Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
THE ATYPICAL FAMILY
Kau datang.
Tidak akan kuberikan.
Dan aku
tidak akan memeluknya.
Dengar.
Aku tidak bisa menyelamatkan...
Pak Bok.
Hampir saja.
Terima kasih.
Kenapa kau membawa bunga?
Apa itu untukku?
Astaga.
Bagaimana kau bisa tahu ini bunga kesukaanku?
- Rupanya begini kejadiannya. - Indah sekali.
Kapan kau sampai di sini...
Di masa lalu,
aku menyelamatkan seseorang.
Gwi-ju.
Gwi-ju.
Ayah sedang berjalan ke sini dan tiba-tiba kau muncul.
Kekuatanmu sudah kembali?
Ayah.
Aku menyelamatkan seseorang.
Bukan di sebelah sana.
Ada tempat begini?
Pasti tak akan ada yang menyangka.
Ayah mengumpulkan arsip digital
agar sesuai dengan masa kini.
Kau melakukan hal yang sebelumnya kau tidak bisa?
Ya.
Sepertinya ada kejadian mirip yang dialami leluhur kita.
Ini dia.
Saat Dinasti Joseon dipimpin Injo,
ada wanita tua yang bisa menggunakan telekinesis.
Awalnya kekuatannya hanya cukup untuk mengangkat kerikil.
Namun, ketika desanya diserang,
dia bisa memindahkan batu seukuran rumah,
lalu melemparnya ke musuh.
Kekuatannya meningkat.
Pasti kesungguhan hatinya yang meningkatkan kekuatannya.
Dan kau pun sangat ingin menyelamatkan orang lain.
Aku tidak pernah bisa menyelamatkan seseorang.
Tapi kenapa aku bisa menyelamatkan
Do Da-hae?
Hei, ikuti Ayah.
Kekuatan yang muncul karena bertemu dengan orang tertentu.
Biar Ayah cari.
Ini dia.
Kakek buyutmu bisa mengeluarkan api dari mulutnya.
Namun, awalnya kekuatannya tidak sempurna.
Saat dia masih kecil, hidungnya begitu panas,
hingga orang yang memegangnya terkena luka bakar.
Oleh karena itu, dia harus hidup dengan bersembunyi.
Kemudian, dia turun dalam perang.
Ketika teman sehidup sematinya menggenggam tangannya,
dia mulai mengeluarkan api dari hidungnya.
Kekuatan apinya sangat luar biasa.
Jadi, segel kekuatannya
- seperti terbuka? - Bukan.
Kekuatannya menjadi sempurna
karena orang yang tepat datang ke hidupnya.
Tapi kekuatanku masih jauh dari sempurna.
Aku tidak bisa mengendalikannya.
Kacau sekali.
Cinta memang tidak bisa dikendalikan.
Itu bukan cinta.
Ada juga seorang wanita yang bisa berubah bentuk.
Tiap kali bertemu cendekiawan yang disukainya,
dia terus berubah menjadi orang lain meski tidak ingin.
Pada akhirnya, dia lupa cara kembali ke wujud aslinya.
Bahkan setelah berubah menjadi banyak wanita,
dia tetap gagal mengambil hati cendekiawan itu.
Sebenarnya, cendekiawan itu sudah lama menyukai seorang wanita.
Karena merindukan wanita yang hilang tiba-tiba itu,
dia melukisnya.
Coba tebak siapa wanita itu.
Wanita itu dengan wujud aslinya?
Benar sekali.
Pada akhirnya, wanita itu meraih cintanya
dan berhasil kembali ke wujud aslinya.
Mungkin saja Do Da-hae adalah orang seperti itu bagimu.
Ayah akan memberi tahu ibumu.
Jangan sekarang, Ayah.
Seperti pintu pada hari itu,
kita masih belum tahu arti semua ini.
Kalau begitu, kita tunggu saja dahulu
sampai sudah yakin.
Baik.
Bagaimanapun, selamat.
Untuk apa?
Akhirnya kekuatanmu bisa berguna,
sesuai dengan yang kau inginkan.
Dia hantu.
Rumah ini angker.
Ada apa?
Nona Do?
Tunggu.
Bukankah...
kau ada di atas tadi?
Kau...
hantu.
Hei.
Nona Do.
Nona Do!
Kenapa berisik sekali?
Astaga!
Apa yang terjadi?
Sepertinya dia ketakutan.
- Katanya dia lihat hantu. - Hantu?
Mungkin hantu yang dia maksud adalah aku.
Makanku tidak lahap beberapa hari karena sakit,
dan aku melayang kira-kira setinggi ini.
Sepertinya dia melihatnya.
Seharusnya kau lebih hati-hati.
Masih terlalu cepat baginya untuk tahu.
Ibu benar.
Jika aku tahu pacar putra Ibu akan mengendap ke ruang penyimpanan,
aku pasti akan lebih berhati-hati.
Kenapa dia ada di sana?
Dia mungkin hanya lewat.
Tapi kenapa kau melayang di ruang itu?
Aku hendak menangkap nyamuk.
Baringkan dahulu dia di kamarnya.
Ya, benar.
Hati-hati.
Pelan-pelan.
Seharusnya dia kabur saja.
Ibu kira dia sangat sehat.
Ternyata sangat rapuh.
Dia belum terbiasa dengan itu.
Aku pun sangat terkejut saat melihat ayahmu
mengeluarkan sisik warna-warni di tubuhnya, lalu bergerak
seakan-akan dia Putri Duyung.
Padahal dia terlihat normal.
Apa kita harus memanggil ambulans?
Sepertinya dia sedang tidur.
Begitukah?
Benar.
Kasihan dia.
Dia pasti sangat gugup berada di lingkungan yang baru.
Bukan karena itu.
Dia minum teh yang dia buat untuk Ibu.
Dia memasukkan obat tidur.
Apa maksudnya?
Dia pasti hanya mengarang karena takut gedungnya direbut olehmu.
Ayo keluar.
- Semoga berhasil. - Kau bahkan tidak punya bukti.
Cepat keluar.
Ibu, dengarkan aku.
Jangan makan atau minum apa pun yang dia beri.
Kita tidak tahu apa yang dia masukkan.
Kau yang harus hati-hati. Jangan melayang sembarangan.
Jaga rahasia ini sampai dia jadi keluarga.
Baik, Bu.
Bukankah...
kau ada di atas tadi?
Aku ada di atas tadi?
Apa dia melihat diriku dari masa depan?
SAUNA ISTANA
Kau tidak apa-apa?
Aku bermimpi.
Beri tahu nomor lotrenya.
Apa itu saham?
Sebuah mimpi yang mengerikan.
Nona Do?
Sebenarnya apa yang terjadi semalam?
Selamat pagi.
Ya.
Tidurmu nyenyak sekali.
Seolah-olah
kau diberikan obat tidur.
Aku...
agak lelah.
Apa kau melihatnya?
Apa?
Kau terkejut karenanya?
Tidak pernah melihat hal begitu?
Kenapa?
Lihat saja dengan saksama...
cat kuku kakiku.
Mau ikut lain kali?
Ya, menarik.
Aku mau juga.
Kau tidak apa-apa?
Dia ada.
Kau melihatku di sini semalam, 'kan?
Begini lagi?
Kau tidak ingat lagi?
- Apa pura-pura tidak ingat? - Itu tidak penting.
Katakan kepadaku apa yang terjadi.
Begini...
Kau berdiri di sini...
Kau mau berangkat sekolah, I-na?
Menyaraplah dahulu. Ya?
I-na.
Menyaraplah dahulu sebelum pergi.
Nanti kau tidak akan tumbuh tinggi!
I-na.
- Matang atau setengah matang? - Setengah matang.
Setengah matang? Baiklah.
Selamat pagi.
Aku susah tidur semalaman.
Saat akhirnya tertidur,
aku bermimpi buruk.
Kau bermimpi tentang apa?
Apa kau suka pergi ke sauna, Nona Do?
Astaga.
Astaga.
Kuning telurnya pecah.
Biar kubuatkan yang baru, I-na.
Dalam mimpiku,
kau sedang berada di sauna.
Apa kau tahu sauna yang bernama Sauna Istana?
Apa?
Sauna?
- Kenapa? - Kulihat kau ditandu dari dalam sauna itu
lalu dimasukkan ke ambulans.
Ambulans?
Namun,
itu hanya mimpi wanita tua yang gelisah,
jadi, jangan dipikirkan.
Tapi lebih baik kau tidak pergi ke sauna untuk sementara waktu.
Tidak ada salahnya berhati-hati, 'kan?
Kau bahkan masih mencemaskanku
di dalam tidurmu.
Terima kasih.
Aku harus masak telur lagi.
Aku sudah terlambat.
Aku berangkat saja.
Kau tetap harus makan, I-na.
Tunggu sebentar, I-na.
I-na.
Maaf, ya.
Setidaknya makanlah ini.
Hati-hati, ya.
Bukankah sudah kuperingatkan?
- Apa? - Keluargaku punya kekuatan super.
- Apa? - Kaburlah selagi masih bisa.
Tidak mungkin.
Aku harus segera kabur.
Aku harus pergi.
Dalam mimpiku,
kau sedang berada di sauna.
Apa kau tahu sauna yang bernama Sauna Istana?
Jika aku ke sana, apa artinya itu sungguh mimpi prekognitif
yang menggambarkan masa depan?
Bisa saja mereka sungguh punya kekuatan super.
Dia pasti berhalusinasi karena minum obat tidur.
Dia bilang dia melihatku di sini dalam mimpinya.
Dia pasti menyuruh seseorang untuk membuntutimu.
Lupakan saja.
Yang dimiliki keluarga itu adalah delusi, bukan kekuatan super.
Kita punya cukup bukti bahwa mereka menderita penyakit mental.
Lanjutkan ke langkah selanjutnya.
Daftarkan pernikahan kalian
dan jadilah wali resmi mereka.
Aku punya ide lain.
Aku cari target baru saja, ya?
Hei.
Jangan cerewet dan daftarkan pernikahan kalian.
- Ibu. - Apa?
Kau takut karena mereka hantu?
Uang hantu tetap saja uang.
Jangan lupa kau masih berutang padaku.
Kau pasti Da-hae, ya?
Sudah kubilang jangan minum terlalu banyak.
Kau sendiri di sini?
Tidak ada orang dewasa?
Sial.
UANG DUKA
Ini pun masih kurang.
Hei, kini utang ayahmu menjadi utangmu. Kau yang harus melunasinya.
Kemarilah.
Kubilang kemari!
Tanda tangani ini.
PENERIMA: BAEK IL-HONG PENJAMIN: DO DA-HAE
Aku sudah mencari tahu.
Semua investasi mereka beberapa tahun belakangan ini gagal.
Kini yang tersisa hanya rumah mereka
dan gedung pusat kebugaran itu.
Jika terus begini, mereka akan segera jatuh miskin.
Kita tidak punya banyak waktu.
Setidaknya kita harus ambil yang tersisa.
Kau bisa pensiun sebagai pemeran utama dengan elegan setelah proyek ini.
Aku juga akan pensiun.
Sebaiknya kau bersantai sejenak di sauna
selagi di sini.
Selamat datang.
Keluar.
- Apa? - Kau tidak boleh masuk.
Ada apa denganmu?
WAJIB PAKAI BAJU SAUNA SEBELUM MASUK
Kulihat kau ditandu dari dalam sauna itu
lalu dimasukkan ke ambulans.
Hei.
- Kau sedang apa? - Panggilkan ambulans.
Sepertinya kepalaku berdarah.
Rupanya tidak.
Mimpi prekognitif apanya?
Kau tahu kenapa mimpi buruk bisa menjadi kenyataan?
Karena itu menguasai pikiranmu.
Kau menjadi terlalu gelisah sampai terluka
karena terlalu mencemaskan itu.
Cepat bangun.
Begitukah?
Tidak. Sepertinya tengkorakku memang retak.
PAMAN
Apa lagi?
Kau berkeringat.
- Berhenti membuatku kesal... - Jika keringatmu jatuh,
lantainya bisa menjadi licin, Pak.
Permisi, Pak.
Kami mau pesan gimbap.
Mi dan telur juga.
Apa tidak ada orang?
Pak!
Ini minumannya.
Makanannya sudah siap.
DO DA-HAE
Aku punya informasi baru.
BAEK IL-HONG
NOH HYEONG-TAE
Makananku belum siap?
Sebentar, ya.
Tolong lebih cepat.
Gunakan senjata terampuhmu saat waktu yang tepat tiba.
- Ibu. - "Ibu"?
Katamu kau tidak punya keluarga.
Aku bisa menjelaskannya.
Begini...
Da-hae...
Dia...
Kebakaran!
Semuanya, cepat keluar!
Tolong jangan panik!
Kebakaran!
Semuanya, cepat keluar!
Ke pintu keluar darurat!
Cepat keluar!
Nona Do.
Nona Do.
Biar kubantu.
Ayo berdiri.
Sudah kubilang akan licin.
Cepat panggil ambulans.
Nona Do.
Kau tidak apa-apa?
SAUNA ISTANA
Kau mau ikut?
Silakan baca dan tanda tangani.
Baik.
Tulis namamu di sini.
WALI
Aku bukan ibu kandungnya.
Dahulu aku mengenal ayahnya,
dan akhirnya kami menjadi seperti ini.
Ayahnya mabuk dan meninggal karena kedinginan
di jalan pada musim salju yang amat dingin.
Orang yang datang ke pemakamannya
hanya para rentenir yang datang untuk mengambil uang dukanya.
Tidak ada orang dewasa yang mengurusnya.
Dia benar-benar sendirian.
Tidak lama setelah itu,
dia mengalami kecelakaan yang amat parah.
Kau sudah sadar? Kau tahu ini di mana?
- Sudah hubungi walinya? - Belum.
Aku tidak punya wali.
Tetaplah berbaring.
Jangan bangun.
Astaga! Apa yang kau lakukan?
Aku tak ada uang untuk bayar rumah sakit.
Apa?
Aku walinya.
Sayang sekali.
Kau gagal mendapat uang dari asuransiku.
Bayar saja utang itu selagi masih hidup.
Hei.
Jadilah putriku.
Aku hanya merawatnya sebentar,
tapi dia masih memanggilku ibu.
Malang sekali.
Dia pernah memberitahuku bahwa dia hampir mati.
Benarkah?
Dia jarang menceritakan itu ke orang lain.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Ternyata kau tidak tahu detailnya.
Tanya langsung saja.
Itu hal sensitif baginya.
Kau tahu kenapa namanya Do Da-hae?
Ayahnya suka sup mugwort yang di dalamnya ada ikan dodari.
Dan anak itu lahir pada musim semi.
Pas sekali sedang musim ikan dodari.
Ayahnya sangat ingin menamainya Do Da-ri,
tapi petugas akta lahirnya membujuknya untuk mengubahnya.
Pada akhirnya, dia hanya mengubah suku kata belakangnya.
Dia menamainya Da-hae yang berarti "lakukan saja semuanya"
agar bisa melakukan yang dia mau.
Nama yang bagus.
Tidak.
Ternyata nama itu pun bukan pilihan yang baik.
Itu lebih mirip kutukan, alih-alih berkat.
Dia harus melakukan segalanya sendiri untuk bertahan hidup.
Kuharap dia bisa menemukan seseorang untuk berada di sisinya.
IBU
Kau boleh bangun.
Sudah kubilang, Bu.
Ada yang aneh tentang keluarga Bok.
Lebih baik kita jauhi...
Daftarkan pernikahan kalian.
Itu caramu bisa terbebas
dari keluarga itu,
juga dariku.
Halo, Bu.
Nona Do pergi tanpa mengatakan apa pun
dan belum kembali.
Apa dia pergi ke sauna?
- Ya. - Apa?
Apa dia baik-baik saja?
Dia di IGD sekarang.
Apa?
Apa dia terluka parah?
Bagaimana bisa?
Ibu sudah bilang jangan pergi ke sana!
Tenanglah, Bu.
Nanti kutelepon lagi.
Itu sungguh mimpi prekognitif.
Kenapa aku hanya melihat Do Da-hae dalam tiap mimpiku?
Ditekan terus, ya.
Terima kasih.
Dia sudah pergi.
Dia harus segera kembali ke sauna.
PERNYATAAN KELUAR DARI IGD
WALI: BOK GWI-JU
Mohon tunggu sebentar.
Kau membuntutiku?
Bukan begitu...
Kau pergi dengan tergesa-gesa.
Kenapa tidak bilang apa pun
saat ibuku membicarakan soal sauna?
Ibumu mencari tahu soal aku, 'kan?
Jujurlah.
Sejujurnya,
aku agak cemas
mimpi ibuku akan menjadi kenyataan.
Maksudmu...
ibumu sungguh bisa melihat masa depan dalam mimpinya?
Tapi kukira kekuatan kalian hilang karena penyakit gaya hidup kalian.
Kekuatan kami kembali lagi,
tapi ada yang berubah.
Aku bisa kembali ke masa lalu, tapi karena alasan berbeda.
Alasannya Do Da-hae.
Apa?
Aku?
Yang memegang tanganmu di mal
dan muncul dengan bunga di depan air mancur,
itu aku dari masa depan.
Apa?
Bukannya aku melupakan perbuatanku.
Namun, yang sudah terjadi kepadamu
belum terjadi kepadaku.
Tunggu.
Apa maksudmu?
Pikirkan baik-baik.
Setelah memegang tanganmu dan memberikan bunga,
bukankah aku langsung hilang?
Kapan kau sampai di sini...
Jadi, itu alasannya
bayanganmu tidak ada di cermin semalam?
Aku bukan hanya tidak terlihat di cermin.
Hanya kau yang bisa melihatku.
Hanya kau yang bisa melihat atau menyentuhku.
Hanya kau yang berwarna,
padahal yang lain hitam putih.
Tapi kenapa...
Kenapa aku?
Kenapa?
Kenapa hanya aku?
Aku juga tidak tahu.
Tapi satu hal yang pasti.
Masa lalu Do Da-hae
adalah masa depanku.
Waktu yang kuhabiskan denganmu...
menarikku kembali.
Kau menceritakan rahasia kita padanya?
Kenapa kau terburu-buru?
Bagaimana jika dia takut dan kabur?
Tidak bisa disembunyikan lagi.
Ibu menceritakan mimpi Ibu.
Bagaimana Ibu bisa diam saja saat bermimpi begitu?
Benar.
Kenapa Ibu memimpikan itu?
Aku harus kembali.
Gwi-ju.
Aku tidak bisa ke masa lalu.
Aku harus kembali ke Se-yeon.
Aku harus mengulang semuanya.
Kau sudah lupa?
Kau hanya bisa kembali ke momen-momen bahagia.
Meski kembali, tidak ada yang bisa kau ubah.
Sekarang relakan saja.
Aku menemukan ini di tasnya.
Jika dia hamil,
kenapa dia tidak memberitahuku?
Karena itu anak dari pria lain.
- Apa? - Dia punya pria lain.
Dia bahkan berniat pindah bersama pria itu.
Dia tidak bilang apa pun kepadamu?
Bagaimana Ibu tahu itu?
Ibu tidak pernah memimpikan Se-yeon.
Ibu selalu gelisah karena tak bisa melihat apa pun.
Jadi, Ibu tidak pernah menganggap dia keluarga.
Salah Se-yeon tidak muncul di mimpi Ibu?
Bukan salah Se-yeon kalau Ibu hanya memimpikan saham dan lotre!
Ibu mimpi apa pada hari kematiannya?
Andai Ibu memimpikan dia sekali saja,
kita bisa mencegah kecelakaan itu!
Ibu hanya bisa melihat yang diperlihatkan.
Meski memimpikan dia, itu tidak akan mengubah apa-apa.
Seperti kau tidak bisa mengubah masa lalu,
Ibu tidak bisa mengubah masa depan.
Dahulu Ibu pernah bermimpi buruk.
Ibu melihat seseorang yang meninggal.
Ibu berusaha keras untuk mencegahnya,
tapi yang seharusnya terjadi tetap terjadi.
Ibu dipenuhi dengan ketakutan dan perasaan gagal
karena tidak bisa melakukan apa pun meski tahu hal buruk akan terjadi.
Ibu tahu perasaanmu karena pernah mengalaminya.
Kenapa tak pernah bilang?
Karena memikirkannya saja membuat hati Ibu hancur berkeping-keping.
Mimpi itu tentang kematian ayah Ibu.
Ternyata...
keturunan kita memang sudah dikutuk.
Tergantung caramu memandangnya, itu bisa menjadi berkat.
Bagaimana kekuatan tidak berguna ini bisa jadi berkat?
Apa gunanya melihat masa depan atau kembali ke masa lalu?
Tidak ada yang bisa diubah atau diselamatkan!
Kau seharusnya bersyukur bisa melihat sekilas masa lalumu.
Kau serakah dan congkak jika ingin lebih.
Sebenarnya Ibu malah lebih bersyukur
karena yang bisa Ibu lihat dalam mimpi hanya saham dan nomor lotre.
Leluhur kita tercabik-cabik, bahkan terbakar hidup-hidup
karena berlagak menjadi pahlawan!
Mulai sekarang, fokus saja pada kebahagiaanmu.
Tidak usah pedulikan masa lalu buruk orang lain
dan jangan berusaha menyelamatkan orang lain!
Kuharap semuanya bisa hilang.
Sudah tujuh tahun
semenjak Ibu berhenti bermimpi.
Ibu sudah bilang, 'kan?
Dia bisa mengembalikan yang hilang dari kita.
Sayang itu bukan mimpi yang Ibu harapkan.
Aku tahu Ibu ingin bermimpi soal lotre dan saham.
Sebentar lagi Ibu pasti mimpikan itu.
Ini kesempatan Ibu.
Pakai kekuatan Ibu untuk orang lain,
jangan hanya untuk keuntungan sendiri.
Kau masih begitu naif dan berharap bisa menjadi pahlawan?
Ibu sudah bilang Do Da-hae akan terluka.
Kau tetap tak bisa melindunginya.
Tidak ada yang tahu.
Mungkin aku bisa.
Bagaimana kesanmu tinggal di rumah ini?
Aku senang.
Kalian semua baik.
Tidak usah berpura-pura.
Jujur saja.
Keluargaku sulit dihadapi, 'kan?
Makin banyak kau tahu, akan makin memusingkan.
Tapi sepertinya,
aku sudah paham tentang kau.
Begitukah?
Aku akan perlihatkan secara perlahan
aku
orang seperti apa.
Perlihatkan sampai detail dengan perlahan tapi pasti, ya.
Baiklah.
Kita butuh waktu untuk saling mengenal.
Aku akan terus mengawasimu.
Sampai jumpa.
Ya.
Turunlah dengan hati-hati.
Baik.
Bok Man-huem.
Mimpi prekognitif.
Tidak bisa bermimpi
karena mengidap insomnia.
Um Sun-gu. Tidak punya kekuatan super.
Menantu keluarga ini.
Bok Dong-hee.
Bisa terbang.
Kehilangan kekuatan
karena terlalu gemuk.
Bok Gwi-ju.
Bisa kembali ke momen bahagia
di masa lalu.
Dia depresi,
jadi, tidak lagi bahagia.
Namun...
dia mungkin mulai merasa bahagia lagi.
MULAI MERASA BAHAGIA LAGI?
Waktu yang kuhabiskan denganmu
menarikku kembali.
Bok I-na.
Kekuatan supernya...
Aku tidak tahu.
Bok Man-huem bisa melihat masa depan,
Bok Dong-hee bisa terbang,
dan Bok Gwi-ju bisa kembali ke masa lalu.
Tapi Bok I-na tidak punya kekuatan super?
Kau tidak mau?
Aku tidak bisa.
Kenapa?
Orang-orang akan melihatku.
Jangan khawatir. Tidak akan ada yang melihatmu.
Mereka akan melihatku.
Aku bercanda.
Aku bercanda agar kau tidak tegang.
- Tapi... - Ini hari pertamamu,
jadi, kau duduk dan lihat saja.
Kenapa Hye-rim bisa menyukainya?
Hye-rim tidak pilih-pilih teman.
Kita memang butuh orang
untuk bersih-bersih dan membelikan minum.
Benar. Guru-guru juga suka murid yang tenang.
Jadi, tidak ada salahnya membiarkan dia di klub ini.
Ayo kita mulai.
Baiklah.
Mulai dari pinggul.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Satu, ayun, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Lima, enam, tujuh, delapan.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Satu, ayun, tiga, empat, lima, enam...
"ONE" EPIK HIGH
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Satu, dua, tiga, empat...
Kau tidak dengar?
Kau tak menjawabku tadi.
Maaf.
Sedang dengar lagu apa?
Lagu yang bagus.
Judulnya apa?
Kutanya judulnya apa.
Seleramu bagus.
Kau menemukan ini di mana?
Satu, dua, tiga, empat...
Hei, ayo ganti lagunya.
- I-na menemukan lagu bagus. - Bagus.
Aku tidak suka lagu ini.
- Ayo kita dengar. - Ayo.
Aku sangat lelah.
Hye-rim, mau makan tteokbokki?
Baiklah.
Semua bisa ikut, 'kan?
Tentu saja. Kalau kau ikut, kami juga.
Ayo!
- Aku lapar. - Tteokbokki!
- Tteokbokki! - Yang terakhir harus mentraktir!
Aku harus ke tempat les.
Aku ke arah sini.
Traktir aku mi gelas.
Kau tidak makan tteokbokki?
Aku mencari temanku yang pergi tanpa pamit.
Teman?
Kau mau makan yang mana?
MI SUPER PEDAS
Tidak kuduga. Padahal kelihatannya kau tak suka makanan pedas.
Kau menggemaskan.
Katanya aku menggemaskan?
Apa karena ini Jun-woo menyukaimu?
- Maksudnya? - Sepertinya dia tertarik kepadamu.
Bagaimana denganmu?
Aku menyukainya lebih dahulu.
Kau tak boleh suka dia...
jika ingin berteman denganku.
Bagaimana pendapatmu soal Jun-woo?
Menurutku...
dia menyebalkan.
Jun-woo.
Bagaimana ini?
Sepertinya dia mendengar kita.
Ini alasannya aku tidak ingin
tahu pikiran orang lain.
Bok Tukang Makan.
Minumlah ini sambil olahraga.
Ambil ini.
Apa hubunganmu dan Dokter Jo serius?
Jika benar, lebih baik pikirkan lagi.
Aku begini karena mencemaskanmu.
Dia sepertinya baik,
jadi, aku ingin minta saran kepadanya tentang masalahku.
Namun, dia tiba-tiba menarikku ke kamar hotel.
Aku melihatmu.
Kau lihat?
Aku tidak yakin karena kau pergi begitu saja.
Tapi diam saja meski melihat?
Seharusnya kau menjambaknya!
Bukan menjambakku! Dia!
Aku juga korban!
Tahu perkataan apa yang paling kubenci?
"Gendut"?
"Musuh bebuyutan perempuan
adalah perempuan lain."
Aku yang salah dalam hubungan kami.
Aku tidak bisa merawat diriku dengan baik.
Bukan tubuhmu saja yang besar,
tapi hatimu juga.
Tapi tidak sehat bagi mentalmu jika menyalahkan diri sendiri.
Mencari alasan semua masalah di dalam dirimu.
Itulah harga diri sesungguhnya.
Yang bisa mengendalikan hidupku adalah aku.
Paham?
Perkataannya ada benarnya.
Aku harus kembali jadi diriku lagi.
Jika aku berhasil,
semuanya akan kembali seperti semula.
Tapi tidak sehat bagi mentalmu jika menyalahkan diri sendiri.
Mau bagaimana lagi? Aku lapar.
Ibu?
Ibu sedang apa?
Dia sudah tahu tentang rahasia kita.
Jadi, Ibu mau membunuhnya diam-diam?
Tidak. Sepertinya dia takut sampai tidak keluar dari kamarnya.
Apa?
Dia masih belum kabur?
Apa dia kabur?
Kau ada di dalam?
Nona Do.
Nona Do?
Aku hanya ingin memastikan apa kau baik-baik saja.
Apa aku boleh masuk?
Dokter mengatakan aku harus beristirahat total hari ini.
Maaf, ya.
Ternyata ada.
Satu di antara dua hal terjadi jika orang lain mengetahui kekuatan kita.
Antara mereka akan kabur atau memanfaatkan kita.
Bukannya aku melupakan perbuatanku.
Namun, yang sudah terjadi kepadamu
belum terjadi kepadaku.
Masa lalu Do Da-hae
adalah masa depanku.
SURAT PENDAFTARAN PERNIKAHAN
Aku yang tadinya tidak bisa apa-apa,
kini punya tujuan.
Satu-satunya orang yang bisa kuselamatkan di masa lalu.
Do Da-hae.
Sauna.
Keluar.
- Apa? - Kau tidak boleh masuk.
Ada apa denganmu?
Kak! Pakaikan losion di punggungku.
RUANG GANTI WANITA
Apa yang baru saja kulihat?
Astaga.
Bagaimana ini?
Gerah sekali.
Astaga, dingin.
Fokus.
Aku harus fokus dan mencoba lagi.
Aku harus menyelamatkan Do Da-hae.
Do Da-hae.
Jika aku tahu pacar putra Ibu akan mengendap ke ruang penyimpanan,
aku pasti akan lebih berhati-hati.
Dong-hee berkata jujur.
Dia hantu.
Rumah ini angker.
Satu-satunya orang yang bisa kuselamatkan di masa lalu.
Kau tidak apa-apa?
Namun, kenapa dia?
Ada apa?
Biar aku...
Permisi sebentar.
Astaga.
Pak Bok.
Astaga. Ada apa?
Kau basah kuyup.
Ada apa?
Biar aku saja.
Ada apa?
Bok Gwi-ju yang kulihat saat itu
datang dari momen ini?
Kau baru kembali dari masa lalu?
Sebenarnya,
kau yang dari masa depan...
baru saja datang menemuiku lagi.
Membawa ini.
Kau memberikan ini kepadaku.
SURAT PENDAFTARAN PERNIKAHAN
Surat pendaftaran pernikahan?
Kau bilang itu hadiah.
Tunggu.
Tidak mungkin.
Aku yakin kau pasti sulit memercayainya
karena ini belum terjadi kepadamu.
Tapi mungkin kau akan segera tahu alasannya.
Karena masa laluku
adalah masa depanmu.
Namun, tetap saja.
Sepertinya urutannya salah.
Aku bisa bertanggung jawab soal masa laluku,
tapi tidak dengan masa depanku.
Masih ada satu lagi.
Ada satu hal lagi yang belum terjadi kepadamu.
Aku punya informasi baru.
Tahu kenapa Gwi-ju berhenti menjadi pemadam kebakaran?
Rekan kerja yang akrab dengannya mati dalam kebakaran.
Itu membuat dia terguncang sampai berhenti.
Tebak kapan kejadiannya.
Saat aku SMA,
ada kebakaran di sekolahku.
Karena alarm kebakaran di sekolah kami sering bermasalah,
kami pikir hari itu pun begitu.
Jadi, evakuasinya terlambat.
Gedungnya sudah tua,
jadi, sistem proteksi kebakarannya buruk.
Apa sekolahmu...
SMA Putri Seonjae?
Aku tidak mau memakai kartu itu lagi.
Hei.
Yang dunia berikan kepadamu hanya kemalangan.
Setidaknya pergunakan itu dengan baik.
Gunakan senjata terampuhmu saat waktu yang tepat tiba.
Ibu.
Andai dia tidak datang menyelamatkanku,
hari itu...
aku pasti sudah mati.
Sejak awal, kau mengingatkanku
kepada orang itu.
Kupikir...
mungkin saja orang itu memang kau.
Jika apa yang terjadi kepadaku
belum terjadi kepadamu.
Jadi, 13 tahun lalu...
aku yang menyelamatkanmu?
Maksudku...
akan menyelamatkanmu?
Namun, tetap saja,
mendaftarkan pernikahan lebih dahulu
bukan hal yang benar.
Urutannya harus diperbaiki.
Harus ada cinta dahulu
untuk mencapai masa depan
seperti yang kau bicarakan.
Ayo lihat apakah kita...
sungguh akan jatuh cinta.
Apa?
THE ATYPICAL FAMILY
Kita bahkan sudah berciuman.
Kau tidak tahu apa urutan setelah ciuman?
Belakangan ini, aku hanya bermimpi tentangmu, Nona Do.
Aku melihat sesuatu ketika melihat tanganmu.
Soal pendaftaran pernikahan kita.
Bukankah kita harus memberi tahu keluargamu?
Ini kabar bagus!
Kau yakin akulah yang menyelamatkanmu?
Jangan terus menghindar.
Kau ingin memercayai Da-hae, 'kan?
Kau ingin menyelamatkannya.
Kau pikir mudah bagiku untuk percaya
bahwa kau akan kembali ke masa lalu untuk menyelamatkanku?
Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.