All language subtitles for Revenger.2018

af Afrikaans
ak Akan
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ) Download
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan secara manual oleh | Andi'sTujhuh dari situs download www.doduhikorea.tk

Situs alternative download : www.doduhikorea.tk

Mantan Agent Interpol, Kim Yul telah tertangkap hari ini dan menjatuhi hukuman mati untuk penangkapan Carlos Kun.

Divonis seperti halnya Carlos Kun atas perintah CRK.

Dalam misi balas dendam pada Carlos Kun buronan CRK, yang telah keji membunuh istri dan putrinya. Dengan memutuskan pergi ke...

Pulau terasing AP 101.

รท BALAS DENDAM รท

Samudra Hindia AP101 Zona Hukuman Mati 12 Negara Asia.

Ibu.

Lari.

Lari

Ibu.

Lari... Lari.

Ibu akan susul.

Cepat pergi.

Cepat lari.

Lari... Lari.

Cepat!

Lari, cepat lari.

Menyingkir kalian.

Pergi, kejar dia. Kejar!

Cepat!

Jin.

Dimana Kun?

Kun?

Kau ingin mencari, Kun?

Dasar bedebah.

Ibu.

Ibu.

Ibuku tahu Kun ada dimana.

Ibu, ibuku yang tahu.

Kalau ibuku sudah sadar, dia pasti bisa bantu.

Tak bisakah kau menyelamatkan kita dari mereka sampai rumah?

Ibu tahu, pasti dia akan kasih tahu.

Sungguh...

Pasti ibuku akan kasih tahu.

Aku mohon.

Kita sudah dekat dari sini.

Anak buah Kun, bisa saja muncul dari mana saja.

Kita sudah sampai.

Jangan khawatir. Hanya kita yang tahu tempat ini.

Paman, cepatlah kemari.

Paman, turunlah.

Paman!

Tidak apa-apa.

Diam disana.

Gadis nakal,

Kenapa bisa kau bawa dia kemari.

Dia orang yang telah menyelamatkan kita.

Tapi...

Ibuku terluka.

Apa? Malri?

Baringkan dia.

Cepat.

Cepat... Cepat.

Hati-hati.

Cepat.

Apa yang terjadi? Cepat.

Tahan!

Dengar baik-baik.

Bagaimana kalau kita bunuh saja dia?

- Kita bunuh? - Benar.

Agar lokasi kita tak diketahui!

Sepertinya kau mampu membunuhnya.

Tidak, aku tak bisa.

Kau kan KINGKONG.

- Kau pasti bisa. - KING KONG?

Benar, kau KING KONG.

Aku KINGKONG?

Baiklah.

Bunuh, bunuh, bunuh...

Paman.

Paman Ba Woo...

Paman itu adalah orang baik.

Dia sudah menyelamatkanku, kan?

Tengok ibumu dulu sana. Ya?

Selamat datang diwilayah kami.

Akulah pahlawan di pulau ini.

Silahkan ikut aku, bung.

Halangan...

โ™ซ Satu... Dua... Satu, dua, tiga... โ™ซ

โ™ซ Kau aku pukul keluar... โ™ซ

โ™ซ Karna kita tidak terkalahkan, โ™ซ

โ™ซ Kita ini sangatlah kejam... โ™ซ

โ™ซ Kau pasti aku binasakan, bedebah. โ™ซ

โ™ซ Segeralah keluar... โ™ซ

โ™ซ Pergilah bedebah. โ™ซ

Bunuh dia.

- Paman Ba Woo. - Jangan main-main denganku, bung.

Tolong sadarkan lagi kakek.

Tak ada waktu lagi, cepatlah.

Awasi dia, awasi.

Kakek... Ibu sedang sakit.

Kakek.

Aduh, aku bilang jangan beriak. Kenapa kau terus-terusan melakukannya? Hah?

Kalau kita ketahuan, habislah kita.

Hei, sadarlah.

Kau itu yang harusnya sadar, dasar gila.

Sudah aku katakan jangan berisik.

Makanannya sudah aku makan habis. Makanannya sudah habis...

Disini ada Soon Ok.

Soon Ok, cinta pertamamu sudah aku temukan.

Soon Ok, dia Soon Ok.

Pegangi dia... Pegangi dia.

Ini Soon Ok.

Soon Ok -ku sudah datang.

Sadar, aku sudah sadar kampret.

Kenapa selalu saja aku?!

Dasar gila.

Aku sejenak hilang kesadaran lagi, ternyata.

Kakek.

Ibu sedang sakit.

Hei, cepatlah mengobatinya.

Jangan, jangan.

Lukanya beracun.

Hei, Jin.

Dasar kau ini.

Kau, yang menyebabkan keributan ini kan?

Aku akan bunuh Kun.

Kau ingin membunuh Kun? Dia bukan orang yang mudah untuk dibunuh.

Kau tidak tahu?

Kau terus-terusan ingin balaskan dendam ayahmu, padanya...

Kau juga ingin melihat ibumu mati?

Malri dan aku mati begitu pula yang disini. Baru kau akan sadar?

Kenapa kau menangis?

Kau...

Cepat.

Belakangan ini kau patuh dengan yang paman katakan, ada apa denganmu?

Jangan lakukan itu.

Kau berasal dari mana?

Cina?

Amerika?

Dari mana?

Apa-apaan kau?

Aku tanya malah tak jawab!?

Paman ini sedang mencari Kun.

Apa?

Apa kau bilang?

Kau ingin mencari Kun?

Kenapa kau ingin mencarinya?

Cepat katakan!

Kau mata-mata?

Bukan.

Tapi, kenapa dia diam saja?

Dia ini bertingkah bodoh atau apa?

Kalau ditanya, jawab saja bukan.

Apa-apaan dia?

Meski begitu,

Sepertinya dia memang bukan orang jahat.

Apanya yang bukan?

Tidak ada sapaan, semua itu ciri orang jahat dan pelaku pembunuhan.

Dasar sampah masyarakat.

Kau tak tahu?

Bagaimana dengan paman?

Kalau ibuku?

Aku kan bukan orang jahat.

Karna tak ada jalan lain, ada orang yang begitu.

Kalau begitu, paman itu bisa saja seperti itu.

Apa?

Hei, Jin.

Ada apa dengan dia?

Ya ampun.

Hei...

Kenapa kau cari Kun?

Aku, tahu Kun ada dimana.

Jika kau keluar dari sini, kau tak akan nampu bertahan.

Mata-mata Kun akan menangkapmu dan membunuhmu.

Dimana-mana mereka selalu ada.

Kau tahu tidak, apa yang paling mereka suka?

Berburu manusia.

Menangkap kita...

Bersenang-senang...

Membunuh kita dengan keseruan.

Kun sialan. Itu yang kau sebut keseruan?!

Bagi kita hidup itu bagai neraka.

Hei, hidup jadi bedebah dikelilingi lautan dan diasingkan pula...

hidup layaknya manusia itu yang terpenting.

Kau paham tidak?

Pantas saja, membunuh adalah jawaban yang tak bisa terelakkan, bukan?

Apa kau ingin mati?

Akan aku kabulkan.

Akan aku percepat.

Kemarilah.

Kenapa kau tertarik sekali padanya?

Jangan sampai ibumu tahu bahwa dia?

Paham kan?

Paham?

Ibumu sudah sadar.

Benarkah?

Ayo kesana.

Ibu.

Malri.

Ibu.

Kau tak apa-apa, kan?

Kau tak terluka, kan?

Iya, maafkan aku ibu.

Malri, kau baik-baik saja? Kelihatannya kau jauh lebih baik.

Apa yang telah terjadi?

Memangnya apa yang terjadi?

Betapa susahnya aku menyelamatkan dirimu

Paman pendatang baru itu yang telah menyelamatkan ibu.

Yang disana.

Siapa kau?

Ada apa?

Siapa dia?

Aku menyebutnya keparat.

Apa dia Interpol itu?

Interpol yang menyebabkan kita ada disini?

Si keparat itu?

Apa benar belakangan ini Interpol juga suka membunuh orang, ya?

Kalau begitu kau bisa bahasa Korea, kenapa tak bilang?!

Ya ampun, menjengkelkan sekali.

Ibu...

Paman ini yang telah menyelamatkan ibu.

Kenapa kau datang kemari?

Ingin mencari keberadaan, Kun.

Maka, semuanya akan tetap hidup.

Pergilah ke arah gunung, kau pasti akan temukan dia.

Karna, Kun ada disana.

Enyahlah.

Kau mau kesana ya? Benar kau ingin mencarinya?

Ya ampun orang ini...

Hati-hari ya? Jaga diri dan sebagainya...

Kalau tak tahu jalannya, tanya saja. Kalau tidak, tamat riwayatmu.

Jin.

Dasar kau ini. Anak ini memang sudah gila rupanya.

Awasi terus dia. Awasi terus.

Awasi dengan benar.

Kalau bukan karna dia, Jin tak akan terlahir ditempat seperti ini.

Benar juga.

Aku juga tahu itu.

Tak usah kau katakan itu.

Yang seperti ini sudah cukup.

Jika saja aku bisa kalahkan keparat itu.

Belakangan ini, Jin sering menghilang...

Kelihatannya dia sangat merindukan sesosok ayah?

Sudah berapa kali dia ingin balas dendam.

Pantas saja, melihat ayahnya mati konyol seperti itu. Siapapun pasti melakukannya.

Aku tahu betul perasaannya.

Aku yakin Jin, bisa menerimaku dengan senang hati. Aku yakin.

Keinginan anak itu lebih besar dariku...

seolah balas dendam ini, impian yang tak bisa diakhiri.

Tapi, malah hidup sembunyi-sembunyi seperti ini.

Jangan berpikiran begitu. Ya?

Karna aku bisa kok terus mengawasi Jin.

Dia tak akan aku biarkan pergi keluar. Jangan khawatir.

Kapten.

Jin, menghilang.

Astaga, dasar kalian bodoh semua.

Paman.

Aku juga tahu jalannya kok.

Jalan pintasnya, aku juga tahu. Jalan pintas.

Paman, aku juga ingin balas dendam padanya.

Dia juga telah membunuh ayahku.

Paman!

Apa paman juga masuk sini karna telah bunuh orang?

Kenapa paman ingin mencari Kun?

Saat paman datang kemari, mirip sekali sama Kun.

Banyak sekali yang mencarinya, siapa dia sebenarnya?

Kalau habis dari sini, tempatnya sudah tidak jauh lagi.

Kau harus melewati tempat itu dulu.

Tapi disini, sering muncul mata-mata dia.

Paman Yong Gun?

Paman.

Paman.

Paman.

Paman?

Paman, aku akan menyelamatkanmu.

Tunggulah sebentar.

Paman.

Paman.

Paman.

Ayah, aku sudah mengirim foto lagi. Coba lihatlah.

Paham, kan?

Ayah.

Malri?

Malri?

Malri...

apa benar Jin pergi kemari?

Ayo sudahlah.

Kalian kembalilah.

Tidak mungkin Jin hingga sampai sini...

dia tak akan sebodoh itu.

- Aku pikir dia pergi... - Kau masih saja belum tahu dia?

Malri... Malri... Malri...

Aku kan bukan bapaknya, mana aku tahu?

Menakutkan sekali.

Halangan...

Berangkat...!!

Cepat kemari.

Cepat kemari, aku bilang.

Dasar sialan.

Bangunlah.

Aku mohon bangunlah.

Tolong selamatkan aku.

Disini aku hampir gila. Tolong aku!

Aku mohon selamatkan aku.

Selamatkan aku. Aku mohon!

Siapa kau?!

Dasar keparat!

Apa yang kau lakukan?

Siapa kau?

Manis juga.

Kemarilah

Sana!

Tenang, jangan takut.

Kemarilah.

Kemari cepat!

Duduk sebelah sini.

Awas paman.

Tak terlalu buruk juga.

Lumayan.

Cepat pulang temui ibumu.

Ayah.

Ayah.

Ayah.

Kun, ada dimana?

Aku tanya dimana dia?

Cepat, cepat turunkan dia.

Jin, dimana?

Aku tanya dimana dia, dasar keparat?

Dia sudah pergi.

Tadi lari keluar.

Kalau terjadi sesuatu padanya, tamat riwayatmu.

Hei, cepat bantu dia keluar.

Cepat, cepat.

Ya ampun, kau sendirian mengalahkan mereka?

Apa peduliku, ya?

Begini, aku sebelumnya...

kalau membuatmu tersinggung,

aku minta maaf.

Yah, tahulah aku sudah begitu padamu.

Kita pasti bisa berhubungan baik.

Ya ampun, jangan terlalu melotot begitu?

Situs alternative download : www.doduhikorea.tk Diterjemahkan secara manual oleh | Andi's Tujhuh

Tuan Kun, kata dia ada yang mencarimu.

Aku akan mendengarnya.

Serkey sudah mati.

Semua orang tak bisa mengalahkannya.

Dan lagi...

dia sedang mencarimu.

Tangkap dia.

Jin...

Jin?

Jin?

Jin?

Jin?

Jin?

Jin...?

Jin?

Tunggu sebentar.

Malri pergi kemana, ya?

Sial.

Malri?

Malri?

Malri?

Malri?

Menunduk.

Lari.

Lewat sana.

Kena kau.

Paman?!

Jin.

Jin?

Jin?

Jin?

Ibu.

Ibu.

Ayo kita pulang.

Ibu, karena aku paman...

Malri...

Malri...

Jin?

Malri?

Jin?

Jin?

Bagaimana keadaanmu?

Hah?

Kau tak apa-apa?

Apa yang terjadi?

Paman Ba Woo...

Bocah bandel.

Kenapa kau tidak patuh begitu? Hah?

Betapa sulitnya usahaku untuk menyelamatkanmu.

Ayo pulang, bahaya.

Kenapa dia bisa begitu?

Dia, sudah menyelamatkan Jin.

Terima kasih, ya?

Ayo, disini bahaya. Ayo, cepat.

Paman.

Paman ini, masih hidup.

Ya.

Lalu, bagaimana lagi?

Kita bawa pulang, begitu?

Hei, Jin...

Kalau paman ini kita bawa pulang, kita semua akan mati. Habis semuanya.

Yang hidup harus tetap hidup kan?

Paman, aku mohon padamu.

Ini gara-gara aku, karena aku...

Dia kenapa lagi?

Ini semua salahku.

Kedepannya, aku akan patuh apapun yang kau katakan.

Ya?

Paman, aku mohon.

Ibu, aku yang salah.

Mulai sekarang, aku akan menurut.

Apa kita tak bisa menyelamatkannya?

Aku mohon.

Aku mohon.

Kapten.

Kapten... Kapten!!

Mereka sudah berdatangan.

Malri, kita harus fokus untuk pulang saja.

Ayo kita bawa pulang.

Kau juga, kenapa bisa begitu? Kalau kita bawa dia, maka kita semua akan mati.

Tapi, maafkan aku. Tolong alihkan perhatian mereka, ya?

Paman?

Sial! Baiklah... Baiklah.

Leopart.

Kau bawa dia, oke?

Ayo!

Kau harus jaga diri.

- Kakek? - Cantik tidak? Seksi, kan?

Dengarkan, tolong sadarlah.

Dasar wanita gila. Aku ingin melakukannya...

Kalau kalian tidak suka, enyahlah dari sini.

- Kakek. - Wanita gila, wajahmu jelek sekali.

Cepat! Cepat... Cepat... Cepat.

Paman.

Tidak... Tidak... Tidak

Soon Ok, sekali lagi?!

Sekali lagi, ya?

Oh, Soon Ok... Soon Ok.

Sudahlah, kampret.

Kau ini, siapa juga yang mau melakukannya denganmu.

Kalian keluar.

Kakek,

paman ini pastikan kau bisa menyelamatkannya.

Aku bisa bertahan dari ini, dia akan baik-baik saja, kan?

Racunnya sudah menyebar, aku khawatir dia tak mampu bertahan.

Tapi, ketahanan tubuhnya sangat baik.

Mungkin orang lain tak akan mampu bertahan dengan itu.

Dia pasti baik-baik saja, kan?

Memangnya aku bisa apa? Tetap saja dia yang harus mengatasinya.

Hah?

Bagi manusia normal ini racun berbahaya, tapi bagiku cuma sekedar obat.

Pasti sembuh, meski tak mungkin...

Karena racunnya telah menyebar.

Yah, alangkah baiknya kalau dia akan mampu bertahan dan melalui...

Itulah singkat katanya...

Kenapa kau terus berkata yang menyebalkan begitu?

Rebuslah.

Apapun yang kau cari, pasti nanti akan kau temukan jawaban.

Begitulah arti dari sebuah kehidupan yang paling penting.

Bukankah begitu, kan?

Tete, hei kampret.

Tidak kemari?

Sialan.

Hanya demi seorang keparat, nasib sial apa ini?

Kita sampai hampir mati hanya demi dia.

Apa tidak keterlaluan, ini Malri?

Bukan begitu?

Kapten.

Kau seorang kapten.

Kapten.

Oke.

Cuma kau yang bisa aku andalkan.

Bagaimana bisa dia paham yang aku katakan?

Kapten.

Kapten.

- Kapten. - Cepat lari.

Cepat lari.

Kampret sialan, cepat lari.

Aku bilang cepat lari. Beritahu yang lain, dasar

- Cepat lari! - Oke!

Apa yang kau lakukan?

- Apa yang kau lakukan? - Oke... Oke.

Hei... Hei...

Kapten? Kapten?

Sialan kau.

Sudah aku bilang, cepat lari.

Bagaimana kalau sudah begini.

- Kapten. - Jangan berisik, kampret.

Ya Tuhan~

Aku tidak tahu, siapa dia.

Hei, kau tak ingat aku?

Ketika kau digigit kalajengking dan aku kan menyelamatkanmu, bung.

Ayolah.

Lepaskan aku.

Bocah pintar.

Kali ini kau yang selamatkan hidupku, bocah pintar.

Ayo.

Hei, apa-apaan ini?

Kan dia mau melepaskanku barusan.

Ya ampun

Hei, hei. Aku tak mau itu.

Dasar sialan, jangan mendekat.

Kau mau apa?

Hei... Hei...

Kau ingin potong tanganku lagi?

Lebih baik bunuh aku, bunuh saja.

Hei?

Kapten.

Situs alternative download : www.doduhikorea.tk Diterjemahkan secara manual oleh | Andi's Tujhuh

Dasar keparat.

Aku tak bisa apa-apa.

Mau bagaimana lagi, kampret?!

Ini gara-gara Interpol keparat itu.

Dimana Interpol itu?

Dimana dia?

Kalau bukan dia, tak akan terjadi seperti ini.

Keluar kau kemari.

Dimana Interpol itu?

Hanya karna menyelamatkannya...

Kalau bukan karna dia, ini tak mungkin terjadi.

Bukannya kita yang harus hidup.

Jangan tolong dia, bawa kemari saja.

Cepat kemari.

Kita harus tetap hidup.

Dia penyebab semua ini, cepat keluar.

Cepat keluar!

Kapten... Kapten.

Apa ini?

Janjiku sudah berbeda.

Kau kan sudah berjanji.

Aku tak punya janji denganmu.

Malri...

Biarkan dia menangkapnya.

Apa yang terjadi?

Mereka ingin menangkapnya. Maka, semua akan berakhir.

Apa kau tak lihat, dia sedang sekarat?

Pergelangan tangan ini, yang sudah ia janjikan.

Serahkan saja dia, aku mohon.

Hanya kau yang hidup, kita yang harus mati?

Bukan begitu. Ini agar kita bisa tetap hidup. Kau tahu kan?

Karna keparat itulah, kita semua akan mati.

Takuya.

Bawa dia keluar.

Kalau tidak, dengan senang hati aku akan membunuh kalian.

Satu persatu.

Akan aku bunuh kau, dasar keparat.

Aku pasti akan membunuhmu.

Aku tak butuh waktu untuk membunuhmu.

Bunuh semua.

Jangan... Jangan... Jangan.

Paman.

Aku mohon.

Jangan.

Sasa!!

Kau yang telah menyelamatkanku...

Kawan.

Dimana dia?

Matilah kau, keparat.

Baiklah, pecundang. Bawa mereka semua pergi.

Bawalah pergi.

Tidak akan ada alasan untuk mati.

Tapi, membunuh juga tak memiliki alasannya.

Jangan, jangan, jangan...

Hentikan! Bunuh saja aku.

Jangan.

Ayah.

Ayah.

Jangan bunuh dia.

Sialan.

Aku mohon.

Jangan bunuh dia, aku mohon.

Jin.

Jin.

Situs alternative download : www.doduhikorea.tk

Wajah ini...

tak akan pernah melupakannya.

Aku akan lumuri dunia dengan darahmu.

Begitu pula, istri dan putriku yang kau bunuh.

Dosamu itu teramat besar untuk dimaafkan.

Sekarang, aku akan mengeksekusi mati dirimu.

Ada yang pernah mencari tempat yang ibarat neraka ini...

tapi, waktu telah lama tak pernah berlalu.

Terlebih lagi, paman itu sekarang sudah tak ada lagi.

Dan kita akan selalu memperhatikan paman itu...

yang dalam benakku, ia akan tetap jalani hidup didunia ini.

Situs alternative download : www.doduhikorea.tk Diterjemahkan secara manual oleh | Andi's Tujhuh

Ngaung, Aku KINGKONG.

Ibu?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.