All language subtitles for ycyk-dramaserial.tv-the-dark-kingdom-2019-movie XX

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Dia terlihat antusias.

Aku sangat antusias karena aku suka barang berserakan.

Dan perang melawan barang berserakan itu suatu perjuangan yang tak pernah selesai.

Aku mau semua jadi lebih simpel. Aku tak tau caranya.

Dengan hadirnya bayi, pasti akan lebih kacau.

Ya Tuhan. Terlalu banyak barang di sini.

Halo. Aku Marie Kondo.

Misiku adalah: Berbagi kebahagiaan pada dunia melalui bebenah.

Ding!

Pengarang terlaris, dan ahli bebenah terkenal di dunia,

Marie Kondo mendedikasikan dirinya untuk menginspirasi dunia memilih kebahagiaan

dengan metode KonMari.

Metode KonMari itu unik

karena aku menata menurut kategori ketimbang lokasi.

Pada Metode KonMari, kami punya lima kategori dalam urutan khusus.

1 BAJU

Tanganku tak sampai.

Kemudian, buku.

Goyang dan bangunkan mereka.

Lalu, kertas.

Aku tak bisa merapikannya.

Kategori terbesar yaitu komono.

Komono adalah dapur, kamar mandi,

dan garasi. Semua yang bermacam-macam.

Terakhir, barang sentimental.

Sangat sulit melepasnya, karena ini kesukaannku.

Rasanya sulit, dan aku tak mau begitu saja,

membuangnya.

Tapi, aku ingin bijak soal itu.

Sejak kedatangannya ke rumah kami,

kehadirannya sangat terasa.

Dan dia ingin melihat tempat ini berubah.

Marie membawa banyak kegembiraan ke rumah kami.

Ini menakjubkan.

Kau imut, ayah. Aku mencintaimu.

Kau imut. Aku mencintaimu juga.

Ini seperti tangis kebahagiaan.

Terima kasih atas apa yang kau bawa kemari.

SERIAL ORIGINAL NETFLIX

LOS ANGELES

Satu, dua, tiga. Penjara!

Dadah.

- Satu dua, tiga empat, lima enam... - Apa kau menyebut namaku?

...delapan, sembilan, sepuluh, sebelas.

Tidak!

Tidak!

- Biayanya 3... 440. - Ini 440.

Kami adalah Mersiers. Nama panggilan kami The Fantastic Four.

Benar.

Dan anak kami menamakan itu karena

kami semua ramah,

kami semua sangat konyol.

Dan kita keluarga yang nyentrik. Kita melakukannya begitu saja.

Apa pun perasaan kita.

Apa persiapan kalian agar kita bisa sampai ke taman...

- Ya. - ...sebelum terlalu gelap.

Kalian sudah siapkan baju untuk ke taman? Tau letaknya?

- Tidak. Kau yang tau letaknya. - Kau tau?

Aku memeriksa... lemari...

Aku keluarkan semua, lalu kumasukkan lagi.

Untuk mencari celana.

- Aku tak bisa temukan pasangan kaos kaki. - Oke.

- Kau punya tugas. - Kita hentikan gimnya

karena aku tak mau kalian peroleh uang ekstra.

Jangan bikin papanku berantakan.

karena aku segera kembali dan memenangkannya.

Tidak, akulah yang hampir menang!

Dari Michigan, kami harus pindah ke tempat lebih kecil

berawal dari rumah empat tingkat dengan empat kamar tidur.

Sekarang tinggal di apartemen dua kamar.

Kau tau di mana letak celanamu?

- Ya, aku temukan beberapa. - Aku butuh celana pendek.

- Kau cuma punya satu celana pendek? - Kurasa aku punya tiga.

Di LA, aku memulai petualangan baru dengan seluruh keluargaku.

Kita ingin memanfaatkan peluang di sini.

Dulu di Michigan terkadang bisa jadi membosankan.

Jika kau seorang penata rambut,

kerjaannya hanya sedikit di Michigan.

Jika kau seseorang yang bekerja di bidang musik,

- lapangan pekerjaannya terbatas. - Benar.

Sudah kau temukan celana hitammu?

Kita takkan sempat lihat sinar matahari jika tak ketemu.

Aku serius.

Bu, kau tau di mana jaket pasangannya?

Kita sudah tinggal di sini selama satu setengah tahun.

Dan aku harus bilang...

belum terasa seperti di rumah sendiri.

Kita melakukan semampu kita, karena

tempat ini lebih kecil dari yang sebelumnya.

Tapi kita merasa stres di rumah, karena berantakan.

Mereka terpaksa jadi tertekan dan stres

karena hidup berhimpitan seperti ini.

Seperti siklus...

otak yang sudah kacau.

Itu harus dihentikan.

Aku tak mau hidup seperti itu.

Jadi, aku butuh bantuan.

Kita butuh bantuan.

Saat aku dan keluargaku pindah dari Jepang ke Amerika Serikat,

kami hanya membawa barang-barang yang membuat kami ceria.

Bagi keluarga Mersier,

tantangan baru mereka adalah mengurangi barang yang mereka punya,

agar muat di dalam rumah baru mereka.

TIDYING UP WITH MARIE KONDO

Lucunya!

Oh, hebat!

Tampilan desain apartemen orang Amerika sangat lucu.

Mungkin karena warnanya.

Halo.

- Hai, halo. - Halo, hai. - Hai! - Senang bertemu denganmu!

- Senang bertemu denganmu. - Aku Marie.

Senang bertemu denganmu.

- Aku juga. Halo. - Douglas.

- Iida. Senang bertemu denganmu. - Katrina.

Senang bertemu denganmu.

- Selamat datang. - Terima kasih. Kulihat sudah ada banyak alat musik.

- Apa kau main... - Ya. Aku musisi.

- Oh, ya. - Aku main piano, gitar.

Aku memainkan suaraku.

- Benarkah? - Dia yang, dia penyanyinya.

- Wah. Hebat. - Ya.

Jadi seluruh keluargamu dalam satu band?

Kita terlihat seperti itu, ya?

Tidak, aku tak ikut dalam band. Aku penata rambut,

- dan penata kostum mereka. - Wow.

- Dia yang memastikan kita makan. - Ya.

KELUARGA MERSIER

- Mari mulai dari... - KIta bisa keliling. Ini...

- ...ruang tamu. - Ya.

- Ini ruang serbaguna kami. - Ya.

Ini tempat kita makan,

juga menonton film, dan kita punya banyak koleksi DVD.

Oh. Jadi ini untuk musikmu?

Ya.

- Keren sekali. - Ya benar.

Keren sekali.

- Ini dapur kami yang sangat sempit. - Ya.

- Ini ruangan yang aku enggan masuk. - Ya.

- Ini yang membuatku frustasi, yaitu... - Ya.

...saat ingin mengambil gelas, tapi ada bumbu-bumbu di sini.

Berantakan sekali menurutku, dan... aku memilih keluar.

Ayah sama sekali tak masak.

Kau pernah memasak?

Tidak. Aku punya pengalaman buruk saat membuat oatmeal, lalu aku...

Tidak lagi.

Tapi aku pesan makanan dari luar.

- Mari ke kamar tidur. - Kamar tidur.

Jadi dia pakai almari ini,

dan aku cuma punya enam laci ini untuk menaruh semua barangku.

Celana dalam, kaos kaki...

- dan baju renang. - Ya.

- Apa kau ingat letak setiap barangnya? - Ya.

Hanya dia yang ingat di mana letak setiap barangnya.

Kami... meminta dia

untuk mencari pakaian khusus,

aku tanya "Di mana itu?", dia memberi tau.

Aku yakin kau sering kali ditanyai soal itu, ya 'kan?

Ya ampun. Dan mereka tak suka sikapku, karena terkadang aku...

Katrina punya beban berat menjaga rumah agar tetap rapi,

lalu membantu kami merapikannya, karena kami tak tau letak barang-barang.

Ini perjuangan sehari-hari. Aku di rumah sendirian,

dan pasti kubilang, "Hei, itu ada di mana? Aku butuh itu sekarang."

Lalu, "SMS ibu. Aku harus SMS ibu."

Dan sebegitunya

hingga aku terus mengulang sampai ia menjawab.

Begitulah aku bergantung padanya.

- Apa kau pernah melihat yang seperti ini? - Tiap hari.

Ya.

- Aku suka barang berserakan. - Benarkah?

- Benar. - Ya.

Kau tau?

- Ini sangat menarik bagiku. - Benarkah?

- Oh, syukurlah. Syukurlah. - Ya.

Aku mempersilakan anak-anak menunjukkan kamar mereka.

Jadi...

Oke, mari kita buka ini biar tahu betapa memalukannya

pakaian kami di atas sana.

Oh, aku tak sampai.

Biar aku saja.

Oh, baiklah! Hei!

Itu tugasku.

Terima kasih!

Ini punya KayCi, dan ini Nolan?

- Ya. - Ya.

Yang lucu dengan rak ini...

...jadi aku membelinya dan bilang, "Kau ambil dua rak."

Dia mengambilnya,

dan ini bisa untuk menaruh barang-barang kalian.

Jaga agar tetap rapi. Tapi mereka tak bisa temukan apa pun yang mereka cari.

Jadi, mereka akan menarik semuanya, lalu semua berserakan di mana-mana...

- Wow. - Ya.

Kurasa akan lebih baik jika mereka juga punya almari sendiri, nantinya.

Ya.

Setengah ruangan lainnya juga berantakan.

Tak ada sela.

Sulit bagiku untuk bisa merasa tempat ini selayaknya rumah.

Jadi mereka punya... banyak sekali di kamar ini,

karena kalau aku merapikannya,

mereka tak bisa menjaganya agar tetap rapi.

Tak apa, Bu. Ini karena...

- Aku berusaha terus. - Kau berjuang keras, aku tau, Bu.

Ya, dia yang menata barang-barang kami,

dan kami tak tau cara menjaganya tetap rapi,

jadi kalau kami membuatnya berantakan dia jadi sedih, dan juga aku,

karena aku merasa bersalah setelah membuatnya berantakan, jadi...

Aku merasa patut disalahkan

karena aku sang ibu, dan tugas ibu adalah menciptakan kenangan.

Tugas ibu membuat rumah serasa tempat tinggal.

Aku pegang itu sebagai prinsip, dan akulah yang bertanggung jawab.

Sudah jadi tanggung jawabku untuk mencuci,

pergi ke swalayan, mencuci piring, memasak,

dan aku harus bersihkan kamar anak-anak.

Tapi aku merasa seperti gagal di situ. Yang bagiku tidak benar.

Aku ingin..

ciptakan rumah yang layak mereka ingat.

Aku ingin mereka mengingat tempat di mana mereka merasa damai,

dipenuhi oleh cinta, dan dari sanalah mereka mendapat dukungan.

- Saat mereka tumbuh. - Benar.

- Maaf. - Oh, Ibu.

Mari kita tunjukkan ruangan lain.

- Ya. Aku tak apa-apa. - Mama.

- Aku tak apa-apa. - Ibu.

- Aku tak apa-apa. - Mama.

Tidak apa-apa.

Tampaknya Katrina

mengelola semua barang-barang milik keluarga.

Meski pun begitu,

melalui metode bebenah ala KonMari,

aku akan mengajari keluarga tersebut

cara bertanggung jawab atas barang-barang pribadi mereka.

Jadi, kita akan memulai proses merapikan dari sini,

tapi ada hal yang ingin kulakukan sebelum kita mulai.

Aku selalu memperkenalkan diri kepada rumah.

Wah.

Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang

Oke, hebat.

- Rumah ini sangat bagus. - Terima kasih.

Jadi, yang pertama adalah baju.

- Oke. - Baiklah. Mari kita mulai.

PELAJARAN 1, PENATAAN BAJU

Pertama, mari kita mulai dengan menumpuk

semua pakaian yang kau miliki.

Baju selimut!

Ya ampun.

Uh.

- Bajumu banyak sekali. - Sebenarnya...

Ya, dia punya lebih banyak dariku.

Tidak. Kau selalu bilang, "Aku tak punya baju."

Karena kondisinya selalu kotor.

- Semua sudah dikeluarkan? - Kita berhasil.

Wuuh.

Bagaimana perasaanmu melihat tumpukan ini?

Melihat baju miliknya sebanyak itu,

artinya selama ini aku tak mengajarinya untuk berhasil dalam hidup.

Dia 12 tahun, dia 11.

Seharusnya kita ajarkan ini sejak usia lima tahun, seperti kau.

- Sama sekali belum terlambat. - Itu dia.

Mulai dari sini, kita akan memilih pakaian yang ingin kau simpan,

dan yang ingin kau singkirkan.

Simpan baju yang hanya membawa keceriaan untukmu.

- Ya. - Untuk baju yang akan kau buang,

ucapkan terima kasih atas semua yang diberikannya padamu.

- Terima kasih. - Ya.

- Rasa syukur sangatlah penting. - Ya.

Telah begitu berguna bagiku.

Karena itu kuucapkan terima kasih.

Kau tau, gadismu takkan membuangmu.

Kenapa bisa aku belum pernah memakaimu?

Kau memberiku begitu banyak keceriaan. Ya Tuhan!

Untuk anak-anak, kalian tak punya laci,

jadi aku punya saran untuk kalian.

- Baiklah. - Oke.

PENYIMPANAN

Kita akan membuat tempat penyimpanan dari kotak sepatu ini.

tapi ini hanya untuk sementara.

Dalam kotak kosong, letakkan baju secara vertikal seperti ini.

- Wow. - Itu luar biasa.

Jadi, kalian belum punya almari di kamar, 'kan?

- Ya. - Ya.

- Kau bisa letakkan kotaknya di sana. - Oh, luar biasa.

Kemudian nanti kau bisa membeli almari atau...

Kau akan tau persis seberapa ruang yang diperlukan.

Dengan datangnya Marie untuk membantu kami, ini peluang

untukku untuk belajar cara menata,

dan mengurangi barang, sehingga akhirnya aku bisa

membuat tempat ini layaknya sebuah tempat tinggal.

- Dah. - Aku paham. Dah.

- Dah. - Kami menantimu. Jumpa lagi.

Ya.

- Ya. - Ya ampun.

Itu menakjubkan.

- Bisakah dia kembali? - Dia membuatku takjub.

- Aku tau. - Oh, ya Tuhan.

Mari kita kerjakan PR-nya.

Baik. Kita harus...

Jika kalian tak mengerjakan PR-nya, kalian takkan bisa tidur.

- Tolong pikirkan. - Jadi, mending selesaikan.

HARI KE 4

Apa semua ini kacamata renangku?

Turun. Berenang.

Kedengarannya kalian sedang bermain.

Ayolah, kerjakan dengan benar!

Oh, tidak, kenapa aku lakukan ini juga pada sepatu ini?

Kau apakan?

- Ini. - Bro!

Oh, tidak. Itu sepatu bagus semua.

Jordan pertamaku.

Tidak.

Bagaimana kawan? Kalian selesai?

- Hampir. - Ini masalahku.

- Kau tak boleh... - Selesaikan.

Kalian harus menyelesaikannya sendiri.

Kalian tak mau mengerjakannya sampai malam, 'kan?

Tidak.

Aku frustrasi karena barang-barang ini.

Aku ingin rumah ini terasa tempat tinggal bagi mereka.

dan kurasa harus aku yang mulai. Sungguh.

Dan akhirnya aku yang melakukan tugas mereka.

Menjadi seorang ibu sangat menuntut.

Aku merasa bertanggung jawab untuk...

mengurangi barang, bagaimana menyimpannya,

jadi semua menanyakan, "Di mana Ibu menaruh ini?

Di mana Ibu menaruh itu?"

Dan mereka tau, aku suka kalau bisa menjawab "Di sini"

karena aku tau dalam pikiran mereka, semua barang campur aduk

dan aku tau yang kuinginkan adalah ketenangan.

Aku mau berikan ke mereka.

Tapi, aku sedikit terganggu setiap kali mereka

menanyakan di mana letak semua barang-barang.

Aku ak sanggup.

Jadi aku ingin agar mereka tau itu.

HARI KE 9

Kita terlihat seperti sahabat.

- Marie, hai! - Hai!

Iida, hai!

- Senang bisa jumpa lagi. - Senang ketemu lagi.

Selamat datang.

Aku sudah tak sabar ingin ketemu denganmu hari ini.

Hujannya lebat sekali hari ini.

Andai aku bisa mengendalikannya.

Tema hari ini adalah barang pernak-pernik.

PELAJARAN 4, KOMONO

Biar aku yang ambil.

Ini kategori barang pernak-pernik.

Ada berbagai macam sub-kategori dalam kategori yang besar ini.

Triknya adalah memulai dengan sesuatu yang mudah bagimu.

Aku bisa taruh ini di sini, jadi kita bisa tau apa yang kita punya.

- Jadi itu seprai untuk KayCi? - Iya.

Tapi aku tak yakin apa melipatnya sudah benar atau belum.

Selama kau melipatnya tegak seperti ini, kau sudah benar.

SEPRAI KARET

Melipat seprai karet

tampaknya merepotkan banyak orang.

Seprai karet memiliki

karet gelang di dalamnya...

CARA MELIPAT

...jadi kau tak bisa melipat...

1 LIPAT MENJADI TIGA

...kedua sisinya secara bersamaan...

2 LIPAT JADI DUA

...tapi jangan khawatir.

ALMARI LINEN

Lipat kedua sisinya...

1 LIPAT LAGI JADI DUA

LACI DALAM

...ke tengah...

1 LIPAT JADI TIGA

membentuk persegi panjang.

2 SIMPAN DALAM POSISI TEGAK

PENYIMPANAN LACI KECIL

Apa pun cara yang dipilih

untuk melipat spreinya...

1 GULUNG

...waktu menyimpan di laci,

jika kau simpan dalam posisi tegak,

akan terlihat rapi.

Jadi, aku ingin mengajari keluarga agar berhasil dalam hidup,

Jadi aku membutuhkan saranmu, karena kau sudah mandiri, 'kan?

Apa mereka tetap menjaga keadaan rumah seperti kau dulu

selalu teratur, dan sebagainya?

Ya, dalam keluarga, tiap anggota memiliki tanggung jawab atas ruangannya sendiri.

- Tapi soal penatu, itu keahlianku-- - Ya.

- Aku yakin saat ini makin menumpuk. - Iya. Ya Tuhan.

Aku ingin bertanya, saat pertama bertemu denganmu

aku lihat tugas bersih-bersih dan merapikan menjadi tanggung jawabmu.

Menurutmu dengan proses ini akan merubah semua?

Kurasa mereka akan lebih proaktif

karena sekarang mereka sudah tahu di mana letak barang mereka.

Dan ketimbang aku yang mencarikan,

kurasa sekarang aku bisa tinggal memandu mereka,

dan bukan aku yang melakukannya.

- Kalian hidup bersama-sama. - Ya.

Penting agar tiap anggota keluarga merawat tempat mereka,

barang-barang mereka, tapi tak hanya itu, kalian perlu saling membantu.

Sebelum Marie datang, aku belum mengajari diriku sendiri agar berhasil sebagai ibu.

Aku terlalu banyak membantu mereka.

Alih-alih mengatur rumah tangga, aku justru mengerjakan semua.

Usahakan sekuat tenaga agar semua lancar, yang kuat dan tangguh. Dan rasa cinta jadi berkurang karena...

tak ada seorang pun mampu mengerjakan semua.

Jadi, Marie benar.

Kita harus bekerja sama sebagai keluarga.

Aku suka dengan ide pembagian tugas.

Yaitu memberi mereka tugas yang jadi tanggung jawab mereka.

Tapi, aku cemas soal cara mengaturnya,

karena mereka yang memilah-milah, dan aku yang bantu mengaturnya, jadi...

Sangat bisa dimengerti jika kau ingin membantu, dan membuat

ruang penyimpanan mereka, tapi alangkah penting

jika kau mengingatkan mereka di mana letak tiap barang,

agar mereka mulai belajar.

Untuk membuat-- Ya. Aku setuju.

Aku akan memakai cara itu, dan...

Aku yakin takkan ada masalah.

Mereka suka kerja sama tim, jadi, tentu.

Terima kasih ilmunya.

Terima kasih.

HARI KE 10

Aku mau isi ember ini,

- Ya. - dengan apa saja.

Bawa ini keluar, jadi kita bisa kerjakan bersama-sama.

Baiklah.

- Bisa jadi gawat... - Nolan! KayCi.

Tenanglah.

Setiap orang ambil satu barang, biar cepat selesai.

Aku yang telah membawa kita dalam masalah ini,

Biar aku yang mengatasinya. Kurasa inilah kesempatanku

untuk menebus diriku sendiri, dan untuk membantu keluarga.

Jadi aku antusias.

- Yei... - Kamar mandi sudah bersih.

Apa perasaan kalian? Sadarkah itu semua ada di sana?

Aku tau kalian tak tau...

letak sebagian barang-barang ini.

Ini barang-barang yang selalu kalian tanyakan.

- Ya. - Jadi setelah kita lakukan ini,

aku akan tau di mana ini semua,

dan yang lebih penting, kalian akan tau di mana letak barang ini.

Oke.

Aku ingin belajar di mana seharusnya meletakkan barang.

Tapi di saat yang sama aku suka jika ibuku

tau di mana letak semuanya,

karena aku tak perlu terlalu memikirkannya.

Itulah sifat pemalas dalam diriku.

Dengar, kalian sendiri yang akan menjaga barang-barang ini,

dan mencari tempat menyimpannya.

- Apa kau punya semua bagiannya? - Ya.

- Ada alat rajut di sini. - Iya. Oh, tunggu, aku tau itu.

Biar aku jelaskan pola hidup yang baru.

Jika kau buka ini, dan melihatnya di sini,

kenapa tak kau ambil, lalu letakkan di tempat semestinya?

Aku sebelumnya tak tau caranya.

- Jadi, Ibu tanya... - Sekarang tau.

...apa ini punya tempat sendiri?

- Ya. - Di mana?

Di dalam laciku.

Pada akhir proses ini, aku ingin anak-anakku,

suamiku dan aku sendiri, aku ingin keluarga kami

mengetahui cara mengatur,

agar merasa memiliki sebuah tempat tinggal dan bukan sekadar rumah.

HARI KE 12

- Douglas. - Aku sedang rileks.

Kau bisa lakukan apa saja.

Tapi, ketahuilah, kita masih punya tugas.

Hei. Hei!

KATRINA MENELEPON

Saat aku masuk, aku kaget, "Ada apa di sini?"

Semuanya berantakan.

Itu sampah.

Semuanya sampah. Kotak di bawahnya juga sampah.

Kau bisa membuang semua sampah itu, tadi aku tak melakukannya,

Aku mencintaimu, karena tadi turun hujan.

Baiklah. Oke, terima kasih. Kuhubungi lagi nanti.

Tugas di rumah. Kita semua melakukan bersih-bersih.

Kita semua mencoba melakukan sendiri...

Apa?

Ayah tak ikut bersih-bersih?

Ayah tak membersihkan kamar mandi. Tak membersihkan dapur.

Tak sebanyak kalian.

- Oke, tunggu. - Itu-- Ya, kami lebih banyak.

Ayah mau bilang, kalian bersihkan area-area itu melebihi ayah.

Tapi ayah bersih-bersih saat kalian tidur.

mengambil tas kalian, mengambil kaos kaki,

mengambil sepatu kalian.

- Menyapu. - Aku anggap itu sebagai 'perbaikan diri'.

Ya. Aku mendengarnya.

- Kau kaget! - Kalian bekerja dengan baik di sana?

- Ya. - Iya.

Ayo mulai kerja.

- Aku mengambil surat, membuang sampah. - Tulis itu.

- Mendaur ulang. - Oh, kau mengambil surat?

Ya, aku mengambil surat.

Aku menertawai kalian berdua.

Itu semua hanyalah, bohong.

Cuma bohong.

Ya ampun.

- Aku sangat senang kau membantu. - Ya.

Kembalikan ini.

Tidak, aku mau mengelap piring.

Aku takkan mengelap piring bersih pakai lap ini.

- Oke. Aku paham. -...karena ini kotor.

Aku merasa bersalah karena Katrina melakukan sebagian besar pekerjaan rumah.

Itu salah satu alasan mengapa aku mencoba lebih aktif,

dalam bersih-bersih, pekerjaan dan tugas rumah.

Aku bisa menata barang-barang yang kurasa mudah,

tapi ada hal-hal tertentu yang aku merasa belum percaya diri.

Tempat ini kusisakan untukmu. Kau bisa menaruhnya di sana. - Aku tak mau. - Atau kau bisa menaruhnya di sana.

Apa yang Ayah mau?

Tak apa. Aku mau menaruhnya--

Bagaimana aku bisa mengambil dan mengeringkannya?

Tidak. Tak usah cemas.

Aku bersyukur dibantu oleh keluargaku,

meski mereka masih perlu banyak belajar.

Kurasa keluargaku sudah memulainya dengan baik.

Hai, halo.

- Ini Marie. Hai! - Hai!

- Marie! - Hai! Masuklah!

Sudah lama sekali.

- Lama sekali. - Kami merindukanmu.

Kita akan kerja bareng di dapur.

- Bareng-bareng. Baiklah. - Ya.

Douglas, aku ingin kau mengerjakan barang sentimental, kategori terakhir.

Aku tau kalau semua barang yang sudah kamu pilah-pilah

sangatlah sulit di lepas. Selama itu,

kau telah berhasil mengasah kemampuanmu mengambil keputusan,

kau harus percaya pada kemampuanmu memilah barang sentimental.

- Aku akan mulai mengeluarkan semuanya. - Mulailah.

Mulai prosesnya. Terima kasih.

- Baik. - Semoga berhasil.

Benar. Aku butuh doa itu.

- Semoga kau berhasil juga. - Doakan aku. Baiklah.

- Aku gugup. - Semoga berhasil. Dia takut.

Jadi, barang yang sentimental,

kita akan mencoba menggolongkannya untuk setiap individu.

Jika kalian temukan sesuatu milik ibu,

letakkan di tumpukan milik ibu.

- Mengerti? - Ya.

Tidak. Terima kasih.

Baunya enak.

Kantong sampah di Amerika luar biasa!

Baunya enak. Kantong sampah orang Amerika baunya enak.

Lemari ini kelewatan sekali. Sulit untuk digapai.

Selanjutnya, mari kita coba menyimpan barang yang jarang dipakai

di tempat yang sulit diraih seperti itu.

LEMARI DAPUR

Saat memanfaatkan lemari dapur,

pada area yang mudah diakses, simpan barang yang sering digunakan

seperti piring, gelas dan mug.

Di rak paling atas,

simpan barang-barang yang jarang dipakai, seperti piring musiman,

dan piring untuk tamu.

Piring kertas dan sedotan juga barang yang jarang digunakan.

Jenis barang- barang seperti ini bisa menjadi mudah untuk diakses

jika disimpan dalam kotak.

- Mungkin ini bisa membuat lebih aman. - Terima kasih.

Yang ini?

Ya, Nolan memutuskan untuk menyimpannya.

Itu gelas dot pemberian ibu baptisnya, dan itu terukir.

- Ya. - Dan kami tanya dia,

"Apa kau mau memakainya?" Dia bilang "Ya."

Kita bisa letakkan bersama pialamu, atau di dapur.

Dia bilang, "letakkan itu di dapur."

Oke, kita buat ini sebagai hiasan untuk dapur.

Kami akan pilih tempat yang bagus untuk itu.

Oke. Aku suka cara...

dia yang tak membuat anggota keluarga merasa bersalah

dengan apa yang ingin disimpan, atau yang tidak.

Aku belajar.

Itu sangat penting saat kau merapikan, untuk saling menghargai.

Aku juga punya keluarga, dan menjadi seorang ibu,

kurasa semua barang yang ada di rumah

dan semua anggota keluarga di rumah, berfungsi dengan cara yang sama.

Masing-masing punya peran, dan kita hanya punya tempat terbatas,

- dan saling membutuhkan. - Benar.

Itu benar. Aku mengerti. Terima kasih.

Terima kasih.

Proses yang digunakan Marie untuk membantu kami,

membuka lapisan, bukan hanya

hal-hal materi, tetapi seperti lapisan antara dinamika keluarga kami.

Ibu, dialah selama ini yang

berusaha menjaga kita tetap bersama, dan rapi,

dan setelah kita punya metode bebenah ini,

kurasa kita benar-benar harus mempertahankannya.

Bukan hanya untuknya, tetapi untuk kita sendiri, ya 'kan?

Sebelumnya, pemikiranku keliru

tidak mau terlibat, dan membantu, dan bahkan...

tak melihat manfaat mempelajari sesuatu seperti ini.

Tapi sekarang aku sadar bahwa tanggung jawab tak seharusnya pada ibu.

Tapi harus pada keluarga, anggota rumah itu.

Aku akan menjadi ahli penatu.

Kau bisa menyortirnya?

Aku akan membantumu menyortir, jadi aku bisa belajar.

Aku ingin jadi ahli penatu.

Baiklah.

Awasi terus, ya.

Aku tidak menyadari tekanan

kewajiban melakukan semuanya sampai aku benar-benar melakukannya.

Jadi sekarang, aku ingin membantu lebih banyak lagi.

Aku sedang merapikan

peralatan studio milikku,

tadinya ini di bawah area pencetak.

Semua barang milikmu cukup muat di lemari sekarang?

Ya.

Perlu kerja keras, kerja yang bagus, nak.

Terima kasih.

Nolan dan KayCi, mereka hebat sekali.

Aku benar-benar melihat rak mereka, dan bagaimana mereka mengaturnya.

Aku benar-benar tak percaya

mereka mengerjakannya tanpa bantuanku.

Aku merasa bangga sekali.

Hidup kami akhirnya mulai membaik. Begitulah, itulah yang kurasakan.

Anak-anak bekerja hebat.

Kerjamu hebat, menjaga semangatmu tetap tinggi.

- Kita pasti bisa menyelesaikannya. - Keren.

Aku mendapatkan kepuasan instan.

Karena seluruh Fantastic Four mengerjakannya bersamaku.

Kelihatan bagus, kawan.

Aku ke sini untuk memeriksa semua, dan aku melihat hal yang menakjubkan.

- Apa yang kau lihat, bu? - Semua telah melipat bajunya.

- Mereka menatanya berjajar, berdiri. - Terutama aku.

Bagus dan rapi dengan sendirinya, kaus kaki, pakaian dalam,

celana pendek, semua yang tadinya sulit.

- Mereka membereskannya. Ayah.

- Aku mengerti. - Dia memiliki semuanya dalam sistem file.

Aku terharu. Keluargaku menjadi benar-benar sebuah keluarga.

Keluargaku makin dewasa, anak-anakku melakukan tugas masing-masing.

Anak-anakku tau cara merawat barang-barang mereka sendiri.

Hari baru, keceriaan baru!

Marie membawa banyak kegembiraan ke rumah kami.

Kurasa Ibuku jauh lebih

rileks.

Aku bisa lihat dari wajahnya, aku bisa lihat dari tingkah lakunya.

Dia banyak meringankan beban ibuku.

Banyak sekali.

Karena aku dan adikku bisa lakukan sesuatu secara mandiri tanpa minta bantuannya.

Mau kau letakkan di mana agar kering?

Akan kutaruh handuk, atau membiarkannya kering.

Kau tau di mana letak handuknya?

Aku tau di mana letak handuknya.

Kau tau di mana mengembalikannya?

Aku tau di mana mengembalikannya.

Oke, hanya memastikan.

Aku percaya padamu.

Metode ini telah membantu kami menjadi dewasa.

Aku yakin soal aku. Aku bilang "kami", tapi juga bilang "aku".

Aku jadi makin dewasa di sini.

- Kau makin dewasa. - Ya.

Aku tak sabar menantikan ini.

Semua anggota keluarga telah bekerja keras.

Halo!

- Oh, hai! - Hai!

- Hai, KayCi. - Hai, Marie.

- Hai. Senang bertemu lagi! - Senang bisa ketemu lagi!

Tempat ini terlihat sangat menyenangkan.

Ini sangat menyenangkan.

Kami sangat lelah, tetapi sangat senang!

- Jauh berbeda. - Luar biasa.

- Indah. - Itulah perasaan kami.

- Sangat bangga. - Itu berkatmu.

Ya.

- Boleh kulihat ruang tamu? - Tentu.

RUANG TAMU

Jadi, Marie, sekarang ruangan ini jauh lebih besar bukan?

Ini benar-benar berubah!

Oh, suasana di sekitar TV ini, sangat berbeda dari sebelumnya.

- Jauh berbeda. - Bagus dan bersih.

Oh, lihat alat-alat musik itu.

- Ini sukacita. - Cantik.

- Semuanya. - Kau ingin melihat dapur?

Oh ya. Mari masuk.

Sebelah sini. Ya, kau boleh masuk.

- Aku mau cuci tangan. - Aku butuh tur.

DAPUR

Ya Tuhan!

- Ini luar biasa! - Itulah yang aku rasakan.

Aku mulai membuat keputusan dengan percaya diri.

Menemukan sukacita.

Rasanya sangat enak di sini, bahkan aku masuk ke sini

dan membuat salad untuk semuanya.

Aku tadinya tak pernah kemari.

KAMAR TIDUR UTAMA

Ibu sudah lakukan pekerjaan hebat. Dia bekerja sangat keras.

- Pekerjaan fenomenal. Katrina. - Ya

- Terima kasih. Itu berharga. - Ada banyak ruang.

- Rasanya luar biasa. - Suamiku...

mengambil baju kotor, dan mencuci baju, dan melipatnya.

Sangat membantu sekali.

KAMAR ANAK-ANAK

Baiklah, Nolan, KayCi, tunjukkan Nona Marie kamar kalian!

Oh, indah sekali!

- Kerja bagus! - Aku sangat senang dengan...

almarinya, dan karena mereka bisa memanfaatkannya.

Kalian bekerja sangat keras, aku sangat...

- Benar. - Kami ingin kau bangga.

Ini sebuah perjalanan.

Dan aku jadi ingat, ketika pertama kali kau datang, dan...

tidak hanya rumah yang berantakan,

- tapi hidup kita juga berantakan. - Ya.

Yang paling menakjubkan bagi kami adalah...

kita tak punya kemampuan mengetahui cara menata, cara merapikan.

Tapi sekarang, kita punya kemampuan untuk terus membantu

anak-anak belajar, dan mereka sudah mempelajarinya di usia dini.

Dan itu sangat berarti bagiku.

Tempat ini akhirnya menjadi nyaman.

Aku merasa gembira dan merasa damai berada di sini.

Terima kasih banyak.

- Luar biasa. - Terima kasih.

- Terima kasih. - Terima kasih.

- Aku merasa bangga. - Ya. Aku mengira kalau pindah kemari,

dan tinggal di tempat ini, adalah suatu keterpaksaan.

Sesuatu yang harus kulalui.

- Hadapi. - Hadapi.

Semoga selamat sampai tujuan.

- Selamat sampai tujuan. - Hati-hati.

Sampai jumpa, terima kasih banyak!

Dah.

Kau memutuskan melakukan sesuatu, tapi kau tak tau cara melakukannya.

Sesuatu yang... sudah lama menggangguku,

- seolah membayangiku. Dan sekarang... - Bung.

kau bisa gerak bebas, dan menjadikan ini tempat tinggal.

Kami baru saja belajar keterampilan hidup.

- Kami, anak-anak... - Berharga.

...tau keterampilan hidup. Kau bisa mengajarkannya.

Ya. Memang.

Rasanya sungguh luar biasa.

Dukung kami dan jadilah anggota VIP supaya semua iklan tidak ditampilkan di www.OpenSubtitles.org

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.