All language subtitles for After.the.Rain.2018.BluRay.720p.800MB.Ganol.si

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

= Sub Eng By TL-SkewedS = (Diterjemahkan Oleh ZeC | NSBC)

Kali ini, Untuk mengawali hari ini kami mempersembahkan sebuah lagu.

Dari Novel yang berjudul, "Window by the Wave",

Yang telah terjual sebanyak 1 juta copy.

Itu adalah maha karya terbaik di tahun 2018.

Peluang untuk hujan hingga malam nanti ialah 10%

Jadi tidak perlu khawatir jika turun hujan.

Langit akan cerah hingga malam tiba.

Pagi Tachibana..

Udah jam pulang ternyata.

Ya itu karena kamu lelap banget tidurnya.

Oh iya, Apakah kamu mempunyai aplikasi Line?

gak!

Tapi aplikasi itu sangat berguna. Bagaimana kalau kamu mencobanya?

Ngomong-ngomong, ID-ku....

Aree??

Koi wa Ameagari no You ni Cinta Bagaikan Hujan

Bagian Akutagawa ini,

Membuat jenis genre novel baru yang disebut "Seni Rupa Yang modern"

Ini dapat mengembangkan dunia sastra jepang..

Nee, Tachibana. Apa kamu memakai Line?

Gak!

Dan juga, Di era sekarang-

Kalau begitu, Nanti pas waktu kerja sampingan mau gak pergi bersama?

- Oii, Yoshizawa! - Iya, Pak!

Kenapa kamu selalu di tolak saat di dalam kelas?

Baiklah. Silahkan buka buku kalian.

Pagi, Akira-san

Pagi juga, Yui-chan

- Selamat Pagi, Tachibana-san. - Selamat Pagi.

Selamat Pagi Tachibana!

Kase, Pasta untuk di meja 15 udah?

Udah.

Ini Pesanannya.

Satu seafood pasta, satu gratin(?), satu salad kaisar.

Ubah bahan-bahan seafoodnya dari yang biasa.

Ubah sama 4 kerang dan 3 udang.

Siap!

Tolong bawakan Piring Kesini!

Ini buat meja 15

Bawa ini juga sekalian!

- Nishida-san, tolong bawa ke meja 15. - Iya, Mbak.

Maaf telah menunggu.

Siapa diantara kalian yang memesan Tropical Parfait?

Ah, Aku.

Selamat Menikmati.

Dia melotot Barusan, kan?

Apa sudah memutuskan untuk memesan apa?

Satu tropical mangga parfait.

- Bisakah kamu mengisi ulang air minum dari bar? - Ok!

Saya benar-benar minta maaf.

Saya tidak menyuruhmu minta maaf loh.

Ini bukan berarti saya akan menuntut, loh.

Yang mau kukatakan itu...

Saya benar-benar minta maaf.

Hanya saja, Kejadian seperti ini...

Bukankah dia sangat menyedihkan ya?

- Huh? - Menejer kita itu loh.

Dia menunduk seperti itu.

Tapi bukannya dia punya pilihan lain, Selain nunduk seperti itu?

Makanya dari itu. Dia hanya bisa nunduk dan minta maaf sepanjang hidupnya.

Ah, Dia datang kemari.

Hoii.

Lain kali berhati-hatilah jangan sampai terlalu panas Bibimbapnya.

Huh? Apa itu Gosong?

Itu karena kita membiarkan Yoshizawa mengerjakannya.

Ternyata memang benar ini terlalu dini untukmu.

Aku minta maaf! Aku akan membuatnya sekali lagi.

Udah cuci aja itu.

- Kase. - Oke.

Oke kalau begitu..

Dia seharusnya tegas terhadap para staff dapur..

Sungguh mengecewakan.

Umur 45 tahun. Cerai sekali. Udah punya anak pula.

Dia seperti tipe orang yang menghabiskan sisa hidupnya jadi seorang menejer.

Miso soba yang aku pesan 15 menit lalu belum juga?

Saya benar-benar minta maaf.

Ah! Dia meminta maaf lagi!

Akan saya periksa sekali lagi..

Saya benar-benar lelah menunggu, dan juga lapar sekali, loh.

Saya benar-benar minta maaf. Tolong menunggu sedikit lagi.

Tolong, ya..

Ini pesanannya!

Maaf telah menunggu. Silahkan dinikmati.

Terima kasih banyak. Semoga bertemu kembali

Selamat datang. Meja untuk berapa orang ya?

4 orang..

Tachibana-chan, Ini makan siangmu..

Kase-san, Apa ini?

Ah, itu cuma tambahan doang.

Makasih.

Ramah banget ya~

Aku penasaran kenapa dia masih mau kerja sampingan di restoran keluarga ya?

Aku juga bertanya-tanya tentang hal itu..

Apa itu aja cukup??

Terima kasih atas kerja kerasnya.

You too, Sir!

Itu gak baik loh. Kamu harus makan dengan teratur selama masih muda..

Nani??

Ah, gak...

Ini, Jadwal pergeseran jam kerja yang ku inginkan bulan depan.

Ah, okay. Makasih.

Pergantian jam kerja Tachibana untuk bulan July Saya bisa di hari senin, selasa, sabtu, dan minggu.

Araa... Kamu yakin ingin minta jadwal yang padat.?

Apa ada sesuatu yang ingin dibeli?

Tapi ya... Aku berterima kasih soal itu.

Entah kenapa terlihat menyeramkan.

Jangan menatapku seperti itu dong..

Huh?!

Bukan berarti aku menatapmu begitu..

Ah, Okay

Makasih untuk ini.

Menejer..

Ya?

Apa kamu memakai Line?

Jika pakai, yaa...

Um, ano..

Apa itu "Line"?

Ah, Lupakan saja..

Aku pergi kembali bekerja.

Dia menatapku seperti seorang sampah masyarakat, ya..

Terima kasih atas kerja kerasnya.

Makasih juga.

- Terima kasih kerja keradnya. - Makasih.

Yoshizawa,-kun, Bukankah rambutmu itu udah kepanjangan?

Maaf, Aku bakal memotongnya nanti.

Terima kasih atas kerja kerasnya..

Pulang bareng yuk, Tachibana!

Enaknya...

Masa-masa remaja, ya..

Ah, Kubo-san. Makasih untuk hari ini...

Iya..

Mereka sangat bercahaya, Ya...

Huh?

Yah, Wajar saja anak remaja sekarang melihatku seperti sampah..

Bukannya lebih rendah dari sampah, kan?.

Tachibana, Tachibana! Hoii, Ayo balik bareng!

Huh? Diabaikan?

Aku pulang~

Selamat datang.

Perkiraan cuacanya gak benar, kan?

Apa kamu bawa payung? Kehujanan gak?

Yahh begitulah.

Kamar mandinya udah disiapin, Mandilah sebelum makan malam.

Okay...

Ayolah, Nanti demam loh. Sana cepat mandi.

Akira.

Aku ngerti, kok.

Kalau ngerti ya buruan sana mandi..

"Dia berpikir bahwa telah kehilangan akal sehatnya.."

"Dan juga cara agar dapat bertahan hidup besok."

"Dengan berputus asa.. dia membangkan pada takdir yang tak terelakkan."

"Sejak tadi, Dia mendengarkan argumen yang tidak jelas..."

Berhenti mencoret-coret!

Aku minta maaf.

Apa ini?

TL Note: flip book itu seperti serangkaian gambar yang beragam dari satu laman ke laman berikutnya

Itu flip book.

Bagus juga, ya..

Sejauh ini udah 3 bulan aku membuatnya. Bentar lagi selesai..

Okay. Kalau udah selesai tolong dihapus, ya..

Ow!

- Ayo lanjutkan! - Sakit...

"Rashomon" ialah salah satu mahakaryanya Akutagawa..

Ini diterbitkan pada 1915, Pada tahun ke 4 Taisho.

Semangat, ya.

Ayoo!

Syukurlah hari ini cerah..

Yeah.

Ah...

Ishii!

Akira!

Haruka.

Ayoo. Kau musti ngomong sendiri.

Um...

Aku bakal lari di cabang 100 meter untuk turnamen berikutnya.

- Oh! Baguslah! - Tapi kau tau...

Aku gak bisa finish dalam 11 detik sepertimu.

Yahh..

Maafkanku Bosque!

Nggak perlu minta maaf, kok.

Baik..

Sering mampirlah..

kapten Kyan, Aku duluan dulu ya.

Hm? Okay.

Ishii sangat baik untuk memperpendek rekor waktunya, ya.

- Sekarang mau latihan? - Iya.

Tapi, aku kurang yakin dengan cuacanya.

Ini hari ga bakal hujan, loh!

Nani!?

Itu karna luka di kakiku nggak sakit.

Ah... Gomen.

Aku baik-baik aja, kok. Beneran.

Lain kali, aku akan datang ke club dulu, ya?

Kamu nggak apa-apa?

Ini dari teman di tempat kerjaku..

Oh gitu ya...

Aku pergi dulu ya..

Nee-nee, Akira-chan, Apa kamu punya orang yang disukai enggak?

Jika aku memilih salah satu dari pegawai cafe ini...

Huh?

Kase-san yang di dapur itu keren.. tapi aku nggak suka karna terlihat seperti buaya darat.. :3

Aku enggak suka Ohtsuka-san karena dia seperti dinding batu.

Yaa, Kalau disuruh pilih sih.. Yoshizawa-kun sepertinya buat penasaran...

Tapi dia kayaknya lagi menyukai seseorang.

Kalau Menejer gimana??

Heh? gak bakal sama Menejer ah! Dia kan bau!

Gimana ini!?

Dia pasti dengarkan? Kita berdua pasti dipecat, kan?

Heh? Aku juga?

Tapi, Tapi, Itu dia bau beneran loh, serius.

Kamu juga memikirkan hal yang sama kan, Akira-chan?

Yaa... Aku sih nggak juga...

Makan siangmu ini, Tachibana-chan.

Kase-san...

Ssh!

Ini rahasia loh.

Ini aja cukup kok. Belakangan ini berat badanku naik.

Sepertinya waktu kedatanganku salah terus ya...

Aku rasa baunya orang itu berbeda-beda!

Ku pikir ini nggak bau kok!

Pak Menejer.

Kubo-san, Aku ini bau ya?

Bau banget. Tapi ada sesuatu yang lebih penting nih.

Ada barang di meja 5 yang ketinggalan.

Ee-ehh?

Tuan!

Dia naik sepeda, ya..

Kalau seperti ini sih mustahil...

Yaa, Dia nanti juga balik kalau udah sadar.

Menejer, Berikan padaku.

Akira-chan?

Tachibana-san...

Dia mencoba mengejar pelanggan yang barangnya ketinggalan.

Heh?

Padahal dia naik sepeda loh.

Dia gak bakal bisa terkejar.

Ahh, kalau Tachibana sih pasti bisa.

Dia itu pelari yang cepat loh..

Saat dia berlari-

Seakan membelah angin..

Bahkan kakak kelasnya nggak bisa mengimbanginya loh..

Dia benar-benar keren banget.

Kalau seperti itu.. seharusnya dia ikut club saja dari pada kerja sampingan, kan?

Yaa, Tachibana udah masuk club berlari, kok.

Tapi ya itu dulu..

Dulu?

Tuan!

Ouhh

Ahh Maaf... Makasih banyak..

Saya permisi dulu...

Cedera?

Iya, Dia cedera setengah tahun yang lalu.

Wahh, Hebatnya! Larimu kencang sekali!

Aku kagum loh! Itu Sesuatu banget, loh!

Kau tau? Anakku itu larinya lamban...

Tachibana-san?

Kubo-san! Tolong jaga cafenya sebentar!

Apa?!

Tachibana-san, Ayo ke rumah sakit!

- Bisakah kau berdiri? - Huh?

Ayo..

Maaf ya kalau mainan anakku berserakan disitu.

Um, Rumah sakit, Rumah sakit...

Pak Menejer.

Kenapa? Sakit, ya?

Rumah sakit yang biasa merawatku ada di dekat sini..

Huh?

Kupikir, Ini hanya iritasi ringan.

Iya...

Dokter, Aku Masami Kondo, Menejernya.

Apa tulangnya patah atau apa gitu?

Tenang saja, Pak.

Kamu tadi terlalu memaksakan diri.. jangan dipaksain lagi ya..

Iya.

Memaksakan diri tadi?

Akira, mau kemana?

Alfamart.

Dengan pakaian seperti itu? Jangan, dong!

Nggak apa.

Tunggu, berhati-hati, ya!

Ibu juga mau pergi.

Huh?

Menejer!

Tachibana-san!

Tachibana-san. Baru aja kepikiran mau kutelpon..

Kenapa lagi ada disini?

Yaa, Soalnya putri orang tuamu terluka...

Jadi, Aku ingin mampir untuk meminta maaf.

Apa kamu suka mizu yokan?

Ibuku lagi berkerja.

Heh? jadi begitu ya?

Yaa. Seharusnya aku telepon dulu sebelum datang..

Dilain waktu nanti aku akan ke sana.

Eh? Nggak perlu.

Tapi, kau tau? Aku musti minta maaf pada ibumu loh..

Tentunya, Ayahmu juga tak apa.

Orang tau saya sudah bercerai.

Ah, Bener juga. Kau udah mengatakannya waktu wawancara juga ya..

Maaf kalau lancang...

Enggak apa-apa. Aku punya hubungan yang baik dengan Ayah.

Oh gitu ya. Aku juga bercerai loh.

Dan hidup terpisah dengan anakku.

Aku juga penasaran bagaimana perasaan anak saat orang tuanya bercerai ya?.

Ngomong-ngomong, Ibumu pulang jam berapa?

Beneran nggak apa-apa.

Akunya aja yang nekat lari karna keinginanku sendiri.

Beneran, nih?

Jadi, gimana kakimu?

Apa kukumu berwarna merah karena terluka?

Huh?

Apa jangan-jangan karna darah kering di dalam, ya?

Itu cuma Cat kuku biasa, kok.

Cat kuku?

Lucu sekali sampai ngira ini darah kering...

Ada apa?

Yaa, hanya saja kau kelihatan lebih ceria daripada biasanya..

Serasa lebih santai gitu. Apa karena lagi ada di daerah rumahmu?

Pakaianmu juga..

Santai?

Aku ambil minuman dulu.

Restoran ini suasananya nyaman ya.

Ini.

Ah, Kau nggak suka kopi hitam, ya?

Tunggu Sebentar.

Loh. Kayaknya seperti deja vu, ya?

Ini seperti kita udah pernah bertukar sesuatu ya..

Ah...

Yahh....

Hidupmu pasti repot kan ya?

Kamu nggak perlu repot-repot kerja sampai ke tempat kami.

Kamu kan bisa berkerja disini aja?.

Gak ada apa-apa disini.

Nani?!

Kalau disini ga ada, Terus di tempat lain gimana?

Menejer, Aku menyukaimu.

Ah...

Benarkah?

- Makasih, Ya! - Huh?

Duh,

Padahal aku yakin banget kalau kau membenciku.

Kau biasanya melototku, Sih. Tuh, Tuh, Seperti itu..

huuhhfft, Syukur

Maaf telah menunggu. Ini pesanan anda Chocolate Banana Parfait.

Akhirnya!

Ini, Makanlah!

- Bye bye.

Bye!

Keren!

- Yoshizawa. - Hm?

Belakangan ini Menejer keadaannya gimana?

Eh? Huh? Menejer?

- Emangnya kenapa? - Lupakan lah.

Emangnya kenapa, sih?

Ah, Belakangan ini...

Kupikir dia menjadi lebih ceria..

Dan juga, ia menyuruh-nyuruhku untuk potong rambutku.. itu membuatku kesal.

Apa rambutku sepanjang itu, ya?

Bersiap, Go!

Bersiap, Go!

Bersiap, Go!

Akira!

Kudengar kau cedera lagi ya?

Ah, hanya luka ringan kok.

Ringan?

sampai-sampai gak masuk sekolah?

Udah gak apa-apa kok sekarang. Jadi, jangan bahas itu lagi..

Maaf.

Jadi, kau datang untuk melihat kita, kan?.

Semuanya! Ada Akira disini, loh!

Konnichiwa!

Sugoii!

- Huh? Udah mau balik? - Iya.

rencananya sih kita mau pergi makan bareng ketika selesai..

Kenapa ga ikut saja, Akira?

Ayolah, Senpai!

Oh iya Senpai.

Kau sekarang berkerja di restoran keluarga, kan?

Heh?!

Kenapa reaksi kalian begitu?

Soalnya, Raut wajahmu kelihatan nggak ramah..

Anone, kalian ini...

- Eh, Kesana yuk! - Iya, Iya, Ide yang bagus!

Dimana tempatnya?

Jangan.

Kalian jangan pergi ke sana.

Ah, soalnya tempatnya jauh. Cabut dulu, ya..

Bye.

Di garis ke 4, Akira Tachibana-san.

Kamu harus berhati-hati terhadap pelari ini.

Akira Tachibana, Pelari terbaik dari SMA Kazamizawa.

Kyan, Kau ikut di cabang lari 1.5km, kan?

Aku akan bersiap setelah melihat Akira.

Okelah, Aku duluan ya.

On your marks...

Set...

Tunggu, Akira!

Haruka, Buruan!

Bagaimana kau bisa terus berlari seperti itu?

Itu Karena rasanya nikmat.

Akira!

Akira!

On your marks...

Untuk kasusmu Tachibana-san...

Dikarenakan Tendon Achilles sudah terurai.

Tapi, kau harus sebisa mungkin berjuang selagi di rehabilitasi.

Kau nggak bisa berlari untuk sementara..

Apalagi jika terus memaksakan diri, Otot yang menghubungkan tumitmu akan putus lagi..

Dan juga Tendon Achillesmu bisa sakit lagi.

Jadi kamu musti bersabar..

Berhati-hatilah.

Maaf, Aku tidak memesan ini.

Ini layanan spesial kami.

Bukannya membosankan kalau hanya..

menunggu hujan berhenti, kan?

Terima kasih banyak.

Aree?. Apa kamu nggak suka kopi hitam, ya?

Tunggu sebentar ya.

Ah.

Aku yakin sebentar lagi berhenti kok hujannya.

Terima kasih banyak.

Berhati-hatilah karena jalannya nggak rata.

Okay. Terima kasih banyak.

- Permisi. - Selamat datan.

Aku Nishida, Orang yang ditelpon untuk berkerja disini..

Ah, Konnichiwa. Masuklah.

Silahkan, Silahkan.

- Menejer! - Ya?

Ohh, Kamu yang mau berkerja paruh waktu, ya?

Aku Kondo, Menejer di restoran ini.

Hujan, yah...

Tachibana-san!?

Ada apa? Apa kakimu sudah baikan?

Bagaimanapun, masuklah dulu. Kau kehujanan, tuh.

Masuklah, Cepat!

Tachibana-san?

Aku Mencintai dirimu.

"Dia telah kehilangan akalnya.."

"bagaimana cara dia bertahan di hari esok"

"Dengan putus asa, membangkang dari takdir yang tak dapat ditawar"

"Tanpa tujuan, ia pun mendengarkan..."

"derai hujan di jalan besar suzaku"

Sekarang berita selanjutnya.

Seorang pria kepergok sedang skidipapap..

dengan gadis berusia 17 tahun yang berkerja di restorannya.

Terima kasih atas kerja kerasnya.

Terima kasih juga..

Aree?

Menejer.

Ya?

Um, makasih atas mizu yokannya.

Mizu yokan?

Ibuku menitip ucapan terima kasih.

Ah, Mizu yokan. Apa enak?

- Kalau kupikir... - Dan juga..

Yang ku ucapkan hari itu beneran, loh.

Aku menyukaimu.

Bagaimana perasaanmu kepadaku?

Tolong, Biarkanku mendengar jawabannya.

Terima kasih atas kerja kerasnya!

Akira-chan, Untuk menyambut bahwa telah kembali..

Yoshizawa bilang kita harus merayakannya di tempat karaoke...

Enak ya Karaoke . Penuh semangat pemuda.

Aku nggak ikut

Akira-chan, Kamu lagi kesal?

Eh? nggak...

Kakiku belum sembuh normal.

Oh begitu. Nanti pas kakimu sudah sembuh normal kamu mau kan?

Mau! Mau!

Aku menantikannya untuk pergi ke karaoke bareng Yui-chan.

Berdua!?

Kalau gitu, Cuma kita berdua malam ini, Yoshizawa.

Yahh, Aku pulang aja. Terima kasih kerja kerasnya.

Terima kasih atas kerja kerasnya.

Tachibana-san.

Maukan kuantar pulang..

Ehh?

Itu karena kakimu belum benar-benar sembuh, kan?

Lagian...

Kita harus melanjutkan pembicaraan yang tadi.

Bagi yang berpergian,

Dikarenakan udaranya lembab, langit malam hari ini tidak stabil.

Soal pembicaraan tadi...

Udah sewajarnya aku gak bisa memberimu jawaban.

Kenapa?

Bahkan jika kamu bertanya-tanya, Udah pasti paham kan maksdunya?

Nggak paham sama sekali.

Tachibana-san.

Aku udah 45 tahun, loh.

Nanti orang bilang apa coba?

Orang lain gak ada hubungannya dengan ini.

nggak, nggak, nggak,. Pasti ada.

Maksudku, Aku pantas aja jadi ayah untukmu.

Tapi, kau bukan ayahku.

Orang pasti berpikir kau itu pacar bayaran.

Aku bukan pacar bayaran.

Aku benar-benar menyukaimu, Menejer!

Whoa!

Kau lihat aku dari apanya, sih?

Emang butuh alasan untuk mencintai seseorang?

Kalau seumuran mah, emang nggak butuh alasan.

Tapi, kupikir seharusnya kalau diriku dan Tachibana-san harus ada alasannya.

Kupikir lebih baik kau pikirkan lagi, Tachibana-san.

Aku udah berusia 45 tahun, gak punya mimpi maupun harapan lagi.

Aku hanya pria paruh baya yang hampa...

Araa?

Kenapa raut wajahmu begitu?

Kau bilang dirimu "aku" sih.

Heh?

Kamu biasa selalu berbicara formal, tapi yang barusan seperti kanak-kanakan.

Kamu nggak paham ya, Tachibana-san!

Kamu sama sekali nggak paham!

Kenapa gak coba aja pergi kencan denganku?

Aku yakin kamu pasti merasa jijik denganku.

Kau mau berkencan denganku?

Heh?

Barusan kau bilang mau kencan denganku, kan?

- Enggak, Maksudku tadi... - Iya, Kan?!

Aku mengatakannya...

Kencan dengan Menejer

Kencan dengan Menejer

Kencan dengan Menejer

Kencan dengan Menejer

Kencan dengan Menejer

Kencan dengan Menejer

Gantungan menjijikan apa ini?

Kau nggak tau tentang Mukihiko-san?

Kalau ada ini, Segalanya akan berjalan lancar dengan orang yang disukai.

Kudengar ini sangat manjur.

Akira.

Ah.

Udah coba berapa kali?

Segitu banyak mau kau apakan itu?

Gak dapat-dapat Mukihikonya sama sekali.

Mukihiko?

Apa itu? Karakter Anime?

Hmm... Kurang tau juga...

Kenapa kau ingin itu sekali?

Ini kukasih duplikatnya.

Huh?

Bagaimana dengan latihan tadi?

Oh iya. lagi ujian, ya.

Rasanya....

Udah lama sekali sejak terakhir kita berangkat bareng seperti ini.

Yeah, bener.

Selamat datang. Meja untuk berapa orang?

Tachibana-chan, Ini makan siangmu.

Makasih.

Kau suka salad, kan?

Baiklah..

Jadi untuk 3 paket minum ya..

Tempatnya disebelah sana.

Silahkan, Saya permisi dulu.

[ Tachibana ]

[ Libur ]

[ Libur ]

[ Manager ]

Terima kasih atas kerja kerasnya.

Terima kasih juga.

Lagi belajar?

Soalnya bentar lagi ujian.

Melihat buku nulis membuatku bernostalgia.

Kulihat, dong..

Ok.

Ehh... "Rashomon", kah?

Hm? Ah!

Nggak boleh loh.. Mencoret-coret buku di kelas...

Tolong jangan bilang ke siapa-siapa?

Hmm...

Nggak akan kubilangin juga kok.

Sebagai gantinya,

Pergi kencanlah denganku.

Huh?

Kase-san!

Kau ada kelas kan hari ini?

Iya.

Jadi, kau pulang dan ganti...

Baju seperti ini?

Iya.

Ayolah kalau begitu.

Ah...

Bukankah kau anggota club lari?

Aku dulu emang anggotanya, sih..

Kudengar kau keluar sehabis cedera, kan?

Yoshizawa Bilang, larimu begitu cepat..

Itu semua tinggal masa lampau.

Jadi, bagaimana rasanya..

hal yang selama ini kau tekuni hilang begitu saja?

Ah...

Maaf udah memaksamu, Tapi kan itu udah tinggal masa lalu, kan?

Pada awalnya aku terpuruk, sih.

Tapi sekarang, Aku menikmati berkerja paruh waktuku.

Karena ada Menejer?

Ah. Ini pertama kalinya pandangan kita bertemu.

Karena aku udah menepati janji untuk kencan denganmu, Seharusnya kau tetap untuk tak buka mulut.

Jadi intinya, Kebahagiaan kegiatan clubmu udah sirna..

Dan sekarang kau lagi jatuh cinta.

Tapi kau jatuh cinta pada si tua bangka berusia 45 tahun.

Menjijikan, bukan?

Aku pulang..

Tunggu, Tachibana-chan, Kau nggak perlu bayar.

Meski ini hanya pendapat umum, Paling nggak pikirkan tentang jarak usia kalian.

Lepaskan aku..

Jadi, kau begitu suka padanya, ya?

Nggak ada ruang untukmu dan Menejer.

Menejer!

Ah...

Kelihatannya, kau berbeda dari biasanya..

Ahh, itu karena aku mengubah gaya rambutku..

- Ayo, kalau begitu. - Baik.

Ah...

Aku nggak bisa nonton film seperti itu kalau bareng anakku.

Apa itu menarik buatmu?

Berapa kali pun kutonton tetap bagus.

Okay...

Setelah ini mau kemana?

Etoo. Kita kan udah makan.

- Kelihatannya udah... - Setelah ini mau kemana?

Nggak, Nggak. Nanti ibumu khawatir. Makanya...

Nggak apa-apa.

Aku bukan anak kecil lagi, Mau sampai pagi pun nggak masalah.

Maaf.

Bukan begitu maksudnya. Hanya perumpamaan saja.

Jangan mengatakan hal yang mengagetkan, dong.

Ayo pulang.

Jadi, Kapan kencan selanjutnya?

Selanjutnya? Emang ada ya yang selanjutnya?

Hmm... Akan ada festival musim panas. Aku ingin pakai yukata.

Tunggu-tunggu! Tunggu sebentar.

Aku udah berjanji untuk pergi ke festival musim panas dengan anakku.

Dan juga...

Emang anak SMA dan pria tua itu harus kencan kemana?

Aku ingin ke tempat yang kamu inginkan.

Ke tempat yang kuinginkan?

Enggak, itu mungkin tempat yang membosankan menurutmu.

Aku ingin lebih mengenalmu.

Aku akan tetap penasaran meski tempatnya membosankan.

Waktu liburan aku kemari biasanya.

Kupikir ini tempat yang paling nyaman.

Kamu suka buku?

Nggak, "Suka" aja sepertinya nggak cukup.

Kurang lebih, aku ini kutu buku yang ingin menulis sebuah novel.

Kamu ingin menjadi novelis?

Enggak...

Cuma mencoba.

Sama seperti saat aku bergabung di club sastra di kampus.

Apa ada buku yang kamu sarankan?

Misalnya. Buku yang musti kubaca gitu?

Kau nggak biasa baca buku, ya?

Nggak.

Buku itu nggak cuma sekedar bagus untuk dibaca,

Tapi kalau nggak cocok denganmu.....

Membacanya pun akan terasa tersiksa.

Tapi, karena udah disini berarti...

Pasti ada buku yang cocok untuk kau baca..

AKu yakin buku itu adalah buku yang sedang kau butuhkan.

Untunglah, Tempat ini ialah lautan buku..

Nggak ada yang tak bisa kau temukan disini.

Aku yakin ada buku yang bisa kau baca.

[ "Window by the Wave" ] [ Chihiro Kujo ]

Buku apa yang kau lihat?

Ah, Ini buku dari kenalanku.

Ehh? Keren!

Hebat sekali bisa punya kenalan seperti itu.

Aku nggak hebat atau apanya. Dia lah yang hebat..

Kyan Senpai!

- Oh, 'Pagi. - Pagi.

Ah, Iya.

Ini ada uang dari kelas satu untuk pesta perpisahan kakak kelas tiga.

Makasih.

Pada akhirnya, Tachibana-san nggak datang, ya?

Tolong ajaklah dia datang.. kan dia temanmu sedari kecil..

Akira itu tipe orang yang selalu memutuskannya sendiri.

Jadi kita ini sekarang sebagai orang asing baginya?

Ah, Itu Mukihiko, ya?

Belakangan ini ia menjadi terkenal.

Kok bisa?

Tachibana, Pagi!

'Pagi.

Akira!

Haruka?

Tangkap!

Naa Tachibana. Bentar lagi kan ada festival musim panas.

Aree?

Aku diabaikan?

Haruka.

Maaf membuatmu menunggu.

Maaf, Butuh waktu untuk siap-siap.

Ayo.

Akira, Makasih udah mengajakku hari ini.

Makasih juga untuk suratnya.

Ini pertama kalinya kita main bareng setelah aku berhenti dari club.

Iya, yah.

Apa kau tau, Akira? Bentar lagi kami mau mengadakan pesta perpisahan.

Tunggu bentar.

Ayah, Aku pingin main ini!

Eh? Yakisobanya gimana?

Aku lebih milih main ini.

- Udah ya. - Ya.

- Sampai nanti. - Sampai jumpa.

Maaf.

Siapa dia?

Dia Menejer di tempatku berkerja.

Menejer?!

Akira.

Hm?

Apa kamu menyukai orang itu?

Hehh?

Nggak bohong, kan?

Dia udah seperti kakek-kakek loh!

Dan juga dia bersama anak kecil, Yang berarti...

Udah lah, Ayo..

Sebelum kau mulai berkerja...

Kamu ngapain aja saat enggak latihan?

Apa maksudmu?

Yang kulakukan nggak ada hubungannya denganmu, kan?

Belakangan ini kau nggak cerita apa pun padaku, Akira..

Aku nggak tau apa yang kau pikirkan.

Tapi itu kan karna kau nggak nanya.

Mau nanya gimana?!

Kau seperti, "Jangan dekat denganku."

Karena itu lah kamu seperti menjaga jarak!

Soalnya..

Nggak akan bisa kembali seperti dulu lagi.

Aku pulang!.

Omikoshi tiba sebentar lagi.

Selamat datang! Meja untuk berapa orang?

- Aku ada janji dengan seseorang. - Ah, okay.

Chihiro.

Yo.

Tempat ini tetap ramai seperti biasa, ya.

Maaf telah menunggu, ini miso dengakunya.

Akhirnya.. Donden miso dengoku!

Udah berapa tahun, ya?

Ada apa tiba-tiba?

Yeah...

Belakangan ini kebetulan aja aku teringat padamu.

Kebetulan?

Yah, Kisahmu itu kurang lebih menarik...

Yang mana?

"Window by the Wave".

EH? Kau membacanya?

Baca dong.

Menarik ga?

Kan udah kubilang Itu kurang lebih menarik.

Apanya? Maksudmu pasti bagus banget kan?

Ah, Jadi kau orang yang memberi rating hanya 1 bintang di Amazon, Kan?!

Kagak.

Whatever~

Karena ini pertama kalinya aku bertemu denganmu setelah sekian lama..

Aku bawa barang bagus.

[ Nostalgia ]

Wah, ini kan Doujinshi yang kita terbitkan waktu kuliah dulu, kan?

Buat nostalgia banget ya!

Ya, kan?

Senior kita si Takada-senpai!

Tulisannya selalu narsisme.

Segala ekspresinya kurang lebih dicurahkan disini.

"Tak ada wanita yang sempurna."

"Maka dari itu, Tak ada pula asmara yang sempurna."

Aku ingat sering mengadu argumen kalau sedang tidak sependapat saat mengulas buku..

Oh, Midori-chan.

Kudengar kalian bercerai.

Yeah.

Masih ketemu denganya?

Hanya bicara via telpon untuk urusan anak kami.

Gimana anakmu? Baik-baik saja kan?

Hari ini tadi kami ke festival bersama

Kau udah berperam seperti ayah yang baik, ya.

Nggak juga kok.

Aku mengabaikan keluarga demi menjadi penulis, Jadi inilah yang pantas kudapatkan.

Pada akhirnya, Aku melakukan segala hal dengan terburu-buru.

Berhentilah membicarakan hal yang menyebalkan. Jika ini masih Zaman Old, Aku bisa saja menghajarmu.

Aku udah nggak punya kekuatan untuk memukulmu balik.

Kita benar-benar menjadi orang dewasa, ya.

Tapi, sekarang ini kau masih menulis, kan?

Eh?

Orang kaya emang selalu pakai taksi, ya.

Gitu, ya?

Padahal kau cuma bisa makan kubis waktu ga ada uang.

Dah pergi sana.

Enggak. Aku mau jalan aja sekalian ngilangin mabuk.

Udah sana.

- Oh iya, Chihiro. - Hah?

Tokoh utama wanita anak SMA di novel itu nggak pas.

Huh?

Tau apa kau soal cewek SMA?

Huh? Jangan remehin menejer restoran, ya!

Bukankah kau cuma dikatain tua bangka, hah?

Begini-begini aku lumayan populer, loh.

Yeah, yeah, terserah.

Ayo jalan, pak.

Kau itu mulai keriput, udah tua banget tau ga?

Masami.

Ya?

Kita nggak nambah tua.

Kita ini teman sekelas.

Hubungi aku lagi, ya.

Iya.

Spagetti jamu untuk meja 12 harus cepat.

- Oii, Kase! - Udah kok.

Maaf.

Maaf.

Nanti aja bersihinnya. Kau harus kerjakan yang lain.

Baik.

Tachibana-chan, Makanan seperti apa yang kau inginkan malam ini?

Nggak usah.

Yoshizawa.

Tolong buatkanku sandwich.

Eh? Aku? Membuatkannya untukmu?

Dia kekanak-kanakan, ya.

- Kamu kenapa? - Huh?

Rasanya hari ini kau nggak bersemangat.

Aku bertengkar dengan sahabatku ...

Dia selalu ada untukku watku masih di club dulu.

Begitu yaa...

Saat ku berhenti dari club,

Segalanya menjadi terasa canggung diantara kami berdua...

Aku ini... Juga punya sahabat baik semasa kuliah dulu.

Meski kita nggak bertengkar,

Tapi, entah mengapa hubungan kamu merenggang.

Apa yang terjadi di antara kalian berdua?

Baru-baru ini, kami baru saja bertemu setelah sekian lama.

Kami bersenang-senang.

Itu serasa seperti dulu waktu kami sering bersama.

Masa-masa yang tidak bisa tergantikan dihabiskan bersama seseorang.

Meski berlalu begitu saja,

Kupikir nggak akan hilang begitu saja.

Hmm... tapi...

Kurasa kami nggak akan bisa berbaikan kembali.

Kalau kau memutuskannya begitu,

Suatu hari nanti..

Akan datang saat dimana kau akan bernostalgia.

Tapi..

Kalau menyerah begitu saja,

Kurasa akan jadi kesalahpahaman belaka.

Terima kasih sudah menunggu, 1 paket stik hamburg khas jepangnya.

Silahkan dinikmati.

Tachibana-senpai?

Huh?

Jadi memang benar! AKu Mizuki Kurata.

Aku siswi kelas satu club lari di SMA Nanko

SMA Nanko?

Belakangan ini, aku nggak pernah melihatmu di pertandingan lagi.

Kau juga nggak ada di sesi kualifikasi tempo hari.

Aku selalu penasaran kenapa?.

Hebat banget bisa bertemu seperti ini.

Mereka udah mengobrol lumayan lama, ya.

Ada keluhan?

Tapi...

Tachibana-senpai, lagi ngapain di sini?

Apa kau keluar dari club?

Silahkan dinikmati.

- Tolong bawakan ini ke meja 6. - Okay.

Makasih banyak.

Saya Kakita, Kapten baru club atletik putri SMA Nanko.

Saya Haruka Kyan, Kapten baru club atletik putri dari SMA Kazamizawa.

Ayo lakukan yang terbaik di sesi latihan bareng ini!

Mohon kerja samanya!

Aku Mizuki Kurata, Murid kelas satu. Apa kalian membiarkan Tachibana-senpai keluar dari club?

Hey, Mizuki, Nggak sopan, loh..

Bukan berarti kami membiarkan Akira keluar.

Terus, kau membiarkannya berkerja sambilan, gitu?

Apa kamu udah bertemu dengan Akira?

Iya, Aku baru aja bertemu dengannya di sebuah restoran keluarga sepulang dari rumah sakit yang biasa ku kunjungi.

On your marks...

Set...

Cepat banget! Dia seperti Akira dulu.

Mizuki pernah mearih rekor waktu terbaik saat SMP.

Kalau seperti ini terus, Bisa-bisa dia memecahkan rekornya Tachibana-san.

Tachibana-senpai!

Kenapa kau tidak berlari lagi?

Itu bukan urusanmu.

Ku dengar, Kau cedera.

Aku selalu mengagumimu Tachibana-senpai..

Aku juga cedera setahun yang lalu.

Dan juga aku cedera karna putusnya Tendon Achilles juga..

Di garis ke 4, Akira Tachibana-san dari SMA Kazamizawa.

Akira! Maju! Maju!, Menangkan lah!

Kyan, Kau ikut lari di cabang 1,5 km, kan?

Aku akan bersiap setelah melihat Akira.

Baiklah, Aku duluan, ya.

Siapa itu yang di garis ke 4?

Dia Akira Tachibana dari SMA Kazamizawa.

Akira Tachibana...

Aku juga takut kalau cederaku akan kembali kambuh.

Aku takut takkan bisa berlari lagi dengan baik.

Tapi, setelah melihatmu di waktu luangku..

Kupikir "aku ingin bertanding dengan orang itu".

Meski putus asa, aku terus ikut rehabilitasi untuk demi mengalahkanmu.

Karena itulah, ini termasuk urusanku.

Tachibana-san?

Kamu?

Aku bakal memecahkan rekor terbaikmu, Senpai..

Ah, tapi itu kan bukan urusanmu, kan?

Oh iya, Tachibana-san.

Iya?

Itu loh, soal jam kerja yang kau inginkan untuk bulan depan.

Ya?

Apa kamu serius ingin berkerja sesering itu?

Enggak apa-apa kok. Akan ku laksanakan.

Oh gitu, ya.

Tapi...

Jika ada yang ingin kau lakukan dari pada berkerja,

Tidak apa jika kau menghabiskan waktu luangmu lebih dari itu.

Yah, walaupun..

Kami sudah bertahun-tahun kekurangan pegawai, tak apa, kok.

Kamu musti sekolah, Dan juga...

Ada banyak, kan? Hal yang ingin kau lakukan.

Tidak ada hal lain yang ingin aku lakukan.

Permisi.

Kase-kun.

Apa kau lapar? Mau kumasak kan sesuatu?

Tolong buangkan ini.

Apa itu? sampah? biarkan saja disitu.

Ini kan perlengkapan berlarimu.. yakin mau dibuang?

Aku sudah tidak butuh.

Beneran...?

Bahkan seragamnya juga.

Kau benar-benar ingin membuang semua ini?

Kan bisa saja kau memakainya kembali, kan?

- Akira... - Berisik!

Sudah kubilang, Aku nggak butuh lagi!

Hallo?

Terima kasih atas kerja kerasnya.

Baik.

Iya. Aku akan mengeceknya sekarang.

Maaf. Aku mencari sepatu yang bisa membuat berlari dengan cepat.

Sesuatu yang bisa biki cepat saat lari jarak pendek...

Ah, Iya. Tunggu sebentar, ya.

- Baik. - Ukurannya berapa?

22.

Tunggu sebentar, ya.

Kamu musti kembalikan

Baguslah ada yang bisa buat kamu cepat saat lari jarang pendek.

Tapi, Yuto,

Sepatu yang disana kelihatannya keren.

Kayaknya bagus untuk lari jarak 50 meter.

Huh?

Sepatu itu yang bikin cepat saat lari jarak pendek.

Oh, begitu ya.

Sol dalamnya mungkin ada per-nya.

Akan bertambah kekuatannya saat menginjak tanah.

Jadi gitu ya. Kau tau banyak, ya.

Aku seorang pelari.

Pelari?

Anoo!

Apa Bapak sudah menikah?

Eh?!

Yah...

Aku dapat satu tanda x

Satu tanda x?

Itu maksudnya, aku sudah bercerai sekali..

Aku tau!

Yah.. okelah..

Pasti tau, ya..

Ini.. kau menjatuhkannya.

Maaf, Terima kasih.

Um...

Kau bilang club pelari, ya?

Tendon Achilles...

Kalau cedera Tendon Achilles,

Apa masih bisa berlari lagi?

- Huh? - Maksudku, yahh...

Kalau dirawat dengan baik dan terus di rehabilitasi,

Apakah mustahil untuk bisa berlari seperti sebelumnya?

Itu tidak mustahil, kok.

Jadi gitu ya!

Syukurlah..

Ah, Maaf..

Siapa orang tua itu? apa orang mesum, ya?

Sini.

Coba pakai ini, buka sepatumu.

Dia kayaknya bukan seperti orang jahat.

Lawan yang harus dihadapi di final cabang 100 meter...

Adalah Mizuki Kurata di garis ke 4. Apa dia sanggup memecahkan rekor dari Akira Tachibana?

Di garis ke 4. Mizuki Kurata-san.

SMA Putri Nanko.

On your marks...

Set...

Dia sakit?

Iya! Bisa-bisanya dia sakit!

Iya! kok bisa ya dia sakit!

Yah, mungkin karena di hari yang panas ini.. dia mengambil cuti..

Ah... Biar aku yang kesana, ya.

Selamat datang....

Bolehkah aku duduk dimana saja?

Aku bakal langsung pulang, kok

Satu paket minum.

Kalau begitu, silahkan panggil lagi jika ada yang ingin di pesan.

Kudengar Mizuki Kurata datang kemari.

Aku dengar dari dia langsung.

Iya...

Dia kencang loh.

Dia pindah dari Kyoto saat kelas 3 SMP. Dialah sang pemegang rekor SMP.

Dia bahkan udah buat rekor barunya saat pertandingan terakhir.

Berapa waktunya?

Sama seperti rekormu.

Maaf, Aku batalkan pesanannya.

Kami akan selalu menunggumu.

Okay!

Tachibana, Ini makan siangmu.

Makasih.

Hmm...

Terima kasih atas kerja kerasnya.

Terima kasih juga.

Makan makanan gosong seperti ini, nggak baik loh.

Apa kau masih mengharapkan cintanya Menejer?

Kalau kamu memaksakan diri bersamanya, pasti akan berakhir pahit loh..

Huh?

Dia juga pasti punya keadaan tersendiri.

Sudah jelas dia pasti akan kerepotan.

Atau mungkin..

Dialah yang memaksakan dirinya untuk bersamamu.

Agar kau tak lagi kehilangan kebahagiaan.

Jadi,dia dia nggak akan mengambil kebahagiaan apapun darimu, Tachibana-san.

Apa dia begitu memikirkanmu?

Kalau ada yang lebih ingin kau lakukan darpada berkerja,

Nggak apa-apa jika luangkan waktumu untuk itu.

Ada banyak, kan? Hal lain yang ingin kau lakukan..

Kalau menyerah begitu saja,

Kurasa akan jadi kesalahpahaman saja.

Pasti ada buku yang cocok untuk dibaca olehmu.

Aku yakin buku itu ada buku yang pasti kau butuhkan.

Pahitnya!

Aku akan buat Yoshizawa dapat balasannya.

Yah, kau pasti akan terus melakukannya kan meski sia-sia?

Aku emang nggak ngerti bagaimana rasanya menekuni olahraga, tapi....

Lebih baik kau selesaikan sekalian, kan?

Kase-san..

Makasih banyak sandwichnya.

Ah... Udah agak turun.

Ah...

Yah..

Iya, iya, iya...

Ah...

Tachibana-san.?

Maafkan saya!

Um, Aku..

Aku.

Keras sekali ya hujannya..

Apa terjadi sesuatu di restoran?

Kau selalu saja muncul ketika hujan ya, Tachibana-san..

Aku...

Ternyata emang menyukai Menejer.

Aku ini cuma kakek-kakek, loh...

Kamu itu hebat.

Kamu tau banyak tentang buku, bahkan hingga menulis novel..

Apa yang kau ketahui tentang diriku ini?

Maaf.

Tapi...

Aku ini sama sekali bukan orang yang spesial..

Aku berakhir melakukan segalanya dengan terburu-buru...

Nggak ada yang bisa dibanggakan dari diriku.

Aku ini bukan pria yang seperti kau bayangkan.

Menejer itu keren.

Malah kau lah yang lebih keren dibandingkan denganku..

Muda dan penuh dengan cita-cita.

Kau begitu bercahaya.

Kalau begitu,

Mengapa dadaku terasa sakit?

Menjadi anak muda itu...

Terkadang memang merepotkan sekaligus berat.

Meski begitu, emosi yang kau rasakan itu..

Suatu hari akan jadi keberuntungan yang tak tergantikan.

Meski kau nggak mengerti sekarang.

Apa merepotkan jika aku menyukaimu?

Apa aku kurang pantas?

Bukannya kurang pantas.

Siapa pun yang memandangmu..

Pasti akan berpikir kau itu hebat,

Huh?

Lagian..

Tiap kali kita bersama..

Buatku teringat akan..

Keberuntungan yang tak tergantikan,

Yang sudah kulupakan.

Kau itu nggak merepotkan.

Malahan, aku berterima kasih.

Tachibana-san?

Ah...

Ah...

Ah, nggak. itu tadi..

Um...

Tadi itu cuma...

Sekedar teman!

Itu tadi pelukan antar teman!

Teman?

Makasih.

Aku sangat senang.

Aku..

Takkan bisa menjawab perasaanmu padaku.

Mungkin saja kau..

Ingin melakukan sesuatu-

Yang bisa membuatmu bahagia...

selain jatuh cinta?

Maaf..

Pak sopir!

Ini bayarannya!

Tachibana-san, Hati-hati ya dijalan.

Oh iya, Aku punya permintaan sebagai seorang teman..

Maukah kau mengajari lari..

Menejer!

Chihiro!

Akhirnya kau bangun juga..

Ngapain kau disini?

Kau nggak ingat?

Kaulah yang meneleponku tengah malam! bahkan sampai kau mengatakan bakal mati sebatang kara.

Oii

Jangan merokok disini.

Bukalah jendela di kamar sebelah.

Tachibana-san itu siapa?

Heh?

Kau memanggil nama itu waktu kau bermimpi buruk.

Perempuan?

Bukan, bukan.

Dia itu laki-laki di tempat kerjaku.

Akira Tachibana-kun.

Kalau nggak dapat cewek, kau beneran bakal mati sebatang kara, loh..

Emang kau sendiri gimana?

Aku ini menikah dengan menulis novel.

Ehh?

Aku merasa iri.. kau bilang begitu.

Cintaku pada novel aja bertepuk sebelah tangan.

Kalau begitu, jadikan cinta yang tak bertepuk sebelah tangan.

Itu mustahil.

Jujur, aku iri denganmu karna karyaku tak ada kabar hingga sekarang...

Meski tau ini mustahil, aku tak bisa menyerah begitu saja pada mimpiku..

Aku emang sama sekali gak cocok...

Kertas ini..

Bukan berarti kau tidak cocok

Itu berarti, kau tergila-gila.

Setiap kali kau menderita dan menyerah,

Kau masih aja bisa melanjutkannya, itu artinya kau udah tergila-gila.

Lebih baik disebut seperti itukan?

Sampai sekarang pun, aku tak memiliki jaminan untuk hari esok. Tiap hari aku ketakutan..

Tapi...

Tapi?

Aku sangat mencintai ini, mau bagaimana lagi...

Aku tak punya pilihan lain lagi selain tergila-gila..

Akhirnya kau tersadar juga

Yosh..

Ayo minum..

Nggak..

Terus maju seperti itu..

Lihat kedepan..

Gerakkan tanganmu.. Nah seperti itu!

Angkat lagi.. lebih tinggi..

Hadap ke depan.. Hadap ke depan..

Siap..

Set...

Bang!

Horee..

Sekali lagi!

Tunggu, Akira!

Haruka, Buruan!

Kenapa kau bisa terus berlari seperti itu?

Soalnya, rasanya enak..

Makasih, ya..

Tak apa, nggak banyak juga yang perluku ajarkan kok..

Dia sangat benci lari jarak pendek

Karena dia lamban.

Tapi, kubilang padanya kalau kau bisa mngeajari...

Betapa enaknya perasaan saat berlari..

Oh, Iya..

Soal jadwal kerja bulan depan..

Ya?

Aku tak bisa memberimu semuanya..

Maksudku, aku tak bisa membiarkanmu berkerja setiap hari..

Pegawai kami sudah terlampau cukup.

Hingga bulan depan.. Bulan depannya lagi..

Dan seterusnya..

Tak apa jika kau nggak berkerja lagi..

Ibu..

Apa?

Apa ibu udah buang peralatan lariku?

Mana bisa aku membuangnya, kan..

Makasih..

Mizuki!

Akhirnya..

Aku benar-benar minta maaf, akan segera kami ganti..

Hey! Bibimbap untuk meja 12 gosong, loh!

Cepat buatkan lagi..

Jadi memang benar ini terlalu dini untukmu..

Kok aneh ya...

Yang aneh itu rambutmu..

Enggak, Menejer bilang lama kepanjangan...

Yoshizawa, Kau harusnya cuci piring sana..

Dan juga, Doria untuk meja nomor 7 belum juga ada, cepat masak!

Baik.

Sepertinya aku menyukai sifat yang nggak ramah itu deh...

Murakami-san...

Berkelilinglah.. dan juga tolong bereskan piring kotor..

Ini untuk meja nomor 9

Ah, Baik..

Ah, nggak apa-apa.. biar aku saja ...

Maafkanku.

Maaf Kase-san.. Maukah kau memasaknya sekali lagi?

Akan kubuatkan asal kau mau berkencan denganku..

Ah,Boleh.. nggak apa-apa loh.. EH? bilang apa aku sih?

Yah.. sepertinya emang wajar kalau begini.

Akira-chan, cepatlah kembali..

Kazamizawa! Fight! Fight!

Fight! Fight!

Kazamizawa! Fight!

Ayo semuanya.. jangan berhenti..

Baik...

Udah sehat?

Iya..

Alhamdulillah..

Apa Menejer juga sehat?

Iya..

Oh iya, barusan tadi aku ke kantor pusat..

Aku bakal naik jabatan..

Eh?

Hebat banget..

Belum juga diputuskan.. tapi aku sudah merasa senang..

Menejer..

Hm?

Teman..

Kita ini teman kan?

Kalau emang teman...

Kupikir wajar saja kan kalau saling mengirim pesan?

Aku...

...Ingin kita saling mengirim pesan!

English Subtitle By TL-SkewedS Diterjemahkan Ke Dalam Bahasa Indonesia Oleh ZeC | NSBC

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.