Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Fox Spirit Matchmaker: Red-Moon Pact]
[Episode 2]
Jika ingin keluar Gunung Tu untuk membalas dendam Ayah dan Ibu,
sekarang masalah siluman serigala
adalah kesempatan yang bagus.
Untung saja Akademi Klan Rubah
mengajarkan banyak macam ilmu sihir.
Hari ini aku akan mencoba
ilmu penyamaran tingkat terendah.
Meskipun tingkat rendah,
tetap lumayan mirip.
Liushang.
Jiushuang.
Liushang.
Jiushuang, tadi aku pergi mencarimu.
Aku dengar dari Wuli,
kamu pergi mencari Pemimpin Kedua untuk meminta saran.
Aku sudah selesai meminta saran.
Liushang.
Aku tahu beberapa tahun ini
kamu tidak akur dengan si Manusia Berandal itu
karena dia mencabut banyak bulumu.
Ini pil wijen hitam yang kubelikan
dari pasar khusus untukmu.
Jiushuang.
Kamu sangat baik padaku.
Aku baik padamu, 'kan?
Liushang, belakangan ini aku agak kekurangan uang.
Kamu juga tahu kami para rubah wanita
berdandan setiap hari.
Pengeluarannya sangat banyak.
Aku mengerti.
Ada begitu banyak rubah pria di Gunung Tu,
kamu bisa berpikiran untuk meminjam uang dariku,
aku sudah sangat senang.
Sudah kuduga si Rubah Botak ini
tertarik dengan Jiushuang.
Kalau begitu, cepat berikan padaku.
Baik.
Terima kasih.
Kamu bukan Jiushuang.
Tidak disangka rubah ini menyembunyikan banyak uang pribadi.
Yuechu?
Benar aku. Ada apa?
Kamu si Rubah Botak benar-benar bodoh.
Bahkan kamu tidak bisa mengetahui ilmu penyamaran tingkat rendah
yang Kak Yaya ajarkan padamu.
Mengingat uang ini,
masalah kamu mengeksposku
di depan Kak Yaya hari ini
tidak akan kupermasalahkan denganmu.
Dasar si Manusia Berandal sialan!
Beraninya kamu mempermainkanku!
Yuechu.
Kak Rongrong.
Kenapa kamu di sini?
Ada barang bagus yang ingin kuberikan padamu.
Ulurkan tanganmu.
Uang.
Dari mana kamu mendapatkan begitu banyak?
Aku meminjamnya.
Aku tahu kamu suka uang.
Semuanya untukmu.
Biasanya kamu sangat pelit,
bagaimana bisa memberi hadiah tanpa alasan?
Katakanlah, ada permintaan apa?
Ternyata memang orang yang paling pintar di Gunung Tu.
Cukup pintar.
Kak Rongrong, aku dengar
siluman serigala yang pergi menagih utang ke pasar sudah mati.
Bisakah ganti aku yang mengambil alih?
Aku baru saja kembali dari bawah gunung bersama Kakak,
kamu sudah mendengarnya.
Informasimu cukup cepat juga.
Kak Rongrong.
Kamu lihat selama bertahun-tahun di Gunung Tu,
aku bekerja keras, rajin, dan setia.
Selain itu, sejak kecil aku mahir dalam aritmetika.
Pasti tidak salah jika ganti aku yang pergi.
Jangan harap.
Masalah ini harus Kakak yang putuskan.
Dia pasti tidak akan membiarkanmu pergi.
Hal sepele seperti ini,
bisakah jangan merepotkan Kakak Peri Siluman?
Kamu tahu Kakak biasanya lelah,
tapi kamu malah menyebabkan banyak masalah bagi dia.
Sudahlah.
Pokoknya kamu pergi menagih utang,
itu tidak mungkin.
Kembalikan uangnya.
Kembalikan uangnya.
Berbicara tentang uang...
Ini adalah pengeluaranmu sejak memasuki Gunung Tu.
Aku mencatat semuanya untukmu.
Dikurangi uang bulanan yang kamu hasilkan dari kerja bertahun-tahun,
kamu harus segera membayarnya.
Ternyata memang serakah.
Hanya masuk dan tidak keluar.
Wanita sialan.
Tidak bermoral, bisa-bisanya menyerang dari belakang.
Lepaskan kami!
Kalian berdua tahu tapi tidak melapor,
meninggalkan Wisma Gunung
dan tinggal di luar Gunung Tu selama bertahun-tahun.
Menyimpan keegoisan dan menginginkan darah spiritual,
hampir saja mengganggu rencana besar Ketua Wisma.
Ini Ribuan Kesedihan untuk kalian dari Ketua Wisma.
Ribuan Kesedihan?
Minumlah dengan patuh.
Ini...
Tidak perlu begini, 'kan?
Ribuan Kesedihan ini
harus minum obat penawar sekali setiap tujuh hari.
Jika tidak, akan menusuk usus dan perut membusuk,
lalu mati kesakitan.
Ini adalah obat penawar untuk tujuh hari ini.
Ketua Wisma memerintahkan kalian berdua
untuk mencari cara membawa keluar Dongfang Yuechu.
Jika berani macam-macam lagi,
meski kalian menemukan darah spiritual,
takutnya juga tidak punya nyawa untuk menikmatinya.
Berikan padaku.
Aku duluan.
Aku duluan, jangan ditumpahkan lagi.
Tidak bisa.
Biarkan aku duluan.
Jin Renfeng bajingan itu.
Tak kusangka kita berdua telah berjaga selama bertahun-tahun,
tapi pada akhirnya masih harus bekerja mati-matian untuknya.
Asalkan kita menangkap Dongfang Yuechu
dan mendapatkan darah spiritual Dongfang,
bahkan Jin Renfeng juga tidak bisa berbuat apa-apa pada kita.
Benar.
Darah spiritual Dongfang.
Kekuatan kegelapan.
Kenapa kedua kekuatan ini bisa bercampur?
Kakak Peri Siluman.
Kenapa kamu kemari?
Kakak Peri Siluman.
Aku ingin pergi ke pasar untuk menagih utang.
Kamu benar-benar ingin pergi ke pasar Klan Siluman?
Aku sudah menghitungnya dengan saksama.
Berdasarkan gajiku saat ini sebagai pekerja di Gunung Tu,
meskipun aku bekerja 50 tahun lagi,
juga tidak bisa melunasi utangku pada Gunung Tu.
Selain itu, saat ini jabatan penagih utang kosong.
Kebetulan aku bisa mengisinya.
Dengan begini bisa menghasilkan lebih banyak uang,
dan melunasi utang secepatnya.
Hanya demi menghasilkan lebih banyak uang?
Kakak Peri Siluman.
Selain menghasilkan lebih banyak uang,
aku tidak ada pemikiran lain.
Pergi saja jika ingin.
Tapi, aku ingin mengingatkanmu satu hal.
Kekuatan Api Yang Murni milikmu masih dangkal.
Hal seperti melawan yang lebih kuat
jangan kamu lakukan.
Selain itu,
Benang Langit dan Bumi masih ada di dalam tubuhmu.
Jangan harap bisa kabur.
Kakak Peri Siluman,
tenang saja.
Gunung Tu adalah rumah kedua bagiku.
Bagaimanapun juga aku tidak akan melarikan diri.
Semua sebab dan akibat di dunia sudah ditentukan.
Karena kamu berniat membalas dendam pada Jin Renfeng,
Gunung Tu kebetulan bisa melacak petunjuk
dan menemukan dalangnya.
Pohon Kepahitan memberkatiku.
Asalkan bisa menemukan
Rumput Perjodohan yang meningkatkan kekuatan spiritual Pohon Kepahitan,
aku akan segera kembali ke Gunung Tu.
Saudara He, ternyata seperti yang kamu duga.
Ada rubah yang akan keluar dari Tugu Pembatas.
Asalkan kita menangkap siluman Gunung Tu,
kita bisa mengancam mereka
untuk menyerahkan Dongfang Yuechu si bajingan itu.
Rumput Perjodohan.
Rubah Kecil, ikutlah dengan kami.
Kami tidak akan menyakitimu.
Pak Tua Hu dan He berandal, matilah!
Yuechu.
Cepat pergi.
Tapi, kamu...
Kamu pergi dulu.
Saudara Hu.
Gadis itu memanggilnya apa?
Yuechu.
Kamu adalah bajingan kecil waktu itu,
Dongfang Yuechu.
Langit memberkati.
Sudah muncul.
Yuechu.
Kamu sudah tumbuh begitu tinggi.
Aku tidak akan mengenalimu kalau lewat di jalan.
Ayo, cepat pulang dengan Kakek He.
Ayo.
Jangan omong kosong, Pak Tua Hu dan He!
Hari ini aku akan membalaskan dendam mendiang orang tuaku!
Beraninya orang rendahan ini
datang ke Gunung Tu untuk membuat masalah.
Tu...
Tu...
Tadi kalian melukai orang Gunung Tu.
Pemimpin Pertama.
Bajingan itu adalah Klan Manusia.
Apa aku harus menjelaskan perbuatanku kepada kalian?
Jika terjadi lagi,
aku pasti akan membuat kalian tidak bisa kembali lagi.
Karena Kakak tahu jelas
Yuechu ingin membalas dendam pada Dewa Hu dan He,
kenapa masih mengutusnya untuk menagih utang?
Ini...
Orang yang membunuh Serigala Abu-Abu
memiliki aura darah spiritual Dongfang di tubuhnya.
Kakak mencurigai si Manusia Berandal?
Tidak... tidak mungkin.
Di dalam tubuhnya ada Benang Langit dan Bumi yang Kakak buat.
Jika dia keluar dari wilayah Gunung Tu,
Kakak pasti bisa merasakannya.
Mungkinkah itu dia?
Di dunia ini selain Dongfang Yuechu,
hanya Jin Renfeng yang memiliki darah spiritual Dongfang.
Karena dia memiliki aura kekuatan kegelapan,
itu berarti
dia berhubungan dengan dalang
yang mengikis Pohon Kepahitan.
Itu sebabnya Kakak mengambil risiko membiarkan Yuechu pergi dari Gunung Tu
untuk memancing dalang.
Serigala Abu-Abu adalah satu-satunya orang luar yang bisa masuk ke Gunung Tu.
Jin Renfeng pasti sudah mengetahui rahasia
bahwa saat ini Yuechu berada di Gunung Tu dari tubuhnya.
Orang ini sangat licik.
Hari ini membuat keributan seperti ini,
kelak pasti akan turun tangan sendiri.
Jadi, hari ini Kakak mengutus Yaya turun gunung untuk berpatroli
karena ingin melindungi si Manusia Berandal, 'kan?
Karena Kakak telah mengutus Yaya,
kenapa masih mau diam-diam mengikuti?
Jika ada waktu, kamu juga bantu aku mengawasinya.
Kakak.
Ada yang salah denganmu.
[Wisma Gunung Api Dewa]
Ketua Wisma.
Hamba yakin,
yang bertarung dengan Dewa Hu dan He hari ini
adalah Dongfang Yuechu.
Apa yang harus dilakukan selanjutnya?
Terus awasi Dewa Hu dan He.
Selama mereka berdua tidak mati,
maka Dongfang Yuechu
pasti akan datang sendiri.
Ketua Wisma bijaksana.
Hamba berharap Ketua Wisma bisa segera menangkap Dongfang Yuechu,
dan harapan Ketua bisa terwujud.
Ini adalah obat spiritual untuk menyembuhkan luka dalam.
Catat saja di tagihanku.
Apa Kakak benar-benar mengira utangnya
lebih sedikit dari bocah itu?
- Yue... Yuechu. - Yuechu.
Kenapa?
Datang ke sini untuk balas dendam padaku?
Kenapa kamu berpikir seperti itu?
Kamu begitu setia kawan,
bagaimana mungkin kami membalas dendam padamu?
Benar.
Dulu aku selalu mengira kamu adalah orang jahat,
jadi sering menjelek-jelekkanmu di belakang.
Tapi, setelah kejadian kali ini, aku baru tahu
ternyata kamu sama baiknya dengan kami.
Benar.
Hentikan.
Ada masalah apa, langsung katakan saja.
Sebenarnya untuk apa kalian datang?
Aku membawakanmu barang bagus.
Lihatlah.
Jiushuang.
Duduklah.
Ini adalah buku yang aku simpan selama bertahun-tahun.
Kamu biasanya membaca ini?
Ini sangat menarik.
Ini adalah kudapan yang khusus kusiapkan untukmu.
Cepatlah cicipi.
Coba lihat.
Kalau begitu,
kalian berdua benar-benar datang untuk berbaikan?
Dulu aku yang salah.
Kali ini kamu telah menyelamatkan Jiushuang,
kelak kamu adalah saudara sejatiku.
Masalah saudara adalah masalahku.
Kelak jika kamu ada kesulitan, cari aku.
Aku pasti akan membantumu.
Ucapanmu sungguhan?
Tentu saja.
Bukan aku yang berlebihan.
Lukaku sungguh cukup dalam.
Besok pagi,
harus bangun pagi untuk melakukan...
Baik.
Serahkan padaku.
Kamu hanya perlu memulihkan diri dengan baik.
Pemimpin...
- Pemimpin Pertama. - Pemimpin Pertama.
Kakak Peri Siluman.
Yuechu.
Jika tidak ada hal lain, kami berdua pergi dulu.
Lain hari baru datang menjengukmu lagi.
Baik.
Bagaimana lukamu?
Duduk dulu, duduk.
Ayo.
Makan sedikit kudapan.
Lukaku ini memang sakit.
Sangat sakit.
Ini obat dari Rongrong untukmu.
Ini terlihat pasti obat yang bagus.
Sampaikan terima kasihku kepada Kak Rongrong.
Tentu saja,
Kakak Peri Siluman yang paling baik padaku.
Apakah aku baik padamu?
Tentu baik.
Kenapa tidak baik?
Saat aku masih kecil, kamu menyelamatkanku
dan menampungku.
Meskipun...
Meskipun sering memarahiku,
kalau selalu memarahiku,
berarti hatimu menyayangiku.
Apakah kamu benar-benar berpikir seperti itu?
Tentu saja.
Bagaimanapun juga,
Gunung Tu bisa membedakan dendam dan kebaikan.
Kamu telah menyelamatkan nyawa Jiushuang.
Aku berutang budi padamu.
Kalau begitu, budiku, Dongfang Yuechu,
tidak mudah untuk dibalas.
Kamu ingin bagaimana?
Kelak kamu akan tahu.
Pulihkan dirimu dengan baik.
Pekerjaan beberapa hari ini tidak perlu dilakukan.
Tidak perlu?
Bagaimana dengan gaji?
Tetap dibayar.
Tunggu aku.
Klan Manusia.
Klan Manusia.
Ini...
Kenapa ada Klan Manusia yang kemari?
[Pasar Klan Siluman Gunung Tu]
Datang lihat-lihat lagi lain kali.
[Siluman kerbau, Mu Tong]
Kakak, ingin membeli arak?
Arak di tempatku ini...
Klan Manusia?
Apakah kamu adalah Klan Manusia yang tinggal di Gunung Tu
yang disebut Serigala Abu-Abu waktu itu?
Kamu pintar juga.
Tebakanmu benar.
Mulai hari ini,
aku menagih uang sewa pasar.
Kemarin lusa aku baru membayar uang sewa setengah tahun kepada siluman serigala.
Yang kamu bayarkan kepada siluman serigala itu sewa tahun lalu.
Tahun ini kamu belum membayar satu sen pun.
Berdasarkan aturan,
bukankah uang sewa tahun ini baru dibayar pada akhir tahun?
Itu juga aturan tahun lalu.
Berdasarkan aturan tahun ini, kamu harus membayarnya sekarang.
Baik.
Kenapa harganya naik begitu banyak?
Harus menagih sesuai dengan seberapa penghasilanmu sekarang.
Jika menghasilkan banyak, ditagih banyak.
Jangan banyak omong kosong.
Cepat bayar uang sewa.
Jika tidak sanggup menyewa,
cepat pindah ke tempat lain.
Aku juga pernah mendengar
tempat yang bisnisnya ramai
dan uang sewa murah.
Di mana?
Klan Manusia.
Aku pernah mendengar
ada Klan Siluman yang membuka toko di pasar Klan Manusia.
Tokonya lumayan laris.
Sungguh?
Apakah aku bisa membohongimu?
Tapi, untuk apa aku memberitahumu semua ini?
Uang yang kamu hasilkan banyak atau sedikit,
apa hubungannya denganku?
Sekarang sudah bisa kamu katakan, 'kan?
Pasar Klan Manusia ini...
Bocah ini
menaikkan begitu banyak uang sewa.
Bagus.
Jika berdasarkan cara peningkatan dia,
toko-toko itu pasti akan tutup
dalam waktu kurang dari tiga bulan.
Apa keuntungannya memaksa orang-orang ini
ke keputusasaan?
Beberapa tahun ini,
ke mana perginya para pedagang siluman
yang tidak mampu membayar uang sewa hingga tidak bisa membuka toko?
Ada beberapa yang setelah ditutup,
langsung kembali ke kampung halaman untuk mencari nafkah dengan berburu.
Ada beberapa yang diam-diam pergi ke pasar Klan Manusia.
Pasar Klan Manusia?
Tampaknya dia ingin memanfaatkan kesempatan pergi ke Klan Manusia,
lalu mencari Dewa Hu dan He serta Jin Renfeng untuk membalas dendam.
[Kedai Arak Zhiwei]
Ini adalah pesanan besar.
Kamu terima atau tidak?
Jika kamu tidak terima pesanan ini,
aku harus mencari orang lain.
Tentu saja mau kuterima.
Jika bisnis ini dijalankan,
bisa setara dengan omzetku selama setahun.
Ini baru benar.
Jika terlalu berhati-hati dan ragu-ragu, bagaimana bisa kaya?
Ini adalah uang muka 10 tahil, kamu simpan baik-baik.
Ini... Apakah di pasar Klan Manusia
orangnya benar-benar begitu bodoh dan punya banyak uang?
Intinya, uang sewa juga murah.
Meskipun bisnis di sini lumayan,
kenaikan uang sewanya terlalu banyak.
Sudah bekerja keras selama setahun,
semua uang yang dihasilkan harus diserahkan.
Siapa yang bisa tahan?
Jangan bilang aku tidak memperhatikanmu.
Ini adalah pil wijen hitam penghilang aura.
Dapat membantumu menyembunyikan aura siluman
di pasar Klan Manusia.
Dengan begini, semuanya sudah siap.
Dewa Kekayaan
akan datang berkunjung.
Pasti datang.
Tampaknya bocah Klan Manusia itu memang tidak membohongiku.
[Kedai Arak Zhiwei]
Kerja bagus.
Ini adalah obat spiritual untuk membantu kultivasi milik Gunung Tu.
Klan Manusia selalu ingin membunuh begitu melihat Klan Siluman.
Dengan bantuan obat spiritual ini,
kamu berkultivasi ilmu pertahanan diri
seharusnya tidak akan jadi masalah.
Terima kasih banyak.
Rubah sepertimu telah memprovokasi siapa?
Kenapa terluka begitu parah?
Siapa yang begitu kejam
sampai melukaimu seperti ini?
Klan Manusia.
Sungguh membuat benci.
Tenang saja.
Aku akan menyuruh Rongrong mengajarimu Ilmu Ribuan Wajah,
itu pasti bisa mengembalikan wajahmu seperti semula.
Penampilanku seperti ini,
apa kamu tidak takut?
Apa yang perlu ditakutkan?
Tapi, kenapa kamu bisa datang ke Gunung Tu?
Aku dengar Gunung Tu tidak pernah membiarkan Klan Manusia masuk
dan lebih aman.
Jadi...
Namun, bukankah ada penghalang di luar Gunung Tu?
Bagaimana kamu bisa masuk?
Aku...
Aku memanjat dari tebing gunung belakang.
Pantas saja, bahkan tanganmu jadi tergores.
Jangan khawatir.
Kelak di Gunung Tu,
tidak akan ada Klan Manusia yang menindasmu lagi.
Siapa namamu?
Aku
tidak punya nama.
Aku tahu.
Pasti karena
nama lamamu diberikan oleh Klan Manusia.
Jadi, kamu tidak ingin mengatakannya, 'kan?
Begini saja,
aku akan memberimu nama baru.
Biarkan aku berpikir.
Bagaimana kalau namamu Guoguo?
Guoguo?
Jika ada aku, Yaya dari Gunung Tu, yang melindungi,
hari-hari kelak bisa kamu jalani dengan indah.
[Rubah salju, Guoguo]
Salahku tidak bisa lakukan tugas dengan baik
dan terlalu mendesak uang sewa,
sehingga Mu Tong kabur ke Klan Manusia.
Kali ini dia kabur,
tidak hanya tidak berhasil menagih uang sewa,
dia juga menyesatkan pedagang siluman lain di pasar.
Menurutmu, ada apa dengan para pedagang siluman itu?
Mereka sedang meniru Mu Tong
mencari berbagai alasan untuk tidak membayar uang sewa.
Lalu, bersiap untuk melarikan diri di saat yang tepat.
Kalau begitu,
ada masalah besar dalam manajemen pasar.
Pedagang siluman mana yang sudah bosan hidup?
Berani-beraninya berutang uang sewa pada Gunung Tu.
Kamu terluka?
Bukan aku.
Kakak jangan khawatir.
Aku menyelamatkan seekor rubah liar yang terluka di gunung belakang.
Kamu tidak tahu, dia sangat menyedihkan.
Kakak sekalian,
bisakah kita membedakan mana yang prioritas dan bukan?
Kita bicarakan dulu masalah pasar Klan Siluman.
Dasar bocah tengik.
Beraninya kamu mengatakan aku tidak bisa
membedakan mana yang prioritas dan bukan di depan Kakak?
Aku tidak berani.
Kamu berpikir berlebihan.
Kamu masih berani mengatakannya.
Jika bukan karena kelalaianmu,
apakah para pedagang siluman itu
bisa utang uang sewa dan kabur ke pasar Klan Manusia?
Jadi, maksudmu adalah
Gunung Tu seharusnya membiarkan mereka tidak membayar utang uang sewa?
Kalau begitu...
Sudahlah.
Jangan berdebat lagi.
Rongrong dan aku masih harus mendiskusikan sesuatu.
Kalian keluar dulu.
Baik.
Demi membuat Yuechu tanpa curiga
pergi ke pasar Klan Manusia,
Kakak juga sudah bersusah payah.
Untungnya dia tidak menyadari bahwa di balik pelarian bayar uang sewa Mu Tong
ada hasutan dari kita.
Dia ingin memancing Jin Renfeng ke pasar Klan Manusia,
pasti akan memberikan informasi kepada pihak lain.
Selanjutnya, kita hanya perlu menunggu dia
memohon padaku untuk mengizinkannya pergi ke pasar Klan Manusia.
Jin Renfeng selalu berbahaya dan licik,
serta menghalalkan segala cara.
Dua tahun ini, bahkan hidup dalam pengasingan di Wisma Gunung Api Dewa
dan jarang keluar.
Hanya darah spiritual Dongfang
yang bisa memancingnya muncul.
Menurutmu,
kenapa dia memancing Jin Renfeng ke pasar Klan Manusia?
Jangan-jangan anak ini sudah dewasa?
Dia sudah memahami
pemikiran Kakak.
Dia tahu Kakak
tidak ingin Klan Manusia dan Klan Siluman berperang lagi,
juga tidak ingin melibatkan Gunung Tu,
sehingga memutuskan untuk pergi sendiri.
Dalam Keluarga Dongfang,
kekuatan spiritual seumur hidup wanita diwariskan melalui garis keturunan.
Kekuatan spiritual ibumu
sudah diwariskan padamu.
Ini baru membuat Api Dewa tidak stabil, mengerti?
Ibu, aku sudah salah.
Tunggu kelak aku sudah menguasai Api Yang Murni,
aku pasti akan memanggang ubi jalar yang lezat untuk Ibu dan Ayah.
Ayah, Ibu.
Sebentar lagi aku bisa membalaskan dendam kalian.
Kamu si rubah putih kecil punya pemahaman yang lumayan bagus.
Ternyata sekali belajar langsung bisa.
Hanya saja Ilmu Ribuan Wajah ini
masih perlu sering dilatih dengan tekun
agar efeknya bisa bertahan lama.
Terima kasih, Kak Rongrong
dan Kak Yaya.
Aku tidak bisa membalas kebaikan kalian.
Jika kelak kedua Kakak ada keperluan apa pun,
aku pasti akan melakukannya tanpa takut dan tanpa penolakan.
Tidak perlu sungkan.
Juga jangan selalu berpikiran untuk membalas budi.
Kamu tinggal saja di Gunung Tu dengan tenang.
Otakku ini...
Kamu belum punya tempat tinggal di Gunung Tu.
Rongrong.
Aku serahkan tempat tinggal Guoguo padamu untuk diatur.
Ini...
Bukan tidak bisa.
Hanya saja biayanya...
Cukup potong dari aku.
Paling tidak aku akan kurangi minum arak.
Begitu juga tidak cukup.
Kalau begitu, aku kurangi mengambil uang bulanan.
Uang bulananmu itu,
sudah ada lebih dari setengah
digunakan untuk membayar utang beli arak.
Lalu, menurutmu harus bagaimana?
Kakak Kedua,
bagaimana kalau kamu manfaatkan kesempatan ini untuk berhenti minum arak?
Rongrong sialan!
Kakak Peri Siluman.
Bukannya aku menegurmu.
Biasanya kamu juga harus lebih banyak tersenyum.
Jangan selalu menanggung begitu banyak masalah.
Begitu banyak Klan Rubah di seluruh Gunung Tu.
Ditambah lagi pasar di bawah gunung perlu kamu khawatirkan.
Aku bahkan merasa lelah untukmu.
Kalau begitu kamu coba katakan,
bagaimana cara menjadi pemimpin yang tidak lelah?
Sangat mudah.
Fokus pada masalah besar, biarkan masalah kecil.
Fokus pada masalah besar, biarkan masalah kecil?
Misalnya,
masalah kecil seperti pergi ke pasar Klan Manusia untuk menagih uang sewa,
serahkan saja padaku dengan tenang.
Kamu ingin pergi ke pasar Klan Manusia?
Aku sudah memikirkannya dengan saksama.
Gunung Tu dan Klan Manusia tidak pernah saling mengganggu.
Jika kamu atau rubah kecil lainnya pergi ke sana dengan gegabah,
pasti akan menimbulkan masalah yang tidak perlu.
Lebih baik biarkan aku,
Klan Manusia yang tumbuh besar di Gunung Tu, untuk turun tangan
agar bisa membereskan masalah ini.
Tampaknya,
kamu sungguh lakukan semua ini demi kebaikan Gunung Tu.
Tentu saja.
Semuanya demi Kakak Peri Siluman dan Gunung Tu.
Jika ingin pergi ke pasar Klan Manusia,
lewati rintangan dariku dulu.
Rintangan apa?
Kakak Peri Siluman.
Kakak Peri Siluman.
Tidak boleh menggunakan Api Yang Murni.
Apa kamu
takut aku menggunakan Api Dewa di depan manusia
dan mengekspos diriku?
Saat ini,
tidak boleh membiarkan lebih banyak Klan Manusia mengetahui identitasmu.
Mulai sekarang,
aku akan mengajarimu jurus pengusir iblis yang lengkap.
Aku mengerti.
♫Kerinduan perlahan-lahan mewarnai mimpi lama menjadi merah♫
♫Semoga kekacauan di Tiga Alam berakhir♫
♫Ingin mengatakan sesuatu, tetapi terhenti dan perselisihan berlanjut♫
♫Siapa yang sedang berdebar gugup?♫
♫Malam tanpa melihat datangnya fajar dan bintang menghilang dari langit♫
♫Pernah mengalami naik turunnya dunia, tetapi merasa hampa♫
♫Penyesalan telah berlangsung lama, dan takdir dimulai di Gunung Tu♫
♫Bergandengan tangan melukis kedamaian dan keabadian♫
♫Hujan gerimis samar-samar turun di halaman♫
♫Memengaruhi waktu dan ruang yang melintasi alam♫
♫Kehidupan berlalu bagaikan mimpi♫
♫Namun, sudah sangat lama merindukan♫
♫Air mata mengalir dalam kehampaan♫
♫Telah berkali-kali merenungkan kenangan♫
♫Meskipun takdir berakhir, tetap harus membangun mimpi abadi♫
♫Tekad untuk melupakan segalanya♫
♫Masa lalu diganti dengan masa depan♫
♫Di bawah Pohon Kepahitan, siapa yang meninggalkan♫
♫Sedikit kasih sayang♫
♫Tertulis dalam kesedihan akibat perpisahan♫
♫Tidak dapat membedakan budi dan dendam♫
Kakak Peri Siluman.
♫Kekerasan dan kebencian♫
Sudah selesai dipanggang.
♫Berjaga demi umat manusia♫
♫Untuk pertama kalinya bulan putih melihat bunga merah♫
♫Saling berpelukan di lautan awan♫
♫Dipisahkan oleh banyak gunung dan sungai♫
♫Hatiku jadi bergejolak bagaikan riak air♫
Cicipilah.
♫Perasaan bergelora ke dalam hati♫
Bagaimana?
Lumayan enak.
♫Di bawah Pohon Kepahitan, siapa yang meninggalkan♫
Ini ubi jalar bakar Api Dewa yang diwariskan oleh leluhurku.
♫Sedikit kasih sayang♫
Di seluruh Gunung Tu,
♫Tertulis dalam kesedihan akibat perpisahan♫
tidak ada yang bisa memanggangnya lebih enak dari aku.
Kakak Peri Siluman.
♫Tidak dapat membedakan budi dan dendam♫
Sejujurnya,
setelah aku selesai menagih utang di pasar Klan Manusia,
♫Kekerasan dan kebencian♫
♫Berjaga demi umat manusia♫
aku akan membeli batu kapur putih
dan juga beras ketan.
♫Untuk pertama kalinya bulan putih melihat bunga merah♫
Ditambah lagi sedikit sari rotan belimbing.
♫Saling berpelukan di lautan awan♫
Jika mengaduk semua itu,
♫Dipisahkan oleh banyak gunung dan sungai♫
bisa memperbaiki atap yang bocor di Gunung Tu.
♫Hatiku jadi bergejolak bagaikan riak air♫
Memperbaiki atap?
Waktu aku kecil, jika rumah jerami bocor,
♫Perasaan bergelora ke dalam hati♫
begitulah cara ayahku memperbaikinya.
Mungkinkah dia tidak memancing Jin Renfeng ke Gunung Tu
karena sudah menganggap Gunung Tu penting?
Jadi, Kakak Peri Siluman,
kapan aku bisa pergi ke pasar Klan Manusia untuk menagih uang sewa?
Pergi cari Rongrong untuk mengambil buku besar.
Baik.
Kakak Peri Siluman,
Aku pasti akan mewakili Gunung Tu
menagih kembali utang tanpa kurang sepeser pun.
Sayang, keluarlah.
Arak ratusan bunga kesayanganku.
Selama pergi beberapa hari, aku sangat merindukanmu.
Kenapa sudah tidak ada?
Apa yang sedang kamu lakukan?
Pe... Pemimpin Pertama.
Bagaimana dengan urusan yang kamu tangani di luar kali ini?
Pemimpin Pertama tenang saja.
Aku mengikuti perintah Anda sebelumnya
untuk mengunjungi wilayah siluman lain,
tapi tidak menemukan jejak kekuatan kegelapan.
Kalau begitu,
dalang kali ini
sengaja memilih Klan Manusia.
Maksud Pemimpin Pertama adalah
kekuatan jahat kali ini
muncul pada tubuh Klan Manusia di luar Gunung Tu
bukanlah kebetulan,
melainkan mereka sedang menyiapkan rencana yang lebih besar?
Apakah Tetua masih ingat 700 tahun yang lalu?
Maksud Pemimpin Pertama adalah
ada orang yang ingin membuat masalah di antara Klan Manusia dan Gunung Tu?
Bagaimana mungkin?
Semoga kekhawatiranku tidak berdasar.
Lalu, apa yang harus dilakukan selanjutnya?
Beberapa hari ini,
aku menemukan kekuatan kegelapan itu
sepertinya berhubungan dengan Jin Renfeng.
Aku sudah membuat rencana untuk memancingnya ke pasar Klan Manusia.
Itu adalah wilayah yurisdiksi Wangquan, ketua Aliansi Yiqi.
Di sana, dia seharusnya bisa lebih menahan diri.
Wisma Gunung Api Dewa, Jin Renfeng?
Bagus juga.
Biarkan aku menemani Pemimpin Pertama
menemui Dewa Api berwajah emas ini.
Baik.
Omong-omong,
setelah perang manusia dan siluman,
Gunung Tu memutuskan hubungan dengan Klan Manusia.
Pemimpin Pertama juga sudah 400 tahun
belum pernah menginjakkan kaki di wilayah Klan Manusia, 'kan?
Pemimpin Pertama.
Hari sudah larut.
Tetua juga istirahatlah lebih awal.
Baik.
Kelak jika ingin minum arak,
ambillah sendiri dari Paviliun Huguang.
Terima kasih, Pemimpin Pertama.
Aku pamit dulu.
Ubi jalarnya terlihat sudah matang,
sebenarnya masih mentah.
Apanya Api Yang Murni nomor satu di dunia?
Ubi jalar saja tidak bisa matang.
Tunggu sebentar.
Kupanggang lagi untukmu.
Aku jamin bisa membiarkanmu makan enak.
Besok kamu akan pergi ke pasar Klan Manusia untuk menagih uang sewa.
Kenapa masih ada waktu untuk memanggang ayam di sini?
Kakak Peri Siluman.
Selama bertahun-tahun, aku jadi kebiasaan.
Lagi pula, memanggang seekor ayam bukanlah hal yang sulit.
Api Dewa tidak stabil.
Apakah kamu sedang ada pikiran?
Memang sedikit gugup.
Bagaimanapun, ini pertama kalinya aku kembali ke Klan Manusia setelah bertahun-tahun.
Jangan bicarakan tentangku lagi.
Bagaimana denganmu?
Apakah kamu juga sedang ada pikiran?
Berdasarkan pemahamanku terhadapmu selama bertahun-tahun,
saat ini kalau bukan sedang berkultivasi,
berarti kamu sedang mengurus pekerjaan.
Mana ada waktu untuk jalan-jalan di sini?
Sedang ada pikiran apa?
Coba ceritakan padaku.
Tidak ada hubungannya denganmu.
Kenapa bisa tidak ada hubungannya denganku?
Aku adalah pengikut pribadimu.
Sudahlah, tidak dikatakan juga tidak apa-apa.
Cicipilah.
[Gunung Tu]
Kakak.
Yaya.
Waktu itu kita bertiga terlahir dari Pohon Kepahitan.
Kekuatan siluman secara alami lebih besar dari rubah kecil lainnya.
Kamu juga sangat tekun berkultivasi.
Beberapa tahun ini,
di Gunung Tu selain aku,
kekuatan silumanmu yang terbesar.
Kakak.
Kenapa dua hari ini kamu selalu memujiku?
Bahkan memujiku sampai aku jadi malu.
Kekuatan siluman yang besar adalah kelebihanmu,
dan juga kelemahanmu.
Coba kamu pikirkan,
apakah setiap kali bertemu masalah,
kamu selalu ingin menyelesaikan masalah dengan kekuatan siluman?
Benar juga.
Hanya kekuatan siluman saja tidak akan bisa melindungi Gunung Tu.
Aku mengerti, Kakak.
Tapi, jika ada kamu dan Rongrong,
tidak masalah kalau aku agak gegabah.
Beberapa hari ini,
aku harus meninggalkan Gunung Tu untuk mengurus beberapa hal.
Selama aku tidak ada,
kuserahkan Gunung Tu untuk kalian jaga.
Kamu mau ke mana?
Ini tidak penting.
Yang penting adalah kalian bisa melindungi Gunung Tu,
aku pun tidak akan khawatir.
Kakak tenang saja.
Aku pasti akan berpikir sebelum bertindak.
Tidak berkelahi jika bisa.
Melindungi Gunung Tu dengan baik bersama Rongrong.
Pergilah.
[Gunung Tu]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.