Afrikaans
Albanian
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Corsican
Czech
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Pada 1882, meteorologis menemukan cara baru untuk mengukur kekuatan angin.
Skala Beaufort.
Skala dengan 12 kelas dan jangkauan dari tenang hingga badai.
Badai yang menutup penglihatan kita dan menghilangkan seluruh dunia.
Andai kutahu badai bisa terasa seperti ini,
akan kunantikan lebih awal.
Seperti ini rupanya saat kau tahu apa yang diharapkan darimu?
Jika aku Kepala Sekolah Lexington, aku tak akan senang
penyelenggara pestaku terbagi perhatiannya
sementara keadaan di aula sungguh tak terkendali.
Kau harus melihatnya.
Baik.
Ayo.
Masuk ke dalam mobil. Sekarang.
Halo.
Lydia.
Maxton Hall THE WORLD BETWEEN US
BERDASARKAN NOVEL "SAVE ME" KARYA MONA KASTEN
Sekring putus?
Bisa dibilang begitu.
Ruby, Lexington di arah jam sepuluh.
Pak, salah satu kabel listrik lepas.
Sistem listrik tak terlalu modern.
Aku kira kau berbuat kesalahan lagi.
Namun, pesta ini sukses, donasi masuk,
dan tamu masih berpakaian utuh.
Aku sudah mengirimkan yang asli ke kantor penerimaan Oxford.
Akan dilampirkan ke permohonanmu.
Terima kasih, Pak.
Nona Bell.
"Ruby Bell, yang belajar di sekolah kami selama dua tahun,
"bukan hanya kandidat hebat untuk Universitas Oxford,
"dia akan menjadi aset..."
Baik. Ayo ambil foto grup panitia untuk Aula Ketenaran.
Tindakan kalian adalah penghinaan terbesar yang harus Ayah tanggung.
Kalian menunggu momen terpenting dalam dekade ini bagi Beaufort
untuk melakukan aksi tukar peran seperti dalam film murahan.
Setelah semua yang kami lalui karenamu,
kau punya keberanian muncul malam ini untuk mewakili perusahaan kita?
Ayah tahu aku memahami seluruh koleksi itu.
Pidatoku sudah sempurna.
Itu tak mengubah fakta setiap kau terlibat akan hancur!
Sejak kecil,
kau selalu ingin menjadi nomor satu.
Namun, kau tak pernah paham itu butuh disiplin.
Tanpaku, tak akan ada konferensi pers.
Kau beruntung ayah mencegatmu sebelum kau masuk ke ruang pers
dan menghancurkan satu-satunya tindakan baikmu bagi keluarga ini.
Yang membawa kami kepadamu.
Casanova kita.
Yang menyebut dirinya Romeo,
yang merasa urusan pribadinya lebih penting dari urusan keluarga.
Yang memohon tentang latihan lacrosse-nya,
tetapi tak bisa patuh untuk satu malam
saat kita semua mengandalkan dia!
Apa masalahnya?
Kau mau katakan sesuatu?
Bersulang!
Untuk Ruby dan ke Oxford!
Oxford!
Aku tak percaya kau dapat surat rekomendasi dari Lexington.
Ya. Aku dapat dari Bu Hugh. Aku harus mendekatinya.
Segera kembali.
Ya, tentu, Ruby.
Sampai nanti, Ruby.
Pak Sutton.
Bolehkah bicara?
Ya, tentu saja.
Aku belum berterima kasih kepadamu.
Berterima kasih?
Aku?
Aku tak akan bisa melewati minggu pertama di sini tanpamu.
Kau selalu jadi panutan bagiku.
Sarjana Oxford dari kota yang lebih kecil.
Aku tak akan menyerah sampai kuraih impianku.
Aku berjanji.
James. Bagaimana jadinya?
Apa kau hanya membuka mulut
untuk melakukan ciuman dengan pacar kecilmu yang baru?
Bagaimana kau membayangkan masa depanmu dengan orang ini?
Kau mau pindah ke gubuk di Gormsey
dan mendorong ayah mertuamu di kursi roda setiap hari?
Apa Ayah membuntuti dia?
Gadis ini tak lebih dari seorang mata duitan
yang lebih suka meniduri orang untuk mencapai kesuksesan.
-Aku tak mengizinkan... -Diam.
Apa?
Jika kau bicara soal Ruby lagi...
Boleh aku bicara dengan putraku?
Ayah sudah menyelidiki Ruby Bell.
Ayah tahu karena kecacatannya, ayahnya mengandalkan penghasilan istrinya.
Ayah tahu rekening ibunya ditarik berlebihan setiap bulan
karena toko rotinya tak menghasilkan uang.
Ayah tahu adiknya melanggar hak cipta dengan foto-foto di blog miliknya.
Serta rumah yang mereka tinggali masih belum lunas setelah 18 tahun.
Kau dilarang bicara dengan gadis ini lagi.
Hanya butuh satu panggilan dari Ayah dan dia kehilangan beasiswanya.
Ayah bisa memastikan keluarganya harus mencari rumah bantuan sosial
dan Oxford menolaknya.
Aku akan menghancurkan hidupnya.
Kau pulang baik-baik saja? Kuharap ayahmu tak terlalu kesal.
DIBACA - KEMARIN, 23.58
-Boleh ibu bersihkan kamar sebentar? -Ya.
Itu mereka. Si kembar Beaufort yang tak tertandingi dan tak terlupakan.
Lydia Beaufort tampak sangat menawan seperti biasanya.
Semoga dia punya izin untuk tatapan itu.
Sampai nanti, Bodoh.
Ya.
Wahai, Kapten! Kaptenku!
Apa Elaine mengamuk atau Alistair memukulmu?
-Aku menabrak pintu. -Oh, begitu.
Kudengar kau ke pesta kemarin.
Kenapa kau tak mampir? Kami mabuk di perpustakaan.
Kita akan minum lagi. Nanti? Cyril sepertinya membutuhkannya.
Aku setuju.
Ya. Kita akan pergi di jam keempat dan mulai merencanakan.
Asal tak seperti terakhir.
Kita bisa bicara?
Di sini? Di sekolah?
-Di depan semua orang? -Maksudku nanti. Di rumahmu.
Tidak tertarik.
Ayolah. Kumohon.
Teman-Teman!
Apa pendapatmu? Mau ikut?
-Kau mau berpesta lagi? -Ya.
-Aku masih lelah karena kemarin. -Kencanmu berjalan lancar?
Ini tahun terakhir kita bersama. Apa rencananya, Cyril?
-Selalu berpesta pora. -Apa? Aku tak dengar.
-Berpesta pora sepanjang waktu. -Tepat sekali.
Ayo bergembira. Kita akan berpesta atau tidak?
Ini dia. Itu James Beaufort yang kukenal.
Di mana dirimu yang asli beberapa minggu ini?
Keberaniannya kembali.
-Semua baik-baik saja denganmu? -Semuanya menyebalkan. Kau?
Aku mengabaikan pacar rahasiaku agar dia memperhatikanku.
-Apa itu berhasil? -Ya, kami akan menikah besok.
Lydia?
Semua baik-baik saja?
Ya.
Apa yang terjadi?
Aku harus ke kelas.
Ayo kita kabur.
-Apa? -Kau bilang akan kabur bersamaku.
Kau raih diploma dan aku cari pekerjaan.
Kau tak menginginkan itu.
-Kau bilang... -Lupakan itu.
-Aku tak tahan lagi. -Kau mengatakan itu sekarang.
-Nanti kau akan bicara tanggung jawab... -Aku cinta kau.
-Tak mengubah... -Aku cinta kau.
-Kau suka pekerjaan ini. -Aku cinta kau.
Ayo pergi dari sini.
Ke mana?
Kau yang pilih.
Kau sudah gila.
Datang ke kafe pukul 17.00 hari Kamis, kita bahas semua.
-Ruby? Halo? -Apa?
Aku bilang Oxford mengirimkan undangan untuk wawancara.
Hari ini Jessa mendapatkannya.
-Sungguh? -Ya, Jessalyn.
Kau tak apa-apa?
Maxton Hall!
Pak Hughes, aku boleh ke toilet?
Selalu terus bergerak!
Ayo.
James.
Pacarmu ada di sini.
Ruby!
-Ke belakangnya! -Teruskan!
Kejar dia, Jagoan.
Ayo! Terus bergerak! Bergerak lebih banyak!
Jadi?
Bisa kau lepaskan itu?
-Ada apa? -Apa maksudmu?
Tingkahmu menyebalkan.
Benarkah?
Jangan berlagak bodoh, katakan kenapa kau mengabaikanku.
Teruskan!
Apa itu rencananya?
Merayu Ruby agar dia membujuk Lexington?
Ayo!
Apa yang terjadi malam itu?
-Tidak ada. -Apa ayahmu marah?
Apa dia melakukan ini?
Jangan berpikir kau mengerti tentang keluargaku.
Apa?
Apa menurutmu kita akan berpacaran dan bahagia?
Itu hanya ciuman.
Itu lebih dari ciuman.
Kau tak sungguh percaya bahwa seseorang sepertiku
akan tertarik kepada orang sepertimu, bukan?
Kenapa sikapmu begini?
Maaf jika kau tak mengerti apa semua ini.
Namun, ini saatnya kita kembali seperti dahulu, Robin.
Ayo. Ya. Bagus sekali.
Ayo, Teman-Teman! Ayo!
MANOS CAFE RESTORAN YUNANI
Ruby.
Kau bisa kemari?
Ada apa?
Apa ini?
Sayang?
-Aku tak bisa. -Duduk.
Kau harus hentikan ini.
Itu untuk lift tangga.
-Aku tak butuh lebih banyak... -Ayah tak mau uangmu.
Sayang...
Kau sudah sangat sibuk.
Ini tanggung jawab kami. Bukan tanggung jawabmu.
Lalu semua itu omong kosong?
Bukankah kita bekerja sama dan membantu sebagai keluarga?
Tentu saja.
Ayah tak akan membuatmu bekerja keras untuk Ayah.
Jadi, aku tak boleh berkontribusi?
Tak peduli jika aku mau,
atau jika hanya ini cara menebus kesalahan...
Menebus kesalahan apa?
Jangan pura-pura ini bukan kesalahanku Ayah butuh lift itu!
Ruby?
Semua baik?
Hei, Bu.
-James! Hei. -Hei.
Ayo, bangun.
Ayo.
Ayo.
Apa yang terjadi?
Wren. Ulah Wren di lacrosse.
-Tongkat. Dia memukulku dengan tongkat. -Astaga.
Ayo, Ibu antar kau ke kamar.
Ibu?
Ya?
Ibu pernah berharap menjadi orang lain?
Semua pernah, terkadang.
Ibu tak bahagia?
Ibu...
Ibu tak bahagia dalam cinta.
Ibu rasa semua orang mencapai satu titik dalam hidup
saat dia kurang lebih tahu jati dirinya
dan berhenti mengejar hal yang tak sesuai.
Ibu lampiaskan ke tugas Ibu.
Menjadi seorang ibu.
Lalu dia?
Dia mengikuti jalan yang berbeda.
Kadang orang saling membuat tak bahagia, tak peduli mereka saling mencintai.
Lebih baik...
Lebih baik untuk melepaskan.
Jika melepaskan terlalu menyakitkan?
Kau lebih kuat dari dugaanmu jika percaya melakukan hal yang benar.
Cobalah untuk tidur sekarang.
Selamat malam.
Oxford, Teman-Teman!
Benar!
Aku diundang.
-Kau tak apa, Ruby? -Ya, tentu saja.
Masih belum ada surat?
Aku tak melihat ada yang berusaha sekerasmu untuk mendaftar.
Kau akan dapat undangan. Kau harus bersabar.
Bernapas membantu.
Terima kasih.
Hei.
Itu putri duyung kecil kita.
Kau mengatasi penolakan dengan baik.
Aku sedih melewatkannya. Katanya sangat dramatis.
"James.
"James. Kenapa?
"Kenapa kita tak bisa bersama?
"James..."
Siapa pun yang tak tahu dari awal bahwa itu tak akan berhasil
bukan hanya buta, tetapi juga bodoh.
Terserah, Elaine.
Kau bisa memilikinya.
Dia milikmu sepenuhnya.
PERSETAN KAU! JAMES
Kau tak apa-apa?
Kita harus fokus pada materi. Tidak semua punya pacar guru.
Hubungan Graham dan aku tak seperti dugaanmu.
Tak berpikir apa-apa.
Kau pikir aku merayu guruku atau dia merayuku.
Mengingat aku yang mendatangimu dahulu setelah Ruby memergoki kami,
aneh kau tak pernah bertanya apa yang terjadi antara dia dan aku.
Kita tak saling menceritakan segalanya.
Kami saling menulis surel. Selama berbulan-bulan.
Dia orang pertama yang tertarik kepadaku sebelum tahu namaku.
Aku hanya tahu dia guru magang. Tak ada yang lain.
Dia orang pertama yang kuajak bicara saat bangun tidur
dan kuucapkan selamat malam terakhir.
Aku tak tahu apa yang kuharapkan saat pertama kali bertemu,
tetapi tiba-tiba ada pria ini di depanku.
Aku tahu Ayah akan membuat hidupku sengsara jika ketahuan.
Sebagian diriku tahu itu bukan masalah.
Aku mencintainya bahkan sebelum kami bertemu.
Saat tahu Graham dapat pekerjaan di Maxton Hall, kami tahu ini mustahil.
Kejadian saat Ruby memergoki kami
itu semacam cinta bersemi kembali.
Kau membiarkan dirimu punya perasaan. Kesalahan pemula.
-Kita menyedihkan. -Lemah dalam perasaan dan tak berguna.
Aib bagi nama Beaufort.
Ya. Setidaknya kita tak sendirian.
Tidak.
Kita tak sendirian.
Aku janji.
James.
Kau ikut kami?
Di mana kau?
Pak Sutton.
Nona Beaufort.
Apa harimu menyenangkan?
Piramida kueku setinggi 20 lantai hari ini.
Aku memecahkan rekorku sendiri.
-Maaf karena Ayah... -Aku juga.
Ayah...
Ayah banyak memikirkan tentang yang kau katakan.
Keluarga kita sungguh luar biasa di banyak aspek,
tidak saat berbicara tentang hal yang menyakitkan.
Ayah ingin berterima kasih kau melakukan ini.
Setelah kecelakaan, kita sangat fokus melanjutkan hidup
dan tak pernah membicarakan kejadian itu.
Namun, kecelakaan tak hanya memengaruhiku.
Itu juga memengaruhi dan ada konsekuensinya untuk kalian.
Itu tak akan terjadi jika aku tidak ada.
Kau tak tahu itu. Kalau begitu, kau tak akan ada.
Apa gunanya kaki bodoh Ayah jika tak ada kau?
Itulah takdir Ayah.
Ini jalan Ayah sendiri.
Serta kehidupan Ayah...
Hidup Ayah terpenuhi.
Ayah bersyukur untuk setiap detik.
Baik berdiri atau duduk.
Mengerti?
Aku masih mau menyumbang untuk lift.
Kau bisa memakai uangmu untuk film, pesta dansa, dan hal seperti itu.
Aku lebih suka mengusir Ayah dari kamarku seperti remaja.
Baik. Sepakat.
-Ruby? -Ada apa?
Ini untukmu.
-Silakan! -Baca dengan keras.
"Untuk Ruby Bell, dengan senang hati kami beri tahu Anda..."
Tunjukkan pakaianmu.
Kau menidurinya.
Bagaimana?
Nilai sempurna Oxford.
Jadi kusut. Biar kusetrika sebentar.
Aku tahu waktunya tepat untuk balas dendam,
tetapi untungnya aku amat mencintaimu.
Ini.
Ada yang mau beli gaun "kita tak akan bahas lagi."
-Kau memperbaikinya? -Kuharap naik jadi 500.
Kita bisa beli lift ayah.
Tidak!
Ibu bawa sesuatu untuk dikemas.
Ibu yakin akan memberimu banyak keberuntungan.
Kakekmu akan bangga kepadamu, kami pun juga.
Apa terima kasih berlebihan atau setidaknya rasa hormat?
Terima kasih menambah beban sentimental
dan harapan di pundakku.
Kecemasan bagian dari setiap langkah besar.
Tahun depan saat berjalan di kampus, kau akan mentertawakan kekhawatiranmu.
-Kau akan suka Oxford, Ibu janji. -Kalau tidak?
Apa akan berubah?
-Apa maksudmu? -Kalau aku benci universitas?
Atau katakan aku ingin berhenti.
Aku tak mau mewakili Young Beaufort.
Aku tak mau berhubungan dengan perusahaan.
Lalu bagaimana?
Kau punya akses ke salah satu universitas terbaik di dunia.
Ke kepemimpinan salah satu bisnis paling terkemuka di negeri.
Itu pengaman yang selalu melindungimu.
Kau berpeluang menjadi salah satu yang terbaik.
Kau tak tahu betapa beruntungnya dirimu.
Kebahagiaan tak sama bagi semua orang. Ibu yang bilang.
Baiklah.
Jika ini bukan yang kau mau, lalu apa maumu?
Peluang untuk mencari tahu.
James, kau masih sangat muda.
Ibu tak mau kau menyesal membuang peluang yang kami berikan untukmu.
Ibu tak pernah mengerti orang tua Ibu, hari ini Ibu bersyukur kepada mereka.
Karena Beaufort adalah rumah, sejarah ibu, dan...
Itu secara otomatis menjadi milikku.
Orang tua Ibu kuliah di Oxford, Ibu juga, kini aku pun harus begitu.
Ibu mengambil alih perusahaan. Aku juga harus begitu.
Ibu bisa pergi.
Aku tak akan membangkang.
Itu tak ada dalam genku.
POSITIF NEGATIF
Semua baik-baik saja, Sayang?
Semua buku menuliskan ketenangan sebelum badai.
Namun, bukan apa setelahnya.
Saat keributan di sekitar kita hilang dan kita sendiri dengan perbuatan kita.
Serta keheningan yang memekakkan telinga.
Ada yang membawa semacam kompas.
Orang yang mengatakan hal benar pada saat yang tepat.
Melakukan hal benar.
Merasakan hal benar.
Mereka menemukan kebahagiaan. Apa pun yang dihadapi.
Jadi untuk pendaftaran, kalian pergi ke sana dan ambil kiri.
Lalu kalian sampai.
Baik, mengerti. Terima kasih.
Maaf.
Kau butuh bantuan?
Tidak, terima kasih. Aku bisa.
Tak apa.
Terima kasih.
Tidak masalah.
Kau kemari untuk wawancara?
-Asrama... -Di seberang, lalu belok kanan.
-Terima kasih. -Ya.
Senang bertemu denganmu.
Lalu ada orang yang kompasnya rusak.
Yang memutuskan hal yang salah.
Satu-satunya cara agar tetap waras adalah...
untuk tetap melihat ke depan.
Bukan belakang.
Metode jitu. Jika kau bisa menaatinya.
Terjemahan subtitle oleh Samuel Bahari
Supervisor Kreasi Farabella Fridanti
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.