Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kita semua bermimpi.
Baik itu laki-laki, perempuan, atau orang-orang seperti kita.
Tapi mimpiku selalu diejek.
Karena aku hanya bermimpi jadi pengantin.
Setiap kali aku bertanya pada ibuku,
Bu, kapan aku akan menikah?
Para tetangga biasa berkomentar,
tidak ada yang mau menikahi orang sepertimu.
Kau hanya penari di pesta pernikahan.
Ini…
Ganti pakaianmu.
Kesepakatanmu sudah beres!
Apa yang kau tunggu?
Ganti.
Tolong jangan paksa aku. Tolong lepaskan aku.
Lepaskan aku dari kesepakatan ini.
Aku akan melakukan kerjaan serabutan apa pun,
tapi tolong jangan nikahkan aku.
Tutup mulutmu.
Lepaskan aku. Lepaskan aku.
Aku akan melepaskanmu…
Dengan menikahkanmu.
Dan saat suamimu menyadarinya,
dia juga akan melepaskanmu.
Sekarang, ganti baju.
Berhentilah menangis,
kau harus tampil menarik di depan pembelimu.
Bagaimana jika mereka
mengetahuinya?
Jika mereka mengetahui sebelum kesepakatan,
Aku akan menguburmu dan saudaramu hidup-hidup! Mengerti?
Bagus. Sekarang, tersenyumlah?
Itu baru perempuanku!
Sekarang tetaplah tersenyum
dan jangan mengucapkan sepatah kata pun.
Tidak ada yang akan tahu,
kau barang cacat.
Kau mau?
Kau mau memberitahu mereka?
Tubuhmu bisa menipu siapa pun.
Jangan merusak moodku.
Dengan tubuh sepertimu dengan gaun ini,
siapa yang bisa menebakmu kau bukan seorang perempuan,
tapi seorang waria.
Angkat kerudungmu, sayang!
Perkenalkan Sanwri.
Dia lebih cantik dari fotonya kan?
Tunjukkan pada mereka lekuk tubuhmu.
Biarkan,
tidak perlu.
Tidak apa-apa Harinder..
Laki-laki itu akan berpesta dengannya nanti.
Kita harus tahu,
apa dia terlatih dalam kerjaan rumah atau tidak.
Hah!
Jangan khawatir!
Dia dilatih sebagai sapi di peternakan.
Oke! Berikan kami bukti identitasnya untuk menyegel kesepakatan.
Kau seharusnya memberitahuku
kau mau perempuan dengan bukti identitas.
Buang-buang waktu saja.
Jangan khawatir, aku punya pilihan lain dari Bilaspur.
Dia punya dokumen lengkap dan kau bahkan bisa mendaftarkan pernikahanmu,
tapi perempuan di sana nambah dua puluh ribu.
Kenapa kau mau membayar lagi?
Kau mau menikahi perempuan atau bukti identitasnya?
Perempun itu
seperti keset.
Dokumen tidak mengubah statusnya.
Dia minta lima puluh lima ribu.
Ini semua tabunganku.
Besok jika perempuan itu melarikan diri,
setidaknya kita punya alamat untuk melacaknya.
Bagaimana dia bisa lari?
Kau tidak tahu?
Bagaimana cara membuat perempuan tetap terikat.
Pergilah.
Berhenti menghabiskan waktuku
dengan pertanyaan tak bergunamu.
Jika aku tahu kalian pengecut.
Aku tidak akan mengatakan ya dengan kesepakatannya.
Jangan khawatir!!
Kau tidak sendiri.
Aku punya banyak pelanggan yang mengantri.
- Masuk ke dalam. - Tunggu Harinder.
Tolong beri kami waktu sebentar.
Apa yang kau mau?
Kau mau perempuan atau tidak?
Kau tampak lebih bersemangat daripada aku.
Kau memaksaku untuk menjual tanahku dan…
Harinder!!
Kita selesaikan kesepakatannya jadi lima puluh.
Diskon kecil tidak akan merugikanmu, lagipula kulit perempuan itu gelap.
Kau senang sekarang?
Baiklah!
Sekarang tunjukkan uangnya.
Jangan khawatir Bhanwar, kau sudah dapatkan emas.
Beri dia uangnya.
Bisa kau memanggil imam?
Tidak terhormat membawa perempuan tanpa pernikahan.
Dia benar.
Bagaimanapun, kita adalah orang-orang yang saleh.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Cepat!
Matahari akan membakar wajah cantikmu.
Jangan bersikap lembut padanya nanti dia melupakan tempatnya.
Ayo cepat!
Ayo sampai desa siang hari, agar semua orang bisa melihat.
Aku berhasil membeli perempuan untuk keponakanku.
Giliranku.
Aku menang lagi!
Hei Bhairo!
Jadi, kau akhirnya membeli pengantin untuk Bhanwar.
Kemari lihat sendiri.
Bagus!
Banyak laki-laki yang hidup tanpa perempuan di desa kita,
tidak ada yang mau membeli pengantin dari negara bagian lain.
Tapi kau tetap melakukannya.
Jika bukan aku yang mengurus kebutuhan keponakanku, siapa lagi yang akan mengurusnya.
Lihatlah bajingan ini.
Siap mengetahui nikmatnya punya perempuan di ranjang.
Dan…
Bagaimana denganmu?
Bukankah kau senang bisa memerintah menantu?
Oh, aku orang yang rendah hati dengan sedikit kebutuhan.
Cuma makanan,
memijat kaki di malam hari
dan cucu untuk bermain, itu saja yang kuminta.
Semoga Dewa mengabulkan keinginanmu.
Khaircharan, aku tidak punya anak laki-laki.
Apapun yang kupunya, akan jadi miliknya setelah kematianku.
Penantianmu sudah berakhir Bhanwar.
Sudah sampai.
Ram Ram.
Bhairo menjaga tradisi desa kita tetap hidup.
Desa kita hanya melahirkan calon mempelai laki-laki, bukan mempelai perempuan.
Kenapa melahirkan perempuan jika kau bisa membelinya dengan mudah.
Jika tidak dari sini, kau bisa membelinya di desa lainnya.
- Atau kota lainnya, - Atau negara lainnya.
Dia punya wajah yang tajam.
Paman dan keponakan dapat tawaran bagus.
Ada apa Bhanwar?
Kenapa kau tidak minum?
Karena hari ini dia mendapat sesuatu selain anggur
untuk membasahi dirinya sendiri!
Katanya, perempuan yang berhasil
membuat suaminya terkesan di malam pernikahan,
akan memenangkannya selamanya.
Dasar bodoh…
Kau mencoba menakutiku
dengan mengatakan perempuan semakin langka.
Aku menghabiskan lima puluh ribu rupee
untuk membelikan ponakanku pengantin yang layak.
Hey!
Aku menghabiskan lima puluh ribu untuk membelikan ponakanku pengantin yang layak.
Hah!
Kau membelinya dengan harga murah.
Lakhan membeli satu lakh untuk perempuan seperti dia.
Satu lakh rupee!
Itu karena tidak ada orang yang bisa menawar lebih baik dariku.
Lakhan, ceritakan kisahmu!
Aku tidak mengeluarkan uang untuk membeli pengantin
tapi mendapatkan kekasih.
Cinta membuat orang tetap mabuk selamanya.
Hentikan, Lakhan…
Cinta bisa menunggu Bhanwar.
Malam ini, dia akan melepaskan nafsunya!
Paman..
Paman..
Apa?
Haruskah aku masuk ke dalam,
dia sendirian di sana.
Kesabarannya habis.
Pergilah.
Lakukan dengan keras selagi setrika masih panas!
Bhanwar hati-hati!
Setrika juga bisa menyebabkan luka bakar!
Kau tidak mau mengenalku dulu?
Tidak perlu.
Oh, aku mengerti
kau memikirkan percakapan itu?
Sekarang kita sudah menikah,
Mengetahui kau jadi istriku
dan aku suamimu sudah cukup.
Ada sesuatu yang mau kukatakan.
Jangan buang waktu.
Aku sudah menunggu dalam hidupku untuk saat ini.
Oh..
Ya Dewa! Dia bukan perempuan.
Itu sebabnya aku minta bukti identitas.
Sekarang jangan duduk seperti orang bodoh.
Ayo tangkap bajingan itu sebelum terlambat.
Kau yakin?
Lihat dia sekali lagi?
Aku akan muntah jika harus melihat benda itu sekali lagi.
Aku tahu seperti apa klitoris perempuan.
Brengsek.
Kau mencoba membodohi kami.
Kau mencoba membodohi kami.
Aku akan mengulitimu hidup-hidup.
Hentikan, Paman. Kau akan memperburuk keadaan.
Kau makhluk terkutuk,
Kau adalah kekejian alam.
Aku akan membunuhmu!!!
Kita tidak akan dapat uang kembali jika membunuhnya.
Kita harus menangkap agen sialan itu.
Perempuan jalang ini adalah partner dari agen sialan itu.
Aku akan membunuhnya karena mempermainkan kita.
Tunggu.
Semua keributan ini akan menarik perhatian tetangga.
Aku tidak pernah berniat menikah denganmu.
Agen itu memaksaku melakukan ini,
Kalau tidak, dia akan membunuhku.
Apa yang membuatmu berpikir kami tidak akan melakukannya?
- Aku akan membunuhmu - Paman…
Jangan gila.
Fokus untuk dapatkan uang kita kembali.
Sekarang aku tidak punya uang, tidak punya tanah
dan tidak punya perempuan.
Sialan.
Kita baik-baik saja,
Kita baik-baik saja.
Kau menginginkan menantu perempuan
untuk menjagamu, kau mau pamer.
Sekarang pamerkan waria ini di depan semua orang.
Ayo.
Ayo kita tangkap bajingan itu.
Kita akan membuang Chakka ini ke mukanya.
Tangkap pelacur itu.
Tunggu...
Dia berbahaya,
membunuh orang bukanlah masalah baginya.
Kalian harus melapor ke polisi.
Hanya mereka yang bisa membantu.
♪ Yang kumau hanya seorang istri ♪ ♪ yang membahagiakanku. ♪
♪ Yang kumau hanya seorang istri ♪ ♪ yang membahagiakanku. ♪
♪ Yang kumau hanya seorang istri ♪ ♪ yang membahagiakanku. ♪
Bhanwar!
Bagaimana kabarmu bangun pagi setelah malam emasmu?
- Oh! Pertanda buruk. - Kau meninggalkan istrimu sendirian,
kejam sekali!
Kenapa kau bangun pagi hari ini?
Kami punya pekerjaan penting.
Apa yang lebih penting dari menemani pengantin baru.
Biarkan aku membantumu.
Kau orang yang beruntung.
Pamanmu merawatmu seperti ayah sendiri.
Kenapa tidak, lagipula hanya dia satu-satunya yang kupunya di keluargaku.
Aku mau punya ayah sepertimu.
- Jadi, beritahu aku ke mana kalian akan pergi? - Kantor Polisi.
Kenapa kau banyak tanya? Kau polisi?
Sekarang pergilah. Dan tinggalkan kami.
Aku mengerti!
Kau harus cepat menyelesaikan kerjaan dan harus kembali ke rumah.
Selamat sekali lagi bro, jadi pengantin baru.
Kita semua tahu betapa sulitnya cari perempuan di desa kita saat ini.
Semoga hari kalian menyenangkan.
Ayo cepat. Kau menunggu matahari memanggang kita?
Bhanwar, orang yang memberi selamat pada kita hari ini
akan menertawakan kita besok.
Mereka tidak akan menertawakanmu,
mereka akan menertawakanku,
Bhanwar! Bagaimana malam pertamamu?
Mereka juga akan menertawakanku.
Tidak. Kita tidak akan jadi bahan tertawaan.
Ayo pulang.
Paman…
- Bagaimana dengan uangnya? - Lagi pula, kita tidak akan mendapatkannya kembali.
Sebaliknya, kita akan diborgol.
Membeli pengantin ilegal, polisi tidak akan membantu kita.
Aku tidak menyadarinya.
Dan semua orang akan tahu, kita sudah dibodohi, sehingga menambah hinaan.
Jadi, apa yang harus kita lakukan?
Kau mengikatnya sebelum pergi?
- Tidak.. - Baguslah,
Pelacur malang itu pasti sudah pergi sekarang.
Lebih baik disebut suami dari pengantin yang melarikan diri
dibanding laki-laki yang menikah dengan seorang waria.
Baiklah, ayo pulang.
Baiklah, ayo pulang.
Hanya sedikit orang yang akan menertawakanmu.
Kau harus mengabaikannya.
Teteskan sedikit air mata karena pengantinmu lari,
kau akan dapat simpati.
Jangan khawatir, aku akan menjagamu.
Semua yang kumiliki akan jadi milikmu setelah kematianku.
Ayo main Slot Gacor Maxwin di PerdanaSlot88 Ketik di google “Perdana Slot88” Atau simpan link berikut bit.ly/perdana-slot88
Ibuku mengajariku
untuk tidak membiarkan siapa pun keluar rumah dengan perut kosong.
Kau sudah makan?
Silakan, makan chapatinya.
Masuk ke dalam
Kau menyadari apa yang terjadi?
Apa?
Lihatlah di piringmu,
lihat sekeliling…
Laki-laki membutuhkan perempuan hanya untuk dua hal.
Pertama untuk memuaskan nafsunya dan bereproduksi,
yang kedua mengurus rumah.
Aku setuju, makhluk malang ini tidak bisa memenuhi pekerjaan pertama dengan baik,
tapi si buruk ini masih bisa melakukan pekerjaan rumah tangga.
Kita masih bisa mendapatkan sesuatu sebagai imbalan atas harga yang kita bayarkan.
Jadi, apa yang harus kukatakan padanya?
Kau mau aku menulis pidato?
Bagaimana jika orang mengetahui dia seorang waria?
Sampai kau melihatnya telanjang,
Kau tahu kalau dia tidak punya vagina.
Belajarlah untuk menyembunyikan beberapa hal.
Makanlah jaggery dengan kunyit ini.
Akan menyembuhkan bibirmu yang memar.
Aku menyimpan toples jaggery di rak,
karena ada semut.
Kau sepertinya tahu banyak tentang kerjaan rumah tangga.
Aku hanya tahu bagaimana melakukan pekerjaan rumah tangga.
Ibuku tidak pernah mengizinkanku keluar rumah.
Kupikir,
kau akan melarikan diri.
Ke mana aku bisa melarikan diri?
Pagar rumah membuatku merasa aman.
Maka kau bisa tetap di sini.
Uruslah rumah ini,
kami akan menjaga rahasiamu.
Kau Sanwri...
Apa yang terjadi?
Aku belum pernah melihatmu.
Mereka membuatmu bekerja?
Kau harus menemui kami di sini, di sumur.
Inilah satu-satunya kesempatan para istri bergosip dan bercanda.
Aku terlambat Kak, bolehkah aku pergi?
Aku tak menahanmu,
seakan-akan aku tidak punya kerjaan yang harus diselesaikan.
Jangan marah, Kak.
Aku masih baru.
Aku membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan pekerjaan.
Tapi aku akan belajar,
kau akan mengajariku, kan?
Dia pandai berkata-kata…
Ya, rasanya enak! Hmm.
Katakan padaku,
Apa yang ditanya istri Khaircharan padamu?
Dia bertanya padaku…
Kenapa aku tidak bergaul dengan yang lain.
Apa yang kau jawab?
Tidak ada.
Aku hanya melipat tangan dan memberikan alasan konyol.
Hmm.
Kau cukup pintar!
Masuklah ke dalam.
Orang tua itu tertidur?
Tentu saja, dengan caramu memijat kaki, siapa pun pasti tertidur.
Jika kau mau, aku juga bisa melakukannya.
Tidak perlu,
kau bisa memijatku saat aku sudah tua.
Apa menurutmu kita bisa tua bersama?
Aku tidak yakin dengan masa depan.
Dengarkan,
bisakah kau memijat tanganku?
Kupikir…
Penolakan itu karena kau tidak menyukai sentuhanku.
Selama lima bulan terakhir ini, aku memakan makanan yang kau masak.
Kenapa aku tidak menyukai sentuhanmu?
Tanganmu pasti pegal karena semua pekerjaan saat membuat matras?
Tidak terlalu.
Aku senang membuat tikar.
Ibuku mengajariku.
Apa yang terjadi pada ibumu?
Aku tidak tahu.
Orang-orang di desa mati begitu saja. Tidak ada yang mau mencari tahu alasannya.
Ibuku juga meninggal seperti itu,
meninggalkanku dan Gouru bersama paman kami.
Pamanku tidak tahan denganku.
Jadi, dia menjualku.
Aku pergi dengan tenang,
berharap setidaknya mereka menjaga Gouru-ku.
Siapa Gouru?
Adik laki-lakiku!
Dia juga...?
Tidak,
Aku satu-satunya yang dikutuk di keluargaku.
Dia baik-baik saja…
Bagaimana pandangan orang di desamu?
Kau juga selalu dikurung di sana?
Kapanpun aku melangkah keluar,
perempuan lain akan mengusirku
seakan-akan aku menular.
Hanya ibuku yang memelukku dengan penuh perhatian.
Sebenarnya lebih baik,
tidak ada yang tahu,
jadi tidak ada yang lari.
Hanya sedikit orang yang mau jadi temanku.
Tapi aku menjauhi mereka.
Aku takut, jika mereka mengetahui rahasiaku,
Aku akhirnya akan kehilangan rumah juga.
Mau ke pameran bersamaku?
Maukah kau mengajakku?
Berhenti bersikap formal?
Aku tahu aku sedikit lebih tua darimu,
tapi kita sudah punya satu orang tua di rumah ini.
Paman kita tersayang.
Paman akan mengizinkan kita?
Aku akan meminta izinnya.
Dengarkan,
kau terdengar keren saat bicara dengan logatku.
Katakan lagi?
Paman akan mengizinkan kita?
Tidurlah.
- Ohh… - Bhanwar, kau baik-baik saja?
- Aku merasa mau mati. - Mana yang sakit?
Rasanya bahuku patah, Paman!
Kenapa kau memegang pinggangmu?
Oh! Rasa sakitnya membunuhku, aku bingung.
Kenapa kau berdiri seperti orang bodoh? Ambilkan perban panas.
Tidak apa-apa. Ini akan seger sembuh.
Ini akan sembuh dalam beberapa hari.
Di usiamu, aku biasa membawa empat sampai delapan bal dengan mudah!
Aku tidak khawatir dengan sakitnya, Paman.
Aku lebih khawatir dengan penjualan tikarku.
Bertani tidak menghasilkan uang.
Aku mengandalkan penghasilan hari ini.
Itu hanya pasar loak, akan ada lagi bulan depan.
Itu bukan sekadar pasar loak, Paman.
Itu pekan raya di mana orang datang berani membayar mahal.
Oh! Sial, lalu apa yang akan kau lakukan?
Dengar Paman,
kau mau ikut denganku?
Kau bisa membawa balnya
dan aku akan melayani pelanggan.
Kau gila?
Kau mau aku kerja keras di usia ini?
Dengar, aku tidak bisa mengangkat bal yang berat ini,
tapi dia bisa…
Suruh dia melakukannya
dan kau melayani pelanggan.
Bagaimana jika seseorang mengetahui dia?
Apa aku harus menyuapimu selamanya?
Berpikirlah,
jangan biarkan dia membuka cadarnya.
Tidak ada yang akan tahu.
Kau benar, Paman.
Aku tahu.
Kenapa kau masih di sini?
Kau tidak mendengarnya?
Ayo, angkat balnya sekarang!
- Sebelum kau pergi, isi ulang hookahku. - Ya.
Bereskan tempat tidurku juga. Dan selesaikan semua tugas.
Gabungkan matras merah dengan matras hijau,
merah jambu, dan hitam bersamaan.
Tikar merah dengan yang hijau?
Aku senang. Kau sangat pintar, Sanwri.
Pertama, kau mengubah rumah kami, dan sekarang…
Tikarku tidak pernah terlihat secantik ini.
Kau hanya menunggu dan melihat.
Aku biasa menggambar rangoli di desaku.
Kau lihat,
warna memiliki bahasanya sendiri.
Jadi lebih menarik, jika disatukan dengan tepat.
Bagaimana aku tahu bahasa warna?
Hidupku serba abu-abu sampai kau tiba…
Berikan tikar merah dan hitam itu.
- Itu tidak untuk dijual. - Kenapa?
Karena kubilang begitu.
Kalian buka?
Salam, Bu
kau bisa memakai ini untuk yang biasa dipakai orang kulit putih.
Kau bicara apa?
OUM………
Oh! Maksudmu Yoga, berapa harganya?
Empat ratus.
Empat ratus
Oke… manis! Beri aku ini.
Sebutkan nama Dewa dan masukkan uang itu ke dalam kotak.
Tanganmu sangat menguntungkan, kau jimat keberuntunganku.
Kau pikir aku bisa jadi jimat keberuntunganmu?
Empat ratus, empat ratus!!!
Empat ratus, empat ratus!!!
- Empat ratus, empat ratus!!! - Empat ratus, empat ratus!!!
Empat ratus, empat ratus!!!
Empat ratus, empat ratus!!!
Empat ratus, empat ratus!!!
Siapa sangka hari yang indah menanti kita?
Sanwri!!!
Ya! Lihatlah, sepertinya semua hal baik sudah berakhir.
Hari terbaik dalam hidupku.
Hari ini belum berakhir…
Es lolipop!
Sudah kubilang, hari ini belum berakhir.
♪ Setelah sekian lama, aku bertemu ♪ ♪ seseorang yang bisa kusebut temanku. ♪
♪ Hatiku yang kering sekali lagi mekar. ♪
♪ Dunia tampak manis ♪
♪ dan aku merasa hidup! ♪
♪ Aku tidak bisa mengungkapkan ♪ ♪ kebahagiaanku dengan kata-kata. ♪
♪ Air mata bahagia membanjiri mataku. ♪
Ayo main Slot Gacor Maxwin di PerdanaSlot88 Ketik di google “Perdana Slot88” Atau simpan link berikut bit.ly/perdana-slot88
Kau yang terbaik.
Kau juga.
Semua tikarku terjual hari ini karenamu.
Aku bukan satu-satunya alasan, aku bahkan tidak banyak bicara.
Tapi senyummu bicara banyak.
Dengar, apa yang kau katakan pada turis itu
Yoga?
Bagaimana kau tahu?
Saat aku pergi dengan Harinder dari kampung halamanku,
Aku melihat foto seorang perempuan kulit putih di atas tikar dengan pose seperti itu di koran.
Kau sangat pintar.
Kau akan dapat kejutan.
Kau memahami logatku dengan sangat baik.
Rasanya seperti kita pernah bersama
selama bertahun-tahun, bukan berbulan-bulan.
Aku juga merasakannya, kau duniaku sekarang.
Hati-hati. Sanwri!
Dunia adalah tempat yang kejam.
Aku tidak peduli, aku percaya pada duniaku…
Lihat. Hujan datang untuk kita.
Sudah kubilang, hari ini belum berakhir.
Lihat siapa yang kembali.
Kupikir kalian menetap selamanya di pekan raya.
Paman..
Kami membutuhkan waktu sehari penuh untuk menjual semua tikar.
Apa? Kau menjual semuanya!
Berapa penghasilanmu?
Tiga ribu rupee, Paman.
Tiga ribu!
Kau semakin pintar dari hari ke hari,
Ya Dewa, Bhanwar! Kau basah kuyup.
Ganti bajumu sebelum kau sakit.
Dengar, simpan ini, lima puluh rupee. Bersenang-senanglah.
Tunggu, ke mana kau akan pergi tuan putri?
Siapkan makan malamku, kau bisa mengganti pakaianmu nanti.
Pergilah, anakku. Ganti dengan sesuatu yang hangat.
Kau belum tidur?
Aku menunggumu.
Kau juga basah kuyup karena hujan.
Menurutmu kenapa aku menuju kompor?
Aku kering saat memasak, paham?
Tikar tidurmu sudah rusak.
Ada apa?
Kenapa kau menangis?
Aku hanya tidak terbiasa dengan siapa pun yang memperhatikanku.
Kau tahu..
Aku mempelajarinya darimu.
Lihat, apa yang kubelikan untukmu.
Untukku?
Kupikir kau sudah memberikan semua uang pada Paman.
Tidak semuanya.
Aku menyimpan setengahnya dengan aman untuk kita.
Sekarang pakai anting-anting ini dan tunjukkan padaku.
Kenapa kau tidak membantuku?
Bagaimana perasaan sentuhanku?
Aku mau kau menyentuhku di sini.
Di sini.
Dan di sini.
Aku jatuh cinta pada kecantikanmu pada hari aku menatapmu.
Tapi sekarang, rasanya lebih dari cinta.
Memalukan untuk mengakuinya,
tapi aku menginginkanmu jadi suamiku.
Paman,
Paman…
Aku membuatkan susu untukmu.
Hah!
Bagus!
Kau sekarang sudah belajar bagaimana menyenangkan orang yang lebih tua.
Ini enak!
- Kau mau lagi? - Tidak. Perutku kenyang.
Berikan pada Bhanwar, saat dia kembali.
Ini akan jadi basi.
- Haruskah aku meminum sisanya? - Diam!
Kau egois,
kau selalu bersemangat mengisi perutmu.
- Dengarkan… - Ya?
Pergilah ke peternakan dan berikan pada Bhanwar. Oke?
Dan dengarkan,
tutupi wajahmu dengan benar.
Dengarkan,
Jangan berani-berani meminumnya sedikit pun dalam perjalanan.
Aku akan bertanya pada Bhanwar nanti.
Ayo, duduk di sini.
Bagaimana perasaanmu kalau aku sembunyi di balik pohon?
Kau sudah bersamaku selama delapan bulan, aku bisa merasakan kehadiranmu dari jauh.
Katakan padaku,
bagaimana Paman mengizinkanmu datang ke sini?
Trik apa yang kau mainkan?
Aku belajar triknya darimu!
Lihat, aku membuat sesuatu untuk rumah kita.
'Ardhanareshwar'
Bagaimana?
Sama sepertimu,
unik dan tak ternilai harganya!
Kau tahu?
Mereka mengatakan saat Dewa Wisnu mau bertemu dengan penciptanya,
Siwa dan Parvati terwujud dalam wujud surgawi Ardhanareshwar ini.
Setengah laki-laki dan setengah perempuan.
Dewa Yang Maha Kuasa melimpahkan nikmatnya padaku
dengan cara yang sama.
Sekarang!
Aku menyatakan kebenarannya.
Oke, aku akan pulang
Pamanmu akan marah kalau aku terlambat.
Makanya pelajari trik memasukkan cotton bud ke telingamu!
Dasar penggosip! Gopi…
Aku mengatakan yang sebenarnya.
Istri Lakhan kawin lari.
Kau tidak tahu apa-apa, bodoh!
Mertuanya membuatnya kerja keras setiap hari,
juga pernah memukulinya.
Aku pernah mendengarnya.
Tak seorang pun kecuali istri Lakhan sendiri yang melarikan diri.
- Apa? - Dan memberinya semua perhiasan juga.
Bagaimana kau mengetahui yang dilakukan orang demi cinta?
Siapa yang paham cinta lebih baik dariku?
Paman, tolong bantu aku mencari pengantin seperti kau mencarikan untuk Bhanwar.
Aku juga bisa menjual sebagian tanahku untuk membeli perempuan yang bagus.
Tanah yang sama tempatmu buang air besar setiap hari.
Pernikahan dibuat di surga. Itu takdir.
Sekarang kita lihat!
Lihatlah takdir Bhairo Bhaiyya,
dia punya menantu perempuan yang sempurna.
Dia diam seperti anak domba.
Kita semua harus belajar dari Bhairo bagaimana mendisiplinkan perempuan.
Ayolah. Kita selalu berhati-hati saat membeli ternak.
Begitu juga saat membeli perempuan.
Orang harus menemukan perempuan
yang bisa menutup mulut dan otaknya.
Dia harus melayani keluarga, seperti sapi melayani tuannya.
Paman, sapi melahirkan anak sapi.
Kapan kau akan bermain dengan anak Bhanwar?
Brengsek, kau lebih bersemangat main dengan cucuku daripada aku.
Ayo main.
Aku menabur benih millet dengan kacang kali ini.
Sangat bagus jika aku bisa membawa pulang lebih banyak uang.
Lakhan bilang tembakau sangat menguntungkan.
Ya.
Kita harus mengganti lima puluh ribu kerugian kita.
Kau bicara seakan-akan dia barang dagangan, bukan manusia.
Tentu saja, dia barang dagangan.
Kita membelinya.
Gerakkan tanganmu cepat, dasar pemalas!
Kau suka makan tapi benci bekerja.
Ayo!
Kipasi dia saja.
Dia kepanasan.
Kau mulai sering memihaknya.
Sekarang dengarkan,
Pergi ke dokter setempat
dan minta untuk memberikan obat kemandulan istrimu.
Kau gila! Paman..
Sanwri …
Ya, setengah laki-laki-setengah perempuan,
tapi tak seorang pun di desa mengetahuinya.
Untuk menjaga rahasia ini tetap aman,
kita harus menyebarkan rumor tentang ketidaksuburannya.
Kecurangan ini milikmu, Paman.
Jangan jadikan aku bagiannya.
Dasar bajingan tak tahu malu!
Kau laki-laki berusia 35 tahun yang tidak bisa menemukan perempuan sendiri?
Aku membantumu dan sekarang kau malah menyalahkan.
Jadi? Terus? Tanah siapa yang dijual untuk membelinya?
Siapa yang bertanggung jawab atas kelangkaan perempuan di desa kita?
Siapa yang membunuh sebelum mereka lahir?
Bhanwar!
Beraninya kau meninggikan suaramu?
Itulah masalahnya!
Aku tidak pernah meninggikan suaraku dan sekarang…
Bhanwar!
Dasar celaka, bajingan…
Ingat, jika kau mau tinggal di rumahku, sebaiknya lakukan apa yang kukatakan.
Kenapa kau belum tidur?
Sayangku, aku tidak marah padamu.
Aku mengutuk diriku sendiri…
Karena berjiwa perempuan dengan tubuh yang tidak seutuhnya perempuan.
Maafkan aku,
Aku adalah kutukan alam. Aku tidak bisa melahirkan.
Tolong hentikan. Itu bukan salahmu.
Aku marah pada diriku sendiri.
Aku tidak pernah berani menentang siapa pun, bahkan Paman sekalipun.
Rumah ini miliknya, peternakan ini miliknya,
sekecil apa pun milikku sudah hilang.
Dengarkan,
ayo kita lari dari sini?
Ke tempat yang jauh.
Di mana hanya ada kau dan aku.
Sebanyak yang kumau,
- Aku tidak seberani dan sekuat kau. - Jangan katakan itu,
kau yang terbaik!
Aku bukan orang yang kau anggap seperti itu.
Ibuku pernah melahirkan seorang bayi perempuan,
persis seperti dia.
Selama dua hari, ibuku memohon pada Paman untuk mengizinkannya memberi makan bayinya
tapi dia tidak membiarkannya.
Aku tidak melakukan apapun.
Selama dua hari, bayi itu terus menangis karena haus dan lapar,
dan akhirnya dia meninggal.
Aku tidak melakukan apa pun.
Bagaimana dengan ayahmu?
Dia orang yang bodoh.
Sebagian besar peternakan kami harus dijual karena penyakitnya.
Dia hanya berbaring di dipan, pagi dan malam.
Sama sepertimu?
Aku berbaring di ranjang pagi sampai malam?
Tidak tidak.
Kau malah merusak dipannya!
Oh, kau rubah betina!
Sekarang jika kau menyengat hatiku seperti itu,
Aku harus membalas budi.
Siapa yang menghentikanmu? Teruskan!
Sialan itu tidak memberikanku air.
Sial.
Aku tertipu dan berpikir dia tidak bisa berbuat apa-apa
di sini mereka malah bersenang-senang.
Biar aku membantumu.
Ya…
Kau mulai bersikap seperti perempuan sungguhan.
Sama seperti penduduk desa, aku juga mulai percaya dia istrimu.
Berikan perhatian padaku juga suatu hari nanti, Sanwri?
Dia lebih menjagamu daripada aku, Paman.
Ya benar.
Itu sebabnya tidak ada air di samping tempat tidurku tadi malam.
- Maaf, aku lupa… - Diam!
'Maaf'
Kuperhatikan bagaimana kau masuk ke dalam gubuk bahkan sebelum matahari terbenam akhir-akhir ini.
Apa kesibukannya setiap hari?
Aku akan pergi ke dokter hari ini.
Mungkin agak terlambat untuk kembali.
Ya silakan.
Kita akan lihat apa kau bisa mendapatkan obat untuk ketidaksuburan yang menjijikkan ini.
Jangan sedih.
Kenakan sesuatu yang bagus malam hari.
Aku akan membawakan hadiah.
Dengar, mendekatlah sedikit.
Pijat lenganku juga.
Pijat lenganku.
Agak ditekan, lakukan dengan baik.
Jarimu sungguh ajaib…
Tunjukkan padaku.
Kenapa ragu?
Kau bukan menantu perempuanku.
Kau lupa siapa dirimu?
Apa maksudnya Paman?
Kau tahu betul apa yang kumaksud.
Bhanwar pasti dalam perjalanan.
Haruskah aku masuk ke dalam?
Baiklah, ayo.
Paman, kau mau sesuatu?
Aku melihat kalian kemarin.
Kau membuat Bhanwar senang.
Kenapa kau tidak membuatku senang juga?
Lagipula aku Pamanmu juga..
Apa maksudmu, Paman?
Berhenti memanggilku Paman.
Hanya karena kau memakai rok
bukan berarti kau menantuku.
Tolong lepaskan aku, Paman. Atau aku akan berteriak.
Silakan, teriak. Ke mana kau akan pergi?
Ke mana kau akan pergi?
Kau milikku. Tanah ini milikku. Rumah ini milikku.
Lari lah, Keparat.
Aku akan menghajarmu habis-habisan.
Pelacur! Kau tidak bisa memperlakukanku seperti sampah
saat kau menyenangkan lelaki lain di rumah ini.
Ada apa, Sanwri?
Kenapa di dalam gubuk gelap sekali?
Paman mengatakan sesuatu yang membuatmu kesal? Abaikan dia.
Hei Sanwri!
Sanwri!
Lihat apa yang kubelikan.
Minyak wangi untuk rambutmu…
Sanwri.
Apa yang terjadi?
Sanwri?
Aku mencoba untuk lari, tapi.
Paman…
Aku selalu tahu kau bajingan yang egois
tapi aku tidak pernah membayangkan kau akan membungkuk begitu rendah.
Apa yang terjadi Bhanwar?
Apa yang kau bicarakan?
Beraninya kau menyentuh istriku?
Istri?
Pernikahan hanya terjadi antara laki-laki dan perempuan.
Dia bukan seorang perempuan, maupun istrimu.
Aku tidak melakukan kesalahan apa pun.
Kau pikir kau tidak melakukan kesalahan apa pun.
Aku akan menunjukkan padamu bagaimana rasanya dianiaya.
Cukup. Dasar bajingan, beraninya kau menyentuhku?
- Kau akan menyesali konsekuensinya. - Sialan dengan konsekuensinya.
Minta maaf pada Sanwri.
Minta maaf pada Sanwri.
Apa yang kau lakukan Bhanwar?
Brengsek,
kau mau membunuhku karena kutukan alam.
Jangan panggil dia seperti itu, kau orang yang keji.
Hentikan Bhanwar. Dia seperti ayahmu.
Kau akan membusuk di neraka.
Bajingan ini akan membusuk di neraka.
- Dia memperkosa istriku. - Istri?
Aku memperkosa istrimu?
Oh, kau pembohong, kau bajingan busuk…
Bajingan ini mengolok-olok kesucian pernikahan
hari ini saat aku memergokinya, dia memukuliku.
Tuduhan macam apa?
Beritahu kami Bhanwar,
Tuduhan macam apa yang dibicarakan Bhairo?
Sekarang dia bungkam.
Tapi aku tidak akan tinggal diam.
Aku akan menyanyikan kisahmu dengan lantang.
Istrinya seorang waria.
Dan dia melakukan hubungan seks yang tidak wajar dengannya.
Dia membodohiku seperti dia membodohi semua orang.
Aku akan membunuhmu Paman.
Tentu saja, kau akan membunuhku.
Setelah aku mematahkan sandiwaramu, kau pasti akan membunuhku.
Dia memalukan bagi para lelaki.
Dia mengolok-olok kesucian pernikahan.
Aku menjual tanahku untuk memberinya istri dan dia buta pada nafsu,
dia tidak pernah memberitahuku apa yang ada di balik rok itu.
Dia membodohiku.
Katakan yang sebenarnya pada semua orang.
Bhanwar benarkah istrimu…
Seorang waria?
Dia tidak akan mengucapkan sepatah kata pun sekarang.
Seret perempuan jalang menjijikkan itu telanjang dan lihat sendiri.
- Ada penis di antara kedua kakinya. - Paman…
- Aku akan menggorok lehermu. - Hentikan Bhanwar.
Jangan berpikir kau akan lolos dari omong kosong ini.
Dewa akan melampiaskan amarahnya padamu.
Kau tidak bisa hidup dengan makhluk terkutuk jika kau tidak bisa menemukan perempuan.
Bagus! Beri kami tips tentang cara meniduri perempuan tanpa vagina.
Diam.
Biarkan Bhanwar bicara.
Apa yang bisa dikatakan?
Orang berdosa seperti Bhanwar tidak bisa tinggal di desa ini.
Tepat sekali.
Dia melakukan semua ini untuk memuaskan nafsunya.
Dia terus melakukan sandiwara dan hidup dalam dosa.
Tapi aku tidak akan membiarkan dia lolos begitu saja.
Aku akan menemui tetua desa.
Panggil para tetua desa…
Panggil para tetua desa…
Lihatlah jackpot Bhanwar.
Barang panas dengan penis dan vagina.
Aku sudah mendengar tentang laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki
tapi Bhanwar membawa permainan ini ke tingkatnya.
Ayo kita ambil keputusan cepat.
Aku tidak tahan lagi dengan ejekan ini.
Diam.
Para tetua desa ada di sini, untuk memutuskan masalah ini.
Bhanwar..
Beritahu kami,
apa itu benar
kau diam-diam menyimpan makhluk terkutuk jadi istrimu?
Apa yang terjadi?
Kenapa kau diam seperti tikus sekarang? Tadi malam kau mengaum seperti harimau.
Bicaralah Bhanwar,
jika kau tetap diam,
maka kami akan menyuruh perempuan memeriksanya.
Lebih baik jika kami mendengarnya darimu.
- Silakan, periksa alat kelaminnya. - Tunggu,
Dia bukan seorang perempuan.
Itu hanya separuh kebenarannya, bagaimana dengan separuh kebenaran lainnya.
Dia seorang waria.
Tapi Paman sudah mengetahui, dan dia memperkosa istriku.
Istri…
Maksudku,
dia memperkosanya
itulah sebabnya aku memukulnya.
Kau tidak takut pada Dewa?
Aku bahkan belum melihat wajahnya dengan baik.
Dia menghabiskan malam-malam dengan hal tak wajar.
Adakah yang melihat Bhairo
berperilaku tidak senonoh padanya?
Tidak.
Kau bersumpah demi Dewa,
Aku melihat Bhairo memperlakukannya seperti menantu perempuan,
meskipun aku menyaksikan Bhanwar menjalin asmara dengan 'setengah laki-laki-setengah perempuan' ini
di peternakan.
Dewa menyelamatkan kehormatanku hari ini,
jika tidak, seluruh desa akan berpikir seperti itu.
Apa aku orang berdosa yang terlibat dalam hubungan seks yang tidak wajar.
Sarpanch Ji, aku menyimpan waria ini di rumahku
karena kupikir dia seorang perempuan.
Jika kau tidak percaya, lihat sendiri.
Dia bisa membodohi siapa pun dengan wajah dan tubuhnya yang polos.
Biarkan mereka melihat.
Menyenangkanku akan lebih mudah.
Tapi kau malah memilih rasa sakit.
Tolong hentikan Paman.
Jangan mempermalukan kami lebih jauh.
Sekarang setelah kau memutuskan untuk menghabiskan hidupmu dengan makhluk malang ini.
Biasakan hidup dalam rasa malu.
Aku mau mengatakan sesuatu.
Siapa pun bisa jatuh cinta pada siapa pun,
lalu apa salahnya jika dia seorang waria.
Kau kehilangan akal sehatmu, Lakhan?
Hanya seks antara laki-laki dan perempuan yang wajar.
Yang lainnya itu aib.
Dia benar.
Punya hubungan fisik dengan seorang waria,
dan menyembunyikannya adalah kesalahan besar Bhanwar.
Sarpanch Ji,
Aku setuju itu.
Aku sudah menyembunyikannya
tapi Pamanlah yang menasihatiku untuk melakukan itu.
Dia menyuruhku merahasiakan identitasnya
dan menggunakannya untuk jadi orang yang melakukan pekerjaan rumah.
Dan aku setuju.
Dia berbohong.
Dia mencoba menjebakku sekarang.
Aku mencium bau tikus saat menyebut istrinya tidak hamil
setelah delapan bulan menikah.
Saat aku bertanya, dia memberitahuku dia mendapatkan obat untuk mengobatinya.
Setiap kali, dia mengemukakan alasan baru.
Bhairo mengatakan yang sebenarnya.
Bhanwar datang padaku untuk membeli ramuan herbal untuk mengobati infertilitas perempuan.
Sekarang kau percaya padaku Sarpanch Ji.
Bhanwar yang malang.
Dia lupa dia menikah dengan seorang waria.
Bhanwar, kesaksian petugas medis,
upayamu untuk menyembunyikan kebenaran,
dan mengalahkan Pamanmu di depan semua orang,
semua ini bertentangan denganmu.
Lihatlah laki-laki ini.
Bermain-main dengan setengah laki-laki setengah perempuan.
Tutup mulutmu bajingan, aku tidak menyukai laki-laki setengah perempuan.
Aku tidak…
Dia mengatakan yang sebenarnya.
Dia tidak mencintaiku.
Pada malam pernikahan kami saat dia mengetahui identitas asliku,
dia menyuruhku pergi.
Tapi aku memohon padanya untuk membiarkanku tinggal.
Aku menyarankan dia untuk pergi ke dokter dan meminta obat herbal.
Dia setuju karena dia orang yang baik.
Dia orang sangat baik.
Jadi, kaulah pelaku sebenarnya.
Ya.
Kami sudah membuat keputusan.
Mencemarkan kesucian perkawinan.
Waria ini tidak bisa lagi tinggal di desa ini,
Bhanwar…
Untuk mendukung sandiwaranya
dan mengalahkan Pamanmu,
kau perlu meminta maaf padanya
di depan semua orang dan membayar denda…
Atau seluruh desa akan menghindarimu.
Apa yang kau tunggu?
Ini mungkin satu-satunya kesempatanmu untuk menebus reputasimu.
Minta maaflah dan kau bisa pulang.
♪ Darah lebih kental dari air. ♪
♪ Aku bukanlah seorang anak yang penyayang. ♪
♪ Aku juga bukan kambing hitam ♪ ♪ dalam keluarga. ♪
♪ Hidupku hanyalah sebuah kutukan. ♪
♪ Diberikan padaku tanpa tujuan apa pun. ♪
♪ Aku bukanlah seorang anak yang penyayang. ♪
♪ Aku juga bukan kambing hitam ♪ ♪ dalam keluarga. ♪
♪ Hidupku hanyalah sebuah kutukan. ♪
♪ Diberikan padaku tanpa tujuan apa pun. ♪
♪ Bulan dan bintang ♪ ♪ kehilangan pesonanya bagiku. ♪
♪ Bayangan menghujaniku dengan api. ♪
♪ Ornamenku mengejekku. ♪
♪ Rasa sakitnya hanya bisa dialami ♪
♪ dan tidak bisa diungkapkan. ♪
♪ Mataku kini berkaca-kaca. ♪
Apa menurutmu kita bisa tua bersama?
Tapi kau bilang kau tidak suka waria.
Ya,
Aku tidak menyukai waria.
Aku suka jiwamu
siapa yang gila,
dan tidak bersalah.
Kau yang terbaik.
Kau juga!
Hei! Bukankah kau perempuan palsu yang dibicarakan seluruh desa.
Hei! Ke mana kau pergi?
Duduklah bersamaku dan kau bisa dapat beberapa sen.
Alih Bahasa: Kuda Lumping Medan, 21 April 2024
Duduk di tempatmu.
Hai! Siapa kau?
Duduk di tempatmu.
Aku seorang waria.
Dan aku
tidak punya tempat tinggal.
Ayo main Slot Gacor Maxwin di PerdanaSlot88 Ketik di google “Perdana Slot88” Atau simpan link berikut bit.ly/perdana-slot88
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.