Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Translated & Resynced by BernadX Jakarta, Februari 2018 Ingin donasi pulsa? Silakan ke 081385001509
Kerajaan Inggris dan Republik Perancis, bersatu untuk berjuang...
Kita tak akan menyerah.
Pria dan wanita warga Amerika,
ini adalah saat paling penting dalam sejarah dunia.
Tentara, pelaut, dan pilot dalam Pasukan Ekspedisi Sekutu,
kalian akan memulai Perang Salib Besar.
Kalian akan menghancurkan mesin perang Jerman.
Penghapusan tirani Nazi terhadap orang tertindas di Eropa.
Aku yakin dengan keterampilan bertempur kalian.
Semua mata dunia tertuju pada kalian.
Hitler sudah mati.
Perjalanan singkat dengan kereta dari Paris ke Berlin.
Dan jika aku sampai di sana dengan senjata ini...
Dor!
Kita semua pulang.
Kapalnya banyak sekali!
Aku lebih suka di atas sini.
Jika pesawat pembom Jerman melihat rombongan mereka seperti itu,
20 kapal hancur sekali tembak.
Lebih susah untuk menembak pesawat.
Hei, Rosenfeld!
Banyak pasukan Amerika tewas di pesawat daripada di kapal. Itu fakta.
Jangan dengarkan Tibbet, Rosenfeld. Dia cuma omong kosong.
Hei, Grunauer!
Apa bahasa Jerman dari "omong-kosong"?
Aku suka itu.
Hei.
Morton Chase.
Aku fotografer.
Aku dengar dari Sersan kalau kau pernah di Italia sebelum ini?
Itu seperti bingkai besar.
Kau mau aku potret saat sedang lihat keluar jendela?
Kau tahu apa yang aku mau, Morton Chase?
Aku mau kau kembali ke tempat dudukmu.
Kau sudah punya banyak teman, anak manis?
- Kau kenal orang itu? - Tidak.
Kopral dari Kompi B.
Baru saja dipindahkan disini.
Aku dengar dia dipindahkan karena menembak seorang kapten.
Dia menembak komandannya dan dipindahkan bersama kita, ya?
Jadi apa kesalahan kita?
Boyce...permen karet?
Apa ini? Untuk keberuntungan?
Ayolah, bung.
Kau butuh lebih dari itu saat mendarat nanti.
Bisa berikan kalungku?
Disana nanti tak seperti pelatihan militer.
Banyak tembakan pasukan Jerman dengan peluru asli.
Dan Boyce, kau bahkan hampir mati saat pelatihan.
Tak ada jimat yang bisa mengubahmu jadi tentara.
Kau sudah selesai? Bisa berikan rantainya?
- Aku cuma bercanda. - Terima kasih.
Dimana lokasi pendaratan kita, Nez?
Di desa Cielblanc Perancis, Sersan!
Dan apa sasaran kita, Grunauer?
Menara pengacak sinyal radio di atas gereja dekat kota, Sersan!
Mengapa Nazi menempatkan menara pengacak sinyal radio di atas gereja, Pratu Boyce?
Karena mereka...
Ya Tuhan, Boyce.
Mereka menempatkannya di atas gereja karena Nazi itu bajingan tengik.
Dan bajingan tengik itu akan melakukan apapun untuk menghancurkan segala yang baik di dunia ini!
Itulah kenapa kita harus jadi bajingan seperti mereka.
Jelas?
Ya, Sersan!
Ada lebih 120.000 pasukan sekutu berjuang memasuki pantai Perancis...
...untuk berjuang demi kebaikan dan kemurnian di dunia ini.
Dan mereka butuh bantuan udara dari kita.
Bantuan itu tak bisa menembus pertahanan Jerman...
...jika kita tidak menghancurkan menara itu sebelum jam 06.00.
Jadi apa yang harus kalian lakukan?
Pekerjaan kami, Sersan!
Tepat.
Pekerjaan kalian.
Kopral Ford bergabung disini sebagai ahli peledak.
Kalian beruntung bersama dia.
Kalian patuhi perintahnya seolah kalian mendengar suara manisku dari mulutnya.
Kita terjun dalam 90 menit.
- Coo-ree! - Coo-ree!
Kita pasti makin dekat.
Semoga tak ada masalah.
Kita tidak jadi terjun dan berada di tengah pasukan Jerman...
Tak akan ada masalah.
Kita tahu yang akan diperbuat Jerman pada pria bernama Rosenfeld.
Tak akan ada masalah.
Cuma sambutan kecill dari pasukan Jerman.
Tetap duduk dan tetap tenang.
Kita loncat saat lampu indikator menyala.
Menyenangkan sekali, kan?
Oh, sial!
Banyak tembakan penangkis udara!
Kita harus terjun beberapa kilometer ke selatan.
Siap!
Aku sudah bilang kita akan bersenang-senang, kan!
Kita akan mati!
Kita akan mati!
Sersan, kau terkena...
- Murphy! - Medis!
Tenang! Itulah gunanya kita disini.
Ini pekerjaan kami.
Grunauer, duduk!
Duduk!
Aku bisa menyelamatkannya! Aku bisa!
Dia sudah mati. Duduk! Semuanya duduk!
Oh sial!
Level merah! Berdiri!
Kaitkan!
Sejajarkan barisan!
Tunggu sinyal hijau.
Oh sial!
- Sampai jumpa di darat! - Aku tepat di belakangmu!
Jacob!
- Aku tepat di belakangmu! - Oke!
Terjun bebas!
Tibbet, maju!
Rosenfeld!
Maju!
Sial.
Jacob?
Jacob?
Jacob?
Sersan.
Kalian pasukan Jerman, ada yang punya rokok?
Kalian pasti bercanda. Tak seorangpun?
Brengsek!
- Sstt...semua sudah terjadi. - Kau biarkan dia mati!
Dia sudah mati sebelum tiba di tanah. Dia tahu itu.
- Apa maksudmu? Kita bisa... - Brengsek.
Jumlah mereka ada 10 dan aku tahu caramu pegang senapan.
Misi kita bukan untuk menyelamatkan Sersan.
Kita hancurkan menara itu sebelum jam 06.00. Ayo!
Beberapa kilometer ke utara.
Kita sampai di perhentian pertama di Cielblanc.
Itu jika yang lainnya berhasil selamat.
- Kau lihat ada yang lain? - Cuma kamu.
Dan Sersan Rensin.
Boyce, jika kau takut mayat, kau juga akan jadi mayat.
Kopral, aku punya teman di pesawat itu.
Yeah.
Ya, teman juga bisa mati.
Kopral.
Petir.
Guntur.
Selamat datang di Perancis.
Hai, teman-teman!
- Shh. - Oh, maaf.
Aku curiga cuma kita bertiga yang ada disini.
Dia takut.
Aku tak tahan dengar ocehannya dari tadi.
Tibbet, bagaimana kondisi peledaknya?
Baik.
Tolong katakan kau tak hanya berdua bersama Boyce.
Sial, maaf.
Kau bawa kameramu?
Apa?
- Apa kau bawa kamera? - Ya.
- Tidak rusak saat terjun? - Ya.
Wow...kualitasnya bagus.
- Terima kasih. - Kau potret pemandangan dengan itu?
Sepertinya mereka ingin aku memotret aksi pertempuran,
mungkin beberapa kejadian di garis depan.
Boleh aku lihat? Aku bisa memakainya.
Hati-hati. Itu mudah pecah...
Kau seperti pakai senter dan gampang terlihat musuh.
Maaf, bung.
Ada tanda dari Rosenfeld?
Aku lihat Grunauer 1 mil sebelah timur.
Pasukan Jerman menembaknya.
Sial, tak ada yang bergabung bersama kita.
Senyum saja selama perjalanan, Tibbet.
Perancis sialan.
Aku yakin kau ingin kembali Ialia, ya kan Kopral?
Bagaimana kau bisa bersama kami?
Aku tak tahu, Tibbet.
Kenapa kau banyak omong?
Beberapa pertanyaan tak punya jawaban bagus.
Aku akan tulis itu di bukuku, Kopral Ford.
Bukumu?
Yah. Aku sudah menulis sejak kita ditempatkan.
Apa itu yang selalu kamu tulis?
Aku kira orang kampung seperti kamu tak bisa bikin kalimat.
Apalagi menulis buku.
Ibuku menulis buku resep di kampungnya.
Aku pikir bisa melakukannya juga.
Hal yang tidak diketahui orang banyak.
Dari kejadian saat latihan sampai kita disini.
Sepertinya menggetarkan hati. Pasti laku jutaan kopi.
Aku akan beli satu.
Terima kasih, teman.
Chase, aku rasa kita foto berdua dan menaruhnya di buku itu.
Dengan begitu kau dapat keuntungan...
Boyce!
Boyce... pertahankan posisi denganku!
Boyce!
Mana Dawson?
- Mana Dawson? - Dawson sudah mati.
Pertahankan posisi denganku apapun yang terjadi.
Perbaiki bayonetmu dan hunuskan!
Ayo, kita harus bergerak!
Chase, ikuti dia!
Terus maju!
Hei bangun! Pegang senjatamu seperti ini!
Apa ada yang bisa membantuku?
Gunakan senjatamu, dasar cengeng.
Tidak susah untuk memakai senjata.
Apa susahnya?
Kau akan tahu.
Ayo maju. Kita harus masuk ke daerah pepohonan.
Dia tadi ada disana.
Sekarang dia sudah mati.
Tapi kau masih selamat.
Jadi jangan menyerah. Ada tugas yang harus diselesaikan.
Apa ini?
Seperti anjing, ya?
Baunya busuk sekali.
- Apa yang dia atas itu? - Sepertinya bola mata.
- Itu aneh. - Hei, matikan senternya!
Maaf.
Brengsek, tak peduli...
...benda apa itu.
Itu bukan anjing.
Seperti anjing setan.
- Anjing setan? - Iya. Anjingnya setan.
Penjaga neraka...
...cabutlah roh dari tubuhmu dan bawalah ke iblis.
Darimana kau dapat omong kosong itu?
Apa maksudmu?
Bagaiman itu bisa muncul di pikiranmu?
Alkitab.
Alkitab.
Berapa anjing berkaki kuda yang pernah kau lihat?
Itulah maksudku. Ini bukan anjing biasa.
Hei!
Kopral, apa tindakan kita?
Jangan sampai yang lain tahu kita ada disini.
Tangkap dia. Tangkap dia.
Tenang, tenang, tenang...
Kau aman.
Kau aman.
Tak apa-apa.
Sudah selesai.
Boyce, penerjemah resmi. Bagus juga.
Dia suka mengambil barang orang mati.
Cielblanc? Apa itu desamu?
Cielblanc?
Banyak pasukan Jerman?
Ambilah.
Boyce, bilang padanya untuk menunjukkan jalan.
Bisakah kamu mengantar kami?
Tas itu.
Ini?
Ambilah.
Nazi brengsek.
Itu rumahku.
Itu rumahku. Tapi kau jangan sampai kelihatan.
Kopral, ini tempatnya.
Ada siapa lagi disana?
Kau tinggal sendiri?
Dengan adikku. Umurnya 8 tahun. Dan bersama Bibiku.
Cuma ada bibi dan adiknya.
Kita cari tahu apakah dia berkata jujur.
Boyce, kau disini saja.
Jika dia lari, tembak saja.
Ayo.
Kau dan aku tunggu disini.
Dia cuma memeriksa. Itu saja.
Jangan, jangan...
Siapa itu?
- Aku bilang siapa itu? - Cepat sembunyi!
Ny. Lesner.
Ini aku Chloe.
Tak seharusnya kau di luar.
Aku akan bilang ke Kapten.
- Jangan. Aku mau pulang. - Kau akan dibawa ke gereja!
Jangan...aku mau pulang.
Jangan! Hentikan itu!
Gadis itu melanggar jam malam!
Aku mau pulang! Aku mau pulang!
Semua baik-baik saja. Tak ada apa-apa.
Gadis itu memberikan info ke mereka?
Tidak. Dia juga benci Jerman seperti kita.
Karena mereka adalah babi.
Aku harus pastikan kalian juga bukan babi.
Lewat sini.
Wow...indah sekali logatnya.
Ooh la la la. Oui, oui. Kau tahu lah.
Kita ke menara Eiffel dan seterusnya.
Suara apa itu?
Bibiku. Dia sakit.
- Jangan berisik. - Aku?
Bilang anak itu jangan bikin kaget lagi.
Apa Bibimu akan menimbulkan masalah?
Tidak.
Dia sakit keras.
Bonjour.
Banyak pasukan Jerman bergerak di luar.
Ada 2 truk patroli melintas.
Bangunan itu juga dipersenjatai dengan baik.
Bongkar perbekalan.
Semua peledak dan timer diletakkan di meja.
Aku mau tahu jumlahnya.
Bu, apakah kau pernah masuk kamp itu?
Tidak.
Truk hilir mudik
Kita akan ditembak jika mendekatinya.
Kita hitung waktu patroli mereka dan hitung waktu jedanya.
Semoga tak ada regu tembak menunggu kita di bangunan itu.
Kita hanya butuh waktu untuk memasang peledak di menara itu.
Tibbet, jika kau di posisi yang tepat...
...bisakah kau alihkan perhatian patroli itu dari aku dan Chase?
- Tunggu. Apa? - Aku bisa mengulur waktu untukmu.
Tapi setelah aku menembak, mereka akan geledah semua rumah.
- Aku tak bisa atasi hal itu. - Aku tak yakin bisa naik menara.
Sebaiknya aku yang pergi
Mau diapakan mereka?
Hal yang sudah sering mereka lakukan.
Kepada orang tuaku.
- Sial. - Ya ampun!
Kalian tak bisa tinggal disini. Mereka patroli tiap malam.
Menggeledah rumah Berbuat sesuka mereka.
Kita tetap disini sampai menara itu hancur...
...yaitu kurang dari 4 jam.
Jangan khawatir, sayang.
Ya Tuhan!
Kita harus pasang lonceng untuk berandalan kecil ini.
Ada banyak pasukan di luar sana dan kita cuma ber-empat.
Jadi...
Mungkin kita harus menunggu. Siapa tahu teman kita ada yang datang.
Bocah manis, akhirnya kau pintar juga.
Terima kasih.
Kopral, tak mungkin kita bunuh diri hanya untuk sebuah menara.
Kita dengar perintah Sersan.
Pesawat tak bisa kirim bantuan sebelum kita hancurkan menara itu.
- Lihat dirimu! - Benar, kan?
Tiba-tiba kau bicara seperti tentara sejati, Boyce.
Apa yang kau siapkan untuk menghabisi pasukan Jerman itu?
Apapun yang aku bisa.
Apapun yang kau bisa. Kau bisa apa? Katakan!
Apa maksudmu, Tibbet?
Maksudku adalah kau bahkan tak tega bunuh tikus.
Kau bisa?
Kopral, kau harus dengar ini.
Ada tikus di barak kami saat di kamp pelatihan.
Dia berak dimana-mana.
Jadi Sersan menyuruh orang untuk membunuhnya.
Si Boyce ini menangkap tikus itu di sepatunya.
Tapi dia melepaskan di ladang.
Tapi besoknya tikus itu datang lagi dan mencabik-cabik bantalnya Sersan.
Jadi Sersan menghukum kami berlari mendaki bukit seharian karena hal itu.
Kau tidak mampu jadi tentara, Boyce.
Biarpun kau mampu, kita tak sanggup melawan pasukan Jerman itu.
Tibbet, cukup!
Periksa apakah ada yang berhasil sampai di titik pertemuan. Ajak Chase bersamamu.
Ah..sialan.
Pergilah Chase. Dan kembali jam 03.00.
Apa?
Apa?
Suaramu tak jelas. Aku tak paham omonganmu.
Dia tanya apakah kau mau bermain?
Dia pikir semua orang Amerika suka main baseball.
Aku tidak suka.
Kalau dia bisa billiar dan punya uang $5, baru kita main.
Chase, ayo!
Bu...
Terima kasih.
Kau ke bawah dan pastikan semuanya aman.
Tapi Tibbet and Chase mungkin butuh sedikit...
Boyce, jalan!
Sudah aku bilang Bibiku sakit.
Apa yang menimpanya?
Aku tak tahu.
Tanya orang Jerman itu.
Dia tidak bicara sejak kembali dari gereja itu.
Aku mau membersihkan lukamu.
Ayo!
Aku suka cerita tentang tikus tadi.
Bahasa Inggrismu bagus.
Aku pernah kuliah di London.
Untuk jadi dokter hewan.
Lalu terjadi perang.
Dan semuanya berubah.
Namanya Paul.
Dan aku Chloe.
Aku Ed.
Mengingatkanku pada rumah.
Logat Perancismu terdengar beda.
Nenekku yang mengajariku. Dia berasal dari Haiti.
Tapi dia pindah ke Amerika. Tinggal di Louisiana.
Aku tak tahu Louisiana.
Cuacanya panas.
Cuacanya panas.
Dan...
Tak ada perang disana?
Tidak seperti ini.
Sebelumnya kau bilang...
...pasukan Jerman membawa pergi orang tuamu?
Yang pertama Ayahku.
Seminggu kemudian mereka membawa Ibuku.
Dokter Jerman percaya bahwa cairan hitam di bawah tanah punya kekuatan.
Dia bilang itu ilmu pengetahuan.
Padahal itu cuma alasan untuk membunuh kami.
Selamat malam, Nona Laurent.
Boleh aku masuk?
Malam yang menyedihkan.
Sedang mencari sukarelawan.
Sayangnya...
...begitulah kehidupan.
- Apa yang kau lakukan? - Tak ada.
Rasanya aneh...
Tak ada kelinci malam ini?
Kau tidak masak?
- Aku sedang sibuk. - Sibuk apa?
Merawat Bibiku
Baiklah.
Kau ada waktu untuk kita?
Hmm?
Jangan malam ini.
Aku mohon..
Apa kita harus selalu ulangi lagi?
Apa perlu aku ingatkan tentang kesepakatan kita?
Maaf. Aku kurang enak badan.
Aku tak punya waktu untuk ini, Chloe.
Aku tak punya waktu malam ini.
- Mana Paul? - Dia sedang tidur!
Dia tidur di loteng?
Jangan kemana-mana, Chloe.
Hanya bocah main bola.
Jadi dia tidak bisa tidur, ya kan?
Mungkin dokter bisa menolongnya seperti dia menolong Bibimu?
Hmm?
Apa kami harus membawanya?
Atau aku boleh tetap disini?
Tetaplah disini.
Aku sangat senang.
Terima kasih.
Siap Bos.
Ayo pergi.
Bangun kau, bajingan!
Ada yang tidak setia...
Kau baik-baik saja?
Dia baik-baik saja untuk sekarang.
Tapi tak lama lagi. Kalian juga begitu.
Jangan khawatirkan kami, Franz.
Peluang kami lebih bagus daripada kamu.
Ini bagus sekali.
Apa ini pemberian bos'mu karena kau mencapai kuota korbanmu?
Aku butuh karung.
Boyce, kau membahayakan misi kita.
- Kopral, kita tak bisa membiarkannya... - Diam!
Panggil Tibbet dan Chase.
Kita harus menuju menara.
Sialan!
Tolong aku...
Astaga!
Jacob?
Sstt...jangan berisik.
Kita harus pergi dari sini.
Jangan, tunggu.
Maaf. Dengar dulu! Dengar!
Aku harus mencabutnya, oke?
Ini mungkin sakit. Maaf.
Ayo, ayo.
Ada apa lagi sekarang?
Ya, lewat sini.
Pegang ini. Lindungi kita.
Cepat.
Ayo.
Ini sudah terlalu lama.
Taruhan 10 dollar Boyce sudah tertangkap.
Apa kau tak punya anjing untuk diajak bermain?
Ya ampun, Chase. Jangan foto-foto lagi.
Tak berhasil?
Aku menyuruhnya menjemput kamu.
Jadi ini salahku karena Boyce tidak kembali?
Kau bilang tunggu di jembatan. Aku sudah menunggu.
Sudah beruntung aku masih selamat.
Hei! Butuh bantuan!
- Apa yang terjadi padanya? - Aku menemukannya dalam "Gereja".
Pasukan Jerman menangkapku setelah aku sampai di tanah.
Aku bangun dengan segala benda menempel di tubuhku.
Di dalam gereja? Bagaimana kau bisa masuk gereja?
Bersama mayat-mayat.
Pelan-pelan. Pelan-pelan.
Mereka melakukan percobaan pada mayat disana.
Mereka melakukan percobaan pada warga desa.
- Apa? - Seperti pada Bibinya.
Mereka membakar orang dengan pelontar api dan mereka masih bergerak.
Dan mereka masukkan cairan hitam dari tanah ke kepompong...
Tenang dulu. Apa kau bisa melihat kamp menara?
Wanita itu tak punya tubuh dan dia masih bicara.
- Aku juga lihat Rosenfeld... - Boyce!
Apa kau bisa melihat kamp menara itu?
- Komplek utama menara. - Yah.
Pusatnya di bawah tanah. Tapi ada hal lain di bawah sana.
- Coba lihat ini. - Oke, oke.
Apa itu?
Benda apa ini?
Apa itu bahasa Jerman? Aku tak paham. Ada yang bisa bahasa Jerman?
Aku tak bisa bahasa Jerman.
Aku cuma petugas Fuhrer.
Aku tak tahu yang diperbuat dokter itu.
- Kau tidak tahu? - Tidak.
Aku rasa Pratu ini tak percaya padamu.
Aku lihat anak buahmu dan dokter itu membakar orang-orang itu.
Ini perang, kan?
Orang bisa mati. Dengan cara yang menyedihkan.
Aku yakin Kopralmu ini sudah membunuh banyak orang...
Oh ya...hei!
Tetap fokus.
Aku terburu-buru, Franz, jika kau tak mau jawab,
Pratu ini akan mengecat ruangan ini dengan darahmu.
Apa yang kau lakukan dengan orang-orang yang kau bawa ke gereja itu?
Mereka diberikan suatu tujuan.
Untuk sekali dalam hidup mereka yang menjijikkan itu,
seperti Bibimu, serta darah dan mayat warga desa sini,
memberikan kontribusi dengan cara yang tak kau pahami.
Pegang dia!
Keluarkan dia dari sini.
Maaf tentang hal itu.
Sekarang...
...kita tak butuh benda ini karena tak ada hubungannya dengan kita.
Persetan kau.
Bangunkan dia.
- Bagaimana sekarang? - Kerek dia pakai tali.
- Apa? - Kerek dia pakai tali.
Kopral, kenapa kita harus mengereknya pakai tali?
Kau tahu dia tak mau bicara. Dan kita harus bergerak.
Kita punya misi, kan?
Ya, kan?
Kau tahu informasi yang aku mau.
Apa isi kamp itu?
Pasukan, senjata, semuanya.
Hmm?
Persetan kau.
Hei, Franz...
...kali ini aku akan menang.
Kau akan bicara. Kau pasti bicara.
Ford!
- Apa? - Kita sedang apa ini?
Kau pikir bajingan ini layak diperlakukan baik?
Kita tidak seperti dia!
Kau ingin menghajarnya,
pikiranmu sama jahatnya dengan aku.
Sekarang jangan ikut campur.
Berapa personel di kamp itu?
Berapa pasukan di kamp itu?
Pergi dari sini.
Akui tidak mengenal diriku lagi.
Tiga bulan yang lalu aku sedang...
...memotong rumput di halaman rumahku.
Dan tukang pos datang membawa surat dari pihak militer.
Dan sekarang aku disini.
Tak tahu bagaimana nasibku kelak.
Jika kita bisa percaya omongannya,
berarti ada sekitar 40 orang di bangunan itu.
40 orang?
Itu terlalu banyak.
- Benar, kan? Terlalu banyak. - Agak susah untuk menyelinap masuk.
Tibbet harus menyibukkan mereka agar kau dan aku meledakkan menara itu.
Masih pakai rencana itu?
Cuma itu yang aku punya.
Mungkin ada jalan masuk dari dalam menuju menara itu.
Aku melihat semacam ruang operasi saat aku disana.
Jadi kita harus berjuang keras untuk masuk dan keluar lagi? Tidak.
Lebih baik tetap di luar saja.
60 menit lagi sebelum bantuan udara sampai pantai.
Kau ada kendaraan? Mungkin tak akan kembali.
Ayahku menyimpan di garasi.
Chase, siapkan orang Jerman itu untuk jalan.
Kita butuh dia untuk pengalih perhatian.
Tunjukkan garasinya.
Hei, waktunya pergi.
Hei...
...teman.
Bangun.
Sepertinya aku butuh bantuan...
Jangan! Jangan! Hentikan!
Hentikan! Lepaskan!
Tolong!
Chase!
Hei, hei!
Chase, Chase, Chase.
Aku kira dia tidur.
Dia tadi tidur...
Sialan.
Diam. Ini bukan salahmu.
- Berikan tekanan disini. - Ya, tekan saja.
Apa parah?
Lihat aku. Kau baik-baik saja.
- Bagaimana dia? - Chase.
Buka mulutmu. Nah gitu.
Ed... jangan biarkan aku mati, ya!
Kau tak akan mati. Kau akan sembuh.
- Kau akan baik-baik saja. - Tekan terus. Tekan terus...
Ayolah, Chase. Kamu akan selamat, nak.
Aku merasa tak enak.
Berbaring saja. Berbaring.
Chase, tenang. Jangan tegang.
Kau baik-baik saja.
Kau baik-baik saja, Chase. Tetap bersama kami.
Lihat aku, Chase, Lihat aku.
Chase. Chase.
Mana kameraku?
Ada disini.
Ini kameramu.
Chase.
Chase.
Chase.
Biar aku tembak kepala Jerman ini!
- Jangan, kita masih membutuhkannya. - Aku carikan gantinya.
Apa yang kau lakukan?
Boyce, dia sudah mati.
Rosenfeld, ambil peledaknya di meja. Kita harus bergerak.
Mereka akan dengar kalau kita kita datang.
Jalan!
Jalan terus! Jalan!
Boyce, bawa peledaknya. Sekarang.
Ayo. Bantuan udara tak bisa menjangkau pantai jika menara itu masih berdiri.
Kenapa kau tersenyum?
Ya Tuhan...
Uh...
Kau tadi tanya kegunaan serum itu, Kopral?
Aku haus.
Apa yang kau rasakan?
Aku merasa sehat sekali.
Bahkan tak terasa sakit.
Tak separah kelihatannya.
Itu aneh.
Tambahkan di daftar keanehan.
- Chase? - Huh?
Kau bisa berdiri?
Yah.
Santai saja.
Apa disini panas?
Aku merasa gerah.
- Chase. - Chase.
- Mungkin kau perlu duduk. - Kepalaku sakit.
Apa-apaan...
Ed?
- Chase? - Astaga.
Ya ampun.
Kepalaku sakit.
Chase!
- Chase, duduklah. - Ya ampun, Chase!
- Ada apa dengannya? - Aku tak tahu.
Chase.
Aku akan menembaknya.
Kopral, jangan. Tenang dulu. Aku mohon.
Chase?
Apa yang kau lakukan padaku, Ed?
- Apa yang kau lakukan? - Chase, hentikan!
Apa yang baru saja terjadi?
1000 tahun Kekaisaran Jerman,
membutuhkan tentara ribuan tahun.
Kau pasti bercanda.
Boyce.
Boyce!
Hei, hei. Sudah selesai.
Sudah selesai. Itu bukan dirinya.
Itu bukan Chase.
Kau dengar? Itu bukan Chase.
Ya Tuhan...
Ada yang beritahu aku, kejadian apa ini?
- Paul. - Brengsek!
Chloe!
Chloe!
Sial.
Merunduk.
Jangan! Paul! Paul!
Chloe!
Sialan!
Paul!
Brengsek!
Kita harus bergerak. Kita hancurkan menara itu sekarang.
Boyce dan aku naik menara itu. Tibbet dan Rosenfeld melindungi kita.
- Kopral, bagaimana dengan anak itu? - Ayo, kita harus bergerak!
Mereka menangkapnya karena kita. Tunggu, tunggu!
- Dan laboratorium itu? Perbuatan mereka? - Itu tidak penting. Itu bukan misi kita!
Kita hancurkan menara, pasukan datang,
baru bereskan yang di bawah tanah itu.
- Adiknya sudah mati saat itu. - Kau lupa misi utama kamu, Pratu?
Urusannya lebih daripada itu sekarang, Kopral.
Apa aku harus menyeretmu ke menara itu?
Ya, karena aku tak akan tinggalkan mereka disana
Aku beri kamu perintah!
Tidak.
Tidak
Tidak. Tidak!
Kita harus lakukan ini.
Kau tahu kita harus lakukan ini, Kopral.
Aku bisa membawamu ke dalam.
Aku bisa membawa kita masuk ke dalam.
Kita ledakkan menara dari bawah. Kita bisa hancurkan laboratorium mereka!
Kita bisa selamatkan anak itu sebagai bonus.
Sekalian saja.
Jika kita lakukan ini,
peluang kita selamat sangat tipis sekali.
Tapi jika berhasil, rasanya pasti akan jauh lebih manis.
Aku bisa menunjukkan arahnya.
Baiklah.
Ceritakan dalam perjalanan.
Serum itu masih belum stabil.
Masih perlu diuji. Jangan!
Kita belum pernah mengujinya pada manusia hidup.
Wafner, jangan!
Ada saluran drainase tua di sebelah timur gereja.
Pintu masuk terowongan berada di lereng.
Paham.
Dan ini adalah gereja.
Pastikan kau bisa menguasai pintu masuk itu.
Disini kau bisa dapat sudut tepat untuk menghajar kedua pasukan itu.
Kau harus terus menyibukkan mereka.
Aku butuh teman untuk membantuku.
Ya, aku bisa melindunginya saat Boyce menyelinap masuk.
Oke.
Pastikan mereka merasa seperti tertimpa pesawat 101.
Kita harus pancing mereka keluar sebanyak mungkin.
Makin banyak mereka bergerombol, makin mudah kita tembak.
- Aku yang bereskan itu. - Hati-hati.
Kami yakin berhasil biarpun cuma berdua.
Cukup waktu bagi kami untuk memasang peledak di bawah.
Lalu menyelamatkan anak itu.
Sepertinya kami bisa.
Yah.
Semoga berhasil.
Hati-hati.
- Kau juga, Ed. - Yah.
Hei.
Akan jadi cerita indah di bukunya Dawson, kan?
Dia milikku.
Jaga Bibinya!
Aku hanya mencari saudaraku.
- Isi ulang! - Cepat, Rosenfeld. Aku butuh kamu!
Sialan!
Ayo, brengsek!
Awas pintunya! Hajar pintunya!
Sepertinya rencana berhasil.
Aku harap mereka berdua bisa bertahan.
Jangan berhenti menembak!
Ini senjata untuk 2 orang, brengsek!
Sialan!
Ayo pergi!
Ayo!
Oke, lewat mana kita?
Aku rasa ruang menara lewat sini.
Bagaimana dengan Paul?
Kita pasang peledak di tempat ini, baru kita cari adikmu.
Kita akan menemukannya. Jangan khawatir.
Tidak. Aku tak punya waktu untuk itu.
Chloe. Chloe!
Dia tak pernah mau menunggu.
Saudaraku...
...dimana dia?
Dimana?
Darimana kami tahu?
Apa kau tahu dimana saudaraku?
Boyce, kau cari laboratorium yang kau lihat itu.
Kapal akan merapat di pantai dalam 20 menit.
Aku pasang timer 18 menit.
Siapapun yang disini setelah waktunya habis tak akan selamat.
Ayo.
Paul?
Paul?
Dia bilang Paul ada di dalam situ.
Paul tak ada disitu. Ayo!
Ayo! ayo!
Tibbet!
Sialan!
Ayo! Ayo lebih cepat lagi!
Disini lokasi mereka menahan Jacob.
Pelan, pelan...
Paul?
- Paul? - Chloe!
- Paul? - Chloe!
Ayo, cepat! Bangunkan dia.
Ayo!
- Cepat dan bawa dia pergi. - Tidak.
Aku harus selesaikan misi ini. Aku harus selesaikan.
Aku akan menyusul.
Aku akan menyusul.
Hati-hati.
Pergilah.
Lihat ini. Ayo.
Kau harus lewat sini.
Lewat sini. Lewat sini.
Jangan khawatir. Ini sangat sederhana.
Chloe!
Pergi, Paul. Pergi!
Halo, Kopral.
Aku sangat berharap...
...bertemu kamu lagi.
Kopral.
Aku ingin berterima kasih padamu...
...telah menolongku.
Menjadi manusia yang sebenarnya.
Kali ini, Kopral.
Aku yang akan menang.
Sial.
Lindungi aku!
Merunduk!
Tetap merunduk!
Apa yang kau lakukan, nak?
Hei, kau tak apa-apa. Kau baik-baik saja.
Kau pikir siapa dirimu? Pemain baseball Stan Musial?
Sekarang lihat aku.
Pegangan kuat ya!
Rosenfeld!
Sialan.
Rosenfeld!
Sepertinya bocah ini harus diikat.
- Tibbet! Tibbet! - Paul! Paul!
Chloe!
Bertahanlah, teman.
Apa bocah itu baik-baik saja?
Tak boleh lari-lari lagi, ya nak?
Chloe, kau lihat Ed atau Ford?
Sepertinya aku tak punya tali lagi.
Tapi...
Sampai mana kita tadi?
Oh ya...
Apa yang ada dibalik tembok itu?
Aku.
Persetan kau.
Kau tahu, Kopral?
Semua kekuatan di cairan hitam ini...
...telah mengalir di bawah tanah Perancis selama berabad-abad.
Hanya perlu dimurnikan dengan mayat-mayat mereka.
Tapi mereka kurang motivasi untuk melaksanakannya.
Aku adalah Tuhan.
Kopral.
Negara Jerman akan punya tentara yang tak terkalahkan.
Kekaisaran ini, Kekaisaran Hitler 1000 tahun,
akan menguasai dunia.
Kau menyukai Chloe yang manis itu?
Akan aku pamitkan padanya.
Bagaimana rasanya...
...darah keabadian mengalir dalam pembuluh darahmu?
Tidak begitu enak.
Boyce.
Ford.
Baiklah.
Ayo bangun. Ayo!
- Kita harus pergi. - Aku tak apa-apa.
- Kau baik-baik saja? - Aku tak apa-apa.
Apa yang kau lakukan?
Ford, jangan! Buka gerbangnya!
Dengar aku. Lihat aku, Ford.
Ford, lihat aku.
Ford.
Buka gerbangnya. Kita bisa menyembuhkanmu.
Aku belum pasang timer di menara.
- Kau yang harus menghancurkannya. - Aku akan hancurkan.
Buka dulu gerbangnya.
Ford.
Ford, lihat aku. Buka gerbangnya.
Buka gerbangnya!
Aku juga tak akan sembuh.
Dan serum ini...
...jangan sampai pihak kita juga memilikinya.
Harus dikubur disini bersamaku.
Kau harus selesaikan misinya, Boyce,
Dan hancurkan tempat terkutuk ini.
Pergi!
Ford, buka gerbangnya.
Ford, ayolah. Masih ada waktu. Ford!
Buka gerbangnya!
Ford! Ford, ayo!
Menara itu, Pratu Boyce.
Aku sudah muak dengan semua ini.
Terima kasih.
Dibawah komando Jenderal Eisenhower,
Pasukan Angkatan Laut Sekutu,
didukung oleh Angkatan Udara yang kuat,
mulai mendaratkan pasukan sekutu pagi ini,
di pesisir utara Perancis.
Pengumuman ini akan diulang.
Ini saat paling penting dalam sejarah dunia.
Ini adalah serangan di Eropa yang dikuasai Hitler.
Pertempuran akan segera dimulai.
Pasukan dari Jenderal Dwight Eisenhower,
mulai bergerak meninggalkan tempat pendaratan.
Berjuang masuk pesisir menuju benteng Eropa Nazi.
Yay, Boyce!
...untuk menyerang musuh dengan serbuan pesawat tempur,
menaungi kapal perang sekutu dengan suara bergemuruh.
Yang harus ditekankan adalah...,
...sebagian besar serangan ini diyakini dilakukan pasukan Amerika.
Mereka melakukan serangan ini bersama pasukan Inggris...
Ford?
Kau punya banyak peledak di atas tanah untuk menghancurkan menara.
Tapi kau tetap ke bawah untuk memicu ledakan.
Ya, Pak.
Kenapa kau lakukan hal itu, Pratu?
Kopral Ford itu jalan terbaik.
Jumlah pasukan musuh, dia berpikir...
Dia tidak yakin bisa menahan pasukan Jerman di luar, Pak.
Kopral kamu membuat keputusan yang tepat.
Aku harap dia disini agar aku bisa bilang itu padanya.
Aku juga, Pak.
Istirahatlah dulu. Kami akan pindahkan kamu ke Kompi C.
Istirahat, Pratu.
Pratu?
Apa kau melihat hal lain ketika dibawah sana?
Ada kabar tentang laboratorium Jerman.
Jadi jika ada sesuatu yang berharga untuk digali,
beritahu kami, ya?
Hanya ruang kendali menara.
Tapi sekarang sudah tak tersisa, Pak.
Itu yang aku duga.
Kerja bagus, prajurit. Kau dan pasukanmu.
Terima kasih, Pak.
Tak ada kartu wild. Korek api $5, kancing $10.
Semua siap? Termasuk kamu, nak.
Dia melemparkan 2, dan itu...
Akhirnya kau dapat teman.
Anak ini terus menggangguku
Baiklah. 2 untukmu.
- Kau terlihat lebih baik. - Terima kasih.
Sekarang aku harus meyakinkan orang bagaimana aku memenangkan perang.
Memenangkan perang?
Yang aku lihat tembakanmu banyak meleset dengan senapan mesin.
Kau bercanda? Aku menyelamatkan nyawamu.
Apa itu yang terjadi? Aku tak ingat.
Kau ingat itu?
- Tidak? Itu maksudku. - Kau dapat perintah baru?
Mereka memindahkan kita ke Kompi C.
Astaga, setelah semua yang kita alami?
Aku kira kita akan disuruh pulang.
Ada tugas yang harus diselesaikan.
Kita harus antar Tibbet menemui Hitler.
Lalu dor!
Kita semua pulang.
Translated & Resynced by BernadX Jakarta, Februari 2018 Ingin donasi pulsa? Silakan ke 081385001509
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.