Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tempat apaan ini?
Tampaknya benteng ini runtuh di masa revolusi, telantar, dan terlupakan
karena lokasinya terpencil.
Rasanya dongkol membayangkan iblis-iblis itu sok jadi bangsawan.
Kalian yakin warga-warga desa dibawa ke sana?
Ya.
Semalam kami bahkan melacak mereka sampai ke menara, tapi hasilnya nihil.
Mana mungkin mereka menghilang begitu saja, Goblok.
Kalian gampang dikelabui.
Kami mohon maaf.
Dan hari ini seorang wanita hilang.
Bahkan saat sedang berjaga pun, mereka berhasil menculik warga.
Aku enggak berharap banyak pada kalian.
Sepertinya kita belum terlambat.
Berengsek!
Seharusnya aku habisi mereka kemarin malam.
Kena kau!
Kalian pulang saja.
Biar aku dan Hashira Angin yang maju dari sini.
Tapi...
Kalian cuma akan menghalangi.
Buruan pergi.
Shinazugawa, ada yang aneh di sini.
Ya, bikin dongkol saja.
Aku belum pernah lihat para iblis berkumpul di satu tempat.
Tolong!
Ilmu Napas Angin, Jurus Kedua:
Gores Cakar Angin Penghapus Dosa!
Ilmu Napas Ular, Jurus Kelima:
Liat-Liut Ular Panjang.
Nyaris saja.
Aku enggak butuh bantuanmu!
Kekuatan ini... Mereka bukan pemburu iblis biasa.
Tapi Hashira!
Tolong!
Hei, Iblis!
Tinggalkan wanita itu dan kepalamu.
Enyah!
Muncul terus enggak ada habisnya.
Kalian iblis apa kecoak, hah?
Masih ada lagi?
Dari mana iblis-iblis ini muncul?
Selamatkan wanita itu, Shinazugawa.
Aku jaga belakangmu.
Aku sudah mulai bosan juga.
Aku serahkan mereka padamu.
Ilmu Napas Ular, Jurus Ketiga:
Belitan Mencekik.
Hei, kau tetap enggak bakal menang meski mengumpulkan kroco.
Menyerahlah dan mati saja
Ilmu Napas Angin,
Jurus Keempat:
Badai Pasir Mengangkasa.
Ada-ada saja.
Kalau sebegitu ingin wanita ini...
Tunggu! Mau apa?
Tangkap!
Apa?
Tunggu, Bangsat!
Apa-apaan coba?
Hei, Shinazugawa. Apa itu barusan?
Ke mana perginya para iblis?
Mana aku tahu?
Yakin ingin turun di ujung jalan saja?
Kak Kanao!
Kerja bagus dalam menyelesaikan misi!
Kerja bagus!
Guru, saya sudah kembali.
Perihal Kampung Penempa, persis yang aku beri tahu tempo hari.
Tokito, Kanroji, Kamado, dan yang lain
berhasil mengalahkan dua Iblis Tingkat Atas.
Terlebih, Nezuko sudah kebal terhadap sinar matahari.
Hal ini akan menjadi perubahan besar untuk ke depannya.
Ya.
Kemungkinan Kibutsuji Muzan akan menyuruh iblis-iblisnya untuk menangkap Nezuko.
Demi memiliki iblis yang kebal terhadap sinar matahari.
Aku akan menghadiri rapat Hashira darurat di kediaman Ubuyashiki.
Sementara itu, apa kamu bisa menjaga Nezuko?
Ini adalah permintaan.
PEMBASMI IBLIS: BABAK PELATIHAN HASHIRA
Jadi begitu? Mereka sudah pindah markas.
Apa warga kampung baik-baik saja?
Aku enggak tahu lebih rincinya.
Bisa jadi iblis akan menyerang di malam hari,
jadi, mereka bekerja keras bangun ulang dan relokasi.
Begitu, ya?
Bertahan hidup setelah serangan dua Iblis Tingkat Atas saja sudah terbilang ajaib.
Musuh benar-benar kuat.
Korps kita membuat beberapa "kampung kosong" untuk kejadian seperti ini.
Supaya bisa pindah jika sesuatu terjadi.
Oh...
Yah, berkat antisipasi Tuan Besar dan keluarganya yang luar biasa.
Kamu enggak sadarkan diri selama seminggu.
Memangnya boleh makan banyak?
Ya! Kak Kanroji bilang dia juga makan banyak.
Kalau dia mah orangnya di luar nalar.
Wuenak!
Apa benar Hashira Cinta dan Kabut tidur dua hari dan hampir pulih total di hari ketiga?
Benar! Aku kagum pada mereka!
Kamu sendiri mulai seperti mereka, loh.
Sedikit demi sedikit.
Yah, syukur-syukur kalau kamu cepat sembuh.
Ya?
Syukurlah kalian masih hidup.
Ya!
Oh, ini yang paling ingin kutanyakan.
Aku dengar adikmu berubah makin hebat.
Apa dia baik-baik saja?
Ah, iya.
Dia mulai bisa jalan-jalan di bawah sinar matahari.
Enggak bahaya tuh?
Serius, apa enggak bahaya buatnya?
Dia sedang diperiksa, tapi kami belum tahu apa-apa.
Entah dia kembali menjadi manusia atau iblis yang berevolusi.
Apa Nona Kocho yang memeriksanya?
Bukan, tapi Bu Tamayo.
Siapa Bu Tamayo?
Tuh, kan? Kamu kebanyakan makan!
Sadar diri, dong, kalau masih dalam masa penyembuhan.
Nyaris saja.
Terlepas dari adikmu sekarang, sepertinya banyak hal yang akan terjadi.
Setiap anggota Korps diperintahkan untuk selalu waspada.
Ada juga kabar para Hashira sedang berkumpul.
Serius, deh, gimana nasib kita ke depannya?
Kami yang datang terakhir, ya?
Maaf membuat kalian menunggu.
Bukan masalah. Kalian melaksanakan misi dengan baik.
HIMEJIMA GYOMEI SANG HASHIRA BATU
Bukan apa-apa.
Aku dengar Kanroji dan Tokito bertarung melawan Iblis Tingkat Atas.
SHINAZUGAWA SANEMI SANG HASHIRA ANGIN
KANROJI MITSURI SANG HASHIRA CINTA
Iya. Mereka kuat banget, loh.
Tadinya aku pikir akan kalah, tapi kami menggabungkan kekuatan.
Ya, kan, Muichiro?
Ya.
TOKITO MUICHIRO SANG HASHIRA KABUT
Bikin iri saja.
Kenapa aku belum pernah ketemu Iblis Tingkat Atas?
IGURO OBANAI SANG HASHIRA ULAR
Hampir semuanya di sini pernah ketemu.
Kanroji, Tokito, bagaimana kondisi tubuh kalian?
Ah! Makasih sudah bertanya. Sekarang sudah mendingan.
Wah! Dia mencemaskanku!
Aku baik-baik saja, tapi belum prima.
Kehilangan Hashira lagi akan membahayakan Korps Pembasmi Iblis.
Mengalahkan dua Iblis Tingkat Atas tanpa kehilangan nyawa adalah sebuah prestasi.
Kali ini luka kalian berdua sembuh dengan cepat dari biasanya.
KOCHO SHINOBU SANG HASHIRA SERANGGA
Apa yang terjadi?
Aku yakin Tuan Besar juga akan membicarakan perihal itu.
TOMIOKA GIYU SANG HASHIRA AIR
Maaf membuat kalian menunggu.
Dalam rapat Hashira hari ini,
saya, Ubuyashiki Amane, akan mewakili Ubuyashiki Kagaya.
Dan juga, saya ingin minta maaf sebesar-besarnya dikarenakan
Tuan Kagaya tidak akan bisa lagi hadir di hadapan kalian
akibat kesehatan beliau yang semakin memburuk.
Dimengerti.
Saya selalu berdoa supaya api kehidupan beliau tetap membara lebih lama.
Saya juga berdoa supaya Anda tetap diberi ketabahan.
Dengan tulus saya berterima kasih kepada para Hashira.
Seperti yang sudah kalian dengar,
berhubung iblis yang kebal terhadap sinar matahari telah muncul,
Kibutsuji Muzan dipastikan mengubah tujuan dan mengincarnya.
Demi mendapatkan kekebalan terhadap sinar matahari.
Perang besar-besaran kini sudah dekat.
Selama melawan Iblis Tingkat Empat dan Lima Atas...
Nona Kanroji, Tuan Tokito,
saya mendapat laporan bahwa muncul pola bercak yang unik pada kalian.
Mohon beri tahu kami apa saja prasyarat yang dapat memunculkan bercak tersebut.
Bercak?
Ketika zaman Sengoku,
ada beberapa pendekar ilmu pernapasan pertama yang hampir mengalahkan Kibutsuji Muzan.
Mereka semua memiliki bercak yang mirip dengan lambang iblis.
Mungkin kalian pernah dengar legenda tersebut, tapi itu benar adanya.
Saya baru pertama kali mendengarnya.
Mengapa hal ini disembunyikan?
Telah banyak orang yang menyiksa diri karena tidak bisa memunculkannya.
Itulah alasannya.
Ada banyak bagian yang samar-samar mengenai legenda bercak ini.
Bisa jadi karena tidak dianggap penting pada saat itu.
Atau mungkin, karena Korps Pembasmi Iblis nyaris hancur berulang kali
sehingga informasinya gagal diturunkan.
Hanya satu hal yang tertulis dengan jelas.
"Ketika seorang pemilik bercak muncul,
orang-orang di sekitarnya juga akan memilikinya bagaikan beresonansi."
Kalimat tersebut tertulis dalam buku catatan pendekar ilmu pernapasan pertama.
Orang pertama yang memiliki bercak tersebut di generasi sekarang
bukanlah seorang Hashira,
melainkan Tuan Kamado Tanjiro.
Dialah pemilik bercak pertama.
Pokoknya, gwaaah! Lalu, gaaah!
Akan tetapi, dia tampak tidak tahu bagaimana bercaknya bisa bangkit.
Perutku kayak, gyuuut! Begitu!
Oleh karena itu, kami sempat mengesampingkannya.
Dan kali ini, setelah dia, bercak tersebut bangkit pada dua orang Hashira.
Mohon ajari kami cara membangkitkannya, Nona Kanroji, Tuan Tokito.
Ah! Baik!
Nyonya Amane sungguh mengagumkan.
Uh, ah, eh, eng, waktu itu begini...
Kalau saya ingat-ingat, badan saya menjadi sangat ringan.
Um... Um...
Lalu... Gimana, ya...
Rasanya gwaaah gitu!
Terus whooosh! Lalu, gaaah!
Jantung saya jedag-jedug tanpa henti!
Telinga saya mendengung dengan keras!
Makjebrat-jebret, rasanya!
Saya mohon maaf.
Saya sungguh malu dan ingin masuk ke dalam lubang.
SEJENIS DENGAN TANJIRO
Baiklah, sekarang giliran saya.
Saya tidak sadar mengenai adanya bercak yang muncul.
Tetapi ketika mengingat kembali pertempuran itu,
ada beberapa hal tidak biasa yang terpikirkan oleh saya.
Mungkin jika persyaratan itu terpenuhi, kita bisa membangkitkan bercaknya.
Saya akan menyampaikan bagaimana caranya.
Dalam pertempuran itu, saya diracuni dan tidak bisa bergerak.
Ketika saya mencoba memperlambat peredaran darah
dengan ilmu pernapasan supaya persebaran racun juga melambat,
saya menyaksikan anak lelaki yang ingin menyelamatkan saya nyaris dibunuh,
lalu ingatan saya kembali,
akhirnya saya tak bisa mengontrol emosi karena tenggelam dalam amarah.
Saya rasa detak jantung waktu itu melebihi dua ratus per menit.
Terlebih lagi, tubuh saya seperti terbakar.
Setidaknya suhu tubuh saya lebih dari 39 derajat.
Kamu masih bisa bergerak dalam kondisi begitu?
Itu seharusnya mengancam nyawamu.
Kamu benar.
Oleh karena itu, anggap saja kondisi tersebut seperti diayak.
Menurut saya, perbedaan antara yang bisa membangkitkan bercak dan tidak adalah
antara bertahan hidup atau mati.
Detak jantung melebihi 200 per menit...
Bagaimana Anda bisa yakin dengan suhu tubuh 39 derajat?
Begini, saya mengalami demam ketika dirawat di tempat Kocho.
Waktu itu termometer menunjukkan angka tiga puluh sembilan.
Panasnya persis seperti saat munculnya bercak di tubuh saya.
Gitu, ya?
Ternyata segampang itu, toh.
Aku iri pada otak gampangan yang bisa menyebutnya gampang.
Apa katamu?
Tidak ada.
Artinya, membangkitkan bercak adalah prioritas Hashira.
Setuju.
Kita harus, apa pun caranya.
Mohon beri tahu Tuan Besar untuk tidak perlu cemas.
Terima kasih.
Ada satu hal yang perlu saya sampaikan mengenai latihan membangkitkan bercak.
Apa itu?
Barang siapa yang sudah membangkitkan bercak sudah tidak punya pilihan lagi.
Karena mereka, tanpa terkecuali, akan.
Rupanya begitu.
Jika memang demikian, bagaimana denganku?
Namo Buddhaya.
Berhubung Nyonya Amane sudah pergi, aku pamit.
Hei, tunggu! Jangan asal cabut!
Bukankah kita perlu memutuskan apa yang harus kita lakukan ke depannya?
Kalian bicarakan sendiri berenam.
Tidak ada hubungannya denganku.
Apa maksudmu "tidak ada"?
Kamu tidak sadar diri bahwa kamu adalah seorang Hashira.
Lantas apa? Agar kamu bisa mulai berlatih sendiri secepatnya?
Karena malas ikut rapat?
Bangsat, tunggu dulu!
Tomioka, jelaskan alasannya.
Kamu tidak menjelaskan apa-apa.
Aku berbeda dari kalian.
Kau bikin aku dongkol.
Kau sebelumnya juga pernah bilang begitu, Tomioka.
Apa kau meremehkan kami?
Jangan bertengkar, dong! Tetap tenang, ya?
Sini kau!
Ah! Jangan! Jangan! Jangan bertengkar!
Duduk.
Mari lanjutkan pembicaraan.
Aku punya sebuah usul.
Nih.
Wah! Makasih banget!
Kamu memang banyak makan.
Omong-omong, mana tiga bocil dan adikmu?
Aku juga enggak lihat Aoi.
Berhubung sedang tidak ada pasien sekarat, jadi, mereka selalu bermain dengan Nezuko.
Berkat mereka, Nezuko bisa bicara tipis-tipis.
Oh, gitu, ya?
Damai banget, dah.
Dango ini juga enak.
Iya, iya, aku tahu.
Tapi apa enggak bakal ada masalah kalau si Rambut Pirang itu nongol?
Oh, Kak Zenitsu. Kembali dari menjalankan misi?
Kiyo, aku kembali.
Teman-teman, Kak Zenitsu sudah kembali!
Kak Zenitsu, kerja bagus dalam menyelesaikan misi.
Kerja bagus!
Kiyo, Naho, Sumi. Kalian berkumpul menantiku, ya?
Misi kali ini pun sangat susah.
Aku pikir aku bakal mati berulang kali.
Tapi teman-teman bisa sedih kalau aku mati, makanya aku berjuang keras!
Kalian pasti kesepian tanpaku, kan?
Kami tidak kesepian.
Eh?!
Tapi syukurlah Kakak masih hidup.
Uh, ya...
Oh, Zenitsu. Kamu sudah kembali, ya?
Kerja bagus.
Aoi!
Kamu pasti kesepian tanpaku, kan? Aku yakin kamu pasti kesepian!
Kalau dibilang kesepian, tidak juga.
Se... Selamat datang.
Berisik!
Se... Selamat datang.
Saking manisnya, aku bisa mati!
Yaudah, mati saja!
Kok bisa, Nezuko? Kamu bisa bicara!
Demi aku? Pasti demi aku. Kamu sudah berjuang demi aku.
Aku senang banget!
Buruan pergi sana!
Akhirnya, kita bisa menikah!
Lepaskan dia!
Kamu memang cantik di bawah sinar rembulan,
tapi tidak kalah cantik di bawah sinar mentari!
Sungguh menawan!
Kalau menikahiku, nanti aku beri makan sushi dan belut setiap hari!
Kamu bisa tenang, ayo kita bangun rumah tangga!
Selamat datang, Inosuke.
I... nosuke?
Inosuke, selamat datang.
Ada di mana dia? Biar aku bunuh orangnya.
Jangan bilang yang tidak-tidak!
Lalu, mana si Kepala Babi?
Kalau Inosuke, sih...
Loh? Padahal tadi pagi ada.
Adikmu diajari sesuatu oleh si Kepala Babi itu terus-terusan, loh.
Diajari apa?
Kalau ditanya...
Inosuke! Inosuke! Inosuke! Inosuke!
Imosuke. Imofuke.
Bos Inosuke!
Bohs Imosuke.
Inosuke! Inosuke! Inosuke! Inosuke!
Dia mengajari adikmu untuk mengingat namanya.
Oh, aku baru tahu.
Omong-omong, apa dangonya masih ada?
Kamu masih mau tambah?!
Pak Haganezuka!
Apa luka Anda sudah sembuh?
Syukurlah.
Anda terlihat belum sembuh!
Oh, pedang, ya. Terima kasih.
Palang pelindung pedang Kak Rengoku!
Terima kasih telah melindungi Kotetsu.
Silakan duduk dahulu.
Anda baik-baik saja?
Blah... Bil... Bi...
Maksudnya bilah pedang, ya? Baik, saya akan lihat.
Menakjubkan.
Warna hitamnya semakin pekat.
Besinya berkualitas bagus.
Mantan pemiliknya pastilah pendekar pedang yang kuat.
Huruf "basmi"?
Penempa yang menempa pedang ini hanya punya satu tujuan, yaitu membasmi semua iblis.
Dia tidak mengukir namanya, melainkan hanya satu huruf saja.
Sistem tingkatan diciptakan setelah pedang ini dibuat,
dan hanya tingkat Hashira yang memiliki pedang berukirkan "Basmi Iblis Keji".
Benarkah? Ini pedang yang luar biasa.
Tapi tunggu, sepertinya tidak ada huruf apa-apa saat saya gunakan di pertempuran.
Itu karena masih tahap pertama proses pengasahan.
Kalian malah mengambil dan menggunakannya.
Aku belum menghilangkan karatnya.
Mau kubunuh, hah?
Mohon maaf!
Bahkan sekarang! Air mataku menetes terus karena sakit dari luka ini belum hilang!
Rasa sakitnya tak tertahankan, tahu!
Gara-gara gangguan dalam proses pengasahan!
Aku harus mengasahnya lagi dari awal!
Kalau mau adu parah, lukanya lebih parah, loh.
Tulang belulang di seluruh tubuhnya rontok semua.
Aku bunuh kamu!
Anda enggak dengar, ya?
Camkan, Tanjiro!
Kamu harus selalu menghadiahiku mitarashi dango sampai mati!
Mengerti?! Paham?!
Baik, saya paham.
Terima kasih banyak. Semoga cepat sembuh.
Aku sudah dengar gosipnya, orangnya memang sesuatu.
Hari ini beliau justru lebih tenang daripada biasanya.
Beliau pasti sangat kesakitan.
Seriusan?
Berisik amat dari tadi.
Ah, maaf, Genya.
Kami sudah selesai.
Maaf kalau kami ribut.
Inosuke! Kamu ngapain?! Jendelanya dijebol pula!
Kamu bego apa? Nanti kamu dibunuh Nona Kocho!
Diam, dong!
Babi mau lewat!
Aku mau pindah kamar saja.
Kuat! Kuat! Makin kuat!
Latihan peningkatan kekuatan bersama akan dimulai!
Latihan bersama?
Orang-orang kuat berkumpul dan memberi pelatihan...
Kurang lebih itu yang mereka katakan.
Eh? Apa-apaan itu?
Meneketehe!
Oh...
Aku rasa susunan rencana pelatihan Hashira untuk anggota Korps cukup segini.
Sekarang tinggal kapan dan berapa lama.
Mari kita mulai tiga hari lagi.
Apa bisa secepat itu?
Kita berpacu dengan waktu.
Sekarang kita tidak tahu apa yang akan dilakukan Kibutsuji Muzan selanjutnya,
aku ingin kita menyiapkan segala hal yang kita bisa.
Jika para iblis semakin banyak yang berkeliaran,
Hashira saja tak akan sanggup menangani semuanya.
Tapi, apa para iblis tidak akan menyerang saat kita mengadakan pelatihan?
Bisa diasumsikan bahwa para iblis akan fokus menangkap Kamado Nezuko.
Kenyataannya, semenjak kejadian di Kampung Penempa,
jumlah kemunculan iblis berkurang cukup drastis.
Semoga saja demikian.
Selama ini sulit bagi para Hashira untuk melatih orang lain selain Tsuguko karena kesibukan kita.
Mari manfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat seluruh anggota Korps dalam waktu singkat.
Ini hal penting dan mendesak.
Benar, penting, maka dari itu aku mengusulkan "pelatihan Hashira".
Himejima, enggak perlu bertele-tele.
Aku setuju.
Aku tak keberatan.
Aku juga.
Aku juga oke.
Apa pelatihannya cukup dengan Hashira yang masih aktif bertugas?
Aku berpikir untuk meminta bantuan mantan Hashira.
Ada kalian keberatan?
Tentu saja enggak.
Sisanya cuma...
Tomioka, ya.
Baru saja pulang dari misi langsung disuruh ikut pelatihan.
Enggak kuat aku tuh.
Kamu mau berangkat sebentar lagi?
Iya, benar. Mereka minta untuk mengikuti pelatihan setiap Hashira.
Eh? Sungguh? Bukankah itu hebat?
"Hebat", jidatmu. Justru parah. Neraka, tahu.
Siapa pun yang mengusulkan ini mending mampus saja.
Hush!
Latih tanding melawan orang tingkatan atas adalah jalan pintas memperkuat diri.
Saat melawan orang yang lebih kuat,
kamu bisa menyerap ilmunya lebih cepat dan jadi kuat.
Kalau kamu seoptimis itu, mulai hari ini kita bukan teman!
Aduh! Aduh! Sakit!
Kamu sih mending! Patah tulangmu belum sembuh!
Kamu bisa tidur di tempat hangat!
Lah aku? Aku harus pergi berlatih!
Apa kamu paham perasaanku?!
Maaf!
Zenitsu.
Jangan bicara padaku!
Tunggu dulu, dong.
Aku lupa bilang ini. Terima kasih.
Ketika melawan Iblis Tingkat Empat Atas, salah satu kakiku hampir tak bisa digerakkan.
Berkat kiat Ilmu Napas Petir yang kamu ajari, aku bisa memenggal kepala iblis itu.
Tentu saja aku tidak secepat dirimu.
Terima kasih banyak.
Terkadang hubungan dengan orang lain dapat membantu di saat genting.
Aku percaya apa yang kita pelajari di pelatihan Hashira
pasti akan membawa kita ke masa depan yang lebih baik.
Dasar bodoh! Jangan kira bisa menghiburku dengan terima kasih!
Wah, dia senang. Syukurlah.
Sampai jumpa, Tanjiro. Cepat sembuh, ya.
Idih, kalian semua payah kalau tanpa aku.
Aku sungguh berterima kasih, Zenitsu.
Lamban! Lamban! Kalian lamban!
Kalian ngapain, hah? Sulit dipercaya!
Pertama, kalian enggak ada bugar-bugarnya!
Padahal ini cuma lari biasa!
Lebih cepat! Lari ibarat ada iblis yang mengejar!
Hei, hei, hei, mana suara kalian?
Enggak perlu jilatin tanah!
Sekarang belum waktunya istirahat!
Lari satu putaran lagi!
Tidak kuat lagi.
Kalian ini payah.
Pelatihan dari Hashira yang masih aktif bertugas akan jauh lebih sulit.
Tuan Tengen terlihat lebih bersemangat ketika sedang melaksanakan tugas.
Sudah jelas, dong, dan kita juga harus berusaha dalam mendukungnya.
Berhubung mereka lapar, ayo buat onigiri yang sangat amat banyak!
Ya.
Tuan Tengen, makan siang sudah siap!
Ya!
Hei! Waktunya makan!
Tidak bisa.
Tidak ada selera makan.
Kalian ini lembek amat.
Tuan Tengen, tolong jangan galak-galak pada mereka.
Maunya sih begitu, tapi kalau langsung kirim mereka ke Hashira selanjutnya,
justru aku yang disalahkan nanti.
Silakan, Tuan Tengen.
Makasih.
Itu sup miso yang kaya kandungan garam.
Ini bahkan belum apa-apanya latihan mereka, loh. Serius.
Tuan Tengen bertugas untuk melatih kebugaran mereka, benar?
Latihan apa yang akan mereka dapat setelah ini?
Setelah pelatihan ini...
Pertama, latihan pergerakan gesit dari Tokito.
Meski tanpa mengubah raut mukanya, dia bahkan bisa bertindak kasar.
Selanjutnya disambut oleh latihan kelenturan Kanroji.
Lalu, pelatihan Iguro. Mematangkan ilmu berpedang.
Hashira Ular itu keras kepala, loh.
Selanjutnya, Shinazugawa.
Aku dengar pelatihannya adalah berlatih menyerang tanpa henti.
Sesuai namanya, pasti enggak ada habisnya.
Terakhir adalah latihan penguatan otot dari Abang Himejima.
Kalau ini mah, mereka harus membuang sisi kemanusiaan dulu.
Para Hashira juga diharapkan untuk
bisa meningkatkan stamina bersamaan setelah menghadapi setiap anggota Korps yang datang.
Gimana? Meriah, kan?
Aku harap aku bisa ikut berlatih dengan sekuat tenaga.
Aku percayakan pada kalian, teman-teman.
Suhu tubuhku mana bisa naik kalau cuma begini saja.
Kalian terlalu lemah!
Bagus, pertahankan.
Coba lebih lebar lagi!
Kita tidak akan tahu dari mana musuh menyerang.
Rasakan!
Kalau celahmu sebanyak ini, kamu pasti sudah dimakan iblis tiga kali.
Agar bisa mempertahankan bercak tetap muncul...
Sisi pinggangmu terbuka.
Teman-teman, berjuanglah.
Semua ini demi membasmi para iblis.
Dan juga, demi Tuan Besar.
Demi kawan-kawan Korps yang telah tiada.
Demi semua orang yang masih hidup.
Kita harus sabar melalui latihan ini.
Berjuanglah.
Ada apa?
Aku berdarah!
Kenapa tiba-tiba main patuk? Jahat banget!
Cepat, cepat.
Ada surat dari Tuan Besar. Segera dibaca secepatnya.
Surat untukku?
Apa isinya, ya?
Kak Tomioka tidak turut serta dalam pelatihan Hashira?
Tuan Kagaya, para Hashira telah memulai pelatihan bagi anggota Korps
sebagai persiapan pertempuran selanjutnya.
Putra-putri Anda berusaha menjunjung kehendak dan mewarisi perasaan Anda.
Mereka melakukannya demi ambisi lama, yaitu mengalahkan Kibutsuji Muzan.
Amane.
Ya?
Terima kasih sudah membantuku selama ini.
Dengan senang hati.
Selamat malam, Nona Tamayo.
Membiarkan jendela terbuka di malam hari sangatlah berbahaya.
Akan tetapi, rembulan malam ini terlihat indah.
Salam kenal. Saya adalah utusan Ubuyashiki Kagaya.
Saya akui bahwa Anda ahli dalam bersembunyi.
Selama saya mencari Anda, Ubuyashiki sudah tidak dapat bergerak.
Bagaimana kamu menemukan tempat ini?
Berkat koneksi antarmanusia.
Saya menemukan pemilik sebelumnya dari rumah yang Anda beli ini
Lalu, selama siang hari, saya mengambil alih penglihatan Yushiro.
Meskipun saya terlatih, saya hanyalah seekor gagak.
Tidak ada yang mencurigai saya.
Saya tidak berniat menyakiti kalian, jadi, Anda bisa tenang.
Lantas, ada perlu apa?
Anda masih mewaspadai saya. Sangat dimengerti.
Tampaknya sulit bagi saya untuk mendapatkan kepercayaan Anda seperti Tanjiro.
Apa gerangan maunya?
Apa Ubuyashiki mencoba menipuku?
Di mana Yushiro?
Tidak perlu mencemaskan Yushiro.
Dengar, itu langkah kakinya berlari.
Baiklah.
Saya beri tahu alasan saya kemari.
Di Korps Pembasmi Iblis,
ada juga anak yang memiliki pengetahuan tentang tubuh iblis dan farmakologi.
Kami ingin meminta Anda untuk memeriksa perubahan Nezuko bersama dengannya.
Apa Anda mau bekerja sama dengan kami demi mengalahkan Kibutsuji Muzan?
Kami mengundang Anda ke kediaman Ubuyashiki.
Aku yang seorang iblis diundang ke markas Korps Pembasmi Iblis?
EPISODE 1 DEMI MENGALAHKAN KIBUTSUJI MUZAN
Untukmu yang tidak memahami arti keabadian
Sekaranglah waktu memberi tahu jawabannya
Melampaui spiral khayalan tanpa akhir
Alasan mengapa terdengar seperti dalih adalah
karena kelemahan yang membawa harapan masa depan yang fana
Dan kamu salah mengiranya sebagai kekuatan
Sungguh benci, sungguh benci
Buruk rupa, buruk rupa
Hati ini sudah buntu
Dan hitam, sungguh hitam
Yang bahkan bisa menyembunyikan rembulan
Andai saja kamu tidak ada
Bergoyang, bergoyang
Menjalin kehendak bagaikan bunga
Merenggutnya, merenggutnya
Mengoyak hati seperti badai
Untukmu yang tidak memahami arti keabadian
Sekaranglah waktu memberi tahu jawabannya
Melampaui spiral khayalan tanpa akhir
Siapakah yang akan menunggu di sana?
Untuk setiap episode di Babak Pelatihan Hashira,
aku akan menyajikan bisik-bisik gosip zaman Taisho masing-masing Hashira.
Inosuke!
Apa coba maksudnya pecahan kaca ini?
Habisnya...
Anak nakal!
Sifat selalu optimismu memang bagus,
tapi ada hal yang tidak boleh dilakukan.
Sini, ulurkan lenganmu.
Lukamu biar aku obati.
Jangan diulangi lagi loh, ya.
Kak Shinobu memang punya sifat galak, tapi dia sangat perhatian.
Bahkan di rapat sebelumnya...
Aduhaduhaduhaduhaduh...
Kanroji.
Terima kasih!
Sama-sama.
Sekian bisik-bisik gosip zaman Taisho kali ini.
Selanjutnya di episode dua: "Penderitaan Tomioka Giyu sang Hashira Air"
BERSAMBUNG
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.