All language subtitles for The.Greatest.Beer.Run.Ever_Id.done

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (SoranĂ®)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

BERDASARKAN KISAH NYATA

INWOOD, KOTA NEW YORK 1967

LINGKUNGAN DI UTARA MANHATTAN

Terima kasih, Kolonel!

Maaf. Hei, ayo. Permisi! Permisi!

- Itu untukmu. - Yang kubilang adalah,

aku tak ingat kapan terakhir kali Chickie mentraktir bir.

Tunggu, kaubilang aku pelit?

Tidak, dia bilang kau tak tahu balas budi. Mana kembalianku?

Terima kasih.

Yang benar saja.

Hei, Noodle.

Saat aku pulang dengan banyak uang, siapa bayar minum lebih banyak dariku?

- Tak ada. - Tepat.

Tapi kau sudah tak di kapal selama tiga bulan. Hitung sendiri.

Bahkan sudah tak bisa ke Shilling karena tak bayar tagihannya!

Hei, itu omong kosong! Aku tak bisa ke Shilling lagi,

karena Keenan bersaudara menongkrong di sana.

Mereka masih marah soal dirimu dan saudari mereka?

Entahlah. Dan aku tak mau tahu.

Siapa yang memutar lagu ini?

Aku. Aku suka lagu ini!

Aku juga suka lagu ini.

- Lagu ini jelek. - Tak bagus.

Hei, Kolonel! Satu lagi!

Lupakan, Donohue. Sudah tiga minggu utangmu tak dibayar.

Bukan aku yang bayar! Brendan yang bayar!

Bocah beruntung!

Dan tambahkan terus!

Hei.

Bangunlah, Pemalas! Ayo.

- Sial. Aku bangun. - Kau belum bangun!

Misa 11:30 sudah mulai 10 menit lalu, astaga… Bangun, Chick!

Aku ke sana jam lima tadi malam.

Omong kosong. Ibumu dan Ayah di sana jam lima.

Lihat dirimu, tidur sepanjang hari.

Aku akan bangun saat aku mati.

Astaga, Chickie. Misa sudah dimulai!

Bangun!

BERITA MINGGU LBJ MENUNTUT PERSATUAN DALAM PERANG

- Apa rencanamu malam ini, Chickie? - Menurutmu dia mau apa?

Setiap malam selalu sama baginya.

Pergi minum-minum. Tidur sepanjang hari. "Chickie si Menyenangkan". Pasti seru.

Astaga… Lagi-lagi.

Menjadi pelaut pedagang bukan perjalanan menyenangkan.

- Ya, ya. - Itu melelahkan.

Aduh, Chickie.

Jadi ini waktunya aku bersantai sejenak,

seperti profesor di libur musim panas.

Ya. Kau seorang profesor, dan nenekmu Miss America.

Ayolah. Haruskah kita lakukan ini lagi?

Ini rumahku. Dia harus ikut aturanku!

Dia ingin mabuk dan tidur sepanjang hari. Mungkin dia harus cari rumah sendiri!

Baiklah. Aku akan pindah.

Itu buang-buang uang, Sayang.

Kau pergi melaut lebih dari setengah tahun.

Catherine, kauharus berhenti memanjakannya.

Saat seusiamu, Ayah punya dua pekerjaan, tiga anak. Ayah sudah beristri.

Jadi itu salahku Ayah menghamili Ibu saat SMA?

- Hei! - Chickie!

Ibu hamil setelah kami menikah!

Ayolah, Bu.

Kalian menikah bulan Januari. Gerard lahir bulan Juni. Tak masuk akal.

- Itu tahun kabisat. - Apa?

Apa artinya itu?

Gerard terlahir lebih cepat. Karena itu masuk akal.

Lumrah di kelahiran pertama.

Johnny Knopf mati.

- Tidak. - Aku bertemu Judy Byrne.

Dia sahabat saudarinya, Mo.

Tapi, dia baru tiba di sana.

Keluarganya bisa bangga. Dia meninggal sebagai pahlawan.

Bagaimana Ayah tahu?

Bagaimana Ayah tahu?

Karena dia mati untuk negaranya. Karena itu Ayah tahu.

Untuk negaranya melakukan apa?

Hei, Christine. Bukan waktu yang tepat.

Kapan waktu yang tepat?

Kita bahkan tak tahu kenapa kita berperang di sana.

Astaga. Pernahkah terpikir olehmu

negara kita tahu apa yang dilakukannya,

mereka hanya belum bilang?

LBJ berbohong pada kita! Dia bahkan tak mau akui ini perang!

- Semua orang berbohong, Christine. - Mereka bohong!

Christine, cukup.

Ya, Bu, ini cukup.

Enam anak dari sekitar sini sudah mati.

Butuh berapa banyak sampai kalian sadar?

Putri seorang ibu muda ditembak

saat sedang bersepeda dengan ayahnya.

Di jalan umum, di desa kecil.

Di bawah terik matahari di hari yang indah.

Dia akan mati dalam satu jam…

Knopf bahkan harusnya tak di sana.

Dia dan ayahnya menandatangani pernyataan agar dia masuk tentara umur 17 tahun.

Astaga. Kenapa buru-buru?

Dia terburu-buru karena ingin lakukan tugas patriotis.

Itu poin yang bagus.

Ini omong kosong. Harusnya tak disiarkan di TV.

Saat aku muda ini tak diizinkan.

Tak ada TV saat kau muda.

Ya. Dan saat itu lebih baik.

Perang bukan acara TV. Itu terlalu nyata.

Dan orang Amerika tak bisa menerima kenyataan?

Tidak, mereka tak bisa. Dan tak perlu begitu.

Membawa pulang jasad tentara, orang tak bertangan dan berkaki,

ke ruang tamu kita

tak membantu siapa pun.

Jika mereka tunjukkan Pertempuran Bulge di TV,

kita akan berhenti dalam tiga hari.

Kita tak berhenti. Kita tanggung lukanya, tapi kita dorong balik mereka, dan menang.

Itu periode yang berbeda. Itu perang yang berbeda, Kolonel.

Apa maksudmu, Noodle? Apa kau mendukung mereka?

Akan kuusir kau dari sini.

Astaga, Kolonel. Kau mudah marah hari ini.

Aku tak mudah marah. Kau tak tahu kapan kau membuatku marah.

Tuhan, aku benci ini.

Kenapa tak bisa adakan pemakaman dan sudahi saja?

Ini diulur-ulur dan memperburuk situasi.

Berengsek.

Acara kebangkitan ini untuk keluarganya. Ini bukan soal dirimu.

Memberi waktu mereka berkabung sebelum dia dikuburkan.

Kau benar. Kita butuh acara kebangkitan. Mereka penting.

Berkabung sangat bagus untuk semua orang.

Astaga, Danny. Apa kaupernah berkomitmen dengan opinimu?

- Selalu tergantung lawan bicara, ya? - Tidak.

Aku hanya coba terbuka dengan sudut pandang semua orang.

Seperti anjing.

"Seperti anjing"?

- Apa maksudnya? - Anjing tak suka menghakimi.

Keluarga Minogue dapat telegram pagi ini.

Tommy menghilang.

Ayolah.

Astaga.

Bolanya akan jatuh 10 menit lagi. Kita akan melewatkannya, Chick.

Jangan khawatirkan itu, Tommy. Masih ada tahun depan!

Ya, tapi aku tak pernah melihatnya.

- Tak pernah lihat bolanya jatuh? - Hanya di TV.

Omong kosong.

Sumpah. Tak pernah lihat langsung, Chick. Hanya ingin lihat langsung sekali.

Baiklah. Ayo!

Astaga.

Minogue yang malang. Dia yang terbaik.

Jangan bilang begitu. Menghilang tak berarti mati.

Jika ada yang bisa bertahan hidup, Tommy orangnya.

Dia dan saudara-saudaranya, mereka itu cerdik.

Lihat orang-orang berengsek itu.

Hei, LBJ! Berapa anak yang kaubunuh hari ini?

Hei. Apa yang kaulakukan?

KOMUNIS YANG BAIK ADALAH KOMUNIS YANG MATI

Pulanglah! Pulanglah, Komunis berengsek.

HENTIKAN PERANGNYA!

SELESAIKAN MASALAH DI RUMAH

Hei! Hentikan! Apa yang kaulakukan?

Lilin itu mewakili tentara yang terbunuh di Vietnam!

Maaf. Kukira ini lilin perdamaian.

Apa, kaupunya masalah dengan perdamaian?

Aku punya masalah denganmu!

Demo ini melukai tentara kita!

Ya, kenapa kalian tak jalan saja ke Kanada

dan kunci pintu di belakang kalian?

Ayo, Chickie. Mari pergi dari sini.

Apa-apaan?

Berapa anak yang kaubunuh hari ini?

Hei, LBJ! Berapa anak yang kaubunuh hari ini?

Hei! Ayo pergi.

Lepaskan aku!

Sedang apa kau di sini? Pulang sekarang!

Kau mempermalukan dirimu dan keluargamu!

Mencoba menyelamatkan anak-anak Inwood bisa membuatku malu?

Itu benar. Karena ini tak membantu siapa pun.

Setidaknya aku mencoba membawa mereka pulang hidup-hidup.

Semua orang melakukan sesuatu, dan kau tak lakukan apa pun.

Tak lakukan apa pun?

Aku jadi tentara selama empat tahun, mulai dari saat umurku 18 tahun.

Kau bermain poker di markas tentara di Massachusetts.

Kau tak menghindari peluru, kau menghindari utang di bar.

Jadi berhenti bersikap seolah kau pernah berperang!

Ayolah. Persetan denganmu!

Sekarang, ayo pergi.

Aku tak mau pergi denganmu!

Aku akan di sini setiap hari sampai perangnya berakhir,

karena perang ini tak bermoral!

Jangan bicara dengan kami soal tak bermoral.

Kami memakamkan Johnny Knopf besok, dan Tommy Minogue menghilang,

dan kau di sini berbaris bersama musuh?

- Tommy? - Bisa kita pulang?

Jangan nodai kenangan Tommy seperti ini.

"Menodai kenangannya"?

Kulakukan ini untuk menghormati kenangannya, Bodoh!

Aku tak mau lagi melihat anak yang mati sia-sia!

Sia-sia? Mereka mati menyelamatkan kita dari komunisme!

Perang ini bukan soal hentikan komunisme, ini soal menyebarkan imperialisme!

Hei. Diam kau!

- Kau yang diam! - Ya. Jangan dorong kami ke perang kalian.

- Dasar fasis! - Kau masalahnya, Bung!

Apa-apaan… Perangku?

Aku hanya di sini melindungi temanku, yang, omong-omong,

- sedang di sana berperang untuk kalian! - Tepat!

Kami tak butuh temanmu membunuh untuk kami, Bung!

Apa kautahu? Kau dan aku, ayo berkelahi!

Aku tak mau berkelahi. Demo ini soal perdamaian.

Persetan dengan perdamaianmu! Ayo. Kau dan aku, berkelahi!

- Aku tak mau berkelahi. - Hentikan.

Kau tak punya pilihan! Akan kupukul kau dalam tiga detik.

Tapi kuberi kau kesempatan memukul.

Ayo, beri pukulan terbaikmu.

Apa yang kaulakukan?

Jangan kaulakukan, Chickie, jangan!

- Berengsek! - Hentikan!

Mundur!

Tetap di sana! Hei! Mundur!

Hei, Christine!

Christine!

Mandi sana!

Para pengecut itu mengeroyok kami, dan kami masih kalahkan mereka!

Lalu kenapa pipimu bengkak?

Pukulan tiba-tiba. Orang aneh. Itu pemicunya.

Apa pemrotes bodoh itu tak tahu kalau tentara kita melihatnya di TV

dan itu disiarkan di seluruh dunia?

Dan inilah yang diinginkan musuh.

Melihat kita terpecah. Berkelahi.

Jika orang Amerika tak bisa setuju,

membuat mereka tampak benar, dan kita salah.

Aku hanya berharap tentara kita melihat

kalau kalangan minoritas di negara ini mendukung mereka.

- Maksudmu mayoritas? - Aku tak mengeklaim begitu.

Kupikir kebanyakan orang mendukung mereka, ya, tentu.

Tapi tak semua orang.

Tahu apa yang ingin kulakukan? Aku ingin pergi ke Vietnam

dan mencari Reynolds, Collins, Pappas, Duggan, Minogue.

Semua anak-anak dari sekitar sini.

Dan memberi mereka bir. Untuk berterima kasih.

Untuk anak-anak!

- Untuk anak-anak! - Anak-anak!

Aku bisa lakukan itu.

Lakukan apa?

Membawakan mereka bir.

Aku bisa daftar ke kapal yang berangkat ke Vietnam. Antarkan beberapa bir.

Apa ada kapal yang akan ke sana saat sedang ada perang?

Tentu ada. Menurutmu siapa yang membawakan suplai mereka?

Apa kau serius, Chick?

Kaubisa menumpang kapal pedagang pelaut dan pergi ke sana?

Tentu dia tak serius. Dia mabuk. Lihat saja dia.

Dia sangat sadar. Itu baru bir kelimanya, mungkin, paling banyak.

Jangan bohong, Chick. Apa kau sungguh bisa lakukan itu?

Bisa, dan akan kulakukan. Itu janjiku.

Akan kutunjukkan pada mereka kalau daerah dan negara ini masih mendukung mereka.

Yang dibilang Chickie itu penting.

Sangat penting.

Itu akan membuat mereka semangat.

Mungkin bir Amerika yang enak akan mengingatkan mereka

apa yang mereka perjuangkan.

Syukurlah ada yang paham.

Bawakan ini pada mereka. Mereka akan tahu ini dari kita semua.

Kita bawakan bir untuk mereka.

Hei, Chickie? Jangan lakukan ini. Bilang kau berbohong.

- Selalu lebih sulit setelahnya. - Baiklah.

Beri aku daftar orang-orangnya dan unit penempatan mereka.

Karena aku akan ke Vietnam, dan bawakan bir untuk mereka!

- Ya! - Ya! Ayo!

Tuhan memberkatimu, Chickie.

Para pemberani di sana, berjuang untuk negara ini.

Kita duduk-duduk tak lakukan apa pun. Kecuali kau.

Ya. Aku belum lakukan apa pun.

Bagian sulitnya adalah mencari kapal.

Lalu, setibanya aku di sana, bagaimana aku akan mencari mereka?

Harusnya tak begitu susah. Itu negara kecil, 'kan?

Tapi banyak hutan. Seperti hutan Afrika di sana.

Hei, McFadden baru pulang dari Vietnam. Dia pasti punya peta.

Dia bisa tunjukkan di mana mereka semua ditempatkan.

Benar, tapi seperti kubilang, masalahnya adalah cara pergi ke sana.

Meski kutemukan kapal, bagaimana jika stafnya sudah penuh?

Chickie! Saat kau di Vietnam, kau akan kunjungi anakku, 'kan?

- Yah… - Unit MP 127.

Lihat, ada tambalan di bahunya.

Dia akan senang melihat orang yang dikenal.

Ya, masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan, Ny. Collins.

Aku bahkan belum tahu apa memungkinkan bagiku sampai di sana.

Dan saat kau melihatnya, berikan pelukan padanya untukku.

Astaga, rencana mereka mendahului keputusanku.

Apa maksudmu?

Aku tak pernah bilang akan ke Vietnam, kubilang akan kucoba ke sana.

Tidak, aku yakin kaubilang akan pergi dan bawakan mereka bir.

Ya. Jika dapat kapal.

Ya, aku tak ingat bagian itu.

Astaga, Noodle. Pahami maksudku!

Bagaimana bisa kukendalikan aku akan dapat kapal atau tidak?

- Baiklah. - Tidak, itu tak baik-baik saja.

Karena kini aku akan tampak berengsek jika tak berangkat.

- Bagi siapa? - Bagi mereka.

Jangan pikirkan mereka. Mereka tak sungguh berpikir kau akan pergi.

Mereka hanya mengejekmu.

Apa? Mereka pikir aku tak akan pergi?

Kau tak akan pergi, 'kan?

Itu tak penting. Kenapa mereka pikir aku tak akan pergi?

Jangan tersinggung, tapi, ayolah, Chick.

Banyak hal yang kaubilang akan kaulakukan

tapi akhirnya tak terwujud karena kau sibuk.

Apa yang pernah kubilang akan kulakukan tapi tak terwujud?

Serius. Sebutkan satu saja.

Kau tak pernah jadi polisi.

Dan kau tak pernah bermain di posisi shortstop untuk Yankees.

- Apa? - Itu waktu aku kelas lima.

Kubilang aku akan jadi polisi.

Apa kita tak boleh berubah pikiran setelah kelas lima?

Itu tak masuk hitungan.

Kau tak pernah lulus SMA.

Kapan kubilang aku akan lulus?

Kau tak pernah jual kacang di Polo Grounds.

Karena di hari aku akan berjualan,

Patty Benedetto memberiku pekerjaan bagus mengangkut barang di Empire Trucking.

Ya, tapi kau berhenti bekerja sehari setelahnya.

Jadi itu salahku jika bosku berengsek?

Dengar, Chickie, maksud kami kau tak perlu pergi ke sana.

Orang-orang tak sungguh berharap begitu.

Ayo.

Jadi, kapan kau akan bilang pada kami?

Kalau kau akan bawakan bir untuk teman-temanmu di Vietnam.

Pacar Richie Reynolds, Jeanie, menitipkan kaus kaki ini.

Sudah pernah kirimkan beberapa, tapi Reynolds tak pernah menerimanya.

Jadi, dia ingin kau serahkan langsung.

Dan Tn. Collins menitipkan 33 dolar untuk Tommy

agar bisa bayar kerugian pokernya dan dia ingin kausuruh Tommy berhenti.

Jadi, aku hanya penasaran, berapa bir yang kau minum

saat ide brilian ini muncul?

Jadi Christine, menurutmu aku harus mabuk

untuk ingin mendukung teman-temanku di Vietnam?

Bagaimana membawakan bir bisa mendukung mereka?

Ini soal persahabatan dan kesetiaan, hal-hal yang kau tak tahu.

Jika ingin mendukung, bantu kami mengeluarkan mereka dari sana.

Astaga. Kau terus mengulang itu.

Ayah tak bisa… Yang tak bisa Ayah pikirkan

adalah bagaimana dia akan mengangkut semua Clydesdale itu ke kapal.

Kalian bertiga, jangan tertawakan dia.

Kalian akan buat dia lakukan hal bodoh itu dan membuatnya terbunuh.

Hentikan, Catherine.

Tak ada yang pernah terbunuh karena tidur sampai jam 3 siang.

Chickie baik-baik saja.

Ny. Minogue. Aku…

Chickie, kudengar kau akan mengunjungi anak-anak.

Aku ingin kaubawakan ini untuk Tommy saat kau melihatnya.

- Ya, masuklah. Masuklah. - Tidak, tidak.

Aku ingin titipkan ini saja.

Tommy masih belum ditemukan saat ini… tapi aku yakin akan ditemukan.

Tidak, kumohon, Ny. Minogue, kaupegang saja itu, oke?

Jika aku akhirnya pergi,

maka aku akan datang untuk ambil itu. Aku janji.

Tidak. Tommy bilang dia membawa beberapa,

tapi aku yakin tak dia bawa.

Punya dua set tak masalah, 'kan?

Tidak, kurasa tidak.

Terima kasih, Chickie.

Hei.

Tak mungkin kau ada kapal yang segera berangkat ke Vietnam, 'kan?

DEK - MESIN - AWAK KAPAL

Kapal kargo itu, Drake, siap untuk berangkat.

Mustahil. Kapan?

Pukul 17.00.

Malam ini?

- Dalam tiga jam? - Ya.

Dari Jersey, langsung ke Panama, dan langsung ke Vietnam.

Harusnya akan tiba dalam dua bulan.

Tapi, aku ragu mereka butuh awak peminyak mesin setelat ini?

Peminyak mesin.

Hei, kau beruntung. Masih kurang satu orang.

Dan kenapa mereka berangkat dari Jersey?

Karena bermuatan 10.000 ton amunisi.

Akan meledakkan separuh Manhattan jika ada yang salah.

Jika Jersey meledak, siapa yang peduli?

Mau ikut?

TAKSI

Chickie!

Tak mungkin kau serius.

Apa?

Tolong jangan lakukan ini. Ini hal terbodoh yang pernah kudengar.

Lebih bodoh dari membawa papan, menyebut teman kita pembunuh bayi?

Jangan bicara omong kosong. Aku tak membawa papan itu.

Ya, tapi kau berbaris bersama orang yang membawanya.

Bayangkan saja seorang tentara,

baru pulang dan hal pertama yang dia lihat

adalah papan itu.

Kumohon, Chick.

- Kau akan terbunuh di sana. - Tidak, tak akan.

Ya! Aku tak paham. Kenapa kau melakukan ini?

Seperti yang kaubilang. Semua orang melakukan sesuatu.

Aku tak lakukan apa pun.

Cuti tiga hari? Kau pemberani, Donohue.

Tak ada yang dapat tiga hari.

Bagaimana dengan ruang mesin? Akan berfungsi sendiri?

Pak, aku bekerja dua kali lipat sepanjang perjalanan kemari,

dan semua giliranku terpenuhi, Pak.

Aku tak peduli.

Dan jangan bicara padaku seolah kita marinir, Penjilat.

Tak ada yang turun dari kapal ini. Kita sedang di medan perang.

Tapi aku harus turun.

Kau harus turun? Ada urusan apa, Donohue?

Aku harus cari saudara tiriku. Ricky Duggan, Kavaleri Udara Satu.

Saudara tiri? Dia bahkan bukan saudara kandungmu?

Tak mungkin. Kau tak akan dapat tiga hari untuk saudara tirimu.

Ada kapal yang harus dioperasikan.

Tapi dia saudaraku, Pak. Ibuku adalah ibunya.

Ayahku meninggal saat berperang di Okinawa.

Dan ibuku menikah lagi dan Ricky lahir,

dan kami dibesarkan bersama, seperti saudara kandung.

Aku dapat kabar kalau ayah tiriku, ayahnya Ricky, baru saja meninggal.

Aku tak mau Ricky dapat kabar itu lewat surat

atau mendengarnya dari telepon.

Ingin kuberi tahu langsung.

Bagaimana dia meninggal?

Strok.

Sudah lama?

Ya. Sekitar satu atau dua minggu. Sangat memburuk pada akhirnya, jadi…

Di mana saudara tirimu?

Dia di utara. LZ… Jane.

Astaga.

Situasinya kacau di sana. Kaubisa masuk ke pertumpahan darah.

Kautahu itu, 'kan?

Yah, dia saudaraku.

Apa kaucatat info soal saudara tirinya,

semisal Donohue meledak karena menginjak ranjau darat?

Ya, semuanya di sini.

Baiklah. Kaupunya tiga hari.

Kini pukul 08.05. Jika kau tak kembali dalam 72 jam dan satu detik,

sebaiknya kau mati.

Ya, Pak. Aku janji, Pak!

Hei, apakah kalian bersama Unit MP 127?

Ya, dan ada apa dengan itu?

Apa kalian kenal Tommy Collins dari New York?

Ya, kami kenal Collins.

- Sungguh? - Ya.

Ya. Apa kalian tahu di mana aku bisa menemuinya?

- Kenapa? - Aku membawakannya bir

dari New York.

Serius, Sobat, kenapa kau mencari Collins?

Tidak, aku serius. Aku…

Tas ini penuh dengan bir dari kampung halaman.

Dengar baik-baik. Apa kauingin dilempar ke laut?

Tidak, tidak. Dengar, aku tak bohong.

Aku serius. Ini…

Faktanya, aku juga punya sedikit untuk kalian.

TENTARA AS KOMANDO DUKUNGAN SATU, SAIGON

KOMANDO BANTUAN MILITER

Hei, Pete. Dia aman. Biarkan dia masuk.

Hei, Sobat. Dia ada di dalam sana.

- Terima kasih. - Baiklah.

Baiklah, siapa di antara kalian yang ingin dihajar lebih dahulu?

- Apa yang kaubilang? - Kaudengar aku.

Kaupikir kau tangguh karena pakai seragam itu?

Ayo, mari berkelahi. Kuhajar kau selagi memakai helm itu.

Chickie, Chickie! Sedang apa kau di sini?

Aku sedang mampir di dekat sini.

Tidak, serius. Sedang apa kau…

Ini sahabatku dari tempat asalku, Chickie Donohue.

Ya.

Temanmu lumayan aneh, Collins.

Tentu saja. Coba tebak.

Teman aneh ini baru menempuh 18.000 km

untuk membawakan kartu terima kasih berbuih.

Seperti kata kakekku,

selalu bunyikan bel pintu dengan sikumu.

Dan itu, Teman-temanku, disebut sapaan Irlandia.

- Ini. Ambillah. - Halo, Irlandia.

Halo.

Ambillah.

Masih sulit dipercaya kaudatang jauh-jauh hanya untuk bawakan bir.

Tak hanya untukmu.

Aku datang untuk Duggan, Reynolds, Pappas. Semuanya.

- Itu hal terbodoh yang pernah kudengar. - Sungguh?

Lebih bodoh dari saat kau menyesap botol bayi keponakanmu,

karena kauingin tahu rasanya ASI?

Apa itu ASI saudarimu?

Bukan, istrinya saudaraku. Aku tak berengsek.

Hei, hei. Tunggu.

Jadi, ada titipan dari ayahmu, $33 untuk bayar utang pokermu.

- Terima kasih. - Almeida, apa-apaan…

Kini kita impas, Sobat.

Ada apa ini?

Perhatian!

Dapat dari mana semua bir itu?

Siapa kau?

Aku Chickie Donohue.

Dan sedang apa kau di sini?

Baru turun dari kapal, Pak.

Apa aku bicara denganmu, Collins?

Apa urusanmu?

Hanya berkeliling saja.

Lebih spesifik.

Baik. Lebih spesifik… Aku berkeliling di Vietnam,

dan aku membawakan bir

untuk sebanyak mungkin teman dari daerah asalku yang kubisa.

Kau berkeliling di Vietnam? Sendirian?

Ya. Itu benar.

Dipahami.

Kembali ke posisi.

Kembali ke posisimu juga.

- Dia sepertinya orang baik. - Tidak.

Apa dia terkena strok?

Tidak. Apa kalian tak paham?

Dia pikir temanmu Don Ho ini adalah "turis".

Apa maksudmu? Aku memang turis.

- Turis adalah sebutan kami untuk CIA. - CIA? Yang benar saja.

Siapa lagi selain CIA yang akan datang kemari,

berpakaian seperti sedang di perjalanan golf?

Tidak, Erickson benar.

Pejabat militer tak suka berurusan dengan CIA.

Ya, itu cara tercepat untuk dipindahtugaskan

ke patroli perang.

Yang benar saja. Dia pikir aku CIA? Seperti James Bond?

Kalau begitu…

Ya, ayo!

- Reynolds di sana. - Ya.

Duggan ada di suatu tempat di sini dan Pappas…

Dia di sekitar gudang amunisi, di sini.

Jadi… Apa rencanaku?

Berapa lama waktumu?

Empat puluh tujuh jam.

Akan sangat ketat.

Bagaimana jika dia mulai dari Duggan dan lalu menurun ke…

- Reynolds. Ya. - …Reynolds.

Dan lalu kembali turun ke Pappas?

Kenapa? Aku tak paham. Kenapa tak Pappas yang pertama?

Karena aku bisa lihat markasnya dari sini.

Tidak, Baby-Face benar.

Pappas mungkin yang terdekat, tapi terjauh secara waktu.

Long Binh adalah gudang amunisi terbesar di negara ini.

Mereka akan lakukan pemeriksaan latar.

Bertanya soal pacarmu saat SMA, menghitung hemoroidmu…

Astaga, Westmoreland butuh separuh hari untuk masuk ke sana.

- Temui Duggan dan yang satunya… - Reynolds.

…dan jika kau masih hidup dan punya waktu,

lalu kaubisa temui Pappas saat di jalan pulang.

Itu benar. Bagaimana kau akan ke sana?

Entahlah. Kupikir akan menumpang.

Apa? Kau tak punya rencana?

Apa kau bercanda?

Bagaimana aku bisa punya rencana?

Di sini tak bisa menyewa bus wisata, 'kan?

- Astaga. - Entahlah.

Bagaimana jika naik pesawat ke LZ Jane?

Pesawat?

Bagaimana caranya? Dia bukan militer.

Tunggu. Kenapa aku tak bisa menumpang? Bukankah masih ada jalanan?

Entah apakah sudah masuk koran di kampung halaman,

tapi orang-orang ditembaki di sekitar sini.

Apa kalian gila?

Berikan padaku.

Berhenti membantunya. Apa kalian mencoba membuatnya terbunuh?

Chickie, kauharus pergi dari sini.

Ya. Akan kuambil barang bawaanku. Aku tak mau kalian kena masalah.

Tidak, maksudku pergi dari Vietnam.

Ya. Dalam beberapa hari, setelah kutemui yang lain.

Mustahil kau serius soal ini, Chick.

Ayolah, kau berhasil. Kau membuatku mabuk di Vietnam,

dan aku yakin kita akan tertawakan ini selamanya.

Mari berhenti di saat masih bagus, ya?

Aku tak kemari untuk berhenti setelah satu malam.

Lalu aku harus apa? Membiarkanmu berkeliaran

dan terbunuh seperti Knopf?

Kau terlalu khawatir.

Aku tak akan berperang, hanya mengantarkan bir.

Kau tak paham, ya, Chick? Ini bukan film John Wayne.

Di mana kautahu siapa yang baik dan siapa yang jahat.

Ini perang gerilya,

dan mereka bisa datang dari mana pun, kapan pun.

Membawa bir ke medan perang? Itu ide yang gila.

Kau tak sungguh berpikir kaubisa berhasil, 'kan?

Tapi menurutmu kenapa aku datang jauh-jauh ke Vietnam?

Entahlah, Chick! Kau kalah taruhan, kau kabur dari polisi,

kau menghamili seseorang… Aku tak tahu!

Chickie, meski memang ingin melakukannya, tak ada jalan untuk berhasil.

Orang non-militer yang bisa menjelajah negara ini

hanya anggota pers.

Di mana mereka? Aku akan bicara dengan mereka.

Mereka di Hotel Caravelle,

tapi mereka tak akan membantumu. Kau warga sipil.

Aku warga Amerika. Aku salah satu dari mereka.

Tidak. Kau tak seperti mereka.

Kupikir kau lupa sedang bicara dengan siapa, ya?

Ini aku, Chickie.

Kaujaga saja kapalnya. Biar kuurus soal pers.

Tidak, terima kasih. Tak apa.

Terima kasih.

Kau orang Amerika?

Ya.

Kau dari Oklahoma?

Bukan. New York.

Dekat Oklahoma?

Tidak juga. Sangat jauh sebenarnya.

Aku suka Oklahoma! Film yang bagus.

Ya. Sepak bola yang bagus juga.

MacRae, aktor yang bagus.

Gordon MacRae. Ya. Benar. Dia sangat bagus.

Hei, apa kautahu di mana Hotel Caravelle?

Dua blok, sebelah kiri.

- Aman untuk berjalan. - Baik.

Hei, Oklahoma?

Terima kasih banyak.

Halo. Namaku Hien. Ada yang bisa kubantu?

Aku minta soda wiski.

Soda wiski segera tiba.

SAM CASTIAN MAJALAH LOOK

PIETER VAN THIEL PEKERJA LEPAS

HUYNH THANH MY PERS TERKAIT

Tempat luar biasa untuk menonton perang, 'kan?

Perangnya jauh. Tapi di Saigon semuanya teratur.

Hei, apa kautahu di mana aku bisa temui reporter di sini?

Pers? Mereka di mana-mana.

Benar. Hei, terima kasih.

Hei, apa kabar?

Aku orang Amerika.

Dan kutemukan adanya kepercayaan diri dan berkembangnya optimisme.

Itu bermunculan di seluruh negeri.

Omong kosong. Apa kaudengar itu?

Westmoreland bilang ada optimisme di seluruh Vietnam

dan para Komunis melarikan diri.

Selesaikan minummu. Waktunya pulang.

Jumlah warga Vietnam Selatan yang tinggal di area tersebut

di bawah perlindungan pemerintah malam ini telah meningkat lebih dari sejuta

sejak Januari tahun lalu.

Matikan siaran si berengsek pembohong itu.

Hei, aku tak menghargai ucapanmu.

Kaubicara soal Presiden Amerika Serikat.

Dia layak dihormati.

Kenapa?

Baiklah, dengar. Aku tak peduli

apa pendapatmu soal dia secara pribadi,

tapi kauharus menghormati posisinya sebagai Presiden Amerika Serikat.

Lihatlah dia.

Kau berharap kami menghormati orang yang bilang ke warga Amerika

kalau kita memenangi perangnya?

Dan bahwa kami, awak media, merahasiakannya?

Jika memang begitu adanya.

Hien.

Satu lagi untuk Yesus.

Beri tahu aku.

Bagaimana kau menjadi ahli di bidang humas dalam peperangan?

Aku bukan ahli, dan aku tak pernah bilang begitu.

Terima kasih atas sangkalannya.

Hei, orang-orang di kampung halaman dapat berita dari kalian.

Dan, mari terima saja, beritanya tak begitu positif belakangan ini.

Kenapa harus positif?

Kau tak paham kenapa penting

bagi orang di rumah untuk dapat berita positif soal perangnya?

Tidak. Aku tak paham.

Agar mereka tak hilang harapan. Situasi menggila di luar sana, dan kalian…

Kalian membuat orang kehilangan tekad.

Kalian membuat pemrotes bersemangat, itu…

Dengar, aku hanya bilang,

mungkin kalian harus mendukung tentara kita sesekali.

Berkata jujur soal perang ini adalah dukungan untuk tentara kita.

Tak terlihat begitu di TV-ku.

Bagaimana kau mendukung mereka?

Aku mendukung mereka dengan…

dengan berbagai macam cara.

Ya, sudah kuduga.

Baik, satu hal,

aku menempuh 22.000 km untuk membawakan hadiah bagi teman-teman tentaraku.

Hadiah apa?

Bir. Kalahkan itu.

Bir?

Mereka bisa dapat bir di sini, kautahu?

Ya, tapi bukan bir Amerika.

Ya, tapi bir ini datang langsung dari New York. Jadi…

Dengar, bir ini bukan poinnya.

Poinnya adalah aku mencoba tunjukkan pada mereka

kalau masih ada yang peduli pada mereka di rumah.

Kuberi dia pujian.

Mungkin itu bodoh, tapi itu sikap yang mulia.

Kalau begitu, apa kalian bisa membantuku?

Aku harus naik pesawat untuk ke LZ Jane.

Kupikir aku bisa membantumu.

Mungkin aku bisa pesankan penerbangan keluar dari Bien Hoa.

Kau suka duduk di mana? Mau di kursi dekat jendela? Lorong?

Aku tak peduli.

Hei, mau tiket di kelas satu? Layanan makanan?

Apa pun yang kau mau, Nak.

Maaf, Sobat.

Kenapa tak kemas saja semua birmu itu, lalu kaubawa pulang?

Selain itu, mereka bahkan tak izinkan kami ke atas sana.

Jangan biarkan mereka membuatmu kesal. Kau tak akan menang.

Tapi, mereka benar soal satu hal.

Mustahil bisa bepergian di negaraku saat ini.

Hanya untuk perjalanan militer.

Militer, ya?

TENTARA AS

- Kau mau ke mana? - Aku ingin ke… Bien…

Bien… Pangkalan udara.

- Masuklah. Bisa kuantarkan. - Ya?

Terima kasih.

ANGKATAN UDARA AS

Hei, terima kasih!

Masuk saja dan naiki tangganya.

Hei. Apakah ada pesawat yang menuju ke LZ Jane?

Bisa kuantar sampai hampir tiba di sana. Lalu kauharus naik helikopter.

Baik. Tuliskan namaku di daftar penumpang. John Donohue.

- Donohue, kaubilang? Baik. - Donohue. Ya. John Donohue.

Dan, apa pangkatmu, Pak?

Aku bukan militer.

Maka harus disetujui kapten, Pak.

Baik. Kaubisa panggil dia.

Panggil dia!

Ya?

Kau orang yang ingin ke LZ Jane?

Ya, itu benar.

Kau warga sipil?

Ya. Sejauh yang kautahu.

Salah satu dari kalian.

Kenapa tak bilang begitu, Prajurit?

Cepat masukkan nama orang ini di daftar penumpang!

Ya, Pak.

Segera setelah mereka menurunkan jasadnya, kaubisa naik.

Baiklah.

John Donohue?

Bukan.

Maaf. Pasti aku salah menyebut namanya.

Kapten Dyer di Saigon menyuruhku membantumu sebisaku.

Ya. Donohue, ya. Tapi mereka memanggilku "Chickie".

Jadi, dia menyuruhmu membantuku?

Ya, Pak. Dia atasanku.

Mereka menukarku antara di sini

dan pangkalan udara Tan Son Nhut tepat di luar Saigon.

Habershaw, Letnan Habershaw. Ya.

- Biar kubawa itu untukmu, Pak Donohue. - Terima kasih.

Jadi, apa yang bisa kubantu?

Aku butuh tumpangan ke LZ Jane.

Bukan masalah. Bisa kusiapkan helikopter untukmu dalam 60 menit.

Sungguh?

Ya, sempurna.

Apa kau sudah makan, Pak?

Tidak, belum. Bagaimana makanan di sini?

Tak enak, tapi tak begitu buruk juga.

Terdengar bagus.

Aku akan senang jika kau ikut denganku makan siang di Klub Perwira.

Temanku akan senang bertemu denganmu.

Terima kasih, Habershaw. Aku hanya…

Setelah penerbangan, aku tak begitu bernafsu makan.

- Kau yakin? - Ya.

Kami membawa scotch terbaik di sisi Tokyo ini.

Apa…

KLUB DOOM - MES TERBUKA PERWIRA PANGKALAN UDARA DANANG, VIETNAM

Jadi, kalian di unit apa?

Layanan transportasi tentara, terhubung dengan layanan kamar mayat.

Kami memindahkan jasad.

Tentara kita. Terbunuh di peperangan. Di peti mati.

Itu pasti sulit,

berurusan dengan mayat sepanjang hari.

Tak terlalu kupikirkan, Pak.

Banyak waktu untuk memikirkannya nanti.

Jadi, apa mungkin kauberi tahu kami apa yang kalian rencanakan?

- Kaubisa percaya kami. - Ayolah, Habershaw.

Jika dia percaya kita, tak mungkin dia agen CIA yang sangat bagus.

Itu benar.

Bukannya aku agen CIA.

Omong-omong, bukan aku yang bilang ke Fusco soal siapa dirimu.

Itu dari Kapten Dyer di Saigon.

Aku tak akan ungkap identitasmu.

Aku lihat banyak hal, dan semuanya kurahasiakan.

Semuanya.

Banyak hal yang ada di ingatanku.

Jadi, ayolah. Tak bisakah kauberi petunjuk?

Beri tahu kami tanpa memberi tahu kami?

Baiklah. Anggap saja…

aku di sini membawakan bir untuk temanku.

Bir? Untuk siapa?

Teman di Unit Bravo. Kavaleri Udara Satu.

Dalam gentong?

Kaleng.

Pasti kacau sekali, ya?

Senang bertemu denganmu, Pak.

Jika kau dan orang-orangmu butuh bantuan. Apa pun.

Jika butuh tumpangan untuk pergi atau masuk,

dan butuh tak terlacak radar, aku bisa membantu.

Senang mengetahuinya.

- Boleh aku bertanya, Pak? - Silakan.

Jika seseorang ingin lakukan apa yang kaukerjakan,

bagaimana caranya agar diperhatikan oleh Langley?

- Langley? - Markas besar.

Bagaimana para pejabat CIA menemukanmu?

Jadilah tentara yang baik dan orang yang baik.

Sudah kulakukan, Pak. Jika tak keberatan,

apa kaubisa merekomendasikanku di sana?

Aku naik helikopter yang mana?

- Lurus saja. - Baiklah.

Jadi, apakah bisa? Merekomendasikanku?

Baiklah, tentu.

Terima kasih, Pak. Sangat kuhargai.

Apa kaubutuh nama dan unitku?

Tidak, kami akan menemukanmu.

Lt. Gill Habershaw. Batalion Dukungan 528.

Itu akan memudahkan.

- Siapa orang ini? - Aku tak tahu.

- Aku mencari Rick Duggan. - Siapa?

Rick Duggan.

- Punya surat perintah? - Tidak.

Biar kulihat dokumenmu.

Aku tak punya.

Tak ada surat perintah dan dokumen. Misi rahasia?

Astaga! Mereka tak pernah memberitahuku.

Panggil Duggan dari pos penyergapan.

Bilang dia kedatangan tamu.

Siapa namamu, Pak?

Panggil saja dia. Aku ingin mengejutkannya.

Romeo-45, ini Romeo-06, ganti.

Ini Romeo-45.

Duggan, segera melapor ke pusat operasi, ganti.

Sekarang?

Jaraknya 200 meter, dan situasi kami sedang panas. Ganti.

Sekarang.

Selagi masih terang? Ganti.

Benar. Selesai.

Dia sedang kemari.

Baiklah. Bagus.

Ini bagus.

Baik. Aku akan sembunyi di sini. Dan kalian tutupi aku dengan ini.

Tidak.

Baiklah.

- Kauingin menemuiku, Sersan? - Tidak.

Chickie?

- Sedang apa kau di sini? - Membawakanmu bir.

- Dengan siapa kau ke sini? - Aku bersamamu.

Serius, Chickie, sedang apa kau di sini?

Aku dan teman-teman sedang duduk-duduk

bicara soal kami bisa apa untuk bangkitkan semangat kalian.

Dan begitulah! Idenya datang. Membawakanmu bir. Jadi, kubawakan bir.

- Dasar bodoh! - Apa?

Kau hampir membuatku terbunuh!

Tunggu, Duggan. Kaubilang orang berengsek ini warga sipil?

Ya. Ya, Sersan.

Apa dia gila?

Entahlah. Chickie, apa kau gila?

Apa? Tidak.

- Kau mengantar bir ke medan perang? - Ya, lalu? Semua baik-baik saja.

Aku baru menemui Collins. Dia tak masalah.

Kau menemui Collins?

Ya.

Itu mudah. Dia ada tepat di samping kapalku di Saigon.

Setelah ini, akan kukunjungi Reynolds dan Pappas.

Omong-omong, ada orang mencoba menjual ular padaku saat di jalan kemari.

- Menurutmu ini lucu? - Apa?

- Tak lucu sama sekali! - Menurutku tak lucu, baiklah!

Aku tak lakukan ini karena bercanda, Ricky!

Aku melakukan ini untuk kalian.

Ini adalah perang, Donohue. Harusnya kau tak di sini.

Chickie, kembali ke kapalmu sekarang.

Lupakan yang lain. Belikan bir saat mereka pulang.

Situasinya serius di sini.

Ya, aku tahu.

Tidak, jelas kau tak tahu, atau harusnya kau tak di sini!

Lanjutkan misi bir bodoh ini, 99% peluang kau akan mati.

Sersan, bisakah kita cari helikopter untuk malam ini dan bawa dia pergi?

Terlalu berbahaya. Tak ada yang terbang sampai besok pagi.

Lalu aku harus apa dengannya?

Entahlah. Dia urusanmu sekarang. Bawa dia denganmu.

Aku di pos penyergapan, Pak.

Urusanmu, Duggan!

Kauingin merasakan Vietnam?

Kau akan mendapatkannya. Bawa barang-barangmu.

- Bawa barang-barangmu! - Baik.

Hei.

Terima kasih.

- Untuk apa ini? - Untuk menembak lawan, Bodoh.

Jika tampaknya kau akan ditangkap untuk jadi tawanan,

tembak dirimu atau kau akan disiksa demi informasi.

Informasi? Tunggu. Aku tak punya info apa pun.

Mereka tak tahu itu, Berengsek!

Baiklah, astaga. Tegang sekali.

Tidak. Ide buruk, Sersan.

Dia lebih mungkin menembak salah satu dari kita daripada lawan.

Apa yang kaubicarakan? Aku tahu senpi. Aku pernah di militer.

- Di mana kau beroperasi? - Massachusetts.

Ya, kembalikan itu.

Apa kau siap?

Kurasa begitu. Apa yang akan kita lakukan?

Kita akan lari demi nyawa kita.

Baiklah.

- Kita sudah separuh jalan. - Separuh?

Hitungan ketiga, ikuti aku. Satu…

Tunggu, tunggu.

- Apa? - Ayo kembali.

Kembali sama buruknya dengan maju.

Maka tetap di sini saja.

Di sini? Kita di zona sengketa.

Lalu? Aku tak masalah.

Kita harus lanjutkan.

Apa tak bisa memanggil tank?

Tank… Tak ada tank di sini.

Baiklah. Di hitungan ketiga.

Satu, dua, tiga.

Astaga!

Astaga.

Yang bisa kupikirkan…

adalah "Bagaimana jika inilah saat terakhir di hidupmu?"

Dan yang bisa kupikirkan,

"Kuharap mereka menyasar si berengsek dengan kemeja kotak-kotak."

Tenang.

Salah satu birmu meledak.

Hanya bir.

Duggan, di mana teropong Starlight? Ada pergerakan di perimeter.

Ada apa? Apa kita baik-baik saja?

NVA sedang bergerak di luar sana.

- NVA? - Mungkin hanya lewat.

Tapi jika mereka menyerang, kembalilah ke pos barisan.

Baiklah. Pos barisan adalah…

- Tempat kita tadi. - Ya, kau benar.

Suruh mereka nyalakan lampu. Mari lihat ada apa di sana.

India-26, ini Romeo-45.

Kami butuh penerangan di depan posisi kami. Ganti.

Dipahami, Romeo-45. Penerangan segera tiba.

Siapa orang ini?

Hai.

Dia tetanggaku. Dia membawakanku bir.

Apa maksudmu?

Maksudnya dia naik kapal kargo dari New York.

Datang jauh-jauh kemari. Membawakanku bir.

- Serius? - Ya.

Tunggu. Apa maksudmu seharusnya kau tak perlu di sini,

dan kau malah di sini?

Ya.

Hei.

Berapa bir yang kaubawa?

Banyak.

Ini waktunya untuk mengeluarkan bir.

Ya?

Busker.

Maaf, birnya agak hangat.

Ini enak.

Reynolds sudah mati.

Apa?

Dapat kabar beberapa hari lalu.

Tidak.

Astaga.

Tak pernah melihat anak itu tak tersenyum.

Ya.

Ada kabar soal Minogue?

Tidak.

Sekarang, mari kita tidur.

Di mana?

Di sini. Kaupikir kita akan tidur di Howard Johnson's?

Pakai ini jika hujan.

Apa kau sungguh tetangganya Duggan?

Ya.

Jaraknya beberapa apartemen,

tapi cukup dekat untuk dengar ayahnya berteriak padanya.

Dia suka berteriak.

Dari mana asalmu?

Philadelphia.

Berapa lama lagi sampai kaupulang?

Aku sudah tak menghitungnya lagi.

Kau tak ingin kena sial?

Aku pulang setelah penugasan pertamaku.

Aku tak cocok.

Jadi, aku kembali.

Dua kali.

Aku lebih merasa di rumah saat di sini.

Astaga.

Ayo. Waktunya pergi.

Sudah selesai?

Ya, kau sudah mati.

Tak begitu buruk.

Baiklah. Kita akan pergi.

Tunggu sebentar. Sebentar saja.

Satu bir sarapan, pertama.

- Baiklah, satu saja. - Terima kasih.

Hei, Teman-teman. Senyumlah.

- Hei. Hei. - Ini dia.

- Terima kasih. - Ini bagus.

- Ada lagi? - Ya.

Ini, untuk buku klipingmu.

- Jangan dibuka selama 90 detik. - Dimengerti.

Terima kasih, Pak.

Sedang apa dia?

Apa?

Merokok ganja?

Bagaimana jika sersan tahu?

Mungkin sersan yang menjualnya padanya.

Dengar, Chick.

Aku dan teman-temanku sangat senang kau membawakan bir.

Pertama kali kulihat orang-orang bodoh ini tersenyum setelah beberapa lama.

Tapi kami akan berpatroli hari ini, dan kau tak bisa ikut.

Maksudku, kau tak akan mau ikut dengan kami.

Akan ada helikopter dalam dua atau tiga jam lagi,

setelah semua dibereskan.

Coba naiki yang pertama berangkat dari sini.

Ya.

Baiklah.

Hei. Aku punya sesuatu untukmu.

Pacar Reynolds ingin aku memberikan ini padanya.

Kurasa kaubisa memakainya.

Yang kaududuki itu bukan batu. Itu kotoran gajah.

Dilatih VC untuk pindahkan barang.

- Sungguh? - Ya.

Janji padaku kau akan langsung ke kapalmu, Chick. Akhiri di sini.

Ya. Ya, baiklah.

Dan aku memang harus pergi. Aku kehabisan waktu.

Duggan, ayo. Kita akan pergi!

Segera ke sana, Sersan.

Terima kasih sudah datang jauh-jauh kemari, Chick.

Mungkin hanya kau orang gila di dunia yang melakukan hal ini.

- Jaga dirimu, Ricky. - Ya.

Sampai jumpa lagi di rumah.

Jangan khawatirkan dia.

Terkadang kita bertemu orang yang terlalu bodoh untuk terbunuh.

- Hei, bisa bawa aku ke Saigon? - Kau akan bawa dia ke sana?

Bawa siapa?

TENTARA AMERIKA SERIKAT

Di mana yang lainnya?

Dia bilang, "Siapa?"

Dengar, Charlie, aku butuh nama sekarang. Siapa yang membantumu?

Dia bilang, "Aku tak tahu apa-apa."

Baik. Kencangkan sabukmu!

Mari kita lihat apa orang ini bisa terbang!

Sekarang!

Hei!

Waktumu sepuluh detik atau kau akan kulempar! Aku serius!

Apa yang kaulakukan?

Siapa yang membantumu?

Dia bersumpah tak tahu apa-apa.

Beri tahu sebaiknya dia mengarang sesuatu,

atau dia akan kulempar!

Ayolah, Bung! Suruh saja dia beri tahu apa yang dia mau!

Sudah dapat!

Baik! Ayo turunkan!

LAPANGAN UDARA KONTUM

CINTA DARI LANGIT

Apa ini? Ini bukan di Saigon.

Apa yang kaubicarakan? Rekanmu minta mendarat di Kon Tum.

Bisa ulangi siapa kau?

- Hanya turis, sepertimu! - Ya?

Siapa agen perjalananmu?

Sama denganmu.

Akan kubilang pada bos kauberi salam.

KONTUM OPERASI PENERBANGAN

Maaf, Pak. Tak ada yang berangkat ke Saigon.

Bisa tolong terus mencari?

Aku harus di pelabuhan jam 8 pagi. Jadi harus pergi malam ini.

Bisa kutanya helikopter yang kaunaiki tadi jika bisa membawamu ke Saigon.

Tidak, tak bisa naik itu.

Ada yang menumpahkan makan siangnya. Menjijikkan.

Bagaimana dengan yang itu?

Itu rusak.

Beberapa mekanik akan datang dari Pleiku untuk coba memperbaikinya.

Kami akan atur tempat tidurmu di barak,

- mengantarmu pergi besok siang. - Sudah kubilang. Aku harus pergi…

Pleiku, apa ada helikopter di sana?

Tentu, itu pangkalan helikopter.

- Seberapa jauh ke sana? - Dua puluh empat klik ke selatan.

- Dalam bahasa Amerika. - Sekitar 25 km.

- Bisa carikan aku tumpangan ke sana? - Tak bisa malam ini, Pak.

Tapi kaubisa ke sana bersama para mekanik besok.

- Bagaimana jika aku jalan? - Dua puluh lima kilometer?

- Ya. Bisa kucari tumpangan. - Tak kusarankan, Pak.

Jalan itu dikuasai VC di malam hari.

Baik. Tunggu sebentar. Biar kucoba bantu.

Terima kasih.

Bagaimana?

Tak ada hasil, tapi biar kuberi tahu.

Biar kuantar sendiri kau ke Pleiku.

Sungguh? Kaubisa meninggalkan posmu?

Ya. Selama aku kembali dalam satu jam, harusnya tak apa.

Baguslah. Di mana toiletnya? Aku harus kencing.

Pintu terakhir di kiri.

Akan kutemui kau di depan.

Terima kasih.

Sial! Dia lari! Ayo!

Baiklah. Ayo pergi dari sini.

Raquel Welch bersama kita malam ini. Wanita muda cantik.

Ya.

Ya. Aku akan minum untuk itu.

Kau akan minum untuk itu?

Kau akan minum…

Kautahu. "Ada pohon. Aku akan minum untuk itu."

Bagaimana menurutmu, Chick? Apa tindakanku benar daftar jadi tentara?

Tentu kau melakukan hal yang benar, Tommy.

Ya, kupikir juga begitu. Ya.

Tapi terkadang, kautahu…

Apa?

Semuanya, kautahu.

Semua hal ini… Ini membingungkan.

Kabar yang kaudengar soal apa yang terjadi di sana,

dan semua orang punya opini berbeda.

Siapa yang begitu?

Seperti pamanku Leo.

Dia penyembur api saat Perang Dunia II.

Bahkan dia bilang tak mau berperang di Vietnam,

karena dia tak tahu siapa para Nazi di sana.

Masih ada Nazi?

Orang jahatnya.

Kita berperang dengan siapa?

Lawannya adalah para komunis.

Orang-orang yang ingin datang dan mengambil segalanya.

Ya. Saat aku bicara dengan teman-teman saudarimu,

mereka berkata sebaliknya.

Mereka bilang tak ada yang jahat. Ini hanya perang revolusioner.

Dan orang-orang yang kita lindungi di sana,

mereka bahkan tak menginginkan kita.

Minogue, jangan dengarkan teman-teman saudariku.

Sudah kubilang… Orang-orang Kolombia bodoh.

Hei, Tommy.

Kau akan ke sana untuk melindungi Amerika Serikat.

Bagaimana mungkin itu bukan hal yang benar?

Ya, kau benar, Chick. Kau benar.

Sialan…

Tidak! Jangan tembak!

Jangan tembak!

Chickie? Chickie Donohue?

Siapa itu?

- Aku McLoone! - Siapa?

Kevin McLoone dari Jalan Dyckman! Astaga! Sedang apa kau di sini?

Loony?

Kau kenal orang itu?

Ya, dahulu kami bermain bola basket bersama.

Chickie, apa-apaan? Kenapa kau… Apa aku mati?

Kenapa kau ada di tengah hutan di Vietnam?

Cerita yang panjang. Tapi aku dikejar CIA, Bung.

- Tapi… - Mereka mencoba membunuhku.

CIA… Apa yang kaubicarakan?

Lembaga Intelijen Pusat.

- Mereka mengejarku, Bung. - Jadi kaudatang ke Vietnam?

Tidak, aku kemari mengantar bir untuk Duggan dan Reynolds dan anak-anak Inwood.

Tunggu, bir? Apa maksudmu, bir?

Kukira akan bagus jika mereka kubawakan bir.

Tapi kini CIA mengejarku,

karena aku melihat hal yang harusnya tak kulihat.

Apa yang kaulihat?

Mereka melempar orang dari helikopter.

- Bagaimana kautahu itu CIA? - Karena aku di helikopter bersama mereka.

Tunggu. Kau agen CIA?

Tidak. Apa? Tidak, tidak. Mereka kira aku juga agen CIA.

Itu karena ada seorang mayor yang mendatangiku.

Dia melihat gaya berpakaianku, jadi aku berpura-pura saja.

Mereka… Untuk sesaat…

Lalu mereka mulai melempar orang dari helikopter.

Lalu ada anak ini, dia bilang bisa mengantarku ke Pleiku,

seolah dia bisa meninggalkan posnya.

Tapi, aku tahu itu omong kosong. Dia menjebakku.

Lalu ada ulat yang panjang memanjati lenganku,

ke wajahku, hampir masuk mulutku.

- Baiklah, Sobat. - Itu sungguh…

Hei, bernapaslah. Ayo naik, Chick.

Kita harus pergi sebelum kita terbunuh.

- Ayo. - Baiklah.

Maaf, Teman-teman.

Bisa antarkan aku ke Pleiku agar aku bisa naik helikopter?

Kini kami menuju ke Kon Tum.

- Tak jauh dari sini. Harus perbaiki… - Apa? Aku tak bisa kembali ke sana.

- Orang CIA itu di sana. - Astaga.

Aku harus segera ke kapalku di Saigon.

Maaf, Bung. Kami dapat perintah. Kami harus ke sana.

Baiklah. Aku akan pergi.

Hei.

Ayolah, Chick. Kumohon kembali ke mobil.

Kami akan antar kau ke Saigon,

dan akan kami pastikan orang CIA itu tak menangkapmu.

Tidak. Aku tak mau ke Kon Tum.

Aku tak bercanda, Kev.

Aku dalam masalah besar jika aku tak pergi dari negara ini.

Dengar, kita tak punya pilihan.

Kami harus perbaiki helikopter itu,

dan jika kau di sini sendirian, kau akan mati.

Aku akan ambil risiko itu.

- Jangan jadi berengsek! Ayo. - Tidak, kau yang jangan berengsek!

Kau kenal aku, Loony. Buat apa aku mengarang cerita begini?

Kumohon. Kev.

Mason, putar balik.

Terima kasih.

Hei, ada apa dengan gajah-gajah tadi?

Napalm. Keajaiban bisa ada yang selamat di sana.

DUPA DAN PEPERMIN

Maaf soal ini, Kev. Sungguh kuhargai.

Hei, tak setiap hari bisa membantu agen rahasia yang terdesak.

Hei, Chick.

Aku prihatin soal Tommy Minogue. Aku tahu betapa dekatnya kalian.

Itu belum selesai. Dia hanya belum ditemukan.

Ya. Baiklah.

Jaga dirimu, Loony. Sampai jumpa lagi di rumah.

Hei, Kev.

Terima kasih banyak. Terima kasih.

Drake harusnya belum berangkat sampai besok.

Intelijen mendapat info. Musuh merencanakan serangan.

Dengan semua amunisi di Drake, kami lepaskan kapal itu lebih dahulu.

Sudah di perjalanan ke Manila sekarang.

Tapi kapal itu tak bisa pergi. Aku yang urus ruang mesinnya.

Tampaknya mereka tak peduli.

Bagaimana cara untuk menyusulnya?

Seberapa cepat kaubisa berenang?

Ini tak lucu, Bung.

Bisa kauhubungi kapalnya dan minta mereka berhenti?

Tidak, tak bisa, Bung.

Tolong pahami aku.

Aku warga sipil, dan aku hanya perlu pergi dari perang ini.

Kau akan tahu kalau pergi dari perang jauh lebih sulit

daripada memasukinya.

Saranku, lakukan rencana keduamu.

Aku tak punya rencana kedua.

Yang pertama terpikir olehku, kau dalam masalah.

Oklahoma! Oklahoma!

New York. Selamat tahun baru.

Terima kasih. Kau telat sebulan, tapi…

Tidak. Malam ini tahun barunya Vietnam.

Baiklah. Hei, selamat tahun baru.

Hei. Apa kautahu di mana kedubes AS?

Tepat di pojokan. Tak mungkin terlewat.

Pojokan mana?

Ayo. Biar kuantar. Tak ada yang mendengarku di sini.

Setelah perang, kukunjungi Oklahoma.

Sungguh?

Aku ragu ada penerbangan langsung dari sini ke Oklahoma,

jadi mampirlah ke New York, dan akan kutraktir bir.

Baiklah. Apakah orang-orang di New York ramah?

Yang terbaik.

Hanya saja jangan tatap mata mereka saat di trotoar,

atau kauharus berkelahi.

Itu kedubesmu.

Terima kasih.

Hei. Di jalan mana kautinggal di New York?

Kau serius? Kau sungguh akan datang?

Kecuali kau tak serius?

Tidak, aku serius. Ya, lebih serius darimu.

Hei, ini alamatku.

Dan ini nomor teleponku. Telepon aku. Ini bagus sekali.

Kaubisa menginap di tempatku dan keluargaku.

Kau akan bertemu ayahku. Dia mengerikan. Kau akan menyukainya.

Namaku Chickie, omone-omong.

Hieu.

- Hieu. Senang bertemu. Terima kasih. - Terima kasih, Chickie.

Terima kasih.

Sampai jumpa di New York.

Sampai jumpa di sana.

Nama.

Donohue. John Donohue. Aku warga Amerika, pedagang pelaut.

Kapalku, Drake, pergi lebih cepat. Karena ada info serangan.

Kapalnya berangkat tanpaku, jadi aku kesulitan di sini.

Ada di sini. Aku dapat dokumenmu.

Baguslah.

Kapten kapal Drake meninggalkan pesan untukmu.

Dan…

Kaptennya bilang jika kau tak mati, dia akan menerimamu kembali di kapal

jika kaubisa menyusul.

Aku belum mati. Jadi…

Belum mati.

Maaf. Sebentar. Ada apa? Bagaimana aku bisa menyusul?

Duduklah.

Kaubisa naik pesawat dari Pangkalan Udara Bien Hoa ke Manila

besok malam pukul 19.00.

Terima kasih.

Kemarilah besok pagi setelah jam 10.00, dan akan kuberikan dokumenmu.

Besok pagi setelah jam 10.00.

Kau yang terhebat. Terima kasih.

Hei. Apakah boleh aku berbaring selama 20 menit?

Lalu aku akan pergi, sumpah.

Bagus. Terima kasih.

Untuk pertama kalinya dalam lima tahun,

petasan berbunyi di Tahun Baru Imlek.

Pemerintahan Vietnam Selatan telah…

Semoga kau selamat di perjalanan pulang.

Bagaimana kautahu aku akan pulang?

Semua orang pergi dari Saigon.

Pertama orang Tiongkok, lalu orang Prancis. Berikutnya, Amerika.

Setelah kami benahi, orang lain datang, merusaknya lagi.

Kauharus lebih banyak belajar soal sejarah Amerika, Sobat.

Setiap negara yang berperang dengan Amerika,

kami tinggalkan dalam keadaan lebih baik dari sebelumnya.

Tapi jangan terima omonganku, tanya saja orang Jerman dan Jepang.

Jika Amerika tak menang,

lalu buat apa Hanoi menyerukan gencatan senjata?

Mungkin ini bukan gencatan senjata. Mungkin musuh hanya kehabisan amunisi.

Kupikir kau salah, Arthur. Kupikir ini resmi.

Langkah pertama menuju obrolan perdamaian yang nyata.

Aku yakin negara ini mau apa yang Amerika inginkan.

Kuharap begitu.

Separuh warga di kota yang kami selamatkan dari desa-desa yang dibom.

Kami buka pintu untuk mereka

saat mereka kabur dari komunis.

Mungkin mereka bukan kabur dari komunis.

Mungkin mereka hanya kabur dari bom.

Si bocah bir telah kembali.

Aku setuju dengannya.

Mungkin mereka tersenyum pada kita, tapi jelas mereka tak mau kita di sini.

Mungkin gencatan senjata akan membuat mereka senang.

Kapan gencatan senjatanya dimulai?

Tiga hari lalu. Ada gencatan senjata sampai tahun baru.

Seseorang lupa memberi tahu itu pada orang-orang di hutan.

Apa maksudmu?

Mereka masih berperang seperti orang gila di utara.

- Dari mana kaudengar itu? - Aku tak mendengarnya.

Aku melihatnya.

Aku ada di pegunungan di LZ Jane bersama Kavaleri Udara Satu.

Omong kosong. Sudah berminggu-minggu orang non-militer tak boleh ke sana.

Mungkin itu benar,

tapi mereka tak bilang begitu saat aku di atas sana.

Biar kulihat itu.

Bocah sialan. Kau serius.

Ya.

Hei, Nak. Siapa namamu barusan?

Chickie. Chickie Donohue.

Hien, minum Chickie Donohue kutraktir. Sepanjang malam.

Di saat yang sama, Chick, kulihat 100 warga desa mati

dan hanya sepuluh senapan ditemukan.

Aku tahu seseorang, salah satu tentara kita, menembak secara reaktif.

Dan itu juga harus kuberitakan.

Tapi lihat, itulah hal yang terus diberitakan pers.

Hanya itu yang kalian beritakan. Itu yang membuatku kesal.

Itu bukan keseluruhan kisahnya.

Entahlah. Mungkin jika kalian kehilangan banyak teman sepertiku,

kalian akan merasa agak berbeda.

Nama-nama di balik bar itu…

itu nama-nama jurnalis yang terbunuh sejauh ini.

Temanku. Teman semua orang di ruangan ini.

Lalu kenapa kalian hanya beritakan hal-hal buruk?

Itu yang kami dengar di rumah.

Bukankah itu melukai kita? Sebagai suatu negara?

Kebenarannya? Kebenaran melukai kita? Tidak.

Bukan kebenaran yang melukai kita. Tapi kebohongan.

Kebohongan dan konspirasi untuk mengubah kebenaran, itu yang melukai Amerika.

Kaulihat tentara kita di luar sana.

Mereka hanya anak-anak. Anak-anak baik menjadi patriot.

Melakukan yang diminta negara. Aku ingin beri tahu kebenarannya demi mereka.

Mereka yang bertanggung jawab atas perang ini, mereka bukan patriot.

Mereka politisi. Dan mereka bertransaksi dengan kebohongan.

Dan jika kebohongannya berlanjut,

mereka akan terus mengirim anak-anak kemari untuk dibunuh

untuk menjustifikasi anak-anak yang sudah terbunuh.

Dan untuk setiap pasukan yang mati…

sama dengan 50, 60 warga Vietnam?

Dan mereka bukan tentara.

Mereka ayah dan ibu. Anak-anak. Bayi-bayi kecil.

Mereka punya petasan yang aneh di luar sana.

Itu bukan petasan, Bung. Itu peluru proyektil.

- Kau mau ke mana? - Kedubes.

- Aku ikut denganmu. - Tidak, terlalu bahaya.

Hei, aku butuh dokumenku atau aku tak bisa terbang besok!

Ayo.

Tunggu!

Bisa jadi itu VC.

- Tidak, jangan tembak. - Jangan bergerak.

Jangan tembak.

Ya.

Hei!

Tunggu, ya?

PERS

Kami berdua.

- Ya? - Ayo!

Ayo.

Tentara, ada apa?

Saigon diserang.

Viet Cong di mana-mana. Mereka kuasai separuh Cho Lon.

Kami harus ke kedubes.

Lupakan. Ada perang di setiap blok dan Charlie menduduki kedubes!

- Itu mustahil. - Ayo jalan!

Hei! Bisa bawa kami ke dekat kedubes?

Tidak, sudah kubilang. Pergilah sebelum kalian…

Chick!

Oklahoma?

Oklahoma!

Hieu! Hieu!

Chickie! Menyingkir dari jalanan!

Dia sudah mati! Pergilah!

Tidak.

Kau tak apa?

Ya.

Jangan lupa bernapas.

Sudah kuduga akan terjadi.

Saat aku kecil,

saat aku berbuat salah seperti bohong ke ibuku atau

menyusup ke ruang guru untuk mencuri kunci jawaban,

menjual permen, atau apa pun…

Tuhan selalu temukan cara untuk menghukumku.

Aku berbuat salah di pertandingan penting, atau kakiku patah, atau apa pun.

Kuberi tahu, Bung. Aku tak pernah bisa lolos. Tak pernah.

Pertama kali bercinta, aku terkena penyakit.

Dia menyalahkanku.

Menyelundupkan bir ke medan perang…

itu bukan hal terpintar yang pernah kudengar.

Jelas bukan yang terburuk juga.

Hei, Chick.

Mari kita lihat keadaan di luar hari ini. Ayo.

Coates, kau benar. Gencatan senjata itu omong kosong.

NVA datang dengan 80.000 pasukan. Menyerang lebih dari 100 kota.

Bagaimana mereka masuk kemari?

Peranjau VC meledakkan temboknya.

Dinding itu?

Tentara kita yang meledakkannya. Setelah VC masuk kemari.

Militer baru memberi tahu kami. VC meledakkannya dan masuk dengan cepat.

Pasti mereka salah.

Aku lihat sendiri…

Astaga. Jangan bilang kita menjatuhkan bom atom.

Tidak. Seseorang baru meledakkan gudang amunisi di Long Binh.

- Sial. - Kau mau ke mana?

Ada temanku di Long Binh! Aku harus ke sana!

Kau bahkan tak tahu caranya ke sana.

Kuikuti saja awan ledakannya!

Chickie, mereka tak akan izinkan kau masuk.

Akan diizinkan jika aku bersamamu!

Yang ini ada kuncinya. Aku akan pergi. Kau mau ikut?

Minggir. Ayo. Pegang itu.

Kuberi tahu kau,

kulihat salah satu tank kita datang dan meledakkan dinding itu.

Aku percaya.

Lalu kenapa militer bilang kalau itu ulah VC?

Banyak perang yang terjadi di Vietnam. Terutama, di bidang humas.

Musuh meledakkan dinding adalah kisah yang lebih mudah dipercaya

daripada teori kalau VC punya orang dalam, 'kan?

LONG BINH - GUDANG TENTARA AS

Tunggu. Identifikasi.

Arthur Coates. Majalah Look.

Baiklah. Mereka aman.

Ambil apa saja. Kemarilah dan bantu.

Aku akan cari temanku!

Hei.

Kenakan ini di lehermu. Jika ada yang tanya, bilang kau awak pers.

- Hei! Apa kaukenal Bobby Pappas? - Tidak.

- Anak dari New York. - Tidak, maaf.

Apa kautahu Bobby Pappas ada di mana?

Aku tak tahu. Banyak yang terluka di sini.

- Apa ada klinik di sekitar sini? - Ya, bangunan 8.

Ini dia.

Mereka akan mengurusmu.

Sedang apa kau?

Aku hanya mencari temanku.

- Kau tak boleh di sini. - Tak apa. Aku awak pers.

Menurutmu karena kau awak pers jadi tak masalah?

Pergi dari sini.

Ayolah. Kumohon pahami aku.

Aku datang dari New York untuk mencari temanku.

Dia mungkin baru terbunuh.

Hanya ingin cari tahu apa dia masih hidup atau tidak.

Siapa namanya?

Bobby! Astaga. Syukurlah.

Sungguh? Markasku harus dihancurkan agar kau mengunjungiku?

Astaga, senang melihatmu.

Aku dengar rumor kau akan datang. Membawakan bir.

Ya.

Apa kabar? Kau tak apa?

Masih hidup. Lebih baik dari tidak sama sekali.

Harusnya kau tak di sini, Chick. Ini tak aman.

Jangan khawatir. Aku akan terbang dari Bien Hoa malam ini.

Aku tak punya dokumenku, tapi aku yakin masih ada cara masuk.

Tak ada penerbangan dari Bien Hoa. VC membakar tempatnya.

Lalu kapan aku bisa pergi?

Tak bisa. Penerbangan komersial dari negara ini tak diizinkan.

Hanya militer yang boleh keluar masuk.

- Sampai kapan? - Siapa yang tahu?

Hei.

Sekadar tanda terima kasih dari semua orang di rumah.

Untuk apa?

Untuk apa? Untuk semua ini.

Karena sudah membahayakan dirimu untuk kami.

Dan sekaleng bir akan membuat semuanya baik-baik saja?

Dengar, Chickie, tak apa. Banyak yang harus kulakukan.

Kita harus cari tempat untuk kau sembunyi sebelum kau terbunuh.

Apa telepon masih berfungsi di sini?

Baik. Bisa katakan padaku sekali lagi?

Tan Son Nhut.

Baik. Terima kasih. Aku akan ke sana. Terima kasih.

Apakah mungkin kau memberiku tumpangan ke Tan Son Nhut?

Kenapa?

Karena aku ada kenalan di sana, dan dia bisa membantuku pergi.

- Ya, tentu. - Terima kasih.

Komandan Jenderal William Westmoreland

menyebut serangan ke kedubes sebagai kekalahan Viet Cong.

Menurutku, ini adalah pengalihan dari upaya utamanya,

yang dia rencanakan akan berlangsung di Provinsi Quang Tri.

"Pengalihan"?

Mereka tak hanya menyerang kedubes, mereka menyerang seluruh kota!

"Pengalihan".

Chickie. Ayo.

- Hei, ayo. - Apa?

- Aku dapat jalan keluar. - Keluar dari mana?

Vietnam. Kutelepon kenalanku. Dia mengaturnya untuk kita.

Aku tak perlu pergi dari Vietnam.

Apa? Apa maksudmu?

Aku koresponden perang, Chick.

Ini perang. Ada yang harus di sini untuk melihat apa yang terjadi.

Ya. Aku paham, tapi ini hanya untuk beberapa hari.

Kaubisa kembali setelah situasi mereda.

Chickie, ayo.

Jangan bodoh, Arthur. Ini sudah bukan perang.

Ini pembunuhan massal.

Itulah perang, Chick. Satu TKP raksasa.

Ayo, Chickie. Aku harus kembali. Harus bekerja.

Hei, jaga dirimu.

Kau juga, Arthur.

Hei, saat kau pulang, tolong bantu aku.

Mandilah.

Ini akan membawamu ke Manila, Pak. Lalu kau akan sendirian.

Terima kasih, Habershaw. Sangat kuhargai.

Kita di tim yang sama. Setidaknya, kuharap begitu.

Kuharap kau memberi tahu Langley soal ini.

- Langley? - Markas besar.

Benar. Sebenarnya, akan kukirim surat padanya.

Terima kasih. Terima kasih banyak.

Dengar, Habershaw, aku harus jujur.

Aku bukan agen CIA.

Ya, benar.

Tidak, sungguh.

Kau bukan agen CIA?

Bukan.

Jadi…

Kau ini siapa?

Aku bukan siapa-siapa.

Kalian yang terbaik.

Aku bahkan tak mau tahu.

Terima kasih, Pappy. Kuhargai kau mengurusku di sini.

- Sampai jumpa di rumah. - Ya, tentu.

Hatimu baik, Chickie. Otakmu saja yang kukhawatirkan.

Hidup ini penuh ketidakpastian, ya?

Orang berengsek seperti kita hidup, sedangkan Reynolds dan Minogue mati.

Tommy bisa saja masih hidup.

Dia sudah mati, Chick.

Tommy, mereka menemukannya.

Apa kauyakin?

Ya.

Mustahil! Chickie!

Kemarilah.

Hei.

Hei, lihat ada siapa.

- Chickie? - Chickie!

- Hei. - Sialan, dia masih hidup.

- Dia kembali untuk bayar utangnya. - Tidak.

Jadi, bagaimana perjalanannya? Pasti sangat seru.

Seru? Dia ke medan perang, astaga. Itu pasti mengerikan.

Ya. Maksudku, itu pasti mengerikan.

Dan jika ingin kaubicarakan, aku di sini untukmu.

Dan jika kau tak mau, tak masalah.

Astaga. Tak punya pendirian.

Aku rindu kalian.

Kaudengar kabar soal Tommy?

Anak itu mati sebagai pahlawan.

Jadi, bagaimana, Chick? Sungguh.

Ya, apa kau mendominasi di sana?

Tidak.

Apa? Apa maksudmu?

Sulit untuk memahami apa pun yang terjadi di sana.

Itulah yang namanya perang. Berantakan.

Ya, tapi Kolonel, dengan segala hormat, ini berbeda.

Ini…

Ini kacau.

Semuanya begitu. Tapi itu kekacauan terkendali.

Tidak kali ini. Kekacauannya tak terkendali.

Tak terkendali sama sekali.

Aku tahu kakek dan ayah kita,

mereka pergi ke Eropa untuk selamatkan dunia.

Dan jelas akan kusejajarkan teman-teman kita dengan mereka.

Itu sudah jelas.

Tapi, aku tak yakin jika kita menyelamatkan dunia kali ini.

Benar atau salah, tampaknya kaubutuh minum.

Chickie, ambil bangkumu. Minum pertama kutraktir.

Mungkin dua minum pertama.

Terima kasih. Tapi, aku harus lakukan sesuatu dulu.

Chickie.

Maaf aku tak bisa berikan ini padanya, Ny. Minogue.

Tak masalah.

Aku bangga kau pergi ke sana, Chickie.

Tak ada lagi yang akan lakukan itu.

Itu tak ada gunanya.

Tak membantu siapa pun.

Itu membantu kami. Semua orang di Inwood.

Senang mengetahui ada yang pergi ke sana, mengecek anak-anak kami.

Bawalah ini.

Tommy akan ingin kau memilikinya.

Tidak.

Akulah yang meyakinkan Tommy untuk berangkat.

Apa? Tidak, dia ingin pergi.

Tidak, dia tak mau.

Aku tahu Tommy takut. Semua orang tahu.

Jadi, aku meyakinkannya.

Entah kenapa. Aku tak mau dia takut.

Tapi harusnya kubiarkan dia takut.

Harusnya kubiarkan dia dengarkan dirinya sendiri

alih-alih mendengar omonganku.

Maafkan aku.

- Ya, kupikir begitu. - Aku bisa…

Teman-teman.

Hei.

Hei.

Apa kautahu yang kami lalui?

Kami sangat khawatir. Jangan lakukan itu lagi.

Tak akan.

Jadi, apa kauberikan mereka bir bodoh itu,

atau kauhabiskan sebelum kautiba di sana?

Mereka dapat birnya.

Aku yakin itu berarti bagi mereka.

Kau baik-baik saja?

Harus mengubah beberapa hal.

Seperti?

Mengurangi minum-minum. Lebih banyak berpikir.

Kau sungguh akan berhenti minum-minum?

Kubilang "mengurangi".

Kusisakan yang terakhir untukmu.

TOMMY COLLINS, RICKY DUGGAN, KEVIN MCLOONE, DAN BOBBY PAPPAS

SEMUA PULANG DENGAN SELAMAT.

DAN AKHIRNYA MEREKA BERHENTI MINUM-MINUM.

SEBAGIAN BESAR.

CHICKIE DONOHUE TAK PERNAH MENJADI POLISI

ATAU MENJUAL KACANG DI POLO GROUNDS,

TAPI DIA LULUS DARI SMA

DAN JUGA SEKOLAH ILMU PEMERINTAHAN UNIVERSITAS HARVARD.

CHICKIE BEKERJA SEBAGAI PEKERJA KONSTRUKSI,

SALAH SATU PEMBANGUN TEROWONGAN NEW YORK,

DAN AKHIRNYA MENJADI

DIREKTUR POLITIK DAN LEGISLATIF DI SANA.

CHICKIE YANG ASLI DI LZ JANE

PENAMPAKAN ANAK-ANAK SAAT INI

BERDASARKAN BUKU KARYA JOHN "CHICK" DONOHUE

DAN J.T. MOLLOY

TOMMY MINOGUE MENGORBANKAN NYAWANYA

UNTUK SELAMATKAN NYAWA ATASANNYA

DAN TENTARA DI UNITNYA.

ADA UPAYA DUKUNGAN UNTUK MEMBERINYA MEDALI KEHORMATAN.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.