Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now
Aku sudah memperingatkanmu. Inilah kejadiannya bila bersepakat dengan Dwarf (Kurcaci).
Sekarang mereka telah membangunkan naga dan membawa malapetaka kepada kita.
Sekarang cepatlah. Aku harus pergi ke tempat aman.
- Lupakan saja buku. - Tuan, bukankah kita harus menyelamatkan kota?
Kota sudah hilang. Selamatkan emas.
Alih Bahasa : A k o e r L a h
- Tak ada waktu. Kita harus segera pergi. - Bangunlah, dik.
Aku takkan pergi. Takkan pergi tanpa ayahku.
Jika kau tinggal di sini, kau dan saudaramu akan mati. Apa itu yang ayahmu inginkan?
Buka pintunya! Kalian mendengarku?
Naga...!!!
- Ulurkan tanganmu! - Cepat, sekarang!
Kili, ayo!
Naga!
Ayo, ayo! Lebih cepat! Lebih cepat!
Harusnya kita bisa lebih banyak menyelamatkan orang-orang miskin...
- ...tapi mereka tak layak. - Aku setuju.
Awas!
Ayo pergi! Dayung lebih cepat!
- Emasku! - Terlalu banyak beban di perahu.
- Kita harus membuang sesuatu ke air. - Kau benar, Alfrid.
Cepat!
Jiwa malang.
- Ayah! - Ayah!
- Dia memanah naga! - Tidak.
- Dia mengenai sayapnya. - Panah takkan bisa menembusnya.
Tak ada yang bisa.
- Apa yang kau lakukan? - Bain, kembali.
Biarkan saja dia. Kita tak mungkin kembali./Bain!
Ayah!/Bain, apa yang kau lakukan? Mengapa kau tak melarikan diri?
- Aku akan membantumu. - Tidak, tak ada yang bisa menghentikannya sekarang.
Ini mungkin bisa.
Bain, kau kembalilah. Pergilah dari sini, sekarang.
Ayah!
- Bain! - Ayah!
Berhenti, berhenti, oh!
Siapa kau beraninya menantangku?
Oh, sayang sekali.
Apa yang akan kau lakukan sekarang, Pemanah?
Kau berjuang sendirian. Takkan ada yang membantumu.
Tak ada waktu lagi. Ayo, ayo. Ke perairan terbuka.
Apakah disampingmu itu anakmu?
Kau takkan bisa melindunginya dari api.
Anakmu akan terbakar.
Jangan bergerak, nak! Jangan bergerak!
Katakan...
...bagaimana kau bisa menantangku?
Kau tak punya apa-apa lagi!
Kecuali kematianmu sendiri.
Bain. Lihat aku!
Lihat ke arahku.
Sedikit ke kiri. Bagus, tahan.
- Apa itu? - Dia terjatuh. Aku melihatnya.
Dia sudah mati.
Smaug sudah mati!
Demi jenggotku, dia benar. Lihat di sana!
Gagak Erebor kembali ke pegunungan.
Beritanya akan segera menyebar jauh sampai ke Dunia Tengah...
...bahwa Sang Naga telah mati!
Pertempuran Lima Prajurit
Kau tak sendirian, Mithrandir.
Siapapun tolong aku.
Tolong!
- Ayah! - Ayah!
Kenapa harus aku?
Tauriel.
Kili, ayo. Kita harus pergi.
Mereka adalah temanmu. Kau harus pergi.
Ikutlah denganku.
Aku tahu apa yang kurasakan. Kau membuatku merasa hidup.
- Aku tak bisa. - Tauriel.
Aku akan merasa terhormat.
- Aku tak tahu apa artinya itu. - Kupikir kau tahu.
Tuanku Legolas.
Ucapkan selamat tinggal kepada para Dwarf.
Kau dibutuhkan di tempat lain.
Simpanlah... sebagai janji.
- Ini pakaian kering. - Terima kasih.
Hey, beri aku satu. Aku akan mati kedinginan bila tak ganti baju ini.
Cari sendiri. Kau tak berhak memerintah, Alfrid.
Kau salah. Dengan tak adanya Walikota, kekuasaan diserahkan pada wakilnya.
Dan wakilnya itu aku sendiri. Sekarang berikan selimutnya.
Penggantian Walikota? Membuatku ingin tertawa.
Kau ular pecundang, aku lebih baik mati daripada mematuhi orang sepertimu.
Mungkin dengan ini akan membantu.
Kau takkan menampar bangsamu sendiri, Alfrid. Turunkan sekarang.
- Ayah! - Kau masih hidup!
Kemarilah.
Itu Bard yang membunuh naga. Aku melihatnya dengan mataku sendiri.
Dia menembak Sang Naga dengan Panah Hitam.
Terima kasih, Bard.
Kau telah menyelamatkan kita semua.
Hormat pada Pembunuh Naga!
Hormat pada Raja Bard!
Seperti yang kukatakan berkali-kali. Dia adalah pria berakhlak mulia.
- Seorang pemimpin telah muncul. - Jangan berkata seperti itu.
Aku bukanlah pemimpin kota. Dimana dia?
- Dimana walikota? - Dalam perjalanan ke Anduin dengan uang kita.
Kau pasti tahu itu. Kau membantunya menyembunyikan harta karun.
Tidak. Aku mencoba menghentikannya.
- Kau pembohong. - Aku memohon dan memohon.
Aku berkata, "Tidak, tuanku."
"Pikirkan anak-anak."
"Siapa yang akan memberi makan anak-anak??"
- Pengkhianat! - Ikat dia.
Tidak! Lepaskan dia!
Lihatlah di sekitar kalian!
Apa belum cukup melihat kematian?
Musim dingin akan tiba. Kita harus menjaga diri kita sendiri.
Orang sakit dan tak berdaya.
Mereka yang bisa berdiri, merawat yang terluka. Yang masih kuat ikut denganku.
- Kita harus menyelamatkan sebanyak mungkin - Dan apa yang kita lakukan selanjutnya?
Kita akan mencari tempat berteduh.
Halo?
Bofur? Bifur?
Siapa pun di sini?
- Tunggu! - Dia Bilbo. Dia masih hidup.
Berhenti, berhenti, berhenti! Kalian harus percaya padaku. Kita semua harus pergi dari sini.
- Kami baru saja sampai di sini. - Dia tak mendengarkanku.
- Siapa yang kau bicarakan? - Thorin.
Thorin telah di sana selama berhari-hari. Dia tidak tidur atau makan.
Dia tidak sendiri. Tempat ini...
- ...banyak penyakit di mana-mana. - Penyakit?
Penyakit apa?
Fili! Fili! Fili!
Emas!
Emas dalam jumlah yang tak terbayangkan.
Semua di atas kekhawatiran dan kesedihan.
Lihat!
Harta karun Thorin.
Selamat datang kerabatku...
...di Kerajaan Erebor.
Balin!
Kili!
Bombur!
- Apa kau menemukannya? - Tidak, tak ada di sini.
Permata itu bisa di mana saja.
Arkenstone ada di sini. Temukanlah!
Terus mencari. Kalian semua.
Jangan istirahat sebelum ditemukan.
Aku hampir tergoda membiarkanmu mengambilnya,..
...jika bukan karena aku ingin melihat Oakenshield menderita.
Menyaksikan permata itu menghancurkannya,..
...mengotori hatinya, dan membuatnya gila.
Hanya mengambil yang diperlukan. Perjalanan panjang di depan kita.
Kemana kau akan pergi?
Hanya ada satu tempat.
Gunung! Kau jenius, Tuan.
Kita bisa mencari perlindungan di gunung, meskipun mungkin masih ada bau naga.
Kaum wanita bisa membersihkannya. Di sana kita akan aman dan hangat.
Tempat tidur dan pakaian...
...dan sedikit emas.
Emas gunung yang dikutuk. Kita hanya ambil yang dijanjikan pada kita.
Hanya apa yang kita butuhkan untuk membangun kembali kota kami.
Hei, buatlah dirimu berguna.
Kabar kematian Smaug akan menyebar dengan cepat.
Ya.
Sekarang orang lain akan tertarik menuju pegunungan. Karena emasnya...
- ...dan lokasinya. - Apa yang kau ketahui?
Tak begitu yakin.
Tapi ada yang kutakutkan akan datang.
Elf (Peri) Hutan.
Anak Raja dan Elf pemburu. Mereka melacak kami ke Lake Town.
Kau membunuh mereka?
Mereka melarikan diri, berteriak seperti pengecut.
Bodoh! Mereka akan kembali dengan pasukan Elf.
Kita pergi ke Gundabad.
Bawa pasukan yang ada disana.
Elf.
Manusia.
Dwarf.
Gunung akan menjadi kuburan mereka. Dalam perang!
- Kau melihat sesuatu di luar sana. - Aku tahu siapa yang lari dari Lake Town.
Bolg, anak buah Azog Si Jahanam.
Sekelompok Warg menanti mereka di luar Esgaroth.
Orc ini berbeda. Ada sebuah tanda pada mereka yang sudah lama tak kulihat.
- Segel Gundabad. - Gundabad?
Tempat yang berada di wilayah utara dari Pegunungan Berkabut.
Pangeran Legolas, aku membawa kabar dari ayahmu.
- Kau harus kembali segera. - Ayo, Tauriel.
- Tauriel sekarang diasingkan. - Diasingkan?
Bilang pada ayahku, jika tak ada tempat bagi Tauriel, juga sama bagiku.
Legolas, itu perintah rajamu.
Ya, dia rajaku, tapi dia tak bisa memerintah hatiku.
Ingin ikut ke utara?
- Kemana? - Gundabad.
Mantra takkan bisa menyelamatkanmu, orang tua.
Ini tempat kekuasaan Tuanku. Mati saja kau, penyihir!
Tiga cincin untuk raja Elf di bawah langit.
Tujuh untuk penguasa Dwarf di aula batu mereka.
Sembilan untuk manusia fana, yang ditakdirkan untuk mati.
Kau tak bisa melawan kegelapan. Kekuatanmu sudah lemah.
Satu-satunya cahaya dalam kegelapan.
Aku tak sendirian.
Apa kau butuh bantuan, Ratu?
Seharusnya kau tetap mati saja.
Mithrandir... Kembalilah padaku.
Dia ada di sini.
Ya. Kekuatan gelap telah kembali.
Gandalf!
Gandalf, naiklah!
Dia melemah. Dia harus pergi. Ini menguras kekuatannya.
Pergilah!
Ikutlah denganku, Ratu.
Pergil!
Ini telah dimulai. Timur akan jatuh.
Kerajaan Angmar akan bangkit kembali.
Era Elf telah berakhir.
Era Orc telah tiba.
Kau tak memiliki kekuatan di sini...
... hamba Morgoth.
Kau tak bernama.
Tak berwajah.
Tak berbentuk.
Kembalilah ke kehampaan tempatmu berasal!
Kita telah diperdaya.
Roh Sauron masih bertahan.
Dan telah dibuang.
Dia akan lari ke timur.
Gondor harus diperingatkan.
- Mereka harus menjaga benteng Mordor. - Tidak, kau rawat saja Ratu Galadriel.
Dia telah menghabiskan banyak kekuatannya. Dia melemah.
- Bawa dia ke Lothlorien. - Tuan Saruman.
Dia harus diburu dan dihancurkan untuk selamanya.
Tanpa cincin penguasa, Sauron tak pernah lagi memiliki kekuasaan atas Dunia Tengah.
Pergilah sekarang.
Sauron, aku akan tangani.
- Aku butuh kuda. - Apa?
- Gandalf, kau mau pergi kemana? - Aku harus memperingatkan Erebor.
Mereka tak tahu apa yang akan menuju kesana. Aku telah melihat mereka.
Barisan panjang pasukan Orc!
Panggillah teman-teman kita, baik burung dan hewan lainnya.
Pertempuran gunung akan segera dimulai.
Pasti ada di ruangan ini. Aku tahu.
- Kami telah mencari dan mencari. - Tidak cukup baik.
- Kita semua ingin batu itu kembali. - Tapi belum ditemukan!
Apa kau meragukan kesetiaan orang-orangmu?
Arkenstone adalah hak bangsa kita.
Itu adalah permata milik raja.
Apa aku bukan seorang raja!?
Camkan!
Jika seseorang menemukan dan menyembunyikannya dariku...
...aku akan menghukumnya.
Penyakit Naga.
Aku pernah melihat itu sebelumnya.
Tatapan itu...
...keinginan yang mengerikan.
Sebuah rasa kepemilikan dengan cemburu membara, Bilbo.
Itu telah membuat kakeknya gila.
Balin, jika Thorin mendapatkan Arkenstone...
...jika dia menemukannya...
...apakah itu akan membantunya?
Batu itu adalah jantung dari gunung ini.
Mahkota dari semua kekayaan ini dan memiliki kekuatan yang melimpah.
Apa itu akan meredam kegilaannya?
Tidak, temanku.
Mungkin akan membuatnya lebih buruk.
Mungkin yang terbaik...
...batu itu tetap hilang.
Apa itu?
- Apa yang kau genggam di tanganmu! - Bukan apa-apa.
Tunjukkan.
Aku mengambilnya di Taman Beorn.
- Kau membawanya sampai kesini? - Aku akan menanamnya di kebunku.
Itu hadiah yang kecil untuk dibawa kembali ke Shire.
Yah. Biji ini suatu hari akan tumbuh.
Dan setiap kali aku melihatnya, aku akan ingat semua yang terjadi.
Aku akan mengingat hal baik dan buruk dan aku senang telah kembali pulang ke rumah.
- Thorin, aku... - Thorin...
...para pengungsi yang selamat dari Lake Town, berbaris memasuki Dale.
Ada beberapa ratus dari mereka.
Panggil semuanya ke pintu gerbang.
Ke pintu gerbang! Sekarang!
- Ayo. Lanjutkan. - Tuan.
Tuan!
Kemarilah!
- Lihat. Ada api menyala. - Ya.
- Kelompok Oakenshield selamat. - Selamat?
Maksudmu ada sekelompok Dwarf disana bersama emas-emas itu?
Jangan khawatir, Alfrid. Ada cukup emas untuk kita semua.
Kita akan berkemah di sini malam ini. Carilah tempat sendiri...
...dan nyalakan api. Cepat.
Alfrid, kau yang pertama berjaga.
Ayo angkat!
Benteng akan siap pada waktu fajar.
Kita sudah menaklukkan gunung ini. Aku tak ingin kehilangannya lagi.
Warga Lake Town tak punya apapun. Mereka telah kehilangan segalanya.
Jangan beritahu aku tentang kerugian mereka. Aku tahu penderitaan mereka.
Mereka yang selamat dari api naga, harusnya bersukacita.
Mereka harus banyak bersyukur untuk itu.
Tutup gerbangnya!
Tumpukkan batu-batu ke pintu gerbang!
- Anak-anak kelaparan. - Ini sudah tiga hari.
- Persediaan kita takkan cukup, Bard. - Usahakan sebisamu..
- Ini akan baik-baik saja. - Kita membutuhkan lebih banyak air.
Anak-anak, yang terluka dan wanita dahulukan.
Selamat pagi, Alfrid. Bagaimana dengan jaga malamnya?
Semuanya baik-baik, Tuan. Tak banyak untuk dilaporkan.
Tak lolos dari penglihatanku.
Tampaknya pasukan besar kaum Elf, kupikir.
- Lord Thranduil. Aku tak menduga kau datang kemari. - Kudengar kalian memerlukan bantuan.
Ini dia.
Ada lagi.
Kau menyelamatkan kami. Bagaimana kami bisa berterima kasih?
Simpanlah rasa terima kasihmu. Aku kemari bukan atas permintaanmu.
Aku datang kemari untuk mengambil apa yang seharusnya milikku.
Semua perhiasan ini telah menarik semua gairahmu.
Perhiasan indah dan gemerlapan.
Permata putih dari Lasgalen.
Aku tahu seorang Pangeran Elf, yang akan membayar mahal untuk ini.
Tunggu! Kumohon tunggu!
Kau menukarkan semua ini hanya demi sebuah batu?
Kami takkan menyerah untuk mendapatkan pusaka bangsaku.
Kita adalah sekutu.
Bangsaku juga berhak atas kekayaan gunung ini.
Biarkan aku berbicara dengan Thorin.
- Kau ingin bersepakat dengan kaum Dwarf? - Untuk menghindari perang? Ya.
Tak buruk untuk pekerjaan semalam.
Ayo!
Salam, Thorin, putera Thrain. Kami sangat senang bahwa kau selamat.
Mengapa kau datang ke pintu gerbang istana raja dengan bersenjata?
Mengapa raja gunung sendiri bersembunyi seperti mau dirampok?
Karena aku berharap untuk dirampok.
Tuan, kami datang bukan sebagai perampok, tapi untuk mencapai kesepakatan.
Maukah kau bicara bertatap muka denganku?
Aku mendengarkan.
Atas nama rakyat Lake Town, aku meminta kesepakatan darimu.
Berikan mereka bagian hartanya, sehingga mereka dapat membangun kembali kehidupannya.
Aku takkan bernegosiasi dengan siapapun, jika banyak pasukan di depan gerbang.
Pasukan akan menyerang, jika kita tak mencapai penyelesaian.
Ancamanmu tak menggangguku.
Bagaimana dengan hati nuranimu yang pasti mengakui tujuan kita ini benar?
Orang-orangku menawarkan bantuan.
Sebaliknya kau membawa kematian dan kehancuran pada mereka.
Warga Lake Town memberikan bantuan pada kami dengan minta imbalan.
- Kita telah sepakat. - Sepakat?
Pilihan apa yang kami miliki selain menukarkan kebebasan dengan selimut dan makanan?
Kami harus menebus masa depan dalam pertukaran itu untuk kebebasan kami.
Kau sebut itu kesepakatan yang adil?
Katakan padaku, Bard Si Pembunuh Naga...
...mengapa aku harus bersepakat dengan hal itu?
Karena kau harus memenuhi janjimu.
Apa itu tak berarti apa-apa?
Pergilah, sebelum panah berterbangan!
Apa yang kau lakukan?
- Kau tak dapat memulai perang. - Ini bukan urusanmu.
Maaf, tapi kau belum melihat banyak pasukan Elf di luar sana?
Dan beberapa ratus nelayan marah.
Kita benar-benar dalam minoritas.
- Itu takkan lama. - Apa maksudmu?
Artinya, Guru Baggin...
...kau jangan pernah meremehkan kaum Dwarf.
Kita telah menguasi Erebor. Sekarang kita harus mempertahankannya.
Mereka tak mau bersepakat.
Sayang sekali. Tapi setidaknya kau telah berupaya.
Aku tidak mengerti itu. Mengapa? Mengapa dia mengambil resiko perang?
Tak ada gunanya berdebat dengan mereka. Mereka hanya mengerti satu hal (perang).
Kami akan menyerang saat fajar.
Apa kau ikut dengan kami?
Kemarilah, Guru Baggin.
Kau akan membutuhkannya.
Pakailah.
Baju ini terbuat dari baja perak.
Mithril, dibuat oleh leluhur kami.
Takkan ada pisau bisa menembusnya.
Aku tampak bodoh. Aku bukan prajurit, tapi Hobbit.
Ini hadiah. Sebuah tanda persahabatan kita.
Teman sejati sulit ditemukan.
Aku telah buta, tapi sekarang aku melihatnya dengan jelas.
Aku telah dikhianati.
- Dikhianati? - Arkenstone.
Seseorang telah mengambilnya.
Thorin.
Pencarian ini sudah selesai. Kau sudah menguasai gunung ini...
- ...apakah itu tak cukup? - Aku dikhianati oleh kerabatku sendiri.
Kau telah berjanji kepada warga Lake Town.
Apakah harta itu nilainya lebih daripada kehormatan?
Kehormatan kita. Aku juga disana memberi mereka janji.
Dan aku bersyukur atas itu.
Itu mulia. Namun harta gunung bukan milik rakyat Lake Town.
Emas di sini...
... adalah milik kita.
Dan hanya kita.
Dan aku takkan melepaskannya...
...satu koinpun.
Tak sekeping pun.
Gundabad.
- Siapa yang tinggal disana? - Musuh lama.
Kerajaan kuno Angmar.
Kastil ini dulunya benteng. Termasuk gudang besar...
...tempat menempa senjata perang mereka.
Ada kilatan cahaya dan beberapa gerakan.
Kita menunggu sampai malam tiba. Ini tempat yang mengerikan, Tauriel.
Leluhur kita pernah berperang di tanah ini.
Ibuku meninggal di sini.
Ayahku tak berbicara banyak tentang hal itu.
Tak ada makamnya dan tak ada kenangan.
Tak ada.
Biarkan aku lewat.
Beri jalan.
Tidak, tidak. Tunggu!
Kau, Si Topi Runcing.
Ya, kau. Kami tak ingin ada pemabuk, pencuri, pengemis dan gelandangan di sini.
Kami sudah cukup punya masalah.
Pergilah. Pecut kudamu.
- Siapa yang bertanggung jawab di sini? - Siapa yang bertanya?
Kalian harus melupakan perselisihan dengan Dwarf. Akan ada perang besar.
Markas Dol Guldurs telah kosong.
- Kalian semua dalam bahaya. - Kau bicara tentang apa?
Kau tak tahu apa-apa tentang Troll.
Mereka seperti badai musim dingin yang menimbulkan kegaduhan.
Tapi terkadang, badai hanyalah badai.
Tidak kali ini. Tentara Orc berada di jalan.
Mereka dibiakkan untuk perang. Musuh telah mengumpulkan kekuatan penuh.
- Mengapa baru sekarang? - Karena kita memaksanya untuk itu.
Hal ini terjadi ketika Thorin Oakenshield berusaha merebut kembali tanah airnya.
Mereka takkan bisa menguasai Erebor. Pasukan Azog akan membunuh mereka.
Tuannya ingin menguasai gunung itu.
Bukan hanya karena harta, tetapi juga lokasinya yang strategis.
Ini adalah pintu gerbang untuk merebut kembali Angmar di utara.
Jika kerajaan tersebut bangkit lagi...
...baik Rivendell, Moria, Shire, bahkan Gondor akan jatuh.
Pasukan Orc ini yang kau bicarakan, Mithrandir, di mana mereka?
Pasukan kita akan berada di posisi saat fajar.
Serangan yang tak terduga dan cepat.
Dasar bodoh, mereka lupa siapa yang tinggal di bawah tanah itu.
Mereka lupa terhadap Pemangsa Bumi.
Jika kita ingin ke sana, kita harus pergi sekarang.
Mereka bergerombol.
- Kelelawar itu dibiakkan untuk suatu tujuan. - Untuk apa?
Untuk perang.
Kita harus memperingatkan yang lain.
Mungkin sudah terlambat. Cepat!
Sejak kapan saranku diabaikan?
- Kau pikir apa yang coba kulakukan? - Menyelamatkan teman kerdilmu (Dwarf).
Aku mengagumi kesetiaanmu pada mereka, tapi takkan membuatku membatalkan tujuanku.
Kau harus menerimanya, Mithrandir. Maafkan aku jika aku akan menghabisi mereka.
- Apakah para pemanah telah siap? - Ya, tuanku.
Jika muncul pergerakan di gunung, bunuh saja mereka.
Waktu kaum Dwarf telas selesai.
Apa kau setuju dengannya?
Apakah emas sebegitu berharganya bagimu? Dan kau akan membelinya dengan darah Dwarf?
- Tidak. Mereka takkan bisa menang. - Itu takkan menghentikan mereka.
Kaum Dwarf takkan menyerah. Mereka akan berjuang sampai akhir.
Bilbo Baggin!
Jika aku tak salah, kau yang mencuri kunci dengan memperdaya penjaga penjara.
Ya, maafkan aku tentang itu.
Aku datang...untuk memberimu ini.
Jantung Gunung.
Permata Raja.
Ini tebusan untuk seorang raja.
- Bagaimana kau bisa memilikinya? - Aku telah memilikinya sejak lama.
- Mengapa kau melakukan ini? Kau tak berutang kesetiaan pada kami. - Aku tak melakukannya untukmu.
Aku tahu bahwa kaum Dwarf sangat keras kepala.
Sulit, selalu curiga dan misterius.
Mereka punya sikap yang buruk, tetapi mereka juga berani.
Ramah...
...serta sangat setia.
Aku mencintai mereka dan akan menyelamatkan mereka, jika aku bisa.
Tapi Thorin lebih memilih batu ini diatas segalanya.
Kupikir, untuk pertukaran itu, dia akan menepati janjinya.
Tak ada alasan untuk perang.
Tidurlah sekarang. Kau harus pergi saat fajar./Maaf?
- Kau harus pergi jauh dari sini. - Aku takkan meninggalkan kelompokku (kontrak jasa).
Tak ada lagi perusahaan (jasa).
Aku tak tahu apa yang Thorin lakukan, jika dia tahu perbuatanmu.
- Aku tak takut sama Thorin. - Seharusnya kau takut.
Jangan meremehkan bahaya emas.
Emas yang panjang seperti sarang ular.
Penyakit Naga. Memasuki hati yang hadir di gunung itu.
Hampir semuanya.
Hei kau, carikan Hobbit ini tempat tidur. Dan berikan makanan hangat.
Dia layak mendapatkannya.
Awasi dia.
Jika dia melarikan diri, beritahu aku.
Tunggu! Bodoh!
Nah, Hobbit, saatnya untuk.... kemana dia?
Maju selangkah lagi, aku akan memanah matamu./Bunuh dia! Bunuh dia!
Kami di sini untuk memberitahumu, bahwa hutangmu telah dibayar.
Dan kami telah menerimanya.
Pembayaran apa? Aku tak memberi apa-apa.
Aku tak memberi apapun!
Kami punya ini.
Mereka memiliki Arkenstone. Pencuri!
Bagaimana kau bisa mencurinya dari rumah kami?
Batu itu milik raja.
Dan dia bisa memilikinya...
...dengan niat baik.
Tapi pertama-tama, dia harus menepati janjinya.
Mereka pikir kita bodoh. Ini tipuan.
Kebohongan yang kotor.
Arkenstone masih ada di gunung ini. Ini tipuaan.
Bukan tipuan. Batu itu sungguhan.
Aku yang memberikannya pada mereka.
Kau?/ Aku mengambilnya sebagai bagian saham jasaku yang ke-14.
Kau mencurinya dariku?
Mencuri darimu ? Tidak, tidak.
Aku mungkin seorang pencuri, tapi setidaknya pencuri jujur.
Hal itu dilakukan sebagai klaim bagianku./Klaim?
Kau tak punya klaim. Kau babi memuakkan!
Aku akan memberikannya padamu...
- ...dari dulu, tapi... - Tapi apa, pencuri?
Kau sudah berubah, Thorin.
Dwarf, yang kutemui di Baggin, takkan pernah ingkar janji.
Dia dipercaya kesetiaannya.
Jangan bicara tentang kesetiaan denganku.
Lemparkan dia dari tembok benteng!
Kalian dengar?
Biar aku yang melakukannya sendiri!
Terkutuklah kau. Kau berada di kelompokku atas permintaan Gandalf.
Biarkan dia. Jangan menyakitinya.
Berikan dia kembali padaku.
Kau tak menyimpan sosok baik sebagai raja gunung, ya?
Thorin anak Thrain.
Aku takkan pernah lagi bergaul dengan penyihir.../Pergilah!
...atau "Tikus Kotor".
Apakah kita setuju?
Kau akan mendapatkan Arkenstone itu. Kau telah berjanji kepada kita.
Berikan kami jawaban.
Apa kau ingin damai atau perang?
Aku memilih perang.
"Ironfoot".
Kalian bersiaplah!
Siapa itu? Dia terlihat tak senang.
Dia Dain, "Lord of the Iron Hills". Sepupu Thorin.
- Apa mereka sama? - Thorin yang paling masuk akal dari mereka.
Selamat pagi. Bagaimana kabar kalian?
Aku punya saran kecil, jika kalian punya waktu.
Apa kalian ingin mempertimbangkan...
...untuk minggir?
- Kalian semua! Sekarang juga! - Diam di tempat!
- Tenang, Lord Dain. - Gandalf si Kelabu.
Suruh mereka pergi, kalau tidak, aku akan menumpahkan darah mereka!
Tak ada alasan perang antara Dwarf, manusia dan Elf.
Tentara Orc dalam perjalanan.
- Tarik kembali pasukanmu. - Aku tak takut sama sekali pada kaum Elf.
Tidak untuk Elf itu.
Dia tak menginginkan apapun selain kematian kaumku.
Jika dia memilih untuk berdiri di antara aku dan kaumku,..
...aku akan memecahkan kepalanya! Itu akan menghapus senyumannya.
- Dia gila seperti sepupunya. - Kau dengar itu? Kita bersiap.
Ayo! Kita beri mereka pelajaran!
Pemangsa Bumi!
Ayo!
Majulah, tentaraku!
Gerombolan neraka ada di depan kita! Ayolah bertempur, anak Durin!
- Aku akan melompat ke sana. Siapa ikut? - Ya, mari kita pergi!
- Aku takkan pergi. - Apa kita takkan melakukan apa-apa?
Kubilang...tetap di tempat!
Apa Elf akan bertempur?
Ini gila, Thranduil.
- Serang! - Aku akan menghajar kalian!
Gandalf, apa tempat ini aman?
Kirim prajurit hewan!
Mereka tak bisa bertempur di dua front.
Sekarang kita beralih untuk...
...menyerang kota!
Azog.
Dia mencoba memotong jalan kita.
Mundur kembali ke lembah, semuanya. Sekarang!
Kembali ke kota! Bilbo, lewat sini!
Sigrid! Tilda!
- Dimana anak-anakku? - Di pasar lama.
Pasar? Tapi dimana mereka sekarang?
Tilda! Sigrid!
Tuan, pasukan Orc sudah di atas jembatan.
Siapkan pemanah di atas benteng. Tahan mereka selama mungkin.
Pemanah! Kesini!
Orc telah menguasai jalan batu. Pasar telah jatuh!
Sisanya ikuti aku!
Habisi mereka! Sampai semuanya mati.
Ayah! Kami di sini!
Bain! Sigrid! Merunduk!
Dengarkan. Kumpulkan perempuan dan anak-anak.
Pergilah ke Aula Besar dan kunci pintunya. Mengerti?
- Tak boleh keluar dengan alasan apapun. - Kami ingin bersamamu!
Tunjukkan rasa hormat pada ayahmu. Serahkan mereka padaku, Tuanku.
Kalian dengar apa yang dia katakan. Ayolah!
Alfrid. Kecuali perempuan dan anak-anak. Semua orang harus bertempur.
Aku akan membawa mereka ke tempat yang aman.
Pedangku adalah milikmu sebagai surat perintah. Bangun!
Jagalah mereka.
Majulah, nenek!
Pergi ke Aula Besar!
Keluar dari jalan!
Kita harus pergi ke Aula Besar!
Mereka tak bisa menahan kota.
Para Dwarf hampir tak bisa bertahan.
Keparat!
Dimana Thorin?
Kita butuh dia.
Tumpahkan darah mereka di sini!
Bantai mereka semua!
Tarik mundur!
Sejak kapan kita mengkhianati rakyat kita sendiri?
Thorin, mereka mati di luar sana.
Ada kamar di ruang gunung ini.
Tempat kita mengkonsolidasi.
Kita bisa membuat mereka aman. Ya.
Ya, itu dia.
- Kita harus menyembunyikan emas lebih aman. - Apa kau tak dengar? Dain dikepung.
Mereka dibantai, Thorin.
Banyak yang mati dalam pertempuran. Hidup itu tak penting.
Harta seperti ini takkan dapat mengganti nyawa mereka.
Tapi, semuanya layak untuk darah yang kita buang.
Kau duduk di sini di ruangan besar ini dengan mahkota di kepalamu...
...tapi kau bukanlah seperti orang yang kukenal.
Jangan bicara seperti itu padaku...
... seolah-olah aku seperti pangeran Dwarf lainnya. Aku ini...
...Thorin Oakenshield.
- Aku masih tetap rajamu! - Kau selalu rajaku.
Kau tahu itu. Tapi...
...kau tak menyadari apa yang telah terjadi padamu.
Pergi.
Keluar.
Sebelum aku membunuhmu.
Kau duduk dengan mahkota di kepala, tetapi kau lebih celaka dari sebelumnya.
Harta seperti ini takkan bisa mengganti hilangnya nyawa.
Penyakit dari harta tersebut.
- Nafsu buta Raja Gunung. - Bukankah aku raja?
Emas ini milik kita, dan hanya kita!
Aku takkan berbagi...
...satu koin emaspun.
Kau dibutakan oleh nafsu.
Seolah-olah aku pangeran Dwarf.
Thorin Oakenshield, lihatlah dirimu sendiri.
Penyakit sama yang membuat kakekmu gila.
Ini Thorin anak Thrain, anak Thror!
Aku tak seperti kakekku. Aku tak seperti kakekku!
Kau pewaris tahta Durin.
- Mereka mati di luar sana. - Ambil Erebor kembali.
- Dain sedang dikepung. - Tutup pintunya.
- Kau tenggelam... - Tutup pintunya!
Ambil kembali kerajaanmu.
- Kau telah berubah, Thorin. - Aku tak seperti kakekku.
Apakah harta ini lebih bernilai dari kehormatanmu?
Aku tak seperti kakekku!
Harta ini akan membunuhmu!
Mundur! Kembali ke gunung!
Mundur!
Sekarang telah berakhir bagi mereka!
Siapkan serangan akhir!
Aku takkan bersembunyi di balik dinding, sementara yang lain bertempur untuk kita!
Itu tidak ada dalam darahku, Thorin.
Tidak, itu tidak.
Kita adalah anak-anak Durin.
Dan anak Durin tak melarikan diri dari pertempuran.
Aku tak punya hak menanyakan ini pada kalian...
...apa kalian akan mengikutiku untuk terakhir kalinya?
Belum. Tunggu... tunggu!
Serang sekarang!
Thorin.
Untuk raja! Untuk raja!
Untuk kemenangan!
Para Dwarf! Mereka bertempur!
Bertempur bersama raja mereka.
Siapapun yang akan memberikan karya terbaiknya, ikuti aku!
Mari kita bertempur bersama. Angkat senjata kalian.
- Ikutlah dengan kami. - Tidak. Biarkan wanita tua ini.
- Jangan takut. - Lepaskan aku!
- Alfrid! Kau pengecut! - Pengecut?
- Tak semua pria berani memakai korset. - Kau bukan pria, tapi musang pengecut.
- Dain! - Thorin!
Tunggu. Aku datang!
Hey, sepupu, mengapa begitu lama?
Kau terlalu banyak pertimbangan, Thorin. Kuharap kau punya rencana.
Baiklah, kita akan bergerak menghabisi pemimpinnya.
Azog.
- Aku akan membunuh bajingan itu! - Ayo maju!
Kemungkinan kita dapat bertahan.
Gandalf!
- Itu Thorin! - Fili, Kili dan Dwalin.
- Dia mengambil prajurit terbaiknya. - Untuk apa?
Memotong kepala ular.
- Gandalf! - Legolas.
Aku pasti bermimpi. Ada pasukan lain, Gandalf.
- Bolg memimpin tentara Orc dari Gundabad. - Gundabad.
Rupanya itu telah dipersiapkan sejak lama.
Azog membuat kita sibuk, sementara Bolg masuk dari utara.
- Utara? Lewat utara mana? - Ravenhill.
Ravenhill? Di atas sana ada Thorin...
...Fili dan Kili. Mereka semua di sana.
Dimana dia?
Ini terlihat kosong.
Kupikir Azog melarikan diri.
Kupikir tidak.
Fili...
...bawa saudaramu dan cari mereka melalui menara.
Waspadai bagian gelapnya. Bila melihat sesuatu, lapor kembali.
- Jangan serang mereka, mengerti? - Kita kedatangan "tamu".
Tak lebih dari seratus. Kami akan mengurusnya. Pergilah!
Pergi!
Fili, ayo!
Panggil kembali orang-orangmu.
Kirim pasukan ke Ravenhill. Para Dwarf pasti melarikan diri.
- Thorin sudah diperingatkan. - Jadi, kau memperingatkannya.
Aku sudah cukup menumpahkan darah Elf di negara terkutuk ini. Sudah cukup.
- Thranduil? - Aku akan pergi.
- Jangan bodoh. Tak boleh kesana. - Kenapa tidak?
Mereka akan melihatmu dan membunuhmu.
Tidak, mereka tidak. Mereka takkan melihatku.
Itu tak mungkin. Aku takkan mengizinkannya.
Aku tak minta ijin darimu, Gandalf.
Kau tak boleh pergi.
Kau tak boleh pergi. Tidak kali ini.
- Minggir dari jalanku. - Para Dwarf akan dibantai.
Ya, mereka akan mati.
Hari ini. Besok. Setahun. Seratus tahun dari sekarang...
...apa bedanya? Mereka makhluk fana.
Apa hidupmu lebih bernilai dari mereka, kapan kau memiliki rasa cinta?
Kau tak mencintai dirimu sendiri.
Apa yang kau ketahui tentang cinta? Tidak!
Perasaanmu untuk Dwarf itu tidak nyata.
Apa kau pikir itu cinta? Apa kau siap mati untuk itu?
Jika kau menyakitinya, kau harus membunuhku.
Aku akan pergi denganmu.
- Bangun. Pergilah! - Aku tak menerima perintah darimu.
Orang-orang kepercayaanmu. Mereka akan mendengarkanmu.
Kau bisa mengambil mantel pangeran...
...tapi kau menolaknya. Dan untuk apa?
Alfrid, kulihat rokmu tertarik.
Tinggal saja di sini. Cari bagian yang lebih rendah.
Aku baik-baik saja.
Dimana Orc keparat itu?
- Thorin. - Bilbo.
Kau harus pergi sekarang. Azog memiliki tentara lagi dari utara.
- Menara ini sudah terkepung, tak ada jalan keluar. - Kita sudah dekat.
- Disana banyak Orc. Mari kita lanjutkan. - Tidak.
Ini adalah apa yang dia inginkan. Dia ingin menjebak kita di sini.
Ini perangkap.
- Cari Fili dan Kili. - Apa kau yakin?
Lakukan. Kita akan mengalami lebih banyak pertempuran.
Dia yang akan mati duluan.. Kemudian saudaramu.
Dan kemudian kau, Oakenshield.
- Akhirnya kau akan mati. - Lari! Lari!
Fili!
Berakhirlah keluarga kotormu!
- Kili! - Thorin!
Tidak, Thorin!
Bunuh mereka semua!
Tidak.
Kili!
Bunuh dia!
Jangan sampai dia lari!
Kili!
Kili!
- Tauriel! - Kili.
Tidak!
Tidak!
Tauriel!
Kawanan elang datang.
- Bilbo! - Jangan bergerak.
Aku senang kau ada di sini.
Aku ingin berpisah baik-baik denganmu.
Kau akan berhasil, Thorin. Kau akan selamat.
Aku ingin mengambil kembali kata-kataku, dari apa yang kukatakan sebelumnya.
Kau telah bertindak layaknya seorang sahabat sejati.
Maafkan aku.
Aku tak melihatnya.
Maafkan, aku telah membawamu ke dalam bahaya ini.
Tidak, aku senang telah mengambil bagian dalam semua bahayamu, Thorin.
Itu lebih layak dari seorang Baggin.
Selamat berpisah, Tuan Pencuri.
Kembalilah ke rumah bukumu...
...dan kursimu.
Tanamlah biji pohon itu dan melihat mereka tumbuh.
Jika lebih banyak orang...
...menemukan pot emas, dunia akan menjadi tempat yang lebih baik.
Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak!
Thorin, bertahanlah.
Thorin.
Tunggu, Thorin. Bertahanlah.
Kawanan elang datang.
Thorin?
Kawanan elang...
Aku tak bisa kembali.
Kemana kau ingin pergi?
- Entahlah. - Pergilah ke utara.
Cari dia.
Diantaranya adalah pemburu muda. Kau harus bertemu dengannya.
Ayahnya, Arathorn, orang yang baik.
Putranya akan menjadi orang besar.
- Siapa namanya? - Ia dikenal sebagai Strider.
Nama aslinya, kau harus temukan.
Legolas.
Ibumu mencintaimu.
Lebih dari yang lain. Lebih dari kehidupannya sendiri.
Aku ingin dia dimakamkan.
Ya.
Jika ini cinta, aku tak menginginkannya.
Hilangkan itu dariku. Kumohon.
Mengapa rasa sakit ini tak tertahankan?
Karena cinta itu nyata.
Akan ada pesta malam ini dengan lagu-lagu dan cerita.
Dan Thorin Oakenshield akan menjadi legenda.
Balin, aku tahu kau membutuhkannya. Tapi bagiku tak begitu.
Dia...
Bagiku...
Dia...
- Ah, aku lupa mengucapkan selamat tinggal pada yang lain. - Kau bisa melakukannya sendiri.
Jika kalian ingin datang ke Baggin...
...kita bisa minum teh Dan ada banyak lagi.
Kalian akan selalu diterima.
Dan...jangan repot-repot ketuk pintu.
Batas ke Shire. Disini aku harus meninggalkanmu.
Ini menyedihkan.
Aku suka didampingi penyihir di sekitarku.
Mereka tampaknya selalu membawa keberuntungan.
Kau sungguh tak percaya bahwa semua petualanganmu terjadi karena keberuntungan.
Sihir cincin tak boleh digunakan sembarangan, Bilbo.
Aku tahu, kau menemukannya di gua Goblin.
Aku selalu mengawasimu sejak itu.
Dan syukurlah untuk itu.
Selamat tinggal, Gandalf.
Selamat tinggal.
Jangan khawatir tentang cincin itu. Meskipun pernah jatuh dari sakuku.
- Aku tak mau kehilangan lagi. - Kau seorang pria yang jujur, Tuan Baggin.
Dan aku benar-benar menyukaimu.
Kau seorang pria kecil...
...dalam dunia yang besar.
Hei, itu lemari ibuku.
Dan itu kursi makanku.
Letakkan kembali itu! Apa yang sedang terjadi disini?
Halo, Tuan Bilbo... Kau seharusnya tak berada di sini.
- Apa maksudmu? - Kau diperkirakan sudah meninggal.
Aku belum meninggal. Mengapa aku dianggap begitu?
Kupikir kau tak boleh ke sana. Tuan Bilbo!
21, siapa yang menawar 21?
Dijual ke Ny. Walker. Kami punya alas untuk kakimu.
Ini adalah kerajinan yang dibuat di kabupaten...
Hentikan! Hentikan!
Pasti ada kesalahan.
- Siapa kau? - Kau tahu dengan baik siapa aku...
...Lobelia Buul-Baggins.
Ini adalah rumahku. Dan sendokku, terima kasih.
- Maaf. - Kau menghilang 13 bulan yang lalu.
Bila kau ini benar-benar Bilbo Baggin dan tidak mati...
- ...dapatkah kau membuktikannya? - Apa?
- Sesuatu yang resmi dengan namamu. - Baiklah.
Ini sebuah kontrak pekerjaanku sebagai...
....ah, lupakanlah.
Lihat, ada tanda tanganku.
Ini semua ditampilkan dalam urutan. Ya, tidak ada keraguan.
Siapakah orang ini yang menerima layanan jasa darimu?
Thorin Oakenshield.
Dia...
Dia adalah temanku.
Tidak, terima kasih. Tak ada lagi tamu, penyihir atau kerabat jauh.
Bagaimana dengan teman lama yang sangat tua?
- Gandalf! - Bilbo Baggin.
113 tahun .. siapa yang bisa percaya?
Ayo masuk! Selamat datang, teman lama.
= T - A - M - A - T = Alih Bahasa : A k o e r L a h
OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.