Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Leyla.
Kenapa kau di sini?
THANK YOU, NEXT
#DIGANTUNG
Selamat!
Selamat!
Beberapa bulan lalu, kutemukan cincin di jaketnya.
Aku tak berniat merogoh sakumu. Itu benar-benar kebetulan.
- Saat aku sadar, aku panik. - Ini. Sudah coba?
Aku takut. Namun, terapisku menyuruhku menghadapinya.
- Apa ini? Enak sekali. - Tindakanku lebih dari itu.
- Kue pernikahanmu akan lebih enak. - Terlalu lama. Buatlah kapan-kapan.
Kau tak akan menunggu terlalu lama. Semua orang menatapmu.
- Bicaralah, Sarp. - Ya.
- Ayo. Pidato! - Pidato!
- Ayo, suamiku sayang. - Pidato!
Yah...
Teman-teman, aku agak bingung.
Aku bisa bilang apa?
Aku mencintaimu.
Bagus!
Sayangku!
Omong-omong, terima kasih banyak, Koki Şeyyaz.
Kuenya sempurna.
- Beri tepuk tangan. - Ya! Bagus.
Bagus!
- Aku tak akan ganggu jika kau menangis. - Ya.
Tak betah di pesta pernikahan? Banyak kenangan buruk?
Baik, Sayang. Besok aku berangkat pagi-pagi.
- Sampai bertemu di Bodrum. - Aku minta maaf.
Pernikahan? Ya.
Nanti kuceritakan. Seru.
Sama-sama.
Defne, bawalah rancangan yang baru. Kita akan lihat tanahnya.
Dah. sampai jumpa.
Kenapa pergi?
Agar kau bisa bicara dengan bebas.
Kau masih berutang dansa.
Tidak.
Kubujuk Beliz untuk menikah...
agar bisa berdansa denganmu.
Aku percaya.
Malam yang aneh, 'kan?
Kita baru mulai.
Di sini agak dingin. Terasa ada angin sepoi-sepoi.
Benar.
Apa kau memulai proyek baru dengan Defne?
Jangan membahas bisnis sekarang.
Baiklah.
Kasihan sekali dia.
Dia akan bolak-balik Los Angeles dan Istanbul.
- Lebih kasihan suaminya... - Mereka bercerai.
- Benarkah? - Ya.
Dia sudah lama ingin bercerai.
Akhirnya dia berhasil.
Itu bagus. Selamat.
Akhirnya, kalian berdua lajang.
- Kau tak apa-apa? - Ya. Terima kasih. Aku tak apa-apa.
Defne dan aku bukan kekasih.
Terserah kau. Apa peduliku?
Aku sendirian.
Tak satu pun wanita, termasuk mantan istrimu,
yang berarti dalam hidupmu.
Mereka tak bisa.
Mereka hanya membuatmu sibuk
sampai cinta pertamamu, cinta sejatimu, kembali kepadamu, 'kan?
Namun, pada akhirnya...
Semoga hubunganmu dengan Defne baik-baik saja,
dan tak ada lagi wanita yang terluka.
Aku berjanji akan menari halay. Sampai jumpa.
Leyla!
- Leyla. - Tunggu sebentar.
Bisa-bisanya aku menikah.
Dengar, Sarp. Aku bersumpah akan mengamuk.
Aku berniat melamarnya, lalu kencan sebentar.
Seharusnya begitu. Siapa yang menikah tiba-tiba?
Mestinya kau menolaknya!
Tak ada kesempatan.
Siapa yang adakan pesta kejutan?
Apa yang terjadi?
- Tuba Tepelioğlu telah meninggalkan kita. - Kenapa?
Pengantinnya pihak musuh. Apa lagi?
- Ini. - Lihatlah.
Dia lihat foto pernikahan di sosmed, lalu meradang.
Bisa ambilkan dompetku?
Cem Murathan membuatnya cemburu.
- Kenapa begitu? - Tidak.
- Ada yang tak kami tahu? - Tidak ada.
- Kenapa? - Sungguh, Paman. Tak ada apa-apa.
Dia meneleponku berkali-kali!
Boleh minta wiski? Pakai es.
Baik, dua boleh.
Buddy, Sayangku!
Selamat datang.
- Aku terlambat. - Aku juga.
Kamis kau datang?
Aku mungkin tak bisa.
Pembukaan hotel. Kenapa tak bisa?
Ada sidang di Ankara.
Baik. Berangkat pagi agar malamnya sempat.
Kau biarkan aku sendirian?
PONSEL BALIM
Balim pasti ikut denganmu.
- Kenapa tak kau jawab? Angkatlah. - Biar saja.
Datanglah, ini hotel pertamaku.
Pasti keren. Kau harus datang.
Kalian bertengkar?
Sudah putus.
Benarkah?
Cepat sekali.
Yah, begitulah.
Lantas? Kenapa bisa putus?
Balim bertanya arah hubungan mereka.
Itu terlalu cepat.
Itu biasa, Sayang.
Jika tak tahu apa yang terjadi, kita butuh jawaban, 'kan?
- Selamat pagi. - Pagi.
Semua lelaki sama saja. Pasrah jika putus.
Dengar. Kembalilah bersama selagi masih berteman.
Kudoakan!
Jangan konyol, Esra. Tolong hentikan.
Baru kuhapus dia dari duniaku. Aku tak mau.
Simpanlah dia untuk musim hujan, Sayang.
Tidak. Aku tak mau ada masalah lagi.
- Terima kasih banyak. - Sama-sama.
- Beliz? - Mau apa dia pagi-pagi?
- Selamat pagi, Semua. - Selamat pagi.
Ada berita bagus.
- Sudah datang semua? - Murat di rumah, mengasuh anak.
- Kabari dia nanti. - Baik.
Baik. Pengacara Beliz Temur bergabung ke kantor hukum kita.
- Itu bagus. - Beliz Temur Korkuter.
- Selamat. Semoga sukses. - Terima kasih.
- Itu bagus. Selamat. - Selamat, Beliz, Sayang.
Mulai sekarang kita akan mewakili Tn. Cem.
- Bagus. - Berita yang bagus untuk memulai hari.
- Selamat. - Terima kasih.
Selamat.
- Silakan... - Tentu.
Aku senang sekali, Sarp!
Kita akan lebih sering bertemu.
- Sekali lagi, selamat. - Terima kasih.
Malam ini kita bersulang untuk Beliz.
- Selamat bergabung. - Terima kasih.
Tunggu. Karena Cem Murathan bosku, kini kalian pengacaraku.
- Ya. - Untuk keluarga kita yang bertumbuh!
Semua lelaki dalam hidupmu bawahan Cem Murathan.
Kau menyadarinya?
- Ayo, Leyla. - Ambil gelasmu.
- Untuk masa depan kantor kita. - Untuk masa depan.
Kenapa kau tak minum?
- Ada apa? - Kejutan lagi?
Kau hamil?
Bukan itu alasannya, 'kan?
Kenapa, Sarp, Sayang?
Tidak, aku...
Aku tak percaya.
Kau benar-benar hamil?
Kenapa terkejut? Kau juga ada di sana.
Selamat, Ayah.
- Terima kasih. - Sama-sama.
- Malam. - Malam.
Berhentilah merajuk. Tak apa-apa.
Kehamilannya belum pasti.
Melihat nasibku, dia pasti hamil.
Bersyukurlah. Kau temukan wanita yang kau cintai dan menikahinya.
Nikmati saja. Hargai itu.
Benar. Lihatlah kami yang tak punya kekasih.
Leyla. Kuantar kau pulang.
Tidak usah. Aku ikut mereka.
Aku rindu.
Şeyyaz, kita bertemu setiap hari.
Kau menjadi bagian dari geng kami.
- Itu jelas. - Bukan itu.
Aku rindu kita.
Zeynep menelepon.
Baik. Nanti saja.
Katamu sudah putus dengannya.
"Katamu putus, tetapi kalian masih dekat."
"Katamu sudah putus dengannya! Kau membohongiku."
Itu artinya.
Mira selalu ada dalam hidupnya.
Apa kami terkejut? Tidak.
Ini namanya digantung.
Wanita dijejerkan seperti pajangan.
Kalian manjakan mereka.
Lelaki sedikit, jadi rebutan.
Jika manjakan mereka, kalian dijejerkan seperti pajangan.
Bahkan seperti orang bodoh.
ŞEYYAZ BISA KITA BICARA?
ÖMER: YANG MANA?
LEYLA: YANG INI
- Selamat pagi, Semua! - Selamat pagi.
Leyla. Sarp memasukkan Beliz ke grup WhatsApp.
Yang benar saja. Berakhirlah keseruan kita.
Tentu saja, aku membuat grup baru tanpa ada Sarp dan Beliz.
Benarkah?
SARP DAN BELIZ TAK ADA DI SINI
- Selamat pagi! - Selamat pagi.
Pagi, Sayang.
Leyla, sudah kau tanya? Apa dia hamil?
Belum.
- Ayo kita rapat. - Ayo.
- Kau sangat cantik hari ini. - Sayangku!
Kita butuh persetujuan klien.
RESES SIDANG ASLI
FUNDA: LIHAT WAJAH SARP. PASTI TAK BERHASIL
ESRA: LUPAKAN ULTAH PERNIKAHAN
Beliz tangani kasus ini.
LEYLA: KAU JAHAT!
Aku juga tangani perjanjian Gaspar.
Bagus. Penyitaan dan penagihan akan dihentikan.
Penjualan agunan juga.
SARP: KALIAN BUAT GRUP BARU?
Sarp...
- Apa agendamu? - Aku ke pengadilan besok.
RESES SIDANG SARP: KALIAN BUAT GRUP BARU?
- Aku di sana sampai Jumat malam. - Bagus
CEO Juno Chemistry akan datang Jumat malam
untuk berkonsultasi.
SARP: DIA TIDAK HAMIL!
Leyla, Sayang?
- Kau lowong? - Ya. Biar aku saja.
Aku mengambil alih kasus Esra.
LEYLA: KAU TAK MERASA MALU?
SARP: TIDAK
Sayangnya, kasusku pekan ini hanya mengasuh anak.
Itu kasusku pekan lalu, tetapi tak bilang "sayangnya".
SEMOGA ANAKMU EMPAT!
SARP: SEMOGA KAU YANG MELAHIRKAN MEREKA
SARP: KINI AKU LEBIH HATI-HATI!
LEYLA: KUTERUSKAN INI KE BELIZ!
Aku akan mondar-mandir Kartal dan Şişli. Tidak bisa.
Leyla, kau lowong, 'kan?
Uruslah lelang Pabrik Anggur Sirena.
Tentu. Baiklah.
- Terima kasih, Leyla. - Sama-sama.
PABRIK ANGGUR SIRENA PEMILIK: CEM MURATHAN
Tunggu. Tidak.
- Aku tak bisa. - Kenapa?
Koleksi Tn. Cem tak ternilai.
Dia sangat menantikan lelang gudang anggur langka ini.
Defne tahu ada lelang untuk 3,000 botol.
Dia ingin memberi Tn. Cem kejutan.
Lelangnya di Urla.
Cem Murathan tak ke sana?
Tidak, kau akan ditemani Defne.
Baiklah.
- Terima kasih, Leyla. - Sama-sama.
Selamat datang. Silakan.
Aku sering ikut lelang,
tetapi aku baru tahu ada pelelangan anggur.
Kupercayakan detailnya kepadamu.
Terima kasih banyak.
Aku sudah sampai. Kau di mana? Sudah berangkat?
Tenang, akan kujelaskan semuanya.
Sayangnya, aku tak bisa ikut.
Kenapa?
Karena aku baru tahu Nil Katmanoğlu akan ada di sana.
Siapa Nil Katmanoğlu? Aku tahu, istri kedua.
Benar.
Kami tak saling menyukai.
Lebih tepatnya, dia tak tahan mendengar namaku.
Dia akan menaikkan harga jika aku di sana.
Jadi, kau sendirian.
Apa dia tak tahu Cem Murathan pemilik Pabrik Anggur Sirena?
Tidak. Sirena perusahaan baru.
Nama kantor hukummu ada di formulir aplikasi.
Leyla, berapa pun harganya, kau harus menangkan lelang ini untuk Cem.
Aku mengandalkanmu.
Awasilah Nil.
Dia sangat ambisius dan tegas.
Dia akan berusaha dapatkan keinginannya.
Saingan terberatmu perusahaan Nil.
Pabrik Anggur Habanero. Ingat itu.
Hati-hatilah berbicara.
Dia bisa tahu.
Halo.
Halo.
Leyla Taylan, 'kan?
Salah satu pengacara di Taylan dan Somer.
Kau mewakili Cem.
Aku...
Bukan hanya Cem Murathan yang punya teman di sini.
Aku juga.
Jangan main-main denganku.
Kau juga tahu siapa aku.
Ya. Senang bertemu denganmu.
Sama-sama.
LEYLA: DIA TAHU SIAPA AKU...
Hadirin, lelang yang ditunggu-tunggu
untuk gudang 3000 botol warisan Pabrik Anggur Kofoğlu
peraih medali emas IWC akan dimulai.
Semoga berhasil.
DEFNE: MEMANG TAK MUDAH
Kami buka dengan 15 juta lira.
Langsung ditawar Pabrik Anggur Sirena.
Ada lagi?
Pabrik Anggur Habanero, 19 juta. Ada lagi?
Çtanga menaikkannya menjadi 21 juta.
- 21 JUTA? - TERUS
Ada lagi?
Sirena, 23 juta.
Dua puluh lima juta.
Dua puluh delapan juta. Ada lagi?
Dua puluh sembilan juta.
Tiga puluh dua juta. Ada lagi?
Tiga puluh lima juta. Ada lagi?
Sudah di harga 38 juta.
Empat puluh juta, 43 juta.
Empat puluh empat juta. Ada lagi?
Tn. Güneş, 45 juta. Terima kasih, Güneş Bülentoğlu.
Ada lagi? Tawaran terakhir...
Pabrik Anggur Habanero, 47 juta.
Terakhir untuk Habanero. Ada lagi?
Sirena, 48 juta. Terakhir untuk Sirena. Ada lagi?
Pabrik Anggur Habanero, 49 juta. Terima kasih, Nn. Nil.
Lelang koleksi langka dan indah...
- TERUS - HABANERO 49 JUTA
...yang ditunggu-tunggu,
akan terjual ke Pabrik Anggur Habanero. Satu...
Dua...
Lima puluh juta!
Kolektor Güneş Bülentoğlu menawar 50 juta, hadirin sekalian.
Ada lagi? Satu.
Dua.
DEFNE: BERHENTI!
Terakhir.
Terjual! Selamat, Tn. Güneş.
Kurasa kita berdua kalah.
Kekalahan Cem adalah kemenanganku.
Percuma aku ke sini.
Kita menang. Kenapa kau hentikan?
Jangan khawatir, kita menang.
Kita penawar terakhir.
Sungguh kemenangan yang terhormat. Selamat.
Leyla, perkenalkan, Tn. Güneş.
Apa yang kau lakukan?
Kau mempermainkanku.
Tenang, Leyla. Kau bisa kalah jika tahu.
Kau membohongiku. Beliz juga.
- Ini caramu berbisnis? - Beliz juga tak tahu.
Aku tak percaya kau menempatkan kami dalam situasi ini.
Baru kali ini aku merasa tertipu.
Dia dan Defne bekerja sama dan membodohiku.
Kurasa Cem tak tahu. Defne ingin memberinya kejutan...
Tak ada kejutan. Cem Murathan pasti tahu.
Ini tipikal dia.
Mana berani dia habiskan uang sebanyak itu?
Sial! Bisa-bisanya aku termakan jebakan ini?
Kenapa diambil hati?
Aku tak mengerti kenapa kau kesal.
Inikah cara kita berbisnis, Funda? Jawab.
Ini jelas penipuan.
Dia berbohong selama ini.
Dia dan Defne begitu lengket.
- Karena itu kau kesal. Aku mengerti. - Funda!
Astaga, jangan konyol. Apa maksudmu?
Baik, Sayang. Begini saja, Leyloş?
Tetaplah di sana beberapa hari. Istirahat.
- Bagus untukmu. - Ya.
Aku bisa gila. Sungguh, aku bisa gila nantinya.
Apa hebatnya Cem Murathan ini?
- Dia rela banting tulang untuknya. - Leyla!
Arogan! Dasar orang sombong.
Bahkan anggurnya adalah masalah besar.
- Dasar sombong... - Leyla!
Jangan. Cem Murathan ada di belakangmu.
Apa?
Jangan meminta maaf. Jangan katakan apa pun.
Aku tak mau dengar.
Aku tak mengerti. Minta maaf kenapa?
Tak merasa bersalah, ya?
Ya. Lagi pula, sudah kudapatkan yang kuinginkan.
Yang penting menang, apa pun caranya. Begitu?
Bagus. Sesuai dugaanku.
Kenapa kau marah padaku?
Karena kau selalu begitu.
Kini aku mengerti.
Kau juga begitu ke istrimu selama perceraian. Kau menipu Tuba.
Jelas kau dan Defne tak bisa berpisah. Kalian berdua sama.
- Leyla, Sayang. Tenanglah. - Cukup.
Kalian tak peduli siapa yang dipermalukan.
Dengar.
Kau tak mengenalku sama sekali.
Sudah kubilang, Defne dan aku bukan kekasih.
Lepaskan aku.
Aku mencintai wanita yang kunikahi.
Aku tak pernah menipu atau selingkuh.
Baik, lepaskan tanganku.
Kau cepat marah, aku bingung bagaimana mendekatimu.
Bagus, jangan dekati aku.
Tidak mungkin.
Aku sangat menyukaimu.
Sekali lagi, playboy kita memakai jurus rayuan mautnya.
Baik, aku memang merayu.
Namun, aku tak manja. Akui itu.
Anggurnya sedang dimuat ke pesawat.
Sejam lagi kita terbang.
Ayo.
Tidak. Aku di sini saja.
Akan ada badai. Aku tak bisa meninggalkanmu.
Ayolah.
Baiklah.
Terserah kau.
Aku menawarkan, bukan memaksa.
Tidak. Mungkin tak cocok untukku.
Aku tak pernah minum anggur seharga 17,000 lira.
Tak ingin tahu yang kau perjuangkan?
Kurasa itu omong kosong.
Kalau aku, tak akan kuperjuangkan.
Namun,
aku juga penasaran.
Apa ini?
Kau memaafkanku?
Akan kujawab setelah anggurnya habis.
Terima kasih banyak.
Tak perlu berterima kasih. Kau akan ditagih untuk ini.
Sudah malam. Aku tak bisa ke tempatmu.
Aku juga tak mengundangmu.
Sampai jumpa.
Kuharap, kalau bisa, kita tak bertemu sampai pembukaan.
Kau akan datang?
Aku senang.
HOTEL RANCA MURATHAN
HOTEL RANCA MURATHAN RESEPSIONIS
Dia seksi sekali!
Dia sangat karismatik.
Apa yang akan kau lakukan
jika dia beri tahu sepersepuluh yang dia katakan pada Leyla?
- Aku akan membuatnya gila! - Apa?
Aku merindukanmu meski kau di sampingku.
- Dia sudah tidur, Sayang. - Coba kulihat.
Ya, dia tidur.
Leyla datang.
Wah! Dia terlihat cantik sekali!
Kau berubah pikiran.
Aku datang.
Bagus, Ömer. Tempat ini luar biasa. Selamat.
Kuurus masalah teknis, sisanya Defne.
Selamat datang, Leyla. Senang kau di sini.
Ömer memintaku datang.
Kutelepon berkali-kali, kau tak menjawab.
Kau masih marah padaku?
Ya.
Kau manis sekali.
- Ömer, Sayang, mereka memanggil kita. - Baik.
- Bersenang-senanglah. - Terima kasih.
Sebentar. Jangan ke mana-mana.
Berengsek.
Pestanya sudah dimulai.
Selamat datang, Cantik.
Hai. Selamat, Feyyaz.
Feyyaz?
- Ada apa? Kenapa merendahkanku? - Tidak.
Aku berharap kau mencicipi menunya minggu ini.
Maksudku, kami. Ya?
Kemarilah. Ayo.
- Cantiknya! - Sayang!
- Bukan main! - Halo.
Halo.
Bertemu pacar di setiap langkah.
- Kau beruntung sekali! - Diam.
Cem Murathan tak bisa berpaling dari pintu.
Dia tergila-gila padamu.
- Diam! - Apa maksudmu di...
Paman.
Tak profesional.
Ingatlah pendapatmu tentang dia sejak hari pertama.
Tak terjadi apa-apa, Paman. Mereka asal bicara.
Itu saja dariku, Leyla, Sayang.
Aku ingin cepat pergi.
Halo lagi.
Selamat datang.
Hotel ini adalah sejarahku.
Selama beberapa generasi, keluargaku
tinggal di gedung dan ranca ini, serta menjamu banyak tamu terhormat.
Hotel ini rumahku.
Kakekku lahir di lantai atas,
di kamar sebelah kanan tangga.
Orang tuaku bertunangan di aula ini.
Pernikahan mewah mereka di kebun anggur di sebelah taman besar itu.
Jadi, hotel ini adalah album keluargaku.
Aku ingat masa kecilku dengan meja yang penuh.
Kuingat dengan gembira.
Aku ingat tawa ibuku.
- Apa kabar, Nn. Nil? - Selamat datang.
Itu sebabnya hotel ini
- selalu penting bagiku. - Terjadi sesuatu.
- Bertahun-tahun, bangunan ini menua. - Paman, terjadi sesuatu di sana.
Nn. Nil datang.
Kau melihatnya?
Namun, selalu menyatukan kami.
Dan akan terus begitu.
APA YANG MEREKA LAKUKAN? DIA TERKEJUT!
Sekali lagi, selamat datang.
- Selamat datang, Nn. Nil. - Selamat datang, Nn. Tuba.
Aku menulis buku.
Nil dan aku menulisnya bersama.
- Sebentar lagi terbit. - Apa judulnya?
Judul bukunya Hidup Bersama Orang Narsis.
Mereka mencuri malamnya.
Balas dendam atas pelelangan.
Kita akan tuntut mereka. Cegah bukunya diterbitkan.
"Harem Cem Murathan."
Kata mereka, bukan aku. Lihat.
Siapa tahu itu hanya cerita karangan mereka?
Akan kuhancurkan mereka.
Lakukanlah, Sayang.
Omong kosong.
Esra, kita harus pulang sebelum si kecil bangun.
- Di mana Leyla? - Tadi di sini.
- Sayangku. - Ya?
- Ayo, sebelum dia bangun. - Kenapa?
Kita punya rencana. Ayo pulang.
Kita akan tidur pukul lima pagi.
- Naik taksi saja dan kabari Leyla. - Ayo.
Ayo, Sayang.
Aku ingin menemui Gece.
Leyla. Gece.
Makanlah.
Kau cantik sekali.
Kau kuda yang sangat cantik.
Karena dia juga Leyla.
Kurasa malam ini sukses.
Dalam pidatomu, kau bilang hotel ini album keluargamu.
Termasuk para wanita itu, 'kan?
Apa pun kata orang,
kurasa bagus kalian masih berteman.
Hubungan kita...
Apa tak akan berhasil?
Aku tahu akhir cerita ini sejak awal.
Apa tak ada harapan?
Tidak.
Baiklah.
Aku tak akan memaksa.
Esra? Aku datang.
- Ada kuncinya. Tak bisa dibuka. - Astaga!
- Leyla! - Telepon dia.
Kau baik-baik saja, Sayang?
Leyla?
Kenapa memakai itu?
Karena cocok dengan situasiku.
Sama sepertiku.
Tercabik-cabik.
Terluka parah.
Leyla!
Pengantin pria datang.
Leyla!
Leyla, kenapa kau katakan...
Apa yang terjadi?
Terjemahan subtitle oleh: Ardi Prananta
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.