Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Leyla.
Sedang apa kau di sini?
Kapan aku ke sini? Bagaimana kau membawaku ke sini?
Benar.
Astaga. Tidak. Tidak!
- Aku akan menikah hari ini. - Tidak.
- Kau rusak semuanya. - Leyla, dengar...
Diam. Berbaliklah.
- Berbalik! - Baik.
Kau merusak semuanya dan menghancurkan hidupku.
Hidupmu akan hancur jika pergi.
Cincinku.
- Di mana cincinku? - Leyla.
- Leyla, tolong... - Ini salahmu. Pengecut!
- Bagaimana ini? - Tenanglah!
Cincinku... Ini salahmu. Aku tak ingin tenang.
- Tenang. Duduklah. - Bagaimana ini?
Minggir. Jangan sentuh aku!
Ini salah. Jangan nikahi lelaki itu.
Kaulah kesalahan terbesar.
Leyla.
Leyla!
Leyla!
Kau akan menyesali ini. Leyla!
THANK YOU, NEXT
#MENGENANG VS. MELANJUTKAN
FUNDA: GAUNKU MALAM INI
ESRA: AKU AKAN DATANG SEPERTI INI
GAUNKU TAK ADA YANG MUAT!
LEYLA: PAKAILAH INI FUNDA: HAHAHAHAHAHA
ESRA: SELALU AKU YANG SEKSI LEYLA: TENTU
SARP: BAGAIMANA MENURUT KALIAN?
Kau tak akan melamarnya pada Malam Tahun Baru, 'kan?
TIDAK! KELUAR DARI TOKO ITU!
Jangan melamarnya pada Malam Tahun Baru, Sayang.
Kita sudah bahas ini.
Dalam semua keriuhan itu...
Semua orang akan mabuk, tak romantis.
Dia belum juga dapatkan hadiahnya, jadi dia beli cincin saja.
Bodoh.
Belilah anting atau kalung.
Namun, jangan beli cincin. Nanti saja.
Kita akan mulai mendarat.
Baik, kami akan mendarat. Sudah dulu.
Terima kasih.
Kau juga bisa ambil ini. Terima kasih.
- Tiga ratus enam puluh empat. - Tiga ratus enam puluh empat.
- Tiga ratus enam puluh lima. - Tiga ratus enam puluh lima.
Berapa catatanmu?
Tiga ratus enam puluh enam.
Tiga ratus enam puluh tujuh, 368.
- 369. - Astaga!
Empat ratus, lima ratus. Sudah!
Kau curang! Kesepakatannya satu catatan per hari.
Dengar, Sayang, kita bercinta 300 kali.
- Aku senang dan menikmatinya. - Itu tak termasuk.
- Mari kita baca. - "Selasa, 12 April."
"Proyek Ömer disetujui Kantor Pertanahan. Aku senang."
Senangnya.
- Giliranku. - Bacalah.
Baiklah. "Selasa, 15 November."
"Aku izin sakit.
Leyloş juga tidak ke kantor. Senangnya."
"Tentu saja kubuat dia sangat bahagia di setiap sudut rumah."
- Ömer! Itu benar? - Apa? Ya.
Jangan tulis hal yang sama berulang-ulang.
Aku juga bahagia sekarang.
Aku juga ingin membuatnya bahagia.
- Bagaimana? - Tidak! Hentikan!
Nomor 11?
Di atas.
Halo, Pak Dursun.
Apa ada kiriman untukku?
Paket, hadiah, atau lainnya?
Ada, tetapi untuk Ömer.
Dia mampir mengambilnya. Tak ada untukmu.
Baik, terima kasih.
Baik, kita berangkat lima menit lagi.
Kau butuh sesuatu?
Baiklah, dah.
Ömer, kau masih belum siap. Kita terlambat.
Neraca tahun keenam sangat buruk.
Itu karena kau tak mencatat apa pun. Kau lupa.
Lihat, catatanku ada.
Kurasa permainan ini tak seru lagi, Leyla.
Baiklah. Kita sudahi saja.
Jika tak seru lagi, tak usah dilanjutkan.
Kita harus pergi.
Halo?
Tumben pagi-pagi, ada apa? Selamat Tahun Baru.
- Aku sudah pulang. - Begitu?
Ya, aku akan keluar malam ini.
Mungkin kau mau menginap.
Boleh kujemput Buddy besok?
Aku juga akan keluar.
Begitu? Itu perubahan besar.
Tak apa-apa. Buddy bisa bersamaku. Kami akan ke rumah teman.
Ya. Grup teman barumu.
- Kelompok rambut gimbal. - Ya.
Ada lagi?
Aku di luar. Di sini berisik. Sudah dulu.
Selamat Tahun Baru, Ömer.
Selamat Tahun Baru.
LEYLA_TAYLAN #SELAMATTAHUNBARU
Şeyyaz!
Putri, selamat datang. Bagaimana New York?
Luar biasa.
Bertemu orang tuaku terasa seperti terapi. Luar biasa.
- Apa kabar? - Baik, aku sedang bekerja.
Aku senggang setelah tengah malam. Kau sibuk?
Ada pesta di Yeniköy. Aku sedang menuju ke sana.
Kau juga ke sana? Semua orang ke sana malam ini.
Akan tambah seru jika ada aku.
Pastinya. Enam bulan terakhir, hidupku sangat membosankan.
Kau bohong!
Selamat Tahun Baru, Koki. Salam cium!
Selamat Tahun Baru.
Semoga tahun ini, setiap tahun, keinginanmu terwujud.
Kuharap begitu.
Terima kasih.
Siap hitung mundur?
- Sepuluh! - Bahagia!
- Sembilan! - Bayiku, Doruk!
- Delapan! - Sehat dan gembira!
- Tujuh! - Damai!
- Enam! - Rumah! Rumah baru!
- Uang! - Empat!
- Ayo, Sarp! - Suami untuk Funda!
Dua, satu...
Cinta!
Cinta.
Selamat Tahun Baru.
Sama-sama.
Kata Beliz kau meninggalkan pesta lebih awal.
Aku terkejut melihatmu di sini.
Aku tak bisa pergi.
Omong-omong, aku minta maaf soal insiden truk itu.
Percayalah, aku tak tahu itu cara Tuba kembalikan uangnya.
Aku juga terkejut.
Mari bicara di luar.
- Di mana Leyla? - Dia bilang "cinta" lalu menghilang.
- Dia pasti menangis di toilet. - Tadi di sini.
Terima kasih.
Omong-omong, ada yang ingin kukatakan.
Awalnya aku tak bisa menjawab teleponmu karena malu.
Lalu sepertinya kau tak mau bicara denganku.
Itu berita tahun lalu.
- Terima kasih. - Minuman tahun baru.
Hampir lupa!
Kudengar kau membangun pusat kesehatan
atas nama Nn. Tuba dengan uang itu.
- Benarkah? - Ya.
Gangguan stres pasca-trauma adalah masalah penting.
Tentu saja.
Ponselnya juga mati. Apa dia sudah pergi?
Aku mau buang air kecil.
- Mau ke toilet? - Funda.
Arah jam tiga, CEO muda dan lajang Yörüner Holding.
Sial!
Ternyata Tn. Cem belum pergi.
Aduh!
- Kenapa? - Ketubanku pecah.
- Sarp! Murat! - Murat! Kemarilah, Murat!
- Ada apa? - Sudah waktunya!
- Baik. Tenang! Cepat! - Jangan panik.
- Telepon seseorang! - Jangan pergi!
- Ayo. - Jangan!
- Kita pergi, Sayang. - Jangan cium aku!
- Mobil! - Mobil!
Ambil mobilnya! Tenang!
Funda! Tenang saja!
Kau ke sini...
sendirian?
Defne Seyhun Richards di sini, 'kan?
Dia di Los Angeles.
Begitu.
Menyenangkan sekali.
Kalian masih bisa berteman baik.
Itu bagus, 'kan?
Kau sendiri?
Masalahmu sudah selesai?
Apa? Masalah yang mana?
Terakhir, kau menyerang arsitek di hotelku.
Itu... Aku minta maaf. Sebenarnya...
Aku juga sangat malu soal itu.
Maaf. Itu terjadi begitu saja.
Selalu ada insiden jika kita bertemu.
Tumben kali ini tidak ada.
Kau kedinginan?
Sedikit.
Aku akan berdansa di dalam,
dan aku akan baik saja.
Kau mengajakku berdansa?
Mungkin.
Leyla, aku mencarimu.
- Ada apa? - Esra dibawa ke RS.
- Tn. Cem. - Apa?
Sudah waktunya. Buru-buru.
- Mereka naik van kita. - Apa? Minggir!
- Jangan. Mereka sudah pergi. - Aku ikut! Mana ponselku?
Apa? Sudah pergi? RS mana?
- Yang biasa. Jangan disusul! - Tidak! Aku ikut!
Esra, jangan khawatir, Sayang.
Tenang, aku segera datang.
Baik. Tenang saja.
Kau akan segera memeluk bayimu! Aku ke sana!
Sarp, kirimi aku lokasimu sekarang.
Tidak, aku bersama Cem Murathan. Cem...
- Bateraiku sekarat! - Masuklah.
Kututup teleponnya. Dah.
- Semoga tak terjadi apa-apa. - Dia akan baik saja. Tenang.
Semua akan baik saja. Tenang.
Kuharap begitu. Sudah 18 menit kita di sini.
Kenapa tak bergerak?
Dia bisa melahirkan di dalam van.
Ayolah! Cepat jalan!
Ini di luar dugaan. Apa yang akan terjadi? Aku tak akan sempat.
- Kau ini yang mana? - Bagaimana? Apa?
Kulihat banyak Leyla sejak hari pertama. Kau ini yang mana?
Mereka jalan. Kau juga bisa jalan.
Lihat, kita sampai.
- Kutelepon sekarang... - Bisa tolong kami?
- Bisa buka pintunya? - Tenang.
- Kenapa tak dibuka? - Sedang dibuka. Tenang.
Baiklah, ini. Lewat sini.
- Cepat. Cintaku. Sayangku. - Baik, semua baik-baik saja.
- Sebentar! Jangan ditarik! - Baik, ayo.
Kenapa dia tak menjawab?
- Di mana dia? - Berikan ponsel itu!
- Dia tak menjawab, Sayang. - Kemarikan!
- Astaga! - Apa yang terjadi?
Apa maksudmu? Liburan ke Swiss?
Dr. Nevzat, sembilan bulan kupercayai kau.
Bisa-bisanya dia...
Kita di rumah sakit. Ada banyak...
Kau mengecewakanku, dr. Nevzat.
Mestinya tak begini.
Diam sebentar!
Kau membuatku kecewa.
Aku tak mau dokter lain.
- Tenang, Sayang. - Halo.
Aku dr. Kerem, dokter jaga kandungan.
Senangnya.
Maksudnya lega. Dia lega.
- Apa yang terjadi? Sudah keluar? - Ini biasa.
Temanku dibawa ke sini. Dia melahirkan.
Esra Cenk Savurgan. Di mana?
- Ruang bersalin di sana. - Lakukan sesuatu!
Ömer?
Leyla?
Kau kenapa?
Ada batu di ginjalku.
Bagaimana kedengarannya?
Ada batu di ginjalmu?
- Esra? - Leyla!
- Esra! - Leyla!
Leyla.
- Ini tertinggal. - Terima kasih.
Esra!
Aku jatuh cinta.
Aku benar-benar jatuh cinta.
Luar biasa!
Akhirnya, anak laki-laki yang akan menikahiku telah lahir.
Lihat dia.
Dengar ini.
Di mana dokternya?
Dia pasti mampir sebelum pergi, 'kan?
Arloji itu menyuruhmu merayu juga?
"Rayulah dengan ini." Ini dia.
Ini vitaminnya. Ramuan kecantikan.
Jika tak meminumnya, dia berubah jadi serigala.
Lucunya!
Apa kau bosan? Carilah udara segar, jenguklah Ömer.
- Kau tampan sekali! - Balim menjaganya.
Gendonglah dia. Kau akan terlihat cantik. Ayo.
Tidak mau. Aku tak bisa menggendong bayi. Takut.
Ayolah, kau bisa gendong dia.
Gendong saja. Kau akan menggendong bayi kita kelak.
Apa? Kata siapa aku mau punya bayi?
Rasakan itu.
- Astaga! - Esra sudah bangun.
Kau sudah bangun?
Jangan begitu. Nanti dia takut.
- Kau terlalu cepat. - Apa?
Satu hamburger belum habis, kau pesan dua lagi.
Apa maksud kalian?
Kau sudah bangun? Esra!
- Gendong dia, Ayah. - Hai, Teman-teman.
- Lekas sembuh, Ömer. - Kau kenapa, Ömer?
Jangan tanya. Sakitnya luar biasa.
Batu itu pasti bergerak saat aku berdansa melompat-lompat.
Apa? Kau berdansa melompat-lompat?
Ternyata ada dua. Satu sudah keluar.
Yang satu menyusul.
- Astaga. Lekas sembuh. - Lekas sembuh.
- Siapa ini? - Kemarilah, Paman Ömer.
Dia cemberut karena Cem?
Halo! Dia tampan sekali.
- Tentu. Mirip aku. - Tentu, aku melahirkannya.
Bagus, Sayang. Kau berhasil.
Berhenti, Sayang. Kau masih basah. Nakal.
Kau masih basah! Tunggu.
Buddy! Sayangku, cintaku!
Apa kabar? Aku sangat merindukanmu!
Maaf. Aku baru bisa pulang dan mandi.
Aku langsung ke sini. Kau sakit. Kenapa memandikan Buddy?
Main di taman membuatnya kotor. Masuklah. Biarkan dia kering.
Maaf mengganggu. Apa dia di sini?
Tidak. Masuklah.
Wah!
Apa ini?
Ini apa?
Itu.
Udang.
- Udang? - Ya.
Tidak mungkin!
Astaga!
Mesin dayung, alat olahraga.
Bersenang-senang di luar pada Malam Tahun Baru, berdansa.
Kau tahu? Batu ginjalmu benar.
Batunya pasti kaget, "Aku ini batu siapa?"
Baru diperas. Kau mau? Ini.
Apa kau diretas? Kau kenapa, Ömer?
Selamat Tahun Baru.
Selamat Tahun Baru.
Buddy, ayo.
Kita pergi setelah rasa kagetku hilang.
Jadi, Cem Murathan?
Ömer, berapa kali kukatakan? Kau tak mengerti?
Kami bertemu di pesta. Dia membantuku, itu saja.
Tidak lebih.
Terserah.
Lebih pun tak masalah.
Memang hanya itu.
Apa ini?
Selamat Tahun Baru.
- Ömer. Aku... - Bukalah.
STOPLES KEBAHAGIAAN 2022
Ömer!
Aku suka semua permainan kita,
tetapi aku marah sendiri karena gagal. Juga kepadamu!
Rindu kau, aku marah.
Ingat kau, aku marah.
Ini pasti berlalu. Ya.
Sudah lama. Aku sudah baikan.
Leyla.
Apa pun yang terjadi antara kita, siapa pun dalam hidup kita,
aku ingin melihat stoples ini penuh.
Setuju?
- Kau berjanji? - Aku berjanji.
Kau akan selalu ada dalam hidupku tanpa menjadi bajingan.
Kau berjanji?
Berapa banyak tanaman kita bunuh? Aku berjanji. Tentu.
STOPLES KEBAHAGIAAN 2022
Terima kasih.
Tn. Cem? Aku berniat meneleponmu.
Kupikir kau mungkin sedang tidur.
Aku belum bisa tidur.
- Semua baik-baik saja? - Ya.
Ibu dan bayinya sehat. Mereka sangat cantik.
Sekali lagi, terima kasih untuk semalam.
Sungguh malam yang indah.
Kami juga punya bayi.
Apa?
Perkenalkan, Gece (malam).
Dia cantik sekali.
Leyla juga berarti "malam".
- Nama kami hampir sama. - Masa?
Mungkin kau bisa datang dan menemuinya di ranca.
Mungkin.
CEM MURATHAN TERTANGKAP KAMERA DENGAN AKTRIS ESEN BAĞCI
- Dr. Kerem kuberi nomorku. - Benarkah? Bagus.
STOPLES KEBAHAGIAAN 2022
STOPLES KEBAHAGIAAN 2022
STOPLES KEBAHAGIAAN 2022
Aku masih kenyang, Esra.
Aku yakin. Aku tak mau makan.
- Jangan lagi... - Leyla!
Cepat, bangun. Lihat yang datang.
Siapa itu?
Itu dia! Lihat ke arah kapal di laut.
Dia ke arahmu! Ayo!
Sambutlah dia! Sekarang, Leyla!
Leyla. Apa kabar?
Cem Murathan, ini kejutan.
Senang bertemu kau di pantai ini.
Semusim kita tak bertemu.
Aku terus mengikutimu.
Pertama, kau ada di Sardinia.
Lalu kau di Cannes untuk film pacarmu yang berbakat.
Mantan pacarku yang berbakat.
Wah. Kupikir akan ada pernikahan lagi atau semacamnya.
Akan ada pernikahan segera. Kau diundang.
- Benarkah? - Ya?
Bagus sekali. Kau sangat cepat.
Apa kabar? Semua baik-baik saja?
Aku fokus pada pekerjaanku.
Tak sepertimu, aku sedang detoks hubungan.
Rehat setelah putus cinta terasa menyenangkan.
Aku setuju.
Beliz berulang tahun hari ini?
Ya. Itu sebabnya kami ke sini bersama-sama.
Baiklah. Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Kenapa kau selalu tugas jaga?
Memangnya tak ada dokter lain yang bisa?
Ternyata dia pembunuh berantai.
Begitu putus, ada yang baru.
Secepat itu.
Wanita yang bersamanya selalu cantik.
Ya. Aku berniat memberikan nomorku ke gadis itu.
Dia akan butuh nanti.
Sarp datang!
Bisa taruh teropongnya? Itu tak sopan!
Aku tak meneropong mereka.
Aku mencari lumba-lumba yang muncul.
- Sial. - Kenapa?
Lagi-lagi dia tak datang. Ada tugas jaga.
Tak apa-apa, Sayang. Dia dokter, 'kan? Itu biasa.
Aku tahu dia dokter, Sayang,
tetapi apa dia satu-satunya dokter di RS besar itu?
Kenapa selalu dia?
- Jangan berpikir yang tidak-tidak. - Leyla!
- Jadi, bagaimana? - Ya.
Beri tahu kami.
Cem Murathan mengundang kita berpesta ulang tahun di kapalnya.
- Bagus. Ya. - Itu bagus.
Ya, tetapi kita sudah siapkan.
Apa masalahnya?
Beri tahu saja dia bahwa kau punya rencana kejutan.
- Biar aku yang bicara. - Tidak.
Kita berlayar malam ini. Semua sudah disiapkan.
Ada DJ juga. Nn. Suzan yang urus.
Dia juga banyak akal, ya?
Beliz senang kita akan berpesta di kapal.
Jadi, kau akan melamarnya di kapal.
Itu bagus. Lebih romantis, 'kan?
Teman-teman,
rencana berubah. Aku bingung.
Lebih baik kubatalkan saja.
- Jangan! - Jangan konyol, Sarp!
Sarp, lamarlah dia, agar kita semua tenang.
- Jangan risau. - Benar.
- Ambilkan anggurku. - Baiklah.
Ayo bersiap. Funda, berhentilah merajuk.
Murat, panggil pengasuh sekarang.
Leyla, taruh gluten itu.
Taruhlah. Pelan-pelan.
Ayo, semuanya berdiri.
Buddy, Sayangku! Anakku.
- Bagaimana kabar anakku? - Dia baik saja.
Wah! Lagi-lagi kau terlihat sangat cantik.
Terima kasih. Aku tak bisa menahannya.
Kutelepon Sarp, tetapi dia tolak.
Dia mungkin bersama Beliz.
Dia takut aku membuatnya ragu.
Ayahnya sakit. Mungkin karena itu dia buru-buru.
- Agar ayahnya melihat. - Leyla!
Semuanya di sini. Teman-teman, sapalah Ömer.
- Ömer. Bagaimana kabarmu? - Ömer!
Kejutan!
Sedang apa kau di sini?
Bertemu Cem Murathan. Ternyata ada kalian.
Cem Murathan juga di sana?
Sudahlah. Kabarmu baik?
- Nikmatilah. Dah. - Baik.
Akan kusiarkan acaranya langsung untukmu. Tenang saja.
Ciuman dari kami, Sayang.
- Dah, Ömer! - Hati-hati, Ömer. Dah!
Dah, Ömer!
- Di mana Beliz? - Ke perahu.
Untuk Sarp sayangku!
- Untuk Sarp! - Ya!
- Koki pikir botol ini cocok untukku. - Kita minta gelas anggur.
- Minumlah. Nikmati. - Ya.
Aku benar-benar kesal.
- Ada apa? - Kenapa, Sayang?
Bisa taruh ponselnya?
- Ya. Kami ingin lihat wajahmu. - Sebentar.
Hanya bagian ini yang cokelat.
Kau memang kemari untuk bertemu Cem Murathan?
Dia menawariku dapur hotel.
Aku tak percaya.
- Dia ingin Fade In di hotelnya. - Ini berita bagus, 'kan?
Ini berita bagus. Selamat, Koki.
- Dia sudah tidur! - Benarkah?
- Kita bebas selama dua jam. - Benar.
Apa ada acara lain di sini?
Simpanlah ponsel itu. Kau keterlaluan!
- Baik. Kami putus. Selesai. - Apa?
Astaga.
- Tolong, jangan sekarang. - Aku tak melakukan apa-apa.
- Aku memakai sepatu. - Tenang.
- Tenang. - Dia bisa tugas jaga sepuasnya.
Apa? Bukankah itu...
Ini lagu yang kita...
Kenapa diputar di sini?
Tunggu sebentar.
Semoga ini bukan pernikahan Cem Murathan.
- Apa yang terjadi? - Ayah?
Teman-teman, ada ibuku.
Kenapa kalian di sini?
Tidak mungkin!
Halo, apa kabar?
- Hai. Apa kabar, Bibi Filiz? - Baik, Sayang. Kabarmu?
- Tidak mungkin. Aku tak percaya. - Kau tahu tentang ini?
- Aku sudah tahu. Kami siapkan makanannya. - Astaga!
Tidak.
Sarp Korkuter.
Menikahlah denganku.
Sekarang?
Aku bisa menunggu sepuluh menit untukmu tenangkan diri.
Baiklah.
Ya. Aku bersedia menikahimu.
Penghulunya sepupu Cem Murathan.
Leyla.
Jadi, ini pernikahannya?
Semoga kau berikutnya.
Pengiring pengantin wanita datang!
- Ayo, Leyla! - Leyla!
- Leyla! - Leyloş, ayolah.
Leyla!
- Ada apa? - Astaga.
Jangan. Pergilah.
Mobilnya tak ada. Leyla, di mana mobilnya?
- Nanti juga ketemu. - Leyloş, kami datang.
- Leyloş? - Dia mungkin masih tidur.
Apa? Bangunkan. Pengantin wanita harus berdandan.
- Sepagi ini? - Ya, dia harus bangun.
Leyla.
- Leyla. - Dikunci?
Leyla, buka pintunya.
Terjemahan subtitle oleh: Ardi Prananta
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.