Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Translated & Resynced by BernadX Jakarta, Februari 2018 Ingin donasi pulsa? Silakan ke 081385001509
Dahulu kala...
...Inggris dipimpin oleh Raja Uther Pendragon.
Tapi saat Uther meninggal tanpa pewaris tahta,
kerajaan terpecah karena perang.
Banyak yang ingin merebut tahtanya...
...dan berperang dengan kejam dan tanpa akhir.
Kondisi saat itu berat, tanpa harapan, dan hampa.
Negara kehilangan arah dan tanpa pemimpin.
Lalu Merlin, sang penyihir, menancapkan pedang sihir ke sebuah batu...
...yang dinamakan Excalibur.
Dan menyatakan hanya pewaris dari Uther yang bisa mencabutnya.
Banyak yang sudah mencoba, tapi cuma satu yang berhasil.
Seorang bocah laki-laki bernama Arthur...
...yang tidak tahu bahwa dia adalah putra Uther yang telah lama hilang.
Arthur tumbuh dewasa menjadi raja yang hebat.
Dia menjadikan musuh sebagai sekutunya.
Dan memimpin Meja Bundar agar semua statusnya setara.
Dia dan para ksatrianya hidup sesuai kode etik kstaria.
Hatinya murni dan mulia.
Tapi kekejian terbesar datang dari saudara tiri Arthur,
Morgana.
Meyakini kalau dia adalah pewaris sah dan sangat ingin menguasai Excalibur.
Dia mengabdi pada kuasa kegelapan.
Arthur berjuang sekuat tenaga melawannya.
Dan membelenggunya di perut bumi.
Tapi sebelumnya dia bersumpah untuk balas dendam.
Saat kau sudah pergi lama,
saat hati mulai hampa dan kerajaan mulai kehilangan arah dan tanpa pemimpin,
aku akan kembali.
Dan begitu juga dengan pedang itu.
KSATRIA MEJA BUNDAR
Alex, kita akan terlambat.
Iya. Iya.
Aku datang secepat mungkin.
PR'mu berantakan di meja dapur.
Tiap kali kau tertidur dan lupa sarapan, itu seperti...
- ...memulai hari tanpa tenaga. - Memulai hari tanpa tenaga.
Aku tahu.
Kalau saja kau tak meninggalkan makan siangmu sebelumnya.
Ya ampun.
kegagalan
Ini.
Tidak seperti warna aslinya, tapi...
Bilang saja kalau ini pijaran matahari.
Terima kasih, Ibu.
Pakar memperingatkan bahwa dunia makin tidak stabil daripada abad sebelumnya.
Dengan diktator dan orang berpengaruh yang berkuasa di banyak negara.
Perpecahan dunia makin meningkat dengan skala yang tinggi.
Oh tidak...
Permisi.
Perpecahan di Eropa KETAKUTAN DAN KRISIS MENINGKAT
Bedders!
Apa ada yang lihat Bedders?
Bedders, dimana kamu?
Lepaskan aku! Jangan ganggu aku!
Turunkan aku!
Tidak, tidak, tidak.
Kau ingin selamat di sekolah ini, kau harus bayar.
Kau menghambat peredaran darahku.
Aku akan pingsan.
Pelankan suaramu atau aku patahkan kakimu.
Kepalaku terisi penuh darah.
Rasanya akan meledak.
Aku merasa aneh.
Tolong!
- Tolong aku! - Hei!
Lepaskan dia!
Lihat, ada bocah Lego.
Aku bilang lepaskan dia.
Uhh...
Kenapa harus dilepaskan?
Karena kalian berdua.
Dan ukurannya tubuhnya cuma separuh dari kalian.
Dan dia adalah temanku.
Ohh...
Berapa kali harus aku bilang?
Jangan jadi pahlawan. Itu tak ada artinya.
Aku raja di daerah sini.
Hati-hati jangan tenggelam di genangan itu.
Sampai ketemu bocah lego.
Minggir! Minggir!
Alexander Ellliot!
Aku beri satu kesempatan terakhir atau kalian bertiga aku skors.
Siapa yang mulai perkelahian?
Tidak ada.
Kelakuanmu disini akan berdampak langsung pada masa depanmu.
Kau tahu itu, kan?
Dunia luar sana itu berat.
Dan semakin berat setiap harinya.
Jutaan anak di negara ini punya kehidupan yang lebih baik daripada kamu.
Dan dunia tidak akan berubah.
Kau yang harus berubah.
Alex, kau menyelamatkan hidupku.
Seperti Frodo dan Samwise.
Saling melindungi.
Seperti Donkey dan Shrek.
Kita harus naik di bus yang sama tiap pagi.
Aku akan menunggumu saat istirahat makan siang dan pulang sekolah.
Jadi jika mereka berani mengganggu...
Apa itu akan membuat semua jadi baik, Bedders?
Lance dan Kaye menguasai sekolah ini.
Kau tak bisa berbuat apa-apa.
Kita tak bisa berbuat apa-apa.
Ini bukan SMP lagi.
Kita bukan siapa-siapa lagi.
Kita adalah orang tidak penting dan tidak berdaya di sekolah ini.
Hei!
Hei!
Aku punya sulap.
Ulurkan tanganmu.
Sekarang remas sekuat mungkin.
Abrakadabra.
Alakazam.
Buka tanganmu.
Sebentar, ini ada yang salah.
Seharusnya kau membawa dua.
Ini ilusi duplikasi.
Sangat hebat jika berhasil.
Jangan pikirkan itu, Bedders.
Aku tidak suka sulap lagi.
Alex, kau tak apa-apa?
Kabar itu tidak benar, kan?
Apa yang membuatmu menyerang orang dan memukulnya?
Alex.
Mereka membully Bedders.
Lalu aku menghentikannya.
Tak ada yang bilang soal itu.
Kenapa kau diam saja?
Kenapa kau tidak cerita ke orang?
Alex, lihat dirimu.
Hal itu cuma akan memperburuk keadaan.
Bagaimana bisa berkata jujur membuat keadaan memburuk?
Ibu tidak mengerti.
Ayah akan mengerti.
Ayahmu tak ada disini.
Tapi jika Ayahmu disini,
Ibu tahu pasti yang dia katakan.
Dia akan bilang berkata jujur dan berbuat baik...
...tak pernah membuat keadaan menjadi buruk.
Kau dulu selalu percaya hal itu, Alex.
Yah.
Tapi tidak lagi.
Dalam ketakutan.
Dalam tanah.
Yang pernah mereka punya,
Sudah lama hilang.
Mereka tercerai berai.
Ketakutan.
Tak punya pemimpin.
Dan semakin mereka melemah.
Aku semakin kuat.
Sebentar lagi kegelapan akan datang.
Waktuku akan tiba.
Ayo, jangan coret-coret.
Ini kelas hukuman. Bukan kelas seni.
Konsentrasi.
KAU MATI
Hei, Alex Elliot, tunggu kami.
- Kami ingin bicara padamu. - Mau kemana kamu? Jangan kabur!
Kemana dia pergi?
Ayo, ayo! Tangkap dia!
Sejauh mana dia akan lari?
Kami tepat di belakangmu!
Kemari kau, tukang adu!
Alexander Elliot!
Ayolah anak manis.
Hei lihat! Aku mendapatkannya.
Hei, kenapa kau lari?
Kau harus berkelahi untuk menyelesaikannya.
Sebaiknya kita pergi.
Halo?
Apa ada orang disini?
Bedders, kau bilang kita harus bekerja sama.
Segera temui aku
Kau harus lihat yang aku temukan.
Pedang itu telah kembali.
Pedang itu telah dicabut.
Biarkan akarmu jadi perabaku.
Biarkan tanah jadi telinga dan mataku.
Cari raja baru itu.
Pedang itu harus jadi milikku.
Raja itu harus mati.
Kau akan menemukan raja baru.
Mungkin cuma prank (guyonan).
Seperti di Youtube.
Eksperimen sosial.
Mungkin mereka sedang menunggu.
Lihat.
Ada tulisan di gagangnya.
Pakai Google translate.
Gladius.
Arturi.
Filius, Tintageli.
Itu bahasa latin.
Artinya Pedangnya Arthur, Putra dari Tintageli
Siapa itu Tintagel?
Kau sedang apa?
Ayahku memberiku buku. Beberapa tahun yang lalu.
Ksatria Meja Bundar.
Ada di sekitar sini.
Bacanya bukan Tentagel, tapi Tintagel.
Dan Tintagel itu bukan orang, tapi nama tempat.
Di daerah pesisir Pulau Cornwall.
Itu adalah reruntuhan benteng kuno.
Ada yang bilang itu tempat kelahiran Raja Arthur.
Aku pernah sekali kesana.
Saat umurku 5 tahun.
Itu tempat tinggal Ayahku.
Terakhir aku melihatnya.
Dia memberikan aku buku ini.
Dia bahkan memberi catatan. Lihat.
Untuk Alex,
Rajaku yang dulu dan yang akan datang.
Ayah.
Alex.
Bagaimana jika ini sebuah pesan?
Bagaiman jika kau yang bisa mencabut pedang itu?
Bagaimana jika...
- Teruskan. - Tapi kau akan menertawakanku.
Tidak. Aku janji.
Bagaimana jika itu pedang di batu (Excalibur)?
Lihatlah! Pedang Excalibur!
- Berlututlah di hadapan Rajamu. - Baik, Tuanku.
Kau adalah sahabatku yang terdekat, paling lama, dan yang paling baik.
Seorang ksatria.
Sir Bedivere.
Alex, apakah kau belum tidur? Kau harus cepat tidur.
Cepat, pergilah.
- Alex! - Ada apa?
Kau pikir itu pedang Excalibur asli, kan?
Tentu saja tidak.
- Selamat pagi. - Astaga.
Maafkan aku.
Aku lupa memasukkan kata "pakaian" dalam manteraku.
Apakah kau punya darah kumbang tulang binatang darat?
Apa?
Baiklah. Kalau begitu aku butuh baju kerjamu.
Tentu saja Pak, olah raga pagi itu tidak melanggar hukum.
Atau pakai baju longgar untuk sirkulasi udara itu tidak sesuai aturan?
Keretamu sepertinya hangat dan kering.
Antar aku ke timur sekarang juga.
Apa yang baru saja terjadi?
Selamat Datang di Akademi DUNGATE
Perhatikan semuanya.
Kita kedatangan murid baru di kelas ini.
Silakan memperkenalkan diri.
Salam untuk akademisi muda.
Namaku adalah...
...Mertin.
Ya benar.
Martin Ambrosius Caledonensis.
Dan aku adalah pelajar Inggris modern yang sangat normal.
Harap tenang!
Jangan Bedders. Pokoknya jangan.
Jangan bicara pada anak itu.
Tapi dia terlihat keren.
Setidaknya mungkin dia suka sulap,
game RPG, film seri Grame of Thrones.
Dengarkan aku.
Untuk pertama kalinya di sekolah ini, ada yang lebih bisa dibully selain kita.
Kita harus menjauhinya. Sejauh mungkin.
Logam biasa seperti tembaga punya logam dasar.
Meskipun sangat jarang dan berharga seperti emas.
Nikel adalah logam berharga.
Dahulu kala para ahli kimia sering merubah logam dasar ke logam berharga.
Bagian dari kerak bumi ini mengandung banyak sejarah.
Reruntuhan dan mayat adalah bukti peradaban masa lalu.
Perlahan gerakkan bulanmu diantara keduanya planet itu.
Kalian mulai lihat kedua planet ini saat orbitnya dihalangi...
...akan menimbulkan gerhana matahari total akan segera terjadi.
Akan segera terjadi?
Apa maksudmu "akan segera terjadi"?
Kapan tepatnya gerhana matari total ini terjadi?
- 4 hari lagi. - 4 hari?
Ya ampun!
Ini bencana besar.
Malapetaka. Aku kira 4 tahun lagi.
Minggir! Aku butuh tempat untuk berpikir.
Alexander Elliot!
Kau yang mencabut pedang itu.
Saat bulan purnama akan terjadi kegelapan di siang hari.
Penghuni dunia lain akan masuk.
Dan Morgana akan bangkit.
Oh tidak.
Kau harus siapkan kudamu.
Persiapkan senjatamu.
Dan kumpulkan temanmu.
Pergi sana!
Kami tak kenal kamu dan tak ingin mengenalmu.
Jangan ganggu kami!
Orang baik semuanya...
Dunia ini terancam bahaya yang mematikan.
Dan salah satu teman kalian mencabut Excalibur.
Siapa yang mau berlutut di kakinya dan bergabung jadi pasukannya?
Hentikan!
Hentikan!
Tapi kita melihatnya langsung.
Dia tidak berubah jadi burung hantu, Bedders.
Tapi dia bilang manusia dalam bahaya. Dan dia tahu soal pedang itu.
- Bagaimana dia tahu soal pedang itu? - Aku tak tahu.
Cuma kebetulan.
Itu tak penting.
Aku sudah bertekad.
Aku akan mengembalikannya.
Besok malam setelah pulang sekolah.
Itu barang curian. Dan itu sebuah senjata.
Dan hal ini membuat semuanya makin...
...aneh.
- Bagimana jika... - Bagaimana jika apa?
Bukan apa-apa.
Selamat malam, Bedders.
Ibu!
Ibu?
Ibu...
Pedang itu harus diambil.
Raja harus mati.
Martin?
- Apa yang kau lakukan disini? - Menyelamatkan hidupmu, nak.
Dari makhluk itu.
Apa kau tak sadar...
...muncul di dunia manusia setelah malam hari itu mematikan untukku.
Temui aku.
Disini.
Besok.
Jangan sampai gagal.
Buka jendelanya. Cepat!
Dia bukan anak kecil, Tuan Putri.
Di rumah itu ada makhluk lain selain raja yang terpilih itu.
Dia menghancurkan prajurit kita dengan sihir yang kuat.
Merlin.
Jadi seorang anak.
Apa aku sudah menunggu terlalu lama?
Apa aku sudah jadi sangat tua?
Karena dia sudah tumbuh jadi sangat muda.
Bangkitkan cemasku, kuasai tidurmu, malam akan jadi milik kita.
Bangkitkan cemasku, kuasai tidurmu, malam akan jadi milik kita.
Bangkitkan cemasku, kuasai tidurmu, malam akan jadi milik kita.
Ayolah, Alex.
Saatnya bangun.
Itu bukan Excalibur.
Katakan sejujurnya. Dimana kau dapat benda itu?
Aku sudah bilang.
- Di proyek bangunan. - Kalau begitu kita kembalikan sekarang.
- Jangan! Kita tak boleh mengambilnya. - Dan kau tak boleh menyimpannya.
Alex, itu senjata berbahaya. Dan itu juga bukan milikmu.
Itu milikku.
Aku cabut pedang itu dari batu.
Dan ada sesuatu yang akan merebutnya.
Makhluk kuno dan jahat. Keluar dari bawah tanah.
Ada anak sekolah yang datang dan menyelamatkanku.
Lalu dia berubah jadi burung hantu.
Dan aku sudah menunggu begitu lama. Aku janji.
Apakah kau ambil buku ini dari loteng?
Alex...
Aku tahu kau sedang ada masalah.
Dan aku tahu kau rindu Ayahmu.
Tapi dia memberimu buku itu...
...karena dia ingin kau tumbuh jadi orang yang baik.
Bukan orang yang suka berkelahi.
Bukan orang yang percaya pada dongeng.
Dan bukan orang yang membawa...
...senjata jaman pertengahan yang besar.
Lalu kenapa dia menulis ini?
Karena dia mencintaimu.
Lalu kenapa dia pergi?
Mungkin aku belum cerita semuanya tentang Ayahmu.
Dia punya peperangan sendiri.
Iblis'nya.
Tapi dia menyayangimu.
Dan ini harus dihentikan.
Sekarang kita bawa pedang itu ke kantor polisi...
...dan aku antar kamu ke sekolah.
Alex! Letakkan itu sekarang.
Tidak. Ini milikku. Aku membutuhkannya.
Aku tak akan ulangi lagi.
Aku harus pergi. Dan aku membawanya bersamaku.
Alexander Elliot, jangan pergi dari rumah ini.
Alex.
Maaf, Bu.
Alex!
Alex!
Aku merasa mual, Alex.
Aku belum pernah keluar sekolah di hari biasa sebelumnya.
Aku tak boleh keluar tanpa pengawasan orang dewasa.
Aku sering baca tentang hal semacam itu.
Dan sebenarnya hal itu benar-benar terjadi.
Tenang saja, Bedders.
Biar aku yang bicara.
Ah...akhirnya.
Bawa ini dan ikuti aku.
Ayo, aku punya penginapan sementara.
Seperti yang aku jelaskan semalam,
Muncul di kehidupan manusia setelah gelap menguras tenagaku dengan cepat.
Apalagi harus bertarung dengan makhluk itu.
Perlu ramuan khusus untuk mengembalikan kekuatanku.
Darah kumbang, tulang hewan darat, jeruk besar.
Aku kesulitan mencari bahan-bahan itu.
Tapi ternyata masakan ayam ini punya itu semua.
Benarkah?
Wana merah dari minuman ini diekstrak dari darah kumbang.
Vanila di es krim ini diambil dari jeruk besar.
Dan nugget ini berasal dari tulang hewan yang hidup di darat.
Dimakan bersama.
Sangat menyegarkan.
Namamu bukan Martin, kan?
- Tapi Merlin. - Itu nama aliasnya, kan?
Aku dapat nama itu tak sengaja.
Cuma sebagai penyamaran.
Aku kira Merlin itu pria tua.
Kau terlihat seperti 16 tahun.
Itu karena waktu hidupku terbalik.
Semakin aku tua, aku jadi makin muda.
Apa mereka tidak mengajarimu itu di sekolah?
Mulai dari sekarang...
...malam hari adalah waktu yang berbahaya buat kalian, Alexander.
Saat malam, bayangan di antara terang dan gelap makin memudar.
Makhluk itu akan bangkit lagi.
Makhluk itu?
Makhluk yang menyerangku semalam?
Pejuang yang mati dalam peperangan kuno.
Jiwanya diperbudak oleh iblis.
Untuk sekarang, mereka cuma bisa masuk dunia ini pada malam hari.
Tapi...
...saat mereka bangkit...
...waktu berhenti...
...dan semua jiwa manusia lenyap.
Disimpan untuk orang yang berperang...
... untuk yang sudah dilantik jadi ksatria.
Sihir itu akan lenyap saat matahari terbit.
Atau saat semua pejuang yang sekarang...
...sudah dihancurkan.
Itulah sebabnya Ibuku menghilang.
Itulah sebabnya semua kembali normal setelah kau pergi.
Sebentar lagi akan terjadi gerhana matahari.
Saat Morgana mencari kesempatan untuk kembali ke dunia manusia.
Dan merebut kembali benda yang pernah hilang sejak lama.
Excalibur.
Siapa itu Morgana?
Dia saudari tiri Raja Arthur.
Dia serakah.
Suka merebut hak orang.
Pendendam.
Dan dia sudah bangkit.
Tapi kenapa? Setelah selama ini.
Apa kalian tidak lihat kondisi dunia di luar sana?
Negara ini sudah terbelah.
Kehilangan arah dan tanpa pemimpin. Hati manusia semakin hampa.
Itulah sebabnya dia kembali kuat.
Dan itulah sebabnya pedang itu kembali.
Dan aku harus menghentikannya?
Itu konyol. Umurku baru 12 tahun.
Aku bahkan belum diijinkan untuk pergi sendiri.
Kau cari orang lain saja.
Ini terlalu berbahaya.
Kita akan mati.
Dan ini aku kembalikan pedangmu.
Senang bertemu denganmu.
Dan semoga berhasil untuk semuanya.
Pencarianmu sudah diputuskan.
Tak ada jalan untuk kembali.
Kalian harus mencari jalan masuk ke dunia lain.
Mengalahkan Morgana sebelum dia masuk ke dunia ini...
...sebelum Bulan menutupi Matahari.
Atau kalian, manusia lainnya, dan negara tempat asalmu...
...akan hancur.
Kau telah terpilih untuk menyelamatkan kerajaanmu.
Hari Natal. Itu sangat melelahkan.
Jika aku harus berubah wujud asli hanya untuk menyampaikan maksudku...
...maka aku akan mati sebelum hari ini berakhir.
Apa tak ada jendela terbuka atau cerobong asap yang tertutup..
...di negara yang ditinggalkan Tuhan ini?
Martin! Merlin tunggu!
Bagaimana menemukan jalan masuk ke dunia lain?
- Kami harus kemana? - Kamu itu anak raja.
Jalan yang kau pilih harus pilihanmu sendiri.
Astaga, astaga...
Ini hal yang terburuk, terbaik, mengerikan,
brilian, menakutkan, dan luar biasa dalam hidupku.
Kita pergi ke tempat yang tak bisa ditemukan orang lain.
Tempat untuk kita berpikir.
Ayo, Bedders.
Lewat sini.
Lihat.
Prasasti ini persis seperti yang di buku.
Sama persis di buku.
Kau benar.
Ayah sudah tahu.
Sama persis dengan cerita yang pernah kita baca.
Raja Arthur, Luke Skywalker.
Harry Potter.
Tak seorangpun dari mereka mengenal Ayahnya.
Dan hal menakjubkan terjadi pada mereka.
Mereka adalah keturunan keluarga yang kuat dan ajaib.
Seperti aku, Bedders.
Itulah aku.
Ibuku bilang kalau Ayah punya perang sendiri.
Dan iblisnya.
Dan sekarang aku tahu apa maksudnya.
Ayahku adalah seorang pahlawan.
Dia kunci semuanya ini.
Kita harus pergi ke Cornwall. Ke Tintagel.
Kita harus menemukannya.
Tapi Cornwall itu jauh sekali.
Dan kau tidak bertemu Ayahmu sejak lama.
Dia pasti tahu jalan masuk menuju dunia lain.
Dia tahu cara mengalahkan Morgana.
Hanya dia yang bisa membantu kita.
Lihat itu Alex.
Hari sudah malam.
Merlin bilang kita dalam bahaya.
Dia bilang bayangan di antara terang dan gelap makin memudar
Dia bilang...
Makhluk itu akan bangkit lagi.
Hai, anak-anak. Pedang yang bagus.
- Kelihatannya asli. - Ya. Sangat berharga.
Kau suka bermain, kan?
Bersenang-senang dengan imajinasi kita.
Kami suka bermain. Boleh kami ikut?
Bisa pinjami kami pedang itu? Nanti dikembalikan. Aku janji.
Tentu saja.
Ambil saja sendiri.
Yang kalian lakukan hanya mencabutnya dari batu itu.
Gampang.
Permisi, nona-nona.
Ayolah!
Tunggu disini. Aku carikan sesuatu untukmu.
Ada apa? Apa yang mau kau lakukan?
Seperti yang dibilang Merlin. Mereka adalah sekutu aku.
Biar aku coba lagi.
Satu, dua, tiga!
Hanya aku yang bisa mencabut pedang itu dari batu.
Akulah raja masa depan.
Aku akan mencabutnya dan kalian bisa pegang.
Jika kalian berlutut, aku lantik jadi ksatria.
Ya ampun, dia konyol sekali.
Kau raja, ya? Sungguh?
Kau bukan kaum bangsawan. Jadi kamu ini raja apa?
- Mungkin dia Burger King. - Dia terlalu kecil jadi King Kong.
Mungkin juga Lion King.
Coba lihat kemampuanmu. Apa kau bisa mencabutnya?
Kalian bersumpah, jika aku bisa melakukannya...
...kalian mau aku lantik jadi ksatria.
Kami bersumpah.
Sekarang, berlutut.
Tak mau. Aku tak mau berlutut kepada siapapun.
Lakukan saja. Dan kita akan bermain.
Aku lantik kamu, Lady Kaye.
Baiklah kalau begitu. Lanjutkan saja.
Aku lantik kamu, Sir Lance.
Mau apa kau sekarang, Percy Jogstrap?
Tak bisa menyihir? Atau memanggil naga?
Sepertinya begitu.
Malam hari adalah kekuasaan kami.
Ayo sembunyi!
Lance, mundur!
Lance, bangun! Lance!
Itu ada lagi.
Ayo Lance!
Lari! Ayo cepat!
Cepat!
Katakan aku sedang bermimpi.
Bantu aku!
- Mereka terus mengejar! - Ayo cepat!
Minggir!
Lari! Cepat!
Tunggu!
Tolong! Mereka tepat di belakangku!
Cepat Bedders!
- Tolong! - Tolong!
Tolong kami!
Tolong!
Tak ada seorangpun disini. Semua orang lenyap.
- Apa yang terjadi? - Kemana orang-orang itu pergi?
Kenapa semua mobil ini kosong?
Seperti yang Merlin bilang. Semua orang menghilang.
Alex, apa yang kau lakukan?
Alex, lari!
Alex!
Aku baru saja membuatnya menghilang. Kita bisa membunuh mereka!
Masih ada 2 lagi. Kita tak bisa melawannya.
Kita harus bagaimana?
Hei, apa ada yang bisa menyetir?
- Cepatlah, Bedders. Ayo! - Masuk!
Jangan dekati aku!
Kita sudah membunuh satu.
Dia makin mendekat. Di kiri. Kiri!
Tunggu sebentar.
Tinggal satu lagi. Dan semuanya akan kembali normal.
Pegangan!
Dimana kau belajar menyetir?
Mario Kart.
- Awas di depan! - Berhent! Berhenti!
Hei, terima kasih.
Kau telah menyelamatkan kami.
Aku mau bilang hal yang sama padamu.
Ya, aku juga.
Kemudian aku ingat kau yang mempermainkan kami dari awal.
Kau ke rumahku dan kau tak boleh pulang...
...sampai kau jelaskan semua yang telah terjadi.
Sekarang, cerita dari awal.
Yang pertama, kalian tak ingin aku menonjok muka kalian, kan?
Ya, silakan.
Lalu kalian mau bolos sekolah besok pagi.
Pergi ke Cornwall membawa mainan menakutkan ini.
mencari Ayahmu yang hilang, membunuh penyihir jahat,
dan membebaskan Inggris dari perbudakan.
Ya.
Dan dari seluruh manusia di muka bumi ini,
Meskipun kamu bukan bangsawan, kau adalah raja yang sejati?
Percayalah, aku juga kaget seperti kamu.
Ada satu yang aku tak paham. Orang-orang seperti kami...
- ...menolong orang semacam kalian. - Ya.
Kenapa kami bahkan harus mau bersama kalian?
Karena kalian orang terkuat yang aku kenal.
Dan dalam pertempuran ini, kita harus saling melindungi.
Kita saling menolong tanpa harus memikirkannya.
Itulah yang pernah dilakukan oleh Raja Arthur.
Membuat musuhnya jadi sekutunya.
Dia melantik pasukan Inggris yang resah jadi ksatria.
Dan menjadikan mereka sebagai ksatria yang setia.
Dan bersama-sama mereka mengalahkan musuh yang jauh lebih besar dari mereka.
Pikirkan itu. Ksatria paling setia Raja Arthur.
Lancelot, Kay,
dan Bedivere.
- Jadi? - Jadi itulah namamu.
Astaga, dia benar juga.
Legenda mengatakan, para ksatria Raja Arthur duduk melingkar di meja bundar.
Supaya status mereka setara.
Dan lihat ini.
Ayo, Bedders. Angkat sampingnya.
Lihat, kan? Semua ini terjadi bukan kebetulan.
Ini adalah takdir.
Memang ini harus terjadi.
Jadi mereka mengira mereka ini para ksatria?
Lugu sekali mereka.
Si bocah Bedders itu lemah.
Dia tak berarti tanpa teman-temannya.
Lance ini serakah.
Dia berencana mengambil pedang untuk dirinya sendiri.
Kaye ini pintar tapi ceroboh.
Dia menurut pada bocah itu.
Berpetualang untuk menyelamatkan Inggris. JANGAN KHAWATIR !
Dia percaya sekali dengan mitos.
Percaya pada kebohongan.
Aku akan memangsa kelemahan mereka.
Nasib mereka akan hancur.
Harapan mereka akan berubah jadi kebencian.
Pencarian mereka akan jadi malapetaka.
Hei! Apa yang kau lakukan?
Hebat, Alexander.
Kau berhasil selamat dan menemukan sekutu baru...
...dan menyusun rencana yang hebat.
Pergi bersama ke Tintagel untuk menemukan Ayahmu yang hilang...
...lalu menemukan pintu masuk ke dunia lain dan menghancurkan Morgana.
Kau pikir itu rencana yang hebat?
- Sungguh? - Tentu saja.
Pulau Tintagel adalah tempat kelahiran Raja Arthur.
Lakukan dengan kuat dan ajaib.
Mortes menes tak bisa mengganggu kalian disana.
Sir Lance dan Lady Kaye.
Senang berkenalan dengan kalian.
Tolong bantu kami, Martin. Jangan bicara pada kami.
Kita disini bukan untuk bertarung.
Itu bukan sikap yang baik sebagai ksatria, anak muda.
Mana rasa hormatmu sesuai kode etik ksatria?
Jangan katakan kau tidak pernah mendengar kode etik ksatria.
Sopir! Hentikan mobil ini segera!
Kode itu adalah landasan penting untuk masyarakat.
Seperti kepercayaan penting bangsa ini dibangun.
Jika kalian tidak punya kode etik, semua petualangan ini akan sia-sia.
Permisi, kenapa kita keluar dari jalan besar?
Jalan pintas. Ikuti aku. Cepat!
Jangan malas-malasan.
Tunggu!
Sekarang, perhatikan baik-baik.
Kode etik ksatria adalah aturan yang dijalankan oleh semua ksatria yang mulia.
Patuhi kode itu sejak pedang itu dicabut.
Itu yang membuat hati kalian bersih.
Dan hanya ksatria yang berhati bersih yang bisa membunuh Morgana.
Kau harus berusaha mengingatnya.
Aturan pertama. Hormati yang kalian cintai.
Mudah.
Ya, karena kau cinta dirimu sendiri.
Aturan kedua.
Menahan diri dari penghinaan yang disengaja.
Apa itu wonton ?
Sepertinya masakan Cina.
Itu bukan masakan Cina.
Wanton itu artinya kesengajaan... ...dari provokasi orang lain.
Artinya jangan kasar, memaki, atau mengganggu pada orang lain.
Baiklah. Jangan lihat aku.
Aturan ketiga. Berkata jujur setiap saat.
- Hal mudah lagi. - Kau bohong.
Dan akhirnya aturan keempat.
Selalu gigih dalam segala usaha sampai berhasil.
Melanggar salah satu dari aturan ini,
dari awal pedang ini dicabut,
maka petualangan kalian gagal bahkan sebelum dimulai.
Aku yakin itu tidak sulit untuk dilakukan.
Hei Merlin!
Apa yang kau lakukan? Berjalan sampai Cornwall?
Tentu saja tidak.
Selama berabad-abad, cerita diturunkan mengenai kegunaan Stonehenge.
Sebagai kuil, makam, atau semacam jam astrologi.
Bukan untuk itu, orang bodoh.
Stonehenge adalah sarana transportasi.
Dan hanya karena orang Roma tidak meruntuhkannya, bukan berarti itu rusak.
Permisi?
Masyarakat umum dilarang mendekati batu itu tanpa ijin yang berwenang.
Hei tunggu!
Sekuriti!
- Sekuriti! - Ayo!
Kalian lihat? Semua terhubung.
Semua batu paleolitik yang dibangun di negara ini.
Dibangun sebagai alat transportasi ajaib yang didesain oleh aku sendiri.
Kita sekarang disini.
140 mil dari Stonehenge.
Dan sekitar 20 km jalan kaki yang menyegarkan ke Pulau Tintagel.
- Apa yang dia bilang? - Dia bilang berjalan 20 mil.
Jalan yang paling berharga, temanku.
Kadang jalan yang paling mudah.
- Ayo, Bedders. - Ayo.
- Ayolah, Lance. - Aku mulai membencinya.
Ini jalan kaki terpanjang yang pernah aku lakukan.
Jika ada sinyal, aku sudah panggil Uber sekarang.
Sempurna.
- Kita berhenti dulu sebentar. - Terima kasih, Tuhan!
Bukan untuk istirahat.
Tapi untuk latihan.
Alexander, berikan pedangnya.
Untuk belajar seni pedang, kalian semua harus bawa pedang.
Dengan memakai mantra duplikasi yang sederhana untuk benda logam.
Kau sedang apa, nak?
Aku punya hobi sulap tapi aku tak bisa ilusi duplikasi.
Jadi aku buat video yang kau lakukan dan menirukannya.
Aku akan terkesan kalau kau berhasil menirukannya.
Wow...
Sekarang kau punya pasukan untuk bertempur.
Iblis untuk dibunuh.
Dan negara untuk diselamatkan.
Jadi kita mulai saja.
Pedangmu berat dan untuk bertempur.
Tapi kamu ringan dan gesit.
Gunakan itu sebagai kelebihanmu.
Pejuang dewasa tak bisa menangkis serangan pedang itu.
Dan berat badannya tak mampu mengimbangi kecepatannya.
Gunakan akalmu.
Selalu berani dan teguh.
Dan...semoga berhasil.
Semoga berhasil untuk apa?
Sedang apa dia?
Aku siapkan makanan,
atau hadiah setelah kalian berhasil mengalahkan musuh.
Aku tak akan mengalahkan siapa pun.
Aku sudah selesai. Aku pergi saja.
Hei, tolong aku!
Hei!
Tangkis serangannya.
- Mereka mengajari kita! - Aku tak mau!
Ayo lawan aku!
Kau mau itu?
Lihat yang dilakukannya.
Jangan sentuh dia!
Pencarian mereka akan jadi malapetaka.
Pedang itu harus jadi milikku.
Tolong! Aku terjebak sesuatu!
Bedders, awas!
Lance, Kaye, tolong!
Cepat!
Tolong!
Ayo!
Tolong kami!
Lance, tolong!
Ambil pedang itu.
Tolong aku.
Jika kau sungguh raja, tolong dirimu sendiri.
Jangan! Lance!
Jangan!
Lance!
Lance, apa yang kau lakukan?
Ayo! Datang dan ambilah!
Dasar bocah bodoh.
- Tolong aku! - Tolong!
- Aku tidak berani. - Lepaskan aku!
Lance!
- Tolong aku! - Tolong!
Tolong!
Merlin!
Merlin!
Cepat!
Merlin!
Merlin, kau tak apa-apa?
Kekuatanmu harus lebih besar daripada ketakutanmu.
Kita butuh darah kumbang.
Cari tulang hewan darat. Agar dia bisa sadar kembali.
Tak ada gunanya. Tenagaku sudah habis.
Sampai matahari terbit.
Kau sekarang sendiri.
Merlin, jangan pergi.
Merlin.
Jika kau mau menolongku, kita bisa melawan mereka.
Dia hampir saja terbunuh.
Berikan pedangnya.
Tak mau.
Aku sudah bilang.
Aku adalah raja disini.
Kaye, aku mohon.
Kita harus bagaimana, Alex?
Merlin tak akan kembali sampai matahari terbit.
Dan makhluk itu akan mengejar kita saat matahari terbenam.
- Dan kita bahkan tak punya pedang. - Bedders.
Sudahlah, aku sedang berpikir.
Diamlah.
Tidak. Kau selalu menyuruhku diam.
Padahal perkataanku selalu benar.
Dan kali ini, harus ada yang berani bertindak.
Bedders tunggu!
Bagaimana dengan anak itu?
Aku tak peduli.
Kembalikan pedangnya!
Itu bukan punyamu. Alex yang mencabutnya.
Pedang itu memilihnya. Pedang itu miliknya.
Baiklah kalau begitu.
Sebagai pelajaran untuknya.
Jangan ganggu dia!
Aku bilang, jangan ganggu dia.
- Kenapa tidak boleh? - Karena kau selalu merusak segalanya.
Karena kau pembohong, curang, dan suka membully.
Kau orang jahat.
Seharusnya aku tak mengajakmu.
Yang kalian pedulikan cuma diri kalian.
Ya? Apa salahnya dengan itu?
Aku tahu kenapa kau suka membully, curang, dan suka berbohong.
Aku tahu kenapa kalian begitu.
Itu karena kalian takut.
Takut tidak dianggap. Bukan siapa-siapa.
Kau takut tak bisa meraih tujuan dan jadi orang hebat.
Kau pikir yang penting cuma kekuatan dan banyaknya uang.
Diam dan bertarunglah!
Tapi tidak harus seperti itu.
Itulah sebabnya pedang ini datang. Itu yang akan kita rubah.
Ya? Apa yang membuatmu lebih baik dari orang lain?
Kau bisa memilih jadi raja!
Lance, jangan!
Kau mematahkannya.
Kau mematahkan Excalibur.
Kau merusak semuanya.
Silakan saja. Pergi saja.
Pedulikan dirimu sendiri. Seperti yang biasa kau lakukan.
Mungkin kau benar.
Mungkin dia memang pembohong, curang, dan tukang bully.
Mungkin dia memang ketakutan dan egois.
Mungkin kami berdua begitu.
Tapi apa salahnya?
Seperti itulah dunia ini berputar.
Tak seorangpun dari kita yang bisa merubahnya.
Maaf kami sering mengganggumu.
Maaf karena dia mematahkan pedangnya.
Tapi kami bukan ksatria.
Kami bukan orang dewasa dan tak pernah jadi dewasa.
Kalian berjuang sendiri.
Jangan.
Kau salah. Kami tak bisa lakukan ini tanpa kalian.
Kalian itu Sir Lance dan Lady Kay.
Kami membutuhkan kalian.
Semua sudah terlambat.
Tidak. Ini belum terlambat.
Ambilkan bukuku.
Semua petunjuk ada di buku itu.
Lady of The Lake, penjaga Excalibur.
Dia ada di semua perairan.
Jadi mungkin dia ada disini.
Jika aku raja yang dulu dan yang akan datang.
Jika Lance, Kaye, dan Bedders adalah...
...ksatriaku yang setia, berani, dan terhormat,
Dan jika ini adalah takdir kami,
maka Lady of The Lake...
...tolong kembalikan Excalibur.
Aku kira hal ajaib akan terjadi.
Ehm...
Tak ada salahnya dicoba.
Hei!
- Hei! - Alex, Bedders!
Wow...
Aku rasa itu pedangmu.
Dan ini pedangmu.
Badan kita kering.
Mulai sekarang, kita selalu bersama.
Kita setara.
Tidak berbuat jahat.
Tidak berbohong.
Tidak menghina.
Tak boleh menyerah.
Bersumpahlah.
Aku bersumpah.
Aku bersumpah.
Aku kira kita tidak boleh bersumpah.
Lance.
Hei!
Apa kalian baik-baik saja?
Terima kasih.
Terima kasih Tuhan.
Sepertinya kalian habis berperang.
Ada apa?
Kegiatan tamasya dari sekolah?
Apa kalian terpisah dari yang lain?
Cuma berkunjung.
Tengkorak itu benar nyata.
Sebelum kita berempat dan kuda poni ini menghilang.
Jangan khawatir, kami akan kembalikan lagi padamu.
Maaf, apa maksudmu?
Wow...dia menghilang.
Alex, pedangnya.
Teman-teman, sepertinya kita harus belajar berkuda.
Kuda poni ini terlalu kecil. Ini untuk anak perempuan.
Kuda makhluk itu berukuran 2 kali lebih besar.
Lakukan seperti yang kita lihat di TV.
Ayun kiri untuk ke kiri. Ayun kanan untuk ke kanan.
Jaga keseimbangan pelana.
Mereka sudah datang. Aku bisa merasakannya.
Mereka disini!
Mereka tepat di belakang kita!
Ayo, ayo, cepat!
- Kau tahu yang kau lakukan? - Aku tak bisa naik ini!
Aku akan terjatuh!
Lewat sini. Kita harus masuk hutan!
Pepohonan itu akan menghambat mereka!
Ayo kuda poni, jangan kecewakan kami.
Mereka makin dekat!
Pencarian ini akan jadi malapetaka.
Aku mengalahkan satu.
Bedders terjatuh!
Jemput dia! Kita serang nanti.
Mereka mengikuti pedang ini!
Bedders, aku akan menjemputmu!
Ayo Alex!
Kau tak ada artinya.
Ayo, Bedders!
Cepat, cepat!
Ayo!
Bedders, kau berhasil.
Oh tidak.
Lompat!
Aku bisa. Aku bisa!
Lari! Secepat mungkin!
TINTAGEL 4 MIL JALUR PANTAI
Turun dan ikuti aku!
- Apa yang dia lakukan? - Alex!
Ayo!
Itu dia. Pulau Tintagel.
Kalian tahu?
Kita harus saling berhimpitan supaya hangat.
Tidak. Aku tak mau berhimpitan sengan siapapun.
Aku benci berhimpitan.
Semoga berhasil, Alex.
Diam disitu.
Halo.
Apa kau bisa membantuku?
Namaku Alexander Elliot.
Aku mencari Ayahku.
Kau lupa padaku, ya?
Aku Sofie.
Aku tantemu. Saudara Ayahmu.
Maaf aku menatapmu tapi...
Kau mirip sekali dengannya.
Aku harus bicara padanya.
Ini hal penting.
Jauh lebih penting dari apapun di dunia ini.
Kau jauh-jauh datang dari London sendirian?
Apa Ibumu tahu kau kesini?
Baiklah, kalau begitu kita harus menelponnya.
Jangan, ini tak ada hubungan dengan Ibu.
Tolong jangan.
Aku harus melakukannya sendiri.
Apa yang Ibumu ceritakan tentang Ayahmu?
Katanya mereka terlalu muda saat aku dilahirkan.
Dia juga mengalami hal lain dalam hidupnya.
Katanya Ayah sedang memerangi iblis.
Aku tak tahu apa maksudnya.
Tapi sekarang aku tahu.
Kau tahu?
Cerita saja. Kau tak perlu bohong padaku.
Aku tahu siapa sebenarnya Ayahku.
Lalu kenapa kau ingin mencarinya?
Apa maksudmu?
Ayahmu suka mabuk.
Dia suka marah tentang hal apapun dan kepada siapapun.
Ayahmu bukan pria yang baik, Alex.
Dia pernah tinggal sebentar disini. Beberapa tahun yang lalu.
Itu saat kau dibawa kesini oleh Ibumu.
Ibumu mengira Ayahmu sudah berubah.
Tapi dia belum berubah.
Aku tak tahu lagi dimana dia sekarang.
Seperti yang kau bilang, dia memerangi iblisnya sendiri.
Maksudku iblis yang sebenarnya.
Iblis gaib.
Seperti yang diperangi Raja Arthur.
Seperti cerita di buku yang dia berikan padaku.
Kau tak mengerti.
Aku raja yang dulu dan yang akan datang.
Dia tahu hal itu.
Dia yang menulis pesan ini.
Dan dia sedang menungguku.
Alex...
...Ibumu yang membelikan buku ini.
Ini adalah tulisan Ibumu.
- Aku ingin mencabutnya. - Ini punyaku!
- Aku ingin jadi raja. - Aku ingin jadi ratu.
Alex!
Ada apa?
- Apa kau menemukan Ayahmu? - Ayahmu bilang apa?
Ayahku tak ada disini.
Dan dia bukan pahlawan.
Dia tak peduli dengan aku.
Dan dia tak ingin mengenalku.
Bahkan bukan dia yang memberikan buku itu.
Ibuku bohong padaku.
Semuanya bohong.
Aku benci Ibuku.
Hei, Alex.
Aku mau tunjukkan sesuatu.
Ulurkan tanganmu.
Sekarang remas sekuat mungkin.
Dan buka tanganmu.
Aku berhasil.
Aku tak bisa tidur. Jadi aku terus berlatih.
Dan sekarang aku bisa melakukannya.
Aku bisa melakukan sulap yang sebenarnya.
Kau tak boleh menyerah. Itu tak boleh.
Seperti Frodo dan Samwise.
Kita tak boleh menyerah karena kita sudah berjuang sejauh ini.
Dia benar.
Kita berperang 3 malam melawan makhluk itu.
Jumlahnya ratusan.
Dengan gigih, bersemangat, dan saling menjaga.
Kau membawa kita kesini.
Kau membuat musuh jadi teman.
Seperti yang dilakukan Raja Arthur. Seperti cerita legenda itu.
Kau adalah Excalibur sejati, Alex.
Masalah lain tidak penting.
Buku yang kau buang ini, Alexander...
...lumayan juga.
Ilutrasi gambarnya bagus.
Tapi...
Tidak sepenuhnya akurat.
Ingat!
Legenda dan kabar angin diceritakan selama berabad-abad.
Selalu ditulis ulang dan selalu diceritakan ulang.
Kadang oleh orang kaya dan berkuasa untuk mempertahankan kekuasaan mereka.
Pedang itu tak peduli siapa orang tuamu.
Dia tidak memilih dari keturunan atau golongan mana, Alexander.
Tapi dari hati dan akal budi.
Jika legendamu berbeda cerita,
mungkin kau harus menulis legenda yang baru.
Kami akan tulis ulang dari awal perjalanan kami.
Kami tak tahu jalan masuk ke dunia lain.
Dan tinggal semalam lagi akan terjadi gerhana.
Kau adalah raja, Alexander.
Seorang pemimpin. Bukan seorang pengikut.
Kau tak butuh apapun selain dari apa yang sudah kau punya.
Kastil Morgana
Aku sudah paham.
Aku tahu.
Aku tahu dimana tempatnya.
Permisi sebentar.
Tolong mundur sedikit. Kami sedang ada misi.
Mundur sedikit. Terima kasih.
Tempatnya masih sama.
Glastonbury Tor.
Tempat dimana Raja Arthur berperang melawan Morgana.
Lance, Kaye, kalian ke tebing.
Cari kuda dan tambatkan di pinggir jalan raya.
Lalu segera temui aku.
Bedders, kau ikut aku.
Kita adalah kskatria.
Kita punya petualangan yang harus diselesaikan.
Ayo, Bedders. Lakukan.
Berhasil.
Bedders, kau jenius.
- Halo. - Halo.
Kami akan mengadakan pawai.
Kau mau terima $50 per biji?
Matahari sudah tenggelam.
Jika kalian tidak bisa mengalahkannya, matahari akan tenggelam selamanya.
Besok Bulan akan menutupi Matahari dan semuanya akan lenyap.
Ini adalah pertempuran kalian, bukan aku.
Berhati-hati.
Berani.
Bersikap ksatria.
Dan selalu ingat kode etik.
Tak ada pintu.
Tak ada apapun disini.
Aku tak mengerti.
Alex, lihat.
Biar aku coba dulu.
Ini menakutkan.
Seperti tak ada penghuni selama ratusan tahun.
Tak ada penghuni sejak Masa Kegelapan.
Kita akan menjebak Morgana.
Kita pertama yang datang kesini.
Ada 4 pintu.
- Mungkin kita masuk per pintu. - Bagaimana kalau ini jebakan?
Bagaimana jika dia ingin memisahkan kita?
Benar. Kita harus selalu bersama apapun yang terjadi.
Tapi...pintu yang mana?
Tunggu sebentar, pedang ini akan menunjukannya.
Lewat sini. Di belakang akar ini.
Awasi dindingnya.
Mereka bisa bergerak.
Mereka mendekati kita.
Mereka ada dimana-mana.
Jangan berjauhan. Bentuk lingkaran.
Lance!
Hei!
Alex!
Mereka menangkapku!
Alex, lihat!
Kau harus pergi. Sekarang.
Aku akan hadang mereka.
Pergi!
Ayo kalahkan mereka!
- Alex! - Alex, kami terjepit!
Alex!
Hati-hati!
Lepaskan mereka!
Selamat datang, Nak.
Selama ini aku mengawasimu.
Kau telah jauh berkelana.
Bertarung dengan sangat berani.
Aku sudah melihat duniamu.
Caramu menjalani hidupmu.
Mitos yang kau yakini.
Orang yang kau percayai.
Semua itu bohong.
Merlin bohong padamu.
Ibumu bohong padamu.
Kau tak punya darah bangsawan.
Kau tak punya keluarga.
Kau tak bisa menang.
Dunia ini sudah busuk, Alexander.
Itu tidak benar.
Bagaimana dengan ini?
Kau bukan siapa-siapa.
Kau cuma anak kesepian.
Kau tak punya harapan.
Duniamu adalah milikku.
Jiwa-jiwa mereka adalah punyaku.
Kau adalah milikku.
Kau benar.
Aku bukan siapa-siapa.
Ambillah.
Lance, Bedders, Kaye, cepat lewat sini!
Cepat!
Aku rasa kita berhasil.
Tadi luar biasa.
Semua beri hormat,
kepada raja yang dulu dan yang akan datang.
Jangan...
Tolong jalan. Jangan.
Ini memalukan.
Jika mereka tahu kita bawa Excalibur, pedang ini akan diambil.
Kia tak boleh ambil resiko.
- Kau benar. - Apakah Lady of The Lake itu nyata?
Di seluruh perairan di pelosok Inggris.
Atau bahkan di kolam renang.
- Atau di seember air. - Atau di genangan air.
Mundur dulu.
Aku rasa itu benar.
Sampai ketemu, pedang.
Kita ketemu suatu saat nanti.
Kau mau kemana Alex?
- Apakah kau tak mau pulang? -
- Lewat pintu belakang. - Kenapa?
Aku tak sanggup mememui Ibuku, Bedders.
Tidak untuk malam ini.
Aku terlalu lemah.
Apa yang akan kau ceritakan padanya?
Seperti ceritamu.
Yang sebenarnya.
Mereka tak akan percaya. Tak seorang pun akan percaya.
Lalu kenapa?
Semua sudah berakhir.
Selamat malam, Sir Bedervire.
Ini adalah petualangan yang hebat.
Ya.
Sungguh hebat.
Selamat malam, Yang Mulia.
Kita tidak berhasil. Dia belum mati.
Bukan.
Kau hanya melukainya. Kemarahannya semakin dahsyat.
- Dan gerhana tinggal 6 jam lagi. - Tapi kenapa?
Aku sudah jalankan semua perintahmu.
Pikirkan lagi, nak. Pikir lagi.
Kode etik itu.
Pasti karena kode etik itu.
Tapi aku sudah menahan diri dari serangan orang.
Aku selalu bicara jujur setiap saat.
Aku gigih...
Menghormati yang kau sayang.
Alex.
Kenapa kau bisa berbuat ini?
Polis sampai mencarimu. Aku sangat khawatir.
Syukurlah kau sudah kembali.
Ibu.
Ada yang harus aku ceritakan padamu.
Kami punya misi ke Tintagel.
Aku rumah tante Sofie.
Ibu tahu. Dia sudah menelpon.
Kau bohong padaku tentang buku itu.
Aku tahu.
Ayah bahkan tidak memberi tulisan di buku itu.
Kau yang menulisnya.
Ayahku tidak peduli../
...kepada kita berdua.
Maafkan aku, Alex.
Maaf aku sudah bohong. Aku cuma...
Ibu hanya...
Ibu ingin kau percaya bahwa Ayahmu itu orang baik.
Ibu pikir jika kau tahu yang sebenarnya, kau pasti sakit hati.
- Merubahmu. - Tidak.
Maafkan aku.
Maafkan aku selalu marah padamu.
Ibu tidak salah apa-apa.
Tidak ada.
Ibu hanya ingin melindungi aku.
Tapi Ibu tak perlu melakukan itu lagi.
Ada yang harus aku lakukan.
Aku harus pergi ke sekolah.
Lalu ambil pedang itu.
Alex.
Kita harus bicara serius tentang pedang itu dan segala cerita tentang Raja Arthur ini.
Itu pasti. Tapi ada yang harus aku tunjukkan dulu.
Semua yang aku ceritakan tentang pedang itu adalah benar.
Aku bisa membuktikannya.
Tapi kita harus janji untuk tidak saling bohong lagi.
Untuk saling percaya apapun yang terjadi.
- Ibu mau janji? - Ibu janji.
Aku juga berjanji.
Sekarang jangan takut, ya.
Lady of The Lake,
aku adalah Alexander Elliot,
jika misiku mulia dan nyata,
tolong kembalikan Excalibur.
Selama aku aku selalu menyuruh kalian untuk mematuhi kode etik.
Tapi aku sendiri yang melanggarnya.
- Morgana belum mati. - Oh, tidak.
Dia akan kembali.
Ke dunia manusia.
Itulah sebabnya kita perlu membuat pertahanan.
Benteng pertahanan. Sebuah kastil.
Makhluk itu akan bangkit dari tanah di sepanjang jalan.
Lalu menyerang dengan jumlah yang banyak dan mengerikan.
Gerhana itu memberi kita satu keuntungan.
Malam tidak berlangsung seharian.
Jadi kali ini, Merlin ikut menyerang.
Tapi benteng tidak bisa bertahan selama pertempuran.
Kita harus menghimpun pasukan.
Aku ingin kalian memberi contoh yang baik.
Jadi saat semua anak berkumpul di taman melihat gerhana.
Semua anak bersikap tertib. Apa kalian paham?
- Ya. - Oke, Bu.
Kenapa anak-anak itu berjalan ke arah kita?
Astaga...
apa yang akan kalian lakukan?
Datang ke sekolah di pagi hari...
...dengan pakaian seperti itu.
Menyelamatkan Inggis dari perbudakan abadi.
Oleh penyihir jahat kuno yang tidak bisa mati.
Istirahat sudah selesai.
Cepat masuk dengan tenang ke dalam barisan.
Masuk ke barisan. Istirahat sudah selesai.
Semuanya berkumpul!
Cepat!
Anak ini punya pengumuman yang sangat penting.
Namaku adalah Alexander Elliot.
Beberapa hari yang aku menemukan pedang tertancap di batu.
Dan aku tahu ini bukan pedang sembarangan.
Ini adalah legenda "Pedang di Dalam Batu".
Excalibur.
Aku tahu. Aku tahu. Ini kedengarannya konyol.
Tapi ini benar.
Dan aku akan membuktikannya.
Anak ini, Martin...
...dia adalah Merlin si penyihir.
Dan jika kalian tak percaya aku...
...lihat saja.
Memalukan sekali.
Tenang, tenang. Dengarkan dulu.
Negara ini dalam bahaya.
Seorang penyihir bernama Morgana,
telah bersemayam di bawah tanah kita selama beradab-abad.
Menunggu waktunya...
...untuk kembali dan memperbudak kita.
Dan waktu itu telah tiba.
Dalam 2 jam lagi, terjadi gerhana.
Morgana dan pasukan ksatria mayat hidupnya, akan menyerang sekolah.
Kami minta bantuan kalian untuk mengalahkannya.
Yang kalian lakukan adalah berlutut dan Alex akan melantik kalian.
Siapa pun yang melakukannya akan mendapatkan pedang.
Dan perisai.
Ini bukan permainan. Ini 100% nyata.
Pedang berapi.
Kuda bernafas api.
Jadi jangan maju kecuali kalian sudah siap.
Dulu aku dan Bedders membenci Lance dan Kaye.
Dan mereka membenci kami.
Kami dulu musuh bebuyutan.
Tapi sekarang kami tahu itu tipuan iblis.
Membuat orang saling bermusuhan.
Untuk mengalihkan perhatian ke diri mereka.
Karena dia tahu, jika kita berjuang bersama,
dia tak bisa menang.
Jadi siapa yang mau berjuang bersama kami?
Siapa yang berjuang untuk menyelamatkan teman-temannya?
masa depannya, negaranya.
Siapa yang mau bergabung bersama kami?
Dan ngomong-ngomong...
Ini bukan pelajaran pada hari ini.
Permisi, kita harus bicara soal aturan...
Sepertinya kita sudah terlalu menyimpang...
Tak seorangpun cerita tentang sejarah ini...
Bapak Ibu sekalian, boleh minta perhatiannya sebentar?
- Siapa namamu? - Hector.
Aku lantik kamu jadi ksatria.
Terima kasih.
Ini adalah perisainya.
Ini pedangnya.
Oke.
Ambil pedangnya.
Susun barikade. Pasang talinya.
Cepat, cepat cepat!
Bawa tali itu dan tarik ke dinding.
Bersiaplah segera.
Permisi Bapak Ibu sekalian.
Bolehkah aku pinjam kunci mobil kalian?
Ayo, kalian ke kiri. Yang lain ke kanan.
Ambil kunci masing-masing. Ayo!
Dan satu...
Dan dua...
Dan tiga...
Dan empat...
Dan lima...
Kau harus memancing dia.
Menjebaknya.
Memberiku waktu untuk membuka portal.
Menciptakan pusaran.
Lalu kau harus menghancurkannya.
Jadi dia tak bisa kembali lagi.
Tak akan mudah, Alex.
Kita bisa melakukannya, Merlin.
Kita tak punya pilihan lain.
Kita harus melakukannya.
Untuk semua batalyon, bersiaplah.
Inilah saatnya. Semoga berhasil.
Bersiaplah untuk perang!
Mereka menuju gerbang.
Tunggu dulu. Tunggu dulu.
Sekarang! Maju, maju, maju!
Mundur! Kembali ke posisi!
Mereka menerobos masuk!
Tarik!
Serang!
Jatuhkan kudanya!
Satu!
Dua!
Tiga!
Empat!
Serbu!
Sir Lance, Lady Kay, dan Sir Bedivere bertarung satu lawan satu.
Semuanya mundur! Kembali ke posisi.
Menyingkir dari jalan. Mereka terlalu banyak!
Berbaris!
Barikade!
Barikade!
Barikade!
Cepat.
Ayo cepat!
Ayo cepat!
Mereka banyak sekali. Mana Morgana?
Pintu belakang tak bisa bertahan lama.
Mungkin dia tak datang. Mungkin semua ini sudah berakhir.
Dimana Merlin?
Halo Merlin.
Kau makin berumur sekarang.
Pasukan bocah?
Kau pikir aku akan mengasihani mereka?
Setelah selama ini, cuma ini rencanamu?
Akhirnya kau muncul.
Kau tak punya belas kasihan.
Anak-anak ini punya kebaikan dan keluhuran yang tak akan pernah kau pahami.
Oh Merlin...
Aku telah melihat sendiri.
Saat mainan dan kekonyolan mereka,
dan ketidaktahuan mereka tentang alam dan ilmu sihir.
Kau pikir tikus-tikus kecil ini layak mendapatkan tanah ini...
...dan pedang yang merupakan harta warisanku?
- Merlin! - Merlin!
Ya aku yakin.
Kau dan aku cuma sejarah, Morgana.
Masa depan adalah milik mereka. Kau akan mati.
Mereka tak punya masa depan.
Ayo...
Alex...
- ...jangan mati. - Aku usahakan.
Hei, datang dan ambillah!
Kesini. Datang dan ambillah!
Bedders, serang!
Tolong aku!
Tarik! Tarik!
Berlindung!
Hei!
Hei!
Hei!
Lance, Kaye, sekarang!
Cekik dia. Jangan sampai dia menyemburkan api!
- Kau siap? - Ayo!
Tarik talinya! Bantu aku!
Bedders, ayo!
Merlin, kita sudah menangkapnya!
Kami sudah siap!
Merlin!
Tolong berikan aku jaket!
Merlin, bicaralah. Apa kau baik-baik saja?
Maafkan aku.
Aku tak punya kekuatan lagi.
Aku gagal membantumu.
Belum. Kau belum gagal.
Ramuannya Martin. Cepat!
Esk krim, Cherry 8, dan nugget ayam. Semua diblender.
Alex, kami tak bisa menahannya lebih lama!
Aku sudah banyak menyaksikan pertempuran hebat di jamanku.
Pengepungan oleh pasukan Inggris.
Kaum Saxon tak berkutik di bukit Badon
Tapi percayalah padaku, tak ada yang bertempur lebih berani daripada kalian.
Melawan Morgana dan makhluk itu.
Kalian telah melampaui semua pengharapanku.
Merlin, kami memenangkan pertempuran.
Tapi Inggris masih sama seperti yang sebelumnya.
Ya, jadi apa yang sudah kami rubah?
Dan bahkan dengan pedang.
Apa dia menuruti perintah kami?
Itu benar. Kami cuma anak-anak.
Mungkin saja begitu.
Tapi ketahuilah ini.
Ada jiwa orang tua bijak di dalam setiap anak.
Dan ada anak konyol di setiap jiwa orang tua.
Mungkin kalian akan menghadapi peperangan yang lebih banyak.
Mungkin tidak melawan iblis, atau ksatria mayat hidup,
atau pasukan yang membawa pedang atau perisai.
Dan bahkan jika kalian tidak membawa Excalibur,
kalian akan tetap tahu tujuannya.
Dan apa yang kalian perjuangkan.
Jadi Bedivere,
aku memberimu kekuatan duplikasi benda logam dan aku akan mecabutnya.
Tapi sekarang aku yakin kau bisa dipercaya dengan kekuatan itu.
Sungguh?
Serius?
Terima kasih, Merlin.
Aku janji selalu menggunakannya untuk kebaikan.
Sir Lance, Lady Kay...
...kalian pemberani, setia, dan mulia.
Kalian sudah belajar berjuang untuk orang lain dan bukan untuk kalian sendiri.
Kalian Ksatria Meja Bundar yang sejati.
Terima kasih, Merlin.
Terima kasih, Merlin.
Alexander, aku pinjam bukumu dan melakukan sedikit perubahan.
KSATRIA MEJA BUNDAR
Terima kasih, Merlin.
Negara akan baik jika pemimpinnya juga baik.
Dan kalian akan menjadi pemimpin yang hebat.
Translated & Resynced by BernadX Jakarta, Februari 2018 Ingin donasi pulsa? Silakan ke 081385001509
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.