Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Masih tak jelas. Belum benar-benar muncul.
Jangan biarkan apa pun jadi tantangan.
Jangan biarkan apa pun mendekat.
Di sana, di depan kita!
Hai, bangsa jin.
Apapun dirimu, tunjukkan dirimu.
Perdengarkan dirimu.
Kita datang untuk mengungkap misteri...
...bukan untuk menantang, bukan untuk berteman.
Aku merinding.
Aku merinding.
Itu di belakangku!
Keluarlah, hai bangsa jin.
Kisah Nabi Sulaiman a.s.
Surah Saba' ayat 14
"6 bulan lalu"
Kau terlambat bekerja lagi?
Aku kesiangan.
Kau masih kerja sampingan?
Zul, buat pesanannya kurang manis.
Gadis yang cantik.
Terima kasih. -Sama-sama.
Terima kasih.
Apa?
Menurutmu apa akan lama...
...kau mengumpulkan uang untuk pernikahan kita?
Harap bersabar.
Apapun yang terjadi, kita akan menikah suatu hari nanti.
Aku berjanji. Suatu hari nanti kau akan jadi ratu terbaik di dunia.
Bagus. Ratu terbaik di dunia.
Kau berjanji?
Aku bersumpah.
Langsung bersumpah? -Benar.
Baiklah.
Aku akan mengambil sumpahmu dan menyimpannya di sini. Jangan mengambilnya kembali.
Ambil semua.
Terima kasih.
Sama-sama.
Dengar.
Aku ingin menanyakan sesuatu padamu.
Apa pendapatmu tentang manajer baru kita?
Tn. Farhan?
Kenapa dia? -Dia baik saja?
Ya, baik saja.
Baik?
Ya, dia baik saja.
Mengapa kau memasang wajah seperti itu?
Aku perhatikan dia selalu menatapmu.
Normal. Dia manajer.
Tentu saja dia harus memperhatikan karyawannya.
Ya, tapi dia hanya memperhatikanmu. Aku tidak.
Kau pasti cemburu.
Aku? Aku tak cemburu.
Bohong! Jangan berbohong padaku, Mohd. Adam. Kau cemburu, bukan?
Aku sudah mengenalmu lama. Aku tahu kapan kau cemburu.
Adam.
Aku tunanganmu, kan?
Dan kau tunanganku.
Jadi, tak perlu merasa cemburu.
Ya. Aku cemburu.
Tapi..... -Aku tahu itu! Kau cemburu!
Tapi jangan terpikat padanya, oke?
Tidak akan. Kau dapat mempercayaiku.
Janji?
Kau mengantarku pulang hari ini, kan?
Aku tak mau. - Sayang.
Bawa minuman ke meja dulu.
Terima kasih, Zul.
Ada yang salah, Tn. Farhan?
Tidak ada apa-apa.
Pergi antarkan minuman itu.
Apa masalahnya?
Aku sangat tak suka dengan Tn. Farhan.
Apa yang salah dengan dia?
Dia menghalangi jalanku tanpa alasan.
Dia menghalangi jalanmu? Abaikan saja dia.
Itu saja?
Izinkan aku ulangi.
Dia hanya menghalangi jalanmu. Tidak apa-apa. Abaikan saja dia.
Itu lebih baik, itu baru membuatku tersenyum.
Aku akan kembali bekerja di belakang. -Baiklah
Hamid.
Siapa yang mengambil pesanan meja 10 tadi malam?
Aku.
Kau tahu ada keluhan dari meja itu?
Mereka dapat pesanan yang salah.
Itu bukan salahku. Kesalahan dapur.
Aku sudah meminta maaf.
Kau pikir kau bisa menyelesaikan semuanya dengan minta maaf?
Kau tahu siapa yang ada di meja itu?
Teman bos.
Mungkin saja, tapi itu bukan salahku.
Tidak perlu membela diri. Jika kau salah, kau salah.
Ini peringatan terakhirmu.
Aku tak ingin mendengarnya lagi, mengerti?
Ya, Pak.
Kenapa aku yang mendapat masalah?
Ya ampun!
Bukan masalah besar. Hanya gerimis.
Tunggu aku. Aku akan mengambil motor. -Baik.
Apa yang kau lakukan?
Kau menunggu sesuatu?
Aku menunggu Adam. Dia pergi mengambil motor.
Menunggu Adam mengambil motor? Tidak perlu.
Ayo naik mobilku saja. Lagipula sedang hujan.
Tapi.....
Tak apa. Aku akan menunggu Adam.
Ayo, kita naik mobil. Kau tak akan kehujanan.
Ayo.
Baiklah. Sudah sampai.
Terima kasih. -Sama-sama.
Eisha. -Ya?
Tunanganmu tak apa...
...aku mengantarmu pulang?
Adam?
Dia hanya tunanganku,...
...bukan suamiku.
Jadi, apa itu berarti aku bisa selalu mengajakmu kencan?
Kita lihat saja nanti.
Kita lihat saja nanti?
Kedengarannya seperti ya...
...untuk berkencan.
Tunggu.
Aku lupa. Aku punya sesuatu untukmu.
Ini.
Untukku, Tn. Farhan?
Tidak perlu memanggilku tuan. Panggil saja Farhan...
...saat hanya kita berdua.
Terima kasih,...
...Farhan.
Aku masuk dulu.
Selamat malam. -Selamat malam.
Aku sayang anakku.
Bismillahirrahmanirrahim.
Lihat ini, Lan.
Dia mencoba menipuku.
Berapa kau bersedia membayarnya?
Dia mencoba menaikkan harga. -Berapa banyak yang bersedia kau bayar?
Dua ratus. -Itu terlalu murah.
Apa maksudmu dua ratus?
Tunggu, aku punya pertanyaan. -Apa?
Kau benar-benar akan pergi ke rumah itu malam ini?
Tentu saja, sudah dikonfirmasi. -Dikonfirmasi, kan?
Insyaallah. Asalkan niat kita murni untuk pergi.
Kita ingin menunjukkan kepada penonton kita bahwa jin itu ada...
...sambil kita menghibur mereka.
Apa masalahnya. Kita bisa saja pergi ke sana.
Dia sangat antusias.
Hei, tunggu!
Aduh.
Lepaskan aku! Apa yang salah denganmu?
Kenapa kau kencan dengan Farhan?
Apa salahnya aku kencan dengan Farhan?
Kalau kau tanya aku, tentu saja salah.
Kau tunanganku, dan Farhan adalah laki-laki.
Tidak, ketika kau..... -Aku lelah berteriak.
Aku belum selesai bicara. -Aku lelah berbicara...
...dan berdebat denganmu. Dengarkan aku.
Jika aku menunggumu...
...baru aku bisa pulang, menurutmu...
jam berapa aku sampai di rumah?
Berbicara denganmu membuatku pusing.
Sekarang aku sedang tak semangat bekerja. Minggir!
Aku membelikanmu bunga.
Untukku?
Tentu saja, untuk siapa lagi?
Gadis tercantik di kafe ini.
Aku belum pernah diberi hadiah bunga. Terima kasih.
Jadi, aku orang pertama yang memberimu bunga?
Kau menyukainya?
Aku akan kembali bekerja, oke?
Eisha?
Boleh aku mengantarmu pulang malam ini?
Tidak perlu menarikku seperti ini!
Aku ada kerjaan.
Jika kau ingin mengatakan sesuatu, katakan saja. Berhenti menarikku.
Sakit!
Ada apa denganmu, Adam? -Kemari!
Adam! Apa yang salah denganmu?
Apa ini?
Apa masalahmu? -Apa masalahmu?
Siapa yang memberikan itu padamu?
Tidak peduli dari siapa itu! Mengapa kau membuang bungaku?
Sampai hati kau melakukan ini padaku?
Aku tak ingin berbicara denganmu lagi.
Kau membuatku stres. Pergi!
Ya, Tn. Farid. Aku akan memberi tahumu.
Ya, aku sedang mencari tahu.
Baiklah. Aku akan memberitahumu. Ya.
Baiklah.
Kau menutup kafe tadi malam, bukan?
Benar.
Uangnya kurang seribu ringgit.
Seribu ringgit?
Aku cukup yakin aku menghitungnya dengan benar.
Bagaimana bisa kurang?
Kau mencoba membodohiku?
Jadi kemana perginya uang itu? Uangnya punya kaki?
Bisa uangnya lari sendiri?
Eisha yang memberitahuku.
Kau menutup kafe sif malam.
Dia membuka kafe sif pagi.
Jika itu terserah aku, aku akan membuat laporan polisi.
Karena kau tak bisa dipercaya.
Aku takkan pernah menyangka kau pencuri!
Tn. Farhan.
Kau dapat memeriksa CCTV
Aku yakin aku menaruh uang itu di tempat yang seharusnya.
Diam. Diam!
Kau mencoba membodohiku?
Kau pikir aku tak tahu apa-apa?
Aku minta maaf.
Mulai sekarang...
...aku ingin kau keluar dari meja depan.
Biarkan Eisha yang menanganinya.
Ya?
Kau akan menerima pemotongan gaji bulan ini.
Mengapa gajiku dipotong, Tn. Farhan? Itu bukan salahku!
Cukup! Keluar!
Kembali bekerja.
Keluar!
Eisha, tunggu sebentar.
Ada sesuatu yang perlu kita diskusikan tentang pekerjaan.
Eisha!
Eisha! Kita sudah sampai di rumah.
Ya, tapi kaulah yang mencari pertengkaran.
Tapi tadi malam kau melihatku.....
Bibi.
Eisha, Adam, ada apa?
Mengapa kau tak bertanya pada calon menantu kesayanganmu.
Dia terus menuduhku berkonspirasi...
...dengan manajerku untuk membuat dia mendapat masalah.
Eisha.
Adam, silakan duduk.
Duduk.
Beri tahu aku.
Apa yang sedang terjadi?
Tadi di kafe...
...ada..... -Cukup, Adam.
Tidak perlu mengadu pada ibuku.
Masalahmu di kafe tak ada hubungannya denganku.
Itu tak ada hubungannya dengan ibuku!
Aku akan berterus terang padamu, Adam.
Dalam dua bulan...
...jika kau masih belum bisa mengumpulkan uang untuk pernikahan kita...
...maka pertunangan kita batal!
Eisha!
Eisha.
Eisha!
Subhanallah. Astaghfirullahal-azim.
Adam.
Mengapa kau tak memberitahuku...
...apa yang terjadi.
Dapatkan Bonus 50% - Auto Jadi Sultan = HANYA DI LXWHITELABEL.COM =
Aku tahu kau di sini.
Aku tahu.....
Apa itu hantu?
Itu asli?
Bagaimana mereka bisa melihat hantu?
Mereka menggunakan alat peraga?
Orang-orang ini.
Di mana aku bisa mendapatkan uang dalam dua bulan?
Sudah cukup buruk aku harus menerima pemotongan gaji.
Di mana Eisha?
"Eisha, kau di mana?"
"Aku cuti sakit, aku merasa tak enak badan."
"Ya ampun, sakit apa?"
"Bukan masalah besar, tak perlu khawatir."
"Jangan datang, aku ingin istirahat."
Kita membaca al-Fatihah...
...kepada yang tercinta...
...Nabi Muhammad SAW,...
...kepada para sahabatnya,...
...kepada semua nabi, kepada pendahulu kita,...
...kepada orang tua dan saudara kita...
...dan kepada umat Muslim, Al-Fatihah.
Allahuakbar!
Masuk ke sini, Lan! Aku mendengar sesuatu.
Aku mendengar sesuatu.
Rumah-rumah terbengkalai.
Astaghfirullahal-azim. Lailahaillallah.
Tunjukkan dirimu!
Dan firman-Nya, lailahaillallah...
... jadi tunjukkan diri kalian.
Aku bisa merasakan sesuatu di tempat ini.
Aku juga. Hati-hati.
Tinggallah di sini, di tempat tinggalmu.
Jangan ikuti aku, hai bangsa jin.
Jelas ada aura di sini.
Jika kau bisa mendengarnya...
...ada suara yang nyaris tak terdengar.
Kedengarannya seperti suara perempuan.
Aku ingin memberitahumu sesuatu.
Meskipun kami bertiga datang ke sini,...
... suasananya sangat sepi dan hening.
Ini menakutkan.
Rasanya seperti...
...kami diundang dan dipikat ke sini.
Perhatikan sebelahmu. Kiri dan kanan, geng.
Kiri dan kanan.
Kita ingin merasakan suasananya.
Hati-hati, Arasz.
Hati-hati, Lan. Hati-hati semuanya.
Ada yang melihat itu?
Hei. Semuanya baik saja?
Banmu baik saja?
Aku harus memeriksanya. Aku khawatir bannya bocor.
Kapan kau akan putus dengan Adam?
Aku lebih suka tak berkencan dengan tunangan orang lain.
Farhan.
Aku sudah melakukan sebisaku.
Aku telah melakukan semua yang kau minta.
Semua yang kau suruh aku lakukan, aku lakukan.
Seperti rencana kita...
...menyalahkan Adam atas hilangnya uang di kafe.
Aku sudah melakukannya juga. Aku juga sudah memberinya ultimatum...
...untuk mengumpulkan uang untuk pernikahan...
...karena aku tahu tak mungkin...
...dia sanggup melakukannya dalam waktu singkat.
Kau bisa percaya padaku?
Bagaimana jika dia mendapatkan uangnya?
Menurutku sebaiknya kau beritahu dia saja...
...bahwa kau tak ingin menikah dengannya.
Mungkin kau memang ingin dia menjadi suamimu.
Farhan, apa yang kau katakan?
Karena aku mencintaimu.
Aku tak ingin kehilanganmu, mengerti?
Aku paham.
Tapi, Farhan...
...kau juga perlu memahaminya.
Keluargaku dan keluarga Adam sangat dekat.
Ibuku dan ibunya seperti sahabat.
Sebelum ayah Adam meninggal, permintaan terakhirnya...
...adalah agar aku dan Adam menikah.
Tidak semudah itu, Farhan.
Jadi, bagaimana denganku, sayang?
Siapa yang melakukan ini?
Zul! Siapa yang menaruh ini di lemari es?
Apa itu? -Aku tak tahu.
Mengapa kau tak melihatnya? Cucilah.
Ya ampun, sungguh berantakan.
Adam.
Aku perhatikan Tn. Farhan dan Eisha bertingkah agak mencurigakan.
Hati-hati, dia mungkin mencuri tunanganmu.
Mengapa kau sibuk urusanku?
Eisha adalah tunanganku. Aku tahu dia mencintaiku.
Kita sudah berteman lama. Aku hanya memberimu nasihat.
Jika sesuatu terjadi pada Eisha, kau tahu rasa.
Hei, jaga mulutmu!
Hei, kita sudah berteman lama.
Kau akan bertengkar denganku karena perempuan?
Pergilah!
Aku belum yakin tentang malam ini. -Boleh aku meminta pesananmu?
Aku ingin segelas es kopi. -Aku es milo.
Es milo?
Tunggu sebentar!
Adam! -Arasz!
Adam! Lama tak jumpa. -Apa yang kau lakukan di sini?
Dia baru saja bertemu seorang teman lama.
Siapa dia? -Ini Adam.
Dia teman lamaku. -Teman sekolah?
Adam, aku Lan.
Lama tak jumpa, Adam.
Kau siaran langsung? -Katakan salam, kawan.
Kita siaran langsung.
Kau memiliki begitu banyak penonton. Kau terkenal.
Tidak juga. Oke, semua.
Aku harus mengakhiri siaran untuk saat ini.
Aku senang bertemu dengan teman lama.
Aku akan segera melakukan siaran nanti. Salam.
Apa kabar? -Baik.
Arasz? -Ya?
Aku ingin tanya sesuatu padamu.
Apa itu?
Adam. Kau baik saja?
Kau baik saja?
Aku baik saja.
Tapi aku ingin bertanya padamu.
Bagaimana cara menghasilkan uang lewat siaran langsung?
Adam, santai dulu.
Tapi aku punya pertanyaan.
Jadi, semua penampakan paranormal sejauh ini...
...itu lakonan atau asli?
Kau benar-benar melihat hantu atau menggunakan alat peraga?
Kau seperti salah satu warganet itu.
Adam, kami melakukan ini secara langsung.
Kapan kami punya waktu untuk alat peraga?
Adam, dengarkan.
Ketika kau jadi terkenal,...
...dan kau melakukan siaran langsung...
...penonton akan mengirimimu hadiah.
Hadiah-hadiah ini, semuanya berupa uang.
Yang penting untuk kau ketahui...
...adalah kontenmu.
Begitu. Jadi hadiahnya berupa uang? -Tentu saja.
Aku ingin ikut denganmu. Bisa?
Masalahnya, Adam...
...apa kau cukup berani?
Aku khawatir ketika sampai di lokasi...
...kau akhirnya melarikan diri atau ketakutan...
...dan kemudian kau demam.
Kalau soal takut atau tidak...
...Aku harus mengesampingkan hal itu untuk saat ini.
Yang penting saat ini adalah aku harus fokus.
Aku harus fokus pada sesuatu yang lebih penting.
Aku perlu mendapatkan uang. -Tidak ada salahnya mencoba.
Oke. Kalau begitu, kita akan membawanya bersama kita besok.
Besok? -Besok.
Kemana? -Ada sebuah rumah.
Mereka bilang itu berhantu.
Bahkan ada pohon besar. Kita akan membawanya ke sana besok.
Baik. Jika itu masalahnya...
...besok, kita akan buka.
Bagus. -Buka?
Buka apa? Buka buah?
Tunggu saja.
Apapun itu, kita perlu berhati-hati.
Berdoa kepada Tuhan agar urusan kita dimudahkan. -Kau benar.
Jadi ayo. -Ayo.
Besok malam.
Aku tak sabar menunggu besok malam.
Astaghfirullahal-azim! Ibu!
Aku pikir kau tidur.
Aku membuatmu terkejut? -Sedikit.
Apa yang kau lakukan?
Duduk di sini tengah malam.
Aku haus, jadi aku turun mengambil air.
Haus...
...atau kau kecanduan ini?
Aku turun karena tadi aku mendengar suara di bawah.
Aku pikir itu adalah kucing tetangga yang mengobrak-abrik dapur kita.
Sakit! Aku akan naik sebentar lagi.
Baiklah.
Eisha?
Eisha.
Kau mencium bau busuk?
Bau apa itu? -Aku tak mencium bau apa pun.
Apa kau yakin? -Aku yakin.
Baiklah, lupakan saja. Mungkin angin membawa masuk...
...bau busuk dari tempat sampah di luar.
Tidak apa. Baiklah, aku naik dulu.
Ya.
Tidak ada bau. Selamat malam. Aku akan naik nanti.
Ya ampun, gelap sekali.
Jadi bagaimana? Tempat ini menarik atau tidak?
Aku suka.
Adam.
Kenapa kau begitu pendiam?
Kau gugup, bukan?
Awalnya, kaulah yang sangat antusias untuk datang ke sini.
Sekarang kita sudah di sini, kau terdiam.
Hei.
Kau baik saja?
Kau terlihat ketakutan.
Aku baik saja.
Jangan tinggalkan aku.
Tenang, Adam.
Mereka pun sama saat pertama kali.
Oke? Jangan khawatir, insyaallah.
Kita mohon pertolongan Allah. -Aku mengerti.
Ayo kita lihat. Adam.
Haruskah aku masuk? -Ya. Ikutlah dengan kami.
Teman-teman, Assalamualaikum dan selamat pagi semuanya.
Aku minta maaf. Aku tak melihatmu.
Apa yang salah denganmu? Kau tidak bisa melihatku?
Aku hanya mengantuk. Aku akan mengambilnya. -Tak perlu!
Baiklah, silakan saja.
Pagi-pagi begini dan aku sudah dimarahi.
Pagi-pagi begini dan aku sudah dimarahi.
Ali, terima kasih atas hadiahnya!
Ya, itu tunanganku.
Kapan dia mulai siaran langsung? -Ya, kami bekerja di tempat yang sama.
Dia agak pemarah hari ini. Aku minta maaf.
Ya, suasana hatinya buruk. Biasanya dia tak begitu pemarah.
Mohd. Sani, terima kasih atas hadiahnya!
Terima kasih atas hadiahnya!
Ya, aku sedang bersiap-siap. Kita akan mengakhiri siaran sebentar lagi, oke?
Allahuakbar!
Astaghfirullahal-azim.
Adam.
Apa masalahnya? Kau baik saja?
Aku baik saja.
Arasz! -Apa?
Kami pergi dulu.
Hubungi jika ada apa-apa. Tunggu malam ini.
Sampai jumpa.
Ya ampun. Tokonya tutup.
Tidak apa-apa, kita akan cari toko lain.
Tunggu.
Bagaimana ceritamu dan tunanganmu?
Aku tak tahu, Arasz. Aku merasa seperti...
...dia sekarang berubah.
Berubah?
Apa maksudmu?
Dia berkencan dengan orang lain?
Aku harap tidak.
Aku mencintainya, Arasz.
Itu sebabnya aku perlu menghasilkan banyak uang.
Aku ingin menikahinya.
Itu normal.
Alami bagi orang yang bertunangan ingin menikah.
Bersabar saja.
Kau ingat video yang kita dapat melihat sesuatu...
...di siaran langsungku?
Penayanganku meningkat.
Bagus!
Kita tidak mencoba menipu siapa pun.
Tempat malam ini, menurutmu menakutkan?
Menakutkan atau tidak, Adam, semua tempat menakutkan.
Oke, ayo.
Tidak ada yang terjadi, jadi sampai jumpa malam ini.
Sampai jumpa malam ini. -Kita berada di dekat hutan.
Di tempat yang menakutkan. -Baiklah, nanti malam, oke?
Oke, sampai jumpa. -Dengan Adam? Ya.
Kita akan bersama Adam malam ini, teman-teman.
Mereka bertanya tentangku?
Allahuakbar. -Insyaallah, malam ini, oke?
Arasz, aku ingin menanyakan sesuatu padamu.
Tadi di lampu merah, kenapa kau membuang uang ke luar jendela?
Uang? Kapan aku membuang uang?
Mengapa kau tak bertanya pada Lan?
Yang benar saja? -Ya, benar.
Kau membuang uang. Berapa yang kau buang?
Kau buang satu ringgit, bukan?
Kau pasti dibanjiri uang.
Ingat di lampu merah? -Aku kira tidak.
Kau pikir kami mengada-ada?
Uang bukan hanya kertas. -Jam berapa sekarang?
Hampir magrib. Mari kita salat dulu.
Benar. -Ayo.
Allahuakbar.
Adam?
Adam!
Kau baik saja?
Aku baik saja. -Baik.
Iqamat.
Dapatkan Bonus 50% - Auto Jadi Sultan = HANYA DI LXWHITELABEL.COM =
Astaghfirullahal-azim! Ibu!
Kau mengejutkanku!
Jam berapa sekarang?
Aku rasa kau lupa salat.
Aku tak salat hari ini.
Siapa yang mengantarmu pulang?
Manajer baru di kafe, Tn. Farhan.
Bagaimana dengan Adam? Di mana Adam?
Aku tak tahu, Ibu.
Dia terlalu sibuk dengan hal-hal paranormalnya sehingga tak punya waktu untukku.
Dia sedang menabung. Bukankah kau memaksanya untuk nikah cepat?
Ibu.
Bagaimana jika aku...
...berubah pikiran tentang menikah dengan Adam?
Kau sebaiknya tak mulai bertingkah.
Kau sebaiknya tak mempermalukan aku!
Satu hal lagi. Kamarmu.
Tidak hanya berantakan, baunya seperti bangkai.
Kau tahu seperti apa bau bangkai?
Apa yang salah denganmu, ibu? Apa yang kau katakan?
Bau bangkai apa yang kau bicarakan? Aku tak mencium bau apa pun.
Kau hanya mengaco tengah malam.
Aku terlalu lelah untuk ini.
Kau bahkan tak bertanya apa aku sudah makan atau apa aku baik-baik saja.
Jangan jauh-jauh.
Karena makhluk ini.....
Salawat kepada nabi dan beristighfar.
Makhluk itu muncul begitu saja di hadapanku.
Ayo lihat...
...apa yang ada di rumah ini?
Ini ditinggalkan 18 tahun yang lalu.
Apa itu tadi?
Itu! Itu, yang berwarna putih itu.
Aku melihatnya. Ngeri!
Itu hilang.
Itu hilang. Aku melihatnya.
Itu!
Maju, merapat.
Beginilah adanya. Ini bukan cara yang mudah.
Beginilah caraku mencari nafkah, aku beritahu kau.
Tidak mudah untuk sukses.
Allahuakbar!
Kau melihat yang berwarna putih itu? -Di mana?
Di sana. -Tunggu, aku akan menekan ini.
Apapun dirimu,...
...tunjukkan dirimu...
... agar aku bisa melihat wajahmu dengan jelas.
Apapun bentukmu,...
...perlihatkan!
Perlihatkan sesuatu di hadapan kami, hai bangsa jin.
Di atas! Ayo ke atas!
Allahuakbar!
Seperti ada sesuatu yang mengawasi kita dari bawah sana.
Lan, Mos.
Adam.
Hati-hati. Kita belum pernah ke sini sebelumnya.
Adam?
Adam? Bangun, Adam. Waktunya salat subuh.
Salat subuh, nak.
Adam?
Bangun salat, nak.
Baik, ibu. Lima menit. Lima menit lagi.
Lima menit? Itu yang terus kau katakan.
Salat adalah kewajiban, Adam. Bangun!
Siapa yang menyuruhmu mencari hantu di tengah malam?
Sebaiknya kau tak melewatkan salat karena mengantuk.
Bangun! Adam.
Bangun!
Pastikan kau bangun.
Ibu?
Ibu!
Ibu!
Ibu. -Ada apa denganmu, Adam?
Assalamualaikum
Ada apa denganmu, Adam?
Kau menatapku seperti kau baru saja melihat hantu.
Kau dari mana, ibu?
Aku baru saja kembali dari surau.
Dia tampak seperti baru saja melihat hantu.
Tidak peduli dari siapa itu! Mengapa kau membuang bungaku?
Itu cincin yang indah.
Untukku?
Aku membeli cincin ini...
...untuk menunjukkan bahwa aku serius padamu.
Farhan!
Terima kasih.
Aku menyukainya.
Hanya ucapan terima kasih?
Lalu bagaimana?
Bisa kau menemaniku malam ini?
Kemana kita akan pergi?
Aku tak tahu apa yang terjadi...
...tapi aku rasa ada yang salah dengan Eisha.
Siah, ini tak boleh dibiarkan.
Apapun itu. Itu tak normal.
Siapa yang menyimpan tanah di lemarinya?
Tidak hanya itu, baunya juga menyengat.
Tentu saja tak rasional seseorang...
... menyimpan tanah di lemari.
Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang? Tolong beritahu aku.
Aku beritahu kau, Siah.
Kau perlu cari ustaz atau orang pintar...
...dalam hal ini.
Kau kenal seseorang?
Ada, Ustaz Daniel.
Kalau menyangkut hal-hal seperti ini...
...dia tahu.
Selain itu, menurutku itu bukan tanah biasa.
Allahuakbar.
Dalam dua bulan...
...jika kau tak bisa mengumpulkan uang untuk pernikahan...
...pertunangannya batal.
Benar.
Baik, ustaz.
Ya.
Waalaikumsalam.
Begini.....
Silakan duduk. Aku buat minuman dulu.
Ya?
Silakan diminum.
Silakan.
Dapatkan Bonus 50% - Auto Jadi Sultan = HANYA DI LXWHITELABEL.COM =
Adam, ada apa?
Kau baik saja?
Aku tak tahu. Hanya saja malam ini...
...jantungku berdebar kencang.
Tentang Eisha?
Tentang Eisha, uang...
...pekerjaan.
Aku bahkan tak tahu harus memikirkan apa lagi, Arasz.
Adam.
Saat ini, kau sudah terkenal.
Kalau soal Eisha,...
...Aku pikir sudah waktunya bagimu untuk melepaskan.
Apa maksudmu? -Jodoh...
...itu bukan di tanganku,...
...itu bukan di tanganmu,...
...bukan di tangan siapa-siapa.
Jika Allah telah takdirkan bahwa...
...kau tak berjodoh dengan Eisha...
...maka pasti ada alasannya.
Tapi aku mencintainya, Arasz.
Kau bilang kau mencintainya...
...tapi apa dia mencintaimu?
Sudahlah, Adam.
Lupakan Eisha untuk saat ini.
Mari fokus pada pekerjaan yang ada malam ini.
Kemana Eisha pergi tadi malam?
Aku tak tahu.
Aku pikir dia pergi bersamamu.
Tidak.
Siah. Kita tak bisa membiarkan ini.
Kita harus melakukan sesuatu.
Adam.
Ustaz Daniel bilang padaku...
...Aku perlu mencari seseorang yang lebih pintar untuk menyembuhkan Eisha.
Adam.
Satu hal lagi.
Aku mengerti, Adam.
Tapi kau tampak lain sekarang.
Jangan khawatir.
Kita akan menemui ustaz yang aku sebutkan itu.
Beri tahu aku jika terjadi sesuatu.
Baik.
Kedengarannya serius. Cerita apa?
Farhan!
Farhan!
Di mana Farhan?
Farhan tak ada di sini.
Adam.
Aku tunanganmu...
...dan kau tunanganku.
Tidak perlu cemburu.
Ya, aku cemburu.
Aku tahu itu! Kau cemburu!
Tapi kau jangan terpikat padanya, oke?
Tidak akan. Kau dapat mempercayaiku.
Halo, Arasz.
Aku akan menghancurkan hidupmu.
Hei, aku yakin Eisha telah diguna-guna.
Semacam ramuan cinta, kurasa.
Apa yang harus aku lakukan?
Sejujurnya, aku tak peduli apa yang harus aku lakukan...
...asal Eisha baik-baik saja. -Bagaimana dengan Farhan?
Kau akan membiarkannya begitu saja?
Mengenai Farhan, aku sedang mencari buktinya.
Tapi masalahnya ada pada polisi.
Akankah mereka menerima laporan tentang hal takhayul seperti ini?
Kau mengerti, bukan? -Ya, aku mengerti.
Kita urus Eisha dulu, lalu kita urus Farhan.
Aku tak mengerti.
Dunia kini semakin maju...
...tapi takhayul dan bencana tak pernah berhenti. Mengapa begitu?
Itu sebabnya aku tak mengerti manusia sekarang.
Seolah-olah mereka lupa untuk apa mereka ada di dunia.
Seolah-olah mereka akan hidup selamanya.
Sabar, Lan.
Kita harus memiliki keyakinan.
Kita harus taat dan tunduk kepada Allah SWT.
Bersabarlah. -Tidak apa-apa
Yang penting kita saling mengingatkan...
...bagaimana akhirnya nanti.
Tunggu sebentar. Masih ingat dengan Ustaz Mali?
Benar! Ustaz Mali.
Baiklah. Bagaimana kalau...
...kita bawa Eisha menemui Ustaz Mali?
Bagus.
Baiklah, aku akan membuat janji untuk malam ini.
Malam ini? -Malam ini. Kita akan menemui Ustaz Mali.
Adam. -Ibu.
Terima kasih karena selalu memasak makanan lezat untukku.
Mengapa kau berbicara seperti itu?
Ibu? -Ya?
Apabila aku sudah tiada,...
...kau pergi dan tinggallah bersama Along, ya?
Jangan tinggal sendiri.
Apa yang merasukimu?
Seperti kau akan pergi ke tempat yang jauh saja.
Omong-omong...
...apa kau sudah menghubungi ustaz?
Ya. Dia akan menunggu kita malam ini.
Ibu hanya ingin mengatakan bahwa...
...agaknya, Eisha...
...telah diguna-guna.
Tidak apa-apa, Ibu. Insyaallah.
Tadi kau minta telur goreng pada ibu, kan?
Makan perlahan, ibu sudah membuatkannya untukmu.
Tunggu sebentar, ibu akan mengambilnya.
Makan perlahan, oke? Ibu akan mengambil telurnya.
Ya ampun.
Seharusnya dia selesaikan makannya dulu.
Aku sudah memasakkannya telur.
Adam.
Di mana Mos dan Lan? -Ada.
Mereka menunggu kita di rumah ustaz.
Adam? -Bibi.
Bibi.
Arasz, bisa kau buka pintunya?
Tak perlu sandal jepit.
Adam.
Tolong jagakan Eisha.
Aku akan usahakan.
Baiklah, Arasz. Ayo pergi.
Kemana kau membawaku?
Eisha, tenang.
Kemana kau membawaku?
Tenang, Eisha.
Kita sudah dekat, Arasz?
Kemana kau membawaku?
Eisha, istighfar.
"Seminggu kemudian"
Rapatkan saf.
Bismillahirrahmanirrahim.
Mos. -Ya?
Boleh aku yang jadi imam?
Tentu saja, silakan.
Silakan.
Terima kasih.
Iqamat.
Dapatkan Bonus 50% - Auto Jadi Sultan = HANYA DI LXWHITELABEL.COM =
Alhamdulillah, kalian semua selamat.
Alhamdulillah. -Alhamdulillah.
Syukur alhamdulilah, Adam.
Bagaimana keadaan Eisha?
Dia baik saja, alhamdulillah.
Aku perhatikan dia berubah menjadi lebih baik.
Teman-teman.
Aku ingin tahu...
...bolehkah jika aku melakukan ini sendirian malam ini?
Tunggu.
Kau serius? -Aku serius.
Wow. Kau sangat berani sekarang. -Aku rasa kau berani sekarang.
Ini bukan tentang keberanian, tapi...
...berapa lama aku akan bergantung pada kalian semua?
Aku pikir sudah waktunya aku membuktikan...
...bahwa aku bisa bereksplorasi sendiri.
Adam, kau harus mengerti...
...apa yang kita lakukan bukan untuk bersenang-senang.
Apa yang kita lakukan penuh dengan bahaya.
Yang paling penting...
...kau mengingat tanggung jawabmu terhadap ibumu...
...dan terhadap.... -Eisha.
Itu sebabnya aku bilang aku tak bisa terus bergantung pada kalian.
Kalian telah banyak membantuku.
Kalian telah mengajariku banyak hal tentang siaran langsung.
Dari tak tahu apa-apa...
...dan sekarang aku bisa mendapatkan penghasilan yang cukup dari siaran langsung.
Arasz, aku yakin Allah selalu bersamaku.
Benar.
Masa depanku, hidupku.
Aku telah berserah diri kepada Tuhan yang maha esa.
Allahuakbar.
Jangan khawatir, Adam. Apa pun yang terjadi, kami bersamamu.
Kau yakin ingin solo karier? Kau yakin?
Ya, aku yakin. -Baiklah.
Ambil ini. Ada senter dan stan.
Semuanya ada di sini.
Jika kau tak tahu cara menggunakannya, beri tahu kami.
Kami akan membantumu.
Ini untukku? -Ya.
Terima kasih.
Terima kasih, ya Allah.
Benar, teman-teman. Hari ini aku sendirian.
Hari ini adalah pertama kalinya...
...aku melakukan ini sendirian.
Aku berjalan sendirian hari ini.
Jadi, tempat ini adalah tempat perkemahan.
Aku dengar..... -Hei!
Apa yang kau lakukan di kebunku? Sendirian.
Aku siaran langsung hal-hal paranormal.
Paranormal sendirian? Kau cukup berani masuk sendirian?
Ada orang yang menungguku di bawah.
Siapa? Temanmu? -Ya.
Kau tahu sejarah tempat ini?
Entah itu berhantu atau tidak, kau tahu?
Yang aku tahu...
...beberapa orang hilang di sini, kan?
Jika kau tahu itu, kenapa kau datang ke sini sendirian?
Siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padamu?
Aku akan bertanggung jawab.
Kau benar-benar ingin masuk? -Ya.
Baiklah, aku akan memberimu izin.
Tapi jika sesuatu terjadi padamu...
...itu bukan tanggung jawabku.
Baik. -Kuharap kau bisa keluar dengan aman.
Saudara.
Aku mendapat izin, bukan? -Ya.
Terima kasih.
Ya Allah, teman-teman.
Ya Allah, teman-teman.
Itu membuatku terkejut sekali. Untung itu tuan tanah.
Jadi itu benar. Pernah ada orang hilang di daerah ini.
Kau mendengarnya?
Kau mendengarnya?
Target!
Ngeri!
Keluar!
Keluar kau, hai bangsa jin.
Tunjukan dirimu.
Tunjukkan dirimu.
Tampakkan dirimu!
Jangan hanya bersuara.
Tunjukkan dirimu di hadapanku.
Tunjukkan dirimu di hadapanku.
Ia hanya bersuara.
Siapa itu?
Keluar!
Keluarlah di hadapanku!
Mari bermain denganku.
Hai bangsa jin.
Hei makhluk yang ada di sini.
Tunjukkan dirimu!
Aku datang bukan untuk berteman...
...atau bersahabat...
...tapi untuk mengungkap misteri.
Apa itu, teman-teman?
Hai bangsa jin yang ada di sini.
Tunjukkan dirimu.
Muncullah!
Tunjukkan dirimu di hadapanku.
Hai bangsa jin.
Ada sepasang mata di sana.
Ada sepasang mata di sana. Itu menghilang.
Jadi apa pendapatmu tentang
...perburuan paranormal pertamaku? Semuanya berjalan baik?
"Spektakuler, Adam, spektakuler!"
Kau ingin lagi? Ingin lagi?
Jika kau ingin lagi, aku bisa melakukannya lagi besok.
Layarku jadi kosong. Kau bisa coba menghubungi Adam?
Aku pun hitam juga.
Aku juga jadi gelap.
Adam, masuk.
Adam, kau baik saja?
Masuk, Adam.
Ya ampun, Adam. Apa yang terjadi?
Ayo kita cari Adam. Aku khawatir.
Ayo. -Tunggu. Itu dia!
Adam, kau baik saja?
Aku baik saja.
Teman-teman.
Aku rasa ada panggilan malam. Perutku bertingkah.
Ya ampun.
Farhan.
Bagaimana dengan janjimu?
Jangan makan aku.
Jangan ambil darahku.
Aku akan memberimu makan nanti.
Bagaimana dengan janjimu, Farhan?
Aku bilang, bersabarlah!
Farhan.
Aku akan memberimu makan nanti.
Aku akan memberimu darah orang lain.
Jangan makan aku.
Janjimu, Farhan.
Aku bilang, bersabarlah!
Janjimu, Farhan.
Janjimu, Farhan.
Janjimu, Farhan.
Aku tahu janjiku!
Aku tahu janjiku!
Janjimu, Farhan.
Adam.
Adam.
Adam, bangun. -Arasz.
Istighfar, Arasz. Lan.
Istighfar.
Adam, bangun.
Adam. -Adam, bangun.
Adam, bangun.
Istighfar, Lan.
Kita baru saja salat berjamaah tadi.
Istighfar, Arasz.
Isitghfar.
Astaghfirullahal-azim.
Adam, bangun.
Astaghfirullahal-azim.
Angkat dia. -Adam.
Bantu kami mengangkatnya!
Tolong bantu kami.
Saat kau melakukan aktivitas paranormal ini...
...kau bersama teman-teman.
Namun terkadang, bahkan beberapa teman kita sendiri...
...tak menyetujui apa yang kita lakukan.
Ingat itu.
Ingatlah orang yang bersama kita saat kita sedang kesusahan.
Jaga perasaan mereka.
Di dunia ini, Adam,...
...ketika kita senang,...
...ketika kita berada di atas,...
...orang-orang akan memuji kita.
Orang-orang akan meninggikan kita.
Tapi mereka tak tahu,...
...bagaimana kita berjuang...
...untuk mencapai tahap ini.
Hal terburuk yang pernah terjadi padaku...
...yang dapat aku bagikan kepadamu.
Pertama kali...
...mendiang ayahku terkena serangan jantung.
Dia masuk rumah sakit.
Aku tak ada di sana.
Cukup, Lan, ayo pergi.
Tak baik terlalu bersedih.
Adam!
Adam!
Tenang, Eisha. Tak baik menangis di kuburan.
Adam!
Adam, kenapa kau meninggalkanku?
Aku tak sempat meminta maaf.
Tak baik menangis di kuburan.
Adam. - Eisha.
Aku mencintaimu, Adam. - Eisha.
Kau harus bersabar.
Dan kau harus teruskan hidup, Eisha.
Eisha! Cukup!
Eisha.
Allahuakbar.
Ada alasan untuk semua ini.
Aku sangat yakin, Farhan-lah penyebabnya.
Namun meninggalnya Adam adalah ketetapan Allah.
Adam.
Kisah Nabi Sulaiman a.s.
Surah Saba' ayat 14
Terjemahan oleh: ZAHRAHH87 Bugis Timur, Mei 2024
https://t.me/zahrahh87officialsub [Request/Iklan Subtitle]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.