Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Originally Text by : - Born3o -
Translated By : Faisal Malmsteen @exploreyourbrain.com
"Tidaklah cukup bahwa Aku berhasil: Yang lain harus gagal "
- Genghis Khan -
Pada tahun 1200-an muncul seorang laki-laki yang begitu ditakuti atas kekejaman
dan kelicikannya yang mampu ia tunjukkan sebagai...
Pembangun kekaisaran terbesar yang pernah dikenal manusia,
Genghis Khan - dihormati sebagai pendiri Kekaisaran Mongol.
Yang membuat sejarahnya dari pelana kuda yang tak dapat di hentikan,
Genghis Khan dan penunggang kuda tangguh nya menjadi dikenal
Keahlian keduanya yang tak henti-hentinya mereka punya adalah sama baiknya
pembantaian besar-besaran seluruh penduduk sipil dilakukan oleh mereka.
Dalam hidupnya ia mengatur orang-orangnya kepada jalan itu.
Akhirnya melihat mereka mengendalikan sebagian besar China sekarang ini,
Rusia, Asia Tengah, Timur Tengah dan Europa Timur.
Tapi di tahun 1219 saat ia memimpin Mongol, memaksa Barat sekali lagi
untuk melakukan pertempuran menghadapi musuh yang tak bisa di kalahkan;
ketakutan yang semakin meningkat Jika ia akan mati sendirian.
KERAJAAN PENAKLUK
Kakek, Apa kita sudah di kota di mana matahari terbenam?
Tidak, masih jauh.
Ketika kita sampai di sana, Aku akan tumbuh dewasa.
Benar. Setiap orang Mongolia tumbuh di jalan.
Kita terus bergerak selama kita masih hidup, sampai kita mati.
Apa artinya "mati"?
"Mati" adalah ketika Kau berhenti bergerak.
Kakek, mengapa kita terus bergerak ke arah ini?
Karena di situlah musuh kita berada.
Jangan berhenti!
Mereka membunuh utusan perdagangan kita
dan sekarang Sang Pencipta ingin kita menghukum mereka
karena arogansi dan kebodohan mereka.
Ketika Aku tumbuh dewasa, aku akan berjuang melawan musuh mu, Kakek.
Kau harus memburu musuh mu
dan runtuhkan tembok kota mereka
sehingga rumput dapat tumbuh di tempatnya,
dan sehingga kuda mu dapat berlari bebas.
Naya, buka mata mu!
Lihatlah aku, Naya!
Khan Agung, Kau harus kembali.
Waspadalah terhadap wabahnya.
Naya?
Pihak barat mengumumkan militernya diporak-porandakan oleh wabah.
Ketika Kheshig komandan Naya menyerah pada penyakit ini,
Khan Agung mulai takut akan kematiannya sendiri.
Khan Agung, ini obat wabah mu.
Selama musuh ku masih hidup,
Aku tidak akan mati.
Khan Agung, Yelv Chucai meminta Aku untuk memberitahu mu
bayinya mungkin terinfeksi dengan wabah.
Dia harus dijauhkan dari ratu mu.
Tidak!
Anak ini tiba di waktu yang salah.
Tangisannya melemahkan hatiku.
Pergi carikan untuknya keluarga yang baik.
Dengan berkat dari surga, ia akan bertahan
dan suatu hari nanti akan menjadi orang besar.
Ratu ku.
Jenggot panjang .
Apakah aku...
terlihat tua oleh mu?
Aku mungkin sudah tua,
tetapi meskipun demikian, Aku masih memiliki jalan panjang untuk pergi.
Tidak ada yang bisa menghentikan
Khan agung untuk ekspansi ke barat.
Haruskah gangguan dan wabah penyakit menjadi kendala?
Pengawal kerajaan Naya Khan agung meninggal karena wabah.
Aku diperintahkan untuk mengambil tugasnya?
Dan mencari biarawan agung Tao,
Orang bijaksana dimusim semi yang abadi, Qiu Chuji.
Qiu bijaksana memiliki reputasi dunia,
dan semua orang tahu dia di dataran timur.
Aku berharap untuk membujuknya meredakan ketakutan Khan agung akan kematian.
Kami bepergian siang dan malam ke arah matahari terbit.
13 kuda meninggal karena kelelahan.
Dan setelah tiga musim berlalu,
Aku akhirnya melihat laut yang melegenda.
Siapa yang datang?
Utusan Khusus untuk Genghis Khan, Liu Zhonglu.
Aku datang untuk membawakan undangan dari Khan Agung untuk Guru Qiu,
untuk menginstruksikan dia ditempatnya.
Dimana Khan Agung?
Khan Agung sedang bepergian ke barat
dan sekarang berkampanye di Khwarezmia.
Guruku sudah lanjut usia dan tidak dapat melakukan perjalanan.
Kami harus menolaknya.
Tunggu!
Berikan pada tanamannya sedikit saja. Simpan airnya
- Untuk orang-orang yang menuruni gunung. - Jalan!
- Jalan! - Bawa Aku ke Qiu Chuji.
Tunggu.
Aku Qiu Chuji. Kau bisa membiarkannya pergi.
Dengar, orang tua,
Aku mencari Orang bijaksana dimusim semi yang abadi, Qiu Chuji.
Dan Aku adalah orang bijaksana dimusim semi yang abadi, Qiu Chuji.
Aku minta maaf, Guru. Aku minta maaf.
"Aku menanyakan Guru Qiu,
Kau yang merupakan perwujudan dari jalan,
dan selaras dengan semua yang ada di dalam dan di bawah surga,
yang kebijaksanaannya melebihi pengetahuannya,
yang mengantarkan namanya dalam tanggungan ketinggian,
yang telah bermeditasi lama di lembah-lembah yang tersembunyi dalam bayangan.
Oleh karena itu Aku telah dikirim Jendral Liu
dengan pendamping dan kereta kuda untuk meminta
Dirimu untuk menunda berada dalam kehidupan abadi mu?
Dan membuat instruksi diriku?
Dalam rangka tugas utama mu
karena hal ini menyinggung ketidak benaran,
Lingkungan mu, atau kepemimpinan mu yang lebih baik.
Atas perintah Genghis Khan. "
Kehormatan yang telah diberikan kepada ku
oleh Khan Agung
jauh lebih besar dan lebih mulia daripada layaknya orang tua seperti ku dapatkan.
Guru, kapan Kau siap untuk berangkat?
Aku akan siapkah pendamping mu.
Apakah Aku pergi atau tidak tergantung pada kemauan surga.
Guru, bodohya Aku, Aku meminta klarifikasi.
Wendeng menderita kekeringan terburuk dalam satu abad.
Aku harus berdoa agar hujan di sini.
Ketika surga mengambil rasa kasihan pada orang-orang di Wendeng
dan memberikan mereka hujan,
maka Aku akan mengikuti mu dan orang-orang mu ke barat,
tanpa penundaan atau protes.
Guru, Kau tahu bahwa titah Khan Agung harus ditaati.
Kau telah melintasi gunung dan sungai,
perjalanan mu panjang. Kau harus beristirahat.
Guru? Guru.
Guru! Guru!
Seorang utusan dari Kekaisaran Jin
meminta kehadiran mu di ibukota mereka.
Dan duta Song meminta bimbingan mu di Luoyang.
Mereka datang dengan penuh kehormatan.
Katakan kepada mereka bahwa sekarang
tanaman kami sedang sekarat
di bawah kekeringan yang parah,
dan kecuali mereka dapat memberikan ku sungai yang deras,
Aku tak akan melihat salah satu dari mereka.
Khan Agung, kaki mu dingin hari ini.
Aku sangat tua. Darahku tidak mengalir dengan baik.
Hoelun, beberapa hari terakhir ini
Aku telah bermimpi tak sesuatupun kecuali kematian.
Aku merasa bahwa Aku benar-benar menjadi tua.
Khan Agung, Kau tidak tua.
Kau tidak akan pernah menjadi tua.
Kau telah bepergian begitu lama.
Kau hanya lelah. Itu saja.
Tidak peduli berapa lama jalan ini, aku tidak bisa berhenti.
Hoelun...
dengan mu di sisiku, Aku tak akan pernah menjadi orang tua.
Istri Khan Agung adalah satu-satunya
yang bisa memahami dirinya.
Dan dia akan bersamanya selalu
sampai akhir perjalanan yang tak berujung.
Khan Agung mengatakan ini adalah nasibnya.
Menyingkir! Menyingkir!
Apa yang kamu lakukan?
Lihatlah.
Jika langit tidak akan memberikan kami hujan,
jangan salahkan guru ku jika tetap tinggal.
Satu-satunya surga atau Tuhan yang Aku kenali
adalah Genghis Khan, dan perintahnya adalah hukum.
Bawa aku ke barat dengan mu sebagai gantinya.
Apapun Khan Agung yang ingin tahu
Aku sendiri mampu memberinya.
Khan menginginkan satu orang, dan itulah Guru Qiu.
Kekeringan akan membunuh kami apakah dia pergi dengan mu atau tidak,
Jadi mengapa tidak menyelamatkan masalah dan membantai kami sekarang
Dia benar! bunuh kami semua!
Ya, bunuh kami semua!
Jika Kau berani marah kepada Khan Agung,
itulah apa yang akan terjadi!
Itu sudah cukup!
Khan Agung, Aku datang kepada mu dengan kabar aneh.
Pada waktu subuh, muncullah binatang yang tidak biasa
dan menawarkan beberapa petunjuk.
Dikatakan kita harus kembali ke timur.
Jenggot Panjang. kau melihatnya?
Tidak. Perawat kuda mu, Batu melihatnya dengan matanya sendiri,
serta penjaga malam mu Hadahei.
Mereka tidak berani memberitahu mu itu langsung, Pak,
sehingga mereka menceritakan pada ku.
Dan apakah Kau percaya?
Mereka mengklaim telah melihatnya dengan mata mereka sendiri
dan Aku tidak berani tak mempercayai mereka.
baiklah, bawa mereka untuk memberitahu ku langsung.
Ya. Kalian boleh masuk.
Khan Agung,
tangan Aku hanya pernah memegang pena menteri.
Aku tidak tega untuk mencambuk orang-orang ini.
Kasihanilah, Yang Mulia!
Khan telah menerima bisikan mereka ke telinga kiri dan kanannya,
menggambarkan apa yang mereka lihat.
Apa yang mereka gambarkan tentu saja berbeda.
Khan Agung, kalau ada yang harus dicambuk,
Lalu biarkanlah orang itu aku. Aku meminta mereka untuk berbohong kepada mu
karena aku merasa aku tidak punya pilihan lain.
Wabah membinasakan kita
dan para prajurit merindukan rumah.
Khan Agung merendahkan tidak lebih dari seorang pembohong.
Khan Agung merendahkan tidak lebih dari pembohong.
Pada hari itu Aku merekomendasikan mu ke Khan Agung
dan dia mengampuni keduanya sekaligus.
Ia memerintahkan Yelv Chucai untuk menyusun sebuah dekrit?
Dan memberi Aku keretanya untuk membawa mu kembali.
Kau meminta untuk tahun terakhir ku.
Guru, tetap disini!
Aku pernah mendengar legenda bahwa Kau telah berumur 300 tahun.
Kau sungguh bijak.
Aku telah tinggal di Gunung Kunyu begitu lama?
Dengan serigala dan harimau
bahwa kami telah mencapai pemahaman,
dan kami tak pernah saling mengganggu.
Tidak ada yang ajaib.
Aku harus bertanya lagi, Kapan Kau akan siap untuk berangkat?
Mari kita selesaikan minumnya dulu.
Guru, jika Kau tidak pergi, hidup ku berakhir sudah.
Kehendak Khan Agung tak bisa ditolak.
Dan darah di pembuluh darahku,
mengalir hanya untuk dia.
Menghormati jalan adalah kebajikan.
jalan menciptakan segala sesuatu
dan bentuk segala sesuatu dengan kebajikan.
jalan adalah terpisah dan tidak terpisahkan.
Itu tidak memiliki awal dan akhir,
Jauh berlari melewati waktu
Jangan bersedih.
Kalian harusnya merasa bahagia kepada ku.
Perjalanan ku ke barat adalah untuk kebajikan
dan untuk menyebarkan jalannya.
Laozi pergi ke barat pada umur 70 tahun. Aku mengikuti keteladannya.
Guru, silahkan bawa kami bersama mu!
Aku memiliki perjalanan panjang di depanku
dan Aku mungkin tidak membuatnya sampai akhir.
Bahkan seandainya bisa, Aku mungkin saja sudah tak hidup.
Aku sudah tua dan Kalian semua masih muda.
Tinggal di sini dan awasi Gunung Kunyu.
Kalian harus menemukan jalan-jalan kalian.
Aku mohon kembalilah.
Berhati-hatilah.
Aku mohon kembalilah.
Mari kita pergi.
Menghalangi kereta Khan Agung adalah kejahatan.
Minggirlah sekarang!
Minggir!
Guru? Guru!
Guru.
Dan peti mati ini? untuk siapa?
Perjalanan ke depan sangat panjang, Guru.
Jika Kau tidak menyelesaikan perjalanan dalam waktu satu tahun,
maka peti mati ini untuk mu. Dan untuk ku
jika Kau tidak membiarkan murid mu mengikuti mu.
Ini adalah rasa malu.
Kalian berdua, hentikanlah.
beristirahatlah!
Perintah mu adalah tugas kami, Guru Qiu!
Sambut tamu. Masuklah!
Perintah mu adalah tugas kami, Guru Qiu!
Salam.
- Hey, Kau! - Ya?
Bagaimana Kau tahu Qiu Chuji bersama kami?
- yah - - Karena aku yang mengatakan kepadanya.
Kau, pergi dan persiapkan baskomnya untuk tamu kita.
Ya, Bu.
Aku mendengar tentang siapa yang datang untuk 100 li disetiap arah,
dan sebulan lalu beberapa pengelana mengatakannya kepada ku
bahwa Genghis Khan ingin bertemu Qiu Chuji.
Dan dia harus melewati Tebing rubah.
Aku akan mengikat kuda-kudanya di belakang.
Aku akan membawa makanan dan air untuk mereka.
Guru, kau di sini. lewat sini, silakan.
Hey.
Siapa orang-orang ini?
- Bagaimana ku tahu? - Bawa mereka ke sini!
Hah? Bukankah kau hanya tinggal -
Setiap orang yang datang kedalam adalah tamu, tak peduli siapa mereka.
Kita hampir selesai di sini. Kau dapat masuk ke dalam sekarang.
Jika Aku tidak takut akan seorang pria besar seperti mu,
apa yang kau takutkan?
Apa yang kau lakukan di sini?
Menemani mu.
Mereka yang dijalan itu, melihat melewati keinginan duniawi.
Guru bisa mengatakan bahwa Kau telah melalui kesulitan.
Jika Kau membutuhkan sesuatu, cukuplah bertanya.
Bawa aku. Aku ingin pergi bersama mu.
Dengan surga sebagai saksi ku, Ampuni aku.
Ke mana Kau ingin pergi?
Kampnya Genghis Khan... untuk mencari suami ku.
Aku mendengar Qiu Chuji diundang untuk mengunjungi Genghis Khan,
jadi Aku sudah menunggunya.
Guru tidak bepergian dengan wanita,
tapi aku bisa menyampaikan pesan untuk mu.
Suami ku mengirimi ku surat tahun lalu...
mengatakan ia ingin bertemu denganku.
Bandit!
Bandit!
Kalian berlima, ke sinilah!
Kita harus membunuh mereka semua!
Cepat!
Tunggu!
Hai Orang tua, Apakah itu Pukulan angin terbang?
yang baru saja aku saksikan?
Aku takut kau akan menyakiti hatinya, jadi Aku mencegah mu,
untuk tidak berbuat lebih. Teramat berharga untuk disebutkan.
Apakah Kau pernah mengunjungi Gunung Kunyu dari lautan timur?
Aku telah tinggal di sana selama 46 tahun.
Dan kau mengenal sang bijaksana Danyang?
Maksud mu Sang bijaksana Ma Danyang si giok?
- Huh. - Kami satu perguruan.
Guru Ma datang dari desa yang sama seperti ku.
Keadaan memaksa ku melakukan pekerjaan ini.
Keanggunan wanita ini dan kecantikan luhurnya
membuat Aku ingin menikahinya.
Aku tidak punya niat menyakiti dirinya, aku bersumpah!
Aku sudah lama mendengar kemampuan legendaris
Sang bijaksana musim semi abadi
dan Aku tidak memiliki kehormatan yang lebih besar
daripada menyaksikannya hari ini.
Kau tidak salah.
Akulah Sang bijaksana musim semi abadi. Aku Qiu Chuji.
Semua yang lewat sini tahu kebajikan mu
dan keterampilan mu di jalannya.
- Guru, terimalah busur ku. - Tidak perlu.
Membiarkan mereka pergi sudah cukup bagi ku.
Bebaskan mereka semua!
Guru, Aku minta bantuan mu.
Kasihanilah Aku dan bawalah Aku bersama mu dalam perjalanan mu ke barat.
Aku akan melayani mu di sepanjang jalan.
Aku akan melakukan apa pun. Aku akan melakukan apapun yang Aku bisa.
Membuat barang tiruan bisa membuatmu terbunuh.
Aku tidak melakukan ini untuk waktu yang lama.
Tanganku belum sembuh.
Kau bisa membuatnya lagi.
Kau tidak menyukainya?
Khan Agung, Aku suka apa pun yang Kau suka,
tapi itu agak sedikit longgar.
Hoelun ku, Kau lebih kurus.
Aku suka melihat wajah mu bulat dan penuh dengan kehidupan.
Aku suka melihat mu mengenakan pakaian terbaik di dunia,
Berjalan mengendarai bumi ini dengan kereta yang paling indah.
Jadi, katakan padaku, apa yang Kau inginkan?
Jika Aku bisa mengikuti mu, Khan Agung,
maka Aku tidak punya keinginan lain.
Tapi aku merindukan aroma bunga dari tanah air kita...
bunga padang rumput kita.
Langkah demi langkah menyeret, melalui salju,
hujan es, hujan, dan matahari,
Chuji Qiu meminta ku menceritakan tentang Khan Agung sepanjang jalan.
Dia ingin tahu semuanya yang aku ceritakan tentang Genghis Khan,
kecuali cerita perang dan cerita tentang kematian.
Siapa yang Aku dengar sedang menangis?
Guru, aku takut cuaca membuat mu membayangkan sesuatu hal.
Aku mendengar isak tangis datang dari arah itu.
Tentara mu membantai mereka.
Itu adalah suara surga yang sedang menangis.
Pergi dan beritahukan orang-orangmu untuk mengubur semua mayat ini.
Aku ingin melihat mereka dikuburkan dengan dua mata ku sendiri.
Mustahil. Mereka terlalu banyak.
Hal ini lebih mudah, mengubur seorang pria daripada membunuhnya.
Guru.
Mereka yang di jalan itu tak boleh meninggalkan tubuh yang tak terkubur.
Aku akan duduk di sini dengan mu...
dan mengawasi setiap mayat dikuburkan dalam tanah.
Atau... Aku menolak untuk pergi lebih jauh.
Dimana Sang bijaksana musim semi abadi?
Khan Agung,
Qiu Chuji telah mencapai dataran Mongolia.
Jika kita terus menuju barat,
maka Aku takut enam bulan dari sekarang,
ia tidak akan dapat mengejar, tertinggal oleh kita.
Kirim pendamping untuk bertemu dengannya.
Baru saja tubuhku merasakan seringan bulu.
Rasanya seperti aku sedang mengambang
dalam sebenar-benarnya keheningan.
Aku tidak berpikir Aku masih berada di sini
ketika Aku membuka mata ku.
Surga tidak tahan kehilangan dirimu, Guru.
Jika surga membuat ku tetap di sini,
ia punya sesuatu yang harus Aku lakukan.
Dan apa yang membuatku takut adalah bahwa Aku mungkin tidak memiliki kekuatan
atau kemauan tersisa untuk melakukannya, yang akan mengecewakan surga.
Guru, Aku akan menghargai bimbingan mu selama Kau dapat memberikannya.
Berapa lama kita telah bepergian?
Selama setahun, Aku percaya.
Mmm.
Katakan padaku.
Jika Aku harus mati di sepanjang jalan ini,
Maukah Kau terus pergi ke barat tanpa ku?
Ya.
Aku tahu kau mau.
Papan berikutnya. Yang satu ini sangat baik.
Pada hitungan ketiga!
Papan berikutnya!
Khan Agung mempunyai Pengrajin perak ini untuk membuat sabuk
dengan perhiasan terbaik di dunia. Silakan mencobanya.
Kau bilang kau pengrajin perak?
Aku pengrajin perak, tapi tangan ku terluka dan Aku -
Kau adalah salah satu yang memotong jari mu sendiri.
- Kau tak punya keterampilan sama sekali! - Penipu.
Kau seorang tahanan sekarang. Jalan!
Pergi!
Terus jalan.
Kita harus mencari perlindungan! Ayo!
Jangan berhenti bergerak, cari perlindungan!
Lindungi Guru. Terus bergerak, ikuti Aku.
Berhenti di sini!
Serang! Ayo!
Bunuh mereka!
Tunggu.
Aku hanya membawa satu peti mati bersama ku.
Hal ini tidak bisa menampung seluruh mayat ini.
Guru, Kau melihatnya.
Mereka ingin membunuh kita. Aku tidak ingin mereka mati.
Jika kita bebaskan mereka,
mereka akan mengikuti kita untuk membalas dendam.
Jika kita membawa tahanan-tahanan ini bersama kita,
kita akan kehabisan makanan sebelum kita bahkan sampai ke sana.
Jika Kau membunuh mereka, Kau membuatnya lebih haus akan balas dendam.
Kita manusia mati. Dendam kita tidak.
Mereka tinggal dalam darah, turun-temurun.
Untuk melaksanakan perintah Khan Agung,
itu harus dilakukan. Bunuh mereka!
Kau membunuh...
karena Kau takut.
Aku tidak takut apa pun.
Rasa takut adalah takut, Kau lihat.
Dan tak ada kesamaran akan hal itu.
Di balik topeng pembalasan, tak ada apa-apa kecuali rasa takut.
Dan tidak ada yang menyinggung surga lebih...
dari ketakutan tak berdasar.
Misi mu dari Khan Agung itu bukan pembunuhan.
Jika Kau membiarkan mereka pergi,
misi mu akan memiliki berkat Tuhan.
Jika tidak...
Aku tidak akan membiarkan mu menyelesaikan misi mu.
Lihatlah.
Tidak, tunggu.
Aku seorang pria sekarang.
Jika Kau ingin menyelamatkan hidupku, bawa Aku bersama mu.
Jika tidak, maka bunuhlah aku.
Sutra, sutra yang indah!
Kota Chinghai
Translated By : Faisal Malmsteen @exploreyourbrain.com
Ketika Genghis Khan terjebak di sungai Banzhu ,
dia meminta bantuan ku.
Aku memberinya segala binatang yang Aku miliki
untuk memberi makan dia dan anak buahnya.
Pada hari itu, Genghis Khan berjanji padaku
bahwa Aku akan memiliki kota ku sendiri suatu hari , eh?
Khan Agung memegang janjinya.
Hah? Lihatlah di sekitar mu!
Bolehkah Aku bertanya, apakah Kau tahu
dimana Genghis Khan saat ini?
Khan Agung yang tak terkalahkan telah menaklukkan Samarkand
dan melanjutkan perjalanannya ke barat.
Kau sudah terlalu banyak minum alkohol.
Mengapa Aku merasa sendirian bahkan ketika Aku dengan mu?
Kau membenci ku.
Aku tidak ingin Kau terkena wabah dan meninggalkan Aku.
Aku ingin kau bersamaku sampai kita mencapai kota di mana matahari terbenam.
Khan Agung, ada surat mendesak dari Qiu Chuji.
Otrar menggigil ketakukan pada kekuatan Khan Agung.
Mereka telah sepakat untuk menyerah.
Wabah terus merusak kita.
Korban kita sudah terlalu banyak.
Aku pikir kita harus tinggal di sini untuk beristirahat?
Dan mengumpulkan kekuatan kita.
Dan di mana Guru Qiu Chuji sekarang?
Dia telah tiba di kota Cinghai dengan para pengawal,
dan mengatakan tak ingin pergi lebih jauh lagi.
Dia meminta agar Kau melakukan perjalanan ke sana untuk bertemu dengannya sebagai gantinya.
Jenggot panjang...
tulis bahwa Aku tidak akan menemuinya di sana
tapi aku akan menunggu di sini untuknya.
Setelah menerima dekrit kedua
dari Khan Agung,
butuh lebih sering membujuknya untuk meyakinkan Guru agar pergi.
Kelaparan pengungsi berbaris di jalan
melintasi pegunungan bersalju di depan kami.
Guru menanggung kelaparannya sendiri,
tapi ia memberi mereka makan dengan persediaan kami,
dan segera tampak bahwa pasokan gandum kami akan habis.
Jangan beri mereka lagi!
Bagaimana kita akan bertahan tanpa makanan?
Kita akan melewati gunung!
Aku tidak akan melihat mereka mati dan tak melakukan apa-apa.
Guru!
Guru! Guru.
Aku mohon makan ini.
Dia menolak untuk makan sesuatu.
dan dia bahkan tak akan melihat dendeng kami.
Dia bilang dia bisa mencium darah di gandum
yang tentara kami bawa
Dia mengatakan dia akan lebih cepat mati ketika memakannya.
Ketika aku melihatnya runtuh di jalan, harapan ku pudar.
- Guru! Guru! - Guru!
Guru, bangun!
Buatlah dia agar mau makan. Aku ingin dia hidup!
Kau alasan dia jadi sekarat.
Kau dan Khan Agung mu pergillah ke neraka!
- Beraninya kau? - Tidak, hentikan!
Jika Kau ingin guru mu hidup, maka ikutilah aku.
Ini dia.
Setangkai teratai salju. Setangkai teratai salju!
Aku tahu ini! Ini adalah teratai gunung salju.
Dapat dimakan dan Kau dapat menggunakannya untuk membuat obat pelega nafas.
Aku telah kehilangan terlalu banyak darah.
Aku tertolong sekarang.
Jangan sia-siakan kekuatan mu.
Tolong lakukanlah sesuatu untukku.
Genghis Khan
ingin berjumpa dengan guru ku
Pil legendaris ini
bahwa pemberian abadi
Pil ini -
berikan pilnya...
berikan pilnya...
Guru, cobalah untuk tidak bersedih.
Aku punya orang-orangku yang akan memulangkannya.
kembali ke Gunung Kunyu untuk dimakamkan.
Dia sudah mencapai keabadian.
Kita bisa mengubur tubuhnya di sini.
Reputasi mu mendahului mu.
Hari ini kita akhirnya bertemu.
Guru, pada usia lanjut mu,
perjalanannya pasti sangat panjang dan sulit.
Aku mengagumi keberanian mu dalam perjalanan mu ke kamp kami.
Aku sudah mendengar banyak tentang mu, Pejabat Yelv.
Sebuah perjalanan yang menyenangkan dan cepat
merupakan hal yang langka.
Khan Agung cemas akhirnya bisa bertemu denganmu.
Dia sudah menunggu di tendanya beberapa lama.
Guru, lewat sini, silakan.
Guru pembimbing jalan telah tiba!
Guru pembimbing jalan telah tiba!
Guru pembimbing jalan telah tiba!
Guru pembimbing jalan telah tiba!
Guru Qiu sekarang menemui Khan Agung!
Dia tidak akan menerima pengunjung lain! Tidak ada pengunjung lain, aku mohon.
Guru. Silakan berlutut.
Khan Agung, maafkan melanggar protokol.
Aku telah lama mengagumi mu, tapi prinsip ku membimbing ku.
Mereka yang di jalan itu hanya berlutut sebelum ke surga.
Baiklah,
Bawa keluar daging dan anggur untuk sang bijak.
Dengan keinginan keberuntungan dan kesehatan untuk semua,
Pencipta Langit biru, karunia disajikan!
Turut dan nikmatilah semua yang Kau inginkan.
Nikmati kambing panggang segar ini, ambil bagian dan nikmati.
Turut dan nikmatilah semua yang Kau inginkan.
Untuk Khan Agung yang memberkati mu dengan karunia kerajaannya!
Hore! Hore! Hore!
Aku berterima kasih kepada Khan Agung...
untuk nya - karena kemurahan-Nya yang besar.
Tetapi Mereka yang di jalan itu tidak mengkonsumsi daging.
Aku telah mendengar bahwa Kau berusia 300 tahun
dan mengetahui semua yang di bawah surga.
untuk itulah Aku akan memanggilmu mu "orang suci."
Tidak, Aku mohon. Itu terlalu berlebihan.
Ketika aku meninggalkan Wendeng, aku berumur 72 tahun.
Sekarang umur ku 74 tahun.
Aku ingin - Aku ingin meminta orang suci
Apakah dia membawa pil keabadian?
Aku hanya punya Jalan untuk memperpanjang hidup.
Tak ada pil keabadian.
Aku - Aku pasti telah salah mendengar
Aku tidak berani menafsirkan!
Kau dengar dengan benar.
Mata orang suci mengatakan padaku semua yang Aku perlu tahu.
Dia mengatakan bahwa tak pernah ada obat keabadian.
Guru mengatakan itu -
bahwa ia hanya punya jalan untuk mempertahankan hidup
- Dan bahwa ia tidak memiliki - - Hmm.
Tidak ada yang menyangka akan mendengar jawaban seperti itu dari Qiu Chuji.
Tidak ada di dunia ini yang lebih menakutkan
daripada keheningan Khan Agung.
Aku mengikutinya dekat di belakangnya,
angin meniup daun seperti pisau yang mencukur wajahku.
Kenapa kau tidak memberinya pil keabadian?
Dia akan memenggal kepala mu!
Buang itu jauh-jauh.
Buka ikatannya! Buka ikatannya!
Lepaskan mereka!
Guru!
Khan Agung mengatakan Kau adalah seorang yang jujur,
orang suci yang hidup!
Khan Agung berpesan...
bahwa tenda akan dibuat untuk orang suci sendiri di sebelah sana !
Ia menyatakan ia akan menerima instruksi orang suci di Jalan!
Khan Agung, Kau datang dari...
tanah sinar matahari yang berlimpah dan sedikit air.
Kau tidak berada dalam kebiasaan mandi.
Kau membunuh dan menaklukkan...
tanpa waktu untuk membersihkan diri mu sendiri.
Ini tidak sehat.
Dalam perjalanan ke sini,
Aku melihat banyak mayat terkubur dan membusuk.
Dengan demikian, wabah terikat untuk berkembang.
Bagaimana rekomendasi mu untuk kita menghentikannya?
Perintahkan tentara mu mandi dan cuci pakaian mereka.
Air memurnikan segala sesuatu.
Aku sarankan ini.
Bagikan ramuan ini kepada orang-orang mu.
Dalam lima hari, wabahnya akan mulai berkurang.
Air adalah karunia ilahi dari Sang Pencipta...
kepada orang-orang Mongolia...
yang mendukung dan memelihara semua kehidupan.
Ia harus diperlakukan dengan hormat.
Ya, Kau berbicara benar.
Khan Agung, air adalah hadiah dari surga.
Ia adalah hadiah yang menopang dan memelihara kita.
Ia adalah sesuatu yang paling lembut
dan substansi lembut yang ada.
Air menyapu noda.
ia menyapu penyakit dan wabah penyakit.
Kebajikan tertinggi meniru air.
Semua tahu...
bagaimana Kau menghargai nyawa tentara mu,
sehingga kebajikan mu pasti harus mampu memiliki airnya sendiri.
Katakan padaku, Orang suci,
apakah ini caramu melindungi kehidupan?
Dan sanitasi, Khan Agung.
Kita tak kan kehilangan apa pun dengan mencoba.
Aku menduga bahwa Kau tidak akan memiliki setiap ramuan keabadian.
Jika obat keabadian memang ada,
Aku akan sudah menghirup teh yang terbuat darinya
dengan Qun Shi Huang dan Kaisar Han Wu.
Tapi jika Kau tahu itu tidak nyata,
lalu mengapa Kau melakukan perjalanan sejauh ini untuk menjumpai ku?
Aku tidak bisa menolak undangan mu.
Dan jika Aku ingat benar,
tidak ada dalam undangan mu, Khan Agung,
menyebutkan ramuan keabadian.
Jenggot panjang, apakah itu benar?
Aku menulis sesuai instruksi, jadi ya, itu benar.
Aku juga mendengar Kau diundang
untuk berkunjung ke Jin dan istana Song oleh raja-raja mereka.
Mereka hanya peduli apakah mereka hidup ataukah mati.
Mereka tidak menunjukkan kekhawatiran bagi rakyatnya.
Ini melanggar Jalan, jadi surga melarang ku.
Bagaimana Kau tahu kehendak langit?
Jika seseorang menghormati surga, orang tidak pernah,
bahkan tidak untuk sesaat,
lupa akan kekaguman orang itu.
Raja Surga menahan ku
dan mengirimkan Aku tanda-tanda untuk memberitahu ku
apa yang harus dan tidak harus dilakukan.
Aku diundang ke sini oleh mu
karena surga memiliki tugas untuk ku,
tidak peduli seberapa jauh aku akan datang.
Siapkan jarum.
Bahkan jika Kau membantu Aku, mereka akan membunuhku.
Mengapa Kau membuang waktu mu?
Karena hidup... seperti yang mekar
dan layunya bunga.
Hal ini dapat hilang setiap saat.
Bahkan jika Kau mati besok, Aku bisa mengurangi rasa sakit mu hari ini.
Bahwa banyak yang bisa Aku lakukan.
Kenapa kau menyelamatkan aku?!
Apakah Kau lebih suka melihat Aku mati dalam regu bunuh diri mereka?
Aku tidak ingin hidup! Biarkan aku mati!
Bangun kembali hati mu dari pikiran tentang anak mu.
Besok Aku akan membawa mu berburu.
Aku tahu betapa Kau sangat menikmati itu.
Setelah setengah tahun,
Qiu Chuji telah memantapkan dirinya
dan sepenuhnya di rumah di kamp.
Dia sering berbicara tentang segala sesuatu di dunia yang memiliki kehidupan dan jiwa.
Dia bahkan berbicara akan jalan yang ditempuhnya
Dan suatu hari, Aku pergi berburu dengan Khan Agung
dan mengatakan kepadanya kata-kata Guru.
Aku diberitahu bahwa Kau memprediksi gerhana hari ini.
Ah, namun pengetahuan astronomi ku masih rendah
dengan itu dari Yelv Chucai.
Kau benar-benar orang suci.
Aku bersenda gurau, Khan Agung.
Kami bangsa Mongolia tumbuh di punggung kuda.
Kita tidak bisa dilemparkan dalam tidur kami.
Apa yang terjadi hari ini itu sangat tidak biasa.
Tapi apa yang bahkan lebih aneh adalah bahwa binatang takut
biasanya memakan waktu hidup manusia.
Babi hutan yang langsung datang kepada ku,
tapi ia bahkan tidak menyentuh ku.
Raja Surga membelamu di hutan itu.
Dia tidak membiarkan babi hutan untuk menyakiti mu.
- Mengapa ia melakukan itu kepada ku? - Tidak menyakiti atau membunuh...
adalah sifat dari segala sesuatu.
Dan surga ingin memberitahu mu, Khan Agung...
bahwa dengan mengambil nyawa lebih sedikit, Kau dapat memperpanjang hidup mu sendiri.
Dan Kau telah datang sejauh ini hanya untuk memberitahu Aku itu?
Surga bersukacita...
Dalam belas kasihan.
Tapi surga? Surga membenci kematian.
Khan Agung, jika kamu menuruti kehendak langit,
surga tentu akan menghargai mu.
Dan Kau berbicara tentang Tengri langit biru?
Tepat.
Aku berbicara tentang langit yang sama bahwa Tengri yang mendiami.
Aku percaya apa yang Kau katakan.
Namun Aku memiliki bagian musuh ku dan mereka harus dihukum.
Sudah. Tidak ada tulang yang patah.
Kau harusnya kembali ke berjalan normal
dalam waktu tiga hari.
Aku menamai mu orang suci karena Kau memang orang suci.
Kau memperpanjang hadiah hidup dari surga ,
dan Kau menyembuhkan dari semua cedera ku.
Bagaimana seharusnya Aku berterima kasih?
Berhentilah membunuh.
Aku akan mengeluarkan mu.
Mereka menempatkan ku di tentara Shaer mereka.
Mereka membuat bayaran, lari tunggang langgang ke dalam tembok kota.
Mereka bisa hidup jika, jika kita bertahan hidup.
Mereka dipenggal jika mereka mundur.
Aku seorang tahanan dan aku akan mati.
Tapi itu cukup karena Aku telah melihat mu untuk terakhir kalinya.
Aku akan membalas kematian mu.
Aku akan mati dengan mu.
Otrar setuju untuk menyerah,
tapi harta dan ternaknya
yang mereka janjikan untuk dikirim, belum juga tiba.
Beberapa orang berpikir mereka sepakat menyerah untuk mengulur waktu
untuk merekrut lebih banyak orang untuk melawan mu, Ayah.
Berhenti menunda. Izinkan kami untuk menyerang kota.
Kita baru saja melihat peningkatan wabah
dan para prajurit sangat rindu kampung halaman.
Menyerang Otrar sekarang mungkin...
itu mungkin terlalu terburu-buru.
Hapuskan Otrar dari muka bumi.
Persiapkan diri untuk pertempuran!
Persiapkan diri untuk pertempuran!
Nak! Nak! Jawab aku!
Nak!
Oh, Nak.
Dokter! panggil dokter ke sini!
Dokter!
- Anak. - Dokter, panggil dokter!
Khan Agung tak mau makan atau minum
dan belum keluar selama satu hari dan satu malam.
Tidak ada yang bisa mengganggunya.
Jangan khawatir.
Aku tidak akan masuk
Aku di sini untuk mengucapkan selamat tinggal.
Aku tidak membawa pil keabadian.
Aku melakukan perjalanan 39.000 li untuk berjumpa dengan Khan Agung.
Semuanya untuk hal yang tidak ada.
Jadi aku harus pergi.
Aku seperti seorang yang bodoh.
Pada usia 19 tahun, Aku mulai belajar dari Wang Chongyang
dan menghabiskan waktu 19 tahun yang pahit untuk mencapai pencerahan.
Dan sekarang... aku berumur 74 tahun,
seorang pria tua yang tidak berguna.
Aku mengecewakan Khan Agung.
Kita manusia memiliki kehidupan yang pendek...
Untuk perjalan yang panjang.
Dan kita bisa menuntut tak sesuatu pun.
Sebelum aku pergi, Aku mengusir nasib ku dan...
Aku lihat aku punya 300 hari untuk hidup.
Kebenaran, Khan Agung,
adalah bahwa Aku tidak tahu
jika Aku akan menyelesaikan perjalanan ini dalam keadaan hidup.
Aku tidak tahu apakah Aku akan bisa bertemu dengan mu.
Muridku,
ia membuat peti mati yang dimaksudkan untuk ku.
Dan dia meninggal dalam perjalanan...
menyelamatkan hidup Aku.
Dia adalah murid terbaik ku.
Dan dia tidak ingin aku datang...
tapi dia tidak bisa menghentikan ku
dan aku tidak bisa menghentikan diri ku.
Karena hari demi hari,
hari demi hari,
Aku merasa seperti ada...
kekuatan yang mendorong ku untuk datang ke sini.
Aku percaya bahwa kekuatan itu adalah...
dari surga yang membuat ku tetap hidup...
dan membawa ku untuk bertemu dengan mu.
Namun rahmat surga terbuang oleh ku.
Dan jika Aku tidak bisa meyakinkan Khan Agung
untuk menghentikan pembunuhan, Apa yang satu lagi yang harus diselamatkan
tapi nasib baik?
Dan hal-hal di bawah langit hidup dan mati.
Dan jalan, itu adalah kekal.
Itu membawa hati manusia.
Khan Agung!
Pencipta abadi mu Tengri dan Tuhan Surgaku
adalah satu dan sama!
Keduanya adalah harta karun kehidupan dan mereka membenci kematian!
Jendral Liu,
Kita telah menempuh perjalanan jauh bersama-sama.
Kau - Kau memahami kata-kata ku.
Berikan Khan Agung pesan dari ku.
Katakan Khan Agung mu bahwa Aku mengerti
rasa sakit dan kemarahan yang diam di dalam hatinya.
Itu adalah rasa malu
Aku terlalu tua dan tidak berguna untuk menolongnya.
Aku tidak bisa hidup sampai pada ampunan surga.
Khan Agung, Kau juga tidak dapat tidur?
Kau rindu kuda mu?
Apakah Kau ingat ketika kuda hitam yang Kau cintai
melarikan diri dan tidak pernah kembali?
Aku pikir Kau akan menyalahkan Aku
karena tidak mengikat dengan benar.
Tapi ia benar-benar Terpikirkan melalui kendali nya.
Ia menuju ke timur dan aku tidak ingin kembali mencarinya.
Aku membayangkan ia sudah kembali ke dataran sekarang.
Ketika aku pergi dengan mu,
banyak dari kita belum dewasa.
Kita pada dasarnya masih anak-anak.
Sekarang aku punya jenggot.
Sudah waktunya bagi ku untuk menikah dan mempunyai anak.
Malam ini dengan angin bertiup ke timur,
kuda harus tertidur
dengan kepala menghadap ke barat.
Tapi hari ini mereka semua tidur...
dengan kepala mereka...
menghadapi cakrawala timur.
Bahkan hewan kita merindukan rumah.
Guru! Guru, Kau tidak bisa pergi!
Guru! Guru, Kau tidak bisa pergi!
Guru.
Guru, Kau tidak bisa pergi.
Guru, Aku mohon, Kau tidak bisa pergi,
Surga menginginkan aku juga.
Tapi... Khan Agung memerintahkan Aku
Tak membiarkan mu pergi.
Guru, Kau berumur lebih dari 70 tahun
dan Kau menyeberangi sungai yang tak terhitung jumlahnya dan pegunungan
untuk berjumpa dengan Khan Agung.
Ini adalah sesuatu yang tak seorang pun pernah lakukan sebelumnya.
Khan Agung tahu itu
dan menghargai kebaikan yang telah kau tunjukkan.
Dan Guru, caramu berbicara -
Itu benar-benar masuk akal.
seperti tetesan air di atas batu.
Khan Agung digerakkan oleh kata-kata mu.
Aku telah mengikutinya selama bertahun-tahun,
dan aku mengerti kebijaksanaan-nya.
Aku memahami rasa hormatnya kepada surga.
Ini mutlak.
Aku tahu, Guru, bahwa dengan hanya beberapa kata,
kita bisa mengubah sejarah.
Dekrit Khan Agung
Hentikan semua pembunuhan sekaligus!
Dekrit Khan Agung
Hentikan semua pembunuhan sekaligus!
Dekrit Khan Agung Hentikan semua pembunuhan sekaligus!
Dekrit Khan Agung
Hentikan semua pembunuhan sekaligus!
Dekrit Khan Agung
Hentikan semua pembunuhan sekaligus!
Tunggu aku.
Berhenti! tangkap dia!
Berhenti. Itu sudah cukup.
Khan Agung akan segera tiba. Siapkan anggurnya.
Ya.
Berhenti. Kembali ke sini! berhenti!
- Kembali ke sini! - Guru!
Aku bilang berhenti! Kembali ke sini!
Jika Kau bisa, melarutkan ini kedalam alkohol.
Tidak ada rasa atau bau.
Peminumnya pergi tidur selamanya.
Khan Agung, ada racun dalam anggurnya.
Siapakah wanita ini?
Ini adalah pil keabadian Khan Agung.
Aku mengikuti Qiu Chuji ke sini.
Muridnya Zhao Dao'an memberikannya kepada ku.
Itu adalah racun. itu akan membunuh mu.
Semoga
Ketika Genghis Khan mati, pembunuhan -
pembunuhan
akan berhenti.
Jangan, anak ku, Jangan!
Khan Agung, itu beracun.
- Mengapa dia ingin meracuniku? - Khan Agung!
Aku mohon kasihanilah dan maafkanlah istri ku!
Dia tidak tahu aku masih hidup!
Khan Agung, dia tidak mendengar pesan mu untuk menghentikan pembunuhan.
Jika ini adalah pil keabadian, bagaimana bisa beracun?
Orang suci, jika Aku minum ini, Aku akan hidup selamanya, kan?
Khan Agung, jika Kau tidak percaya padaku,
Lalu izinkanlah Aku untuk meminumnya untuk mu.
Dan setelah aku mati,
kasihanilah...
pada semua orang di dunia yang menderita, Khan Agung.
Aku tak bisa pergi lebih jauh lagi, Khan Agung.
Kita telah pergi terlalu jauh?
Dalam pencarian kota di mana matahari terbenam.
Kau dapat kembalikan tubuhku
ke dataran rumah kita.
Orang suci, Ambillah beberapa tahun bahwa Aku telah mengorbankan
dan memberikannya kepada Khan Agung.
Khan Agung, Kau mematuhi kehendak langit
dalam upaya mengakhiri pembunuhan,
dan orang ini datang kepada mu untuk mengekspresikan rasa terima kasihnya.
Kau tidak diizinkan untuk mati! Aku tidak akan membiarkan mu mati.
Ayah! Istrimu sudah mati!
Kita harus membalas darahnya dengan darahnya!
Setan ini tak membawa sesuatu pun kecuali nasib buruk! Tangkap dia!
Chagatai, apa yang kamu lakukan?
Kalian semua, menyingkir dari ku!
Kau berani tidak mematuhi ku?
Khan Agung memutuskan mengakhiri pembunuhan!
Kau berani melanggar peraturan Khan Agung?
Khan Agung, jangan takut.
Aku akan melakukan yang terbaik untuk menyembuhkan mereka.
Surga mendengar perintah mu untuk mengakhiri pembunuhan
dan akan mengambil kasihan pada mu dan pada istri mu, Khan Agung.
Orang mati tidak hidup kembali.
Khan Agung, jika Kau percaya,
apa saja adalah mungkin -
batu dapat tumbuh bunga,
tongkat bisa bertunas
dan orang mati bisa hidup lagi.
Ayah, Batalkan perintah mu untuk tidak membunuh
dan mari kita tunjukkan kepada semua orang bagaimana perkasanya Khan Agung!
Khan Agung, jika Kau menyerah dari pembunuhan,
Kau dan permaisuri mu akan menerima berkat dari surga.
Ketika tongkat ini berkecambah daun,
istri mu akan terbangun.
Kita bangsa Mongolia selalu memburu untuk memberi makan kita sendiri.
Bagaimana mungkin kita bisa tidak membunuh?
Bagaimana kita bisa tidak membunuh?
Hatiku, berdarah pada kata-kata ini.
Ayah, Batalkan perintah mu.
Izinkan Aku untuk meratakan kota mereka
dan membalas kematian cucu mu.
Kita tidak boleh membiarkan dunia membodohi mu, ayah!
Khan Agung.
Khan Agung! Khan Agung!
Aku mendengar suara Sang Pencipta memanggil-manggil.
Dia mengatakan kepada ku bahwa Aku harus kembali kepada mu.
Izinkan Aku untuk minum untuk mu, dan setelah aku mati, Khan Agung,
kasihan pada semua orang di dunia yang menderita.
Khan Agung!
Kau Pencipta Tengri Abadi dan Tuhan Surgaku
adalah satu dan sama!
Berhenti membunuh. Berhenti membunuh.
Berhenti membunuh.
Sampaikan pesan Khan Agung!
Penuhi gigi mu. Kita akan kembali ke timur!
Sampaikan pesan Khan Agung!
Kita akan kembali ke timur!
Sampaikan pesan Khan Agung! Kita akan kembali ke timur!
Sampaikan pesanan Khan Agung!
Kita akan kembali ke timur!
Dengan rahmat Tengri,
anak Genghis Khan selamat dari infeksi nya.
Aku membawanya kembali dan aku kembalikan ia kepada ratu ku.
Khan Agung mengundang Orang suci
pergi ke timur dengannya, kembali ke dataran.
Tapi...
Guru! Dimana kau?
Guru!
Guru!
Guru, kau dimana?
Di hari terakhir, pohon ku berbunga merah.
Tidak ada lagi manusia yang malang
dalam kelahiran atau kematian.
Abadku akan berkembang dan membusuk
sekarang tak ada lagi
dari mimpi yang lewat.
Ia berjalan tetap ditempatnya,
akar tumbuh dan menyebarkan daun.
Dan dikatakan bahwa, setelah bertahun-tahun berlalu,
itu tumbuh menjadi pohon yang menjulang tinggi.
Transformasi Genghis Khan menjadi pasifis tidak berlangsung lama.
Dalam beberapa tahun, perang dimulai kembali dan pembunuhan dilanjutkan.
Genghis Khan tetap pejuang dan seorang pembangun kerajaan
sampai kematiannya yang terjadi pada tahun 1227
selama kampanye Barat ketika ia berusia 66 tahun.
Setelah kematian Khan Agung penerusnya melanjutkan
pertempuran dengan nama-nya mendorong Kekaisaran Mongol
ke daerah Barat menjadi apa yang disebut sekarang modern
Iran, Rusia dan Eropa Timur.
Untuk daerah Timur mereka melakukan pertempuran dengan China, Dinasti Song
di mana akhirnya cucu Genghis Khan, Kubilai Khan Kaisar Mongol
menjadi penguasa tertinggi di China, pendiri Dinasti Yuan pada 1279.
Originally Text by : - Born3o -
Translated By : Faisal Malmsteen @exploreyourbrain.com
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.