Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-- Diterjemahkan oleh Prayogi Anugrah Adi -- (Retail/Edited By *Coffee_Prison)
(NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN)
DAHULU KALA, ROH PENDENDAM DIDUGA MENDIAMI ORANG-ORANG TUA.
KEKUATAN GELAP YANG MENGAMBIL ALIH ANGGOTA KLAN TERLEMAH.
DAN MEMBAWA MEREKA KE DALAM KEMARAHAN YANG TAMPAK BUTA.
…cuaca di Jerman dari Eropa Timur dan Tenggara,
membawa udara laut hangat ke arah kita.
Setelah kabut pagi menghilang,
cuaca akan cerah dan kering dengan diikuti kenaikan suhu.
Selama akhir pekan, sebagian besar negara akan mencapai titik 30 °C.
Di timur laut, suhu bisa mencapai 40 °C.
Angin dari utara ke barat laut akan tiba pada malam hari.
Selasa akan berawan dengan hujan yang tersebar…
- Dia tak menduganya, 'kan? - Apa maksudmu?
Karena kau bilang kepadanya aku tak suka kaki.
- Tapi ada di profilnya. - Aku tahu!
- Setidaknya, itu katamu. - Aku tahu!
Aku harus pergi. Aku mengambil sif Jule dan harus ke apartemen berikutnya.
Kukira kau mau pulang. Pasti kau merasa bersalah sekarang, 'kan?
Jangan konyol.
Aku kasihan pada mereka semua.
Seluruh gedungnya hancur. Tak ada keluarga yang punya anak.
Aku harus pergi. Tuan Reincke menungguku.
Pria sedih itu, ingat? Yang berkursi roda?
Halo?
Tuan Reincke?
(KESUNYIAN PASTI DIRASAKAN ORANG TUA)
Tuan Reincke?
Tolong.
Tolong.
Tuan Reincke?
Tolong.
Ada apa?
Ini aku, Melissa.
Jadi, kalau kau…
Tidak!
Tolong…
Tolong jangan!
Beberapa minggu sebelum orang pertama dibunuh,
kami bicara di sekolah tentang bagaimana masyarakat kami menua secara drastis.
Sistem sosial kita akan runtuh di tahun-tahun mendatang.
Konflik antargenerasi akan meningkat.
Tapi jika melihat ke belakang,
tak ada yang tahu
apa yang memicu kejadian ini pada hari-hari musim panas terakhir.
Bukan kegilaan yang mengutuk malam baru
Ayo, Laura, bernyanyilah!
Tidak.
Laura agak terlalu tua untuk menyanyi. Benar?
Dulu, ini lagu keluarga kita. Ayah menyanyikannya dengan kita dan Kakek.
Sampai Ibu menceraikan Ayah.
Noah, bisa jawab teleponnya? Itu Sanna.
- Hai, Bibi Sanna! - Hei, Jagoan. Apa kabar?
- Baik. Ibu sedang menyetir. - Aku tak sabar bertemu kalian.
- Kapan kalian tiba? - Menurut GPS, 11 menit.
Aku gugup sekali, tapi Malick lebih gugup. Hei, Sayang!
Gaunmu bagaimana?
Indah sekali. Aku mau memakainya untuk kerja juga.
Gaun pengantinmu?
- Bagaimana kabar Aike? - Ya, bagaimana kabar Kakek?
(KONEKSI TERPUTUS)
Teleponnya mati.
Tenang, Noah. Kita hampir tiba. Kita akan lihat kondisi Kakek.
Aku tak sabar bertemu Kakek.
Juga Ayah.
- Terus bergerak. - Lukas!
Jaga Thalan. Aku segera kembali.
Baiklah.
Aku harus kembali ke panti. Linda menelepon.
Beberapa penghuni menolak makan.
Jadi, mereka langsung meneleponmu?
Ya, mungkin cuma karena cuaca.
Kau mau melewatkan resepsi malam ini? Kita bisa…
Pernikahan Nn. Sanna?
Ella membawa Laura dan Noah.
- Kau tak mau bertemu anak-anakmu? - Kami bisa bertemu besok.
Aku tak cemburu, Lukas. Setidaknya, tak terlalu.
Aku mau melihatmu berkemeja putih lagi. Menurutku, itu seksi sekali.
- Aku atau kemejanya? - Keduanya. Disatukan.
Ella!
Hei, Pengantin Cantik!
Tunggu! Aku akan turun menemui kalian.
Malick, Ella sudah tiba!
- Hei, semuanya! - Malick!
Sanna!
- Perjalanannya lancar? - Ya. Sudah berapa lama kalian di sini?
Sejak minggu lalu. Kami bersih-bersih dan mendekorasi.
- Di mana upacaranya? - Gereja desa.
- Lalu kembali ke sini untuk resepsi. - Menginaplah di kamar lama Ayah dan Ibu.
- Yang lain di desa. - Apa masih ada hotel?
Hanya satu. Tapi menikah di sini adalah ide yang bagus, 'kan?
Lihat, Noah. Kalian selalu main di sana, di tepi hutan.
Di ayunan lama. Kau dan Laura.
Ayah memasangnya untuk kami.
Kau harus lihat apa yang dibuat Malick di pondok itu.
Masih direnovasi, tapi dia menyiapkan kamar tidur kami di atas
dengan kompor kayu, bak mandi, dan ranjang kanopi.
Kurasa dia punya rencana untuk malam ini.
Baiklah.
Sarang cinta.
Apa kau tahu ada lorong bawah tanah yang menghubungkan dua rumah ini?
Sungguh?
Orang kaya biasa berlibur ke rumah ini.
Kakek memberitahuku. Dan nelayan tinggal di sana.
- Nelayan? - Ya, mereka punya banyak tugas.
Bersih-bersih, memasak, dan lainnya.
Pelayan!
Ya, dan mereka membawa masakan mereka lewat terowongan itu.
Kakek memberitahumu semua itu?
Tapi itu seratus tahun lalu.
Di mana Ayah?
Di Panti Jompo Saalheim.
Di mana? Kukira dia tinggal di desa.
Tidak, dia di panti jompo.
Kalian tak bicara sejak saat itu?
Aku yakin dia menyesali ucapannya.
Tentang perceraianmu dengan Lukas dan…
fakta bahwa kau pergi.
Kakek datang ke resepsi malam ini?
Tentu saja. Bagaimana lagi?
Kuharap kondisinya cukup baik.
Kesehatannya menurun drastis.
- Hai, Alex. - Kau masih ingat siapa aku?
Kau mau turun?
Tok, tok.
Aku dan Ibu akan menjemput Kakek bersama Bibi Sanna. Mau ikut?
Aku harus menyelesaikan tugas sekolah.
Tunggu!
Jangan lupa alat hirupmu.
Santai saja, ya?
Agar kau tak terlalu lelah di resepsi malam ini.
Noah!
Tunggu! Aku datang!
Waktunya pergi!
Jadi, sampai mana kita?
Mau naik perahu mewah?
Mau coba?
Tentu! Aku sering melihatmu dan pamanmu melakukannya.
Laura! Jangan terlalu cepat!
Jangan khawatir dan pegangan!
- Lihat siapa itu. - Itu Ayah?
Hai, Ayah!
Hei, Jagoan, apa kabar?
Aku senang sekali!
Kau mau bicara dengannya?
Ya. Tentu.
Sudah kuduga itu kalian.
Di mana Laura?
Dia ingin tinggal di rumah. Mungkin diam-diam bertemu Alex.
Sejoli itu. Apa kabar kalian?
Apa kabar, Ella?
Baik.
Kalau kau?
Aku harus mencari kemeja putih, tapi tak tahu di mana.
Aku punya kemeja putih. Akan kupinjamkan kalau Ayah mau.
Tidak, kau pakai itu, Jagoan.
Lagi pula, Ayah takkan muat.
Kau mau ke mana? Kukira kau akan menikah.
Menjemput Aike.
Kim bisa mengajakmu berkeliling. Dia baru ke sana.
Dia mungkin bersama ayahmu.
Bagus. Terima kasih.
Baiklah, nona-nona. Sampai jumpa di gereja.
- Noah, sampai jumpa, Buaya! - Kau yang buaya!
Di mana orang-orang?
Apa maksudmu? Ada banyak orang.
Tapi hanya yang tua.
Tak banyak yang tersisa di area ini. Hanya panti jompo, tak ada yang lain.
(PANTI JOMPO SAALHEIM)
Bukankah kita harus melapor masuk?
Di mana yang lain?
Entahlah.
Ayo, Noah. Kita cari Kakek.
Hannah!
Hannah!
Anakku.
Hannah.
Selamatkan aku!
Maaf, tapi aku bukan Hannah.
- Apa yang terjadi, Bu? - Entahlah.
Astaga, Ny. Kirschner.
Ayo kembali ke ranjang.
- Oke? - Kami mencari Kim. Apa dia di sini?
Ya, dia di kantor. Tunggu sebentar.
Tunggu. Kim, ada pelanggan!
Sanna!
Hai, Kim. Kau sibuk?
Tidak. Aku tahu kau akan datang. Kau ingin bertemu Aike, 'kan?
Aku mau Kakek datang ke pernikahan!
Dia pasti suka. Sudah lama tak ada pesta di sini.
Ella.
Senang bertemu denganmu lagi.
Halo, Kim.
Baiklah. Ikut aku, Jagoan. Ayo temui kakekmu.
- Apa yang terjadi di sini? - Apa maksudmu?
Orang-orang tua. Mereka selalu begini?
Kami kekurangan staf.
Makin banyak yang tak bisa kami tangani.
Semua orang membiarkannya begitu saja. Semua terus memburuk.
Tapi mereka diikat.
Dibuat tak bisa bergerak, ya.
Harus begitu, atau mereka bisa pergi, jatuh, dan terluka.
Aku tahu kedengarannya buruk. Tapi kami bisa apa? Jumlah kami sedikit.
Beberapa dari mereka berbaring berjam-jam. Aku berharap bisa mengubahnya.
Halo.
Kakek?
Ini aku, Noah.
Kami mau mengajakmu ke resepsi pernikahan malam ini.
Kau tak mengenaliku lagi, ya?
Noah?
Sayang, kau menemukan Kakek.
Hai, Ayah.
Ini aku, Ella.
Apa kabar?
- Kenapa mereka menatapku begitu? - Jarang ada pengunjung belakangan ini.
Sebagian besar dikunjungi anak atau cucu mereka setiap beberapa tahun,
kalau ada.
Maaf, aku…
- Itu berbeda denganmu. - Tidak.
Mestinya aku datang sejak dulu.
Ayah.
- Apa akan ada badai petir hari ini? - Mungkin.
- Mau kutunjukkan sesuatu? - Tentu. Apa?
- Kita mau ke mana? - Ikut aku.
Kau pernah ke sini?
Apa itu?
Makam?
Monumen,
bagi arwah leluhur kita.
Usia batu itu hampir 2.000 tahun.
Itu seharusnya melindungi keluarga agar tetap bersama
dan menghormati para tetua.
Keluarga siapa?
Kita semua.
Siapa pun yang menyakiti mereka akan dikutuk.
Lihat ke sini.
E dan L?
Ella dan Lukas.
Orang tuaku.
Ibumu dan Lukas pernah ke sini saat remaja
dan meninggalkan tanda abadi mereka.
Tapi mereka tetap berpisah.
Aku pun segera kembali ke Berlin.
Aku pun mau pergi dari kota payah ini.
Pergi ke kota,
sepertimu.
- Sanna! - Selamat!
Sanna!
Malick!
- Saatnya tidur, ya? - Tapi aku tak lelah.
Satu lagu lagi. Kumohon!
Oke, satu lagu.
Hore!
- Seperti ibunya. Sama keras kepalanya. - Menurutku seperti ayahnya. Benar?
- Kau yang selalu keras kepala. - Kita sangat berbeda.
Kau selalu mengejar mimpimu
untuk tinggal di kota dan punya kantor hukum sendiri,
alih-alih pedesaan yang sunyi.
Apa kau menyesalinya?
Menyesali kami pergi?
Ibu! Ayah!
- Ayo! Ini lagu keluarga kita! - Lagu keluarga!
Setidaknya anak-anak menjadi baik.
Setelah diketahui
Hari-hari ini terlihat abadi
Malam akan mengisi indraku tanpa suara
Warnanya tumpah Tak ada cahaya lilin yang berkilau
Diusir saat pagi datang
Begitu terambil, tetap ada dalam darahmu
Ini milikku, tapi hanya melaluimu
Bukan untuk mendinginkan alismu di jendela
Kabut tebal selalu lewat
(PANTI JOMPO SAALHEIM)
Apa-apaan?
Halo?
Ada orang di bawah?
Kenapa kalian duduk di sini bersama?
Kalian mendengarkan musik?
Kalian menyukainya?
Halo?
Sekarang kalian ingin berdandan di depan cermin, 'kan?
Pakai baju bagus dan ikut berpesta?
Sayangnya, kalian tak diundang.
Lagi pula, ini waktunya tidur.
Apa yang kau lakukan?
Ayo, semuanya! Waktunya tidur!
Itu kabel listrik!
Kumohon! Tolong berhenti. Letakkan kabelnya.
Hentikan! Itu kabel…
Sedikit lebih lama.
Biarkan kami terjaga lebih lama
dan mendengarkan musik.
Ayo, bangun. Waktunya tidur.
Tidak!
Aku tak punya waktu untuk masalah ini.
Sial!
Astaga!
Kembali duduk.
Hei, aku menyuruhmu duduk!
Tidak!
(RESEPSI PERNIKAHAN)
(PANTI JOMPO SAALHEIM)
Tidak!
Sampai jumpa besok!
Hei, aku sayang kalian!
Hati-hati berkendara ke desa!
Ayo kembali ke laut besok pagi, ya?
- Janji? - Janji.
Ayo pergi!
Aku tak apa-apa. Malam ini adalah tentangmu.
- Aku menyayangimu, Kak. - Aku juga.
- Sampai jumpa besok pagi? - Ya.
Masuk ke bawah payung.
Kau masih mencintainya?
Kim, tidak!
Di mana Ayah?
Tidurlah lagi, Sayang.
Bagian terbaiknya adalah saat kalian menari bersama lagi.
Diiringi lagu kita.
Diiringi lagu kita.
Lebih cepat!
Tunggu. Pejamkan matamu.
Apa?
Ayolah, pejamkan matamu.
Semoga tak terlalu norak. Kau tahu aku tak romantis.
Ya.
Baiklah, kau bisa buka matamu.
Sayang.
Aku takut…
suatu hari nanti takkan sesempurna sekarang.
Hei.
Ini akan selalu sempurna.
Tahu kenapa aku yakin?
Karena kau…
Karena kau adalah cinta sejatiku, Sanna Marie Wagner.
Dia dari panti.
Suaranya dari desa.
Astaga!
Laura?
Laura?
Ada banyak orang berdiri di luar.
- Orang apa? Dari resepsionis? - Bukan dari resepsionis.
Orang-orang tua.
Apa yang sebenarnya kau lihat?
Kau tak memercayaiku?
Itu…
Itu Kakek.
Apa yang ingin kau katakan, Aike?
Tunggu di sini.
Semua saluran darurat di area Anda sedang sibuk.
Jangan tutup teleponnya.
Kim! Masuk!
Cepat, masuk ke mobil. Masuk!
Apa yang terjadi?!
Ibu, jangan.
Jangan, Bu.
Halo?
Halo?
Kau tak apa?
Hannah.
"Hormati orang-orang tua.
Karena jumlah mereka banyak, dan kelak kalian akan seperti mereka."
Ibu, lihat ini!
Ada apa?
Astaga!
Laura, segera masuk ke rumah, lalu tutup semua jendela dan pintu.
Tetaplah bersama Noah. Kau mengerti?
Kau mengerti?
Sanna?
Sanna?
Ella!
Apa yang terjadi?
Kau dengar ucapanku?
Laura!
Laura. Laura, kau baik-baik saja?
Apa yang terjadi? Ada apa dengan orang-orang tua itu?
Entahlah! Di mana Noah?
Aku coba menelepon Alex. Tapi tak bisa.
Aku yakin Alex baik-baik saja. Dia bersama pamannya. Di mana Noah, Laura?
Di mana adikmu?
Mereka coba masuk ke rumah, jadi, kututup jendelanya seperti katamu.
- Mereka tak mau berhenti. - Noah!
Di mana Aike?
Aku tak tahu!
Noah! Noah, di mana kau?!
Noah?
Noah!
Noah!
Noah?
Kau menemukannya?
Kau tak lihat apa yang mereka perbuat pada Sanna dan Malick.
Aku melihat perbuatan mereka di desa.
- Biarkan aku lewat! - Ella!
- Lukas, biarkan aku lewat! - Ella!
Ella!
Lepaskan aku atau kau ambil pistolnya!
Tetap di sini! Tidak, lepaskan dia! Jangan keluar!
Di mana anakku?
Di mana putraku? Di mana anakku?
Jika kau mencintaiku, tetaplah di sini.
Aku bersumpah, kami segera kembali.
Tidak! Tetap di sini!
Di mana anakku?
Noah!
Noah!
Noah!
Aike?
Di mana Noah?
Apa yang kalian lakukan padanya?
Kenapa kau diam saja?
- Kenapa kau berdiri diam? - Ella, hentikan! Tidak!
- Ella, hentikan! - Tidak!
Dia cucumu!
Dia cucumu, Ayah!
Ella!
Noah!
Ada orang di rumah.
Di mana anakku?
Noah!
Kim?
Aku tak pernah menyakiti kalian.
Jika kalian mau menyakiti seseorang, jangan aku.
Laura!
Menjauh dari sana!
Menjauh dari pintu!
…seperti kami mengampuni orang yang bersalah…
Di mana Laura?
Hei!
- Ini salahmu. - Apa?
Kau meninggalkanku sendiri.
- Apa yang kau lakukan? - Dia bukan putriku.
…dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan…
Anakku, tolong selamatkan aku.
Hannah.
Laura!
Tolong aku. Kim, ambil senternya dan arahkan ke oven.
Oke.
Kau kenal dia?
Dari panti jompo?
Siapa namanya?
Aku tak tahu.
Siapa namamu?
Bisakah kau…
Aku cuma ingin tahu di mana anak itu.
Di mana anak kami?
Kenapa kalian melakukan ini?
Apa salah kami pada kalian?
Kami tak menyakiti kalian.
Aku tak tahu kalian marah pada siapa
dan siapa yang jahat pada kalian,
tapi jelas bukan kami.
Terutama putra kami.
Di mana anakku? Dia tak salah apa-apa.
Di mana anakku?
Ella, hentikan.
- Ella, hentikan! - Tidak!
Hentikan, Ella!
Ella!
Di mana anakku?
Apa yang kau lihat?
Manusia
atau binatang?
Kau tak tahu apa yang kami lihat
dalam hidup kami yang terlalu singkat.
Lakukan.
Bunuh aku.
Aku lebih baik mati daripada terus hidup seperti binatang.
Noah!
Noah!
Noah, Sayang, dari mana saja kau?
Kakek membawaku ke loteng agar aku tak terluka.
Dia bilang, "Tetaplah di sana!"
Dia keluar untuk ikut dengan yang lain, aku menuruti perintahnya.
Kau marah padaku?
Tidak.
Tidak, Sayangku. Aku tak marah padamu.
Kau bersembunyi dengan baik. Bagus sekali.
Apa?
Noah, ada apa?
- Noah! - Dia tak bisa bernapas!
- Noah. - Alat hirupnya.
Noah, tenanglah. Tarik napas perlahan.
Jangan takut. Bernapaslah perlahan.
- Tenanglah. - Noah.
Noah!
Noah, dengar aku. Tarik napas dalam. Bernapas denganku.
Seperti latihan kita. Ayo. Tarik…
Dan buang. Oke, lagi. Tarik…
Seperti kata kakakmu.
Dan buang.
- Bernapaslah. Perlahan. - Kami semua di sini.
Ayah di sini. Ibu di sini. Kami semua di sini.
Kami semua di sini.
Semua akan baik-baik saja.
Semua akan baik-baik saja.
Semua akan baik-baik saja.
Semua akan baik-baik saja.
Dia terlalu lemah.
Kita bawa dia ke ruang tamu, tunggu sampai terang.
- Lalu kita pergi dari sini. - Bisa gendong dia?
Ayah akan menggendongmu.
Kim.
Kau ikut?
Perawat!
Perawat!
(HORMATI ORANG-ORANG TUA…)
Perawat!
Aku kagum padamu, Ella.
Lukas masih menyebut namamu saat tidur.
Namamu dan nama anak-anakmu,
aku terjaga di sampingnya.
Mau tahu kenapa dia takkan mencintaiku seperti dia mencintaimu?
Karena kau pergi.
Karena kau meninggalkannya.
Sangat mudah meninggalkan seseorang.
Sementara aku tinggal di sini, di dalam…
tempat buruk ini.
Aku bahkan merawat ayahmu.
Kim.
Aku tak mau mengambil Lukas darimu.
Aku tak pernah punya masalah dengan orang-orang tua.
Semua ini dimulai saat kau datang.
Kim, kenapa pintunya terbuka?
Maafkan aku.
Apa?
Lukas!
Bu, kita harus pergi dari sini!
Terowongan ke pondok yang diceritakan Noah!
Itu pasti masih ada!
Noah, kau duluan. Ayo, kita keluar lewat sini.
Semua akan baik-baik saja.
Lari!
Terus lari!
- Noah! - Tidak!
- Noah, kita harus masuk. - Tidak!
- Noah. - Tidak!
Kau pasti bisa, Sayang.
Bagus, Noah! Terus!
Ibu!
Ulurkan tanganmu!
Aku menyayangimu!
KEADAAN DARURAT DIUMUMKAN PERTUMPAHAN DARAH DI PANTI JOMPO
(19 PANGGILAN TAK TERJAWAB)
Alex.
Laura!
Laura, apa ini kau?
Alex. Noah dan aku baik-baik saja, tapi orang tua kami…
Astaga, maaf. Keluargaku juga tewas.
Kau di mana? Bisakah kita bertemu?
Di dekat laut. Lewati hutan, lewati monumen.
Kau harus bergegas! Orang-orang tua di mana-mana!
Cepat kemari!
Alex?
Alex!
Sial!
Noah.
Noah, ayo.
Ayo.
Kakek?
Jangan lihat, Noah! Berpaling!
- Ayo, Laura, bernyanyilah! - Tidak.
Setelah diketahui
Hari-hari ini terlihat abadi
Lagu Ibu dan Ayah.
Lagu keluarga kita.
Malam akan mengisi indraku tanpa suara
Siapa pun yang menyakiti keluarga akan dikutuk.
Warnanya tumpah Tak ada cahaya lilin yang berkilau
Siapa pun yang membela mereka menenangkan roh para leluhur.
Diusir saat pagi datang
Apa yang kau lihat?
Manusia
atau binatang?
Begitu terambil
Begitu terambil
Tetap ada dalam darahmu
Ini milikku, tapi hanya melaluimu
Maafkan aku, Ayah.
Seekor burung meratapi Bulunya yang patah dan menangis
Dengan hujan dan angin Melintasi dunia, aku terbang
Melintasi dunia, aku terbang
Melintasi dunia, aku terbang
Melintasi dunia, aku terbang
Kau takkan menyakiti kami. Ya, 'kan, Kakek?
Aku takkan pernah bisa menyakiti kalian.
Aku sangat menyayangi kalian berdua.
Beberapa malam terakhir, aku bermimpi tentang dunia yang terbakar.
Tentang api besar yang menghanguskan segalanya.
Makin aku memikirkan semua yang terjadi,
makin aku sadar
apa yang aku dan adikku, Noah,
alami pada musim panas ini
akan segera terjadi di seluruh dunia.
Bagaimana kita mengubah jiwa-jiwa kesepian
menjadi sesuatu yang gelap…
dan bagaimana akhirnya hanya cinta
yang bisa mengatasi kesedihan dan ketakutan.
Sampai akhirnya…
kita saling percaya.
Suatu hari, aku bertanya kepada Kakek
apakah ada saatnya
kami, kaum muda, bisa menghindari kemarahan yang dirasakan orang-orang tua.
Kakek tersenyum dan berkata dia pria tua yang lemah
dan tak bisa mengingat sejauh itu.
Tapi ada saatnya.
Suatu hari nanti.
Ada saatnya.
-- Diterjemahkan oleh Prayogi Anugrah Adi -- (Retail/Edited By *Coffee_Prison)
JANGAN LUPA PELUK ORANG TUA, KAKEK, DAN KAKEK BUYUTMU.
CINTA ADALAH SEGALANYA.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.