Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
AGENCY cinema, MEDIA PRESS, RADIO & TV
CHINA POLICE JINDUN FILM & TV CULTURE CENTER
SPRING FILM
REACH GLORY
ZHIBING STUDIO MEDIA
HAINING WENJIU TV & MEDIA Co.
TAIKONG WORKS
YOUTH ENLIGHT
translation of broth3r max
Captain, the second unit approaches the vehicle
mobil Mercedes Benz putih.
Plat nomor Beiing POEH28.
Jaga jarakmu, tetap hubungi aku.
Unit satu, unit dua. Ada senjata api di kendaraan penjahat Liu Mingyi.
Tunangannya dalam kendaraan. Dia tak menyadari situasi ini.
Hindari penjahat menjadikan dia sandera. Kita tak ingin dia berhenti di area keramaian.
Unit satu, kau mendengarku? Penjahat masuk Lingkar Jalan ke-3 Utara. Dari utara ke selatan.
Kami tak bisa terus mengikutinya. Lalu lintas terlalu padat.
Unit satu berada di Lingkar Jalan ke-3.
Tak jauh dari kendaraan. Mereka mengikuti dia.
Unit satu kehilangan dia.
Hey! Apa-apaan kau ini?
Apa yang kau lihat? Aku bicara padamu.
Hey, jangan kabur!
Kembali!
Dari mana asal pistol ini?
Dari belilah.
Dimana kau membelinya? / Bukan urusanmu!
Mau dengar lelucon?
Gini, ada 2 pangsit-bulat menikah.
Setelah pengantin-pria mengantar pulang tamu
dia kembali ke kamarnya
dan melihat sebuah pentol tergeletak di atas kasur.
Pengantin-pria bertanya "kamu siapa?"
Pentol berkata
"kau mau naik ke kasur atau tidak? Jadi kamu tak mengenaliku saat aku lepas baju?"
Kita harus putus. Kurasa ini memalukan.
Ha?
Kurasa ini memalukan.
Kita harus putus.
Mari kita putus. Akan kucari tempat berhenti dan kau bisa turun.
Aku tak akan turun. / Kau mau mati bersamaku?
Apa kita harus putus?
Kau tak bisa cari uang yang cukup untuk menghidupi dirimu sendiri, tinggalkan saja aku.
Akan lebih mudah bila kita akhiri sekarang.
Kau terluka?
Jangan menghalangi jalan, minggir dari sini!
Kau mau aku pergi dari sini?
Kau bosan hidup ya?
Kenapa kau salahkan kami?
Lepaskan aku!
Kau punya nyali membuat perjalananku tertunda. Jangan pergi.
Sekarang kita memang harus berpisah.
Minyi.
Mari kita pulang saja, bagaimana?
Terlambat.
Berjanjilah padaku satu hal.
Apa?
Aku ingin tinggal di Beijing.
Tetaplah disini.
Jangan beritahu ayahku
jika aku mati.
Berhenti!
Berhenti!
Buang pistolnya.
Yu Miao, pulanglah.
Jangan bergerak.
Buang pistolnya!
Jia Xiaoduo.
Jia Xiaoduo!
Namaku bukan Jia Xiaoduo.
ORANG-ORANG ASING
Silahkan pastikan naskah wawancara.
Jika semuanya benar, tandatangani dan cap jempol disitu.
Kau boleh pergi.
Bagaimana dengan suamiku?
Silahkan bawa mayatnya setelah otopsi.
Mungkin agak berantakan di dalam.
Kami perlu menggeledah rumah ini.
Berapa orang yang telah kau bunuh?
Aku seorang polisi. Suamimu adalah pengedar senjata.
Harusnya aku beritahu dia.
Tunggu.
Beritahu dia apanya?
Kalau aku sudah hamil.
Telpon aku jika butuh sesuatu.
Apa dia punya keluarga di Beijing?
Ayahnya sudah meninggal. Ibunya menikah lagi di Amerika.
Dia tak tahu suaminya
menjual senjata di email. Pemasok Liu Minyi adalah Ma Santan,
orang yang sedang kita lacak.
Ibu.
Minyi sudah mati, bu.
Saldonya kurang.
Pacarku ingin tinggal di Beijing.
Yang ini diskon 40%.
Halo?
Xiaoduo?
Dia lagi tidur. / Tak pulang selama 4 tahun.
Tinggal di rumah besarnya di Beijing
bersama pacarnya yang kaya.
Kamu siapa? / Aku pacarnya.
Beritahu dia kami butuh 150.000 untuk membangun rumah baru.
Ini terakhir aku meminta.
Jika dia tak mau memberikan uangnya, sepertinya aku akan anggap tak punya putri,
anggap dia sudah mati di suatu tempat.
Masa bodoh!
Ini Yu Miao.
Aku menjual rumah ini.
Halo, Yu Miao?
Ya. / Tiket kereta Anda. / Baik, terima kasih.
Terima kasih.
Harusnya ada ganti rugi atas kematian pacarku.
Suamiku juga mati.
Dia memang pantas mati. / Keluar!
Aku tak akan pergi sampai kau membayarnya.
Ambil saja apapun sesukamu dari sini.
Jauhkan tanganmu dari itu.
Jika kau tak bayar
aku akan terus bawa ini.
Kau tahu aku tak akan melepaskan ini.
Bukankah kau hanya menginginkan uang?
Ya, cuma uang. / Kembalikan ini.
Berikan padaku.
Itu masih kurang.
Kau mau atau tidak?
Aku kasih tahu ya
jangan memaksaku.
Ibu, si jalang itu kesini.
Berapa harganya ini?
100 kuai.
Ini uang tunai.
ATM ini saldonya 680.000 yuan.
Uang yang hasilku menjual rumah akan didepositkan dalam rekening ini.
Ini barang-barang Minyi dari ketika dia kecil.
Aku simpan yang 50.000. Ada hutang yang harus kubayar.
Aku tak menginginkan uangnya.
Ada hal lain yang ditinggalkannya padaku yang tak bisa kuberikan padamu. Aku harus tetap membawanya.
Apa itu?
Kau tak akan pergi kemana-mana.
Dasar jalang jahat.
Jalang.
Kau jalang jahat.
Kau bunuh kakakku.
Aku akan membalasmu.
Dasar jalang jahat.
Siapa kamu? / Dimana Yu Miao?
Pergilah sana.
Jalang. Dasar jalang jahat.
Kau jalang yang bunuh kakakku.
Pergi!
Yu Miao!
Pergi!
Letakkan itu.
Jangan mendekat. Aku tak ingin melukai siapapun.
Aku tak ingin melukai siapapun. Jangan mendekat!
Jangan mendekat! Aku tak ingin melukai siapapun.
Kau ini siapa? / Bukan urusanmu!
Berhenti!
Persetan kalian!
Rasakan ini.
Ibu ibu ibu...
Ibu...
Aku beli ini dengan uangmu yang 100 kuai.
Berikan uangnya atau kau akan kubunuh.
Itu mencuri namanya.
Kau pikir kau itu siapa!
Aku bukan siapa-siapa.
Siapapun bisa menginjak-nginjakku.
Tiap orang punya rumah, mobil.
Aku bukan mencuri. Aku...
orang bodoh!
Seorang pria keluar dari mobil mengkilat dan menembak pacarku begitu saja.
Kau pikir kau ini yang jadi korban disini?
Lalu katakan
berapa yang kau inginkan?
150.000.
Desa Yuhua No. 7.
Kau kenal orang yang berlarian di belakang kita?
Tidak.
Hentikan mobilnya.
Dia bukan polisi 'kan?
Kau siapa?
Ma Santan.
Kau bawa uangnya?
Ya.
Kita ajak dia juga.
Jika kau tak memberikan uangnya aku akan mengikutimu kemanapun.
broth3rmax
Kembali kesini.
Dia polisi 'kan?
Bukan.
Jujur saja.
Pistol yang kau jual pada suamiku telah membunuh pacarnya.
Dia terus mengusikku untuk meminta ganti rugi.
Keluar.
Kalau begitu
kau harus bunuh dia. / Tidak...
Tarik pelatuknya.
Masuk mobil!
Berurusan dengan senjata
hukumannya sama dengan pembunuhan.
Karena aku sudah berurusan dengan senjata, membunuh bukan masalah.
Cuma 10.000?
Hey!
Hey!
Suamimu berhutang padaku 50.000.
Jangan perutku!
Kau bilang apa? / Uangnya ada pada keluarganya suamiku.
Aku akan kembali mengambilkannya untukmu.
Jam 10 besok pagi.
Desa Yuhua No. 7. Tak perlu repot-repot ke sana jika kau telat.
Aku tahu dimana keluarga suamimu tinggal.
Akan kuberikan uangnya besok.
Kau berikan padaku
pistol itu sekarang.
Bila aku sudah bawa uangnya
kau boleh ambil pistol ini.
Siapa kalian ini?
Aku sudah tak mau uangmu lagi.
Aku akan kembali ke Beijing, tidak, ke kota asalku.
Kalian menembaki orang saat mobil nabrak.
Menembaki orang saat kau tak mau bayar.
Kalian yakin dengan senjata sudah cukup?
Bawa aku ke rumah sakit.
Kau harus membawaku ke rumah sakit.
Jangan perutku!
Darimana kau mendapat pistol itu? / Aku membelinya.
Dari mana? / Apa urusanmu?
Kalau aku sudah hamil.
Kami tak bisa menyelamatkan bayinya. Silahkan bayar dan ambil obatnya.
Masuklah, bayar dan ambil obatnya.
Bayi apa?
Bayimu. Telah keguguran.
Pergilah bersamaku ke Desa Yuhua besok.
Kita akan bunuh Ma Santan.
Siapa Ma Santan?
Orang yang menembakmu.
Pistol yang membunuh pacarmu juga berasal darinya.
Lalu apa hubungannya denganku?
Kau pikir membunuh itu tak ada hukumannya?
150.000, sepertinya bukan tak mampu kau bayar.
Lihat dirimu.
Satu keluarga, 2 mati dari 3 nyawa.
Xiaoduo sedang tidur.
Siapa kau sebenarnya? Dimana dia?
Mana uangnya?
Dia tak mengangkat telpon tapi bukankah kau sudah janji?
Kirimkan nomer rekeningmu. Akan kutransfer 40.000 dulu.
150.000 pasti tak ada artinya bagi kalian.
Kau pikir aku membesarkan dirinya agar kau bisa menidurinya dengan gratis?
Tak gampang hidup di Beijing, paham!
Siapa yang kau bohongi? Kalian sungguh hidup enak.
Tak ada yang bisa mengumpulkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat!
Aku sepertinya tak minta 1,5 juta.
Akan kukirim nomer rekeningnya sekarang.
Bahkan jutawanpun tak punya uang tunai sebanyak itu.
Dia diam saja, tapi kau sudah janji.
Sebaiknya kau tepati janjimu. Janji tetaplah janji.
Kubilang akan kukirim uangnya atau mati berusaha.
Kau tak boleh...
Kau mau transfer uang ke siapa?
Keluarganya pacarku menginginkan uang 150.000 untuk membangun rumah.
Jika aku tak kirimkan uangnya,
kayaknya dia akan mati sia-sia.
Antarkan aku ke Desa Yuhua besok.
Kau akan mendapat 150.000-mu.
NOMER REKENING...
Kapten, Yu Miao, wanita yang dari kasus Beijing ada disini.
Siapa kau?
Bukan urusanmu.
Apa Ma Santan ada disini?
Pada siapa aku bicara soal senjata-senjata ini?
Terima kasih.
Bagaimana dengan uangku?
Dia membantu menjualkan mobilku.
Hubungi dia saat kau kembali ke Beijing.
Bro, mau Coke?
Yu Miao sudah masuk, semua unit siaga.
Yang selusin ini nampaknya tak masalah.
Ini semua dari Ma Santan?
Bayar saja bila kau selesai mengujinya.
Kau terlalu banyak tanya, siapa kau sebenarnya?
Sedang apa kau kesini?
Hei.
Kenapa? Pusing?
Masih ada lagi kok, minumlah.
Yu Miao, aku bicara denganmu.
Aku kesini untuk menemui Ma Santan.
Dia yang mana?
Kalian berdua saling kenal?
Dia bersamaku.
Tapi suaminya telah dibunuh oleh polisi.
Kami memang bertengkar, dia cuma marah padaku.
Diam.
Kau bicaralah, siapa dia?
Apa dia polisi?
Yu Miao, jangan kekanak-kanakan.
Beritahu dia.
Ayo katakan, siapa aku ini sebenarnya?
Kau memang kayak polisi.
Memang seperti apa tampang polisi?
Mulai bergerak!
Jangan bergerak!
Jongkok!
Jangan bergerak!
Kau ingin membunuhku 'kan?
Jongkok!
Jangan bergerak! Bawa dia.
Kau orang yang ditembak kakakku tadi malam 'kan?
Kamu siapa?
Ma Santan.
Kemana kau membawaku? / Kau tak ingin tahu.
Akan lebih mudah jika kau bicara saja.
Apa yang dibicarakan?
Dimana senjata-senjata itu dirakit? Kami melacakmu sudah lebih dari setahun.
Seratusan lebih senjata dijual olehmu dalam setahun, kau yang membuatnya sendiri?
Tentu saja tidak.
Berada di jalur bisnismu
pastinya kau tahu betul metodemu.
Sekarang bila kau bersama kami
kau sungguh mengira bisa mempertahankan itu?
Aku juga membawa 20 pistol tangan Tpe 64 kali ini.
Dimana itu?
Tak jauh dari sini.
Aku harus tanya pada dia.
Jangan coba macam-macam denganku.
Aku memang ingin bertanya padanya.
Ada apa disana?
Perbaikan jalan. / Suruh Jie keluar mobil bersama Yu Miao.
Keluar.
Diam disitu, jangan bergerak.
Aku ingin bicara dengan dia berdua.
Tak mungkin.
Kau sungguh menginginkan aku mati 'kan?
Ya.
Dasar kau jalang.
Hentikan Yu Miao.
Jie!
Pegangi dia!
Tarik!
Aku tak akan patah, lagipula aku tetap mati.
Lepaskan aku.
Cepat ambil pistolnya.
Tembak aku!
Tanganmu.
Cepat.
Yu Miao!
Terlambat.
Pergilah.
Kau gila ya?
Apa dia sudah mati?
Lihat sendiri.
Bagaimana menurutmu?
Ini sudah berakhir, paham?
Kau tak menyentuh pistolnya.
Hidupmu cuma sekali
dan kau harus jalani hidupmu dengan baik.
Mengerti?
Bro, cewekmu berhutang padaku 50.000.
Ayo terus jalan.
Hey bro, matikah?
Tentu matilah. Habis terjun dari atas.
Jangan berhenti, terus jalan. / Baik.
Ayo terus jalan.
Kapten, Yu Miao pergi ke kantor polisi.
Dia naik kereta? / Aku melihatnya masuk ke loket.
Sudah kubilang terus awasi dia sampai naik ke kereta.
Bos, harusnya kau tak merasa sedih.
Siapapun akan menembak Liu Minyi pada situasi seperti itu.
Diam kau.
Kau pernah bilang padaku sebelum penyergapan kau melihat orang lain dari kasusnya Xu Tian?
Ya, Xu Tian saat itu bersama Yu Miao.
Kemudian kami sibuk dan kehilangan dia.
Sungguh kacau.
Duduk Anda disini.
Baik, terima kasih.
Pak, tolong putar kotaknya pada sisi ini.
Permisi.
Hey cantik, butuh tumpangan?
Aku bisa menurunkanmu dalam perjalanan.
Berapa ongkosnya? / Akan kuberi diskon.
Kapten Lian.
Ada apa?
Pesan ini baru muncul di akun sosmednya Liu Minyi.
Lihat.
Ada apa, bos? / Aku punya firasat ini seseorang yang di sebrang jalan layang itu.
Apa? Kemungkinan siapa dia?
broth3rmax
Dimana Yu Miao?
Periksa nomor ini, ini nomor Beijing. Nama pemiliknya Yu Miao, atau mungkin Liu Minyi.
Cari lokasi ponselnya.
Ada apa, Kapten? / Bagaimana menurutmu?
Yu Miao tak akan kembali.
Orangnya Ma Santa membawa dia sekarang.
Kalian ikuti petunjuk arah ponsel itu.
Kukira kau tak kembali.
Aku hampir tak tahan disini. / Masuk kamarmu.
Apa yang kau lakukan?
Keluar saja dan kunci pintunya.
Jangan biarkan orang lain masuk.
Dimana uangnya?
Kau mau uang atau nyawamu?
Uang itu untuk kematian pacarku!
Itu untuk kematian pacarku. Mungkin jumlahnya 110.000 lebih.
Bukankah kalian sepasang kekasih?
Masih kurang 10.000, nona cantik.
Kakakmu yang membawanya.
Seperti yang kubilang sebelumnya
10.000 atau nyawamu. / Kau bukan siapa-siapa
tanpa senjata-senjata itu.
Pokoknya, salah satu kalian harus mati.
Kumbang ini tak mengenal kalian.
Yang mana yang akan mati.
Bagaimana kalau kau jadi sukarelawan?
Aku harus cepat bereskan ini sebelum klien kemari.
Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan?
Kau kenal Ma Santan 'kan?
Dia ada di rumah sakit.
Katanya dia ingin bertemu denganmu.
Kau dengarkan aku, jangan sakiti dia.
Pembunuhan dan perdagangan senjata adalah kejahatan yang berbeda.
Halo Jie. / Kapten, kami menemukan lokasi ponselnya.
Berhati-hatilah.
Tn. Lian, pasien sudah siuman.
Terima kasih.
Target di Jalan Beijiao Erzhong.
Saat aku kembali, kau nanti beritahu aku dimana aku bisa dapatkan sisa 10.000 itu.
Aku akan berikan padamu.
Kau memang tangguh.
Sekarang bila kau mendapat kesempatan hidup kedua
apa selanjutnya? Kau mau hidup atau mati?
Hidup...
Hidup...
Target bergerak. Pastinya dekat sini.
Katakan, berapa orang yang bersamamu?
Hanya adikku.
Bagaimana cara menemukan dia?
Dimana lokasi rakitan senjatamu? / Aku...
adikku...
aku...
Siapa nama adikmu?
Kami sudah buat aturan
siapapun yang tertangkap melakukan bisnis
harus bunuh diri
atau
dibunuh yang lain.
Dimana adikmu? Bagaimana menemukannya?
Bicaralah!
Kamu.
Apa yang kau lakukan disini?
Aku mencari lab klinis. / Labnya di lantai dasar.
Berhenti.
Apa di dalam sakumu?
Keluarkan tanganmu.
Keluarkan tanganmu!
Catatan medisku.
Bos, lokasi ponsel munculnya di dalam rumah sakit.
Kenapa kau disitu? / Tadi ada orang mencari lab klinis.
Dimana dia? / Dia ke arah situ.
Punya korek?
Bisa kau coba... melepas ikatan tanganku?
Baik.
Halo, kalian datang lebih cepat.
Kau bawa barangnya?
Mau merampokku, huh?
Duduk.
Duduk!
Siapa kamu?
Aku adiknya Ma Santan.
Dia di rumah sakit. / Tasnya tadi tergeletak disitu.
Kalian masih harus menghitung isinya.
Kita sepakat 20 senjata. Hanya ada 19 disitu.
Apa kalian tak mau yang satu ini melengkapi jumlahnya?
Kamu hanya berurusan dengan Ma Santan.
Sudah kukatakan pada kalian, dia ada di rumah sakit, aku ini adiknya.
Masing-masing harganya 5000, total 100.000.
Berikan uangnya.
Tunggu bro.
Kau punya bukti
kalau kau ini adiknya?
Bukti? Baiklah kawan. Akan kutunjukkan buktinya.
Duduk.
Bukti, huh? Mau bukti, huh?
Hey bung.
Kenapa tak kau tembak saja aku?
Buang-buang peluruku? Kurasa tidak.
Aku berkeringat membuat semua senjata ini dan membawanya pada kalian.
5000 perbuah ditambah 5 peluru gratis.
Aku membahayakan nyawaku. Kalian tak bermain adil.
Bung, sudah cukup.
Kau boleh simpan uang dan senjatanya.
Kau sudah memukuli dia, kami memang salah, paham?
Kalian harus bawa yang sudah kalian bayar.
Aku bermain adil walau kalian tidak.
Apa ini mobil kalian?
Berikan kuncinya, pertukaran yang adil.
10.000 pastinya kurang.
Siapa diantara kalian yang mau ke rumah sakit untuk menghabisi kakakku?
Bunuh kakakku dan akan kulupakan 10.000 itu.
Apa? Kau bilang apa?
Kubilang bunuh kakakku, dan akan kulupakan 10.000 itu.
Kalau tidak salah satu kalian harus mati.
Mengapa?
Karena ada 7 orang di keluargaku.
3 pekerja, sudah membuat senjata beberapa tahun.
Normalnya, aku keluar untuk bertransaksi.
Tapi kali ini pesanan banyak, makanya kakakku ikut.
Kami sepakat sebelum berangkat.
Siapapun yang tertangkap akan bunuh diri.
Jika yang satu tak bisa bunuh diri, yang lain akan membantu.
Karena kami tak yakin akan membocorkan rahasia saat interogasi.
Aku memikirkan semua orang di keluargaku.
Aku tak bisa melibatkannya.
Benar 'kan?
Biar aku saja!
Baiklah.
Kau jangan ganggu dia.
Jangan bangun. Tetaplah berbaring.
Apa yang kau lihat?
Tahan.
Palsu lagi?
Jangan ke rumah sakit itu.
Akan kulawan bajingan ini. Tak peduli walau aku mati.
Aku setuju untuk membunuh Ma Santan.
Bukan karena dirimu.
Kau memang benar.
Kita orang yang berbeda.
Jika aku melihatmu di Beijing
aku akan melihat dalam dirimu.
Akan kubayar apapun hutangku padamu di kehidupan selanjutnya.
Kau hanya hidup sekali.
Kalau begitu lupakan saja.
Aku tak akan melupakannya.
Kau bilang pasti ada uang dari penjualan mobilmu.
Bila kau kembali ke Beijing dengan selamat
kau boleh memintanya pada temanku.
Sebaiknya kau juga harus selamat.
Aku tak kenal temanmu. Aku tak tahu bagaimana memintanya.
Kalian sudah selesai?
Aku tadi berpikir
menculik sepasang lovebirds untuk membayar hutangnya
membuat masalah ini lebih mudah.
Kuingin kau ke lantai 4 Rumah Sakit Renmin dalam 15 menit.
Ada 3 polisi berjaga di tangga.
Saat kau kutelpon
kuingin dengar suara tembakan dalam 30 detik.
Kau menyuruh dia untuk mati.
Jika kuturuti perintahmu, aku akan biarkan dia hidup?
Kau lihat betapa jujur dan adil aku menjalankan bisnisku.
Beri aku pistol.
Dimana lokasi awal ponsel itu ditemukan?
Di Wilayah Nanfang.
Berhenti.
Ada apa bos? / Kau memutarlah untuk mencegat mereka berdua dari depan.
Kapten, yang satunya di sana sudah mati.
Bos, Ma Santan sedang sekarat. Dia ingin bertemu denganmu.
Aku akan kembali ke sana sekarang.
Kami sudah temukan lokasinya. Yaitu bar karaoke di Wilayah Nanfang.
Ayo Ayo Ayo
Jangan bergerak! Jangan ada yang bergerak! Tiarap!
Geledah ruang-ruang pribadi. / Bawa mereka, jangan bergerak.
Mana polisi-polisi itu? / Pergilah ke lantai 4.
Dengar.
Jika aku tak mendengar suara tembakanmu dalam 30 detik
kau akan mendengar suara tembakanku.
Dasar bajingan!
Bagaimana kau sampai ke sini?
Kau pegang apa di tanganmu?
Kapten, dia bawa pistol!
Jangan!
Bawa saja dia pergi.
Jangan bergerak!
Jangan memaksa.
Aku sudah memberimu kesempatan di jembatan penyebrangan itu.
Kali ini aku akan menembakmu.
Yu Miao!
Kalian harus pergi! Sekarang!
Tapi sekarang ini tengah malam. Pamanmu tahu soal ini?
Sekarang itu tak penting. Kau harus segera pergi!
Kutemui kalian nanti di jalan.
Baik.
Ayah, tempat perakitan senjata di No. 71, Unit 10 di Desa Liangkou
di Lianshui, Propinsi Kaihua.
Seseorang perlu mendengar suara tembakan di ujung telpon sana 'kan?
Dia menahan Xu Tian.
Itu sebabnya kau kesini mencari Ma Santan.
Kau harus cari dia.
Bawalah serta aku.
Mana yang lainnya?
broth3rmax
Kau akan membunuhku 'kan?
Ya.
Boleh kupinjam ponselmu?
Orangtuamu?
Siapa ini?
Hai, apa ini Tn. wang, temannya Yu Miao?
Aku juga temannya.
Aku masih tidur, telpon lagi besok siang saja.
Ini darurat, apa kau menjualkan mobilnya Yu Miao?
Akan kukirimi nomer rekening.
Bisakah kau transfer uangnya langsung ke rekening itu?
Mobil apa?
Mobilnya Yu Miao. Bukankah kau bawa?
Mobilnya sudah terjual minggu lalu da dia sudah terima pembayarannya.
80.000 yuan, dengan cicilannya.
Apa kau mencoba menipuku?
Atau kau kena tipu oleh Yu Miao?
Apa pekerjaanmu di Beijing?
Pengantar makanan.
Bayarannya lumayan?
Cukuplah.
Kata orang Beijing tak sebagus itu. / Kurasa tempatnya sangat bagus.
Lapangan Tiananmen,
Tembok Besar,
Kota Terlarang.
Mana tempat itu yang ada hubungannya denganmu?
Tempat itu ada hubungannya dengan semua orang Cina.
Aku belum pernah ke sana.
Jika memungkinkan
bisakah kau kembalikan uang 40.000 punyaku?
Aku tak membeli senjata. Kau cuma merampokku saja.
Bagaimana kalau 40.000 ditukar nyawamu?
Maka aku tak bisa kembali ke Beijing.
Mengapa?
Karena uangnya Jia Xiaoduo.
Aku sudah menjanjikan uang itu pada keluarganya.
Jia Xiaoduo itu siapa?
Pacarku.
Dia tewas oleh salah satu senjatamu.
Aku hidup dengan memegang prinsip.
Aku tak akan membunuhmu.
Disini tak begitu tinggi.
Mungkin kau bisa beruntung. / Tunggu!
Aku telah membuat kesalahan.
Sebenarnya, aku ingin menelpon ayahku.
Sudahlah, lagian itu tak merubah apapun.
Kau akan pergi ke neraka!
Kuperingatkan kau!
Kau akan masuk neraka! Percayalah!
Kakakmu sudah mati atau belum?
Kenapa kau bisa tak tertangkap?
Sudahlah.
Hey kawan! Mau kemana? Butuh tumpangan?
Ya? Aku bisa memberimu tumpangan.
Kau mau kemana?
Beijing.
Itu ongkosnya mahal.
Aku punya uang.
Kapten, kami mendekati mobil van.
Berpencar jadi 2 unit. Unit dua, carilah adiknya.
Dimengerti.
Jangan khawatir.
Kubawa kau kembali ke Beijing.
Semuanya tahu apa yang terjadi.
Pasti ada keringanan hukuman buatmu.
Kau sudah menikah?
Dulu.
Bos, kami melihat target.
Jaga jarakmu, ikuti sampai titik penangkapan.
Apa itu? Perang Dunia Ke-3?
Ketua, kami sudah tangkap mereka.
6 orang, 5 tertembak mati.
Ada mayat, ayo kita lihat.
Yu Miao di dalam mobilku.
Mundur, jangan difoto! Mundur!
Kubawa dia kembali. Ya. / Semuanya mundur.
Ayo minggir, jangan difoto! Mundur.
Mundur.
Ayo minggir, jangan difoto! Mundur.
Ya, paham.
Ayo minggir, jangan difoto!
Ayo minggir, sudah jangan difoto!
Kamu.
Hey, punya korek?
Ya.
Dia bawa senjata!
Kapten!
Bos! Kapten!
Bos.
Panggil ambulan!
Bos.
Bos.
Bertahanlah, Kapten.
Bos, kau harus bertahan.
Hey cantik, butuh tumpangan? Kuberi kau diskon.
Aku mau pergi ke pemakaman. / Pemakaman mana?
Akan kuceritakan lelucon. / Leluconmu tak pernah lucu.
Gini, ada 2 pangsit-bulat menikah.
Si pangsit-pria antar pulang tamu dan kembali ke kamarnya.
Dan melihat ada pentol terbaring di atas kasur.
Pangsit-pria bertanya pada pentol.
"Kamu siapa?"
Tebak apa yang dikatakan pentol?
Dia bilang apa? / "Kamu memang bodoh"
"Mau naik ke kasur atau tidak?"
"jadi kau tak mengenaliku bila aku buka baju?"
Kamu jorok!
Apa ini rumahnya Jia Xiaoduo?
Uangmu 150.000.
Dia sudah mati.
Xiaoduo!
Ya?
broth3rmax, 23 September 2017
NO RESYNC/RE-UPLOAD/DELETE-CREDIT
⪠Keduanya akrab, tapi juga jauh
⪠Kerinduan dibatasi oleh jarak
⪠seperti anak yang enggan berjalan terlalu jauh
⪠melangkah di belakang bayangannya
⪠Kuceritakan sebuah lelucon
⪠Kuceritakan sebuah lelucon
⪠Tak ada yang berubah
⪠tak akan ada yang berubah
⪠Kurasa, Tuhan pasti peduli
⪠Aku hanya ingin mendengarmu ⪠bernyanyi bersamanya
⪠menyanyikan dongeng-dongeng yang indah itu
⪠Tolong katakan
⪠siapa yang lewat itu?
⪠Selalu di sana, risau lalu menghilang
⪠pergi dengan kata yang tak terucap
⪠pergi dengan kata yang tak terucap
⪠Berharap kau masih disini
⪠memandang tebing sekali lagi ⪠setelah melihat lautan
⪠Masukkan dia ke sakumu
⪠dan kau akan punya teman dekat yang hangat
⪠Aku tak berani melihat foto lama itu lagi
⪠ataupun memikirkan dia di masa lalu
⪠Berhenti di saat yang pang indah
⪠Tolong katakan, siapa yang lewat itu?
⪠Selalu di sana, risau lalu menghilang
⪠pergi dengan kata yang tak terucap
⪠Tolong katakan, apa yang akan tertinggal?
⪠Lihatlah aku, menghadapi perpisahan melayang jauh
⪠kembali ke sudutnya
⪠Tuhan pasti peduli
⪠Aku hanya ingin mendengarmu ⪠bernyanyi bersamanya
⪠menyanyikan dongeng-dongeng yang indah itu
⪠Tolong katakan
⪠Lihatlah aku
⪠Melayang terpisah jauh, kembali ke sudutnya
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.