Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Biaya tol sudah diproses.
MUSIM PANAS 2022
JAEPYEONG
APARTEMEN EDEN
Apa kau baru pindah?
Apa kabar?
Kau akhirnya datang.
Cukup lama.
Selamat datang. Ini disebut bunga trompet iblis.
Yang itu trompet malaikat karena meniup trompet ke bumi.
Yang itu trompet iblis karena meniup trompet ke langit.
Rupanya Tuhan pikir itu tak sopan.
Makanya aromanya hanya bisa dicium di malam hari.
Pot tembikar harus dipecahkan sebelum dibuang.
Yeon-Jin yang kurindukan.
Apa kau ingat
bahwa dahulu aku benci musim panas?
Untung aku pindah sebelum terlalu panas.
Aku menyusun foto sejak kemarin,
tetapi butuh waktu lama karena semua wajah ramah.
PREDIKSI CUACA CERAH PENYIAR CUACA PARK YEON-JIN
Aku mulai membayangkan
bahwa kelak
kau membuka pintu depan itu dan masuk.
Apa semua ini?
Itu Jae-jun dan Sa-ra. Ini foto-foto kami.
Hei,
kau siapa?
Ini aku, Yeon-jin.
Kau sama sekali belum berubah.
Masih sangat kasar.
Kau harus melepas sepatu saat memasuki rumah orang.
Satu lagi alasan untuk membunuhmu.
Kau seharusnya mengenaliku.
Membunuhku? Kau pikir kau bisa?
Akan kulakukan.
Aku akan berusaha maksimal membunuhmu.
Cepatlah datang, Yeon-jin.
Aku sudah di sini.
Kau mau dengar
bagaimana aku bisa begini
selagi kau kemari?
Ada laporan resmi yang diajukan,
walinya harus datang dan ikuti prosedur.
Akan kulepas. Jangan cemas.
Ya, akan kutelepon.
MUSIM PANAS 2004
Park Yeon-jin.
- Ya? - Kenapa kau merundung teman?
Jangan ulangi lagi.
- Ibumu hampir tiba, pergilah. - Dia bukan temanku.
Namun, Pak.
Apa hubunganmu dengan ibuku?
Kami dahulu teman SMP.
Kau seperti pesuruh ibuku?
Makanya kau membantu dengan perceraiannya.
Mengumpulkan bukti selingkuh ayahku.
Kukira kau tidur dengan ibuku.
Ayo jalan!
Kiriman tertunda, ayo cepat!
Kau memalukan. Kubilang jangan kemari!
Bagus jika mereka berbaikan dan saling berpelukan.
Sa-ra, ayo.
Bisa kubantu?
Aku wali Dong-eun, wali kelasnya.
Hei.
Kau kemari berseragam sekolah?
Kau lapor polisi soal lelucon antara teman?
Wakil Kepsek ditelepon…
Akan kuurus kau nanti. Ayo!
Pak, bawa aku juga.
Aku yatim selama seminggu.
Orang tuaku di luar negeri.
- Main golf. - Begitu?
Kau seharusnya meneleponku.
- Dia juga akan kubawa. - Tentu.
Aku heran kenapa kau masih di sini.
Bagaimana kau makan?
- Ada pengurus rumah. - Begitu?
Kubilang hari ini penting.
Kau sangat mengecewakanku hari ini.
Aku tak tahu akan ke polisi.
Makanya aku kecewa.
Kau tak bisa tangani gadis miskin.
Sudah kusuruh bergaul dengan Jae-jun saja.
Juga Sa-ra kalau bosan.
Peramal bilang
hindari orang dengan nama O, mereka bisa bawa sial bagimu.
Son Myeong-o dan Choi Hye-jeong. Maksudku mereka!
Ayo masuk. Kita terlambat.
MOON DONG-EUN
Dong-eun datang!
Dong-eun sama yang bisa dilihat setiap hari!
Selamat datang, Dong-eun.
Maaf merundungmu selama ini.
Aku mau minta maaf. Kau tak marah, bukan?
Tak perlu lapor polisi. Kami jadi takut.
Omong-omong, Dong-eun,
mulai kini bisa periksa,
apa alat catoknya cukup panas?
Lepaskan aku!
Ini kejahatan! Lepaskan!
Hei, hanya bantuan kecil. Jahat apanya?
Dia sudah minta maaf.
Aku hanya mau kau periksa panas atau tidak.
Apa sudah panas?
Sudah siap.
Coba lihat.
Siapa pun, tolong aku! Kumohon, tolong aku!
Jangan buang tenaga!
Kau bebas berteriak, tak akan ada yang tahu.
Tak ada yang datang.
Guru olahraga beri kami kuncinya!
Kenapa kau lakukan ini?
Kenapa kau lakukan ini kepadaku?
Aku muak mendengarnya.
Kenapa kalian semua tanya itu?
Karena aku tak akan dihukum,
dan tak ada yang berubah bagimu.
Lihat dirimu sekarang.
Lapor polisi, tetapi di sini lagi.
Ada yang berubah?
Intinya, tak ada yang melindungimu, Dong-eun.
Polisi, sekolah, maupun orang tuamu.
Orang begitu disebut apa?
Orang lemah.
Kau tinggal di losmen?
Aku tahu istilah "kamar bulanan" berkatmu.
Dia bayar sewa saat bulan purnama?
Hidupmu bagaikan dongeng!
Wah, Dong-eun pasti ibu periku.
Bahkan memeriksa panas untuk rambutku.
Lepaskan!
Lepaskan!
- Lepaskan! - Diam!
- Lepaskan. - Myeong-o, buat diam.
Lepaskan!
Kau berisik sekali di tempat umum.
Hidrogen peroksida?
Berikan saja, biar kulakukan.
Ada noda di kemejaku.
Noda apa?
Apa itu darah?
Tolong beri aku hidrogen peroksida.
Apa yang terjadi? Siapa pelakunya?
Sudah beri tahu wali kelasmu?
Aku pernah melihatmu begini.
Jika berat sendirian, akan kutemani.
Siapa orangnya?
Ya, Ibu.
Nanti kutelepon lagi.
Aku orangnya.
Sebelumnya juga aku.
Kau tahu, Yeon-jin?
Putrimu suka melihat dunia terbalik.
Apa karena saat dunia terbalik,
orang akan memahami kita, meski warnanya kacau?
Sepatumu seperti sepatu ibuku.
Jadi, ini kau.
Putri Park Yeon-jin, Ha Ye-sol.
Kau kenal ibuku?
Aku memikirkannya setiap hari.
Kadang kebencian mirip dengan kerinduan.
Sulit untuk dibuang.
"Kebencian?"
Aku tak tahu kata itu. Apa artinya?
Apa arti kebencian?
Itu lucu sekali!
Apa?
Kau akan lari?
Matanya menggelap saat dia senang.
Kenapa lama sekali?
Aku sangat merindukanmu.
Bibirnya mengerucut saat tersenyum.
Setiap helai rambut indahnya.
Satukan semuanya,
itulah kebencian.
Dia lepas sepatu sebelum masuk!
Kita berengsek. Seharusnya malu.
Hei, minggir.
Ini milikmu?
Kutemukan ini di wadah beras.
- Aku tak percaya mataku. - Kembalikan.
Gawat.
Apa Dong-eun marah?
Tangkapan bagus!
Cukup banyak!
Sungguh? Sedih sekali.
Dong-eun, kau hemat sekali!
Jalang gila. Kau pakai apa kali ini?
Obat flu atau lem?
Berhenti! Hentikan!
Dong-eun kaya raya!
- Sekitar 200.000 won. - Kau bayar semua ini?
Kalian kaya! Tak butuh uang itu!
Kumohon kembalikan, Yeon-jin.
Kulihat sikapmu sopan sekarang.
Baik.
Kukembalikan.
Namun, kau menari saat kami minum.
Uangnya tak akan kusentuh. Bagaimana?
- Apa? - Kubilang menari.
Nyanyi dan menari cocok dengan minum.
Kenapa? Kau tak mau?
Jika tak mau, ada pilihan lain.
Kutemukan ini di rumahmu.
Kau berantakan sekarang.
Jika coba bersikap sombong,
maka kau benar-benar akan sangat berantakan.
Jadi, menarilah.
Dengan terhina.
Tak apa jika tak mau.
Namun, melihatmu hari ini, Dong-eun…
Kakimu indah.
Aku pilih lagunya.
Aku punya banyak nada dering.
RUANG KESEHATAN
DITUTUP SEMENTARA KARENA PERAWAT SEKOLAH BERHENTI
Sungguh? Kapan?
Nanti kutelepon.
Hei, Dong-eun berhenti sekolah.
Namun, dia tulis nama kita di formulir.
Dia berikan ke wakil kepsek yang kini merongrong guru kita.
Guru olahraga?
Yang memukul terbanyak? Atau secara abjad?
Nomor berapa namaku?
Kau tak paham ini serius?
Hei!
Jae-jun! Yeon-jin!
Kemari.
Kau jalang gila!
Jika mau berhenti, diam-diam saja!
Kau tak berbuat salah? Sekali pun?
Jika jadi begini, kau juga bermasalah!
Ubah formulirmu sekarang!
FORMULIR UNDUR DIRI
Jika ini sampai ke Kepala Sekolah,
evaluasi kerjamu terpengaruh, Pak Kim.
Aku tahu itu. Ayolah.
Apa ini?
Alasan macam apa ini?
Kekerasan sekolah.
Yeon-jin, Sa-ra, Jae-jun, Hye-jeong, dan Myeong-o pelakunya.
Kau hanya diam.
Tutup mulutmu!
Apa lengan atau kakimu dipatahkan?
Tak ada bagian tubuhmu yang patah.
Kekerasan bagaimana?
Bagaimana aku diam saja?
Kau ini sinting, kau tahu itu?
Tak ada salahnya teman menampar!
Kenapa…
boleh menampar teman?
Apa?
Kau bangga putramu bisa kuliah, bukan?
Jadi, tak apa jika putramu ditampar temannya juga…
Aku sudah bersikap baik.
Kini kau yang meminta.
Wah.
Apa yang kau…
katakan…
soal putraku?
Coba ulangi?
- Bangun! - Jangan begini.
Hei.
- Minggir. Apa tadi? - Pak Kim!
- Bangun! Apa tadi? - Kim!
Hentikan.
Minggir. Hei!
- Pak Kim! - Minggir!
- Hentikan! - Hei
- Pak Kim! - Bangun!
BARBER DUNIA BARU
Nn. Jeong, ponselmu berdering.
Sebentar!
- Ayolah! - Ada apa?
Sebentar.
Astaga!
Ya, halo?
Ya.
Aku ibunya.
Siapa ini?
Silakan buka. Tak apa.
Astaga!
SATU JUTA WON
Tanda tangan sang ayah di sini.
Secara teknis, aku bukan ayah Dong-eun, hanya seperti ayahnya.
Kalau begitu…
kau tanda tangan.
Ya.
SURAT PELUNASAN
Kadang, masalah hukum itu penting.
Aku tak punya tanda tangan. Boleh tulis nama saja?
Tentu saja.
Tulis nama di situ, dan alasannya bagi kami.
- Alasan? - Singkat saja.
"Gagal menyesuaikan diri."
KAMAR DISEWAKAN
Ada yang tertinggal?
Hei, kau tak tahu?
Ibumu kosongkan kamar tadi pagi.
Astaga, ini seragam sekolahmu.
Pasti dia akan menghubungi.
Dia ibumu.
Astaga.
KELOMPOK RUANG ARSITEKTUR DAN MASYARAKAT KOREA
ALASAN UNDUR DIRI: GAGAL MENYESUAIKAN DIRI
WALI: JEONG MI-HEE
SURGA GIMBAP
Bekas lukaku gatal,
dan perutku sakit sekali karena keram haid.
Saat itulah aku berpikir begini.
"Apotek buka pukul 09.00
dan sungai Han 20 menit jalan kaki.
Airnya akan dingin,
lalu semua akan baik-baik saja.
Bekas luka tak gatal lagi.
Aku mau apa lagi?
Mungkin ini yang tepat."
Apa Dong-eun
berwajah cantik? Dari mata pria.
Entahlah.
Jangan bodoh.
Bukan hanya wajahnya yang cantik.
Lalu kenapa tak tutup mulutnya? Minggir, kau berat.
Mau ke mana? Beli minuman lagi? Suruh Hye-jeong.
Aku mau jika minuman.
Ini ibadah fajar.
Ayahku akan singkirkan studioku jika aku tak datang. Sial.
Itu ibadah khusus lansia. Aku harus cegah dia menelepon kalian.
Hei, kau mau dia berhenti menelepon? Kau punya berapa kaus putih?
- Amin! - Amin!
Yesus berkata…
"Jika pipi kananmu ditampar, berikan pipi kirimu juga!"
Amin!
"Jika orang ingin ambil bajumu, berikan juga mantelmu."
- Amin! - Amin!
"Jika kau dipaksa jalan satu mil,
ikut sejauh dua mil…"
- Amin! - Amin!
- Kami percaya kepadamu, Tuhan. - Amin!
Suara serak ayah Sa-ra itu kocak.
Andai kau lihat wajahnya!
Mungkin dia terkejut tak bisa lihat?
Hei!
- Aku mau susu cokelat. - Apa?
Baiklah.
- Kalian bagaimana? - Hye-jeong!
Kubilang aku puasa minggu ini!
Sial.
Hei, Gyeong-ran, kapan kau berhenti menangis? Besok pagi?
Berhentilah menangis, Jalang.
Sial, kau berisik sekali.
Gyeong-ran, jika kau berteriak lagi, ini kumasukkan ke mulutmu!
Kenapa dia kemari?
Dia pasti gila. Dia kemari sendiri?
Wah, Dong-eun.
Aku sangat merindukanmu.
Kau berhenti tanpa pamit.
Impianmu yang kau tulis di laman Cyworld.
"Ibu bijak dan istri yang baik." Kau serius?
Sungguh? Kau menulis itu?
Dari mana semua ini?
Sa-ra mau melukis.
Jae-jun akan mewarisi lapangan golf. Hye-jeong, jadi pramugari.
Mimpimu jadi ibu bijak dan istri yang baik?
Apa-apaan?
Kenapa aku tak disebut?
Aku juga punya mimpi. Aku akan jadi jutawan.
Aku tak punya mimpi, Dong-eun.
Mimpi itu untuk orang sepertimu.
Kau, dia, dan dia.
Aku mengupahmu setelah mimpimu nyata.
Aku butuh pekerjaan, bukan mimpi.
Pekerjaan yang lumayan bagus.
Lalu mungkin aku akan menikah saat masih muda dan cantik.
Pilih pria yang baik dan punya satu atau dua anak.
Lalu hidup bahagia selamanya.
Tak ada kata yang bisa simpulkan itu.
Ya, ada.
Omong kosong.
Tutup mulut, Sa-ra.
Menyeramkan!
Jadi?
Apa mimpimu?
Kau.
Mulai hari ini, kau mimpiku.
Aku berharap
kita akan bertemu lagi.
MUSIM PANAS 2006
Jangan main-main. Simpan itu!
Hei, jangan keras kepadanya!
Banyak bekas rokok di lengan dan kakinya.
Bekerjalah.
HASIL UJIAN GED
MOON DONG-EUN KAU LULUS UJIAN GED
MUSIM GUGUR 2006
TAHUN AJARAN 2005 MATEMATIKA
TAHUN AJARAN 2006 TES KEMAMPUAN SKOLASTIK
MUSIM GUGUR 2007
MUSIM GUGUR 2008
Permisi.
Aku tak bermaksud mengganggumu.
Usiaku 20 tahun, namaku Koo Seong-hee.
Kudengar kau keluar dari pabrik akhir bulan ini.
Aku ingin mengobrol denganmu sebelum kau berhenti.
Aku juga. Terima kasih.
Untuk apa?
Jingkat-jingkat.
Kau melihat itu?
Selamat, Kak.
Kudengar kau masuk kuliah.
Kau pasti senang sekali.
Kau bisa kencan kelompok dan dapat pacar di kampus!
Bukan itu yang kucari.
Aku kuliah karena ada tempat yang harus kutuju.
Apa yang ingin kau tuju?
Samsung? Hyundai?
Aku tak bercanda, Yeon-jin.
Sejak hari itu, mimpiku adalah kau.
TEKSTIL SUNGWU
Minta kopi terkerasmu. Dingin. Aku agak mengantuk.
Mau es Americano dengan tambahan kopi?
Ya, aku mau pesan itu.
Nanti di area pengambilan. Pelanggan berikutnya.
Satu es Americano dan satu latte moka hangat.
Aku mau banyak krim kocok dan beri taburan cokelat.
Bayar masing-masing, tetapi cap keduanya di kuponku.
Sudah kuduga, jadi aku tak bawa dompet.
- Sial. - Nanti di area pengambilan.
Pelanggan berikutnya.
Sedikit demi sedikit jadi bukit.
Yeo-jong.
- Banyak kupon jadi kaya. - Bagaimana caranya?
Bantulah aku.
Kau selalu menyuruhku membayar. Bersikaplah dewasa.
Baik.
Setidaknya kaya dengan kupon.
Kupon tak membuat kaya.
Mana mungkin?
SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU 2009!
UNIVERSITAS PENDIDIKAN EUICHEON
Selamat datang!
Kupikirkan tiap hari, Yeon-jin.
Di mana kita bertemu lagi?
Kau punya segalanya.
Kau tak takut pada siapa pun.
Di mana tempat yang akan membuatmu takut
bahkan sesaat?
Aku tak bisa memikirkan tempat lain.
Gimnasiumku sendiri seluas 60 meter persegi.
HA YE-SOL
Wah, bagaikan dongeng.
Kini aku harus pegang alat catok yang lembut dan cerah.
Hal yang paling kau sayangi, Yeon-jin.
Ceritaku bagai dongeng?
Ya, tetapi aku tak suka karena ibuku bukan tokoh utama.
Kenapa berpikir begitu?
Karena ibuku kaya.
Semua tokoh utamanya miskin.
Tidak, kau salah.
Dalam kisah ini, ibumu tokoh utamanya.
Karena kisah ini bukan dongeng.
Ini fabel.
Jika jarak pandang kurang dari satu kilometer,
kabutnya tebal.
Peringatan kabut dikeluarkan kemarin, masih berlaku hari ini.
Kau tahu penghalang utama penerbangan yang aman
bukan badai atau petir, melainkan kabut?
"Orang yang melukai sesamanya,
harus dibalas dengan cara yang sama."
Meski jumlah kecelakaan tertinggi pada hari cerah,
tingkat kematian tertinggi pada hari-hari berkabut.
BERITA HTN
Hati-hati di tengah kabut.
Aku Park Yeon-jin.
"Mata ganti mata, gigi ganti gigi,
retak ganti retak."
"Yang membuat luka harus mengalami yang sama."
Entahlah.
Itu terdengar sangat adil bagiku.
Kau setuju?
Terjemahan subtitle oleh Ellen Tjandra
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.