Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
ADAPTASI NOVEL BERJUDUL SAMA KARYA PENULIS BELANDA, ROBERT VAN GULIK
INI KARYA FIKSI
ISTANA HAREM
KEDIAMAN CHEN GUBERNUR YANGZHOU
CHEN ZHULIANG
Gubernur Yangzhou, Chen Zhuliang,
berani melawan Langit, merencanakan kejahatan,
Segel Permaisuri dihukum gantung.
Api Langit membakar pohon tua!
SEGEL FONIKS
CHANG'AN
SAOJU
HONG LIANG
Kau bangun pagi.
Bahkan belum tengah hari.
DI RENJIE, DIKENAL SEBAGAI HUAIYING
Untuk apa pagi-pagi
ke Akademi Kekaisaran?
Akademi Kekaisaran?
Aku tidak ke sana.
Pagoda mekar di Alun-Alun Wuben.
Kota Chang'an harum bunga pagoda.
Pada saat ini,
di dalam Alun-Alun Wuben,
di luar Akademi Kekaisaran, bunga pagoda bermekaran.
Di atas bunga pagoda,
masih ada jejak embun pagi.
Aku mencari gurumu, Wei Wuji.
Dia guru Biro Hongwen sekarang.
Besok ujian pengetahuan umum.
Ini kartu ujian.
Tak mau.
Huaiying,
kau tak tahu, kan?
Tahun ini Permaisuri mengganti Ujian Kekaisaran.
Apa pun latar belakang atau status keluarga,
semua punya kesempatan.
Para rakyat biasa itu
mendaftar untuk ujian,
jauh-jauh datang ke ibu kota.
Siapa tak mau berprestasi
dan menjadi sukses?
Anak ini minum airku lagi.
Pesanlah sedikit lauk.
Harganya tak begitu mahal.
Bos.
- Tuan Muda. - Terima kasih.
Pagi.
Pagi.
Kau dengar ucapanku?
- Kemarilah. - Kelak,
aku bisa mengajar,
- menulis petisi, - Cepat.
atau setidaknya jadi akuntan.
Chang'an begitu luas,
aku bisa bekerja apa saja.
Huaiying.
Demi menjelajah barat,
cari penjamin untuk mengurus izin melintas.
Kau tahu berapa utangmu padaku?
Sudah saatnya kalian membayar sewa.
Kalian berutang.
Tuan, beri kami beberapa hari lagi.
Kalian berutang berhari-hari.
Kalian berdua
bisa beri anak makan dan minum,
tapi tak bayar sewa.
Pergilah. Mana uang sewa kamar kalian?
Dengar.
Semua orang
- Ada lagi. - bayar sewamu...
Kau lama jelajahi barat,
- lalu kembali ke Chang'an, - ...atau pergi!
tak pulang, malah di sini.
Baik, aku memakluminya.
Kepala Toko.
Tuan Muda.
Beri aku sup kambing dan tiga roti.
Baik.
Sudah cukup.
Berapa utang mereka padamu? Aku yang bayar.
Mintalah padanya.
Buat rotinya agak gosong.
- Cepat. - Baik.
Semangkuk sup kambing dan tiga roti!
Buat roti agak gosong!
Kau masih bisa makan?
Demi masalah Ujian Kekaisaran-mu,
aku kelelahan, tak ingin makan.
Aku...
Pinggangku mengecil.
Tuan Muda, sup kambing dan roti panggangnya.
- Baik. - Tunggu.
Berikan ini...
Baik.
Jika kau begini terus,
aku merasa bersalah pada Tuan Besar.
Pemberian Tuan Muda di sana.
Apa kau mendengarkan ucapanku tadi?
Aku sedang mendengarkan.
Berutang uang, malas-malasan,
tak mau pulang ke rumah, benar?
Kau membawa dua bandit itu untuk menemanimu.
Begini, kau tahu siapa mereka?
Ma Rong dan Qiao Tai, kan?
Di mana mereka?
QIAO TAI
RUMAH WENSHENG
BURUNG HANTU, PAGODA, MENARA
Pada tanggal satu bulan lima,
ada kejadian besar di Kota Chang'an.
- Siapa yang tahu? - Kejadian apa?
Di luar istana,
ada sebuah pohon maple kesukaan Permaisuri.
Katanya, bisa menarik kedatangan foniks,
menjamin keberuntungan negara.
Tapi pada tanggal satu bulan lima,
pohon ini
disambar petir.
Menurut kalian, ini ulah siapa?
- Bukankah Langit? - Bencana alam.
- Bencana alam. - Ya.
Menurutku, ini ulah manusia.
Tak mungkin, pasti bencana alam.
- Bencana. Bukan ulah manusia. - Ayo bertaruh.
Ya, bertaruhlah.
- Berani? - Mari, bertaruh.
Bertaruh.
Bertaruh.
Bagaimana caranya?
Cara bertaruh tradisional.
Dua putih tiga hitam, burung hantu, bencana alam.
Tiga putih dua hitam, pagoda, ulah manusia.
Ayo bertaruh,
lihat siapa pemenangnya?
- Bertaruh. - Pasang taruhan.
Mari, burung hantu.
Burung hantu, menara, pagoda.
Pagoda.
Mari, lanjutkan.
- Lanjut. - Ayo.
Mari.
Mari, pasang taruhan.
Burung hantu, menara, pagoda.
Menara.
Berbuat curang dalam bertaruh.
Kau jangan menuduhku.
Aku tak berbuat curang.
Tapi kau membicarakan urusan negara, kan?
Ini...
Berhenti.
Surat izin melintas kalian...
Mendengarnya saja membuatku marah.
Ada lagi,
mulai besok,
jangan pakai baju Hu lagi.
Kau tampak buruk.
Pakai topi yang kubelikan.
Kuambilkan.
- Kepung. - Tuan.
- Diam. - Tuan.
Tetap di tempat.
Cari ke semua tempat.
- Ke sana. - Aku ke atas.
- Jalan. - Lihat di atas.
- Kalian, keluar. - Cepat.
Cepat. Kalian ke sana.
- Semuanya keluar. - Jalan. Cepat.
Jangan bergerak.
Cepat.
Cepat. Ayo.
Liciku!
Liciku.
Keluar.
Cepat keluar.
Kau, berdiri.
- Turun. - Aku menyuruhmu, malah makan?
Berdi...
Geledah.
Lima hari lalu,
Toko Perhiasan Tongling pasar timur
kehilangan sebutir mutiara.
Kemarin,
kami temukan pembeli barang curian.
Berdasarkan perkataannya,
pencuri dan barangnya
ada di penginapan ini.
Siapa yang menjual mutiara padamu?
Tuan,
bukankah sudah kuberi tahu?
Hanya ada perdagangan pada siang hari di sini,
tapi aku tak tahu
siapa orangnya.
Tuan, dia menuduh sembarangan.
Mustahil ada di penginapan kami.
Bawa buku daftar tamu.
Baik.
- Kami tak pernah lakukan itu. - Minggir.
Tuan.
Tanggal pun tak ada. Berantakan!
Bagaimana aku bisa membacanya?
Bukan, Tuan,
penginapan kami kecil,
tak cukup orang,
catatan tak lengkap, mohon maklum.
Apa urusannya dengan kami?
- Benar. - Ya.
- Bukan salah kami. - Ya.
Jangan tuduh orang baik.
Ya.
Diam!
Karena tak ada yang mengaku,
bawa semuanya pergi.
Atas dasar apa?
- Ya. - Selidiki dengan baik.
Tuan, kami tak bersalah.
Tuan, besok ada Ujian Kekaisaran, jangan sembarang menangkap.
Ya.
Kami datang untuk ujian.
- Kami ada ujian besok. - Bagaimana nanti?
Ya.
Berhenti. Siapa kau?
Tangkap dia.
Keahlian yang bagus.
Kenapa?
Sudah mencuri, masih ingin kabur?
Aku tak mencuri.
Taktik ini...
Mari.
Bawa pergi pencuri ini.
Berhenti!
Bukan dia.
Bagaimana kau tahu?
Dia prajurit yang kabur.
Kabur dari tugas harus dihukum mati.
Dia bersembunyi di penginapan ini.
Aku pun tak pernah lihat dia.
Lihatlah dia.
Kulitnya gelap,
wajahnya merona.
Dia menjaga area barat sejak lama,
terkena angin dan sinar matahari.
Warna merah pada belati
berarti kain yang diikat
pada zirah prajurit Dinasti Tang.
Kau lepas seragam militer,
meletakkan pedang,
tapi tetap tak merelakan
kain merah yang menemanimu
melewati maut.
Ibuku sakit parah.
Aku hanya mau menemuinya untuk kali terakhir.
Berikan buku daftar tamunya.
DAFTAR TAMU
XU HUI
Xu Hui
adalah penjual arang.
Dia potong kayu bakar, bakar arang,
menderita tuberkulosis
pada organ dalam.
Satu keinginannya dalam hidup
adalah ikut Ujian Kekaisaran baru tahun ini.
Dia terus meminum pil organ dalam
untuk memulihkan diri.
Dia...
tak akan mencuri.
Liu Ben,
dari Kabupaten Dayu, Qianzhou, Provinsi Jiangnan.
Berjalan dari Kabupaten Dayu sampai Chang'an,
entah berapa pasang sepatu jerami yang rusak.
Tak ada uang untuk makan, hanya bisa minum air dingin.
Kelaparan sampai gemetar,
tapi tetap mempersiapkan ujian.
Tak makan apa pun selama dua hari,
hanya minum air.
Tak akan mencuri.
Zhou You,
dari Provinsi Jiannan.
Membawa lici Provinsi Jiannan ke Chang'an.
Meskipun naik kuda, juga butuh beberapa hari.
Dengan cuaca kini,
bisa menjaga lici tak rusak,
pasti kurang dari empat hari.
Apa yang kau lakukan? Berbaris.
Maaf, aku tak tahan. Kemarin aku makan buah busuk.
Cepat keluar!
Mutiaranya hilang lima hari lalu, kan?
Jadi,
tak mungkin dia.
Feng Mengliu, orang Yangzhou.
Beberapa hari ini, Kuil Zhaoyi di dalam kota
membuat lukisan dinding lukisan neraka,
mengumpulkan banyak pelukis.
Dia salah satunya.
Proyek tertutup.
Hanya boleh istirahat satu hari tiap sepuluh hari,
yaitu hari ini.
Dia tak sempat.
Zhang Hu, Wu Bing,
membawa anak.
Setelah anak tiba di Chang'an,
mereka selalu ingin main.
Tapi mereka fokus mempersiapkan ujian.
Beberapa hari ini,
mendekam di penginapan.
Kapan kita bisa bermain?
Ya. Sudah datang beberapa hari,
tapi tak keluar.
Besok setelah ujian.
Lusa, kuajak kau jalan-jalan di pasar.
Asyik!
Jadi, mereka berdua
tak mungkin mencuri.
Liu Hai dan Liu Xuantong
dari Longzhou.
Liu Xuantong terus berbaring,
Liu Hai di sampingnya,
tak pernah meninggalkan penginapan.
Yuchi Sinian, anak malang.
Setelah tiba,
terus bekerja keras.
Lalu dia, Sun Zizhi,
dia pekerja seni.
Dia bekerja di Jalan Pingkang setiap hari.
Lalu Ashina,
setelah ujian, mereka mau berjalan-jalan di Chang'an.
Mereka tak punya waktu.
Chen Mingjian,
setelah datang, tak pernah pergi.
Seharusnya dia tak mungkin.
Wu Jingkai pergi sekali.
Tapi dia pergi ke depan pintu penginapan.
Setelah Guo Chuan datang,
dia tak pernah pergi.
Lalu, Zhong Xiaofei.
Zhong Xiaofei? Seharusnya dia tak mungkin.
Bukan dia.
Jadi, di penginapan ini,
siapa yang paling mungkin mencuri mutiara?
Jika daftarmu benar,
dia orangnya.
Wajahnya asing,
dia
tak ada dalam daftar ini.
Jika ada tersangka,
hanya mungkin dia.
- Bawa dia. - Aku hanya lewat.
Aku Chen Yaoguang.
Aku akuntan.
Bosku Yan Mao.
Dia di Balai Xinchang.
Jika tak percaya, tanya padanya.
Bukan aku.
Mungkin juga dia.
Dia juga tak ada di dalam daftar.
Tuan Muda,
jangan bercanda.
Aku pemilik penginapan.
Mustahil aku dalam daftar.
Penginapan ini sudah sepuluh tahun. Tuan Muda, kau tahu itu.
Kenal orang dan wajahnya,
belum tentu isi hatinya.
Bukan aku.
- Bawa dia. - Baik.
Tuan, aku tak bersalah!
Tuan, aku tak bersalah!
Orangnya sudah ditangkap.
Di mana mutiaranya?
Swipoanya.
Berikan padaku.
- Ayo. - Tuan, aku...
Tak ada di antaranya.
Itu bukan swipoaku.
Itu miliknya.
Sudah kukatakan, aku tak bersalah.
Tuan Muda, bukan aku!
Tuan Muda, kenapa?
Tuan Muda, sungguh bukan aku.
Aku tak mengambilnya!
Lihat, dialah pencurinya.
- Bukan punyaku. - Dia pencuri.
Itu bukan punyaku!
- Sudah kubilang, bukan aku! - Aku tak bersalah.
Tunggu.
Ini bukan miliknya.
- Astaga. - Ambilkan air.
Tuan.
Lihat,
di atas ini
ada selapis minyak.
Ini milik kepala penginapan.
Saat dipakai,
hasilnya menjadi begini.
Sedangkan swipoa itu,
milik akuntan palsu itu.
Dia menukarnya.
Pencuri dan barang tertemu.
Ini adalah
kebenarannya.
Aku mencuri sepuluh tahun lebih,
tak disangka, saat datang ke Kota Chang'an,
aku tertangkap oleh kalian.
Pencuri dan barang tertemu.
- Bawa dia. - Baik.
- Berdiri. - Berdiri.
Jalan.
Cepat jalan.
Tuan.
Apa prajurit yang kabur itu
boleh dilepaskan?
- Terima kasih, Tuan Muda. - Terima kasih, Tuan Muda.
PASAR BARAT
Huaiying.
Masalah utang
dan kembali ke kediaman,
tak kuungkit lagi, ya?
Kau suka membuat masalah,
aku juga tak bisa mengurusnya.
Kelak, lakukan apa pun yang kau mau.
Tapi ada satu hal.
Besok,
bisakah kau ikut ujian?
Kelak, kau bebas melakukan apa pun.
Aku...
- Lihatlah. - Huaiying.
Area barat memang kacau.
Kau tidak paham
Qiao Tai dan Ma Rong.
Kau membawa mereka menemanimu kembali ke Chang'an.
Kau tak takut mereka membuat masalah?
Bos.
Lihatlah.
Minggir!
Minggir!
- Berhenti! - Minggir!
Jangan lari!
- Berhenti! - Minggir.
- Berhenti! - Arakku!
Jangan lari!
Berhenti!
Minggir!
Ini sungguh berbahaya.
Berhenti!
Berhenti!
Jangan lari!
Hei!
Jangan lari!
- Berhenti! - Berhenti!
- He Dajing! - Berhenti!
Huaiying, tolong aku.
Berhenti!
Kami hanya bermain.
Kalian masih bermain sekarang?
Ayo, kita pulang.
AKADEMI KEKAISARAN
Huaiying.
Terima kasih.
Sama-sama.
Berhenti!
Huaiying, ini tidak ada hubungannya denganmu.
Huaiying!
Huaiying!
Jangan pukul aku!
HE DAJING
- Tuan Muda - Huaiying.
Bunuh dia!
Dasar suka ikut campur.
Tuan Muda! Aku akan menyelamatkanmu!
- Minggir. - Tuan.
- Minggir! - Minggir!
- Minggir! - Huaiying, cepat. Besok ada ujian.
- Minggir! - Minggir!
Minggir!
Ramai sekali.
Tuan Muda, cepat.
Ayahku Menteri Personalia. Tangkap mereka.
Bawa dia.
Jangan bergerak.
Jangan bergerak.
Pelan-pelan, longgarkan.
Terlalu erat.
Kenapa kalian lepaskan mereka?
Mereka memukul orang.
Ya. Mereka tak boleh pergi.
Berlutut.
Kau ini.
Tubuhmu yang begitu besar,
setelah bertahun-tahun,
masih dikejar orang.
Mereka hina Permaisuri,
itu tak pantas.
Aku sempat emosi,
aku kelepasan.
Permaisuri terus mengubah aturan,
khususnya pajak,
terus berubah.
Wajar orang-orang ini...
Di Renjie. He Dajing.
Keluar. Ada yang mencari kalian.
Guru Wei.
Ini orangnya.
Guru Wei,
maaf merepotkan.
Guru Wei.
WEI WUJI
Huaiying.
Baik. Jemput dia.
Jangan berteriak.
Tetap teguh tak kenal siapa pun.
Baik.
Jadi, selama ini,
kau terus menjelajahi area barat?
Ya.
Shule dan Qiuci sangat menarik.
Tapi tak bisa menandingi bulan di Kunlun.
- Kau pernah ke Kunlun? - Tidak.
Meski fisikku belum,
tapi hatiku mengarah ke sana.
Jadi, aku ingin mendengarkanmu.
Aku terharu.
Guru Wei.
Guru Wei,
melihat benderamu, aku segera datang.
He Dajing adalah asistenku.
Tuan Muda Di juga dahulu muridku.
Entah apa yang mereka lakukan, ini kelalaianku dalam mengajar.
Tidak.
Hanya perkelahian jalanan saja.
Sudah melibatkan kedua Tuan Muda.
Merepotkan Guru untuk menjamin.
Aku akan melepaskannya.
Maaf merepotkanmu.
Terima kasih.
Janji temu di barat Dinasti Tang,
dilakukan besok setelah kau ujian.
Baik.
Guru Wei, hati-hati.
Untung bertemu Guru Wei.
Jika tidak, harus keluar uang lagi.
Bagaimana mereka berdua?
Mereka bukan penduduk Chang'an,
sulit untuk keluar.
Ini cukup, kan?
Sudah kubilang, tak boleh membiarkan mereka tinggal.
Jika begitu, akan merepotkan.
Lalu bagaimana?
Bagaimana jika aku pergi?
Sudah kuurus sejak awal.
Orang pintar harus ingat,
jangan berdiri di pihak yang salah.
Tuan Muda.
Dia sudah pergi.
Apa sungguh begitu?
JALAN DANING
Keluarkan.
Ini Chang'an,
bukan kampung kalian.
Ada hukum, ada aturan.
Kalian harus hati-hati dan taat hukum.
Terutama tak boleh membahas masalah istana sesuka hati.
Paham?
Sudah kenyang.
Aku sekenyang ini
saat membunuh seekor kambing
di rumah penjahat.
Saat itu kami curi dari yang kaya, memberi ke yang miskin,
tak bunuh yang tak bersalah.
Kau baru saja mengakui pernah membunuh dan merampok?
Jika aku pejabat,
kuhukum kalian sekarang juga.
Utang surat izin melintas area baratmu
masih kurang berapa?
Aku tak mengatakan apa-apa padanya.
Jika tak mau yang lain tahu, bicara pelan saat malam.
Di tempat kumuh ini...
Aku tak mau uang kalian.
"Pintu kota hancur, tak ada makanan."
Bukankah itu perkataanmu?
Aku juga mengajarimu,
"Pakai cara benar untuk mendapat uang."
Takkan kuulang.
Hei, satu roti lagi.
Baik.
"Jangan lakukan hal baik hanya karena mudah,
atau hal jahat karena mudah."
Aku ingat.
Kelak aku akan mengawasinya.
Aku akan awasi.
Jika semua orang menjadi begini,
dunia juga akan menjadi begini.
KEDIAMAN DI
Di?
Kau mengejutkanku.
Kenapa kau ke tempat pejabat?
Kau tahu kakek Di Renjie
dahulu pejabat besar di Chang'an?
Apa kau tahu keluarga mereka
punya sebuah rumah besar?
Ini janggal.
Untuk apa dia tinggal di penginapan?
Aku juga tak tahu.
Dia punya terlalu banyak rahasia.
Menurutmu, apa nama Di Renjie
juga palsu?
Nama adalah sebuah simbol.
Mana ada asli dan palsu?
Meskipun dia menggunakan nama palsu,
mungkin dia punya kesulitannya sendiri.
Huaiying,
kau sudah dengar, kan?
Pembagian ujian kali ini,
ada banyak pilihan.
Tak pandang status dan kedudukan, semuanya boleh ikut.
Ada metode klasik Konfusianisme.
Metode algoritma astronomi.
Ujian individual, semua bisa kembangkan bakat.
Guru Wei yang memberitahumu?
Bukankah kau janji akan ikut ujian?
- Kau takkan... - Janji akan ikut.
Aku tak berjanji padanya
akan ujian dengan baik.
Ini menarik.
Huaiying, bagaimana jika kita bertaruh?
Jika aku menang, kau ikut ujian dengan baik.
Jika aku kalah, terserah kau ujian atau tidak.
Dua hitam tiga putih, pagoda.
Tiga hitam dua putih, burung hantu.
Semuanya hitam, maka adalah menara.
Putih semua, adalah buka.
Aku pilih putih semua.
Cepat.
Jika kau diam saja, aku yang menang.
Masalah begitu besar diselesaikan begini?
Nasibku
harus ada di tanganku sendiri.
Huaiying,
aku pun tidak tahu
bagaimana nasibmu.
Tapi nasibmu
berhubungan dengannya.
Para pelajar,
rapikan pakaian,
masuk untuk mengikuti ujian.
Letakkan barangmu.
Kartu ujian.
Guci arak juga.
Ruang ujian tahun ini lebih ketat.
Semua alat minum dan makan
dilarang dibawa masuk.
Letakkan kendi arak di sini.
Jika ada di ruang ujian,
kau akan didiskualifikasi.
Baik.
Jangan terbalik.
Tak akan tumpah.
Masuklah.
Yang di belakang ikuti.
Huaiying.
Jangan beri tahu Guru Wei
aku membawa arak ke mana-mana.
Entah akan bagaimana
jika dia tahu.
Cepat lihat.
Kaisar dan Permaisuri.
Kaisar.
Permaisuri.
Itu Kaisar.
Ujian Kekaisaran selesai.
Semua peserta tinggalkan ruangan.
Huaiying.
Ayo, minum arak.
Bagaimana ujiannya?
Ikut, tidak? Jika tidak, aku sedih.
Ayo.
Kesusahan selama puluhan tahun
demi mencapai kejayaan dengan luas.
Sudah tiga tahun,
akhirnya aku bisa keluar lagi.
Huaiying. Ayo.
Cepat.
Ini kejayaan Dinasti Tang.
Meskipun sudah malam,
tapi di sini terang
dan ada kerumunan wisatawan.
Setiap detik dan menit,
seperti pesta yang meriah.
Ayo.
Kudengar, lomba puisi dua hari lalu sangat meriah.
Tarian dan puisi terbaik
datang ke Chang'an.
Ada penyanyi terbaik Dinasti Tang yang paling kusukai, Nona Yu Lan.
Lalu Cao An, aku juga sangat menyukainya.
Suara nyanyiannya
jauh lebih baik dari 108 Rumah Musik di Chang'an.
Terakhir,
lomba puisi ini,
Teng Kan dari Penglai
yang menjadi juara.
Teng Kan?
Aku kenal dia.
Bukankah dia komandan?
- Benar. - Tuan-Tuan!
Puisinya sekarang ditulis dengan sangat bagus.
Bahkan Permaisuri dan Kaisar
memuji puisinya tanpa henti.
Tempat ini bagus.
Kalian tamu Menteri Zhangsun?
Kami ingin minum segelas arak.
Hari ini sudah dipesan. Maaf tak bisa melayani.
Kami hanya ingin minum arak. Lalu kami...
Ayo, minum di tempat lain.
Jangan menarikku!
Dengar.
Apa hebatnya kalian?
Huaiying, dengar,
setelah aku menjadi pejabat, kita minum di sini.
Nantinya, aku tunggangi kuda terbaik,
minum arak terbaik,
dihibur penyanyi terbaik.
Aku harus lolos ujian.
Huaiying.
Apa yang kau lihat?
Tempat terpelosok Menghasilkan orang unggul
Pohon di kejauhan menjulang tinggi
Huaiying.
- Tuan-Tuan. - Huaiying. Kau mencari apa?
- Tuan-Tuan. - Tuan-Tuan, mau mendengar lagu?
Baik.
Kalian punya penyanyi?
Semuanya ada.
Huaiying, apa yang kau cari?
Kalian ada urusan apa?
Aku ingin bertemu
nona yang bernyanyi tadi.
Tak ada yang bernyanyi.
Jelas kudengar ada yang menyanyikan lagu Bingzhou.
Hari ini toko tutup.
Maaf kami tak bisa melayani.
Apa kau meremehkan kami?
Kenapa kalian semua seperti ini?
Sedang apa?
Tidak melakukan apa-apa.
- Xiaotao. - Ya.
Persilakan kedua tuan masuk.
Baik.
Kalau begitu, silakan masuk.
Huaiying. Ayo.
- Ayo. - Jalan.
GEDUNG JUSHUI
"Penyanyi terhebat di Chang'an."
Bahkan Permaisuri juga memujinya.
Huaiying,
seleramu sungguh bagus.
Tuan-Tuan.
Hari ini toko tutup,
tak ada penjaga di sini.
Kami tidak buka.
Tak masalah,
aku hanya ingin bertemu penyanyi tadi.
Saat ini di Gedung Jushui hanya ada kami,
Tuan pasti salah dengar.
Tapi aku jelas mendengar ada yang sedang bernyanyi
lagu Bingzhou tadi.
Tak ada yang bernyanyi.
Kalau tak ada yang bernyanyi berarti memang tak ada.
Kami mau minum arak.
Sajikan arak terbaik.
Sajikan arak.
Duduklah, Huaiying.
Pelayan,
sajikan arak.
Kenapa araknya berwarna ini?
Dajing.
Apa kita
bisa membayar arak ini?
Tenanglah, minum saja.
Mari, Huaiying.
Aku menyulang untukmu. Mari.
Hari ini kita minum sampai mabuk.
Kau minum pelan-pelan.
Arak memabukkan.
Kenapa? Takut aku mabuk?
Bukankah tujuan minum arak agar mabuk?
Biasanya, aku suka minum sedikit.
Tapi di hadapan Guru Wei, aku tak berani.
Jadi, jangan beri tahu Guru Wei
kita minum arak hari ini.
Guru Wei masih suka memarahi orang?
Dia sekarang...
Guru Wei punya kedudukan penting sekarang.
Dia dapat perintah dari Permaisuri dan Kaisar
untuk menulis Catatan Nama Keluarga
dalam Sistem Klan Zhenguan.
Catatan Nama Keluarga?
Mencatat total 245 nama keluarga,
dan 287 keluarga.
Dibagi sembilan tingkat.
Para pejabat peringkat lima ke atas,
semuanya tercatat.
Empat keluarga Permaisuri ditulis di posisi teratas.
Ada juga prajurit.
Prajurit yang prestasi militernya peringkat lima atau lebih,
akan tercatat.
Keluarga lainnya yang tak berjasa,
ditulis di belakang.
Dengan begini,
sepertinya tatanan dunia akan berubah.
Tentu saja berubah.
Keluarga mulia sejak dahulu,
misalnya Menteri Zhangsun,
sepertinya hari-harinya kelak akan sulit.
Mungkin suatu hari nanti
akan terjadi kekacauan.
Arak ini sungguh enak.
Hari ini, aku mau minum lebih banyak.
Aroma apa ini?
Bernyanyi sambil minum arak,
hidup ini singkat.
Seperti embun pagi,
banyak yang telah hilang.
Nyanyian pesta penuh semangat,
sulit melupakan kekhawatiran.
Bagaimana menghapus kekhawatiran?
Hanya dengan arak!
He Dajing.
Apa perintah Guru Wei?
Lakukan ujian dengan baik.
Aku
tak akan mengecewakan
Guru.
Bulan yang terang di langit,
kapan bisa dipetik?
Huaiying.
Cobalah arakku.
Biasanya,
saat ini, aku sudah menghabiskannya.
Tapi hari ini tak bisa dibawa masuk ke ruang ujian
dan masih ada sisa.
Kenapa ringan sekali?
Apakah bocor?
Tak mungkin.
Kenapa?
Kapan bocornya?
Di Akademi Kekaisaran.
Pasti ulah para pelayan itu.
Sayang sekali arak bagusku ini.
Pahit!
Kenapa sepahit ini?
Pahit?
Huang lian.
Beberapa hari lalu, saat mempersiapkan ujian,
gigiku sedikit sakit.
Aku makan sedikit huang lian.
Sungguh sial.
Tangkap tersangka,
segera geledah.
- Cepat! - Cepat!
Cepat! Buka.
- Buka pintunya. - Cepat buka pintunya.
- Buka. - Sedang apa?
- Tuan. - Cepat buka pintunya.
Cepat.
- Cepat. Geledah. - Cepat.
Minggir.
Jalan.
YAXIN
Yaxin, ini aku.
Kakak. Kapan aku bisa keluar?
Tunggulah lagi.
Banyak Pengawal Jinwu mencarimu.
Pelayan!
Ambilkan arak!
Aku lihat dulu. Kunci pintunya.
Hari ini kita berdua
harus minum sampai puas.
Kau mau ke mana?
Jangan pergi.
Tuan mau ke mana?
Aku mau meminta maaf padamu.
Tadi kita sudah sepakat,
aku akan pergi setelah minum satu kendi.
Temanku mabuk.
Jangan salahkan dia.
Tak apa-apa, Tuan.
Tak masalah.
Ada sebuah pintu rahasia di sana?
Terhubung ke mana?
Pasti Tuan salah lihat.
Tidak ada pintu.
Araknya sudah datang.
Tuan lanjut minum saja.
Tuan sudah mabuk, ya?
Arakmu ini tak bagus.
Aku siapkan sup pereda mabuk untukmu.
GEDUNG JUSHUI
Kebakaran!
Api!
Huaiying!
Cepat padamkan apinya!
Huaiying!
Huaiying!
Cepat padamkan apinya!
GEDUNG JUSHUI
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.