Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PEMBALASAN IBU
t
te
t er
t erj
t e r je
t e r jem
t e r j e ma
t e r j e mah
t e r j e m a ha
t e r j e m a han
t e r j e m a h a nm
t e r j e m a h a nma
t e r j e m a h a n m ah
t e r j e m a h a n m ahs
t e r j e m a h a n m a h su
t e r j e m a h a n m a h sun
t e r j e m a h a n m a h s u nm
t e r j e m a h a n m a h s u nma
t e r j e m a h a n m a h s u n m ax
t r a n s l a t e d b y m a h s u n m a x
Ayo pergi, jangan main dengan dia.
Ibu. / Mengapa main dengan dia?
Ayo pulang. / Ibu, biar aku main sebentar saja.
Doudou, ayo pulang.
Ayahmu akan membelikan robot Transformer, gimana?
Apa kau Kak Xiaoqiu?
Aku Ajun, pacarnya Xiaodong.
Kudengar dari Xiaodong, kau adalah teman sekelas di universitas, benar?
Ya, ya, ya. Xiaodong sering membicarakanmu.
Tentang masa kecil kakak adikmu.
Dia bilang kau saudara terbaik.
Kau selalu mengajak dia saat kau pergi main.
Xiaodong pulang lebih dari setengah bulan yang lalu.
Aku tak tahu kabar dia akhir-akhir ini. / Dia baik-baik saja.
Dia bilang ingin cari kerja di Yunnan dalam beberapa hari ini.
Mengapa? Apa kau bertengkar dengannya?
Tidak, tidak.
Kudengar belum lama ini ibunya meninggal.
Dan Xiaodong dipecat beberapa hari lalu.
Dia belum menemukan pekerjaan yang bagus.
Pada selang waktu itu,
Xiaodong tampaknya sakit.
Dia terasa demam.
Dan sering bermimpi buruk.
Dia tak bersemangat seperti sebelumnya.
Akhir-akhir ini rumah berantakan.
Kakak tertuaku kena serangan jantung beberapa hari lalu.
Dia dirawat di rumah sakit. Xiaodong dan aku yang merawat dia.
Aku tak terlalu memperhatikan itu.
Kak Xiaoqiu,
aku sudah disini selama beberapa hari.
Kudengar kabar saat aku baru tiba di Gucheng,
mereka bilang, ibunya kerasukan kucing hitam setelah dia meninggal.
Sebenarnya kakak laki-lakinya tidak kena serangan jantung.
Bagaimana bisa?
Jangan dengar omong kosong mereka.
Bisakah kau jelaskan ini?
Kau mungkin tidak tahu
Xiaodong belum lama ini dalam kondisi yang sangat menyedihkan.
Aku sungguh mengkhawatirkan dia.
Sejak ibuku meninggal
semua orang di kota ini menyebut kami 4 nama.
Xiaodong mungkin merasa tertekan.
Lalu apa yang terjadi dengan keluarganya?
Xiaodong dan aku punya seorang kakak laki-laki bernama Xiaochun.
Kakak perempuan kami bernama Xiaoxia.
Ayah kami meninggal lebih dulu.
Ibu kami yang membesarkan kami berempat
dengan menyulam sweater.
Saat Xiaodong berusia 18 tahun
Ibu menderita pendarahan otak dan menjadi lumpuh.
Dan tak sadarkan diri.
Kakak lelaki dan perempuan kami menikah lebih awal.
Mereka tak mau direpotkan oleh ibu.
Jadi ibu tinggal denganku.
Di bulan Januari tahun ini
Kakak ipar perempuanmu harus operasi pengangkatan ginjal di ibukota propinsi.
Jadi aku antar Ibu ke tempatnya Xiaochun.
Biar dia merawat ibu selama beberapa hari.
Tapi setelah aku pergi
Xiaochun menelpon Xiaoxia dan Xiaodong untuk datang ke rumahnya.
Pada saat itu Xiaodong jadi guru tari di ibukota propinsi.
Dia tinggal di asrama, jadi kondisinya kurang begitu baik.
Mbak dan mas
aku harus pergi ke sekolah sekarang.
Ibu, aku harus pergi sekarang.
Bawalah kue bola untuk makan malam.
Pulanglah lebih awal.
Aku tahu, bu.
Mas, tolong biarkan ibu tinggal di rumahmu selama beberapa hari?
Kau tahu kondisiku.
Seandainya aku punya uang.
Xiaochun bilang dia menderita penyakit jantung.
Dan bisnis toko merangkai lingkar-bunganya sepi.
Dia bilang Xiaoxia punya kedai teh dan menghasilkan banyak uang.
Dia yang akan merawat ibu.
Dia pergi saat Xiaoxia sedang menelpon.
Tapi Xiaoxia menganggap dirinya adalah putri yang sudah menikah.
Jadi bukan tugasnya untuk merawat ibu.
Dia pergi setelah kirim SMS ke Xiaochun.
Bu, ada urusan di kedai tehku
aku harus segera kembali. Mohon sementara tetaplah disini.
Aku sudah kirim SMS ke Xiaochun.
Dia yang akan menjemput ibu. Ah.
Xiaochun khawatir bila Xiaoxia mungkin akan menelpon dia.
Jadi Xiaochun mematikan telponnya.
Dia tidak menerima SMS itu.
Wanita tua itu di tinggal sendiri di tembok kota.
Beberapa orang bertanya.
Mereka menanyai wanita tua itu.
Tapi dia hanya menjawab
Anak dan putriku akan segera menjemputku.
Malam itu salju turun di Gucheng.
Dan wanita tua itu pendarahan otak lagi.
Dia meninggal.
Ini baru 2 hari yang lalu.
Xiaochun tiba-tiba terkejut.
Kata dokter itu serangan jantung.
Tapi orang-orang di kota mengatakan
wanita tua itu dirasuki oleh seekor kucing hitam.
Dan dia kembali untuk membalas dendam.
Yang pertama adalah Xiaochun.
Lalu kemudian Xiaoxia.
Kemudian aku.
Dan yang terakhir adalah Xiaodong.
Wanita tua berwajah kucing.
Ayah, Bibi sudah datang.
Aku tahu.
Bagaimana pengobatanmu?
Lancar saja. / Aku hanya punya satu ginjal
tapi kamu punya paru-paru.
Dimana kuncinya?
Kunci apa?
Ibu kita sudah tiada.
Toko rangkai-bunganya Xiaochun telah dibeli oleh ibu kita.
Dia punya 3 rumah.
Kau tinggali yang di sebelah timur dan yang barat di tinggali Xiaodong.
Tidakkah kamar-kamar ibu itu jadi milikku?
Tidak. / Mengapa?
Apa kau pernah merawatnya? Kau tak berhak memilikinya.
Aku adalah putrinya.
Jika dia tak punya putri sepertimu, mungkin dia masih hidup.
Diam kau!
Semua ini milik keluarga kita. Jangan berkata angkuh disini.
Hum, baik.
Biar aku mengatakan sesuatu.
Boleh aku ikut bicara, kak?
Berikan kunci padanya.
Ayo ambil.
Rumah ibu kita masih dihantui.
Kau boleh menempatinya jika kau berani.
Ah!
Dasar anak nakal! Kamu mau aku mati terkejut?
Mengapa kau kesini? / Aku merindukanmu, jadi aku kesini.
Ayo kita makan di tempatku.
Aku akan cari tempat untuk tinggal setelah itu.
Aku sudah ada tempatnya untuk tinggal tidak jauh dari sini.
Aku kesini untuk melukis gambar.
Dan ikut serta dalam perlombaan propinsi.
Ajun, aku ingin pergi ke Yunnan.
Aku akan cari kerja disana.
Apa kau mau ikut denganku?
Tentu, aku akan ikut kemanapun kamu pergi.
Terima kasih.
Xiaodong, aku telah tahu cerita tentang ibumu.
Semua itu bukan salahmu.
Lalu siapa yang harus disalahkan?
Maksudku bukan begitu. / Aku tak ingin membicarakan itu sekarang.
Ayo kemari, Doudou, waktunya makan.
Xiaodong kau kembali? Bagaimana keadaan kakak tertua?
Dia belum sadarkan diri.
Cucilah tanganmu, ayo kita makan / Baiklah. / Cepatlah.
Bibi, tolong ceritakan dongeng nanti setelah makan.
Baik, kamu pergilah dan lihat Paman Liang.
Jika belum makan, ajak dia untuk makan bersama kita.
Rasanya Paman Liang itu musuh kita.
Dia tak pernah menanggapiku.
Dari mana kamu mendapatkan ini? / Aku menemukannya di kamar nenek.
Kapan kamu kesana? / Siang ini.
Kenapa kamu menakut-nakutiku?
Kakak. / Xiaodong
apa Xiaoqiu telah memberitahumu? Kamar-kamar ibu kita ini milikku sekarang.
Aku akan tinggal disini selama beberapa hari. Nanti aku pergi setelah kusewakan semua.
Baik. / Apa?
Kau ingin menyewakan rumahnya ibu?
Sudahlah.
Kakak, duduk dan makanlah dulu.
Tak usahlah.
Aku takut nanti ditelan seseorang.
Kakak.
Aku menemukan ini. Kau menangis saat kehilangan ini 20 tahun lalu, benar 'kan?
Ambillah. Ibu bilang ini bisa mengusir roh jahat.
Xiaodong, apa barangmu masih disana?
Ah, mas dan mbak
dalam beberapa hari aku akan pergi ke Yunnan bersama Ajun.
Setelah sampai disana
aku akan menelpon kalian. Jika kalian rindu aku
kalian bisa kesana menemuiku.
Xiaodong.
Kematian ibu adalah kesalahan Xiaochun.
Dia mematikan telponnya dengan sengaja.
Kematian manusia tidak bisa dibatalkan.
Tak ada gunanya menyalahkan siapapun.
Doudou, kemarilah. Dongeng apa yang ingin kuceritakan hari ini?
mahsunmax
"KAMAR DISEWAKAN"
Doudou sudah tidur?
Dia baru saja tertidur.
Selamat malam.
Kamu sungguh memberikan rumah itu padanya?
Ibu kita telah meninggal.
Apa bisa ibu hidup kembali jika kita bertengkar berebut rumah?
Jangan berkata begitu.
Xiaoqiu, kau sudah datang. / Ya.
Cepat pulanglah. / Ah.
Xiaoqiu.
Kau akhir-akhir ini sibuk sekali. Jika kau banyak urusan keluarga
katakan saja padaku, aku akan menggantikan giliran kerja untukmu.
Aku tak ada masalah. Tak perlu khawatir.
Hati-hati di jalan. / Ya.
Ah!
Buka pintu, buka pintunya!
Buka pintu, buka pintunya!
Buka pintunya, cepat!
Buka pintu, buka pintunya!
Ada apa? / Ibuku ingin membunuhku...
Ibuku ingin membunuhku!
Dia menjadi monster wajah kucing. Dia ingin membunuhku!
Ah? / Muka kucing, ibuku menjadi monster bermuka kucing.
Ibuku ingin membunuhku! / Ibumu ingin membunuhmu?
Apa kau melihatnya dengan jelas?
Batang jarumnya, jarum rajutan, dia bawa jarum rajutan untuk membunuhku!
Dia datang. Dia datang!
Dia datang!
Ah! Jangan bunuh aku!
Ini aku, ini aku!
Hey / Ah..
Begini, yang kamu lihat malam ini itu tak ada.
Dia bawa jarum rajutan dan ingin membunuhku.
Itu bukan hantu.
Lalu siapa tadi itu? / Itu manusia.
Siapa? / Siapa lagi yang bisa begitu?
Xiaoqiu dan Xiaodong.
Mengapa?
Rumah itu.
Rumah tua itu akan dibongkar.
Sama saja menghabiskan banyak uang.
Mengapa Xiaodong kembali pada saat ini?
Mengapa dengan sengaja dia kehilangan pekerjaan pada saat ini?
Apa bisa Xiaoqiu memberikan rumah itu padamu dengan iklhlas?
Kita tak bisa bicarakan ini dengan mereka.
Apa yang harus kita lakukan? Pura-pura jadi hantu untuk menakut-nakutimu.
Tapi... / Tapi apa?
Akan kubantu jelaskan pada mereka besok pagi.
Paman Liang.
Mau jalan-jalan?
Apa dia mengantar anak itu ke sekolah?
Hey, pintunya terbuka.
Kakakku tidak disitu, kemana dia pergi? / Aku tak tahu.
Apa yang kamu lihat? Ayo pergi.
Tunggu sebentar. / Cepatlah.
Ada apa?
Apa pintu ini pernah ditutup? / Sudah bertahun-tahun pintunya terbuka.
Untuk menghubungkan depan dengan pintu belakang.
Mereka berbagi toilet yang sama jadi tak mungkin bisa ditutup.
Ayo.
Maksudku,
apa pintu ini ditutup? / Ya.
Kau tak perlu pedulikan hantu.
Siapapun tak bisa membukanya.
Xiaoqiu, Xiaoqiu.
Bangun, bangun Xiaoqiu! Xiaoqiu!
Hey, hey. Apa maumu?
Dia telah kerja semalaman.
Sana kau panggil Xiaodong.
Ah.
Bangun, bangun, bangun. / Sudah hentikan.
Dasar gila.
Pada tengah malam kemarin, ibuku menjadi bermuka kucing dan mendatangiku.
Kak, bagaimana kamu tahu kalau itu ibu?
Dia membawa jarum rajutan itu. Dia ingin membunuhku dengan itu.
Omong kosong!
Bagaimana mungkin ibu bangkit mendatangi kita? Tidakkah kamu tahu?
Bagaimana mungkin dia ingin membunuhmu? / Aku mengatakan yang sebenarnya.
Xiaodong.
Ah, berhenti.
Ding Mei, sana pergi lihat dia, cepat.
Kau ini berlebihan.
Apa maksudmu, kakak ipar? / Hantumu menakuti kakakmu tengah malam.
Kakak, aku sedang kerja malam.
Kalau begitu Xiaodong orangnya. / Xiaodong itu penakut.
Tak mungkin dia melakukan itu. / Atau Ding Mei, dia suka mengganggu.
Kita ini satu keluarga, kakak ipar.
Kau bisa pulang sewaktu-waktu walau kau sedang kerja malam.
Berapa umurnya Xiaodong? 20 tahun dan lagi masih muda.
Ding Mei baru saja lari dengan cepat.
Ah?
Atau...
Kau menyuruh orang lain untuk melakukan ini.
Pokok, kalian pelakunya.
Kau cuma ingin menakuti Xiaoxia.
Kau tak ingin memberikan rumah itu pada Xiaoxia 'kan?
Kak... / Hm?
Kau bilang dia bawa jarum rajutan 'kan?
Ya.
Tapi ibu meninggalkan semua barangnya terkunci dalam kotak. / Dimana kotak itu?
Ajun.
Bisakah kau kesini untuk memindahkan barang?
Baik.
Baik, da-dah.
Kakak, ibu memang biasa merajut sebelum dia meninggal
semua di dalam kotak ini.
Tidak ada.
Dimana jarum rajutan Ibu dan bola benangnya?
Jangan tinggal disini malam ini.
Lihat 'kan?
Kau telah serahkan sendiri, bukan?
Bukan hanya kakakmu yang akan tinggal disini malam ini.
Aku juga akan tinggal disini.
Aku tak percaya soal wanita tua bermuka kucing.
Kak Xiaoqiu.
Kenapa kau kesini? / Xiaodong butuh aku memindahkan barang.
Kak Xiaoqiu.
Apa benar tentang wanita tua berwajah kucing?
Seorang wanita tua meninggal di desa ini tahun 1924.
Setelah seekor berlari ke mayatnya
wanita tua berwajah kucing muncul di desa ini.
Dia hanya membalaskan dendamnya pada orang yang berbuat buruk padanya sebelum dia mati.
Terutama keturunannya yang tidak berbakti.
Ajun. / Ya.
Aku ingin bicara dengan Xiaodong.
Baiklah.
Kakak,
kau ingin mengatakan sesuatu?
Apa menurutmu
Ajun kurang baik?
Bukan. Ajun tak masalah.
Dia tampan dan baik padamu.
Aku ingin mengatakan...
Kakak.
Aku tahu yang kau pikirkan.
Jangan khawatir, setelah kami menetap disana
aku akan meneruskan untuk mengajar tari.
Ajun masih akan melukis.
Kami bisa urus diri sendiri.
Mungkin kakak-kakakku telah melihat sesuatu.
Menurutmu kabar itu benar?
Apa ibumu sungguh ingin membalas dengan berubah menjadi kucing hitam?
Itu mustahil.
Dia berharap kami baik-baik saja.
Lalu siapa sebenarnya itu?
Atau siapa yang menjadi sasarannya?
Sekarang sasarannya kami berempat.
Kakak tertuaku sepertinya sekarang jadi sasaran.
Aku tak akan biarkan Xiaoxia, atau Xiaodong mengalami masalah.
Ajun. / Ah?
Bantu aku ambilkan sesuatu.
Apa kau dengar suara tadi malam.
Tidak.
Ibumu memelukmu waktu tidur?
Ya.
Bagaimana kamu tahu saat kamu tertidur?
Apa yang kau bicarakan dengan anak itu?
Kita harus pergi sekarang.
Jangan nakal. Jika kau tak nakal,
ayah akan belikan robot Transformer. Ah? / Oh, tepati janji ayah.
Apa drama TV ini merarik?
Ya.
Jam berapa kamu tidur kemarin?
Sekitar jam 1 dini hari. / Apa kau tak mendengar sesuatu?
Apa? / Kakakku berteriak beberapa kali.
Tidak.
Dimana kunci "mobil"ku?
Baiklah.
Saat aku bantu berkemas Xiaodong di siang tadi, aku menaruhnya di kamarnya.
Aku akan mengambilnya. / Ah.
Jangan nonton TV terus.
Tidurlah lebih awal. / Aku baru punya hobi ini, biarkan saja.
Kakak ipar.
Tolong jaga kakakku malam ini.
Aku berangkat kerja sekarang.
Jangan khawatir.
Aku pergi sekarang. / Ya.
Sampai jumpa besok. / Sampai jumpa besok.
Sudah larut malam, kenapa kau belum tidur?
Baik, aku akan tidur.
Hey, hey.
Ini aku, aku, aku.
Ada apa? / Aku harus jawab "panggilan alam".
Pergilah sana. / Hum, hum.
Bangun! Cepat! Cepat!
Kamu sungguh merepotkan.
Ayo, ayo, ayo, cepatlah.
Tunggu aku. / Cepat, cepat!
Hati-hati jalannya.
Ada apa?
Tak ada apa-apa. Ayo cepat.
Hati-hati.
Hey, hey. / Ada apa?
Lihat disana.
Itu, itu, itu.
Tak ada apa-apa, ayo.
Hati-hati!
Baik, cepatlah.
Kau harus tunggu aku disini. / Baik, cepat pergi sana.
Ah! / Ada apa?
Disini, sini, ada disini.
Dimana?
Tak ada apa-apa.
Ah, ah!
Disini. disini, disini! Ah!
Tak ada apa-apa.
Ah! Disana, disana!
Ada disana! / Dimana?
Menuju halaman.
Terangi dengan senter. / Ini aku senter.
Ah!
Tak ada apa-apa.
Ah! Disana, disana!
Ayo keluar! / Tunggu aku!
Dimana kau melihatnya? / Naik, naik tangga.
Tak ada apa-apa.
Ah!
Lalu kemudian? / Kemudian, menghilang.
Paham. Selain itu...
Apa?
Kakakmu, ngompol di celana.
Baiklah! Apa memang itu lucu?
Ya lucu, sangat lucu.
Kak Xiaoqiu.
Mbak. / Hey.
Mbak, eh, Xiaodong ketinggalan sesuatu.
Jadi aku bantu mengambilkannya. / Baiklah.
Kak, bisakah itu direkam?
Kurasa bisa. Penampakannya lewat di depan jendela setidaknya sekali.
Kakak ipar,
tolong jaga kakakku.
Aku berangkat kerja sekarang. / Jangan khawatir.
Ini kamera yang kupasang.
Gambarnya dari kamarnya Xiaodong.
Majukan lebih cepat.
Kakakku telah tidur.
Majukan ke jam 2:30.
Kakak, ini di jam 2:30?
Kurasa begitu. / Atau coba kita lihat lagi.
Kenapa berhenti? / Kenapa tak ada gambarnya?
Ini tak mungkin. / Mundurkan, aku ingin lihat lagi.
Siapa yang telah menyentuh kameranya?
Itu jarum rajutan.
Ajun, bawa pergi Xiaodong sekarang. Sekarang!
Kemana? / Kemanapun selain disini.
Beli tiket sekarang dan pergilah sejauh mungkin, dan jangan pernah kembali.
Jangan pernah kembali? Kakak, aku belum bicara dengan Xiaodong.
Apa kau ingin bersama Xiaodong selama sisa hidupmu?
Kakak.
Kenapa kau kemari? / Xiaodong.
Ajun telah mengatakan
kau akan pergi malam ini. Jadi kuingin mengucapkan selamat tinggal.
Pergi malam ini?
Kenapa kau tak memberitahuku sebelumnya?
Aku ingin memberimu kejutan.
Apa kau pernah bilang pada orang lain tentang rekaman itu?
Tidak, tak memberitahu siapapun, bahkan Xiaodong sekalipun.
Hanya kita berdua yang tahu ini 'kan?
Ya, aku merasa aneh.
Siapa sebenarnya yang mematikan kameranya?
Tak penting siapa itu, sasaran dia ke kakak perempuanku.
Tolong jagalah Xiaodong. / Bagaimana dengan kakakmu?
Aku juga tak tahu. Tapi kau harus melindungi Xiaodong.
Sekarang pergilah beli tiket, cepat.
mahsunmax
Kakak.
Kakak ipar.
Apa kau mendengar sesuatu tengah malam kemarin?
Kak, Ding Mei bilang
malam ini kau tak boleh tinggal di rumah tua itu lagi.
Ya, kau benar.
Kau tak boleh pergi ke rumah tua itu lagi.
Aku saja yang pergi, aku pria yang tangguh.
Bukankah kau lihat hantu lari saat melihatku?
Kakak ipar, bagaimana dengan kakakku jika kau pergi ke rumah tua itu?
Maksudmu hantu itu bisa mengejar dia kesini?
Apapun itu, kakakku menjadi sasarannya.
Sasarannya adalah rumah itu.
Jika tidak, dia sudah lama akan kesini.
Aku akan tinggal di rumah tua itu.
Yongqiang. / Tak ada masalah.
Akan kusuruh Xiaolong menemanimu di rumah.
Bukankah Xiaolong di sekolah?
Dan Xiao Long masih berumur 16 tahun. / Xiao Long pasti sekarang pulang naik bis.
Hey, Xiaoqiu.
Hum.
Paman Liang tinggal di rumah depan. Dia sekarang masih tinggal sendirian.
Anaknya pekerja migran. Dan belum pernah pulang bertahun-tahun.
Tidak, mengapa dia tak menghiraukan saat dia lewat di depan kita?
Sejak ibu meninggal
dia tak pernah bicara dengan kita lagi.
Sebenarnya bukan hanya Paman Liang saja,
tapi juga orang-orang di kota ini menggunjing di belakang kita.
Baiklah, sampai ketemu nanti malam.
Halo, Ajun. / Kak, aku sudah beli tiketnya.
Jam berapa kau pergi malam ini? / Jam 07:50 besok pagi.
Bukankah sudah kubilang kau pergilah malam ini?
Tak ada tiket untuk malam ini, kak.
Kami hanya bisa berangkat besok.
Tunggu aku, kutemui kau sekarang.
Halo, Ajun. / Halo, kak.
Ayahnya temanku meninggal.
Aku harus menghibur dia. Jadi aku tak bisa menjaga Xiaodong.
Tolong kau harus jaga dia.
Jangan khawatir, kak. Jika aku bersamanya, dia akan baik-baik saja.
Jam 6 besok pagi, kutemui kau tepat waktu.
Untuk melihat kalian berangkat. / Baik, aku mengerti.
Xiaoqiu, kenapa kau datang siang hari?
Aku mau ambil sesuatu.
Sudah selesai.
Aku pulang dulu ada urusan, sampai jumpa. / Wah.
Tidurlah lebih awal.
Aku biasanya nonton film dulu sebelum tidur.
Agar tertidur dengan suara TV.
Diluar berkabut. / Oh, apa kakakku kesini?
Entahlah.
Xiaoqiu.
Aku agak takut.
Jangan takut. Kau harus kunci pintu dan jendela.
Sekarang "hantu" itu mengarah ke kami berempat.
Baiklah.
Siapa itu? / Ini aku, adik iparmu.
Aku ada tamu disini.
Adik iparku.
Baiklah, dah.
Ada apa, Xiaoqiu?
Apa kau yang memasang fotonya ibu?
Ya.
Bukankah kakakmu yang memasangnya. Apa bisa foto itu memanjat sendiri di tembok?
Aku ingin mencobanya. / Kau ingin menangkap hantu itu?
Ya.
Maka aku akan kerjasama denganmu untuk beraksi, bagaimana? / Beraksi?
Aku masuk ke rumah ini, kemudian setelah aku keluar
akan bicara dengan keras
pura-pura kakakku masih di dalam rumah ini. / Kau ingin memancing hantu itu ke tempatku?
Bukankah kau ingin menangkap hantu itu?
Aku akan berangkat kerja sekarang. / Baiklah.
Kakak ipar, ingatlah untuk menjaga kakakku!
Ingatkan dia minum air putih lebih banyak. / Jangan khawatir.
Paman Liang.
Kabutnya tebal sekali. Aku khawatir rumah ini tidak aman.
Jika kau mendengar suara apapun malam ini
mohon jangan keluar.
Kakak.
Siapa itu?
Kakak.
Kakak.
Ajaklah Xiaolong, ayo kita pergi bersama.
Kemana?
Ke kuil tua.
Mengapa? / Aku tak bisa membiarkanmu mendapatkan masalah lagi malam ini.
Kakak tertua kita sudah seperti itu.
Aku tak akan bisa biarkan apapun terjadi terhadap dirimu dan Xiaodong.
Jarum rajutan itu
kau sangat tahu siapa yang menginginkan jarum itu, benar 'kan?
Jika "dia" datang ke rumah tua dan mengetahui bila kau tidak ada disana
pasti "dia" kesini untuk mencarimu.
Xiaolong akan melindungiku.
Xiao Long umurnya baru 16 tahun.
Apa bisa dia melindungimu?
Jika aku tinggal di kuil tua, kemana kau akan tinggal?
Salah satu teman sekolahku telah kesini dari tempat lain.
Dia mengajakku untuk menginap di hotel.
Kau boleh tinggal dalam ruang kerjaku.
Dan biarkan Xaiolong tinggal dalam kantor tiket di sebrang jalan.
Jadi tak ada yang tahu bila kau tinggal di dalam kuil tua.
Xiaoqiu? / Maaf, maaf, aku terlambat.
Xiaoqiu, kenapa kau terlambat?
Aku harus selesaikan urusan di rumah.
Istriku telah menyuruhku pulang beberapa kali.
Aku akan mentraktirmu. / Kau tak perlu lakukan itu.
Hati-hati di jalan. / Hey.
Diluar berkabut, hati-hatilah. / Hey, baik, baik, hey.
Hey, tutup pintunya. / Ya.
Baik, baik. Ya.
Terima kasih. / Bagus.
Kabutnya tebal, berhati-hatilah. / Ya.
Kau bisa parkir sepedanya disini.
Xiaolong, ini kuncinya.
Jika kau belum kembali sampai besok pagi kau ajaklah pulang ibumu, paham?
Baiklah. / Bagus.
Cepat pergilah tidur.
Kakak.
Kemari, ikuti aku, ikuti aku.
Sebelah sini.
Kakak.
Hotelnya tidak jauh dari sini. Jika butuh bantuan
telponlah aku kapanpun. Aku akan segera kesini.
Bagaimana? / Baiklah.
Selain itu, kau berada dalam kuil.
Jangan ikuti yang dibilang kakak ipar.
Kau mencurigai kakak iparmu?
Tahun lalu, dia ingin menceraikanmu.
Gara-gara wanita lain, tapi dia tidak berhasil.
Apa kau tak ingat?
Tapi dia tak akan sejauh itu... dengan membunuhku dengan cara begitu.
Bagaimana jika "itu" adalah wanita itu?
Baiklah, kak. Besok pagi kita bicarakan lagi.
Aku harus pergi sekarang.
Xiaoqiu.
Aku juga bertanggung jawab atas kematian ibu.
Setelah aku mati, aku akan bersujud padanya untuk meminta maaf.
Xiaolong.
Jangan tidur lelap. Awasi ibumu.
Baik, aku tahu Paman.
Selain itu, ibumu ingin aku memberitahumu.
Jangan katakan pada ayahmu bila kalian ada disini. Agar dia tidak khawatir.
Baiklah.
Tidurlah lebih awal.
Hai, kakak. / Hai Xiaodong, apa kau sudah berkemas?
Hampir selesai, tinggal sedikit lagi.
Jam 6 besok pagi, aku akan kesini untuk melihatmu berangkat tepat waktu.
Baiklah. / Berikan telponnya pada Ajun.
Baiklah. Ajun.
Ini dari kakakku.
Baik.
Halo, kak. / Ajun.
Sebisa mungkin temani terus Xiaodong malam ini.
Pastikan selalu dia aman.
Jangan khawatir kak.
Sampai jumpa besok.
Ini sudah larut malam.
Kamu boleh pulang dulu.
Aku akan pulang setelah bantu berkemas untukmu.
Baiklah.
Xiaoyu.
Apa kau merindukanku?
Halo? / Kakak! Apa kau tak apa-apa?
Jangan keluar, ini berbahaya!
Apa? / Wanita tua bermuka kucing itu
dia tahu kau berada di kuil tua.
Aku akan segera kesana sekarang! Kau jangan kemana-mana.
Xiaolong!
Xiaolong, bangun!
Xiaolong, kau tak apa-apa?
Xiaolong!
Xiaolong, Xiaolong!
Xiaolong!
Halo? Dimana kamu?
Ah? / Pergilah tidur.
Sekarang ulang tahun salah satu kakak tertuaku. Aku akan segera kembali.
Kapan kau perginya?
Bisa-bisanya kau lakukan ini? Apa kau tak khawatir ibumu mau mati?
Bisa-bisanya kau lakukan ini terhadap ibumu? / Jangan salahkan aku.
Bagaimana kau perlakukan nenekku?
Ah!
Ah!
Ah!
Ah!
Ah!
Kakak!
Kakak!
Kakak.
Itu sungguh ibu kita.
Ibu.
Benarkah itu kau?
Aku sungguh menyesal.
Kau bisa membunuhku
jika itu maumu.
Kumohon jangan bunuh Xiaodong.
Dia masih muda.
Dan dia lemah.
Kakak.
Apa ibu kita benar-benar mati?
Xiaodong berbeda dari sebelumnya.
Aku belajar darimu
untuk menempatkan kamera di kamarnya.
Aku bangun sekitar jam 4 pagi dan aku memeriksa dia.
Tapi dia tidak ada di kamarnya.
Jadi aku segera menelponmu.
Tapi sudah terlambat.
Hanya saat aku periksa videonya
Aku baru tahu Xiaodong menderita serius
penyakit Schizophrenia. (kelainan mental)
Aku yang disalahkan.
Dimana Xiaodong?
Ada sebuah kotak.
Dia selalu menguncinya.
Dia mungkin telah pergi membawa kotak itu.
Xiaoxia, sekarang giliranmu.
Kakak,
Xiaodong
Apakah Xiaodong akan sembuh?
Ini ditinggalkan oleh Xiaodong.
Ibu, jangan khawatir.
Kakak tertuaku sudah sadarkan diri.
Dan luka kakak perempuanku tidak parah.
Xiaodong
Xiaodong bilang ingin makan kue bola buatanmu.
Bagaimana caramu membuatnya?
Akan kusuruh Ding Mei membuat kue bola.
Dia tak pernah bisa membuat kue bola seenak buatanmu.
Ibu.
Ibu tidak mengajarkan kami membuatnya.
Mengapa ibu pergi begitu cepat?
Semua ini salahku.
Seandainya aku bisa telpon sekali lagi
ibu tak akan pergi seperti ini.
Xiaoqiu, jangan biarkan ibu lakukan ini.
Ibu tak perlu begini. Ibu tak perlu begini.
Xiaodong, cepatlah. Ambilkan sumpit. / Ya sebentar.
Jangan lakukan apapun.
Jangan lakukan apapun.
Xiaoxia, Xiaochun
hentikan yang kalian lakukan aku harus makan. / Kak, cepat kesini.
Cepatlah, nanti ini dingin. / Ayo kak.
Baik, baik. / Ayo makan bersama, cepat.
Aku datang, aku datang. / Kak, kami menunggumu.
Cepat, cepat.
Ayo bu, akan kuambilkan. Kuambilkan bawah putih ya?
Cuka juga, kita tak punya anggur. / Baik, baik.
Makanlah semua yang kuambilkan.
Makan kue bola dulu. Gimana? Bu, makanlah sayur.
Baiklah, aku akan makan semuanya. Aku akan makan semuanya.
Cepat. / Baik.
Ibu,
maukah ibu hidup 100 tahun?
Menikmati hidup sehat. Kebahagiaan sebesar Laut Timur.
Hiduplah lama seperti gunung selatan.
mahsunmax, 13 Mei 2016 subscene.com/u/910430
NO RESYNC | NO RE-UPLOAD | NO DELETE CREDIT
there's no the best sub but only the perfect viewer
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.