Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
INDOXXI Support dengan like & share :)
๏ปฟ1 Saya sudah lihat pembukuan.
Penjualan rekaman-rekaman Ibu kamu memang sudah tidak jalan lagi. Jadi royalti juga sudah tidak ada.
Bapak juga titip untuk menanyakan royalti tahun-tahun sebelumnya Pak.
Oh sudah dibayarkan.
Dan memang 5 tahun terakhir tidak ada untung lagi.
Bagaimana Ibu kamu? Sudah ada kemajuan?
Kamu tidak kuliah hari ini?
Saya sudah berhenti kuliah Pak.
Sejak kapan?
Bapak tidak bisa bantu banyak, karena keuangan perusahaan juga sedang tidak sehat.
Tapi Pak sekarang saya masih lihat album Ibu ditoko-toko.
Lagunya juga masih diputar di Radio.
Yaitu kamu lihat album Ibu kamu ditoko, karena tidak ada yang beli.
Dan Radio, kalau mereka putar lagu apa mereka bayar?
Ibu kamu itu sudah sakit lebih dari 3 tahun.
Dan dia sudah tua, jadi tiada lagi yang dengar Ibu kamu.
Namanya tidak dikenal orang lagi.
Makasih Pak. Ya.
Robek lagi Nek? Padahal minggu lalu kayaknya baru saya jahit.
Makannya banyak.
Makin cepat besar.
Kalau udah jalan, nggak boleh diulang.
Sabar dong.
Kak Rini, kalau mau ngomong jangan curang gimana sih ya Kak?
Nggak boleh curang.
Nggak boleh curang.
Gimana Rin?
Ya sesuai perkiraan lah Pak.
Nggak ada royalti.
Rumah seharusnya nggak digadaikan Pak..
Susah nebusnya.
Jadi gimana...? Uang tabungan Bapak udah habis waktu itu
Ibumu juga pengobatannya juga harus bayar,
Dijual Pak, kita bisa beli rumah yang lebih kecil, sisanya untuk pengobatan
Gimana bisa jual rumah cepat?
Kau mau Ibumu mati karena Bapak nggak punya uang buat bayar pengobatan?
Lagian kan ini rumah Nenek, Bukan rumah kita.
Coba cek dulu tuh Ibumu.
Ibumu tuh.
Bondy, itu Ibu manggil kok nggak denger?
Bondy, itu Ibu manggil.
Bondy, itu kan Ibu. Kenapa harus takut?
Ibu kenapa nggak dirawat dirumah sakit aja ya Kak?
Karena kita udah nggak punya uang. Jadi kita semua harus bantu Bapak ngerawat Ibu.
Bu?
Ibu pipis?
Ibu lapar mau makan?
Subtitle By : ACHMAD DARMAL Tarakan - Kalimantan Utara Resync by TEDI for Satan's.Slaves.2017.BluRay.x264-[YTS.AM]
Dikesunyian malam ini
Ku datang...menghampiri...
Ibu masuk ya.
Bentar lagi.
Nanti asmanya makin parah.
Bentar lagi.
Terlambat sekali kau pulang. Dari mana aja kau?
Keliling-keliling Pak Puas-puasin naik motor.
Assalamualaikum. Waalaikumusalam
Tuh kan pas banget saya pulangnya
Ton.
Maafkan Bapak ya?
Udah nggak apa-apa Pak, kita kan lagi butuh uang.
Kau kesekolah gimana nanti?
Kan saya bisa jalan sedikit,
trus naik bis, trus jalan sedikit lagi, trus naik bis lagi.
Kau yakin?
Nanti nggak jadi nih,.. Berubah pikiran nih...
Makasih ya.
Kak Rini.
Kata guru agama, kalo ada orang meninggal...
Trus dikubur, 40 langkah orang ninggalin kuburan itu mayatnya bakalan bangun lagi.
Ngapain bangun lagi?
Cuman sebentar dia nyadar kalau dia itu
udah pakai kain kafan, trus mati lagi.
Emang dikuburan ada kamera bisa liat?
kan udah tadi?
Aku mau lagi, rasanya enak
Asin
Kau tau nggak?
Kalau kebanyakan makan micin jadi gimana?
Gimana?
Nanti gigi kau panjaaaaang nggak bisa tutup.
Aku masaknya pas-pasan looh Kirain kau nggak pulang
Aku udah makan kok lagian masakan kau tuh nggak enak.
Ini aku bawa rendang nih.
Mau mau mau mau
Dapet duit darimana?
Nggak pake duit yee...
Jam tangan kau mana?
Lupa naruh dimana.
Apa lagi nanti yang dijual?
Jual dirilah...
Jadi gigolo.
Gigolo apa sih?
Gigolo itu pekerjaan, Gampang banget, disayang-sayang trus dikasih duit.
Mau jadi gigolo ah...
Ibu udah disisirin belum?
Aah, kan sering dibilangin sebelum malem Dia paling seneng rambutnya disisir.
Kan tugas kau.
Tony.
Tony.
Tony. Ibu.
Tony sisirin ya Bu.
Ibu sudah diseka belum tadi?
Hmmm... sudah wangi ternyata
Nanti kalau Ibu udah sembuh,
Kalau nyanyi lagi, biar Tony yang main gitar ya Bu.
Tony udah jago.
Rambut Ibu kenapa?
Bu.
Besok Tony carikan obat, biar nggak rontok lagi ya.
Kasihan anak-anak.
Pergi tidur.
Bu.
Ibu sudah bisa bangun?
Bu.
Udah bisa bangun?
Bu.
Ibu.
Bu, Ibu...
Bapak! Bapak! Ya Rin.
Ibu... udah nggak ada... Ibu! Ibu! Ibu.
Terimakasih Pak Ustadz atas bantuannya.
Iya sama-sama
Tapi saya belum pernah ketemu sama Pak Ustadz
Ya memang saya baru pindah kemari bersama anak saya Hendra.
Ibunya Hendra juga sudah meninggal 10 tahun yang lalu
Maaf.
Saya belum pernah melihat Bapak di masjid?
Kami tidak sholat Pak. Ooh..
Hai.
Aku Hendra, anak Pak Ustadz
Semoga nanti kita bisa ketemu lagi.
Bondy, kamu ngapain?
Katanya 40 langkah anggota keluarganya pergi mayatnya bakal bangun lagi
Ini aku udah langkah 39
Nggak bener itu. Yuk!
Kalau misalkan Ibu bangun lagi...
..keterusan keluar dari kuburan gimana?
Trus rencana kau apa? mau disini sampai malam?
Sampai besok-besok?
Bapak, besok Bondy boleh nggak ga masuk sekolah?
Kenapa?
Kamu sakit?
Nggak sih, kan kita masih berkabung.
Kan kita udah lama bersedih karena Ibu sakit
Sekarang.
Ibu udah nggak sakit lagi.
Ibu udah bebas ke tempat yang lebih seneng.
Jadi kita juga nggak boleh bersedih lagi.
Tak perlu berkabung.
Jadi sekarang...
Rajin-rajinlah ke sekolah.
Rajin belajar, cari uang.
Setuju nggak?
Bondy sama Ian boleh pindah kamar nggak?
Kenapa?
Soalnya dari luar jendela kelihatan area perkuburan.
Dikuburan itu cuma ada orang mati.
Orang mati nggak berbahaya.
Yang bahaya itu orang hidup.
Penculik, Pencopet, Perampok
Kamu ini, keluarga kita ga ada yang percaya tahyul kayak gitu
Tidur.
Ini udah lama robeknya.
Ga apa-apa kok Pak, lagi musim
Nanti Bapak beliin seragam baru ya.
Terlalu rapi juga kayak anak baik-baik banget Pak. Ntar malah dipalakin.
Kau ke sekolah pakai karung goni aja
Kamu sedih nggak?
Kamu takut nggak?
Kamu mau tidur disebelah aku nggak?
Kau takut, kan?
iiih apaan, aku mau tidur dulu ah
Apa tidak terlalu cepat Pak?
Ibu baru meninggal kemarin
Besok Bapak sudah mau keluar kota.
Kan urusan rumah tangga nggak bisa nunggu.
Rumah juga kalo nggak ditebus bakal disita.
Kalian jaga adik-adik
Lalu kalau kami butuh Bapak bagaimana?
Telepon rumah nggak ada.
Sudah diputus.
Perlu Bapak buat apa kira-kira?
Secepat mungkin Bapak pulang
Kalian kan juga sudah besar-besar
Ian, Kamu jangan ngagetin gitu!
Lihat tuh.
Ada mayat hidup.
Mayat itu pintar. Tau cara pakai senter
Penjaga makam pasti, Ayo tidur.
Bapak udah pergi?
Udah
Enak sekali kau nggak sekolah?
Iya donk.
Kalo aku sekolah nanti diejek sama temen-temen
Masa Ibunya baru meninggal, akunya santai disekolah.
Alesan!
Oh, pelit??
iiih mau!!
Ton-Ton, timba air pompa mati.
Dah telat.
Bondy, ayo dimakan dulu itu! Ya, kak.
Apa?
Bentar dulu!
Bentar dulu!
Ya udah kamu itung 1-100 nanti aku kasih.
Iiiihhhhhh...!!
Eh eh, Ian. Tidak Boleh
Satu
Dua
Tiga
Empat
Lima
Fa, sa, hu
Tony!
Tony!
Sisiri Ibu Tony!
Apa?
Aku mau pipis
Temani aku
Kamu bilang ke aku mau bilang pergi pipis Tapi kok sendirian?
Kenapa?
Takut.
Apa?
Ibu.
Ada hantu.
Itu ada hantu.
Nggak ada Bondy! Ada kak.
Tapi Ian juga lihat. Kamu ngayal lagi kali!
Kak itu ada hantu.
Ada hantu.. Ka itu ada Hantu..
Itu ada Hantu!
Bu.
Ini punya Ibu Tony kembaliin ya Bu.
Yang tenang ya Bu.
Waktu pekebumian Ibumu aku melihat sesuatu
Apa?
Aku melihat perempuan
Siapa?
Tadinya aku kira salah satu penduduk
Malamnya aku kembali ke pekuburan Ibumu untuk melihat kalau-kalau ada perempuan itu lagi.
Tapi tidak ada apa-apa
Kau ini tidak ada takut-takutnya ya
Takut, tapi aku mau pastikan kalian nggak kenapa-napa
Dan akhirnya apa yang aku khawatirkan terjadi
Beberapa hari kemudian aku lihat rumah kalian dan..
Aku melihatnya. Seperti apa wajahnya?
Mirip Ibumu
Maksud kau seperti Ibuku
Tapi bukan Ibuku?
Menurutku bukan manusia
Jadi menurutmu itu apa?
Roh jahat yang sudah lama tinggal di alam badai manusia.
Biasanya mewujudkan dirinya seperti manusia yang dia tinggali.
Kau itu anak Ustadz, tapi percaya tahayul
Bapakku Ustadz, klo aku lebih terbuka untuk teori-teori lain
Jadi menurutmu bagaimana? menurutku kalian harus pindah.
Kami mungkin memang harus pindah, karena rumah sudah digadaikan.
Maksudku lebih cepat dari itu..
Kalian boleh numpang dulu dirumah kami, sambil menunggu Bapak kalian pulang.
Nggak-nggak.. merepotkan. tidak merepotkan, sungguh..
Terima kasih atas kebaikannya tapi kami akan tetap dirumah sampai Bapak pulang.
Nenek!
Nek. Nenek!
Emangnya Nenek kemana?
Nenek!
Nek.
Ada apa..
Aku minta maaf.
Gara-gara aku mengajakmu keluar rumah.
Sampai ini terjadi.
Bagaimana dia?
Udah nggak panas badannya, tapi dia menggigil.
Syok pasti.
Aku aja syok.
Bapak sudah ada kabar?
Hendra!
Kau bilang kau mau bantu aku?
Ya. antar aku ke kota.
Ada apa? Nenek saya Ramasyaidah sebelum dia meninggal dia nulis surat ini.
Namun tak sempat diposkan.
Baik. Terima kasih.
Disuratnya tertulis dia minta pertolongan anda untuk menyelamatkan kami.
Menyelamatkan kami dari apa ya?
Nenek kamu tidak pernah mengajarkan kamu sopan santun untuk tidak membaca surat untuk orang lain?
Maaf.
Mau menunggu didalam sampai saya selesai membaca surat ini
Dan mengerti apa yang kamu omongkan?
Dulu saya dengan Nenek kamu itu
Teman sejak masa sekolah saya.
Kami sangat dekat.
Karena terlalu dekat kami tidak pacaran
Nenek kamu menikah dengan teman sekelas saya
Anaknya satu Bapak kamu.
Waktu Bapak kamu menikah dengan Ibu kamu.
Nenek kamu tidak setuju.
Kenapa?
Jaman itu seniman itu kurang bermartabat
Dan Ibu kamu tidak bisa memberikan keturunan
Tapi setahu saya Ibu dan Nenek itu baik-baik saja.
Ya, setelah kalian lahir.
Tapi setelah Ibu kamu sakit selama 2 tahun
Nenek kamu berpikir ada sesuatu yang tidak beres
Apa?
Nenek kamu percaya Ibu kamu berdo'a bukan kepada Tuhan.
Untuk mendapatkan keturunan.
Jadi berdo'a kepada siapa?
Iblis.
Dan Bapak percaya? Yang jelas nenek kamu percaya.
Saya nggak pernah mengerti soal berdo'a kepada iblis.
Mekanismenya bagaimana? Ini pasti cuma tahayul Pak..
Kalau ini isapan jempol, untuk apa kalian datang kesini?
Pasti ada sesuatu yang terjadi dirumah kalian.
Aku nggak mau lah adik aku.
Aku sayang adik aku.
Disini ada tulisan saya, kamu bawa.
Mungkin bisa membantu kamu.
Jadi pijit Pak?
Kacamata hitam kamu hilang lagi?
Sudah beli Pak. Tapi kata orang-orang jelek.
Kalian silahkan pulang, saya mau kerja.
Pak! Bapak bisa hubungi saya kalau ada apa-apa.
Kamu siapa? Saya teman Rini.
Baik. Mari.
Mereka tidak akan bisa mengambil salah satu dari kalian
Kalau kalian saling menyayangi satu sama lain.
Mereka siapa Pak?
Baca tulisan saya.
Bondy, nggak makan?
Tau, diajak makan sini nggak mau.
Bondy!
Ngapain kamu makan sendiri?
Masih sakit?
Makan disitu yuk.
Ayo kesini!
Makan disini, duduk
Duduk sini, duduk.
Mulai sekarang kita harus makan sama-sama
Harus saling jaga.
Sudah tidak ada siapa-siapa lagi selain kita.
Aku boleh nggak makan di depan TV? Tidak boleh.
Besok kau nggak usah bangun pagi-pagi
Istirahat dulu sampai benar-benar sembuh.
Aku ingin
Aku ingin
Kau
Mati
Ian mana?
Ian mana?
Aku baru bangun Ian cari-cari!
Kau tahukan? kalau ada apa-apa Kakak pasti tolong kau. Tony juga, Bondy juga. Ya..
Ini kau dapat darimana?
Dari teman Nenek, kemarin aku kerumahnya.
Sudah kau baca?
Untuk apa majalah klinik isapan jempol
Heh, Kenapa?
Ini tentang seorang perempuan nggak punya anak setelah menikah 10 tahun
Akhirnya punya anak.
Dengan cara minta kepada setan seperti pesugihan, minta ke Gua, ke Gunung
Nggak! bukan ke Gua atau Gunung
Tapi katanya dikota-kota ada kelompok sekte pemuja setan
Yang berhubungan dengan kesuburan.
Maksudnya?
Yang ingin punya anak, tapi nggak bisa. Gabung ke sekte itu, lalu punya anak.
Ya bagus dong kalau begitu, kan yang penting punya anak.
Tapi...
Anak terakhir yang dihasilkan dari ikut sekte itu
Harus diserahkan ke sekte kalau sudah berumur 7 tahun.
Percuma kalau diambil dong?
Hanya satu dari semua anak
Kalau sudah berumur 7 tahun.
Ini arahnya kemana sih?
Oke. Umur kau berapa?
22.
Aku 16.
Dan Bondy 10 tahun.
Terus?
Gimana kalau Ibu nggak tega ngasih kita ke sekte itu?
Jadi sebelum anak terakhirnya umur 7 tahun
Ibu harus punya anak lagi
Kau tahu kan majalah ini nggak ada yang nganggap serius
Kau ingat, dulu...
Waktu Ibu masih aktif nyanyi
Aku selalu temani sejak kecil.
Itu karena aku malas bertemu orang-orang basa-basi
Setiap Ibu bikin acara
Selalu ada segerombolan orang yang dateng.
Nggak pernah nimbrung sama tamu-tamu lain
Tapi selalu ada.
Ini mereka.
Ini.
Ini juga.
Ini, sama ini.
Teman sekolahnya mungkin
Aku saking penasarannya, pernah nanya langsung sama mereka.
Nggak ada jawaban.
Anak terakhir, 7 tahun.
Ian ulang tahun 3 hari lagi.
Tapi disini dibilang
anak itu hanya bisa diambil
Kalau direlakan oleh keluarganya.
Memangnya bagaimana caranya diambil?
Itu yang nggak aku percaya dari tulisan ini
Apa katanya?
Katanya anak yang dijanjikan akan dijemput sama..
..mayat-mayat hidup.
Baguslah dia bilang begitu lega aku, kalau dia bilangnya diculik mungkin aku masih bisa percaya
Ya bisa aja metafora atau analogi.
Aku lapar
Kebanyakan baca beginian bisa jadi sinting.
Kamu yakin melihat dengan jelas?
Yakin Ustadz.
Nenek? Nenek
Dimana kamar Ibu kamu?
Orang mati itu tidak mengganggu
Biasanya itu makhluk lain yang mecoba menyerupai orang-orang yang kalian kenal.
Agar kalian terpecah-belah.
Tapi sekarang bagaimana Ustadz? sudah aman?
Saya hanya bisa berdo'a dan meminta pertolongan kepada Allah agar kalian tidak diganggu lagi.
Terima kasih banyak Pak Ustadz.
Kalian sholat kan?
Tidak Pak Ustadz
Tapi kalian bisa sholat kan?
Bisa
Ya sholatlah.
Sholatlah dengan Khusu' ikhlas dan tulus kepada Allah SWT
Karena semua makhluk takut kepada Allah.
Kalau sholat kalian tidak Khusu'
Kalian akan mudah diganggu.
Pak Ustadz boleh tidak kami... Ya, ya, masuk.
Seharusnya kita nggak lari dari rumah
Kalau memang itu Ibu kita bilang sama dia supaya nggak ganggu kita lagi
Itu bukan Ibu.
Jin?
Ada makhluk yang lebih kuat dari manusia dan jin.
Makhluk dari awal jaman yang sudah ada sebelum agama ada.
Apa yang mereka mau dari manusia?
Memanen jiwa manusia yang ditanam.
Apakah ada cara untuk mengalahkannya?
Kalau dari tulisan ini, kita nggak bisa mengalahkannya.
Tapi kita bisa melawan peraturannya.
Maksudnya?
Nggak akan bisa diambil anak, kalau anak itu tidak direlakan oleh keluarganya.
Jadi kita hanya harus bersatu.
Sebentar.
Kak!
Ada lagi yang aku baca dari majalah ini. Apa?
Yang gabung sama sekte pemuja setan itu, hamil bukan dari suaminya.
Jadi dari mana?
Dari para lelaki anggota sekte itu.
Jadi maksudnya...
Pernah mikir nggak?
Kita berempat, nggak ada yang sama mukanya.
Ya nggak papa dong ada orang bersaudara nggak mirip.
Tapi nggak kayak kita.
Pak Budiman telepon, ada yang penting katanya.
Tapi aku harus jaga adik-adikku.
Aku aja yang kesana. Aku juga ikut.
Nggak usah Tapi aku ingin tahu.
Kau jaga Kakak & adik-adikmu saja.
Yakin nggak apa-apa? Nggak apa-apa.
Aku langsung pulang nanti. Sampai jumpa lagi.
Kita akan membuat pengajian dirumahmu besok.
Dan saya akan mengundang warga.
Terima kasih banyak Pak Ustadz. Mohon maaf kami merepotkan.
Nggak apa-apa.
Memang rumah yang kalau sudah jarang ada orang sholat
Biasanya akan mudah dimasuki setan, dan kita akan sulit mengusirnya.
Rini mana? Rini sedang jaga adik-adiknya Pak.
Tapi saya bisa sampaikan pesan Bapak ke Rini
Ini tulisan saya yang terakhir.
Kalau menunggu diterbitkan nanti akan terlambat. Terlambat apa?
Berikan kepada Rini.
Rini teman saya, dan saya sedang menolongnya.
Kalau saya boleh tahu sebenarnya apa yang sedang terjadi Pak?
Lho mana tadi pisaunya.
Ini dia. untung kau nggak kena, Bondy.
Siapa? Pijit Pak
Saya bilang sore kan? Sore saya tidak bisa Pak.
Buka pintu Pak.
Tolong!
Tolong!
Bapak.
Bapak pulang kalian nggak ada. Kalian disini ada apa ini?
Banyak kejadian waktu Bapak pergi Pak!
Ayo..ayo.. ayo kita pulang.
Ian?
Besok kita beres-beres.
Kita bawa apa yang perlu di bawa.
Kita pindah ke rumah susun dikota.
Kalian semua tidur. Besok kita bangun pagi.
Bapak minta maaf pada kalian semua.
Bapak seharusnya nggak hanya minta maaf untuk itu.
Saya dengar malam itu Bapak bicara dengan Ibu.
Bapak bilang apa ke Ibu?
Maksud Bapak baik.
Supaya kita bisa diberikan jalan yang terbaik.
Dan Ibu bisa tenang.
Bapak bilang apa ke Ibu?
Bapak sayang sama kalian semua.
Sama Ibu juga.
Tapi Bapak berpikir, supaya anak-anak Bapak nggak ikut menderita.
Bapak bilang apa ke Ibu?
Ian!
Pak! Pak Tolong Pak. Bapak!
Pak Tolong Pak Ian! Bapak!
Kenapa? Ian pipis ada yang nutup pintu Pak.
Ian! Ian! Minggir-minggir.
Ian! Pak!
Bapak! Pak!
Turunkan timba.
Pak tangkap Pak!
Itu siapa?
Yang pasti bukan tetangga Pak.
Mau apa kalian?
Rini masuk.
Mereka mau apa? Mereka mau ambil Ian.
Mereka nggak akan bisa ambil kalau kita ga rela.
Bondy! Bondy! Bondy!
Kak Rin! Bondy! Bondy! Kak Rin! Kak Rin!
Bu! Bu tolong selamatkan anak-anakku bu!
Bondy!
Mawarni!
Tolong selamatkan anak kita Mawarni.
Aku bersalah!
Aku minta maaf.
Bondy!
Bapak! Bondy, Ian!
Kau nggak apa-apa? Nggak apa-apa.
Woi!
Anak-anakku tidak ada yang boleh kalian ambil!
Kami tidak rela!
Kalau ada yang berani ambil anak-anakku maju!!
Hadapi aku!! Maju!!
Pak, Pak ayo Pak..
Mereka sudah pergi, semua sudah pergi.
Mobilnya dateng jam berapa? Jam 4 sore tadi katanya.
Pak, Bapak yakin bakal ada uang buat kontrakan?
Insya Allah punya.
Kalau Bapak kerja keras tahun ini mudah-mudahan bisa nebus rumah ini.
Sepertinya nggak usah ditebus Pak.
Ya udah kalau nggak perlu. Iya Pak, lebih baik beli rumah yang kecil tapi rame.
Ya udah barang-barangnya juga jelek Beli aja yang baru kan?
Bapak sekarang banyak uang. Udah kaya
Percaya nggak? nggak percaya? Bapak juga nggak percaya.
Nanti sampai dikota
Kita beli barang aja, Terus keluar lagi
Kita rayain ulang tahun Ian jam 12. Ya?
Itu dia.
Oh, Pak Ustadz. Assalamualaikum.
Waalaikumusalam.
Saya dengar kalian mau pindah?
Jadi saya datang kemari ingin mengucapkan selamat jalan
Makasih pak. Pak aku cari angin sebentar.
Makasih sudah nampung anak-anak kemarin Pak.
Saya mau minta maaf.
Karena semalam..
Saya tidak mampu untuk membantu kalian.
Terus terang Pak, saya masih syok.
Saya turut berduka cita.
Tapi anggap saja anak-anak saya juga anak-anak Pak Ustadz.
Ya, terima kasih.
Pak Ustadz belum minum, saya bikinkan ya? Ya..ya.. terima kasih.
Bapak mau minum apa? Teh aja.
Kalau saya punya mobil, saya pasti mau mengantarkan kalian.
Nggak apa-apa Pak Ustadz, mungkin mobilnya mogok.
Pak ini sudah jam setengah sebelas apa tidak sebaiknya kita tidur dulu?
Ian kan ulang tahun jam 12
Tinggal pasang weker jam 12 Pak Kasihan Bapak dan adik-adik.
Udah angkatin barang dari siang-siang
Kalau Bapak tidak keberatan, boleh kan saya tinggal disini dulu?
Saya kesepian dirumah Tentu nggak apa-apa Pak.
Kalian tidurlah dulu, nanti Bapak yang bangunkan, Bapak masih seger.
Kita belum bayar listrik ya?
Sepertinya keseluruhan Pak. Seluruh rumah juga mati.
Ya sudah saya ambil lampu teplok dulu. Ayo Ton!
Rencana Besar Iblis Menyebar Benih Oleh : Budiman Syailendra
Sudah mulai acara ulang tahunnya?
Kau pernah diganggu hantu Nenek?
Enggak.
Akupun enggak dan setahuku Bondy juga enggak, cuma Ian yang diganggu.
Terus? - Ini tulisan Budiman yang kutemukan ketika jenazah Hendra dipulangkan.
Tulisan ini mengkoreksi tulisan sebelumnya
Apa yang dikoreksi?
Anak terakhir hasil pemujaan setan bukan diambil untuk dikorbankan
Tapi mereka adalah titisan anak Iblis.
Bagaimana kalau ternyata selama ini Nenek berusaha menyelamatkan kita?
Kak Rini...
Coba dengar kau ngomong apa.
Ini sinting
Ian adik kita dan harus dah kita jaga Ada satu lagi yang ditulis.
Apa?
Para anggota sekte datang kerumah anak Iblis bukan untuk diambil.
Tapi untuk memberi tanda kepada penjemput mereka.
Siapa penjemput mereka?
Ibu?
Ibu!
Ian, kamu ngapain?
Lagi bicara sama temen-temen.
Hendra?
Mawarni?
Adik-adik kamu...
Pak Ustadz!
Bapak!
Ian mana? Ian mana?
Ada apa ini semua?
Ian mana? Kita harus mencarinya. Kita harus cari Ian. Kau ini gimana? Adik kalian masih diluar!
Ian?
Ian?
Sini Bapak! Pak.. Pak. Sini! Pak Masuk Pak.
Sini Bapak! Pak!
Rini!! Ikut saya! Ayo semua, semua, semua!! Ayo
Bapak, cepat pak! Pak ayo pak!! Ayo nyalain pak!! pak ayo dong pak! Pak Ayo pak!
Pak mereka sudah mau sampai pak! Pak!
Pak, pak, pak cepet pak! pak ayo pak! ayo pak!
Ian dia bukan anak kau!
Sejak awal dia bukan anak kau.
Haloo.. Ini aku bawa makanan, masaknya kelebihan.
Terima kasih bu, kebetulan kami hari ini cuma masak telor.
Kalau perlu makanan kerumah aku aja. Aku sering masak banyak.
Makasih banyak ya Bu. Sama-sama
Tutup Pintu, Rin.
Sudah kamu kasih makanannya? Sudah.
Kasihan mereka.
Kita harus memastikan itu kalau mereka tidak akan pindah.
Sudah waktunya kita panen lagi!
Sabar.. Intan Darminah.
Jadi orang harus sabar.
Kamu takut ya?
Mayat hidupnya pinter.
Bisa pakai senter.
Lama...
Satu...
Dua...
Tiga...
Empat...
Lima...
Tujuh...
Delapan...
Sembilan...
Sepuluh...
Mau pipis...
Temenin...
Serem...
Ibu...
Kamu lihat hantu?
Nggak...
Tiba-tiba ditemprokin Bondi.
Aku kaget.
Ian boleh makan di depan TV nggak?
I...
L...
U.
I love you...
Aku kepingin...
Aku kepingin...
...kamu
...mati.
Aku laper...
Resync by TEDI for Satan's.Slaves.2017.BluRay.x264-[YTS.AM]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.