Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku kalah lagi.
Berikan aku bir.
- Birnya. - Terima kasih.
Lapor, Pak Ken. Para ayamnya masih belum terlihat.
Semua elang tua, dengarkan.
Para ayam pasti akan muncul dan mencari mangsa.
Karena itu bersabarlah.
Kenapa butuh rencana sebesar ini hanya untuk menangkap pencuri mobil?
Seperti film detektif saja.
Sepupumu baru saja lulus dan sekarang sudah menjadi inspektur.
Tentu saja dia harus membuktikan diri.
Apa kau tidak tahu?
Teman-teman kuliahnya bahkan menyebutnya "Tuan Bijak".
Bakso enak. Silakan, panas dan pedas.
Silakan.
- Yu Ching Sau. - Hai.
Yu Ching Sau, kemarilah.
- Ada apa, Suen Mei-Kan? - Bagaimana bisnismu hari ini?
Baik. Hampir terjual habis. Biar kubantu.
Terima kasih.
- Jangan terburu-buru. - Terima kasih.
Apa masalahnya? Aku sudah menghabiskan setengahnya.
Kau tak akan jadi kaya.
Inspektur Ken, para ayam tiba.
Para ayam sudah menemukan beras. Elang tua, bersiaplah.
Teman-teman, saatnya balapan.
Ayo beraksi.
Bergerak.
Kurang ajar, jangan lari.
- Tuan, berhenti memukuliku. - Berhenti memukulimu?
- Aku bisa menuntutmu. - Menuntutku? Bagaimana caranya?
Kurang ajar. Beraninya kau kabur.
Bodoh. Kau mau menuntutku?
- Aku mau beli baksonya. - Baiklah, tapi jangan buru-buru.
Apa gurumu tak mengajarkan untuk mengantre?
Ayo, satu-satu.
- Ini punyamu. - Terima kasih.
Hebat sekali, Suen. Sekarang kau seperti pengawas.
- Silakan, ini punyamu. - Aku ingin dua.
Baik.
Bakso ikan.
Semuanya, menyebar.
9,9 detik.
9,8 detik.
Perhatikan kakimu, Yu.
Mau ke mana kau? Kau mau lari?
Yu Ching-sau, cepat lari.
Jangan memukulinya.
Kurang ajar.
Lepaskan dia.
Tangkap dia.
Minggir.
Beri aku jalan. Minggir.
Minggir.
Minggir. Beri jalan.
Terus lari.
Terus lari.
Terus lari.
Tangkap dia.
Minggir.
Minggir.
Yu Ching-sau.
Yu Ching-sau.
Bagaimana keadaanmu?
- Kau baik-baik saja? - Hanya butuh sedikit istirahat.
Aku sudah terbiasa. Anggap saja ini latihan.
Putramu pasti akan menjadi seorang atlet yang hebat.
Aku akan membantumu.
Apa yang kau lakukan?
Yu Ching-sau.
Kau ingin lari? Kau masih ingin lari?
Kau baik-baik saja? Yu Ching-sau.
Ayo, coba lari lagi.
Bagaimana keadaanmu?
Ada apa, Yu? Jangan menakutiku.
Kau.
Kurang ajar.
Bedebah.
Berdiri.
Kubilang berdiri. Aku polisi.
Apa hebatnya polisi?
Apa polisi boleh menabrak orang?
Dia mati.
Yu Ching-sau.
Berhenti. Aku akan menembakmu jika kau tidak berhenti.
Jangan lari.
Apa yang kau lakukan?
Aku adalah Inspektur Percobaan Ken Dick dari markas Kowloon.
Sekarang kau tak perlu berkata apa-apa. Semuanya akan digunakan di pengadilan.
Sial, apa yang kau katakan?
Seharusnya kalian tahu siapa yang mendorong wanita hamil itu.
Aku melihatnya di samping wanita itu.
- Ya, aku juga melihatnya. - Bukan aku pelakunya.
Semua bukti dan saksi menunjukkan kau pelakuknya.
Jangan menyangkal lagi.
Kalian menjebakku.
Aku juga bisa menjadi saksi.
Kalian menjebakku, brengsek.
Karena telah menyebabkan kematian wanita hamil tersebut...
...maka Hakim memutuskan...
...tersangka, Suen Man-kwong dinyatakan bersalah...
...dan dijatuhi hukuman penjara selama 3 tahun.
Kau masih di sini? Tidak mau pergi?
- Aku memang ingin berada di sini. - Apa yang kau lakukan di sini?
Ada yang akan menjemputku.
Kalau begitu kau tunggu saja, aku akan pergi duluan.
Keluar. Biar aku yang menyetir.
Kau hanya tahu cara mendorong troli di rumah sakit. Ayo, masuk.
Kau sudah berada di sana selama tiga tahun. Sekarang, jagalah sikapmu.
Inspektur Lee, kau tahu kasusnya.
Bedebah itu menjebakku.
Aku tahu kau akan melakukannya dengan baik.
Bisakah kau menyetir lebih cepat?
Sudah lama sekali, tapi kita baru sampai sini.
Apa kau ini bodoh?
Bagaimana mereka mengajarimu menyetir? Apakah kau membeli SIM-mu?
Dia sudah gila.
Tenangkan dirimu. Jangan selalu menggunakan kekerasan.
Terima kasih.
Ketika kau pulang, berendamlah dengan air panas.
Telepon aku besok.
Akhirnya aku pulang.
Setelah 3 tahun, akhirnya aku tahu apa tujuanku.
Ah Lan.
Aku kembali.
- Siapa kau? - Maafkan aku.
- Maafkan aku. - Tolong. Tolong aku.
Maafkan aku.
Tolong. Tolong aku.
Tolong. Tolong aku.
Alamatnya sudah benar.
Tolong. Tolong aku.
Akan kuhabisi kau.
- Apa kau sudah gila? - Tolong.
Dasar serigala.
Kuhabisi kau. Tolong.
Tolong.
Apa kau sudah gila?
Tolong.
Dia adalah Serigala. Hajar dia.
- Ayo, hajar dia. - Tidak, jangan pukul.
Berhenti.
Apa kau sudah gila?
- Kakak. - Tit Muk-chuen?
Kau dari mana saja?
Kakak. Aku senang sekali.
- Kapan kau keluar, Kak? - Kakak? Kau masih ingat aku kakakmu.
- Tentu saja. - Kau bahkan tidak menjemputku.
- Aku sangat sibuk. - Sibuk apa?
Sibuk mengejar wanita.
Apa ini? Bukankah dia cantik?
Benar, ini adalah kakakku, Suen Mei-kan.
- Dia kakakmu? - Benar.
Dari orangtua yang berbeda.
Bagaimana dengan Ah Lan?
Dia...
Katakan padaku.
Dia...
Dia...
Apa yang terjadi dengannya?
Dia pergi ke Australia...
...setelah menikah dan menjual rumah ini.
- Kapan? - Belum begitu lama.
- Kapan tepatnya? - Belum lama, sekitar enam bulan.
Lupakanlah dia, Kakak.
Benar, aku tinggal di sini sekarang.
Ah Lan memberiku jam ini ketika dia pergi.
Jika kau mau, ambil saja.
Sial.
Itu adalah milikku.
Dia menangis.
Ya, aku menangis. Apa kau belum pernah melihat pria menangis?
Apa pria tidak boleh menangis?
Dasar bodoh.
Sebaiknya aku pergi dari sini.
Dia pikir dia itu siapa?
Lupakanlah dia.
Aku saja senang hidup sendiri.
- Apa maksudmu? - Yang kumaksud bukan kau.
Kakak, datanglah ke tempatku. Mari kita bicara.
Bagaimana kalau kau tinggal di tempatku?
- Apa kau tidak keberatan? - Tentu saja. Untuk apa?
Ayo.
Ayo, masuk.
Kau masih bekerja di toko barang elektronik itu?
Ya. Aku menyukainya. Ini.
- Minumlah teh ini. - Terima kasih.
Beritahu kakakku namamu.
Kau bisa memanggilku Piggy.
- Piggy. - Kakak, lihatlah masa depanku.
Lihatlah.
Ringan sekali.
- Ada berapa celengan? - Hanya satu.
Kakak, kau tahu, saat ini aku bekerja dengan gaji kecil.
Aku tak punya uang lebih.
- Hanya cukup untuk hidup. - Kau harus berusaha lebih keras.
Jika kau punya tanggungan,...
...bahkan babi itu pun harus dikorbankan.
Kau hebat. Kau bekerja di diskotik sebagai pelayan.
Pelayan apa? Aku hanya bekerja sementara demi masa depanmu.
Sebab aku sangat mencintaimu.
Apa pun yang terjadi, kau harus menjaga dirimu sendiri.
- Kau dengar itu? Itu moto kakakku. - Aku mendengarnya.
- Benar? - Baiklah.
Ya.
Tunggu sampai kakak kembali berjualan.
Aku akan membantumu membuka toko sendiri.
Kakak, tunggu. Aku punya kejutan.
Apa...
Ini hadiah kecil dari Piggy dan aku.
Apa kau menyukainya?
Bakso ikan enak.
Bakso ikan enak.
Hei, beri aku satu.
Terima kasih.
Hei, siapa yang mengizinkanmu berjualan di daerahku?
Hei, berilah aku kesempatan.
Aku hanya mencari nafkah.
Baiklah, beri aku beberapa bakso ikan.
Cepat, berikan padaku.
Habiskan semuanya.
Kebetulan aku belum makan siang.
Bagaimana kau tahu aku di sini?
Tit memberitahuku.
Ada sesuatu yang penting?
Tidak ada.
Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Sekarang, mulailah lagi dari awal.
Dalam beberapa tahun ini aku sudah menabung.
Ini bagus. Kita berdua bisa membuka toko kita sendiri.
Keuntungannya kita bagi. Untukmu 60 persen, untukku 40 persen.
Kita akan bagi keuntungan. Bagaimana menurutmu?
Kau mau berbisnis?
Kurasa lebih baik kau menabung sedikit lagi, kemudian menikah.
Lupakan saja. Wanita itu tidak punya hati.
Aku tidak ingin ditipu lagi.
Bukankah kepergian Ah Lan membuat situasi di sini lebih baik?
Aku dengar, ada wanita cantik yang tinggal di tempatmu.
Kau beruntung sekali.
- Aku bisa pulang sekarang. - Pulang?
Kau sudah menghabiskan hampir semua bakso ikannya.
Cepatlah.
Kakak, boleh aku minta tolong?
Apa? Lagi?
Seharusnya kau saja yang jadi kakak.
Tak bisakah aku beristirahat?
Setiap hari selalu seperti ini.
Kakak, jika aku tidak melampiaskannya, kau tak akan bisa tidur nyenyak.
Anak muda, kau belum pernah pergi berperang.
Kau belum pernah ditembak peluru.
Itu wajar. Anak muda memang seperti ini.
Kau ini...
Tit.
Aku sudah tidak tahan lagi. Kumohon. Ya?
- Baiklah. Berapa lama? - Tiga kali.
Tiga kali? Apa kau kuat?
Tiga kali itu sudah paling sedikit.
Pergilah segera jika ingin tidur cepat.
Pergilah, cepat.
Ayo, pergilah.
Dasar anak muda, nafsunya menggebu-gebu.
Satu orang menderita lebih baik daripada dua orang menderita. Benar?
Dua orang berbahagia...
...lebih baik daripada...
...satu orang berbahagia.
Dingin sekali.
Hei.
Kenapa kau sendirian di sini? Tidak ada orang di rumah?
Tidak.
Mereka sedang "bergulat".
"Bergulat"?
Bercinta.
Jika kau bosan, masuklah.
Apa aku tidak merepotkan?
Masuklah.
Aku bahkan belum tahu namamu.
Aku Suen Man-kwong, tapi orang-orang sering memanggilku Suen Mei-kan.
Suen Mei-kan? Buah plum?
Seperti buah plum yang biasa dimakan?
Kau sendiri?
Aku Pok Mei-li.
- Cantik. - Apa?
Bukan apa-apa.
Tempatmu bagus sekali.
Duduklah. Kau mau minum?
Kopi saja.
Apa pekerjaanmu?
- Aku sekorang juru ketik. - Juru ketik?
24 Maret.
Tidak ada kopi. Bagaimana kalau teh?
Boleh.
Kenapa kau tertawa?
Aku membaca ketikanmu.
Apa maksudmu?
Aku akan membacakannya.
Dia kehilangan cintanya...
...seolah kehilangan segalanya.
Jiwanya meninggalkan tubuhnya,...
...pergi mengunjungi cintanya.
Kisah hantu karya Chi-hau.
Siapa Chi-hau?
Itu aku.
Kau penulis? Bukannya kau juru ketik?
Apa juru ketik tidak boleh menulis?
Maksudku ketikanmu lebih baik daripada karyamu.
Aku hanya bercanda.
Aku benar-benar berpikir...
...ketikanmu lebih bagus.
Tidak lucu?
Aku benar-benar tidak tahu kalau ini adalah karyamu.
Jika aku tahu, aku tidak akan berkata seperti itu.
Apa kau tidak tahu bahwa yang kau tulis itu benar adanya?
Tidak ada yang tersisa saat seseorang kehilangan cinta.
Seperti orang yang kehilangan jiwanya, bukan?
Seperti saat kau kehilangan Ah Lan?
Maaf, aku tidak bermaksud begitu.
Tidak apa-apa.
Kakak.
- Sudah selesai? - Piggy harus pergi bekerja.
Kau bisa tidur.
Sial, apanya yang tiga kali?
Bahkan sekali pun tidak.
Aku akan pulang duluan.
- Sampai jumpa besok. - Sampai jumpa.
Naiklah ke atas panggung.
Silakan birnya.
Maaf.
Tan-chu, meja 8.
Ada apa? Kenapa cemberut?
Pria yang di sebelah sana.
Lihat dia. Dia menyentuhku.
- Pria tua itu? - Ya, dia.
- Dia orang kaya dari Indonesia. - Lalu kenapa?
Kurasa dia menyukaimu.
Bersulang.
Tidak mungkin.
Jangan bodoh.
Apa kau tidak mau uang tambahan?
Lagipula, ini bukan yang pertama bagimu.
Selain itu, akan lebih mudah bagimu karena dia sudah tua.
Kita lihat saja.
- Akan kutunjukkan sidik jarinya. - Baiklah.
Selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun.
Boneka beruangnya bagus. Dari pacarmu?
Halo. Laboratorium.
Tunggu sebentar. Ada telepon, Mei-li.
Terima kasih.
- Halo? - Halo, Chi, kau suka boneka beruangnya?
Jangan mempermainkanku.
Jangan marah. Ini hari ulang tahunmu.
Nanti aku akan menjemputmu untuk makan malam. Ya?
Inspektur Ken, apa ini?
- Kau terlihat rapi. - Benar.
Ada kencan dengan si cantik?
Apa benar, sepupu?
- Gila. - Hebat sekali.
Jangan main-main saja. Kembali bekerja.
Pergilah.
[Inspektur senior Jason R. Dick]
Halo?
Kubilang tidak.
Aku tidak ada waktu hari ini.
Kenapa kau begitu marah?
Kenapa kau meneleponku lagi?
Sekali kubilang tidak, tetap tidak.
Aku tidak melakukannya lagi sekarang.
Apa kau bilang?
Benar, tidak lagi.
Akan kututup teleponnya.
Kenapa kau menutup teleponnya?
Tidak.
Kebetulan saja, ada yang menghubungi nomor yang salah.
Makanya, aku menutup teleponnya.
Benarkah?
Aku penasaran kenapa banyak sekali yang meneleponmu.
Mereka adalah teman-temanku.
Temanmu banyak sekali.
Atau kau melacur.
Akui saja.
Aku hanya melakukannya untuk Tit.
Maksudmu, Tit bergantung dari penghasilanmu?
Tidak, aku hanya menginginkan pemasukan tambahan...
...untuk membantu Tit membuka toko sendiri.
Membuka toko dengan uang seperti itu?
Berapa yang kau dapatkan setiap kali melacur? Katakan padaku.
Tetap saja, itu tak akan cukup.
Apa yang harus kulakukan?
Aku tidak punya keahlian khusus.
Tak ada gunanya menghasilkan banyak uang.
Bagaimana jika Tit tahu?
Kakak, aku mohon, jangan beritahu Tit.
Kakak, aku mohon.
Baiklah. Jika kau memanggilku kakak...
...maka kau adalah adikku.
Sekarang dengarkan aku.
Jangan lakukan ini lagi.
Aku akan membantumu jika kau butuh uang.
- Mengerti? - Baik.
Kakak.
Kalian mengobrol apa?
Kau sudah selesai kerja?
Ini gajiku bulan ini.
Ambillah.
Isilah celengannya sekarang.
Baiklah, kakak.
Aku akan menyimpan uangnya.
Kakak, kau akan berpesta?
Chi-hau.
Kau terlihat cantik.
- Mau keluar? - Ya.
Aku...
Apa urusanmu jika dia berdandan?
Bagaimana kau tahu ini hari ulangtahunku?
Aku tidak sengaja melihat dekorasi itu di mejamu.
Jadi, kami membeli sedikit makanan...
...untuk merayakannya bersamamu.
- Benarkah? - Benarkah?
Kenapa tidak memberitahuku?
Maaf, aku ada kencan.
Tidak apa.
Kalau begitu, sisakanlah sedikit untuk makan malamku.
Baik.
- Dah. - Dah.
Sampai jumpa.
Kakak terlihat serius kali ini.
Tapi sepertinya si wanita tak menanggapi.
Entahlah.
Apa yang kalian bicarakan?
Apa yang kalian bicarakan?
Tidak ada.
Ayo, kita memasak.
Bukankah kita akan keluar makan malam?
- Kita mau ke mana? - Ini tempatnya.
- Apa? Di sini? - Ya.
Keluarlah.
Selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun, Pok Mei-li.
Selamat ulang tahun.
- Bersulang. - Bersulang.
Kita bisa makan sekarang.
Manis sekali. Aku tak pernah merasa sebahagia ini.
Jika kau suka, kita bisa melakukan ini setiap tahun.
Jangan.
Ken, jangan.
Kenapa? Kau tidak menyukaiku?
Tapi kita belum menikah.
Tapi kita perlu berkomunikasi.
Ken, ayo pulang saja.
Cepat sekali.
Ada teman yang ingin merayakannya bersamaku.
- Siapa? - Tetanggaku.
Pasti menyenangkan. Ayo pergi bersama.
Dia punya nama yang lucu, Suen Mei-kan.
Suen Mei-kan.
Suen Mei-kan.
Apa mereka tertidur karena terlalu lama menunggu?
Tidak mungkin, pintunya tak terkunci.
Suen Mei-kan? Tit Muk-chuen?
Suen Mei-kan? Tit Muk-chuen?
Ada apa?
- Selamat ulangtahun, Chi-hau. - Kau benar-benar mengagetkanku.
Kakak.
Kita bicarakan besok saja.
Biar kuperkenalkan.
Ini Suen Mei-kan, Tit Muk-chuen dan Tan Chu.
Ini pacarku, Ken.
Apa kabar?
Inspektur Ken, aku baik-baik saja.
Kau masih tidak menyukaiku?
Kalian saling mengenal?
Sudah beberapa tahun. Benar?
Lama sekali. Bagaimana kalian saling mengenal?
Dalam kompetisi adu panco.
Tapi waktu itu dia kalah.
Aku kalah...
...karena keputusan wasit.
Kenapa, kakak?
Jika kita lanjutkan, aku takut tanganmu terluka.
Benarkah? Bagaimana bisa?
Benar. Aku tidak tahu apa yang kau maksud.
Chi, kami menyiapkan kue ulangtahun untukmu.
Cantik sekali. Terima kasih, Suen.
Dari mana kau dapat uang untuk membelinya?
- Ayo kita makan kuenya. - Aku akan membantumu.
Ayo kita ke sana.
Dia adalah bedebah yang yang menjebloskan kakakku.
Jangan terlalu banyak merokok.
Baiklah.
Buatlah permintaan sebelum kau meniup lilinnya.
Baik.
- Mari potong kuenya sekarang. - Tunggu.
Bagaimana kalau kita adu panco dulu?
Siapa pun yang menang...
...akan memotong kuenya untuk Chi.
Bagaimana, Chi?
Ken?
Tidak masalah.
Tunjukkan kekuatanmu, kakak.
Kakak, semoga berhasil.
Berjuanglah, kakak.
Kita harus menang, kakak.
Terus dorong.
Ayo, kakak. Berjuanglah.
Ayo, kakak.
Kakak.
Kakak.
Ayo, kakak.
Dorong terus.
Terus dorong.
- Terus dorong, kakak. - Ayo, kakak.
Ayo, kakak.
Terus dorong.
Hore.
Kau kehilangan wanita karena aku.
Kakakku kehilangan kue karena kau.
Kau tak akan marah karena lelucon, 'kan?
Tentu tidak.
Ini enak. Cobalah.
Chi, selamat pagi.
Berangkat kerja?
Selamat pagi.
Kau sudah berjualan?
Semoga daganganmu laku. Sampai jumpa.
Chi.
Kau sudah lama mengenal pacarmu?
Apa maksudmu?
Terkadang kita tak bisa menilai orang...
...hanya dari wajahnya.
Apa maksud perkataanmu?
Aku tak punya maksud tertentu.
Aku hanya ingin kau berhati-hati.
Aku yang tahu dia baik atau tidak.
Aku tak mau membicarakan orang di belakang mereka.
Chi, dengarkan aku.
Ken itu bukan orang baik.
Suen, aku menganggapmu sebagai temanku.
Tapi kau mengecewakanku.
Jika kau menganggapku teman, maka dengarkan aku.
Jika kau temanku, jangan bicara lagi.
Kau tahu kenapa Ken baik padamu?
Kau tahu apa yang dia inginkan?
Karena Ken teman baikku, benar?
Dasar bodoh. Dia hanya ingin tidur denganmu.
Kurang ajar.
Kau bahkan tidak sadar sedang dipermainkan.
Suen, tak perlu repot mengejarku jika hanya itu yang ingin kau katakan.
Sudah kubilang, jangan terlalu banyak minum.
Aku tidak mabuk.
Beristirahatlah, ya?
Kau baik-baik saja?
Berikan aku secangkir teh panas.
Baiklah.
Kenapa kau begitu kesal hanya karena pria itu?
Ini tehnya.
Ken, aku ingin tidur.
Pulanglah dulu.
Aku akan tinggal sebentar.
Kenapa kau masih di sini?
Chi, aku sangat mencintaimu.
Tidak.
Tidak.
Tidak.
Tidak.
Tidak. Lepaskan.
- Aku mencintaimu. - Jangan.
Jangan. Lepaskan.
Tolong.
Jangan. Tolong.
Lepaskan aku. Tolong.
Tolong.
Tolong.
Jatuhkan tongkat itu.
Tembak saja.
Kau baik-baik saja, Chi?
Apa hebatnya benda besi itu?
- Jangan menangis. - Hei.
Ini bukan urusan kalian. Pergilah. Apa yang kalian lakukan di sini?
Sudah, jangan menangis.
- Maafkan aku, Chi. - Jangan bicara lagi.
Dengarkan aku. Aku sedang mabuk.
Jangan bicara lagi. Menjauhlah.
Jika kau ingin bercinta, cari saja pelacur.
- Apa yang kau katakan? - Apa?
Kau masih di sini?
Chi, apa kau mau kupanggilkan polisi?
Chi, sudahlah, jangan menangis.
- Apa kau sungguh baik-baik saja? - Chi, aku akan meneleponmu besok.
Chi, jika ada sesuatu, teriak saja.
Inspektur Ken, kau tampak tidak senang.
Kau tak dapat jatah hari ini? Mungkin lain kali.
Apa yang kau katakan?
Minumlah. Ini enak. Ayo.
- Hai. - Halo.
Apa kau tak akan memadamkan apinya?
Sepupumu sedang bergairah.
Kau sedang berapi-api?
Tenang saja, aku akan memberimu pemadam kebakaran.
Ada apa? Ayo menari, Inspektur Ken.
- Ya, kami akan menari, Inspektur Ken. - Kami juga.
Orang yang ada di bar itu terlihat tidak asing.
- Yang mana? - Kau lihat? Yang sedang minum.
Dia Ma-mo. Seorang mucikari.
Aku pernah menangkapnya beberapa kali.
Keluar.
Shing, ada apa?
Kau masih punya hutang padaku.
Sebaiknya kau mati saja.
Beri aku satu kesempatan lagi, Shing.
Beri dia pelajaran.
Jangan mendekat.
Jangan mendekat.
Ada apa? Kalian berpesta di toilet?
Jangan ikut campur. Keluar.
Pergi.
Kau boleh juga. Ada polisi yang membantumu.
Aku tak ada kaitannya dengan orang ini.
Aku tak mengenalnya.
Berhati-hatilah saat menyeberang.
Kau bilang apa?
Tidak ada.
Tapi...
Salahkah jika aku peduli pada temanku sendiri?
Ayo pergi.
Ada yang ingin kutanyakan padamu.
Dengarkan aku.
Melakukan ini bisa menghasilkan lebih banyak uang daripada di bar.
Anggap saja kau hanya tidur.
Tidak semua orang punya kesempatan untuk menghasilkan uang seperti ini.
Tidak akan ada yang tahu jika kita tidak bicara, bukan?
Lakukan saja beberapa kali...
...lalu setelah kumpulkan cukup uang, kau bisa bersantai menikmatinya.
Pintunya tidak dikunci. Masuk saja.
Mandilah dulu.
Tidak perlu.
Ada pengaman di dalam laci.
Kenapa terburu-buru?
Aku ingin menikmatinya secara perlahan.
Kau?
Kenapa? Kau belum pernah melihat pria?
Apa yang kau lakukan di sini?
Haruskah kau bertanya? Bukankah sudah jelas?
Jadi, ini ulah Ma-mo, ya?
Kau mau ke mana?
Lepaskan.
Kenapa? Kau berlagak malu ketika kau melakukan hal ini.
Kuperingatkan kau. Jika kau tidak melepaskanku, aku akan menjerit.
Tolong. Tolong. Tolong.
Tidak akan ada yang menolongmu.
Apa kau sudah gila karena tak ada yang mau tidur denganmu?
Jaga sikapmu. Aku membayar untuk tidur denganmu.
- Aku lebih baik tidur dengan anjing. - Apa katamu? Dasar jalang.
Tidak. Dasar kurang ajar, brengsek, sial.
Kau berani menolakku?
Menjauh.
Menjauh dariku.
Diam.
Kau suka senjata?
Aku akan membiarkanmu mencobanya.
Rasakan ini.
Ambillah.
Aku bersumpah akan menuntutmu atas pemerkosaan.
Menuntutku? Silakan saja.
Sekarang aku akan kembali ke bar dan minum-minum.
Semua orang di sana bisa menjadi saksiku.
Aku seorang inspektur.
Kau seorang pelacur.
Apakah orang akan percaya padaku atau padamu?
Jalang.
Sedang apa kau selarut ini?
Kenapa kau belum tidur?
Aku sedang membuat walkman untuk istriku.
Begitukah?
Bersemangatlah.
Birnya habis.
Aku akan pergi membelinya.
Beli satu lusin. Aku akan mandi.
Tan.
Chu.
Jangan menangis. Ada apa, Tan?
Apa Tit memukulmu?
Ada apa? Jangan menangis.
Apa yang terjadi?
Kakak.
Tenanglah. Kita bicara di dalam.
- Aku tak mau melakukannya, tapi dia... - Kurang ajar.
Bedebah.
Benarkah dia memperlakukanmu dengan buruk?
Apa kau harus melihatnya dengan mata kepalamu sendiri?
Kenapa kau bersamanya?
Aku hanya ingin uang tambahan.
Karena itu...
...kadang aku melakukannya.
Tapi ternyata Ken datang.
Bukankah aku sudah melarangmu?
Kurang ajar.
Kurang ajar. Kau bekerja sebagai pelacur?
Aku akan menghajarmu.
Aku akan menghajarmu.
Kau ingin membunuhnya?
Aku hanya ingin membantumu mengumpulkan uang.
Mengumpulkan apa? Uang apa?
Pergilah.
Pergi dan bawa uangmu.
Pergi.
Kau sudah gila? Tan melakukan ini untukmu.
Aku tak ingin dia melakukan ini untukku.
Dia perempuan murahan.
Jika bukan untukmu, dia tak akan melakukannya.
Benar, aku ini pelacur.
- Aku ini pelacur. - Tan, apa yang kau lakukan?
Lepaskan, Tan.
Jangan bodoh, Tan.
Kakak.
Katakan, di mana bedebah itu?
Katakan.
Bedebah.
Inspektur Ken.
Tenang saja, kami CID.
Pergilah. Apa yang kalian lihat?
Jangan bergerak.
Turunkan pistol kalian.
Siapa yang mengizinkan kalian menggunakan senjata di tempat umum?
Ini adalah kelab malam.
Singkirkan pistol kalian.
Kau ingin memukulku, sampah?
Baiklah, kuberi kau kesempatan.
Bagus.
- Kau bisa sendiri, sepupu? - Kau meremehkanku?
Sial kau, brengsek.
Jangan membantuku. Lepaskan dia.
Habisi dia.
- Inspektur Ken. - Sepupu.
Kurang ajar.
Rasakan ini.
Sepupu.
- Lepaskan aku. - Hajar dia.
Berhenti.
Tahan, jangan berkelahi.
Kurang ajar.
- Sudah, hentikan. - Lepaskan. Jangan menahanku.
- Lepaskan aku. - Dengarkan aku.
- Aku harus menghabisi bedebah itu. - Inspektur Ken.
Hentikan, jangan berkelahi lagi.
Inspektur Lee, ini bukan urusanmu. Pergilah.
Inspektur Ken, lupakan saja masalah pribadi seperti ini.
Jangan ikut campur.
Inspektur Lee, kita berada di pihak yang sama.
- Bagaimana jika Inspektur Ken terluka? - Diam.
Sebagai petugas polisi...
...kalian bahkan tak mencoba melerai mereka?
Diam. Jangan mengatakan hal seperti itu padaku.
Jika kau ingin berdebat, kembalilah ke markas.
Inspektur Ken, ini bisa jadi masalah jika dibawa ke markas.
Dasar penakut.
Kau sudah menyelamatkan wajahku.
Aku tidak ingin pergi, aku ingin berkelahi.
Masuk saja ke mobil.
Dasar sial.
Bersihkan darahnya.
Biarkan saja.
Berhentilah bersikap sok pahlawan, mengerti?
Tolong, jangan berkata begitu.
Berhenti. Aku ingin turun.
Apa yang kau lakukan?
Apa kau ini bodoh?
Kenapa kau memborgolku? Lepaskan aku.
Apa kau sudah sadar sekarang?
Lihatlah dirimu. Kau pikir dirimu pahlawan super?
Kau hanya manusia biasa seperti kami.
Apa kau tidak tahu dia memperkosa Tan?
- Apa kau melapor ke polisi? - Tentu saja tidak.
Apa yang kau katakan? Aku ini sedang membantumu.
Di panti asuhan, kau selalu berkelahi sejak kecil.
Aku selalu membantumu.
Kau dipenjara tiga tahun juga karena berkelahi.
Kapan kau akan berhenti?
Jika bukan karena aku, kau akan berakhir di sana lagi.
Kau pikir aku ini penjagamu?
Aku juga bisa menangkapmu, apa kau tahu itu?
Silakan saja. Polisi memang selalu menangkap orang.
Baiklah. Setiap kali kau selalu saja berdalih.
Untuk apa tanggung-tanggung? Sekalian saja, bunuh seseorang.
Saudaraku, aku tidak ingin kau dipenjara lagi.
Apa kau tahu, betapa gundah perasaanku saat ini?
Apa maksud semua ini?
Halo?
Halo, Ibu? Aku tidak akan pulang malam ini.
Aku akan pergi ke Makau bersama rekan-rekanku.
Perhatian.
Apakah pemerintah membayar kalian untuk bermalas-malasan?
Aku hanya mencari informasi.
Informasi apa?
Kau. Apakah Klub Joki membayarmu?
- Sepupu. - Diam.
Karena kau sedang tidak sibuk...
...pelajari dokumen mengenai Tai Huen-wa...
...lalu temui aku besok pagi pukul enam.
Baik, Pak.
Minumlah kopi ini.
- Masih hangat. - Terima kasih.
Wanginya enak.
- Mau lagi? - Tentu saja.
Setelah selesai, ayo pergi ke konser bersamaku.
Baik.
Aku sudah selesai.
Tit.
Tan mengepak barang-barangnya tadi pagi.
Dia akan pergi ke mana?
Aku tidak tahu.
Dia meninggalkan sesuatu untukmu di dalam laci.
Dia juga mengatakan agar kau pergi saja ke neraka.
Kakak, dia sebenarnya ada di mana?
- Kenapa kau khawatir? - Di mana dia?
Bukankah kau menyebutnya ayam murahan?
Bukan urusanmu dia berada di mana.
Jangan bilang begitu, kakak.
Kenapa tidak boleh?
Kau benar, ini bukan peternakan. Kenapa ada ayam?
Jangan berkata begitu lagi.
Kenapa?
Sekarang kau bisa mencari penggantinya.
Jika yang lama masih di sini, yang baru tidak akan datang.
- Kurang ajar. - Apa kau sudah gila?
Aku akan menghabisimu, brengsek.
Kenapa kau hancurkan celenganku?
Kenapa kau hancurkan celenganku?
Kau pergi ke mana?
Kau pergi ke mana, Tit?
Jangan tinggalkan aku.
Tit.
Tan.
Kau tidak pergi?
Kau tidak pergi?
Jika kau tak menginginkanku...
- ...aku akan benar-benar pergi. - Jangan.
Jangan pergi.
Kumohon, jangan pergi.
Sekarang semua sudah akur.
Aku membuat kopi. Datanglah ke tempatku.
Kau menipuku?
Aku ini adikmu.
Aku baru tahu hari ini kau sanggup memukulku.
Ya, aku bisa memukulmu sampai kau mati.
Jangan, itu akan menyakitiku.
- Indahnya. - Kau ingin mencobanya?
Tidak, bungkus saja.
- Baik. Aku akan membungkusnya. - Terima kasih.
Tolong, jangan ganggu aku lagi.
Aku sudah meneleponmu ratusan kali, tapi kau tak pernah mengangkatnya.
Aku sibuk.
Pria tua yang waktu itu sangat merindukanmu.
Dia bersedia membayar 20,000 dolar kali ini.
Yang benar saja. Itu tidak mungkin.
Aku serius.
Dia benar-benar merindukanmu.
Benarkah? Kirimi dia fotoku. Katakan padanya agar enyah.
Bantulah aku. Aku butuh uang.
Kalau begitu, lakukan saja sendiri.
Dasar jalang. Kau sudah keterlaluan.
- Apa yang kau lakukan? - Kakak.
Apa dia melakukan sesuatu padamu?
Hei, siapa kau ini?
Kakak, dia seorang mucikari.
Kurang ajar.
Jika kau melakukannya lagi, akan kupatahkan kakimu. Ayo.
- Dia tidak akan mengejarmu lagi. - Ya.
Kau berani meminta orang lain untuk menolongmu?
Kita pulang saja.
Hentikan.
Apa kau baik saja?
Jangan bergerak.
- Turunkan pisaunya. - Aku tak ada hubungannya dengan ini.
Ada apa ini?
Menghadap ke tembok.
- Aku hanya lewat. - Diam.
Tolong dengarkan aku. Aku tidak melakukannya.
Apa yang dia lakukan?
- Inspektur Ken. - Apa yang terjadi di sini?
- Kurasa ini balas dendam. - Balas dendam?
Hei.
Siapa yang melakukannya?
Katakan padaku. Aku akan menangkapnya.
Hei.
- Panggil ambulans. - Baik, Pak.
Lapor, kirimkan ambulans ke taman.
- Apa yang dia lakukan? - Dia berkelahi dengan pisau.
Tidak, aku tak melakukannya.
Kami mencurigaimu atas kasus pembunuhan.
Kau tak perlu mengatakan apa pun.
Segala perkataanmu bisa digunakan untuk memberatkanmu di pengadilan.
- Bawa dia. - Baik, Pak.
Kakak.
Kau harus percaya padaku, kakakku tidak membunuhnya.
Justru polisi itu yang kurang ajar.
Dia mencoba menjebak kakakku.
Jangan berteriak di depan polisi.
Jika kau seperti ini, aku akan terpaksa menangkapmu.
Tan.
- Chi. - Apa yang terjadi pada Suen?
Kau tak akan bisa mengalahkanku.
Kau tahu kucing mengejar tikus?
Aku kucingnya, kau tikusnya.
Apa? Kau ingin memukulku? Kau lupa ini kantor polisi?
Inspektur Ken, Nona Pok mencarimu.
- Antar dia ke ruanganku. - Baik, Pak.
- Firecow, catat pernyataannya. - Baik, Pak.
- Buat dia nyaman. - Baik, Pak.
Inspektur Ken.
- Pergilah minum teh. - Terima kasih, Pak.
Kau sudah dipastikan mendekam di penjara seumur hidupmu.
Aku tidak membunuh. Bedebah itu yang merencanakannya.
Jangan bicara tidak sopan tentang inspektur kami.
Kurang ajar.
- Bawa dia kemari. - Baik, Pak.
Apa kabar, Nona Pok?
Aku tahu Suen tidak membunuhnya.
Kenapa kau menjebaknya?
Tidak, kau keliru.
Aku hanya bermain-main dengannya.
Aku tahu kau ingin balas dendam.
Tapi tidakkah kau pikir ini terlalu kejam?
Lepaskan dia.
Kejam?
Bukankah aku hanya bertindak sesuai hukum?
Hukum di Hongkong cukup adil.
Bukankah kau setuju?
Ini tidak manusiawi.
Tidak.
Memang, aku pun memiliki keinginan pribadi.
Haruskah kutunjukkan padamu?
Jaga sikapmu. Ini kantor polisi.
Kau benar-benar membenciku?
Semakin kau membenciku...
...semakin aku ingin mendengarmu...
...menangis padaku...
...memohon padaku.
Mendekam saja di penjara seumur hidupmu.
Enak saja.
Tidak akan.
Jalang. Aku bisa menuntutmu karena menyerang polisi.
- Lepaskan aku. - Apa kau bilang?
- Apa yang kau lakukan? - Apa?
Asal kau tahu saja, ini wilayahku. Jangan ikut campur.
Kudengar di sini ada yang akan diangkat menjadi kepala inspektur.
Kau tidak ingin itu ditunda, bukan?
Kau mengancamku?
Tan juga bisa menjadi saksi.
Jangan lupakan itu.
Dia akan baik-baik saja.
- Ada masalah, Inspektur. - Apa itu?
Tersangka berhasil melarikan diri.
- Bagaimana dengan Firecow? - Dia mati.
Tersangka membunuhnya.
Ayo berangkat.
Apa yang harus kita lakukan, Chi?
Bagaimana tersangka bisa kabur dari sini?
- Ini jam makan siang. - Kau diam saja di jam makan siang?
Tuan Ken. Aku sudah menelepon ambulans.
Halo?
Halo?
Aku tahu ini kau, Suen.
Bicaralah, Suen.
Aku tak berniat melakukannya.
Aku tak bermaksud membunuhnya. Percayalah padaku.
Tenanglah. Katakan padaku, kau ada di mana?
Aku akan membantumu.
Membantuku? Bagaimana caranya?
Suen, dengarkan aku.
Apa kau tidak tahu...
...Chi sangat khawatir?
Tidak akan ada jalan keluar jika kau terus kabur.
Percayalah padaku.
Aku akan menjemputmu.
Aku akan menemanimu ke kantor polisi.
Aku juga akan mencarikanmu pengacara terbaik.
Kita akan membuka toko kita setelah itu.
Setuju?
Tidak.
Tidak.
Aku tak akan pergi ke kantor polisi.
Aku sudah tidak percaya pada polisi.
Tidak akan. Aku tak mau masuk penjara lagi.
Suen?
Suen Mei-kan? Halo?
- Aku tak mau lagi. - Suen?
Suen.
- Chi. - Suen.
Menjauhlah.
Aku tak mau kau terlibat.
Bagaimana denganmu? Apa yang akan kau lakukan?
Aku akan kabur.
Bertindak semestinya.
Ini untukmu.
Kuharap kau menyukainya.
Aku membelinya sendiri.
Apa menurutmu kakak akan kembali?
Untuk apa?
Jika bukan karena kau, kakak tidak akan seperti ini.
Kakak.
Kakak...
Apa yang kau lakukan di sini?
Di mana Suen?
Aku bertanya padamu.
Kenapa kau marah-marah?
Kau mencari kakakku?
Ke mana dia bisa pergi? Di luar hujan deras.
Sebenarnya, aku tahu di mana dia.
Tapi apa yang bisa kaulakukan?
Kau berani mempermainkan polisi?
Hebat sekali. Tangkap aku, polisi.
Hubungi polisi, Tan. Hubungi polisi.
Kau baik-baik saja, Tan? Pergilah.
Pergilah.
Pergi.
- Tidak. - Pergilah.
Pergi dari sini.
Lepaskan.
Lepaskan.
- Tan. - Kau mau lari?
Kurang ajar.
Tan.
Katakan di mana Suen berada.
Tan.
Tan, pergilah.
Pergi, Tan.
Tolong.
Tolong.
Berhenti.
Berhenti.
Tolong.
Tolong.
Buka pintunya. Tolong.
Kebakaran. Tolong.
Tuan, kau baik-baik saja?
Periksalah di sebelah sana.
Sial.
Buka pintunya. Ini aku, Chi.
Aku takut.
- Tenanglah. - Aku takut.
Apa polisi datang lagi?
- Tidak. - Lalu ada apa?
Tan dan Tin terbunuh dalam kebakaran.
Apa kau serius?
Aku serius.
Siapa pelakunya? Siapa?
Ken. Pelakunya Ken.
Dia yang melakukannya.
Halo.
Bedebah, kau tak akan bisa lari.
Siapa kau?
Kau takut? Kau harus membayar karena sudah membunuh.
Suen. Di mana kau?
Aku bersama Chi sekarang.
Kau ingin membunuhku, bukan?
Kalau begitu, temui aku di panti asuhan besok pagi.
Sial kau, brengsek.
Kurang ajar.
Kau sungguh akan pergi?
Ya.
Aku akan ikut denganmu.
Aku akan menembakmu sampai mati.
Dasar sampah.
Aku tahu kau masih hidup.
Tunjukkan dirimu.
Keluarlah, Suen.
Di mana jalang itu?
Dia tidak berani datang?
Baiklah.
Setelah menghabisimu, akan kucari dia.
Kutangkap kau.
- Kau tak akan lolos jika membunuhku. - Jangan bodoh.
Jangan tembak, Suen.
Dia seorang pembunuh, tangkap dia.
- Jika kau mendekat, kubunuh dia. - Hentikan.
Dia tak akan menderita jika kau menembaknya.
Kami menemukan borgol miliknya di TKP.
Kami punya semua buktinya.
- Dia sudah tamat. - Benar.
Aku tidak ingin dia dipenjara.
Aku ingin dia membayar. Aku ingin dia mati.
Tidak, Suen. Jangan membunuh.
Kumohon. Jangan.
- Apa kau tidak memikirkan Chi? - Kumohon, Suen.
Sudah terlambat.
Aku sudah menjadi pembunuh.
Jika aku melepaskannya, apa aku akan dilepaskan?
- Percayalah, hukum itu adil. - Aku tidak percaya pada hukum.
Aku ingin membalaskan dendam Tit.
Turunkan senjatamu.
- Jangan menembak. - Jangan mendekat.
Chi.
Chi.
Jangan tembak aku.
- Dengarkan aku. - Tidak.
Aku tidak ingin membunuh mereka.
- Tidak ingin? - Aku terpaksa.
Mereka memaksaku melakukannya.
Aku sungguh tak mau melakukannya.
Jika bukan untukmu, aku tak akan seperti ini.
Perempuan jalang. Kau mau lari?
Aku akan membunuhmu.
Suen Mei-Kan!
Suen.
Suen Mei-Kan!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.