Afrikaans
Akan
Albanian
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Czech
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Somali
Sundanese
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Menurut statistik peraih medali Olimpiade mengikuti tiga aturan
saat mempersiapkan kompetisi.
Cukup tidur...
Persiapan yang matang...
Serta menghindari gangguan dengan segala cara.
JURNAL DAFTAR
Berabad-abad mereka dididik di sini. Pemenang Nobel, kepala negara,
penulis, dan ilmuwan.
Aku akan segera seperti mereka.
Masa depanku menunggu di balik tembok ini.
Sudah bertahun-tahun kutunggu hari ini.
Hari itu pun tiba.
-Hei. -Hai.
-Hai. -Hei.
-Kau adalah... -Jude.
Ruby.
-Hai. -Hai. Lin, hai.
Maxton Hall THE WORLD BETWEEN US
BERDASARKAN NOVEL "SAVE ME" KARYA MONA KASTEN
-Semoga aku tak mengacaukan ini. -Omong kosong.
Kau muntah di tempat sampah profesor pun tetap diterima.
Bukankah ibumu sekelas dengannya?
Sepertinya kau harus berusaha agar diterima.
Ya, mungkin tak mudah. Optimis.
Hei, Alistair, tunggu!
Siap?
Tentu saja.
Kita akan masuk, diterima, dan pergi. Bukan masalah besar.
Namaku Jude, ini tahun keduaku di sini di Saint Hilda's College di Oxford,
aku akan menemani kalian selama proses pendaftaran.
Di wawancara pertama,
profesor ingin uji kemampuan kalian berpikir kritis
dan mengembangkan opini dari topik.
Yang kedua,
melihat kalian bekerja di bawah tekanan.
Yang ketiga, wawancara terakhir, yaitu tentang dirimu.
Melihat apa kalian cocok di Oxford.
Itu yang terpenting.
Wawancara pertama dimulai dalam 25 menit.
Jadi, kalian ada waktu membaca catatan atau makan sesuatu.
Kalian gugup, tetapi sudah di sini.
Oxford menginginkan kalian.
Kalian hanya tak perlu persulit.
Akan kupanggil namamu. Mengerti?
Ruby Bell. Saint Hilda's.
Semoga sukses.
Hei.
Tidak perlu gugup.
Kau pasti bisa.
Kau tak gugup?
Gugup? Aku sepuluh kali lebih buruk.
Namun, diterima.
Sampai jumpa.
Terima kasih.
Nona Bell, kami senang kau menerima undangan kami.
Terima kasih banyak.
Bagus. Kita akan mulai.
Beberapa tahun yang lalu, New York Times
menerbitkan opini yang mengeklaim
monarki Inggris itu anakronisme sia-sia.
Bisakah sistem ganda monarki
dan demokrasi parlementer kita bertahan
atau harus menjadi republik?
Ada dua pendekatan menjawab ini.
Di satu sisi, ada argumen bahwa monarki
menawarkan stabilitas secara simbolis.
Di sisi lain, jumlah uang amat besar
untuk pembiayaan simbol ini bisa dipertanyakan.
Mengingat semua negara yang berkembang dengan bentuk pemerintahan lain.
Silakan lanjutkan.
Pasar didasarkan pada spekulasi, pada kenyataan
masa depan tak bisa diprediksi seperti yang kita mau.
Namun, profit dihasilkan pada saat ini,
model bisnis yang sukses memanfaatkan hal ini.
Terima kasih, Tn. Beaufort.
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Aku ingat ayahmu mahasiswa terbaik di Balliol.
Dia lebih unggul dari yang lain dengan pengetahuan dan ambisinya.
-Bagaimana tadi? -Kau dahulu.
Amat bagus, kurasa.
Asyik bicara dengan mereka.
Aku mengutip Plato...
Setidaknya mereka tak memelototimu.
Profesor di wawancaraku punya alis yang tebal,
sehingga seperti Mr. Bean yang marah.
Aku tak bisa berhenti melihatnya.
-Dia tahu. -Tidak.
Hei.
Bagaimana babak pertama?
-Bagus. -Ya.
Sepertinya kalian bisa sedikit santai.
Pukul 20.00? Gaya Oxford?
Ya!
Kuperkenalkan Turf Tavern yang terkenal di dunia.
Pub yang sering dikunjungi Liz,
Oscar, dan Wanita Besi itu sendiri selama dia di sini.
Ada kursi. Ayo.
Lihat siapa yang datang.
Sepertinya ada sesuatu.
Sudah datang.
Ciri khas di sini. Wajib bagi pengunjung Oxford.
Cross Keys.
Wajahku juga akan begitu jika aku diberi air.
Kau harus coba ini, wiski berumur 18 tahun.
Ada masalah?
Maaf...
Aku dengar bartender menandatangani perjanjian kerahasiaan saat kerja di sini.
Sungguh?
Ekspresiku pun sama saat pertama kalinya.
Di akhir malam, aku lari di kampus setengah telanjang sambil berpuisi.
Kalau bisa, aku mau melewatkan itu.
Kita tunda sampai kau menjadi mahasiswi di sini. Bersulang.
Astaga!
Sangat keras.
Aku mau cari udara segar. Tolong tasku.
-Aduh! -Kau terlalu kentara.
Kau munafik.
Kau tak apa-apa?
Aku harap itu retorik.
Apa kau gugup karena wawancara?
Tak peduli bagaimana wawancaranya. Aku tak bisa masuk Oxford.
Kenapa tidak?
Kau mengalahkanku menjadi juara kelas dua kali.
-Jika butuh sesuatu... -Aku belum haid dua bulan.
-Apa... -Kutahu gila mempertahankannya.
Aku tak pernah mencintai seperti ini.
Aku juga sayang bayi ini.
Hormon sialan.
Ada program bagus untuk para ibu di Oxford.
Aku melihatnya saat meneliti beasiswa.
Jacinda Ardem punya bayi saat memimpin negara.
Kita mungkin bukan teman,
tetapi aku tahu kau di sekolah.
Bagaimana kau bertahan selama...
Jika ada orang yang kutahu bisa melakukannya, itu kau.
Aku mulai mengerti kenapa dia tak bisa melupakanmu.
Kau membuat seolah semuanya mungkin.
Meskipun semuanya begitu buruk.
Apa maksudmu?
Kau tak tahu betapa menderitanya dia?
Dia memutuskanku.
Kadang bukti cinta terbesar adalah melepaskannya.
Skor Olimpiadeku di hari pertama Oxford: Tidur, nol. Gangguan, sepuluh.
Skor bagus, Ruby Bell.
Kau sudah memukau semuanya kemarin. Pasti bagus.
INFORMASI UNTUK PENDAFTAR BARU
Ada berapa orang di ruangan ini?
Jika dengan persepsi langsung sebagai dasar diskusi, seperti dalam hukum Gibson,
menurutku ada dua entitas selain diriku sendiri.
Jadi...
jawaban yang jelas adalah tiga.
Coba lagi.
Berapa banyak orang di ruangan ini?
Hei.
Kau tak apa-apa?
Kau tampak tak sehat.
Aku baik-baik saja. Hanya tak ingin berpesta.
Itu mungkin stres.
Aku juga akan senang saat ini berakhir
dan akhirnya kita bisa kembali bersama.
Nikmati kebebasan terakhir.
Bukan duduk di sini dan belajar, mengulang. Untuk apa...
Lydia?
Kau bilang apa?
Aku senang saat kita pulang dan semua normal lagi untuk setahun.
Apa?
Apa perubahan selalu hal buruk?
Tergantung perubahannya, bukan?
-Bagaimana wawancara hari ini? -Kurasa tak lancar.
Semalam terlalu banyak minum.
Kau tahu freesia melambangkan kepercayaan?
Aku...
Aku pikir jika kuberikan Keshav sedikit ruang, maka...
dia akan meluangkan waktu untuk berpikir.
Sebaliknya dia coba menyesuaikan dengan pandangan orang tuanya.
Dia menggoda Camille...
Dia tak bisa jujur dengan kenyataannya.
Sementara...
aku terus berpikir seharusnya tak kulepaskan dia.
Astaga, seharusnya tak kulepaskan dia.
Mungkin kau tak punya pilihan.
Kita selalu punya pilihan.
Kau bisa melawan atau menyerah.
Aku tak mengerti kenapa orang
sangat takut menjadi diri sendiri.
Aku di baris terakhir dan tidur, hilangkan pengar.
-Maaf, mau duduk di sini? -Tak apa.
Baik, selamat datang di sesi tanya jawab mahasiswa.
Aku meminta teman sekelasku kemari,
kubohongi ada kudapan dan minum.
Mereka sekarang sangat lapar dan merasa dikhianati.
Aku masih berharap mereka akan jawab pertanyaan.
Silakan.
Seberapa intensif tugas kuliah di sini?
-Kau masih punya waktu pribadi? -Nila?
Kurasa dibanding universitas lain, jelas lebih intensif.
Itu benar, tetapi jangan khawatir, masih ada waktu untuk kehidupan pribadi.
Ada lagi?
Apa ada banyak kontak dengan kampus lain di Oxford
atau itu terpisah?
Aku ingin tahu apa harus ucapkan perpisahan dengan sahabatku?
Kampus biasanya lumayan terpisah.
Orang yang memilih Balliol, misalnya,
biasanya tak punya banyak kesamaan dengan orang
yang belajar di Saint Hilda's.
Tentu. Balliol itu kampus elite Oxford.
Ya, itu contoh ucapan orang dari Balliol.
Terima kasih. Ada lagi?
Berapa IPK-mu?
-Maaf? -Aku hanya memastikan kau
kompeten mempersiapkan kami di sini.
Ada pendaftar dengan pertanyaan lain.
Biar mereka bicara daripada buang waktu dengan komentar tak kompetenmu.
Apa masalahmu?
Menakutkan caramu berubah dan terdengar sepertinya.
-Siapa? -Ayahmu.
-Baik. Kau mungkin ingin... -Diam, kau badut.
-Jangan ganggu dia. -Aku ganggu kencanmu?
Kenapa kau di sini?
Kau ingin ke Balliol yang mewah, jangan bersikap seakan itu keputusanmu.
-Apa? -Itu strategimu.
Kau rendahkan dan singkirkan semua
agar tak ada yang sadar bahwa kau pengecut
yang lebih suka jadi boneka daripada membela keinginanmu.
Ruby!
Kau mengabaikanku beberapa minggu ini.
Bisa kembali begitu?
Bagaimana jika kau benar.
Orang lain menentukan hidupku.
Aku jahat, bohong, dan sembunyikan perasaanku.
Jangan menghakimi aku karena kulakukan demi kau.
-Apa maksudmu? -Lupakan saja.
Bicaralah, jangan berteka-teki. Kau membuatku gila!
Kau membuatku gila!
Tahu apa yang kau lakukan kepadaku kini?
Kau pikir mudah bagiku melihatmu, mendengar suaramu?
Kau tak bisa mencampakkan dan mempermalukanku di depan orang,
bertingkah seakan aku salah paham.
Aku tak bisa.
Maafkan aku.
Lalu kenapa di sini?
Kenapa berbicara kepadaku?
Karena aku... Karena...
Kau tak tahu karena tak tahu yang kau mau.
Kau tak tahu apa-apa!
Aku tahu yang kumau.
Kenapa tak memperjuangkannya?
Tak ada yang tertarik dengan yang kumau.
Aku tertarik.
Aku tertarik dengan yang kau mau.
Kau tak sungguh percaya bahwa seseorang sepertiku
akan tertarik kepada orang sepertimu, bukan?
Ruby? Ada apa?
Maafkan aku.
Kenapa?
Apa maksud semua ini?
Orang tuaku melihatku banyak berubah karenamu.
Ayah anggap kau mengancam rencananya.
Dia benar.
Dia bersumpah akan menghancurkan hidupmu.
Aku tak bisa melindungimu darinya.
Kau berhak memiliki seseorang yang bisa melindungimu
dan keluarga yang menerimamu, aku tak bisa beri itu.
Aku tak bisa beri apa pun selain masalah yang tak bisa kutangani.
Kenapa tak bilang?
Kau tak tahu apa aku bisa bertahan.
Tak mau dia menyakitimu.
Aku tak takut dia.
Bagaimana caranya?
Dia mampu berbuat apa saja.
Aku tak mau...
Aku tak akan mampu...
James.
Jangan ada rahasia.
Jangan ada kebohongan.
Aku berjanji.
Apa yang kau lakukan?
Hal yang pasangan saling percaya lakukan.
-Pasangan? -Jelas kau bukan TTM-ku.
Bagaimana bisa orang ber-IQ tinggi memakai kata "TTM"?
Menurutmu ini waktunya kau lancang?
Aku akan menjadi apa pun yang kau suka. Pacar, TTM, apa pun.
-Apa pun? -Semuanya.
-Ini pria yang menghancurkan kasur air? -Itu bukan kasur air.
Aku tak mau pergi.
-Tidak hari ini, besok, selamanya. -Kau tak mau pergi ke Oxford.
Aku tak bilang akan pergi dari kamar ini.
Tetaplah di sini.
Besok pagi, dunia akan terus berputar.
Kesempatanmu sama banyak dengan orang lain.
Manfaatkanlah itu, James.
Setiap aku bingung atau tak bahagia, aku membuat daftar.
Ini bantu aku termotivasi dan berpikiran jernih.
Kau membuat daftarku?
Apa hal yang pertama?
Aku suka olahraga, musik...
Serta makanan Asia yang pedas.
Aku suka makan di pasar Bangkok.
-Seperti belalang goreng? -Tepat sekali.
Baik.
-Banyak baca... -Banyak baca...
Ini bukan tujuan hidup.
Mimpi itu penting.
Aku bahagia saat menggambar.
Buat permintaan!
Kau lupa yang penting.
Nona Bell.
Tolong katakan, kenapa Oxford?
Kau tahu kisah gajah dirantai ke tiang?
Biasanya metafora dipakai untuk gambarkan keyakinan yang membatasi diri.
Kenyataannya kebanyakan orang mampu
berbuat lebih dari yang mereka kira.
Namun, aku mulai menyadari telah berkomitmen ke masa depanku.
Oleh karena itu, tak memberi banyak momen
di masa kini cukup perhatian.
James Beaufort?
James Beaufort, Balliol?
Kini kutahu perhentian kita di sepanjang perjalanan
yang membentuk kehidupan kita sebenarnya.
Kehidupan kita saat ini.
Kadang momen seperti ini menggambarkan visi masa depan
yang baru dan menarik bagi kita.
Ini pesan suara Cordelia Beaufort.
Silakan tinggalkan pesan setelah nada.
Hai, Bu. Kuharap Ibu baik-baik saja.
Aku mau bilang hal penting.
Jangan khawatir, ini...
Ini kabar baik.
Aku mencintai Ibu.
Sampai jumpa.
Kita menyadari tak takut lagi atas masa depan.
Karena ini saat kita memutuskan apakah mimpi kita akan terwujud
dan akan jadi orang yang selalu kita inginkan.
Butuh keberanian untuk berpikir melampaui masa kini.
Namun, terkadang tatapan orang lain
yang menyinari masa depan kita.
Aku merasa mencapai hidupku untuk pertama kalinya.
Halo. Aku pulang.
Aku tak mau mempercepat atau mengulang. Aku mau di sini, saat ini.
Hei!
Tn. Beaufort menunggumu.
Duduk.
Ayah bilang duduk.
Ibumu terkena strok.
-Di mana? -Keadaannya?
Cordelia wafat.
Kami ke RS semalam sebelumnya, mereka tak bisa apa-apa.
Ayah tak menelepon kami?
Cordelia sangat bangga dengan undanganmu, Ayah tak mau mengganggu wawancaramu.
Aku sudah bilang kepadamu buat investor senang itu prioritas kita.
Kita tak boleh membiarkan saham anjlok.
Ya, aku tahu itu. Sial.
Meredith perlu kirim draf.
-Harus keluar. -Tidak.
Ya, sial, Gordon. Aku mengerti itu.
Direktur artistik akan ditunjuk setelah siaran pers keluar.
James, jangan!
Hentikan!
Jangan sentuh aku!
Kau duduk di mobil dan diam saja.
Maaf, James.
Setiap orang berhak dapat dunia yang penuh dengan peluang.
Memimpikan impiannya, menjadi siapa yang dia inginkan,
dan mencintai yang dia mau.
Kini kulihat masa depanku jauh lebih jelas.
Semua potongan puzzle sudah pada tempatnya.
Semua pintu terbuka bagi kita. Kini kita hanya perlu melewatinya.
Terjemahan subtitle oleh Samuel Bahari
Supervisor Kreasi Farabella Fridanti
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.