All language subtitles for Catherine.Called.Birdy.2022.1080p.WEB_Id.done

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Morwenna!

Morwenna!

Aku butuh Morwenna.

Tunggu aku.

- Birdy! - Pergilah, Perkin.

Aku sudah memandikanmu 14 hari lalu. Sungguh sia-sia!

Pembangunan pondok tak cocok untuk para gadis muda.

Morwenna, aku melepaskan babi dan tidak malu.

Mereka akan ke penjagalan.

Tak akan kubiarkan hewan hidup dalam kurungan sepertiku.

Kau tawanan yang makanannya paling baik.

Namun, ada masalah yang lebih mendesak.

Perkin memberitahuku cara bayi dibuat

dan kurasa aku akan mati karena jijik.

Kau akan mempelajarinya cepat atau lambat.

- Kau 14 tahun. - Morwenna!

Aku harus hidup tenang dengan yang kuketahui kini?

Seorang pria akan ambil pengorek besi panas yang dipanaskan,

menusuknya ke hidungku sampai cukup besar untuk masukkan jempol,

setelah itu dia menekan bebijian masuk ke otakku.

Bebijian itu ke tenggorokan, lalu ususku

dan berakar selama sembilan bulan sebelum muncul dari bokongku. Tidak!

Bukan...

Aku akan membunuh Perkin.

Aku akan bunuh dia, Morwenna, dan pendarahannya lebih buruk

daripada jika aku tusuk besi tajam ke...

Astaga, ini aku, Birdy.

Aku putri Tuan Rollo...

TUAN ROLLO

USIA 41 TAHUN - ANGKUH DAN SERING MABUK - SELALU SERAKAH

dan Puan Aislinn.

PUAN AISLINN

USIA 36 TAHUN - BIJAKSANA DAN WAJAH BERKULIT PUTIH

Morwenna, sang pengasuh.

TAK ADA YANG TAHU USIANYA! AHLI MENYELINAP, MENAMPAR, DAN MENDENGKUR!

Saudari Biarawan Edward...

BIARAWAN EDWARD

USIA 21 TAHUN LEBIH SERU DARI KEBANYAKAN BIARAWAN

dan si keji, Robert.

ROBERT - USIA 17 TAHUN MENGERIKAN DAN SANGAT JELEK

- Birdy, jangan ganggu aku. - Kau zukini.

Baiklah.

Dari desa Stonebridge di pedesaan Lincoln,

di negeri Inggris, di tangan Tuhan.

Birdy!

Kenakan pakaianmu, jangan menolak

Celana, sarung tangan, juga sepatu

Topi di kepala baik hujan atau cerah

Kancing, kancingkan, Semuanya

Teman Perkin, saudara sehatiku.

PERKIN USIA 14 TAHUN

TIDUR DI JERAMI - LARINYA CEPAT MESKI PINCANG - KENTUTNYA MENGERIKAN

Meskipun hanya penggembala kambing, dia baik hati dan bijaksana.

Walaupun lambungnya selalu penuh gas.

Siap.

Tanggal 14 Agustus: pemintalku kusut lagi.

Sungguh menyiksa!

Dengan lembut.

Lebih baik aku dimakan naga daripada memintal seperti bangsawan.

Ayo! Seperti yang kutunjukkan.

Tidak!

- Sudah. - Tidak.

Syukurlah aku sangat cerdik.

Kebanyakan gadis begitu meskipun tak diberi pujian.

Kabar terkini yang hebat.

Aku membuat kesepakatan dengan ibuku

Aku boleh tak memintal, hal yang sangat kubenci,

selama aku menulis setiap hari kepada saudaraku, Biarawan Edward.

Dia memberi tahu itu membantuku menjadi lebih dewasa dan terpelajar.

Jadi, berikut ini adalah bukuku,

Buku tentang Catherine: Burung Kecil Baik Hati Bernama Birdy.

Kepang emas untuk nonaku tersayang.

Meg si pemerah susu, teman baik,

saat bisa kuhentikan membungkuk dan memanggil nona.

MEG - 18 TAHUN - PENARI ELOK TERTAWA SAMBIL MENDENGUS

Apa ini jerami?

Aku menghargainya. Ini indah.

Itu artinya, "Ayahku buruk rupa."

Mungkin ini perkataan terbaik yang kupelajari.

Kau beruntung ayahmu sudah wafat.

Birdy?

Sebenarnya aku masih sedih soal itu.

Hal kesukaanku adalah menghindari tugas.

Ayo. Ya. Lawan aku lebih keras kali ini.

Jangan terlalu keras.

Mengkritik permainan pedang ayahku yang buruk.

Jangan ganggu bungaku! Tidak, jangan diinjak.

Bisa berjalan di jalan setapak?

- Di jalan setapak. - Aku tak melihatnya.

Mengganggu pembangunan pondok.

Membuat keonaran di desa.

Kau mencuri ayamku!

Juga menguping dari balik pintu yang tak seharusnya kulakukan.

Bagaimana ini bisa terjadi, Finneas?

Kau dibayar untuk mencegah hal seperti ini.

Pada intinya, Tuan, kau mengabaikan aku.

Kau habiskan uang cukup banyak tanpa pengawasan.

Omong kosong. Tak mungkin sebanyak itu.

Beri aku satu contoh pengeluaran

yang tak diperlukan untuk kelangsungan keluargaku.

Sungguh?

Harimauku sudah tiba.

Mati.

Perjalanannya keras dari Siberia, Tuanku.

- Mungkin sedang tidur. - Dia tak bernapas, Bodoh.

Mungkin perlu air?

Apa aku harus hidup makan roti dan air dan bicara sendiri seperti petani?

- Itu yang kau mau? - Pergi! Diam!

Jangan. Anjing.

Lepaskan aku.

Tuanku, jika kau mampu melangsungkan pernikahan menguntungkan

- untuk satu-satunya putrimu... - Pernikahan menguntungkan?

Ada peluang untuk meringankan utang yang terakumulasi ini.

- Untuk Birdy? - Ya.

- Dengan seorang pria? - Ya.

Tidak. Dia menjijikkan. Dia nyaris menjadi penderita kusta.

Pergi.

Mungkin kau tak punya uang, tetapi istrimu punya gelar

- dan diberikan kepadamu... - Tak diberikan kepadaku.

Aku memperolehnya.

Ada banyak pria yang cukup bodoh untuk menukarkan harta mereka

demi gelar Tuan.

Kini tugasmu untuk menemukan satu.

Tidak, pasti ada cara lain. Ya?

Dia putriku satu-satunya.

Ini satu-satunya purimu...

Tuanku.

Ada yang mencurigakan.

Hei.

Aku merasakan mata ayahku mengikuti ke mana pun aku pergi.

Dia bersikap kepadaku seakan aku banteng pembiakan.

Berapa usiamu?

Usiaku 14 tahun.

Aku heran dia tak meminta untuk memeriksa tapakku.

- Gigimu sudah tumbuh semua? - Tinggal satu lagi.

Jelas makanmu banyak.

Apa warna rambutmu saat bersih?

Saat bersih?

- Biru, kurasa. - Sangat bagus.

- Senang bertemu denganmu. - Begitu juga denganmu.

Kau bisa pergi dan menemui kambing kecilmu.

Apa sedang yang terjadi?

Usia 14. Itu... Itu tidak muda.

Aku sekarat.

Jelas terlihat.

Apa lagi yang Perkin katakan, Goosey?

Demi Tuhan, Birdy.

Aku harus ucapkan perpisahan dan pergi dengan rasa humor.

Pergi dengan berani dengan Tuhan di hatiku.

Berikan brosku ke saudariku nanti.

Alkitabku ke saudaraku Edward

dan katakan aku minta maaf menumpahkan puding di halamannya.

Morwenna, darah itu berasal dari bokongku.

Dari bokongmu?

Demi Tuhan.

Dari lubang yang satu lagi, Birdy.

Lubang yang mana?

Kau datang bulan.

Kau sudah cukup umur.

Kau akan melakukan tugasmu dan mengandung anak dari suamimu.

Aku akan melarikan diri, jauh.

Aku akan mencuri baju zirahnya dan menjadi kesatria.

Kubawa kuda dan keretanya, lalu pergi di tengah malam...

Berpakaian sebagai kesatria atau wanita, darahnya tetap keluar.

Kini kau seorang wanita, Birdy.

Wanita?

Pertama, kita akan membuat pembalut.

Kain dililitkan di tangan, membuatnya bagus dan tebal.

Itu pembalut yang diletakkan di celanamu.

Pegang itu.

- Apa itu milik ayahku? - Bukan.

- Ini celanamu. - Celanaku?

Ini... Beri aku pembalutnya.

Seperti itu, di antara kakimu

dan itu akan menampung darah agar tak menodai pakaianmu.

Bisakah kau melakukannya?

Aku bisa, Morwenna.

Jangan lakukan itu.

- Berhati-hatilah. - Aku berhati-hati.

Kita memetik min karena akan membuat semua terasa lezat.

Randa tapak, jelas bukan bunganya, cocok untuk kram itu.

Alf, apa itu celana dalam ibumu yang di kepala Wendy?

- Halo. - Perkin.

Dia sedang apa sekarang, mendandani hewan ternak?

Domba seharusnya memakai saus min, bukan topi.

Semua herba yang kita petik,

kita akan membuat teh di cangkir kesukaanmu.

- Ini cangkir kesukaanku. - Ini cangkir kesukaanmu, aku tahu.

Aduk, celup, dan minum, rasa sakitnya akan hilang.

Kau sedang apa?

Mengetuk itu sopan santun, Birdy.

Meskipun, kuakui, mungkin tidak di pub-pub yang kau kunjungi.

Aku belum pernah ke pub. Ibu, dia bohong.

Aku tak berbohong, Sayang. Aku bercanda. Ada perbedaannya.

Walaupun aku memang melihatmu di pub malam itu, bukan?

Memaki dan minum bir. Berkelahi dengan para petani.

- Perkelahian hebat, bukan? - Ibu.

Sial, aku ingin kamarku bebas dari pelawak saat ini.

- Aku ingin istirahat. - Satu lelucon sebelum aku pergi.

Apa yang Paus katakan kepada tikus tua?

- Apa - Apa?

Apa yang Paus katakan kepada tikus tua?

Kau bicara apa?

- Lelucon. - Apa dia sudah gila?

- Paus dan tikus tua. - Paus apa?

- Tikus tua yang mana? - Ayah...

Ya.

- Ibu. - Birdy.

Ada yang ingin kuberitahukan. Ini sangat serius, jadi...

- Ibu, kau baik-baik saja? - Ya.

Bayinya menendang.

Apa yang ingin kau katakan, Sayang?

Mungkin kini bukan waktu yang tepat, mungkin aku akan menunggu... selamanya.

- Ada hukuman gantung di Rutherford. - Hukuman gantung?

- Aku berpikir... - Sama sekali tidak boleh.

- Robert pergi ke semua hukuman gantung. - Itu Robert, bukan kau,

lagi pula, keluarga Sidebottom datang hari ini.

Ini hari kesukaanmu setiap bulan. Kemarilah, Nak.

Kemarilah dan istirahat bersama ibumu yang lelah.

Sangat menyenangkan kau ada di dekatku, Sayang.

Aku sangat lelah. Selalu sangat lelah.

Sebenarnya tak terlalu lelah, tetapi...

- Dalam setahun? - Dalam setahun.

Hanya itu yang terlihat. Mereka datang.

Hari ini Aelis datang. Dia teman dekatku.

- Kau bisa melihat itu? - Ya.

AELIS - USIA 16 TAHUN - GADIS TERCANTIK DI DESA DAN SAHABATKU

- Mata kananmu lemah. - Ya.

Gunakan yang kiri.

Perlahan.

Ceroboh. Kini aku dapat...

Saat melihat wajahnya, aku dengar burung dan peluit.

Aku melihat pita dan bunga.

Aelis.

TUAN GIDEON SIDEBOTTOM USIA 81 TAHUN

PRIA TERTUA DI PROVINSINYA AYAH TERTUA DI INGGRIS

Astaga, seluruh tubuhku sakit.

MEMAKAI BAJU ZIRAH SAAT TIDUR

Pikiranku sakit.

- Birdy, rambutmu sudah sangat panjang. - Aku tahu.

- Sangat indah. - Birdy?

Kau harus memberiku semacam peringatan,

karena melihat wajahmu, itu membuatku...

Itu membuatku begitu...

- Halo, Robert. - Nona Sidebottom.

Aelis, selalu senang bertemu denganmu.

Kau tampak agak kemerahan.

Kau juga terlihat agak kemerahan.

Jangan ganggu kami.

Apa kalian memerlukan pendamping di sekitar taman? Bisa sangat berbahaya.

Pergilah, dasar pengganggu. Ayo!

Bunga mawar sangat indah...

- Sungguh luar biasa. - musim ini. Kupu-kupu.

Aku benci kupu-kupu.

Kami sudah menerima lima atau enam lamaran pernikahan.

Semuanya lamaran yang serius.

Kami telah menerima... sembilan...

Sebagian surat ini sangat berlebih-lebihan.

Namun, aku tak peduli jika mereka penyair.

Aku peduli jika mereka bisa membayar putriku

dengan emas... batangan.

Benar sekali.

- Selamat datang di Stonebridge, Nn. Aelis. - Kau punya roti.

Ya. Aku punya roti. Dahulu aku punya banyak roti dan kue.

- Kini kita miskin. - Kita tak miskin.

Namun, tak ada makanan di puri kami

karena Ayah usir pembuat roti sebulan lalu.

- Kenapa? - Katanya dia dan ibu tiriku

saling bertukar pandang.

Terima kasih.

Puanku, aku berjanji tak merusak selera makan malamku.

Tidak, aku tak peduli apa yang kau rusak, Aelis.

Berenice.

Jangan pernah meninggalkan grup saat aku bicara. Aku...

Aku hendak membuat poin yang sangat penting.

PUAN BERENICE SIDEBOTTOM USIA 25 TAHUN

Aku pergi ke mana aku mau...

PENULIS SONETA BERGAIRAH YANG BERDEDIKASI SANGAT MEMBENCI SUAMINYA

dan mengatakan yang aku mau!

Dia menulis puisi yang sangat tragis.

Apa kau tahu ibu tiriku dibawa ke puri kami dari Gascony?

Gascony?

Pertama dengan perahu, lalu kereta.

Bermalam-malam dan tak ada yang beri tahu dia tujuannya.

Lalu, ayahku menunggu.

Dia mencari istri baru, sehari setelah ibuku wafat.

Pria adalah makhluk yang bermuka dua.

Aku ingin naik kereta bersamamu, Aelis.

Bagaimana kita melarikan diri?

Kita akan mencuri baju zirah kesatria atau jubah biarawan. Atau...

- Entahlah. - Ke mana kita akan pergi?

Paman George menuliskan surat tentang perang salib.

- Jadi, kita bisa... - Paman George?

Paman George.

- Kau selalu membicarakan Paman George. - Ya.

Dia akan segera datang, Aelis. Kau tahu dia paman terbaikku.

- Dia satu-satunya pamanmu. - Ya.

Hei.

Seiring waktu, saat harus menikah, kami dipaksa kursus kewanitaan.

Dua kata tak kusukai dalam satu frasa yang buruk.

Dengan lembut, Nona-Nona.

Tangan yang lembut mainkan nada menenangkan.

Suster Cornethia berusaha membuatku musikal, taat, dan anggun

untuk pelamar yang akan datang.

Apa pelajaran kita lucu? Tampaknya kalian sedang bercanda.

Tidak.

Namun, dia tahu tugasnya tak mudah.

Semoga Tuhan mengampuni kita.

Tuanku.

Aku ingin bertemu bayinya.

Aku ingin bertemu bayinya.

Birdy, pergilah demi Ibu.

Catherine, ayolah. Kau harus tidur.

- Kenapa dia bisa bertemu bayi itu? - Hanya Tuhan yang bertemu bayi ini, Birdy.

Aku tak akan terbiasa dengan bayi yang wafat.

Hatiku tak akan berhenti berharap agar mereka hidup.

Aku menyembunyikan pembalutku agar ayahku

tak menjadikan aku seorang istri dan ibu,

akan kusembunyikan terus-menerus...

selamanya.

Ibu biasanya mengunjungi Edward di biara,

tetapi dia pendarahan sejak melahirkan, akulah penggantinya.

Kami terlalu miskin untuk menawarkan pai ke biarawan.

Aku hanya membawa diri.

Aku membayangkan Edward tinggal di antara orang aneh yang takut Tuhan

dan pasti orang tua yang memegang Alkitab di dadanya.

Tunggu. Ini para biarawan?

Kenapa tak beri tahu aku?

Aku sangat bingung soal apa maksud Tuhan di sini.

- Edward. - Catherine? Maaf.

Sedang apa kau di sini?

Aku hanya mengunjungi teman lama.

Turun dari Yesus.

Catherine!

Jangan menatapku seperti itu.

Halo, Tuan-Tuan.

Catherine!

Bagaimana aku tahu wanita cantik membahayakan spiritual biarawan?

Kau hanya berbahaya bagi dirimu sendiri.

Apa Ibu sudah sembuh?

Tubuhnya jika bukan jiwanya.

Ayah kita yang tak peka tak membantu.

Kau tahu yang lebih buruk dari rasa sakit yang dia rasakan?

Dia harus selalu mencemaskan kita.

Menjadi ibu pekerjaan mengerikan.

Birdy, jangan bermain pedang dengan penyelamat tersalib kami.

Apa tak ada hiburan yang lebih seru di sini?

Mungkin pedang suci yang dipakai untuk membunuh seorang pagan.

Tak terlihat ada pedang.

Aku tak percaya. Jika aku lelaki, pasti kau tunjukkan.

Anak lelaki boleh lakukan semua.

Sangat membosankan, Edward.

Kebosanan hanya dirasakan oleh burung bodoh.

- Kau tak membosankan, bukan? - Tentu saja tidak.

Bagaimana bacaanmu dan buku harian yang kutugaskan untukmu?

Setiap hari kutulis buku harian dan mengulang baca Alkitab.

Aku hafal semua doa penting.

Aku punya sesuatu untukmu, sebenarnya.

Hadiah.

Bagus. Buku.

Kini aku dapat perhatianmu, mungkin kau benar-benar membacanya?

Itu The Book of the Saints, setiap hari santo yang berbeda.

Berjanjilah kau membacanya.

Teruslah membaca lebih banyak lagi.

Juga menulis.

Mengetahui kisahmu akan menjadi penyelamatanmu.

Janji.

Mungkin aku bisa menjadi santa.

Sebagai permulaan, kurasa santa membantu pengasuhnya mencuci.

Kenapa Edward ingin aku membaca buku ini?

Penuh orang asing dan kemalangannya.

Santo adalah orang konyol yang tak akan bertemu aku.

Setidaknya aku menjadi ahli kematian mereka yang mengerikan

yang sangat tak menyenangkan, sehingga benar-benar menghiburku.

Apa artinya "defenestrasi"?

Tanggal 16 Oktober, misi menuju kemenangan.

Aku tak ingin menjadi putri bangsawan, mungkin santa?

Birdy, pakai sepatu, demi Tuhan.

Aku tak bisa.

Jika menjadi santa,

aku harus lakukan pengorbanan diri.

Ada rencana kecil lainnya untuk sore ini?

Sebenarnya, ya, aku menolak diberi roti.

Aku juga akan tidur dengan sisir di balik punggungku

karena meniru Santa Blandina

yang dibakar, ditempatkan di peti merah,

dilemparkan ke rusa liar yang lontarkan ke udara dengan tanduknya.

Dia dibunuh dengan belati.

Kau akan bertemu belati jika tak memakai sepatumu, Birdy.

Morwenna.

Aku tak percaya harus hadapi ini dengan humor setiap bulannya.

Aku lebih suka mandi dengan kotoran atau bergulat dengan singa.

Bergulat dengan singa.

- Salahku karena ingin kita bahagia... - Semua hari dan berita sialan itu...

Agar sedikit bahagia?

Setiap tahun enam tahun ini, anak kita wafat.

Rollo, kenapa tak kau beri tahu kita tak punya uang untuk belanja?

Aku hanya ingin menjadi pasanganmu, ada di sisimu sebagai nyonya rumah ini.

Nyonya perlu memiliki kebunnya.

Dia perlu memiliki benang peraknya.

Dia perlu apel dan daging panggangnya,

aku harus menjaga keluarga ini agar tak jatuh ke dalam kemiskinan!

Birdy satu-satunya cara kita.

Kita benar-benar dalam masalah.

Perkin?

- Ya, Bird. - Apa pendapatmu soal berciuman?

Pendapat bagaimana?

Apa mungkin tak seburuk yang kita kira?

Astaga, hentikan! Ini berlendir!

Ayolah.

- Apa yang kau inginkan? - Kabar baik. Dari Kent.

Tempat yang cuacanya lebih baik daripada sutra dari Kashmir

dihamparkan di atas meja untuk 20 orang.

Boleh aku bertanya, di mana majikan kalian?

- Majikan kami? - Ya.

Nona Catherine dari puri ini,

gadis cantik yang jauh-jauh ingin kutemui.

Apa niatmu dengan majikan kami, Tuan?

Jika dia secantik, sebaik, dan sesopan yang pernah kudengar,

kurasa aku akan segera menikahinya.

Menikahi dia? Nona Catherine?

Ya. Aku datang untuk melamar.

Nona Catherine kami?

- Tak mungkin Nona Catherine kami. - Nona kami.

Maksudku memang Nona Catherine kalian,

bahkan seperti yang kubilang.

Aku sudah berkuda sejauh ini,

mengalami beberapa kali cedera dalam perjalanan

karena Hercules makin besar.

- Bisakah kalian beri tahu... - Tidak, Tuan.

Kami mengenalnya dan kau tak perlu repot.

Kami hanya sedikit bingung kenapa kau bepergian seperti ini untuk...

Dia makhluk keji,

- dengan semua gigi, rambut, dan ingusnya. - Mengerikan.

- Katanya dia punya telinga ketiga. - Memang punya.

- Kalian pernah melihatnya? - Pernah.

- Di mana? - Di belakang lehernya.

- Apa berfungsi? - Cadangan.

Di mana Nona Catherine yang kudengar

berambut panjang dan hitam yang jatuh bagaikan air terjun?

Nona Catherine dengan lekukan bagai kepulauan.

Kepulauan?

Apa itu kepulauan?

Serangkaian pulau kecil, kurasa.

- Kau ditipu dengan kejam. - Kau ditipu.

- Ya, kurasa... - Sangat kejam, Tuan.

Aku telah ditipu dengan begitu kejam.

Tuan, pergilah sebelum dia datang dan menunjukkan wajah buruknya.

Aku ingin berterima kasih. Kau sangat gagah.

Sebaliknya, kau sedikit kasar, menurutku.

Terima kasih banyak, Tuan.

Aku tak akan menyelundupkanmu bir, Birdy, jangan minta dariku.

- Aku ingin tahu maksud dari ini. - Maksud dari apa?

Seorang pria datang dan menanyakan namaku.

- Sepertinya mustahil. - Dia berasal dari Kent.

Ya. Bagus.

- Sebaiknya kau mandi. - Aku sudah menyuruhnya pergi.

- Kau menyuruhnya pergi? - Kusuruh pergi.

Aku tak akan menemui orang dengan niatnya itu.

- Pergi ke jalan utama dan panggil dia. - Kurasa dia sudah jauh.

Bahkan dia berlari menjauh.

Tidak! Baiklah.

Di mana... Aku butuh...

Tangan.

Hal yang dilarang untuk para gadis:

Pergi perang salib.

Memotong rambutnya.

Menjadi pelatih kuda.

Tertawa sangat keras.

Menikahi pasangan pilihannya.

Menjadi biarawan.

Minum di bar.

Pergi ke penggantungan.

Kau akan bersikap seperti wanita saat pelamar datang

atau kita akan berakhir di rubanah Coopers.

- Apa kau mengerti? - Aku tak tahan.

Apa kau menyadari putrimu telah mengusir pelamar yang sangat baik?

Jangan marah karena pria itu.

Leluhurku dahulu para raja Inggris,

dia cuma pedagang wol sederhana dari Kent.

Sayangku, kita tak bisa makan leluhur kerajaanmu.

Kita tak bisa menanam nenek moyangmu.

Pria itu... sangat kaya.

Dia masih muda, bahkan belum bisa mengandung.

- Tidak, aku tentunya tak bisa. - Beri dia waktu.

Beri waktu.

Satu hari lagi Paman George tiba.

Setelah seorang penunggang kuda membawa petaka,

penunggang lain membawa harapan.

Pamanku sangat berbeda dengan pria lain yang kukenal.

Dia memiliki binar di mata hijau sucinya,

ada lagu, juga semua gigi di bibirnya.

Bagaimana harimu, Sayangku?

Baik-baik saja.

Jangan bilang baik, Robert. Itu membosankan.

Jangan membuat ibumu bosan.

Aku tak percaya satu-satunya putri saudariku sudah setinggi bahuku.

PAMAN GEORGE USIA 28 TAHUN

ADIK IBU BERPERANG DENGAN BERANI DI PERANG SALIB - SANGAT. TAMPAN.

Saat aku pergi, kau memakai popok berpeniti kayu besar.

Seorang barbar kecil, seukuran jamur.

Ibu memberi tahu kami kau berada di Tanah Suci

mengenakan palang merah pada tunik putih,

berjuang mulia demi Tuhan dan Yesus, juga Raja kita.

Sejujurnya tak seindah itu.

Tunikku tertutup lumpur dan rumput duri.

Namun ada barisan,

banyak tentara perang salib dari Yerusalem ke London, bukan?

Ada barisan.

Namun, barisan yang terluka menunggu untuk lukanya diobati.

Tidak menyenangkan.

- Apa kau akan menyingkirkan tongkat itu? - Ini bukan tongkat, tetapi beruang...

dari Paman George.

- Hadiah dari Paman Georgie. - Diam.

- Georgie. - Tidak.

Kau hanya cemburu karena tak ada yang buat ukiran untukmu.

- Tidak, itu benar. - Apalagi beruang.

Seperti aku, dari George.

Tidak, itu benar. Tak ada hadiah untuk Morwenna malang.

Sayang. Ayo, tidur.

Sudah cukup.

Belum cukup.

- Selamat malam. - Selamat malam.

Jangan terus memperhatikan benda itu.

Jika tak bisa menjadi pahlawan, aku akan mencintai pahlawan.

Dia akan beri tahu ayahku dia tak bisa menjualku begini,

dan dia akan berjuang untukku.

Apa dia mirip dengan Malaikat Mikail?

Tidak.

Tak ada santo yang setampan dia.

Aku harus melihatnya sendiri kalau begitu.

- Jika aku menikah, Aelis... - "Jika".

- "Jika". - Jika, maka aku memilihnya

Kalau saja dia sepupuku, bukan pamanku.

- Turut prihatin. - Cinta sejati bisa menang.

Ada pembangunan pondok hari ini.

Birdy, kau tahu kita akan dicambuk.

Kau dicambuk?

Ayahku hanya memukul tanganku dengan tongkatnya, itu saja.

Pembangunan pondok bukan untuk gadis yang menunggu pelamar.

Aku menonton pembangunan pondok dari bukit.

Bersih untuk pelamarku, tetapi penuh dengan amarah.

Aku tak akan mengolesi diriku lumpur lagi dan mendorong Perkin.

Aku tak akan melihat hukuman gantung. Atau bersenang-senang.

Hanya karena hak lahirku adalah berdarah.

MALAM KERAMAT

Tidak, permainan ini payah. Aku sungguh merasa kalah.

- Kau sangat menyedihkan. - Diam!

Ya. Terima kasih.

Tangkap! Kau tak menangkapnya.

- Kau harus mengajariku ini. - Panas. Itu panas!

Kau si kecil...

Banyak yang takut pada Malam Keramat,

takut orang mati yang kembali ke Bumi.

Orang mati yang kutahu hanya para saudara mungilku

yang wafat sebelum mereka lahir.

Bagaimana bisa aku takut pada mereka?

Aku berharap mereka berkunjung.

Itu akan meringankan kesedihan ibuku.

- Birdy. - Aelis.

- Kau suka tandukku? - Indah.

- Morwenna menjahitnya. - Manis sekali.

- Maaf. - George?

- Halo, Bird. Mahkota yang bagus. - Ini tanduk.

Aku melihat pria dengan sarung tangan seperti cakar setan dan ketakutan.

Aku bersembunyi di balik kandang ayam saat pria baik hati ini menemukanku.

Itu Paman George-ku, Aelis.

Pria yang sering kau bicarakan?

Ya, itu pasti dia.

Karena kau bilang dia baik dan tampan juga.

Aku juga terguncang oleh pria bercakar dengan jemari panjang yang seram itu.

- Aku melihat... - Kau melihat pria

dengan benjolan besar di wajahnya? Benjolan merah.

Apa menurutmu itu kostum atau sungguhan?

Biar kuantar kalian kembali ke kamar dengan aman.

Tidak, aku ingin lihat para ibu dan tariannya.

Aku mati, Birdy, dan kini aku hanyalah hantu

yang akan menghantuimu sampai akhir hidupmu.

Cukup bercandanya, Penggembala Kambing.

Aku akan kembali ke kamarku untuk membaca beberapa ayat indah

sebelum tertidur nyenyak dan memasuki alam mimpi.

Aku akan meninggalkanmu bersama temanmu.

Nona Catherine.

Ayahku setuju aku tinggal selama dua pekan penuh atau bahkan empat.

Kuharap dia menulis untuk bertanya.

Bagaimana kau tahu itu nyaman bagiku?

Aku memiliki banyak tugas.

Kenapa aku menjadi begitu kasar?

Aku gelisah.

Aku menyalahkan pai belut.

Ayo, si kecil...

Jelas bukan salah pai belut.

Catherine.

Ayahmu menemukan pembalutmu di dalam kamar kecil.

Menyembul dari balik celah.

Itu bukan milikku.

- Bagaimana kau tahu? - Catherine, aku ibumu

dan nyonya rumah ini, tak ada yang tak kulihat dan tak ketahui.

Biar kuberi tahu, percuma menyembunyikan pembalutmu sedalam apa pun itu.

Aku mencoba sebaik mungkin untuk melindungimu.

Ayahmu menunggu kesempatan untuk menjadikanmu istri

dan bawa kelayakan ke puri ini, aku tak bisa menyangkal lagi.

- Apa aku tak punya suara? - Semua ada waktunya.

Musimnya. Ini musimmu, Sayang.

Pengkhianat dan pembohong.

- Pencuri. Aku benci kau! - Catherine.

- Birdy! - Cukup!

- Tidak! Hentikan sekarang. - Aku membencimu!

Cukup. Itu cukup!

Aku syok.

Aku tak punya teman.

Aku kejam kepada Perkin.

Morwenna mengkhianatiku.

Paman George yang bawa keceriaan dan keajaiban mencintai Aelis yang licik.

Sekarang waktuku sudah tiba.

Aku matang bagai persik siap petik.

Tentu saja. Birdy!

Tak dapat dikenali.

Tanggal 25 November. Aku merasa tak memiliki diriku.

Ayahmu menyuruhku menggosok

setiap lekukan tubuhmu sebelum para tamu tiba.

Apa aku memilih mati daripada dipaksa menikah?

Kukira kedua pilihan itu tak menarik atau adil.

JOHN DARI NORMANDIA PAUS GEMUK TITAN, PERSEMBAHAN:

BANYAK DUKAT EMAS, KEBUN LAVENDER, SAPI BERBULU KERITING

- Di mana gadis itu? - Dia berdandan

agar cantik untukmu.

- Aku suka ini. Hiburan. - Ya.

- Untukku? - Ya. Hebat!

Sangat bagus.

Di mana gadis itu?

- Di mana dia? - Di mana gadis itu?

Itulah gadisnya.

Boleh aku meminta sesuatu darimu?

TUAN ROLF DARI SAXONY KELUARGA KERAJAAN JERMAN,

Apa pun, Nona Catherine.

DOMPET PERAK FLEMISH, 300 KAMBING BERBULU SUTRA, CINTA SEJATI

Maukah kau membuktikan cintamu kepadaku dengan menaruh burungku di wajahmu?

- Menaruhnya? Seperti... - Ini.

Ini adalah Juniper.

Ini adalah Breadberry.

Ini Tuan Neill.

Tuan Turd.

Ini yang di kepalaku. Tak apa-apa?

Halo.

Itu sangat dekat dengan wajahku.

Jika bisa bicara dengan Aelis, mungkin aku tak kesepian saat dihukum.

Namun, dia punya George.

Aku punya telapak yang sakit.

Mungkin bisa berbagi kesukaanmu...

GODFREY DARI GLARDENMERE PUTRA DARI TUAN LAINNYA

SEGUDANG KEJU TUA, SISIR RUBI, KETIAK BAU!

Hobi, keinginan dari jiwamu terdalam.

- Kudengarkan Tuhan saat Dia bicara. - Gadis yang taat.

Biasanya Dia menyuruhku membentuk pasukan, 5.000 wanita kuat,

berkeliling menyembelih pria dan jadikan isi perutnya persembahan.

Kejahatan ganda. Isi perut siput.

Bokong dalam topi.

Tak ada makian yang cukup baik untuk pelamar atau ayahku yang keji.

Paha ayam yang kentut.

Putri cantik kami akan bernyanyi untukmu.

BALTHASAR DARI DAERAH BAWAH PEDAGANG SUTRA, PERSEMBAHAN: BANYAK SUTRA.

Itu gubahannya sendiri.

Dia menulisnya sendiri.

Ada naga di kamar kecil

Dia menatapku dengan kasihan

Memberitahuku dia ingin memakan...

alis

Tidak, jangan sentuh.

Alisnya sungguh tinggi

Ya. Baiklah.

- Kau tak bisa begitu. - Bisa.

Tidak, kau tak bisa.

Meg!

Aku mencuri kuncinya saat penjaga gerbang tidur.

Ini roti dan mentega.

Meg, sudah kuduga. Kau memang pemberontak dan teman sejati.

- Tidak, Nona. - Jangan Nona.

Jangan pernah katakan Nona.

Baiklah, Nona.

Maafkan aku.

Birdy.

Hanya Birdy.

Hari Kristus.

Saat aku kecil, Ayah punya Yesus emas yang mengeluarkan anggur.

Kini kami hanya memotong bagian coklat wortel.

- Seperti ini? - Timur.

- Timur. - Timurmu atau timurku?

Baratmu. Timurmu. Hanya timur laut.

- Apa yang kau cari? - Aku ingin ini terasa seperti surga...

Masuk melalui jendela dan mengenai lampu.

Jangan takut karena aku bawa kabar baik.

- Untukmu, penyelamat lahir. - Seorang anak?

Tidak mungkin.

Karena aku hanya perawan muda sederhana.

Kenapa itu sangat lucu?

Jika dia perawan, aku seorang putri.

Aku tak pernah bersama pria.

Tak ada kamar di penginapan.

Penginapan buruk.

Kita bisa berlindung di gudang ini...

PENTING CARI TAHU APA ITU PERAWAN

dengan bayi kita.

Kami datang memberinya penghormatan dengan hadiah dari Timur.

Mataku berair. Mungkin aku alergi sorakan.

Maria berkata kepada Yusuf bibirnya yang manis sangat lembut

Bagaimanapun, buku harian bukan pengganti teman.

Yusuf memetik buah ceri itu untuk diberikan kepada anakku

Ceri untuk Yusuf dan Maria

Makan ceri itu, Maria

Ceri itu sekarang

Maafkan aku.

Makan ceri itu, Maria, yang diletakkan di tanah

Perkin, maafkan aku.

Dialog terbaikku selanjutnya.

Buat sangat rapi, Nona-Nona.

Sangat rapi.

Kau akan marah kepadaku selamanya?

Mungkin saja, Aelis.

Kita belajar dengan baik saat menutup mulut dan membuka telinga.

Aku tak berbuat salah.

Kecuali mencuri pria yang kucintai sepenuh hati. Diam-diam.

Bagiku, kau pengecut yang licik.

Aelis, maafkan perkataanku.

Mulutku jahat dan dia bertindak tanpa persetujuanku.

- Birdy nakal. - Birdy.

Aku akan menikah.

- Dengan George? - Tidak.

Anak lelaki sembilan tahun.

George memutuskan menikahi janda tua bergairah bernama Ethelfritha.

Kini kau bahkan tak mau menjadi temanku.

Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku tak bisa berkata-kata.

Hatiku bagai diserut dan direbus seperti parsnip.

George akan menikah.

George akan menikah.

George akan menikah.

Kurasa kau tak menerima anggota baru di biara?

Tidak.

Sayang.

Enam Januari. Tahun 1291 telah tiba,

aku telah melihat akibat dari emosiku yang mengerikan.

Tak punya teman, bosan, penyucian diri.

Aku membuat resolusi baru.

Berusaha menjadi putri bangsawan,

bersikap dan berbicara seindah ibuku,

membuat orang tuaku dan Tuhan bahagia.

Aku wanita sekarang, aku akan berpakaian sendiri.

- Itu terbalik. - Tidak, lihat.

Pembangkangan tak membawaku ke mana pun.

Demi Tuhan, apa itu?

Siapa yang bisa melawan takdir?

Dengarkan para burung, Bird.

Aku menolak pernikahan dan hanya merasa sakit.

Jika aku menerimanya, mungkin ada...

- Rasakan angin semilir... - kesenangan?

Membelai lubang hidungku.

Nona Catherine, apa kau menyukai berkuda?

Aku suka, Tuanku. Sangat suka berkuda.

Mungkin kau dan putraku bisa berkuda bersama

- sementara kami di sini. - Ya.

Apa kuda kalian akan akur?

Kurasa begitu.

Kudaku memiliki emosi yang bagus dan seimbang.

Apa kau tak benci harus berdandan untuk pertemuan ini?

FULK MUDA PUTRA DARI FULK TUA

Ya. Aku sungguh membencinya.

SEBIDANG TANAH SUBUR, 6 ANAK ANJING, JABAT TANGAN BERKERINGAT

Gaun ini sangat ketat, sulit untuk bernapas.

Apa bajumu ketat?

Tidak, yang ini tak terlalu buruk.

Beruntung kau di sini malam ini, Fulk,

karena ada kabar gembira. Kami akan memiliki bayi.

- Apa? Ini luar biasa! - Ya.

- Aku suka bayi! - Apa yang kau katakan, Ayah?

Kau tak bersemangat?

Kata Bidan mungkin kali ini dia kehabisan darah.

Tidak sekarang, Birdy.

Ini bukan waktunya, Birdy.

Apa kau mencoba membunuhnya?

Apa kau begitu ingin buktikan dirimu sebagai pria?

Bayi itu akan mati. Mereka semua mati!

- Kau tak mati. - Aku tak mati, tetapi sisanya mati.

- Catherine. - Catherine, kemarilah.

Mereka semua mati!

Kurasa dia sedang sakit. Dia terkena... sedikit...

- Kurasa penyakit cacar. - Itu bukan cacar.

- Cacar? - Tidak, itu bukan di desa.

- Kami sebaiknya pergi. - Jangan pergi.

- Bukan cacar besar. - Bukan cacar kecil.

- Bukan cacar kecil. - Hanya cacar kecil yang mungil.

- Halo. - Aku membencimu.

Kukira kita cukup akur.

Biar kuhabiskan makanan dengan tenang.

Lembaran baruku hanya sebentar.

Namun, pemberontakanku selamanya.

Apa yang kalian lakukan? Membaptisnya? Siram yang banyak!

Tidak, Fulk... Fulk, kembalilah.

Fulk!

Kenapa embernya sangat kecil?

Apa kau tak mengerti bahayanya terhadap kami? Catherine!

Sekali ini, berusahalah kau menjadi contoh baik bagi penghuni

dan penduduk desa kita. Tunjukkan seperti apa putri bangsawan,

bukannya membuat kita semua... malu!

Penghinaan!

Aku bukan putri bangsawan, tak bisa menirunya.

Duduk!

Saat setahun lebih muda darimu, aku mewarisi kota yang berantakan.

Ayahku mempertaruhkan setiap batu bata, kaca,

karung gandum, semuanya.

Aku harus menggunakan setiap kecerdikan dan kekuatanku

untuk membawa kota ini kembali ke kemakmuran.

Kecerdikan dan kekuatanmu?

Di antara kualitas lainnya, ya.

Apa itu sebabnya aku melihat permadani kakek akan dilelang?

Cangkir pernikahan ibu sedang dikemas dan dikirim

karena kecerdikan dan kekuatanmu.

Aku ayahmu.

Jika aku mengatakan kau harus menikah,

kau harus menikah.

Tanggal 5 Februari.

George menikah.

Ada menikah demi cinta,

demi uang, sebagian demi kewajiban,

sebagian lagi, seperti George, tak tahu alasannya menikah.

Apa para hadirin ada yang keberatan pria dan wanita ini

dipersatukan dalam pernikahan suci?

Karena tak ada keberatan, kau bersedia menerimanya sebagai suami?

ETHELFRITHA ROSE SPLINTER DARI DEVON

USIA 48 TAHUN JANDA YANG SUKA MERAUT

MAKAN GULA DENGAN JEMARINYA LEBIH KAYA DARI AYAHKU

Aku bersedia.

Apa kau bersedia menerima wanita ini sebagai istri?

Aku... bersedia.

Aku bersedia.

Beri tahu putrimu jangan menangis.

- Dia bisa menangis jika mau. - Sidebottom tak menangis.

Dia akan terbiasa.

TUAN SUNGERK DARI DUNKERK USIA 9 TAHUN

Dia dapat pria muda yang baik di sana.

SUKA PETAK UMPET, TIDUR SIANG, MAKAN LUNAK SUAMI BARU AELIS

Dia akan tumbuh menjadi bagus.

Dia dapat anak sembilan tahun.

Amin.

Amin.

Begitu. Dorong.

- Aku mendorong. - Pas. Terima kasih.

Bukankah pamanmu terlihat gagah, Birdy?

Astaga.

Apa duniaku selalu dipenuhi hal tak menyenangkan?

Mulutmu pedas.

Aku berusaha menemukan makian yang terbaik.

Apa itu "astaga" atau "jempol Tuhan"?

Atau sesederhana "Iblis dan kaki tangannya"?

Aku secara pribadi lebih memilih "mati oleh penggorengan".

Kau menjual sarung tangan?

Makin dingin.

Aku bepergian dari kota ke kota mencari yang jemarinya gemetar.

Aku tak punya uang.

Aku hanyalah pelayan.

Pelayan dengan gaun yang indah, tetapi...

jika kau tak punya uang, ciuman pun tak masalah.

Sebuah ci...

Mati oleh penggorengan.

Aku tak bisa menciummu.

Aku belum pernah mencium siapa pun.

Aku akan dipukul dengan tongkat.

Kalau begitu, boleh aku menciummu dan menjadi yang disalahkan?

Begitu saja?

Itu yang membuat George dan Aelis tergila-gila.

Dia pun terlihat senang.

- Ini. - Terima kasih.

- Selamat malam. - Selamat malam, Pria Sarung Tangan.

Sangat aneh.

Apa itu kuanggap sebagai ciuman pertama?

Kurasa aku mau,

terutama karena aku memilihnya sendiri.

Aku membayar sendiri untuk perayaan ini.

Hanya itu gunanya suami, setidaknya yang sudah wafat.

Sangat nyaman saat dia wafat...

lebih kaya daripada saat kau menikahinya. Meskipun, masih agak sedih.

Ini pesta pertama yang kami adakan setelah lama.

Astaga.

Kami tak punya uang lagi, tak sepertimu.

Ada banyak makanan malam ini, aku kehilangan nafsu makan.

Mungkin cinta membuatku sakit.

Siapa yang berkata soal cinta?

Apa aku percaya Paman George-mu mencintaiku?

Aku tak percaya.

Namun, dia akan melindungiku layaknya suami terhadap istri.

Aku juga mewarisi gelarnya,

kudengar dia mahir dengan pedang,

sebagai gantinya, dia dapat tanah yang menjadi miliknya.

Pertukaran yang sempurna.

Ditambah lagi, dia cukup tampan.

Apa kau tak ingin mencintai seseorang sepatutnya?

Ada hal yang lebih penting.

Kau sangat beruntung, Burung Kecil.

Lihat, kau memiliki sayap.

Kau harus belajar memanfaatkannya.

Bukan mengepakkannya, lalu jatuh ke lantai.

Permisi sebentar, Bibi Ethelfritha?

Tentu saja, Burung Kecil yang cantik.

Jangan terbangkan kandang.

Cobalah kue tar. Bayam.

- Apa yang kau coba lakukan? - Segigit saja.

Kau tahu aku punya bisul sebesar bokong babi.

Lembut. Ini kue kering.

Kau mencoba membunuhku? Hentikan.

Aku mendoakanmu hal sama yang kau doakan untuk dirimu.

Apa?

Aku mendoakan kau bahagia, Aelis.

Aku meminta maaf pernah mengatakan sebaliknya.

Sejak kita bertengkar, aku selalu merindukanmu.

Ada banyak cerita.

Bahkan, aku hanya punya dua kata.

Pria Sarung Tangan.

Aelis!

Hei, maukah kau melihat bonekaku?

Kepalanya dari lobak.

Siapa dirimu?

Aku suaminya.

- Tentu saja. - Dia suami

yang baik dan juga tampan.

Diam.

Diam!

Tenanglah.

Tenanglah!

Salah satu dari mereka akan menghancurkan semua ini.

Dasar orang-orang bodoh!

Ya.

Aku orang terkaya ketujuh di Yorkshire.

Aku ingin berzina.

Kemarilah, kau jalang.

Orang dewasa sebut aku kasar.

Namun, apa mereka pernah lihat teman mereka yang mabuk?

Ayo. Naik. Begitu.

Bagaimana bisa kau tak menyukai pernikahan dari hati?

Aku tak menyukainya.

Aneh rasanya aku harus menyukai wanita yang ambil George dari kita.

Hidup memang bisa mengejutkan, Bird.

Dah, Georgie.

- Jangan kelelahan. - Sampai jumpa, George!

Muntah itu menjadi kejutan lain.

Apa pagimu menyenangkan, Birdy?

Sangat menyenangkan.

Aku suka... Rambutmu.

Seperti ular.

Kenapa pria berjanggut ini masih ada?

Tuan Murgaw, tahukah kau Catherine ini

memintal benang terbaik di Stonebridge?

Aku tak terlalu peduli dengan kain.

Aku akan menari bugil jika tak berdosa.

Aku akan melakukannya.

Apa kegiatan yang kau suka? Apa kau suka...

Apa yang pria lakukan saat mengejar... Dengan hewan?

- Dengan panah? - Memancing.

- Berburu? - Aku tahu berburu.

Adu tombak. Kejar-kejaran?

- Hal yang dilakukan pria. - Memanjat pohon.

- Baik, Robert. - Panjat pohon, lalu buang air kecil.

Apa hal yang suka kau lakukan?

Aku koleksi kulit kadal langka.

Menyusun teka-teki gambar.

Satu keping semalam, semua dengan sederhana.

Kecuali berahi.

Astaga.

Apa itu berahi?

- Hanya kata lucu. - Hal yang kau bicarakan dengan Ibu?

- Dia mungkin tahu. Ya. - Benarkah?

Masuk.

Ya, Ayah?

Gadisku yang manis.

Putriku yang berambut hitam legam.

Putriku tercinta.

Putri tercinta?

Tak tahu dengan siapa kau bicara.

Nona dari Lithgow, mempelai priamu menunggu,

tak akan ada trikmu... yang akan menguntungkanmu.

Sandiwara sudah berakhir,

kau akan melanjutkan...

dalam babak ini.

Tamu itu?

Pria yang dipanggil Pria Janggut Kusut...

- adalah tunanganku? - Catherine, hormatilah.

Namanya adalah Tuan John Murgaw VIII.

Dia pelamar terakhir dan terkaya.

Apa itu jelas?

Dia bukan seorang pria.

Dia troll yang tinggal di gua.

Pembunuh pun tak pantas menerima hukuman seperti itu.

Tak bisa. Itu... tak akan terjadi.

Tersenyumlah.

Untungnya, aku berpengalaman dalam mengecoh pelamar.

Catherine terkadang suka keheningan, bukan begitu, Sayang?

Dia berbicara saat dia mau

dan sering kali menyenangkan.

Puan Aislinn, aku membayangkan

betapa menyenangkannya saat suamimu pertama kali mendapatkanmu.

Kau berani dan menyenangkan.

Namun, punya rasa tanggung jawab tinggi.

Benar-benar tipe wanitaku.

Satu-satunya wanita yang aku tak bisa tahan adalah penjerit.

Tak tahan, sangat menggangguku.

- Ini dia. - Bagus.

Penjerit.

Aku ahli menjerit sejak aku lahir.

Tidak.

Tidak, Ayah, kau tak mungkin membunuh Gemini.

- Kau tak mungkin membunuh Gemini. - Birdy.

- Gemini satu-satunya temanku. - Birdy.

Gemini!

Siapa Gemini?

Nona Catherine, apa babi itu temanmu?

Menarik!

- Astaga. - Ya ampun, Rollo, hentikan itu.

Tak bisa kukendalikan.

TUAN JOHN HENRY MURGAW ALIAS JANGGUT KUSUT

Ayo, mari kita makan babi itu.

PENJUAL GANDUM - TUAN TANAH TROLL BURIK MENGERIKAN

KEKAYAAN MELIMPAH

Aku menyukainya.

Menyingkirlah.

Kuda di puri Tak bisa begitu

Kuda di puri Tak bisa begitu

Siapa itu?

Ini aku, Nona Catherine.

Itu pelacur manismu, Tuan?

Berani-beraninya kau memanggil calon istriku pelacur, dasar bodoh.

Maaf. Ucapanku rendahan.

Aku tak berharap menunjukkan pakaian dalamku

sebelum pernikahan kita, Nona Catherine.

Kenapa begitu formal, Tuanku,

sebentar lagi kita tahu milikmu menjadi milikku,

milikku menjadi milikmu?

Benar.

Tentunya begitu.

Benar. Tentunya...

Terlalu banyak suara di ruangan ini!

Ya, suaraku menjadi masalah.

Kudengar sendimu sakit, jadi kupersiapkan untukmu

ramuan tradisional Stonebridge.

Menyenangkan dan sangat mujarab.

Kau cukup mengoleskannya pada siku, lutut, pergelangan kaki,

dan biarkan meresap ke dalam tulangmu.

Bahkan perhatianmu melebihi kecantikanmu, Nona Muda.

Perhatian, cantik, dan menghormati, paket lengkap.

Terima kasih.

- Selamat siang, Tuanku. - Selamat siang, Nona.

Selamat tinggal.

Karya terbaikku.

Aku bisa merasakan kebebasan.

Penyucian. Itu luar biasa, bukan?

Ayo, sekali lagi.

Perkin benar-benar saudara sehatiku.

Kami menyelesaikan masalah dengan adu panco,

aku menang adil dan jujur.

Kau bisa. Lanjutkan.

- Astaga. - Meg?

Ya, Birdy.

Dia terjatuh.

Apa sebenarnya perawan?

Perawan?

Ya...

Seorang pria punya pedang di bawah sana.

Wanita punya kotak.

Saat tak ingin menjadi perawan lagi,

kau minta pria untuk memasukkan pedangnya ke kotakmu

dan bergerak keluar-masuk,

mengeluarkan bunyi, lalu selesai.

Kukira seorang perawan adalah Tuhan membuatmu hamil.

Tidak, itu hanya satu perawan itu.

Itulah perawan.

Entah apa yang kutanya.

Nona Catherine?

Nona Catherine, boleh bicara denganmu?

Kau alasannya aku bau kotoran.

Cocok.

Kau kira bisa mengelabuiku dengan kekonyolan.

Namun, yang tak kau perhitungkan aku suka pengejarannya.

Besok aku akan memberikan ayahmu mahar pernikahan.

Sejumlah besar emas untuknya.

Namun, ini untukmu.

Ambillah.

Saat kau membelanjakan uang perak pertama untuk sesuatu yang indah,

ingatlah bahwa kau

akhirnya menjawab ya kepadaku.

Dia tak akan bisa menikahiku karena aku tak akan belanjakan koin,

hanya dengan marah menyimpannya.

- Birdy, kembali. - Kembalilah.

Birdy, kembalilah!

- Berhenti! Dengarlah. - Cambuk aku. Itu yang kau mau.

Turunkan tanganmu. Tuan itu telah melamar,

kau harus mengemas barangmu sekarang.

- Kau harus pergi. - Tidak.

- Birdy. Ya! - Kau tak bisa memaksaku pergi!

- Dengarkanlah, aku lelah. - Dia lelah.

- Lakukan yang kuminta. - Aku ingin bertemu bayi itu.

- Bayi itu baru lahir beberapa bulan lagi. - Kau harus izinkan aku menemuinya.

Kumohon, Ayah, izinkan aku. Aku bertemu dengannya.

Baik. Kau boleh bertemu bayinya, tetapi saat...

- Saat... - Robert, diam!

Saat bayinya ada di sini,

kau pergi.

Perkin!

- Kenapa kau meratap? - Perkin, kita harus menikah.

Kau pengantin yang menyedihkan, Birdy.

Kita hanya harus menikah besok di desa.

Yang perlu hadir hanya Morwenna, Meg, serta babi-babi.

Aku menjadi Puan Perkin, para kambing menjadi anak kita.

Birdy, aku tak ingin menikahimu.

Kau harus menikahiku.

Hidupku di ujung tanduk dan kau menolakku.

Bagaimana dengan hidupku? Rencanaku?

Pernahkah kau bertanya apa impianku saat membaringkan kepala di malam hari?

Tidak.

Jika aku cantik seperti Aelis, kau menikahiku.

- Ini bukan soal berwajah cantik. - Lalu, soal apa?

Entahlah.

Aku hanya tak ingin menikahimu, Aelis, Meg, atau Morwenna,

atau wanita lain yang Tuhan turunkan ke Bumi.

Apa kau lebih suka menikahi pria?

Perkin.

Kita harus lari.

Kita harus lari jauh dan tak pernah kembali.

Itu selalu jawabanmu untuk semuanya, Birdy.

Apa kau tak mengerti?

Kau ingin ikut ke perang salib, tetapi kau putri bangsawan.

Aku ingin menjadi ilmuwan hebat.

Namun, aku belum bisa membaca.

Kita tak bisa memilih yang kita lakukan. Hidup tak peduli dengan kita.

Kita diberikan tempat kita sampai mati.

Dari gesper, sampai pin

Pegang ujung sabuk, masukkan dengan aman

Topi di kepala baik hujan atau cerah

Kancingkan, Semuanya

- Dia menendang seperti kuda poni. - Dia?

Adik perempuanku.

Edward dan Robert saling memiliki.

Aku sendiri.

Aku juga ingin seperti itu,

tetapi apa dia akan sesempurna putri sulungku?

Kau nakal seperti yang Tuhan harapkan.

Kenapa bagian di lehermu ini menonjol seperti tali?

Itulah yang terjadi jika kau menyentuh api, Bird.

Kau menyentuh api, Bu?

Birdy, api menyentuhku.

Itu sebabnya kuminta agar kau patuh.

Aku dahulu juga keras kepala

dan ayahku membalasku dengan besi panas.

Saat kau mencoba mengubah dunia,

aku bersorak untukmu, Birdy, tetapi juga takut.

Melihatmu terluka, aku tak sanggup.

Aku lebih suka melihatmu mapan daripada terbakar.

Ada ayah yang lebih buruk dari ayahmu.

Namun, suami seperti apa? Pria yang akan kunikahi...

Aku percaya dia akan melindungimu

dan melihat kebaikan di matamu,

itu akan memunculkan kebaikan dalam dirinya.

Kau harus percaya itu.

- Masuk! - Ibu, aku membutuhkan... Nasihatmu.

Aku akan menunggu sampai tempat tidurmu bebas kutu.

Tolong tinggalkan ejekan kekanakan kita

dan bersikap seperti keluarga selagi bisa.

Itu membuat hatiku tenang.

Ya, Robert.

Aku dapat kabar dari Gloucestershire.

- Gloucestershire? - Aelis?

Benar. Suami kecilnya sudah wafat.

- Wafat? - Demam.

"Burung Kecil, semua menangis. Namun, aku menangis bahagia, aku pulang."

Pesan itu untukku! Berikan!

Hidup bisa sangat kejam, Sayangku.

Katanya boneka kepala lobak dikubur di sampingnya.

Birdy.

Ibu, apa kau... Bisakah aku...

Kau benar dengan tak putus asa akan menemukan cintamu, Sayang.

Ada apa?

Aku tak suka rahasia, Ibu.

Birdy, saudaramu telah lama menyimpan harapan untuk melamar Aelis.

- Aelis? - Aelis.

Aelis, ya.

Robert itu?

- Aelis-ku? - Tidak.

Dia bukan hanya Aelis-mu.

Dia Aelis-ku juga. Dia Aelis semua orang.

Maksudku, dia... Dia seperti Yesus.

Dia bagai musim semi, sangat mirip Yesus karena dia akan mengorbankan apa pun.

Dia memiliki rambut sangat panjang dan sangat bersih.

Aku akan sangat senang saat memintanya menikahiku,

jika dia setuju.

Aku menganggap diriku pria yang benar-benar berubah.

Berbeda. Lahir kembali.

Aku akan sangat senang. Dia tak sepertimu.

Kurasa aku tak tahu segalanya.

Kukira dengan menyelinap, memata-matai, dan membujuk, aku bisa hindari kejutan.

Namun, kejutan tetap datang.

Kadang dalam bentuk cinta yang tak terduga.

Hari yang baik karena aku pergi ke Aelis dan kami bisa bersukacita

karena kami akhirnya menjadi bersaudara.

Aku bawa hadiah berupa makanan diawetkan

dan sisir untuk rambut indahnya.

Aku pernah lihat Morwenna menatap sopir ini

sambil membasuh darah dari bisul di pahanya.

Dia menyebutnya "Harimau Emas" saat membicarakannya diam-diam.

Bayangkan hidup dengan seorang petani, begitu sederhana dan bersemangat.

Sangat... ompong.

- Birdy! - Aelis.

Terima kasih.

Aelis... Kenapa kau berdiri di jalan seperti sapi?

Ada hal darurat apa?

Aelis, ada apa? Ini hari bahagia.

Kau akan menikah, kita adik-kakak. Kenapa kau menangis?

Catherine Muda, tolong beri tahu ayahmu yang pemabuk

penawarannya itu bentuk penghinaan.

Dia bukan salah satu anjing pemburumu.

Orang yang bisa dibayar emas batangan. Dia seorang gadis. Sepertiku dahulu.

Diam, Berenice.

- Kami sangat bosan dengan suaramu. - Aku mulai bosan dengan suaramu.

Tolong! Bisa berhenti berteriak? Tolong?

Tampaknya ada banyak suara yang meninggi.

Selalu kukatakan, bicara bagai mentega, bukan pisau.

Kau siapa, Tuan?

Putriku masih perawan, dikonfirmasi oleh pemeriksaan

dan bisa memberi lebih dari dua kali

mahar pernikahan menyedihkan yang ayahmu ajukan.

Mereka membayar lebih untuk perawan.

Aelis, mereka bayar lebih...

Kalian bukan Tuhan, tidak...

Tak bisa tentukan siapa kami, ke mana kami pergi atau harga kami,

seperti benda. Kami bukan benda, tetapi manusia.

Kami bisa berpikir, mendengar, dan merasa.

Kau menghancurkan hati sahabatku,

putrimu, karena keserakahanmu!

Kurang ajar. Apa bedanya?

Tuan gadis muda itu hanya berubah dari ayah menjadi suami.

- Bisakah kita pergi? - Ke mana?

Rutherford.

Maafkan aku, Aelis. Aku ingin selamatkanmu lebih dari apa pun.

- Sungguh. - Dah, Birdy.

Birdy!

- Birdy! - Apa kau lihat?

Kau, masuk ke dalam, langsung ke kamarmu.

Aku kehabisan trik, sepertinya.

Semua kecuali satu.

Birdy?

Aku meyakinkan Harimau Emas untuk memberiku pakaiannya

agar bisa lari ke satu-satunya tempat

mereka bisa melihatku lebih dari koin emas mengkilap.

- Hei, gaun yang bagus. - Beri kami putaran!

Paman George pahlawan dan mungkin dia bisa beri tahu cara menjadi pahlawan.

Tak hanya dalam khayalan, tetapi dalam kehidupan nyata.

- Tak ada sesuatu untukmu, Petani Cilik. - Tidak, Paman George.

Ini aku, Catherine.

Tidak. Kau harus mengupasnya dahulu.

- Seperti ini? - Ya.

Sekarang cium.

Sangat lezat.

Ini memang lezat.

Aku mencicipi jeruk pertamaku sekembalinya ayahku dari negeri Moor.

Aku ingin pergi ke negeri Moor.

Kau ingin pergi ke mana pun yang tak ada ayahmu.

Bayinya akan segera lahir.

Aku akan menikahi Janggut Kusut.

Dari Lithgow?

- Benar. - Birdy.

Aku sudah menduga seseorang terkemuka, tetapi bukan terkemuka seperti dia.

Tuan Murgaw punya rumah bagus, kau tahu dia akan menjagamu dengan baik.

Dia memiliki tiga kota kecil

dan koloni penderita kusta.

Mungkin kau bisa memiliki arboretum.

George sendiri memelihara taman yang dipetik oleh Kristus.

Bukan taman, Sayangku. Tempat untuk merokok pipaku dengan tenang.

Hanya burung gagak yang terkesan dengan keahlian berkebunku.

Burung gagak sangat menyukai George.

Sayangku, aku harus istirahat.

Namun, aku baru saja datang.

Aku mudah lelah belakangan ini, Bird.

Punggungku bungkuk dan perutku kembung.

Di pagi hari, aku memulangkanmu ke Stonebridge.

Paman George?

Maukah kau menyelimutiku?

Baiklah, tiup lilinnya.

Tidak, ceritakan sebuah kisah untukku.

Kumohon?

Kurasa aku tak punya cerita.

Kau sudah berkeliling dunia.

Kau pernah melihat lautan. Pasti punya cerita.

Namun, aku tak menyimpan buku kecil sepertimu, Bird.

Semua cerita itu sudah menghilang seperti salju

saat kucoba bawa pulang.

Paman George?

Jika kau pahlawan, kenapa kau tak coba menyelamatkanku?

Menyelamatkanmu?

Dari si Janggut Kusut.

Dari masa depan.

Namun, Bird...

Aku bukan pahlawan.

Bisakah kau memaafkan aku, Gadis Manisku?

Pahlawan hanya ada di buku cerita.

Bahkan santo pun lolos dengan mati.

Itu juga tak terdengar menyenangkan, bukan?

Mungkin.

Kau mencintai Ethelfritha?

Sebisaku.

Apa kau mencintaiku?

Sangat.

Selamat malam.

Selamat malam.

Birdy?

Bangun.

Kita harus beri makan burung hantu.

Burung hantu?

- Punya kami! Cepat! - Kau punya...

- Kau punya burung hantu? - Ya.

Aku memelihara burung, tetapi sangat kecil, tak sebesar ini.

Ini lebih dari burung. Mereka...

- Mereka makhluk. Ya. - Mereka indah.

Aku juga makhluk.

Apa kau makhluk?

Ya.

Si Janggut Kusut?

Itu tidak adil.

Kau benar, Birdy.

Itu tidak adil.

- Tak seharusnya kau menikahi dia. - Tidak, seharusnya tidak.

- Atau jadi bangsawan. - Aku benci itu.

Mungkin kita bisa melarikan diri.

- Kita? - Ya.

Aku kaya. Kau masih muda. Bersama, kita bisa memiliki semuanya.

- Kita pergi ke Arab. - Arab?

Cicipi jeruk langsung dari pohonnya.

Pernahkah kau bertemu singa?

- Tidak. - Seorang sultan?

Kau bisa membunuh sultan dan mengambil emasnya.

- Ya. - Ya!

- Ya. - Aku mau, pasti.

Birdy!

Birdy.

Apa?

Aku akan merindukan Morwenna, pengasuhku.

Kau gadis konyol. Kau terlalu besar untuk pengasuh.

Aku akan merindukan Perkin, sahabatku.

Teman? Siapa yang butuh teman jika memiliki petualangan?

Setidaknya jika di Lithgow, aku bisa mengunjungi rumah.

- Namun... - Aku bisa mengunjungi ibuku.

Aku bisa tidur di tempat tidurku saat Natal.

Jika kita pergi dalam petualangan besar, aku tak akan bertemu Aelis.

Aku tak akan melihat bayi itu tumbuh.

Mereka akan merindukanku, bukan?

- Ya. - Mereka akan...

Mereka akan merindukanku, Birdy.

Paman George, jika petani mengetuk pintumu,

maukah kau beri mereka makanan?

Sampai jumpa, Birdy.

Sampai jumpa, Paman George.

Birdy.

Kau nakal.

Kami sangat takut.

Harimau Emas tiba terlambat semalam, mengenakan jubahmu sambil menangis.

Morwenna, jangan menangis.

- Jangan menangis. - Birdy.

Saat menangis, wajahmu sembab seperti daging panggang.

Bird-ku.

Sedangkan ibumu...

Dorong lebih kuat, Puan Aislinn!

Kumpulkan tenagamu.

- Ibu? - Apa kepalanya sudah terlihat?

Ibu, ini Birdy, aku kembali.

Ibu, aku kembali.

Pergi, dia tak bisa mendengarmu sekarang.

Mama, aku berjanji akan selalu menjadi seseorang yang kau inginkan.

Kepalanya!

Masih terlalu besar untuk lewat.

- Tak ada yang bisa dilakukan. - Aku bisa.

Bapa, baptislah sekarang! Berkati keduanya.

- Bapa kami, Yang ada di surga... - Hentikan.

- Terpujilah nama-Mu. - Hentikan!

- Kerajaan-Mu datang... - Aku bisa.

Jadilah kehendakmu di bumi layaknya surga.

Berikanlah kami roti kehidupan dan ampuni kesalahan kami.

Apa kudengar kau menyerah?

Kami sudah mencoba semua, bayi itu terjebak di dalam...

Tidak! Peragu!

Peragu, kalian semua!

- Atas nama... - Diam!

Bidan, kau tetap di sini dan tak akan tidur

sampai bayi kami lahir dengan selamat.

Aku tak akan kehilangan anak lagi. Apa kau mendengarku?

Aku tak akan kehilangan istriku yang suci.

Apa kau memahamiku?

- Apa kau memahamiku? - Ya, Tuanku.

Terima kasih. Kami tak butuh kau. Keluar dan jangan kembali.

Ambil air mendidih dan beberapa lap lagi,

- dan sedikit mentega. - Sayangku.

Sayangku, kekasih cantikku yang berani.

Lihat aku. Kau sangat kuat.

Jika memang ini takdir, maka...

dan jika tidak, aku meminta satu hal,

pastikan anak-anak kita menemukan tempatnya di dunia ini.

Bukan sembarang tempat, tempat mereka.

Dengarkan aku. Lihat aku.

Lihat aku. Aku adalah kita.

Aku hanya bisa seperti kau saat ini. Kau sangat kuat.

Kau sangat bijaksana.

Kau sangat kuat.

Kau sangat pemarah di pagi hari.

Kau sangat...

Kau begitu dekat dengan Tuhan, bahkan tanpa harus menyebut nama-Nya.

Aku ingin membuatmu tertawa dan aman,

aku tak akan hidup di dunia yang anak-anak dari anak-anak kita

tak membuatmu tertawa saat terjatuh di rumput di depan kita

saat kita tua. Kau bisa mencoba?

Jika kau mencoba, aku pun mencoba.

Jangan diam saja, tolong.

Panggil dokter. Panggil dua dokter.

Panggil tiga! Pegang talinya.

Kau sangat kuat.

Dengan erat.

- Ya. - Tidak!

Ayolah, Sayang.

Aku tahu.

Bayi kami lahir tadi malam.

Gadis kecil tersayang, cantik, dan kurus.

Bahkan, ada dua.

Semua teriakan ayahku soal putra menghilang.

Itu membawaku ke perkataan aneh yang pernah kukatakan.

Terima kasih kepada ayahku.

Pewujud keajaiban yang tak kusangka.

Kami menamakan mereka Eleanor dan Mary-Catherine.

Layak tetapi indah.

Andai aku punya banyak waktu mengajari mereka trik.

Kau suka bintang?

Mencoba melarikan diri.

Kuhabiskan hidupku mencoba melarikan diri.

Tanggal 10 Juni.

Aku merasa ada yang berubah dalam diriku.

Hanya karena aku tak bisa bahagia

bukan berarti aku tak inginkan kebahagiaan bagi orang lain.

Bahagia itu menular, aku belajar.

Aku mau selamatkan Aelis.

Kurasa aku tahu caranya, bahkan jika itu berarti pengorbanan.

Apa itu... Apa itu koin?

- Ya, dari si Janggut. - Apa untukku?

Apa itu cukup?

Ya, Bodoh. Aku menghitungnya.

Bagus. Aku bisa membeli harimauku kembali.

- Ya, ini sudah cukup. - Tunggu.

- Robert, aku bercanda. - Kau bercanda?

Pernikahan akan berlangsung, tampaknya.

Baiklah. Ini berarti aku suaminya, bukan?

Belum.

- Namun, ya. Aku suaminya, jadi... - Baiklah.

Ini sangat baik. Ini hal pertama yang kau lakukan demiku.

Ini luar biasa, Ayah.

Ini juga demi Aelis seperti demi saudaraku.

Lebih lagi. Dia aman sekarang.

Aku mungkin tak bersamanya, tetapi aku tahu dia ada di rumahku,

tidur di bagian rumahku,

menjaga Perkin, dan merasakan cinta.

Kami mengadakan pernikahan untuk Aelis-ku dan Robert-nya.

Mungkin ini terakhir kalinya aku berpesta, sebaiknya kunikmati.

Ayo, Birdy.

- Ayo, Aelis. - Birdy...

Ini dia.

Aku menyayangimu, Robert.

Semalam lagi di tempat tidurku,

lalu si Janggut Kusut.

Akan rindu kalian.

Jangan menangis.

Astaga, aku akan menangis.

Selamat tinggal.

Sampai jumpa, Birdy.

Aku menyayangimu, Birdy.

Birdy!

Jangan biarkan pria tua bau itu lakukan yang kita bicarakan.

Tak akan.

Terkadang sebagai kepala rumah tangga, kau harus buat keputusan yang sulit.

Sepertinya aku sedikit demam.

Aku percaya kau bisa menyiapkan ramuan layak untuk Tuanmu.

Kesehatanku tak pernah baik, Catherine,

aku selalu menghadapinya dengan menjadikan kebiasaan

dan mempertahankan wajah yang tenang.

Ya.

Jadwal rutin mandi air dingin dan menugaskan para pelayan

bersihkan debu di bawah lemari untuk menghilangkan kotoran.

- Berhenti! - Tuanku.

Tuanku, benar. Aku berubah pikiran.

Maaf, Tuan, aku tak mendengarmu karena alergiku.

Aku berubah... Kami berubah pikiran.

Pikiranku berubah. Gadis itu tinggal bersama kami untuk sementara waktu.

Sejujurnya, aku rela di neraka karena izinkan putriku

menghabiskan hidupnya dengan seorang pria

yang tak menarik seperti dirimu.

Dia akan mati karena bosan, lebih lagi, kau mirip beruang

yang coba menikahi juru kunci lokal kami. Tak mungkin.

- Keluar dari kereta, Birdy. - Tetap di sana!

Tuan, kau habiskan mahar yang kuberikan,

tak ada yang harus kita bahas lagi.

Aku akan kembali ke jalan itu dengan putriku di lenganku.

Jika kau inginkan Nona Catherine,

kita akan berduel, Tuan.

Baiklah, kita berduel.

Duel, itu yang... Itulah yang kita lakukan.

Biar aku berpikir. Benar. Sebuah duel.

Apa aku harus percaya ayahku berencana melawan orang ini,

dengan kemahiran berpedang yang nihil, demi mencegahku,

pengganggu terbesarnya, dari menikah?

Robert, ambil perlengkapan duelku.

- Benar. - Etienne, pedangku.

Ya, Tuanku.

Ada duel, Semuanya!

- Duel! - Duel sampai mati atau...

- Ya. - Ya.

Namun, jika ada keajaiban kau tak mati,

aku menjanjikan cedera yang mengubah hidupmu hari ini, Tuan.

Terima kasih.

Jika duel ini dimenangkan olehku, Tuan Rollo dari Stonebridge,

kau akan kembalikan nona kami.

Jika dimenangkan olehku, Tuan Murgaw,

pemilik banyak desa dari yang bisa kusebutkan,

aku akan pergi dengan pengantinku.

- Katakan, mulai. - Mulai!

Ayo, Ayah!

Ayah!

Rollo!

Ayah?

Tak apa-apa, Robert.

Aku terlalu takut untuk bicara.

Jika bisa, akan kuminta untuk tak tumpahkan darah demi aku.

Kau memiliki Ibu dan bayi yang harus dijaga.

Hati-hati, Ayah.

Habisi dia!

Kalahkan dia...

Punggungku sakit.

Punggungku sakit.

Aku menderita pelemahan tulang belakang.

Berbunyi.

- Jeda. - Tidak.

Tak bisa jeda untuk tulang belakang yang lemah.

Ya.

Itu namanya kalah, Kawan.

Ini bukan kekalahan, Tuan.

Aku cedera.

Kami akan segera pergi.

Ibu?

Tidak sebelum mengembalikan nona kami.

- Birdy? - Kembalikan nona kami!

Kembalikan Birdy!

Birdy!

Kembalikan nona kami!

Jika aku mewarisi sedikit hati ayahku,

kukira akan kubiarkan di dadaku.

Dah, Juniper.

Aku tak akan memahami yang ayahku lakukan untukku.

Apa yang seorang ayah lakukan demi putrinya.

Dah, Breadberry.

Namun, jarang. Lebih baik telat daripada tidak.

Selamat jalan, Tuan Neill.

Kuharap bisa membantu para gadis di dunia,

tetapi saat ini, sudah cukup.

Selamat tinggal, Tuan Turd.

Kesukaanku.

Jangan beri tahu Breadberry.

Aku tahu dia tak memberiku ampunan,

hanya pembebasan dari pernikahan yang mengerikan.

Ayahku akan segera tahu rasa syukurku tak berarti aku berhenti melawan.

Di lapangan ini aku mengamuk dan bermimpi, bertemu Aelis secara diam-diam,

dan menangisi Paman George dan nasib

yang bisa kukelabui sedikit.

Ini kandang kambing tempat aku bertemu Perkin saat aku kecil,

bersembunyi dari tamparan konyol Morwenna.

Di sinilah aroma roti begitu kuat,

membuatku ingin memakan seluruh dunia seolah itu hanya sepotong roti.

Suatu hari nanti aku akan membawa para saudariku ke puncak desa,

akan kukatakan, "Berlarilah, Gadis Kecil, angkat rok kalian dan biar semua melihat."

Inilah akhir Buku tentang Catherine, dipanggil Burung Kecil atau Birdy

dari desa Stonebridge di pedesaan Lincoln,

di negeri Inggris, di tangan Tuhan.

Harimau Emas!

Aku sudah menunggu, mengharapkan, dan memimpikan saat ini.

Huruf membentuk kata. Kata membentuk...

Lebih banyak kata.

Suatu hari jurnal ini akan menjadi milik saudariku.

Kalian berdua bisa melihat perjalananku menjadi wanita.

Tak banyak, tetapi itu milikku.

Untuk saat ini, terserah kau, Edward,

apa menulis di buku harian ini membuatku terpelajar atau lebih nakal?

- Baiklah, ini. - Baik, aku akan mulai.

Hal yang boleh untuk para gadis:

Lari di lapangan. Ciptakan makian baru.

Menyelamatkan hari.

Buang air kecil berdiri.

Itu agak rumit.

Terus berjuang.

Tak peduli siapa yang datang menunggang kuda.

Mari berpesta seperti tahun 1299.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.