Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Bertahun-tahun kemudian, desa ini seluruhnya hancur.
Ketika orang lewat desa ini, akan mendengar tangisan yang aneh...
Di awal April 1945 Gunung Hunan Xuefeng
Apa kau buta? / Kenapa? Lihatlah kenyataannya.
Harus mendengarkan mayat Xiangxi orang-orang tua.
Bukankah menurutmu sungguh mengerikan.
Tapi saat kau melihatnya.
Pasti juga akan ketakutan.
Jangan jangan berkata begitu.
Aku sungguh ketakutan sekarang.
Kau memang orang yang penakut.
Aku harus cari tempat untuk pipis.
Kenapa? Mau diare?
Mungkin kebanyakan minum air dingin.
Paman Qian.
Kau ini kenapa?
Kau ini kenapa?
Paman Qian.
Paman Qian.
Paman Qian.
Paman Qian.
Dimana kau?
Paman Qian.
Xiangxi, adalah tempat yang misterius. Yang lebih dikenal dengan cerita monster jahatnya.
Beribu-ribu tahun yang lalu, manusia goa menggunakan tempat ini untuk kegiatan militer kuno.
Membawa mayat tentara yang mati harus "dikembalikan" ke kuburan kelahirannya. Ini adalah "mayat".
Jalanan gunung tinggi Xianxi berbahaya. Membawa mayat sangatlah sulit.
Mayat pada akhirnya menjadi legenda.
Racun rawa-rawa gunung Xiangxi, mengembangkan serangga beracun.
Orang menggunakan racun ini untuk membuat obat keabadian misterius.
Ini sebuah "metode".
"PERTEMPURAN ANEH"
d
di
dit
dite
diter
diterj
diterje
diterjem
diterjema
diterjemah
diterjemahk
diterjemahka
diterjemahkan
diterjemahkan
diterjemahkan o
diterjemahkan ol
diterjemahkan ole
diterjemahkan oleh
diterjemahkan oleh
diterjemahkan oleh
diterjemahkan oleh -
diterjemahkan oleh -=
diterjemahkan oleh -=≡
diterjemahkan oleh -=≡m
diterjemahkan oleh -=≡ma
diterjemahkan oleh -=≡mah
diterjemahkan oleh -=≡mahs
diterjemahkan oleh -=≡mahsu
diterjemahkan oleh -=≡mahsun
diterjemahkan oleh -=≡mahsunm
diterjemahkan oleh -=≡mahsunmm
diterjemahkan oleh -=≡mahsunmma
diterjemahkan oleh -=≡mahsunmmax
diterjemahkan oleh -=≡mahsunmmax≡
diterjemahkan oleh -=≡mahsunmax≡=
diterjemahkan oleh -=≡mahsunmax≡=-
Dia sedang kena metode (racun).
Wanita, wanita penggoda diamlah.
Wanita, wanita penggoda diamlah.
Wutou, Wutou. Aku ini GuiLian.
Wanita, aku akan menggorokmu.
Jangan, jangan menggorokku.
Wanita, aku akan menggorokmu.
Wanita, wanita penggoda diamlah.
GuiLian, kau tak apa-apa?
Aku tak apa-apa.
Ini adalah dia. Metode penyerangan beracun, kegilaan halusinasi.
Kita harus bagaimana? / Siapkan pencuri untuk menangkap pencuri. Dengan metode pengobatan.
Bunga yang bagus.
Jangan kau ambil. Bunga ini beracun. Bisa membuatmu berhalusinasi.
Zhugan, pergilah ke rumahku untuk minum malam ini.
Baik, pasti kesana.
Silahkan, selamat datang.
Silahkan. / Selamat.
Silahkan. / Selamat.
Terima kasih banyak. Silahkan. / Selamat.
Terima kasih! Silahkan.
Semuanya harap tenang.
Dibawah, Wu Zhentang brussel
berikut ini upacara akan dimulai.
Mulai hari ini, namamu adalah Wu Jinlong.
Mengganti nama itu nasib.
Kau akan tumbuh dengan sehat,
dan bahagia.
Anggurnya datang. / Terima kasih.
Tak ada hiburan buatmu.
Hanya makanan sederhana.
Ini dia anggurnya. Ayo, silahkan.
Selamat.
Dengar-dengar si Qian dan Jian kecil
Hari ini pagi-pagi sekali akan pergi ke Longtan.
Sampai sekarang belum kembali. Entahlah apa yang terjadi.
Sangat mengkhawatirkan. Kudengar gunung itu perang eksternal.
Semoga tidak membahayakan desa kita.
Yang terjadi biarlah terjadi.
Semoga terjadi sesuatu sebaliknya.
Selama ini selalu aman. Semua akan baik-baik saja, ayo minum.
Ayo, lanjutkan minumnya. / Ayo minum.
Peralatan nasi sudah terpasang.
Baik, taruh di atas meja.
Tidak ada nasinya.
Bagaimana mungkin?
Aku baru saja siapkan sebakul nasinya disini.
Kau bohong.
Kau bohong.
Sungguh aneh.
Kemana perginya?
Ayo, nasinya.
Anjingnya mulai gila.
Kau kemarilah.
Kau kemarilah.
Kau kemarilah.
Ayah,
aku mau ke gunung untuk melihat perangkapnya,
barangkali sudah dapat tangkapan.
Aku mau pergi juga.
Mau berburu di gunung.
Cucu yang makan daging hasil berburu akan menjadi lebih tinggi.
Tunggu.
Ini bekal jika kehabisan makanan.
Tong Guanzi.
Tong Guanzi.
Kemari lihatlah ini.
Ada apa? / Kau lihat, ini anjingmu.
Kenapa anjing ini?
Ada apa? Banyak darah di tanah.
Anjingnya mati. / Ya.
Kemarin aku mendengar tentang pengurus mayat lewat disini.
Mayatnya tukang emas bukan?
Pengurus mayat.
Kakak, kau bawa pakaiannya? / Tidak.
Tadinya aku jemur pakaian disini.
Ayah, seperti ada seseorang.
Ini bukanlah orang-orang gunung.
Sepatu seperti ini tak ada di gunung ini.
Orangnya banyak.
Ayah.
Pakai tali pelontar batu.
Kuncinya putar arah tembakan.
rasakan dalam dirimu.
Apa yang kau lakukan? Kau membuatku ketakutan.
Apa yang kau takutkan?
Kita bicara.
Kau turunlah.
Cuma anak babi.
Lepaskan!
Matahari bersinar terang.
Pria di tanah ladang
Wanita sedang mencuci baju
Pria melihat wanita itu
Pria mencintai wanita
Wanita mencintai pria
Pria dan wanita jatuh cinta
Ini Qian dan Jian.
Aku ingat kau tak menstruasi hari ini.
Ada apa? / Kau lihat, ini dibawah tubuhmu.
Ini bukan darahku.
Lalu ini darah siapa?
Aneh sekali.
Kau lihat disana.
Jangan khawatir! Aku akan melindungimu.
Aku harus melihat kesana.
mahsunmax
Siapa ini?
Jangan-jangan si pengurus mayat itu.
Siapa yang membawa ini?
Guanzi, kau tak apa-apa?
Cepat lari! Cepat lari ada bahaya.
Pak, kau lihat.
Tali pelontar batu.
Cepat.
Kau yang lakukan.
Rahasia kita sudah terbongkar, sekarang kita tak punya pilihan lain.
Kita harus segera kuasai desa itu,
sebelum mereka bereaksi. Mereka harus dikuasai.
Ya.
Siap!
Ayah?
Kakak.
Cepat, cepat!
Cepat, cepat!
Cepat, cepat!
Ayo berlutut! Berlutut.
Bagus sekali.
Bajingan, keluar!
Bajingan.
Cantik sekali.
Cantik sekali.
Sialan, aku bersamamu.
Semuanya, ayo.
Berdirilah.
Semuanya, jangan takut.
Selama kalian patuh,
pasukan kerajaan tak akan membunuh kalian.
Semua, harus patuh dan tetap di dalam.
Ayo masuk. Masuk ke rumah.
Ayo masuk.
Ayo masuk.
Zenthang.
Pamanku, silahkan.
Melarikan diri.
Jika seseorang memberitahu bangsa lain.
maka kita dalam bahaya.
Cepat kejar mereka.
Siap!
Sepertinya ada orang disana.
Mungkinkah itu... / Ayo sembunyi.
Kakak Zhugan.
Siapa itu? / Aku.
Kau mengagetkanku setengah mati. / Kau juga melarikan diri.
Orang-orang yang ada di desa?
Ini kelompok bandit.
Tidak seperti bandit.
Dengar, mereka bukan orang Cina.
Pasti orang Jepang.
Aku dengar 2 hari lalu. Mereka menyerang komunitas Batu Merah.
Kakak.
Kakak Zhugan.
Kakak!
Kakak Zhugan.
Ayo cepat pergi, orang Jepang kesini!
Ayo cepat pergi, orang Jepang kesini!
Ayo cepat pergi, orang Jepang kesini!
Tidak.
Jika kau lambat, mereka akan menangkapmu. / Apa yang harus kulakukan?
Aku akan jauhkan mereka, kau sembunyilah.
Ayo cepat pergi!
Bagaimana mungkin cuma 1 orang.
Pengejaran menyebar.
Cepat pergi, ada orang Jepang!
Gadis kecil, mau kemana?
Jangan lari. Jangan Takut, aku disini untuk melindungimu.
Aku akan melindungimu.
Ayo, cium aku, cium aku.
Ayolah.
Ayo, cium aku, cium aku.
Pemindahan zombie.
Satu iblis keluar.
Cepat kembali ke rumah.
Terkubur di makam.
Matsuura.
Matsuura.
Aku disini.
Kami menangkap yang masih hidup.
Menangkap satu orang. / Ya.
Lalu kembalilah pada tugas kalian. / Baik.
Ayo. Cepat!
Ayo keluar! Cepat!
Cepat!
Cepat. Cepatlah!
Pak, kau lihat ini.
Kulit mulus yang bagus.
Lepaskan aku, lepaskan aku! / Bagus sekali.
Bagus sekali.
Pak, silahkan makan.
Duduklah.
Buka mulutmu.
Pak silahkan dimakan.
Kulit mulus yang bagus.
Kembalikan anakku. / Keparat, bajingan.
Kembalikan anakku!
Selama ini seperti orang tuaku.
Telah dibesarkan oleh paman sampai hari ini.
Pamanku sangatlah baik.
Tapi mati ditangan orang gunung.
Kemarilah.
Apa kau takut padaku?
Serahkan nyawamu.
Manusia jahat, kau tak bisa lari.
Kemarilah.
Kemarilah.
Serahkan nyawamu.
Lepaskan aku, lepaskan aku.
Keluarkan aku, lepaskan aku!
Keluarkan aku, lepaskan aku.
Dasar bajingan! Keluarkan aku, lepaskan aku.
Keluarkan aku, lepaskan aku.
Bajingan! Keluarkan aku, lepaskan aku.
Keluarkan aku, lepaskan aku.
Baik, pamanku.
Ya.
Siapa? Siapa itu?
Pak.
Pak.
Ini aku.
Pak.
Mengapa?
Abe?
Mengapa? / Abe, bagaimana dirimu?
Abe, Abe.
Bagaimana keadaanmu, Abe?
Kemarilah!
Abe.
Ada apa, pamanku?
Aku tadi membunuh hantu wanita.
Lalu tiba-tiba berubah menjadi Abe.
Pak.
Desa ini sangat aneh.
Keparat!
Ada orang yang mencoba menakut-nakuti.
Cuma sekelompok pengecut!
Sial, tak masuk akal.
Tak termaafkan.
Mereka semua harus mati.
Terkubur bersama pamanku dan Abe.
Ayo!
Orang Jepang, keparat kau!
Tolong! Tolong!
Tolong!
Berlindung.
Siapa itu?
Siapa itu?
Abe?
Abe. Apakah ini kau, Abe?
Tunggu sebentar.
Celaka,
Gao Jiang tidak menyusul. / Kembali dan lihatlah dia.
Gao Jiang?
Keparat, kenapa lari?
Ada hantu.
Desa ini ada hantu, hantu. / Apa-apaan? Omong kosong!
Sungguh pak, ada hantu.
Gao Jiang telah mereka bunuh.
Tapi aku belum lihat seperti ini di film. Itu bukan hantu? Lalu apa itu?
Mereka...
semuanya mati? / Ya.
Desa ini,
sangatlah aneh.
Mungkin tak seharusnya kita kesini.
SEBELUMNYA
Di bulan April 1945, penjajah Jepang mendirikan tenda. Melancarkan serangan ke basis strategi angkatan udara Zhijiang.
Pasukan militer Kuomintang berkumpul di area gunung Xiangxi Xuefeng untuk bertemu mereka.
Militan anti-Jepang juga aktif melakukan perlawanan.
Satuan skuadron Ishihara ke-109 Jepang terlebih dahulu menerobos ke Cina
di pusat pertahanan, penyerangan, seluruhnya ditingkatkan di pertengahan April untuk industri penghijauan, bukit batu merah, dsb.
Berhenti.
Gao Qiang.
Ya pak. / Apa ini?
Ini adalah mayat Xiangxi misterius.
Yang mengikuti di belakang itu semuanya sudah mati.
Orang mati?
Ini sungguh aneh. / Aku juga pertama kali ini melihatnya.
Aku pernah dengar, sekelompok mayat membawa sial.
Ayo terus maju!
Brengsek!
Ayo terus maju!
Tunggu dulu! Gao Qiang.
Ya, pak. / Bagaimana menurutmu?
Aku tahu, biarkan mereka lewat dulu.
Ada yang tak beres ini. Diperintahkan turun.
Cepat lewat sini.
Paman.
Pak?
Pak.
Keparat!
Ada apa? Paman.
Paman.
Pak, beristirahatlah.
Pak, ada yang datang.
Sembunyi, sembunyi.
Qian.
Ye menyelinaplah ke desa itu,
carilah beberapa makanan.
Ya.
Pak.
Paman, kau sadar.
Dimana ini? / Kita harus beristirahat.
Pak.
Aku menemukan sebuah goa.
Pak, nikmati makan malamnya.
mahsunmax
Kurasa tempat ini tak bagus untuk tinggal.
Tapi kau terluka. Beristirahatlah sehari lagi.
Lapor, orang desa datang.
Sembunyi, cepat!
Kubur mereka.
Tak peduli dia manusia atau hantu.
Aku ingin membunuh dia.
Pak, tak ada seorangpun di depan.
Hanya dirimu. / Siapa bilang tak ada orang?
Pengecut, cepat kesana.
Cepat kesana bunuh mereka.
Brengsek! Cepat kesana bunuh mereka.
Pak, kau mungkin terkena metode racun Xiangxi.
Racun?
Metode racun apa? / Dampak racun berbeda-beda.
Bisa menyebabkan seseorang berhalusinasi.
Tapi secara jelas melihat orang seperti melihat hantu.
8 JAM SEBELUMNYA
Siapkan pencuri untuk menangkap pencuri, dengan metode pengobatan.
Siapa itu? Ayo kejar!
Tolong!
Tolong, keluarkan aku!
Kesini!
Keparat!
Keparat, kau tak punya jalan keluar.
Aku harus membunuhmu
sebagai upacara peringatan kematian pamanku dan Abe.
Keparat!
Kuncinya putar arah tembakan rasakan dalam dirimu.
Bulan April 1945, sekelompok kecil pasukan Jepang di Xiangxi Katsuen secara misterius menghilang.
Bertahun-tahun kemudian, Wu Zhentang, ayah dan anak keluar dari desa kecil di gunung itu.
Desa itu secara berangsur-angsur ditinggalkan.
Pada 9 Mei 1945, pasukan ekspedisi Jepang-Cina dikabarkan menunda perintah bertempur di Zhijiang.
Dan militer Cina memulai penyerangan pada 7 Juni, pasukan Jepang mundur ke titik awal kedatangannya.
Pada akhir pertempuran tentara Cina meraih kemenangan pada 15 Agustus 1945.
Jepang mendeklarasikan menyerah tak bersyarat. Perang melawan Jepang berakhir dengan kemenangan Cina.
mahsunmax, 14 Maret 2016 subscene.com/u/910430
thank for watching without doing resync
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.