Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Fox Spirit Matchmaker: Red-Moon Pact]
Gunung Tu, awalnya adalah sebidang tanah yang tandus.
Ribuan tahun yang lalu,
sebuah benih terlahir dengan menyerap aura spiritual Langit dan Bumi,
tumbuh menjadi Pohon Kepahitan yang menjulang tinggi ke langit,
sehingga menarik Klan Rubah tinggal di sini.
Tujuh ratus tahun yang lalu,
pemimpin Gunung Tu, Shi Ji, demi mendominasi Enam Wilayah,
memimpin para siluman menyerang habis-habisan Klan Manusia.
Klan Manusia menentang mati-matian di bawah kepemimpinan Aliansi Yiqi.
Perang yang berlangsung selama 300 tahun
menjatuhkan banyak korban jiwa dan luka bagi kedua klan.
Ini berlangsung hingga Tushan Honghong berani maju
membasmi Shi Ji dan menghentikan perang.
Shi Ji.
Berhentilah.
Kenapa?
Tushan Honghong.
Apakah kamu ingin mengkhianatiku?
Aku ingin melindungi Gunung Tu.
Manusia dan siluman
tidak bisa terus bertarung tanpa henti seperti ini lagi!
Tushan Honghong menjadi pemimpin yang baru.
Dengan bantuan dua adik rubah spiritual,
dia memimpin Klan Rubah keluar dari perselisihan manusia dan siluman.
Setelah itu,
Tushan Honghong menggunakan kekuatan Pohon Kepahitan
memahami cinta sejati di dunia,
untuk membantu perjodohan Klan Siluman.
Kekuatan cinta yang dihasilkan pasangan saling mencintai ini
malah menutrisi Pohon Kepahitan
dan terus bersirkulasi,
tanpa henti terus bertumbuh.
Tugas perjodohan kali ini sudah selesai dengan sempurna.
Kelak, tidak peduli halangan apa pun yang dihadapi,
Gunung Tu pasti akan mengatasi segala kesulitan.
Semoga kalian selalu menjaga dan mencintai.
Terima kasih, Pemimpin Pertama.
Ada Pohon Kepahitan yang melindungi,
Gunung Tu pasti akan menjadi kampung halaman yang damai,
tempat suci bagi ikatan jodoh.
Sampai di sini,
Gunung Tu di bawah perlindungan Tushan Honghong
berada jauh dari pengaruh peperangan,
dan menetapkan peraturan
kalau Klan Manusia tidak boleh menginjak Gunung Tu.
[Episode 1]
Daripada ditangkap mereka untuk diambil darahnya,
lebih baik pergi ke Gunung Tu untuk mencobanya.
Gawat.
- Ayo. - Ayo.
Anak nakal, berhenti!
[Gunung Tu]
[Tugu Pembatas Gunung Tu]
Gawat.
Di depan sudah wilayah Gunung Tu.
[Dewa He]
Keluarlah, anak nakal!
Begitu jatuh ke tanganku,
[Dewa Hu]
aku bisa memotong kedua kakimu dengan mudah.
Kalau begitu, silakan saja.
[Dongfang Yuechu]
Pokoknya, aku juga tak punya kekuatan untuk kabur lagi.
Asalkan kalian berani melangkah masuk ke wilayah ini,
aku akan segera memberimu darah spiritual.
Namun, di sini adalah Gunung Tu.
Sebaiknya kalian berdua pikirkan baik-baik.
Saudara Hu.
Bagaimana jika kamu masuk dan membawanya keluar?
Tidak. Saudara He,
menurutku, ilmu meringankan tubuhmu bagus.
Kamu pergi dan bawa dia keluar.
Bukan.
Apakah kalian sudah selesai berdiskusi?
Sebenarnya mau menangkapku atau tidak?
Atau kalian takut
jadi tidak berani kemari?
Kamu...
Bajingan kecil.
Saudara He, maju!
Gunung Tu
dilindungi olehku.
[Pemimpin Pertama Gunung Tu, Tushan Honghong]
Mengerti?
Ternyata adalah Pemimpin Pertama.
Kali ini,
kami berdua
tidak menginjakkan kaki ke wilayah Gunung Tu.
Jadi, bisakah
anggap kami berdua tidak pernah datang?
Benar, kami tidak pernah datang.
Beraninya dua orang anak buah
mempermalukan dirinya sendiri di depan Kakak?
[Pemimpin Ketiga Gunung Tu, Tushan Rongrong]
Ini siluman kecil dari mana?
Kami sedang berdiskusi dengan Pemimpin Pertama.
Kamu jangan bersikap sembarangan di sini.
Dengan adanya aku, Tushan Yaya, pemimpin kedua
yang menggemparkan dunia,
berkekuatan ilmu tak terbatas,
[Pemimpin Kedua Gunung Tu, Tushan Yaya]
tak terkalahkan, dan berkekuatan dahsyat,
pecundang seperti kalian tidak berhak buat keributan.
Ampunilah kami.
Kakak, untuk menghadapi pecundang seperti ini,
kamu tak perlu melakukannya sendiri.
Pemimpin Pertama.
Bocah itu.
Dia dari Klan Manusia.
Dia juga sudah melewati wilayah pembatas,
aku sedang membantumu membereskannya.
Iya.
Jadi artinya,
aku harus berterima kasih kepada kalian?
Itu tidak perlu.
Tidak perlu sungkan.
Kalian masih ada utang yang belum dilunasi.
Kalian dua bersaudara
masing-masing 500 tahil dan 300 tahil.
Ini jelas-jelas perampokan yang sangat terang-terangan.
Lewat di tempatku, kamu masih saja rakus
dan ingin ambil keuntungan.
Ini aturanku.
Mengerti?
Mengerti.
Tapi Pemimpin Pertama,
kami berdua hari ini keluar tanpa membawa uang.
Benar.
Jadi artinya,
kalian ingin lewat secara gratis?
Serahkan barang berharga yang ada pada kalian.
Hanya ini saja.
Kait Balik Merah He,
harganya 1.000 tahil.
Mutiara Roh Spiritual Raksasa Hu,
harganya 1.200 tahil.
Dipotong biaya tol masih ada sisa.
Bagaimana jika kita kembali bersama ke Gunung Tu
untuk menghabiskan sisa uangnya?
Tidak.
Tidak perlu, tidak perlu kembalian lagi.
Kami pergi dulu.
Tidak perlu kembalian lagi.
Kakak Peri Siluman.
Klan Rubah kalian sangat hebat.
Bocah kecil, jangan sok akrab.
Kakak, siapa anak kecil ini?
Kenapa kamu mau menyelamatkannya?
Seorang yatim piatu.
Yatim piatu? Apa yang harus kita lakukan padanya?
Bawa dia kembali ke Gunung Tu.
Bulan lalu aku diam-diam keluar dari Gunung Tu.
[Paviliun Huguang]
Belum tiba di wilayah Klan Manusia,
sudah ketahuan oleh Pemimpin Pertama
lalu dihukum berat.
Sekarang malah bagus,
[Siluman rubah Gunung Tu, Jiushuang]
[Siluman rubah Gunung Tu, Liushang]
[Siluman rubah Gunung Tu, Wuli]
dia sendiri membawa pulang seorang Klan Manusia.
Aku juga tidak bisa paham.
Jelas-jelas Klan Manusia bertentangan dengan kita.
Apa yang ingin dilakukan Pemimpin Pertama?
Iya.
Kakak, Klan Manusia dan Klan Siluman selalu bertentangan.
Selama ratusan tahun,
Gunung Tu tidak pernah mengizinkan Klan Manusia masuk ke sini.
Apakah kamu lupa
bagaimana Klan Manusia memperlakukan kita dulu?
Aku tidak lupa.
Lalu kenapa kamu bersikeras untuk membiarkannya di sini?
Seorang manusia berandal
begitu lemah dan tidak mampu
melakukan pekerjaan fisik.
Jangankan yang lain.
Hanya kebutuhan mendasar sehari-harinya saja
sudah memerlukan banyak biaya.
Rongrong.
Cepat hitung dan beri tahu Kakak,
berapa biaya untuk membesarkan seorang manusia berandal?
Dipertimbangkan dari biaya akomodasi, pendidikan, makanan,
ditambah biaya pembelian
pakaian seluruh tubuhnya selama empat musim
dan luka atau kerusakan lain,
serta kondisi tak terduga lainnya.
Dari sekarang merawatnya sampai dewasa,
perlu sekitar 786 tahil perak.
Semahal itu?
Cepat antarkan pergi saja.
Jika kamu begitu tidak bisa menerimanya,
lebih baik kamu usir dia.
Aku?
Kakak Kedua, dia seorang anak yatim piatu,
juga tidak punya kekuatan sihir.
Ingin mengusirnya,
seharusnya mudah.
Tidak ada kekuatan sihir?
Kalau begitu, apakah dia akan mati
jika diusir begitu saja?
Lebih baik lupakan saja.
Pemimpin Pertama.
Ada apa?
Pemimpin Pertama.
Anak Klan Manusia tidak boleh tinggal di Gunung Tu.
Bukan dari klan kita,
[Tetua Gunung Tu, Tushan Buzui]
pasti tidak sehati dengan kita.
Apalagi Klan Manusia sangat berbahaya dan licik.
Jika memelihara manusia berandal ini di Gunung Tu,
sama saja dengan memelihara seekor serigala di gerombolan domba.
Meskipun aku berisiko membuat Pemimpin Pertama marah,
juga harus menjalankan tanggung jawab sebagai tetua.
Manusia berandal ini tidak boleh tinggal di sini.
Jadi hari ini Tetua memaksaku memberikan sebuah penjelasan?
Benar.
Jika hari ini Pemimpin Pertama tidak memberikanku
dan Gunung Tu sebuah penjelasan,
kalau begitu aku...
Aku tinggal di Paviliun Huguang dan tidak akan pergi.
Jangan.
Kamu katakan sekali lagi.
Pemimpin Pertama, jangan.
Jangan marah.
Maksud aku adalah
meskipun tinggal,
juga harus melakukan persiapan yang matang.
Bagaimanapun, Klan Manusia sangat berbahaya.
Dia harus diwaspadai.
Ini baru benar.
Cepat pergi.
Baik.
Kalau begitu, aku pamit dulu.
Temperamennya begitu buruk.
Pantas selama ratusan tahun ini
meski begitu cantik,
tidak ada yang berani datang melamar.
[Gunung belakang Gunung Tu]
Dongfang Qinlan.
Gunung Tu akan melindungimu.
Tapi jika suatu hari Gunung Tu butuh,
kamu harus mempersembahkan seluruh darah spiritualmu
pada Pohon Kepahitan.
Dongfang Qinlan bersumpah di sini,
bersedia mencapai kesepakatan dengan Gunung Tu.
Jika terjadi hal tak terduga,
perjanjian ini akan berlanjut ke keturunanmu.
Ayah.
Ibu.
[Nona Kedua Wisma Gunung Api Dewa, Dongfang Qinlan]
[Suami Dongfang Qinlan, Bai Lou]
Dua puluh tahun yang lalu,
Pohon Kepahitan terkikis oleh kekuatan yang tidak diketahui.
[Gunung Tu, di bawah Pohon Kepahitan]
Produksi Rumput Perjodohan yang meningkatkan kekuatan spiritual perjodohan menurun.
Pohon Kepahitan menurunkan dekret Dewa,
mempersembahkan darah spiritual Dongfang pada pohon
bisa memecahkan bencana ini.
Kakak tidak tega melukai orang yang tidak bersalah,
jadi melindungi Qinlan selama bertahun-tahun.
Sekarang,
bocah itu
adalah satu-satunya
yang memiliki darah spiritual Dongfang murni di dunia ini.
Tidak bisa menerima kecelakaan apa pun.
[Wisma Gunung Api Dewa]
Setelah bertahun-tahun berusaha keras mencari ke mana-mana,
dengan susah payah menemukan orangnya,
malah kembali tanpa hasil.
Ketua Wisma, asalkan Anda memberiku sedikit waktu lagi,
[Ketua sementara Wisma Gunung Api Dewa, Jin Renfeng]
kita berdua rencanakan dengan matang
pasti bisa dengan mudah menangkap bocah itu.
Lebih baik kalian jangan membuat kesalahan lagi.
Kesabaranku ada batasnya.
- Baik. - Baik.
[Gunung Tu]
Paviliun Kecil?
Benar.
Mulai hari ini,
paviliun Kecil ini adalah tempat tinggalmu.
Kecil sekali.
Kak Rongrong, bisakah memberiku tempat tinggal lain?
Aku lihat selama perjalanan ke sini,
Paviliun Qingfeng, Paviliun Wangyue,
sepertinya semuanya lebih hebat dari ini.
Boleh.
Tapi di tubuhmu
apakah ada uang?
Kalau begitu, kamu hanya bisa tinggal di sini.
Karena biaya akomodasi di sini paling murah.
Ini adalah pembukuan mengenai pengeluaranmu.
Selain itu,
uang kertas dan tinta untuk menulis pembukuanmu
juga sudah dicatat di dalamnya.
Ini juga dihitung?
Kak Rongrong.
Tapi aku hanya anak kecil.
Dari mana aku mendapatkan uang untuk membayar utang?
Aku sudah memikirkannya untukmu.
Tunggu kamu ada waktu,
kamu bisa bekerja serabutan di seluruh Gunung Tu
dan menghasilkan uang bulanan pelayan rendahan
untuk membayar pengeluaran.
Total 500 tahil?
Kak Rongrong, Kakak.
Baru datang sehari sudah utang begitu banyak uang.
Ini mau dibayar sampai kapan?
Sudahlah.
Ibu selalu bilang untuk berhasil harus punya kesabaran tahan penderitaan.
Setidaknya di sini masih ada satu ranjang.
Lebih baik menetap dulu
dan berlatih dengan baik.
Balas dendam untuk Ayah dan Ibu adalah yang terpenting.
Ibu.
Ayah.
Ibu.
Ibu.
Ibu.
Yuechu.
Ingat,
jangan balas dendam untukku.
Hiduplah dengan baik.
Ibu.
Ibu.
Cepat lari.
Cepat lari, Yuechu.
Cepat lari.
Ibu.
Dongfang Qinlan.
Apakah kamu sudah lupa
perjanjian antara kita?
- Cepat lari! - Ibu.
Ibu.
Ibu!
Kakak.
Si Manusia Berandal sudah diatur.
Kakak Kedua tidak tahu masalah terkikisnya Pohon Kepahitan.
Tidak masalah Kakak menyembunyikannya darinya.
Kenapa harus menyembunyikannya dari Tetua?
Aku tidak ingin menyembunyikannya.
Hanya saja dengan temperamennya,
jika dia tahu kebenarannya,
pasti akan berusaha keras
untuk memaksaku mengorbankan anak itu.
Pada saatnya, bukankah itu akan lebih merepotkan?
Untung saja sekarang keadaan Pohon Kepahitan sudah stabil.
Sementara juga tidak membutuhkan manusia berandal itu.
[Paviliun Gunung Tu]
Kakak Peri Siluman.
Apakah kamu tahu
berapa banyak Klan Rubah di Gunung Tu
yang mati karena Api Dewa?
Jika mereka melihatmu berlatih di sini
dan mengetahui identitasmu,
coba tebak apa yang akan terjadi padamu.
Aku hanya demi membuat diriku lebih cepat menjadi kuat.
Ikuti aku.
Apa yang terjadi?
Kenapa di bawah pohon ini
aku sama sekali tidak bisa memadatkan kekuatan spiritual?
Kekuatan spiritual milik Pohon Kepahitan sangat kuat,
dapat menekan orang berkekuatan spiritual lemah.
Jika ada suatu hari
kamu bisa memadatkan kekuatan spiritual di bawah pohon ini,
itu membuktikan kamu sudah menjadi orang kuat.
♫Cahaya bulan yang dingin bagaikan air♫
♫Bagaikan kabut berhibernasi di bukit♫
♫Bagaikan menggenggam tangan tapi malah pelan-pelan melepaskannya♫
♫Bagaikan angin yang menerjang ombak♫
♫Bagaikan cahaya yang membiaskan ilusi♫
Anak nakal, apakah sudah memikirkan apa harapanmu?
♫Bagaikan bayangan yang memantulkan rupa pemuda♫
Aku hanya ingin kita sekeluarga aman,
kalian berdua panjang umur.
Aku juga ingin melindungi keluargaku seperti Ayah.
♫Waktu yang lalu bagaikan mimpi♫
Ini mudah.
Kalau begitu, mari kita segera
berdoa dengan tulus agar Dewa Pohon memberkati kita sekeluarga.
♫Menggunakan kegelapan malam untuk menyimpan delusi♫
♫Berjaga di sisi Pohon Kepahitan♫
♫Apakah kamu tahu aku juga pernah gundah karena cinta?♫
♫Apakah kamu tahu aku juga pernah bingung karena kebencian?♫
♫Hidup terombang-ambing♫
♫Dalam mimpi, aku menatap ke arah dirimu berada♫
Biasanya saat ini Ayah sudah selesai memasak air,
dan sambil membawa lentera mengejarku di seluruh halaman agar pergi mandi.
Mungkin Ibu sudah menyelinap ke dapur
dan mencuri makan,
lalu mau aku membantunya menutupi.
Semua ini hanya bisa menjadi kenangan
yang ada di dalam pikiranmu.
Kelak tidak akan ada lagi.
Aku masih mengira kamu adalah siluman yang baik.
Tidak disangka dingin dan keras.
Apa...
Apa yang kamu lakukan padaku?
Ini adalah Benang Langit dan Bumi.
Kelak tak peduli ke mana pun kamu pergi,
aku bisa menemukanmu kapan saja.
♫Bagaikan embun yang menghiasi waktu♫
Benang Langit dan Bumi apanya?
♫Bagaikan kilat membangunkan malam yang indah♫
Aku tidak mau.
Cepat keluarkan.
♫Bagaikan bunga yang bermekaran lalu dalam sekejap menjadi masa lalu♫
Pasti hanya membohongiku.
♫Waktu yang lalu bagaikan mimpi♫
♫Menggunakan kegelapan malam untuk menyimpan delusi♫
♫Berjaga di sisi Pohon Kepahitan♫
♫Apakah kamu tahu aku juga pernah gundah karena cinta?♫
♫Apakah kamu tahu aku juga pernah bingung karena kebencian?♫
♫Hidup terombang-ambing♫
♫Saat tiba-tiba melihat ke belakang, rambut kedua sisi pelipismu telah memutih♫
♫Kamu bisa pergi ke medan perang takdir bersamaku lagi♫
♫Bisa biarkan aku memainkan sebuah lagu sakitnya perpisahan lagi untukmu♫
♫Jalan yang berbeda mengarah ke mana?♫
♫Dalam mimpi, aku menatap ke arah dirimu berada♫
[Dongfang Yuechu]
[Gunung Tu]
Sudah bertahun-tahun,
wajah Kakak Peri Siluman sama sekali tidak berubah.
Benar-benar membuat orang iri.
Jangan pasang sikap sok hebat Klan Manusia
di Gunung Tu.
Kakak Peri Siluman.
Ingin memuji ilmu awet mudamu juga tidak boleh.
Jika setiap hari makan tiga orang dari Klan Manusia,
kamu juga bisa memiliki ilmu awet muda.
Kamu menakuti orang lagi.
Aku sudah hidup di sini selama bertahun-tahun.
Seluruh Klan Rubah Gunung Tu
semuanya sangat mematuhi peraturan.
Namun, tidak ada yang berani melukai orang.
Apakah kamu menyalahkanku tidak memakanmu?
Kamu...
Apakah karena dulu merasa aku kecil,
tidak ada daging yang bisa dimakan,
makanya membiarkanku hidup di Gunung Tu?
Kamu cukup pintar.
Jangan.
Aku kurus dan tidak suka mandi.
Jangankan makan daging,
meski kamu
mencium aromaku juga akan membuatmu tidak selera.
Strategi menipu tidak dianggap hina dalam perang.
Kakak Peri Siluman,
kamu yang mengajariku ini.
Kakak Peri Siluman, aku salah.
Aku tahu aku salah, aku benar-benar salah.
Bagaimana hasil hari ini?
Warna, aroma, dan rasanya lengkap.
Kekuatan apinya bisa dibilang sempurna.
Penampilannya bagus.
Selain kaki ayam dan pantat ayam,
kepala ayam juga bisa diberikan padamu.
Apakah perlu begitu kejam?
Kapan aku baru bisa makan paha ayam?
[Dalam Pohon Kepahitan]
Kakak Peri Siluman.
Sedang melihat pemandangan?
Cuaca hari ini sangat bagus.
Kakak Peri Siluman,
jika tidak sibuk,
bisakah sekalian mengambil satu lembar Benang Langit dan Bumi
di tubuhku?
Kamu ingin meninggalkan Gunung Tu?
Bukan begitu juga.
Apakah tidak baik tinggal di Gunung Tu?
Baik.
Tentu saja baik.
Hanya saja,
ada benda ini di dalam tubuhku,
aku merasa aneh dan tidak nyaman.
Kecuali seperti waktu kecil kamu menyelinap keluar
dan ditangkap olehku.
Jika tidak, Benang Langit dan Bumi ini
tidak akan memengaruhimu sama sekali.
Aku hanya ingin turun gunung untuk melihat-lihat.
Ini juga tidak boleh?
Boleh.
Kamu coba saja.
Jika tubuhmu ini dipanggang,
tidak tahu apakah dagingnya lebih enak dari ayam itu?
Ingatlah.
Aku membesarkanmu selama 16 tahun.
Hidupmu milik Gunung Tu,
bukan milikmu sendiri.
Tanpa izinku,
jangan harap bisa pergi.
Ini...
Sudah menarik uang sewa seharian.
Aku lelah sekali.
[Siluman serigala]
Aku adalah siluman kecil yang tinggal di sekitar sini.
Awalnya ingin pergi ke pasar untuk berbisnis.
Tidak disangka kabut malam ini tebal,
ternyata malah tersesat.
Jika Kakak tidak keberatan,
bisakah mengantarku?
Maksud Kakak, di Gunung Tu tinggal seorang Klan Manusia?
Tidak mungkin, 'kan?
Sepengetahuanku,
sepertinya tidak pernah ada Klan Manusia yang bisa masuk ke Gunung Tu.
Itu karena Gunung Tu menyembunyikannya dengan baik.
Selama bertahun-tahun,
sudah bolak-balik di antara Gunung Tu dan pasar,
aku juga tidak menyadarinya.
Hingga beberapa hari yang lalu saat menagih utang,
aku tidak sengaja bertemu dengannya.
Kamu tidak boleh menyebarkannya, ya.
Kakak, tenang saja.
Aku pasti tidak akan menyebarkannya.
Hanya saja aku ingin tahu Klan Manusia seperti apa
sampai bisa membiarkan Gunung Tu menyembunyikannya.
Terlihat seperti pria Klan Manusia yang normal.
Selain tampan,
tidak ada hal yang istimewa.
Siapa namanya?
Namanya Yue...
Yuechu?
Jangan pedulikan Klan Manusia lagi.
Tengah malam begini udaranya dingin.
Aku bantu kamu hangatkan tangan, oke?
Kakak Peri Siluman.
Untuk apa kamu datang?
Kakak Peri Siluman.
Hari ini aku khusus membuat rempah ayam panggang baru,
jadi ingin kamu mencobanya.
Keluar.
Kelak tanpa izinku,
tidak boleh masuk ke Paviliun Huguang.
Kenapa?
Biasanya aku keluar masuk Paviliun Huguang
- sudah berapa kali? - Keluar.
Keluar ya keluar.
Jangan lupa makan ayam panggang ini selagi panas.
[Gunung Tu]
Saudara He.
Sudah berlalu 16 tahun.
Bahkan bayangan bocah itu saja tidak terlihat.
Bagaimana kalau kita kembali mencari Ketua Wisma dulu?
Sebelumnya kita sudah
menyebarkan berita palsu kalau dia sudah mati.
Jika pulang sekarang, bukankah namanya cari mati?
Setelah kita merebut darah spiritual bocah itu,
bahkan Jin Renfeng
juga tetap harus tunduk pada kita.
Asalkan bocah ini masih hidup,
suatu hari nanti kita akan menemukan dia.
[Gunung Tu, Paviliun Huguang]
Kakak, bagaimana perasaanmu sekarang?
Sudah tidak apa-apa.
Tak disangka meski kekuatan kegelapan dari Pohon Kepahitan ini
sudah tenang selama bertahun-tahun,
ternyata ada pergerakan aneh lagi.
Kita adalah rubah spiritual yang lahir dari Pohon Kepahitan.
Pohon Kepahitan sekarang ternodai oleh kekuatan kegelapan.
Sebagai Pemimpin Pertama,
Kakak terhubung dengan Pohon Kepahitan.
Maka dari itu bisa muncul Bunga Yu berwarna hitam.
Tidak bisa terus-menerus seperti ini.
Ayo.
Pergi lihat Pohon Kepahitan.
Baik.
Kekuatan itu ternyata bertambah besar.
Kakak.
Tidak apa-apa.
Pohon Kepahitan ini terkikis oleh kekuatan kegelapan,
terus melemah.
Aku sudah menyelidikinya susah payah selama bertahun-tahun,
tapi belum menemukan sumbernya.
Sebenarnya siapa yang ingin mencelakai Gunung Tu?
[Inti Pohon Kepahitan Gelap]
Hebat sekali.
Jurus pengusir iblis sama sekali tidak menggunakan hawa dingin apa pun.
Ditambah kendalikan musuh dengan kekuatan mutlak.
Hanya perlu menggunakan pikiran
untuk mengumpulkan kekuatan siluman dalam tubuh pada tinju.
Sedangkan makin kuat kekuatan siluman,
tingkat kekuatannya akan makin besar.
Selanjutnya kalian latihan sendiri saja.
Jiu... Jiushuang.
Sebenarnya kamu tidak perlu begitu terburu-buru.
Tugas utama kalian sebagai rubah wanita
adalah membantu menjodohkan Klan Siluman.
Kak Yaya.
Maafkan aku, Kak Yaya.
Kak Yaya.
Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu.
Jurus pengusir iblis masih bisa menggunakan senjata sihir untuk menjadi jurus?
Ternyata kamu bisa jurus pengusir iblis?
Masih bilang kamu tidak menguping.
Kak Yaya, kamu salah paham.
Aku melihat kekuatan silumanmu sangat hebat
dan sangat mengagumimu,
makanya tidak tahan untuk menirunya.
Baiklah, ada apa kamu mencariku?
Kak Yaya,
hari ini seharusnya adalah Kakak Peri Siluman yang mengajar,
tapi malah kamu yang mengajar.
Dia pergi ke mana?
Ingin tahu, ya?
Aku tidak akan memberitahumu.
Kamu tak mau memberitahuku atau kamu juga tak tahu?
Kamu pakai metode provokasi.
Aku tidak akan tertipu olehmu.
Baik.
Kalau begitu jangan salahkan aku tidak setia kawan.
Di dalam Kendi Arak Tanpa Batas-mu
berisi arak Chunlin milik Tetua, 'kan?
Aku tahu bukan hanya temperamennya buruk,
tapi juga sangat cerewet.
Jika tahu kamu mencuri araknya,
dia pasti akan mengoceh di telingamu
tanpa henti.
Sudahlah.
Aku kasih tahu kamu.
Siluman serigala yang menagih utang di pasar sudah mati.
Kakak dan Rongrong pergi menyelidiki.
Mana ada waktu untuk menghiraukanmu?
Siluman serigala yang menagih utang di pasar sudah mati?
Uangnya masih ada.
Kelihatannya bukan demi uang.
Apakah karena balas dendam?
Tapi saat memilih penagih hari itu,
aku pernah menyelidiki serigala abu-abu ini.
Dia biasanya berkegiatan sendirian,
tidak ada kerabat atau musuh.
Kemungkinan dibunuh karena alasan dendam sangat kecil.
Kamu lihat lukanya.
Luka tebasan pedang?
Luka ini rapi dan halus.
Takutnya di dalam Gunung Tu
tidak akan menemukan pedang yang begitu tajam.
Kalau begitu,
ini perbuatan orang yang menyelinap ke Gunung Tu?
Rambut serigala abu-abu ini kasar,
warna dan kilaunya keabuan.
Tapi rambut ini begitu halus dan lembut,
warnanya hitam cerah.
Jelas bukan punya dia.
Kekuatan kegelapan.
Kekuatan ini tidak pernah meninggalkan Pohon Kepahitan
menuju ke mana pun.
Kali ini, bagaimana bisa...
Kamu benar.
Kekuatan ini
pertama kalinya muncul di tempat selain Pohon Kepahitan.
Selain bisa berkeliling di Gunung Tu,
serigala abu-abu tidak berbeda dengan monster di pasar.
Sepertinya target lawan adalah Gunung Tu.
Pemuda itu bernama Yuechu.
Dia muncul di Gunung Tu sejak beberapa tahun lalu.
Benar.
[Murid Wisma Gunung Api Dewa, Fu Cheng]
Gunung Tu tidak pernah mengizinkan Klan Manusia masuk.
Terlebih lagi, menerima Klan Manusia.
Orang itu
pasti Dongfang Yuechu.
Selamat, Ketua Wisma.
Akhirnya menemukan keberadaan darah spiritual Dongfang.
Kamu sedang mengucapkan selamat padaku,
atau merasa senang untuk dirimu sendiri?
Hamba tidak berani.
Tanpa darah spiritual Dongfang,
aku harus mengandalkan penguji obat sepertimu
untuk membersihkan darah spiritual di tubuhku.
Rasanya tidak enak, 'kan?
Bisa melayani Ketua Wisma adalah kehormatan hamba.
[Jodoh dimulai]
Ayah.
Bagaimana?
Hati-hati.
Tushan Honghong.
Hanya rubah siluman,
juga berani mencoba menguasai darah spiritual Dongfang.
Daging ayammu dipanggang dengan baik.
Kamu selalu mengikutiku,
apakah juga menginginkan darah spiritual Dongfang milikku?
Tidak benar.
Jika kamu menginginkan darah spiritual,
kamu pasti sudah melakukannya sejak awal.
Untuk apa repot-repot begini?
Sebelumnya kamu tidak muncul,
malah muncul saat aku memanggang ayam.
Jangan-jangan karena...
Kamu suka makan ayam panggangku?
Jangan kemari.
Di tubuhmu ada darah spiritual Dongfang,
juga pernah berhubungan dengan Jin Renfeng.
Mereka pasti tidak akan melepaskanmu.
Kamu ingin terus tinggal di Klan Manusia
atau ikut aku kembali ke Gunung Tu?
Kamu putuskan sendiri.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.