Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tentu saja aku mau.
Hidup ayahmu bergantung pada operasinya.
Perbuatanmu dahulu memalukan,
tapi mengoperasinya itu tindakan yang benar.
- Terima kasih./- Sayangnya,
aku tidak bisa meluangkan jadwalku karena sudah penuh.
Saat masih bekerja dengan dokter bertalenta sepertimu,
aku bisa meluangkan satu atau dua hari.
Namun, kali ini mustahil.
Profesor...
Sebaiknya kamu mencari dokter lain.
Tolong pertimbangkan sekali lagi.
Aku merasa bersalah, tapi mau bagaimana lagi?
- Profesor.../- Pergilah.
Kumohon.
Kumohon, Profesor.
Selamatkan ayahku.
Jika Profesor menyelamatkan ayahku,
akan kulakukan apa pun untuk membalas budi.
Jadi, kumohon...
Kenapa kamu melakukan ini, Eun Jae?
Kamu membuatku tampak seperti dokter jahat
yang sengaja menolak menjalankan operasi.
Kenapa Profesor melakukan ini?
Ingatlah saat Dokter Song membantu Profesor.
- Profesor tidak boleh begini./- Apa-apaan ini?
Profesor sengaja menolaknya.
Profesor hanya ingin membalas pengkhianatannya.
Dokter Kim, apa yang kamu lakukan?
- Hentikan./- Dokter Song.
Minta maaflah kepada Profesor Kim.
Tidak mau.
Maaf atas keributan ini.
Semua salahku.
Tapi tolong maafkan
Dokter Kim kali ini.
Dokter Song!
Dokter Song!
Kurasa aku belum menjadi pembimbing yang baik bagimu.
Kenapa kamu berkata begitu?
Aku mengajarimu seperti ini?
Dari siapa kamu belajar meragukan
sesama dokter?
Kamu pun akan melakukannya?
Kamu akan menolak menyelamatkan pasien
karena dendam dengan seseorang
walau punya cukup waktu?
- Tentu tidak./- Lalu kenapa menurutmu dia begitu?
- Karena.../- Ingatlah hal ini.
Profesor Kim bukan hanya pembimbing,
dia juga kolegamu.
Jika tidak memercayai kolegamu,
kamu tidak akan bisa mengoperasi dengan benar bersama mereka.
Jika itu terjadi, kamu tidak akan bisa menyelamatkan pasien.
Kamu paham maksudku?
- Ya, Dokter Song./- Baguslah.
Ayah, bangun. Ayah!
Maaf! Tolong kemari!
Ayah kenapa?
Kode Biru di ruang 112.
- Kakak!/- Ada apa, Woo Jae?
Ada yang salah dengan Ayah!
Woo Jae, tenanglah.
Kamu sudah memanggil dokter?
- Antar aku ke bandara. Cepat./- Baiklah.
Woo Jae, dengar baik-baik.
Kakak akan segera ke sana. Tenanglah.
Kendalikan dirimu, paham?
Aku mengerti. Cepatlah datang.
Ayah akan baik-baik saja. Hal buruk tidak akan terjadi.
Semua akan baik-baik saja.
Tentu tidak.
Tolong bergegas.
Ada yang sakit, ya?
Tolonglah.
Semua akan baik-baik saja.
Kita sudah dekat?
Nona.
Kurasa penerbangan terakhir sudah berangkat.
Apa?
Pak.
Bisa tolong
hentikan mobilnya?
"Rekam Medis"
Park Sung Ryeol.
"Park Sung Ryeol"
Ini terlalu larut?
Halo, ini klinik Pulau Haeshim.
Hai, maaf menghubungi larut malam.
Aku Dokter Kwak Hyun dari Rumah Sakit Kapal.
Halo.
Periksa gula darah Park Sung Ryeol pada saat perut kosong.
Aku sudah menghubungi sebelumnya.
Dia pasti akan lupa dan segera sarapan.
Aku tahu.
Jangan cemas. Akan kuperiksa besok pagi.
Baik, terima kasih.
Sampai jumpa.
"Song Eun Jae"
Halo?
Ini
- Song Eun Jae./- Hai.
Bicaralah. Ada apa?
Halo?
Dokter Song.
Kamu di mana? Kenapa suara mobil terdengar dekat?
Aku harus naik pesawat,
tapi tidak sempat.
Aku akan ke stasiun, tapi...
Kamu di mana?
Beri tahu lokasimu. Aku akan ke sana.
Tidak usah. Aku baik-baik saja.
Bisakah kamu menemui Woo Jae?
Mereka menyatakan Kode Biru untuk ayahku.
Adikku sendirian.
Itu alasannya.
Baiklah.
Aku akan ke sana.
Aku akan menemani Woo Jae.
Janganlah menangis
dan dengarkan aku.
Ayahmu
akan baik-baik saja.
Akan kulindungi dia dengan segenap tenagaku, jadi,
hati-hati dan sampailah kemari dengan selamat.
Jangan sampai tersesat.
Paham?
Ya.
Halo.
Ada pendarahan di selang dada, tapi kini dia sudah stabil.
Mereka akan melakukan tes besok pagi...
Jangan.
Dia tidak perlu dites.
Dia perlu menjalani operasi.
Kita harus membedahnya dan mencari penyebab pendarahannya.
- Jika tidak.../- Hentikan.
Cukup.
Jangan banyak berpikir untuk sekarang.
Aku akan menginap di sini malam ini.
Pulanglah ke asrama dan tidur. Jangan...
Tidak. Aku baik-baik saja.
Aku akan menungguinya.
Baiklah.
Pergilah ke asrama, lalu tidur saat Woo Jae bangun.
Untungnya, besok kamu libur.
- Aku.../- Tapi
terima kasih.
Karena memikirkanku
saat kamu membutuhkan bantuan.
Aku pulang.
"Rumah Sakit Geoje Jeil"
Pendarahan?
- Parahkah?/- Tes tidak akan berguna.
Sebelum dia mengalami renjatan hipovolemik,
kita harus membedahnya untuk mencari penyebabnya.
Kita harus mempercepat operasinya.
- Ya./- Apa jawaban Dokter Kim?
Dia banyak jadwal operasi dan tidak bisa meluangkan jadwalnya.
Benarkah itu alasannya?
Pasiennya terlalu banyak dan tidak bisa menerima satu lagi?
Tentu saja.
Jujurlah.
- Dendamnya kepadamu.../- Itu tidak benar.
Aku akan menjalankan operasi ayahku, Direktur.
Dokter Song.
Jika kita undur lagi, aku mungkin tidak punya kesempatan.
Tolong setujui.
Aku tidak boleh kehilangan ayahku
tanpa mengusahakan apa pun.
Baiklah.
Mari kita coba.
Terima kasih.
Lebih enak dengan susu.
- Cobalah./- Terima kasih.
Kamu sudah dengar?
- Dengar apa?/- Ayah Dokter Song.
Dia akan menjalankan operasinya sendiri.
- Apa?/- Apa katamu?
Dokter Song akan apa?
Menjalankan operasi ayahnya sendiri?
Ayahnya sakit apa?
Kenapa dia tidak mengabari kita?
Dokter Kwak.
Tatapan apa itu?
Kamu kesal dia membuka rahasia?
Aku tidak percaya Dokter Song diam saja,
tapi aku lebih kesal dengan kalian berdua.
Perawat Pyo.
Bukankah kita keluarga?
Kenapa kalian tidak memberi tahu saat ayah Dokter Song sakit
hingga membutuhkan operasi?
Cobalah mengerti.
Kalian tahu betul watak Dokter Song.
Aku tidak mengerti.
Aku tidak mau mengerti.
- Lepaskan aku./- Perawat Pyo.
Perawat Pyo.
Dia sungguh kesal kali ini. @ v k a t c h u
Bagaimana jika dia tidak mau menjadi rekanku?
Kenapa cemas? Ada aku.
Apa?
Diamlah. Ini bukan waktunya bergurau.
Kenapa kamu bodoh sekali?
Di sini.
Kamu akan menjalankan operasi penting.
Kenapa tidak menghubungiku?
Kamu tidak membutuhkan asisten?
- Perawat Pyo./- Maaf.
Kita bekerja bersama setiap hari, tapi aku tidak tahu apa pun.
Seharusnya aku bisa tahu walau kamu diam saja.
Benar, bukan?
Ada apa ini?
Tadi kamu pergi seakan-akan muak dengannya.
Kapan aku begitu?
Seharusnya kabari kami tentang hal seperti ini.
Kenapa kamu diam saja?
Saat ada yang sakit,
kabari orang-orang agar mereka bisa mencari obatnya.
Dokter Song.
Bersemangatlah.
Kami tidak bisa membantumu, tapi kami akan mendukung dari luar.
Tegarlah.
Semoga berhasil.
Terima kasih.
Ayo.
- Maaf, ya?/- Baiklah.
Kita harus membantu di saat seperti ini.
Ada urusan apa jauh-jauh kemari?
Aku ada urusan di Seoul, jadi, mampir kemari.
Kamu sempat untuk minum teh?
Tentu. Ikut aku.
Dokter Song akan menjalankan operasinya sendiri?
Dia tidak punya pilihan lain.
Kamu tidak keberatan?
Tidak keberatan dengan apa?
Kamu tidak keberatan jika Dokter Song menjalankan operasi
ayahnya sendiri?
Apa maksudmu?
Aku memberimu kesempatan.
Kesempatan menjadi dewasa.
- Dokter Kim./- Kamu berdiri di persimpangan.
Akankah kamu menjadi orang tua yang sok benar dan keras kepala?
Atau kamu akan menjadi orang yang bijak dan berbudi?
Ingin menjadi orang seperti apa seiring bertambahnya usiamu?
- Ada yang salah?/- Tidak.
Direktur Rumah Sakit Jeil datang karena Dokter Song?
Song Eun Jae akan menjalankan operasi ayahnya.
Kenapa kamu terkejut? Bukankah itu wajar baginya?
Tetap saja...
Profesor.
Bukan bermaksud lancang, tapi aku ingin menyampaikan sesuatu.
Kurasa Profesor harus membiarkannya menang kali ini.
Sebenci apa pun Profesor kepadanya, ini tidak pantas.
Profesor harus menjalankan operasinya.
Kamu juga berpikir begitu?
Aku menolak menjalankan operasi karena membenci Dokter Song?
Bukan begitu?
Bukan karena aku membencinya.
Bagaimana jika aku takut?
Akankah kamu berhenti menghormatiku?
Jangan berkata begitu.
Sudahkah kamu melihat rekam medis ayahnya?
Bukan hanya memerlukan lobektomi hati,
tapi juga prosedur Whipple. Ini sulit.
Sehebat apa pun, kemungkinan sukses kurang dari 30 persen.
Ada pemilihan untuk posisi direktur di rumah sakit.
Aku harus berhati-hati agar tidak tersingkir.
Aku tidak bisa mengambil risiko dan kehilangan pekerjaanku.
- Tapi.../- Dia Song Eun Jae.
Dia cukup pandai untuk melakukannya.
Dia bisa melakukannya.
Nama pasien Song Jae Joon. Umurnya 59 tahun.
Tumornya berawal di sistem empedu.
Saat ini, tumor telah menyebar hingga pankreas dan hati.
Untuk kondisi ini,
aku akan melakukan lobektomi hati dan prosedur Whipple
secara bersamaan.
Prakiraan waktu operasi adalah 12 jam.
"Song Jae Joon"
Minum ini.
Dari wajahmu, tampaknya kamu membutuhkan kafein.
Atau bagaimana jika kita keluar dan minum?
- Satu gelas bisa hilangkan lelah./- Minumlah dua.
Minumlah dua dan tidur di asrama.
Tidak usah.
Dengarkan aku.
Kakak harus istirahat cukup untuk operasinya.
Woo Jae benar.
Tolong antarkan kakakku ke asrama.
Eun Jae.
Ke arah sini.
Pasti tidak mudah.
Bagaimana bisa dia tersesat di rumah sakitnya sendiri?
Dia masih tahu jalan ke ruang operasi.
Kamu mencoba membelanya?
Besok pelaksanaannya.
Kamu cemas?
Tidak.
Aku tidak akan cemas.
Kamu selalu berani.
Kamu lupa aku seniormu?
Cara bicaramu tidak sopan.
Kamu ingat pertanyaanmu kepadaku?
"Kenapa kamu terus menghindariku?"
Kamu bertanya apakah karena kamu tidak bisa menyelamatkan ibuku.
Kamu berhak membenciku.
Jika menjadi dirimu, aku akan membenci diriku.
Aku walinya.
Dari sudut pandang wali...
Saat kehilangan anggota keluarga secara tiba-tiba,
kita terpaksa membenci seseorang.
Bahkan untuk dokter hebat sepertimu.
Aku membaca rekam medisnya.
Diagnosismu mendetail.
Dari sakit perut hingga sakit jantung,
kamu membuat diagnosis yang tidak terlihat jelas.
Yang terpenting,
kamu pasti menjelaskan dengan baik kepada ibuku.
Ibuku takut ke rumah sakitku karena diriku,
tapi dia mengerahkan keberaniannya untuk bertemu dokter.
Itu alasannya.
Itu alasanku menghindarimu.
Karena kamu dokter yang hebat. synced and ripped by anyHOW
Aku tidak ingin kalah
dari kolega yang hebat.
Jika terus menjadi kolega,
kita akan bekerja sama untuk waktu yang lama.
- Astaga./- Macet sekali.
Deretan bus yang panjang...
Karena Chuseok.
Andaikan ini dilaksanakan setelah Chuseok.
Maksud Ayah operasinya?
Ya.
Jadi,
ayah bisa menyiapkan
peringatan kematian untuk mendiang ibumu.
Ayah bisa melayatnya saat Ayah pulih setelah operasi.
Ibu pasti mengerti.
Ada apa?
Itu sudah cukup lama tidak terdengar...
Tidak apa-apa.
Anak-anak memainkan permainan tradisional dengan keluarga.
Kamu benar.
Mari lakukan itu.
Baik.
Pasien Song Jae Joon. Anda siap?
Kami akan memindahkan Anda ke ruang operasi.
- Permisi, Pak./- Ayo.
"Ruang Operasi"
Tolong tangani Ayah.
Mari.
Tegarlah, Ayah.
Sukses, ya?
Ini bukan apa-apa. Ayah bisa.
Ayah bisa. Ayo maju.
Ayo maju, Song Jae Joon.
Kakak pasti bisa.
Tegarlah.
Ayah takut?
Jika ayah mengaku tidak takut,
kamu akan percaya?
Ayah tidak perlu takut.
Aku...
Aku bisa.
Semua akan selesai saat Ayah bangun.
Jika...
Eun Jae, jika...
Jika...
Meski nanti ada yang salah,
itu bukan salahmu.
Itu bukan
salahmu.
Paham?
Kenapa kamu tidak menjawab?
Jawab ayah.
Sekarang juga.
Kamu terlihat hebat,
Putriku.
Ibumu
membesarkan
dirimu
dengan baik.
Ayo.
Tarik napas.
Ayahmu ada di meja operasi,
tapi anggaplah dia sebagai kadaver.
Itu tidak benar.
Jangan menganggap dia bukan manusia.
Dokter Kim.
Di sisi mana?
Sedang apa kamu di sini?
Menurutmu? Aku datang membantumu.
Ambil ini.
Aku tidak terlambat, bukan?
Kenapa kamu di sini?
Seharusnya kamu menghubungiku lebih awal.
Aku sedang menggoreng panekuk sayur saat dikabari,
jadi, kutinggalkan panekuknya dan segera kemari dari jauh.
Ayo, Dokter Song.
Cepatlah
sebelum ada yang menggantikanmu.
Astaga.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.