Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Saat paling kusukai...
adalah musim panas berganti ke musim gugur.
Daun-daun yang berguguran mengingatkan kita...
kalau perubahan adalah hal yang pasti.
Yakinlah dalam perjalanan hidup ini, ada suka dan duka.
Karena semua itu akan menuntun langkahmu.
Dan yang terjadi itu sudah kodrat.
MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO WD PASTI DI BAYAR TEMUKAN KAMI DI GOOGLE
KETIK BEBAS69 ATAU https://cutt.ly/bbs_login
R A T U
Lebih mulia mana,
menderita dan menahan cobaan nasib...
atau melawan berbagai masalah...
dan mengakhirinya.
Bagus sekali, Andrew.
Dan itulah monolog terakhir dalam semester ini.
Selamat liburan semuanya.
Ibu Anderson?
Ini kelas terbaikku.
Terima kasih, Andrew. Aku senang kau suka.
Hei, Ibu Anderson, ada rencana khusus?
Tidak juga.
Rumah kami sedang direnovasi.
Selalu ada yang menyenangkan untuk itu.
Boleh tanya yang selalu bikin aku penasaran?
Penasaran apa?
Apa suamimu juga orang Amerika?
Dia setengah Inggris sepertiku. Kami orang pendatang.
Sahabatku juga begitu.
Dia juga?
Ya.
Ibu kami sahabat yang menikah dengan orang Inggris.
Suamimu kerja apa?
Kau pemuda kepo.
Hai, Pak Collins.
Hei, John.
Hei, Cass.
Aku tadi mau mencarimu.
Hai, Andrew.
Kukira kau sudah pergi karena semester sudah selesai.
Ya. Aku cuma antar Bu Anderson keluar.
Semoga liburannya menyenangkan.
Kau juga, Andrew. Makasih.
Jangan lupa baca buku Ura Hagan itu.
Kerjamu bagus. Kau siap untuk itu.
Baik. Terima kasih.
Kau ikut ke Anchor Inn, kan?
Tentu saja.
Aku bisa rasakan Gin & Tonic-nya sekarang.
Sampai ketemu.
Bagus.
Malam.
Malam, teman-teman.
...
Badainya cukup parah.
Yakin aman pulang sendiri?
Ya. Terima kasih.
Aku bisa antar. Tidak masalah.
Tak usah. Terima kasih.
Hei, aku kesana. Semuanya baik-baik saja?
Ya, aku capek sekali.
Boleh aku tidur duluan?
Tentu.
Sebaiknya kutunggu saja.
Aku baik-baik saja.
Paling cuma 40 menit...
kecuali kalau aku lewat hutan.
Oh, itu jalan menakutkan.
Aku tak mau lewat situ.
Oke.
Janji.
Janji. Aku mencintaimu.
Aku lebih mencintaimu.
Daah.
Pagi, sayang.
Pagi.
Jam berapa sekarang?
Jam 9.
- 9? - Jam 7 aku sudah bangun.
Tidur nyenyak?
Nyenyak sekali.
Maaf aku tak menunggumu.
Tidak.
Bagaimana perjalananmu semalam?
Banyak petir, kilat, dan hujan.
Ada wanita ditemukan mati dekat sini.
Tadi ada di berita.
Mengerikan. Di mana?
Di jalan antara hutan...
dan Kastil Wells.
Jalan apa?
Blackwater Lane.
Mau ke mana?
Mandi. Aku tak mau membangunkanmu.
Kubuat sarapan dulu.
Aku harus belikan kado buat Susie.
Nanti saja aku makan.
Seorang wanita ditemukan tewas di dalam mobilnya...
di Blackwater Lane tadi pagi.
Kematian wanita itu dianggap mencurigakan.
Belum ada keterangan lebih lanjut,
tapi polisi mengimbau agar warga di area tersebut waspada.
Sudah ketemu kontraktor baru?
Sedang wawancara beberapa orang,
tapi aku tak mau buru-buru,
agar tak ada masalah lagi.
Fokus saja mencari orang yang tepat?
Sudah dua minggu.
Aku tahu.
- Aku pergi dulu. - Baiklah.
Mau ke mana?
Menemui Rachel.
Ya?
Tunggu, apa kita tak sia-siakan pagi yang sangat indah ini?
Ini bikin aku gila.
Aku tahu.
Dia sahabatku.
Ya.
Ya.
Makasih sarapannya.
Sama-sama.
Jadi, semalam benar-benar gila, ya?
Ya, segila mungkin kalau...
sama sekelompok guru.
Mungkin aku kemarin kebanyakan minum gin.
Gadis pintar.
Apa si ganteng John ikut?
John ganteng? Ya, John ada.
Dia masih menyukaimu.
Tidak.
Maaf, naksir.
Tidak, dia sudah punya pacar.
Apalagi aku sudah bersuami.
Apa pacarnya sudah tahu....
rumor tentang istri pertamanya.
Tuhan. Aku tak percaya sama sekali.
Aku yakin dia cuma pindah.
Entahlah. Tapi Susie ngotot kalau dia hilang.
Astaga, Susie sudah kelewatan.
Ternyata Susie punya catatan...
semua orang dari Houghton Moore ke London.
Katanya pacar barunya cakep.
Dan Rach?
Sebaiknya kau mendukung Matthew.
Aku sangat dukung Matthew!
Harusnya dia bersikap baik padaku.
Kalian berdua memang memulainya agak berat.
Sudah tugasku melindungimu.
Kau begitu lemah setelah ibumu pergi.
Aku tahu.
Dan terima kasih.
Lagian yang terpenting, bagaimana perjalanannya?
Banyak sekali rapat dan miras.
Baguslah.
...
...
Dan...
Tentu saja.
Serbet tehku?
Persaudaraan dari kain serbet bersatu kembali.
Kutemukan saat mencari akta kelahiranku.
Astaga!
Kau Regina terhebat...
dalam sejarah teater.
Tak terasa sudah 20 tahun.
Aku suka Lillian Hellman.
Kayaknya itu bakal jadi drama sekolah kita tahun depan.
Tak mungkin!
Ya.
Sepertinya kau sangat suka mengajar.
Ya.
Tapi agenku tiba-tiba...
nelpon soal audisi,
agak aneh,
karena aku kangen juga.
Kau mau balik lagi ke dunia akting?
Matthew tak setuju,
apalagi jika kami mau punya anak.
Aku tahu.
Aku bisa dua-duanya.
Kau juga dapat?
Tentu saja.
Tradisi.
Aku suka tradisi kita.
Dulu aku suka belanja sama Ibu tiap Sabtu pagi.
Kemarin dia mampir. Aku lupa cerita.
- Benarkah? - Ya.
Bagaimana?
Tarot.
Sangat dramatis.
Sangat khas dia.
Sangat.
Kita carikan sesuatu buat Susie dulu.
Tunggu, kukira sudah ada.
Tidak, belum sempat.
Kita mau belikan apa?
Kukira...
Kita semua sudah patungan.
Apa? Sejak kapan?
Di rumah Hannah,
masing-masing sumbang 20, jadi terkumpul 160 pound.
Itu idemu, ingat,
karena Steven mau ajak dia ke Venesia, kita belikan koper ringan.
Aku ingat.
Aku akan mampir ke toko koper saat pulang nanti.
Kau beli Bond Street?
Astaga.
- Jangan kagetin aku begitu lagi. - Maaf.
- Lihat pria di luar tadi? - Apa?
Di luar, depan rumah.
Aku tak lihat siapa pun.
Dia tadi di sana.
Coba kulihat.
Di mana?
Di sana?
Aku tak bohong.
Apa?
Ayolah, Cass.
Khayalanmu itu cuma...
Biasanya agak berlebihan.
Matthew, aku tak mengada-ada!
- Hei, cantik. - Hai!
- Hai. - Hai.
Hei, Matthew.
Hei, Rachel, apa kabar?
Kau takkan percaya ini.
Wanita yang dibunuh itu, kerja di tempatku.
- Kuambilkan minuman dulu. - Makasih, sayang.
Kenal dia?
Bukan, beda divisi tapi aku merasa bersalah,
kemarin aku langsung ke kantor...
dari bandara dan masih pusing,
terus aku ribut sama seseorang...
soal tempat parkir, dan aku yakin itu dia.
Kau takkan tahu.
Dan Susie sangat sedih,
karena dia kenal suaminya, yang sangat terpukul,
dan harus membesarkan anak kembarnya yang baru 2 tahun.
Ini tragis.
Kembar?
Siapa namanya?
Jane Walters.
Tuhan. Tak mungkin dia.
Kok kau bisa kenal dia?
Aku ketemu di pesta perpisahan yang kau ajak aku.
Kami ngobrol dan tukaran nomor.
Aku sudah ceritakan saat kau di New York.
Aku tak ingat, tapi mungkin saja.
Lagian aku juga tak kenal dia, kan?
- Ya. - Maksudku...
...
Tidak, aku janji mau ke rumahnya...
minggu ini menemui anak-anaknya.
Kau sangat memikirkannya.
Mengerikan.
Hei, sayang!
Kau tak minum apa-apa?
Matthew lagi ambilkan aku minuman.
Aku tak tahu kau kenal John Collins.
Dia kerja di sekolahku.
Aku suka John! John itu pelatih tenisku.
Hei, Susie.
Hei, John!
Susie.
Met ultah.
Makasih, Matthew.
Hei, John, sini. Ayo sapa.
Hai.
Oh, bukan kau, Jack! John!
Maaf.
Aku pinjam dulu gadis ulang tahun ini buat foto.
Aku akan kembali.
Hai, John.
- Hei, Cass. - Hei.
- Hai. - Hei, Rach.
Suamiku, Matthew.
Salam kenal.
Aku juga.
Aku tak tahu kau pelatih tenis.
Hei, John? Kenalan dulu sama mantan partner tandingku.
Dulunya aku pemain profesional.
Sekarang aku cuma melatih sambilan.
Ayo, Johnny! Ayo!
- Dengar, aku... - Sapalah!
Aku harus pergi.
Aku...
Senang bertemu, Matt, dan...
sampai ketemu nanti, Cass!
Oke.
Menarik.
Polisi sudah merilis foto.
Mana.
Astaga, itu dia.
Tak masuk akal. Kenapa Jane?
Kecuali disengaja.
Maksudmu, pembunuh berantai?
Kita harus tingkatkan sistem keamanan rumah.
Ini tak berguna.
Sensornya sudah rusak.
- Ya. - Dan anjing!
Tidak,
kita harus beli anjing.
Kukira kau mau bayi.
Sebaiknya perbaiki sistem alarmnya.
Cuma kita yang bisa nyalakan itu.
Mau ke mana?
Mau ke bawah cek apa sudah terkunci.
Halo?
Halo?
Siapa yang nelpon jam segini?
Tak ada siapa-siapa.
Jadi.
Mungkin salah sambung.
Ya.
Bukan apa-apa.
Semoga saja.
Bukan apa-apa.
Sudah terkunci semuanya?
Sudah.
Mulai ketahuan seorang ibu...
yang ditemukan tewas di Blackwater Lane.
Jane Walters.
Sebelum jam 10 malam, dia kirim pesan suara ke suaminya.
Polisi menduga dia dibunuh....
antara jam 10 dan 11 malam.
Suaminya, Alex Waters,
meminta bantuan masyarakat,
Polisi juga membuka telepon khusus untuk informasi tanpa nama.
Makasih, Jessica.
Kami akan selalu berikan informasi ke publik.
Beralih ke berita hari ini di Yorkshire.
Ada pesta musim panas, di mana warga lokal...
Matt?
Mereka sedang mengumpulkan dana kegiatan amal setempat.
Matt?
Matt?
Matt, itu kau?
Halo?
Halo?
Aku tadi telepon...
Kukira besok kau datang.
Ya, tapi ada pembatalan, dan kebetulan aku di daerah sini.
Maaf aku tak nelpon.
Suami ada?
Dia tidak ada.
Tak masalah kalau kau mau lihat-lihat sebentar.
Apa lama? Aku mau pergi.
ยฑ 10 menit.
Kau sering di rumah sendirian?
Tidak.
Suamiku tak lama lagi pulang.
Melihat rumahmu,
bisa jadi sasaran empuk pencuri.
Sistem keamananmu sudah usang.
Kau mesti ganti sensor baru di jendela,
pintu, tangga juga.
Kulihat sebentar dulu.
- Maaf. - Maaf.
Oke, kita duduk saja?
Kurasa kami tak jadi upgrade.
Setelah pembunuhan wanita itu,
kau sudah buat kesalahan.
Ingat, pembunuhnya masih berkeliaran.
Bisa kau kemari lagi setelah suamiku pulang.
Aku tak janji.
Pembunuhan itu bagus buat bisnis, kalau paham maksudku.
Sebenarnya, aku tak usah memeriksa rumah ini.
Aku sudah punya salinan denah rumahnya.
Nanti aku kirimkan biayanya.
Ada orang di rumah!
Apa?
Tadi aku di kamar mandi,
mereka menahanku.
Kukira aku sudah mati.
Kuhubungi polisi.
Tunggu.
Cuma mau memastikan.
Tapi aku belum lihat siapa-siapa.
Jadi kau harus kemari periksa dulu...
sebelum menghubungi polisi.
Maaf. Aku sudah bilangi suamiku tak usah hubungi kalian.
Hubungi kami?
Aku...
Aku tadi mandi, kukira ada orang,
tapi aku tak lihat siapa-siapa,
jadi aku tak tahu cara mereka masuk ke rumah.
Jadi aku masih ragu.
Kau Cass Anderson?
Ya.
Sebenarnya kami kemari karena Jane Walters.
Jane Walters?
Ada informasi...
kalau kau lewat di Blackwater Lane pada malam dia dibunuh.
Apa itu benar?
Maaf.
Ya.
Aku lewat di jalan itu malam itu.
Dan aku mau telepon nomor khusus itu,
tapi aku belum berani.
Oke.
Boleh masuk?
Ya, tentu saja.
Ada apa?
Kau tak apa?
Sayang.
Tadi aku mandi, terpeleset,
dan aku bingung, lalu aku tak tahu kejadiannya.
Jadi kau berhenti, melihat seorang wanita,
lalu kau langsung pulang.
Tapi kau kenal Jane Walters.
Aku pernah ketemu 3 minggu sebelumnya.
Tapi malam itu hujannya sangat deras,
aku cuma bisa lihat seorang wanita.
Wajahnya tak bisa kulihat.
Kau tak coba bantu dia?
Kayaknya dia tak butuh bantuan.
Jadi kau nyetir saja.
Kau lihat ada orang lain?
Melihat sesuatu?
Tidak.
Tidak.
Aku melepas remnya...
agar tahu aku mau pergi, tapi dia diam saja,
jadi aku pergi.
Oke.
Kenapa tak cerita?
Kau buka jendelanya?
Sudah terbuka saat aku masuk.
Jangan alihkan pembicaraan. Sudah kularang jangan lewat situ.
Kenapa tak bilang kau lewat situ?
Aku sudah tutup sebelum mandi!
Sudah kuperiksa semua pintu dan jendela!
Cass, kenapa tak beritahu?
Karena kau pasti akan marah...
jika aku lewat hutan itu,
dan aku tak mau ribut....
soal jalan pulangku!
Harusnya kau bilang.
Baik! Astaga.
Kau tahu maksudnya apa?
Pembunuhnya yang lapor.
Pembunuh?
Dari mana kau tahu?
Bisa siapa saja.
Mana kau tahu tak ada yang mengikutimu?
- Tidak. - Berdiri di hutan.
Tidak, pasti dia yang membunuhnya.
Kau tak tahu.
Katanya waktu kau di sana, dia masih hidup.
Mungkin saja, tapi mana aku tahu?
70cm saja sudah tak kelihatan.
Aku harus pasang alarm...
sebelum aku pergi minggu ini.
Pergi minggu ini?
Aku harus ke rig. Kita sudah bahas.
Tidak, kau tak pernah bilang.
Aku sudah bilang.
Kapan?
3 minggu lalu, waktu pertama kali aku tahu.
Tidak, kau tak bilang. Aku masih ingat.
Dan jangan katakan sudah bilang padahal tidak.
Ya, aku bisa.
Tentu, aku bisa datang.
Kau bisa?
Ya.
Nanti malam aku harus makan malam dengan klien,
tapi begitu selesai aku ke situ.
Kau yakin?
Ya. Sangat yakin.
Itu acara pesta piyama.
Tapi aku mau rapat dulu.
Oke.
Rach, terima kasih.
Halo?
Siapa?
Andrew?
Ada apa kemari?
Kebetulan aku lagi di sini, jadi mau kukembalikan bukumu.
Kok bisa tahu rumahku?
Harry Freeman tinggal di jalan sebelah.
Dia bilang kau tinggal di sini,
tapi semua orang tahu kau beli rumah tua Crawford itu.
Aku tak tahu.
Soalnya rumah ini sudah lama kosong.
Kerena Ibuku pemandu wisata lokal,
dia selalu cerita salah satu rumah asli di desa ini.
Beneran ada hantunya?
Mungkin saja.
Aku sering dengar suara gemeretak.
Oh iya, aku suka bukunya.
Buku ini sudah mengubah pandanganku,
jadi terima kasih sudah ingatkan.
Aku mau sekali ngobrol lebih lama denganmu,
tapi aku harus pergi.
Kau jalan kaki ke sini?
Tidak, bersepeda.
Tinggalnya tak jauh,
cuma di seberang Blackwater Lane.
Baguslah.
Terima kasih sekali lagi, Bu Anderson.
Sama-sama.
Terima kasih bukunya.
Maaf terlambat.
Cass?
John! Hai.
Bikin kaget saja.
Cass, kenapa kau di sini?
Ada rapat. Kalau kau?
Kan sudah kubilang aku mengajar tenis saat tengah semester.
Dimana Mary.
Mary?
Dia buatkan aku contoh rencana buat tugas kuliah.
Tapi kemarin aku antar dia ke bandara.
Apa? Tapi aku sudah SMS dia.
Katanya ketemu di sini. Tak biasanya dia begini.
Smsnya hilang.
Aneh sekali.
Mungkin sms lama?
Mungkin.
Sumpah dia balas smsku.
Serasa mau gila.
Aku juga sering begitu.
Benarkah?
Tidak juga.
Sudah kuduga.
Tak perlu heran lagi. Aku orangnya tak fokus.
Sudah dengar pembunuhan itu?
Aku dulu sering main tenis sama dia.
Tak kusangka mendengar berita itu. Aku sangat sedih. Sampai sekarang.
Aku tak tahu kau mengenalnya.
Aku juga kenal.
Berarti kau tahu dia orangnya baik.
Semoga saja pelakunya ditemukan.
Kau kenal suaminya?
Kenal begitu saja.
Jujur saja, dia terlihat agak aneh.
Aku sudah mau mengajar. Mau kuantar keluar?
Baik. Maksudmu?
Kau bilang suaminya aneh.
Dia tak suka kalau Jane dan aku main tenis bersama.
Makanya kami tak main lagi.
Dia akan lakukan apa saja buat nyenengin dia.
Jadi kau mau ke Yunani.
Tidak, tidak jadi.
Kenapa?
Pacarku sudah tak ada di dalam kehidupanku lagi.
Oh, maaf.
Itu sudah biasa.
Aku harus ke lapangan sekarang,
meski anak itu curang...
dan itu yang paling aku benci.
Tapi bisa kita minum nanti?
Mungkin bagus juga curhat soal Jane.
Oh, Matthew mau keluar kota.
Baik. Minum boleh juga.
Bagus. Nanti aku hubungi.
Sampai ketemu.
Hei, kau datang? Sudah di jalan?
Cass jangan benci aku.
Maaf. Aku tak bisa datang.
Apa?
Makan malam dengan klien ini molor...
dan mau gila rasanya.
Maaf.
Tidak. Bukan salahmu.
Tak apa.
- Kau takkan apa apa? - Tak apa.
Nyalakan semua lampunya. Makan es krim.
Sayang, Matthew nelpon. Nanti kutelpon lagi.
Oke.
Hai, sayang.
Hei, sayang.
Ada masalah pekerjaanku.
Rachel bersamamu?
Belum.
Selesaikan masalahmu dulu. Aku tak apa.
Nanti kita bicara lagi.
Aku mencintaimu.
Halo?
Halo?
Cass.
Cass
Cass.
Cass
Cass.
Cass.
Cass.
Cass.
Ibu?
Cass.
Cass.
Cass.
Cass.
Cass.
Cass.
Cass.
Aku tidak takut.
Cass.
Tak apa.
Cass.
Cass.
Siapa?
9-1-1
Halo?
Ada orang di rumahku.
Tolong kirim orang secepatnya.
Jalan 14 Old River.
Tolong cepatlah.
Aku di rumah Anderson.
Kau yakin?
Rumahnya sudah kami periksa. Tak ada siapa-siapa.
Tak ada kaca pecah, tidak ada apa-apa.
Sudah terima laporan dari Gordon?
Ya.
2 tahun lalu, Cass Anderson masuk...
bangsal jiwa di RS Howden Moor.
RS Jiwa?
Ya.
Kita harus awasi mereka.
Aku tak begitu yakin, tapi ada yang aneh.
...
Mengerti.
Kau kenal suaranya?
Aku ditanya itu.
Suara itu kayak kukenal.
Matthew bilang apa?
Dia kembali?
Dia tak bisa kembali sekarang.
Dia bersama krunya di anjungan.
Tinggalkan saja dia.
- Bercanda, Cass. - Aku tahu.
Cuma bercanda.
Anjungan minyak?
Dia bersama British Energy Partners.
Dia harus sering ke lapangan.
Kalau aku di rumah sakit beda cerita,
tapi ke anjungan minyak itu susah,
jadi dia akan balik sesuai jadwal.
Paham.
Aku bingung pikirkan kejadian kemarin.
Tak masuk akal.
Serasa ada hubungan dengan Jane.
Jane?
Entahlah. Mungkin juga tidak.
Mungkin Andrew.
Andrew Manning, dari sekolah?
Sepertinya dia naksir.
Dia mampir ke rumahku kemarin.
Benarkah?
Ya.
Kupinjami buku selama liburannya, dan dia datang kembalikan.
Mungkin tak berbahaya, tapi aneh.
Cowok umur 15 tahun memang biasanya aneh.
Dia bilang Harry Freeman tetanggaku...
dan dia yang beritahu alamat rumahku.
Tapi Harry Freeman tak dekat rumahmu.
Dari mana kau tahu?
Karena dia tinggal di sini, di seberang kota.
Aku kenal ibunya. Kami teman sekolah.
Itu aneh.
Aku juga sering angkat telepon yang langsung ditutup.
Tapi itu bisa jadi cuma telepon iseng.
Tidak, itu bukan telpon iseng.
Pasti ada orang di balik itu. Seperti ditujukan ke aku.
Seperti ulah anak 15 tahun.
Ini menyenangkan sekali.
Suka sekali. Terima kasih.
Tidak, terima kasih sudah datang kemari.
Santai saja.
Mau lihat kolam renangnya? Bagus kok.
Di sana.
Boleh.
Maaf.
Tak apa.
Sebaiknya aku...
Aku pamit dulu.
Ya.
Terima kasih.
Sama-sama.
- Oke. - Oke.
...
Kelihatan bagus.
Terima kasih.
- Hai. - Hai.
Minggu apes ya?
Bisa dibilang begitu.
Tak se-apes dirimu.
Tak ada yang masuk akal.
Aku tahu.
Siapa dan apa itu?
Aku tak tahu.
Sayang, kau masih minum obat?
Kau mulai minum obat saat ibumu meninggal.
Cuma obat tidur. Kenapa?
Aku tidak tahu.
Efek sampingnya?
Obat itu bikin halusinasi.
Ini bukan halusinasi!
Astaga.
Aku cuma mencari tahu yang terjadi.
Belakangan ini, kejadiannya makin ke sini makin aneh.
Kejadian di rumah ini dan...
Maksudmu?
Lupakan saja. Maaf.
Kita sudah di sini sekarang, oke?
Nikmati saja.
Untuk kita.
Untuk kita dan kamar kita.
Ya.
Dan kamar hotel kita yang sangat bagus.
Ini kamar terakhir yang mereka punya.
Sayang sekali.
Ranjangnya besar sekali.
Tak terlalu besar agar kau bisa terlalu dekat ya?
Tak mungkin.
Tak mungkin.
Kau punya salinan kontrak....
alarm yang katanya aku tanda tangani?
Kau kira aku tak bisa melakukannya tanpamu?
Setahuku, saat aku tiba tadi pagi,
ada teknisi yang menunggu di luar.
Dia bilang bosnya dan kau sudah janjian hari ini untuk pemasangan,
tapi saat dia datang, tak ada orang.
Aku tak janjian. Cuma bilang kami akan kabarin lagi.
Tapi kontraknya sudah kau tandatangani.
Aku tak tanda tangan apa-apa.
Sudah kuduga, tapi dia tunjukan salinannya.
Boleh kulihat?
Nanti aku lihatkan.
Bisa kita nikmati malam ini saja?
Ya, oke.
Ya.
Oke, nanti kita urus itu.
Oke.
Kontrak Renovasi Keamanan Rumah
MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO WD PASTI DI BAYAR TEMUKAN KAMI DI GOOGLE
KETIK BEBAS69 ATAU https://cutt.ly/bbs_login
Sial!
Menikam seseorang itu hal biasa, tapi menggorok leher pakai pisau besar?
Itu sangat sadis!
Matthew!
Apa?
Tadi ada di berita. Meninggalnya begitu.
Tolong!
Cass, bisa tenang?
Gimana aku bisa tenang kalau kau selalu ngomongin itu?
Aku muak mendengarnya!
Aku tak selalu ngomongin itu.
Aku baru bicarakan sekali.
Biar aku saja.
- Hai. - Hai.
Cuma memeriksa keadaan Bu Anderson.
Ada gangguan lagi?
Makasih banyak.
Tidak juga.
Kami baru kembali, jadi cukup sepi.
Aku mau tanya,
apa pernah Jane Walters ngomongin suaminya ke kamu?
Ya.
Dia sangat memujinya.
Ya.
Kau kenal dia juga, Pak Anderson?
Aku? Tidak.
Aku tak kenal.
Kau sempat ketemu dia sebentar...
- waktu makan siang, ingat? - Ya.
Jam berapa kau pulang malam itu lagi?
Jam 11.45.
Kau ingat itu jam 11:45, kan, Pak Anderson?
Tidak, aku sudah tidur saat itu.
Dia kecapean,
jadi dia tidur di kamar tamu.
Kamar tamu?
Aku sering ngorok,
jadi biasanya dia tidur di situ.
Oke, mengerti.
Kalau kau ingat sesuatu, hubungi kami.
- Ya? - Ya.
Di sana sudah tak aman lagi.
Aku sudah berusaha, tapi aku tak tahu.
Semoga pembunuh Jane segera ditangkap.
Itu akan sangat membantu.
Ada kabar dari kantor?
Polisi datang hampir setiap hari,
tapi sepertinya mereka belum punya petunjuk.
Tapi aku mulai ragu apa itu hanya kebetulan,
yang paling mengkhawatirkanku.
Maksudmu apa?
Bagaimana kalau pembunuhnya ada di rumahmu?
Aku tak mau ke sana lagi.
Aku harus berkemas dan pindah.
Aku sedang mempertimbangkannya.
Maksudku aku tak menyalahkanmu.
Matthew bilang apa?
Dia kira itu karena efek obatku atau halusinasi.
Yang benar saja.
Tak mungkin kau berhalusinasi begitu saja.
Pasti ada penyebab lainnya.
Membantu.
Aku tahu.
Hai.
Aku kangen sekali sama Jane.
Andai saja dia mendengarkanku.
Itu tak akan terjadi.
Maksudmu?
Dia tak perlu bekerja.
Kumohon agar dia tak kerja lagi setelah si kembar lahir.
Banyak wanita suka bekerja.
Memang susah membagi waktu.
Aku tahu.
Aku yakin kau juga begitu.
Menurutmu jika dia tinggal di rumah akan mengubah keadaannya?
Kenapa dia pergi malam itu?
Katanya ada rapat malam di kantornya.
Cuma itu saja?
Cuma itu.
Dia pernah cerita itu ke kamu?
Tidak.
Seingatku tidak.
Biasanya aku curiga apa dia selingkuh.
Ada pria yang dulu sering main tenis dengannya.
Aku tak menyukainya.
Tidak, dia tak pernah cerita.
Dia sangat mencintaimu dan anak-anaknya.
Dia sangat bahagia.
Semoga saja itu benar.
Itu kurir.
Aku saja.
Terima kasih. Kau juga.
Makasih. Daah.
Aneh.
Toko bayi. Ya?
Aku ke sana kemarin.
Aku mampir setelah makan siang dengan Rachel.
Ya, tadi aku telepon mereka.
Katanya mereka memesan untukmu.
Aku beli baju tidur buat Sheila di sekolah.
Dia baru melahirkan.
Jadi, yang dia bilang itu benar?
Awalnya aku tak percaya.
Kukira dia pasti keliru.
Benar apanya?
Beneran kau hamil?
Tidak.
Apa?
Aku tidak hamil.
Dia ucapkan selamat padaku,
dia tahu siapa kau.
Itu salah. Dia keliru.
Dia cukup detil.
Katanya kau cerita kalau kau hamil,
dan sekarang ada kereta bayi di dapur.
Aku tak pernah bilang aku hamil.
Dia curiga begitu karena aku belanja di sana,
tapi aku tak pernah pesan itu.
Bukan kau yang pesan kereta bayi ini?
Aku tak tahu. Ada pasangan lain di sana,
kami melihatnya juga. Mungkin dia keliru.
Tapi kau tak tahu pasti?
Kurasa tidak.
Sayang.
Mungkin sekarang saatnya menemui Dr. Deakins.
Dr. Deakins?
Kenapa?
Setelah kejadian saat aku pergi,
soal kontrak, dan aku merasa...
Tak ada salahnya menemui dokter.
Cuma untuk pemeriksaan.
Kau tak mempercayaiku.
Jadi, Matthew bilang kau...
sering lupa.
Kapan pertama kali kau menyadarinya?
Tolong jangan marah.
Biasanya pasanganlah yang menghubungi kami.
Aku sudah lihat catatan pengobatanmu di rumah sakit.
Ibumu menderita demensia.
Ibumu didiagnosis pada usia berapa?
55 tahun.
Jadi, demensia dini.
Tapi Cass masih terlalu muda untuk itu.
Sayangnya, belum tentu.
Hei.
Sudah semuanya.
Sayang.
Cass Anderson kemarin mampir ke sini.
Aku sampai benar-benar lupa.
Lupa apa?
Jane bilang...
seseorang yang dia kenal berselingkuh.
Tentu, sesuai hukum.
Aku mau tidur sekarang.
Besok aku ada urusan pagi-pagi.
Oke.
Nanti aku naik.
Aku cuma tanya bagaimana perasaanmu.
Sebagai warga negara, beriman kepada Tuhan...
Cass.
Cass.
Cass.
Matthew!
Cass.
Cass.
Matt!
Matt!
Matt?
Matt!
Kau memanggilku? Ada apa?
Ada pisau!
Tunggu, pisau apa?
Lihat!
Apa?
Tidak.
Apa?
Tadi ada di sini. Tadi ada!
Tadi ada di sini!
Sumpah. Tadi ada pisau.
Ada pisau di sini. Lalu TV itu.
Mungkin cuma kebetulan saja...
Ada perempuan memanggil namaku.
Tunggu, wanita di TV itu...
Tidak, di rumah ini!
Kau tak dengar?
- Aku tak dengar. Kita hubungi polisi? - Buat apa hubungi polisi?
Mereka tak akan lakukan apa-apa.
Sayang, ayo, ayo.
Jangan telpon.
Sumpah aku tak mengada-ada.
Tidak, aku tahu.
Aku tahu.
Sumpah!
...
Aku tak mengerti.
Aku tak mengerti.
Tadi ada di sini.
Apa? Apa?
Tolong berobatlah ke dokter.
Tolong.
Tadi ada di sini!
Dan ada wanita, memanggil namaku.
Kau cuma stres.
Beneran.
Aku masih belum mengerti. Aku mau mengerti.
Sumpah aku tidak gila!
Ayo.
Ayo.
Hei sayang. Ini aku.
Mungkin kau lagi tidur atau mandi. Nanti kutelpon lagi.
Syukurlah.
Kau tak apa?
Apa yang terjadi?
Kau minum obat banyak sekali.
Tidak.
Aku tidak overdosis.
Tenanglah, Cassandra.
Cuma 2 yang aku minun. Sumpah.
Cass.
Hei.
Kau tak apa?
Aku pasti ketiduran.
Tak apa. Tenanglah.
Ingat, Dr. Deakin bilang...
tidurlah secara teratur.
Ya.
Kau telepon Mary?
Ya.
Sudah kau beritahu aku tak bisa ikut tes karena keracunan makanan?
Ya. Aku bilang begitu.
Dia baik-baik saja, jadi tak usah khawatir.
Terima kasih.
Mau makan? Kau lapar?
Sedikit saja, ya.
Aku keluar beli makanan Cina.
Apa tak bisa diantar saja?
Ya, tapi lama dan makanannya sudah dingin.
Aku pesan yang biasanya, oke?
Aku segera kembali.
Tunggu, Matthew.
Apa?
Kau lupa bawa ponsel.
Makasih. Aku butuh ini.
Sampai ketemu.
Kau lihat?
- Apa? - Lampunya.
Lampunya tadi berkedip-kedip dan sangat berisik.
Kau melihatnya, kan?
- Aku tak lihat. - Kau tak lihat lampunya?
Lampunya tadi berkedip-kedip dan...
Berdengung.
Tidak, aku tak lihat.
Oke.
- Oke. - Maaf.
Kau tak apa?
Cuma ibuku.
Ibumu?
Ibuku menjengukku.
Ibumu sudah meninggal.
Memang kedengarannya gila.
Dia sering mendatangiku belakangan ini.
Kami diberitahu kau di rumah sakit.
Menurut laporan percobaan bunuh diri.
Bukan begitu.
Perawat IGD menyimpulkan sendiri.
Kenapa bisa?
Aku menderita sejak ibuku meninggal.
Masalahnya aku sering minum obat anti-cemas,
dan dengan kejadian ini, kayaknya aku salah minum obat.
Aku tak berani bunuh diri.
Syukurlah kalau begitu.
Aku juga kemari karena ada info baru.
Oke.
Kau pernah kembali ke Blackwater Lane...
sejak Jane dibunuh malam itu?
Aku ke tempat mereka menaruh bunga.
Siapa yang laporkan?
Kami tak tahu. Tanpa identitas.
Harusnya aku beritahu dulu,
tapi aku keluar, jalan-jalan,
dan menemukan sesuatu.
Kau temukan di mana?
Pinggir jalan, dekat hutan, di rumput.
Tapi anehnya aku merasa ini antingku.
Antingmu?
Aku juga punya begitu,
saat aku periksa,
antingku yang satunya hilang.
Kenapa kau tak hubungi kami?
Jujur, aku bingung harus bagaimana.
Semuanya baik-baik saja?
Maksudmu apa?
Kau dan suamimu?
Kami baik-baik saja. Kenapa?
Ada yang bilang kau dekat...
dengan Pak Collins.
Dia juga guru di sekolahmu, kan?
John?
Tak mungkin. Dia cuma sebatas teman baik.
Oke.
Aku harus tanya itu.
Aku paham, karena jujur saja,
siapa yang mau tinggalkan pria seperti ini...
cuma demi seorang guru?
Jangan tersinggung.
Maksudmu rumahku?
Matthew tak ada hubungannya dengan rumah ini. Dari orang tuaku.
Sangat berarti buatmu.
Ya. Terima kasih.
Agak mengejutkan.
Aku tak kekurangan apa-apa...
saat dewasa.
Aku juga berharap kelak aku dapat kejutan begitu.
Lucunya.
Orang-orang masih bilang Rumah Tua Crawford.
Dan temanmu, Rachel, namanya muncul baru-baru ini.
Kebetulan nama tengahnya Crawford juga?
Tidak. Bukan kebetulan.
Keluarganya dulu yang punya rumah ini.
Mungkin ada hubungannya.
Apa yang terjadi?
Kakeknya terlibat penipuan keuangan...
dan mereka kehilangan semuanya, termasuk rumah keluarganya.
Bagaimana perasaannya sewaktu keluargamu beli rumah ini?
Dia sangat setuju. Maunya keluarga kami yang beli.
Bagi dia, itu seperti kembali ke keluarganya.
Menurutku begitu.
Oke.
Terima kasih atas waktunya. Aku permisi dulu.
Kau kembali ke hutan itu...
dan menemukan antingmu?
Kenapa kau tak beritahu?
Aku tak kepikiran kesitu.
Kutemukan lalu kumasukkan ke tasku.
Astaga.
Mungkin waktunya tak tepat,
tapi kau harus baca surat dari Dr. Deakins.
Surat apa?
Yang datang kemarin.
Aku tak melihatnya.
Surat itu ada di meja...
bersama surat lainnya yang belum kau buka.
Besok aku baca.
Kau bilang begitu juga kemarin...
Dengar, masalahnya...
Apa?
Aku sudah baca surat dokter itu.
Kau buka suratku?
Cuma satu,
karena kau tak mau baca.
Bagaimana kalau dia mau menemuimu lagi...
atau mengganti obatmu?
Kau tak berhak!
Di mana?
Di tempat kau menaruhnya.
Aku sudah bicara dengan spesialis tentang gejalamu
dan mau merujukmu untuk tes demensia dini.
Tolong segera hubungi kantorku untuk buat janji.
Begitulah.
Dia cuma mau merujukmu untuk menjalani tes.
...
Semoga saja.
Sudah malam.
Mau tidur?
...
Nanti aku kesana.
Oke.
Hai, perkenalkan DC Lawson.
Menyelidiki pembunuhan di Howden Moor,
dan ada orang yang dicurigai pernah kuliah di sana.
Kalau ada informasi darimu, sangat dihargai.
Hai, namaku Cass Anderson.
Kami baru saja memasang alarm.
Bisa email-kan kontraknya?
Sepertinya tercecer.
Ya, Cass Anderson. Anderson.
...
Bagaimana kalau kita ngeteh?
Kedengarannya enak. Terima kasih.
Syukurlah kau datang.
Bagaimana kabarmu?
Baik.
Masih sedih soal Jane, aku yakin kau juga begitu.
Masih begitu sulit dipercaya.
Sesekali aku bantu Alex mengurus anak-anak.
Baik banget. Rachel bilang kau kenal Alex.
Dulu kami seanggota klub.
Boleh aku tanya?
Tentu. Apa?
Jane punya teman kerja?
Pastinya.
Sahabatnya adalah Kelly Duffy.
Dia seorang akuntan.
Aku mau bicara sama dia. Bisa kau kenalkan aku?
Bisa minta Rachel kenalin aku.
Oh, tidak. Jangan suruh Rachel.
Apa?
Jangan kasih tahu Rachel tentang Kelly.
Kenapa?
Tahu tidak?
Kalau minum anggur saja, bukan teh?
Akan kuceritakan tapi jangan beritahu ke siapa-siapa,
terutama Rachel.
Aku janji.
Dia berselingkuh dengan suaminya Kelly...
beberapa tahun lalu.
Akhirnya bercerai.
Apa?
Aku tak percaya. Rachel tak mungkin begitu.
Percayalah, memang itu benar.
Dulu mereka sering pergi ke Italia.
Dia memang suka Italia.
Dulu dia seminggu sekali ke sana.
Dia selalu bilang ke Kelly kalau dia pergi urusan bisnis.
Seminggu Kelly mengikutinya ke sana.
Jadi Rachel sama Jane pasti saling kenal.
Apa?
Ya Tuhan.
Ibu Anderson?
Ya.
Kau mau tanya kejadian kecelakaan itu?
Sebenarnya, bukan kecelakaan.
Ada yang mau menabrakku di jalan.
Tapi aku heran kenapa tak rusak parah.
Apa memang perlu hubungi polisi?
Ya. Biar ada buktinya.
Maaf, petugas.
Aku berusaha menghindari mobil itu,
jadi tak sempat melihat plat nomornya, tapi...
Tahu merek dan model mobilnya?
Ya, itu SUV besar hitam dan kacanya hitam semua.
Yakin bukan orang yang mau nyalip?
Jalannya gelap. Orang-orang bisa ngebut.
Aku yakin sekali...
itu bukan orang yang mau nyalip!
Lihat mobilku!
Kau tak ingat kejadian minggu lalu.
Truk pengiriman? Aku memintamu mundur.
Itu kerusakan lama.
Maaf, petugas.
Kadang istriku sering lupa.
Tidak.
Tidak, ini tak ada hubungannya dengan ingatanku.
Aku ingat jika ada yang mau menabrakku di jalan.
Biasanya kau lupa.
Terima kasih atas waktunya.
Kau sudah bikin malu aku.
Ayolah, Cass.
Mungkin itu cuma orang yang mau nyalip.
Terima kasih atas dukungannya.
Sayang, kau punya gejala demensia dini.
Kau sakit. Kapan kau mau menerimanya?
Aku tak bermaksud begitu. Maaf.
Halo.
Ibu Anderson?
Ya.
Hai, ini Amy...
dari Castle Wells Protection Services.
Maaf, kayaknya aku berikan...
kontrak yang salah kemarin.
Maksudmu?
Saat aku masukkan berkasnya,
kutemukan kontrak kedua.
Apa suamimu tanda tangan duluan, lalu ibu?
Kontrak kedua.
Bisa kau kirimkan padaku?
Aku tadi mengirimnya ke emailmu.
Terima kasih.
Oke, jadi yang baru kau kirim itu aslinya,
dan yang kemarin itu lampirannya?
Itu bukan lampiran.
Tapi kontrak kedua.
Suamimu tanda tangan duluan, baru Ibu?
Aku tak tahu.
Tanggal berapa aku tanda tangani?
Tanggalnya pas pemasangan.
Tapi aku tak ada di kota hari itu.
Hei.
Hei.
Hai.
Sedikit Sauvignon blanc saja.
Tambah rose-nya lagi.
Ada apa?
Matthew.
Dia belakangan ini cuek sekali, dan mungkin...
Mungkin dia selingkuh.
Ini cuma perasaan saja atau ada sesuatu?
Cuma perasaan saja,
tapi sikapnya mulai berubah.
Makasih.
Firasatmu biasanya benar.
Kau harus sewa detektif swasta.
Benarkah?
Ya.
Jika dia selingkuh, kau ada buktinya,
jika tidak, kau akan tahu.
Ada yang hebat. Nanti aku SMS.
Tentu saja.
Kirim saja infonya. Aku pikir-pikir dulu.
Akan kukirim.
Aku tak pernah mempercayai Matthew.
Belakangan ini banyak yang terjadi.
Aku tidak akan menyalahkannya.
Pernah mengalaminya?
Seperti...
Perselingkuhan?
Itu pertanyaan sulit untuk ditanyakan.
Benarkah?
Tapi jawabannya "ya" atau "tidak".
Pertanyaan tak terlalu sulit.
Tidak semua perselingkuhan itu sama.
Oke, aku tak bisa jawab.
Kita bahas ini lain kali saja,
saat kau tak ada masalah lagi.
Aku mau ke kamar mandi.
Sudah. Makasih.
Bagian hukum masih menunggu kita mengirimkan salinannya lewat email.
Kita bisa selesaikan sebelum...
tutup kantor di New York, tapi...
Sebentar.
Maaf.
Ada tugas darurat di kantor.
Boleh aku duluan?
Tak apa.
Tapi aku mau selesaikan pembicaraan ini, oke?
Ya.
Makan sianglah dulu.
Baik. Aku ke sana.
Ini sudah jam 5 sore.
Sepertinya aku harus kembali. Nanti kuhubungi lagi.
Aku akan pulang larut malam. Mau dibawain makan malam?
Aku mau ketemu Andy di bar. Telepon kalau sudah di rumah.
Sabarlah.
Tak lama lagi selesai. Janji.
Beri tahu apa yang terjadi.
Aku menunggu dia datang.
Ini harus segera diakhiri.
Setuju. Sekaranglah waktunya.
Ada masalah.
Ada yang melihat kita.
Aku ketemu dia Jumat malam di Blackwater Lane.
Kurasa ada yang melihatku di Blackwater.
Aku kenal mobil itu.
Kau di sana?
Halo?
Halo?
Sial, menikam seseorang itu hal biasa,
tapi menggorok leher pakai pisau besar?
Itu mengerikan.
Kita harus akhiri ini.
Setuju. Sekaranglah saatnya.
Ibu Anderson?
Ibu Anderson!
Ibu Anderson!
Ibu Anderson!
Tolong kirim ambulans ke jalan 14 Old River!
Kutemukan guruku!
Ini darurat! Cepatlah datang!
Pak Anderson.
Maaf, ada kejadian.
Ada apa? Di mana istriku?
Aku mau ambil makalah untuk kelasku.
Aku merasa ada yang tak beres,
jadi aku cari dia.
Apa? Maksudmu apa?
Dia tadi tergeletak di sana. Darah di mana-mana.
Di mana dia?
Dia tak selamat.
Sudah dilarikan ke rumah sakit.
Maafkan aku.
Tidak.
Dia sangat suka rumah ini.
Ini bukanlah rencananya. Rachel.
Ini sudah semakin di luar kendali.
Aku tahu.
Ini bukan saat yang tepat. Kita harus cari ponselnya.
Itu karena ada suara di rumah ini.
Ada orang di sini.
Hei!
Masuklah, Cass.
Hubungi ambulan untuk John.
Sejak kapan kau selingkuh dengan John?
Apa?
Itu takkan berhasil, Rachel.
Ponselmu sama aku.
Itu bukan ponselku. Ponselmu.
Itu ponselmu! Ya, benarkah!
Ponsel yang kau pakai sms ke suamiku.
Benar, Matt?
Benar, Matt?
Kenapa kau lakukan ini?
Tidak ada yang lakukan ini.
Kau mengalami gangguan lainnya.
Tak bisa dipercaya.
Kau sakit, Cass.
Kau tak pernah sehat.
Kau mau aku percaya itu, kan?
Kau memang kompetitif.
Tapi selingkuh dengan suamiku?
...
Saat kau beli rumah ini, itu juga kompetitif?
Untuk mempermalukanku?
Mempermalukanmu?
Asal tahu saja, aku tak selingkuh dengan suamimu.
Apa?
Cass, maaf.
Rachel, ini harus dihentikan.
Aku lebih mengenalnya daripada kau.
Kita harus hentikan. Dan melepaskannya.
Dia tak peduli padamu.
Dia cuma peduli pada dirinya. Percayalah.
Warisan yang kau terima,
pernah kau berbagi sepersen pun dengan orang lain?
Jadi itu masalahnya?
Uang?
Tidak, bukan begitu penilaianku.
Tapi begitu caramu menilai.
Makanya kau berbuat begini?
Masa kau tak tahu, kalau kau butuh apa saja,
aku pasti akan kasih?
Seperti saat kita sekolah dulu?
Kau tahu.
Apa yang tengah menimpaku.
Tahu apa yang menimpa ibuku.
Kau tahu, tapi tak mau bilang.
Tidak, Rachel, kau salah.
Ibuku membantu ibumu.
Tentu saja aku tak bilang apa-apa.
Aku tak mau mempermalukanmu.
Sakit hatimu, kau selalu berusaha balas dendam.
Setelah semua yang sudah dilakukan keluargaku padamu.
Keluargamu tak berbuat baik padaku.
Keluargamu tak bisa lagi menyakitiku.
Jangan sentuh aku!
Jangan...
Jangan menyentuhku!
Matthew!
Ini ulahmu!
Ini ulahmu!
Cukup!
Mundur.
Siapa saja bantu dia!
Mundur!
Tolong bantu dia!
Tolong bantu dia!
Tolong bantu dia!
Kami berusaha menahan Cass, tapi dia mengamuk.
Jujurlah.
Kau dan Matthew sudah saling kenal...
sejak lama, kan?
Sejak kuliah?
Kau ikut kuliah ilmu komputer...
dan dia asisten dosennya.
Tapi Cass tak ikut kelas itu.
Dia tak pernah ketemu Matthew...
sampai ibunya meninggal.
Tapi kau yang atur pertemuan acara ekspat itu.
Kamu bujuk dia pergi. Dia terpancing.
Kutuntut kau atas pembunuhan Jane Walters,
tapi sepertinya akan ada tuntutan lainnya lagi.
Berdasarkan bukti apa? Aku di New York.
Aku sudah cek daftar penerbangannya.
Kau tak pernah ke New York,
dan Matthew tak pernah kerja di kilang.
Kau yang bunuh Jane.
Terima kasih.
DITERJEMAHKAN COMELMUEWA
Untungnya, John tak kenapa-napa.
Tapi Matthew tidak selamat.
Dia tewas malam itu.
Dan Rachel sudah akui semuanya.
Mereka sudah lama saling kenal.
Tak lama setelah aku depresi,
Rachel dan Matthew bertemu dan merencanakan...
agar aku terlihat dan...
merasa mengalami demensia dini seperti ibuku,
agar aku mau bunuh diri.
Semuanya berjalan sesuai rencana sampai Jane melihat mereka di kantor...
dan bertemu Matthew saat makan siang bersamaku.
Tapi Rachel, orangnya cerdik,
membunuh Jane dan menjadikanku tersangka.
Tapi aku curiga,
dan Matthew sangat antusias berbagi teori...
Dr. Deakins soal demensia dini denganku.
Mereka sangat kejam memanfaatkan yang kualami...
dengan ibuku yang sudah meninggal.
Aku mulai sadar kalau aku dalam bahaya selama ini.
Lalu kutemukan kamera.
Dan memutuskan membalikkan keadaan.
Kubuat rencana.
Aku telepon John sama DC Lawson,
dam minta tolong Andrew juga.
Aku butuh orang yang...
jago berakting.
Aku tahu Matthew dan Rachel pasti mengawasinya,
dan akan kembali untuk pisau dan ponsel itu.
Pak Anderson, maaf aku mau beritahu...
ada kejadian.
Yang menakutkan, mereka hampir berhasil.
Aku berduka atas Jane.
Bahkan sampai sekarang, aku masih merindukan Rachel,
semua tawa dan tangisan yang kami lewati bersama.
Aku juga merindukan Matthew,
meski dia tak pernah mencintaiku.
Tapi mereka sudah merencanakannya dari awal.
Akhirnya,
aku sadar ada tiga hal yang pasti.
Jika kau menyimak, jawabannya pasti ada.
Semua akan terjadi pada waktunya.
Dan kau jauh lebih kuat dari dugaanmu.
MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO WD PASTI DI BAYAR TEMUKAN KAMI DI GOOGLE
KETIK BEBAS69 ATAU https://cutt.ly/bbs_login
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.