All language subtitles for The.Glory.S01E01.KOR.720p.10bit.WEBRip.2CH.x265.HEVC-PSA.IND

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Biaya tol sudah diproses.

MUSIM PANAS 2022

JAEPYEONG

APARTEMEN EDEN

Apa kau baru pindah?

Apa kabar?

Kau akhirnya datang.

Cukup lama.

Selamat datang. Ini disebut bunga trompet iblis.

Yang itu trompet malaikat karena meniup trompet ke bumi.

Yang itu trompet iblis karena meniup trompet ke langit.

Rupanya Tuhan pikir itu tak sopan.

Makanya aromanya hanya bisa dicium di malam hari.

Pot tembikar harus dipecahkan sebelum dibuang.

Yeon-Jin yang kurindukan.

Apa kau ingat

bahwa dahulu aku benci musim panas?

Untung aku pindah sebelum terlalu panas.

Aku menyusun foto sejak kemarin,

tetapi butuh waktu lama karena semua wajah ramah.

PREDIKSI CUACA CERAH PENYIAR CUACA PARK YEON-JIN

Aku mulai membayangkan

bahwa kelak

kau membuka pintu depan itu dan masuk.

Apa semua ini?

Itu Jae-jun dan Sa-ra. Ini foto-foto kami.

Hei,

kau siapa?

Ini aku, Yeon-jin.

Kau sama sekali belum berubah.

Masih sangat kasar.

Kau harus melepas sepatu saat memasuki rumah orang.

Satu lagi alasan untuk membunuhmu.

Kau seharusnya mengenaliku.

Membunuhku? Kau pikir kau bisa?

Akan kulakukan.

Aku akan berusaha maksimal membunuhmu.

Cepatlah datang, Yeon-jin.

Aku sudah di sini.

Kau mau dengar

bagaimana aku bisa begini

selagi kau kemari?

Ada laporan resmi yang diajukan,

walinya harus datang dan ikuti prosedur.

Akan kulepas. Jangan cemas.

Ya, akan kutelepon.

MUSIM PANAS 2004

Park Yeon-jin.

- Ya? - Kenapa kau merundung teman?

Jangan ulangi lagi.

- Ibumu hampir tiba, pergilah. - Dia bukan temanku.

Namun, Pak.

Apa hubunganmu dengan ibuku?

Kami dahulu teman SMP.

Kau seperti pesuruh ibuku?

Makanya kau membantu dengan perceraiannya.

Mengumpulkan bukti selingkuh ayahku.

Kukira kau tidur dengan ibuku.

Ayo jalan!

Kiriman tertunda, ayo cepat!

Kau memalukan. Kubilang jangan kemari!

Bagus jika mereka berbaikan dan saling berpelukan.

Sa-ra, ayo.

Bisa kubantu?

Aku wali Dong-eun, wali kelasnya.

Hei.

Kau kemari berseragam sekolah?

Kau lapor polisi soal lelucon antara teman?

Wakil Kepsek ditelepon…

Akan kuurus kau nanti. Ayo!

Pak, bawa aku juga.

Aku yatim selama seminggu.

Orang tuaku di luar negeri.

- Main golf. - Begitu?

Kau seharusnya meneleponku.

- Dia juga akan kubawa. - Tentu.

Aku heran kenapa kau masih di sini.

Bagaimana kau makan?

- Ada pengurus rumah. - Begitu?

Kubilang hari ini penting.

Kau sangat mengecewakanku hari ini.

Aku tak tahu akan ke polisi.

Makanya aku kecewa.

Kau tak bisa tangani gadis miskin.

Sudah kusuruh bergaul dengan Jae-jun saja.

Juga Sa-ra kalau bosan.

Peramal bilang

hindari orang dengan nama O, mereka bisa bawa sial bagimu.

Son Myeong-o dan Choi Hye-jeong. Maksudku mereka!

Ayo masuk. Kita terlambat.

MOON DONG-EUN

Dong-eun datang!

Dong-eun sama yang bisa dilihat setiap hari!

Selamat datang, Dong-eun.

Maaf merundungmu selama ini.

Aku mau minta maaf. Kau tak marah, bukan?

Tak perlu lapor polisi. Kami jadi takut.

Omong-omong, Dong-eun,

mulai kini bisa periksa,

apa alat catoknya cukup panas?

Lepaskan aku!

Ini kejahatan! Lepaskan!

Hei, hanya bantuan kecil. Jahat apanya?

Dia sudah minta maaf.

Aku hanya mau kau periksa panas atau tidak.

Apa sudah panas?

Sudah siap.

Coba lihat.

Siapa pun, tolong aku! Kumohon, tolong aku!

Jangan buang tenaga!

Kau bebas berteriak, tak akan ada yang tahu.

Tak ada yang datang.

Guru olahraga beri kami kuncinya!

Kenapa kau lakukan ini?

Kenapa kau lakukan ini kepadaku?

Aku muak mendengarnya.

Kenapa kalian semua tanya itu?

Karena aku tak akan dihukum,

dan tak ada yang berubah bagimu.

Lihat dirimu sekarang.

Lapor polisi, tetapi di sini lagi.

Ada yang berubah?

Intinya, tak ada yang melindungimu, Dong-eun.

Polisi, sekolah, maupun orang tuamu.

Orang begitu disebut apa?

Orang lemah.

Kau tinggal di losmen?

Aku tahu istilah "kamar bulanan" berkatmu.

Dia bayar sewa saat bulan purnama?

Hidupmu bagaikan dongeng!

Wah, Dong-eun pasti ibu periku.

Bahkan memeriksa panas untuk rambutku.

Lepaskan!

Lepaskan!

- Lepaskan! - Diam!

- Lepaskan. - Myeong-o, buat diam.

Lepaskan!

Kau berisik sekali di tempat umum.

Hidrogen peroksida?

Berikan saja, biar kulakukan.

Ada noda di kemejaku.

Noda apa?

Apa itu darah?

Tolong beri aku hidrogen peroksida.

Apa yang terjadi? Siapa pelakunya?

Sudah beri tahu wali kelasmu?

Aku pernah melihatmu begini.

Jika berat sendirian, akan kutemani.

Siapa orangnya?

Ya, Ibu.

Nanti kutelepon lagi.

Aku orangnya.

Sebelumnya juga aku.

Kau tahu, Yeon-jin?

Putrimu suka melihat dunia terbalik.

Apa karena saat dunia terbalik,

orang akan memahami kita, meski warnanya kacau?

Sepatumu seperti sepatu ibuku.

Jadi, ini kau.

Putri Park Yeon-jin, Ha Ye-sol.

Kau kenal ibuku?

Aku memikirkannya setiap hari.

Kadang kebencian mirip dengan kerinduan.

Sulit untuk dibuang.

"Kebencian?"

Aku tak tahu kata itu. Apa artinya?

Apa arti kebencian?

Itu lucu sekali!

Apa?

Kau akan lari?

Matanya menggelap saat dia senang.

Kenapa lama sekali?

Aku sangat merindukanmu.

Bibirnya mengerucut saat tersenyum.

Setiap helai rambut indahnya.

Satukan semuanya,

itulah kebencian.

Dia lepas sepatu sebelum masuk!

Kita berengsek. Seharusnya malu.

Hei, minggir.

Ini milikmu?

Kutemukan ini di wadah beras.

- Aku tak percaya mataku. - Kembalikan.

Gawat.

Apa Dong-eun marah?

Tangkapan bagus!

Cukup banyak!

Sungguh? Sedih sekali.

Dong-eun, kau hemat sekali!

Jalang gila. Kau pakai apa kali ini?

Obat flu atau lem?

Berhenti! Hentikan!

Dong-eun kaya raya!

- Sekitar 200.000 won. - Kau bayar semua ini?

Kalian kaya! Tak butuh uang itu!

Kumohon kembalikan, Yeon-jin.

Kulihat sikapmu sopan sekarang.

Baik.

Kukembalikan.

Namun, kau menari saat kami minum.

Uangnya tak akan kusentuh. Bagaimana?

- Apa? - Kubilang menari.

Nyanyi dan menari cocok dengan minum.

Kenapa? Kau tak mau?

Jika tak mau, ada pilihan lain.

Kutemukan ini di rumahmu.

Kau berantakan sekarang.

Jika coba bersikap sombong,

maka kau benar-benar akan sangat berantakan.

Jadi, menarilah.

Dengan terhina.

Tak apa jika tak mau.

Namun, melihatmu hari ini, Dong-eun…

Kakimu indah.

Aku pilih lagunya.

Aku punya banyak nada dering.

RUANG KESEHATAN

DITUTUP SEMENTARA KARENA PERAWAT SEKOLAH BERHENTI

Sungguh? Kapan?

Nanti kutelepon.

Hei, Dong-eun berhenti sekolah.

Namun, dia tulis nama kita di formulir.

Dia berikan ke wakil kepsek yang kini merongrong guru kita.

Guru olahraga?

Yang memukul terbanyak? Atau secara abjad?

Nomor berapa namaku?

Kau tak paham ini serius?

Hei!

Jae-jun! Yeon-jin!

Kemari.

Kau jalang gila!

Jika mau berhenti, diam-diam saja!

Kau tak berbuat salah? Sekali pun?

Jika jadi begini, kau juga bermasalah!

Ubah formulirmu sekarang!

FORMULIR UNDUR DIRI

Jika ini sampai ke Kepala Sekolah,

evaluasi kerjamu terpengaruh, Pak Kim.

Aku tahu itu. Ayolah.

Apa ini?

Alasan macam apa ini?

Kekerasan sekolah.

Yeon-jin, Sa-ra, Jae-jun, Hye-jeong, dan Myeong-o pelakunya.

Kau hanya diam.

Tutup mulutmu!

Apa lengan atau kakimu dipatahkan?

Tak ada bagian tubuhmu yang patah.

Kekerasan bagaimana?

Bagaimana aku diam saja?

Kau ini sinting, kau tahu itu?

Tak ada salahnya teman menampar!

Kenapa…

boleh menampar teman?

Apa?

Kau bangga putramu bisa kuliah, bukan?

Jadi, tak apa jika putramu ditampar temannya juga…

Aku sudah bersikap baik.

Kini kau yang meminta.

Wah.

Apa yang kau…

katakan…

soal putraku?

Coba ulangi?

- Bangun! - Jangan begini.

Hei.

- Minggir. Apa tadi? - Pak Kim!

- Bangun! Apa tadi? - Kim!

Hentikan.

Minggir. Hei!

- Pak Kim! - Minggir!

- Hentikan! - Hei

- Pak Kim! - Bangun!

BARBER DUNIA BARU

Nn. Jeong, ponselmu berdering.

Sebentar!

- Ayolah! - Ada apa?

Sebentar.

Astaga!

Ya, halo?

Ya.

Aku ibunya.

Siapa ini?

Silakan buka. Tak apa.

Astaga!

SATU JUTA WON

Tanda tangan sang ayah di sini.

Secara teknis, aku bukan ayah Dong-eun, hanya seperti ayahnya.

Kalau begitu…

kau tanda tangan.

Ya.

SURAT PELUNASAN

Kadang, masalah hukum itu penting.

Aku tak punya tanda tangan. Boleh tulis nama saja?

Tentu saja.

Tulis nama di situ, dan alasannya bagi kami.

- Alasan? - Singkat saja.

"Gagal menyesuaikan diri."

KAMAR DISEWAKAN

Ada yang tertinggal?

Hei, kau tak tahu?

Ibumu kosongkan kamar tadi pagi.

Astaga, ini seragam sekolahmu.

Pasti dia akan menghubungi.

Dia ibumu.

Astaga.

KELOMPOK RUANG ARSITEKTUR DAN MASYARAKAT KOREA

ALASAN UNDUR DIRI: GAGAL MENYESUAIKAN DIRI

WALI: JEONG MI-HEE

SURGA GIMBAP

Bekas lukaku gatal,

dan perutku sakit sekali karena keram haid.

Saat itulah aku berpikir begini.

"Apotek buka pukul 09.00

dan sungai Han 20 menit jalan kaki.

Airnya akan dingin,

lalu semua akan baik-baik saja.

Bekas luka tak gatal lagi.

Aku mau apa lagi?

Mungkin ini yang tepat."

Apa Dong-eun

berwajah cantik? Dari mata pria.

Entahlah.

Jangan bodoh.

Bukan hanya wajahnya yang cantik.

Lalu kenapa tak tutup mulutnya? Minggir, kau berat.

Mau ke mana? Beli minuman lagi? Suruh Hye-jeong.

Aku mau jika minuman.

Ini ibadah fajar.

Ayahku akan singkirkan studioku jika aku tak datang. Sial.

Itu ibadah khusus lansia. Aku harus cegah dia menelepon kalian.

Hei, kau mau dia berhenti menelepon? Kau punya berapa kaus putih?

- Amin! - Amin!

Yesus berkata…

"Jika pipi kananmu ditampar, berikan pipi kirimu juga!"

Amin!

"Jika orang ingin ambil bajumu, berikan juga mantelmu."

- Amin! - Amin!

"Jika kau dipaksa jalan satu mil,

ikut sejauh dua mil…"

- Amin! - Amin!

- Kami percaya kepadamu, Tuhan. - Amin!

Suara serak ayah Sa-ra itu kocak.

Andai kau lihat wajahnya!

Mungkin dia terkejut tak bisa lihat?

Hei!

- Aku mau susu cokelat. - Apa?

Baiklah.

- Kalian bagaimana? - Hye-jeong!

Kubilang aku puasa minggu ini!

Sial.

Hei, Gyeong-ran, kapan kau berhenti menangis? Besok pagi?

Berhentilah menangis, Jalang.

Sial, kau berisik sekali.

Gyeong-ran, jika kau berteriak lagi, ini kumasukkan ke mulutmu!

Kenapa dia kemari?

Dia pasti gila. Dia kemari sendiri?

Wah, Dong-eun.

Aku sangat merindukanmu.

Kau berhenti tanpa pamit.

Impianmu yang kau tulis di laman Cyworld.

"Ibu bijak dan istri yang baik." Kau serius?

Sungguh? Kau menulis itu?

Dari mana semua ini?

Sa-ra mau melukis.

Jae-jun akan mewarisi lapangan golf. Hye-jeong, jadi pramugari.

Mimpimu jadi ibu bijak dan istri yang baik?

Apa-apaan?

Kenapa aku tak disebut?

Aku juga punya mimpi. Aku akan jadi jutawan.

Aku tak punya mimpi, Dong-eun.

Mimpi itu untuk orang sepertimu.

Kau, dia, dan dia.

Aku mengupahmu setelah mimpimu nyata.

Aku butuh pekerjaan, bukan mimpi.

Pekerjaan yang lumayan bagus.

Lalu mungkin aku akan menikah saat masih muda dan cantik.

Pilih pria yang baik dan punya satu atau dua anak.

Lalu hidup bahagia selamanya.

Tak ada kata yang bisa simpulkan itu.

Ya, ada.

Omong kosong.

Tutup mulut, Sa-ra.

Menyeramkan!

Jadi?

Apa mimpimu?

Kau.

Mulai hari ini, kau mimpiku.

Aku berharap

kita akan bertemu lagi.

MUSIM PANAS 2006

Jangan main-main. Simpan itu!

Hei, jangan keras kepadanya!

Banyak bekas rokok di lengan dan kakinya.

Bekerjalah.

HASIL UJIAN GED

MOON DONG-EUN KAU LULUS UJIAN GED

MUSIM GUGUR 2006

TAHUN AJARAN 2005 MATEMATIKA

TAHUN AJARAN 2006 TES KEMAMPUAN SKOLASTIK

MUSIM GUGUR 2007

MUSIM GUGUR 2008

Permisi.

Aku tak bermaksud mengganggumu.

Usiaku 20 tahun, namaku Koo Seong-hee.

Kudengar kau keluar dari pabrik akhir bulan ini.

Aku ingin mengobrol denganmu sebelum kau berhenti.

Aku juga. Terima kasih.

Untuk apa?

Jingkat-jingkat.

Kau melihat itu?

Selamat, Kak.

Kudengar kau masuk kuliah.

Kau pasti senang sekali.

Kau bisa kencan kelompok dan dapat pacar di kampus!

Bukan itu yang kucari.

Aku kuliah karena ada tempat yang harus kutuju.

Apa yang ingin kau tuju?

Samsung? Hyundai?

Aku tak bercanda, Yeon-jin.

Sejak hari itu, mimpiku adalah kau.

TEKSTIL SUNGWU

Minta kopi terkerasmu. Dingin. Aku agak mengantuk.

Mau es Americano dengan tambahan kopi?

Ya, aku mau pesan itu.

Nanti di area pengambilan. Pelanggan berikutnya.

Satu es Americano dan satu latte moka hangat.

Aku mau banyak krim kocok dan beri taburan cokelat.

Bayar masing-masing, tetapi cap keduanya di kuponku.

Sudah kuduga, jadi aku tak bawa dompet.

- Sial. - Nanti di area pengambilan.

Pelanggan berikutnya.

Sedikit demi sedikit jadi bukit.

Yeo-jong.

- Banyak kupon jadi kaya. - Bagaimana caranya?

Bantulah aku.

Kau selalu menyuruhku membayar. Bersikaplah dewasa.

Baik.

Setidaknya kaya dengan kupon.

Kupon tak membuat kaya.

Mana mungkin?

SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU 2009!

UNIVERSITAS PENDIDIKAN EUICHEON

Selamat datang!

Kupikirkan tiap hari, Yeon-jin.

Di mana kita bertemu lagi?

Kau punya segalanya.

Kau tak takut pada siapa pun.

Di mana tempat yang akan membuatmu takut

bahkan sesaat?

Aku tak bisa memikirkan tempat lain.

Gimnasiumku sendiri seluas 60 meter persegi.

HA YE-SOL

Wah, bagaikan dongeng.

Kini aku harus pegang alat catok yang lembut dan cerah.

Hal yang paling kau sayangi, Yeon-jin.

Ceritaku bagai dongeng?

Ya, tetapi aku tak suka karena ibuku bukan tokoh utama.

Kenapa berpikir begitu?

Karena ibuku kaya.

Semua tokoh utamanya miskin.

Tidak, kau salah.

Dalam kisah ini, ibumu tokoh utamanya.

Karena kisah ini bukan dongeng.

Ini fabel.

Jika jarak pandang kurang dari satu kilometer,

kabutnya tebal.

Peringatan kabut dikeluarkan kemarin, masih berlaku hari ini.

Kau tahu penghalang utama penerbangan yang aman

bukan badai atau petir, melainkan kabut?

"Orang yang melukai sesamanya,

harus dibalas dengan cara yang sama."

Meski jumlah kecelakaan tertinggi pada hari cerah,

tingkat kematian tertinggi pada hari-hari berkabut.

BERITA HTN

Hati-hati di tengah kabut.

Aku Park Yeon-jin.

"Mata ganti mata, gigi ganti gigi,

retak ganti retak."

"Yang membuat luka harus mengalami yang sama."

Entahlah.

Itu terdengar sangat adil bagiku.

Kau setuju?

Terjemahan subtitle oleh Ellen Tjandra

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.