Afrikaans
Akan
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swedish
Tajik
Tatar
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Serius sayang, aku baru memberimu Rs. 5000 kemarin.
Kau menghabiskan semuanya?
Inspektur datang, aku bicara denganmu nanti.
Pak!
Apa yang terjadi?
Kami menemukan mayat seorang perempuan, Pak.
Dipotong jadi beberapa bagian, dimasukkan ke dalam goni dan membuangnya.
Ada gambaran tentang usianya?
Mungkin antara 20 dan 25, Pak.
Jari kelingkingnya putus, Pak.
Selamat pagi Pak.
Ya Pak.
Itu mayat tak dikenal, Pak.
Kami sedang melakukan penyelidikan, Pak.
Dekat Jembatan Adyar Pak.
Oke, Pak.
Pak, modus operandinya sama.
Dalam kasus ini, jari kelingkingnya putus!
Hidup ini indah, kata orang.
Tapi kemudian takdir datang.
Kau tahu saat dunia terbalik.
Semua kebahagiaan bisa hilang dalam sekejap mata.
Merenggut orang-orang yang kita cintai.
Meninggalkan kita yang terabaikan dan sendirian.
Itu semua hanyalah takdir!
Dia tidak akan membiarkan kita hidup sesuai keinginan kita.
Dia menentukan jalan yang kita pilih.
Hai!
Ayah!
Hei Diya!
Ayahku! Ayahku!
- Lepaskan dia! - Ayahku!
- Dia suamiku! - Tenang!
Dia ayahku! Lepaskan dia!
Jangan bertengkar, kalian sama berharga bagiku!
Tidak mungkin, Ayah! Kau harus memilih!
Sama-sama!
Ayah, pilih satu saja.
Kau selalu jadi yang tersayang!
Terimakasih ayah!
Mau teh?
Tidak, terima kasih!
Sudah berhari-hari sejak aku mencicipi sesuatu yang enak.
Bersiaplah, kita akan keluar makan!
Aku bisa memasak.
Hari ini, aku merasa ingin merasakan sesuatu yang enak.
Ayah, hari ini hari ulang tahun ibu.
Kau lupa mendoakannya.
Ssst!
Ayah punya kejutan untuknya. Jangan beritahu dia.
- Setuju? - Setuju!
Sayangku!
Kau selalu jadi prioritas nomor satuku!
Ini jadi rekor yang rusak dengannya! Kebohongan demi kebohongan!
- Apa? - Kubilang kau bohong.
Setelah semua kebohongan yang kau ceritakan selama kehidupan cinta kita,
kau berbohong lagi padaku.
Hei, aku bersumpah demi Tuhan, kau favoritku!
Tuhan yang mana? Tuhanmu atau Tuhanku?
Aku bersumpah demi kedua Tuhan kita, kau favoritku..
Tunggu!
Masakanku tidak enak?
Kenapa kau mau pergi makan di luar?
Masalahnya ..
Sebenarnya..
Istriku, jika kau memasak
kau akan lelah dan mau tidur semalaman, jadi drama!
Dan aku akan melewatkan makanan penutup di tempat tidur!
Ew, tidak mungkin!
Apa yang maksudmu 'ew'?
Diya, pelan-pelan!
Divya, kunci pintunya dan bergabunglah denganku di bawah.
Diya, hentikan!
Jangan lari.
Bibi, berhenti!
Hai!
Apa kabar, Diya?
Bibi..
Ayahku membawakanku coklat dari luar negeri.
Bagus sekali! Terima kasih!
Manis sekali!
Halo Hai! Apa kabarmu?
Baik, bagaimana denganmu?
Aku baik juga.
Kepulangan ayah artinya jalan-jalan ya, Diya?
Ya.
- Hai, kau mau kerja? - Ya, aku terlambat, aku harus pergi.
Anakmu sangat merindukanmu!
Bibi, kami akan makan di luar bersama ayahku hari ini!
Bagus, sayang!
Selamat menikmati!
- Sampai jumpal! - Sampai jumpal!
- Ucapkan sampai jumpa padanya! - Sampai jumpa.
Ayo.
Ayo.
Selamat datang, Bu.
Selamat datang Pak.
Halo, Bu, Halo, Pak.
Silakan, Pak.
Duduklah.
Ini daftar menunya Pak.
Bu, aku mau makan dengan tanganmu!
Tidak!
'Selamat ulang tahun!'
'Selamat ulang tahun!'
'Selamat ulang tahun! Selamat ulang tahun!'
'Selamat ulang tahun!'
'Selamat ulang tahun!'
Ayo main Slot Gacor Maxwin di PerdanaSlot88 Ketik di google โPerdana Slot88โ Atau simpan link berikut bit.ly/perdana-slot88
Cepat pergi!
Tidak!
Diya..
Ibu!
Saat ini, tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Aku berdiri di sini.
Bung, hentikan!
Dalam baku tembak polisi kemarin di Chennai,
seorang pemimpin geng teroris dan empat rekannya ditembak mati.
Mereka diduga terkait dengan kelompok teroris Laskar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan
dan diduga terlibat dalam serangan teroris di seluruh India, menurut polisi.
Diya!
Apa yang kau lakukan?
Apa yang terjadi sayang?
Ibu, aku lapar.
Tidak ada yang bisa dimakan, Bu.
Nona, bagaimana ini?
Ini sudah tanggal 20
Kau bahkan tidak peduli membayar sewa selama tiga bulan berturut-turut!
Pak, kupastikan membayarnya bulan depan.
Apa maksudmu bulan depan?
Apa aku terlihat bodoh?
Duduk di rumah tidak akan mendatangkan uang mengalir dari langit!
Kenapa tidak keluar dan cari pekerjaan?
Aku memberimu waktu dua hari.
Jika sewanya belum dibayar, aku mengusirmu dan mengunci pintunya.
Kenapa kau berteriak, Pak?
Dia belum membayar sewa sama sekali!
Kasihan! Dia sudah kehilangan suaminya!
Dan kau menyulitkannya sekarang?
Kau mau uang sewa, kan?
Ambil ini.
Bagaimana dengan saldo sewa?
Aku akan memberikan sisanya akhir bulan ini, aku akan memastikannya!
Lupakan dia! Rendahan sekali!
Diya, ambilkan piring.
Ibu tidak akan keberatan, ambil saja satu.
Diya!
Bawalah dua piring!
Dengar, tidak peduli berapa hari berlalu, tidak ada yang akan berubah.
Pegang semua yang di sudut hatimu
dan putuskan apa yang selanjutnya.
Waktu akan mengubah semuanya.
Tetaplah kuat.
Kau mau idli?
Kau juga harus makan.
Tidak, aku tidak lapar.
Kekhawatiran atau kesedihanmu tidak akan mengisi perutmu.
Sama seperti jarum jam, akan dimulai.
Satu-satunya obat untuk kelaparan dan kesakitan adalah uang.
Lupakan kami! Dia hanya anak kecil!
Dia tidak bisa kelaparan seperti ini!
Kau harus mengesampingkan semuanya
dan hidup demi Diya.
Ingatlah itu.
Siapa kau, nona?
Ayah..
Ayah?
Siapa ayahmu?
Anakku meninggal 5 tahun yang lalu.
Ayah, tolong..
Pergilah.
Ayah..
Kau mau pergi sendiri atau harus kuusir dengan paksa?
Siapa yang di depan pintu?
Hanya seseorang dari jalan, cari alamat yang salah!
- Lihat siapa yang pergi? - Anak orang penting, kan?
Itu dulu.
Tapi sekarang, dia istrinya pengkhianat nasional!
Mereka memakan makanan kita dan menusuk kita dari belakang!
Divya..
Dari mana kau?
Dari toko.
Kavya, aku tidak tahan lagi!
Tolong berikan aku pekerjaan.
Pak, ingat aku pernah bilang temanku yang berjuang keras.
Dialah yang membutuhkan pekerjaan itu, jadi..
Apa kualifikasimu, nona?
Aku seorang lulusan B.E. Pak.
Hmm, Kau tahu penagihan komputer?
Aku akan menerimanya jika kau mengajariku.
Okay.
Aku membutuhkan orang untuk menjaga konter.
Gajinya Rs. 12.000.
Jika mau, kau bisa masuk kerja mulai besok.
Oke, Pak.
Oke, terima kasih, Pak.
Ini tagihanmu, Pak.
Ibu!
Tunggu dua menit aku akan datang.
Oke!
- Ada yang lain Pak? - Hanya itu saja.
Bisa aku menyelesaikan shiftku?
- Ya. - Terima kasih, Pak.
Diya!
Diya!
Halo.
Pernikahan cinta, ya?
Semoga kemakmuran jadi milik kalian!
Hey.
Pastikan kau membacanya dengan cermat sebelum menandatangani.
Aku percaya sepenuhnya, Pak!
Juga tanda tangan nona muda itu!
Tandatangani ini.
Asalkan bunganya masuk sebelum tanggal 5 setiap bulannya,
suamimu akan aman dan tersenyum.
Kau terlihat seperti Dewi Mahalakshmi.
Ambil uang ini.
Terima kasih Pak.
Dia anakmu?
Ya Pak.
Sangat cantik
Aku menyelesaikan suap kemarin!
Pastikan lancar.
Serahkan, Perumal!
Pak!
Semoga kemakmuran jadi milikmu!
Sampai jumpa!
Pak..
- Pak, di mana anakku? - Selamat datang, Bu!
Di mana anakku, Pak?
Anakmu aman.
Pak, di mana Diya?
Berikan uangku dan ambil anakmu.
Pak, aku tidak punya uang sekarang.
Tolong beri aku waktu, aku akan mengembalikan uangmu.
Berapa hari lagi?
Enam bulan sudah berlalu.
Bahkan tidak ada bunga satu sen pun!
Apa aku terlihat seperti menjalankan amal?
Kembalikan uangnya dan ambil anakmu.
Kumohon.
Tolong Pak! Kembalikan anakku.
Aku mau uangku kembali dalam 2 hari.
Atau ucapkan selamat tinggal pada anakmu!
Mereka menawarkan banyak uang di Thailand.
Maksudku untuk anak kecil!
Aku akan melapor ke polisi!
Polisi? Ya, silakan.
Aku tidak takut!
Polisi yang kau sebutkan!
Aku sudah menyimpannya di sakuku.
Kau melihatnya, kan?
Aku tidak bisa jamin keselamatan anakmu sampai kau datang membawa uang.
Jika pelanggan datang dengan harga bagus, dia akan pergi!
Divya.
Kenapa kau menangis?
Aku tidak berdaya.
Dia meninggalkanku untuk menderita.
Lebih baik aku mati saja.
Diam!
Kematian akan menyelesaikan masalah?
Aku hidup demi Diya.
Dan sekarang mereka mengambilnya dariku.
Tidak akan terjadi apa-apa padanya. Dia akan kembali.
Bagaimana aku bisa punya uang sebanyak itu?
Kau bisa.
Tapi bagaimana caranya?
Divya, Kau tahu di mana sebenarnya aku bekerja?
Aku tidak bekerja di call center, seperti yang kalian pikirkan.
Sebenarnya..
Aku perempuan panggilan.
Situasi keluargaku mendorongku melakukan ini.
Aku tidak melihat cara lain untuk membantu mereka.
Memberi untuk menerima. Begitulah yang terjadi!
Semuanya berjalan dengan sistem, memberi dan menerima!
Itu faktanya!
Jika kau tidak bersedia menyerahkan sesuatu
kau tidak akan memperoleh apa pun.
Menurutku, aku benar-benar adil!
Semua orang di keluargaku bahagia!
Aku tidak mengklaim apa yang kulakukan itu benar,
tapi menurutku itu juga tidak salah.
Aku akan pergi.
Ini, pakai ini.
Gaun yang kita kenakan menentukan harga kita.
Yang sudah menikah mendapat satu tarif.
Mahasiswa dapat tarif lebih tinggi.
Model dapat tarif yang sangat tinggi. Orang mesum memang seperti itu!
Banyak yang bersedia mengeluarkan uang untuk pendatang baru.
Aku sudah memberikan nomormu pada Kumar. Dia akan meneleponmu.
Jangan khawatir!
Tidak ada yang akan terjadi.
Hubungi aku jika terjadi sesuatu.
Cepat bersiap-siap.
Aku menunggu di luar.
Ada apa, Kumar.
Kau bilang ada perempuan baru.
Dia sudah siap?
Ya, dia siap.
Hati-hati, Kumar.
Dia melakukan ini karena dia tidak punya pilihan lain.
Jangan kirim dia ke pelanggan murahan!
Aku akan menjaganya, jangan khawatir
Oke.
Halo.
ini Divya?
Kavya memberiku nomormu.
Penjemputanmu akan berada di mobil merah di ujung jalan.
Jangan khawatir, oke?
Jika ada yang tidak beres, segera hubungi aku.
Aku akan memantau ponselku!
Mengerti?
Hmm.
Aku akan menutup telepon.
Oh, ayolah, singkirkan benda ini!
Aku tidak tahu ke mana jalan ini akan membawaku.
Tapi aku harus pergi.
Demi Diya-ku!
Diya, aku tidak tahu apa dunia ini,
mungkin akan kukatakan tentangku besok.
Tapi kau, kau harus percaya padaku.
Hanya itu yang kubutuhkan
Rocky!
Pergi!
Di mana kamar kecilnya?
Di dalam.
Ayah..
Kau ergi sendiri atau harus kuusir keluar dengan paksa?
Aku mau uangku kembali dalam 2 hari Atau ucapkan selamat tinggal pada anakmu!
Memberi untuk menerima. Begitulah yang terjadi!'
Semuanya berjalan dengan sistem memberi dan menerima!
Kau harus mengesampingkan semuanya.
Dan hidup demi Diya.
Oh tidak!
Halo, bicara dari ruang kendali polisi. Ada yang bisa kubantu?
- Halo Pak polisi! - Iya ada apa.
- Halo Pak! - Ada apa!
Tolong.. Tolong selamatkan aku, Pak!
Aku terjebak dengan seorang pembunuh.
Aku sangat takut dia akan membunuhku, Pak.
Tolong selamatkan aku, Pak!
Tenang Katakan padaku, siapa namamu?
Namaku Divya.
Dari mana kau menelepon?
Aku tidak yakin di mana, Pak!
Dialah yang membawaku ke sini.
- Siapa dia yang kau maksud? - Aku tidak tahu namanya.
Kenapa kau pergi dengan orang yang bahkan tidak kau kenal?
Nanti aku jelaskan semuanya, Pak!
Dia terlihat seperti orang yang aneh!
Menurutku dia pasti akan membunuhku!
Bagaimana kau yakin dia akan membunuhmu?
Di sini, aku menemukan jari kelingking yang terpotong dari tangan seorang perempuan.
Jari kelingking?
Di kamar mandinya, ada jari kelingking seorang perempuan yang terputus.
Dia pasti sudah membunuh seseorang di sini!
Aku sangat takut dia akan membunuhku, Pak!
Beritahu aku nomor teleponmu
99402163..
Divya, jangan panik, dengarkan!
Karena ponselmu tidak ada sinyal, aku tidak bisa melacak lokasimu.
Jika ada jendela di dekatnya, dekati jendela itu.
Pak, aku tidak dapat sinyal apa pun. Aku sudah mencobanya!
Dia pasti akan membunuhku, Pak!
Aku sangat takut.
Jangan khawatir.
Polisi akan segera tiba di sana.
Mereka pasti akan menyelamatkanmu.
Pak, aku punya seorang anak kecil.
Dia hanya memilikiku, tidak ada orang lain.
Ada yang membawanya pergi.
Kasihan dia!
Tanpaku, dia akan jadi yatim piatu, Pak!
Siapa yang membawanya?
SingaPerumal.
Siapa dia?
Pengelola Keuangan.
Jika aku tidak mengembalikan uangnya dua hari lagi
dia mengancam akan menjual anakku ke Thailand, Pak!
Kami tidak akan membiarkan hal seperti itu terjadi! Jangan khawatir.
Pak, dia mengetuk pintu!
Jangan buka pintunya!
Aku baru mulai masuk.
Aku akan keluar dua menit lagi!
Varsa.
Ya Pak.
Dapatkan CDR untuk nomor ini
- Oke, Pak - Cepat.
Ruang kendali untuk patroli Thoraipakkam.
Ruang kendali untuk patroli Thoraipakkam.
Thoraipakkam patroli ke ruang kendali Penerimaan, Pak.
Panggilan darurat dari menara Gandhinagar di Thoraipakkam.
Penelepon diidentifikasi sebagai seorang perempuan muda bernama Divya.
Katanya dia terjebak dengan seorang pembunuh!
Jika kau mencurigai adanya rumah atau toko di area tersebut, segera selidiki.
Ganti.
Kami akan segera memeriksanya, Pak.
Pesan diterima, Pak.
Ya Pak.
Berikut detail CDR kartu SIM tersebut.
Kartu SIM-nya terdaftar atas nama Ashraf Pak.
Ashraf yang sama yang terbunuh dalam pertemuan dua bulan lalu.
Bolehkah aku masuk, Pak?
Ya, masuklah.
Selamat sore Pak.
Selamat sore, silakan duduk.
Perkenalkan Pak Sharma
Petugas RAW .
- Hai - Halo, Pak.
Vetri dari ATS.
Mereka rekan satu timnya.
Halo.
Dia di sini untuk operasi penting.
Pak Sharma, silakan lanjutkan.
Jadi, Tuan-tuan..
Seperti yang kalian ketahui, India tidak pernah mendukung terorisme.
Yang kita inginkan hanyalah memberantas terorisme dari dunia ini.
Malam ini, kita akan melaksanakan operasi yang sangat penting melawan terorisme.
Dia Azhar Ahmed.
Dia bekerja untuk Lashkar-e-Taiba.
Dia otak di balik kegiatan teroris di India.
Dia sudah lama ada di radar RAW!
Kami sudah menerima kabar dari sumber terpercaya dia akan ke Chennai hari ini.
Dengan cara apapun,
kita harus mengakhirinya.
Ini untukmu.
Semua detailnya.
Vetri, kau harus hati-hati.
Kita tidak punya cukup waktu untuk membuat rencana.
Kau harus mengambil tindakan pencegahan.
Oke, Pak!
Semoga beruntung.
Minggir!
Tidak!
Dan Divya kebetulan adalah istrinya Ashraf, Pak.
Pak, ada dua panggilan masuk di malam hari di ponsel itu.
Keduanya dari nomor yang sama.
Penelepon bernama Kumar.
Aku mencoba meneleponnya, tapi dia tidak mengangkatnya
- Oke - Oke , Pak.
Ruang kendali panggilan patroli Thoraipakkam.
Ruang kendali patroli Thoraipakkam Penerimaan, Pak.
Periksa area tersebut, sesuai perintah.
Lokasi tersebut tidak bisa dilacak, Pak.
Kami akan memberitahumu jika kami menemukannya, Pak.
Ganti.
Oke, Pak.
Varsa.
Ya Pak.
Inspektur L&O Thoraipakkam Rekha, kan?
Ya Pak.
Pak, ada apa.
Rekha, kau di mana?
Bertugas shift malam, Pak!
Ada hal penting, Pak?
Ini kasus darurat.
Aku mengirimimu nomor telepon dan lokasi di WhatsApp.
Hmm.
Identifikasi orang tersebut dan beri tahu aku segera!
Oke, Pak.
Aku akan memeriksa dan mengabarimu.
Nomor yang anda hubungi tidak bisa dihubungi.
Permisi!
Setiap panggilan dari perempuan yang bernama Divya, segera sambungkan padaku.
Perempuan itu terjebak dengan seorang pembunuh.
Kita harus menyelamatkannya, bagaimanapun caranya.
Oke?
Hei, ayolah, cepat.
Salam, Bu.
Siapa namamu?
Kumar.
Berikan aku ponselmu.
Apa pekerjaanmu?
Aku bekerja di layanan pelanggan.
Layanan pelanggan?
Yah, seperti itu.
Kenapa menyeretnya?
Aku mencari kerjaan untuk orang yang membutuhkan, Bu.
Pekerjaan seperti apa?
Macam-macam, Bu!
- Yang berorientasi layanan. - Begitu!
Bawa dia ke dalam mobil!
Kita akan memanggangnya di kantor sampai dia bicara!
- Kau ikut denganku! - Tunggu, Pak! Biarkan aku bicara!
Katakan.
Aku sebenarnya broker, Bu.
Broker apa?
Maksudmu germo?
Aku tahu saat aku melihat ponselmu.
Penuh dengan gambar perempuan!
Bajingan!
Ke mana kau mengirim perempuan itu?
Perempuan yang mana, Bu?
Sialan, perempuan itu Divya!
Divya?
Dia pemula, baru mulai kemarin.
Aku mengirimnya dengan pelanggan baru
Ada masalah, Bu?
Siapa pelanggan itu?
Ayolah, Bu!
Kau mengharapkan aku menanyakan identitas mereka saat mereka mau mengunjungi pelacur?
Dia menelepon, aku memberinya harga
yang dia setujui, jadi aku mengirimnya.
Aku tidak kenal dia, Bu!
- Bagaimana kau bisa mengirimnya pergi.. - Bu!
...dengan laki-laki sembarangan?
Berapa nomor teleponnya?
Ponselku ada di dalam dan ada nomornya, Bu.
Ada apa, Rekha.
Pak, kami menangkapnya.
Bagus sekali!
Dia hanya seorang germo, Pak!
Dia mengirim Divya ke pelanggan baru, Pak.
Aku sudah mengirimkan semua detailnya melalui WhatsApp.
Bu, ponselku..
Ya Pak.
Bu!
Terima kasih!
Aku akan memeriksa.
Bu, kembalikan ponselku!
Bu!
- Pak, telepon dari Divya.. - Hubungkan panggilan itu padaku.
Divya!
Kau baik-baik saja?
Belum ada yang datang, Pak.
Dia tidak berhenti mengetuk pintu!
Sebentar lagi, dia akan masuk dalam, siap mengambil nyawaku, Pak!
Itu tidak akan terjadi.
Bertahanlah, hal seperti itu tidak akan terjadi!
Kau harus keluar dari sana, setidaknya demi anakmu!
Kau pasti bisa!
Tapi bagaimana caranya, Pak?
Kau harus melawannya dan melarikan diri.
Bagaimana aku bisa, Pak?
Lakukan saja apa yang kukatakan!
Oke.
Beri tahu aku.
Apa yang harus kulakukan?
Carilah sesuatu yang bisa kau gunakan untuk menyerangnya!
Tidak ada yang bisa kugunakan, Pak!
Hanya ada wastafel dan toilet.
Buka tutupnya cepat.
Berat sekali, Pak.
Coba! Persis apa yang kau butuhkan!
Pegang dengan kedua tangan. Pasti terbuat dari Peengan!
Aku sudah melepasnya, Pak!
Sekarang, cepatlah ke pintu!
Saat dia memasuki pintu,
pukul dia sekuat tenaga.
Satu serangan dan dia akan mati!
Ayo main Slot Gacor Maxwin di PerdanaSlot88 Ketik di google โPerdana Slot88โ Atau simpan link berikut bit.ly/perdana-slot88
Benar-benar omong kosong!
Kau sudah membunuh orang yang tidak bersalah!
Pak..
Maaf, Pak, aku tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi.
Kami mengambil semua tindakan pencegahan..
Aku tidak tertarik dengan alasanmu.
Karena kecerobohanmu,
orang yang tidak bersalah kehilangan nyawanya.
Siapa yang akan bertanggung jawab?
Besok, media tidak akan membicarakan penembakan teroris.
Mereka akan bilang kekejaman polisi yang merenggut nyawa orang yang tidak bersalah.
Baiklah aku mengerti.
Kadang-kadang itu bisa terjadi.
Aku tahu cara menangani ini.
Selama beberapa hari hingga kasus ini selesai
kalian menjauhlah dari tim ini.
Pak!
Ponselnya Dilip aktif sekarang.
- Bagus! - Aku melacak lokasinya!
Dia beraktivitas di area OMR dengan kendaraan Pak.
Varsha, pantau lokasinya dan terus kabari aku.
- Oke, Pak -Aku harus menangkap bajingan itu!
Pak, dia berbelok ke jalan utama menuju Taman TIDEL.
Pak, jaraknya 500 meter, datang dari arah berlawanan.
Pak, dia berhenti.
Pak, mobilnya berdiri di sebelah kananmu.
Pak, jaraknya 50 meter dari tempatmu berada.
Pak, dia ada di depanmu.
Varsha, aku akan meneleponmu kembali
Berhenti!
Kubilang berhenti!
Berhenti!
Pelan-lahan..
Pak, lewat sini.
Buka bajumu.
Rekha, bisa kau dapatkan kewarganegaraanku.
Ya, oke Pak, Segera.
Berikan aku larutan garamnya.
Pak, siapa laki-laki itu?
Apa yang membuatmu datang mencarinya meninggalkan tugasmu di ruang kendali?
Dialah orang yang kita kejar.
Divya mungkin bersamanya!
Oh! Pak, jangan salah paham.
Kau mengambil risiko besar. Dia orang yang kau kenal?
Ashraf...
Ashraf...
- Divya.. - Ya Pak
istrinya Ashraf.
- Hubungi aku setelah kau selesai - Baik, Pak.
Pak, siapa namanya tadi?
SingaPerumal.
Hey.
Bos?
Ada apa, Bos
Kau memberi perempuan itu makan?
Aku membelikannya makanan. Tapi dia tidak mau makan.
Hati-hati, sesuatu mungkin terjadi padanya.
Bos, kalau dia lapar, dia akan makan sendiri.
Oke, periksa dia.
Oke bos.
Simpan saja.
- Perhatikan tekanan darahnya - Oke.
Aku di lantai pertama, hubungi aku jika ada perubahan.
Oke.
Dia baik-baik saja, Dokter?
Pelurunya sudah dikeluarkan.
Tidak terlalu dalam.
Uh.. Tak perlu khawatir. Dia baik-baik saja.
Hanya gegar otak akibat cederanya.
Hai! Apa yang terjadi?
Pak, kenapa orang itu diterima di sini?
Kau kenal dia?
Hmm.
Namanya Dilip.
Kami teman sekelas di perguruan tinggi kedokteran.
Sejak kuliah dimulai, dia jarang bicara dengan siapa pun.
Dia tidak banyak bergaul.
Dia selalu menyendiri.
Saat kami di tahun ketiga kuliah.
Seorang perempuan bernama Swati
pindah dari Pune Medical College
dan bergabung dengan kampus kami.
Dilip langsung menyukai Swati.
Swati adalah perempuan yang sangat baik.
Dia cepat berteman dengan kami hanya dalam beberapa hari.
Dilip jatuh cinta padanya.
Dia mengikutinya ke manapun dia pergi.
Ini CT scan otaknya.
Pasien ini terluka dalam RTA.
Lihat, ada sedikit gumpalan darah di sini.
Daerah ini adalah membran perifer.
Dilip!
Kau sedang melihat apa?
Catat dengan benar.
Ada laki-laki bernama Sandeep di kelas kami.
Dia dan Swati sama-sama berasal dari desa yang sama.
Mereka mulai dekat
dan membuat Dilip kesal!
Saat itu hari Holi.
Aku dan teman-temanku merayakannya dengan gembira.
Saat itu, Dilip memergoki Swati dan Sandeep bermesraan.
Dia tidak bisa menoleransinya.
Dia melampiaskan kemarahannya pada Sandeep,
menyebabkan keributan besar.
Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Kau di sini untuk belajar!
Jangan terlibat dalam perkelahian jalanan.
Sebagai profesional medis masa depan, kau harus memberi contoh.
Kuharap kalian jadi siswa yang bertanggung jawab.
Ini peringatan terakhirmu.
Jika kau mengulanginya.
Aku akan mengambil tindakan tegas.
Apa masalahmu?
Beraninya kau memukul temanku!
Kau pikir kau akan jadi pahlawan atau semacamnya dengan melakukan ini?
Jangan ikut campur dalam urusanku.
Setelah itu, dia marah besar pada Swati.
Lalu tiba-tiba suatu hari, mereka menyerang Swati dan mengatakan dia mencoba bunuh diri.
Saat dibawa masuk, kondisinya sangat buruk
Tidak ada yang tahu kenapa dia mengambil langkah seperti itu!
Tidak peduli seberapa keras kami berusaha, kami tidak bisa menyelamatkannya.
Halo.
Kemari.
Kemari.
Ayo!
Kau bisa memilikinya.
Dia milikmu sepenuhnya.
Lakukan apa pun yang kau mau, tidak ada yang akan mempertanyakanmu.
Dengar, anak muda,
tidak semua orang di dunia ini mendapatkan apa yang diinginkan.
Tapi saat kau melakukannya, pastikan untuk memanfaatkannya!
Aku tahu kau menginginkannya.
Sekarang kau punya kesempatan, manfaatkan dia sebaik-baiknya.
Jangan takut.
Aku tidak akan menyampaikan sepatah kata pun pada siapa pun.
Kau tidak akan dapa kesempatan ini lagi. Nikmati dia selagi bisa.
Aku akan keluar dari sini.
Jika kau takut, minumlah ini.
Suatu hari saat lewat.
Aku mendengar suara dari kamar mayat.
Aku pergi untuk memeriksa.
Kau! Apa yang kau lakukan di sana?
Bang..
Bang, orang itu..
Orang itu..
Anjani, apa yang terjadi?
Mereka segera menskorsnya.
Dan mengirimnya ke rumah sakit jiwa.
Berdasarkan apa yang dikatakan Anjali.
Jelas sekali dia terkena nekrofilia.
Aku sudah mempelajarinya, Dokter.
Bisa kau menjelaskannya?
Ya, itu semacam gangguan mental.
Dengan kata sederhana.
Uh.. Itu ketertarikan seksual
kepada mayat.
Uh.. Mayat.
Bagi penderita penyakit ini
sepertinya mereka tidak membutuhkan orang yang hidup untuk berhubungan seks.
Yang mereka butuhkan hanyalah mayat.
Karena.
Masalahnya .. mereka membutuhkan
pasangan yang tidak akan menentang.
Mereka membutuhkan pasangan yang tidak menolak.
Kepuasan tertinggi didapat dari mayat perempuan.
Dia mempercayainya.
Ada cara untuk mengatasi ini dok?
Secara medis, tidak banyak yang bisa kita lakukan.
Selain itu..
Praktik kesehatan mental.
Seperti yoga dan meditasi.
Tapi lebih dari itu.
Menyadari diri mereka sendiri salah
dan memperbaiki diri adalah satu-satunya cara.
Hanya itulah yang bisa membuat mereka
jadi manusia normal.
Kenapa kejadian seperti itu tidak dilaporkan ke polisi, Dokter?
Mungkin untuk mengajukan kasus, Pak?
Siapa yang mau merusak nama orang yang sudah meninggal?
Hanya jika dokter postmortem mengungkapkannya, maka itu akan terungkap,
tapi kecil kemungkinannya mereka akan mengungkapkannya.
Tidak ada seorang pun yang menyadari kejadian seperti itu terjadi!
Apa yang terjadi dengan petugas kamar mayat itu?
Dia bunuh diri keesokan harinya, Pak.
Pak, permintaan kecil.
Ada apa?
Bisa kau menugaskan orang lain ke lingkungan itu selain aku?
Jika dia bangun dan melihatku..
Pak.. Pak..
Aku benar-benar takut, Pak.
Jangan khawatir, Dokter.
Aku akan mengatur agar seorang petugas polisi bertugas demi keselamatanmu.
Terima kasih dokter. Terima kasih atas informasinya.
Terimakasih Bu.
Ada apa, Saravana.
Pak, panggilan kedua dari Divya terhubung ke menara dari area berbeda.
Periksa jika menara dari area tetangga.
Ya, Pak. Kau benar.
Periksa overlap-nya dalam cakupan area kedua menara.
Pak, Thoraipakkam, perpanjangan Gandhinagar, jalan utama ke-5
Oke, terima kasih.
Ibu..
Ibu..
Ibu..
Ibu..
Bos, kenapa polisi perempuan baru muncul di sekitar sini?
- Polisi perempuan? - Iya Bos.
Dia pasti inspektur baru. Lagi pula, kenapa dia ada di sini?
Tidak tahu, Bos.
Selamat datang, Bu.
Aku mendengar kaua adalah inspektur baru.
Semoga kemakmuran jadi milikmu!
Kau akan segera dapat bagianmu.
Aku memastikan urusanku jelas.
Di mana anak itu?
Oh, maksudmu si kecil itu?
Dia tidak mengembalikan uangnya, jadi aku mengambil anaknya.
Tidak perlu khawatir, inspektur.
Aku sudah menyerahkan bagianmu pada Selvam.
Kau!
Katakan padaku, di mana anak itu?
Simpan pertunjukan senjatamu untuk orang lain.
Di mana anak itu?
Dia ada di dalam mobil, Bu.
Shiva, ambil anak itu.
- Ikutlah denganku. - Bawa dia pergi.
Bajingan!
Ada orang di sana?
Tolong!
Tolong!
Halo, Ibu.
Divya.
Paman..
- Apa yang terjadi? - Tolong selamatkan aku!
Ada orang mencoba membunuhku.
Siapa dan di mana?
Di rumah di ujung jalan itu!
- Siapa sebenarnya.. - Dia mengejarku, mencoba membunuhku!
Jangan panik, jangan khawatir. Ayo masuk, ambilkan dia air.
Masuk ke dalam.
Pelan-lahan.
Bibi, bolehkah aku menelepon?
Tentu, teleponnya ada di sana.
Halo polisi.
Ada apa, Varsha.
Divya berhasil kabur dari sana.
Di mana dia sekarang?
Dia menelepon dari toko obat.
Kirimi aku detail toko obatnya.
Ya Pak
Dan Varsha.. Kirim bantuan ke tempat itu.
Sekarang.
Baik, Pak, aku akan segera mengirimkannya.
Ayo.
Duduk.
Tenang, tidak perlu tegang!
Aku sangat takut, Bibi
Tidak, jangan takut!
Kami berdua ada di sini.
Apa yang terjadi?
- Pembunuh itu memukulku dengan palu! - Oh tidak!
Oh sayang!
Untungnya, ini hanya cedera kecil. Tidak perlu khawatir.
Jangan menangis.
Bibi.
Oh tidak!
Tidak, jangan takut.
Mungkin pelanggan yang akan kuperiksa segera kembali, oke?
Selamat datang, Dilip.
Bibi, sakitnya di sini
Bisa aku diberi Ultracet?
Halo.
Bu, ini ACP Vetri.
Perempuan bernama Divya menelepon dari apotekmu.
Hmm.
Jaga keamanannya. Kami dalam perjalanan
Perempuan itu aman bersama kami.
Tolong cepat datang.
Bibi, ada apa?
Sepertinya ada pembunuh di lingkungan kita!
Di lingkungan kita?
Aku tidak percaya.
Seorang perempuan melarikan diri darinya dan berhasil sampai di sini.
Di mana perempuan itu?
Dia ada di dalam.
Apa yang terjadi, Dilip?
Ayo.
Ayo.
Tangan di atas!
- Kau! - Lari, Nak!
Ayo, buka!
- Pak! - Apa yang terjadi?
Dikunci dari dalam, Pak.
Hancurkan!
Hancurkan!
Pak!
Bawa dia ke rumah sakit!
Divya, pergilah!
Lari, Divya!
Lari, Divya!
Divya, lari!
Diya!
Ibu!
Alih Bahasa: Kuda Lumping Medan, 24 Mei 2024
Bu, anakmu ada di sini untuk menemuimu.
Di mana dia?
Dia ada di area parkir.
Tolong bawakan berkas ini ke atas.
Ibu!
- Ibu! - Diya sayangku!
- Sayangku! - Selamat ulang tahun, Bu!
Selamat ulang tahun, Divya!
Aku tahu apa yang ada di hatimu.
Aku juga punya andil dalam situasi sulitmu.
Tidak ada yang bisa memperbaiki kehilangan yang sudah kutimbulkan.
Semua orang di sini membawa rasa sakit atau penderitaan.
Sebagian orang menemukan jalan ke depan, sementara yang lain menyembunyikan rasa sakitnya.
Terkadang dalam hidup.
Hal-hal yang tidak terduga terjadi.
Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya.
Apa yang terjadi selanjutnya terletak pada keputusan yang kita ambil.
Yang terbaik membuat keputusan dengan mempertimbangkan orang yang kita cintai, bukan diri kita sendiri.
Kuharap pelatihan ini mengajarkan kau.
Hari ini akan jadi hari yang tidak akan pernah kau lupakan!
Tapi bagi Diya.
Ini hari ulang tahun ibunya.
Begitulah cara dia mengingatnya.
Biarkan tetap seperti itu.
Bagus!
Ayo main Slot Gacor Maxwin di PerdanaSlot88 Ketik di google โPerdana Slot88โ Atau simpan link berikut bit.ly/perdana-slot88
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.