Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
…memperkirakan perekonomian Indonesia
tahun ini akan berada di bawah 5,2%.
Menteri Ekonomi menjelaskan perlambatan ekonomi global
akan memengaruhi ekspor Indonesia.
Seperti diketahui, ekspor menjadi pendorong besar ekonomi tanah air
dalam dua tahun terakhir lewat lonjakan harga komoditas internasional.
Oleh sebab itu, Menteri Ekonomi
akan mendorong konsumsi rumah tangga seoptimal mungkin
agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.
Selain itu, pencabutan kebijakan PPKM
sedikitnya memengaruhi penanaman modal asing atau PMA,
serta berlanjutnya penyelesaian berbagai proyek strategis nasional
diakui Bendahara Negara akan membantu
menggerek teknologi Indonesia di tahun ini.
Kondisi yang kondusif perlu terus diciptakan.
Sederhana, sebetulnya.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi,
investasi termasuk salah satu kontributor pertumbuhan yang diharapkan.
Terlebih, ekonomi global saat ini masih menunjukkan perubahan.
Investasi masih menjadi harapan pemerintah
untuk bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Meskipun di tengah ancaman krisis global saat ini.
PENJAGA KEAMANAN
Presiden dalam sidang kabinet hari ini
menekankan pengendalian inflasi,
tidak boleh mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
Presiden mendesak Bank Sentral untuk menghentikan kenaikan suku bunga.
Menurutnya, tingginya suku bunga
hanya akan berdampak positif pada dunia finansial,
tapi menekan masyarakat
dengan naiknya biaya hidup dan bunga kredit.
Alah, berengsek.
Hei, ada apa denganmu?
Gajiku tidak naik-naik, tapi bunga KPR naik terus!
Goblok.
Transferannya sudah cair!
Teman-Teman!
Coba lihat.
Gila, aku tidak pernah melihat duit sebanyak ini!
Apa maumu? Mau server baru? Mau billboard? Mau kantor baru?
- Mau nikah dulu. - Nikah di Bali boleh, tidak?
Ya, tapi tidak pakai ini, 'kan?
Tapi kalau sudah menjadi unicorn, tunangannya jangan ditinggal.
- Tidak. - Tolong jaga dia.
Ya.
Maaf, aku harus pergi. Istirahatku sudah selesai.
- Terima kasih. - Sampai ketemu. Bangga!
- Selamat untuk kalian! - Terima kasih!
- Maaf, aku duluan, ya. - Ya.
- Selamat! - Terima kasih!
Mabuk!
Sampanye!
Sampanye.
Anjing!
Daru ditembak! Perutnya kena!
Hei!
Suruh panggil bantuan!
Maju! Jangan takut!
Maju! Hei!
Awas!
Maju!
- Hei! - Maju!
Tembak!
Tembak!
Kabur!
Ayo! Bu, cepat, keluar! Cepat!
Arok sudah datang.
Di sana! Cepat!
Ya Allah!
Maju!
Duit!
- Duit! - Duit!
Ayo!
Lapor, Komandan.
Situasi 10-33. Jakarta, pusat kota.
- Li, dokumen tiga, ya. - Oke.
VIDEO KELOMPOK 1 KONTROL KAMERA
Ini perampokan biasa atau harus kita?
Pastinya bukan perampokan biasa, Pak.
Enam pengawal tewas.
Mereka hanya menyerang dan…
Penyerang menggunakan AK-47, C4, RPG.
Mereka taktis dan terencana.
Tapi mereka meninggalkan semua uangnya di TKP
dan membiarkan masyarakat di sekitarnya mengambil uang itu, Pak.
Pandanganku jelas, ini adalah aksi terorisme.
Belum dikonfirmasi, Pak.
Yang harusnya dikonfirmasi itu kau.
Bagaimana bisa hal sebesar ini tidak terdeteksi sebelumnya?
Gita, Fajar.
Akbari, ada kebocoran?
Negatif. Firewall aman, Bu.
Silakan Pak Emil melihat di layar.
Tidak ada satu pun informasi
atau pun komunikasi yang mencurigakan selama sebulan ini.
Kami tidak menemukan apa pun.
Bukan berarti tidak ada, 'kan?
Pelaksana Tugas Deputi Intelijen Siber kita ini kurang pengalaman.
Bisa bahaya untuk kita, Pak.
Pak, mohon. Datanya menunjukkan…
Stop.
Oke, semua dengarkan aku.
Kalau peristiwa ini kita laporkan sebagai aksi terorisme,
ini akan menjadi sangat rumit.
Ini akan menjadi urusan presiden, DPR, pers,
peringatan perjalanan, bursa efek, nilai tukar,
berita bohong, polarisasi.
Kalian tahu itu.
Kita Badan Kontra Terorisme.
Apa yang sudah kita nyatakan, tidak bisa kita tarik.
Pegang itu.
Jadi, tidak ada yang boleh bertindak gegabah.
- Bisa dipahami? - Siap, Pak!
Bu.
Kenapa ini, Jar?
Gesti.
Di sini aman, Bu.
- Dodi? - Aku kehilangan kendali, Bu.
Tunggu!
Akbari!
Kita dibobol!
Baiklah, tunggu.
Hati-hati. Cek.
Kami yang bertanggung jawab
atas serangan yang terjadi hari ini.
Minggir.
Ada 13 bom yang sudah kami sebar di seantero Kota Jakarta.
Kirimkan 100 bitcoin melalui Indodax,
atau bom-bom tersebut
akan kami ledakkan setiap delapan jam sekali.
Cut.
Oke.
Langsung kirimkan video ini ke Waluyo.
- Siap. - Terima kasih.
Sial!
Karin.
Cari tahu kenapa firewall kita bisa dibobol.
Siap, Pak.
Tia, hubungi Sekretaris Presiden. Aku harus melapor.
Siap, Pak.
Ayo, Mil. Ikut aku.
Senapan, AK-47, sudah biasa.
Tapi ini?
M1911.
Militer.
Mereka sangat terlatih.
Mungkin… mantan pasukan khusus.
Dan menjadi tentara bayaran?
Pecahan dari telepon genggam.
Kau benar, Mil.
Ini terorisme.
…polisi melakukan penyisiran.
- Duluan, ya, Mas. - Ya, duluan, Mas Oscar.
Ya.
- Mas Will. - Mas Will, duluan, ya.
Ya. Hati-hati.
Will, menjadi tren di Twitter. Tagarnya RobinHood.
Besok bursa akan ramai.
Beli atau jual, Will? Kita harus siap-siap kalau pasar dibuka.
Kau tahu aku tidak peduli dengan pasar saham.
…bisa diatasi. Aksi penjagalan ini…
Will, kau juga tahu. Bagiku yang penting itu untung.
Selama aku tidak merugikan orang.
- …pelaku membiarkan… - Ayolah.
Ya sudah.
…truk dijarah oleh masyarakat.
Kalau begitu, besok kau tunggu sebelum tutup makan siang.
- …menuntut aksi mendukung… - Serok bawah.
Ini bisa dilihat dari percakapan…
…yang berlangsung beberapa jam terakhir.
Kiri.
Masuk.
- Tiga! - Ayo, tiga!
Jadi, apa yang kita tahu soal Indodax?
Mereka perusahaan rintisan.
Pelopor pertukaran mata uang kripto, berdiri dari tahun 2014.
Pendirinya Oscar Darmawan dan William Sutanto.
Sejauh ini mereka berdua punya catatan yang bersih.
Mereka sekolah di SMA yang sama, lalu bertemu lagi di Bali,
dan mendirikan perusahaan ini dari sana.
William besar di Semarang dari keluarga wiraswasta menengah.
Beberapa kali pindah alamat.
Dari data yang ada, perusahaan keluarganya
tiga kali mengajukan pailit.
Dan ada rekam jejak penyitaan harta.
Dan Oscar Darmawan juga besar di Semarang.
Dia dianggap sebagai pelopor Bitcoin di Indonesia,
pernah tinggal di Singapura, dan saat ini
dia adalah penanggung jawab operasional Indodax.
Selebihnya, tidak ada informasi yang lengkap tentang mereka, Pak.
Oke.
Emil.
Tarik mereka. Lakukan dengan senyap.
Siap.
- Hei, siapa kau? - Angkat tangan!
- Balik badan! - Turun!
Awas.
- Apa-apaan ini? - Pak.
Salah kami apa ya, Pak?
Salah kami apa?
Ambil semua fail yang dibutuhkan.
Siap, Pak.
Ambil semua data yang diperlukan.
Cepat!
Ada apa ini?
- Gita. - Ya, Bu?
Telusuri lebih dalam. Kirim langsung kepadaku.
Baik.
Pak.
Penyebutan Indodax di video tersebut, bukan berarti kami terlibat.
Kami ini hanya platform pertukaran, Pak.
- Kami ini tempat jual-beli. - Jangan cengengesan kau.
Bagian mana yang lucu?
Baik, Pak.
Aku hanya menjelaskan, kami ini tempat jual-beli, Pak.
Jadi, siapa pun bisa bertransaksi melalui kami.
Jadi, siapa pun bisa pasang bom
dan minta tebusan Bitcoin melalui kalian berdua, seperti itu?
- Pak, maksud kami bukan begitu. - Sudah.
Kita butuh pengacara.
Kenapa Bitcoin?
Kenapa bukan uang?
Bitcoin juga uang, Pak.
Tapi bentuknya digital.
Pelaku jelas orang yang paham bahwa
tebusan dalam bentuk Bitcoin itu akan jauh lebih
efektif dibanding uang tunai.
Transaksi kripto
itu bentuknya…
Itu sifatnya anonim dan pseudonim, jadi…
akan sangat sulit untuk bisa melacak pengirim…
Penerima dan pengirim Bitcoin memang sangat sulit dilacak.
Tapi uang hasil aset penjualan Bitcoin
bisa dikirim langsung ke rekening pemiliknya.
Kita bisa lacak.
Mereka tidak sebodoh itu.
Menggunakan Bitcoin dan terlacak.
Dari semua informasi yang kalian punya,
apa yang bisa meyakinkan kami
kalau kalian berdua tidak terlibat dalam jaringan ini?
Kami butuh pengacara, Pak.
Kalian berdua itu ada di wilayah intelijen.
Tahu artinya apa?
Tahu tidak?
Artinya… Hei, lihat aku.
Artinya, semua yang terjadi di sini
bisa tampak tidak terjadi.
Sampai sini paham?
Oke, Pak.
Berapa yang teroris itu minta?
Aku akan kirimkan Bitcoin itu dan mencari keberadaan mereka.
Tapi aku butuh terhubung ke server Indodax.
Ya.
Itu opsi yang tersedia sekarang.
Ambil laptopmu.
Baik, Pak.
Cepat.
Permainan dimulai.
Waluyo, langsung cairkan. Biarkan mereka menemukan kita.
Ya.
Hei. Sudah dicairkan.
- Semuanya? - Semuanya.
Bitcoin itu dicairkan!
Gita! Gita masuk ke jaringan.
Kejar alamat IP untuk mencairkan Bitcoin ini.
Mengirim…
Terhubung. Mulai, Git.
Anjing. Kau tidak tahu apa yang kau lakukan, 'kan?
Sudah beres, Will.
Lagi pula, mereka juga tidak lebih dari orang yang butuh duit.
Os.
Tapi kalau mereka sekelompok orang dengan masalah uang,
kenapa tidak mereka ambil saja uang dari truk yang mereka bajak?
Bukan urusan kita.
Tidak, Os. Tidak.
- Ya, kemungkinannya… - Pak.
Lokasi sudah ditemukan.
Lokasinya ada di pusat kota. Itu anehnya.
Sebuah gedung perkantoran, tapi di pusat kota.
Aneh, Pak. Instingku, ini proksi.
Insting?
Sangat spekulatif.
Ini bukan spekulasi.
Kita butuh data. Analisis.
- Kami sudah melakukan analisis… - Bukan insting!
Kami sudah melakukan pemeriksaan ulang, Pak.
- Ini untuk keamanan negara, Pak. - Kami sudah melakukan triangulasi.
Koordinasi dengan kepolisian setempat untuk amankan area.
Siap.
Emil.
Klandestin.
Tim Alfa.
Amankan perimeter belakang gedung.
Emil.
Kita butuh pendataan.
Jangan gegabah.
Siap, Pak.
Target penyergapan di lantai sepuluh.
Masih ada aktivitas di lantai lima dan lantai delapan.
Polisi setempat sedang berusaha untuk mengusir penghuni.
Berapa lama?
- Sepuluh menit. - Lima menit.
Tidak bisa. Tujuh menit.
Dipercepat. Tujuh menit.
Kita tertembak!
Maju!
Sipil!
Lantai lima.
Lantai delapan. Sudah dievakuasi.
Emil.
Kau punya otoritas untuk eliminasi, ya.
Ke sana!
Keluar!
Dari arah jam dua. Petugas kebersihan.
Jam dua! Petugas kebersihan!
Maju.
Dari atas! Hati-hati!
TEKNISI
MATIKAN CCTV
Fajar. Fajar!
Kembalikan videonya!
Gita! Cari lewat terminal lain!
Andi! Cari pintu masuknya!
CCTV sudah mati. Bisa mulai sekarang.
Hebat kau, Waluyo.
Terima kasih, Kamerad.
Emil, kami kehilangan visual.
Kau waspada, ya.
Ayo!
BONGKAR MUAT
Jalan!
Bu Karin!
Sudah kembali menyala.
- Lantai dua aman. - Lantai dasar aman.
Andi. Matikan lift.
Baik, Bu.
Tim Alfa, Janggo, kalian bisa naik lewat tangga darurat.
- Maju! - Ayo!
Ruangan hanya 15 meter di sebelah kanan pintu keluar.
Tahan lantai empat. Ada penembak.
Tembak!
Maju!
Tahan, lantai tujuh.
- Ke sana! - Ya, Pak!
- Sekarang! Naik! - Maju!
- Bergerak. - Maju!
Emil.
Lantai sepuluh tidak ada visual.
Kau hati-hati.
Terus maju.
Tahan.
Pak Damaskus.
Visual CCTV
dari atap gedung Bursa Efek Jakarta.
Lokasi target tidak ada pergerakan.
Aku ulangi, ruangan hanya 15 meter di sebelah kanan pintu keluar.
- Masuk! - Masuk!
Masuk!
Situasi?
Semua aman!
- Konfirmasi. - Itu perangkat yang kita lacak.
Kita dijebak, Rin.
Bukan.
Kita dipermainkan.
Bom kedua.
Mereka bukan teroris yang biasa berkeliaran di Indonesia.
Sangat taktis.
Matang.
Dan militan.
Tapi itu semua mudah aku patahkan.
Hanya kalian berdua dan kripto
yang membuat mereka selangkah di depanku hari ini.
Sekali lagi aku tekankan, kami tidak terlibat.
Indodax adalah yang pertama di Indonesia untuk urusan pertukaran kripto.
Kami yang mulai, kami yang punya sistem paling kuat.
Jadi, wajar saja jika semua orang ingin bertransaksi melalui kami.
Untuk itulah,
aku butuh kalian berdua
untuk memberikan dimensi lain tentang mereka
yang tidak aku pahami.
Pak,
kami sudah melakukan yang diminta.
Bahwa sekarang lokasinya itu tipuan, itu bukan…
Itu bukan tanggung jawab kami.
Bukan hanya lokasinya yang tipuan.
Mereka baru saja meledakkan Bursa Efek Jakarta.
Will!
Bitcoin, bursa efek.
Ini pasti ada kaitannya dengan sistem finansial.
Pak! Sinyal penyiaran dibajak!
Cek! Cek koordinat!
Cek!
Aku Arok.
Kami telah memperingatkan Badan Kontra Terorisme
atas apa yang akan terjadi.
Tapi negara selalu mengabaikan aspirasi yang datang dari bawah
dan menganggap remeh kemampuan rakyatnya.
Pemerintah pasti sedang bertanya,
"Apa yang sedang terjadi?"
Lalu, menyiapkan kelompok yang bisa dipersalahkan
dan merancang teori konspirasi tanpa mengerti alasan mendasar
di balik aksi teror yang terjadi.
Setiap doktrin pertumbuhan ekonomi
hanya membuat elite kaya menjadi makin kaya
dan rakyat kecil terus dieksploitasi dan hidup sengsara.
Maka, atas nama kemiskinan sistematis yang terjadi sepanjang hidup kita,
kami melancarkan perlawanan terhadap ketidakadilan,
oligarki, dan mafia keuangan.
Keadilan akan ditegakkan dengan cara radikal,
dan kesempatan semua orang untuk setara dalam kehidupan ini
harus dikembalikan.
Satu bom sudah diledakkan.
Masih ada 12 bom lain.
Ayo tidur. Cepat!
Sistem yang rakus ini harus bertanggung jawab.
Dan sekarang waktunya kita melawan.
Blokir!
- Langsung blokir! - Rekaman ada?
- Baik, Bu! - Coba!
Semua!
Dengarkan aku!
Yang kita pahami
aksi teror ini dilakukan oleh kelompok yang tidak kita kenal.
Jaringan yang tak pernah kita himpun.
Lupakan semua aturan.
Lupakan semua birokrasi yang kalian tahu.
Kita akan aktifkan Protokol Yudha!
Pendekatan kita yang akan menentukan hasil yang kita lakukan.
Gita.
Kerahkan semua sumber daya Pegasus yang kita punya.
Lacak semua telepon di TKP tadi pagi.
Akses rekaman video di ponsel mereka.
- Siap. - Fajar.
Buatlah kronologi visual
dari apa pun yang kau temukan di media sosial.
Siap.
Tia.
Hubungi Badan Antariksa.
Minta semua kapasitas satelit.
Ya, Pak.
Lalu, hubungi Kepala LabFor
dan Kepala Intelijen Militer,
- panggil ke kantorku. - Baik, Pak.
Negara dan masyarakat
bergantung pada kecepatan, ketepatan tindakan setiap langkah kita.
Mengerti?
- Mengerti! - Mengerti, Pak!
Karin.
Minta data kasus Indodax tadi siang.
Ya. Ada.
Halo.
Ya, Pak.
Aku sekretaris Pak Damaskus…
Ini dia.
Kalian.
Aku punya semua yang dibutuhkan
untuk menghancurkan semua yang kalian punya.
Termasuk dana 100 miliar
dari investor baru kalian,
bisa aku anggap sebagai pencucian uang.
Maaf, Pak. Ada telepon dari Ibu Presiden.
Bersikap bijaklah.
Jay!
Sini.
Ke lab forensik sekarang.
Ambil semua berkas soal penyerangan mobil uang tadi siang.
Kalau sampai timnya Karin lambat,
kita yang selidiki semua sendiri di lapangan.
- Paham? - Siap, Ndan!
Mulai sekarang, kalian adalah Aset Aktif.
Membantu pengumpulan data
dan menganalisisnya.
Aku beri perintah, kalian laksanakan, dan lapor kembali kepadaku.
Bu.
Kami sudah mengorbankan 100 bitcoin kami.
Kenapa kini kami merasa seperti disandera?
Aku harus ke Istana Presiden.
Pengarahan keamanan nasional.
Kau tangani mereka.
Buatlah mereka berguna.
Apa kau bisa kupercaya?
Bisa, Pak.
Dalam dua jam aku kembali. Terus kabari aku.
Siap, Pak!
Kami akan bersikap kooperatif.
Tapi dengan syarat.
Kami bisa dipulangkan ke kantor untuk mengambil peralatan kami
dan memberi kabar ke keluarga kami.
Duduk.
Berhenti! Berhenti ambil keputusan sendiri!
Ini satu-satunya jalan keluar kita, Will!
Gita.
Ya, Bu?
Aku harus hati-hati.
Aku kira ada kebocoran di sini.
Maksud Ibu…
Karena dua kali firewall kita dibobol.
Aku hanya memercayaimu.
Dua anak itu…
menjadi liabilitasi kita sekarang.
Mereka aset kita.
Kau bawa dua petugas lapangan yang kau percaya.
Antar mereka kembali Indodax.
Siap.
Malam. Aku Gita.
Aku diminta Ibu Karin untuk mengantar kalian.
Lewat sini.
Tunggu.
Bawa ini.
Kita akan terus berkomunikasi dengan ponsel ini.
Paham?
Ya.
Ada pergerakan subjek baru.
Perlu diadang, Bu?
Negatif. Kita sedang tidak butuh perhatian.
Awasi terus.
Kalau sampai 30 menit mereka tidak keluar, kalian yang jemput.
Dimengerti.
TEMPAT TERSEDIA UNTUK DISEWAKAN
Sebentar. Jadi, di video tuntutan, si teroris itu menyebut Indodax?
Jadi, kalian dituduh terlibat?
Tapi tidak, 'kan?
Tentu saja tidak!
Santai saja.
Sambungkan aku dengan penyadapan ponsel.
Beri tahu tunanganmu,
tidak bisa santai, kita sudah menjadi aset intelijen.
Aduh, memang kalau menjadi aset, boleh bilang-bilang?
Ya, mana aku tahu!
Orang baru!
Memang tempatnya disadap?
"Aset intelijen" itu apa?
Kami disuruh ikut terlibat dalam operasi.
Analisis data, semuanya tentang teroris ini!
Goblok.
Tadi sungguh diculik?
- Disiksa, tidak? - Tidak.
Dibekap ke mobil?
PESAN TANPA JUDUL
Hei! Kalian, sini.
- Apa lagi? - Cepat!
Cepat!
BOW BROWSER TELAH DIPERBARUI
Gila, apa ini?
Kenapa ada aku?
Sial!
Tidak! Kita punya kesepakatan!
Sebagai dua orang pendiri, aku William… Oscar.
Kami berkomitmen untuk terus kompak
agar gerakan edukasi dan perdagangan kripto
bisa berlangsung dan konsisten di Indonesia.
Kalau kita bicara mengenai transaksi kripto di Indodax, misalnya,
kita sekarang transaksi per hari itu sekitar 100 miliar rupiah
sampai dengan 200 miliar rupiah.
Jadi, di satu bulan, kita sekitar…
Menunduk!
Anjing! Sial.
Tahun 2020 kemarin,
Bitcoin itu, harga tertingginya di 800 miliar rupiah.
Memang tidak bisa dibantah, transaksi saat itu lebih tinggi.
Satu hari, transaksi kripto paling tinggi itu bisa dua triliun.
Per hari. Kalau saat ini, transaksi kripto per hari cuma sekitar seratus…
Truk duit, Bursa Efek Jakarta, Bitcoin.
Ya, di videonya bilang seperti itu.
Serangan terhadap oligarki dan mafia keuangan.
Ya, tapi kenapa Indodax?
Dia kenal sama kita.
Dan ada kemungkinan kita juga kenal sama dia.
Oke. Kalau begitu, kita butuh saluran aman untuk melacak alamat IP si Arok ini
dan menemuinya.
Ada. Ada tempat yang bisa kita tuju.
- Oke. Nes, mobil di mana? - Di bawah kantor.
Rekaman notulen rapat kita 15 menit,
kalau mereka pintar, lima menit lagi mereka akan menemukan.
Terus?
Kita balik pantau mereka. Mereka sadar.
Mereka semua ke atas, di bawah kosong, nanti aku ke bawah ambil mobil.
Ya ampun. Tidak!
- Bagaimana lagi? - Sabar!
Ada apa?
Tidak.
Bahaya sekali.
Will, hanya ini kesempatan kita.
Kita butuh mobil ini supaya bisa efektif.
Tidak mungkin di saat seperti ini memakai taksi daring.
Nes.
Kau pulang saja, ya.
Ini bahaya sekali. Aku tidak mau kau kenapa-kenapa.
Will, dari kita bertiga, siapa yang pernah balap reli?
Ini berbeda!
Jika butuh orang yang tidak takut mati, perhitungan matang,
bisa gerak cepat, dan menyayangimu, siapa lagi orangnya selain aku?
Lagi pula, kalau aku pulang dan hanya menunggu kabar darimu,
aku bisa mati cemas!
Dan aku tidak mau gagal nikah.
Will.
Karin dan Arok tidak kenal Agnes.
Ayolah.
Pokoknya aku ikut.
Ya sudah.
Kau, tolong hati-hati.
Percaya sama aku, ya?
Kunci mobil. Ayo.
Ya sudah, ayo.
- Fajar. - Ya, Bu?
Kau pantau pembicaraan mereka selama aku di toilet?
Ya, Bu.
…tidak bisa dibantah
kalau suatu hari transaksi kripto bisa mencapai…
- Ini mereka rapat? - Ya.
Jam segini?
Ya, Bu.
Ya…
Namanya juga perusahaan rintisan, Bu.
Dulu waktu aku masih kerja di perusahaan rintisan keamanan data
juga kurang lebih masih rapat juga, Bu, jam segini.
Terkadang kami bisa begadang sampai tiga hari, tapi sekarang…
Tanggal 12 Mei
untuk rapat bulanan kita sudah jelas, ya.
Terima kasih banyak, Semuanya, nanti kalau ada perkembangan lagi…
Dua belas Mei itu tiga minggu lalu!
Apa saja yang kalian lakukan?
Gita! Gita, mereka kabur.
Kejar! Jangan sampai lolos!
Kalian berdua, ke sana!
Bangun kau, Fajar!
Ya, benar.
Karena berdasarkan data kami…
Mereka kabur!
Cepat lari dan kejar!
Siap.
Sial!
Sial!
- Kuncinya kau bawa? - Ini, Bu.
Bagaimana kau ini? Masuk!
- Maaf. - Goblok!
Masuk!
Ya! Ayo!
Ayo, Will! Buru, Will!
Maaf, Bu.
Kami kehilangan mereka.
Berengsek!
Aku butuh kau di markas komando. Bantu aku dari sana, Gita.
Peristiwa ini jangan sampai bocor.
Pak Damaskus jangan sampai tahu.
- Mengerti? - Baik.
Dua bocah itu biar aku yang cari.
Apa ada yang mengejar? Ayo cek.
- Aman! - Aman!
- Yakin? - Aman!
Nes, pelan-pelan.
Nomor tiga masih bisa.
- Kami minta… - Perhatikan operator warnetnya.
- …warga Jakarta… - Bandwith komputernya kuperbesar.
…harap tenang.
- Semoga dia tidak sadar. - Tetap di dalam rumah.
Jangan keluar kalau tidak ada keperluan mendesak.
BERITA SELA
Sejauh ini,
keamanan masih terkendali.
- Kau punya receh, tidak? - Dan dengan ini
kami minta kepada semua warga
untuk menggalakkan gerakan
Warga Jaga Warga.
Dan tolong dilaporkan
kalau ada kejadian yang mencurigakan.
Kami, aku bersama anggota TNI,
bersama Bapak Kapolri,
akan terus berusaha mengendalikan situasi
- Kau ada uang kecil, tidak? - Untuk?
Jajan dan untuk jaga-jaga.
Ledakan bom yang terjadi…
Cepat.
Halo.
Hei. Di sini ada yang mencurigakan.
Ada tiga orang. Ya. Bagaimana?
Mbaknya yang ini! Ya, benar!
Mau bayar, Mas. Ini.
Cepat saja, sudahlah!
Terima kasih, Mas.
Di sini…
Dia lapor polisi!
- Asli? - Penjaganya cepu!
- Hapus riwayatnya! - Sudah!
Sial!
Tidak keburu.
Ayo.
Kembaliannya ambil saja, Mas.
Awas!
- Nes, ayo! - Tunggu.
Lampu!
Fajar.
Kirimkan tangkapan layar wajah perempuan tadi dan pelat nomornya.
Sekarang.
Laporan 87.
Ada aktivitas mencurigakan di wilayah sektor lima, Puri Kembangan.
Unit terdekat, segera melapor.
Laporan 9. Warnet di jalan Daksa 43.
Pelapor mencurigai ada kegiatan peretasan.
Unit 3. Lima menit lagi tiba di lokasi.
Unit 11. Merapat.
Siap, dimengerti. Kami mendekat.
Katamu tempatnya aman, Will.
Dulu aman.
Dulu yang jaga anak punk. Peretas juga. Bukan cepu.
Mengapa kau menyalahkanku?
Sudah, tidak usah bertengkar!
Situasinya juga. Kalau menjadi dia, kita juga akan melapor.
Polisi!
Nunduk!
Sial!
Butuh bantuan. Tersangka di sekitar jalan Mangga dua.
BMW, biru tua.
Delta 1848 Mike Wiski.
Delta 1848 Mike Wiski.
Nes, awas!
Sial! Nes!
Menunduk.
- Kita bisa ketahuan. - Nunduk!
Cepat.
Jalan!
Maju!
Dia kabur!
Stop.
Timku berhasil mendapatkan alur pasokan senjata dari kejadian tadi malam.
Dan kami juga berhasil mengamankan
istri dari salah satu terduga pelaku.
Tapi dari lima jasad yang berhasil kami lumpuhkan,
semuanya negatif, Pak.
Tidak ada satu pun informasi berharga.
Benar-benar seperti hantu.
Mereka tidak terdaftar di dalam dokumen apa pun.
Benarkah kau istri dari Saudara Malik?
Jawab!
Aku punya banyak bukti! Aku tidak main-main di sini!
Benar, dia suamiku.
Aku tidak tahu apa-apa.
Dan kau tidak punya bukti apa pun.
Istrimu tidak akan buka mulut?
Tidak akan, Bang.
Dia tahu risiko semua ini.
Dia akan baik-baik saja.
Tidak ada cukup bukti yang bisa memberatkan dia.
Aku percaya Abang
dan tujuan perjuangan kita, Bang.
Tenang.
Jika ada yang merampas orang-orang yang kita cintai,
seperti yang mereka lakukan terhadap saudara kita, Malik,
kita harus membalasnya dua kali lebih daripada itu!
Sekarang, kita langsung loncat ke skenario bom ke delapan.
- Itu yang kita mau! - Bom kedelapan!
Bom Delapan! Loncat ke Bom Delapan!
Bom Delapan!
Bom itu direncanakan untuk kereta yang terakhir, bukan yang pertama.
Waluyo.
Kita sudah sejauh ini, kau masih tidak percaya dengan rencanaku?
Langsung loncat ke Bom Delapan!
Bom Delapan!
Mereka seakan-akan dipersiapkan untuk mati di sana.
Aku yakin Bapak pasti mengerti benar arah omonganku ke mana, Pak.
Tidak banyak yang bisa seperti ini, Pak.
Karin.
Kenapa kau tidak langsung lapor kepadaku?
Karena… kami sudah memeriksa komputer mereka, Pak.
Dan kami justru menemukan bahwa
mereka meretas server dan perangkat mereka sendiri.
Seperti melacak sesuatu.
Kau sendiri yang bilang
mereka tidak berbahaya.
Ya, Pak!
Asumsiku masih sama, Pak.
Asumsi.
Aku akan segera menemukan mereka.
Dan aku akan laporkan setiap perkembangannya kepada Bapak.
Tidak perlu.
Kapasitas dan aksesmu aku tangguhkan.
Tapi, Pak, semua dokumenku ada di sini dan…
Aku tidak menoleransi kesalahan dalam situasi seperti ini!
Kukira aku bisa memercayaimu.
Sekarang lebih baik kau pulang.
Jaga anakmu.
Biar Gita yang menggantikanmu.
Siap, Pak. Terima kasih.
Baik.
Kita sudah tidak bisa memakai mobilku.
Nomor polisinya sudah terdeteksi.
Ya sudah. Ayo.
Cepat!
Karin.
Bangun. Ada sesuatu yang harus kau lihat.
Pemirsa, kami baru mendapatkan informasi.
Sebuah bom kembali meledak.
Kali ini menghancurkan rangkaian MRT yang baru saja beroperasi.
Ledakan ini terjadi delapan jam setelah ledakan bom
di Bursa Efek Jakarta malam tadi.
Sejauh ini kami sudah menerima konfirmasi 12 orang korban tewas.
Puluhan korban lain sementara ini
dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat.
Hingga kabar ini disampaikan,
penutupan jalan dan evakuasi masih terus dilakukan.
Diperkirakan, kerugian akibat peristiwa ini
mencapai ratusan miliar rupiah.
BERITA SELA
UNGGAH MEDIA
103 C Radio!
Ada kabar yang cukup menggemparkan…
- Duduk sebentar, ya. Punggungku sakit. - Ya.
…ruas jalan utama kota Jakarta saat ini ditutup
dan penyisiran berbagai lokasi…
- Pak. - Sekalian ini.
- Ya, Mas? - Air putih.
…bom di MRT pukul 05.30 yang…
- Bom lagi, Pak? - Ya, Mas.
Soalnya tadi pagi MRT dibom.
Makanya kami semua ketakutan. Aku juga mau tutup warung.
…merupakan lanjutan dari teror di Bursa Efek.
Patroli pengamanan…
Bagaimana ini?
Aku tak mengerti.
Will, polanya berubah.
Tidak, bukan berubah. Mungkin baru kelihatan saja.
Tidak, Will. Orang ini sengaja menjebak kita.
Makanya kita ditangkap oleh intelijen.
Kita dikirimi pesan.
Dia bilang kita teman.
Orang ini mau kita terlibat sejak awal.
- Benar juga. - Tidak bisa.
Tidak.
- Lalu, kita… - Kita harus mencari orang ini.
Bau.
Lalu, kita kirim sinyal ke Karin supaya dia bisa tahu lokasinya. Ya?
Tidak bisa. Kita…
Kita tidak punya apa-apa. Tidak bisa apa-apa jika tanpa laptop.
Mau mengirim sinyal bagaimana?
Ya, kita harus…
Tidak ada laptop. Pakai apa?
Bagaimana lagi? Aku juga bingung mau apa, Will.
Laptop.
Ya, tapi bagaimana mengambilnya?
- Nes, kau mau apa? - Nes!
- Diam. Hati-hati mata. - Nes!
- Tiga, dua, satu! - Nes!
- Cepat, ambil! - Cepat!
- Ayo! - Lari! Kabur!
Aneh.
- Bisa? - Koneksinya jelek sekali.
Aku tidak bisa akses server.
Sini, aku coba.
TERSAMBUNG KE PERUTE
Dia mau kita terlibat sejak awal.
Os.
Kau bilang dia mau kita terlibat sejak awal?
Ya.
Bu, minta kertas, ya.
Pinjam laptopnya.
Tanggal 22 Mei 2010.
- Hari Piza Bitcoin. - Ya, coba cari.
HARI PIZA BITCOIN
HARI PIZA BITCOIN
Anjing.
Sial.
Berarti benar.
Kita dari awal dijebak.
Tempatnya jauh sekali.
Hari Piza Bitcoin itu apa?
Tanggal 22 Mei 2010.
Setahun setelah Bitcoin diperkenalkan,
Laszlo Hanyecz…
Silakan, Bu.
Seorang penambang awal Bitcoin, programer asal Florida,
dia menukarkan 10.000 bitcoin untuk dua piza ukuran jumbo.
Itu menjadi transaksi kripto pertama dengan menggunakan barang fisik.
Menjadi hari sakral yang dirayakan
oleh komunitas kripto seluruh dunia setiap tahunnya.
- Beli piza? - Ya, 10.000.
Polisi!
- Ayo. - Cepat!
Jam malam akan diberlangsungkan di Jakarta mulai hari ini.
Kami, Badan Kontra Terorisme,
terus berkoordinasi dengan pihak militer dan pihak kepolisian
untuk mengungkap kasus ini dengan tuntas, secepatnya.
Cukup, Pak.
Pak!
Will, ini Stasiun Kota!
- Itu mungkin, ya? - Ya, itu sepertinya.
Gereja?
Ini titiknya ke gereja, Will.
Nes.
Ini benar.
Gereja, ya?
Nes, kami akan masuk.
Kalau terjadi apa-apa denganku dan Oscar,
tolong hubungi nomor ini.
Kasih tahu yang sebenarnya.
Kalian yakin?
Tidak ada pilihan lain. Kami harus.
Hati-hati, ya.
Will.
Kenapa di gereja, ya?
Aku juga tidak mengerti.
Sepertinya ini cuma titik, bukan markas mereka.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
mari kita satukan hati kita.
Naikkan doa kepada-Nya.
Meminta pertolongan dan bimbingan.
Mari kita berdoa.
Ya, Bapa kami di Surga,
kami datang ke hadirat-Mu yang kudus
dengan segala sukacita dan permohonan kami.
Kiranya Engkau selalu menyertai.
Mengiringi langkah kehidupan kami.
Di tengah saat-saat ku sekarang,
dengan segala rasa takut,
dan dilanda rasa khawatir.
Bapa di Surga,
biarlah semua doa dan harapan ini
kami limpahkan hanya di dalam tangan kasih-Mu saja.
Semua doa dan permohonan ini,
kami yakin dan percaya akan selalu mendapatkan keringanan dari Tuhan.
- Kita kenapa pindah mobil lagi? - Ayo, turun.
- Os. - Di mana ini, Pak?
Jalan.
- Permisi. - Hei.
Aku diberi tahu orang di sana bahwa di sini menjual ponsel gelap.
Di sana. Ayo ikut.
Cari ponsel.
Oke.
- Berapa? - Tiga setengah.
- Aman, 'kan? - Nomor gelap.
Halo, dengan Karin Anjani?
Aku Agnes, tunangannya Will.
William dan Oscar diculik.
Jalan! Ayo!
Selamat datang.
Terima kasih sudah menemukan kami.
Terima kasih.
Kenapa kami dijebak?
Dikirimi pesan.
Tidak ada yang menjebak.
Kalian memang bagian dari rencana.
Kalian yang membuat kami yakin
bahwa apa yang kami bayangkan dapat terwujud.
Memangnya apa yang kalian bayangkan?
Aku ingat, Will. Aku tahu kau siapa.
Bersama kami hari ini
kita menatap masa depan.
Dunia finansial yang inklusif dan transparan.
Terbebas dari yang namanya ketidaksetaraan
dan sentralisasi.
Dia pernah ikut seminar kita.
Kalian yang memperkenalkan uang digital kepada kami.
Dan kalian pula yang membuat kami yakin
bahwa sistem keuangan konvensional yang korup dapat digantikan.
Kalian membayangkan untuk menggantikan dunia yang lama,
tapi tetap memutuskan untuk selalu berkompromi.
Dan kami, di sini, dapat membantu kalian untuk mempercepat itu terjadi
tanpa perlu berkompromi.
Kami memang ingin dunia yang lebih baik.
Tapi tidak dengan membunuh orang-orang yang tidak berdosa!
Hei.
Setiap harinya
banyak orang yang mati karena kelaparan
karena dimiskinkan secara sistemis.
Bahkan, dulu di daerah perbatasan ketika aku bertugas,
orang-orang mati karena tidak dapat fasilitas kesehatan.
Dan itu bukan karena bom.
Kami punya 500 bitcoin.
Kalau kalian mau ambil, ambil!
Tapi hentikan apa pun yang kalian lakukan sekarang!
Kami tidak butuh uang.
Kami semua di sini hanya…
mengisi hari-hari kosong.
Karena semua yang kami punya sudah dirampas.
Dirampas oleh sistem keuangan yang korup.
Mulanya, istriku tertipu produk asuransi.
Tapi kami masih bisa bertahan.
Dan perlahan memperbaiki keadaan.
Sampai akhirnya seorang kawan menawari untuk masuk Koperasi Dana Surya.
Aku tahu kasus itu.
Lalu?
Lalu, istriku menjadi nasabah koperasi tersebut.
Dan juga menjadi penjual untuk menjual produk mereka ke tetangga,
keluarga, dan juga kawan-kawan.
Itu dia kenapa istriku sangat terpukul ketika kasus penggelapan dana muncul.
Semua orang mengincar dan menyalahkan istriku.
Sampai akhirnya dia depresi.
Latihan militer besar membuatku tidak bisa berada di rumah
ketika pengadilan memutuskan
pejabat Koperasi Dana Surya tidak bersalah.
Dan di hari itu pula istriku gantung diri.
Tidak lama setelah itu…
anakku masuk rumah sakit.
Sampai akhirnya dia meninggal.
Kami manusia-manusia tanpa sisa yang dikubur Tuhan hidup-hidup.
Tuhan?
Hanya kepada Tuhan kita percaya.
Semua orang
bahkan institusi-institusi yang bertuhan sekalipun
menyembah ini.
Lalu, kalian datang dengan suatu hal yang revolusioner.
Tapi mereka-mereka yang menyembah ini
selalu saja menghambat kalian.
Hanya kami yang dapat memberi kalian loncatan
untuk menghancurkan mereka.
Yang perlu kalian lakukan
hanya membangun ulang apa yang akan kami hancurkan.
Gampang, 'kan?
Berhenti di sana.
Kenapa aku harus percaya kalau kalian tidak terlibat?
Kami dijebak.
Terorisnya mengirim pesan,
kami berusaha melacak lokasinya,
sekarang Will dan Os diculik.
Oscar.
Anjing! Apa-apaan kau? Gila, apa?
Kemarin kau yang meyakinkanku soal Agnes untuk ikut,
sekarang aku tidak tahu dia bagaimana!
Terus sekarang kau datang ke sini,
mau mengajakku bergabung dengan teroris gila itu?
Kau tahu, 'kan, yang dia bicarakan cuma utopia gara-gara dendam?
Dia tidak paham, Os!
Kripto itu bukan mata uang saja, tapi blockchain!
Lagi pula, kita sama-sama tahu
ekonomi tidak akan bisa jalan kalau tidak ada yang mengatur!
Will.
- Siapa yang mau menjadi teroris? - Kau yang bilang mau menjadi teroris!
- Kau yang mau! - Berisik kau! Diam!
Diam!
Kita sudah di sini.
Dengan bodohnya kita cari tempat ini dan sekarang kita terjebak di sini.
Sekarang pilihannya tinggal dua.
Diam sampai tempat ini ditemukan,
dan belum tentu kita bisa lolos karena mereka bisa bilang kita berkomplot.
Atau kita bisa berbuat sesuatu
agar teror ini berhenti, Will!
Goblok, ya!
Tidak bisa! Kita hanya dua kutu buku yang lagi bangun perusahaan rintisan!
Aku paham cara pikir kau.
Aku mengerti amarahnya.
- Istrinya meninggal bunuh diri… - Itu bukan urusan kita, Oscar!
Anjing, kau!
Will, ayahku kena tipu investasi bodong
dan sampai sekarang dia depresi gara-gara terlilit utang!
Maka dari itu…
aku mengembangkan Indodax sampai sebesar ini, Will,
untuk membayar utang ayahku!
Waktu itu usiaku 11 tahun.
Ibuku…
sedang sakit.
Dan kebetulan aku ada tugas di sekolah.
Daripada pulang untuk menemani ibuku…
aku lebih memilih untuk…
mengerjakan tugas di sekolah.
Saat pulang…
Saat pulang, ibuku sudah tidak ada, Will.
Maka dari itu, Will,
aku sangat mengerti cara pikir orang ini.
Di Indodax,
kita bagi-bagi tugas.
Kau bagian ambil risiko.
Aku bagian evaluasi risiko.
Bagian ini aku tidak setuju.
Will.
Itu dia.
Kau…
seharusnya menjadi orang yang paling mengerti cara pikirku.
Bang.
Ini yang akan mengubah semuanya.
Uang mereka di bank, tabungan, deposito, pasar uang, akan hilang.
Selamanya, Yo.
Gita.
Kau akses CCTV di sekitar Gereja Portugis tadi malam.
Tapi, Bu, kalau Pak Damaskus tahu aku bisa kena masalah.
Aku butuh bantuanmu, Gita.
Kau ikuti van warna silver
yang keluar dari sana.
Kau akan ketemu markas
untuk teroris.
Mereka akan bawa kau ke sana.
Apa intel ini valid?
Seratus persen valid.
Mbak, maaf sekali.
Menurutmu, dia akan melakukan apa yang kau suruh?
Aku ada cara lain.
Ya, aku paham.
Siapkan rencana selanjutnya.
Waluyo.
Serangan berikutnya di sini.
Bandara?
Tapi, Bang,
ini bukan lokasi yang sudah kita sepakati.
Perubahan rencana.
Karena ini akan menjadi pukulan ekonomi yang luar biasa terhadap negara ini.
Dan juga untuk menghancurkan kredibilitas Badan Kontra Terorisme
serta menutup gerbang internasional.
Tidak bisa, Bang.
Di rencana kita kemarin hanya ada satu serangan ke fasilitas publik.
- Katamu sebagai distraksi… - Perubahan rencana itu baik, Waluyo.
Itu tandanya kita terus-menerus memikirkan apa yang sedang kita lakukan.
Bang.
Kemarin kita sudah sepakat meledakkan kereta terakhir yang kosong.
Tapi ledakan subuh tadi apa? Ada 12 korban tewas, Bang.
Dan serangan ini hanya akan memperbanyak korban sipil!
Kau masih tidak percaya denganku, Waluyo?
Apa yang kulakukan ini untuk tujuan kita bersama.
Dan kita akan mencapai tujuan itu lebih cepat.
Lalu, apa yang akan terjadi
jika pemerintah mengabulkan permintaanmu?
Os!
Status quo tidak akan mau melakukannya.
Itu dia mengapa semua bom akan tetap diledakkan.
Ayo, jalankan.
Ayo kerjakan!
Kalian berdua bantu.
Will.
Maaf, Pak, ada telepon dari istana.
Ya, ini aku.
Pak Damaskus, MenHan di sini.
Presiden berpesan
kalian punya waktu 24 jam untuk menghentikan kekacauan ini
dan tangkap pelakunya.
Jika kau tidak berhasil,
Presiden sudah perintahkan Panglima untuk ambil alih komando.
CCTV pintu samping Gereja Portugis, Pak.
Sekitar pukul 20.00.
Seluruh agen terbaikku sedang bekerja.
Di sana. Itu.
Kami terlatih mengatasi ini.
Tolong sampaikan kepada Ibu Presiden
bahwa aku mempertaruhkan reputasiku.
Baik.
Waktumu 24 jam, Pak Damaskus.
- Arahan lepas landas. - Selesai.
- Lampu antibenturan. - Menyala.
Daftar periksa sebelum memulai, lengkap.
Skyline 072, tempat parkir nomor 4, POB 170, minta mundur dan mulai,
informasi bravo.
Ini. Mobilnya sama, warnanya yang beda.
Benar, ini mobilnya.
Bisa diperbesar?
Sebentar, ya.
Ya.
RTMC Jakarta Pusat. Bisa dibantu?
Sepertinya mereka menukar mobilnya.
Soekarno-Hatta dibom?
Bandara dibom.
Ada apa di bandara?
Pak! Bandara dibom, Pak!
Pak!
Pak, bandara! Bandara internasional dibom, Pak!
Pak, ini rekaman CCTV, kejadian dua menit yang lalu.
Sial!
Bangsat!
Itu tempatku.
Kau sepertinya tidak setuju dengan serangan ini.
Keluargaku hancur karena dibohongi sistem perbankan.
Rumah kami dirampas.
Hanya karena telat bayar KPR tiga bulan
setelah aku diberhentikan kerja waktu itu.
Setelah itu…
Ibu sempat pakai uang tabunganku untuk…
investasi di Koperasi Dana Surya.
Tidak lama setelah itu,
beliau sakit
dan meninggal.
Aku kehilangan semuanya.
Tidak ada uang.
Tidak ada rumah.
Tidak ada Ibu.
Yang aku inginkan…
Ingin menghancurkan sistem yang bobrok sekarang ini,
tapi tidak dengan mengorbankan masyarakat sipil.
Hari di waktu aku bermaksud meledakkan koperasi itu,
aku bertemu Bang Ismail.
Sebagai mantan komandan pasukan elite, nalurinya terlatih.
Dia yang mengajakku membangun semua ini.
Kalau begitu, kita harus hentikan semua ini sekarang.
Ada sepuluh bom yang masih tersebar.
Kerusakan akan makin besar. Korban akan makin banyak.
Semua bom yang sudah ditanam bisa diaktifkan melalui laptop itu?
Ya.
Aku yang membuat terminal dan jaringannya.
Tapi target dan letak bom-bom itu hanya Arok dan timnya yang tahu.
Laptop ini bisa masuk ke jaringan?
Bisa.
Tapi aku harus membuka akses terminal
dan komputer utama di ruang komando.
Bagaimana, sudah bisa masuk?
Jaga!
- Os, aku sudah masuk! - Oke!
Ya! Os, bom keempat!
Oke, ya sudah! Cepat!
Ferdi!
DINONAKTIFKAN
- Will, ayo! Lama sekali kau! - Ya sabar, Anjing!
Apa ini? Jago sekali membuat lapisannya!
Sial!
- Bom kelima! Os! Bom kelima! - Ya, cepat!
DINONAKTIFKAN
Waluyo.
Hentikan.
Anjing. Masih lanjut, Bang!
Oscar, William! Cari mereka!
Ayo, Jek.
Oscar, William, lari!
Di sana!
Sial! Sebentar! Datanya.
Tidak ada waktu, Anjing! Mau mati kau?
Hei!
Lewat sini!
- Tangkap Waluyo! - Siap, Bang!
Ayo!
Waluyo!
- Bagaimana? - Sudah semua.
Tapi kenapa hanya 12 bom? Kalian bilang di video ada 13.
Bom ke-13 ada di tangan Bang Ismail.
Sebuah malware yang baru kuselesaikan dua hari yang lalu.
- Malware? - Ya.
Sepertinya dia punya penyusup di Agensi Kontra Terorisme.
Untuk mengaktifkan malware itu, dia butuh server utama.
Tidak apa-apa. Yang penting sekarang kita harus pergi dari sini. Ayo.
Waluyo!
Waluyo!
Kau sudah merusak mimpi yang kita bangun bersama!
Kalian ke sana saja. Pakai ini sekarang. Cepat!
Mas! Kau bagaimana?
Ayo, cepat! Sekarang!
- Will, ayo! - Ayo.
Os!
- Waluyo! - Os!
Kalian bertiga, cari dua anak itu, tangkap hidup-hidup!
- Siap. - Siap, Bang!
Kita harus
aktifkan skenario bumi hangus sekarang.
Ini pilihan paling terakhir.
Kita harus selesaikan.
- Koordinasi dengan… - Pak!
Aku menangkap sinyal telepon di area yang tidak lazim.
- Emil. - Ya.
Perjelas.
BADAN KONTRA TERORISME INDONESIA
Ini pabrik kosong.
MEMINDAI
DITEMUKAN
Koordinasikan dengan kepolisian.
Serang.
Siap.
Pak, aku bisa masuk ke server mereka.
Ikut Emil.
Andi, gantikan Gita.
Baik, Pak.
Di sana, Will!
Ayo, cepat!
Apa kau ingat nomornya?
Enam… delapan… delapan.
PANGGILAN MASUK NOMOR TIDAK DIKENAL
- Halo. - Halo.
Halo. Ini William.
Will!
Lokasi!
Ikuti sinyal ini.
Hati-hati, ada penyusup
di kantormu.
Satu lagi, Arok adalah mantan pasukan elite.
Namanya Ismail.
- Kau bisa bawa mobil ini? - Bisa.
- Kita gantian. - Oke.
Katanya di markas ada penyusup. Kau yakin aman, Mbak?
Aku akan cari tahu.
- Kita harus segera bergerak dari sini. - Oke.
Di mana? Ketemu?
Git.
Tugasmu temukan server utama, nonaktifkan bom, ambil data, keluar.
KOORDINAT
Lima ratus meter, belok kanan.
Siap.
Parkir di sini.
- Sebelah kanan? - Ya, kanan.
- Buka bagasi, bawa senter. - Oke, siap.
- Buka tasnya. - Siap.
Kau diam di sini saja.
Tidak. Aku ikut, Mbak.
Kau mau mati?
Dari awal aku sudah tahu risikonya. Itu sebabnya aku ada di sini.
Lagi pula, untuk apa aku menunggu di sini tanpa berbuat apa-apa?
- Tunanganku… - Pakai ini, lalu bicara.
- Tidak mau, pokoknya aku mau ikut, Mbak. - Pakai dulu.
Aku mau ikut.
- Sudah? - Sudah.
Kenapa kau harus ikut?
Kalau mau ikut aku,
tidak ada melawan sama sekali.
Ya?
- Terus ada di belakangku. - Ya.
- Mengerti? Ya? - Ya.
Lihat ini?
Kokang.
Tekan, bukan tarik.
Oke.
Oke. Tekan, bukan tarik.
Ini isinya lima.
- Hati-hati. - Oke.
Kokang, tekan, bukan tarik.
Aku sudah kirim sinyal ke markas.
Kita masuk, selamatkan William dan Oscar, kemudian keluar.
- Yang lainnya bukan urusan kita. - Oke. Siap.
Paham?
Sudah dapat dikonfirmasi.
Lokasi tersebut markas mereka.
Bu Presiden,
serangan segera dilaksanakan.
- Tuntaskan. - Baik, Bu Presiden.
Saudara-Saudara,
apa yang akan kita lakukan ini
akan terus hidup abadi selamanya.
Tidak pula serta merta terlupakan
dan tidak akan habis dimakan oleh waktu.
Tim!
Malam ini, kita bukan pasukan.
Kita pemulih!
Dan malam ini akan menjadi mimpi buruk
bagi kekuasaan!
Dan akhir dari sistem yang korup.
Kita kembalikan yang sudah mereka hancurkan!
Kematian kita tidak akan sia-sia.
- Anoraga! - Anoraga!
Lawan!
Maju!
Maju!
Kanan!
Kiri!
Tahan!
Ayo!
Musuh jam sembilan!
Awas!
Ayo!
Dua penyusup di arah belakang!
Kalau kau tidak menembak, kau yang mati!
Maju!
Bima, jaga sisi barat.
- Kita panggil saja. Hei! - William!
Ditembaki juga!
Lari!
Maju!
Ikuti kabelnya. Lindungi Gita.
Siap! Dimengerti.
Maju!
Kau tikusnya.
Angkat tangan.
Angkat tangan!
Balik badan.
Ponsel.
Lihat ponselmu.
Ponsel!
Maaf, Pak. Harga…
Harga Bitcoin lagi turun sekali, Pak. Aku…
Aku sangat rugi, Pak. Aku…
Goblok!
Kembali ke posmu.
Telusuri temuan Karin.
Tuntun aku ke markas mereka.
Buat dirimu berguna!
Tikus goblok!
Bar, buka terminal delapan.
Oke.
Terminal delapan terbuka!
Andi!
Ya!
- Buka server akses ke dinas militer. - Siap!
Jaga belakang!
Mbak Karin!
- Itu suara Agnes! - Agnes?
Tetap di belakangku.
Cek kiri.
Siap?
Jangan jauh-jauh.
- Agnes. - Agnes.
- Ini aku. - Hei! Kau tidak apa-apa?
Kenapa kami ditembaki?
Kalian kabur dariku.
Sekarang kalian dianggap buron dan dianggap terlibat.
Kami sudah menonaktifkan semua bom.
Tapi cuma sembilan bom, Mbak.
Sisa bomnya ada di Arok.
Insinyurnya bilang bom ke-13 itu adalah malware.
Pegang.
- Ayo. - Kenapa aku?
Agnes, bawa mereka ke mobil. Sembunyi di sana.
- Tunggu aku di sana. - Oke.
- Pergi! - Ayo!
Sial!
Tembak!
Menunduk!
Maju!
Berhenti!
Aku tahu kau Arok!
Lepaskan senjatamu! Angkat tangan!
- Tangkap. - Baik, Bu.
Bang Ismail.
Hebat kau, Git.
Ini bom ke-13 kita.
Kau selesaikan.
Untuk kakak dan keponakanmu.
Awas!
Lari, Git!
Emil!
Sial!
Flashdisk…
- Itu malware-nya. - Gita…
Biar aku lihat.
- Gita… - Buka!
- Gita? - Gita.
Ke sana.
Bertahanlah.
Aku sudah menelusuri informasi dari Bu Karin, Pak.
Namanya Ismail.
Pangkat terakhir, Mayor Komandan Batalion Elite.
Ismail desersi lima tahun lalu setelah anak dan istrinya meninggal.
Oke.
Sekarang kau pantau pakai CCTV
semua pergerakan yang bisa dilihat di sekitar pabrik.
Terus kabari aku.
Siap, Pak. Laksanakan.
Agnes, Oscar, William.
- Gita! Malware-nya ada di Gita. - Gita?
Dia pasti akan menyerang dengan server agensi.
Kenapa server agensi?
Karena kami punya superkomputer
yang terhubung ke seluruh jaringan negara.
Oke. Aku saja, Mbak!
- Sial! Ayo! - Masuk!
Jalan. Mundur!
Paket berhasil.
BADAN KONTRA TERORISME INDONESIA GITA PERTIWI AKSES DITOLAK
- Malam. - Malam.
Bisa lihat identitasnya?
Silakan.
Tak ada waktu untuk pemeriksaan keamanan, kita akan terlambat.
Lalu?
Berani terobos sambil ditembaki sedikit?
Kabur!
Mbak…
Mbak!
Nes! Awas!
Katanya sedikit, bagaimana ini?
Fajar!
- Di sana. - Ayo.
Servernya, Mbak.
Dikunci, Mbak!
Mbak!
Gita, berhenti! Jangan paksa aku menembakmu!
Kau lebih baik dari ini.
Kita bisa perbaiki ini, Gita.
Aku mohon.
Mayor
Ismail Gani.
Sebagai patriot,
apa yang sesungguhnya kau bela?
Istriku…
bunuh diri.
Dendam kami tuntas di sini.
MENGINSTAL
Gita!
- Server! - Will!
Ambil alih!
Bagaimana?
Mereka ingin menghapus semua uang yang ada!
- Sial! - Awas!
Aduh! Sudah tersebar! Tidak bisa!
Mbak, benar kena? Maaf!
Mbak!
- Diam! Tahan! - Tidak!
- Oke… - Bu Karin.
Kakakku bunuh diri.
Karena orang-orang sepertimu
tidak mampu membela manusia-manusia seperti kami dan keluarga kami.
MENGINSTAL
MALWARE AKTIF
Bom ke-13 kami ini
akan membuat kita semua sama.
Duduk sama rata, menyambut harapan yang baru.
- Perute tiga! Cabut saja langsung! - Oke!
Delapan, Will! Perutenya!
Lebih baik aku mati bersama kakakku
daripada menghabiskan sisa hidup di penjara.
Empat-tujuh perute kedua. Ayo!
Oke. Berapa lagi?
- Empat-enam sekarang! - Oke, 46.
Perute tiga langsung dicabut saja.
Maaf, Mbak!
Sial!
Delapan! Delapan berapa?
- Delapan! - Cabut sekarang! Ayo!
Ayo, nanti tersebar!
- Cek! - Oke.
- Sudah! - Ke komputer utama! Ayo!
- Will, ayo, Will! - Berisik!
Tidak ada waktu lagi.
Ini yang terakhir, Os!
Ingat, Jenderal.
Mati satu…
Akan tumbuh seribu.
Sial! Bagus!
Kerja bagus.
Bisa jalan? Pelan-pelan.
Jenderal.
♪ Saling ♪
♪ Saling tindih-menindih ♪
♪ Kerap kali mendidih ♪
♪ Hingga mencapai perih ♪
♪ Lalu, dibaluti luka ♪
♪ Luka yang penuh duka ♪
♪ Sudah terasa sudah ♪
♪ Terlalu menghiasi ♪
♪ Rintihan selalu ♪
♪ Terdengar menggebu ♪
♪ Yang terasa pilu ♪
♪ Dan membuat sendu ♪
♪ Rintihan selalu ♪
♪ Terdengar menggebu ♪
MALWARE HARAPAN BARU DINONAKTIFKAN
♪ …terasa pilu ♪
♪ Dan membuat sendu ♪
♪ Saling ♪
♪ Saling tindih-menindih ♪
♪ Kerap kali mendidih ♪
♪ Hingga mencapai perih ♪
♪ Lalu, dibaluti luka ♪
♪ Luka yang penuh duka ♪
♪ Sudah terasa sudah ♪
♪ Terlalu menghiasi ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.