All language subtitles for INDOXXI.BZ-[Ordinary-People-SD.360p] (1)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

S

Su

Sub

Subt

Subti

Subtit

Subtitl

Subtitle

Subtitle

Subtitle o

Subtitle ol

Subtitle ole

Subtitle oleh

Subtitle oleh:

Subtitle oleh:

Subtitle oleh:

Subtitle oleh: ~

Subtitle oleh: ~

Subtitle oleh: ~ D

Subtitle oleh: ~ Da

Subtitle oleh: ~ Dam

Subtitle oleh: ~ Damn

Subtitle oleh: ~ Damn!

Subtitle oleh: ~ Damn!S

Subtitle oleh: ~ Damn!Su

Subtitle oleh: ~ Damn!Sup

Subtitle oleh: ~ Damn!Supe

Subtitle oleh: ~ Damn!Super

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~

-= The Villagers =-

-= Acara makan malam Asosiasi Tinju Amatir malam ini pukul 19:00 =-

-= Acara makan malam Asosiasi Tinju Amatir malam ini pukul 19:00 =- Aku akan terus memberi dukungan pada anak-anak.

Aku akan terus memberi dukungan pada anak-anak.

Jangan sampai bocor keluar.

Oh, Gi Cheol sudah datang.

Sudah sampai?

Ada apa ini? Kau sampai bisa ikut acara kumpul bersama.

Buat apa bawa barang itu ke sini?

Ayo duduk sini!

-= Juara dua =-

-= Juara dua =- Tidak perlu ada salah paham.

Aku berhenti bermain tinju.

Jangan begitu! Ayo duduk! Sambil duduk kita bicarakan.

Kampret, dasar penipu.

Apa? Penipu?

Hei, Seonbae-nim...

Demi bisa mencapai target ini anak-anak latihan sambil menahan lapar.

Sebagai tetua, kenapa yang dipedulikan hanyalah pertandingan yang ilegal.

Hei!

Hei, mau itu juara ataupun pelatih, tidak tahu yang namanya sopan-santun.

Jika aku tidak kembali ke asosiasi, kau itu tidak lebih dari si pencari gara-gara yang akan dijebloskan ke dalam penjara.

Beraninya kau bersikap lancang di sini?

Dasar kampret yang tidak punya sopan-santun!

Seonbae-nim, sudahlah.

Lepaskan! Lepaskan, kampret!

- Sudahlah! - Kuhajar kau!

Hei Yeok Gi Cheol...

Kau sama sekali tidak menganggap aku ini sebagai seorang seonbae?

Keluar, kampret!

Keluar!

Ada apa dengan kalian ini?

Hyeong-nim, kenapa sih begitu?

Lepaskan! Lepaskan! Lepaskan!

Ngapain kalian ini?

Anda tidak apa-apa, 'kan?

Nafas... tarik nafas... Tarik nafas...

Apapun itu, mana boleh kau memukul wakil ketua asosiasi tinju?

Sekarang nama Oppa dicoret dari asosiasi.

Jangankan jadi juara Dong Yang, jadi pelatih pun kau tidak bisa lagi.

Ini adalah pekerjaan yang kucarikan dengan susah payah.

Jangan karena emosi sesaat dan merusak segalanya. Kerjalah dengan baik.

=Setidaknya kau berhasil menjadi seorang guru, mengerti?=

Aku tahu. Aku akan bekerja dengan baik.

=Dan aku akan berusaha sebaik mungkin. Jadi tidak perlu khawatir.=

Ke depannya hanya akan ada hal-hal yang baik.

Ya, 'kan?

Apaan? Apa itu?

=Ada apa? Oppa?=

=Oppa?=

Sial!

Di sini?

Ada sesuatu yang terlihat seperti bendungan.

Arahnya menuju pintu masuk ke sini.

Iya, iya. Tolong dipercepat ya.

Iya.

Dasar.

-= Mencari orang hilang =- -= Nama lengkap: Han Soo Yeon =-

Aigoo, mau coret-coret juga bukan di sini tempatnya kali.

Hapus ah!

Sepi sekali tempat ini.

Sepertinya di sini lagi ada pilkada apa?

Oh Dong Soo?

Bukan, sekarang aku sudah sampai di bengkel mobil.

Oh, iya.

Tempat ini benar-benar...

Kampret!

Apaan?

Dasar jalang!

Hajar kau!

Jika kalian berani coret-coret lagi,

kalian akan mati di tanganku. Dasar segerombolan jalang.

Hei jalang!

Otakmu korslet ya? Sudah bosan hidup?

Hei! Hei!

Kalian ini anak sekolahan 'kan?

Jangan bertengkar! Cepat pulang ke rumah sana!

Ajeossi...

Jalan terus saja sana!

Jangan ganggu orang.

Mereka ini sedang merundungmu?

Kelihatannya seperti itu?

Batu...

Kau yang merundung mereka?

Kami ini penguasa sekolah, oke?

Makanya, tampang kalian itu seperti penguasa sekolah.

Kalian yang merundung dia 'kan?

Ajeossi, jangan menilai orang dari luarnya saja oke?

Pokoknya jangan berkelahi dan pulang sana!

Aigoo.... dasar.

Hei, kelak jika Soo Yeon sudah kembali, aku akan bertanya padanya.

Jika ternyata kalian yang sudah membulinya sehingga dia enggan pulang,

awas saja kalian!

Dasar perempuan jalang satu ini.

Kochi-nim! [Kochi - pelatih]

Sedang apa Anda di sana?

- Aigoo... - Lama tidak berjumpa.

Berapa lama sudah tidak jumpa? Tiga tahun ada kali ya?

Masih tetap sama seperti dulu.

Saat mendengar kochi-nim mau datang, aku sampai kaget.

Ngomong-ngomong, kenapa anak-anak di sini sangat menakutkan?

Halmeoni!

Yoo Jin kau sudah datang?

Ini Halmeoni. Ini adalah obat penghilang rasa sakit dan koyo.

Terima kasih.

Tapi, hari ini Soo Yeon juga tidak ada menghubungimu?

Tidak ada.

Aku sudah memberitahu polisi. Jangan terlalu khawatir.

Entah dia makan tepat waktu atau tidak.

Soo Yeon!

Ini apa? Sepertinya belum pernah lilhat sebelumnya.

Lukis apa?

Cantik, 'kan?

Siapa?

Kau.

Hei, kenapa kau selalu saja melukis kupu-kupu?

Karena mereka hidupnya bebas.

Nanti setelah aku dewasa...

Aku juga ingin menjelma menjadi seseorang yang cantik dan bebas.

Ngomong sendiri malu sendiri ya?

Apaan sih?

Aku juga ingin menjelma menjadi seseorang yang cantik dan bebas.

Ingin bisa terbang dengan bebas.

Aku harus pergi nih!

Mau kerja?

Bagaimana ini?

Biarkan saja dia terbang.

Ah sial!

Wah tempat ini benar-benar...

Blokir semua rute alkohol yang ada di Cheongju!

Aku mau lihat bagaimana bangsat-bangsat itu bisa berbisnis tanpa adanya alkohol.

Bagaimana?

Iya, Sajang-nim. Sudah kami tangkap dan beri pelajaran sekarang.

Sudah kubilang bukan aku.

Sekarang dikarenakan masalah Hoejang-nim aku lagi tidak mood ngurusin ini.

Kalian proses saja sendiri dan awasi anak-anak dengan baik!

=Baik.=

Butuh obat besok.

Minta pihak mereka persiapkan semuanya!

Gitu dulu.

Menyusahkanmu.

Hati-hati di jalan, Hyeong-nim.

Ini adalah daftar nama siswa yang belum bayar uang sekolah dan administrasi untuk semester ini.

Ah, iya.

Kalau cuma mengandalkan wali kelas yang kejar sepertinya ada batasannya.

Karena itu Yeok Seonsaeng-nim...

...secara khusus mencari murid-murid ini dan bicara dengan mereka secara langsung.

Baik, mengerti.

Begitu semester ini berakhir, Yayasan kita akan secara langsung melakukan pemeriksaan.

Sebelum itu tiba, kita sudah harus menerima pembayaran paling tidak 80%.

Ah, iya.

Dulu aku pernah bekerja sebagai penagih hutang di perusahaan kartu kredit.

Jadi hal seperti ini seharusnya bukan sebuah masalah.

Oh, begitu?

Iya.

Kalau begitu mulai hari ini tunjukkan kehebatanmu.

Baik, aku akan berusaha semaksimal mungkin.

Silakan.

Perhatian semuanya!

Mulai hari ini dia akan bertugas sebagai guru olah-raga dan guru BK.

Yeok Gi Cheol Seonsaeng-nim.

Ya, halo semuanya. Senang bisa bertemu dengan Anda semua.

Ke depannya aku--

Duduk sebelah sana, sebelah sana.

- Kau tidak apa-apa? - Kau tidak apa-apa?

Kau tidak apa-apa?

Hampir saja terjadi masalah.

- Kau tidak... - Sudah ah!

Cuma mau bantu saja.

Dasar!

Di sini masih ada satu, di sini.

Guru yang aneh.

Mirip seekor beruang.

Seonsaeng-nim!

Aigoo, Yeok Seonsaeng-nim!

Kau tidak apa-apa?

Oh, hampir saja dia terluka.

Kenapa begitu ceroboh?

Jadi guru BK pasti sangat melelahkan, ya?

Ah, tidak juga.

Anu, aku juga pernah makanya aku tahu. Ah, tidak juga.

Ah, tidak juga.

Nagih uang dari para siswa, bukan sebuah pekerjaan yang gampang.

Aku kasih kau saran.

Saat paling tepat adalah siang hari.

Jika ke kantin pasti bisa ketemu semuanya di sana.

Ah, iya.

Begitu ternyata.

Silakan diminum.

Terima kasih.

Telah menyusahkanmu.

Kau Park Min Joo?

Bukan.

Ajeossi ini siapa?

Guru olah-raga baru. Guru olah-raga.

Masa sih?

Ini aku bisa atur sendiri.

Oh ya?

Masih ngurusin hal seperti ini?

Anak-anak!

Di sini ada yang namanya Yang Se Yi?

Kami sudah reservasi dan berniat mengundang Anda makan siang.

Harus makan bersama para murid dan berkomunikasi juga.

Halo!

Yeok Gi Cheol Seonsaeng-nim.

Isajang-nim, dia ini pernah menjadi pelatih tinju Kejuaraan Dong Yang.

Oh... begitu?

Senang bertemu denganmu.

Iya.

Anda begitu bisa diandalkan. Kalau begitu para siswa boleh berlega hati.

- Kalau begitu, merepotkanmu. - Saya akan berusaha semaksimal mungkin.

Hei, si muka kotak itu siapa sih?

Guru BK yang baru.

Siswa yang belum melunasi, sudah mulai bawa uangnya.

Apaan sih? Tampang kok seperti mafia begitu?

Aku ke kamar mandi sebentar.

Hei! Hei! Sebentar! Sebentar!

Kau adalah siswa kelas 3-3 Kang Yoo Jin, 'kan?

Kenapa?

Oh ya...

Kau belum melunasi uang sekolah dan administrasi untuk semester ini.

439 600 Won.

Akan kulunasi.

Oh, bukan karena kau belum melunasi kau diperingatkan.

Tapi kalau uang ini tidak dilunasi kau tidak diizinkan lulus.

Maksudnya supaya segera dilunaskan.

Palingan tidak lulus.

Iya juga. Anu, apa?

Mana boleh tidak lulus?

Anu, sebentar! Sebentar! Di kelas kalian ada anak yang namanya Han Soo Yeon, 'kan?

Ada apa dengan Soo Yeon?

Anu, dia masih ada 1.07 juta yang belum dilunasi dari tahun lalu.

Dia kabur dari rumah?

Sepertinya jarang kelihatan dia masuk sekolah.

Dia tidak kabur dari rumah.

Aku cuma sekedar bertanya.

Kalau tidak mengerti, jangan bicara sembarangan.

Oke?

Anak-anak di tempat ini...

Kenapa semuanya pada emosian?

-= Dicari orang hilang =- -= Nama lengkap: Han Soo Yeon =-

Kau kira papan pengumuman sekolah itu adalah blog pribadimu?

Siapa yang mengizinkanmu menempel selebaran ini tanpa izin?

'Kan sudah jelas tidak akan mendapat izin.

Hei, Kang Yoo Jin...

Jangan menghabiskan enerjimu pada diri seorang anak yang melarikan diri dari rumah.

Lebih baik urusi dirimu sendiri.

Orang yang karena sibuk mengurus hidup orang lain dan menghancurkan hidup sendiri,

tidak hanya satu atau dua orang, tahu?

- Kau juga-- - Seonsaeng-nim, tolong fokuskan lebih banyak enerjimu pada diri murid-muridmu.

Ternyata murid seperti ini yang kuhasilkan.

-= WC Pria =-

-= WC Wanita =-

Duh ini... ini... Anak ini...

Aigoo...

- Ya? - Tidak ada aku memanggilmu.

Halo!

Seiring bertambahnya usia, ini perut juga terasa semakin banyak gas.

Gasnya lumayan beracun.

Yeok Seonsaeng...

- Ya? - Sebentar lagi kau mau piket ya?

Iya.

Coba ke gang yang ada di belakang persimpangan Nonghyeob.

Ada sekelompok anak-anak yang suka merokok di situ.

Ah, iya.

Dan juga, berhubung sudah keluar

sekalian saja mampir ke rumah murid-murid yang belum bayar.

Aku makan cukup teratur.

Aku sungguh bekerja dengan keras. Kau tidak perlu khawatir.

Aku sekarang lagi mau patroli ke kota. Nanti baru kutelepon lagi ya.

Imo, minta dua tusuk odeng.

Kena berapa dua tusuk?

Seribu.

Di sini saya dapat mengumumkan secara gamblang dan jelas.

Pembangunan jembatan yang terganggu sekarang ini...

...adalah untuk mempromosikan pembangunan ekonomi di wilayah kita ini

yang merupakan langkah yang perlu untuk diambil.

Sama sekali tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi wilayah kita ini.

Diam kau!

Gerombolan tikus politik ini...

Semuanya adalah penipu!

- Lepaskan aku, bangsat! - Hei! Hei!

Mau apa kau bangsat?

Jangan dengarkan dia! Bangsat ini bohong!

Seret orangnya dari sini!

Bohong semuanya!

Demi perkembangan yang seimbang di kabupaten kita,

Di sini saya berani memberikan janjiku kepada semuanya.

Kim Gi Tae! Kim Gi Tae! Kim Gi Tae!

Dia...

Apaan ini?

Hei!

Ajeossi, ada yang ingin kutanyakan.

Kenal dengan anak ini?

Kau kira tempat ini tempat apa?

Apaan? Itu Chae Rim bukan?

Nama Soo Yeon di sini adalah Chae Rim?

Soo Yeon itu siapa?

Masih 'gak mau pergi?

Hei, Kang Yoo Jin!

Ini anak! Ngapain kau di sini?

Ke mana? Ke mana?

- Hei! Mau ke mana? - Ini anak...

- Kau... - Maaf, dia adalah muridku.

Sebentar! Sebentar!

Aku adalah guru dari sekolah, guru.

- Hei Kang Yoo Jin! - Hei! Seonsaeng!

Bercanda ya kau? Sini!

- Hei! - Ajeossi! Ajeossi ini siapa?

Tidak ada di sini! Cepat pergi!

Hei! Aku yang akan membawanya pergi dari sini. Lepaskan tanganmu!

Lepaskan dia!

Kampret!

Dasar kampret ini...

Aku akan meninggalkan tempat ini dengan diam-diam. Tidak usah saling mencari masalah.

- Coba tanya pada para eonni. - Cukup! Ayo cepat jalan!

Mana bisa pergi begitu saja?

Ajeossi tadi begitu melihat foto Soo Yeon pada bilang dia adalah Chae Rim.

Bisa jadi mereka salah lihat orang.

Lagipula, kau tidak boleh ke tempat seperti ini.

Ceritakan, ceritakan. Aku ini adalah seorang guru.

Tidak usah pura-pura peduli. Buang-buang waktu saja.

Aku bukan pura-pura peduli.

Hal semacam ini harus diselidiki terlebih dahulu secara terstruktur.

Kenapa sifatmu begitu tidak sabaran?

Seonsaeng-nim sebaiknya lanjutkan saja permainan menangkap bonekamu.

Kelihatan olehmu ternyata.

Aku kurang tahu.

Eonni, lihat baik-baik!

Dia di sini kerja menggunakan nama Chae Rim, 'kan?

Ya, 'kan?

Aku kurang tahu.

Kalau mau tahu perihal agassi, Lee Seul Eonni lebih tahu.

Lee Seul Eonni?

Maaf, aku permisi dulu.

Ah, iya.

Aigoo, ini yang kubutuhkan.

Semoga Anda sehat selalu.

- Byeong Doo. - Ya?

Tolong sampaikan rasa terima-kasihku.

Iya.

Hei! Tunggu apa lagi? Ayo masuk! Cepat masuk!

Sini! Sini!

Hei, hari ini kalian harus melayani dengan baik.

Jarang-jarang berkumpul seperti ini. Silakan dinikmati.

Oke!

- Ayo bersulang! - Bersulang!

Ayo minum segelas.

Seonsaeng-nim, menurutmu eonni itu menyembunyikan sesuatu, 'kan?

Madamnya yang bernama Lee Seul itu pasti tahu sesuatu.

Iya, aku tahu.

Malam-malam begini kau jangan sembarangan berkeliaran.

Cepatlah pulang ke rumah. Jika tidak, orang-tuamu akan khawatir.

Kau tidak mengkhawatirkan Soo Yeon?

Hari ini dia juga tidak masuk sekolah.

Anu, itu... Itu nanti akan kubicarakan dengan wali kelas.

Kau kira aku belum pernah coba?

Orang-orang dewasa yang ada di sini, tidak ada satupun yang bersedia mendengarkanku.

Sampai polisi pun tidak punya informasi apapun.

Tidak ada yang menganggap jika ini adalah sebuah masalah.

Siapa yang kan mencari Soo Yeon?

Anu... aku punya seorang hubae yang bekerja sebagai polisi.

Aku coba bicarakan dengannya.

Kau fokus ke sekolah saja. Jangan ikut campur masalah ini, mengerti?

Jangan seharian bolos terus.

Lewat mana?

Tidak usah, berhenti saja di sini.

Kuantar kau pulang. Ke mana jadinya?

Aku bisa pulang sendiri. Kau berhenti di sini saja.

Anu, berhenti begitu saja di sini...

Aigoo, awas pintunya copot!

Duh, ini anak...

Orang dewasa tidak akan bisa mengerti.

Hape... sialan!

-= Eomma =- -= Kau lagi di mana? =-

-= Eomma =- -= Kau lagi di mana? =- Aigoo, ini anak.

Bisanya ninggalin barang saja.

Apa itu?

Itu... Yoo Jin!

Hei!

Siapa bangsat itu? Yoo Jin!

Hei, Yoo Jin! Yoo Jin!

Telah menyusahkan.

Dilihat dari kondisinya, siswi ini tidak ada luka apa-apa.

Aku sudah mengerti maksud kalian. Akan kami selidiki.

Ajeossi, tunggu sebentar!

Bisa jadi orang-orang tersebut juga telah menculik temanku.

Iya, iya. Hal itu juga akan kami selidiki.

Anu, harus tunggu sampai kapan baru akan diselidiki?

Jelas-jelas sudah ada laporan hilang. Tapi sampai sekarang tidak ada informasi apapun.

Itu... harus melalui prosedur dulu.

Jangan khawatir! Tunggu saja.

Jangan khawatir! Kami akan menghubungi lagi setelah kami lakukan penyelidikan.

Hati-hati di jalan.

Hei, kenapa dengan detektif satu itu?

Nafasnya bau alkohol.

Kerjanya seperti asal-asalan saja.

Aigoo, sekarang ini lagi masa-masa pemilu.

Jika bukan masalah besar, semuanya harus diselidiki secara diam-diam.

Yang ini masih bukan masalah besar?

Sudah menggunakan tongkat listrik untuk mempertahankan diri dari serangan orang.

Aigoo, pasti akan diselediki nanti. Jangan khawatir.

Lagipula kudengar dari Yoo Jin katanya sudah ada laporan hilang ke polisi.

Kenapa masih belum mulai pencarian?

Anu... itu...

Kasusnya masih belum diterima.

Kenapa masih belum diterima?

Jika bukan dari keluarga dekat,

harus punya surat persetujuan dari keluarga dekatnya baru bisa diterima.

Kalau begitu ya jelaskan kepadanya.

Aigoo, anak-anak di usia mereka sudah biasa melarikan diri dari rumah.

Seonsaeng-nim, biar kami lihat apa yang bisa kami lakukan.

Jangan terlalu dipikirkan.

Lagipula kau adalah orang luar.

Sebaiknya jangan terlalu ikut campur urusan di tempat ini.

-= Han Soo Yeon: tinggal bersama neneknya. =-

-= Surat Kuasa =-

Sudah.

Selanjutnya polisi akan mengerahkan tenaga untuk melakukan pencarian.

Jangan khawatir ya, Halmeoni.

Demi Soo Yeon...

kau sampai datang langsung ke kediaman yang bobrok ini. Aku sungguh berterima kasih.

Aigoo, jangan begitu. Ini adalah hal yang harus kulakukan.

Soo Yeon semenjak kehilangan kedua orang-tuanya,

hidupnya sebatang kara.

Untung ada orang baik sepertimu yang berada di sisinya.

Sungguh sebuah keberuntungan di tengah ketidakberuntungan.

Anu, pagi-pagi begitu ada urusan apa?

Nih! Untukmu.

Ini apa?

Surat persetujuan. Terimalah kasusnya.

Aigoo, Kochi-nim kenapa sampai harus susah payah begitu?

Apa maksudmu dengan 'susah payah', kampret?

'Kan sudah kubilang, biar kami saja yang ngurus.

Ah, dasar!

Kampret ini, kau ini kenapa sih dari kemarin begitu?

Anu, bukan seperti itu.

Anu, begitu cara polisi di sini dalam menanggapi kasus?

Iya, iya, segera dilaksanakan.

Kerjakan dengan baik!

Dan juga katanya dia bekerja paruh waktu di klub malam Yangsoo.

Jangan lupa cek ke sana.

Iya.

Dasar ini orang.

Cepat! Cepat ditangani!

Iya.

Pemilihan ketua dewan direksi baru tinggal beberapa hari lagi.

Murid-murid yang kurang berprestasi tolong lebih diawasi.

Aigoo, bukannya ke sini lebih awal. Aigoo...

Pada hari pemilihan nanti, jangan sampai ada satupun yang ketinggalan.

Semua staf diharuskan untuk ikut memilih.

Menurutku performansi para guru boleh dibilang cukup bagus.

Yeok Seonsaeng-nim...

Kau tidak boleh cuma mendengar cerita sepihak dari murid saja.

Han Yoo Jin juga.

Dia adalah pindahan dari Seoul.

Masalahnya banyak sekali seperti halnya para siswa di sini.

Namanya Kang Yoo Jin.

Ah, maksudku Kang Yoo Jin.

Dan juga, coba lihat ini.

Siswi Han Soo Yeon ini...

Sering absen tanpa ada alasan yang jelas.

Dan tiba-tiba datang lagi seolah-olah tidak ada masalah apapun.

Kali ini sudah pasti setelah kabur dari rumah ia melakukan entah hal apa tidak terpuji.

Apapun itu.

Anak itu tidak ke mana-mana.

Tapi dia menghilang setelah mengunjungi sebuah klub malam.

Makanya kubilang dia kabur dari rumah.

Orang yang pergi ke tempat semacam itu, 'kan sudah jelas?

- Seonsaeng-nim! - Yeok Seonsaeng, sebentar.

Ke sini sebentar! Sebentar saja.

Kenapa begitu serius?

Yeok Seonsaeng...

Kau jangan berpikir karena di kampung murid-muridnya pada lugu-lugu semua.

Sama sekali tidak begitu.

Anu, tetap saja...

Anu...

Semester lalu juga ada seorang siswa yang entah kesambit apa

kabur ke Seoul ikut audisi jadi penyanyi.

Pada akhirnya setelah kabur dari rumah,

sampai sekarang masih belum juga pulang.

Terus dia juga tidak lapor hilang ke polisi?

Bukan, makanya...

Jangan ngurusin anak-anak macam itu.

Cukup urusin saja anak-anak yang masih belum bayar uang sekolah dan uang adm.

Dengan begitu kau baru bisa mendapat prestasi kerja yang bagus.

- Aku mengerti. - Baik.

Hei!

Kenapa kau ngotot ingin bertemu dengan madam itu?

Tadi pagi sudah kulaporkan pada hubae-ku yang polisi.

Melapor kepada polisi di daerah ini tidak ada bedanya dengan tidak lapor.

Anu, kau sudah mengalami kejadian seperti itu semalam.

Nyalimu ini terlalu kelewat batas.

Kalau kau sampai terluka bagaimana?

Seonsaeng-nim bukan mengkhawatirkanku tapi khawatir dirimu sendiri akan terluka, bukan begitu?

Jika Soo Yeon adalah putrimu, apa yang akan kau lakukan?

Sampai polisi bisa menemukannya,

kau cuma sibuk mengutip uang dari anak-anak?

Anu... bukan itu maksudku.

Kukira pada saat kau bilang "Aku akan membawanya pergi",

Seonsaeng-nim berbeda dengan yang lainnya.

Seonsaeng-nim, kau cukup fokus menguras uang anak-anak saja.

Hei, dasar ini anak...

Yoo Jin...

Apa yang mengganggu pikiranmu?

=Oh Hyeongsa-nim, ada masalah apa lagi?= [Hyeongsa: Detektif]

Hei, yang muncul di sistem itu adalah dia, 'kan?

- Anu, itu... - Harus bagaimana kujelaskan?

Sudah kuperingatkan kau jangan menerima kasus laporan orang hilang.

Anu...

Dia datang membawa surat persetujuan. Aku tidak punya pilihan lain.

Hei, kampret!

=Segera balik ke kantor polisi! Mengerti?=

Baik, aku mengerti.

Serba salah memang.

-= WC Wanita =-

Dasar anak-anak ini.

Hei kampret! Bawa rokok kalian dan keluar!

Tidak mau keluar?

Aku tidak merokok tuh!

Kurang ajar!

Kau punya bukti?

Lubang hidungmu masih mengepulkan asap.

Sini! Sini! Mana rokoknya? Rokok!

Nguntit sampai ke tempat orang berak.

Dasar kurang ajar! Mana rokoknya?

Kalau sampai kutemukan, awas saja kalian!

Jangan ke mana-mana!

Menyebalkan.

- Rokok... rokoknya di mana? - Ayo kita pergi!

Hei! Berdiri di situ jangan gerak-gerak!

Aigoo, sial! Aigoo...

Hei! Hei kampret! Berdiri di sana! Aigoo...

Kenapa barang ini bisa jatuh?

Aigoo, dasar kurang ajar.

Apa ini?

Ya, Gyogam Seonsaeng-nim? [Gyogam Seonsaeng - wakil kepala sekolah]

Anda mencari saya?

Saya menemukan barang yang mencurigakan di WC...

Yang melaporkan kasus ke polisi adalah Yeok Seonsaeng-nim?

Maaf?

Aku tanya sekali lagi. Kau yang melaporkan ke polisi jika ada murid kita yang hilang?

Barusan pihak polisi telepon dan menanyakan hal ini.

Iya, namanya Han Soo Yeon.

Yeok Seonsaeng-nim...

Aku memberimu kepercayaan mengawasi supaya anak-anak tidak bertingkah.

Tapi tidak menyuruhmu membuat masalah menjadi membesar.

Anu, chingu satu itu sudah beberapa hari tidak masuk sekolah.

Yeok Seonsaeng-nim!

Kenapa harus membocorkan masalah internal sekolah ke luar?

Dan itu tidak lebih dari seorang anak yang melarikan diri dari rumah.

Tapi ini tidak sekedar kasus melarikan diri dari rumah.

Hei!

Posisiku jauh di atasmu Yeok Seonsaeng.

Karena khawatir, aku memberimu sebuah peringatan.

Lakukan sesuai dengan yang diperintahkan. Jangan berbuat macam-macam!

Jika sampai ada apa-apa,

kau harus sanggup menahan konsekuensinya. Mengerti?

Baik, sampai jumpa.

Hari itu Anda membantuku mencari informasi tentang Akademi Seni Rupa...

Terima kasih, Seonsaeng-nim.

Ah iya. Terima kasih.

Kim Seonsaeng? Kau mau jalan sekarang?

Iya.

Kalau begitu pas mau pergi tolong bantu bawain ini sekalian.

Iya.

Aigoo... Ayo cepat ke sini! Aku sibuk sekali.

-= 3-3 Kang Yoo Jin: Baik, aku juga sudah di jalan, Seonsaeng-nim. =-

-= 3-3 Kang Yoo Jin: Seonsaeng-nim, masih di sekolah? =- -= Sekarang lagi siap-siap mau jalan. =- -= 3-3 Kang Yoo Jin: Di mana sekarang? =- -= Sekarang lagi mau jalan. Tunggulah sebentar, Yoo Jin. =- -= 3-3 Kang Yoo Jin: Baik, aku juga sudah di jalan, Seonsaeng-nim. =-

-= 3-3 Han Soo Yeon =- -= Baik, kau tunggu aku di sana. Aku segera tiba, Soo Yeon. =- -= Lee Eun Jeong: Iya, sudah kukonfirmasi. =-

-= 3-3 Han Soo Yeon: Seonsaeng-nim, sekarang aku lagi ada urusan. Kau bisa ke sini jemput aku? =- -= Baik, kau tunggu aku di sana, Soo Yeon. =-

-= Si kepala besar =-

-= Yeok Gi Cheol Kochi-nim =-

Hei kampret!

Kau kerjakan apa yang kuperintahkan.

Kenapa menerima kasus tanpa izin?

Hei, kau di mana?

=Kau tidak perlu tahu.=

Jangan bercanda! Di mana sekarang?

=Jangan-jangan kau sedang bertemu dengan guru seni rupa itu?

Hei, jangan bertemu dengannya. Kita perlu bicara. Kau di mana sekarang?

Apa maksudmu sekarang?

Kampret itu memasang kamera tersembunyi di WC kalian.

=Dia adalah orang yang mencurigakan.=

Dan juga hari di mana Soo Yeon menghilang adalah bulan juni tanggal 7, bukan?

Iya.

=Iya, 'kan? Kampret itu patut dicurigai.=

=Aku sudah cek daftar riwayat obrolannya.=

Orang yang menjemput Soo Yeon malam itu adalah dia.

=Pokoknya, di mana kau sekarang?=

Itu...

Hei, jangan-jangan kalian sedang bersama ya?

Iya.

=Kalau begitu beritahu aku di mana posisimu sekarang lewat SMS. Mengerti?=

Iya.

Barusan bicara dengan siapa di telepon?

Eomma.

Sabuk pengamannya harus dipasang, Yoo Jin.

Tapi Seonsaeng-nim...

Kalau mau ke kota, harusnya ambil arah yang berlawanan.

Aku mau ke rumah ambil barang sebentar.

Berhenti dulu sejenak baru lanjut lagi.

-= Sekarang sedang dalam perjalanan menuju ke rumah guru seni rupa. =-

-= Yoo Jin: Sekarang sedang dalam perjalanan menuju ke rumah guru seni rupa. =-

Sialan!

Seonsaeng-nim...

Itu...

Adalah pemberian dari Soo Yeon ya?

Iya.

Hadiah darinya.

Seonsaeng-nim...

Hari itu Soo Yeon benar-benar tidak ada menghubungimu?

Kalau begitu hari itu--

Yoo Jin...

Kita jangan bicarakan masalah Soo Yeon lagi, boleh?

Hari itu setelah selesai kelas seni rupa...

Yoo Jin...

Kau bersama Soo Yeon...

Hei beneran, Yoo Jin!

Bangun!

Yoo Jin...

Coba kulihat.

Aku memukulmu bukan karena aku membencimu.

Semua ini adalah salah paham.

Aku tidak pernah berbuat apapun terhadapnya.

Jangan menatapku dengan pandangan mata seperti ini.

Tidak, aku tidak melakukan apapun terhadapnya.

Sudah kubilang tidak ada.

Cuma salah paham!

Yoo Jin! Sialan!

Yoo Jin!

Sialan!

Hei Yoo Jin! Hei! Bajingan kau!

Bajingan! Sini kau!

Sini kau! Hei!

Seonsaeng-nim, sebentar!

Bajingan!

Kampret!

Yoo Jin!

Hei, dasar psikopat!

Jadi seorang guru tapi malah merekam siswinya secara diam-diam dengan kamera tersembunyi?

Apa yang kau rencanakan setelah menculiknya?

Apa yang akan kau lakukan, kampret!

Aku telah bersalah. Tolong jangan lapor polisi.

Kampret satu ini.

Hei! Ini adalah hape milik Soo Yeon.

Kenapa bisa ada di tanganmu?

Jangan-jangan Soo Yeon sudah kau celakakan?

Bukan, bukan seperti itu.

Jangan macam-macam! Cepat jelaskan semuanya!

Mau aku langsung lapor polisi, begitu?

Tidak, tidak. Tidak.

Aku ceritakan semuanya.

Malam itu aku menerima panggilan telepon dari Soo Yeon.

Karena itu aku pergi menjemputnya.

Soo Yeon, kau tidak apa-apa?

Baik.

Anu... Seonsaeng-nim...

Anda jalan saja dulu.

Ada orang yang datang menjemputku.

Siapa?

Anu...

Tidak usah khawatir. Jalanlah dulu.

Terima kasih.

Aku menurunkan Soo Yeon dan pergi.

Tapi kemudian aku merasa tidak tenang jadi aku balik lagi.

Soo Yeon!

Soo Yeon!

Soo Yeon, kau di dalam?

Soo Yeon!

Jadi kau menemukan hape ini? Kau suruh aku percaya pada omong-kosongmu?

Sungguh.

Setelah itu aku tidak pernah melihat Soo Yeon lagi.

Lalu kenapa kau tidak langsung lapor polisi?

Aku cuma guru magang dan belum begitu lama di sana.

Takut terjadi apa-apa. Hal ini Seonsaeng-nim juga ngerti.

Dasar kunyuk!

Aku murni menyukainya karena itu aku bersikap baik padanya.

Ini menjadi sebuah masalah?

Dasar kampret! Murni?

Menurutku kau sudah tidak waras.

Mereka masih di bawah umur, kampret!

Orang yang melukai Yoo Jin kemarin malam adalah kau?

Kemarin malam aku ada acara minum-minum bersama Gyogam Seonsaeng. [Gyogam Seonsaeng - Wakil Kepala Sekolah]

Aku sudah menceritakan dengan sejujur-jujurnya padamu.

Kau boleh verifikasi secara langsung.

Bagaimanapun juga, kampret sepertimu...

Harus dikasih sedikit pelajaran.

Seonsaeng-nim...

Jangan berisik!

Ada orang?

Kami dari kepolisian.

Ada orang yang lapor polisi jadi kami datang mengecek.

Apaan ini?

Sialan!

Aku yang lapor polisi.

Ini orang... Menurutku sifatnya kurang baik.

Yang bisa dicurigai tidak hanya satu atau dua point. Ada satu anak yang hilang.

Iya, iya, akan kami selidiki satu persatu.

Dan juga hapenya harus dicek untuk melihat percakapan terakhirnya adalah dengan siapa.

Makanya...

Sudah kubilang akan kami selidiki satu persatu.

Sudah cukup. Kalian sudah boleh pulang.

Mohon kalian selidiki dengan seksama. Jangan cuma ngomong di mulut saja.

Iya, iya.

Selamat jalan!

Orang-tua, silakan ke sini sebentar.

Ya, Banjang-nim?

Iya, iya.

Anu, cepatlah keluar. Sangat mengganggu soalnya.

Kochi-nim!

Barang buktinya sudah diterima.

Penyelidikan akan segera dilaksanakan. Jangan terlalu khawatir.

Setelah hapenya selesai diperbaiki, kau tolong cek panggilan telepon terakhir itu dengan siapa, oke?

Kochi-nim, kalau itu...

Konten dari penyelidikan tidak bisa diberitahukan kepada orang.

Hei, aku 'kan guru di sekolah itu. Sudah semestinya aku tahu.

Aku sungguh serba salah jadinya.

Laporan hilang itu sudah kau terima?

Oh itu... masih belum.

Kenapa belum?

Ini adalah kebijakan dari atas. Aku bisa apa?

Aku juga tidak bisa berbuat apa-apa.

Harap maklum, Kochi-nim.

Hei, kalian ini kenapa sih?

Mana bisa kalau begitu terus?

Aku juga tahu jelas.

Aku harus berangkat patroli nih!

Setelah ada informasi baru kuhubungi lagi ya!

Hei...

Cuma satu ini saja?

Di tempat lain juga kau pasang beberapa biji, 'kan?

-= Kim Gi Tae =-

Hei!

Kampret satu ini tidak bisa fokus?

Ya, Hyeong-nim?

Bagaimana? Khasiat obatnya oke?

=Bukan masalah ini.=

Kasus lapor hilang itu untuk sementara berhasil ditangguhkan.

Tapi ternyata kampret satu itu malah datang membawa barang bukti.

Apa?

=Sekarang ini jadi agak rumit.=

Anda sudah tiba, Hoejang-nim.

Selamat malam, Hoejang-nim.

Anda sudah tiba, Sajang-nim.

Uiwonjang mana? [Uiwonjang - setara dengan chairman]

Segera tiba.

Pastinya lelah di perjalanan.

Oh ya Hoejang-nim...

Ada yang ingin saya sampaikan.

Di saat-saat penting seperti ini, begini caramu menangani masalah?

Usaha lebih keras lagi!

Baik.

Kenapa? Ada apa?

Seok Jae, ada masalah yang membuat orang sakit kepala.

Ranking paling akhir, hasil dari simulasi ujian juga paling rendah.

Jangan khawatir! Kali ini pasti bisa lolos masuk ke Univ. Seoul.

Seonsaeng-nim, guru seni rupa masuk berita internal sekolah.

Ini 'kan guru seni rupa?

Ini adalah siswi dari sekolah kita, 'kan?

Ini 'kan Han Soo Yeon dari kelas 3-3 itu?

Entah berita ini benar atau tidak.

Coba kalian lihat!

Katanya dia merekam diam-diam di dalam WC wanita.

Ya ampun!

Ini adalah prank anak-anak, 'kan?

Tidak kusangka ternyata...

Dia bukan orang seperti ini.

Lalu ini siapa yang unggah?

Bagaimana jika sekolah sampai tahu kejadian ini?

Aku tidak peduli.

Yang bisa kulakukan, harus kulakukan.

Setidaknya kau harus lulus SMA. Kau yakin tidak akan menyesal di kemudian hari?

Yakin.

Aigoo...

Kau masih muda, masih belum mengerti dunia ini seperti apa.

Seonsaeng-nim, aku sudah dewasa.

Mulai sekarang aku hanya bisa menua.

Kami agak terburu-buru pada saat merekrut.

Alhasil tanpa peninjauan yang cermat, kami laksanakan langsung.

Apa maksudmu dengan ini?

Aku minta maaf, Yeok Seonsaeng-nim.

Dana pengembangan sekolah yang telah Anda bayarkan tentu saja harus dikembalikan padamu.

Ditambah uang kompensasi dan biaya alokasi ini mohon diterima.

Dan kami berharap supaya Anda jangan terlalu berkecil hati.

Jika terjadi perselisihan satu sama lain,

aku percaya jika ini adalah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi oleh Yeok Seonsaeng-nim.

Yang baik pasti akan baik. Bukankah begitu?

=Oppa...=

=Uang itu berhasil dikumpulkan dari tabungan yang belum jatuh tempo ditambah pinjaman dari Appa.=

=Karena paham akan sifat Oppa, makanya tidak kuberitahu.=

=Tapi Oppa...=

=Semua orang juga hidup seperti begini.=

Ya Dong Soo?

=Anu... Kochi-nim...=

=Barusan kami menerima sebuah laporan.=

Tolong mundur sedikit!

Benar si Han Soo Yeon.

Ah, sungguh bikin sakit kepala.

Tidak! Tidak! Tunggu sebentar!

Yoo Jin!

Pihak keluarganya mana?

Yoo Jin! Tenangkan dirimu!

Soo Yeon! Soo Yeon!

Lepaskan aku!

Yoo Jin!

-= Mencari orang hilang =- -= Nama lengkap: Han Soo Yeon =-

S

Su

Sub

Subt

Subti

Subtit

Subtitl

Subtitle

Subtitle

Subtitle o

Subtitle ol

Subtitle ole

Subtitle oleh

Subtitle oleh:

Subtitle oleh:

Subtitle oleh:

Subtitle oleh: ~

Subtitle oleh: ~

Subtitle oleh: ~ D

Subtitle oleh: ~ Da

Subtitle oleh: ~ Dam

Subtitle oleh: ~ Damn

Subtitle oleh: ~ Damn!

Subtitle oleh: ~ Damn!S

Subtitle oleh: ~ Damn!Su

Subtitle oleh: ~ Damn!Sup

Subtitle oleh: ~ Damn!Supe

Subtitle oleh: ~ Damn!Super

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~

Reporter untuk sementara berhasil diamankan tapi beberapa waktu lagi pasti akan meledak.

Bagaimana bagusnya?

Coba kau telepon Kim Gukjang. [Gukjang - setara dengan direktur]

Kim Gukjang sekarang ini terlalu mementingkan uang.

Dasar kampret satu itu.

Hei, Jin Soo ini aku.

Barang bukti yang diperoleh kemarin di antaranya ada sebuah hape, 'kan?

Apa?

Halmeoni!

Halmeoni.

Yoo Jin kau sudah datang?

Si Dong Soo.

Bagaimana bagusnya?

Aigoo, kampret satu itu...

Bentar!

Sudah kubilang kali ini yang dihilangkan oleh anak-anak bukan sebuah properti.

Aku juga mempertaruhkan kepalaku dalam menangani masalah ini.

Jabatanmu sebagai kepala polisi kau peroleh dari siapa?

Uang pelicin yang kau berikan kepada atasanmu kau dapatkan dari siapa?

Anu, ini...

Jika terjadi sesuatu padaku...

menurutmu siapa yang akan dijadikan kambing hitam?

Seok Jae...

Sudah bisa.

Apa? Sajangnya Yang Soo?

=Iya.=

=Aku juga membongkar card berisi obrolan.=

=Dan menemukan riwayat obrolan antara dia dengan seorang wanita bernama Lee Seul.=

Wanita itu adalah Madam di tempat itu.

Entah apa yang terjadi hari itu.

Wanita itu mengirim SMS ke Soo Yeon yang isinya ia mengkhawatirkannya.

=Kochi-nim, aku coba gali lebih dalam lagi. Nanti baru kuhubungi lagi ya.=

Baik, begitu saja dulu.

Iya.

Yoo Jin.

Seonsaeng-nim harus ke suatu tempat.

Kau temani Halmeoni.

Kau akan kembali, 'kan?

Aku akan segera kembali.

Seonsaeng-nim!

Hoejang-nim, saatnya untuk berangkat.

Beritahu mereka agak terlambat.

Halo Sajang-nim, si muka kotak itu datang.

Aku segera ke sana. Tunggu aku.

Iya.

Hyeong-nim, untukmu.

Lee Seul-ssi!

Boleh minta waktunya sedikit?

Maaf?

Sebentar saja.

Anda kenal Soo Yeon, 'kan?

Aku tidak tahu apa-apa.

Soo Yeon sudah mati.

Lee Seul-ssi...

Tidak bisa terus berpura-pura tidak tahu apa-apa seperti ini.

Ceritakanlah padaku.

Apa sebenarnya yang terjadi.

Sebenarnya hari itu...

Seleranya boleh juga.

Uiwonjang-nim minumlah segelas hari ini. Istirahat dulu sejenak baru pergi.

Anda adalah orang yang akan melambung ke puncak tapi masih meluangkan waktu untuk orang-orang sipil seperti kami.

Masih membutuhkan banyak bimbingan dari Anda, Uiwonjang-nim.

Aku mana bisa membantu apa-apa.

Ayo! Ayo! Minum segelas lagi.

Merepotkan Anda.

Aku ke kamar mandi sebentar.

Bagian mana yang terasa sakit?

Bagian mana yang sakit?

Baiklah, aku segera pulang.

Tunggu aku sebentar ya.

Tidak masuk ke dalam, ngapain di sini?

Kau habis nangis?

Maaf...

Bisakah membantuku, Isajang-nim?

Kau... kenal aku?

Sebenarnya aku adalah siswi SMA.

Halmeoniku sedang sakit. Bolehkah aku pulang lebih dulu?

Sedang apa kau di sini?

Ayo!

Apa yang kau pikirkan? Beraninya kau membawa siswi sekolah kita ke sini?

Karena kukira harus menyediakan yang usianya masih muda.

Maaf.

Bagaimana jika dia menyebarluaskannya di sekolah?

Aku akan menyegel mulutnya.

Orang-tua anak perempuan ini berhutang uang kepada kita.

Jadi dia tidak akan berani bicara dengan sembarangan.

Ui--Uiwonjang-nim!

Anda tidak apa-apa?

Masih saja tidak fokus?

-= Chae Rim kau lagi di mana? Kau ada terluka? =-

Cepat bilang kau ada di mana!

Hei jalang! Perlu aku ke rumahmu dan bertanya pada nenekmu?

Di mana?

Baik. Kau tunggu di sana aku akan segera ke sana.

Hei! Kalian jalan duluan.

Kalau begitu si Gwak Sajang itu adalah orang terakhir yang melihat Soo Yeon?

Yang pasti begitu menutup teleponnya dia langsung pergi.

Cuma ini yang kuketahui.

Yang pasti kampret itu sudah terperangkap. Cari pelan-pelan!

Dia harus dibungkam karena berbuat onar di tempat orang lain.

Hei! Sebentar!

Kau adalah Gwak Sajang?

Ah, ternyata di sini ya?

Ada beberapa hal yang mau kutanyakan padamu.

Hyeong-nim, perlu diseret keluar?

Sebentar, cuma perlu tanya beberapa hal.

Soo Yeon kau yang bunuh?

Hei, kau yang bunuh Soo Yeon?

Bukan aku yang bunuh.

Lalu siapa?

Siapa?

Sudah kubilang bukan aku!

Di mana perempuan jalang itu?

Di mana kau?

Sudah gila ya wanita jalang ini?

Di sini?

Jangan bercanda lagi! Malas aku mencarimu. Cepat keluar!

Kau dengar?

Di sini?

Siapa kau?

Anda perlu ke sini sebentar.

=Ada urusan apa?=

Bukan hal lain.

Putra Anda...

Putra?

=Kochi-nim, entah kampret mana yang telah mengambil hapenya.=

Sungguh aneh.

=Guru seni rupa itu...=

Katanya semalam sudah langsung dibebaskan.

Seonsaeng-nim...

Kau sudah bangun?

Ya, Yoo Jin Eomoni.

=Anu... Seonsaeng-nim...=

=Mau tanya kalau Yoo Jin sedang bersamamu?=

Yoo Jin sedang berada di rumah sakit.

=Aku barusan ke rumah sakit.=

=Tapi Yoo Jin tidak berada di sana.=

=Hapenya juga tidak aktif.=

Apa?

Yoo Jin, sepertinya kau punya salah paham apa terhadapku.

Aku dan Appa-ku adalah dua orang yang berbeda.

Hapenya mana?

Di sini.

Kau keluar dulu!

Baik.

Abeoji!

Abeoji! Abeoji!

Aku tidak tahu dia sudah mati, Abeoji.

Aku telah bersalah.

Ji Seong...

Kesalahan apa yang telah kuperbuat?

Demi supaya putra tunggalku bisa menjadi orang,

sudah berapa banyak usaha yang kulakukan.

Bajingan!

Abeoji, aku telah salah.

Abeoji, aku salah.

Berdiri kau!

Berdiri baik-baik kau bajingan!

Jangan takut, Yoo Jin.

Yoo Jin!

Yoo Jin!

Jangan ribut! Atau kau akan mati.

Bajingan!

Kenapa tidak kau jawab teleponmu?

Jeongye-ri 22-1.

Jeongye-ri 22-1.

Apaan ini?

Dasar orang gila.

Kau bersembunyi di sini cuma untuk membuat ini?

Kau...

...balik ke Amerika saja.

A--Abeoji, aku...

Semester ini masih belum berakhir.

Aku perlu membimbing anak-anak dalam mempersiapkan ujian.

Kau mau menyeret Aebi-mu? [Aebi - ayah]

Sebelum peristiwa ini mereda, kau ke sana dulu.

Tapi masih ada anak-anak yang mempercayaiku.

Demi menyelamatkanmu aku sampai harus membunuh perempuan itu.

Kau masih tidak mau dengar kata-kataku?

Lalu kenapa dia kau bunuh?

Tolong aku...

Tolong aku...

Isajang-nim...

Seonsaeng-nim...

Aku tidak akan menceritakannya kepada siapapun.

Tolong aku...

Iya.

Tentu saja tidak boleh kau ceritakan kepada siapa-siapa.

Apa?

Bajingan! Semua ini adalah demi kau!

Mana mungkin itu demi aku?

Bajingan!

Berdiri tegak kau, kampret!

Anda mau apa?

Sialan!

Abeoji!

Abeoji! Abeoji!

Sialan!

Abeoji!

Abeoji!

Abeoji!

Abeoji! Abeoji!

Lakukan seperti apa yang kubilang, bangsat!

Ah ya, Uiwonjang-nim.

Aku sedang dalam perjalanan.

Iya.

Besok segera siap-siap berangkat keluar negeri!

Aku akan mengirim orang ke sana.

Kampret.

Mirip siapa kampret itu sebenarnya, sialan.

Sekarang sudah berangkat.

Oh ya?

Iya.

Semuanya, tolong dibereskan sebentar.

Persiapan sudah selesai?

Yoo Jin.

Sekarang sudah boleh keluar, Yoo Jin.

Yoo Jin...

Yoo Jin!

Kenapa kau bersikap seperti ini terhadapku, Yoo Jin?

Yoo Jin...

Kenapa selalu membuatku menjadi orang yang jahat?

Menurutku dengan demikian kau akan bisa melarikan diri?

Sekarang saatnya kau keluar, Yoo Jin.

Yoo Jin!

Yoo Jin!

Yoo Jin, kau di dalam?

Yoo Jin!

Yoo Jin!

Yoo Jin! Bangun!

Yoo Jin!

Yoo Jin!

Yoo Jin! Bangun!

Bajingan kau.

Sini kau, bangsat!

Bajingan!

Bajingan!

Sini kau, bangsat!

Tolong aku...

Tolong aku.

Aku telah bersalah.

Aku telah bersalah.

Yoo Jin! Yoo Jin!

Sebentar! Sebentar!

Bajingan!

=Untuk saat ini kandidat Kim Gi Tae sedikit ketinggalan.=

=Penghitungan surat suara sedang berjalan.=

Kampret itu mengacau di mana-mana.

Cepat masukkan namanya ke DPO!

Segera cari dia!

Yoo Jin!

Yoo Jin!

Bangun! Sebentar, sebentar.

Jangan tertidur!

Jangan sampai tertidur!

Seonsaeng-nim...

Seonsaeng-nim di sini.

Soo Yeon...

Soo Yeon sudah mati.

Isajang-nim.

Kim Gi Tae!

Kim Gi Tae!

Kim Gi Tae!

Kim Gi Tae!

Kim Gi Tae!

Kim Gi Tae!

- Ya, Uiwonjang-nim. - Kim Gi Tae!

Ah, sekarang kau harus memanggilku dengan sebutan Kim Gunsu. [Gunsu - setara dengan bupati]

- Iya, semua ini berkat Anda, Uiwonjang. - Kim Gi Tae! Kim Gi Tae!

Mari kita kumpul bersama dan minum-minum.

Kepalaku...

Ini... apa yang terjadi?

Itu... Orang gila itu...

Cepat halangi dia!

Baik.

Hei!

Mau apa kau, kampret?

Ka--kampret gila ini...

Hei, bangsat!

Kau tahu siapa aku, bangsat?

Hei! Aku keluar kau akan mati.

Bajingan!

Cepat enyah kau, bajingan!

Bajingan...

Dasar kampret gila.

Aku ini seorang Gunsu! [Gunsu - setara dengan bupati]

Kau mencari gara-gara dengan orang yang salah.

Kampret, mampus kau!

Dasar kampret gila!

Choi Seojang! [Seojang - setara dgn direktur jenderal]

Teleponmu masuk tepat pada waktunya.

Betul, kampret gila itu...

Apa?

Pejabat terpilih Kabupaten Gocheon, Kim Gi Tae-ssi...

Ditangkap atas dugaan tindakan pembunuhan seorang siswi SMA di saat masih menjabat sebagai Isajang

dan sedang menerima pemeriksaan.

Dalam proses ini, tidak hanya putra dari pejabat terpilih tapi juga melibatkan organisasi kekerasan.

Bahkan polisi di jajaran terdepan berikut komisioner polisi yang ikut terlibat

semuanya sedang menerima penyidikan.

Aigoo...

Anda ke sini juga belum begitu lama.

Cuma melihat hal-hal yang buruk setelah itu pulang.

Kau harus bekerja dengan benar, kunyuk.

Aku harus bekerja dengan benar.

Bagian sini tidak apa-apa?

Ah iya, tidak apa-apa.

Hati-hati.

Aku jalan dulu.

Iya.

Hati-hati di jalan!

Lain kali kalau main ke sini jangan lupa menghubungiku.

Iya, telah menyusahkanmu.

Saatnya ganti mobil baru.

Kepalamu terlalu besar.

'Gak punya duit, kampret.

Hati-hati di jalan!

-= Mencari orang hilang =- -= Nama lengkap: Han Soo Yeon =-

Terima kasih telah menggunakan subtitle dari: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Damn!SuperSub Indonesia Facebook Fanpage: akumenang.com

Kunjungi blog Damn!SuperSub Indonesia di: akumenang.com

Kunjungi blog Damn!SuperSub Indonesia di: akumenang.com

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.