Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
DIVISI INVESTIGASI KRIMINAL
Sial.
Katanya 500 dolar, tetapi hanya ada 300.
Kau dari mana?
Aku anak buah Bos Hitam dari Wanhua.
Aku mengerti.
Maaf tentang itu.
Bos Hung memiliki reputasi yang baik.
Hari ini pemakamannya, jadi tentu saja harus megah.
Jika bosmu meninggal, kami akan ke Taipei untuk menunjukkan dukungan.
Tolong bantu kami.
Kau dari mana?
Bos Hitam dari Wanhua.
Aku minta maaf.
Aku hargai.
Aku hargai.
Ada steik dan semur daging babi.
Keduanya sangat lezat.
Kau anak buah Bos Hitam juga?
Berapa yang datang hari ini?
Kalau tidak seribu, minimal 800.
Sudah lama aku tak menghadiri acara besar.
Bos Hung jelas menyukai kemewahan.
Orang gila itu datang dari Taipei untuk menghajarnya.
Siapa?
Dia disebut "Bocah Kuilin".
Bocah Kuilin?
Aku beri tahu.
Dia mungkin gila, tetapi menurutku dia hebat.
Kau mengenalnya?
Bocah Kuilin
adalah pemuda hebat dari jalanan Distrik Zhongshan.
Dua bulan yang lalu,
Kakak Sembilan menang 8 juta dolar di kasino Bos Hung.
Bos Hung tak mau bayar,
jadi Kakak minta Bocah Kuilin untuk menagih utangnya.
Kau tahu apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Ternyata, Bocah Kuilin membawa granat.
Sebuah granat!
Begitu sampai di sana dan mendapatkan 8 juta dolar,
dia meledakkan kasinonya.
Membunuh Bos Hung. Dia keren, 'kan?
- Keren. - Benar, 'kan?
Namun, dia menyulitkan dirinya sendiri.
Kepala Besi keluarkan perintah pembunuhan,
tampaknya Bocah Kuilin tak akan selamat.
Hai, Nenek.
Ada apa?
Nenek terima uang yang kukirim?
Itu tidak terlalu banyak. Hanya beberapa ribu.
Baik.
Aku akan pergi sementara.
Bekerja ke luar negeri.
- Ingat makan, ya? - Kepala Besi tiba!
Nanti kuhubungi lagi.
Kepala Besi!
Kepala Besi datang.
Namaku Goldie.
Ayo pulang ke Taipei bersama.
Aku Chen Kui-lin.
Aku punya nama asli.
Jangan sebut aku Bocah Kuilin.
- Lurus. - Baik.
- Kau tak apa-apa? - Ya.
EMPAT TAHUN KEMUDIAN
Baik...
Aku akan segera datang. Baik.
Berapa lama sisa waktunya?
Paling lama setengah tahun.
Skenario terburuk, tiga bulan.
Akankah Iressa atau Tarceva membantu?
Sudah terlambat.
Bagaimana obat baru, Giotrif?
Rumah sakitmu memilikinya?
Lihat paru-paru ini. Semuanya putih.
Mungkin sudah terlambat.
Transplantasi paru?
Kuei-ching.
Kau juga dokter.
Kau pasti tahu bagaimana situasinya.
Nenekmu sedang dalam masalah. Cepat datang ke sini.
Nona Chang, kenapa lama sekali?
Dokter sudah menunggumu.
Apa hubunganmu dengan pasien?
Aku dokternya.
Kau dokternya?
Dia memiliki tumor berukuran 18 cm di dalam ovariumnya. Kau tahu itu?
Dia baru menjalani CT scan.
Rongga perutnya membengkak parah.
Dia harus dioperasi sekarang.
Aku butuh formulir persetujuan.
Panti jompo tak bisa mengisinya.
Kau satu-satunya kontak yang bisa kami hubungi.
Tolong tanda tangan.
Apakah dia punya kerabat lain?
Buat keputusan sekarang.
Jika nyawanya terancam saat operasi,
apa boleh resusitasi?
Boleh lakukan intubasi?
Kami akan ikuti prosedur operasi reguler.
Jika perlu, kami melakukan resusitasi.
Jangan intubasi.
Dokter.
Tolong, jangan intubasi.
OPERASI SEDANG BERLANGSUNG
Bagaimana peluang suksesnya?
Kau ingin operasinya berhasil?
Jika berhasil, apa kau bisa merawatnya?
Setelah beberapa hari di rumah sakit,
dia masih harus kembali ke panti jompo.
Kau sudah pulang?
Ibu masih bekerja.
Kau makan dengan Ayah dulu.
Bagaimana operasinya?
Kecelakaan terjadi antara truk penuh telur
dan mobil pengangkut uang.
Setelah tabrakan, telur-telur berserakan
dan pecahan 1,000 dolar berhamburan.
Polisi mendesak warga yang mengambil uang untuk mengembalikannya
ke kantor polisi terdekat secepatnya,
menekankan bahwa menyimpan uang itu
merupakan penyelewengan harta yang hilang.
Warga disarankan menyerahkannya dan tak menantang hukum.
- Menurut para wartawan... - Uang ini,
yang kau suruh berikan kepada Nenek selama ini tak pernah digunakan.
Kecuali untuk beli jam tangan ini saat ulang tahun terakhir.
Tiga ratus dolar.
Aku tak percaya terakhir aku melihatnya
empat tahun yang lalu.
Berapa lama kau berencana untuk terus kabur dan sembunyi?
Aku sangat khawatir.
Aku khawatir berita penangkapanku...
akan menghancurkan hati Nenek.
Namun, kini dia sudah tiada...
aku akan melakukan hal besar,
supaya setiap penjahat di dunia bisa tahu siapa aku.
Ada hal yang aku tak yakin harus kukatakan sekarang atau tidak.
Hasilnya sudah keluar.
Kau harus siap secara mental.
Apa maksudnya?
Stadium 4.
Kanker paru-paru.
Stadium akhir.
Kau yakin?
Bisa diobati?
Transplantasi paru-paru?
Sudah terlambat.
Berapa lama waktuku?
Paling lama enam bulan.
Skenario terburuk, tiga bulan.
Berhenti merokok.
Apa bedanya?
Kau tidak tahu?
Kanker paru-paru menyiksa menjelang akhir.
Daripada mati seperti tikus jalanan, kau bisa bertindak lebih terhormat.
Lakukan hal yang benar.
Setidaknya mati dengan bermartabat.
Kau ingin aku menyerahkan diri?
Carikan aku paru-paru lain.
Permisi, Nona Chang.
Apa maumu?
Nenek Hou dari Panti Jompo Mujur meninggal.
Apa kau mengenalnya?
Siapa kalian?
DIVISI INVESTIGASI KRIMINAL
Dia memiliki cucu,
Chen Kui-lin.
Apa kau mengenalnya?
Aku tak pernah dengar.
Tak pernah dengar?
Kau ada di buku kontaknya.
Apa hubunganmu dengannya?
Aku hanya seorang apoteker.
Kadang aku mengantar obat ke panti jompo
dan memeriksa kesehatan penghuni di sana.
Siapa pun bisa memiliki nomorku.
Beri tahu aku jika Chen Kui-lin menghubungimu.
KAPTEN CHEN HUI
Kaisar Suci Guan yang terhormat.
Aku adalah pemujamu, Chen Kui-lin.
Jika Kaisar Guan ingin aku menyerah,
tolong beri aku tanda.
Masukkan uang dan siapkan KTP.
Tidak akan lama.
Siapkan semuanya.
- Banyak orang hari ini. - Masukkan.
Pak.
Jangan halangi pintunya.
Pak.
Aku Chen Kui-lin.
Pak Chen.
Jika ingin menyerahkan diri, siapkan KTP dan pergi ke sana.
Aku ingin menyerahkan diri.
Kau dan semua orang.
Ada prosedurnya.
Jangan halangi pintu.
Ikuti instruksi.
Pergi ke sana. Cepat.
Berbarislah.
- Siapkan KTP. - Sebelah sini.
Semuanya, sebelah sini.
Tenang. Kita semua terburu-buru.
Cepat mengantre.
TIGA BURONAN PALING DICARI DI TAIWAN
NOMOR 1, LIN LU-HO ALIAS KEPALA BATU
NOMOR 2, HSU WEI-CHIANG ALIAS HONGKIE
NOMOR 3, CHEN KUI-LIN
Jangan lari. Pelan-pelan.
Yu-yu.
Mereka bilang tidak melihatmu.
- Kau di sini. - Ibu Yu-yu.
Beri bolanya.
Ayo...
Katanya dia lapar.
- Kami punya roti lapis. - Ini.
- Aku beli banyak. - Aku akan beli lagi.
Aku pergi beli.
Apa yang kau mau?
Senang ada keluarga.
Berapa usia putramu?
Katakan yang kau mau.
Kau kenal Hongkie?
Hongkie siapa?
Operasi Berburu Rubah 20 tahun lalu.
Kebuntuan dengan polisi di apartemen Jalan Xinyi Wuxing.
Aku dengar Kepolisian Xinyi menghabiskan semua amunisi.
Dia ditembak beberapa kali.
Kau pasti membantunya dulu.
Apa yang kau lakukan?
Di mana dia?
Aku perlu berbicara dengannya.
Kau tahu kenapa kau bisa di sini dan bicara padaku sekarang?
Jika aku pengadu, kau sudah berada di penjara.
Pasti minuman yang enak.
Cobalah.
Ada dokter ajaib di Tainan.
Aku akan mengajakmu menemuinya besok.
Aku tidak takut mati.
Aku takut dilupakan setelah mati.
Kau bisa membantuku besok?
Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan pada putraku?
Tempo hari, aku lewat kantor polisi.
Tiba-tiba aku ingat ucapanmu.
Daripada hidup seperti tikus,
aku harus serahkan diri dengan bermartabat.
Jadi, aku masuk ke sana.
Namun, saat itu aku sadar
aku tak layak untuk menyerahkan diri.
Aku belum memiliki nilai yang cukup.
Ini nilaiku.
Kau tahu kisah Zhou Chu dan Tiga Teror?
Orang-orang ingat Zhou Chu,
tetapi tak ingat dua monster lain yang dibunuh Zhou Chu.
Itu sebabnya hanya Zhou Chu yang memiliki nilai,
dan kenapa orang mengingatnya.
Aku sekarat.
Bantu aku untuk terakhir kalinya.
Di mana dia?
Pertama kali aku bertemu Hongkie
lebih dari 20 tahun yang lalu.
Itu adalah hari baku tembak di Jalan Wuxing.
Pada pukul 22,00, beberapa anak buah membawanya masuk,
memintaku menyelamatkannya.
Satu peluru bersarang di kepalanya.
Aku tidak memiliki peralatan operasi apa pun.
Meskipun punya, aku tidak berani mengoperasinya.
Peluru itu kini masih bersarang di kepala Hongkie.
Dia sakit kepala hampir setiap hari.
Aku hanya bisa berikan obat pereda nyeri,
yang diambilkan seseorang setiap bulan.
Siapa yang mengambil obatnya?
Baik.
Baik, aku mengerti.
Selama sekitar sepuluh tahun,
seorang gadis bernama Hsiao-mei mengambilkan obatnya.
Dia masih remaja saat itu.
Aku tidak tahu latar belakangnya.
Namanya Hsiao-mei?
Cheng Hsiao-mei.
Cheng Hsiao-mei.
Aku akan memotretnya.
Satu, dua, tiga, ya.
Putramu sangat suka es krim.
Itu tidak baik untuk giginya.
Kau menculiknya dan kau mengkhawatirkan giginya?
Di mana Lin Lu-ho?
Dia sudah lama menghilang.
Satu dekade yang lalu, dia kirim surat dari sini ke ibunya.
Ini balasannya.
PERAWATAN LANSIA KAOHSIUNG YANG SHU-CHEN
Aku sudah memberitahumu semuanya.
Di mana putraku?
Akan kuberi tahu setelah bertemu Hsiao-mei.
Bu!
Bu, ini berat sekali!
Kau terluka? Coba Ibu lihat.
Tidak.
Kau mau pesan kamar?
Ada yang kosong?
Per malam 850 dolar.
Lain kali, jangan ambil dari Tikus Ming.
Namun, barangnya sangat murah.
- Kenapa tanganmu? - Tidak apa-apa.
Tikus Ming itu
mencoba menawar setiap sen,
jadi kutikam beberapa kali.
Kau ingin aku oleskan salep?
Aku baik-baik saja. Bukan masalah besar.
Kau ingin obat sakit kepala?
Tak usah.
Bersihkan ini.
Jadi? Ada yang bisa dimakan?
Kue darah babi, darah bebek, roti lapis goreng.
Ayo merokok.
Apa yang kau tertawakan?
Tidak ada, Bos.
Aku bertanya apa yang kau tertawakan.
Maaf, Bos.
Pasti ada sesuatu yang membuatmu tertawa.
Jika kau memberi alasan, mungkin aku akan mengerti.
Namun, tidak mengatakan apa pun sungguh menyakitiku.
Itu berarti
kau memiliki pikiran kotor yang tidak berani kau katakan.
Kita sudah minum berapa botol?
Enam.
Habiskan ini agar jadi tujuh.
Berikan padaku.
Cukup.
Cukup.
Tutup salonnya.
Pergi bersihkan wajahmu. Cepat.
Apa yang kau makan?
Aku kirimkan beberapa barang untuk ibumu hari ini.
Peraturan penjara sekarang ini menjengkelkan.
Sup, makanan beku,
darah babi, dan darah bebek dilarang.
Bahkan kelapa dan markisa.
Kelapa, aku masih bisa mengerti.
Kau bisa membunuh seseorang dengan itu.
Namun, pelarangan buah markisa tidak masuk akal.
Bagaimana bisa membunuh dengan markisa?
Disumpalkan sampai mati?
Jangan khawatir.
Aku akan suruh orang-orangku di dalam untuk menjaga ibumu.
Kapten.
Riwayat panggilan Chang Kuei-ching.
Kebanyakan panggilan ke suaminya,
tetapi ada dua nomor lain baru muncul.
Satu nomor dibeli dari toserba.
Yang satu adalah toko di Taichung.
Toko macam apa?
Sebuah salon.
Salon Hsiao-Mei.
Matahari terbit di Taiwan selatan.
Warga di daerah ini akan mulai merasakan panas sekitar tengah hari,
ketika suhu mencapai 30-31 derajat.
Suhu lebih dingin saat malam di area tengah.
Di selatan, perbedaan suhu tetap besar.
Namun, suhu besok...
Permisi.
Kau ingin potong rambut?
Silakan masuk terlebih dahulu.
Kau ingin potong rambut atau bercukur?
Bercukur.
Hanya dirapikan atau dicukur semuanya?
Tak apa. Kita rapikan dahulu, dan kau bisa putuskan nanti.
Baik.
Mohon tunggu.
Kau sepertinya bukan dari Taichung.
Aku ingin bertemu teman.
Kapan terakhir kali kau bercukur?
Beberapa hari yang lalu.
Hormon pertumbuhanmu sangat mengesankan.
Cukup untuk hari ini.
Terima kasih.
Berapa kali harus kukatakan?
Kedua sisi harus rata.
Pak.
Kau mengerti bahasa Kanton?
Sedikit.
Bagaimana jika aku rapikan?
Tentu.
Naiklah dan ambil minumanku.
Tidak banyak yang datang hanya untuk merapikan jenggot.
Kau sangat tak biasa.
Aku ingin bertemu teman,
jadi aku mau rapikan jenggot.
Temanmu punya toko di sekitar sini?
Tidak.
Kami bertemu di sini
untuk makan.
Apa itu laki-laki
atau perempuan?
Keduanya.
Teman-teman sekelas saat SMP.
Jadi, kau akan menginap di sini malam ini?
Jika malam ini terlalu larut, aku akan kembali besok.
Ada tempat tinggal?
Tidak terlalu sulit untuk menemukannya.
Kau baru tiba hari ini?
Apa katamu tadi?
Kau baru tiba hari ini?
Ya.
Namun, kenapa
aku merasa melihatmu tadi malam?
Sungguh?
Bukankah kau menginap di hotel seberang jalan?
Kau memata-mataiku sepanjang malam,
tetapi kau masih berpura-pura?
Tuan.
Kau salah orang.
Kau datang untuk bertemu Hsiao-mei?
Siapa kau baginya?
Mobil siapa di luar?
- Tolong pindahkan. - Ada apa?
Ada mobil menghalangi jalan.
- Pindahkan sekarang. - Akan kupindahkan.
Kami hanya mampir sebentar.
Maaf...
Pindahkan mobilnya, cepat.
- Akan kupindahkan. - Cepatlah.
Apa yang kau lakukan?
Membeli rokok.
Cepatlah.
Pergilah.
Jangan datang lagi.
Kau kenal pria yang datang hari ini?
Tidak.
Pria itu
bukan seperti yang dia katakan.
Bertemu dengan teman-teman?
Dia sedang mencari masalah.
Sungguh?
Aku sudah memutuskan.
Aku akan mengejar Tikus Ming.
Aku akan sekalian mencuri barangnya...
lalu bersembunyi sementara.
Di Kinmen.
Kenapa?
Aku sudah mengatakannya berkali-kali.
Kau tidak bisa tinggal di satu tempat terlalu lama.
Selain itu, polisi akan mengenaliku cepat atau lambat.
Ada alasan kau ingin tetap di sini?
Tidak.
- Kita makan hotpot lain kali. - Ayo minum.
Cepat sekali.
Pelayan.
Bonnya.
- Tunggu... - Berengsek.
Pelayan, bonnya.
Tunggu...
Apa yang terjadi?
Kukira Bos sudah selesai.
Berhenti!
Siapa namamu?
Chen Kui-lin.
Apa aku mengenalmu?
Katakan alasannya.
Katakan alasannya.
- Mau di sini atau pergi? - Pergi.
Jika polisi datang mencarimu,
beri tahu aku membunuh Hongkie.
Kenapa?
Aku ingin semua orang tahu aku membunuh Hongkie.
Kenapa?
Kau punya keluarga lain?
Hongkie satu-satunya keluargaku.
Kau menikah dengannya?
Ibuku menikah dengannya.
Dia menjalani hukuman untuk Hongkie.
Perdagangan narkoba tingkat dua. Hukuman 15 tahun.
Denda 15 juta dolar.
Utang yang tidak akan pernah bisa aku lunasi.
Kenapa?
Dia ingin seluruh dunia tahu dia menjual narkoba itu.
Kenapa?
Karena Hongkie menyelamatkannya dari pria lain.
Ke mana kita akan pergi sekarang?
Kau bisa pakai mobil ini.
Akankah kita bertemu lagi?
Kau bebas sekarang.
Jaga dirimu.
Terjadi penembakan ala eksekusi di Salon Hsiao-Mei Taichung
dan dekat kios bakmi sapi,
mengakibatkan kematian tiga orang.
Korban lain ditemukan tak jauh dari sana, di rumah kaca terbengkalai.
Polisi menduga pembunuhan itu berkaitan.
Investigasi mengungkapkan, salah satu korban tewas
adalah buronan terkenal yang dijuluki Hongkie.
Seorang gadis juga diculik saat kejadian,
tetapi berhasil melarikan diri dini hari tadi.
Menurut wanita bermarga Cheng tersebut,
tersangka pembunuhan juga buronan dengan nama Chen Kui-lin.
Empat tahun lalu, dia melakukan penembakan fatal
sebelum hilang.
Mungkinkah kemunculannya
mengindikasikan konspirasi geng yang lebih besar?
Polisi sedang meninjau rekaman pengawasan dan memburu tersangka.
Permisi, ada Yang Shu-chen?
Apa? Siapa?
Dia.
Yang Shu-chen
meninggal tiga tahun lalu.
Biaya kremasinya harus dibayar oleh pemerintah.
Ini adalah barang miliknya.
Silakan diperiksa.
MASYARAKAT SPIRITUAL BARU
SATU KESALAHAN BISA MENYEBABKAN PENYESALAN
TINGGALKAN KETAMAKAN DAN AMARAH UNTUK JADI ORANG BARU
JALAN KOTA PRAJA PENG 14, KOTA PRAJA HUXI, KABUPATEN PENGHU
Ini bubur polos, sayuran, tahu, dan rebung.
Nikmatilah.
Tadi pagi,
aku ke pasar dengan dua saudara laki-laki,
bertemu dengan wanita tua.
Dia bertanya kepadaku,
kenapa dia merasa sudah kerja keras seumur hidup,
tetapi tidak punya apa-apa?
Aku bertanya padanya,
apa salahnya tidak punya apa-apa?
Apa pendapat kalian?
Bukankah bagus hidup tanpa tujuan?
Tujuan diciptakan oleh manusia,
jadi itu berhubungan dengan hal-hal duniawi.
Mengejar keinginan duniawi secara membabi buta
adalah hal yang bodoh.
Ketamakan,
amarah,
dan khayalan
adalah akar semua penderitaan.
Ini semua racun yang menyia-nyiakan kehidupan.
Jadi, jika dilihat lagi,
mungkin arti hidup
adalah tidak punya arti sama sekali.
Aku pernah mengembara tanpa tujuan
Di jalan malam yang gelap
Angin sepoi-sepoi menusuk jiwaku
Tidak dapat menemukan arah yang benar
Perjalanan hidup
Membutuhkan berapa banyak air mata Untuk menyelesaikannya?
Apakah ada cakrawala untuk dinantikan?
Yang Mulia, akhirnya bisa bertemu. Aku bahagia.
Terima kasih banyak.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Yang Mulia.
Yang Mulia, terima kasih.
Terima kasih banyak.
Yang Mulia, terima kasih.
Diselesaikan oleh kerinduanku Dan senyumanmu
Kau dapat membuka pintuku menuju kebebasan
Obat semacam ini
digunakan untuk kanker paru-paru.
Yang Mulia.
Kau sudah bangun.
Bagaimana keadaanmu?
Kau baru saja memuntahkan air hitam. Kau tahu itu?
Ada sesuatu yang kotor di dalam dirimu.
Apa yang kotor?
Ada beberapa hal yang dapat kau pahami, dan hal yang tidak akan kau pahami.
Namun, jangan khawatir.
Istirahatlah.
Semuanya akan menjadi lebih baik.
Ada kelas pukul 06,00 besok.
Datanglah jika kau punya energi.
RUANG PERTEMUAN
Dahulu aku seorang pasien kanker serviks stadium akhir.
Setiap hari terasa seperti hitungan mundur.
Aku tidak pernah tahu kapan kematian akan menjemputku.
Aku berterima kasih kepada Yang Mulia...
karena telah mencerahkanku.
Pencerahannya lebih efektif dibandingkan operasi apa pun.
Berkat dia, aku telah menjadi orang yang benar-benar baru.
Sekarang,
aku sangat sehat,
tidak memerlukan obat atau perawatan apa pun.
Kuharap Yang Mulia bisa mencerahkanku lagi
dan menganugerahkan anak untukku.
Kita semua sudah lupa
bahwa kita adalah dokter terbaik.
Semua obat di dunia
tidak sebanding dengan pencerahan kalian.
Aku pernah mengembara tanpa tujuan
Hanya dengan melepaskan keterikatan
seseorang bisa menjadi orang baru.
Angin sepoi-sepoi menusuk jiwaku
Tidak dapat menemukan arah yang benar
Yang Mulia.
Kau tampak jauh lebih baik.
Masih ada harapan untukmu.
Ayo, duduklah.
Buku ini untukmu.
Bacalah di waktu luangmu.
Siapa yang menulisnya?
Aku.
Jadi, kau yang menulisnya?
Aku menulis kata-katanya,
meski yang menginspirasinya bukan aku,
tetapi orang lain.
Kenapa kau datang ke sini?
Aku sedang mencari seseorang.
Siapa?
Namanya Lin Lu-ho.
Kau seorang polisi?
Aku bukan polisi.
Kalau begitu, kau pasti gangster.
Aku ingin berikan sesuatu kepadanya.
Aku harus menyerahkannya langsung.
Inilah yang kau cari.
Mungkin dia tidak ingin dikenang.
Kapan dia meninggal?
Sudah lama sekali.
Kurasa dia adalah buronan saat itu.
Selalu dalam pelarian.
Dia berakhir di Penghu.
Aku seorang dokter di pulau saat itu.
Aku menerima telepon pukul 02,00,
memberitahuku ada pasien di IGD, berlumuran darah,
dan mereka memintaku datang.
Pak.
Apa yang terjadi?
Jangan selamatkan aku.
Aku seorang pendosa.
Aku tidak pantas diselamatkan.
Ini adalah rencana Tuhan
agar aku bertemu kalian semua di sini.
Malam ini,
aku akan dimakamkan di sini.
Aku melihat kuburanku...
dan aku juga melihat kuburan kalian.
Aku melihat saat alam semesta tercipta.
Aku melihat hidupku...
dan aku juga melihat hidup kalian.
Dia tahu semua nama kami,
di mana kami dilahirkan,
dan pada usia berapa kami akan mati.
Dia orang yang luar biasa.
Pada akhirnya,
dia menginstruksikan kami untuk mencari tempat di Huxi
dan mendirikan Masyarakat Spiritual Baru,
untuk bebaskan penderitaan semua makhluk.
Mungkin,
kau menyimpan dendam terhadap Lin Lu-ho.
Namun, jika kau tak melepaskan keterikatanmu,
kematianmu akan segera tiba.
Apa aku akan mati di sini?
Aku tidak tahu.
Aku tidak bisa membuatmu abadi.
Aku hanya bisa mengobatimu.
Kematian seseorang
adalah hasil tindakan mereka sendiri.
Setiap aku mengucapkan satu kalimat, kau ulangi setelah aku.
Terima kasih semesta.
Terima kasih semesta!
Terima kasih orang tua.
Terima kasih orang tua!
- Aku seorang pendosa. - Aku seorang pendosa!
Aku membahayakan dunia.
Aku membahayakan dunia!
Aku mengecewakan dunia.
Aku mengecewakan dunia!
Aku rela meninggalkan semuanya.
Aku rela meninggalkan semuanya!
- Ketenaran, kekayaan, dan kekuasaan. - Ketenaran, kekayaan, dan kekuasaan!
- Menyerahkan uang dan harta benda. - Menyerahkan uang dan harta benda!
Menjadi diriku sebenarnya.
Menjadi diriku sebenarnya!
Aku akan ke sana.
Kau bilang harus memberikan sesuatu kepada Lin Lu-ho.
Apa itu?
Abu ibunya.
Kau kenal ibunya?
Kau bilang kanker paru-paru?
Ya. Stadium 4.
Stadium 4.
Namun, dari apa yang kulihat,
ini tidak separah yang kau katakan.
Berdasarkan rontgen ini,
aku tidak dapat memastikan kau stadium 4.
Bayangan ini
bisa jadi sel kanker,
tetapi biopsi akan memberikan kepastian.
Ada juga bagian putih ini.
Tanda-tanda kalsifikasi.
Ini jaringan pemulihan.
Jika kau bilang
kau menderita kanker stadium 4 sebelumnya,
berarti sel kankermu menghancurkan diri sendiri.
Kenapa kau merobek rontgen-ku?
Kau merobeknya.
Apakah itu berarti dia akan pulih?
Itu...
sulit dikatakan.
Keajaiban seperti itu bukan hal yang mustahil.
Namun, itu sangat jarang.
Kurasa kita perlu mengamati lebih lama sebelum menyimpulkan.
Yang Mulia.
- Aku membuat ini untukmu. - Duduklah.
Ini adalah abu ibu Lin Lu-ho.
Ini adalah uang yang aku bawa.
Berapa jumlah uangnya?
Satu juta dolar.
Masukkan.
Ada uang di rekening bank?
Hanya ada ini.
Taruh jam tanganmu di sana juga.
Jangan ini.
Nenekku meninggalkan ini untukku.
Aku tahu tak mudah melepaskan harta benda duniawi.
Jika kau masih ragu,
itu berarti waktunya tidak tepat.
Tidak apa-apa,
kau bisa ambil semuanya kembali.
Berikan makanan ini pada Pao.
Baik.
Kau datang ke sini sendiri?
Tidak, aku datang dengan ibuku.
- Apa kau lapar? - Ya.
- Ini. - Terima kasih.
Sama-sama.
Kakak. Aku akan ambilkan satu lagi untukmu.
- Tidak, aku puasa. - Baik.
Terima kasih.
Beri tahu aku jika kau lapar.
Baik, terima kasih.
Sampai jumpa.
Menurutmu, ke mana kau akan pergi ketika mati?
Surga.
Bagaimana tahu akan masuk surga?
Aku baik dan tak melakukan hal-hal buruk.
Kau menyakiti hewan kecil?
Tidak, aku suka hewan kecil.
- Apakah kau makan udang? - Ya.
- Ikan? - Ya.
Rasa udang lebih enak dari ikan.
Pao!
Pao! Pao, kau tak apa-apa?
Pao, apa yang terjadi padamu?
- Coba kuperiksa. - Apa yang terjadi?
- Pao... - Haruskah kita bawa ke rumah sakit?
Bu, harap tenang.
Yang Mulia akan periksa.
- Bawa ke rumah sakit. - Balikkan.
Baringkan dia.
Bawa dia ke rumah sakit.
Mungkin dia makan terlalu cepat.
Dia tak apa?
Dia tak apa-apa.
Rumah sakit.
Rumah sakit.
Rumah sakit.
Rumah sakit. Ayo ke rumah sakit.
Tutup pintunya.
Kau masukkan terlalu banyak.
Aku?
- Itu seperti biasanya. - Dia masih kecil.
Anak-anak tidak butuh dosis besar.
Kenapa kau menyela Yang Mulia?
Kau bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padanya.
Keluar.
Putramu mengalami infeksi dada.
Kau bisa melihat bayangan ini.
Mungkin itu edema paru.
Kau lihat area putih ini?
Ini mungkin infeksi atau pneumotoraks.
Bagaimana bisa? Dia baik-baik saja sebelumnya.
Apakah anakmu memiliki riwayat penyakit kronis?
Tidak, dia selalu dalam keadaan sehat.
Dia hanya tak begitu pintar.
Bagaimana bisa terjadi tiba-tiba?
Ini sangat aneh.
Ini bukan hal yang berkembang beberapa hari.
Yang Mulia.
Tolong kasihanilah.
Tolong selamatkan anakku. Kumohon padamu.
Dia baru memuntahkan air hitam.
Mungkin ada yang kotor di dalam dirinya.
Aku akan mengobatinya untukmu.
Jangan biarkan dia mati.
Baik.
Jangan biarkan dia pulih juga.
Aku mau dia tetap seperti ini selamanya.
Kau bisa melakukannya?
Aku membuat ini khusus untukmu.
Silakan duduk.
Masukkan buku tabungan dan stempelmu.
Kartu debitmu?
Ini semua adalah harta benda yang sia-sia.
Dan cincin di jarimu.
Ini cincin kawinku.
Aku tidak punya apa-apa lagi.
Hanya ini yang aku punya.
Kau melakukan ini untuk putramu.
Obsesi semacam ini
yang mengakibatkan kematian dini suamimu.
Jika kau tidak bertobat sekarang, korban berikutnya adalah putramu.
Bersiaplah dahulu.
Terima kasih, Yang Mulia.
Setiap aku mengucapkan satu kalimat, kau ulangi.
Terima kasih semesta.
Terima kasih semesta!
Terima kasih orang tua.
Terima kasih orang tua!
Aku seorang pendosa.
Aku seorang pendosa!
Aku membahayakan dunia.
Aku membahayakan dunia!
Aku mengecewakan dunia.
Aku mengecewakan dunia!
Kemasi barangmu.
Bawa pergi anakmu.
Mereka tak bisa membantu.
- Pergi. - Ambillah.
Ambillah.
Bawa anakmu pergi dari sini!
Bawa dia!
Bawa anakmu!
Kekuatan iblis mengacaukan pikiranmu.
Kasih sayang di tempat yang salah merugikan dirimu.
Pergi!
Pergi!
Kasih sayang dan keraguanmu hanya akan membawa malapetaka!
Bunuh!
Pergi.
Pergi!
Penuh rintangan karma. Bahaya bagi dunia.
Kirim mereka ke neraka bersama.
Lihatlah sayap putihnya
Memesona dan tanpa cela
Jiwa kita yang biasa
Ikuti dengan cermat dan jangan tertinggal
Perjalanan hidup ini
Diselesaikan oleh kerinduanku Dan senyumanmu
Kau bisa membuka pintuku menuju kebebasan
- Pegang tanganku - Pegang tanganku
- Orang yang baru - Orang yang baru
YANG SHU-CHEN DAN PUTRA
Aku punya hadiah untukmu.
Menurutmu laki-laki atau perempuan?
Aku terus bilang menderita kanker.
Untunglah,
semua itu tidak benar.
Dahulu aku seorang pasien kanker serviks stadium akhir.
Pada saat itu,
setiap hari seperti hitungan mundur.
Aku berterima kasih kepada Yang Mulia...
karena bersedia mencerahkanku.
Cinta
adalah anugerah terbesar Tuhan untuk kita.
Kita semua sudah lupa bahwa kita orang-orang terbaik.
Lin Lu-ho.
Lin Lu-ho.
Nama julukan, "Kepala Batu".
Melakukan lebih dari 50 penembakan.
Membunuh enam petugas polisi.
Itu kau.
Sebuah bencana alam
atau gempa bumi
dapat menewaskan banyak orang tak berdosa.
Apakah kau membenci surga?
Apakah kau membenci Bumi?
Kami hanya membunuh beberapa orang lagi.
Apa masalahnya?
Benar, 'kan?
Sok kuat bahkan saat kau akan mati.
Kau benar-benar pantas mati.
Aku meminta pertanda dari Kaisar Suci Guan.
Dia memberiku sembilan tongkat ramalan.
Jika sembilan peluru di pistolku macet...
aku akan pergi.
Jika tidak, maka itu kehendak Tuhan.
Tuhan menghukummu karena mempermainkan kehidupan orang-orang.
Aku pernah mengembara tanpa tujuan
Di jalan malam yang gelap
Angin sepoi-sepoi menusuk jiwaku
Tidak dapat menemukan arah yang benar
Aku akan beri satu menit pada semuanya.
Mereka yang pilih tetap tinggal
akan bernasib sama.
Perjalanan hidup
Membutuhkan berapa banyak air mata Untuk menyelesaikannya?
Waktunya hampir habis.
Sepuluh,
sembilan,
delapan,
tujuh,
enam,
lima,
empat,
tiga,
dua,
satu.
Jiwa kita yang biasa
Ikuti dengan cermat dan jangan tertinggal
Hai.
Aku sudah di kapal.
Kau seharusnya ikut denganku.
Perjalanannya butuh empat jam.
Kau harus menjemputku nanti.
Di luar sangat indah.
Aku pinjam ponselmu.
Maaf.
Temanmu tidak dapat berbicara saat ini. Maaf.
Chen Hui.
Jangan mendekat!
Chen Hui!
Chen Hui!
Terima kasih atas bantuanmu.
Chen Kui-lin, di sini!
Chen Kui-lin, sebelah sini!
Apa kau menyesalinya?
Namaku Chen Kui-lin!
Chen Kui-lin!
Masuk.
Sudah, masuk.
Kasus pembunuhan gangster di Taichung memiliki perkembangan baru.
Usai membunuh buronan Hongkie, Chen Kui-lin kembali beraksi hari ini.
Aksinya dilakukan di Penghu, di pusat spiritual di Kota Praja Huxi.
Apa yang terjadi denganmu?
Kau ada di berita setiap hari.
Kau pasti senang.
Aku menjalani pemeriksaan kesehatan.
Dokter memberitahuku
aku tak punya kanker paru-paru.
Aku memikirkan beberapa hari terakhir.
Apakah ini benar-benar sebuah keajaiban?
Apa Lin Lu-ho sungguh menyembuhkanku?
Jika kau terkena kanker paru-paru dan tiba-tiba pulih,
maka itu adalah keajaiban.
Namun, jika kau tak pernah menderitanya, itu hanya takhayul.
Jadi, rontgen itu
bukan milikku.
Itu adalah paru-paruku.
Kenapa?
Saat aku dapat hasilnya di rumah sakit,
teman kuliahku memberitahuku,
"Kuei-ching, kau juga seorang dokter."
Tiba-tiba aku merasa sangat malu.
Apa yang telah kulakukan selama ini?
Membantu para gangster
mengeluarkan peluru, menjahit luka tusukan.
Aku menyelamatkan atau membahayakan orang?
Awalnya aku ingin berbuat baik,
menipumu untuk serahkan diri.
Aku tidak pernah menduga akan menjadi seperti ini.
Namun, jika dipikir-pikir,
aku lakukan tiga hal dengan satu langkah.
Aku bisa berbuat baik,
kau menjadi terkenal,
dan masyarakat kehilangan tiga penjahat.
Bukankah itu hal yang bagus?
Aku senang aku tertipu.
Mungkin,
itu adalah kebohongan yang paling berguna di dunia.
Ini tak boleh.
Ini juga tidak boleh.
Yang dua ini tidak boleh.
- Sudah semuanya? - Ya.
Semuanya dilarang berdasarkan aturan.
Pak Sipir.
Lihat ini.
Ini milikku.
Ini sudah tua, tumpul dan tidak berbahaya.
Tolong izinkan.
Selamat tinggal.
Selamat tinggal.
Chen Kui-lin memintaku memberimu ini.
CHENG HSIAO-MEI
Kami akan memverifikasi identitasmu.
Nama tahanan Chen Kui-lin.
Nomor identitas A125783729.
Lahir, 21 Mei 1986.
Apakah semua hal itu benar?
Ya.
Apakah kau punya kata-kata terakhir
atau permintaan lain untuk disampaikan kepada teman atau kerabat?
Maaf kepada semua orang.
Maaf kepada masyarakat.
Maaf.
Tolong tanda tangan di sini.
CHEN KUI-LIN
Terima kasih.
Apakah kau ingin obat bius?
Tidak, terima kasih.
Terjemahan subtitle oleh Randy Anka
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.