All language subtitles for Master.in.the.House.E56.190210.HDTV.H264-NEXT-VIU.ID

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Tempat ini membeku bagai istana Elsa"

- Lihatlah salju ini. - Salju ini tampak hebat.

Ini seperti "Frozen".

Aku sudah lama tidak melihat salju. Ini terasa hebat.

- Kamu dengar suara salju mengerkah? - Aku tahu.

Tidak kupercaya betapa nyaringnya itu.

Di sini dalam.

Lihat.

Kita harus melakukan perang bola sajlju.

"Apa kamu ingin membuat boneka salju"

"Terang"

Astaga.

Aku sudah lama tidak naik karung.

Ini.

Ini akan seru.

Kamu pernah menaikinya, Seong Jae?

- Aku hanya naik seluncur plastik. - Ya.

Jika ada yang salah dengan karung ini, dia akan terbalik.

- Itu lebih sulit dari yang terlihat - Dan masalahnya

kamu harus mengikuti arah orang yang turun sebelumnya.

Orang pertama itu penting.

Aku akan membuka jalan untukmu.

Itu tidak seru bagimu?

Itu tidak seru karena aku harus membuka jalan.

"Itu tidak seru, tapi aku akan berkorban untukmu"

- Itu akan seru. - Kita akan terkena kecelakaan.

"Tertawa"

"Terkikih"

Bukankah dia bilang itu tidak akan seru?

Tertawa"

- Dia bilang akan menunggumu. - Dia sangat cepat.

- Dia sangat cepat. - Dia sangat cepat.

- Hebat. - Kita mulai.

"Lalu mari kita nikmati"

Dia naik kembali?

Kamu naik kembali?

Itu sangat seru.

- kamu bilang itu tidak seru. - Apa?

Ayo.

Kita mulai. Satu, dua, tiga.

"Mobil salju pergi"

"Itu tumpukan 3 mobil segera setelah mereka mulai"

Aku mengarah ke arah yang salah.

- Hei! - Hei!

"Mereka masih bersemangat"

Ini sebenarnya bekerja cukup baik.

- Ini seru. - Benar.

- Dia sangat cepat. - Dia sangat cepat.

"Itu mobil mewah tanpa rem. Itu Porsack"

Ini seru.

- Ini cukup seru. - Ini berhasil cukup baik.

"Mereka melupakan rekaman dan menikmati seluncuran itu"

- Itu di tempat lain. - Ini sangat cepat.

"Seong Jae menaiki seluncur karung 50 meter"

Lihat itu.

- Itu tampak seru. - Benar.

"Itu kali pertamanya menaiki karung, tapi dia sangat mahir"

Apa itu lebih seru?

"Tapi, Sang Yun jatuh segera setelah dia naik"

Sang Yun!

"Seung Gi. Aku akan membantumu"

Kalian, ayo bekerja. Ayo bekerja sekarang.

Ayo bekerja sekarang.

Ini sebenarnya seru.

"Ayo bekerja sekarang setelah kita bergembira naik seluncur"

Ini sungguh seru.

- Benar. Ini sangat seru. - Ini sangat seru.

- Aku merasa bagai anak-anak kembali - Naik karung itu seru.

"Setelah bergembira"

"Mereka basah"

Aku basah kuyup.

Kenapa kita pergi sejauh Inje, Provinsi Gangwon

pada hari sedingin ini? Apa kini minus 10 derajat Celsius?

Minus 10 derajat Celsius.

Inje, Provinsi Gangwon terkenal atas

cuaca dinginnya.

Kita bersumpah saudara di salju.

Bagaimana kita menaruh wajah kita di salju dahulu?

- Kita pasti sangat putus asa. - Benar.

"Di hari mereka menaruh hidung mereka di padang salju Inje"

"Raungan hewan"

"Tidak ada yang menyuruh mereka melakukan itu"

"Mereka tidak melakukan kesalahan"

"Tapi kenapa mereka menghukum diri sendiir?"

"Mereka kehilangan muka pada lomba menentukan siapa tidur di salju"

"Kenapa kita"

"Harus berbuat sejauh itu saat itu?"

Kenapa mataku berair?

Itu sulit.

Itu sangat melelahkan.

"Dahulu sangat melelahkan"

"Kini mereka merasakan firasat buruk pada tempat ini"

Kami akan mengizinkan kalian menelepon

di tempat ini dikelilingi salju dan es.

- Mari kita lakukan sekarang? - Baik.

"Mereka merasa master ini akan istimewa"

"Mereka menelepon pemberi petunjuk"

Halo?

Halo?

"Itu wanita"

- Halo. - Halo.

Ini All the Butlers.

Begitu, halo.

- Dengarkan suaranya. - Kamu terdengar mirip operator.

Aku yakin kamu sangat optimis dan ceria.

- Ini masih sangat pagi. - Dia tetap terdengar sangat ceria.

Mereka ingin merekamnya.

"Tertawa"

Apa dia baru saja tertawa dengan hidungnya?

"Apa kamu tertawa dengan hidungmu?"

Kamu punya suara nasal unik.

"Dia memiliki suara nasal luar biasa"

Begitu. Aku tidak percaya kamu menelepon

sangat pagi.

Tunggu.

Aku 100 persen yakin aku tahu siapa dia.

- Tunggu. - Aku sangat positif.

Sungguh?

Ya.

"Apa mereka tidak mengenali suara nasalnya?"

Apa kamu sungguh tidak tahu?

Kalian sangat hebat

"Itu Hong Jin Young yang ceria"

- Hai. - Senang bertemu denganmu.

Halo.

- Kini aku mengenali dia. - Itu dia.

Dia terkenal sangat ceria.

Astaga, kalian hebat

Aku mendapat pagi sangat hebat.

"Dia memulai harinya penuh energi"

Belakangan ini, aku mengikuti sekolah tari

karena harus berlatih menari.

- Begitu. - Dan aku melihat jadwalmu

saat ada di sana.

Sungguh?

- Kenapa? - Aku sangat terkejut.

- Dia pergi ke banyak sekali acara. - Acara.

Dia pergi setiap hari.

Dia menghadiri 2 hingga 3 acara per hari.

- Astaga. - Dia ratu acara.

- Semua tahu tentang itu. - Tapi...

Tapi kalian hanya pernah mendengarnya.

Aku melhat jadwalnya dengan mataku sendiri.

Jika pelangganku ingin melihatku, aku harus pergi.

Mereka hanya perlu membayar, dan aku akan segera datang.

Aku janji.

"Dia akan pergi ke mana pun di Korea"

Dia kemari untuk promosi, bukan memberi kita petunjuk.

Dia mempromosikan dirinya.

Aku berusaha keras, terima kasih.

"Dia akan terus berusaha yang terbaik tahun ini.

Kami meneleponmu sangat pagi

untuk menanyakan hubunganmu dengan master kami.

Pertama, bagiku, orang ini...

Orang yang sangat hebat

"Master mereka hebat"

Orang ini sangat hebat.

Maaf, bisakah kamu berhenti bernyanyi?

- Dia harus lakukan pemanasan. - Kamu membingungkanku.

Dia terus melakukan promosi.

Lagu itu sudah terkenal.

"Tolong berhentilah bernyanyi"

"Tolong bersikap serius dan beri kami petunjuk.

Baiklah.

Orang ini

ratu rating pemirsa.

- Ratu rating pemirsa? - Rating pemirsa?

Kudengar acara yang dihadiri orang ini

memiliki rating 60 persen.

- Tidak mungkin. - 60 persen.

Tidak ada rating seperti itu sejak "Sandglass" tayang.

Kamu serius?

Agar bisa setinggi itu,

harus hampir tidak ada mobil di luar.

Itu berarti hampir semua orang menyaksikannya.

Itu di atas 60 persen.

"Dia tepat"

"Apa orang ini bintang nasional?"

Juga, orang ini

sangat tangguh.

- Tangguh? - Ya.

Kami tidak suka master tangguh.

"Setangguh apa master mereka?"

- Kami trauma oleh orang tangguh. - Hari ini,

kalian akan kesulitan.

Orang ini membuat

hal paling mustahil menjadi mungkin. Tidak ada negosiasi.

Master kalian luar biasa tangguh.

Kita akan mengalami hari sulit hari ini.

Kalian akan mengalami kesulitan besar.

"Hari ini akan sangat sulit"

Satu hal lagi.

Ada sesuatu yang harus kamu tahu.

Orang ini membenci gratisan.

- Gratisan? - Master kami tidak suka gratisan?

Jadi jangan harapkan apa pun gratis dari mastermu.

Jadi kita harus lakukan sesuatu demi mendapat kedinginan kita?

Ya, kamu setidaknya harus menangkap 50 ikan kepala batu masing-masing.

Apa? 50 ikan kepala batu?

Kita saat ini berada di Inje, Gangwon-do

tempat yang terkenal atas festival ikan kepala batu.

- Baik. - Apa master kami berkaitan

dengan tempat ini?

Kurasa kalian memilih tempat sempurna.

- Ini tempat sempurna? - Sempurna?

Agar seseorang memiliki rating pemirsa setinggi itu di es,

dia pasti Elsa.

"Master Elsa?"

- Dia Elsa. - Benar.

- Benar? - Kamu cerdik.

Lepaskan

Tapi itu bukan lagumu.

"Jin Young tidak bisa menahan berpromosi"

- Baiklah. - Aku akan

memberimu petunjuk penting melalui foto.

- Foto? - Foto?

- Ya. - Itu pertama.

Kuharap kalian mengalami hari menyenangkan bersama master.

"Sampai jumpa"

Dia bersiap banyak untuk hari ini.

- Terima kasih. - Terima kasih.

- Terima kasih. - Sampai jumpa.

Dia sangat penuh energi.

- Aku menerima fotonya. - Sungguh?

Di sini.

"Tapi"

Itu kaki.

"Apa kaki itu petunjuk mereka?"

- Apa ini? - Apa itu?

Ini kaki?

"Apa ini kaki sang master?"

- Itu kaki yang besar. - Itu kaki.

- Tunggu. Ini kaki Ho Dong. - Kurasa...

Satu-satunya kaki yang kutahu berbentuk seperti ini, itu kakinya.

Menilai dari foto ini, kurasa sang master melalui banyak hal.

"Mereka membuat kesimpulan"

Ada lecet.

- Sungguh? - Ya.

- Maksudmu bagian kuning itu? - Ya.

- Ini? - Itu kapalan.

"Master ini pasti sangat tangguh"

Tunggu.

Kurasa kita tamat.

"Ini akhir dari kita"

Kita tamat.

Kurasa begitu.

Sang master tidak bernegosiasi

- dan membenci gratisan. - Benar.

- Sang master setangguh itu. - Benar.

Aku trauma pada master tangguh.

"Pribadi yang lebih tangguh"

"Daripada suhu dingin Inje akan datang"

"Ratu seluncur"

"Di es"

Cari master kalian yang ada di suatu tempat di es ini.

"Dia di tengah angin menggigit ini"

Mereka datang.

Kita akan naik seluncur di sana.

Ayo.

Ini membeku.

"Itu minus 10 derajat Celsius"

Ini terasa seperti minus 20 derajat Celsius.

"Angin itu menyulitkan berjalan"

Cuaca ini sangat cocok dengan master tangguh kita.

- Cuaca ini keras. - Aku membeku.

Es tidak akan pecah di cuaca seperti ini.

Apa kamu lihat bagaimana aku secara alami mundur?

Aku tidak melakukan apa pun.

"Mereka otomatis mundur"

Ini terlalu dingin.

Di mana master kita?

"Di mana master mereka berada di es luas ini?"

Ini tidak benar.

Mari lekas temukan master kita.

Kita harus melakukan itu secepatnya.

Ayo.

Mari temukan master kita.

Baik.

"Ekspedisi di sepanjang es dimulai"

Lekas.

"Saat mereka melawan dingin"

Hidungku sudah berair.

"Para hobbit ini pergi mencari ratu mereka"

- Ini membeku. - Ini sangat dingin.

Aku membeku.

Lekas.

- Wajahku tertarik. - Aku membeku.

Wajahku tertarik!

Angin mendorongku mundur.

"Sulit untuk maju"

Ini terlalu dingin.

"Tapi Se Hyeong maju dalam kecepatan cahaya"

Hei, berjalanlah perlahan.

Aku membeku.

"Dia berusaha sekuat tenaga untuk menemukan sang master"

Kenapa kita harus bertemu di sini?

"Kamu di mana?"

Di sana.

Se Hyeong, di sana.

Sang master di sana.

Ada orang berseluncur.

"Mereka yakin itu master mereka"

Ada orang berseluncur.

Master!

"Dia berseluncur dengan anggun di sepanjang es itu"

Master!

DI sini!

Tolong dekati kami!

"Itu terlalu jauh bagi mereka"

Hidungku berair.

Master!

"Mereka masih jauh"

Kurasa orang berseluncur mengenakan pakaian merah itu

adalah master kita

untuk hari ini.

Aku akan ke sana.

"Dia tidak menyerah"

- Master. - Master, di sini!

"Itu ekspedisi kejam"

1, 2, 1, 2, 1, 2.

"Ini bukan acara ragam biasa"

Master!

"Ini dokumenter atau acara ragam"

"Ini versi asli dari 'Extreme Job'"

Master!

"Apa pun kesulitan atau penderitaan yang datang"

"Meski jalan es ini ada di antara kita"

"Kami tidak akan pernah meninggalkan master kami"

Master!

Master!

"Ini adegan dramatis tidak berguna"

- Master! - Tunggu.

"Kami datang"

Master!

Master!

Master!

- Halo! - Master.

- Senang bertemu denganmu. - Master.

"Sang master ada di depan mereka"

"Tapi kenapa mereka tidak bisa menjangkaunya?"

Halo.

Master, senang bertemu denganmu.

"Mereka akhirnya bisa melihat wajahnya"

- Ini... - Halo.

Ini sangat melelahkan.

Astaga, tunggu. Master.

Peseluncur Lee Sang Hwa!

- Master Lee! - Master Lee!

Ini peseluncur Lee Sang Hwa!

- Halo. - Halo.

- Master Lee. - Astaga.

Tunggu.

"Apa dia ambruk karena bahagia?"

"Se Hyeong maju ke arahnya"

- Arah yang salah. Maaf. - Halo.

Halo.

Patah.

"Itu pertemuan pertama memalukan"

- Senang bertemu denganmu. - Halo.

"Mereka akhirnya bertemu master mereka"

- Halo. - Halo.

Dia ratu es,

Master Lee Sang Hwa!

"Sang legenda telah kembali"

Halo, semua.

"Peseluncur cepat ini menaklukkan dunia"

"Dia memegang rekor dunia untuk 500 meter Wanita"

"Dia menerima medali emas"

"Lee Sang Hwa, Pertandingan Seluncur Cepat Wanita 500 m, Medali Emas"

"Vancouver, medali emas"

"Sochi, medali emas"

"PyeongChang, medali perak"

"Orang asia pertama menang 3 medali berurutan di Olimpiade Musim Dingin"

"Dia satu-satunya ratu es berwajah datar"

- Dia berhasil baik. - Dia hebat.

Selama 8 tahun terakhir untuk 3 Olimpiade...

"Lawannya mengganggap dia teman yang dihormati"

"Negaranya menganggap dia sebagai kebanggaan mereka"

"Dia lambang kegigihan"

"Ratu Es, Lee Sang Hwa"

Kami sangat senang bertemu denganmu.

- Kami All the Butlers! - Kami All the Butlers!

"All the Butlers"

- Senang bertemu denganmu. - Aku juga.

Kamu jadi semakin cantik.

- Terima kasih. - Sungguh.

Aku memperbaiki mataku. Itu sebabnya.

"Dia dengan santai mengaku menjalani operasi plastik"

Itu sebabnya.

- Karena... - Ya.

- Itu tidak perlu. - Tunggu.

- Aku harus menjelaskan. - Kurasa itu tidak perlu.

- Karena. - Apa itu perlu?

Aku harus selalu melihat ke depan saat aku di es.

Mataku mulai kendur.

Jadi kuperbaiki.

- Kamu sungguh cantik. - Terima kasih.

- Aku serius. - Omong-omong...

Kamu sangat cantik.

- Itu tidak tampak aneh. - Terima kasih.

- Itu dilakuan dengan baik. - Kamu sangat cantik.

"Dia memiliki kepribadian hebat"

- Aku seriu. - Benar?

Jujur, kami dengar kamu mungkin pensiun

setelah Olimpiade PyeongChang.

Masalahnya, aku ingin tetap di gelanggang

selama tubuhku mengizinkan. Karena itu aku belum pensiun.

Belakangan ini aku menjalani rehabilitasi untuk lututku.

Selain gelanggang stadion,

kamu juga berlatih di luar seperti ini?

Dulu saat masih SD,

aku berlomba di tempat seperti ini.

- Di sini? - Ya.

- Di sini? - Kami melakukan itu.

Di satu sisi, mereka mengadakan festival ikan kepala batu.

Dan di sisi lain, kami mengadakan lomba.

Kamu memiliki kenangan berlatih di tempat seperti ini.

Tapi kurasa kita tidak bisa melakukan apa pun di sini.

- Jadi apa yang bisa kita lakukan? - Kita bisa melakukan banyak hal.

Apa kamu berencana melakukan sesuatu dengan kami di sini?

- Kita bisa lakukan banyak aktivitas - Sebenarnya...

- Kalian dengar itu? - Karena...

Aku telah menyerah.

- Kita bisa lakukan banyak hal. - Aku telah menyerah.

"Untuk memperburuk itu"

Ini ekstrem.

"Badai salju telah dimulai"

Ini bencana alam.

- Astaga. - Kamu baik saja?

Bukankah kita seharusnya membuat api unggun?

- Tunggu. - Hidungku sangat berair.

- Hidungku berair. - Kamu tidak masalah dengan angin?

- Aku tidak masalah. - Kamu yakin?

Kamu serius?

Aku tidak bisa berpikir lurus.

Karena berseluncur adalah olahraga musim dingin,

- kami harus terbiasa dengan ini. - Tapi...

Sungguh?

"Bagaimana bisa seseorang terbiasa dengan cuaca ini?"

Ini tidak parah.

- Master Lee... - Apa itu tadi?

- Master Lee. - Apa itu tadi?

- Mari kita pergi ke tempat lain? - Es ini retak.

"Dia mendengar suara retak"

- Baru saja. - Tidak apa.

Ini biasa.

Es alami membuat suara ini, tapi tidak akan pecah.

"Dia ahli"

Itu sebabnya...

- Kudengar suara es retak. - Aku tahu.

- Tapi itu tidak akan pecah. - Kamu sungguh tangguh.

Kamu tidak goyah oleh suara itu.

Itu karena aku berkompetisi

- di tempat ini. - Tapi kami takut

karena ini kali pertama kami.

Dia sangat tangguh.

Tidak apa, kemari.

"Dia tidak takut apa pun"

"Mereka akan mengalami kesulitan ekstrem hari ini"

Pertama, silakan memakai

- sepatu seluncur ini. - Apa?

- Di sini? - Ya.

Tidak apa. Aku juga memakainya.

- Pergelanganmu tampak membeku. - Apa kamu tidak dingin?

"Dia bahkan tidak memakai kaus kaki"

Kami berkompetisi bertelanjang kaki.

Sungguh?

Ya, benar.

- Ini bukan apa-apa. - Dia sungguh tangguh.

Ini bersalju.

"Mereka memakai sepatu seluncur"

"Dan bertemu di es kembali"

- Seong Jae. - Ya?

Aku percaya padamu.

Apa yang akan kita lakukan?

Pertama...

Ini menyeramkan.

Astaga.

Ini selalu terjadi di es,

jadi jangan takut.

- Dan... - Tapi ini pertama bagi kami.

Dengarkan aku.

Aku menyiapkan banyak untuk kalian.

"Mereka takut pada hal yang dia siapkan untk mereka"

"Lebih dari situasi mereka saat ini"

Kini karena kalian telah mengenakan sepatu seluncur,

kita akan mengadakan lomba seluncur.

"Lomba seluncur dengan sang master"

"Bagaimana bisa jika kita nyaris tidak bisa berdiri"

- Jadi... - Bagaimana bisa pemenang emas

berlomba dengan orang biasa

- seperti kita? - Itu akan berbeda.

Aku akan memberi kelebihan.

Misalnya, kalian bisa di depan 50 meter

atau 100 meter.

Jika kalian mengalahkanku,

"Jika sang master kalah"

aku akan memberi kalian pelatihan intensitas rendah.

- Jika kami menang? - Benar.

Jika aku menang, akan kutambah kesulitannya.

"Pelatihan itu akan jadi lebih sulit jika dia menang"

Tidak ada yang gratis di dunia ini.

"Tidak ada yang gratis"

Kita tidak bisa mendapat apa pun tanpa kerja keras.

"Jika kamu ingin itu mudah, kamu harus menang"

- Kami akan lakukan itu. - Aku akan usaha sekuat tenaga.

Kamu tidak boleh berpikir kami mudah.

Kami masing-masing

sebenarnya atletis.

Begitu.

Itu benar.

"Apa ini saatnya aku bersinar kembali?"

Tapi begini,

aku pemenang medali emas.

"Dia juga yakin"

"Ragu"

"Mari jangan terintimidasi"

"Aku yakin kita bisa menang"

Kita lihat saja.

- Seong Jae mungkin yang terbaik. - Benar.

Maka itu aku.

Maka itu aku, lalu Sang Yun.

- Dia seperti balita. - Dia bagai anak usia 4 tahun.

"Anak usia 4 tahun ini paling tidak atletis"

Apa kita harus mengambil bendera itu?

Apa ini estafet?

Siapa pun dari kita harus mengambil bendera itu.

Baiklah Master Lee.

Tolong mulai dari gunung di sana.

- Apa? - Mulailah dari gunung.

Kita tidak bisa lakukan itu.

Kita lihat di mana kamu harus mulai.

Aku akan mulai di depan bendera.

"Dia ingin mulai di depan bendera"

Tentu, boleh.

"Apa dia masih percaya diri?"

Mari lihat di mana aku akan berdiri.

- Kalian bisa mulai di sana. - Baik.

"Di mana sisanya?"

Bagaimana dengan ini?

"Apa ini cukup?"

"Kamu harus memberi kami lebih banyak jarak"

Bagaimana dengan ini?

"Dia mundur lagi"

- Baik, tetap di sana. - Baik.

Kamu akan di sana.

Baik.

Jika kami menang, itu akan jadi pelatihan intensitas rendah.

Jika kamu menang, itu akan jadi intensitas tinggi.

Masih bisakah kita menang?

"Mereka meragukan dia"

Akankah dia sungguh bisa?

"Bendera itu ada di depan mereka"

"Sang Yun, Seung Gi, Se Hyeong, Seong Jae, Master Lee"

Semoga berhasil, kalian!

- Semoga berhasil! - Pelatihan intensitas tinggi

di cuaca ini adalah bodoh. Lutut kita akan sakit.

- Kita bisa menang. - Kita harus serius.

- Kita harus menang. - Harus.

- Tidak ada yang gratis! - Tidak ada yang gratis!

- Tidak ada yang gratis! - Tidak ada yang gratis!

Bersiap.

"Para anggota mendapat keuntungan besar"

"Akankah sang master bisa mengalahkan mereka"

"Dan mengambil bendera itu?"

Bersiap.

Sedia, mulai!

Sang Yun, ayo!

Astaga.

Ayo!

"Dia tidak terburu-buru"

"Anak usia 4 tahun ini secara mengejutkan berhasil baik"

"Sang master mengejar Seong Jae"

"Sang master mulai mempercepat"

"Sang Yun, Seung Gi, Se Hyeong, Seong Jae, Master Lee"

"Sang Yun lebih dekat pada bendera lebih dari dugaan mereka"

"Balita itu mengambil langkah kecil menuju pelatihan intensitas rendah"

"Master Lee menolak kalah dan mempercepat"

"Apa?"

Kita menang!

"Sang Yun mengambil bendera pertama"

- Kita menang! - Tidak!

- Kita menang! - Tunggu!

- Kita menang! - Tidak!

- Kita menang! - Ini terlalu mudah baginya!

- Ini tidak dihitung. - Kita menang!

- Kita menang! - Tidak.

- Kita menang! - Tidak.

- Ini tidak dihitung. - Kita menang!

- Kami menang. - Mari lakukan pertandingan ulang.

- Master Lee. - Ini tidak dihitung.

- Ini tidak benar. - Sang Yun, bagus.

Sang Yun mendadak mempercepat.

Latihan intensitas rendah!

- Tidak. - Master Lee.

- Ya? - Kamu harapkan kemenangan dramatis?

Ya.

Ini tidak dihitung.

Ini tidak benar.

Mari lakukan hal lain.

Apa maksudmu?

- Tapi kami berhasil baik. - Ini tidak dihitung, jadi kemari.

- Tunggu. - Kamu sedang apa?

- Ikuti aku. - Tapi kami menang.

Ini tidak dihitung.

- Dia sangat tangguh. - Tapi kita menang.

Kamu memang menang tapi kemari.

Tidak ada "tapi".

- Kami menang. - Tapi

- jujur, itu... - Dia pemenang emas bermuka tebal.

Dia juga terdengar sangat alami.

Kamu terlalu bagus.

Kami bukan terlalu bagus. Kami hanya nekat.

- Kami tidak mau lakukan latihan. - Kami ingin menghindarinya.

Dia harus akui dia kalah.

Tidak. Ini tidak dihitung.

- Biasanya... - Mari coba kembali.

- Baik. - Ini tidak sesuai keinginanku.

"Itu tidak berakhir sesuai keinginannya"

"Tolong katakan di mana kami harus berdiri"

- Kita terlalu dekat pada bendera. - Benar?

Mereka memindahkan bendera lebih jauh.

Dia bisa berdiri lebih dekat.

Benar. Sedikit lebih dekat.

Dia sangat kompetitif.

- Dia tidak suka kalah. - Dia tidak suka kalah.

Kamu berdiri di sini.

- Berdiri di sini. - Baik.

- Kalian berdua berdiri di sini. - Baik.

Jangan mendorong kami dari belakang, Master.

Aku tidak akan lakukan itu.

- Kamu harus berseluncur cepat. - Baik.

"Mereka melawan jika kompetitifnya dengan kenekatan mereka"

Kita harus menang, kawan.

Tapi dia luar biasa.

Aku takut saat dia mengejarku dari belakang.

Kamu siap?

"Kini akan sangat menyeramkan"

Saat kamu berpikir jika dia akan bertindak sejauh itu,

dia melakuannya.

"Akan kutunjukkan kegigihanku"

Jika kami menang, kami akan menerima latihan intensitas rendah.

Jika kamu menang, kami akan menerima latihan intensitas tinggi.

"Latihan intensitas rendah melawan latihan intensitas tinggi"

Siap.

"Itu kesempatan terakhir mereka menerima latihan intensitas rendah"

"Tidak ada yang gratis di dunia ini"

Siap dan mulai.

"Mulai"

"Dia memiliki awal buruk"

"Seong Jae, sang andalan, mengebut sejak awal"

Mulai.

Aku akan mengejarmu.

"Tidak seperti tadi, dia mengebut sejak semula"

- Lari. - Lari.

"Dia segera mengejar semua orang"

"Terengah"

"Dia santai"

"Apa?"

"Dia sudah di sini?"

"Dia dengan santai meluncur di antara mereka guna membuat jalan"

"Dia goyah segera setelah disusul"

"Bahkan Seung Gi, yang memimpin pun menjadi kikuk"

Ambil bendera itu.

"Itu menjadi kacau di depan bendera"

"Akankah sang master mendapat bendera itu?"

"Seong Jae sang Andalan muncul"

Tidak!

"Tapi sang master menang"

Tidak!

- Akhirnya. - Tidak.

"Jiwa kompetitifnya lebih besar dari kenekatan mereka"

"Itu pertandingan emas bagi sang master"

Master Lee ada di belakangku.

Aku menang. Kemari.

Dia sangat cepat.

"Itu hanya ujung gunung es"

Karena aku menang, sesuai harapan...

- Latihan intensitas tinggi. - Ya.

Kita pasti akan menerima latihan intensitas tinggi.

- Tidak bisa menghindarinya. - Baik.

Omong-omong, kalian berseluncur jauh lebih baik dari dugaanku.

Kalian cukup atletis.

- Kami tidak buruk, bukan? - Kalian tidak buruk sama sekali.

Omong-omong, kualitas es di sini tidak konsisten.

Benar.

- Dia masih sangat cepat. - Itu menyeramkan bagi kami.

Tanahnya berderak saat aku berseluncur.

Aku mengebut sesaat lalu, dan mendadak aku jadi takut

karena aku bisa jatuh.

Setiap negara

memiliki kualitas es berbeda.

- Itu berbeda bagi tiap negara? - Itu berbeda.

Kecepatan tergantung pada es.

Kamu harus lekas beradaptasi. Jadi aku terbiasa dengan itu.

Omong-omong, kini tidak terlalu berangin.

- Tubuh kita telah hangat. - Dinginnya berkurang.

- Benar? - Ya.

Itu bagai permainan permanasan.

- Kini... - Jadi kini belum selesai.

Ada satu lagi.

Saat aku berlatih, orang sering

menikmati festival.

- Mereka memancing dan... - Mereka bermain.

- Orang bermain di sini. - Dulu aku iri pada mereka.

Jadi kita akan bermain kejaran.

- Kejaran? - Ya.

- Bagaimana bisa main itu di sini? - Ini yang akan kita lakukan.

Kita akan memakai handuk di pinggang kita.

Kita akan coba mengambil handuk masing-masing dalam waktu tertentu.

Dalam waktu tertentu.

Aku akan mengambil handukmu.

"Dia bilang ingin bermain, tapi itu pertandingan lain"

Kita akan bermain demi kudapan.

- Kudapan akan bagus. - Ya.

- Bagaimana jika kamu tidak bisa... - Jika kami menang,

kamu bisa sesuaikan intensitas pelatihan itu?

Tidak ada hal seperti itu. Kudapan dan latihan

itu berbeda.

Dia sangat ketat.

- Kamu mengerti, bukan? - Dia membuat tanda X.

Itu X.

Baiklah. Sekarang.

- Baik. - Kita bermain kejaran demi kudapan.

- Baik. Itu akan seru. - Itu akan seru.

Kalian semua punya handuk di pinggang kalian, bukan?

- Ya. - Ya.

- Akan kuberi kalian batas waktu. - Baik.

- 3 menit. - 3 menit.

- 3 menit. - Baik.

Bukankah kita harus memikirkan strategi?

- Ayo. - Kita tidak punya strategi.

Kita tidak bisa hanya berlari.

Kalian tidak bisa merencanakan strategi.

Kami bahkan tidak bisa merencanakan strategi?

- Itu terserah kami. - Tolong jangan lakukan ini.

- Kenapa tidak bisa? - Kalian terlalu banyak berencana.

- Kami bisa memilih melakukan itu. - Baik.

Ada banyak hal yang tidak bisa kita lakukan.

Dia hanya ingin kita membelikan kudapan.

- Sungguh tidak ada yang gratis. - Tidak ada yang gratis.

- Sang. - Seung.

- Hyeong. Semangat! - Jae. Semangat!

- Tidak ada yang gratis. Mari makan. - Semangat.

- Itu bagai menyudutkan ikan. - Benar.

- Menyebar. - Kita mulai. Ayo.

- Ke sana. - Sudutkan dia.

- Ke sana. - Sudutkan dia bagai ikan.

- Ke sana. - Sudutkan dia bagai ikan.

"Mereka akan menjadi seperti jaring manusia"

Kemari!

- Kemari. - Kemari.

Aku di sini, kalian.

Sang Yun. Mari sudutkan dia perlahan.

- Kita akan berpegangan tangan? - Tidak bisa kalahkan kecepatannya.

Kita akan mendekati dia. Dalam hitungan ketiga, menyebar.

Saat kukatakan arah tujuan, ubah arahnya.

Kurasa dia akan ke kiri.

- Kiri? - Kurasa dia akan mendekatiku.

Kiri kita, bukan?

- Bukan, kanan kita. - Kanan?

Kanan.

"Segera setelah ikan bergerak"

- Bergerak perlahan. Jangan. - Kita dapat dia.

Kamu bicara apa?

Tidak.

Itu tidak akan berhasil.

Kenapa kamu mendadak jadi kacau?

Kubilang kita harus sudutkan dia perlahan.

- Kejar saja dia. - Kejar saja dia.

Kita bisa menangkap dia.

Dia sangat cepat.

Dia sangat cepat.

Ini dia.

"Sang master ada di dunianya di es"

- Sampai jumpa. - Astaga.

Tunggu.

Aku harus membuat mereka lelah.

- Kita tidak bisa menangkap dia. - Arahkan dia.

- Kemari. - Seong Jae, pergi ke kiri jauh.

Mendekat padanya.

Mendekat padanya.

"Melewati"

"Dia melewati Sang Yun"

"Seung Gi"

"Dan bahkan Seong Jae"

Mendekat padanya.

- Astaga. - Bagaimana bisa ini terjadi?

"Ada apa dengan kami?"

Dia tidak pernah lelah.

Dia menuju ke arahku.

- Lari, Seung Gi. - Tidak, Seung Gi!

"Seung Gi target pertama"

Tidak, Seung Gi!

[VIU Ver] E56 Master in the House / All the Butlers "Queen of Ice : Lee Sang Hwa" -= Ruo Xi =-

"Dia menghindarinya"

Seung Gi!

"Beraninya kamu menghindariku"

"Jatuh"

Strategi itu berhasil.

Strategiku adalah jatuh.

Bagus, Seung Gi.

"Target berikutnya"

Aku takut.

Dia mengejarku.

"Akankah dia menjadi korban pertama"

"Dari sang master, yang terbakar dengan keinginan menang?"

Jatuh saja.

"Dia lari sekuat tenaga"

Ini seru. Astaga.

Aku mahir berseluncur.

"Apa dia mengambil handuknya?"

Aku mahir berseluncur.

"Aku mahir berseluncur"

"Aku mahir berseluncur"

- Kamu keluar, Seong Jae. - Apa?

Apa?

Apa aku kehilangan itu?

Kapan aku menghilangkannya?

"Kapan handukku pergi ke Sang Hwa?"

- Dia berikutnya. - Jangan mendekatiku.

- Aku akan ambil milikmu dahulu. - Ambil ini dahulu.

Tangkap dia dahulu.

"Aku?"

Tangkap dia dahulu.

Baik. Aku pergi.

"Permintaan putus asanya membuat dia mengubah target"

Jangan kemari, Seung Gi.

Kenapa dia kemari?

Kenapa dia kemari?

Tidak, Seung Gi! Tidak!

"Jika kamu tidak bisa menghindarinya"

"Jatuh"

"Percobaan keduanya atas strategi itu berhasil"

Astaga.

Jangan kemari. Tunggu.

- Baik. Bangunlah dahulu. - Baik.

"Permainan dilanjutkan saat dia bangun"

"Saat dia memilih target, dia tidak akan melepaskan"

Dia tampak sangat menyeramkan.

"Seung Gi keluar"

Seung Gi banyak jatuh hari ini.

Dia keluar. Seung Gi keluar.

"Sifat kompetitif sang master menjatuhkan dia"

Apa kamu tidak tertangkap?

- Hei. - Tunggu.

"Target berikutnya adalah peseluncur es berusia 4 tahun itu"

- Hanya tersisa 1 menit. - Tersisa 1 menit.

Kamu keluar.

"Sang Yun dieliminasi hanya 1 detik setelah menjadi target"

"Dia merasa sedih"

"Sang master menang jika dia menangkap Se Hyeong"

Ke mana dia pergi?

"Tapi Se Hyeong di mana?"

Dia sedang apa? Lihat apa. Dia raja licik.

Dia sedang apa?

Dia raja licik.

"Dia mendaki gunung bukan berseluncur es"

"Bahkan rekan satu tim pun tidak bisa percaya itu"

Turun kemari.

Itu sangat cocok bagi Se Hyeong.

- Tangkap aku jika bisa! - Tolong turun.

Bagaimana dia naik ke sana?

"Hebat dia naik ke sana memakai sepatu seluncur es"

"Merangkak turun"

Untuk apa dia naik ke gunung?

Ayo.

"Dia sangat tegas"

"Mereka saling berhadapan"

- Berapa detik tersisa? - Tidak ada hal seperti ini.

- 20 detik. - 20 detik.

"Dia tidak akan turun hingga waktu habis"

Astaga, aku tidak bisa naik ke sana.

Dia berlari baik.

Kemari, kalian.

"Waktunya"

Baiklah.

"Dia tampak seolah sedang berseluncur"

"Waktu habis"

Baiklah!

"Jika kamu tidak bisa menikmatinya, hidarilah"

- Ini intens. - Benar.

- Kamu tidak bisa lakukan ini. - Aku mengerti.

Dia didiskualifikasi.

Hitungan mundur usai.

"All the Butlers menghargai semangat bermain adil"

Dia sangat tegas.

Karena aku menang sesuai dugaan...

- "Sesuai dugaan". - Hari ini...

- Itu diharapkan. - Itu diharapkan.

Itu diharapkan.

Karena aku menang sesuai dugaan...

Kamu bermain dengan kami, bukan?

Kamu bisa katakan begitu.

"Dia tidak akan menyangkalnya"

Aku hanya membuat kalian sedikit lelah.

- Lantas, apa kita makan kudapan? - Kudapan.

Benar. Mari makan kudapan.

- Ayo. - Ayo.

Ayo.

"Itu bagian seru dari berseluncur di luar"

Dia mahir berseluncur.

"Dia bisa menyantap kudapan hangat"

Dia berseluncur sangat bagus.

Itu bakpao!

"Raja licik Se Hyeong membeli kudapan"

Bakpao.

Sungguh ada mi gelas.

"Mereka menikmati waktu kudapan di tenda di samping danau membeku"

Itu tampak lezat.

"Setelah menggigil kedinginan"

Ada sup bakso ikan?

Ada tteokbokki juga.

"Ketiga kudapan itu bahkan tampak lebih menggoda"

- Itu luar biasa. - Itu kudapan sempurna.

Itu lezat.

"Makan sepotong besar"

"Dia menyukainya"

Ini sangat lezat.

Bukankah tteokbokki itu lezat?

Ini terasa sangat lezat setelah berolahraga.

"Sang master, yang menyukai kudapan, juga menyantap mi itu"

Ini lezat.

"Omong-omong, kenapa mereka bermain permainan untuk kudapan?"

Aku iri pada orang menikmati kudapan hangat

setelah berseluncur es.

"Dia iri pada orang menyantap kudapan"

Kami harus bersiap untuk perlombaan berikutnya, jadi tidak bisa makan.

- Kamu menjalani diet ketat. - Ya.

- Kita selalu bermain permainan. - Kamu sedang diet.

- Kamu harus mengawasi makananmu. - Ya.

Saat menyiapkan Olimpiade,

aku tidak makan tteokbokki selama setahun.

Itu karbohidrat.

"Kamu tidak boleh makan karbohidrat"

Itu murni karbohidrat.

"Berapa banyak aku harus berolahraga sejak makan ini?"

- Aku selalu punya kecemasan itu. - Kamu terobsesi.

Ya. Karena itu aku tidak memakannya.

Di Pusat Pelatihan Nasional Korea,

makananmu lezat. Kamu makan di sana, bukan?

- Benar. - Itu sangat lezat, bukan?

- Itu sangat lezat. - Itu sangat lezat, bukan?

Aku sangat terkejut.

"Sekitar waktu ini tahun lalu, mereka mengunjungi pusat latihan"

"Mereka tidak terduga mengunjungi prasmanan bintang lima"

Semua makanan lezat ada di sini.

"Mereka menyadari kenikmatan menjadi atlet nasional"

Tapi setiap kali kami mengambil makanan,

pelatih memeriksa nampan kami.

"Nampan Master Lee diperiksa"

Aku mengambil limun.

Itu terbuat dari apa?

"Aku yakin itu terbuat dari lemon. Itu limun."

Itu gula. Jangan dimakan.

Jadi aku tidak boleh minum limun sementara.

- Dulu aku menyukainya. - Dulu kamu menyukainya.

Pelatihku menghentikan aku dari memakannya.

"Pesta kudapan ini akan menebus kesempatan masa lalu yang hilang"

- Jadi itu yang terjadi. - Tempat itu...

Jika kami bertambah 1kg, mereka tahu.

Bobot membuat banyak perbedaan.

Aku harus mempertahankan bobot tertentu untuk ikut pertandingan.

Berapa bobot itu?

55kg.

- Itu berat ideal. - Itu memberi kecepatan tercepat.

Ya.

Kamu menguji bobot berbeda, bukan?

- Benar. - Kamu coba berbobot 54kg dan 56kg.

Tapi 55kg paling...

Itu bobot paling ideal.

Aku menetapkan rekor dunia dengan bobot itu.

"Dia berbobot 55kg setidaknya 8 tahun"

Sangat sulit

menyiapkan untuk Olimpiade.

Kami bisa bertanya apa yang terjadi?

Aku terus dibandingkan dengan...

"Ada kisah di balik layar PyeongChang 2018"

- Mereka membuat kami... - Dengan Kodaira.

Aku hanya aku. Kenapa mereka harus memberiku kesulitan?

Aku mengangkat 150 kilogram.

Aku selalu mengikuti program pelatihan untuk pria.

- "Aku tidak bisa melakukannya." - "Astaga."

Aku melihat laman media sosialmu.

"Seong Jae melihat laman media sosialnya"

Aku bisa melihat kamu memiliki kepercayaan diri sangat tinggi.

Apa yang membuatmu mengatakan itu?

Setiap muatan memiliki kalimat, "Aku hanya diriku."

"Ya, aku hanya diriku"

"Kurasa kini aku bisa tersenyum. Aku hanya diriku"

Tahun lalu selama Olimpiade sangat sulit bagiku.

Orang mendorongku

untuk bersaing melawan peseluncur Jepang.

Kodaira.

Di PyeongChang 2018, peseluncur Jepang Nao Kodaira akan bersaing

demi medali emas dengan ratu seluncur es, Lee Sang Hwa.

Nao Kodaira dari Jepang...

Lawan terbesarnya Nao Kodaira dari Jepang...

Setiap kali aku membaca artikel berita, itu bukan tentangku.

Selalu tentang dia.

Jangan bandingkan aku dengan dia. Aku akan bekerja keras.

Aku ada di belakang dia,

tapi perbedaannya kurang dari satu detik.

Aku menyusul dia.

"Dia perlahan menyusul Kodaira"

Aku adalah diriku. Kenapa mereka harus membuatku kesulitan?

Jadi, aku memutuskan untuk bangkit.

Itulah sebabnya aku mulai melakukannya.

Kamu ingin menempuh jalanmu sendiri

tanpa dibandingkan dengan orang lain.

Itu seperti mantra untuk diriku.

"Itu mantra untuk dirinya"

Sangat penting bagi atlet

untuk punya kekuatan mental, bukan?

Itu sangat sulit.

Saat wajahku tidak berekspresi,

orang bertanya apa aku marah.

Tapi aku melakukan itu karena tidak boleh menunjukkan ekspresi.

Jadi, aku mempelajarinya.

Aku harus tampak

seakan aku tidak gugup. Intinya soal perang psikologis.

"Bagian dari perang psikologis"

- Kalian tahu, bukan? - "Lihatlah dia."

"Seharusnya dia gugup, tapi tidak."

Jadi, aku berpura-pura sama sekali tidak gugup.

Saat pesaingmu melihatmu gugup,

dia mungkin tenang.

Benar.

Tepat sebelum perlombaan dimulai,

saat jalur dan namamu disebutkan,

- kamu berlagak tenang. - Benar.

"Aku sangat gugup." Lalu kamu bicara dengan orang di sampingmu.

"Ini sangat menegangkan, bukan?"

Kamu bisa melakukannya.

- "Aku tidak bisa melakukannya." - "Astaga."

Bagaimana jika kamu melakukan itu?

- "Aku tidak bisa, Pelatih." - Itu bisa...

Itu juga bisa menjadi taktik.

- Kamu berusaha... - Kamu mengacaukan orang lain.

Saat merasa gugup,

aku harus mengeluarkan kegugupanku.

Itu membantuku mengatasinya.

Kita berbeda.

Itu membantu

untuk menakuti orang lain.

Saat terpukul selama tinju, kamu berlagak baik-baik saja.

"Dia berusaha menakuti saingannya. Aku Lee Sang Hwa"

- Sekarang.. - Aku melawak di panggung.

Saat kami melakukan sketsa baru,

biasanya ada pelawak yang kurang berpengalaman.

Sebelum tampil,

aku tidak boleh menunjukkan bahwa aku gugup.

Jika gugup, aku akan melakukan kesalahan.

- Benar. - Jadi, aku...

Sebenarnya inilah yang kurasakan.

- "Penonton. Bagaimana ini?" - Benar.

Alih-alih, aku melakukan ini.

- "Apa reaksi penontonnya bagus?" - Benar.

"Mari menghebohkan panggung."

Padahal aku sangat gugup.

"Dia memahami Se Hyeong"

Kurasa kamu akan bingung.

- Kamu yang akan bingung. - Aku

harus berpura-pura percaya diri.

Itu penting.

Kamu membutuhkannya.

"Setiap orang punya cara sendiri untuk tetap kuat secara mental"

Nyonya, kamu... Akhir-akhir ini,

punggungku cedera.

Saat sakit,

aku kecewa pada diriku.

Aku menjadi sangat takut.

Tapi sakit bukanlah salahmu.

Itu hal alami.

Yang penting adalah mengatasinya dan melanjutkan pelatihan.

"Alih-alih bersedih, dia fokus pada pelatihan berikutnya"

Itulah sebabnya

aku merasa kecewa.

Karena aku terus...

"Kenapa dia kecewa?"

Biasanya,

kamu tidak menjalani operasi sebelum Olimpiade.

Tapi lutut dan pergelangan kakiku dalam kondisi yang buruk.

Saat itu, aku mengalami varises.

Varises membuatku mati rasa.

Kakiku mati rasa hingga aku tidak bisa bergerak.

Terkadang saat menikung, aku tidak sadar sedang melaju cepat.

Seserius itu situasinya.

Selama ini aku menghadapi risiko

karena suka melaju cepat selagi menikung.

Kamu suka melaju cepat selagi menikung.

Sebelum olimpiade, aku dioperasi. Aku dibius total.

Rekorku sedikit meningkat.

Tapi andai punya lebih banyak waktu untuk pulih...

Andai dioperasi pada tahun 2016,

mungkin aku bisa tampil lebih baik dalam Olimpiade.

Tapi aku tidak punya waktu.

Aku tahu soal kondisiku pada tahunm 2017.

Aku kecewa soal itu.

"Dia kecewa"

Mengingat kembali kehidupanmu sebagai peseluncur es,

berapa skor yang akan kamu berikan untuk dirimu?

Aku akan...

"Skor apa yang akan dia berikan untuk dirinya?"

- Berapa skormu? - 100.

100 dari 100.

"Dia akan memberinya skor 100 dari 100"

"Ini harga diri"

Kami mengakuinya.

Aku belum pernah melihat orang yang memberi dirinya skor sempurna.

Benar, bukan?

- Dia bahkan tidak ragu. - Dia memberi dirinya skor sempurna.

- Sekarang... - Aku berpikir

dia membahas orang lain. "100."

Kamu memberi dirimu yang sekarang

- nilai sempurna, bukan? - Ya.

Untuk semua yang kulakukan.

- Untuk semua yang kamu lakukan. - Benar.

Dengan cara apa kamu berhak mendapat skor sempurna?

Selama bekerja sebagai atlet,

aku mencapai target yang kutetapkan.

Aku didesak oleh orang-orang di sekitarku.

Tapi aku tidak memikirkannya dan bisa berhasil sejauh ini.

Itulah sebabnya aku ingin memberi diriku skor sempurna. Sebenarnya,

persiapan untuk Olimpiade sangatlah sulit.

Aku gagal memenangi medali emas.

Tapi aku tetap meraih peringkat tiga teratas

dan memenangi medali perak. Aku mensyukurinya.

Benar.

- Dia memberi dirinya skor sempurna. - Aku memberi diriku skor sempurna.

Berapa skor yang akan kamu berikan kepada dirimu?

- Berapa skor untuk diriku? - Ya.

"Berapa skor yang bisa"

"Mereka berikan untuk diri sendiri?"

Berapa skor yang akan kamu berikan untuk dirimu, Se Hyeong?

Benar. Berapa skor yang akan kamu berikan untuk dirimu?

- Aku sangat mirip dengan Nyonya. - Lihat?

Kamu butuh kepercayaan diri seperti ini.

- Aku hendak - Kamu paham maksudku, bukan?

memulai dari 100 dan mengurangi poin dari situ.

Itu tidak penting.

Tapi aku tidak bisa mengurangi poin. Aku akan memberi skor 100.

- 100. - Bagus.

Aku tidak pernah memberi diriku skor lebih dari 50.

Kenapa kamu melakukannya?

Aku punya...

Aku punya lebih banyak hal untuk kutunjukkan.

Ada banyak hal yang belum kutunjukkan.

- Sebenarnya... - Dia arogan.

Aku tidak punya target.

"Dia tidak punya target"

Aku tidak menetapkan target.

Aku selalu penasaran soal sejauh apa aku bisa pergi.

Kita sangat berbeda.

Bagaimana denganmu?

Aku akan memberi diriku skor 80.

Nilai itu cukup tinggi, bukan?

- Ya. - Seharusnya lebih rendah?

- Tidak. - Berapa skor yang kamu pikirkan?

Kupikir dia akan memberi dirinya skor rendah.

- Aku... - Ke mana 20 poinnya?

Aku berusaha puas dengan hidupku.

Tapi ada hal-hal yang kuinginkan.

Aku masih memiliki itu.

Itulah sebabnya aku belum mendapat 20 poin itu.

Baiklah.

- 80 cukup tinggi. - Benar.

Kamu tidak ingin memberi dirimu skor 150 dari 100?

Jika skor sempurna adalah 100,

aku selalu memberiku skor 88.

- Kenapa? - Kenapa?

88

adalah skor ideal.

Skor itu melindungi harga diriku

dan 12 poin lainnya terus memotivasi diriku.

"Begitu, ya"

Jika skornya di bawah 88,

aku tidak ingin bekerja keras. Rasanya terlalu rendah.

Skornya harus minimal 88

agar aku mengincar skor 100.

Semua orang sangat berbeda.

Benar.

Se Hyeong dan aku memberi diri kami skor 100 dari 100.

Benar.

Kalian tetap tidak memberi diri kalian skor sempurna.

Kita akan beralih ke gimnasium.

"Menghela napas"

Aku menyiapkan program pelatihan untuk kita.

"Program pelatihan dengan intensitas tinggi"

"Waktunya telah tiba"

- Aku menyiapkannya. - Haruskah kamu

- Kita akan melakukannya hari ini. - berbagi kehormatan itu

- dengan kami? - Kita harus menciptakan kenangan.

- Kita harus habiskan hari bersama. - Kenapa tidak memberi dirimu 100?

Benar. Nanti mereka pasti akan memberi diri mereka skor 100.

- Kenapa kamu melakukan itu? - Sebelum hari ini berakhir.

Kamu tahu bahwa murid dibagi

berdasarkan nilai, bukan? Orang yang mendapat skor 100...

- Benar. - Siapa itu?

- Siapa itu? - Siapa itu?

Siapa yang tidak memberi dirinya skor 100?

Hebat.

- Apa yang hebat? Kecerdasannya? - Ya.

Berarti kamu akan memaklumi aku?

Tidak.

"Tidak"

"Semua orang akan mengalami pelatihan yang kejam"

Kapan aku bisa mendapat kesempatan lain untuk menjalani

pelatihan yang dilalui oleh Nyonya Lee?

"Suram"

Aku takut.

"Dia serius soal ini"

Di sinilah kita akan menjalani pelatihan intensitas tinggi.

Sertidaknya kita akan berada di dalam.

"Saat masuk, mereka disambut oleh..."

Lihat ini.

Ini...

"Prasmanan pelatihan intensitas tinggi"

"Barbel adalah hidangan utama"

"Ada beragam lauk-pauk"

"Yang merangsang otot"

Sepertinya inilah hal yang dilakukan oleh Nyonya Lee Dae Ho.

"Sang majikan menyiapkan pesta"

Mari berjongkok sebagai pemanasan.

"Berjongkok adalah hidangan pembuka"

Kami akan berjongkok sebagai pemanasan?

- Berjongkok. Bagaimana menurutmu? - Benar.

- Aku berjongkok sebagai pemanasan. - Benar. Orang-orang berjongkok.

- Itu membangunkan seluruh tubuh. - Ya.

- Kamu harus berjongkok. - Kamu harus

berjongkok?

Mari memutar lengan lebih dahulu.

Hati-hati.

"Memutar lengannya dengan cepat"

"Pak Skor Sempurna berlebihan sejak awal"

Lihat aku, Nyonya.

"Dia berlebihan"

Dia menakutkan.

Dia terlalu menakutkan.

Siapa yang paling hebat dalam pemanasan?

"Siapa yang paling hebat dalam pemanasan?"

"Pak Skor Sempurna sangat ingin dipuji"

- Bagus. - Hore!

- Ada apa denganmu? - Tunggu.

"Orang dengan skor sempurna memang berbeda"

Ada orang seperti dia di Pusat Pelatihan Taereung?

- Ada orang seperti dia. - Dia selalu

ingin dipuji.

Aku harus mendapat perhatian.

Kami sangat mirip. Aku juga harus diperhatikan.

- Kamu harus percaya diri. - Kamu tahu, bukan?

- Begitu, ya. - Itulah sumber rasa percaya diri.

Semua orang harus melihatku.

Saat berlatih untuk sketsa,

aku melakukannya di tengah banyak orang.

Aku juga. Aku ingin orang-orang memperhatikan aku.

Aku...

- Aku mau orang melihatku berlatih. - Benar.

- Benar. - Kita mirip.

Kalian saja yang melakukannya dan kami akan menonton.

- Aku juga suka dipuji. - Aku menyukainya.

- Aku suka dipuji. - Kita mirip.

- Itulah sebabnya aku bekerja keras. - Benar.

- Aku akan terus bekerja keras. - Kamu harus bertekad

untuk menjadi yang terbaik di dunia.

Kamu harus percaya diri.

- Bisa kita mulai? - Ya.

Omong-omong,

berapa beban yang bisa kamu angkat?

Saat dahulu sering mengangkat beban, aku mengangkat 150 kilogram.

"Dahulu dia mengangkat 150 kg"

"Dia bisa berjongkok sambil mengangkat beban dua pria dewasa?"

Aku tidak pernah mengikuti program pelatihan untuk wanita.

Aku selalu mengikuti program pelatihan untuk pria.

Tapi setelah lututku cedera, aku tidak bisa mengangkat beban berat.

Saat lututmu cedera,

- kamu harus menjalani rehabilitasi. - Benar.

Bisakah kamu menunjukkan

cara melakukan jongkok dasar?

Aku selalu melakukan pemanasan dengan beban 60 kg.

Itu total bebannya, bukan?

Totalnta 60 kg.

"Bahkan setelah cedera, dia tetap mengangkat beban 60 kg"

Tunggu. Ini...

Bebannya hampir seberat pria dewasa.

- Jika termasuk batangnya, 80 kg. - 80 kg.

- Satu pria dewasa. - Satu pria dewasa.

- Sebenarnya... - Ini latihan pemanasan?

Ini latihan pemanasan.

Kita harus...

Mungkin itu terlalu berat.

- Aku akan mencoba. - Baiklah.

Semangat.

"Paha hebat Sang Hwa memberinya medali Olimpiade"

Itu...

Ini pasti berat.

Ini sangat...

Ini berat.

Dia bisa melakukannya karena otot intinya bagus.

Bagaimana dia bisa...

Otot intinya bagus.

"Dia mengangkatnya dengan mudah"

Batangnya melengkung.

Batangnya melengkung.

Selain mampu melakukannya, dia sangat stabil.

Tubuhnya luar biasa.

Posisi kakimu tidak boleh selebar bahu.

- Harus lebih lebar. - Benar, lebarkan kakimu.

Ekspresi wajahnya tidak berubah.

"Begitu dia fokus, wajahnya tidak berekspresi"

Kita mulai.

"Ini efek perang psikologis?"

Lihat itu.

Berjongkok pasti sangat sulit.

- Sekarang... - Tubuhnya...

Kamu harus duduk.

Seperti ini.

Kamu harus duduk.

Kurasa kamu melambaikan tangan saat naik.

- Seperti ini. - Kamu turun seperti ini.

- Ya. - Astaga.

"Kamu harus duduk untuk merangsang otot paha"

"Itulah jongkok ala atlet nasional"

"Inilah rahasia paha hebatnya"

Dia sangat stabil.

Ini hanya latihan pemanasan.

Ada latihan utama.

- Ini? - Ini latihan pemanasan.

Aku senang karena mengira kita akan memakai alat lompat.

Itu?

Kita tidak akan memakai ini.

"Kamu ingin melompat?"

Mari menuju ke bench press.

Aku tidak berniat memakai ini.

Kamu harus melompatinya. Mau mencobanya?

- Ya, bolak-balik. - Ya.

Kami harus melompati itu?

Haruskah kita mencobanya?

"Bagaimana kamu bisa melompati bangku?"

Kita akan melakukan iani hanya sebagai latihan pemanasan.

Kenapa kamu harus mengatakannya?

Apa?

- Kenapa kamu mengatakannya? - Benar.

Aku tidak menggira ini akan terjadi.

Aku hanya ingin mengatakan itu sangat disayangkan.

Tapi aku akhirnya membuatnya lebih buruk.

- Ini sulit. Apa kalian bisa? - Ini sangat sulit.

Ini latihan seluruh peseluncur?

Seluruh peseluncur melakukannya.

Peseluncur cepat khusus lomba cepat-dekat melakukannya.

- Dengan satu kaki, bukan? - Ya.

Ada banyak latihan yang bisa dilakukan dengan itu.

- Kami pernah melakukan ini. - Siapa yang melakukannya?

- Bersama Tuan Lee Seung Hoon. - Seung Hoon.

- Kami nyaris mati. - Dia melakukan ini.

Dia melompat seperti ini.

- Tapi itu hanya lompatan berdiri. - Ya.

Kita akan melompati bangku.

- Kamu tahu? - Berbeda.

- Aku dan Seung Hoon berbeda. - Aku tidak tahu.

"Mereka akan mengalami kesulitan lagi"

Seung Hoon bilang melakukannya satu kali lebih banyak.

Saat pelatihnya menyuruhnya melakukannya 10 kali,

dia melakukannya 11 kali.

- Dia satu kali lebih banyak. - Ya.

Aku 10 kali lebih banyak.

- Begitulah aku bisa seperti ini. - 10 kali lebih banyak.

"Dia keren"

- Tentu saja, Seung Hoon... - Kami menemukan majikan sejati.

Aku mengagumi Seung Hoon sebagai atlet,

tapi keahlian kami berbeda.

- Benar. - Aku ahli dalam jarak pendek.

Dia ahli dalam jarak jauh. Jika dia melakukannya satu kali,

aku harus melakukannya 10 kali.

Aku harus meningkatkan kekuatan dalam sekejap.

- Benar. - Kamu melakukannya 10 kali lagi.

Benar.

- Memalukan. - Hari ini akan...

- Bisa kamu menunjukkannya? - Aku akan menunjukkannya.

Tunjukkan caranya. Tunjukkan gerakan termudah.

Gerakan termudah adalah melompat di atas bangku.

"Melompat di atas bangku adalah yang termudah"

Kamu melompat di atas.

Aku melakukannya.

Kamu melompat di atas.

Itu yang pertama, gerakan termudah. Apa yang kedua?

- Kedua? - Tunjukkan yang kedua.

- Ini tingkat kedua? - Kedua.

- Astaga. - Kedua.

- Dia mendarat seperti ini. - Biasanya, kaki akan jatuh.

- Dia seperti ninja. - Ninja.

- Kamu melakukan ini? - Ya.

- Sekarang, ketiga. - Ketiga.

- Apa yang ketiga? - Lompatan vertikal.

Tapi kamu harus mengangkat lututmu seperti ini.

Ini menopang lutut. Seperti ini.

- Kamu harus melompat sangat tinggi. - Seperti ini.

- Tunjukkan yang keempat. - Keempat.

- Ada yang lebih sulit? - Keempat...

- Kamu membungkuk seperti ini... - Dengan satu kaki...

"Melompat dengan satu kaki"

- Itu dia. - Bagaimana cara melakukannya?

- Itu dia. - Bagaimana cara melakukannya?

Gerakan ini tampak sulit.

Kami mengulanginya masing-masing 10 kali.

Apa guna latihan ini?

- Ini meningkatkan kecepatan. - Bagus untuk kecepatan?

Ya. Ini meningkatkan kecepatan dan ketahananmu.

Karena sudah mengetahui ada latihan-latihan ini,

haruskah kita keluar?

Haruskah kita mencobanya di rumah?

Tidak. Kalian mau mencobanya?

"Se Hyeong menghadirkan bencana ini"

"Kamu harus giliran pertama"

Baiklah.

"Dia akan berusaha melompati bangku dengan kedua kaki"

- Kamu harus melompat tinggi. - Benar.

"Aku, Yang Se Hyeong"

"Selama ini menjadi pencari perhatian"

Kamu bisa melihat orang takjub.

"Semua orang melihatku"

Bagus.

"Melompat"

Melompat lagi.

- Dia seperti berdoa. - Bagus?

"Pak Skor Sempurna melambung"

Melakukan ini dengan kedua kaki...

- Aku biasa melakukan ini, tapi... - Astaga.

"Menghela napas kesakitan"

Astaga. Kamu baik-baik saja?

"Menggelengkan kepalanya"

Melakukan itu dengan kedua kaki sepertinya sangat sulit.

Pemirsa pasti tahu betapa sulitnya itu.

- Benar. - Ini...

- Melompat seperti ini - Benar.

- dengan kedua kaki seperti ini - Sekaligus.

- Berbeda. - sangat berbeda.

Kamu ingin menunjukkan betapa mudahnya itu bagimu. Jangan begitu.

"Melompat dengan mudah"

Aku bisa memahami maksudmu.

"Jangan mencuri perhatian"

"Sang Yun akan mencoba lompatan vertikal dengan satu kaki"

- Seperti ini... - Ya.

Aku harus melakukan itu? Melompat seperti ini dan...

- Ya, pakai kaki kananmu... - Melompat seperti ini dan...

Aku harus melakukan itu? Melompat seperti ini dan...

"Bagus!"

Aku harus melakukan itu? Aku ingin bertanya.

- Itu terlalu... - Pakai kaki ini lebih dahulu?

Saat melompat seperti ini...

- Astaga. - Aku bisa dengar tulangnya patah.

- Hei. - Aku mendengar tulangnya patah.

Melompat, angkat kaki seperti ini,

- lalu mendarat seperti ini. - Sisi itu dahulu. Baiklah.

- Untuk kaki kananmu. - Baiklah.

- Melompat tinggi. - Tinggi.

Ya, benar.

Seperti ini, bukan?

"Dia tidak pernah melihat sendi seperti sendi Sang Yun"

- Aku berhasil. - Lakukan sekali lagi.

- Benarkah? - Sang Yun.

- Sekarang, pakai kaki kirimu. - Kaki kiriku?

- Ini akan membuatku bingung. - Pakai kaki itu untuk...

"Antusias"

Benar. Angkat lututmu lebih tinggi. Lebih tinggi.

"Dia memang pemenang Anugerah Pendatang Baru"

Dia hebat.

"Ini menarik"

"Aku tidak pernah menyangka bisa tampil di acara ragam"

"Kini dia bahkan menguasai tari topeng tradisional"

"Kami bangga melihat dia bertumbuh menjadi bintang acara ragam"

Teman-teman, cobalah. Lebih sulit dari dugaan kalian.

- Ya, ini sulit. - Bukan hanya aku yang aneh.

Cobalah. Cepat!

- Tidak, kami akan... - Kubilang cobalah.

- Tidak, masing-masing kita punya... - Cobalah.

- Masing-masing kita coba hal lain. - Kalian harus merasakannya.

- Cobalah. - Peran masing-masing kita berbeda.

Cobalah.

- Pahaku sakit sekali. - Peran masing-masing kita berbeda?

- Apa? Yang mana? - Dengan kaki kirimu.

Lompatan vertikal dengan kaki kiri. Ya, benar. Angkat.

Ini tidak semudah dugaanmu.

Lihat? Ini...

"Terjatuh"

Kubilang ini tidak mudah.

"Kenapa ini begitu sulit?"

Lihat itu.

Lihat? Sudah kubilang.

- Kelihatannya sangat canggung. - Teman-teman, kurasa otot

di pahaku robek. Aku serius.

Aku bisa merasakan darah mengalir di pahaku sekarang.

"Latihan paha terbaik"

Aku bisa merasakan setiap pembuluh darah di pahaku.

Benar. Aku hanya melakukannya beberapa kali, tapi kelelahan.

Sejauh ini, aku hanya menunjukkan latihan pemanasan.

"Pemanasan yang tidak berakhir"

- Sekarang, ayo keluar. - Apa?

Kita akan keluar?

"Cuacanya dingin"

"Kita akan keluar lagi?"

Melihat lapangan ini saja membuatku takut.

- Mereka menyiapkan banyak hal. - Benar, bukan?

Tunggu. Aku melihat hal yang membuatku cemas.

Apa itu?

Ada hal yang kuharap aku tidak melihatnya.

Ada lima.

Monster beroda dua.

- Monster apa itu? - Sepeda menunggu kita.

"Ban yang tampak berat dan kasar"

- Ada lima sepeda. - Itu ban?

Ini sungguh gila.

"Sepeda dan ban berarti"

Apa yang terjadi?

"Haruskah kami bersiap untuk pelatihan kamp militer?"

Haruskah kami membawa pelampung, maksudku ban?

Sebelum kita memulai pelatihan ini,

apa yang kalian lakukan pada hari ini setahun yang lalu?

"Pertanyaan yang tidak terduga"

- Hari ini setahun yang lalu? - Hari ini setahun yang lalu?

"Dahulu?"

- Dahulu... - Aku sedang syuting

drama yang kubintangi. Aku ada di lokasi syuting.

Aku juga baru mulai syuting drama,

tapi entah hari itu aku ada syuting atau tinggal di rumah...

- Apa itu Olimpiade Musim Dingin? - Benar.

Mungkin aku menonton salah satu dari dua pertandingan.

Benar. Jika dipikir-pikir, itu selama PyeongChang 2018.

- Benar. - Apa kegiatan kalian hari itu?

Itu sehari sebelum pertandinganku. 500 meter...

"Hari ini setahun lalu adalah sehari sebelum pertandingan Olimpiade"

- Benarkah? - Sehari sebelum pertandinganku.

"Bulan Februari 2018"

"Final seluncur cepat hampir dimulai"

Aku ingin menunjukkan latihanku untuk pertandingan.

- Kamu berlatih sehari sebelumnya? - Tentu saja.

"Tuan Lee menyiapkan latihan yang teliti"

Hal yang kamu tunjukkan sejauh ini pasti bagian dari program latihan.

Benar. Ini program latihan yang kami ikuti

dalam persiapan untuk Olimpiade Musim Dingin.

Karena ingin memenangi medali emas, kamu terus

- memaksa dirimu. - Benar.

Itulah sebabnya kukatakan tidak ada yang gratis dalam hidup.

- Usaha tidak pernah mengkhianati. - Benar.

Jadi, kembali pada masa itu, "Tidak ada yang gratis dalam hidup"

berarti kamu harus giat berlatih untuk pertandingan besok.

- Benar, pelatihan ini. - Itulah maksudmu, bukan?

Ya. Sebenarnya pelatihannya

- jauh lebih intens. - Benar, pasti lebih intens.

Tapi aku ingin memberi tahu kalian latihanku agar memenangi medal.

Aku ingin menunjukkan prosesnya.

Pertama, ini bagian dari program pelatihanku.

Aku harus naik sepeda dengan ban yang diikatkan ke sana.

- Begitu, ya. - Ini bagian dari pelatihanku.

"Gesekan menggandakan berat ban"

Kamu pernah melakukan ini? Kurasa kamu tidak pernah menarik ban.

Untuk apa aku menarik ban?

Kita melakukannya selama latihan lapangan.

- Sungguh? - Ya, lari estafet.

- Benarkah? - Ya, sungguh.

Kamu tidak menarik ban dan membawa perahu di hari lapangan?

- Tidak. - Benarkah?

Kami selalu melakukannya.

Senjataku adalah mikrofon.

Rekan prajuritku, pertahankan!

"Pewara Sersan Yang Se Hyeong"

Aku Pewara Yang Se Hyeong.

Kekasih hari ini, keluarlah!

Aku bekerja untuk Agen Media Pertahanan.

Aku tahu ban-ban ini

- punya berat yang berbeda. - Beratnya berbeda.

Aku menetapkan peraturan.

Pertama, berputarlah sepuluh kali.

Lalu pemenangnya

boleh memilih ban yang paling ringan. Kita akan melakukan itu.

Kalau begitu, kamu mau berputar bersama kami, Nyonya?

Tidak, hanya kalian berempat. Aku akan mengambil yang tersisa.

- Begitu, ya. - Apa pun yang tersisa.

Jika kebetulan ini yang tersisa, aku harus menariknya.

"Dia tidak keberatan dengan ban 15 kg!"

Benar.

Tapi jika begitu, kami...

Kami tidak benar-benar bisa menarik ban yang lebih ringan.

- Kenapa? - Kamu majikan kami.

- Benar. - Kalau begitu, kami akan mengambil

- ban mana pun yang kami mau. - Kamu tidak keberatan?

- Ya, akui tidak keberatan. - Baiklah.

"Ini bukan apa-apa"

Di sini?

- Dari sini? - Tidak, jauh di belakang.

Kita harus memulai dari sana.

"Ini akan menentukan apa paha mereka bisa selamat"

- Sepuluh kali, bukan? - Ya, berputar sepuluh kali.

"Persis seperti sang majikan tepat setahun yang lalu"

Berputar sepuluh kali. Jarak sejengkal kaki. Sudah siap?

Bersiap.

Kakiku sakit sekali.

Apa boleh buat? Tahan saja rasa sakitnya.

Bersiap.

"Tidak ada yang gratis dalam hidup"

"Kamu harus menanggung rasa sakit untuk mengambil pelampung"

Bersiap, mulai!

Satu, dua, tiga, empat.

"Kepala manusia berputar tanpa henti"

"Aku harus berputar dengan cepat"

"Untuk mengurangi beban yang harus kutarik"

Empat, lima, enam, tujuh,

delapan, sembilan, sepuluh.

"Perbedaan 0,01 detik"

"Akan menentukan pemenangnya"

"Siapa yang akan memenangi medali emas?"

"Berlari"

"Aku terlambat"

"Kamu keluar jalur"

Aku menuju ke mana?

Aku menuju ke mana?

Astaga.

"Kesalahan sistem navigasi"

Tamatlah riwayatnya.

"Dia menyerah"

"Dia datang terakhir dalam keadaan loyo"

"Apa yang terjadi pada ketiga pria yang memulai lebih awal?"

"Seung Gi dan Seong Jae, ban sepeda. Se Hyeong, pelampung"

"Selagi pesaingnya berlari menuju ban sepeda"

"Se Hyeong memegang pelampung dengan mudah"

"Seong Jae mengalahkan Seung Gi"

"Tapi Seung Hi berlari dalam kecepatan penuh"

"Siapa yang akan berhasil mengambil ban sepeda?"

"Maaf"

"Ini milikku"

Ini milikku.

Aku menang!

Aku menang lagi!

- Astaga, Se Hyeong. - Aku menang dengan mentalitasku!

Yang Se Hyeong, 100 dari 100!

"Aku 0 dari 100"

- Dia sungguh hebat. - Dia sangat cepat.

Kamu memang Pak Skor Sempurna.

Dia sangat hebat.

Kenapa aku beputar dengan lamban?

"Aku tidak paham secara fisika"

Karena kamu kehilangan keseimbangan dan berlari ke arah lain.

Setelah sekitar tiga putaran,

paha kananku mulai terasa sangat sakit.

Tapi aku memikirkan ini. "Sekarang aku harus menahannya."

Benar.

"Aku harus mengatasi ini untuk meneriakkan '100 dari 100' lagi."

- 100 dari 100! - Itulah yang kupikirkan.

- Benarkah? - Aku bisa meneriakkannya lagi.

Kamu mendorongku.

"Aku membencimu, Seung Gi"

Itulah strategiku.

Aku hanya bisa melihat Seong Jae dengan jaket merahnya.

Aku berpikir, "Aku harus mengalahkan dia."

"Aku harus mengalahkan pria itu."

"Dia sangat mengingimkan ban sepeda."

Aku tanpa sadar mendorong dia dengan sikuku.

- Sikumu? - Kamu mendorongnya?

Baiklah!

Kita akan melakukan lima putaran.

Ini akan mudah bagi kalian berdua, bukan?

Aku melakukan ini selama satu jam pada hari Selasa dan Sabtu.

"Perlombaan 60 menit yang kejam"

"Program pelatihan Taereung yang sangat intensif"

"Seong Jae dan Sang Yun"

"Mengikuti perlombaan dengan kondisi yang sama"

Bersiap.

"Tapi kedua pria ini melakukannya dengan cukup mudah"

Mulai.

"Mereka memulai pelatihan seperti sang majikan setahun lalu"

Aku tidak bisa melaju cepat.

Baiklah.

- Ayo, teman-teman! - Aku sungguh tidak bisa cepat.

Ini sangat sulit.

Itu berat. Aku tahu itu sangat berat.

Apa?

"Ini sangat lamban"

Koefisien gesekan statis

dan gesekan kinetik berbeda.

"Koefisien gesekan statis dan gesekan kinetik berbeda"

"Makin tinggi gesekan, ban akan makin berat"

"Kami tidak tahu artinya"

"Tapi kami jelas kesulitan di sini"

Ini sangat sulit.

"Rasanya seakan seseorang menarikmu dari belakang"

"Mereka menyadari sebanyak apa keringat yang harus dia keluarkan"

Ini sungguh...

"Mereka menyadari sebanyak apa keringat yang harus dia keluarkan"

"Nyaman"

"Perlombaan yang sangat intensif berlanjut"

"Bahkan dengan ban seberat 15 kg"

"Dia bisa mengayuh dengan stabil"

"Rahasianya adalah"

"Terus melatih pahanya sepanjang tahun"

"Ini sangat mudah"

"Aku tidak menyangka rasanya sesulit ini"

"Saat itu"

"Sampai jumpa"

"Dia mengalahkan Seong Jae"

Tunggu, Seung Gi!

"Seung Gi dan Se Hyeong mengalahkan dua orang lainnya"

Tunggu, Seung Gi!

Tunggu!

"Teman-teman, kalian akan meninggalkan aku?"

Tunggu!

"Aku tidak menyangka sebuah ban bisa seberat ini"

"Dia sendirian"

Ini seru, tapi melelahkan.

Ini sangat melelahkan.

Hari yang indah.

"Saat kelelahan, aku menatap ke langit"

Lihatlah pemandangan yang indah.

- Ini sangat sulit. - Aku menikmati ini sekarang.

"Sang Yun juga menjadi lebih lamban"

"Kesulitan"

Nyonya!

Pahaku sakit sekali, Nyonya.

Tidak.

Ada satu putaran lagi. Kita harus melanjutkan.

Pahaku sakit sekali!

"Menangis"

Pahaku sakit sekali.

"Seong Jae, kamu pasti kelelahan"

"Kedua pria ini belum menyelesaikan pelatihan"

"Aku tidak sanggup melanjutkan"

Pahaku sangat sakit.

- Aku sudah selesai. Kamu melihatku. - Kalian kelelahan.

"Hanya sang majikan yang bersepeda dengan lancar"

"Aku tidak boleh menderita sendirian"

- Se Hyeong. - Ya?

- Cobalah melakukan satu putaran. - Bukankah ini terlalu intens?

Pahaku sakit sekali.

Putaran pertama bisa dilakukan, tapi...

"Seung Gi dan Se Hyeong akan mencoba"

- Awalnya tidak masalah. - Bebanya terasa makin berat.

- Aku akan mencobanya. - Itulah sebabnya

- Aku akan mencobanya. - kamu tidak boleh melaju cepat

di awal jika menarik ban.

- Ya, putaran pertama melelahkan. - Benar.

Jangan melakukannya.

Ini...

Kamu tidak boleh melaju cepat.

- Kamu bisa melakukannya di awal. - Ya.

Kamu bisa melakukannya di putaran pertama.

- Tapi dari putaran kedua... - Dari putaran kedua...

Kamu baik-baik saja?

"Jangan bicara padaku"

Saat inilah kamu merasakannya.

- Begitu kamu melewati titik ini. - Kamu mulai merasakannya.

Ini sulit.

"Se Hyeong langsung menyerah"

Tapi ini...

Aku selesai untuk hari ini.

Ini sangat sulit.

Dia sengaja terjatuh tepat di depan kamera.

"Dan dia sengaja melirik ke kamera"

- Tidak ada yang gratis. - Dia bisa saja

- Tidak ada yang gratis dalam hidup. - terjatuh di sebelah sana.

- Astaga. - Ini sungguhan.

- Intens, bukan? - Lihatlah dia bersikap pintar.

- Kami melakukan ini selama sejam. - Cut, baiklah.

"Dia melakukan latihan berat ini selama satu jam?"

- Dia melakukan ini selama satu jam. - Ya, selama satu jam.

Nyonya, aku tidak bisa berjalan dengan benar.

"Sempoyongan"

Nyonya, aku tidak bisa berjalan dengan benar.

Kaki kalian pasti terasa ketat.

"Dia tidak punya tenaga untuk bicara"

Bagus, semuanya.

Kalian lihat itu?

"Kehilangan keseimbangan"

Kakiku loyo.

"Tubuhku serasa melayang"

Kakiku terasa lemas.

"Terlalu awal untuk mengeluh"

Nyonya, kakiku sangat bengkak.

Benar, bukan? Tapi aku tahu

kalian akan bangga pada diri sendiri jika terus melakukan ini.

- Benar. - Jadi, bertahanlah.

Masih ada bagian terakhir dalam pelatihan ini.

- Pelatihan sirkuit. - Begitu, ya.

"Kaki Seong Jae sangat lemas"

Astaga.

Hari ini sangat melelahkan.

Kalian akan kram saat bangun besok.

"Kami sudah menderita, tapi masih ada pelatihan lagi?"

Tidak ada yang gratis dalam hidup.

Tepat hari ini setahun yang lalu,

aku menunggu babak final. Sehari sebelum final.

Cobalah memahami posisiku. Bagaimana perasaanmu di hari itu?

Anggaplah hari ini sehari sebelum final.

Aku akan memikirkan apa lagi yang bisa kulakukan.

- Ya. - Benar.

Aku melakukan ini dengan pikiranku pada hari itu,

- setahun yang lalu pada hari ini. - Benar.

- Jadi, mari bersemangat. - Tentu saja. Semangat.

Apa bagian terakhir dalam pelatihan ini?

Aku akan menunjukkannya dahulu.

- Ada empat bagian. - Nyonya.

Satu, dua, silang.

"Langkah Pertama, Latihan jalan menyamping"

- Satu langkah, dua langkah. - Satu, dua.

Sudut ini penting. Sudut ini.

- Seperti ini? - Silangkan kakimu.

Pergelangan kaki harus menjadi seperti ini.

Seperti teknik menikung dalam seluncur cepat.

Kalian tahu itu, bukan? Ya, benar.

- Bagaimana dengan tangan? - Itu tidak perlu.

Gerakan tangan tidak perlu?

Bukan begini. Jangan melakukan ini.

Sudutnya penting.

Langkah kedua, latihan tangga.

Dua anak tangga sekaligus.

Kami harus melompat seperti itu?

Ya, dua anak tangga sekaligus.

"Mereka tercengang"

Pakailah kedua kakimu. Lompati ini dengan kedua kaki.

"Langkah Ketiga, Latihan lompat menyamping"

- Lompati dengan kedua kaki. - Baiklah.

- Begitu, ya. - Gunakan kedua kaki.

Saat kamu melompati kotak,

jangan melompat seperti ini.

Kamu harus membungkuk.

- Membungkuk seperti ini? - Ya.

- Mendarat dahulu, bukan? - Ya, seperti gerakanku tadi.

Seperti ini.

Kamu melompat dengan mudah.

- Inilah yang kulakukan. - Satu, dua.

- Satu, dua, tiga. - Satu, dua. Aku biasa lakukan ini.

Kalian tidak perlu melakukannya seperti ini.

"Hari ini, mereka cukup melompat"

Itu saja.

Kita akan melakukan lima set.

- Lima set? - Lima set?

Tidak ada yang gratis dalam hidup.

Usaha tidak pernah mengkhianati.

- Baiklah. - Semangat!

Mari mulai.

"Terus-menerus mengulangi latihan yang berat"

Semangat!

Mari mulai.

"Hanya pengulangan tanpa akhir"

Bersiap.

"Yang akan terpatri di tubuhku"

Mulai!

"Pelatihan sirkuit dimulai"

Satu, dua!

Satu.

Dua.

Tiga.

"Guna memberinya 100 dari 100"

"Dia berkali-kali mengulangi pelatihan sirkuit ini"

"Akankah keempat pria ini juga bisa memberi diri mereka 100 dari 100?"

"Mereka seperti anggota tim nasional"

- Satu. - Satu.

"Mengerang"

"Artinya dia kelelahan"

"Astaga"

"Artinya dia juga kelelahan"

- Semangat! - Astaga.

Aku sudah kelelahan.

"Perjalanan mereka masih panjang, tapi sudah kelelahan"

- Tidak ada... - Tidak ada yang gratis dalam hidup.

Ada yang gratis!

Ada yang gratis!

Gratis.

Gratis.

"Bahkan Seung Gi yang energik mengalami kesulitan"

Gratis.

"Tapi sang majikan masih bersemangat"

"Disiplin sempurna, persis seperti panduan"

"Rahasia perlombaan hebat"

"Adalah pelatihan tanpa hentinya"

Aku menyusulmu.

"Nyonya, jangan siksa kami"

Semangat!

"Mereka menyelesaikan dua set"

"Dia melompat dengan satu tangan memegang dinding"

"Mengerang kesakitan"

"Satu per satu"

"Kumohon"

"Bantulah aku"

"Rasanya makin sulit"

"Dia melambaikan tangan untuk meminta bantuan"

"Dia nyaris tidak bisa melompat karena kelelahan"

"Dia sungguh bekerja keras"

Se Hyeong melakukan ini dengan setengah hati.

"Aku ingin bekerja lebih baik"

"Tapi tubuhku sangat loyo"

Nyonya Lee, Seong Jae berjalan.

- Apa? - Seong Jae berjalan.

Jangan.

All

the Butlers.

"Terhuyung-huyung"

"Mereka menyelesaikan set ketiga latihan sirkuit"

"Sempoyongan"

Seong Jae, aku datang.

Seong Jae, aku datang.

"Aku juga datang"

"Seong Jae bergegas"

Ada antrean.

"Kemacetan lalu lintas di daerah Seong Jae-Seung Gi-Sang Hwa"

Seong Jae, aku datang.

Seong Jae.

"Aku juga datang"

"Lancar, macet, lancar"

"Kapan ini berakhir?"

Aku tidak akan mengikuti Olimpiade.

Aku tidak akan mengikuti Olimpiade.

Ini semangat Olimpiade. Kita bersatu.

Semangat.

"Terjatuh tujuh kali, tapi bangkit sambil menggertakkan gigi"

"Mereka maju dengan segenap upaya"

"Menghadapi batas dan melampauinya"

"Untuk melompat ke 100"

All the Butlers.

"Empat dari lima latihan sirkuit"

Ini putaran terakhir.

- Tidak ada... - Yang gratis.

Ini hari keberuntungannya.

Dia luar biasa.

"Walau tampak kacau"

"Keempat pemuda ini pantang menyerah"

- Aku berhasil! - Aku sudah selesai.

"Latihan sirkuit dengan intensitas sangat tinggi telah usai"

Sudah usai.

"Dia tidak punya kekuatan untuk berdiri"

"Terjatuh"

"Pelatihan kejam akhirnya usai"

Tidak ada waktu untuk berbaring. Cepat berdiri.

- Apa? - Masih ada kegiatan lain.

- Masih ada lagi. - Apa yang akan kita lakukan?

- Cepat. - Apa yang akan kita lakukan?

Satu, dua.

Satu, dua.

"Menerawang jauh"

"Aku merindukan ibuku"

Ayo, semuanya.

Jika kamu berbaring setelah berolahraga,

otot kalian akan tetap tegang.

Kalian harus terus bergerak.

- Benarkah? - Aku tahu ini sulit.

- Ini terlalu sulit. - Tidak.

- Kamu harus bergerak. - Aku bisa bergerak di tempat.

"Tarian pengenduran otot"

- Aku sungguh menghormatimu. - Bukan apa-apa.

Sungguh, tidak ada yang gratis.

- Benar, bukan? - Aku mempelajarinya secara fisik.

Benar, bukan?

Berapa skor yang akan kamu berikan untuk dirimu?

Aku yakin berhak mendapat minimal 93.

Kamu masih kurang 7 poin?

Aku masih sedikit kurang, tapi meningkat 5 poin.

Dengan kesulitan ini.

- Kalau Seong Jae? - Aku...

- Menurutku 70. - 70?

- 70? - Menambah 20 poin

- adalah lompatan besar. - Skornya?

Kalau kamu, Se Hyeong?

Skorku menurun.

- Kenapa? - Mungkin 97 atau 98?

Kenapa?

Dia pantas mendapatkannya.

- Dia tidak melompat dengan benar. - Benar.

- Kamu juga menarik pelampung. - Dia juga menarik pelampung.

Jika masalahnya adalah kekuatanmu, turunkan skormu.

Aku akan mengurus hidupku sendiri.

- Baiklah. Aku menerimanya. - Baiklah.

Aku memberi diriku skor 91. Aku menambahkan 11 poin.

Lompatan yang besar.

- Benar. - Dalam sisa 20 poin,

kurasa aku berhak mendapat lebih dari separuh.

Namun,

- aku masih kurang. - Masih?

Hari ini kami hanya melakukan latihan fisik.

Pasti masih ada lebih banyak pelatihan nanti.

"Kenapa kamu mengatakan hal semacam itu?"

Kami sudah selesai untuk hari ini? Kami boleh beristirahat?

Ada satu hal terakhir.

- Hal terakhir. - Hal terakhir.

"Lagi?"

Hari ini sungguh melelahkan.

"Pelatihan mental yang lebih buruk"

"Daripada pelatihan fisik dimulai"

"Menggelengkan kepalanya"

Dia tangguh.

"Sang majikan yang tangguh melampaui dugaan mereka"

"Sangat sulit"

"Benarkah kamu baik-baik saja, Nyonya Lee?"

"Dia mengakui perasaannya dengan tenang"

"Dia tidak mampu menanggung beban mahkota"

"Tanpa menjadi tangguh"

"Saat mengunjungi stadion setahun yang lalu"

"Dia masih bisa mendengar sorakan untuknya dengan jelas"

"Dan merasakan penderitaan yang lebih jelas"

"Tekanan untuk menjadi yang pertama"

"Dia berlari sambil menggertakkan gigi"

"Sebuah video melemahkan ratu es yang tanpa ekspresi wajah"

"Beban Mahkota"

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.