All language subtitles for Jeon Woo Chi - The Taoist Wizard

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by Ghunter

Pada awalnya...

manusia dan makhluk lain hidup berdampingan di dunia

Iblis lahir dalam kegelapan, penjara kahyangan

Mahadewa meniup Seruling Suci selama 3000 hari

dan mengurung Iblis

Pintu penjara harus dibuka pada hari ke 3000

tapi karena kesalahan perhitungan tiga dewa rendah Tao

pintunya dibuka terlalu cepat.

Apa kita salah tanggal?

Pasti ada yang salah.

Ini sudah 3000 hari, kan?

Saat itu,

kekuatan jahat Iblis bangkit

dan kekuatan jahat melempar Seruling Suci Mahadewa

Semua Iblis berebut menjadi penguasa Seruling Suci.

Karena Mahadewa kehilangan Serulingnya, Dia terkalahkan oleh kekuatan jahat

dan jatuh ke bumi.

- Mahadewa! - Apa yang harus kita lakukan?

- Yang Mulia! - Mahadewa!

Yang Mulia!

Ya, seorang dewa menangkap Iblis. Aku mengerti...

Kenapa tidak ikut berolahraga kemarin?

Aku beritahu sesuatu. Kehidupan manusia itu mengikuti bintang-bintang.

Bukan DNA yang seperti mereka kira.

Apa olahraga ada manfaatnya?

Banyak orang tua meninggal karena lelah,

Tapi mereka tetap jogging juga.

Kau mungkin tidak setuju, karena kau seorang dokter.

Efek Megalomania. Pasti menyenangkan menjadi dewa.

Sampai sekarang aku masih termasuk dewa.

Itu adalah tugas, tidak menyenangkan. Kita semua sama.

Bisa tertawa dan menangis. Merasa kesal.

Karena aku putus asa beberapa abad lalu.

Aku membuat pil untuk melupakan semuanya.

Aku meminumnya.

Terasa nyeri di sekujur tubuh, ingatan memudar...

Setelah sadar aku ada di jalan.

Disini dikatakan kau tunawisma.

Tak ada pilihan lain.

Seorang bocah membawaku kemari.

Disini aku juga diberi pil.

Aku meminumnya. Pil antidepresan.

Tapi dicampur dengan dopamin.

Ini menetralkan pil buatanku.

Jadi sekarang ingatanku kembali, sebagai dewa.

Apa yang kau lakukan ketika menjadi dewa?

Aku bilang, Aku masih termasuk dewa!

Kami mencari Iblis.

Bersamanya kami mencari Iblis.

Ini akan menyakitkan.

Lukanya akan sembuh besok.

Terima kasih, Guru.

- Berapa umurmu? - Sembilan tahun, Guru.

Oh...

Nah sekarang, rawatlah kakekmu dengan baik,

- Ya? - Ya, Guru.

Bagaimana denganku?

Bagaimana dengan lukaku?

Ya, nanti.

Mau pergi?

Ya.

Tapi kau hanya akan dapat setengahnya.

Ya.

Kenapa pulang dengan tangan kosong?

Maafkan aku, Guru

Bocah itu susah diatur, Guru.

Lukanya tidak dalam.

Sepertinya bocah itu tak berniat membunuhmu.

Bersiaplah.

Aku lihat muridmu tadi terluka.

Ya, aku menyuruh mereka untuk membawa Pendeta muda sombong

Aku ingin membuatnya lurus.

Murid seperti itu tak bisa sepenuhnya diharapkan...

Aku harus menyempurnakan cara pengajaranku.

Tapi itu lebih baik daripada kesalahan yang dilakukan 3 dewa bodoh.

Mereka tidak sabar untuk menunggu selama 3000 hari.

Dan membuka pintu.

Kalian tahu mereka, kan?

Kami tahu mereka.

Tehnya enak!

Memang! Teh ini meningkatkan selera.

Terus terang, itu karena panas

Memang harus seperti itu.

Sudah mulai gelap. Ayo cepat.

Kenapa tidak menghabiskan teh dulu?

Teh ini enak.

Yakin.

Maaf, terlalu bersemangat.

Mahadewa kalah dan Iblis..

turun kebumi dan bersembunyi di tubuh manusia.

Mereka tak ingat masa lalu dan jati diri mereka.

Konon sang pemegang Seruling Suci

bisa memerintah para Iblis.

Jadi kau sudah menemukan Seruling Suci Mahadewa?

Katanya Pendeta di provinsi Jeonra

menemukannya empat hari lalu dan dibunuh.

Ada jejak darah hijau di lokasi kematiannya

dan kami sudah mengikuti jejak itu sampai sini.

Aku akan menangkap Iblis dan mengembalikan Serulingnya kepada kalian.

Kami tak bisa, kami sudah melakukan kesa...

- Bukan. - Tidak-tidak.

Tolong jaga Serulingnya, Guru Hwadam.

Kami tak bisa mempercayakan kepada Pendeta lain.

Tidak, tentu saja tidak.

Ada sesuatu di atap.

Panah.

Apa itu Iblis?

- Aku tak... - Panah saja dulu.

Tunggu sebentar.

Hanya Iblis yang berjalan di atap malam hari.

- Guru Hwadam, panah dia. - Tidak, tunggu

- Apa itu Iblis? - Tunggu.

- Tunggu. Tunggu. - Aku sedang mencari...

Tapi tak mungkin dia keluar dengan wujud Iblis...

Iblis! Itu Iblis!

Guru Hwadam! Panah dia!

Lindungi diri kalian!

Mantra?

Apa kalian meminta orang lain untuk menangkap Iblis?

Tentu saja tidak.

Panah ini bukan milik kita?

- Panah kita dicuri. - Oleh siapa?

Bajingan Woochi.

Woochi?

JEON WOO CHI

Telah datang, Yang Mulia Pangeran Kahyangan!

Beri hormat!

Kaisar dunia.

Apa kau telah menyumbang 10.000 koin emas untuk daerah yang kelaparan?

Ya, Yang Mulia.

Sama seperti yang Engkau perintahkan dalam mimpi hamba..

Tidak perlu khawatir, Yang Mulia.

Kahyangan tersenyum akan kebaikkanmu.

Saat kau kembali ke kahyangan.

7 kali

70 kali

Kau akan diberi pahala 700 kali.

Hamba juga membawa harta kerajaan seperti yang Tuanku minta.

Lebih banyak dari dugaanku, Kaisar dunia.

Di mana para gadis?

Kenapa dengan para gadis, Tuanku?

Kenapa tidak?

Kahyangan benci kemalasan.

Mungkin mereka ingin menuangkan minum.

Aku tak suka musik ini.

Berapa kali kau pergi minum setiap harinya?

Perkenankan hamba menjawab...

Jangan terlalu kaku. Katakan padaku gadis.

3 hari sekali.

Dan kau?

3 kali sehari, Yang Mulia.

Gadis, tuangkan aku minuman.

Kaisar dunia, angkat kepalamu.

Aku selalu senang dengan lukisan.

Saat aku melukis pohon, ia akan tumbuh.

Saat aku melukis binatang, ia melompat keluar dari lukisan.

Benar-benar suatu anugerah!

Bagaimana menurutmu?

Lukisan memberi kehidupan dan kebesaran, Tuanku!

Dan lukisan satu kuda melambangkan kesendirian manusia!

- Jangan menjilat. - Ya Tuanku...

- Apa ini kuda untuk Pendeta Woochi - Ya, kuda untuk Pendeta Woo ...

Woochi?

- Woochi, bajingan itu? - Jadi kau pernah mendengar tentangku!

Aku tidak bisa ke mana-mana kalau aku setenar ini.

Kau berani mengejek Kaisar, dasar penipu rendahan?

Hati-hati.

Aku Pendeta.

Coba kutanya, apa itu Pendeta?

Pengendali angin.

Pembawa hujan di lahan kering.

Pelompat ruang dan waktu.

Dan mengawasi dunia dengan pedang tajam.

Tapi memakai pedang itu...

dengan lembut seperti bunga.

Tugas Pendeta adalah membantu yang membutuhkan.

Kaisar adalah pusat kebijakan negeri!

Kaisar dan menterinya telah gagal menurus rakyat yang kelaparan.

Jadi aku, Pendeta Woochi, berada di sini untuk melawan mereka.

Aku tidak berharap pujian.

Aku ingin tahu apa yang akan terjadi padamu jika aku memukul leher botol ini.

Aku ambil cerminmu, Kaisar.

Perintahkan semua Pendeta untuk menangkap si tolol Woochi!

Coba kulihat.

Woochi.

Malam ini, Putri itu akan pergi ke kuil suci.

Sekarang kita hanya butuh belati perunggu, kan?

Culik saja Putri itu untuk mereka.

Dan kita dapat belatinya, eh?

Jangan lihat.

Kau akan menyesal kalau melihat jati dirimu yang asli.

Dasar.

Pendeta besar punya...

cermin dan belati di tanganya!

- Apa kau sudah lihat Putri itu? - Tentu saja

Aku lihat punggungnya.

Punggungnya halus dan indah!

Seorang wanita tak bisa disebut wanita tanpa punggung yang indah.

Kau benar-benar bertemu Guru Hwadam?

Aku melihatnya terbang di langit!

Itu sebabnya Hwadam yang terbaik!

- Dia merawat orang sakit dan.. - Nah, sekarang..

Aku dengar ada Pendeta yang lebih terkenal..

dari Pyongyang yang mengurus kelaparan.

Omong kosong. Hwadam dari Kaesong adalah yang terbaik.

Apa ada Pendeta di Pyongyang?

Kalau tak salah namanya Woo...

Hei, Guru melarang kita untuk menyebutkan nama!

- Dia pria bijak namanya... - Si tolol Woochi!

Itu dia. Woochi!

Guru Hwadam mengirim kami kemari...

untuk mengadilimu karena telah menghina Kaisar...

dan mencuri 10.000 koin emas!

Bajingan!

Butuh bantuan?

Tak usah.

Masih ada satu yang terlewat.

Apa Hwadam masih yang terbaik?

Tidak. Orang bijak, siapa namamu?

Nama Pendeta yang kau lihat ini...

Dasar!

Aku bisa apa kalau kedaiku hancur?

- Dan aku bisa apa? - Ganti rugi.

Berapa?

Dua puluh perak!

Jarang-jarang aku bawa uang.

- Kita berhasil mengalahkan mereka! - Aku yang mengalahkan mereka.

Ini kan kerjasama. Kau pukul, aku lempar!

Ayo pergi! Kita culik Putri itu.

Di sini?

Tapi punggungku sedang pegal.

Jangan membuatku mengikatmu ke halaman belakang lagi.

Asapnya mengganggu hidungku.

Hei, lihat itu!

Seorang janda akan membawa kutukan dalam keluarga.

Jika kau gagal, pakai ini.

Kami tak akan gagal.

Saya sudah memerintahkan para perampok...

untuk menyelesaikan tugas ini.

Selamat tinggal.

Tak akan lama, Putri. Kami sedang mengumpulkan pengawal.

Iya.

Kau mendaki gunung kematian itu?

Orang-orang naik, tapi tidak ada yang pernah kembali.

Aku akan bergabung.

Aku sedang tak ada kerjaan.

Kau memang tinggi, tapi tak terlihat kuat.

Aku memang tak kuat, tapi aku bisa memakai pedang.

- Tapi kau tiak punya pedang. - Kau benar. Aku butuh pedang.

Dasar bodoh. Dia pikir dia adalah Woochi.

Ah, Woochi!

Meskipun tak seberani dia tapi aku masih ingin bergabung.

Punggungku sakit.

Kapan kita culik dia?

Setelah melewati bukit itu.

Tangkap mereka!

Perampok!

Pengawal!

Apa ini?

Apa mereka juga mengincar dia?

Bagaimana ini?

Kau cari dia, biar aku yang mengurus mereka.

Cepatlah.

Ayo! Turun!

Tingkatkan beladiri kalian jangan membuang-buang waktuku!

Pengawal!

Minggir!

A... Aku...

Tidak, tunggu...

Aku...

Pengawal!

Tolong aku!

Mati kau, sumber kutukan!

- Kenapa kau? - Mati kau, sumbe...

Apa kau baik-baik saja?

Kenapa kau mengikutiku?

Yah, susah untuk mengatakannya.

Aku datang untuk...

Aku? Untuk aku?

Ya.

Kau punya...

- rasa denganku? - Ya. Apa?

Katakan saja.

Apa ada tempat untukku di hatimu?

Tempat...

- Di sini... - Aku tahu itu.

Aku percaya pasti akan ada seorang pria yang datang.

Ini yang namanya cinta...

Saat aku melawan para perampok

Kau disitu malah bersenang-senang?

Seorang janda akan membawa kutukan pada keluarga!

Apa yang dia katakan?

Wow. Dia cantik!

Siapa orang itu?

Dia bukan orang. Dia hewan.

Bisa dibilang seperti itu.

Panggil aku Chorangyi.

Kau wangi sekali!

Peluk aku juga.

Hanya orang kasar yang berteman dengan orang seperti itu.

Sepertinya aku tak setuju tentang hal itu.

Kasar?

Cepatlah, tangkap saja dia.

Pria seperti kami ini sudah jarang, nona.

Bagus.

Aku rasa Ayah pasti senang.

Katakan, dimana belati perunggunya.

Oh, itu.

Gerobak hadiah ulang tahun akan dikirim kemari.

Menyelinaplah lewat situ.

Yah, sudah kukatakan dimana.

Tunggu?

Apa kita pergi lewat situ?

Kata dari orang terpelajar jarang berarti.

Aku hanya pengawal!

Siapa kau, penyusup?

Terimakasih pujiannya, Pak tua.

Seharusnya disini ada belati perunggu.

Kau membawa wanita yang salah, bodoh.

Bukan, kau yang salah memilih wanita.

Pembunuh!

Lindungi adipati!

Mau apa kau dengan pedang itu?

Jangan!

Pembunuh? Jangan konyol.

Tak ada yang saling bunuh!

Berhenti keluar masuk!

Mana belati perunggu?

- Apa ini? - Apa itu?

Apa kau tahu siapa dia?

Makhluk Itu bukan Ayahmu.

Beraninya kamu!

Ayah... Mau apa dengan pedang itu?

Cepat tolong!

Dia mencoba membunuhku.

Kenapa dia mengikutiku?

Aku tahu.

Waktuku untuk beraksi!

Tak kelihatan!

Apa kau baik-baik saja?

Tentu saja!

Kemana tikus kotor itu pergi?

Astaga, dia cepat sekali.

Woochi! Awas!

Berbalik!

Woochi!

Woah! Panas!

Woochi!

Bodoh!

Woochi!

Woochi!

Bangun!

Woochi!

- Dasar sial... - Woochi ...

Saatnya Pendeta besar beraksi.

Aku kira kau mati!

Ambil Serulingnya!

Sekarang aku tahu.

Apa? orang itu kelinci!

Minggir!

Sialan...

Akan kukalahkan kau.

Oh, ya! Panah!

Hah?

- Woochi? - Bajingan itu?

Mantra... Apa Pendeta daerah Timur masih ada?

Kita cari tahu nanti. Pertama, kita cari Seruling Suci!

Aku rasa Iblis itu..

tak membawa Seruling Suci.

Dua Iblis tertangkap, tapi Seruling Suci masih belum ketemu!

Tak mungkin.

Seorang Pendeta dan orang aneh kabur membawa Seruling Suci.

Guru!

Kenapa tidak gunakan mantra dan biar kami yang urus?

Anakku...

Mantra hanya ilusi.

Tak perlu memakainya untuk mengumpulkan akar.

Bodohnya aku!

Iblis itu meniup Seruling Suci ini dan membangkitkan Iblis lain?

Ya, Guru

Dan Iblis itu membuat kalian membawa perempuan itu?

Ho-oh.

Kenapa kau menculiknya untuk Woochi?

Yah, karena ... Woochi bilang, jangan beritahu.

Apa dia sedang mencari cermin itu dan belati?

Tidak!

Dan kau mengikutinya agar dia merubahmu jadi manusia.

Ada kitab yang menyebutkan benda itu bisa membuatnya menjadi Pendeta terkuat.

Lalu dia bisa membuatku jadi manusia.

2 burung bodoh dalam satu sangkar.

Dia tak mencari pencerahan, tapi ketenaran.

Tepat sekali, Guru. Itu sebabnya aku bertanya...

Kenapa dia bisa begitu sombong.

Kata dia, kenapa kita tidak hidup seperti lelaki sejati...

dan menikmati hidup? Dia memang otak udang.

Dan demi kau, Guru.

Aku selalu mencoba dan mencoba menghentikan dia...

tapi dia begitu keras kepala.

Untuk melepas kesendirian Taoisme dan mencapai keberhasilan Konfusianisme...

itu cuma sekedar mimpi.

Jika kau tak tahu bahwa kau tak tahu kenyataan...

dan kau tak tahu apa yang kau tahu. Apa kau bisa tahu?

Kau ini sedang bicara apa?

Guru..

Guru. Kau tak apa-apa?

Aku bermimpi membalaskan kematianmu.

Kenapa dia?

Mungkin kekuatan batinnya sudah meningkat, Guru.

Aku mencium perempuan itu juga.

Ternyata dia masih mabuk.

Aku mengutusmu bertugas tapi kau pergi ke istana.

Kau berani mengejek Kaisar dan berkelahi dengan Iblis!

Bahkan menculik seorang janda?

Memang seperti itulah tugas Pendeta, Pak Tua.

Pendeta?

Aku katakan sekali ini saja.

kau tak punya bakat menjadi Pendeta sejati.

Semua pasti ada waktunya, Guru. Tunggu saja.

Eh, tapi kenapa?

Karena kau tak tahu cara mengosongkan jiwa.

Jujur saja, apa itu mungkin?

Apa yang kau lakukan setelah makan?

Mencerna makanan.

Setelah makan...

kau harus mencuci piring kotor, dasar bodoh.

Mau kemana kita?

Kuil suci Pendeta Timur.

Ikut?

- Yang lain, tunggu disini. - Ya, Guru.

Kalian tak boleh berjalan-jalan disini.

Pergi!

Apa ini?

Apa kau yang bernama Woochi?

Siapa kau...

Kau sedang berbicara dengan Guru Besar Hwadam.

Guru Hwadam, Apa yang membawamu ke sini?

- Kau... - Ya, saya?

- Kau bukan manusia... - Yah, aku punya banyak...

Anjing.

Pasti kau yang bernama Woochi.

Memang susah bersembunyi kalau sudah terkenal.

Sifat adalah dasar pelatihan pikiran dan jiwa.

Untuk membawa kedamaian ke dunia ini...

Aku sudah cukup diceramahi hari ini.

Angkuh sekali cara bicaramu di depan leluhur!

Pikir sebelum kau bicara. Kami adalah dewa suci Tao.

Kenapa melototiku?

Mau siap-siap memukul kami!

Ayo, bocah. Coba saja.

Ada lalat!

Brengsek!

Itu bukan lalat!

Ternyata tahi lalat.

Seorang Pendeta sejati tak akan merusak kedamaian dengan mantranya!

Dimana Serulingnya?

Mari masuk dan minum teh.

Ya, teh.

Bagaimana dia bisa tahu kalau aku itu anjing?

Guru Hwadam. Sungguh hebat.

Apa kau tak lihat di lari dariku?

Disiplin ilmu spiritual dari Pendeta Timur sekarang diajarkan kepada seorang bocah?

Aku tidak mengajarinya. Dia menguasai ilmu itu sendiri.

Hujan bisa membanjiri rumahmu lewat atap yang rusak itu.

Ya, tapi juga membuat sinar matahari masuk.

Matahari...

Konon, pendeta sejati akan menyatu...

dengan alam dan langit,

Aku berharap menjadi cahaya bagi dunia ini.

Aku yakin Guru Hwadam dari Barat ingin mengambil Serulingnya.

3 dewa kita telah meminta bantuanku...

dan aku tak bisa langsung percaya dengan Pendeta lain.

Kekhawatiran untuk berbagi.

Ada kemungkinan Iblis ada diantara kita, para Pendeta.

Aku diberitahu kalau darah Iblis berwarna hijau.

- Astaga! - Guru, sudahlah!

Apa yang harus kita lakukan...

Aku dengar hanya dewa Tao yang bisa menggabungkan kembali Seruling Suci ini.

Ya, itu benar.

Kita beruntung. Sekarang kita tak perlu mengkhawatirkan Iblis.

Membuat Seruling Suci menjadi 2...

- Ini juga bekerja. - Itu benar.

Ya.

Jadi kau benar-benar mencium dia dalam mimpi?

- Semoga cara ini berhasil. - Ya.

Sudah bangun, Nona?

Ya, Pak.

Chorangyi, antar tamu kita pulang.

Ya, Guru

Jangan lupa tongkatnya.

- Anjing pintar. - Tadi airnya dingin sekali!

Haruskah aku pergi dan ambil Seruling Suci itu kembali?

Pulangkan perempuan itu.

Dia akan mati jika dia kembali!

Jauhi dia, kau tak akan sanggup berurusan dengannya.

Kepalaku!

Apa maksudmu saat bicara kalau aku hanya akan dapat setengah?

Jangan tanya aku apa yang sudah kau tahu!

Kenapa berkata kalau aku sudah tahu jawabannya?

Hwadam akan mendapatkan Serulingnya!

Kau akan mendapatkannya.

Tapi kau harus menunggu sangat lama.

Jika bunga persik mekar. Jangan sampai mekar di sampingmu.

Bunga persik?

Nenek tua lancang! Aku seorang Pendeta yang memberi pencerahan!

Apa gunanya pencerahan?

Kau tak tahu diri kau sendiri.

Datang darimana Nenek tua itu?

Dia seorang dukun. Tapi sudah gila...

Hwadam akan mendapatkan Serulingnya!

Kuda ini bodoh tapi bisa mengantarkanmu sampai rumah.

Terima kasih atas kebaikan anda.

Tidak apa, Nona.

Guru.

Kenapa aku harus menjauhi dia?

Dia akan mengantarkan kematianmu.

- Apa? - Fokus, bodoh!

Kaki di atap.

Ya, Guru. Kaki di atap.

Terima kasih untuk semuanya!

Ya. Sampai jumpa lagi.

Kenapa darahku...

Apa itu?

Teh anda minta, Guru

- Taruh di sana - Ya, Guru

- Darah hijau. - Aku juga melihatnya.

Rumah ini kosong.

Siapa di sana?

Suara apa itu?

Tenang, tenang. Tidak apa-apa.

Aku kaget!

Apa kuda ini memperlakukanmu dengan baik?

Kudanya aneh.

Tak mau jalan dan makan terus.

Memang kuda ini hanya bisa seperti itu.

Aku terlalu memanjakannya.

Kapan dia mau belajar? Aku terlau memanjakannya.

Apa kau datang karena mengkhawatirkan aku?

Tidak apa-apa. Aku akan melindungimu.

Kematian tak terlalu buruk dibandingkan dengan kehidupanku yang membosankan.

Aku hanya sedih, Aku belum pernah melihat laut.

- Apa kau ingin melihatnya? - Sekarang?

Turunlah, Putri.

Tarik napas dalam-dalam.

Dan lepaskan.

Kenapa?

Karena ini...

adalah laut!

Ini... inikah laut?

Tentu saja. Tapi Jangan bermain ke dalam air.

Apa yang ada di ujung laut?

Yah, ada... Ada laut lagi.

Jadi ini juga pertama kalinya kau lihat laut.

Sebenarnya, aku memang seperti ini kalau melihat laut...

sambil berpikir bagaimana cara mengosongkan jiwaku...

siapa aku? apa aku akan terus hidup...

Aku juga.

Jika aku dilahirkan kembali Aku ingin jadi rakyat biasa.

aku akan menari dan bernyanyi...

tidak ada lagi menjahit pakaian atau membaca buku.

Suara apa ini?

Apa aku mengucapkan mantra yang salah?

Jangan bermain ke...

Kenapa kembali lagi?

Yah, aku Pendeta..

Siapa itu Pendeta?

Dia adalah pengendali angin.

pembawa huj...

jangan dekat-dekat denganya.

Tapi dia sangat manis.

Dia itu kotor.

Ya Tuhan!

Tak apa. Aku sangat bersih.

- Apa kau baik-baik saja? - Hei, dia menyukaiku.

Aku tahu sifat perempuan. Dia suka aku.

Bagaimana kau tahu?

Aku merasakannya lewat punggungku.

Mari Putri. Dia anjing, bukan kuda.

Coba lawan aku tanpa Mantra?

Dasar monyong.

Berhentilah!

Pria berteman semudah mereka bertengkar.

Itu hanya berlaku untuk manusia.

Kau memang perlu dikasih pelajaran.

Guru menyuruhku untuk tidak menggunakan kekerasan.

Maafkan aku, Guru.

Aku usahakan tak terlalu keras.

Apa kau baik-baik saja?

Oh, tentu saja. Tak perlu khawatir.

Duduklah. Tak akan lama.

Hei, kendurkan ototmu!

Nanti patah! Sudah kubilang, kendurkan!

Panggil aku monyong di depan perempuan? Inilah kebrutalan hewan!

Sedang apa dia?

Aku mengajaknya untuk selalu menghiburku...

tapi kelihatanya dia lebih suka menghibur dirinya sendiri.

Oh.

Sayang kalau aku balikan Mantra ini sekarang.

Kau bukan satu-satunya yang bisa mengunakan Mantra!

Kau tak apa-apa?

Ya, aku baik-baik saja.

Hei, ingat kosongkan jiwamu?

Bagaimana bisa manusia mengosongkan jiwa mereka, bodoh?

Aku tak perlu memakai Mantra.

Dia tak berdaya tanpa Mantra ini.

- Mau bertaruh? - Tentu.

Boleh. Akan kubuktikan.

Lain kali saja.

Jadi pulang?

Ya.

Tadi dia melakukan apa?

Setengah-Seruling Suci sudah melahap jiwa Hwadam.

Sekarang kau tahu jati dirimu?

Aku Hwadam.

Dan akulah pemegang Seruling Suci.

Seruling Suci sudah memilih untuk tak bertuan.

Sekalipun Mahadewa sendiri.

Jika kau mau mememberi

benda kenangan...

Memberi?

Benda kenangan...

Mungkin yang ini bisa membantu.

Oh, jangan yang ini. Barang ini jahat.

Benda yang lain.

Kau si bajingan Woochi?

Benar.

Akulah si bajingan Woochi.

Aku tak hanya sudah mengalahkan Kaisar tapi juga bangsawan licik lainnya.

Jika perempuan bersedih. Aku pasti akan kembali lagi.

Jika dia dipaksa untuk membaca buku

atau dipaksa untuk menjahit. Aku pasti akan kembali.

Kau dengar aku?

Ya.

Apa dia baik-baik akan saja?

Tentu.

Mereka tak akan berani menyentuhnya setelah kau pengaruhi psikologis mereka.

Sekarang kita hanya perlu mencari belati perunggu, kan?

Lalu kau akan menjadi Pendeta terhebat,

- dan akhirnya aku bisa menjadi manusia - Kasihan, kau tak menyadari ...

Dasar, tak tahu terima kasih!

Kau berani membunuh Gurumu dan mencuri Seruling suci?

Kami akan mengurungmu selama 500 tahun!

Apa yang kamu bicarakan?

Membunuh Guru?

Lihat? Sudah kubilang, dia pasti pura-pura.

Kita sudah membelenggunya sekarang mari kita kurung dia.

Tak mungkin kami melukai Guru?

Apa Guru baik-baik saja?

Apa yang terjadi?

itu kipas Guru...

Jangan membuat Guruu menunggu kematianmu.

Tolong, bantu aku!

Aku belum kencing!

Panah?

Panah kotak sitar?

Hwadam!

Serulingnya!

Seharusnya kau tak mengurung Serulingnya juga!

Kau seharusnya berhenti sewaktu Serulingnya terbawa!

Kalian kira melakukan hal itu mudah.

Setidaknya Iblis tak akan keluar sampai 500 tahun mendatang.

Kembali 5 abad lagi mencari Mahadewa.

Apa yang terjadi jika Mahadewa meniup Seruling Suci?

Dunia akan damai,

Iblis kembali terkurung,

Dan Mahadewa kembali bangkit.

Dan kita akhirnya bisa kembali ke kahyangan.

Tapi setelah beberapa saat, kau akan menunggu lama.

Guru Hwadam.

Mana kemana?

Botol labumu.

- Jika Iblis kembali, - Tunggu, Guru Hwadam...

kita akan bertemu lagi.

Ya?

Apa kau sudah mengirim mereka?

Iya.

Bahagialah. Kau ada yang mau menjengukmu.

Dan kau memasukkanku ke RS setelah itu?

Ya.

Anggap saja ini liburan yang menyenangkan.

Tapi aku terlalu sibuk.

- Boleh aku membawanya, Dokter? - Ya.

Apa yang membuat sibuk, Pak?

Ada banyak hal yang harus di urus.

Sangat buruk! Mana tanganmu.

Kenapa?

Kau tak tahu. Dia selingkuh, itu sebabnya!

Kupukul dua kali.

Setiap kali dia pergi ke Pusan dia pasti mencari wanita lain.

Alasan kenapa suami kau berselingkuh adalah...

dirimu, kau terlalu cerewet!

Kucing mati di punggungmu...

menakuti dia!

Di punggungku?

Aku tak bilang di punggungku, kan?

Terlalu banyak dosa dalam kehidupan sebelumnya.

Kau membunuh kaisar! Meracuni kopinya!

Jangan pernah membuat kopi lagi.

Berikutnya.

- Berapa yang harus ku... - Orang kotor sepertimu berbicara uang!

Tinggalkan semua uang kotormu di sini.

Apa?

Di belakangmu...

Pergi.

Halo?

Yesus Kristus!

Kenapa bisa pecah?

Kalau saja Master Hwadam ada disini.

Kita sudah lama tidak melihatnya.

Terakhir kudengar dia di Gunung Jiri.

Ayo kita lakukan sendiri.

Kita tidak mungkin menangkap mereka sendiri!

Kenapa tidak?

Jadi diluar sana ada dua Iblis?

Mereka merasuk ke tubuh manusia.

Keluar dari kulit asli mereka.

Sudah kukatakan aku yang menemukan mereka.

Begitu. Di mana kau menemukan kulit mereka?

Di depan rumah sakit.

Rumah sakit?

Uh-huh.

Nah, sudah lama tak betemu dewa bodoh.

Kenapa lama sekali?

Cepat atau lambat. Kita tetap dimarahi.

Apa yang kau lakukan dengan botol labunya?

Aku tidak melakukan apa-apa.

- Itu dia masalahnya. - Kenapa bisa jadi masalah?

Kau beli mobil?

Bagaimana dengan kehidupan pertapa dan menghindari keinginan duniawi?

Ini masalah prinsip. Kita punya prinsip yang berbeda.

Ayo, kita harus membuat rencana.

Hwadam sudah mati. Jadi kita harus meminta orang lain.

Orang lain, siapa?

Benar!

Tidak, tidak. Aku tak mau!

Aku bahkan tak mau melihanya.

Sesekali kunjungilah kuil untuk bertemu Buddha,

bukan kuil biarawan saja.

Bajingan Itu bukan Buddha. Dia membunuh Gurunya sendiri!

Jangan melepas belenggunya.

Kita tak bisa menemukan Hwadam.

Tangkap Iblis! Lalu kita bebaskan dia!

Belikan minum, mungkin dia haus.

Membebaskannya?

- Kita akan menyegel dia kembali. - Tentu.

kita tak boleh berbohong?

Kita ini makhluk suci. Kita harus memegang perkataan kita.

Beri saja dia gelar yang mulia.

Gelar apanya.

Ayo.

Apa kau membawa Alkitab?

Tidak, tentu saja tidak.

Mari kita coba lagi.

Lagi.

Apa kau baik-baik saja?

Woochi.

kau pasti bingung setelah lima abad tidur,

Apa kau bisa kau mengenali kami?

Air.

Minum. Beri dia minum!

Iblis telah kembali, Jadi kahyangan memerintahkan

melepaskan segel Pendeta Woochi dan menangkap Iblis bersamanya!

Kemudian kau akan dibebaskan dan mencapai ketenaran besar.

Kenapa harus aku?

Kenapa?

Yah, Woochi si bajing... Woochi si Pendeta,

sangat kuat dan besar. Pahlawan negeri!

Dicintai oleh semua.

Kekuatanya tak tertandingi...

- Tahu gaya dan elegan? - Apa?

Ya, tentu saja!

Tahu gaya, keanggunan yang keren dan berani.

Yang sangat mengerti akan kebenaran!

Jadi kenapa tidak menangkap beberapa Iblis dan menikmati dunia ini sekali lagi?

- Aku tak suka. - Tidak suka?

Kenapa aku harus cari masalah,

saat aku sudah bebas?

Kenapa bukan kalian?

Kita tak bisa mengalahkan Iblis! Tak bisa!

Kau bisa?

Lalu kenapa harus aku menangkap mereka?

Ya. Kenapa harus dia?

Karena kami akan memberimu gelar.

Ya! Gelar mulia!

Gelar?

Pendeta Tertinggi.

Dari Kuil Besar Pendeta.

Wow!

Kuil Besar Pendeta?

Tapi aku belum menemukan belati perunggu.

Apa aku masih layak dapat gelar?

Lebih dari layak!

Jadi, kita akan menangkap mereka?

Dimana Hwadam?

Dia sudah mati.

Ada yang datang.

Apa ada pintu belakang?

Untuk apa?

Langkah pertama adalah lari.

Kau tak melawan?

Tak ada Mantra.

Ambil mobil!

- Aku tahu! - Ini pintunya!

Dia sudah di sini!

Apa ini?

Kakiku tak ada belenggunya.

Jika kau yakin maka bisa terjadi.

Kau tidak bisa melihatnya, Kau tidak bisa melepasnya.

- Apa ini? - ini seperti kereta kuda.

Ini pasti membingungkan. Masukkan dia.

Dimana Mantranya?

- Dibawa Chorangyi. - Chorangyi?

Jemput dia.

- Apa? - Masuklah.

Dimana?

Dibawa Chorangyi!

- Siapa Chorangyi? - Si Monyong!

Lukisan Chorangyi.

- Lukisan Chorangyi? - Ya!

- Aku membuangnya saat aku pindah. - Apa?

Ya, ini aku,

Ingat lukisan yang kuberikan padamu?

Tidak, bukan yang bagus, Yang bergambar manusia dan anjing.

- Kau menjualnya? - Aku menjualnya.

Aku tahan teleponnya. Cepat dan cari lukisannya.

Negeri ini sudah berubah!

Tapi manusia tidak pernah berubah.

Kematian bisa datang setiap saat,

lihatlah mereka!

Mereka menyia-nyiakan hidup mereka untuk mengejar duniawi,

seharusnya mereka mencari pencerahan spiritual.

Namas Avalokite? Vara Bodhisattva ...

Apa yang pria lakukan sekarang untuk mendapatkan hati wanita?

Turun pada satu lutut.

Turun?

Iya.

- Perempuan suka James Bond. - James Bond? Cinta?

Kata siapa? Itu bohong.

Kau percaya, Perempuan pembohong itu yang memberitahumu?

Mereka hanya ingin berlian yang terikat di bawah dagu kecil mereka.

Ayo. Lihat depan!

- Aku menemukannya. - Sudah?

109 Distrik Dapsip?

Sudah ketemu?

- Tapi sudah tutup. - Bagaimana sekarang?

Istirahat dulu!

Sedang apa gadis-gadis itu?

Mereka promosi untuk pembukaan tempat baru.

Ah, rumah bordil?

Kedai rumah makan.

Kaisar negeri ini pasti gila.

Tidak ada Kaisar sekarang.

Serius.

Banyak hal buruk yang terjadi sepanjang sejarah dan ...

Belok kanan!

Lihat depan!

Apa ini?!

Buka matamu!

Tidak apa-apa. Kita tidak bisa mati!

Bagaimana Woochi?

- Apa kau baik-baik saja? - Shh.

Aku sedang mengosongkan jiwa.

Hei, berhasil! Tanpa Mantra!

- Bagus. - Lihat depan!

Woochi!

Woochi!

- Lebih cepat, lebih cepat! - Iya, iya.

- Tidak, perlambat. - Pelan-pelan.

Cepat!

Pelan-pelan!

Ini ide yang buruk!

Berikan aku tanganmu!

- Sudah masuk? - Sudah!

- Di belakang! - Dimana?

Injak gas!

Depan!

Bus!

- Jalur tiga! - Iya!

- Belok kanan! - Biar kuberi aba-aba.

Belok kanan!

Berhasil!

Injak rem!

Gedung 109.

Ayo.

Gedung 109.

- Gedung 109. - Sini?

Di sana!

Kami datang, Chorangyi

- Ada di sini. - Kita menemukannya!

Mana Woochi?

Tadi di sini.

Pergi cari dia. Kita pergi cari Chorangyi.

Woochi!

Woochi?

Woochi! Larilah!

Ketemu.

Kau menemukannya?

Ketemu!

Ayo baca Mantra.

Kurang satu orang.

Ya?

- Kita akan baca Mantra lewat telepon. - Sekarang?

Kurasa punggungku patah!

Tidak apa-apa.

Cepat! Mulai!

Asap menyebalkan!

- Chorangyi. - Dimana sabuk Mantra?

Woochi! Sudah lama kita tidak bertemu.

Ini sabuk Mantramu!

Aku mau kencing.

- Chorangyi!

- Aku mau kencing.

Bagus.

Musik yang bagus.

Saatnya beraksi!

- Woah, Woochi! - Hajar mereka!

Kau hebat!

Hati-hati!

Woochi!

Apa kau baik-baik saja?

- Butuh bantuan? - Aku bisa mengatasinya.

Sekarang aku benar-benar serius.

Sudah waktunya!

Ada apa dengan yang satu ini?

Tidak, putar, Berbalik.

Belakangmu.

Bagus.

- Berbaliklah. - Berbaliklah, bodoh.

- Ikuti mereka. - Ayo!

Yang mana Woochi yang asli?

Sepertinya aku harus turun tangan seperti biasanya.

Mari kita bersenang-senang?

Di sana kau rupanya!

Hei itu curang, sialan!

Dimana ada pohon?

Tunggu! - Shoo!

Menunduk!

Tak apa-apa.

Bagus.

Mari kita singkirkan Iblisnya.

Woochi dan Chorangyi juga.

- Woochi! - Hebat! Luar biasa!

Ayo segel Iblisnya.

Kita berhasil!

Kita? Aku melakukannya.

Kau mulai lagi. Aku mematahkan tangan Iblis itu.

- Apa kau tak mendengarnya? - Woochi!

- Iblis itu tidak ada di sini! - Eh?

Sudah kabur.

Sudah kuduga.

Hei! kau mau kemana?

Woochi!

Apa itu?

- Apa kau menabrak orang? - Ya...

Tidak. Tidak.

Kita butuh Woochi!

Orang gila mana yang memakai jubah di malam hari?

Kau benar. Dia gila.

Apa dia sudah mati?

Jangan buka pintu.

Jangan keluar dalam situasi seperti ini.

- Dia bangun! - Ya Tuhan!

- Minta kartu namamu. - Kirim dia ke rumah sakit.

Kau baik-baik saja, kan?

Coba obati diri sendiri dulu, setelah itu hubungi nomor ini.

Matamu...

Hei?

Ada pesona laut.

Apa kau mabuk?

Woochi!

Apa lagi sekarang?

Pergilah ke rumah sakit.

Orang itu!

Menutupi wajahku memang percuma. Ya, aku memang aktris terkenal.

Jangan?!

Jangan masuk ke dalam mobil. Aku akan memberimu tanda tangan.

Woochi! Kau tak boleh menggoda orang.

- Benar, mundrulah. - Maafkan aku. Aku akan menutup...

- Tunggu, kau aktris? - Ya, ini aku.

Berangkat!

Putri itu!

Hei, lihat aku,

Laut apanya? Yang kulihat hanya pantulan wajahku.

Mungkin dia mencoba bersikap baik.

Orang gila.

Ambilkan topiku.

Iya.

Aku malas shooting hari ini.

Dunia yang aneh.

Hei.

Kenapa Hwadam membunuh Guru?

Dia pasti merencanakan sesuatu.

- Mungkin dia ada di sini juga? - Dia sudah mati.

Itulah sebabnya mereka memanggilku.

Lihat siapa yang sekarang jadi lebih kuat.

Aku tak bisa melawan takdirku.

Tunggu.

Darah hijau!

Baunya sedap.

Kenapa dia berbaring di sini?

Dia perlu bantuan.

Woochi, jangan sekarang,

percayalah pada Tuhan.

Lewat sini, Woochi.

Siapa yang memberi makan rakyat jika tidak ada raja?

- Tak ada raja? - Perusahaan...

Pedagang modern.

Mereka membangun semua bangunan tinggi.

Jangan bercanda denganku.

Pedagang adalah orang korup.

Apa mereka memberi makan orang?

Negeri ini ditakdirkan menuju kehancuran.

Apa ini minuman keras?

Itulah sebabnya akan ada orang suci

yang datang untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita.

Apa aku orang suci itu?

Bukan, dia adalah Yesus Kristus.

Ia melindungi kita dengan kekuatan

yang tak terbayangkan dan tak tertandingi.

Lalu kenapa kau tak meminta bantuan Yesus, bukan aku?

Dia sedang sibuk.

Ini adalah darah Yesus Kristus. Darahnya cukup lezat.

Ini darah orang?

Sangat enak dan lezat.

Itu parfum, Woochi! - Apa itu enak?

Lewat sini. Jejak darah hijau itu lewat sini.

- Menyedihkan, dulu aku... - Aku mau!

Betapa bahagianya aku sekarang! - Aku mau!

- Lewat sini. - Apa itu?

Itu juga semacam kereta kuda.

Tempat apa ini?

Ini tempat menyia-nyiakan kehidupan.

Aku setuju tentang hal itu.

Apa ini?

Ayo.

Ayo, mari kita pergi.

Beristirahatlah dalam damai.

Kerja yang bagus.

Kurasa aku menemukan cara untuk bertemu dengannya.

Ledakkan!

Pengkhianat!

Itu semua demi negara.

Demi negera...

Menjual negara untuk kebaikkan kegara?

Bukankah kau akan pergi di keberangkatan kereta berikutnya.

- Tiketku hilang. - Tiketku hilang.

Dan sekarang kau telah kehilangan diriku.

Ada seseorang yang lebih mencintaiku.

Bukankah kau mencintaku?

Apa semua itu bohong?

Itu semua cuma kata-kata manis belaka.

Selamat tinggal, sayangku.

Apa yang kau lakukan? Tembak aku!

Selamat tinggal, sayangku!

Cut!

Dingin!

- Tak bagus ya? - Itu bagus!

Aku mencium piala Oscar!

Apa tak mengajarinya akting?

Istirahat dulu.

Cara berjalanmu tadi buruk sekali.

Aku tahu.

Sepatu ini...

Tidak cocok.

Kakiku bisa lecet!

- Bawakan aku sepatu lainnya. - Iya!

Kau harus bernyanyi seperti Audrey

- Dan berjalan seperti Marilyn. - Kalau menembak?

Seperti...

Apa susahnya seperti ini?

Dan seperti ini?

Sepatuku!

Sebentar!

- Sepatu! - Aku datang!

Tembak seperti Angelina Jolie.

Lalu kapan membayarku seperti mereka?

Aku cuma bercanda.

Sepatu ini membuang-buang waktu.

Masih kekecilan.

Cari yang lebih besar daripada memakai yang ini!

Apa yang dia lakukan?

Lihat! Dia bahkan tidak tahu yang kiri dan kanan!

Bodohnya aku.

Jangan bersandar disitu!

Kau kira belenggunya sudah hilang?

Apa ini?

Kemana pun kau pergi, kita selalu bisa memanggilmu kembali.

Panggil art director!

Apa yang kau lakukan?

Aku lihat seseorang di sana, dan langsung menghilang!

Ini terlalu kecil.

Tidak cocok?

Cari yang ukurannya lebih besar.

Ya.

Kau ini orang Korea, demi Tuhan! Cepat!

Orang Korea bekerja cepat, cepat. Aku mengerti.

Kau tak akan bisa melepasnya.

Kau akan melepas belenggu ini setelah aku menangkap Iblis?

Tentu saja!

Dimana kau belajar dance seperti itu?

Di gunung!

Kapan ada waktu denganku?

Apa?

Pasti Woochi sudah berhasil menangkapnya.

Bagaimana?

Apa mereka menangkapnya?

Ya, mereka menangkapnya.

Katakan padanya untuk menjaga labunya.

Orang bodoh itu kadang-kadang membuat masalah.

Dan katakan padanya, kita butuh Seruling Suci!

Kita perlu Seruling...

- Benar-benar melelahkan! - Apa ini lukisan juga?

Jangan!

Woochi?

Tunggu. Kurasa lewat sana.

Bagaimana kau tahu?

Insting.

Oh, tak mungkin. Lewat sini.

Bagaimana kau tahu?

Aku sudah menjadi peramal selama lebih dari 1 abad.

Kelihatannya menakutkan, seperti penjara bawah tanah.

Sudah, ayo jalan.

Tidak!

Kerjamu payah!

Menyelinap dan diam-diam tidur siang.

Lihat!

Lihatlah bagaimana kau membuatku stres,

kulitku sampai keriput!

Ya, keriput.

Apa?

Tidak, maksudku kau masih cantik.

Buatkan aku kopi, hitam dan pekat.

Iya. Secangkir kopi hitam.

Kerja bagus.

Kerja yang melelahkan.

Aku akan mencarikanya.

Ini dia! Ini fotomu, lihat?

Dia terobsesi denganmu.

Woah...

Itu milikku.

Dia memang suka menggoda lawan jenis.

Kudengar kau meminta sutradara agar bisa lolos audisi!

Aku hanya berusaha bersikap sopan.

Bersikap sopan?

Seberapa jauh kau bisa bersikap sopan?

Ini kopimu.

Tak jadi. Kau saja yang minum.

Ya.

Apa itu?

Foto yang bagus.

Kelihatanya ada tempat pariwisatanya.

Aku ingin ke sana suatu hari nanti.

In Kyung.

Bagaimana kalau kita pergi kesana, berdua saja?

- Kau menyukainya? - Tentu...

Bagaimana menurut anda, Pak?

Kami berharap investigasi ini akan menjelaskan beberapa kecurigaan

tentang penyuapan kongres dan seni koleksi

di perusahaan besar.

Kami dengar sudah ada putusan pembelian.

Itu bohong.

Apa Bapak yakin ini bukan kasus biasa?

Biar kuperjelas, bukan.

Apa kau lihat itu?

Aku melihatnya.

Kumpulan belati perunggu!

- Apa kita harus kesana? - Tentu saja.

Bagaimana cara kita sampai kesana?

Hei!

Bagaimana kalian bisa masuk?

Aku hanya ingin mencari belati perunggu.

Kalian bersaudara? Siapa yang lebih tua?

Dia punya kulit yang lebih bagus.

Jangan pedulikan kami, pergi bermain saja dengan saudaramu.

Kenapa orang ini mengikat leher mereka?

Dia punya nyali, eh?

Ini hari keberuntunganmu.

Kenapa dia tak melihat apa yang ada didepannya?

Siapa lagi.

Tolong tunjukkan identitas.

Orang bijak ini bernama Woochi.

Tolong tunjukkan identitas.

Kurang lengkap ya?

Apa aku harus katakan tempat tinggalmu?

Tidak apa-apa.

Seorang pendeta yang sangat terkenal dari Pyongyang.

Tingkatan atas,

Murid dari Biarawan Timur,

Dan sebentar lagi akan menjadi pendeta tertinggi.

Orang bijak ini bernama Woochi.

Tolong tunjukkan identitas.

Sudah cukup, dasar sial! Minggir.

Tak mau berhenti!

Tunjukkan siapa dirimu!

Biar ku cium letak belati perunggunya.

Aku mencium bau apel.

Lukisan yang indah.

Kali ini kita akan menangkapnya dan menyegel dia selama tujuh abad.

Manusia akan musnah setelah tujuh abad.

Ingin dengar sesuatu yang lucu?

Aku bertemu dokter minggu lalu. Tahu apa yang dia katakan?

Menyuruhku untuk berhenti merokok. Aku terkena kanker.

Aku, kanker!

Mati!

Dasar bodoh.

Hei, darah!

Sepertinya tak asing.

Panggil Woochi.

Ya.

Telepon!

Angkat teleponnya!

Kenapa begitu berisik disana?

Panggil Woochi!

Panggil dia!

Woochi!

Ketemu.

Aku menemukannya!

Sekarang kita punya semuanya.

Baca Mantranya! Kau dengar?

Mantra! Ya. Aku ikut juga.

Kenapa tidak bisa terpotong?

Mulai!

Kau yakin itu belati perunggunya?

Mungkin karena sudah berkarat.

Ada apa ini?!

Chorangyi!

Apa yang kalian lakukan di sana?

Naikkan kami!

Apa yang terjadi?

Woochi tak bisa berenang.

Lalu apa yang dilakukannya di sana?

Apa kau menangkapnya?

Woochi!

Apa kau baik-baik saja?

Tentu saja.

Bagus.

Kau bahkan sekarang bisa berenang.

- Kerja bagus, Woochi. - Kerja bagus.

Woochi, tunggu sebentar.

Kami ingin memberikan hadiah kepadamu.

Urus ini saja dulu. Ambil labunya.

Mereka pergi.

Tak akan kemana-mana.

Ayo kita segel.

Kenapa kita bisa di sini?

- Aku tak lihat belenggu! - Yakinilah, maka hal itu terjadi.

Lalu kenapa meyakininya? Kita tak bisa hanya sekedar meyakini.

Tapi bagaimana? Wah, tak mungkin aku memotong kakiku.

Kenapa tak memakai belatinya!

Baiklah. Kali ini, Woochi.

- Chorangyi. - Ya?

Letakkan kakimu di atas.

- Jangan. - Kenapa jangan?

Janji adalah janji.

Rasa bersalah lebih cepat hilang asalkan tak dipikirkan.

Jangan keras-keras.

Berhasil.

Apa ini?

Bagaimana cara dia melepas belenggu?

Akhirnya selesai juga.

Selesai? Kita harus menyegel dia.

Pakai cara apa?

Bapa! bisakah mendengar pengakuanku sekarang?

Aku agak sibuk.

Kalau sekedar dosa kecil, kau bisa datang lagi nanti.

Ini dosa besar.

Pasti. Dosamu pasti besar...

Kau boleh mengaku apa saja, Bapa di surga pasti mengampuni kita semua.

Dia Maha Pengampun?

Ya, Dia Maha Pengampun.

Apa memang ada kucing mati di punggungku?

Siapa bilang?

Ada orang, beberapa waktu yang lalu...

Bisakah Bapa lihat?

Ya Tuhan. Ada dua.

Semua orang menanggung dosa-dosa di kehidupan sebelumnya.

Indahnya kehidupan adalah bahwa perbuatan baik bisa menghapus...

Tunggu sebentar.

Keluar.

Tunggu! Di sana!

- Ada apa? - Botol labunya!

- Apa? - Berderak!

Apa yang terjadi?

Lihat!

Bagaimana mereka bisa keluar?

Guru Hwadam!

Mereka memang makhluk licik,

Tapi tak akan sepadan melawan diriku.

Bagaimana kabarmu?

- Lama sekali,ya. - Masih kuat seperti dulu.

Kau sudah kembali, tak perlu lagi Woochi...

Kalian melepas bajingan itu?

Dia yang terus bersikeras melepasnya.

Apa aku yang baca Mantra sendiri? Siapa yang tak menjaga labunya?

Kenapa kau memecahkan labunya?

Seperti yang Guru Hwadam katakan,

Saat Iblis datang, kita terpaksa melepas Woochi,

Mungkin Woochi yang mengendalikan Iblis itu.

Bagaimana caranya?

Dia punya setengah Seruling Suci.

Benar.

Sudah kuduga. Aku memang tak bisa mempercayainya.

Woochi menangkap Iblis!

Saat itu aku yang menangkap Iblis.

Benar.

Dan aku, yang akan mengambil kembali setengah Serulingnya.

Setelah anda mendapatkannya,

Tolong jaga Seruling Suci seperti rencana kita dulu.

Tapi anda tak tahu dimana Woochi.

Seperti itu. Ya!

Hampir selesai.

Foto terkahir!

Selesai?

Selanjutnya ganti baju ini

- Di mana sekarang? - Thailand.

Posenya!

Iya, posenya.

Nomor satu.

Nomor dua.

Nomor tiga.

Aku tak bisa yang ketiga.

- Yang dua kelihatanya mudah. - Ya.

Astaga, aneh.

Ya Tuhanku!

- Apa kau mendengar sesuatu? - Tidak.

Siapa mereka?

Maaf! Ini ruang pribadi...

Sang-ho, tolong aku. Jangan sentuh itu!

Tolong, keluar!

Ayolah!

- Keluar! - Ya, ya.

Ya Tuhan!

Kau kelihatanya lebih kurus.

Siapa kau?

Ini aku, Chorangyi!

Kau ingat. Dulu kau pernah naik punggungku.

Naik punggung?

Aku bahkan menjilat tanganmu seperti ini!

Kenapa aku?

Karena dulu aku kuda.

- Kuda? - Tapi aku sebenarnya anjing.

- Anjing? - Dan sekarang aku akan menjadi manusia.

Karena sekarang Woochi adalah pendeta terkuat di dunia!

Sudah selama ini, tapi kau tak menua sedikitpun!

Wow!

Kebetulan bisa bertemu kau di sini!

Siapa kau?

Tertabrak mobil tapi tetap baik-baik saja.

Dan kenapa terus mengikutiku?

Karena aku berjanji untuk membuatmu merasa aman.

Orang bijak yang berdiri di hadapanmu,

- Adalah Pendeta Woo... - Janji untuk siapa?

Untukmu.

Kau pasti salah orang.

Tidak, itu benar kamu.

Jadi apa yang kau inginkan dariku?

Aku ingin memberimu sesuatu.

Sesuatu yang dikalungkan dibawah dagumu.

Apa kau sudah gila?

Pendeta bisa meramal juga, kan?

Ada yang bilang kalau nanti aku akan terkurung dalam kapal saat terjadi badai.

Kau tak suka membaca.

Ho oh.

Dan tak suka menjahit.

Benar.

Susah bagiku untuk mengikuti mode dan berpenampilan stylist.

Kau Pendeta.

Aku bukan jenis pendeta yang kau kira.

Lalu kau apa?

Apa jenis pendeta...

Hah?

Yang semacam ini.

Tapi bagaimana kau...

Ya Tuhan!

Sebentar.

Ya?

Di depan postermu?

Aku diculik!

Bukankah kau di ruang ganti?

Orang yang kecelakaan kemarin.

Tunggu. Ada panggilan.

Kenapa kau tak mengangkat teleponnya?

Dimana aku?

Anak-anak, di mana ini?

Sudahlah. aku tanya orang lain saja!

Aku bukan aktris!

Tolong, pergi!

Minta tanda tangannya!

Saudaraku polisi! Jangan ikuti aku!

Apa kau melakukan sesuatu padanya?

Ya.

Kenapa?

- Karena... - In-Kyung, dia diculik!

Ya Tuhan, dia benar-benar hilang.

- Ayo, In-Kyung! - Sebentar.

Kita lanjutkan nanti.

Hei, ayo pergi. Apa yang dia katakan?

At?

- At Yahoo, dot... - Dot?

- Com? - Com?

Manusia gila.

Sini, akan kuberikan tumpangan terakhir sebelum aku berubah jadi manusia.

- Terakhir? - Ya.

Terakhir apanya?

Tumpangan terakhir sebelum aku jadi manusia.

Dengan belati dan cermin, kau sudah menjadi pendeta terkuat sekarang.

Bukankah ini waktunya meubah aku jadi manusia?

Ini cuma sekedar simbolis, saja.

Simbol dari pendeta terkuat.

Simbol?

Aku sudah muak!

Bisa-bisa aku kehilangan sifat manusiaku jika terus ikut denganmu!

Labih baik meminta Hwadam untuk mengubah aku.

Dimana Hwadam?

Sekarang kau mendengarkan apa yang kukatakan?

Kau bertemu Hwadam?

Tentu tidak.

Dimana?

Di gudang, waktu mencari belati perunggu.

Hanya lambangnya. Terlihat seperti ini.

Mau kemana?

Mencari Hwadam.

Berapa umurmu?

Sebelas tahun.

Walau hidup lebih lama tetap saja dalam kehampaan, anakku.

Orang yang mengeluarkan surat perintah adalah teman sekelasku.

Dia tahu tak ada apa-apa di rumah,

Itu hanya untuk formalitas.

Terima kasih telah memberitahuku.

Tapi aku sudah pindah dari kantor itu sebulan lalu.

Ya. Terima kasih.

Ke kantor lama, Pak?

Ya. Cepat.

Belum pernah aku lihat orang yang dipilih oleh rakyat benar-benar membantu rakyat.

Bagaimana kau bisa di sini? Apa kau dari grup kudeta?

Apa kau tahu siapa yang memakai lambang ini?

Apa kau tahu siapa aku? Aku anggota Kongres ketiga!

Kutanya sekali lagi.

Dimana dia?

Di luar sana, kurasa.

Di luar sana, di mana?

Jika kau benar-benar menginginkannya dia akan datang kepadamu suatu hari nanti.

Seharusnya aku memberimu pelajaran,

Tapi aku akan mengampunimu karena aku sedang sibuk.

- Kau di sana! - aku?

Kau tahu!

Aku hanya ingin melihat-lihat.

Hidup yang susah.

Jack! Gasnya habis lagi!

Gas?

Api! Kau pasti bisa.

Itu sudah rusak.

Sudah rusak?

Tak heran.

Makanya tak bisa dipakai

Mau pergi kemana?

Mencari udara udara segar.

Lama tak bertemu!

Apa kau takut mati?

Bukan takut mati,

Tapi takut proses matinya.

Seharusnya kita kembali kemasa lalu.

Iya!

Ingat dulu? Kau melemparku dalam air...

Dan aku masih mengingatnya.

Dengan pil itu kau bisa menjadi manusia atau...

Manusia?

Atau?

Atau organ dalammu terbakar menjadi abu hanya dengan jentikkan jariku.

Berapa banyak sisa kertas Mantra yang dipegang Woochi?

Kenapa?

Kau tak menyuruhku untuk mengambilnya, kan?

Tanpa kertas mantra itu, dia...

Kau tak ingin jadi manusia?

- Manusia? - Ya.

Seorang manusia...

Aku tidak tahu!

Kau ingat orang itu?

Dia yang membawaku ke luar sana.

Tapi aku tak bisa menjelaskan bagaimana aku sampai di sana.

Kenapa kau menatapku?

Hah?

Kau tak percaya padaku?

Ya, aku percaya kau.

Tidak, tidak. Kau tak percaya padaku.

Kalian tak percaya!

Aku telepon sayangku!

- Sudah mengisi bak mandi? - Sudah.

Bagus, pergilah.

- Aku juga ikut pergi? - Tetap disini sampai dia datang.

Sayang, ini aku.

Meong.

Meong.

Meong...

Bawakan Woochi.

Kenapa harus aku?

Karena saat aku mendapatkan Seruling, aku akan membebaskanmu.

Kenapa aku tak pernah kerja dengan sutradara yang waras?

Dia bertingkah seperti akan ikut festival Cannes!

Tunggu, sayang. aku akan menelepon kau kembali.

Ki-chul. Matikan itu!

Ayolah.

Ki-chul!

Ki-chul?

Ki-chul?

Berhenti bercandanya. Kau membuatku takut.

Diserang apanya!

Mungkin terpeleset di bak mandi.

Kau lihat cara dia berjalan! Pasti gara-gara cara berjalannya.

Jangan pergi ke sana. Peran itu bukan untuk sembarang orang!

Dia harus terlihat bagus. Terlihat menggoda.

Anggun dan elegan, punya gairah yang meledak.

Dan api di matanya...

Aku harus pergi.

Aku tak menyadari sebelumnya.

Ada sesuatu di matamu.

Laut?

Laut?

Iya! Laut!

Kau harus ikut audisiku.

Mereka semua tak berguna.

- Seperti itu? - Itu dia.

Mari kita pergi minum.

Aku akan ambil ceknya.

Kemana dia pergi?

Woochi!

Woochi!?

Kita menangkap dua Iblis, kan?

Benar. Kau dan aku bersama-sama.

Tapi masih ada satu lagi.

Dimana?

- Dekat. - Dekat sini?

Iblis itu pasti bisa membawaku ke Hwadam.

Kenapa kau memanggilku? Kupikir kau marah.

Tentu saja tidak!

Woochi, peluk aku.

Guru mengajarkan itu jika hatimu sedang terluka.

Diam!

Berhati-hatilah.

Kau juga!

Hei!

Minggir, jangan ditengah jalan!

Sudah semua?

Itu semuanya. Mungkin sisa satu atau dua lagi.

Mengkhianati teman terbaikmu. Kau kan menjadi manusia.

Jadi sekarang aku bisa menjadi manusia?

Bagaimana mungkin mengubah anjing jadi manusia dengan pil belaka?

Kenapa kau terus mengikutiku?

Apa kau lihat ada yang beda?

Dimana Hwadam?

Cukup. Katakan yang beda?

Kecantikan terkadang membawa bencana.

Kecantikan yang seperti apa?

Katakan.

Mata indah yang didalamnya ada lautan.

Siluet hidung yang membentuk seperti gunung tinggi.

Kenapa kau melewatkan bibirku?

Apa yang kau katakan?

Aku sudah mengkhianati temanku!

Itulah sebabnya aku berdiri di sini!

Kau berada di sini untuk melihat temanmu mati.

Mati?

Tidak, jangan!

Woochi!

Jangan mendekat, Woochi!

Apa yang kau lakukan di sini?

Hwadam...

Berapa lama aku harus menunggu...

kesombonganmu akhirnya telah membawamu ke sini.

Aku tak bisa melawan apa yang sudah ditakdirkan.

Bahkan tanpa kertas Mantramu?

Apa yang harus aku lakukan?

Woochi! Hati-hati!

Malam yang indah untuk mati.

Kenapa aku harus menjauhi dia?

Dia akan mengantarkan kematianmu.

Mengantarkan kematianku....

Takut mati?

Kau masih punya sisa satu!

Aku akan membantumu!

Woochi! Lawan dia dengan itu!

Satu kertas konyol tidak berguna.

Apa ini kuburanku?

Itu kertas Mantra terakhir. Bodoh!

Apa ini mimpi?

Hidup hanyalah mimpi.

Orang bijak didepanmu,

Bernama Woochi, seorang Pendeta.

Buta menghadapi kematian.

Kita hampir kehilangan ini karena bajingan itu.

Tunggu sebentar, ini tak akan lama.

Seruling Suci akhirnya menyatu setelah lebih dari 5 abad.

Chorangyi, kau!

Dasar anjing kampung!

Lihat kipasnya!

Hwadam membunuh Guru kami, kalian bodoh!

Tidak mungkin. Guru Hwadam membunuh...

Tentu saja tidak.

Aku punya 1 kertas Mantra terakhir yang kusimpan.

Aku, Chorangyi, lebih memilih mati sebagai anjing yang terhormat,

Daripada hidup sebagai manusia kotor!

Api!

Apa yang aku lakukan?

Kenapa aku menulis apa yang sudah dalam jiwaku?

Apa kau baik-baik saja?

Kupikir sudah waktunya bagiku untuk berubah!

Woochi mengambil Serulingnya!

Jiwaku belum benar-benar kosong.

Kita mau kemana?

Tempat kesukaanmu.

Awas!

Cepat, pintunya akan tertutup!

Dimana ini?

Aku terjebak!

Kenapa?

Tarik aku keluar.

Lindungi perempuan itu.

Ya, jangan khawatir.

Leherku!

Siapa perempuan ini?

- Si janda. - Janda?

Dari lima abad yang lalu.

Lima abad?

Apa dia?

Tidak, Woochi! Jangan kemari!

Api! Api!

Hei, aku juga!

Tarik!

Inilah cara tepat untuk memanggil angin.

Salah satunya tak nyata.

Ini yang tak nyata!

Kau lawan yang lebih baik daripada gurumu.

Kau punya mata yang bagus untuk melihat lawanmu.

Tamu terbaik adalah yang sudah pergi.

Woochi!

Woochi!

Woochi!

Apa kau baik-baik saja?

Apa dia Iblis juga?

Perempuan itu...

Kurasa bukan.

Apa yang kau lakukan?

Kemari!

Samping.

Bunga persik?

Perempuan gila.

Jaga lidahmu!

Apa dia Mahadewa?

Perhatikan dengan seksama.

Gadis ini Mahadewa?

Siapa?

Dia tak ingat kita.

Untuk melepas kesendirian Taoisme dan mencapai keberhasilan Konfusianisme...

itu cuma sekedar mimpi.

Jika kau tak tahu bahwa kau tak tahu kenyataan...

dan kau tak tahu apa yang kau tahu. Apa kau bisa tahu?

Kau ini sedang bicara apa?

Guru.

Guru, kau baik-baik saja?

Kenapa dia?

Mungkin kekuatan batinnya sudah meningkat, Guru.

Kau melawan Hwadam bersamaku.

Apa?

- Dan mengkhianatiku. - Dia masih mabuk.

Aku mengutusmu bertugas

tapi kau pergi ke istana dan berani menghina Kaisar!

- Berkelahi dengan Iblis! ...Berkelahi dengan Iblis...

Dan bahkan menculik seorang janda...

Mencari Iblis dan membalaskan kematianku dalam mimpi...

Dan melawan Hwadam.

Apa ini bisa mengosongkan jiwamu?

Tentu tidak Guru.

Apa ini nyata?

Aku sudah memarahimu dalam mimpi untuk menjernihkan pikiranmu.

- Guru. - Ambil tehmu.

Lalu perempuan itu...

Bawa dia pulang. Kau tak akan sanggup menanggungnya.

Ya. Benar...

Ini.

Guru.

Saat kau menulis ,Tembak kotak sitar...

Apa maksudmu?

Minum tehmu. Sebentar lagi dingin.

Ayo.

Apa yang kau lakukan?!

Guru melihat semuanya sampai ke kejadian ini.

Woochi!

Apa kau baik-baik saja?

Kami akan mengurus bajingan ini.

Dari awal kami selalu mempercayaimu.

Woochi.

Dewa bodoh.

Aku akan masuk sendiri.

Woochi!

Kudengar di suatu tempat...

bahwa seorang pria sejati tak punya dendam.

Baiklah.

Aku akan membuatmu jadi manusia.

Benarkah?

Tapi sebelumnya,kuberitahu jati diri aslimu.

Aku cuma seekor anjing bodoh.

Benar, tapi...

Kau anjing betina.

Benarkah?

Ya.

Bagaimana...

Bagaimana mungkin aku ini anjing betina?!

Manusia dan makhluk lain hidup berdampingan di dunia.

Tapi itu hanya sementara.

Setelah semuanya selesai. Bantuan terbesar,

berasal dari Chorangyi yang pemberani.

Itulah aku.

Hanya dewa Tao yang tahu siapa aku yang sebenarnya.

Hanya dewa Tao...

Bagaimana perkembangan filmnya?

Seseorang telah membakar seluruh set. Sudah sebulan tak shooting lagi.

Apa sesusah itu menjalankan bisnis ini.

Aku dengar aktris utamanya sudah diganti.

Kau bilang kau mencintaiku.

Apa semua itu bohong?

Itu hanya sekedar kata manis.

Selamat tinggal, cintaku!

Cut! Ya!

Bagus, kita telah mengganti aktrisnya.

Aku mencium Oscar!

Tadi bagus.

- Benarkah? - Tentu saja!

- Cepat dan dorong aku! - Ya.

- Hei, Kau sudah kembali? - Hai, Do-bin!

- Apa sutradara sedang sibuk? - Ya, Bagaimana kakinya?

Luar biasa!

Aku tak tahu bagaimana caramu melakukannya,

Tapi mental aktris tak mungkin terbentuk dalam 1 malam!

- Bagaimana kakimu? - Tidak apa-apa.

- Apa... - Hei!

- Apa? - Hah?

Jadi kalian bertiga sudah sekongkol!

Bawa mereka masuk.

Ya, Bu.

Dan kau, pergi sekarang dan beritahu mereka kalau kau berhenti.

Tempat wisata yang kau suka. Katakan saja kau pergi kesana.

Sudah cukup.

Kau pikir sedang berbicara dengan siapa?

Kau punya agen baru?!

Apa orang-orang ini?

Ya, Pak. Mereka berbahaya.

Dia mengklaim bahwa kau menculiknya sebulan yang lalu, benar?

- Tepatnya 26 hari yang lalu. - Ya.

Benar.

Boleh kami ganti dulu?

Tentu.

Akan kubantu!

Kurasa kita harus membawa mereka, kemari!

Membawa kemana?

Jaga mata! Kami akan ganti!

Jangan khawatir. Kami menjaga di luar.

Ada sesuatu yang aneh.

Buka tirainya!

- Apa ada pintu belakang? - Tidak, pak

Kemana mereka pergi?

Aku tahu! Di sana!

Dimana ini?

Baumu wangi.

Aku Chorangyi.

Tunggu aku!

Aku selalu ingin datang ke sini.

Dengan seorang pria.

Kenapa di sini?

Aku tidak tahu.

Ada sesuatu yang menarikku.

Musik ini terdengar akrab.

Apa aku... sudah melihat kejadian ini melewati waktu?

Apa ini...

Yang namanya laut?

Sub by Ghunter

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.