All language subtitles for Miss.Fortune.2023.720p.WEBRip.H264.AAC-Unknown - ID

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Emas mahal saat ini.

Jika ingin bertahan di dunia ini,

fokuslah pada barang mahal.

Bukan begitu, Ji-hye?

Benar.

Terutama berlian. Berlian itu abadi.

Aku belum lama mengenalnya.

Namun, dia memperkenalkanku pada orang-orang penting.

Dia anugerah.

Begitukah? Kalau begitu...

Aku lupa ponselku.

Aku menunggu telepon dari pembeli penting.

Aku akan segera kembali.

- Sampai nanti. - Baik.

Pasti dia.

- Anak orang kaya itu? - Ya.

Dia sungguh anugerah.

Khusus Staf

Baiklah...

Mari kita lakukan.

Kita melihat hal yang sama.

- Masukkan kodenya. - 2485.

2485.

Kau membawa berliannya, 'kan?

Tentu saja.

Ini hari terakhir.

Sial...

Ini model Inggris kuno.

Tunggu sebentar.

Lakukan saja seperti latihan.

Ingatlah suara ini.

Sudah ingat?

Sekali lagi.

Mulailah dari nol

dan putar hingga terdengar suara ini.

Baik.

Aku mendengarnya!

Hafalkan nomornya

dan putar tombolnya kembali ke nol.

Bu, pelan-pelan saja.

Akhirnya, kau datang padaku.

Katakan padanya aku akan mengambilnya besok.

Baiklah.

Ini ruangan khusus staf.

Apa yang kau lakukan di sini?

Aku tak bisa menemukan ponselku.

Aneh sekali.

- Ada orang di dalam? - Ada apa?

- Bu... - Ya?

Kamera CCTV ruangan ini tak berfungsi.

Hanya ruangan ini?

Ya.

- Boleh aku mengeceknya? - Baiklah.

Bu, kamera CCTV-nya dinonaktifkan.

Seseorang sengaja menonaktifkannya.

Kenapa ini terbuka?

Sial...

Bu, lari!

Miss Fortune

Halo.

Senang bertemu denganmu.

Tidak kusangka bisa melihat ini dalam hidupku.

Astaga...

Kau sudah memilih?

Ini produk baru.

Harganya mulai dari 60 juta rupiah.

Bu, boleh aku membeli ini?

Berhenti bertanya!

Tolong bungkus itu.

Kau sudah lama mendambakan ini!

Ibu benar.

Ini dari dia.

Georges

Cepat angkat!

Kau seharusnya meneleponku saat menerima permata itu.

Kenapa lama sekali?

Ini buruk.

Apa?

Itu palsu, dibuat entah di mana!

Harus kuapakan kau ini?

Hai.

Ya, Detektif Kang?

Detektif Kang bilang

dia menemukan orang mesum itu.

- Pergilah ke sana sekarang. - Baik.

Divisi 1, bersiaplah!

Kau juga, Hyun-woo!

Kalian Berdua, bawa kameranya!

Curang sekali.

Hyun-woo tak melakukan apa pun.

Kenapa dia harus ikut?

Ini bukan kasusnya,

jadi kenapa membawanya?

Ini sangat menyebalkan!

Kau bicara denganku?

Aku berbicara pada diriku sendiri.

Choi, ayo berangkat.

Pak, abaikan dia.

Jae-wook, bawa perlengkapannya!

Georges Saint Pierre

Aku datang.

Ada apa denganmu?

Kenapa kau datang ke sini?

Bajunya akan ternoda!

Kenapa kau makan mi merah

dengan pakaian putih?

Aku tak mau air liurmu!

Ini sangat menyebalkan!

Duduk saja.

Untunglah berlian itu palsu.

Jung belum melaporkannya ke polisi.

Siapa sangka dia akan menggantinya dengan yang palsu?

Jika ada pekerjaan lain, beri tahu aku.

Kenapa kau mendatangi penjahit

untuk minta pekerjaan?

Kenapa kau begitu marah?

Tentu saja aku marah!

Kenapa kau begitu ceroboh?

Sudahlah. Hubungan kita sudah berakhir.

Tamat!

Reaksimu terlalu berlebihan.

Lagi pula, akulah korbannya di sini!

Informasimu salah!

Kau menyalahkanku?

Baiklah, informasiku salah.

Bagaimana dengan pekerjaanmu pada Bang?

Jika aku kabur membawa uang itu,

dia bilang, 1.000 anak Afrika akan mati.

Aku tak bisa mencurinya! Kau tak lihat?

Memangnya kau Robin Hood?

Untuk apa memedulikan perdamaian dunia?

Menghilang

dan adu pedang sudah ketinggalan zaman.

Keterampilanmu kuno.

Kau ketinggalan zaman.

Pensiun saja.

Ini bukan hanya tentang diriku.

Baiklah, aku ketinggalan zaman.

Namun, aku harus mengeluarkan Joo-young dari gaya hidup ini.

Dia makin terlihat seperti penjahat.

Georges...

aku akan menyelesaikan satu pekerjaan besar,

lalu pensiun selamanya.

Pikirkan Joo-young dan berikan aku satu kesempatan terakhir.

Georges...

Kumohon, Georges...

Hanya aktingmu yang meningkat.

Joo-young putrimu, bukan putriku!

Kaulah yang memutuskan untuk mengadopsinya demi kebaikannya.

- Georges... - Cepatlah!

Aku akan membantumu.

Hati-hati.

Ini kesempatan terakhirmu,

demi Joo-young.

Baiklah, aku mengerti.

Berhenti menyentuhku.

Mari kita lihat...

Ini pekerjaan terakhirmu,

jadi harus besar.

Namun, kebanyakan sudah

diberikan kepada orang muda.

Apa yang kau sembunyikan?

Apa itu?

Itu bukan levelmu!

- Berikan! - Astaga...

Kenapa ini mati?

Hentikan!

Kenapa kau begitu kasar? Kembalikan.

Kau membuatku gila!

Sebelum kau mendengar tentang ini,

sainganmu, Mi-ja, juga mencoba pekerjaan ini.

Dia dikubur sampai leher

di pergunungan.

Kau gila?

Bagaimana kau bisa menyamakanku dengan dia?

Aku panutannya!

Akan kujelaskan. Jadi dengarkan.

Namanya Park Wan-kyu.

Usia 43, tanpa pekerjaan tetap.

Ayahnya mengidap Alzheimer.

Dia hanya membeli barang antik

dan menjualnya untuk mendapatkan keuntungan.

Itu pekerjaan kecil.

Sekitar 720 miliar rupiah.

Hanya itu yang kutahu.

720 miliar rupiah?

Ini terlalu sulit.

Akan kulakukan.

Detektif Baik Hati 24

Kau ditahan atas penyerangan!

Dia sangat hebat!

Mari kita undang dia makan malam lain kali.

Ya, tentu saja.

Surat pengunduran diri

Ini, minumlah.

Para petinggi menyukaimu.

Kita sudah dikecam karena korupsi

dan kekejaman polisi.

Namun, kau datang

dan semuanya mereda.

Hyun-woo, kau beruntung

bisa disukai.

Kau akan naik jabatan...

Aku datang ke sini untuk jadi detektif,

bukan aktor.

Aku permisi.

Apa yang kau inginkan?

Jika kau tak berhenti,

akan kuberikan segalanya.

Lupakan kamera

dan berikan aku kasus.

Apa? Hanya itu?

Ya.

Aku ingin menyelesaikan suatu kasus

dan membuktikan kemampuanku.

Baiklah.

Itu sangat mudah.

Ada banyak kasus.

Sebaiknya pakai apa hari ini?

Aku pulang.

Dari mana saja kau?

Hei, tunggu.

Apa kau melihat jaket Prada Ibu yang berkilau?

Aku tak tahu soal itu.

Kau menjualnya, 'kan?

Bu, buanglah semuanya.

Semuanya sudah ketinggalan zaman.

Kenapa menyimpan semuanya?

Kau tak tahu apa-apa.

Tren mode silih berganti,

lalu kembali lagi.

Ini tinggal menunggu saat yang tepat.

Ibu membiayai kelas bahasa Inggris,

seni, dan taekwondomu...

Ibu benar.

Namun, aku harus berhenti

saat tren itu berakhir.

Mari lihat keterampilan apa yang kukuasai?

Tidak ada.

Tidak ada.

Tidak ada sama sekali.

Berandal itu...

Dia selalu membantahku.

Gedung Konser Merida

Kau menikmati konsernya?

Aku menyukainya.

Konsernya luar biasa.

Astaga!

- Lama tak berjumpa. - Siapa kau?

Halo, aku...

Teman kuliah So-yul.

Kalian kuliah di Stuttgart bersama?

Aku perlu ke toilet.

Bagaimana kalau kita pergi bersama?

Tentu.

Kau sangat kuat.

- Konsernya luar biasa. - Sangat bagus.

Benar, 'kan?

Apa katanya? Stuttgart?

Apa kau tahu di mana itu?

Kau tak akan bisa menipu orang itu.

Kau tak begitu pintar.

Dia mungkin tertarik untuk sesaat...

Namun, dia akan berhenti menghubungimu

begitu dia menyadari betapa bodohnya kau.

Katakan apa maumu.

Aku sibuk.

Aku akan pensiun setelah satu pekerjaan terakhir.

Pensiun?

Bantu aku. Ceritakan kisahmu.

Kenapa aku harus memberitahumu?

Kau sangat bodoh.

Tahukah kau ungkapan 'mata ganti mata'?

Jadi...

sebesar apa pekerjaan ini?

Kau kenal dia, 'kan?

- Kau akan mencuri darinya? - Ya.

- Kau? - Ya.

- Sendirian? - Ya.

Baiklah, kubiarkan kau menggali kuburmu sendiri.

Siap?

Namanya Park Wan-kyu.

Dia menggunakan nama 'luxury-kyu'.

Hobinya memamerkan

kekayaannya di media sosial.

Arloji seseksi Porsche

Naik apa ke kantor hari ini?

Dia menyayangi kucingnya,

yang dibawa jauh-jauh dari Seattle.

Namanya Pepe.

Nama ayahnya Park Ki-hyung.

Nenek moyangnya pro-Jepang.

Dia broker

yang menghasilkan uang

dengan menjual artefak budaya ke Jepang.

Sayangku.

Ya, Pak?

Bu, aku lapar.

Sesekali, dia mengalami Alzheimer.

Ayolah.

- Ini. - Terima kasih.

Enak.

Kedengarannya tak berisiko sama sekali.

Kenapa rencanamu gagal?

Kudengar

ada artefak mahal di rubanah mereka.

Aku memutuskan untuk beraksi.

Hei, Nona...

Mereka punya pelayan yang setia.

Namanya Kumiko.

Dia kepala pelayan dan mengawasi segalanya.

Seseorang, tolong aku! Siapa pun!

Seseorang, selamatkan aku!

Kumohon...

Apa-apaan?

Tidak, pergilah!

Apa yang kau lakukan?

Memikirkan keluarga itu saja...

Kau pikir kau bisa membereskannya?

Itu ceritaku.

Hubungi aku saat kau mulai.

Tunggu!

Aku tak akan bisa menjual artefak.

Aku butuh sesuatu yang sungguh bernilai.

Kau benar.

Artefak terlalu pahit untuk dimakan.

Coba pikirkan.

- Emas! - Emas?

- Emas! - Mereka punya emas?

Anak bodoh itu memberitahuku

kalau ayahnya...

Apa?

Lukisan pohon pinus Yi!

Yi...

Lukisan pohon pinus Yi Insang!

Lukisan pohon pinus Yi Insang?

Lukisan yang indah dan emas...

Mungkin ada kaitannya.

Kau tak ingat?

Aku gagal mendekati rubanah mereka.

Itu tak patut dibanggakan.

Baiklah, itu saja.

Sampai jumpa. Semoga sukses.

Dasar wanita bodoh.

Lukisan pohon pinus Yi Insang?

Bukankah kau...

Melissa?

Kau baik-baik saja?

Siapa nama aslimu?

Minah.

- Shin Minah. - Benar, Minah.

Bagaimana kabarmu?

Aku?

Berkatmu,

aku bercerai dan bebas.

Itu...

Aku bercanda. Aku sudah lama bercerai.

Bagaimana kabar Joo-young?

Joo-young?

Kau tak ingat? Aku mengajarinya mendaki.

Temanku membuka pusat pendakian di Amerika Serikat.

Aku mengiriminya video Joo-young

dan dia terkesan.

Apa kau mau mengirimnya ke sana?

Ini...

Ambillah.

Itu nomor ponselnya.

Hubungi dia jika kau sempat.

Aku juga akan berangkat ke Amerika Serikat,

jadi aku bisa menjaganya.

Begitu...

Begitu rupanya.

Aku tak bermaksud ikut campur,

tapi Joo-young seharusnya

tidak hidup sepertimu.

Lee Tae-woon, putra bungsu keluarga Konstruksi DS.

Memulai langkah pertama.

Kau sudah bangun?

Aku ketiduran.

Kau tinggal di Munjong, 'kan?

Aku hanya mengikuti GPS.

Benar.

Itu tempat tinggalku.

Aku akan turun di sini.

Baiklah. Tunggu sebentar.

Terima kasih.

Ada kafe

yang menjual makarun enak.

Apa kau mau ikut denganku?

Mungkin lain kali.

Joo-young, dompetmu...

Langkah pertama sukses.

Tersangka penipuan / Kim Jung-sook

Ini alamatnya...

Ini sangat mahal!

- Tato! - Coba kulihat!

Kenapa kau tak membuat tato juga?

- Sebaiknya kubuat di mana? - Kepalamu.

- Kepalanya. - Kepalaku.

Bagaimana dengan perutmu?

Para bandit itu...

Joo-young!

Kalian mengagetkanku. Kalian mau apa?

Ke mana saja kau?

Kau mempekerjakan seseorang?

Pergilah. Aku lelah.

Joo-young, belikan kami daging.

Sudah lama sekali kami tak makan daging.

Tidak ada uang. Dompetku ketinggalan di mobil.

- Kau bohong! - Kau kaya!

- Daging. - Dompet.

Bedebah itu...

Hei!

- Apa? - Siapa pria itu?

Apa yang kalian lakukan, Bandit?

Bandit?

Hei, bereskan ini.

Pak, pergilah.

- Jangan ikut campur. - Tunggu...

Bedebah ini sepertinya tidak asing.

Aku pernah melihatmu entah di mana.

Kau mengenalku, 'kan?

- Tidak. - Kau kenal orang ini?

Di mana aku pernah melihatnya?

Tunggu, apa dia selebritas?

Apa?

Aku ingat sekarang!

Dia detektif

dari 'Detektif Baik Hati 24'!

Pria bercelana panjang putih?

Film dokumenter detektif yang ditayangkan di MBS!

Dia orangnya!

Kita berbicara dengan detektif selebritas...

Dia detektif sungguhan.

Maaf, Pak. Seharusnya kau memberi tahu kami...

- Maaf! - Kami minta maaf.

Kami juga.

Beraninya kalian mengusik gadis yang sedang lewat.

Bukan begitu.

Kami sudah lama mengenalnya.

Kami seperti saudara kandung.

Benar!

Dia mengajari kami cara mencuri,

merokok, dan berkelahi.

Hei, beri tahu dia.

Tolong jelaskan situasi ini padanya.

Kenapa dia menangis?

Bisakah kau mengantarku pulang?

Tentu saja. Tunggu sebentar.

- Dasar kalian... - Kami berkata jujur!

- Ayo. - Jelaskan padanya!

Kalian sebaiknya berhati-hati.

- Ayo beri tahu dia! - Diam!

- Kenapa kau memukulnya? - Hei...

Maaf.

Aku bisa saja menghukum mereka lebih keras.

Namun, kekejaman polisi menjadi buah bibir saat ini.

Ini dia.

Aku tinggal di sini.

Begitu rupanya.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Orang-orang terus mengatakan...

Bahwa aku mirip dengan DiCaprio.

Rasanya melelahkan.

Leo DiCaprio?

Haruskah kubunuh dia?

- Ibu mau pergi ke mana? - Berangkat kerja.

Jangan ikuti Ibu. Tetaplah di rumah.

Bagaimana sistem keamanannya?

Bagaimana dengan temboknya?

Programnya sulit digunakan.

Mau pakai baju kembaran?

Lumayan.

- Aku akan ganti baju. - Baiklah.

- Apa sudah kuat? - Ya.

- Hati-hati. - Baik.

Naiklah.

Kau hebat.

Sulit melihatnya!

Aku kelelahan.

Di sana!

Hati-hati.

Cepat lari!

Di sana.

- Ini, kucing kecil... - Pelan-pelan!

Itu dia.

Menuju ke pintu!

Aku sedang berkonsentrasi, jadi diamlah.

Di sini.

Kemarilah, Kucing Kecil.

Kau mau camilan?

Pepe hilang.

Kucing dari Seattle itu?

Benar. Aku harus bagaimana?

Bagaimana kalau kau memasang pamflet?

Pamflet?

Aroma ini...

Uang memang yang terbaik.

Kucing Hilang

Ayah!

Ayah!

Ayah!

Ayah!

Ayah!

Ke mana dia pergi?

Ayah!

Astaga, Anakku.

- Jangan lakukan itu. - Kenapa?

Apa yang Ayah lakukan?

Aku mencari Ayah.

Ayah ada urusan di rubanah.

Mari makan.

Aku tak bisa makan saat Pepe hilang!

- Pepe? - Sial!

Beli saja kucing lain!

Kucing lain?

Bagiku, Pepe sama berharganya dengan hidupku sendiri!

Aku sudah memintamu untuk memastikan

Pepe tidak kabur saat kau berbenah!

Kau benar. Maaf.

Kami mengerti.

Namun, tolong makanlah dahulu.

Mari makan.

Siapa ini?

Ya?

Kucing?

Benar!

Seseorang yang lugu dan seksi

seperti Monica Bellucci.

Aku mendambakan wanita yang lebih tua.

Di mana aku bisa menemukan seseorang yang keibuan

dan baik hati?

Aku ada di sini!

Monica Bellucci...

Pepe?

Terima kasih.

Kau yang menelepon, 'kan?

Pepe, kau baik-baik saja?

Dia datang ke jendelaku

pada suatu pagi yang cerah.

Seperti takdir.

Jadi, namamu Pepe.

Terima kasih sudah menjadi temanku.

Permisi...

Hei, Nona!

Izinkan aku berterima kasih!

Kumohon!

Pukulan bagus.

Tae-woon.

Joo-young.

Ini.

Aku pasti bodoh.

Aku mencarinya ke mana-mana.

Aku sudah mengembalikan dompetmu.

Maukah kau mengabulkan keinginanku?

Apa?

Selamat datang.

Dingin sekali. Tolong satu udon.

Baik, Pak.

Dia sangat seksi.

Menyebalkan.

Akan kujadikan dia milikku.

Lihat saja nanti.

Ini. Selamat menikmati.

Tae-woon,

ayo minum di tempat lain.

Kita bahkan belum menghabiskan botol ini.

Tempat ini ramai.

Ayo pergi ke tempat yang lebih sepi.

Haruskah?

Kau baik-baik saja?

Aku sedikit mabuk.

- Ayo. - Baiklah.

Terima kasih.

Memulai langkah kedua.

Joo-young...

Ya?

Apa? Secepat ini?

Aku harus jual mahal.

Aku tak bisa melakukan ini.

Aku harus pergi.

Sudah mau pergi?

Kita bergerak terlalu cepat.

Kau tak boleh pergi begitu saja.

Mari kita bertemu lain kali.

Persetan. Kemarilah.

Apa yang kau lakukan?

Kau tahu situasi yang kau hadapi.

Kenapa kau melakukan ini?

- Diam. - Seseorang, tolong aku!

Sudah kuduga.

Firasatku selalu benar!

Siapa kau?

Aku detektif. Kemarilah.

Omong kosong!

Dasar bedebah!

Lepaskan! Aku detektif!

Jangan coba-coba membohongiku, Bedebah.

Bedebah angkuh.

Kemarilah.

- Selesai. - Terima kasih.

Kau terus muncul di daerahku.

Apa kau mencari seseorang?

Ya, aku sedang mencari wanita tersangka penipuan.

Rupanya, dia tinggal di sekitar sini.

- Tersangka penipuan? - Ya.

Akan kutunjukkan fotonya kepadamu.

Katakan apa dia tampak tak asing.

- Permisi. - Silakan.

Ya, Detektif Park.

Sekarang?

Baik, Pak. Aku segera berangkat.

Maaf, aku harus kembali ke kantor polisi.

Begitu rupanya.

Terima kasih.

Sampai jumpa.

Aku ingin memberimu imbalan,

tapi aku tak bisa menghubungimu.

Kau menemukan Pepe...

Jadi, aku ingin berterima kasih secara langsung.

Aku sangat terkejut...

Kenapa bisa begini?

Wan-kyu, kau mirip sekali dengan Leonardo DiCaprio.

Matamu, hidungmu,

mulutmu saat kau berbicara...

Bagaimana bisa?

Aku harus mengatakan...

Apa aku menyinggungmu?

Beberapa saat lalu...

Dahulu, aku sering mendengarnya.

Apa pekerjaanmu?

Aku alumni jurusan seni

dan mengajar sejarah seni Asia.

Begitu rupanya...

Lihat, itu 'Pohon Pinus' Yi Insang.

Aku suka lukisan itu.

Itu ada di rumah kami.

Apa?

Jangan bercanda.

Yang asli ada di Museum Nasional Korea.

Yang itu pasti palsu.

Ayahku hanya menjual serta membeli yang asli

dan itu ada di rubanah kami.

Dia selalu membahas betapa mahalnya lukisan itu.

Wan-kyu, kau pasti bercanda.

Itulah yang sebenarnya.

Kau mau datang besok?

Sungguh?

Apa ada ramyeon di rumah?

- Halo, aku Lee Ji-hye. - Siapa?

Aku kenalan Wan-kyu.

Tolong tunggu sebentar.

Seseorang bernama Lee Ji-hye ada di depan.

Astaga, dia benar-benar datang?

Dia benar-benar datang!

- Siapa dia? - Aku tak tahu, Pak.

- Halo. - Selamat datang.

Masuklah.

Ayah, temanku datang.

Halo.

Aku sudah menceritakan tentang teman wanitaku, 'kan?

Ini ayahku dan kepala pelayanku.

Halo, aku Lee Ji-hye.

Selamat datang.

Aku akan menyiapkan sesuatu

jika tahu sebelumnya.

Ayah.

Di rubanah... Apa namanya?

Tiba-tiba aku lupa.

Ji-hye tak percaya

kita memilikinya di rubanah.

Aku berjanji akan menunjukkannya kepadanya.

Begitu rupanya.

Lukisannya sungguh ada di sana. Ayo.

Aku berkata jujur...

Pak, apa semuanya akan baik-baik saja?

Wan-kyu selalu membuat masalah bagi kita.

Kita seharusnya sudah terbiasa.

- Hati-hati. - Baik.

Ada di sini.

Di sini.

Ini ruang pedang.

Semuanya untuk pajangan.

Itu pedang sungguhan, tapi untuk pajangan.

Ini ruang pameran.

Semuanya asli.

Mari kita lihat. Pohon pinus...

Kenapa ada banyak sekali pohon pinus?

Mari kita lihat...

Apa yang itu?

Kenapa ada begitu banyak pohon pinus?

Mungkin aku salah.

Kau alumni jurusan seni?

Benar.

Kau suka lukisan Yi?

Ya, tentu saja.

Dia salah satu pelukis terbaik...

Jika kau alumni jurusan seni,

kau pasti menyadari pemalsuan.

- Apa? - Aku bertanya.

Apa kau bisa membedakan lukisan yang tadi itu asli atau palsu?

Ayah hanya menjual dan membeli yang asli.

Tidak ada yang palsu.

Tentu saja...

Lukisan itu palsu.

Lukisan aslinya ada

di museum.

Astaga.

Aku harus pamit.

Tinggallah di sini lebih lama.

Aku harus mengajar hari ini.

Begitukah?

Sepertinya aku harus mempersilakanmu pergi.

Terima kasih banyak.

Semoga aku bisa bertemu denganmu lagi.

Ya, sampai jumpa.

Seharusnya aku menyajikan ramyeon.

Lewat sini?

Gap-deok?

Ini Halte Apartemen Miyoung.

Perhentian berikutnya, Universitas Youngdeok.

Jika ingin turun, silakan tekan belnya.

Salahku.

Detektif Baik Hati 24

Sabtu, pukul 19.00

Ilmu Seni

Ritsletingmu terbuka.

Sudahlah.

Di mana toiletnya?

- Di sana. - Begitu rupanya.

Terima kasih, dah.

- Membungkuklah dengan baik. - Sampai jumpa.

Sampai jumpa besok.

- Siapa itu? - Entahlah.

Lihat.

Astaga, itu museum?

Benar, 'kan?

Bedebah itu.

Kau sudah tahu di mana emas itu disembunyikan?

Itulah masalahnya.

Hidungku tak bisa mencium

sesuatu yang sungguh bernilai.

Bagaimana denganmu? Lihatlah.

Ada banyak sekali artefak.

Kau mau pergi ke mana?

Ini pasti sesuatu yang berharga.

Bacalah ini.

Kenapa aku memerlukan ini?

Kau terlalu bodoh untuk pekerjaan ini.

Kau hampir ketahuan.

Kelas delapan? Kau menghinaku!

Apa kau tahu segalanya?

Tidak.

Kau lebih bodoh dari murid kelas delapan.

Diam.

Sejarah Asia Timur

Sejarah Korea

Sebanyak 200 ribu artefak budaya

diselundupkan ke luar negeri.

Sebanyak 80 ribu dibawa ke Jepang.

Sejarah Korea

Jepang berkata masalah ini sudah diselesaikan pada 1965,

saat Perjanjian Jepang-Korea ditandatangani.

Artefak budaya kami

masih dijual dengan harga mahal di Jepang?

Bedebah itu...

Dia jauh lebih jahat dariku!

Kelihatannya bagus!

Yang itu juga!

Kau bisa pulang jika merasa lelah.

Tidak, aku suka membantu orang berbelanja.

Ini juga kelihatan bagus.

Itu bagus!

Parfum!

Selamat datang.

Itu bagus.

Apa kau mau mencobanya?

Apa sudah dikemas ulang?

Kau mau melihatnya?

Kau butuh sesuatu?

Kukira aku melihat seseorang yang kukenal.

Begitu rupanya.

Kau mau membelinya?

Tentu.

Wan-kyu, tali sepatumu lepas.

Baik, Bu. Akan kulakukan.

Sudah. Selesai.

Ada apa?

Apa aku menyinggungmu?

Sial...

Aku akan membelikanmu segalanya.

- Apa? - Kau butuh apa?

Berdirilah.

Aku masih mengingatnya dengan jelas.

Saat aku berusia sembilan tahun,

ibuku mengikat tali sepatuku

sebelum dia meninggal.

Itu kenangan paling hangat

yang kumiliki.

Apa-apaan ini?

Kau tipe idealku.

Seseorang yang baik seperti ibuku,

itulah kau.

Aku akan membawa semuanya.

Kau tak berani.

Kau bodoh.

Kau menukar yang asli dengan yang palsu.

Kau pikir kau tak akan ketahuan?

Istriku berinvestasi dalam crypto

dan menghabiskan seluruh tabungan kami.

Aku terpaksa.

Maafkan aku, sekali ini saja!

Jangan salahkan istrimu, Keparat!

Pak!

Kita sudah saling kenal selama sepuluh tahun.

Tentu saja kau tak akan kubunuh.

Panas.

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Keluarlah dan berkencan dengan layak.

Aku mengusulkannya, tapi dia menolak.

Sebenarnya...

orang tuaku meninggal saat aku masih kecil.

Jadi, impianku...

Maaf.

Impianku makan bersama keluarga.

Maaf jika aku membuatmu kesal.

Ayah, berhentilah merundung Ji-hye!

Hentikan!

Wanita Tua, kau berusaha memangsa

profesor musik.

Aku tak berusaha memangsa apa pun.

Aku sangat pilih-pilih soal makanan.

Lagi pula, jangan panggil aku 'wanita tua'.

Siapa dia?

Entahlah.

Dia berusaha menipu seorang pria untuk mendapatkan uangnya.

Apa kau mengenalnya?

Sayang...

Sayang?

Sayang...

Jika aku memperkenalkan gadis ini kepadamu...

apa imbalannya untukku?

Keramik Jepang!

Garis-garisnya sangat indah.

Pak Ki-hyung...

aku bisa merasakan sentuhan perajinnya di semua bagian.

Benar.

Sebenarnya...

ibuku orang Jepang.

Sungguh? Orang Jepang?

Ya!

Nama Jepang-ku Nanami!

Begitu rupanya.

Jadi, kami bahkan punya keramik Jepang seperti ini.

Apa kau suka umeboshi?

Umeboshi?

Melihat keramik ini...

Aku jadi teringat kepada umeboshi yang biasa dibuat ibuku.

Ibuku biasa menaruhnya di kotak makan siangku.

Anak-anak lain akan merundungku

karena aku pro-Jepang.

Sekarang, aku sangat merindukan umeboshi-nya.

Jangan menangis.

Baik.

Tunggu.

Itu dia.

- Kau yakin? - Tentu saja.

Penampilannya tak seperti ini lagi.

Dia ahli menyamar.

Lihat, aku di sana.

Bisakah kau meningkatkan kualitas videonya?

- Bisa saja. - Cobalah.

Namun, akan butuh waktu.

- Cepatlah! - Baik, Pak.

Sebentar.

Ini sama sekali tak seperti CSI.

Sudah berhari-hari, tapi masih belum ada hasil.

Halo.

Halo!

Kau tinggal di sini?

Kukira kau tinggal di sana.

Aku baru pindah ke sini.

Begitu rupanya.

Siapa kau?

Aku Detektif Kim Hyun-woo dari Kantor Polisi Yeongseo.

Polisi Kim Hyun-woo

Apa ini ibumu?

Kau cantik sekali.

Kini aku tahu dari mana Joo-young mewarisi kecantikannya.

Sama sekali tidak.

Apa penyelidikanmu berjalan dengan lancar?

Ya, kami mendapatkan informasi tepercaya.

Aku punya foto lama tersangkanya.

Maukah kau melihatnya?

Bu, pernah melihat wanita ini di sekitar sini?

Tersangka penipuan / Kim Jung-sook

Coba kuperhatikan.

Coba kulihat...

Kudengar dia tinggal di sekitar sini,

tapi aku tak bisa menemukannya.

Aku belum pernah melihatnya.

Begitu rupanya...

Dia mungkin tak tinggal di sini.

Benar.

Kompornya!

Aku belum mematikan kompor!

Bu, bagaimana bisa?

- Joo-young! - Sial...

Ya?

Aku ingin mentraktirmu makan malam lain kali.

Joo-young!

Cepat, kau perlu membantu Ibu

mematikan kompor!

- Bisa terjadi kebakaran! - Baiklah, Bu!

- Cepatlah! - Sampai jumpa.

- Cepatlah! - Tunggu sebentar!

Ayo!

Jangan lupa matikan kompor!

- Ibu yang lupa! - Apa?

Kita harus pergi.

Cepat berkemas.

Ibu tak muak bolak-balik pindah?

Ibu muak.

Tentu saja, Ibu muak.

Namun, tidak ada pilihan lain, jadi berkemaslah!

Rasanya sakit!

Aku akan mengurusnya.

- Ada apa denganmu? - Kubilang akan kuurus.

Mengurus apa?

Ini membuatku terhina.

Ibu tak lihat tatapan detektif itu padaku?

Hanya satu dorongan dan dia akan jatuh cinta padaku.

Jadi...

Lakukan tugas Ibu,

sementara kualihkan perhatiannya.

Tidak bisa.

Kita harus menghentikan pekerjaan ini.

Berhentilah juga membantu pekerjaan Ibu!

Kau seharusnya tak mengikuti jejak Ibu!

Kau mengatakan ingin menjadi pendaki.

Bagaimanapun, akan Ibu carikan pelatih yang kompeten.

Jangan sia-siakan bakatmu dengan merampok rumah.

Sekarang, cepat berkemas!

Mari lakukan pekerjaan ini,

kemudian pensiun.

Aku juga enggan mengikuti jejak Ibu.

Jadi...

ini pekerjaan terakhir kita.

Mari kerahkan kemampuan kita.

Firasat Ibu...

cukup bagus.

Detektif itu...

Dia akan suka warna ini.

- O. - O.

- E. - E.

- Halo? - Hyun-woo, ini aku.

Joo-young!

Aku lapar. Kau mau makan malam?

Bagaimana kalau dua jam lagi?

Aku akan menjemputmu.

Namun, aku lapar sekarang.

Sudahlah.

Aku akan makan udon di rumah.

Maaf.

Apa rasanya tidak enak?

Enak.

Tempat ini terkenal dengan udonnya.

Aku membawamu ke sini

karena kau bilang mau makan udon.

Butuh waktu lebih lama

untuk meningkatkan kualitas video.

Mi-ja ditangkap.

Cari tahu bagaimana penyelidikannya.

Hyun-woo.

Haruskah kita...

menonton film?

- Film? - Ya.

Bagaimana rasanya?

Enak!

Luar biasa!

Aku mengikuti resep ibuku.

Syukurlah kau menyukainya.

Bagaimana rasanya, Wan-kyu?

Enak!

Pak...

kau ada janji dengan dokter pukul 15.00.

Kita harus bergegas.

Apa sudah waktunya?

Ya?

Wan-kyu, sekarang saatnya minum obat.

- Kau terlalu baik. - Tidak juga.

Terima kasih.

Bagus sekali.

Pasti pahit.

Makanlah permen.

Bagus sekali.

Omong-omong, apa ayahmu sakit?

- Dia pergi ke rumah sakit. - Itu semua hanya pura-pura.

Pura-pura?

Kemarilah.

Duduklah.

Polisi mengincarnya.

Jika dia masuk penjara,

dia butuh alasan untuk bebas.

Itu sebabnya...

dia berpura-pura...

Apa?

Dia berpura-pura mengidap Alzheimer

dan pergi ke rumah sakit.

Itu sebabnya...

Ji-hye, apa yang terjadi?

Apa...

Ada apa denganku?

- Kau bisa melihat? - Ya, ayo kita mulai.

Baiklah.

Akan kutemukan apa pun yang terjadi.

Kau mengidap Alzheimer.

Aku tahu itu.

Ini bukan pura-pura.

Kau benar-benar mengidap Alzheimer.

Sungguh?

Bu, mobilnya sudah tiba! Cepat naik!

- Di mana tempatnya? - Tepat di samping Bu.

Tetap tenang. Apa Ibu meninggalkan jejak?

Tidak.

Ji-hye.

Ji-hye.

Naiklah sekarang!

- Terima kasih. - Ayah sudah pulang.

- Kenapa kau masih ada di rumah? - Entahlah.

Ini karena Ji-hye.

Dia wanita rumahan yang platonik.

Dia bahkan menolak tas Hermes baru.

Ayah melihat dia?

Aku ketiduran.

Apa dia sudah pulang?

Pak Ki-hyung, kau sudah pulang.

Aku berniat menyiapkan makan malam.

Kau tak perlu menyiapkannya!

Itu tugas pengurus rumah tangga!

Kita sebaiknya pergi berbelanja!

Sial!

Wan-kyu, kau marah?

Aku akan segera bersiap-siap.

Sial.

- Ambilkan aku air. - Baik.

Lee Ji-hye

Toserba...

Umeboshi?

Senang rasanya bisa keluar

dan berjalan-jalan denganmu.

Kau baik-baik saja? Kau merasa tak enak badan?

- Apa? - Ekspresimu...

Aku baik-baik saja.

Maukah kau menikah denganku?

Apa itu?

Ji-hye, tunggu sebentar. Apa itu?

Mustahil.

Rasanya seperti terlahir kembali

Setiap bagian diriku sudah berubah

Kau jadikan aku pribadi yang baru

Bahkan ayahku tercengang

Memalukan sekali.

Cintaku padamu sungguh besar

Sisi diriku yang ini terasa sangat baru

Bersamamu, dunia yang kejam ini

Akan layak untuk dihuni

Terima kasih.

Ini.

Ji-hye...

Terima!

Cium!

- Berciumanlah. - Hentikan.

Semuanya, tolong hentikan.

Hentikan!

Cium!

Joo-young, apa pekerjaanmu?

Aku tak pernah menanyakannya.

Pekerjaanku?

Aku mahasiswi.

Universitas mana?

Aku mahasiswi Sastra Korea di Universitas Songhyun.

Sastra Korea?

Kau bercita-cita menjadi novelis

saat masih kecil?

Tidak.

Lalu, apa cita-citamu?

Itu sebenarnya bukan cita-cita.

Namun, ada sesuatu

yang ingin kucoba lagi.

Apa itu?

Lomba Panjat Tebing Anak Nasional

Kau hebat!

Naik ke tempat tertinggi dahulu...

dan menatap orang yang kusayangi dari atas.

Lee Joo-young, semangat!

Ibu!

Begitu rupanya...

Penggambaran yang indah.

- Aku mahasiswi sastra. - Aku bisa melihatnya.

Lalu, apa cita-citamu?

Di mana ruang interogasinya?

Hei, hati-hati.

Sial...

Di mana ruang interogasinya?

Di sana.

Kenapa kalian memesan satu menu saja?

Bersyukurlah kalian polisi!

Ruang interogasi...

Makanan lagi?

Makanlah.

Video yang kualitasnya lebih bagus akan datang 30 menit lagi.

- Mi-ja... - Berhenti sebentar!

Aku bisa menebak aksimu berikutnya.

Kau akan bersikap sangat dramatis padaku.

'Mi-ja,

Joo-young seharusnya tidak mengikuti jejakku.'

Diam.

Rencanaku akan segera

membuahkan hasil.

Mi-ja, pikirkanlah.

Kau mau hukuman yang dikurangi sedikit

atau bagian dariku?

Jangan terlalu berlebihan.

Bagaimana kau bisa terkejut setiap saat?

Kenapa kau selalu datang saat aku makan?

Aku menghadapi masalah.

Mi-ja hanya memberiku waktu sepekan.

Lalu, ada detektif di sekitar tempat tinggalku.

Bagaimana ini?

Tidak ada jalan keluar. Mi-ja akan mengadukanmu.

Aku harus bagaimana?

Habislah aku!

Sial...

Tenang.

Aku harus bagaimana? Apa tak ada cara lain?

Sudah kubilang

pekerjaan ini bukan levelmu.

Kau tak tahu letak emas itu.

Menyerah sajalah.

Bahkan anjing pun boleh makan dengan tenang!

Aku bisa mendapatkan keuntungan besar.

Aku akan berterima kasih.

Namun, bukankah harganya terlalu murah?

Jual saja.

Aku ingin menjual semuanya dan melanjutkan hidup.

Kau akan meninggalkan rumah itu?

Itu bukan pekerjaan seumur hidup.

Aku tahu rencana pria tua itu.

Dia akan menjual segalanya

dan pensiun sebelum kesehatannya memburuk.

Aku perlu mendapatkan bagianku

sebelum terlambat.

Sedang bersenang-senang?

Wan-kyu sepertinya sangat menyukaimu.

Aku tahu kesalahanku banyak.

Kalian akan menikah?

Ibumu lahir di Fukuoka, 'kan?

Ya, Fukuoka.

Fukuoka...

Fukuoka itu tempat yang bagus.

Aku jatuh cinta dengan ibu Wan-kyu di sana.

Begitu rupanya...

Apa Taman Rusa di Fukuoka masih indah?

Ya.

Taman itu masih indah.

Umeboshi-mu dibeli

di toserba.

Lagi pula, sejak kapan Taman Rusa

pindah ke Fukuoka?

Akan kujelaskan semuanya.

Pak Ki-hyung...

Akan ada banyak darah.

Jangan sampai ada noda.

Pak Ki-hyung...

Pak Ki-hyung, aku...

Sayang...

Biar kujelaskan situasinya.

Kau berusaha menipuku,

tapi ketahuan.

Tolong lepaskan aku.

Aku harus mengurus seseorang.

Diam.

Dasar wanita licik!

Apa yang kau lakukan di sini?

Kau cantik sekali.

Kakekku...

Dia menyuruhku merahasiakan emas ini.

Di mana emasnya?

Apa?

Emas itu punyaku!

Punyaku!

Apa?

Astaga.

Angkatlah!

- Aku? - Ya.

Cepatlah!

Neurologis

- Halo? - Ya?

Pak Park ada janji.

- Ada apa? - Dia belum datang.

Haruskah kubatalkan?

Jangan.

Jangan ubah apa pun.

Kami akan segera datang ke sana.

Bagus sekali!

- Ayo berangkat. - Ke mana?

- Kita akan mencamil. - Bagus, aku lapar.

Ayo.

- Pak... - Siapa kau?

Saatnya pergi ke dokter.

Aku akan mengantarnya hari ini.

Ayo cepat.

Kau mau camilan apa?

Alzheimer yang dideritanya makin memburuk dalam sekejap.

Dalam dua atau tiga bulan,

dia tak akan bisa pergi ke toilet sendiri.

Apa yang kau lakukan?

Kau tak ingat?

Kau minta maaf karena mencurigaiku.

Kau juga bilang akan mengurus semuanya

denganku.

Aku?

Ya.

Pil ini berhasil.

Dia tak tahu kalau pil ini menyelamatkan hidupnya.

Apa rencanamu sekarang?

Kita lihat saja.

Kita harus hadir dalam pernikahan Wan-kyu.

Lagi pula, wanita itu mungkin

menemukan lokasi emasnya.

Makanlah.

Ini potongan besar.

Serta potongan yang lebih besar.

Berhenti, jangan makan dahulu.

Kau mengkhianati kami.

Kini kau mentraktir daging?

Aku terlibat dalam pekerjaan besar.

Kalian mau membantuku atau tidak?

- Pekerjaan besar? - Sangat besar.

Mari makan.

- Pertama, ayo makan! - Makanlah.

Kau sudah makan?

Sekarang, dengar.

Ki-hyung / Alzheimer palsu / Wan-kyu

Georges / Mencari broker

Kumiko / Kepala pelayan Ki-hyung

Gap-deok / Pelayan Kumiko

Kabur dari gedung pernikahan!

29 Januari itu hari H!

- Selamat. - Terima kasih banyak.

- Silakan. - Terima kasih.

- Dia orang Jepang? - Ya, benar.

Kami sudah seperti saudara.

- Pelan-pelan. - Baik, Nona.

- Aku harus pergi ke toilet. - Aku akan mengantarmu.

Biar aku saja. Aku pegawai di sini.

- Siapa itu? - Pegawai baru?

Ekspedisi Gemilang

Lewat sini.

Aku sangat gugup!

- Di mana toiletnya? - Berjalanlah dengan tegak!

Alat kebersihan

- Kunci kartunya sudah diduplikat? - Tentu saja.

- Ayo masuk. - Baik.

Semuanya, inilah pengantin pria!

Aku akan menikah!

Sekarang, saatnya pengantin wanita masuk.

Tolong berikan tepuk tangan meriah saat dia masuk.

Semuanya, inilah pengantin wanita!

Semuanya, inilah pengantin wanita!

Pengantin wanitanya hilang.

Apa maksudmu?

Dia pemalu?

Dia wanita yang pemalu. Buat dia merasa nyaman.

Lagi pula, ini pernikahannya.

- Hebat. - Bedebah jahat.

Astaga...

- Alarmnya sudah dicek? - Ya, sudah.

Mari kita mulai.

- Jalan! - Di mana dia?

Ji-hye?

Ji-hye...

Ada apa?

Aduh, leherku!

Apa yang dia lakukan?

Keluar! Kau hampir menabrak kami!

Dia cedera karena kau!

Seok-min...

Lakukan sesuatu!

Tolong, dia makin parah!

Taeho!

Minjun, cepatlah!

- Perhatikan waktunya. - Berapa lama lagi waktu kita?

Tidak terlalu banyak.

Di mana emasnya?

Di mana emasnya?

Kau tak bisa bicara.

- Georges, cepatlah! - Baiklah.

Akhirnya!

Lee Ji-hye, kau masih kompeten.

Jangan lupa mengirimkan jatah uangku.

Jangan khawatir.

Terima kasih...

Teman.

Hati-hati!

- Ibu. - Kau mengagetkanku.

Ternyata kau.

Kami hampir selesai.

Apa yang dia lakukan?

Apa yang kau lihat?

- Ada sesuatu di sana? - Ibu?

Ada apa?

- Apa itu? - Apa yang kau lihat?

Kacamata? Mataku masih bagus.

Tunggu...

Apa yang terjadi?

Kenapa aku melihat ini?

Apa itu digambar?

Ada apa?

Biar kucoba juga!

Bagaimana kita mengeluarkannya?

- Mari kita buka. - Dibuka?

- Ini dia... - Lakukan!

- Hati-hati. - Satu, dua, tiga!

Akan kupecahkan kacanya.

Tunggu!

Biar aku saja.

Kenapa kau selalu bersikap seperti ini?

Astaga!

Berapa nilai semua ini?

Bukalah! Satu, dua, tiga!

- Hubungi aku! - Pasti. Hati-hati!

Cepat!

Masuk!

Tidak...

Tidak!

Selalu bersembunyilah di bawah geladak.

Minumlah obat ini jika kalian mabuk laut.

Aku akan menghubungimu setelah semuanya beres.

Terima kasih. Nanti kutelepon.

Joo-young...

Pergilah. Nanti kalian ketinggalan kapal.

Hati-hati.

Hanya ini rekaman yang berhasil kuselamatkan.

Lama tak berjumpa, Cho Segap.

Terminal Penumpang Pelabuhan Internasional Youngin

- Bu... - Jangan katakan apa pun.

Tidak sampai kita naik kapal.

Pak Cho Segap!

Yong-nyeo?

Kau Im Yong-nyeo, 'kan?

Ada perlu apa di sini?

Kudengar kau tersandung masalah dan kabur ke...

Maksudku, pergi ke Jepang.

Akan kuceritakan semuanya kepadamu nanti.

Di mana Ji-hye?

Siapa?

Berhentilah berakting. Aku tahu segalanya.

Untuk apa aku berakting? Aku bukan aktor.

Kenapa sikapmu begitu menakutkan?

Feri pukul 22.30 menuju Osaka sudah tiba.

Penumpang, silakan naik feri.

- Ayo. - Baiklah.

Ada apa?

Ayo kita bertemu dan mengobrol

Ayo kita bertemu dan ngobrol.

Sudah kuduga segalanya berjalan terlalu lancar.

Pergilah ke Jepang, lalu ke Amerika.

Temui Pak Hongseok.

Kau hanya perlu menghubungi nomor ini.

Berjanjilah.

Apa maksud Ibu?

Bagaimana dengan Ibu?

Jika Ibu naik kapal dan pergi begitu saja...

Ibu akan merasa bersalah seumur hidup Ibu.

Lucu, 'kan?

Begitu banyak kejahatan yang Ibu lakukan.

Namun, rasa bersalah mencegah Ibu pergi.

Tidak, ayo pergi saja.

Ayo pergi saja, Bu.

Joo-young...

kau sudah dewasa.

Kau masih bayi belum lama ini.

Terima kasih sudah tumbuh dengan baik.

Ibu tahu hidupmu sulit gara-gara Ibu.

Maaf.

Ibu sungguh menyesal...

sampai-sampai tak bisa mengatakannya.

Ibu sungguh minta maaf.

Berhenti mengatakan itu.

Kenapa Ibu minta maaf?

Apa?

Tubuhku seksi. Aku pintar dan cantik.

Itu semua berkat Ibu!

Jadi, jangan minta maaf.

Berhati-hatilah.

Pergilah.

Maaf kami membuatmu menunggu.

Sial, ayolah!

Ini semua acara kejutan Ji-hye, 'kan?

Tunggu.

Haruskah aku memejamkan mataku

atau menutupi kepalaku?

Pejamkan saja matamu.

Sungguh?

Aku tak begitu yakin...

Kita mau pergi ke mana? Bisakah kau memberitahuku dahulu?

Joo-young

Ya, Joo-young?

Wanita Jalang, kau datang ke tempat yang tepat.

Akan kuserahkan Segap

- jika kau berlutut. - Siapa Segap?

Lupakan. Bawa saja Georges.

Georges akan mati.

Dasar wanita bodoh.

Di mana kau menyembunyikan emasnya?

Di mana Georges?

Di mana dia?

Kau melebih-lebihkan keterampilanmu sendiri!

Berhentilah mencoba kabur!

Lepaskan!

Detektif, apa yang kau lakukan?

Aku mendapatkan informasi.

Kau memasukkan apa ke kapal?

Itu...

Itu artefak budaya!

Hei...

- Kau akan mati! - Letakkan itu.

Letakkan!

Mari kita bicarakan hal ini.

Hei!

Apa-apaan?

Seseorang, selamatkan aku!

Kau ada di sini?

Georges!

Apa yang terjadi padamu?

Tunggu, akan kulepaskan ikatanmu.

- Apa yang terjadi? - Awas!

Beraninya kau!

Hentikan!

Tunggu!

Jangan berguling!

Keparat!

Tunggu. Jeda dahulu!

Jangan bergerak, Bedebah!

Bangunlah!

Dasar jalang...

Ibu baik-baik saja?

Kenapa kau ada di sini?

Haruskah Ibu bertanya?

Kemarilah, Berandal!

- Kemarilah. - Rambutku...

Aku baru melakukan transplantasi rambut.

Kau baik-baik saja?

Ibu!

Joo-young!

Kalian berdua memperumit situasi!

Joo-young, kau baik-baik saja?

Kenapa kau mengikuti Ibu?

Fokus saja pada apa yang terjadi!

Dasar wanita jalang!

Mari kita lepaskan bersama-sama. Aku perlu memborgolmu.

Baiklah, lepaskan saja rambutku.

Baiklah, akan kuhitung sampai tiga.

Satu, dua, tiga!

Bedebah!

Kau akan mati!

Akan kubunuh kau!

- Rambutku! - Bedebah!

Kau tak pernah mematuhi Ibu!

Nasi sudah menjadi bubur.

Apa-apaan?

Bu, tarik!

Joo-young!

Ayo.

Joo-young, di sini!

- Georges! - Astaga!

Kau juga ada di sini? Di mana Yong-nyeo?

- Kau menang? - Tentu saja.

Dia sangat kuat.

Kau terluka? Jangan terlalu berlebihan!

- Aku tak berlebihan! - Apa tulangmu patah?

Kakiku keram.

Kenapa kau harus tertangkap?

Kau mengacaukan segalanya!

- Tunggu! - Kenapa?

- Hyun-woo... - Apa?

Tunggu.

Kau membawa seseorang?

Hei, jangan pergi sendiri!

Astaga!

Hyun-woo!

Jasku kusut.

Tidak bisakah aku duduk bersama kalian?

Tidak?

Kenapa mereka tak menjawab?

Kita mau pergi ke mana?

Ekspedisi Gemilang

Semuanya, itu dia!

Aku mengembalikan artefak budaya curian

Konferensi pers?

Kenapa kau mengembalikan artefak ini?

Apa ayahmu setuju mengembalikan ini?

Bagaimana kau mendapatkan artefak ini?

Apa?

Park Wan-kyu, keturunan keluarga pro-Jepang

mengembalikan artefak koleksi ayahnya

dan minta maaf.

- Bidang akademis... - Ji-hye?

Aku kelelahan.

Mereka saling kenal?

Ayo!

Kau hebat, Nn. Kim Jung-sook.

Jangan gunakan nama asliku.

Namamu Segap!

Kenapa tak pakai nama Chil-gap?

Rahasiakan!

- Chil-gap! - Chil-gap!

Bagaimana dengan Yook-gap?

- Yook-gap! - Yook-gap!

Kau bisa hidup tanpa Ibu selama setahun, 'kan?

- Bagaimana dengan Ibu? - Ibu akan baik-baik saja.

Jangan lupa makan dan jangan terlalu sering pergi ke luar.

Jangan sampai cedera saat latihan.

Kemarilah, Sayang.

- Aku pamit. - Baiklah.

Hubungi Ibu setelah kau mendarat!

- Apa yang kau lakukan? - Aku menemukan sesuatu!

Ini harta karun terpendam!

Saatnya minum obat.

Tunggu...

Artefak ini berasal dari akhir Dinasti Joseon.

Harganya pasti mahal.

- Astaga, ini artefak langka. - Ya, benar!

- Pak... - Ya?

Berhenti berburu harta karun dan istirahatlah.

Terlalu banyak bergerak berdampak buruk bagi kesehatanmu.

Kau perlu istirahat hari ini.

Baiklah.

Desainer Georges Saint Pierre bergabung dengan kita hari ini.

Halo, Pak Desainer!

Halo, aku Desainer Georges.

Ini kejuaraan internasional pertama Lee Joo-young.

Dia pernah berkompetisi di tingkat SD.

Cengkeramannya kuat hari ini,

jadi kita bisa mengharapkan hasil positif.

Pelakunya melawan,

tapi semangat polisi ada dalam diriku.

Detektif Baik Hati 24

Aku bisa menangkapnya

dengan mengerahkan kekuatanku.

Im Yong-nyeo, mantan pegawai

Park Ki-hyung yang baru-baru ini menyumbang artefak,

ditangkap karena berusaha

menyelundupkan artefaknya.

Apa alasanmu?

Wajahnya tampak tak asing!

Begini...

Sejak aku masih kecil,

ayahku mencemaskan Korea.

Tindakan ini sepertinya sudah membantu bangsa kita.

Aku senang akan hal itu.

Itu bukanlah hal besar.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.