Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Leyla!
Kau akan menyesali ini.
Leyla, Sayang.
THANK YOU, NEXT
#MENAKSIRBERAT
Dia melakukan segala upaya untuk mempermalukanku.
Benar-benar pelecehan psikologis. Dasar narsis.
Semua pekerja di sana mata-matanya.
Mereka adukan omongan orang.
Jadi, kau gagal merayunya.
Paman!
Setidaknya dia membacanya, 'kan?
Jangan tertawa! Tak mungkin berkompromi dengannya.
Dia ingin perceraian tanpa syarat.
- Perceraian ini akan menjadi sengketa. - Pasti.
Kurasa begitu.
Sengketa yang akan menyerangku dari kedua pihak pastinya.
- Begitu cara mereka membuat wanita kesal. - Apa?
Lihat meja itu, Funda? Meja yang penuh pria.
Pacarnya menelepon sedari tadi,
tetapi tak dijawab.
Tak bisa, Sayang. Dia sibuk di dunia lelaki.
Lantas?
Dia mungkin pamit bermain sepak bola,
- padahal bertemu teman-temannya. - Ya.
Dia baru bisa pulang setelah 90 menit.
Teleponnya tak dijawab. Lalu dia menelepon video?
Kutembak kau, Murat.
Jawablah telepon itu meski kau mati dan bilang, "Aku mati."
- Mengerti? - Makanlah, Sayang.
- Şeyyaz! - Şeyyaz!
- Mari kita lihat. - Mari kita lihat.
LEYLA: TADI MALAM LUAR BIASA. AKU KETAGIHAN.
Beginikah balasan pesan
"Tadi malam luar biasa. Aku ketagihan"?
Apa artinya begini?
Dasar bodoh.
Bodoh!
Seolah-olah tak terjadi apa-apa. Memalukan.
Aku ingin bertanya. Apa dia sudah meneleponmu?
Apa dia baik-baik saja?
Ya, benar. Celemeknya pasti terbakar. Seperti ini.
Cantik sekali.
- Masa? - Ya.
Sudahlah. Dia membantumu melupakan Ömer dalam sehari. Itu bagus.
Kau benar-benar melupakannya, Sayang?
Rasa sakitnya belum terasa. Masih baru.
Nanti baru terasa.
Tak akan kurasakan apa-apa. Tak ada.
- Lihat saja nanti. - Lihatlah dia.
Sarp! Sarp, kemari.
- Ayo. Kemarilah. - Katakan.
Bagaimana dia?
- Menyedihkan. - Begitu.
- Semoga makin parah. - Minta air?
- Ceritakanlah, Sarp. - Tunggu sebentar.
Baik, lanjutkan.
Terima kasih.
Dia mengantar Buddy dan melihat pesanku waktu itu.
Pesan itu.
Pesan itu.
- Pesan itu, ya. Astaga! - Baik. Lanjutkan.
Dia menunggumu sepanjang pagi. Di depan pintu.
Aku minta maaf ribuan kali. Kubilang itu lelucon.
Dia bilang melihatnya sendiri dan tak akan melupakan momen itu.
Bilang saja, "Leyla merasa begitu saat melihatmu mencium wanita itu."
Bagus, Leyla.
Aku hampir katakan itu, tetapi...
Merasa jadi korban. Dasar penipu.
Trauma perpisahan, Sayang. Kita semua pernah alami. Pasti berlalu.
Perubahan suasana hati ini pasti terjadi.
- Itu wajar. - Apa itu?
Astaga!
Itu Şeyyaz.
Apa semua lelaki memang begitu?
Mungkin mereka teman.
- Leyla, mau ke mana? Leyla! - Teman apa?
Selamat ulang tahun, Mira!
Apa kabar, Şeyyaz?
Selamat.
Sayangku!
Apa kabar, Sayang?
Bodohnya lelaki. Kau tahu itu?
Mereka sangat bodoh.
Kecuali kau.
Kau yang paling pintar!
Kau cinta terbesarku.
Buddy-ku yang tampan.
Ayolah.
Ayo!
SIAPA YANG MENONTON? LEYLA - ÖMER
EDIT PROFIL HAPUS PROFIL
HAPUS PROFIL?
SIMPAN PROFIL
GALERI FOTO
JANGAN DIPEGANG! INI MILIKKU.
Pakailah ini ke kampus agar semua gadis melihatnya.
Sayang.
Namun, aku tak membelikanmu apa-apa.
Tak apa. Tak usah. Aku ingin membelikanmu.
Aku tak tahu kita akan rayakan hari jadi kita.
Kau memang berengsek, Sayang.
Apa itu?
- Astaga! - Itu ulah berengsek?
- Kau tidak lupa! - Tidak akan.
Kita rayakan sampai 100 tahun. Sini.
- Sudah? - Coba kulihat.
Apa tulisannya?
- Je t'aime. - Je t'aime!
Terima kasih.
Cukup! Kita tak akan jatuh ke dalam perangkap itu!
Ayo, Buddy! Ayo! Bangun!
Kita begini karena ulahmu. Kau tahu, 'kan?
Lupakan yang lain,
AKU CINTA KAU
kecuali yang itu!
Aku sangat marah kepadamu!
Kau telah menginvasi hidupku dan tahu semua sandiku.
Kau benar-benar menguasaiku.
Buddy, hei!
Buddy, kau makan apa? Jangan.
Orang yang kuanggap sahabat. Aku bahkan berbagi Buddy denganmu!
Kita berbagi apartemen ini.
Kita berbagi tujuh tahun bersama.
Kini aku harus bagaimana?
Bagaimana aku percaya orang?
Aku tak bisa, dan itu karenamu.
Kau bawa kepercayaan itu dalam dua kopermu.
Jangan coba-coba menyalahkanku.
Jangan merasa jadi korban. Jangan coba-coba!
Ini karena kau, bukan aku.
Sangat menyakitkan, tetapi...
Aku tak mau sakit lagi.
Aku hanya ingin ini berakhir. Aku sudah muak.
PESAN SUARA LEYLOŞ
ŞEYYAZ: SAMPAI RUMAH SENDIRIAN. ANDAI KAU DI SINI. SELAMAT MALAM!
Wanita membiarkan ini.
Kirim lokasi dan foto, bilang merasa kesepian,
lalu berbuat semaunya.
Bilang saja tak percaya.
Tentu. Aku bahkan tak membalas.
Namun, dia bilang pulang dari pesta ulang tahun sendirian.
Jangan asal tuduh. Lagi pula, Mira juga bilang mereka teman.
Kau harus lihat bagaimana dia terus mengirim pesan.
Foto dari pasar ikan pukul empat pagi.
Foto kopi yang selalu dia banggakan pukul lima pagi.
Menyapa di pagi dan siang hari.
Tunggu, ada telepon. Sudah dulu.
- Baik, dah. - Dah.
Halo. Ya?
Baik. Tentu.
Tentu. Sampai jumpa. Terima kasih.
Nona Beliz.
Selamat pagi.
Aku tidak telat.
- Terima kasih sudah datang. - Ya. Sama-sama.
Aku langsung ke sini.
Setelah kecanggungan kemarin,
kupikir Cem Murathan tak mau bicara.
Aku kaget dan senang.
Apa maksudmu, canggung?
Tn. Cem.
Hubungi aku lewat pengacaraku
agar tak ada lagi kecanggungan.
- Itu sebabnya kalian kupertemukan. - Baiklah.
Aku memintamu untuk melanjutkan dengan cara yang beradab.
Diam-diam.
Perintah bungkam akan keluar setelah persyaratan disetujui.
Bagus.
- Silakan, Tn. Cem. - Terima kasih.
Semoga berhasil.
- Sampai jumpa, Beliz. - Sampai jumpa.
Ny. Tuba dan Tn. Cem terkenal karena pekerjaan mereka.
Kita harus berupaya menjauhkan mereka dari surat kabar.
Seperti kukatakan, setelah syaratnya disetujui...
Namun, ketahuilah,
tuntutan klienmu atas hotel itu tak akan disetujui.
Maaf. Bagaimana kita bisa mencapai kesepakatan?
Syarat klienku hanya satu. Hotel itu.
Bujuk dia untuk berkompromi.
Nona Beliz, klienku tak ingin bercerai.
Dia tak tahu penyebab pernikahannya berakhir. Dia kaget.
Dia masih cintai suaminya.
Dia kecewa, harga dirinya terluka, hatinya hancur.
Singkatnya, kami tolak kesepakatan lain
selain hotel itu diberikan ke klienku.
Percayalah, menerima kesepakatan itu yang terbaik untuk Tuba.
Apa itu ancaman?
Silakan ajukan gugatan cerai.
Aku ingin tahu tuduhan Cem Murathan kepada klienku.
Tak perlu lewat pengadilan, Leyla.
Percayalah. Ini yang terbaik untuk kedua belah pihak.
$10,000.000
Sebaiknya dipertimbangkan.
Baiklah.
Kalau begitu, kita ajukan gugatan.
Naikkan jumlahnya dan serang mereka.
Aku tak butuh uangnya.
Aku menginginkan dia.
Mereka akan ajukan gugatan lebih dulu.
Kita harus beri alasan kuat ke pengadilan.
Prosesnya akan lebih mengesalkan.
Ya, kita gugat lebih dulu, beri alasannya ke pengadilan.
Kita cari tahu alasan mereka terburu-buru
dan selidiki yang mereka tutupi.
Aku tak sudi menyebut nama wanita itu.
- "Wanita itu"? Yang mana? - Maksudmu?
Ini tentang istri pertama Cem Murathan. Defne Seyhun Richards.
Katamu dia masih menikah.
Ya. Dia tinggal di AS. Masih bolak-balik ke sini.
Dia dan Cem Murathan masih berhubungan.
Menurut Tuba.
Dia bahkan mengklaim pernikahan kedua Cem berakhir karena wanita ini.
Tebak siapa penanggung jawab renovasi hotel itu.
- Defne Seyhun Richards. - Selamat.
Jadi, itu sebabnya dia ngotot meminta hotel itu.
Karena wanita itu, bukan Cem.
Cemburunya beralasan. Entah apa yang dia alami. Kasihan.
Semua lelaki itu kolektor,
menjaga mantan mereka sebagai cadangan.
Dengar, dia sangat licik.
Tak bisa kubayangkan triknya kepada para wanita ini.
Tuba tak mau cerita keburukan Cem.
Siapa yang tahu bagaimana dia di ranjang?
Tn. Cem!
Aku datang untuk sampaikan dia menolak tawaranmu.
Juga untuk melihat renovasi hotel.
Jangan libatkan Defne. Jangan coba-coba.
Jika dia alasan pernikahanmu berakhir,
dia jelas akan terlibat, Tn. Cem. Maaf.
"Defne adalah masa kecilku, masa mudaku,
orang yang paling kusayangi setelah ibuku, sahabatku."
Ini yang klienku dengar selama kalian menikah.
Dia trauma karenanya. Itu sebabnya Ny. Tuba...
Tuba...
adalah kekecewaan terbesarku.
Aku berharap banyak padamu, Leyla.
Jangan sampai masalah ini memburuk.
"Aku ingin lelaki jujur." "Kejujuran adalah kebajikan terbaik."
Kau terus katakan itu. Lalu dia bilang, "Sudah berakhir."
Dia sungguh katakan itu. Namun, dia bajingan.
Lelaki selalu salah.
Ya, karena kalian plin-plan.
Kalian terlalu mudah menyerah.
Ya. Kalian cari wanita lain begitu ada masalah.
Sekarang kau pasti sedang menggeser foto-foto wanita, 'kan?
Jujurlah, kau main Fingir?
Aku tak mengerti kenapa Tuba Tepelioğlu masih melawan.
Pernikahan ini sudah berakhir.
Kurasa ini obsesi, bukan cinta.
Tipe wanita yang kutakuti. Jangan disebut.
COCOK! MULAI MENGOBROL
Dia kaya raya dan cantik.
- Mestinya dia lupakan saja. - Ya. Terima kasih, berikutnya.
- Benar. - Ya.
Omong-omong melupakan,
Leyloş, apa kau tahu Ömer...
Dia pindah ke apartemen lamamu.
- Kau tahu itu, 'kan? - Tidak.
- Bagus. - Satu lantai di bawahnya.
Tepat di depan mataku.
Itu bagus. Antar-jemput Buddy jadi mudah.
ÖMER: BAIK!
Ayo, Buddy. Kita pergi.
Ayo masuk.
Tunggu aku.
Yang ini juga.
Pesta dimulai.
Halo?
Belmu yang mana?
Apa?
Ada apa?
Aku merindukanmu.
Kita bertemu tadi malam.
Siapa kau?
- Apa kau Ömer? - Buddy.
- Buddy. - Ya.
Salam kenal, Buddy. Siapa Ömer?
Dia mantan pacarku.
Baru putus. Aku mengerti.
Pasti cukup lama sampai namanya ada di pintu.
Kubuatkan roti favoritmu.
Sedikit foie gras.
Confiture de cerise noire.
Juga...
keju asap.
Kau suka kejutan.
Teleponlah dahulu sebelum kau datang.
Aku meneleponmu.
Biar kuambil itu.
Kau cantik sekali.
Bisakah kita berhenti sebentar?
Tunggu. Kau masih marah?
Kenapa mesti marah? Kita baru kenal.
Ada apa?
Aku agak bingung saat ini. Maaf.
Semuanya masih baru. Aku butuh waktu menenangkan diri.
Ya, sikapku tak menunjukkan itu sejak kita bertemu,
tetapi aku baru putus dari hubungan panjang.
Kukira aku akan menikah, tetapi aku diselingkuhi.
Aku tak mau berbuat salah karena marah.
Itu tak adil bagimu.
Aku mengerti.
Aku tak mau kau disibukkan dengan pria lain saat bersamaku.
Saat kau merasa siap,
dan jika aku masih ada,
kita akan mencobanya.
Bagus.
Aku sangat menyukaimu.
Aku selalu ingat ini saat memikirkanmu.
Ini.
Ini.
Ini.
Kita hampir sampai.
Aku nyaman di sini.
Pelan-pelan. Ayo. Kemari.
Anjing pintar.
Kuhabiskan setiap musim panas dan beberapa musim dingin
di rumah ini saat aku masih kecil.
Sekarang aku ke sini di akhir pekan saat rumah kosong.
Aku suka. Sunyi dan tenang. Bagus sekali.
Selera Can Taylan bagus.
- Di mana dapurnya? - Di sini.
Kami bukan keluarga besar.
Ibuku pejabat di Kemenlu.
Jadi, aku lahir di Kopenhagen.
- Sungguh? - Ya. Di Rumah Sakit Bispebjerg.
Aku ingat masa kecilku lewat foto.
Kami sering berpindah-pindah
dari satu negara ke negara lain bertahun-tahun.
Hingga akhirnya kubilang cukup.
Aku ingin di sini bersama pamanku.
Aku tinggal dengan pamanku saat mulai kuliah.
Can Taylan saudara ayahmu, 'kan?
Bukan, ibuku. Kau bingung karena nama belakang kami sama.
Ayah memakai nama belakang Ibu saat mereka menikah.
Tidak mungkin!
- Itu jarang terjadi. - Ya, aku tahu.
Jadi, standarku sangat tinggi.
Ini kamarku.
Sayangku!
Aku akan tidur di kamar tamu saja.
- Ayo. Kita melihat-lihat. - Baik.
Kenapa kau putuskan menjadi koki?
Boleh kusebut "koki"?
Aku memang koki. Sebenarnya, aku belajar teknik.
Kau pasti bercanda!
Aku tertarik jajanan kaki lima semasa kuliah S2 di Berlin.
Aku berhenti kuliah dan mulai berkeliaran.
Pak Sabri mungkin ajak Buddy jalan-jalan.
Berhenti, Buddy!
Bukan yang ini atau ini.
Hei! Buddy! Sayangku!
Sedang apa kau di sini? Sedang apa?
Sabri?
Aku tak tahu mereka datang, Ömer.
Ada misteri penting tentang penuaan anggur.
Kebanyakan anggur tak menua. Anggur tua pun jarang berumur lama.
Aku tahu 90% harus dikonsumsi dalam satu tahun produksi,
dan 99% dalam lima tahun.
Menarik.
Sebenarnya, sama seperti hubungan.
Seperti itulah hubungan.
Seperti makhluk hidup.
Kadang membaik seiring bertambahnya usia.
Seperti hubungan orang tuaku.
Ada yang langsung buruk.
Belum pernah kulihat yang tidak buruk.
Benar. Cinderella, misalnya.
Kita pernah melihat Cinderella setelah dia menikah? Tidak.
- Menurutku dia sangat menyesalinya. - Pastinya!
Dia pasti sewot
karena menikahi lelaki pasangan dansanya satu kali.
Kau tahu pangeran siapa yang lebih buruk?
- Siapa? - Putri Tidur.
Apa dia cabul?
Apa pangeran bebas mencium gadis yang tidur?
Dasar bajingan. Itu pelecehan, sungguh.
Kau manis sekali.
Kau harus melihatku saat aku diselingkuhi.
Tak akan kulihat.
Jangan berjanji.
Beginilah cara mereka memulai.
Bicara manis, sikap romantis, kejutan,
pernyataan cinta yang berlebihan, menaksir berat.
Lalu...
Lelaki teman duduk di sofa,
lelaki yang kau peluk,
tiba-tiba menyelinap ke sofa lain.
Lalu dia pindah ke meja. Dari meja ke ruangan lain.
Ke kota lain.
Hingga berkemah yang seharusnya khusus lelaki.
Lelaki malas yang tak mau ambil minum sendiri di rumah...
tiba-tiba memutuskan mendaki gunung.
Begitulah, jika kau percaya.
Aku tak suka berkemah.
Aku juga tak suka berjalan. Aku bawa mobil.
- Kau keren sekali. - Tak masalah.
Apa itu?
Apa-apaan ini? Pergi! Kau gila?
- Dia ke sini! - Awas!
Ulah siapa ini?
- Dia ke sini! - Awas!
Rumah terdekat jaraknya jauh.
Tak ada anak-anak atau remaja menerbangkan drone.
- Mereka merusak romansamu. - Ya.
Mungkin orang piknik yang mabuk.
Ini untukmu.
Untukku?
TUJUH HARI, TUAN PUTRI
- Apa itu? - Sepatu.
"Tujuh hari, Tuan Putri."
- Sudah seminggu? - Romantis sekali.
Mana satunya?
Nanti, pada kencan berikutnya.
Pelajari trik ini.
Aku sudah dapat yang kumau, Sayang.
Jangan memukulku. Aku bisa memar.
Selamat pagi!
Selamat pagi!
Ceria sekali. Pasti kencanmu seru.
Bukan seru, tetapi fantastis.
Syukurlah.
Selamat pagi, Semua.
- Taylan dan Somer! - Tn. Cihan, Tn. Can. Selamat pagi.
- Kau ke pondok? - Tak bertemu dia, 'kan?
- Bertemu siapa? - Ömer.
Pak Sabri tidak bilang?
Terima kasih, Sabri. Maaf membuatmu merasa tak enak.
Semoga Tuhan menyadarkan kalian.
- Dah. - Dah.
Apartemennya sedang dicat. Kusuruh dia ke pondok.
Dia tak mau karena kenangan itu.
Ternyata dia sudah tinggal bersama Pak Sabri dua hari.
Ada proyek besar. Dia mengurung diri dan bekerja di sana.
Itu dia, Ömer. Selamat datang.
- Revisinya sudah selesai? - Ya.
Bagus. Ini arsitek Ömer Cenker.
Cem Murathan, pemilik hotel.
- Ya. Salam kenal. - Sama-sama.
Maaf.
BAJINGAN
AKU INGIN BICARA!
Ya.
Lihat, ini revisinya...
Leyla, Sayang.
- Ponselmu mati. - Ya.
- Ada apa? - Jangan nyalakan! Tunggu.
Hentikan. Apa-apaan kau? Tenang.
Aku melakukan hal bodoh lagi.
Sungguh.
Tak sengaja. Tolong, jangan dengarkan.
Apa maksudmu? Ada apa, Sarp? Tunggu.
VIDEO SARP KORKUTER
Jangan dengarkan.
Terjemahan subtitle oleh: Ardi Prananta
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.