Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub indo oleh ch4nk-san Berteman di twitter yuk: @ch4nk_san ^_^
~ Night, Birds Scream ~ Sub indo oleh ch4nk-san
Mohon bantuannya!
Aku sudah keluarkan barang-barangku.
Makasih, maaf merepotkan, ya!
Baiklah!
Mau kubawakan itu?
Makasih!
Ini juga?
Kamu kuat juga!
Haruskah aku pergi menyapa tetangga?
Tidak usah.
Aku sudah beritahu mereka.
Kamu gak punya gorden lain?
Ya.
Cahaya gak bisa masuk terlalu banyak.
Tapi aku bisa memasang gorden lain yang kubawa, kan?
Lakukan sesukamu!
Ini tempat tinggalmu, kan?
Makasih banyak, ya.
Setelah menemukan tempat, kami akan langsung pergi!
Tak masalah kalo kalian mau tinggal di sini!
Tidak...
Aku tak mau dia pindah sekolah, jadi pilihanku terbatas.
Tapi, ini gak akan lama kok!
Tak perlu buru-buru!
Rumah prefab ternyata sangat menenangkan.
Makasih!
Ah, aku akan pake kulkas dan kamar mandinya.
Gunakanlah sesukamu!
Kamu tak perlu bunyikan bel atau ketuk pintunya.
Boleh aku makan lagi?
Kamu sudah makan banyak, kan?
Kamu nanti gak bisa makan malam loh...
Mama juga sudah makan banyak!
Bener banget tuh...
Mama curang ya...
Sekarang kamu juga sama.
Ya sudah, makanlah!
Apa-apaan warnanya itu?
Apa?
Tidak ada orang yang menggantung gorden berwarna di rumahnya!
Kurasa tak begitu juga.
Hijau itu warna yang menenangkan loh...
Itu membuat kepalaku pusing!
Masih lebih baik daripada gorden yang berjamur itu, kan?
Aku juga dikasi orang, jadi gak usah mengeluh.
Siapa yang memberikanmu?
Manajer toko.
Kenapa?
Dia membelinya, tapi ukurannya tidak pas.
Sudah kubilang...
Kenapa dia memberikannya padamu?
Kamu mulai lagi...
Kau bilang apa tadi?
Hei...
Kenapa manajer toko itu memberimu gorden?
Hei!?
Karena Pak manajer mau tidur denganku.
Kau mau dengar aku bilang gitu, kan?
Heh?
Tunggu!
Aku masuk ya...
Ngagetin aja...
Aku cuman mau mengambil bir.
Aku akan pergi sekarang.
Mau minum?
Aku mungkin mau segelas juga.
Makasih.
Gimana dengan Akira?
Dia sudah tidur.
Kamu masih menulis novelmu?
Ya.
Ceritanya seperti apa?
Ceritanya tentang seorang pria yang cemburu.
Apa itu tentang dirimu?
Emang aku cemburu, ya?
Kalo sudah selesai, beritau aku. Nanti akan kubeli lagi.
Aku tidak yakin bisa menunjukkannya padamu.
Sepertinya pekerjaan yang berat ya...
Gimana perceraianmu?
Itu pasti berat juga, kan?
Ya...
Begitulah.
Meski masih belum selesai.
Benarkah?
Masih ada sedikit urusan yang tersisa.
Tapi...
Ini karena sudah hampir berakhir.
Aku ingin menyelesaikannya dengan benar.
Gimana dengan Ari-san?
Dia sehat?
Kurasa begitu.
Begitu ya?
Ya.
Sampai nanti.
Selamat malam.
Selamat malam.
Apa masih belum selesai?
Sekarang sudah selesai.
Maaf.
Kamu sedang apa?
Ada banyak semut di sini.
Mau kamu apakan mereka?
Menyingkirkan mereka.
Gitu ya.
Saat masih kecil, aku pernah memasukkan air ke dalam sarang semut mereka.
Airnya akan membanjiri sarangnya.
Mereka akan mati loh...
Seram sekali, ya?
Tapi, tak apa-apa.
Semut itu pintar.
Meski sarangnya kemasukan air...
...mereka tau caranya bertahan hidup.
Mana ibumu?
Dia sedang buat makan siang.
Makan siang apa hari ini, ya?
Kenapa mereka tidak mati?
Semutnya?
Ada banyak ruangan di dalam sana...
Saat airnya masuk, mereka bisa memblokir salurannya.
Keren...
Keren, ya? - Selamat siang!
Halo.
Kamu punya anak, ya?
Yah, begitulah...
Jadi makin rame disini, ya?
Akira!
Sampai nanti.
Makan siangnya sudah siap.
Baik.
Apa memang sebaiknya aku pergi menyapa mereka?
Tidak perlu.
Kamu juga tak tau harus bilang apa ke mereka, kan?
Benar juga...
Sampai nanti!
Sampai ketemu lagi.
Cepat pergilah!
Tunggu...
Ayolah, kita minum-minum lagi!
Ini masih belum terlalu larut.
Ayo pergi!
Ayo pergi minum!
Ada apa?
Pulanglah sekarang!
Baik, aku akan pulang!
Dasar...
Berisik sekali!
Hei...
Sedang apa kamu?
Aku sudah bicara dengan tuan tanahnya.
Katanya aku bisa gunakan tempat ini kalo sudah kubersihkan.
Aku akan tinggal di sini mulai hari ini.
Halo.
Sedang apa kamu?
Mau main sama-sama?
Aku akan pergi sekolah.
Biar kuantar dengan mobilku.
Enak, kan?
Ya.
Rahasiakan ini dari ibumu, ya!
Ini!
Kamu masih belum makan, kan?
Makasih.
Keliatannya enak.
Kamu sedang menulis?
Ya.
Kemajuannya agak lambat.
Kamu memberi Akira makanan tadi siang, kan?
Dia bilang mau makan hamburger.
Jangan lakukan hal itu lagi!
Entah kenapa, dia terlihat agak murung.
Dia tidak makan siang di sekolah.
Dia harus membiasakan diri, kan?
Maaf...
Maaf mengganggumu.
Tidak.
Apa itu?
Orang-orang di tempat penitipan anak sana membeli burung.
Siklus estrus nya berlangsung sepanjang malam,...
...jadi akan terdengar sangat berisik.
Begitu ya?
Ya.
Sampai nanti!
Makasih untuk ini!
Tapi...
Hanya memikirkannya saja sudah terasa luar biasa.
Berhenti!
Ibu bilang berhenti!
Akira!
Maaf, apa kami membangunkanmu?
Kami mau pergi pantai naik mobil loh...!
Soalnya kami tak bisa pergi selama libur musim panas.
Kamu masih mau tidur, kan?
Ya.
Kita pergi sama dia lain kali saja, ok?
Kita pamit dulu sama Shinichi-kun, ok?
Tidak...
Mungkin aku akan ikut juga.
Boleh aku ikut juga?
Baiklah, sekarang gilirannya Shinichi-kun.
Kalo gitu...
Toyotomi Hideyoshi!
Itu lagi!
Kamu sudah bilang itu tadi, kan?
Kalo gitu, Kinoshita Tokichiro!
Itu orang yang sama!
Kamu tau juga, ya...
Soalnya, dia suka semua hal dari Zaman Sengoku, ya kan?
Kalo gitu... Saito Dosan!
Chosokabe Kunichika!
Siapa itu?
Dia adalah Ayahnya Chosokabe Motochika!
Ibu menyerah!
Baiklah, selanjutnya Shinichi-kun!
Kalo gitu...
Istana pasirnya gak jadi-jadi.
Aku gak mau main lagi!
- Shinichi-kun! - Akira!
Ayo main di laut!
Akira!
Shinichi-kun lagi tidur!
Maaf, kamu bisa tidur lagi!
Ayo, main sama Mama saja!
Yosh!
Ayo!
Tangkap ini!
Tangkap!
Apa yang kamu lakukan?
Gawat!
Tolong aku!
Tolong!
Oi!
Akira!
Akira!
Akira!
Oi!
Tunggu!
Ayo kemari, bu!
Tunggu!
Ibu tidak mau main di laut!
Ayo kemari!
Besok sudah mulai masuk kerja lagi, ya?
Apa pekerjaanmu sekarang?
Bagian formulir permohonan kartu kredit.
Kedengarannya pekerjaan yang sulit.
Itu departemen yang lain.
Aku hanya menelpon dan mengkonfirmasi segalanya.
Itu perusahaan besar, ya?
Ya.
Gaji per jamnya juga lumayan.
Itu pekerjaan yang kemungkinan akan hilang dalam beberapa tahun ya?
Begitu ya...
Mereka sudah tidak menggunakan kertas lagi, ya?
Sepertinya begitu.
Entah seperti apa dunia nanti saat anak ini sudah dewasa.
Aku juga gak tau.
Mungkin semacam mobil sudah bisa dikemudikan secara otomatis?
Kamu sebelumnya membawanya pergi makan hamburger, kan?
Ya.
Kamu ketemu dia di taman, kan?
Ya.
Aku mau bermain dengannya, tapi...
Dia bilang dia harus pergi sekolah.
Anak-anak di kelasnya sering bermain di taman ya?
Tapi...
Tidak banyak anak yang bisa dia temani bermain di sekolahnya itu.
Begitu ya?
Makasih ya...
Tidak masalah.
Kamu tidurlah juga, Shinichi-kun.
Ya.
Makasih untuk hari ini.
Dia beneran tidak bangun.
Ya.
Sekali dia tidur, dia gak akan bangun.
Itu sangat membantuku.
Mau pergi mandi?
Kamu duluan saja.
Nanti aku mandi setelah istirahat sebentar.
Ok.
Mau kumasakkan sesuatu?
Gimana kalo aku masak daging?
Mungkin aku mau mandi dulu.
Sampai nanti.
Ya.
Makasih sudah mengantarku seperti biasa.
Aku ada sedikit bingkisan lagi.
Makasih banyak.
- Sampai ketemu lagi. - Kerja bagus hari ini!
Manajer toko punya beberapa bisnis di kantor pusat.
Jadi dia mengantarku pulang.
Kau pikir tak ada masalah jika kau bilang seperti itu?
Eh?
Bisnis di kantor pusat?
Di malam hari?
Bisnis seperti apa itu?
Mau gimana lagi.
Kau pikir tak ada masalah jika kau bilang seperti itu?
Apa?
Lagi?
Apa?
Kalo kamu segitu tak percayanya padaku...
Maka aku sebaiknya pulang saja.
Hei.
Bisa kita berhenti?
Apa tak masalah jika kita berhenti?
Apa sebaiknya aku jadi ibu rumah tangga saja, ya?
Soalnya aku tidak bekerja karena aku mau.
Kita bahkan belum menikah, dan kau mau bergantung padaku seperti itu?
Aku ingin jadi ibu rumah tangga.
Kalo begini terus...
Kita tidak akan menikah atau punya anak.
Bukannya penghargaan Nobel Sastra akan segera diumumkan?
Aku belum dihubungi.
Elu tuh gak diajak...
Tapi tau gak...
Emang ada artinya penghargaan Nobel Sastra itu?
Tentu saja ada.
Tapi Nobel diciptakan untuk sesuatu yang besar, kan?
Sastra tidak ada hubungannya dengan itu!
Orang yang hanya ingin menjual karyanya cenderung mengkritik orang yang namanya dinominasikan.
Kau membicarakanku?
Gak mungkin lah...
Tapi orang yang dinominasikan sering mengeluhkan orang yang hanya ingin menjual karyanya.
Maksudnya orang yang dinominasikan untuk Nobel itu?
Masuk nominasi tidak akan memberimu makan.
Shinichi!
Tapi bagaimana kalo kau dapat kompensasi?
Kau akan dilupakan di kesempatan berikutnya.
Apa?
Kau tau apa yang kurang dari novelmu?
Kekuatan dan energi.
Tidak, kurasa tak ada masalah dengan novelnya yang sekarang.
Dia cukup berkelas.
Kurasa dia juga tak perlu berubah.
Itu gak mungkin! Dia bahkan tak bisa makan sendiri!
Jangan sampai tertipu ya!
Tetap seperti ini adalah musuh!
Aku adalah sekutumu, ok?
Terima kasih banyak.
Dengar ya...
Kau punya banyak kerumitan.
Kau mulai lebih awal...
Dan jadi cukup populer kan?
Kau merasa puas.
Usahamu tidak cukup keras.
Kau harus mendaki bukit ini!
Kau juga bekerja, kan?
Ya, di tempat kerjaku sebelumnya.
Punya kerja paruh waktu yang berarti adalah hal yang bagus.
Jadikan hidupmu sebagai bahan untuk menulis novelmu!
Belakangan ini aku mengumpulkan sampah.
Dan itu benar-benar menyenangkan.
Semua barang-barang usang punya cerita masing-masing, kan?
Apa kau mengerti?
Ya.
Orang yang sanggup merelakan sesuatu,...
Cukup luar biasa dengan cara yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Kau mungkin terikat pada sesuatu.
Tapi ada saatnya ketika itu bukan milikmu lagi.
Gimana bilangnya ya?
Tak ada gunanya meratapinya.
Apaan ini?
Oi, oi!
Apa yang kau lakukan!?
Oi!
Oi!
Oi!
Lepaskan dia!
Apa yang kau lakukan?
Shinichi-kun!
Oi!
Lepaskan dia!
Oi!
Apa yang kamu lakukan, Shinichi-kun?
Apa yang kau lakukan, oi!
Oi!
Shinichi-kun!
Kamu tak apa-apa?
Soal yang terakhir kali?
Santai saja, kita masih bisa melakukannya lagi.
Anda bawa makan siang, kan?
Shinichi?
Menjauh semua!
Ada apa? - Dia mengejarku.
Tangkap dia!
Ada apa ini?
Hentikan!
Hei!
Hentikan!
Hentikan! Hentikan!
Tolong hentikan!
Bajingan...
Menjauh darinya, bangsat!
Oi bangsat...
Apa yang kau lakukan!?
Hentikan... hentikan...
Hentikan!
Tolong berhenti!
Maaf!
Aku minta maaf!
Apa yang akan kita lakukan sekarang?
Aku sudah kehilangan pekerjaanku.
( Aku tak mau melihat wajahmu. Jangan temui aku! )
Oi, Shinichi, Shinichi! Berikan aku daftarnya!
Itu ada di kaki Anda!
Makasih.
Mereka belum mengubahnya, kan?
Lagu yang mana ini?
Itu lagu yang ketujuh!
Kerja bagus hari ini!
Kerja bagus hari ini...
Katanya kau baru putus sama Aya-chan, ya?
Ya.
Kau baru saja pindah rumah juga, kan?
Begitulah.
Datanglah ke rumahku hari ini!
Ok? - Baik.
Terima kasih.
Aya-chan selalu mendukungmu.
Kau harusnya tidak curiga sama orang yang seperti itu.
Ya!
Wanita itu tidak akan selingkuh darimu!
Ya!
Saat dia pulang, perlakukan dia dengan baik, ok?
Cobalah bicara dengannya!
Terima kasih banyak.
Oi!
Itu sama sekali bukan perasaanmu, kau tau!
Oh!
Apa Akira sudah tidur?
Dia akhirnya mau tidur.
Dia sepertinya agak bersemangat.
Maafkan aku.
Tidak apa-apa.
Kamu masih mau makan, gak?
Biar kubuatkan lagi.
Aku sudah kenyang. Tidak usah!
- Benarkah? - Ya!
Akan kuambilkan yang itu.
Yang baru kita dapatkan itu.
Mau pake es, gak?
Mau!
Eh...
Sedikit saja. - Mau 2?
3 deh.
Enak nya~
Aku iri sama kalian!
Benarkah?
Aku sepertinya harus lebih bertanggung jawab lagi, ya?
Makasih.
Kau masih mau minum, kan?
Ya, makasih! - OK.
Aku membaca novelmu tempo hari.
Bab baru.
Itu beneran bagus.
Terima kasih banyak.
Itu... kau menuliskan tentang dirimu, kan?
Ya.
Kurang lebihnya seperti itu.
Kenapa?
Eh?
Kenapa kamu menulis tentang dirimu sendiri?
Apa yang aku tulis...
Itu seperti...
Hal-hal yang tertinggal dalam diriku.
Aku ingin melakukan sesuatu soal itu.
Aku mau baca yang lainnya juga.
Aku pengen buang air kecil.
Kau bakalan nginap malam ini, kan?
Tidak.
Aku harus pulang... - Tak apa-apa, nginap saja!
Kalo gitu, maaf merepotkan.
Permisi.
Bisa tolong tanda tangani ini?
Kau ada disini toh? Aku sama sekali gak nyadar.
Kau sepertinya ninja yang hebat, ya?
Tidak!
Tanda tangannya...
Baiklah.
Ibu bilang jangan!
Shinichi-kun! Ayo makan malam sama-sama!
Akira!
Dia gak ada di rumah. Lampunya gak nyala, kan?
Lain kali saja, ya!
Tak boleh, masuknya lewat pintu depan!
Baik.
Aku pengen makan banyak daging.
Kalo gitu cuci piringnya dulu.
Baik.
Kita akan bicara dengan Saito-san yang menjadi pelatih hari ini.
Bagaimana perasaan Anda sekarang?
Saya sangat senang.
Di babak pertama, ada beberapa yang...
Sebenarnya...
Saya sudah melatih berbagai macam tim, tapi...
Saya sangat berterima kasih untuk tim ini!
Saya sangat bersyukur!
Saya merasa, ini akan menjadi tempat terakhir saya!
Terima kasih banyak.
Aku sudah tanda tangani ini.
Biar aku yang urus sisanya.
Pintunya tidak terkun...
Printernya rusak.
Ibumu masak daging?
Ya.
Begitu ya.
Waktu kita pergi ke pantai...
Aku sepertinya disengat ubur-ubur.
Aku juga pernah.
Benarkah?
Apa kamu mengolesinya dengan obat?
Ya.
Apa obatnya ada di sini?
Aku kurang tau.
Sepertinya begitu, ya...
Aku mau ke toilet dulu.
Kamu bisa biarkan pintunya terbuka loh...
Gak mau!
Kamu menunggu ibuku?
Apa terlihat seperti itu, ya?
Emang ibumu kemana?
Dia biasanya sudah pulang saat aku bangun.
Gitu ya?
Ya.
Kenapa, ya?
Padahal aku mau makan sama-sama.
Yakiniku.
Aku tadi dari nonton bisbol.
Bisbol?
Ya.
Kenapa kamu tidak makan sama kami?
Sudah kubilang, aku pergi nonton bisbol...
Apa kamu benci ibuku?
Sama sekali tidak kok...
Ayahku bilang gitu...
Ayo pergi nonton bisbol sama-sama lain kali!
Dan kita bisa makan yakiniku juga sama-sama!
Apa kita bisa makan yakiniku saat nonton bisbol?
Mungkin agak sulit...
Katakan saja kalo kamu memang tidak bisa.
Ayo pergi...!
Kedengarannya menyenangkan, kan? - Ya.
Selamat malam.
Selamat malam.
Burung bodoh.
Kamu dari mana?
Kamu jadi penjaga pintu?
Akira sendirian di rumah.
Kamu sendiri dari mana? - Itu tidak penting, kan?
Padahal kamu sendiri tidak mau bilang.
Akira tadi bangun.
Bukannya kamu bilang dia takkan bangun sekali dia tertidur?
Gimana Akira sekarang?
Aku sudah menidurkannya.
Makasih.
Maaf...
Apa kau tadi pergi main-main dengan laki-laki?
Apa ada sesuatu yang terjadi?
Sama seperti biasa.
Seperti biasa?
Ya.
Mau minum ini?
Baiklah, kanpai...
Ya.
Dia bilang saat dia terbangun kedua kalinya, dia biasanya melihat ibunya pergi.
Dia sebelumnya tak pernah bangun.
Ini karena perceraian.
Apa menurutmu begitu?
Aku juga tak mau melakukannya sampai malam.
Gitu ya.
Akira diam-diam mencoba menyatukan kita.
Dia bilang mau makan malam denganmu hari ini.
Aku sudah janji mau makan bersamanya lain kali.
Kalo kamu tak mau, katakan saja.
Soalnya akan menyakitkan jika mengecewakan harapannya.
Aku beneran mau makan bersamanya.
Benarkah?
Ya.
Ada apa?
Ini bekas sengatan ubur-ubur.
Tapi sudah lewat beberapa hari sejak kita pergi ke pantai.
Tapi, aku tidak tau ini gara-gara apa.
Coba kulihat...
Kamu ada obatnya gak?
Obatnya sudah habis.
Sejak kapan ini?
Kayaknya sejak tadi sore.
Gatal gak?
Sedikit.
Novel seperti apa yang sedang kamu tulis?
Ceritanya tentang kekasih yang direbut oleh senpainya di tempat kerja.
Kamu menulis tentang diri kamu lagi, ya...
Aku akan jadikan ini yang terakhir.
Kenapa?
Rasanya... menyakitkan...
Tapi kenapa?
Kenapa kamu menulis tentang diri kamu sendiri?
Karena aku ingin mengakhirinya.
Apa yang terjadi pada tokoh utamanya di akhir ceritanya?
Dia akan mencium dan menjilati istri senpainya.
Aku tidak melakukannya hari ini.
Aku belum melakukannya dengan siapapun.
Jendelanya...
Tutup dulu...
Apa suara kita kedengaran di luar?
Kemungkinan kedengaran.
Kamu rencana melakukannya sepanjang malam?
Ya.
Apa kamu belum punya pacar baru?
Itu tidak penting.
Gimana denganmu?
Itu tidak penting.
Mau masuk?
Awas kakimu.
Akan kututup pintunya.
Apa aku aneh, ya?
Kenapa?
Aku menidurkan Akira.
Padahal aku ingin tidur bersamanya.
Tapi aku terbangun...
Dan tidak bisa bersamanya.
Itu aneh, kan?
Tidak masalah untuk sekarang.
Apa iya?
Kemarin, tetangga sebelah memberitahuku sesuatu.
Apa itu?
"Sebagai istri barunya, Anda juga tinggal terpisah dengannya, ya?"
Apa sebelumnya juga begitu?
- Kita belum menikah loh... - Aku tau.
Ya.
Tapi yah...
Kurasa begitu.
Ya.
Kurasa sudah waktunya aku kembali.
Aku harus pulang sebelum Akira bangun.
Gimana kalo aku ikut juga?
Lalu gimana?
Kita akan minum di sana?
Ya.
Tapi...
Hari ini, kita bisa tidur bertiga sama-sama.
Di sana...
Bagaimanapun adalah tempat dia tinggal.
Kamu lagi buat apa?
Tubuh robot.
Keren...
Hei...
Hari ini ada pertunjukan kembang api.
Di stadion bisbol. Kamu datang kesana tempo hari, kan?
Kayaknya aku melihat posternya di sana.
Mau pergi ke sana?
Ayo pergi! - Ayo!
Ayo pergi!
Kamu pasti senang kan, Akira?
Di dekat stadion bisbol nya ada yang jual pizza.
Kamu suka pizza gak, Akira?
Kalo gitu, ayo makan pizza nanti!
Ya!
Baiklah, ayo pergi!
Tapi sebelum itu, kita harus mengolesi obat di bekas sengatan ubur-ubur itu.
Obat untuk sengatan ubur-ubur?
Coba lihat ini!
Keliatannya sakit.
Ada apa?
Aku mau pergi nonton TV di rumah lain!
Dia selalu pergi nonton di sana.
Saat dia bangun tadi...
Akira bertanya kenapa Shinichi-kun ada di sini.
Aku tak tau harus jawab apa.
Bilang saja kalo ini adalah rumahnya Shinichi-kun.
Aku akan ke rumah lain. Mau ikut?
Ada kopi disana.
Aku ikut juga deh...
Biar kucucikan bajumu sekalian.
Tidak usah repot...
Tidak, aku tak keberatan kalo cuma cuci baju.
Aku tidak bilang kalo kita adalah keluarga.
Bukan itu yang aku khawatirkan.
Apa?
Sudah cukup.
Kubilang sudah cukup!
Kubilang sudah... Tunggu!
Jangan lepaskan aku!
Shinichi-kun...
Lakukan yang kamu mau!
Biarkan aku bebas!
Kamu mau pergi dari sini?
Aku tak mau.
Cepatlah!
Tunggu sebentar!
Apa tak ada pertandingan bisbol hari ini?
Bisbol?
Hari ini ada kembang api kan?
Kita bisa nonton bisbol lain kali.
Bukannya kamu bilang lebih suka pergi nonton bisbol sendirian?
Apa aku pernah bilang gitu?
"Saat kamu terjebak di tengah kerumunan orang yang tidak kamu kenal..."
"Saat itulah kamu menjadi dirimu yang sebenarnya."
Bukannya kamu menulis itu?
Dari novel ku, ya?
"Orang-orang tak peduli padaku."
"Dan aku bisa acuh tak acuh pada orang lain."
"Bagiku, beberapa jam keheningan di antara ribuan orang adalah sesuatu yang kubutuhkan."
Kamu mengingatnya dengan baik, ya?
Emangnya siapa yang mengatakan hal-hal itu?
Hei, apa kamu tau aturan bisbol nya?
Ya!
Lalu, apa itu Home run?
Dapat 1 poin!
Lalu gimana dengan double play?
Emang ada yang kayak gitu, ya?
Hentikan Akira!
Jangan disentuh!
Ini bekas sengatan ubur-ubur.
Ubur-ubur!
Ternyata benar.
Tidak salah lagi.
Tapi, aku tak pernah melihat yang separah ini sebelumnya.
Apa istri Anda juga kena sengatannya?
Begitulah.
Kulit suami Anda mungkin agak tipis.
Istri saya yang punya kulit yang tebal.
Dia menyebutku istrimu.
Keliatannya seperti itu.
Istri yang punya kulit tebal?
Dan suami yang punya kulit tipis.
Kita mungkin cocok satu sama lain ya?
Memikirkannya saja sudah luar biasa sekali, kan?
Begitu kata mereka.
Apa itu?
Itu kata-kata dari buku yang kubaca tempo hari.
Apa memikirkannya saja sudah cukup?
Itu hanya kata-kata dari buku.
Bukannya kamu mau pergi menonton bisbol?
Gimana kalo kita pergi di pertandingan berikutnya?
Kurasa Akira bisa ikut juga saat itu.
Bukannya kamu mau pergi sendirian?
Kita sudah janji mau pergi sama-sama, kan?
Kita bisa pergi nonton pertandingan malam. - Tidak boleh, nanti selesainya sudah terlalu malam.
Aku mau main di taman.
Yosh, ayo main sama-sama!
Kalian main saja duluan.
Ok.
Kamu gak mau main?
Tidak apa-apa.
Kamu boleh bilang kalo kamu tidak mau.
Gimana kalo kita main berdua?
Ya.
Daruma-san nya...
Terjatuh!
Sudah?
Masih belum.
Cepatlah!
Daruma-san nya...
Terjatuh!
Daruma-san nya terjatuh!
Kamu tadi gerak, kan?
Benarkah?
Daruma-san nya... terjatuh!
Daruma-san nya terjatuh!
Stop!
3 langkah?
1...2...3!
Ayo mundur, mundur!
Tunggu...
Go!
Daruma-san nya terjatuh...
Ayo lari, lari!
3 langkah!
Stop!
Tunggu....go!
Daruma-san nya terjatuh!
Daruma-san nya terjatuh!
Lari!
Ayo lari, lari!
Aku mau istirahat sebentar!
Sudah dapat, belum?
Belum ada sih...
Sepertinya agak sulit mencari sekolah.
Yah, pelan-pelan saja carinya.
Tidak...
Aku tak bisa terus-terusan dimanjakan.
Aku gak keberatan kok.
Itu tidak adil.
Apanya?
Aku tak mau lagi dikendalikan oleh pria.
Apa aku mengendalikanmu?
Jangan dekati akira lagi!
Kenapa coba?
Aku sudah bilang jangan memperbesar masalah lebih dari ini, kan?
Ayo pulang!
Akira!
Akira, ayo pulang!
Aku sudah bilang stop, tapi mereka gak mau berhenti.
Curang sekali!
Siapapun yang senang mengabaikan temannya adalah orang bodoh.
Kamu tak perlu main dengan orang bodoh.
Ayo pergi makan pizza!
Akira juga pernah senang melakukan hal-hal bodoh, kan?
Meski kamu bersenang-senang dan melakukan hal-hal buruk.
Itu akan segera berakhir...
...dan akan kembali normal lagi, kan?
Ya.
Mereka semua juga akan kembali normal seperti biasa lagi.
Tapi...
Mereka akan kembali melakukannya lagi.
Biasanya selalu seperti itu.
Tapi mereka akan kembali normal seperti biasa lagi, kan?
Ya.
Daruma-san nya... terjatuh!
Akira, berhenti!
Shinichi-kun bergerak!
Ayo pergi!
Akira juga bergerak...
Ayo cepat, Shinichi-kun!
Apaan coba?
Apa?
Daruma-san nya terjatuh!
Apaan itu?
Ayo cepat mulai lagi, pose ini sangat susah!
Ayo cepat, Shinichi-kun!
Kau udah gerak, kan?
Daruma-san nya terjatuh!
Daruma-san nya terjatuh!
Apaan itu?
Sudah, sudah. Ayo lagi, Daruma-san nya terjatuh!
Daruma-san nya terjatuh!
Daruma-san nya terjatuh!
Berhenti dulu di sini!
Aku gak kuat lagi.
Sudah kubilang bukan aku!
Itu orangnya.
Jangan bohong kau!
Apa yang kau lakukan?
Ini omong kosong!
Kau pemain bisbol, kan?
Bukannya kau bermain musim ini?
Aku tak peduli dengan bisbol!
Tidak ada yang tahu soal liga amatir, kan?
Jangan kesana, Akira!
Kamu gak tau liga amatir, kan?
Oi!
Aku mengerti, aku mengerti!
Baik, baik!
Daruma-san nya terjatuh!
Ayo kita pergi saja...
Jangan kesana!
Dia tadi bilang liga amatir, kan?
Orang itu seram sekali, ya?
Dia sama sekali tidak seram.
Orang itu pemain bisbol.
Benarkah?
Dia pernah main di pertandingan?
Ya!
Dia dapat banyak hit!
Kamu tau hit itu apa?
Tau kok.
Itu saat mereka berhasil sampai base, kan?
Benar!
Daruma-san nya terjatuh!
Akira, hentikan!
Dia melihatku. - Dia berbalik tuh...
Dia melihat kemari!
Sekali lagi.
Daruma-san nya terjatuh!
Akira, hentikan!
Ayo lakukan sama-sama.
Daruma-san nya terjatuh!
Hei, apa yang kalian lakukan?
Udah dibilangin jangan!
Hati-hati, ya!
Aku yang sampai pertama!
Maaf sudah mengatakan sesuatu yang tidak perlu tadi.
Hmm?
Maksudmu soal bisbol itu?
Bukan.
Soal teman-teman Akira yang bodoh.
Tak apa-apa, tak apa-apa.
Aku juga berpikiran begitu.
Apa kamu juga akan kembali melakukan hal-hal bodoh?
Entahlah...
Selamat datang.
Silahkan duduk di sebelah sini!
Silahkan.
Pelan-pelan saja cari tempat tinggalnya!
Shinichi-kun, apa kamu menyukai ibuku?
Ya.
Aku juga bersamanya tadi pagi, kan?
Gimana dengan makan siang?
Kamu akan makan sama kami?
Tentu saja! Kita juga mau makan pizza sekarang, kan?
Ya!
Jangan terlalu banyak makan keju!
Ya!
Makanan disini cukup murah.
Mereka mungkin tidak untung juga.
Apa ini toko yang mau bangkrut?
Tunggu...
Pilihlah yang kamu suka!
Tunggu sebentar, aku mau ke toilet dulu.
Apaan coba?
Toiletnya ada di sana. Di sana!
Permisi.
Kalo sudah mau pesan, silahkan panggil saja!
Baik.
Permisi.
Gimana kalo kita coba saja?
Coba apa?
Tidak menikah...
Dan tinggal terpisah di rumah yang sama.
Itu lucu, kan?
Itu tidak lucu.
Kamu masih akan tinggal di rumah prefab itu?
Mungkin seperti itu.
Mungkin juga tidak.
Apaan itu? Kamu mengatakan sesuatu yang tidak jelas.
Sama sekali gak begitu kok...
Aku tidak mau menikah...
Kita bisa seperti ini saja, kan?
Jangan mengatakannya dengan enteng begitu!
Kita tidak tau apa yang terjadi di masa depan, tapi...
Kamu tidak perlu pergi keluar lagi setiap malam.
Gimana menurutmu?
Tinggal terpisah di rumah yang sama.
Ya.
Dan tidak menikah?
Ya!
Kita seperti orang bodoh!
Tak masalah jadi orang bodoh!
Apaan itu?
Jangan pergi keluar untuk bermain!
Oi!
Pizza nya!
Ayo cepat pilih!
Pilihlah!
Aku sudah pilih.
Benarkah?
Permisi...
Tunggu, tunggu...
Ibu belum pilih sih... - Tunggu...
Mau pesan apa? - Aku mau yang ini!
Satu Mocchi!
Ibuku pesan yang ini!
Ibu yang ini? - Tunggu, tunggu...
Yosha!
Siap...
Kembang api nya sudah dimulai!
Ah, benar juga!
Boom! Kembang apinya keren sekali, kan?
Boom!
Boom!
Dia semangat sekali.
Anu...
Dia suamiku yang baru saja pulang.
Selamat malam.
Kalo gitu, selamat malam, ya!
Selamat malam.
Ayo tidur sama-sama, Shinichi-kun!
Aku mau menulis abis ini.
Shinichi bilang masih ada pekerjaan!
Ekspresinya begitu.
Maaf, maaf. Soalnya aku juga selalu seperti itu.
Tak apa-apa.
Maaf!
Makasih untuk hari ini.
Ya.
Sampai nanti!
Ya.
Daruma-san nya terjatuh...
Bu, aku lapar!
Kita baru saja makan pizza tadi, kan?
Tapi, aku masih lapar.
Kalo gitu, mau makan udon, gak?
Mau! - Ayo makan udon.
Cuci tanganmu dulu!
Baik.
Bawa keluar udon nya!
Dan rapikan mejanya juga.
Baik.
Aku makan kebanyakan!
Itu enak sekali, ya...
Terlalu enak!
Hei, gimana bekas sengatan ubur-ubur nya?
Masih proses penyembuhan.
Biar kuolesi obatnya.
Aku bisa sendiri!
Kalo itu yang kamu mau, maka lakukanlah!
Apa itu?
Dia yang bilang gitu, kan?
Kalo kita akan nonton bisbol atau apapun yang kita mau.
Ayo lakukan itu!
Sub indo oleh ch4nk-san Berteman di twitter yuk: @ch4nk_san ^_^
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.