Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kau hancurkan semuanya. Termasuk hidupku.
Hidupmu hancur jika pergi sekarang.
Cincinku. Di mana cincinku?
- Leyla, tenanglah dulu. - Di mana cincinku?
Aku tak bisa tenang. Pengecut!
- Ini salahmu. Bagaimana ini? - Tenanglah dulu. Duduklah.
Minggir. Jangan sentuh aku!
Ini salah. Jangan nikahi pria itu.
Kau adalah kesalahan terbesar.
Leyla.
Leyla!
Leyla!
THANK YOU, NEXT
#HILANGTANPAKABAR
Kau abaikan teleponku?
- Apa masalahmu, Ömer? Jawab. - Jangan memulai, Leyla.
Bisakah kita bicara? Aku ingin bicara. Apa masalahmu?
Jangan ganggu aku. Ini sudah larut.
Aku mengirimimu pesan panjang.
Sepanjang ini. Tentang perasaanku.
Kau hanya menjawab "Baik".
Lalu kau menguntit dan menyerangku dengan drone seperti orang gila.
Aku tak menguntitmu.
Drone itu hampir menusuk dada kami.
Itu percobaan pembunuhan.
Jika kuajukan gugatan hari ini,
kau akan ditangkap. Kau tahu, 'kan?
Katakanlah jika ada masalah.
Apa pun unek-unekmu, katakanlah. Jangan bicara di belakangku.
Aku tak ingin bicarakan apa pun.
Lantas, kenapa kau ikuti aku, Ömer?
Aku lebih dulu di sana. Kau belakangan.
Lantas, kenapa kau kirim drone memata-mataiku?
Kau sedang apa dengan bajingan itu?
Kalian juga membawa Buddy.
Itu belum cukup. Kupikir berhasil. Kuharap dia mati.
Pembunuhan terencana. Bagus.
Ini cocok untukmu. Bagus.
Dengar, Leyla. Sumpah, aku tak tahu kau ada di sana.
Drone itu untuk proyek baruku.
Untuk memeriksa atap gedung dan tanahnya.
Saat mengujinya, aku melihatmu. Kalian berdua!
Dengar. Bukan begini, Leyla.
Terserah kau mau apa.
Namun, jauhkan Buddy dari bajingan.
Apa?
Buddy anjingku. Dia selalu ikut denganku.
- Buddy anjingmu? Benarkah? - Ya.
Leyla, Buddy anjingku, 'kan?
Jangan asal bicara!
Astaga!
Siapa yang minta dia dijemput?
Kau berteriak, "Jangan ada hewan peliharaan di apartemen."
Siapa yang menyeretmu ke tempat penampungan?
Itu karena aku tak memercayaimu.
Kupikir kau akan lepas tangan.
Apa yang kau lakukan untuknya?
Sebutkan satu saja.
- Satu saja. - Apa maksudmu?
Kuberi dia makan, jalan-jalan, kumandikan. Apa lagi?
Kau pernah membawanya ke dokter hewan?
Kau kejam!
Bukankah kau bilang,
"Akhir pekan penuh. Aku bisa pada hari kerja. Biar aku saja."
- Kau punya semua jawabannya, ya? - Ya.
Baik, jawab ini. Di mana dokter hewan Buddy?
Tuliskan alamatnya.
Tulis saja dan sudahi ini, Ömer.
Catatannya atas namaku.
Teruslah bersikap seperti bajingan, Ömer.
Bagus.
Kau teruslah kencani lelaki pendek itu.
Kau tahu? Aku bersumpah...
Akan kuminta larangan mendekat agar kau tak bisa bertemu Buddy lagi.
Aku juga akan menuntutmu.
Kau memelihara anjingku tanpa izin.
- Akan kurebut dia darimu. - Silakan. Lakukanlah.
- Tunggu saja. - Silakan, lakukanlah!
Lihat saja yang akan kulakukan.
Gimbalnya bisa bau.
Buddy!
Apa kabar, Sayang?
Apa kabar? Kemarilah.
Kemarilah, Sayang. Kemari. Ayo.
Kemarilah.
Kau tak merindukanku? Dasar!
Izinkan aku memelukmu.
Baiklah.
Pergi dan peluklah Ömer.
MEMANGGIL... ŞEYYAZ
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
Cobalah...
SIAPA MENONTON? LEYLA - ÖMER
EDIT PROFIL
HAPUS PROFIL
SIAPA MENONTON? LEYLA
ROCK ÖMER HAPUS DAFTAR PUTAR
HAPUS DAFTAR?
AKU MENCINTAIMU LEYLA
JANGAN PEGANG! INI MILIKKU.
STUDIO ARSITEKTUR DSR
Ternyata proyek besar Ömer adalah hotel Cem Murathan.
Astaga!
Dia bekerja untuk Defne Seyhun Richards.
Kau tahu itu?
Tidak. Kebetulan sekali.
Kurasa itu bukan kebetulan.
Dia terima proyek itu untuk membuatku kesal.
Tidak, kami sudah bicara.
Dia tak tahu dia terlibat gugatan dengan klien kita.
- Masalahnya dengan "lelaki pendek". - Benar.
Kau benar-benar memberitahu gadis itu kalau dia bau?
Jangan buat aku marah.
Ada apa, Paman?
Omer meneleponku.
Paman, jangan manjakan dia. Jangan mau diajak dia bicara.
Aku tak bisa tidur tadi malam.
Tolong tenang.
Baik. Dia bilang apa?
Dia keluhkan aku?
- Dia menuntut hak asuh Buddy. - Apa?
Dia sungguh melakukan itu?
Yang benar saja. Dasar pecundang!
Tak tahu malu!
Dia merepotkan orang dengan hal bodoh ini.
Leyloş, kurasa kau harus selesaikan ini dengan tenang.
Dia bisa merebut Buddy darimu jika dia mau.
Tidak bisa, Paman.
Dia tak bisa. Ini mengada-ada! Ini konyol.
Kami bahkan belum menikah! Hak asuh apa maksudmu?
Ada kasus seperti ini yang dimenangkan si pria.
Mereka putus saat pacaran.
Melarang si pria temui anjingnya.
Si pria menggugat dan buktikan anjing itu miliknya.
Ömer tak mengada-ada. Dia sudah riset.
Kasus ini bisa jadi preseden untukmu.
Mau apa ke sini?
Apa yang kau lakukan di hotel klienku?
Klienmu calon jandanya. Aku tahu semua.
Kau di wilayah musuh sekarang, Sayang.
Kau sengaja, 'kan?
Kau terima proyek ini untuk menggangguku.
Kau pindah ke lantai bawah untuk membuatku kesal.
Itu sebabnya kau ingin mengambil Buddy.
Hanya untuk...
Hanya untuk membuatku tak bahagia.
Aku tak akan berikan Buddy padamu.
Lupakan saja.
Kau pikir ini semua tentangmu?
Itu sebabnya kita berpisah. Kau selalu bersikap egois.
Aku juga ada dalam hubungan itu!
Kau tak akan bertemu Buddy jika berbuat konyol.
Akulah yang tidak bahagia!
Aku tidak bahagia karenamu.
Kau dengar?
Jangan rebut Buddy dariku.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Aku tahu ini sulit.
Jangan khawatir, itu akan berlalu.
Kalian bisa berteman nanti.
Bersabarlah.
Nona Pengacara datang lagi.
Dia lebih sering di sini daripada di kantor.
Kenapa begitu?
Aku... Tak ada hal baru.
Belum ada.
Hanya itu?
Cem.
Bisa bicara? Kutunjukkan sesuatu.
Baiklah.
Sampai besok.
Tak akan ada kesepakatan. Kami ajukan gugatan.
Bagus. Kalian gugat, kami akan menangkan.
Petisinya di Pengadilan Şişli pukul 11,00.
Jadi, kalian masih punya waktu.
PERUSAKAN MERETAS SISTEM
...PEMBAKARAN... ...AKSES ILEGAL...
JANGAN PERMAINKAN PERASAANKU ESRA GÜLMEN
Halo.
Leyla, selamat datang.
Apa benar kau coba membakar hotel itu?
Apa kau sewa mata-mata siber melawan suamimu
dan membuat komputernya rusak?
Kebakaran itu kecelakaan. Lilin jatuh membakar kertas.
Soal komputernya...
Apa benar kau berusaha mengakhiri bisnis Defne Seyhun Richard?
Jangan di sini. Kita bicarakan nanti.
Ny. Tuba.
Ny. Tuba, semua orang akan membicarakan ini besok.
Mereka akan ajukan petisi besok pukul 11,00.
Cem tak akan berani.
Kenapa kau begitu yakin?
Mereka punya buktinya.
Selain diceraikan, kau juga akan dihukum.
Orang narsis macam Cem tak mau terlibat kasus macam itu.
Dia menggertak.
Baiklah.
Kita punya waktu untuk berpikir sampai besok pagi.
Kau bisa hubungi ponselku.
Tuduhan kita beralasan. Sudah kubilang, wanita itu gila.
- Dia obsesif dan posesif. - Ya.
Katanya, "Ada orang lain."
- Siapa yang membakar hotel? - Tentu saja.
Katanya dia tak bahagia. Berengsek!
Sayang.
- Membakar, meretas, merusak... - Ya.
Dia itu teroris.
Berengsek!
Maksudku Ömer.
Dia memanasiku dengan foto bersama Cem Murathan dan Defne.
Defne pasti cerita kejadian pagi ini.
Aku malu.
- Malu kepada siapa? - Cem Murathan.
Akibat ulah Tuba, dia pikir aku pengacara pemula yang bodoh.
- Kini makin buruk. - Jadi, ini tentang Cem Murathan.
Tidak, ini bukan tentang Cem Murathan. Awalnya Ömer, lalu Tuba...
Reputasiku tercemar. Aku terlihat bodoh.
Kemarilah. Makanan sudah siap.
- Ayo. Aku lapar. - Ayo.
- Aku saja. - Lupakan saja.
- Kenapa kau begitu peduli? - Dia benar.
- Wah! - Lihat hidangannya!
- Ya. - Aromanya lezat, Paman.
- Ini mewah. - Terima kasih.
Tak semewah meja Pangeran Tampan, tetapi lumayan.
- Si Tukang Masak akan datang? - Tak kuundang.
Apa? Dia melewatkan spageti buatan Cihan?
Dia harus coba spageti dan baksoku.
- Undang dia. - Keren.
Undanglah dia. Ayo.
- Baik. Kau suka sekali dengannya. - Ayo, duduklah. Kuambil anggurnya.
- Kutaruh ini di sini. - Taruhlah.
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
Cobalah...
Murti, ayolah.
Ada apa?
Belum ada kabar dari pacarmu?
Tak ada kabar dan dia hapus aplikasinya.
Memalukan! Kau bahkan membuatnya benci seks?
Dia yang rugi, Sayang.
- Ayolah, kami menunggu kalian. - Funda! Ke sini sebentar.
Ada apa?
Tolong pesankan tempat di restoran Şeyyaz.
- Aku tak bisa. Kenapa aku? - Ayo. Jawab.
Sarp saja. Jawab, Sarp. Bicaralah.
Malam, Restoran Fade In.
- Pesan meja koki. - Selamat malam.
Ada apa ini?
- Ya, Pak? - Namaku Cihan.
Aku mau pesan meja koki untuk sepuluh orang besok.
Maaf. Bulan ini kami penuh.
- Apa? Kokinya sesibuk itu? - Jangan berlebihan!
- Koki kami sedang pergi. - Kalian tak makan?
Maaf, tolong diulang.
Maaf, koki kami sedang pergi.
Apa dia berlibur?
Apa dia sedang berlibur?
- Tanya Mira. - Mi...
Anda bisa reservasi untuk tanggal 24.
Teleponlah bulan depan untuk meja kokinya.
Miro...
Halo. Apa kau Nn. Mira?
- Saya Tuğçe. Mira juga sedang cuti. - "Juga."
Anda jadi memesan tempat?
Baiklah, keseruan berakhir.
"Meja koki."
- Tidak, ayolah! - Ada apa? Aku tak mengerti.
- Bukan apa-apa. - Dia tak datang.
- Sudahlah. Kau menginginkannya, tetapi... - Kita mulai.
Sepertinya anggurnya habis.
- Sudah habis? - Botol yang ini. Kau mau lagi?
Ya.
Semua yang kusentuh pasti berantakan.
Ömer, Şeyyaz, Tuba, Buddy. Seolah-olah...
Seolah-olah aku tak bisa kendalikan hidupku.
Aku hancur perlahan-lahan seperti domino, bruk, bruk...
Bruk! Lalu ambruk.
Baiklah. Astaga!
Astaga!
Pakai tisu ini, Leyla.
Ini, Sayang. Hati-hati. Tunggu.
Kemarilah.
Ayo, Buddy.
Menurutku kebalikannya. Kau jadi lebih baik.
Kau berani akhiri hubunganmu yang mulai goyah.
- Ya. Sudah berakhir. - Ya.
Ini keputusan yang sangat penting.
Namun, itu bukan karena aku.
Bukan karena aku. Gadis berambut gimbal itu penyebabnya.
Kau tahu bagaimana lelaki, Sayang. Mereka seperti monyet.
Mereka lepas setelah dapat cabang baru.
Tampaknya Ömer lebih memilih gadis berambut gimbal itu.
Persetan dengan seleramu, Ömer!
Baik, tarik napas panjang.
Bagus.
Dia merasa tak bahagia.
Kau dengar?
Dia tak bahagia.
Awalnya dia tak mau bicara,
lalu dia bilang, "Aku tak bahagia karenamu."
Aku...
Aku tak jadi ke AS agar kau bahagia!
Kau ingat itu?
Tadinya aku mau berhenti kuliah untuk pergi ke AS.
- Tidak jadi. - Syukurlah kau batalkan.
- Ayo. - Itu demi siapa? Demi kau.
Itu bagus, 'kan?
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
Cobalah beberapa saat lagi.
Pangeran Tampan tak dapat dihubungi saat ini.
Semoga kau dapatkan sepatu pasangannya.
Ini, Sayang.
Pasti wanita lain yang dapat.
Mungkin dia punya lemari.
Merek Louboutin disusun berdasarkan ukuran.
Mungkin terjadi sesuatu padanya hingga dia tak bisa bicara.
Sayang, berita buruk itu menyebar cepat.
Dia baik-baik saja. Jangan khawatir.
Benar. Istilahnya "hilang tanpa kabar yang parah". Itu riset doktorku.
Minumlah sebelum dingin.
- Perutku mual jika bangun. - Biar kubantu.
Jika tak ingin bertemu aku, tinggal bilang saja, 'kan?
Jika berubah pikiran, bilang saja. Dasar bajingan.
Mereka tak ingin menjalin hubungan dan tak ingin mengerti.
Mengerti...
- Lucu. - Mereka semua sangat manja.
Perut berotot dan semacamnya.
Maksudku, mereka suka pamer.
Hadiah, liburan, bepergian...
Mereka hanya suka pamer. Apa lagi?
Mereka tak peduli cinta. Sudah berakhir.
Seolah-olah kekuatan misterius merenggut semua cinta.
Yang tersisa hanya para bajingan dangkal.
Kurasa Cem Murathan tidak begitu.
Serius? Cem Murathan lagi?
Ada apa, Leyla?
Mungkin karena perutnya yang berotot.
Tidak.
Tidak!
Tidak, aku berpikir...
Kau tahu...
Ingat, dia...
Dia berkata dengan getir,
"Tuba kekecewaan terbesarku."
Seolah-olah dia menderita.
Tidak, bukan ini yang kau ceritakan.
Kau bilang dia berengsek.
Tidak, kurasa dia pikir
aku memprovokasi Tuba untuk balas dendam.
Kurasa itu sebabnya dia bersikap seperti itu.
Tahu dia bilang apa pada hari pertama? Dia bilang...
Dia bilang jangan menyakitinya.
Aku sudah memikirkannya sejak mengetahui perbuatan Tuba.
Aku menghormati itu. Sungguh.
Tuba belum juga menelepon.
- Haruskah kutelepon? - Tidak, kau sudah katakan semua.
- Biar saja. - Sudah kukatakan semua.
Kenapa kau selalu memikirkan aku?
Kau mau bergabung?
- Ny. Tuba? - Dia ada sejak hari pertama.
Dia racuni pernikahan kami perlahan-lahan.
Dia meracuniku.
Aku menjadi orang berbeda.
Aku belajar cemburu dan ragu.
Yang dia inginkan dari Cem hanyalah mengandung bayinya.
Tunggu saja.
Entah bagaimana dia akan bisa mengandung bayinya.
Aku kalah.
Aku kehilangan segalanya.
Selesaikan besok.
Berhenti menggigit bibirmu, Sayang. Sudah selesai.
Sebentar lagi selesai.
Kuharap tak ada kejutan.
Kau sudah bicara dengan mereka.
Mereka paham situasinya.
Tak akan ada kejutan. Aku yakin.
Dia datang.
Belgin?
Bukan, namanya Beliz.
Astaga!
Tidak mungkin!
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Selamat pagi.
Mari kuperkenalkan.
Ini pengacara Cem Murathan, Beliz Temur.
Rekanku, Pengacara Sarp Korkuter.
Kami bekerja sama dalam kasus ini.
Aku tahu.
Begitu rupanya.
Mau kopi?
- Air putih? - Boleh.
Biar kuambilkan. Ya.
Berita sela!
Belgin, pacar daring Sarp,
ternyata Beliz, pengacara Cem Murathan.
Jadi, bukan karena kau tak mencintaiku.
- Karena itu kau menghilang. - Ya.
Sebaliknya.
Baiklah.
Mari kita ulang.
Namaku Sarp Korkuter.
Aku pengacara di Kantor Hukum Taylan & Somer.
Mereka bersalaman.
Baru ini kulihat Beliz tersenyum.
Zodiakku Libra, tinggiku 180 cm.
Aku bisa memahami saat diajak bicara.
- Namaku Beliz. Salam kenal. - Salam kenal.
Aku melihatnya.
Dia memanggilku. Kita bicara nanti. Sudah dulu.
Terima kasih.
Mari kita selesaikan ini.
- Ayo. - Silakan.
Semoga ini yang terbaik untuk semua.
Bisa selesai dalam dua pekan dengan satu sidang.
Kedua belah pihak harus hadir.
- Pastikan tak ada masalah. - Tentu saja. Jangan khawatir.
GEDUNG PENGADILAN WILAYAH
Selamat, Nn. Beliz.
- Selamat. - Sampai jumpa.
- Selamat. - Sama-sama.
Telepon aku, ya?
MEMANGGIL TUBA TEPELİOĞLU
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi. Cobalah...
Paman, ini tidak bagus.
Dia mempermainkan kita.
Bisa-bisanya dia menghilang tanpa kabar.
Kutelepon, kukirim surel,
kutanya sekretarisnya. Dia menghilang.
Kita akan dipermalukan jika dia tak datang ke sidang.
Aku tak akan ada di kantor hari ini. Baik.
Hati-hati. Selamat tinggal.
Buddy!
Di mana riwayat kesehatanmu?
Di mana ayah bodohmu menyimpannya?
Kau juga mulai membuatku kesal.
Kokiku, kau tidak sopan.
Cuma memastikan kau baik-baik saja. Bukan terobsesi.
Apa yang kukatakan?
ŞEYYAZ: MAAF. SIBUK. NANTI KUTELEPON.
Bagus. Setidaknya kau masih hidup.
Buddy, riwayat kesehatanmu belum ketemu. Bagaimana ini?
Kita buat yang baru saja, ya?
Sungguh? Kau mau keluar juga?
Ayo. Kita ambil tasnya.
Kita ambil kuncinya.
Ayo!
Ini pasti tempatnya. Ayo.
KLINIK HEWAN BALIM TEKSÖZ
Kau pasti satu-satunya anjing
yang sangat senang bertemu dokter hewan.
- Halo. - Halo.
Selamat datang, Buddy.
- Buddy populer di sini. - Kami mencintainya.
Bagaimana kabarmu? Ayah tak ikut hari ini?
Tn. Ömer tak ikut?
Tidak. Aku ibunya. Namaku Leyla Taylan.
Riwayat kesehatannya hilang. Aku mau buat yang baru.
Baik. Kami menyimpannya.
- Benarkah? - Ya.
Itu bagus.
- Aku juga ingin mengganti cipnya. - Baik.
Karena aku pemiliknya, aku ingin dataku disimpan.
Tentu saja. Biar kulihat.
Selamat datang, Buddy!
Selamat datang, Buddy. Apa kabar?
Kau manis sekali!
Selamat datang, Kalian berdua.
Selamat datang.
Kemarilah, Buddy. Kemari. Ayo.
Kemari!
Leyla.
Jangan sebut namaku, Bob Marley palsu.
Kau meracuni pikiran Ömer, 'kan?
Kau rebut Ömer, kini mengincar Buddy?
Bukan aku penyebab kalian putus.
Tentu saja bukan. Bagaimana bisa?
- Jalan. - Hubungan bahagia tak bisa berakhir.
Dokter hewan merangkap konselor.
Ayo jalan! Tak tahu diuntung!
Kau mengkhianatiku demi hadiah, Buddy?
Kau menusukku dari belakang demi tulang.
Ternyata kau memang milik Ömer.
Tinggallah dengannya.
Kau tinggalkan aku juga.
Jangan pernah tinggalkan aku, ya?
Aku ingin mengambil pasangannya.
Aku naik. Suruh mereka pergi selagi sempat.
Aku sendirian. Naiklah.
Bukan main.
Kau jelas depresi, Koki.
Omong kosong.
Aku bersiap untuk Biennial.
Kini kutahu alasanmu menghilang.
Berapa banyak orang dalam hidupmu?
Bukan seperti itu, Leyla.
Yang benar saja.
Sungguh, aku tak bertemu siapa pun.
Situasinya mirip dengan nama di bel pintumu.
Zeynep.
Kupikir sudah berakhir, ternyata...
Kau tak perlu menjelaskan apa pun.
Mumpung kau di sini, jangan pergi. Tinggallah sebentar.
Koki, mungkin kau harus mandi dulu?
Baik, buatlah dirimu nyaman.
Mereka putus lima tahun lalu. Perpisahan yang sulit.
- Begitu. - Lama tak ada kabar.
Lalu, gadis itu tiba-tiba muncul.
- Seperti kapal selam. Tak menyenangkan. - Apa?
Saat mantan diam tak ada kabar. Menunggu saat yang tepat.
Lalu tiba-tiba muncul seperti kapal selam.
Benar sekali.
Lantas?
Dia agak bingung, tentunya.
Dia bilang, "Kau pantas dapat yang lebih baik"?
Tidak. Namun, dia butuh ruang.
Dia takut akan alami hal-hal yang dia lakukan dengan Zeynep.
Pintar sekali mereka berbohong.
Mereka pantas mendapat Oscar.
Entah benar atau tidak.
Namun, dia menderita karena masa lalu.
Setidaknya dia merasakan sesuatu.
- Ada kabar dari Ömer setelah si Gimbal? - Ya.
Dia mengirimimu pesan, Leyla?
Sekali lagi kukatakan, percaya atau tidak, aku tak lagi peduli.
Namun, sebelum kau bilang tak bahagia dan ingin putus,
tak ada orang lain dalam hidupku.
Dalam hidupku maupun pikiranku.
Aku berpikir tentang bagaimana kita akan selamatkan hubungan kita.
Kita putus bukan karena ada yang baru.
Bukan karena wanita lain,
melainkan karena kita jenuh.
Tolong, jangan buat hidup lebih sulit.
Kumohon.
Dia benar.
Mengutip mantan istri terkenal Defne Seyhun Richards,
- itu pasti berlalu. - Ya.
"Mungkin kalian bisa berteman nanti."
Benar.
Bersulang. Sepatu yang indah.
Kusiapkan vitamin, camilan,
tulang, dan mainan favoritnya.
Tak perlu. Aku punya.
Begitu. Baiklah.
Sampai jumpa, Sayang.
Ayo jalan. Ayo.
Nama macam apa itu "Balım"? Seperti nama kucing.
Ayo, Sayang, kita pergi.
- Selamat datang. - Halo.
Tuba Tepelioğlu, Cem Murathan.
Klien saya setuju untuk bercerai sesuai protokol perceraian.
Kami mohon petisi kami diterima.
Pembacaan putusan.
- Sarp, kemarilah. - Ayolah.
- Ayo, Leyla. - Aku di sini.
- Bersulang! - Bersulang, Semua!
Cobalah tersenyum.
Kantor Hukum Taylan & Somer dan Cem Murathan bahagia.
Tuba juga, dia dapat cek. Ayolah.
Namun, dia berniat mengembalikannya.
Dia tak sebodoh itu, jangan khawatir. Dia tak membuat keributan.
Terserah. Ayo, Sayang, kita minum.
- Baiklah. - Ayo.
Kita berhasil. Kau dan aku.
- Ya. - Kau tahu?
Jujur, aku kasihan kepada Tuba.
Boleh minta tequila?
Kasihan. Dia tidak sepenuhnya salah.
Apa maksudmu?
Pasti ada sesuatu antara Cem Murathan dan Defne.
Terima kasih.
Aku pergi dulu.
Ny. Tuba?
Jangan dikembalikan. Kau berhak. Itu milikmu.
Sudah terlambat.
Batalkan transaksinya besok pagi. Jangan dikembalikan.
Leyla, Sayang. Uangnya dalam perjalanan.
Pada prinsipnya, biasanya aku tak terlibat pembuatan lanskap,
tetapi kusarankan cemara biru di sini.
Terserah kau tentunya.
Akan terlihat seperti jalan setapak, 'kan?
Maaf.
Berhenti!
Tuba yang mengirim.
Kau sungguh melakukan ini?
Pembayaran telah diterima.
Keluarlah.
- Leyla, aku tak bermaksud jahat. - Keluar, Sarp.
- Tolong. Dengar dulu... - Sarp!
Keluar!
Terjemahan subtitle oleh: Ardi Prananta
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.