihat yang ini, Bu. Padat dan gemuk.

Hei, Konstabel! Jangan melewati batas!

Singkirkan sampah ini! Berikan pada ternak kalian!

Periksa sakumu, mungkin ada sesuatu.

KANTOR POLISI DISTRIK MOBA

KANTOR POLISI DISTRIK MOBA

Jangan di sini! Kita di bawah pengawasan CCTV.

Letakkan di rongga pohon itu. Ayo.

Pergi saja!

Bu, dengarkan dia. Dia tampak cukup tertekan.

Bu, tolong dengarkan keluhanku.

Hei! Berdirilah.

Kunti, cari tahu apa masalahnya.

- Masuklah. - Masuk. Ayo.

Masuklah.

MAHIMA BASOR, INSPEKTUR

"Kantor polisi...

Moba."

KUNTI PARIHAR

Hei, Kau.

Kau datang untuk mengajukan keluhan setelah mabuk-mabukan?

Haruskah aku memukulmu supaya sadar?

Biasanya aku tak minum.

Aku minum karena tak tahan lagi.

Astaga! Kau hanya butuh alasan untuk minum.

- Kau dari desa mana? - Karehra Kalaan.

Aku datang ke Moba untuk bekerja.

Apa pekerjaanmu?

Aku tukang kebun.

Kau bekerja di mana?

Kediaman Pateria.

Tunggu.

Namamu Birwa?

- Ya. - Lihat itu!

Segera kurung dia!

- Hei! Apa yang kalian lakukan? - Masuk!

Masuk!

Mengapa kalian menangkapku?

Masuk saja!

Mahima...

Pak, ini kabar baik. Kami menangkap pelakunya.

Berhentilah bertele-tele.

Katakan di mana kau menyembunyikan nangkanya!

Ayolah, Bung!

Bicaralah! Dia sangat pandai menggunakan tongkat polisi.

Katakan!

Aku tak tahu apa-apa.

Aku datang dengan keluhan sendiri, dan kalian malah menangkapku!

Berhenti membohongi kami.

Dua hari sebelum nangka itu dicuri, Pak Pateria memecatmu.

Ya.

Namun, itu bukan salahku.

Hei!

Kau menghancurkan kebun bunganya!

Tunggu, aku akan membuang mobilmu langsung ke tempat sampah kompos.

Ibu!

Apa yang terjadi, Sayang? Ada apa?

Birwa ini

mau membuangku ke tempat sampah kompos!

Sungguh, Birwa?

Bajingan! Beraninya kau menyentuh pewarisku!

Tidak, Pak. Aku hanya bercanda dengan anak itu.

Bercanda?

Dasar sampah!

Akan kutunjukkan apa itu bercanda.

Tunggu saja!

Kau menghindar?

- Dasar berengsek! - Maafkan aku, Tuan!

Jangan datang ke sini lagi!

Jadi, dia mempermalukanmu.

Ya.

Lalu untuk membalasnya, kau mencuri nangkanya.

Aku bersumpah.

Aku sudah mencari putriku selama dua hari!

Kau melihat Amiya?

Tidak.

Dia seorang gadis muda.

Awasi dia.

Kau di Moba seharian, sementara dia berkeliaran ke mana-mana.

Periksa ladang tebu.

Di sanalah gadis seperti dia ditemukan berkeliaran pada jam ini.

Amiya!

Amiya!

Amiya!

Amiya!

Orang bergegas ke kantor polisi bahkan saat kehilangan tas.

Putrimu menghilang dan kau datang ke sini setelah dua hari!

Aku sudah pernah datang, Bu.

Namun, aku ditolak.

Oleh siapa?

Bicaralah!

Katakan. Jangan takut.

Konstabel di sana.

Keluarlah.

Ayo.

Duduk di sini.

Duduklah.

Halo?

Kau menemukan nangkanya?

Semoga belum ranum.

Pak, aku tak percaya tukang kebun itu mencurinya.

Masa bodoh apa yang kau percaya.

Pak, tukang kebun itu sedang kesulitan.

Putrinya hilang.

Aku memesan punch buah. Ini sari jeruk nipis manis.

Maaf, Pak.

Dengarkan baik-baik.

Aku sudah menjadwalkan konferensi pers besok.

Tunjukkan tukang kebun itu kepada media.

Kau yang akan memimpin rapat pers ini, bukan aku.

Namun, Pak, aku harus bilang apa saat mereka tanya soal nangka?

Karang saja sesuatu.

Aku tak bisa memberimu segalanya.

Kau yang memimpin penyelidikan ini. Bersikaplah seperti pemimpin.

Kembalikan dia ke sel.

- Ayo. - Tidak...

Ayolah.

Permainan apa ini?

Jalan.

Hei, Bu!

KANTOR POLISI DISTRIK MOBA

Salam, Bu Mahima.

Jika Kunti senggang, boleh kuantar dia pulang?

Pak Tiwari sudah tak sabar menunggu kentang goreng Kunti.

Bawa saja dia. Mengapa hanya kentang goreng?

Kari, pai, panekuk. Minta dia membuat semuanya.

Dia berlibur di sini, 'kan? Setidaknya dia akan menyelesaikan sesuatu di rumah.

Ada apa denganmu hari ini?

Astaga.

Ayo, pungut.

Mahima.

Ya?

Bisa kita bicara?

Bicara soal apa, Saurabh?

Kau memukuli orang miskin.

Kau tak mengajukan keluhan mereka.

Kau tak merasakan apa pun?

Aku mengacau.

Hanya membentuk otot

dan memegang senjata tak menjadikan polisimu yang baik.

Satu kesalahanmu ini

telah membahayakan putri si tukang kebun!

Besok, tukang kebun itu harus kupamerkan sebagai pelaku di depan media.

Maaf, Mahima.

Beri aku satu alasan untuk tak menskorsmu.

Aku akan memberimu lebih dari satu.

Kau tahu, Saurabh?

Ada dinding di antara kita berdua.

Yang kucoba hancurkan setiap hari.

Namun, kau...

Setiap kali ada kesempatan,

kau membangunnya lagi, bata demi bata.

Mahima.

Ingat apa yang biasa dikatakan kapten kita?

Jika polisi membuat kesalahan,

lalu menyadarinya dan berusaha memperbaikinya,

jangan membencinya.

Maafkan saja dia karena berbuat salah itu manusiawi.

Tolong maafkan aku?

Aku membuat chutney beri kesukaanmu.

Makanlah jika kau mau.

KARTU IDENTITAS

HILANG

Lihat ini! Foto putriku memakai celana jin dan atasan.

Lihatlah...

Gaya rambutnya juga modern.

Ayolah!

Lihat saja!

Mishra!

Panggil Birwa, si tukang kebun.

Mishra, kau boleh pergi. Tutup pintunya.

Duduklah.

Bukan di sana, duduklah di kursi.

- Kau punya pena lagi? - Tidak, maaf.

Dua nangka telah dicuri

dari rumah Anggota Majelis Legislatif Pateria terhormat pada 18 Maret malam.

Polisi telah bekerja keras untuk menemukan pelakunya.

Namun, hari ini, kami membuat terobosan besar dalam kasus ini.

Ini Birwa Lal, putra Ghisu Lal,

penduduk Desa Karehra.

Dia bilang...

putrinya yang berusia 18 tahun, Amiya, telah mencuri nangka itu.

Dia sedang melarikan diri, tetapi polisi akan segera menemukannya.

- Itu saja. - Hei, Kakak!

Maaf. Bu.

- Kapan kau akan menangkap pencuri ini? - Secepatnya.

Pak, apa polisi memaksamu membuat pengakuan ini?

Tidak. Dia benar-benar mencurinya.

Dari mana asal gadis ini?

Kau membuat kasus ini rumit.

Sudah kubilang, salahkan saja tukang kebun itu dan selesaikan kasus ini.

Basor, sebelum membuat keputusan, kau harus meminta saran dari senior.

Namun, Inspektur menyuruhku

bersikap seperti pemimpin.

Tak apa, tetapi...

Kasus nangka ini mencoreng citra kepolisian.

Tidak ada yang lebih penting daripada menemukan nangkanya sekarang.

Kurasa tidak, Pak.

Apa?

Menemukan gadis itu lebih penting.

Karena saat kita menemukannya...

Kita akan menemukan nangkanya.

Astaga! Keduanya berhubungan.

Benar.

Benar, Pak.

Pahad Singh! Berhenti menguap

dan tanya semua hotel di kota, apa ada gadis bernama Amiya dibawa ke sana.

Siapa namanya? Chhamiya?

"Amiya", bukan "Chhamiya".

Memakai penyuara telinga seharian merusak telingamu!

Mishra...

Kau sudah tanya kepada kerabat tukang kebun itu?

Beberapa orang. Mereka bilang gadis itu tak pernah mengunjungi mereka.

- Yang lain tak menjawab telepon mereka. - Hebat!

- Kau tak mau menelepon kembali? - Tidak.

Coba telepon mereka lagi!

Sebarkan fotonya di semua stasiun.

Tentu.

Jika kau bisa mencari mobilku juga...

Mishra...

Aku akan membelikanmu mobil baru, tetapi jangan bahas mobil ini di kantor.

Silakan pergi.

Ada sesuatu untukku?

Tidak, pergilah.

Bu, ini berkas gadis hilang yang kau minta.

Kau masih di sini?

Apa penculikannya mengikuti pola?

Tidak, Bu. Tidak pernah ada tindakan.

Gadis-gadis ini terjebak dalam berkas ini, mengumpulkan debu.

Aku tak akan membiarkan Amiya menjadi halaman lain dalam berkas ini.

Berlayar, pergilah

Berlayar, pergilah

Berlayar, mengalir seperti sungai

POLISI

Halo!

Bukan "ambil utangnya", kubilang, "Ambil uangnya, 1,500 rupee."

Ayo!

- Hei, Pak! - Ambil 1,500 darinya!

Hei, Pak!

Apa yang kau lakukan?

Siapa yang memanjat motor orang sambil menelepon?

Ini mendesak dan sinyalnya lemah. Jadi, aku menaikinya. Maafkan aku.

Kalau begitu, panjatlah menara seluler.

Menara seluler!

POLISI

Bu.

Bu.

Aku harus ke toilet.

Tahanlah sebentar.

Apa kita kenal seseorang di desa Karehra?

Reporter Anuj itu. Istrinya dari desa ini.

- Segera hubungi dia. - Baik, Bu.

Lari! Ada polisi!

Pak, aku butuh data menara seluler untuk Desa Karehra.

- Kau sudah menerima surat izin? - Belum, Pak.

Bagus!

Jika aku memberikan data ponsel kepada sembarang konstabel,

maka habislah aku.

- Tolong bantu aku, Pak. - Keluar.

- Apa, Pak? - Keluar!

Ini divisi siber, bukan kafe internet.

BHALBHALE PATHAK INSPEKTUR

Bu!

Bisa ambilkan detail menara seluler dari desa mana pun yang kuminta?

Soal itu...

Kau masih di sini?

Pak, lima menit saja. Silakan duduk.

Ini Desa Karehra... Karehra...

- Usir dia! - Pak, kumohon...

BHALBHALE PATHAK INSPEKTUR

Itu kecelakaan, Pak.

Jurnalisme memang pekerjaan sia-sia.

Tidak ada uang atau kedamaian. Kita hanya dapat kehormatan.

Namun, kehormatan tak bisa membayar tagihan.

Namun, Saudaraku,

mengapa wanita Basor itu memanggil kita?

Mungkin untuk menyuap kita dan membuat Kabar Moba diam. Mengapa lagi?

Maksudnya?

Saat aku tersenyum kepadanya setelah konferensi pers,

- dia tahu. - Apa?

Bahwa aku mengerti semuanya.

Artinya?

Artinya, cerita yang dia buat tentang tukang kebun dan putrinya.

- Itu sangat jelas. - Apa?

Itu bukan agak mencurigakan.

Namun, mencurigakan sekali!

Pergilah, mengalirlah seperti sungai

Keluar!

Mengalir seperti sungai, kau adalah perahu

Kau jugalah nakhodanya

Berlayar, pergilah

- Halo, Pak Srivastav! - Dwivedi! Apa kabar?

Baik, Pak. Biar kubantu.

Minggir.

Tunggu dan lihat saja.

Satu sentuhan dari konstabel yang bugar akan segera memperbaiki rantainya.

Sungguh, Pak!

Itu menurutmu, Pak.

Tuhan bisa mengubah manusia menjadi apa pun.

Bahkan kura-kura atau siput, tetapi semoga bukan konstabel.

Dia ada benarnya.

Diam! Dasar bodoh.

Mengapa kau merasa begitu?

Pak, seorang konstabel tak punya nilai dalam sistem.

Apa maksudmu "nilai"?

Kau sangat berharga.

Kau mengerti bidak catur?

Seperti itu.

Jika mau, pion bahkan bisa menyingkirkan raja.

Lihat itu!

- Sudah selesai, Pak. - Rantainya terpasang.

Bagus! Terima kasih banyak!

Kau baik sekali mengatakan itu.

Tadi aku masuk untuk mengambil data.

Pak Pathak mengabaikanku.

Benarkah?

- Dia menolak? - Ya.

- Silakan, Pak. - Apa kabar, Pathak?

Mulai sombong, ya?

Pak Srivastav!

Dia harus melacak penjahat dan butuh data darimu.

Kau bersikap seperti Pangeran Persia?

Ya, Pak.

Haruskah kuceritakan kisahnya?

Kisah apa, Pak?

Akan kuberi tahu.

Kisah dari divisi siber di Barabanki

saat kau tepergok menonton film porno.

Kami bahkan punya rekaman CCTV-nya.

Hari itu hujan deras...

Hei, Pak Srivastav! Kumohon!

- Nona Vimla! - Ya, Pak.

- Tolong berikan anak ini yang dia mau. - Tentu.

- Ambillah, Nak. - Terima kasih, Pak.

Bu.

Aku butuh detail semua nomor luar

yang aktif di desa Karehra

antara tanggal 12 dan 18 bulan ini.

Baiklah.

Nak, tolong buka pintunya. Ini mendesak.

Jangan takut. Kami hanya butuh informasi penting.

Tolong bekerja sama.

- Matikan kameranya. - Apa?

Kami dari Kabar Moba.

Matikan kameranya.

Namun, kami butuh berita kilat.

"Polisi bekerja keras untuk menemukan Paman Hong!"

Bagaimana kau akan mendapatkan berita, Pak Anuj?

Tak seorang pun dari desa istrimu siap bicara.

Benarkah?

Kau ikut denganku. Untuk apa takut saat Anuj di sini?

- Hati-hati motornya, Pankaj. Silakan. - Tentu.

Silakan, Bu.

Ada kerbau di sini.

Hati-hati.

Ini rumah mertuaku.

Ini wastu berusia 150 tahun.

Ada 14 kamar, empat balkon,

- 16 jendela, dan delapan pintu. - Kamar mandinya?

Di sebelah sana.

- Bukan di sana. Naiklah. - Ayo.

Itu adik iparku.

Salam, Bu.

- Itu istrinya. - Halo!

Dia memainkan trompet Ramtula dengan cukup indah.

Dia melewatkan Hadiah Presiden tiga kali dengan selisih tipis.

- Adik. - Ya?

Maukah kau memainkan satu atau dua lagu untuk ibu ini?

Agar pikirannya menjadi segar seperti kebun!

Segera.

Dia sangat hebat.

Haruskah kurekam?

Tentu!

Salam.

Gadis ini sudah menghilang selama tiga hari.

Kalian melihatnya?

Itu Amiya.

Dia sangat cerdas.

Dia akan menjelajahi seluruh desa dengan celana jin robek.

Dia pasti memikat hati seseorang dan pergi bersamanya.

Jadi, jika celanaku robek, aku juga bisa didekati oleh siapa pun?

Kau polisi berpangkat tinggi. Siapa yang berani menyentuhmu?

Apa gadis ini siswi di sekolah kalian?

Ya, tetapi dia sudah tiga hari tak masuk.

Lagi pula, dia jarang masuk kelas, dan saat masuk,

dia akan duduk di bangku belakang dan mengunyah Madhushree.

Tembakau Madhushree?

Ya.

Amiya? Dia pencuri berpengalaman.

Dia mencuri buah beri dan buah dari kebun.

Orang-orang kasta rendah ini tak bisa hidup tanpa mencuri.

Apa aku salah bicara, Bu?

Siapa namamu, Tuan?

Brahmadatta Pandey.

Pak Pandey, bisa baca tanda pengenal ini?

Aku tak bisa membaca atau menulis, Bu.

Pantas saja.

Pak Pandey, tulisannya "Mahima Basor.

Inspektur".

Aku tak mencuri.

Sebaliknya, aku mengirim pencuri ke penjara.

Biar harapan isi hatimu, dobrak pintunya

Hari ini

Berlayar, pergilah

Berlayar, pergilah

HANYA KACAMATA

Kacamata apa yang kau butuhkan, Pak?

Kacamata hitam atau kacamata baca? Mungkin kacamata reflektif baru trendi?

Panggil Chandulal ke sini.

Panggil dia. Aku harus menanyainya.

Halo.

Pak Chandulal, apa ini KTP-mu?

Tiga kartu SIM terdaftar untuk ini.

Ini ketiga nomornya. Ini semua milikmu?

Ayahku tak pakai ponsel.

Dia menentang budaya ponsel.

Apa aku bertanya padamu?

Apa namamu Chandulal?

- Namun... - Kau menyela lagi!

Ya, Pak Chandulal?

Apa yang kau lakukan di Desa Karehra pada tanggal 18?

Bagaimana?

Mengapa kau hanya mengangguk?

Lidahmu kelu?

- Ayah tak mau bicara. - Mengapa tidak?

- Dia tak mau. - Namun, mengapa?

Begitu kubawa ke kantor polisi, akan kubuat dia bicara!

Tak mau bicara apanya?

Beraninya kau!

Ayah kami telah bersumpah untuk diam selama 12 tahun.

Kau ingin membuatnya bicara? Keluar!

Sumpah itu adalah kedok besar untuk semua perselingkuhannya!

Dia mendapatkannya dariku!

Hei! Lepaskan aku!

Aku berjanji kepada seseorang, aku tak akan melakukan kekerasan.

Jika tidak, kau sudah di lantai sekarang.

Kau tak bisa menyentuh kami!

- Benarkah? - Rasakan ini!

Kau mengancam ayah kami!

OPTIK LEKHNI DEKHNI

Banting dia!

Dasar kau...

- Rasakan ini. - Minggir!

TOKO TEMBAKAU CHAURASIA

- Halo, Pak! - Halo, Bu!

- Halo! - Ya?

Sajikan aku paan yang enak.

Tentu, Bu. Kurasa kau suka yang manis.

Tidak.

- Merek tembakau 120 dan kapulaga. - Tentu.

Masukkan Madhushree juga.

Kau mau?

Aku sedang tak mau hari ini.

Bu, aku tak punya Madhushree.

- Kau tak punya stoknya? - Penjualannya dilarang.

Jadi, aku tak punya.

Lupakan saja.

- Sayang sekali! Ayo. - Ayo.

Bu, tunggu!

Begini...

Aku selalu menyembunyikannya untuk penikmat sejati sepertimu.

Lihat saja sendiri!

Awalnya aku ragu mengatakannya.

Ini, Bu.

Paan-mu.

- Katakan sesuatu. - Ya, Bu?

Apa gadis ini sering kemari untuk membeli Madhushree?

Tidak, Bu. Siapa dia?

Lihat baik-baik.

KARTU IDENTITAS

Bu!

Aku tak menjual produk tembakau kepada anak-anak.

Tidak, aku hanya menjual...

- Kami bertanya baik-baik. - Ya.

Jangan bohong.

Aku tak berbohong.

Dia pandai menggunakan tongkat.

Aku tak berbohong, Bu. Aku bersumpah!

Boleh aku ke kamar mandi sekali saja?

Aku akan membuatmu terbang ke kamar mandi.

Bagus. Hati-hati, Bu.

Tunggu, Bu! Akan kuberi tahu! Akan kuberi tahu.

Obral! Setiap bingkai seharga 20 dolar.

- Dua puluh dolar seperti satu juta dolar! - Rinku!

- Hei, Rinku! - Ada apa?

Beri aku Madhushree.

Pertama, lunasi tagihan lama.

Aku akan membayarmu setelah ayahku dibayar. Sekarang beri aku satu.

Pergi, atau kuhajar kau!

Madhushree 20 rupee.

Siapa dia? Jangan lihat.

Kau tak menawariku sebungkus?

Ini.

Kau mau membeli kacamata hitam?

Kau akan terlihat seperti bintang film!

Aku mau, tetapi tak punya uang.

Aku tak pernah memintanya.

Kelas atas!

Seperti Nora Fatehi!

Ada yang lebih baik di dalam.

Bu.

Lalu aku sibuk dengan pelanggan lain dan setelah selesai,

mobil Nano dan gadis itu menghilang.

Pak, apa pelat nomor mobilnya berakhiran 5693?

Bu, aku sudah memberitahumu semua yang kulihat.

Jadi, sesuai klaimmu, penjual kacamata hitam membawanya?

Bagaimana aku tahu, Bu,

apakah mereka membawanya pergi,

atau dia pergi sendiri dengan mereka.

Bu, dia tampak seperti tipe yang begitu.

Sedikit terlalu nakal.

Ruang kendali, masuk.

Periksa semua rekaman CCTV kota ini,

cari mobil Nano merah muda, tanggal 18 bulan ini.

Bu, sebutkan juga nomor mobilku. Nomornya 5693!

Ke mana Anuj menghilang?

Bu, dia menuju rumah Birwa.

Kau tetap di sini.

POLISI

Katakan sejujurnya, putrimu pencurinya atau bukan?

Jadi, kau malu karena putrimu dicap sebagai pencuri?

Ada komentar?

POLISI

Maafkan aku, Bu.

Aku tak bisa berbohong.

Kau sudah gila? Kau tak mau putrimu ditemukan?

- Kita mulai merekam? - Ya.

Halo, Teman-Teman! Aku Anuj, saudara ibu...

- Cut! - Ada apa?

Aku lupa bilang "beda".

- Ya. - Mari kita rekam ulang.

Halo, Teman-Teman! Aku Anuj, ibu beda saudaramu.

Sial!

Berita terkini ini membuatku pusing.

- Aku punya ide. Lewatkan intronya. - Ya.

Akan kusambungkan dari episode lama.

Jadi, haruskah aku mulai

- dengan kebohongan polisi? - Benar.

- Baiklah. - Baiklah.

Bu!

Kau mengejar cerita yang salah, Pak Anuj.

Tukang kebun akan mengarang apa pun demi menyelamatkan putrinya.

Polisi bisa melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan diri.

Bu, biarkan kami bekerja.

Kau juga biarkan kami bekerja.

Dengar...

Kau mau berita sensasional, 'kan? Akan kuberikan.

Jangan sebut namaku.

Bu, bahkan kami, jurnalis, punya prinsip.

Kami lebih baik mati daripada mengungkap nama sumber kami.

Kau bisa memercayaiku dengan itu!

Apa?

Bagaimana?

Ya.

Bu...

Saurabh diserang.

- Apa? Di mana? - Ya.

RUANG GANTI

Siapa yang melakukan ini kepadamu?

Aku mendapat laporan menara seluler Desa Karehra selama seminggu terakhir.

Aku menyadari

nomor paling aktif di dalamnya adalah nomor lokal.

Namun, tiga nomor berasal dari tempat lain.

Ini...

Ini daftarnya.

Semuanya terdaftar atas nama satu orang

dan baru aktif pada tanggal 18.

Aku merasakan firasat.

Aku pergi memeriksa dan mengetahui

bahwa pria ini mengelola toko optik

dengan ketiga putranya.

Apa mereka bertiga pergi dari kota ke kota untuk menjual kacamata?

Aku pergi untuk menanyakan hal yang sama.

Namun, mereka melakukan ini kepadaku.

Lalu kau tak melawan?

Tatap aku, Saurabh.

Tatap aku.

Mengapa kau tak melawan?

Saat kau menegurku tempo hari,

aku sadar kau ada benarnya.

Jadi, aku bersumpah tak akan menggunakan kekerasan.

Konstabel tampanku!

Aku bangga padamu.

Aku bukan polisi jahat, Mahima.

Itu tak mungkin.

Karena kau orang baik.

Tujuh tahun untuk penculikan

dan dua tahun untuk menyerang polisi.

Apa lagi?

Bu, percobaan pembunuhan.

Benar.

Setidaknya sepuluh tahun.

Totalnya 19 tahun di balik jeruji.

Ayah!

Lihat bagaimana nada bicaramu berubah sekarang.

Pertama, katakan di mana gadis itu.

Gadis yang mana, Pak?

Mereka tak akan langsung bicara. Bawa mereka ke kantor polisi.

- Ayo. Cepat. - Tidak, Bu...

- Ayo. - Ayo ikut.

Lagi pula, waktumu tak banyak.

Lebih baik menghabiskannya di penjara.

- Bawa mereka masuk. - Berengsek!

Bhoora!

- Siapa itu? - Ayah bicara!

- Suaranya banyak berubah, ya? - Ya.

Siapa Bhoora?

Inspektur, dia pembantu di toko kami.

Dia juga punya akses ke KTP-ku dan dokumen lainnya.

Dia pasti memakai KTP Ayah untuk mengambil tiga kartu SIM.

- Di mana dia? - Dua pekan lalu,

dia kabur dari toko kami

dengan membawa banyak kacamata dan uang.

Lalu ketiga orang bodoh ini bahkan tak bisa melacaknya.

Enyahlah, dasar kalian anjing kampung tak berguna!

- Mengapa tak melaporkan pencurian itu? - Apa gunanya?

Ayah tak akan pernah melaporkannya.

Ayah kami mengidap diabetes.

Bhora menyelundupkan Khova Jalebi murni dan mendapatkan kepercayaannya.

Kepercayaan apanya?

Dia punya alamat?

Kami tak punya catatan apa pun.

Apa kau punya CCTV di tokomu?

Ayah kami sangat menentang teknologi modern.

- Saurabh... - Ya?

Tuntut mereka karena menyerang polisi.

- Lalu lacak lokasi ketiga SIM itu. - Baik.

Ayo, bawa mereka masuk.

- Tidak, kumohon... - Cepat!

TANGGAL 18 MARET, PUKUL 15,10

- Bu... - Ya?

Mobil ini terlihat pada pukul 15,10 di tanggal 18,

belok kanan dari Persimpangan Pannilal dan melewati Alun-alun Alha.

Itu sepertinya mobilku!

Menuju Jalan Chhatarpur. Ada rekaman dari plaza itu?

- Ya. - Tunjukkan.

TANGGAL 18 MARET, PUKUL 16,00

Pause...

TANGGAL 18 MARET, PUKUL 16,00

Tolong perbesar.

"5693"!

"5693"!

Itu mobilku yang dicuri!

Astaga, itu mobilku!

- Mobilku... - Mishra!

Mishra, kendalikan dirimu. Kau di ruang kendali.

Baik!

TANGGAL 18 MARET, PUKUL 16,01

Itu Amiya!

- Bu... - Ya?

Tiga kartu SIM itu sedang dimatikan.

Namun, lokasi terakhir mereka di Chhatarpur, Madhya Pradesh.

- Beri tahu polisi setempat kita datang. - Baik.

Bu!

- Hei, Bu... - Apa?

Apa kita akan ke Chhatarpur besok?

Ya, mengapa?

Sebenarnya, besok ulang tahun suamiku.

Baiklah.

Aku akan meminta para penjahat

menundanya selama sehari.

Setelah Bu Kunti selesai merayakan ulang tahun suaminya,

kita bisa pergi.

Setuju?

Dengar.

Tandai lokasi peta

semua SPBU, gerbang tol, dan restoran dalam perjalanan ke Chhatarpur.

Tentu.

Bu, kau lihat ini?

Ini menyebabkan keributan!

Pak SP pasti sudah tamat.

Aku Anuj, saudara beda ibu kalian.

Di mana 43 anak perempuan dari Moba yang hilang?

Apa yang dibutuhkan kepolisian untuk bertindak?

Keajaiban, kebetulan, atau mungkin campur tangan ilahi?

Ya, Pak.

Kau sudah menonton berita?

Apa yang terjadi di sini?

Aku dapat 20 telepon dari Lucknow sejauh ini.

Bagaimana jurnalis itu bisa mendapatkan informasi ini?

Entahlah, Pak.

Kau harus tahu, Basor.

Apa yang dibutuhkan kepolisian...

Segera tangkap Anuj.

Keajaiban, kebetulan, atau mungkin campur tangan ilahi?

Pak!

Lakukan saja sesuai perintah.

Aku saja melakukan apa yang diperintahkan.

Istriku sayang!

Akhirnya aku memulai debut di TV nasional, dan kau sibuk di dapur!

Aku datang!

Kau mulai berteriak untuk semuanya.

Duduklah dengan tenang sekali saja.

- Baiklah. - Dengan tenang.

Tak bersin, tak buang angin.

- Kau keterlaluan! - Lihat saja.

Lihat itu.

Berita selanjutnya dari Moba, UP,

tempat reporter kami Anuj Sanghvi telah mengekspos

penutupan besar kasus gadis hilang.

Dia manis dan polos seperti bunga.

Menerangi rumah, mengisinya dengan tawa. Di mana dia sekarang? Temukan dia!

Para anak perempuan hilang.

Para orang tua telah berjuang mati-matian.

Namun, sistem tak akan menawarkan solusi apa pun.

Sunita berusia 19 tahun, Mamata berusia 16 tahun...

Neelu, Babli, dan Lagdi berusia 14 tahun...

Guddi, Rashida baru berusia delapan tahun! Daftarnya panjang.

Daftarnya terlalu panjang!

Aku Anuj Sanghvi dari Moba, bersama Kamerawan Pankaj

dari Kabar Naya Bharat!

Ya!

Astaga! Silakan masuk!

Mereka menyiarkan segmenku.

Halo!

Pak Anuj...

Kau dituduh bersekongkol menyabotase citra negara.

Kami diperintahkan untuk menangkapmu.

Hei!

Hebat!

Aku tak percaya nasibku!

Aku baru debut di TV nasional hari ini

dan sudah saatnya terjun ke kancah internasional!

Pankaj! Cepat rekam ini!

- Ya. - Segera unggah!

Saudaraku!

Teman-teman, aku Anuj, saudara beda ibu kalian, dari Kabar Moba.

Aku meminta semua rekan senegaraku.

Kunjungilah aku di penjara juga.

Aku memohon kepada seluruh negeri dan dunia

untuk segera berlangganan saluranku

agar kalian bisa mengikuti setiap langkah

perjalanan ini dengan saksama!

Lihat perbuatan mereka kepadaku!

Tidak! Tak perlu menangis! Urus saja Bablu dan Chuttan.

Aku akan segera kembali.

Ke mana mereka akan membawanya?

Ayahmu meninggalkan kita!

Chhatarpur!

- Di mana Kunti? - Entahlah.

Telepon dia.

Minggir.

Ayo, Bu.

- Mengapa lama sekali, Kunti? - Ya.

Kau tahu waktu, tidak?

Aku harus mulai dari mana, Bu?

Aku terburu-buru memanggang kue untuk suamiku sehingga hasilnya keras.

Suamiku bilang,

butuh palu untuk memecahkan kue itu.

Jadi, aku memanggang yang lebih lembut dan bergegas kemari.

Baiklah.

Mau makan ayam di perjalanan?

Mishra, kita sedang membahas pekerjaan. Berhenti membahas ayam.

Kau bicara soal kerja sama?

PM Negara Bagian akan membunuhmu dengan kebaikan, Bu Mahima.

Silakan duduk.

Ambilkan minuman, Nak.

Cincin yang kau pakai indah.

Kau sudah menikah?

Bisa kita percepat?

Bagaimana kau bisa masuk kepolisian?

Kau bisa menjadi model busana.

Aku selalu suka mematahkan tulang.

Hebat!

Ini.

- Makan es loli Chhatarpur yang terkenal. - Tidak, terima kasih.

Kau menjaga bentuk tubuhmu dengan cukup baik.

Dengar, Pak Bundela...

Ini kasus penting.

Pencurian terjadi di rumah Anggota Majelis Legislatif Moba, Pak Pateria.

Kau tahu siapa dia?

Putrinya menikah dengan keluarga dari mantan Anggota Majelis Legislatif

Gajendra Pratap Chhatarpur.

Sebaiknya kau segera memberi kami izin.

Jika tidak, aku harus memberitahunya

bagaimana Kepala Kantor Polisi Chhatarpur sibuk makan es loli.

Tidak! Itu tak perlu.

- Apa ini soal kasus nangka? - Ya.

Mengapa tak bilang sebelumnya?

Ini.

Bisakah kau membantu kami menyiapkan kendaraan juga?

Ini mobil yang ditinggalkan.

Tidak ada yang mengambilnya setahun lebih. Namun, ini berfungsi. Kelas atas!

Silakan ambil.

Setelah selesai, kau bisa memarkirnya di sini.

Tolong mengemudi lebih cepat.

Aku sudah injak penuh pedalnya.

Namun, rongsokan ini tak mau mengebut.

- Bu... - Ya?

AC-nya mengeluarkan udara panas. Haruskah kubuka jendelanya?

Tentu. Silakan.

- Bagus! - Saat tiba di sana,

kuharap kita tak hanya menaiki sasisnya.

- Bu... - Ya?

- Ada pondok di depan. - Istirahat makan siang di sana?

Tunggu sebentar.

Kau melihat gadis ini bersama tiga pria dalam beberapa hari terakhir?

Bu, pondok kami memang disebut "Burung Cinta".

Namun, kami tak mengizinkan pasangan burung cinta di sini.

RASAKAN KEKUATANNYA

Berandal ini!

Orang-orang bodoh itu merokok di sini.

Saat kuhentikan, mereka mulai berdebat.

Berapa banyak mereka mengisi bahan bakar?

Sekitar 200 rupee.

Pak, periksalah sesukamu.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, tiada mobil Nano merah muda yang lewat.

Benarkah?

Bagaimana kau bisa begitu yakin?

Pak, kami para pemilik area peristirahatan

selalu mengawasi dapur di dalam

sambil mengawasi kendaraan di jalan.

Berarti...

mereka berada di antara SPBU dan area peristirahatan ini.

Dasar bodoh!

Ini debut penculikan kami.

Setidaknya kau bisa memberi kami mobil yang layak.

Apa ini?

Ini mobil baru.

Apa yang kau harapkan? Pesawat?

Mobil baru? Yang benar saja!

Kita bukan penjahat profesional.

Kita kehilangan pekerjaan di perusahaan karena Covid.

Sekarang, bisnis ini jelas lebih baik daripada tetap menganggur.

Ayo, seka air mata itu.

Dengar, ambil ketumbar dari tas itu.

Ayo, aku akan membuatkanmu mi terlezat.

Mau pakai cabai?

Aku akan tambahkan dua.

Kau menemukan ketumbarnya?

Hei! Hei, Bhoora!

Gadis itu kabur! Tangkap dia, cepat!

Jangan hanya berdiri di sana! Tangkap dia!

Hei! Hei, Nona!

- Tangkap dari sisi itu! - Aku berusaha!

- Nona! - Di sana!

Hei!

Di sini gelap!

Nyalakan senternya!

- Mungkin ada ular di sini. - Lari, Pengecut!

Itu dia! Tangkap dia!

Hei! Nona!

Ayo! Tangkap dia!

Hei! Hati-hati!

Jangan pakai pisau, ayo.

Kukira kita akan berteman.

Mundur, atau kutusuk mata kalian!

Hei!

Hei!

Apa dia mati?

Gulab Seth.

Kami tak bodoh untuk tinggal di hutan, makan mi selama tiga hari.

Tidak, dengarkan aku dahulu.

Kami akan tiba di Panna dua jam lagi. Sebaiknya kau siapkan uangnya.

Jual atau jadikan dia acar, kami tak peduli!

Kau pernah melihat gadis ini?

Mahima, divisi siber menelepon. Penculik menyalakan ponsel mereka.

- Kita punya lokasi mereka. - Ayo.

Di mana lokasinya?

- Di hutan Bamitha dekat sini. - Kunti!

- Ya, Bu? - Ayo jalan.

Tentu, Bu.

Mishra! Perhatikan jalan!

- Berhenti. - Apa yang terjadi?

Asap apa itu?

Sepertinya mereka baru saja kabur.

Segera beri tahu Mishra.

Baik, Bu.

KUNTI

Mishra tak menjawab teleponnya.

Cepatlah.

Mishra!

Apa ini piknik untukmu?

Penjahat lolos dari kita karena pemalas sepertimu!

Lokasi telepon?

Mereka berusaha, tetapi ponsel para penculik itu dimatikan lagi.

Pak, beli 250 gram Jalebi.

Ini.

Bukankah kau menjual Khova Jalebi di sini?

Bu, membuat Khova Jalebi bukan kesukaan semua orang.

Pasti ada toko di dekat sini yang menjualnya.

Banyak orang membuatnya, tetapi tidak ada yang bagus.

Namun...

Jika kau mau Khova Jalebi yang murni dan berair,

hanya satu orang di Panna yang membuatnya.

Gulab Seth.

- Ayo, kita menuju Panna. - Panna?

Bu, mengapa tiba-tiba ingin makan Khova Jalebi?

Bhoora itu...

dahulu membuat Chandulal terpesona

dengan Khova Jalebi murni, ingat?

Yang hanya dibuat di Panna di sekitar sini.

Lagi pula, jika dia hanya mengisi bensin mobilnya dengan 200 rupee,

mereka tak berencana pergi lebih jauh dari Panna.

Astaga, Bu! Aku tak akan bisa memahami itu.

Gulab Seth!

Hei, Gulab Seth!

Di mana gadis itu?

- Di sini. - Masuk.

Jalan.

Begini...

Sepertinya dia bukan

dari keluarga kasta atas.

Aku dari kasta tukang kebun Mali.

Mali?

Dari mana kau mendapatkan yang ini?

Bersihkan saja dia, rias wajahnya, dan jual dia.

Siapa yang melakukan tes DNA?

- Lunasi pembayaran kami sekarang. - Ya, kami akan pergi.

Benar.

Ambil ini.

Itu 15,000. Bagi sesuka kalian.

Bagi apanya? Kita sepakat di angka 30,000.

Lalu mengapa?

Sekarang diam dan hargai apa yang kalian punya.

Mengapa? Mengapa menghargai ini?

"Mengapa? Mengapa menghargai ini?"

Burung gagak bisa berkoak sesukanya,

tetapi kita tahu, mereka hanya tumbuh dengan kotoran.

Terlalu banyak uang merusak pikiran. Mengerti?

Hati-hati.

Kekayaan ini tak akan ikut denganmu ke akhirat.

- Kau tahu apa yang ikut? - Apa?

Karmamu!

Jangan sok pintar.

Bayar penuh.

Jika tidak, kami akan bawa gadis ini lagi.

- Benar! - Hei!

Lepaskan dia!

Apa maksudmu, "Bawa dia lagi"?

Kalian tak mengerti?

Jika pembelinya mundur, apa yang akan kulakukan?

Dari mana aku mendapatkan uangnya?

Kau tak tahu pengkhianat bodoh macam apa yang kuhadapi.

Aku pemilik kios yang jujur dan manis, dengan integritas.

Begitu ada pembeli untuk gadis ini,

akan kutransfer sisanya ke rekening Bhoora.

Apa?

Siapa itu?

Kalian tunggu di sini.

- Siapa itu? - Kurir.

- Siapa? - Kurir!

Aku tak menunggu kurir hari ini.

Seseorang mengirimimu parfum. Ini dari Nepal.

- Parfum dari Nepal? - Ya.

Baik, tinggalkan di sana dan taruh batu bata di atasnya.

Aku butuh tanda tangan penerimanya.

Astaga! Sungguh memusingkan!

Ayo, berikan penanya.

- Gulab Seth! - Siapa itu?

Siapa itu?

Kena kau sekarang!

- Ambil! - Tarik!

- Pegang aku! - Tarik...

Kunti! Tarik lebih kuat!

Menyerahlah!

Bhoora! Polisi datang!

- Lari! - Ada polisi!

Tarik dia!

- Tarik! - Tarik!

Hei!

Mengapa kau menggelitikku?

Dia...

Minggir, aku akan mendobrak pintunya.

Lari!

Kau sudah selesai?

Pintunya terkunci.

Ayo.

Itu sering terjadi.

Serahkan diri kalian,

atau kutembak!

- Hei! - Saurabh!

Bu!

Hei!

Awas!

Hei!

Ini peringatan terakhirku!

Menyerahlah!

Bagaimana senapan ini bisa macet?

Arahkan saja kepadanya.

Itu akan menakutinya.

Hei! Kau lihat ini?

Ini laras ganda!

Berhenti mengejar,

atau kulubangi kalian semua!

Tak mungkin!

Senapanmu macet!

Sialan kau, Berandal! Seseorang, bungkam dia!

Kalian berdua, ke sana.

Tetap menunduk! Sembunyi di balik labu!

- Rasakan ini! - Hei!

Mundur, Berengsek!

Dasar berengsek!

- Hentikan! - Rasakan ini!

Rasakan ini!

- Pukul aku, ya? - Gulab Seth!

Lepaskan gadis itu! Lepaskan dia!

Lepaskan dia, atau kutembak!

- Kunti! - Maaf, Bu!

Di mana Mishra?

Aku tak tahu, Nyonya.

Mobilku!

Terima kasih, Tuhan!

Akhirnya, mobilku!

Aku menemukan mobilku!

Tunggu! Aku akan memberi kalian pelajaran!

Aku akan memberi kalian pelajaran! Rasakan ini!

Ini, dan ini!

Bagaimana sekarang?

Tunggu, aku akan menghajar kalian habis-habisan!

Masih ada lagi yang menunggu kalian!

Penyihir! Aku akan memasakmu seperti kari dahulu!

Dasar sampah!

- Kau suka itu? - Akan kutunjukkan!

Rasakan ini, dan ini!

Sekarang kau rasakan ini!

Aku akan memukulmu juga!

Rasakan ini, Berandal! Tunggu!

- Kau juga, rasakan! - Dasar kau...

Rasakan!

Dasar hama!

Aku tak bisa melihat!

- Siapa yang memukulku? - Kau akan kujadikan Jalebi, Gulab Seth!

Lepaskan dhoti-ku! Lepaskan!

Lepaskan dhoti-ku!

Aku tak bisa bernapas!

Aku akan menjadikanmu daging cincang!

Rasakan ini, dan ini!

Aku di timmu! Jangan pukul aku!

- Gulab Seth! - Rasakan ini! Matilah!

Berhenti menggangguku!

Lawan aku sekarang! Ayo!

Rasakan ini!

- Tidak! - Kau takut?

Aku akan menghancurkanmu...

Tidak!

Yang Mulia!

KEBENARAN AKAN MENANG

Gadis ini memakai celana jin robek dan memamerkan tubuhnya.

Selain itu...

dia juga mengonsumsi tembakau Madhushree ilegal.

Ini mencerminkan kecenderungan kriminalnya

dan moralnya yang rusak.

Pak Pandey, Anda pun mengunyah tembakau dan meludahkannya sebelum sidang.

Tuan Parihar, tak perlu tersinggung.

Kalian berdua, tolong langsung ke intinya.

Yang Mulia.

Si tukang kebun mengaku sendiri

bahwa putrinya mencuri nangka.

Bagaimana bisa saya mencuri nangka?

Saya sendiri diculik!

Dengar, jawab hanya saat diajak bicara.

Ada yang ingin Anda katakan?

Putri saya tak mencuri apa pun.

Inspektur menyuruh saya

mengeluarkan pernyataan bahwa putri saya mencuri nangka.

Inspektur.

Apakah ini benar?

Ya, Bu.

Meski tahu tiada bukti yang memberatkan gadis ini dalam kasus pencurian?

Ya, itu benar.

- Yang Mulia, masalahnya... - Tak perlu bicara lagi, Pak Parihar.

Dia sengaja menyesatkan penyelidikan.

Saya yakin Anda tahu itu tindak kriminal.

Ya, Pak. Saya tahu.

Lalu mengapa Anda melakukannya, Inspektur?

Saya tak punya pilihan, Bu.

Nyawa gadis itu dalam bahaya

dan kepolisian sibuk mencari nangka.

Saat itu, aku merasa menemukan gadis itu lebih penting

daripada nangka itu.

Karena nangka bisa dipanen lagi.

Namun, bisakah kita mengatakan hal yang sama

soal gadis yang bermasa depan?

Jika pengadilan masih menyatakan saya bersalah,

saya siap menghadapi hukuman.

Pak Pandey,

omong-omong soal nangka yang dicuri ini,

berapa beratnya?

Masing-masing sekitar 15 kg.

Berapa harga pasaran nangka saat ini?

Jika pengadilan mengizinkan, saya bisa segera mencari tahu.

Tentu, silakan.

- Halo, Mohan! - Halo!

Ini Pak Parihar!

Salam, Pak!

Salam!

- Kau punya nangka di toko? - Ya, tentu saja.

Berapa harganya?

Harganya 15 rupee per kilogram, untukmu 12 rupee saja.

Yang Mulia, 12 rupee per kilogram.

Jadi, ini berarti

demi nangka senilai 360 rupee,

seluruh kepolisian berusaha sekuat tenaga.

Meski polisi sudah punya kasus serius lain untuk difokuskan.

Tidak ada bukti yang memberatkan Amiya.

Bahkan laporan forensik menyatakan nangka itu dicuri di malam hari.

Sementara Amiya diculik di sore hari.

Saya membebaskan Amiya dari semua tuduhan.

Lalu Inspektur Mahima...

Anda melawan sistem

dan mengambil langkah berani, dan saya memuji Anda untuk itu.

Saya juga membatalkan semua tuntutan terhadap Anda.

Anuj! Apa kabar?

Saudariku, kau mengubah hidupku!

Beritaku berhasil masuk ke BBC dan CNBC juga!

Aku menjadi tren di Twitter di urutan ketiga kemarin.

Kini pengadilan akan memberiku jaminan.

Sisanya bagus.

Kecuali polisi benar-benar menghajarku.

- Jalan. - Dah.

Tunggu sebentar, ya?

HARGAI WANITA: KAMPANYE OLEH POLISI

Kau tahu siapa itu?

Tidak, Pak.

Itu kau, tentu saja!

Pak, semua ini bagus.

Namun, kampanye ini hanya akan sukses saat kita menemukan 43 gadis hilang itu.

Aku setuju.

Aku sudah menunjuk divisi khusus untuk itu,

dan kau akan memimpinnya.

Terima kasih, Pak.

Selamat, Basor.

Terima kasih, Pak.

Operasi usus buntumu sudah selesai?

Begini...

Itu bukan usus buntu.

Hanya gas.

Tahan perutmu.

Seperti yang kujanjikan...

- Selamat! - Selamat!

- Selamat! - Untuk apa?

Kau menjadi perwira sekarang!

- Kau dipromosikan! - Tak mungkin.

- Sungguh! - Benarkah?

- Ya. - Kau Sub-Inspektur sekarang.

Kalau begitu, biar kubaca sendiri!

Sekarang kami harus memanggilmu "Pak Saurabh."

Teman-Teman, berhenti menggodaku.

Potong kuenya dahulu, Pak!

Tentu.

Bu, telepon dari SP.

Ayo, jawab.

Jai Hind, Pak.

Ya, Pak. Aku di rumah.

Aku?

Ada apa?

Mereka memberiku promosi.

- Apa? - Aku dipromosikan menjadi Wakil SP.

- Hebat! - Selamat!

Lalu mengapa kau merajuk, Bodoh? Ini berita bagus!

Kita kembali ke awal, 'kan?

Ayahmu akan terus memikirkan fakta

bahwa kau Sub-Inspektur dan aku DSP.

- Tak apa, kita yakinkan dia. - Bagaimana caranya?

Seperti kata kapten kita,

"Konstabel atau SP,

jam kerja mereka sama.

Apa artinya jabatan

jika seluruh kepolisian adalah milik kita?"

TANGGAL 18 MARET, PUKUL 05,45

Di mana nangka-nangkaku?

Terjemahan subtitle oleh Vina Melinda

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.