Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
FILM NETFLIX ORIGINAL
Mantan agen Interpol, Kim Yul, ditangkap hari ini
dan dituntut hukum mati atas pembunuhan Carlos Kuhn,
bos sindikat kejahatan terkenal CRK.
Pengadilan memutuskan pembunuhan Kim Yul terhadap anggota CRK
adalah bentuk balas dendam atas kematian istri dan putrinya.
Pengadilan juga memastikan Kim Yul akan ditahan selamanya di sel isolasi
di dalam AP 101.
ISOLASI PERMANEN TELAH DITETAPKAN DALAM AP 101
SAMUDRA HINDIA, AP 101
ZONA ISOLASI TAHANAN HUKUMAN MATI DIHUNI TAHANAN DARI 12 NEGARA ASIA
Ibu!
Jin!
Lari!
Ibu!
Jin, kau harus lari.
Ibu akan menyusulmu.
Pergilah. Cepat!
Ibu bilang lari!
Jin! Lari!
Cepat!
Lari sekarang!
Semuanya, menyingkir.
Kejar dia!
Jin.
Ibu!
Di mana Kuhn?
Kuhn?
Kau mencari Kuhn?
Berengsek.
Ibu.
Ibu.
Ibu!
Aku tahu dia di mana.
Sebenarnya,
Ibu yang tahu.
Dia akan memberitahumu saat dia siuman.
Bisa antar kami ke tempat kelompok kami?
Aku janji akan beri tahu lokasi Kuhn.
Kami akan beri tahu dia di mana. Aku janji.
Tolonglah.
TERPIDANA MATI AP 101 KIM YUL
Lewat sini.
Anak buah Kuhn bisa tiba-tiba muncul.
Kita hampir tiba.
Kau tak perlu cemas.
Tak ada yang tahu tentang tempat ini.
Pak, ke sini. Cepat.
Di sini. Kemarilah.
Pergilah.
Kapten!
Tak apa-apa.
Jangan bergerak.
Bodoh.
Kenapa membiarkan orang luar ke sini?
Dia menyelamatkan kami.
Tapi...
Ibu terluka.
Apa? Maly terluka?
Bawa tandu!
Cepat.
Letakkan di sana.
Cepat.
Hati-hati.
- Maly. - Maly.
Sadarlah.
Apa yang terjadi? Maly!
Tunggu.
Hei, Kawan.
Kita harus bunuh si bodoh itu.
- Bunuh? - Ya.
Kita harus bunuh dia.
Dia tahu lokasi kita. Tak bisa dibiarkan hidup.
- Kau benar. - Tidak.
Kau King Kong, Kawan. Ayolah.
- King Kong? - Ya, kau King Kong.
- Aku King Kong? Baiklah. - Benar.
King Kong!
Bunuh!
- Bunuh! - Jangan!
Pak Bau,
dia orang yang baik.
Dia melindungi kami.
Temui ibumu. Kau akan dimarahi, Nona.
Selamat datang di wilayahku.
Aku pahlawan pulau ini.
Ayo. Ikuti aku, Kawan.
Kumpulkan kekuatan.
- Satu, dua, satu, dua, tiga. - Satu, dua, satu, dua, tiga.
- Semangat Gunung Surah. - Semangat Gunung Surah.
- Kita tak terkalahkan. - Kita tak terkalahkan.
- Akan kami bunuh kau, Bajingan. - Akan kami bunuh kau, Bajingan.
- Kau sudah tamat, Berengsek. - Kau sudah tamat, Berengsek.
Bunuh dia.
- Pak Bau. - Jangan macam-macam dengan kami.
Kau harus bangunkan Kakek Ipa.
Kita tak punya waktu untuk ini.
Terus awasi dia.
Awasi dia.
- Maly. - Maly.
Kakek, Ibu terluka.
Kakek!
Berhenti mencubitku, Wanita Tua. Kenapa kau terus menggangguku?
Diam saja bersama orang mati lain di akhirat.
- Ipa. Sadarlah. - Apa?
- Kau yang sadar. - Tapi...
Jangan rebut! Sudah kubilang jangan makan makananku.
- Dia habiskan semua! - Ipa.
- Ipa. - Dia makan semuanya.
Sun-ok di sini.
Cinta pertamamu, Sun-ok.
- Apa? - Sun-ok di sini.
Cepat, pegang dia.
- Sun-ok. - Ini dia.
Sayangku, Sun-ok. Kau datang.
Sun-ok.
Cukup. Aku sudah kembali.
Kenapa selalu aku?
Si bodoh itu.
Aku pasti menjadi gila lagi.
Kakek. Ibu kesakitan.
Ipa, Maly terluka.
- Apa? - Ini.
Tidak.
Dia diracuni.
Hei, Jin.
Bocah nakal.
Apa kau akan terus membuat onar?
Aku akan bunuh Kuhn.
Dia bukan orang sembarangan yang bisa asal kau bunuh karena kau mau.
Kau belum menyadari itu?
Jika kau terus pergi untuk membalas dendam ayahmu,
itu akan membahayakan ibumu, Bodoh.
Apa kau baru akan sadar
hanya setelah Maly mati dan dikubur dalam tanah?
Kenapa kau merajuk?
Kenapa kau
sekarang sering membantah dan tak patuh seperti biasanya?
Jangan menangis.
Hei, kau dari mana?
Tiongkok?
Amerika?
Dari mana?
Apa-apaan?
Lihat orang berengsek ini.
Dia
mencari Kuhn.
Apa?
Kau mencari Kuhn?
- Apa? - Kuhn?
Kenapa kau mencari Kuhn?
Ayolah! Bicara kepadaku.
Apa kau mata-mata Kuhn?
Bukan.
Lalu kenapa dia tak jawab?
Orang ini...
Apa kau bisu?
Kenapa kau tak jawab saat aku bertanya?
Dia tak punya sopan santun.
Tetap saja...
Kurasa dia bukan orang jahat.
Apa kau bercanda?
Hanya penjahat dikirim ke pulau ini. Para pembunuh berantai.
Mereka orang tak berguna.
Kau tahu itu?
Lalu bagaimana denganmu?
Bagaimana dengan ibuku?
Tak semua orang itu buruk.
Itu mungkin karena keadaan di luar kendali kita.
Maka, mungkin dia seperti itu juga.
Hei, Jin.
Kenapa belakangan ini dia aneh?
Astaga...
Hei.
Kenapa kau mencari Kuhn?
Ada apa?
Anggap dirimu beruntung.
Jika kau pergi dari sini,
kau tak akan bisa selamat.
Anak buah Kuhn ada di mana-mana, menunggu untuk bunuh kita.
Mereka ada di tiap sudut pulau ini.
Kau tahu apa yang paling mereka suka?
Berburu manusia.
Mereka menangkap kami,
menjadikan kami mainan,
lalu dibunuh. Untuk hiburan.
Kuhn berengsek itu.
Pasti itu menyenangkan baginya.
Bagi kami itu bagai neraka.
Walau kami bersembunyi
dan menggeliat bagai cacing untuk bertahan,
yang terpenting adalah bertahan hidup.
Kau mengerti?
Lagi pula, kematian
adalah satu-satunya cara keluar dari pulau ini.
Kau mau kubunuh?
Aku akan membantumu.
Itu hanya sebentar saja.
Mendekatlah.
Apa menariknya dia?
Jangan bilang pada ibumu
soal orang ini, paham?
Paham?
Ibumu sudah sadar.
Benarkah?
Ayo temui dia.
- Maly. - Ibu.
- Maly. - Maly.
- Ibu. - Maly.
Kau baik-baik saja? Kau terluka?
Tidak. Maafkan aku, Ibu.
Kau baik-baik saja, Maly? Kau harus istirahat.
Apa yang terjadi?
Apa lagi yang kau pikirkan?
Aku melalui banyak kesulitan menyelamatkanmu.
Yang menyelamatkan Ibu orang baru itu.
Sudah kubilang jangan...
Dia di sana.
Apa yang kau lakukan di sini?
Ada apa?
Kau kenal dia?
Dia orang berengsek yang kuceritakan.
Maksudmu polisi itu?
Polisi yang menempatkanmu di sini?
Dia berengsek.
Apa polisi juga dikirim ke sini karena membunuh orang?
Kau mengerti semua yang kukatakan?
Karena itu kau diam saja?
Astaga...
Ibu,
dia menyelamatkan Ibu.
Kenapa kau di sini?
Beri tahu aku di mana Kuhn.
Lalu aku akan pergi.
Pergi ke arah gunung berapi itu.
Dia di sana.
Sekarang pergilah.
Ibu...
Kau akan benar-benar pergi? Mencari Kuhn?
Lihat dia.
Hati-hati dengan busur beracun.
Jangan tanya jalan walau kau tersesat.
Jin.
Astaga.
Dia benar-benar gila.
Awasi dia.
Dia benar-benar menyulitkan.
Awasi dia.
Ini membuatku terkejut.
Siapa sangka
polisi akan terjebak di sini?
Apa polisi juga membunuh orang?
Jika bukan karena dia,
aku tak akan melahirkan Jin di pulau ini.
Aku tahu.
Dia tegas sekali mengirim kau ke sini walau dia tahu
kau sedang hamil.
Dia tak punya hati.
Dari pengawasanku,
belakangan ini Jin sepertinya sangat merindukan ayahnya.
Dia sudah sering kabur untuk membalas dendam ayahnya.
Dia pasti rindu masa indah bersama ayahnya.
Kenapa tidak?
Aku bisa bayangkan perasaannya.
Kau bisa anggap
aku sangat membantu dalam membesarkan dia.
Dia lebih kuat dariku.
Kami berbeda. Aku tak memikirkan dendam.
Aku hanya sembunyi di sini.
Jangan berpikir seperti itu.
Aku suruh mereka mengawasi Jin,
agar dia tak kabur dari sini. Jangan cemas.
Kapten!
Jin hilang.
Astaga. Dasar tak berguna!
Pak!
Aku tahu jalannya.
Ada jalan pintas.
Aku harus balas dendam.
Dia membunuh ayahku.
Pak, tolong!
Apa kau dikirim ke sini karena membunuh orang?
Kenapa mencari Kuhn?
Pada hari kau datang...
Rasanya mirip seperti hari itu.
Kau pikir siapa yang lakukan itu pada Kuhn?
Kita harus seberangi ini.
Kita hampir tiba.
Kita harus seberangi rerumputan ini.
Tapi anak buahnya ada di mana-mana.
Pak Yang?
Pak Yang!
Pak Yang.
Pak Yang.
Pak Yang.
Pak Yang, aku akan menolongmu.
Bertahan sebentar.
Pak Yang.
Pak Yang!
Pak Yang!
Ayah,
aku akan kirimkan foto, pastikan Ayah lihat.
Ya?
Ayah!
Maly.
Maly.
Maly.
Dia tak mungkin ke sini.
Ayo kembali.
Kalian kembali saja.
Dia tak sebodoh itu hingga pergi ke arah sini.
- Kurasa... - Kau tak kenal dia?
Maly!
Sial.
Aku bukan ayahnya, bagaimana aku tahu?
Kita tak punya pilihan.
Ayo!
Ayo, cepat.
Cepatlah!
Astaga.
Berengsek.
Astaga.
Jangan!
Kau mau cari masalah?
Lepaskan aku!
Bangun.
Tolong bangun.
Tolong aku!
Tempat ini gila.
Kuberi tahu, di sini gila!
Tolong aku.
Tolong aku.
Apa ini?
Orang berengsek ini.
Apa yang kau lakukan?
Siapa kau?
Sialan!
Ini manis.
Kemari, Nak.
Ayo.
Jangan takut.
Kemarilah.
Kubilang, kemarilah!
Di sini.
Ayo.
Pak!
Tunjukkan kemampuanmu.
Kera merah.
Ayo.
Kembali ke ibumu.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Di mana Kuhn?
Kubilang, di mana Kuhn?
Cepat, buka ikatannya.
Di mana Jin?
Berengsek, dia di mana?
Dia sudah pergi.
Dia ke luar.
Jika sesuatu terjadi kepadanya,
aku akan membunuhmu.
Bawa dia kepada Ipa.
Cepat.
Kau mengalahkan mereka sendirian?
Kau hebat juga.
Omong-omong,
maaf jika kata-kataku menyinggungmu.
Kurasa sebagai sesama orang Korea, aku kurang sensitif denganmu.
Kita baik-baik saja, bukan?
Astaga, kau tak perlu memandangku begitu.
Astaga.
Orang yang mencari Kuhn.
Katakanlah.
Sergey sudah dibunuh.
Semuanya mati.
Dan...
dia mencarimu.
Tangkap dia.
- Jin. - Jin.
- Jin. - Jin.
- Jin. - Jin.
- Jin. - Jin.
- Jin. - Jin.
- Jin. - Jin.
- Jin. - Jin.
- Jin. - Jin.
- Jin. - Jin.
Tunggu.
Maly di mana?
Sial.
- Maly - Maly.
- Maly - Maly.
- Maly - Maly.
- Maly - Maly.
Merunduk!
Lari!
Ke sana!
Aku menemukanmu.
Pak.
Jin.
Jin.
Jin?
Ibu?
Jin?
Ibu.
Ibu.
Ayo pulang.
Ibu.
Dia terluka karena aku.
Ibu.
Maly.
- Jin. - Jin.
Maly.
- Jin. - Jin.
Maly.
- Jin. - Jin.
- Jin. - Jin.
Dia di sana.
Kau ke mana saja?
Kalian baik-baik saja?
Apa yang terjadi di sini?
Tuan Bau.
Bocah nakal.
Kenapa kau tak pernah menurut?
Kau tahu betapa sulit mencarimu?
Tempat ini berbahaya.
Dia kenapa?
Dia orang
yang menyelamatkan Jin.
Begitu.
Dia baik sekali.
Ayo pergi. Di sini terlalu berbahaya.
Pak Bau.
Dia masih bernapas.
Kumohon.
Lalu kenapa?
Bawa dia bersama kita?
Jin, dengar.
Kalau tertangkap karena dia, kita akan mati.
Hidup kita akan berakhir. Kita harus menyelamatkan diri dahulu.
Pak Bau, kumohon.
Dia terluka karena aku.
Kenapa dia melakukan ini?
Maaf, ini salahku.
Mulai sekarang aku akan mendengarkanmu.
Kumohon?
Pak Bau, kumohon.
Sial...
Ibu.
Maaf.
Mulai sekarang aku akan baik.
Tolong selamatkan dia.
Kumohon.
Kumohon.
Kapten!
Kapten!
- Mereka datang. - Apa?
- Mereka datang! - Maly.
Kita tak punya waktu lagi.
Bawa dia bersama kita.
Kenapa kau persulit keadaan? Dia akan buat kita terbunuh.
Alihkan mereka. Maaf, Bau.
Pak Bau.
Astaga. Baiklah.
Leopard.
Bawa dia kepada Ipa. Ya?
Ayo.
Hati-hati, ya?
Ayolah!
- Ipa. - Apa aku cantik?
Seksi, bukan?
Sadarlah!
Jalang, pergilah. Aku sedang berusaha cantik.
Aku tak mau hidup miskin sepertimu.
- Kakek! - Jangan sentuh,
dasar jalang jelek.
Pergilah.
- Pergi. - Kumohon.
Tidak.
Sun-ok, cium aku lagi.
Cium aku lagi.
Sun-ok.
Hentikan, Berengsek.
Melihat wajahmu membuatku merinding.
Semua, keluar.
Aku benci ini.
Kakek.
Kakek harus selamatkan dia.
Aku sudah mengobatinya.
Apa dia akan selamat?
Itu racun yang kuat.
Acokanthera spectabilis.
Namun, dia beruntung.
Busurnya meleset dari arteri dan racunnya belum menyebar.
Kau bisa selamatkan dia?
Aku selalu bekerja baik. Jika tak selamat, itu salah mereka.
Apa itu beracun?
Ya, bagi kebanyakan orang.
Tapi bisa menjadi obat.
Ini efektif saat direbus.
Dia harus sangat kuat.
Jika selamat, bagus. Jika tidak,
mungkin dia bertemu istriku di akhirat.
Wanita Tua, berhenti menggelitikku.
Kenapa kau terus menggangguku?
Rebus itu.
Ada alasannya semua terjadi
dan ada saat yang tepat untuk segalanya.
Hidup dan kematian tak jauh berbeda.
Bukan begitu, Wanita Tua?
Kapten.
Hei.
Kapten.
Apa kita berhasil?
Ayo.
Astaga.
Kenapa kita harus melakukan ini karena orang itu?
Tanpa dia bertahan sudah sulit.
Kenapa Maly melakukan ini kepadaku?
Kau setuju, 'kan?
Kapten.
Kau adalah kapten kami.
Kapten.
Ya?
Kau yang terbaik.
Astaga, aku tak tahu apa yang dia katakan.
Kapten!
Kapten!
- Kapten. - Lari!
Tidak, Kapten!
- Kubilang, pergi dari sini! - Kapten!
Perbedaan bahasa ini menyulitkan.
- Pergi dari sini! - Baiklah.
Apa yang dia lakukan?
- Sedang apa? - Baik.
Hei!
Hei.
Kapten!
- Astaga, orang ini. - Kapten.
- Sudah kubilang lari. - Kapten.
Aku tak bisa berkomunikasi dengannya.
- Kapten. - Diam, Bodoh.
Astaga.
Aku tak tahu apa yang kau bicarakan.
Hei, kau tak ingat?
Saat kau disengat kalajengking,
aku menyelamatkanmu.
Ayolah.
Lepaskan aku.
Anak baik.
Sekarang kau menyelamatkanku.
Anak baik.
Ayo.
Hei.
Kau bebaskan kami. Kenapa?
Apa...
Jauhkan si bungkuk itu dariku.
Punggung bungkuk itu membuatku jijik.
Jangan mendekat.
Kau mau apa?
Hei.
Tunggu.
Kau sungguh akan potong satu-satunya tanganku?
Kenapa tak bunuh aku saja?
Hei.
Apa...
Kapten.
Kapten.
Truong!
Orang berengsek itu.
Berengsek.
Angkat ibu jarimu, Bodoh.
Angkatlah!
Polisi sialan itu.
Di mana polisi itu?
Di mana dia?
Ini semua tak akan terjadi jika bukan karena dia.
Bawa ke luar polisi itu.
Di mana dia?
Jika serahkan dia,
- kita semua bisa hidup. - Apa yang terjadi?
Hidup kita terancam.
Kita harus serahkan dia kepada mereka.
Bawa dia, sekarang!
Demi keselamatan kita.
Serahkan dia. Bawa dia, sekarang.
- Cepat bawa dia! - Kapten!
Sial.
Hei.
Bukan ini yang kau janjikan.
Kau sudah janji!
Aku tak janji apa-apa kepadamu.
Maly.
Serahkan polisi itu.
Kenapa jadi begini?
Jika serahkan polisi itu, kita akan selamat.
Kau pikir menyerahkan dia akan selesaikan ini?
Dia bersumpah demi nyawa Truong.
Ayo berikan keinginan mereka.
Kau membahayakan kita demi dirimu?
Bukan. Ini demi kita semua.
Polisi itu yang akan buat kita terbunuh.
Tidak, Takuya.
Takuya!
Serahkan dia
Atau...
aku akan bersenang-senang membunuh kalian.
Satu per satu.
Kubunuh kau! Persetan!
Kapten!
Tidak!
Aku akan membunuh kalian!
Kapten!
Takuya.
Kami tak ada waktu dibantai oleh kalian.
Jangan.
Bunuh.
Tidak!
Tidak!
Pak!
Pak, tolong.
Tidak!
Shasha!
Shasha!
Shasha!
Kau menyelamatkanku,
Kawan.
Di mana dia?
Berengsek, mati saja.
Berengsek.
Baiklah, Wanita tua.
Ambil semuanya.
Ambil semua.
Tak ada alasan untuk mati,
tapi ada alasan untuk membunuh.
Tidak.
Tidak, berhenti. Bunuh aku.
Tidak.
Ayah!
Tidak!
Sial!
Jargal.
Tolong.
Tolong.
Tolong, ampuni kami.
Tolong jangan.
Jin.
Jin.
Jin.
Jin!
Jin!
Wajah itu.
Bagaimana bisa kulupakan?
Kau mencemari dunia ini dengan darah.
Terutama dengan darah istri dan putriku.
Kejahatan ini terlalu besar untuk dimaafkan.
Sekarang, kau akan dihukum mati.
Tak butuh waktu lama
untuk kedamaian kembali pulih
pada pulau yang dahulu penuh penderitaan.
Itu kali terakhir
aku melihat Pak Yul.
Kami berpikir dia satu-satunya
yang selamat pergi dari pulau ini.
FILM KAMI DIDEDIKASIKAN UNTUK BINTANG LAGA KIM PIL-SU YANG MENINGGAL SAAT SYUTING
"SEMANGATNYA PADA FILM INI AKAN DIKENANG"
Terjemahan subtitle oleh Putra Archibald
- Drafeir -
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.