Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
GRAND BRILLIANCE
INFINITUS
UTK = UNIT TINDAKHAS (PASUKAN KHUSUS)
terjemahan broth3rmax
Hey Judo, kakak perempuanmu pintar ya? Bahasa Inggrisnya bagus juga!
Kita berdua memang pintar. Apa maumu?
Tak ada, aku SMS dia kemarin. Dia membalas pakai bahasa Inggris.
KAPAL KERUK TANJUNG TUALANG BATU GAJAH
Lain kali kalau pelajaran bahasa Inggris jangan bolos di sekolah.
Eh! Istrimu juga SMS aku kemarin.
Huh? Dia SMS kamu? Dia bilang apa?
Tak ada... dia suruh mengingatkanmu besok ulang tahun putramu.
Oh syukurlah! Hey, kalian harus datang!
Jika kakaknya Judo datang, aku juga datang!
Ayahku juga pasti datang.
Sudahlah, semuanya siaga.
Baik, Judo!
MARKAS PUSAT UTK, BUKIT AMAN
Fatcon 1 lapor, Markas, Masuk.
Baik Falcon sayang, laporkan sayang?
Kontak-lens ini sungguh tak nyaman, sayang.
Apa? Lensanya tak cocok denganmu sayang?
Lensa bodoh! Lensa tak berguna! Tak apa!
Akan kubuatkan kontak-lens yang lebih bagus, jangan khawatir.
HD lens! Akan kubuatkan yang 379 megapiksel. Untuk dirimu sayang!
Hey, jika kamu ingin pacaran di rumah paman saja, jangan disini!
Lapor Falcon 1, Virus Ultra dan penawarnya sudah siap.
Falcon 2 di lab, mencatat bukti.
Apa Davron datang? Itu yang ingin kita tahu.
P.F.O akan menunjukkan demo sebelum dia tiba.
Tapi sementara itu, kusarankan kalian menutup mata dulu.
Naudzubillah!
Sierra 1, terlihat 4 orang bergerak di area.
Baik, Sierra 1.
Sierra 4, 2 kendaraan mendekat dari Zona Kuning.
Dragon 1, dimengerti.
Dragon 1, siap bergerak.
Sierra 1, Markas. 8 orang masuk ke Zona Biru, 2 orang berada di Zona Merah.
Sierra 1, Dragon 1, target terlihat, di Zona Merah, 100 meter. Sekian.
Dragon 1, dimengerti.
Memastikan target.
Baik, Komandan. Markas pada Falcon 1, target mendekat, ganti.
Baik, Markas.
Sierra 1, Dragon 1, 2 orang mendekati Zona Kuning, ganti.
Baik Tn. Davron, malam ini aku akan mendemonstrasikan Virus Ultra
dan akan kugunakan 50 cc dalam bentuk cair.
Tn. Davron, sesuai permintaanmu, virus bisa diaktifkan sesuai perintah
dan remote ini akan mengatur frekuensi yang bisa mengaktifkan DNA Virus Ultra.
Sebelum pengaktifan korban tak tahu bila dia adalah pembawa virus.
Tapi setelah kita aktifkan, korban hanya bisa bertahan 30 menit.
Komandan! Bagaimana perkembangannya? / Datuk Seri.
P.F.O. berencana menjualnya. Pembelinya akan memakainya sebagai senjata biologi.
Kau? Tunjukkan kemampuan benda ini! Cepat!
Cepat!
Dragon 1, serang!
Dragon 1 , Sierra 1 , Sierra 3, bersihkan Zona Hijau dan Kuning. Sekarang!
Dragon 1, Dragon 2, bergerak.
Baik, Dragon 1.
Sierra 1, Dragon 1, Zona Hijau dibersihkan.
Diterima, Sierra 2.
Tn. Davron, kami hanya membuat 100cc Virus Ultra dan penawarnya untuk demonstrasi ini.
Virus Ultra dan penawarnya.
Apa gunanya menyebar virus jika kau tak bisa menjual penawarnya, ya 'kan?
Dragon 1, 5 meter, Jam 9.
Siapa pimpinan penyerangan Dragon 1?
Jay, Datuk Seri. Lebih dari 53 misi sebagai pimpinan penyerangan.
100% tingkat keberhasilan di tiap operasi. Dia tak pernah gagal.
Itu belum seberapa, Pak.
Dia belum memulai menunjukkan kemampuannya. Masih banyak yang bisa dia lakukan.
Virus, bagus. Ambil ini.
Minggir! Kamu, kemari!
Saatnya menguji virusmu.
Dragon 1, musuh terlihat arah jam 11.
Falcon 1! Tugasmu hanya memastikan target! Bukan menangkapnya!
Aku harus bagaimana, Chief? Tak melakukan apa-apa?
Komandan, kita harus hentikan Falcon 1!
Aku tahu yang kulakukan, buang itu!
Lepaskan dia!
Falcon 1, kau tak dilatih untuk situasi seperti ini.
Negatif! Aku sudah membidik target!
Sayang.
Jangan biarkan mereka lolos!
Siapa yang terdekat dengan Falcon 1?
Dragon 1 , Dragon 2, 50 meter dari lab, Komandan!
Dragon 1, tangkap target. Dragon 2, bantu Falcon 1 dan Falcon 2!
Ahtong tertembak! Ahtong tertembak! Bawa dia pergi.
Falcon 1, Falcon 2, laporkan, cepat.
Falcon 1 terluka, Falcon 1 terluka, kirim bantuan!
Dragon 1, ikuti perintah!
Judo, ikuti perintah!
Ngeatif. Dia adalah kakakku!
Dragon 2, lapor! Falcon 1, selamat?
Negatif, negatif, sedang diserang.
Skodeng, tunjukkan posisi musuh.
Judo, 3 musuh di depan.
Arah jam 12, 1, 3.
Judo, 5 meter dari arah Utara.
Jangan tembak! Kita butuh Davron hidup-hidup! Kuulangi, tangkap Davron!
Jangan bertindak!
Berlutut!
Berlutut!
Dian, kau tak apa-apa?
Jay...
Sampai ketemu nanti malam, Hey bodoh jangan telat!
D.
Tak ada apa-apa. / Dasar konyol!
Ayah menyayangimu D. Harusnya tak perlu kau pikirkan.
Ya, sudahlah! Chief cuma menyayangimu!
Tapi kau masih menyayangiku 'kan?
D?
Kau tak sadarkan diri selama seminggu. Kukira kau mati.
Apa kau tak ingat?
Markas memerintahkan kita menangkap Davron.
Mana Dian?
Jiman, mana Dian?
Kukira kau tahu. Kau yang terakhir melihat dia.
Kau ini bicara apa?
Kami tak menemukan Dia.
Kami berhasil menangkap Davron dan mendapatkan Virus Ultra tapi tak menemukan Dian!
Apa kau sudah cari dengan seksama! Dia tak bisa menghilang begitu saja.
Kau tahu yang kakakmu lakukan? Dia membahayakan seluruh operasi kita.
Tempat itu luas, kalian belum mencari secara keseluruhan.
Kemarin mereka temukan beberapa mayat.
Kau tak pernah tahu, mungkin saja salah satunya kakakmu.
Dian masih hidup! Carilah dia! Jangan berhenti sampai kau menemukannya, Jiman!
6 BULAN KEMUDIAN
Jangan arogan begitu!
Apa maksudmu arogan? Shah dan aku? Aku tak takut padanya!
Aku pernah memukulinya pakai ulekan sambel! Apa?
Kenapa orang itu?
Jay, ayo kita makan mie.
Hey! Ayo makanlah sendiri. Tadi kamu tampak galak.
Beri waktu aku 3 tahun dan aku akan jadi komandan selanjutnya. Tunggu saja.
Badang? Bagi dong?
Jika orangtuamu masih hidup, mereka pasti bangga padamu.
Minggir! Minggir! Akan kutembak kalau tak ada yang minggir!
Kamu! Aku kenal kamu! Ayo! Kamu! Ayo! Dan...
Ayo semuanya! Waktunya foto!
D! Kemarilah!
Sini, berdiri disampingku.
Sini, mari mulai.
Ayo D, senyum!
Satu, dua, tiga.
Bangga denganmu, bodoh!
Bangga denganmu, bodoh!
Kenapa tak telpon saja?
Dian masih hidup.
Setelah lab itu meledak, Dian ditangkap oleh P.F.O.
Dan kau baru beritahu sekarang?
Satu persatu personil yang terlibat dalam misi juga terbunuh atau menghilang.
P.F.O minta kita menyerahkan virus Ultra itu sebelum mereka bebaskan Dian.
Tapi markas tak setuju.
Kenapa tidak?
Markas berkeputusan untuk tidak bernegosiasi.
Jadi kita biarkan saja dia di sana?
Aku berusaha menyelamatkan dia. Tapi aku gagal.
Sekarang P.F.O mengancam akan mengebom area publik
dan bom akan diledakkan dalam 1 jam jika kita tak menyerahkan Virus Ultra.
Mereka memintamu untuk mengantarkan virus itu sendiri.
Kami yakin kalau mereka tahu kamu adiknya dian.
Jadi apa perintah untukku sekarang, Chief?
Sniper, pengintai Dragon 2, pengintai dan sniper disini.
Yang lain bersiaga di sekitar perimeter gedung.
Dragon 1 akan menuju ke pintu Utara dan masuk sendiri.
Pasukan lainnya pastikan Dragon 1 keluar lokasi dengan membawa virus Ultra.
Juga, jangan lupa Dian!
Hari ini akan kita bawa kembali dia.
Akan kudukung sampai kau menemukannya! Jangan risau, Jay.
Aku tak setuju kau yang membawa virus itu.
Jiman, kau pikir aku kesini mau minta ijinmu?
Sangat membosankan bila tak ada kau Jay.
Aku mulai bicara dengan kucingku selama 3 hari 2 malam.
Lain kali, jangan begini, paham? Cobalah mengerti.
Jangan sentuh.
Eddie!
Kau tak apa-apa, Jay?
Baik, kau tak apa-apa, Eddie?
Aku tak apa-apa.
Tak ikut?
Tidak, aku harus ke Central Complex. Markas memintaku pimpin tim penyerbu untuk Cat 1.
Baik, hati-hatilah. Aku pergi dulu.
Jay, bawa kembali dia.
Tentu.
Berita Terkini: polisi telah mengkonfirmasi sebuah ancaman bom di Kuala Lumpur.
Semua pihak terkait akan memeriksa area kota terutama di area padat penduduk.
Dan polisi menghimbau masyarakat agar berhati-hati bila keluar di area ini.
Kita lihat saja siapa yang kena!
Diam!
Tim, status?
Cat 1, Markas. 3 Unit K-9 berjaga di 3 area berbahaya.
Cat 1 di Central Complex mengikuti petunjuk.
Baik, Cat 1.
Sierra 1, Markas. Musuh tak terlihat.
Baik, Sierra 1 .
Dragon 2, standby 2.
Baik, Dragon 2.
Sierra 1, Markas. Judo memasuki area.
Baik, Sierra 1 .
Cat 2, Markas. Bukit Bintang aman. Ada 40 blokade di jalan utama menuju Kuala Lumpur.
Diterima, regu bom bersiaga.
Dragon 2, bersiaga.
Diterima.
Markas, Judo. Menuju lantai atas selatan, ganti.
Baik, Markas.
Sierra 1, Dragon 1. Musuh tak terlihat.
Judo, berhati-hatilah.
Dragon 1, bersiaga.
AREA INDUSTRI, KLANG
Dragon 1, di area masih tak terlihat musuh, lanjut ke Zona Hijau.
Skodeng, kusembunyikan virus di Zona Merah.
Baik, Dragon 1.
Judo pada Markas, area aman.
Ada tangga 20 meter di depanku.
Terus ke Zona Hijau dan siap bertindak.
Ada apa ini?
Black, periksa komunikasi.
Dragon 1, masuk.
Sierra 1 , Markas.
Kuulang, Dragon 1, masuk.
D?
D!
D!
Jay
Jay...
Tolong beritahu kami, di mana Virus Ultra itu?
Ada apa, Skodeng?
Sierra 1, masuk!
Kenapa sinyal kita?
Entah, Jiman. Kau lihat sendiri, sinyal tak ada.
Kita tak ada sinyal untuk interkom, internet, GPS. Tak sinyal sama sekali.
Black, kabari statusmu, sekarang!
Kutanya baik-baik, Jay. Dimana Virus Ultra itu?
Cari saja sendiri!
Mereka masih mencari bom itu, pak.
Baik.
Jay Zulkarnain.
Pimpinan pasukan.
Nama Panggilan.
Judo.
Dragon 1.
Dragon 2, bersiap.
8 tahun.
Sebagai Kesatuan Operasi Khusus.
53 misi, tak pernah gagal.
Lalu sekarang kenapa kau berlutut, Jay?
Nama panggilan, Andra.
Regu? Jay tak tahu.
Misi? Jay tak tahu.
Berdiri.
Berlutut.
Dalam Negeri.
Internasional.
Di depan mataku, D.
Bagaimana mungkin kau masih hidup?
Dragon 1.
Dragon 2.
Dua Dragon kurang bagiku, Jay.
Apa suka orang terus mencampuri keinginanmu?
Kurasa tidak 'kan?
Virus?
Jangan berikan padanya, Jay.
Sangat gampang kalau kita tembak dia, Andra.
Kita lihat saja seberapa jauh dia tahan bila kakaknya disiksa.
1 musuh, arah jam 1. / Diterima.
Tunggu perintah Markas.
Kami sudah dapatkan virusnya, Jay.
Periksa virus itu.
Positif?
Positif.
Dragon 2
akan sampai dalam 2 menit.
Dragon 2 akan menangkap siapa, Jay?
Cari. Cari.
Bagus!
Nyonya!
Cat 1 pada Markas, Cat 1 pada Markas
Markas pada Cat 1, Ketua Regu, mohon lapor.
Lokasi bom telah ditemukan. Lokasi bom telah ditemukan.
Beritahu Jay, jangan serahkan virusnya!
Bagaimana caraku memberitahu dia? Apa harus kupakai bom untuk beritahu dia?
Atau kita berfoto selfie dan kirim padanya?
Hari ini bukanlah harimu, Jay.
D!
Jay!
Dragon 2, masuk.
D!
Dragon 1, kuulang, masuk.
Dragon 2, masuk.
Ya Allah!
Sudah kuduga!
Black, bagaimana statusnya!
Jay, jika bukan karena dirimu, aku tak akan lulus pelatihan itu.
Jangan bilang begitu, kita bangun sama-sama atau kita jatuh sama-sama.
Ingat, kita adalah 1 tim.
broth3rmax
Jangan bergerak!
Berlutut!
6 tewas, tapi kami tak menemukan sidik jari sama sekali.
Teruskan pencarian.
Kau tahu kenapa kau ada disini?
Kau adalah tersangka utama kami. Satu-satunya yang masih hidup.
Aku memang ingin tahu apa yang terjadi. Namun kau tak bisa dipercaya.
Kami temukan ini di mobilmu tapi tak ada sidik jari.
Alat ini tadi mengacak sinyal kita.
Forensik menemukannya.
Jadi?
Jadi?
Aku mengerti bagaimana perasaanmu.
Timmu terbunuh. Kau tak berhasil menyelamatkan Dian.
P.F.O bisa merebut virusnya lagi.
Kau akan ngomong apa pada Markas? / Entah mau bicara apa pada Markas.
Apa kau tahu siapa dibalik P.F.O.?
Virus... / Ya! Virus itu.
Ya, sekarang sudah kau sebutkan, aku jadi ingat.
Kau tahu soal bom yang mereka pasang?
Kami telah menemukannya.
Jadi sebenarnya
seharusnya kau usah serahkan virus itu pada mereka.
Tapi kita bisa apa, sudah terlanjur.
Kau ingin menyelamatkan Dian?
Bawa ini.
Ambillah.
Eh! Kenapa harus kuberikan ini padamu?
Jika kuberikan ini padamu, kau nanti akan memberikannya pada P.F.O.
Sudah kukatakan Markas agar kau tak usah membawa virus itu.
Tapi semua orang percaya padamu.
Semua orang selalu percaya padamu.
Kau ingin Dian mati, Jiman?
Itu bukan masalahku.
Ayahmu adalah Komandan 'kan?
Kau tahu sendirilah.
Bawa judo kembali ke Markas untuk diintrogasi.
Lewati Jalan Pudu. Kita telah bersihkan jalur menuju Bukit Aman.
Baik.
Keluar!
Komandan, kita tak menemukan Jay.
Duduklah.
Kita sudah lakukan semua upaya untuk menemukan dia!
Jay bukan tersangka.
Lalu kenapa dia lari? / Apa kesalahan dia?
Komandan.
Beberapa personil tewas di lab.
Sepertinya P.F.O. semua informasinya.
Kita tak tahu apakah Dian yang memberi informasi atau tidak.
Kenapa dia tetap memaksa membawa virus itu dalam misi ini?
Karena dia berniat menyerahkannya pada P.F.O!
Apa kau menuduh Jay pengkhianat?
Pikirkanlah, Komandan.
Kendaraan konvoy pengantar Jay disergap.
Sepertinya mereka membantu dia melarikan diri.
Kenapa kau begitu mencurigai Jay?
Jiman mengingatkanku tentang saat pelatihan kita.
Apa kau ingat ketika Jiman meloloskan diri dari sebuah ruangan dalam 60 detik?
Kau ada, Jaypun ada, aku, Pulau, Nibungpun ada.
Jay berhasil lolos.
Tapi kita masih di dalam dan kau lihat Eddie dan aku jatuh,
malah kau injak-injak kami kayak karpet.
Pertanyaan dalam benakku, Jay berhasil lolos namun dia bersedia kembali menolong kami.
Jadi tak masuk akal bagi seorang pengkhianat menolong kami, bukan begitu?
Ayah?
Jay?
Temui aku di tempat biasa, jam 2:45 siang.
Kau tak perlu melacak telpon ini.
Aku tahu tempatnya.
KEBUN BINATANG NEGARA
Terima kasih. / Sama-sama.
Ayah.
Kenapa kau lakukan ini, Jay?
Aku dijebak.
Tapi kau harus menyerahkan diri.
Maaf, aku tak bisa.
Mereka pasti punya niat tersembuyi menyuruh aku mengantar virus itu.
Kita tak yakin ini kerjaan orang dalam atau tidak.
Tolong naiklah trem, Ayah.
Kau dimana?
Aku bisa saja menyerah.
Tapi tidak sekarang.
Aku mengerti kau merasa bersalah dan berusaha memperbaikinya.
Bukan Ayah, kau tak mengerti. Aku sengaja dilepaskan.
Namun bagaimana personil lain? Mereka tewas.
Mereka membawa virusnya. Tapi tak melepaskan Dian. Pasti mereka menginginkan yang lain.
Apa harus kubiarkan mereka lolos begitu saja?
Kau jangan bertindak sendiri.
Kita harus selesaikan ini bersama.
Maaf Ayah, aku tak bisa.
Sebenarnya pimpinan P.F.O. bukanlah Davron, tapi pria yang bernama Andra.
Dan mereka bukan penjahat biasa, mereka tahu semua tentang kita.
Aku akan cari tahu mengapa mereka tak melepaskan Dian.
Sebelum orang tuamu meninggal
mereka berpesan padaku
supaya menjagamu dan Dian baik-baik.
Aku gagal.
Tidak Ayah, kau tak gagal.
Assalamu'alaikum, Ayah.
Waalaikumsalam.
Jay minta maaf, Ayah.
Jika aku tak berhasil kembali, tolong jagalah dirimu.
Itu! Itu dia!
Dia pakai baju motif catur dan topi hitam, kejar dia, cepat!
Target menghilang.
Bagaimana bisa lolos?
Negatif, pak. Mereka ada banyak memakai baju yang sama, dia pakai pengalihan!
Perhatian semua personil! Jangan biarkan dia meninggalkan tempat ini!
Jay, serahkan dirimu.
Eddie, ini tempat umum. Letakkan senjatamu.
Kumohon Jay, jangan lakukan ini. / Ini tempat umum.
Letakkan senjatamu.
Eddie.
Jay!
Masuk! Jalan!
Jangan bertindak bodoh, Jay.
Siew.
JALAN ALOR, BUKIT BINTANG
Aku minta maaf, Eddie.
Jay yang kukenal tak akan melakukan hal seperti ini.
Kau mengerti dengan perbuatanmu?
Aku pergi sebentar, akan kubuatkan teh.
Terima kasih.
Aku mengikatnya tak kencang. Kau bisa lepaskan sendiri jika mau.
Tempat ini aman. Kau bisa tinggal disini. Siew akan menjagamu.
Kau tahu apa masalahmu?
Kau kira bisa melakukan semua sendirian.
Markas bilang jangan bawa virus itu tapi kau membawanya.
Bagaimana bila terjadi sesuatu pada Dian? / Memang sudah terjadi pada Dian!
Lalu kau pergi dan lakukan ini. Luar biasa!
Kau sungguh keras kepala!
Kau ingin menembakku?
Eddie!
Aku tak ingin melibatkanmu, Eddie.
Aku tak ingin kehilanganmu seperti aku kehilangan Dian.
Akan kulepas.
Kau melibatkanku disaat kau menodongkan pistol.
Ketika orang kami meninggal, Dian merasa dia sendirian.
Tapi hanya aku yang dia percaya, dia tak percaya orang lain, terutama Chief.
Berulang kali kubilang padanya Chief juga menyayangi dia, tapi dia tak percaya.
Dia selalu merasa Chief lebih menyayangiku ketimbang dia, dia menjadi begitu sensitif.
Tapi aku tak peduli karena hanya dialah keluargaku satu-satunya.
Aku tak peduli anggapan orang
bila aku melanggar peraturan, aku tak peduli.
Aku harus temukan dia dan bawa dia kembali.
Aku akan membantumu.
Jangan, terlalu berbahaya. Aku harus lakukan ini sendiri.
Akan akan menjadi co-pilotmu, paham?
KAMPUNG BARU, KUALA LUMPUR
Assalamu'alaikum, Katy!
...ayah pulang, Katy.
Katy Perry, Ayah pulang.
Kenapa kau tak balas salamku?
Tiap hari aku pulang kau tak menjawab salamku.
Wa...alaikum...salam!
Herman, menyiksa binatang itu dosa!
Sudah! Kenapa kau pulang telat?
Ibu, menurut ibu apa yang kukerjakan tiap hari? Aku kerja di kantor.
Tanya Katy, Katy saja tahu kalau orang kantoran...
Baik, baik, aku masak nasi goreng.
Apa?
Oh, aku lupa bilang. Teman-temanmu kesini.
Katy, aku mengerti nasi goreng... tapi teman-teman?
Menurutmu siapa, Katy?
Jay, temanmu akhirnya pulang kerja.
Ya ampun!
Sejak dia naik jabatan jadi Supervisor, dia selalu pulang telat!
Bila dia tak ada di kantor, tak ada kerjaan yang selesai, Bibi.
Masa? Gadis yang pintar, bisa bantu-bantu di rumah.
Dan sangat cantik.
Siapa namamu tadi? Iddie ya?
Eddie.
Orang Jawa ya? / Bukan, Bibi.
Nama asliku Ida tapi orang memanggilku Eddie.
Oh Eddie... Id..., kupanggil Ida saja.
Nama yang bagus. Tunggu dulu, akan kuambilkan minuman.
Hey! Kalian sedang apa disini?
Aku tak nyaman duduk disampingmu.
Kalian ini kenapa?
Kamu! Kau terkenal sekarang. Semua orang mencarimu, dan kamu?
Ya, kamu cantik tapi sama saja. Kau menculik dia. Ada apa ini?
Dia yang menculikku! Sekarang duduk! / Kau pikir aku apa? Kucing?
Duduk saja!
Jay dan Ida, jangan malu-malu. Silahkan.
Herman, kenapa berdiri saja? Duduk!
Biar aku layani, jangan malu-malu.
Jay, bisa kau beri saran putraku? / Kenapa?
Karena dia pulang telat tiap malam.
Ketemuan dengan pacarnya mungkin? Katanya dia punya banyak pacar di kantor, begitu?
Aku tak yakin soal pacar Bibi, tapi yang kutahu dia punya banyak pengagum di kantor!
Masa? / Sungguh Bibi, ya.
Itulah kenapa dia berkeringat. Ini, minumlah.
Itu bagus. Kukira dia cuma mengarang cerita saja. / Tidak, Bibi.
Tapi dia tak pernah mengajak siapapun ke rumah untuk diperkenalkan dengan ibunya.
Kurasa aku harus carikan dia istri.
Benar, Ida?
Eh Ida, kau punya pacar?
Tidak, Bibi, dia masih jomblo.
Oh masa? Alhamdulillah! Kau dengar itu Herman?
Kau selalu sibuk kerja, kau tak berusaha walau ada di depan mata!
Bicara apa ibu ini?
Aku banyak kerjaan. Bukan orang yang diam saja di rumah main-main sama Katy.
Banyak kerjaan di kantor, Ibu, dari pada merayu cewek seperti dia.
Cuma menjentikkan jariku saja beres. Tapi aku tak mau lakukan itu.
Kau tau kabar terbaru di kantor? Kau tak tahu. Ada yang membiarkan sesuatu dicuri.
Kenapa kau tertawa? Mengerikan ya? Ibu berita bagus 'kan?
Setelah membiarkan dicuri, dia lari!
Dia pergi semua orang pusing, Ibu. Masalah besar!
Dan akulah yang menyediakan obatnya Bu, Aku!
Bukankah itu memusingkan, Bu?
Bibi, jika ada barang yang hilang, maka dicarilah, benar 'kan?
Benar? Jadi kau harus cari orang yang ahli IT, yang pintar dan yang bisa...
Ya, betul.
Oh si orang IT itu? Memang sungguh dibutuhkan tapi kurasa kau tak bisa temukan dia.
Apa kita tak bisa yakin dia sama sekali?
Tapi kudengar orang yang lari itu teman baiknya si tukang IT itu.
Orang itu pasti punya alasan kenapa dia lari.
Siapa lagi yang bisa bantu dia selain orang IT itu?
Banyak... / Sudah! Sudah! Sudah?
Dia tetap tak mau melakukannya?
Dia tak bisa dibujuk? / Tetap tak bisa.
Sudahlah, kalian berdua membuatku pusing.
Aku tak paham dengan yang kalian bicarakan.
Ida, silahkan makanlah.
Terima kasih, Bibi.
Panggil saja aku Ibu.
Kuambilkan makanan lagi.
Pergilah, Bu!
Ibu membuatku mati gaya saja!
Ada apa ini?
Apa maksudmu mudah mendapatkanku dengan menjentikkan jari?
Aku tak pernah berkeringat kayak begini.
Bagus 'kan? Itu bajunya Herman.
Dan ini juga.
Jiman menyuruhku melihat pengacak sinyal dan aku segera tahu cara kerjanya.
Ini disebut interface.
Dan dalam ini yang seperti teras-teras rumah, ini CPU.
Bila ada CPU, kau bisa melihat segalanya!
Itulah gunanya interFaceku ini! Beri aku waktu sebentar.
Akan kubuktikan!
Jika kau tak tahu yang kau sentuh, jangan sentuh!
Baik.
Kelebihanmu pada otot, kelebihanku pada otak, kita sungguh berbeda, Jay.
Ya! Sekarang kita bisa log-in!
Mereka hanya bisa log-in dalam 4 kali.
Operasi kemarin? Itu yang keempat.
3 kali lainnya, itu di log disini. Dan inilah lokasinya.
Jika ini orang yang sama yang memakainya,
dia bisa membawa kita pada Dian.
Mungkin.
Aku akan...
Eh! Itu Jiman!
Ya, sabar, sebentar.
Jika umurku 20 tahun, aku bisa lebih cepat.
Bibi, apa ada Skodeng disini? (pengintip)
Skodeng? Siapa Skodeng?
Herman.
Oh! Apa kau temannya Herman? Kenapa tak bilang dari tadi?
Nak, kenapa tak mengucap salam dulu?
Apa Herman di rumah?
Tidak, Herman tak ada di rumah.
Benarkah? Lalu kenapa mobilnya ada di luar?
Oh ya, tadi dia pulang lalu pergi lagi sama temannya.
Teman yang mana?
Apakah dia?
Siapa itu?
Tentu bibi tahu siapa dia. Sahabatnya Herman?
Aku tak kenal dia. Eh, tunggu dulu.
Apa ini pemain drama? Sinetron yang selalu bibi tonton.
Siapa ya namanya?
Ini kartuku.
Kalau ketemu kawannya Herman itu,
telpon aku.
Ayo.
Ibu.
Tak perlu cemas, Bu.
Aku tak berbuat salah.
Tolong percayalah.
Aku tak pernah tanyakan soal pekerjaanmu,
tapi...
apapun yang kau lakukan
kau tetaplah putraku.
Apapun itu aku tetap menyayangimu.
Maafkan aku, Ibu.
Tolong jangan cemaskan aku.
Baik, Jay, kau harus masuk lurus.
Lalu belok ke kiri,
lalu kau lurus sejauh 20 kaki,
di sebelah kananmu, ada toilet.
jangan masuk ke toilet, masuklah ke kiri. Ruangannya pasti disitu.
Siapa kamu?
Sialan!
Dia sudah atur ruangan sama sepertiku. Apa dia ke rumah meniruku atau bagaimana?
Kau yang membuat ini?
Aku ingin tahu siapa yang menyewamu.
Bosku yang...
Ayo, antarkan aku ke bosmu.
Hey! Tunggu.
Dimana dia?
Itu bosku.
Tn. Hakeem.
Yang pakai topi? / Ya.
Selesaikan chipmu.
Angkat tangan. Berdiri.
Cepat-cepat, kau bisa lepaskan diri.
Lepaskan diri.
Hey? Apa yang kau kau lakukan?
Bisa aku bantu?
Jadi.
Jadi, kenapa?
Jadi, kenapa?
Aku tak kenal kau.
Apa?
Jadi kaulah orangnya?
Orangnya apa?
Orang yang punya barang itu.
Barang? Kau ini ngomong apa?
Siapa kau? Siapa lelaki ini?
Apa yang kau lakukan disini?
Kawan-kawan!
Kalian jangan ikut campur. Biar Saiful yang urus dia.
Kau ingin kau menari, kawan.
Baik Jay, sasaran menuju atap.
Jay!
Baik kawan! Jangan!
Apa? Kita ini sama! Muslim India! Cuma beda ayah dan ibu!
Berlagak dia dari negara lain!
broth3rmax
Hey, akan kuhajar jika kau tak diam!
Aku berusaha fokus pada ini!
Eddie, sasaran masuk arah jam 12.
Diam! / Apa?
Konfirmasi, sasaran dalam mobil.
Kubilang, dia selalu kesini sepulang kerja.
Aku tahu, jangan main-mainlah sama intel.
Boleh kuminta KTPmu? Akan kubantu isi formulirnya.
Tentu, termasuk barangnya aku bayar sekalian.
Kenapa kamu baik sekali?
Jika kau beritahu siapa yang menyuruhmu membuat pengacak sinyal,
akan kuperlakukan kau lebih baik dari ini.
Hanya ini kemampuanmu?
Kau mukul kayak perempuan.
Ayo mendekat, lebih dekat. Aku ingin bicara denganmu.
Jangan permalukan dirimu dengan memukul kayak perempuan.
Kau pikir ini lucu? / Ya.
Jika ada apa-apa pada Dian, aku akan mencarimu.
Nanti kita lihat apa kau masih bisa ketawa.
Begini saja...
Berikan pukulan terbaikmu.
Karena kau tak akan dapat apa-apa dariku.
Hey! Lepaskan dia!
Kau pikir Andra akan menyewa pengecut seperti dia?
Lepaskan dia! Kubiarkan dia memukul.
Ayo, pukul aku!
Minggir! / Ayo!
Biar kuurus dia, tolong keluarlah.
Keluarkan dia dari sini, biar aku urus dia.
Kayak perempuan!
Kuharap kau bisa memukul lebih baik dari perempuan tadi.
Siap bicara?
Sebenarnya kamu ini seksi.
Bisakah kita kencan setelah membereskan semua ini?
Kau pikir kau ini siapa, Eddie? Model dapur?
Periksalah dia, barangkali dia sudah berubah jadi es balok.
Kenapa kau masih duduk disini?
Aku tak tenang kalau begini.
Kau siap bicara?
Begini, AC di apartemenku jauh lebih dingin dari ini, sayang!
Dingin?
Kau mau handuk?
Oh tidak! Ini kotor, maaf.
Kayak pelawak saja.
Besarnya!
Beri aku waktu 15 menit.
Aku ada petunjuk baru tentang dia dari internet.
Baik, cukup. Sudah kuberi kesempatan, aku tanya, kau masih tak mau jawab.
Lain kali kamu jangan sembarangan berbagi phobia-mu di sosmed.
Maafkan aku, kawan.
Akan kukatakan semua yang kau mau!
Tapi tolong jauhkan ular itu dariku.
MARKAS ANDRA, KUALA LUMPUR
Orang Amerika itu datang.
Pastikan kau layani dia dengan baik.
Selamat pagi, Tn. Aiman. / Selamat pagi.
Siapa Andra?
Bisnisnya jual benda seni tapi itu cuma kedok.
Menutupi apa?
Bisnis penjualan senjata.
P.F.O. yang membuatnya.
Andra yang menjualnya.
Tapi bila kau tumpas P.F.O, kemana lagi dia mendapatkan barang.
Kau tak kenal dia.
Dia pastikan orang yang kau cintai akan terima akibat perbuatannya padanya.
Mana bosnya?
Bos memeriksa lukisan di aula.
Begitu.
Dia punya sandera bernama Dian. Kau pernah lihat dia?
Aku tak tahu apapun tentang dia. Yang kutahu dia cuma peduli pada Virus Ultra.
Dia akan melelang virus itu dia tempatnya besok malam.
Skodeng, kita harus merebut virus itu.
Cobalah lihat ke belakang.
Ada sebuah lukisan 'kan? Brankasnya dibalik lukisan itu.
Siapa lagi yang datang?
Semua yang berkepentingan.
Dan siapapun yang butuh Virus Ultra.
Tutup semua pintu keluar dan jangan ada yang keluar dari gedung ini!
Sekarang! / Skodeng, kemana?
Kamu cepat sekali, aku jadi pusing, Jay.
Skodeng!
Naiklah ke lantai 3, cari tangga spiral, turunlah,
ada pintu keluar 20 meter sebelah kirimu.
Sudah kuduga tak rugi menonton film Mission Impossible!
Cari dia!
Sudah kuantar pulang akuntannya.
Pasti dia tidur nyenyak sekarang.
Dan dia juga cukup baik meminjamimu mobil.
Cuaca yang bagus untuk jalan-jalan, ya 'kan?
Itulah akibatnya jika berurusan dengan orang yang salah.
Peter? / Kenapa tak kita mulai lagi?
Jay Zulkarnain?
Aku membawa virusmu.
Kau menyekap Dian.
Kau mau virusnya? Aku mau bertukar.
Besok malam.
Di tempatku.
Berpakaianlah yang rapi.
Karena tempatku bukan pasar malam.
Barpakaian rapi?
Dian!
Dian!
Dian! Apa yang kau lakukan disini?
Dian!
Komandan.
Wakil Inspektur Malek menghilang.
Dia membawa semua informasi P.F.O.
Aku diperintahkan mengawalmu, Komandan.
Dan juga,
Skodeng telah memasang pelacak dalam pena ini.
Jika ada apa-apa, kami bisa melacakmu.
Kau punya anak, Jiman?
Istriku sedang hamil 3 bulan.
Kenapa, Komandan?
Bila kau punya anak nanti
sayangilah dia.
Peluk dia di setiap kesempatan.
Mungkin itu kesempatan terakhirmu.
Komandan.
Jay, kau tahu ada apa di jidatku?
Keringat?
Anak pintar! Lain kali kalau suruh aku kesini, tolong pasanglah AC.
Bawa ini.
Benda ini bisa kau pasang dimana saja sehingga bisa melacak virus itu.
Kau tahu apa ini?
Tidak.
Ini pelacak.
Aku telah memprogram ponsel ini.
Peta, kapasitas, penyadap, semua ada.
Paham? / Baiklah!
Baik.
Tunggu, kuselesaikan yang ini dulu. Hampir selesai.
Kau mencoba memukulku, Jay?
Seka punggungku yang berkeringat?
Apa?
Kau tak pernah lihat gadis pakai gaun?
Jay.
Aku tak sering pakai gaun, selalu pakai seragam.
Siew yang pilihkan, bagus tidak?
Sangat bagus. Siew memang pintar memilihnya.
Siew jadi manis.
Baik, Jay. pastikan pelacak ini kau bawa.
Jangan sampai hilang.
Anggap ini nyawamu.
Aku pantang bicara sama orang yang kayak patung.
Kalian berdua bersiaplah.
Bersiap? Itulah ucapan terakhir Jay.
Dramatisnya!
Jay.
Kau dan Skodeng tunggu disini. Aku akan jemput Dian.
Apa kau lupa yang terjadi saat kau pergi sendirian?
Aku ingat.
Semua temanku mati saat itu.
Setelah ini, siapa lagi? Kamu?
Skodeng?
Entahlah, Jay.
Jika aku jadi kamu, aku akan melakukan hal yang sama.
Tapi sekarang ini, kau tak sendiri.
MARKAS ANDRA, KUALA LUMPUR
Selamat datang hadirin sekalian dan selamat datang di pelelangan malam ini.
Perlu saya ingatkan bahwa setiap transaksi hanya dalam dolar Amerika saja.
Tanpa buang-buang waktu lagi, mari kita mulai penawaran lukisan pertama.
Malam ini kita akan melelang karya Ajim Juxta,
dimulai dengan lukisan ''Crow Solitude''.
Kita mulai membuka tawaran malam ini dengan harga 100 juta dolar AS.
Boleh saya tawar 100?
Ah! Tawaran kedua. Tawaran sekarang adalah 120 juta Dolar
dari wanita yang duduk di barisan ketiga.
Andra egois sekali, dia memulai pelelangan tanpa memiliki virus itu.
150 juta pada saudara di barisan kelima.
160. / Kau awasi disini.
Aku akan cari Andra. / 170.
Jay, lihat jambangnya. Itu jambang idamanku.
Aku tak bisa membelinya disini! Pria ini ganteng sekali.
Bagus sekali jenggotnya.
Dan terjual! Selamat! / Skodeng, Judo pergi bersama sasaran.
Diterima, Eddie.
Dan lukisan selanjutnya adalah "Possess Implantation Polution'',
juga karya dari Ajim Juxta.
Kita mulai tawaran malam ini dengan 200 juta AS.
200? Oh! Tawaran serentak!
220... / 220 juta. Terima kasih.
300 juta!
300 juta, satu...
300 juta, dua...
500 juta.
500 juta!
500 juta, satu...
500 juta, dua. Dan terjual. Selamat kepada saudara di barisan depan!
Tuksedo yang bagus.
Mana Dian?
Tak pernah ada orang yang bodoh mau mencuri dariku.
Kita harus kerjasama, bukan saling berlawanan, Jay.
Tak tertarik.
Kutanya kedua kali.
Mana Dian?
Ada saatnya kau mendapat yang kau mau dan ada saatnya kau tak mendapatkannya, Jay.
Kau harus belajar itu.
D...
Ayo kita pulang.
Apa kau tak lihat? Dia lebih mengkhawatirkan gadis itu ketimbang dirimu.
Jadi, bagaimana perasaanmu, Jay? Dikhianati keluargamu sendiri?
Apa yang kau lakukan, D?
Dia pura-pura tak ingat.
Sama seperti ayahnya.
Katakan bagaimana mereka tahu soal labku.
Siapa yang terlibat?
Kau bantu aku, aku akan membantumu.
Kita sama, Dian. Kita berdua ingin mengabdi pada negara ini.
Mengabdi dengan apa? Virusmu?
Dengan virus ini, dunia akan dipaksa bersatu.
Tak ada lagi perang, kejahatan, kita bisa sembuhkan dunia, Dian.
Putrimu, lihatlah dia.
Bukankah kau ingin dia kembali? Kami cuma ingin Virus Ultra, dan dia akan dibebaskan.
Kau tak sayang pada anakmu?
Maaf, Komandan. Tapi kita tak bernegosiasi dengan teroris.
Apa kau bisa lihat, Dian?
Kau boleh memilih berjuang demi ayahmu, atau berjuang demi aku.
Mereka tak peduli padamu.
Adikmu, ayahmu. Mereka tak peduli denganmu, Dian.
Mereka tak peduli sama sekali.
Apa kau tak sadar, Dian?
Adikmu, ayahmu. Mereka tak peduli sama sekali padamu.
Tugasmu adalah mengenali target! Bukan menangkapnya!
Kau tak dilatih untuk situasi semacam ini!
Semua ini cuma jebakan.
Dia telah membunuh teman-teman kita.
Kau telah membunuh teman-temanku.
Tapi kau membiarkanku hidup.
Dengan sengaja 'kan?
Itu bukan dia, tapi aku yang suruh!
Beres.
Aku sudah membereskan semuanya.
Kau bantu aku, aku akan membantumu.
Itulah janji kita 'kan?
Kau harus alami apa yang ayahmu dan dirimu perbuat padaku!
Jika hanya Ayah yang meninggalkanku, aku tak akan peduli.
Tapi kaupun sama saja!
Kalau kutahu kau masih hidup, akan kucari kau sampai dapat.
Kalau aku ingin selamatkan diriku,
aku akan mengatakan hal yang sama, Jay.
Tolong jangan bicara lagi!
Duduklah, Jay.
D.
Kau pikir aku tak mau menyelamatkanmu? Semua yang kulakukan selama ini demi menyelamatkanmu.
Yang kutahu kau menikmati memakai tuksedo.
Datang dengan seorang gadis, mungkin semacam kencan.
Dian, apa kau percaya dengan adikmu?
Apa aku mengganggu?
Andra, kau kan tahu aku orang sibuk.
Yang kuinginkan adalah demonstrasi senjata pemusnah yang sangat mahal ini.
Virus Ultra dan demonstrasimu.
Andra, jangan dekati dia!
Andra!
Apa yang kau inginkan dariku, D? Kau ingin aku minta maaf?
Kau ingin bilang semua ini salahku? Baik, memang salahku. Maaf!
Jangan lakukan ini, D!
Lihat 'kan, dia masih tak mengkhawatirkanmu.
Eddie!
Jangan khawatir, Jay. Aku menjual penawar sepaket dengan ini, jika kau bisa mengambilnya.
Tak apa, Jay.
Akan kubiarkan kau hidup untuk menyaksikan dia mati.
Kita akan lihat apakah Chief tetap percaya padamu setelah ini.
Skodeng! Eddie telah terinfeksi! Lacak virus itu, penawar ada padanya!
Kejar virus itu, rebut penawarnya dan kirimkan GPS Eddie padaku sekarang!
Ini mobilnya Ibuku, Jay. Dia sangat lembut tapi
dia akan menghajarku jika terjadi sesuatu pada mobilnya!
Skodeng!
Teganya kau teriak padaku begitu, Jay?
Ini Skodeng. Kemana lagi kau bisa lari?
Cepat. Cepat.
TIMES SQUARE BERJAYA, KUALA LUMPUR
Ayo cepat, masuk!
Jadi, bagaimana mengaktifkan virus ini?
Dengan ini.
Akhirnya orang akan tahu siapa Skodeng sebenarnya!
Aku akan berjasa pada negara!
Kau beruntung tak terjadi apa-apa dengan mobil ibuku!
Misi selesai.
Tidak, jangan!
Tolong!
Sangat menakjubkan!
Orangku akan suka dengan benda ini.
Senang berbisnis denganmu.
Sama-sama.
Dian, bukankah kau ada kerjaan lain?
Minggir!
Apa?
Hey!
Orangku bilang virus itu baru saja dicuri!
Eddie!
Mana Dian?
Jika kau ingin tahu, kau butuh ini.
Eddie! Buka pintunya Eddie!
Eddie!
Aku tak bisa, Jay. Tak apa.
Hai, co-pilot!
Eddie! Tolong buka pintunya!
Eddie! / Tak apa.
Aku tak bisa membukanya, Jay. Kau nanti terinfeksi.
Eddie! Kami dapatkan penawarnya!
Tak apa, Jay, tak apa.
Jay, Jay! / Ya?
Jika kau jadi aku, kau akan melakukan hal yang sama 'kan?
Eddie!
Eddie!
Bawa dia kembali, Jay.
Eddie!
Eddie!
Ya, aku mengerti.
Datuk Seri
Skodeng dan Eddie telah mengikuti perintah kita
untuk membantu Jay.
Tapi,
Eddie jadi korban.
Kita belum bisa melacak Dian.
Hanya Jay yang bisa menuntun kita padanya.
Pastikan Skodeng terus mengikuti dia.
Aku mengerti, pak. Baik.
Ayah bisa rasakan Dian yang datang.
Eddie sudah mati.
Aku tahu, Jay.
Karena untuk menyelamatkanmu, Jay.
Dia mati gara-gara aku. / Ini tugas kita.
Untuk melindungi, Jay.
Aku dapat perintah dari atasan.
Karena hanya dirimu yang bisa menuntun kami pada Dian.
Dan hanya kau yang bisa membuka kedok Andra.
Dian?
Ya.
Kau ingin mencari Andra?
Kita bisa beritahu Markas tentang ini, Jay!
Kita bisa tutup semua bandara.
Kau bisa beritahu sendiri pada mereka.
Kita beritahu sama-sama. Habis perkara.
Aku hanya ingin pulang. / Eddie sudah mati, Jay!
Hampir semua anggota pasukanmu mati.
Jika kuteruskan, banyak lagi yang akan tewas.
Aku sudah menyerah. / Kau menyerah?
Lalu siapa barusan yang kuajak bicara? Tiang? Jay!
Aku akan ke rumah Chief untuk memberitahu dia aku selesai.
Skodeng, kau dimana?
Markas. / Aku tadi ke rumah Chief, dia tak ada disini.
Aku tahu, aku sedang melacak Komandan sekarang.
Markas mengirim pasukan ke tempat Andra tapi sudah kosong, dia sudah bergerak.
Kita telah melacak Komandan ke Jalan Ampang. Kau bisa hadang mereka di Jalan P. Ramlee.
Mereka menuju ke KLCC. Kami mendekati jalan itu.
Jay, mereka menuju ke Jalan Tun Razak.
Jay, jangan cemas, kita akan dapatkan Komandan kembali.
Diterima, Jiman.
Skodeng, kau ambil alih disini.
Aku jadi bos? Wow!
Kau kira bisa lolos kali ini? / Diam!
Hey! Cepatlah!
Judo, pasukan ETA, 1 menit. / Ayah?
Aku tak apa, tangkap Andra!
Ini perintah, Judo! Andra!
Lari...
Dian, sebaiknya kau menyerah.
Aku akan menjagamu, Dian.
Jangan!
Dian, lepaskan Komandan dan aku janji tak akan terjadi sesuatu padamu.
Jangan bertindak!
Jiman, suruh mereka jangan bertindak!
Jangan!
Perhatian semua, jangan bertindak sampai kuperintahkan.
Tunggu! kalian, jangan bertindak!
D.
D. / Jangan!
Jangan lakukan ini pada ayah, D. / Chief!
Bukan ayah. / Ayah kita, D.
Apapun yang terjadi, dia tetap ayah kita, yang membesarkan kita.
Dia meninggalkanku.
Kau juga meninggalkanku! / Aku tak pernah meninggalkanmu, D!
Tak pernah!
Lepaskan dia, D.
Bawa saja aku.
D.
Ayah.
Tahan!
D.
Ayah berusaha menyelamatkanmu, D. Dia sudah berusaha.
Tapi dia manusia biasa, kita semua pernah salah.
Mari kita perbaiki kesalahan ini.
Diam, Jay. / D.
Hanya kaulah keluargaku.
Aku tak ingin kehilangan dirimu.
Akulah yang gagal menjagamu, Dian.
Dian tak perlu terlibatkan Jay dan orang lain dalam masalah ini.
Jika kau benci, marah pada ayah, balaslah padaku, jangan pada orang lain.
Ayah terima.
Ayah bisa terima, Dian.
Jagalah ayah.
Terlambat buatku.
Aku menyayangimu, bodoh!
Jangan!
D!
D!
Di Kuala Lumpur tadi malam, Unit Pasukan Khusus
berhasil melumpuhkan suatu organisasi,
yang menjual senjata dan diyakini pimpinan P.F.O.
Unit Pasukan Khusus, yang dikenal dengan UTK, telah
berhasil melumpuhkan sindikat di Jalan Ampang.
Semua pelaku di tembak di tempat. Berita selanjutnya.
1 BULAN KEMUDIAN KESATUAN ANGKATAN UDARA
Dari tadi kulihat kau agak aneh.
Apa kau putus dengan pesawat? Kau lihat-lihat pesawat sepertinya mau menangis?
Tak baik begitu. Badan kuat begitu bisa sensitif, tak sangka!
Kau tak terima? / Tak mungkin, Jay.
Satu hal yang bisa kuterima, Jay.
Kuingin berterima kasih padamu.
Mengapa?
Karena dirimu, sekarang aku petugas lapangan!
Tidak lagi di rumah! Tidak lagi di ruangan!
Ini baru permulaan!
Sekarang mereka akan tahu siapa Skodeng sebenarnya! / Itu berbahaya!
Kita sudah alami banyak masalah. / Banyak masalah.
Kuingin tanya sesuatu.
Setelah semua yang kita alami, kehilangan Dian, Eddie,
teman-teman kita di pasukan.
Kau masih ingin berbuat ini?
Tentu.
Ini bukan hanya pekerjaan Skodeng, ini tanggung jawab kita.
Itu apa? / Itu tarian kebahagiaan!
Kuharap kau akan lanjut karena aku telah mulai jadi petugas lapangan.
Aku akan pusing jika kau berhenti!
Baiklah akan kubukakan jalan untukmu, bagaimana? / Baguslah.
Kau senang 'kan?
Hey, jangan begitu, Jay. Susah aku tanpa dirimu!
Lihat siapa yang telpon? / Hey! Getar!
Halo. / Tango, ETA sampai 45 menit.
Baik Markas, sekian.
Jadi Skodeng, akhirnya kau dapat tugas di lapangan. Kau siap?
Aku siap, kau?
Kau tanya aku apa aku siap?
broth3rmax, 18 Desember 2017
NO RESYNC/RE-UPLOAD/DELETE-CREDIT broth3rmax, 18 Desember 2017
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.