Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Lihat! Itu mereka!
Itu angsa-angsanya.
Mau berhenti di sini sebentar?
Bukannya sebaiknya kita melihat rumahnya, Ayah?
Tenang, ini masih pagi. Kita punya waktu.
Itu rumahnya? / Bukan, Sayang.
Kau tidak bisa melihatnya dari sini.
Bagus.
Ayah, bisa bantu aku?
Bagus. Musik bagus yang kau mainkan.
Kasetnya macet. / Ini bagus, kau tidak suka?
Tidak banyak. / Musik ini indah.
Bagaimana rumahnya?
Bagus.
Harusnya tidak terlalu buruk.
Mungkin perlu perbaikan.
Tapi itu baik-baik saja.
Terakhir kali aku di sana aku menginjak paku berkarat.
Dan kita hampir mati kedinginan.
Kau selalu kedinginan.
Tapi seingatku...
...kita bergembira.
Mari kita makan di sini, Ayah.
Tidak ada orang di sekitar. Cuma kita, ini hari yang indah.
Clau!
Kubawakan bir.
Ini semua berbeda dulu.
Clau!
Ayahku dibesarkan di sini. Ayahku sekolah di sini.
Dengan anak nelayan, anak petani.
Suku Mapuche merusak tempat ini.
Orang-orang hidup ketakutan.
Sayang sekali tidak ada yang kemari lagi.
Baik.
Kubawa beberapa makanan enak, untuk sebelum makan siang.
Tutupi tubuhmu. / Ayah, sungguh?
Jika terganggu, jangan lihat.
Ya, itu menggangguku. Jadi tutupi tubuhmu.
Jangan kolot, Ayah.
Seseorang bisa melihatmu.
Siapa? Tidak ada orang.
Sial.
Mereka kenapa?
Kami butuh bantuan!
Menyalalah.
Hei!
Hei, bajingan!
Hei!
Ayah. / Apa, Sayang?
Ada apa? / Tidak ada. Tutupi badanmu.
Tolong, tutupi. / Sesuatu terjadi?
Tidak ada, Sayang. Berpakaianlah.
Tapi kenapa?
Kau terlihat khawatir, Ayah. Ada apa?
Tidak ada yang salah, Sayang.
Tidak ada, sungguh? Aku menatapmu.
Ada beberapa orang di belakang yang terlihat tidak bisa dipercaya.
Aku tidak ingin mereka melihatmu.
Tolong tutupi tubuhmu. Pakai bajumu.
Ayah...
Bukannya mereka meminta bantuan kita?
Tidak.
Yakin? / Serius, tidak.
Mereka meminta bantuan, Ayah. / Tidak, Sayang. Mereka bercanda.
Mereka tenggelam.
Kuberitahu kau, kulihat mereka.
Mereka tidak tenggelam. Mereka bercanda. Itu lelucon!
Ayah, bagaimana itu lelucon? / Kenakan bajumu.
Mereka melambai minta tolong. / Pakai bajumu.
Ayah. / Apa?
Ayah! / Apa?
Bisa jelaskan kenapa kita tidak menolong mereka? / Mereka aneh!
Hentikan kapalnya.
Tidak. / Hentikan kapalnya, Ayah.
Bagaimana bisa kau tidak membantu? / Berpakaianlah, Demi Tuhan!
Mereka butuh bantuan.
Mereka tidak meminta bantuan! Tak ada...
Mereka melambaikan tangan! / Berhenti mengomel, berpakaianlah!
Butuh bantuan? / Tidak, terima kasih.
Aku mengingat ini berbeda.
Hati-hati. / Ini terlihat sama.
Cuma lebih kotor.
Jauh lebih kotor.
Hei! / Apa?
Kau tak menyadarinya saat tidur tapi saat menyeberangi danau
kami melihat beberapa orang di tengah danau mau tenggelam.
Mereka minta bantuan, dan ayah bergegas lewat. Dia tidak berhenti.
Tapi mereka tenggelam? / Ya.
Maksudku, perahunya ada di tengah danau.
Sekarang mereka pasti tenggelam.
Itu aneh...
Kita harus menolong. Mereka bisa mati.
Mereka di tepi pantai, 'kan? / Tidak, mereka di tengah.
Mereka mungkin tenggelam.
Tidak ada perahu tersisa.
Mereka mungkin sudah mati.
Tentu. Setelah sekian lama, mereka pasti sudah mati.
Cepat! Aku ngompol! Tolong!
Kau membawa kunci?
Tentu, aku tidak sepertimu. / Dan aku seperti apa?
Claudia, kamar mandinya tidak bisa digunakan.
Kata Paman semua rusak.
Dan tentu pamanmu ingin segera menjualnya.
Menurutku tak terlalu buruk. / Menurutku juga. Lumayan.
Itu harus dijual secepat mungkin untuk membantu Paman.
Apa yang kau ketahui tentang dia? Aku bicara dengannya setiap hari.
Apa tidak ada yang tersisa? Mereka mengambil semua?
Ini terlihat hancur.
Ada tikus di sini?
Entah soal tikus, tapi ini jelas penuh laba-laba.
Ayah! Jangan katakan itu.
Ada satu di rambutmu, Claudia! / Kau sangat menyebalkan, Tere!
Paman minta berapa? Untuk rumahnya?
Menjijikkan!
Sangat murah.
Berapa?
Sudah dijual selama berbulan-bulan tapi tidak ada yang datang melihatnya.
Lihatlah, dengan suku Mapuche membakar rumah dan pertanian.
Selain itu, foto yang mereka posting jelek.
Bukan karena itu, tapi kurangnya jalan.
Bagaimana kau ingin orang-orang sampai di sini?
Itu yang dicari orang. Alam.
Menyepi.
Coba tempatkan dirimu di posisinya.
Sudah.
Bukan salahku pamanmu dalam masalah.
Aku sangat murah hati membantunya setiap bulan.
Tapi aku akan menjual rumah ini dengan harga pantas.
Meski butuh 30 tahun lagi.
Hei, Ayah, kita dapat setengah dari harga jualnya. Benar?
Rumah ini setengah milikku, setengah milik pamanmu.
Saat aku mati, kau akan menerima separuh bagianmu
Untuk dijual, apa saja.
Kalau sudah dapat bagianku, akan kujual murah agar bisa bantu Paman
karena tidak ada yang melakukannya.
Betapa murah hatinya kau. Beramal dari hak istimewamu.
Betapa murah hati kau.
Meninggalkan orang-orang itu tak berdaya di danau.
Tenggelam.
Betapa dermawannya ayah.
Tujuanmu adalah mengacaukan akhir pekanku.
Maaf mengacaukan satu-satunya akhir pekanmu untuk putrimu.
Karena cuma ini akhir pekan yang kau jalani bersama kami sepanjang tahun ini
karena bersama kekasihmu. / Bisa berhenti?
Dia tak tertahankan.
Pengecut.
Pengecut?
Halo? / Tunggu, jangan masuk.
Tenang.
Apa-apaan?
Halo!
Halo?
Halo?
Aku tak percaya ini. / Hei?
Sayang?
Halo, Sayang?
Halo?
Aku tidak bisa mendengarmu.
Claudia! Apa di rambutku? / Apa?
Laba-laba! Aku tak tahu. Lepaskan saja! / Tidak.
Tolong singkirkan.
Jangan bergerak! / Singkirkan!
Tapi jangan bergerak. / Singkirkan!
Tidak ada apa-apa. / Yakin?
Ya!
Jangan histeris.
Aku tidak akan pernah kembali ke rumah sialan ini!
Aku...
...ingin bersulang untuk rumah ini.
Rumah ini...
...yang menyimpan begitu banyak kenangan masa kecilku, masa mudaku.
Itu dibangun oleh tangan orang tuaku sendiri.
Ada apa, Sayang?
Tidak ada apa-apa.
Apa?
Tidak ada apa-apa. Tidak ada yang salah denganku.
Baik.
Tere, tidak ada apa-apa di rambutmu. / Claudia. Bukan rambut.
Aku memikirkan orang-orang yang kita tinggalkan tenggelam di danau.
Mereka akan mati.
Mereka tenggelam di tengah danau dan kita tidak melakukan apa-apa.
Jangan melebih-lebihkan, Tere!
Mereka punya perahu dengan kebocoran kecil, itu saja...
Mereka tenggelam. / Mereka warga setempat, mereka tidak tenggelam.
Berhenti bereaksi berlebihan.
Sumpah, jika sesuatu menimpa mereka, aku akan melaporkanmu sebagai pengecut.
Kita harusnya tidak meninggalkan hotel.
Apa katamu? / Pengecut.
Kau ingin memprovokasiku. / Jangan dengar dia.
Pengecut. / Kau memprovokasiku?
Tenang! / Kau memprovokasiku?
Tidak! Dia memprovokasiku, sial!
Kau pikir mereka akan merampok kita?
Kau selalu berpikir orang ingin mencuri darimu.
Mereka meminta bantuanmu, bukan meminta-minta, Ayah.
Tentu, Tere.
Tapi jangan naif.
Kadang bagus berhati-hati.
Sempurna.
Ayo jemput mereka.
Ya, tentu.
Kita bawa mereka kemari.
Kita hangatkan mereka, ganti pakaian mereka.
Beri anggur, pijatan.
Bagaimana?
Jangan menggodanya, Ayah.
Baik?
Kita makan, foto-foto rumah, lalu kembali ke hotel.
Cukup!
Ayah!
Sedang apa kau? / Mengakhiri ini. Ayo jemput mereka.
Ayah! / Mari nikmati hari ini.
Sedang apa kau? / Aku menjemput mereka.
Ayo, ikut aku, berdiri.
Aku sudah lelah.
Keluargamu, rumahmu, semua membuatmu bosan.
Ayo! / Ayo.
Mari kita bersantai. / Tidak, ayo!
Tere.
Apa mereka dalam bahaya?
Itu situasi hidup atau mati?
Claudia, mereka tenggelam.
Mereka mengangkat tangan memohon. Jadi entahlah, kau beritahu aku.
Seperti apa mereka? / Aku tidak melihat mereka.
Ayah? / Apa?
Seperti apa orang-orang itu? Apa mereka terlihat aneh?
Lihat saja nanti.
Di sana!
Halo.
Kalian baik-baik saja?
Tolong ikat perahu.
Ini.
Ambil ini.
Tangkap ini. / Ambil itu.
Terima kasih.
Ikat di sana.
Bisa mencapainya?
Bisa.
Sepertinya kalian lupa membawa dayung.
Sudah?
Ikat dengan erat agar tetap terpasang.
Terima kasih.
Kalian yang baru saja lewat, 'kan?
Ya. Kami pergi mencari beberapa barang di sana.
Kupikir kalian akan meninggalkan kami.
Tidak. / Permisi.
Kau tidak melihat seorang pria yang sedang berenang?
Tidak. / Mengikutimu.
Tidak.
Sesuatu mungkin menimpanya. / Jangan bicara omong kosong.
Dia tahu berenang.
Tapi kalian tak lihat ke mana dia?
Dia mengejar kalian.
Kami datang untuk kalian. Tapi tidak melihat siapapun.
Dan saat kemari?
Tidak ada? / Tidak.
Ya? / Tidak.
Dia tak lihat. / Sungguh?
Tidak.
Tapi bukannya terlalu jauh untuk berenang?
Itu jauh.
Ya, itu jauh.
Agak aneh bagi seseorang melompat ke dalam air, mengejar perahu layar.
Mungkin dia ada di pantai atau... / Bagaimana jika dia tenggelam?
Tidak. / Kenapa tidak?
Jangan katakan itu jika tidak tahu pasti.
Orang mengendarai perahu ini dan tahun lalu, kau ingat?
Ya. / Yang seperti ini.
Seperti ini. / Mirip yang ini.
Salah satunya melaju kencang. Seorang anak berenang dan...
Itu mengenai kepalanya.
Mereka merusak wajah pria itu.
Bisa bantu kami mencarinya? Dia pasti dekat.
Kita mengambil mereka, 'kan?
Ya, ayo angkat barang kalian di sini.
Terima kasih banyak.
Aku tahu di mana dia berada.
Ini basah. Hati-hati.
Cobalah tidak membasahi sepatumu. / Tidak masalah.
Sudah kuperingatkan.
Claudia, ikat. / Darimana asal kalian?
Letakkan di sana dan ikat.
Dari...
Dari penginapan. Dan kami menuju ke danau.
Penginapan?
Biarkan di sana. / Di sini?
Tahan di sana, dekat ikatannya. / Ambil saja.
Angkat itu!
Tidak, terlalu berat.
Apa yang terjadi? Kau terluka?
Tidak, aku tidak tahu.
Coba lagi. Angkat.
Ayo! Angkat!
Hei.
Hei!
Apa yang ada di situ?
Apa yang ada di situ?
Apa yang ada di situ?
Ini untuk barbekyu.
Untuk barbekyu.
Cuma daging.
Itu sangat berat.
Jika kami mengikatnya di sana, tidak akan menghalangi kalian.
Dengan sedikit sabun cuci piring akan langsung lepas.
Kami tidak bisa meninggalkan ini di sini.
Terlalu berat, lebih baik kita tinggalkan di sini.
Ayolah! Kenapa?
Kalian bisa kemari dan mengambilnya nanti.
Entah kau sadar, tapi kami tenggelam.
Tenang.
Ke arah mana aku pergi? / Lurus ke depan.
Kau ke arah yang benar.
Adrian!
Adrian!
Adrian!
Lihat sesuatu?
Tidak, tidak ada apa-apa, Mungkin dia sudah di pantai?
Hei, terima kasih. / Sama-sama.
Dia pasti di pantai sekarang.
Ada tempat terdekat, tempat kami menyimpan barang-barang kami.
Itu di dekat alang-alang.
Kupikir dia ada di sana.
Jika tidak, kita bisa ke sarangnya. Dia mungkin pergi ke sana.
Baik, kami akan membantumu.
Jika ada sinyal... / Tidak ada.
Adrian!
Tidak ada sinyal di danau ini.
Kita terus mencari?
Kita harus menemukannya, tidak ada pilihan lain.
Dia saudaraku, aku tidak akan meninggalkannya.
Hei, ngebutlah.
Kau terlalu lambat.
Adrian!
Adrian!
Adrian!
Adrian!
Lebih jauh? / Tidak, kita di arah yang benar.
Ada sesuatu di sana!
Di mana?
Di sana, ke kanan!
Kanan? / Ya!
Kanan. / Ayo ke situ.
Apa?
Apa itu?
Itu mengambang.
Bagus!
Ayo!
Cuma sepatu kets.
Miliknya? / Bukan.
Sangat hancur.
Yakin? / Dia tidak memakai itu.
Tidak. Bukan miliknya.
Yakin? / Aku yakin. Adikku tidak memakai itu.
Ayo lanjut.
Sial!
Tolong!
Ada tali tersangkut di mesin.
Apa yang terjadi?
Sialan!
Baik, sini pisaunya.
Ini, yang ini tajam.
Aku bisa memperbaikinya, Pak. Tenanglah.
Kiat tidak akan pernah menemukannya di sini.
Kita cuma harus terus mencari.
Bagaimana jika putrimu yang hilang?
Bukannya kau akan mencarinya?
Dapat!
Bagus! Terima kasih. Ayo.
Di sana.
Angkat talinya.
Hati-hati pisaunya!
Ulurkan tanganmu. Naik.
Tunggu. Ini dia.
Maaf.
Adrian!
Tidak ada layanan seluler.
Kita dekat sekarang.
Baik, kita tinggal di sini. Aku tidak bisa lebih jauh.
Aku bisa tersangkut.
Jadi kalian bisa pergi. / Kau mau mereka berenang?
Ya.
Bisa sedikit mendekat?
Sudah kubilang aku tidak bisa lebih jauh atau kita tersangkut.
Kita sedang mencari orang hilang.
Bisa berhenti egois?! / Diam.
Katakan sesuatu. / Hentikan itu.
Kami akan melompat.
Tapi tunggu dulu. Barang-barang kami di sini.
Barang-barang kami di sini. / Tidak, tentu. Silahkan.
Kau tidak pergi, 'kan? / Tidak.
Kami akan menunggu.
Hati-hati.
Adrian!
Adrian!
Adrian!
Adrian!
Akhirnya...
Ini sudah berakhir.
Ayah! Apa yang kau lakukan? / Tunggu, ayah!
Ayah, berhenti!
Apa? / Hentikan. / Claudia! / Tidak!
Apa! / Kau sedang apa?
Kau membahayakan nyawa mereka tidak membantu mereka tepat waktu.
Nyawa siapa terancam?
Tidak ada yang berenang mengejar kita. / Kau lihat!
Tidak! / Kau lihat! Kau melihatnya berenang!
Kita berdua. / Aku tidak.
Jangan hentikan aku. / Minggir.
Aku sudah bawa mereka! / Claudia!
Ayah, berhenti! / Apa lagi maumu! Mereka aman!
Aku harus apa? Ayo!
Tidak! / Tidak, Ayah!
Tidak. Hentikan!
Kau tahu? Aku tidak peduli apa yang kau lakukan.
Kau ini kenapa? / Kita pergi.
Tolong, bisa memberitahuku apa yang membuatmu begitu takut?
Kita dalam bahaya. Kalian tidak lihat wajah mereka?
Mereka berbahaya. Kita tidak mengenal mereka.
Ada apa dengan wajah mereka?
Kau tidak melihat mereka menatap? Apa kau bodoh?
Itu cuma kepalamu, kau gila! / Mereka kembali.
Sial, kakiku.
Dia tidak di sini, semua barang tidak tersentuh.
Tidak ada yang kemari. Barangnya masih di sini.
Tidak ada siapa-siapa. / Di mana dia?
Ayo cari dia.
Di sarangnya!
Ayo! / Ke sarangnya. Kita harus pergi!
Tidak. / Jauhkah?
Tunggu. / Jauhkah?
Tidak, sekitar sepuluh menit. Kurang jika dia mengebut.
Kami cuma sampai di sini.
Tidak! / Kalian dan semua barang kalian ada di darat.
Silahkan terus mencari.
Kami pergi. / Tidak sampai menemukan saudara mereka.
Aku yang bertanggung jawab di sini, jangan campuri keputusanku. Paham?
Paham?! / Ayo naik.
Bisa kita bicara? / Tentu.
Bicara apa? / Apa pedulimu!
Naiklah.
Dia sudah bilang dia akan membantu kita.
Claudia tenang, dengarkan aku.
Bantu aku meyakinkan saudarimu pergi dari sini.
Tenang, Ayah, baik? Kau menjadi paranoid.
Kau tinggal di dunia apa? Dengan semua kekerasan di sini.
Mereka ingin menipu kita, kau tak lihat? / Hentikan!
Kau terlalu histeris!
Tidak ada yang terjadi.
Aku menyelamatkan mereka. Apa lagi maumu?
Ayah, jangan tinggalkan orang-orang ini di sini.
Mereka mencemaskan saudara mereka.
Kita tidak tahu dia saudara mereka. Coba pikirkanlah!
Orang itu punya alasan mengikuti kita, mungkin dia kabur dari mereka!
Kau melihatnya?
Kau melihatnya berenang?
Kulihat sesuatu. Aku tidak tahu persis apa.
Kembali adalah idemu,
kau sudah berkomitmen. Berhentilah bertingkah gila.
Kami tidak akan meninggalkan mereka di sini.
Aku sudah menyelamatkan mereka, apa lagi yang kau ingin kulakukan?
Tenang!
Sial!
Mari kita cari dia.
Tenang, itu cukup dekat. 10 sampai 15 menit lagi.
Ikuti saja ini. / Ayo ke sana.
Ayahmu bilang dia akan membawa kami. / Ya.
Ya, ayahku setuju. Ayo.
Terima kasih!
Baik.
Ini.
Ambillah serbet.
Ambil satu. / Sial.
Ini untuk kalian.
Ini, silahkan.
Terima kasih.
Ayah, mau roti isi? / Tidak. Terima kasih, aku tak lapar.
Kau belum makan. Makanlah.
Aku tidak lapar.
Sial.
Rasanya enak.
Aku lapar.
Hei, kalian suka anggur? / Ya.
Jangan tinggalkan. Dia akan meminum semua.
Kau menjelek-jelekkanku.
Kalian punya es di pendingin itu? / Tidak...
Apa isinya?
Tidak ada apa-apa.
Apa isinya?
Di mana? / Di pendingin itu.
Mau berbagi dengan kami?
Sungguh, Ayah?
Beberapa bir?
Kita bisa berpesta di sini.
Tidak ada bir.
Cuma ikan.
Ikan, enak sekali. Mari kita lihat, tunjukkan.
Itu cuma ikan.
Buka pendinginnya. Apa masalahnya?
Dia selalu mengejek kita.
Buka.
Tunjukkan padaku.
Tunjukkan padanya, jika dia ingin melihat, tunjukkan padanya.
Puas?
Konyol.
Maaf. / Kenapa kalian tidak mau membukanya?
Masih lebih jauh?
Tidak ada yang bicara? Aku sendirian di sini?
Menyetir saja. Kita segera sampai.
Claudia. / Apa?
Kemari.
Apa? / Ambil alih kemudi.
Apa? / Ambil alih kemudi!
Bagaimana caranya? / Tetap lurus, jauhi daratan.
Jaga tetap lurus.
Ponsel jelek!
Tidak pernah menangkap sinyal.
Hei, kulihat tatomu tadi.
Aku punya satu juga, lihatlah.
Tato pertamaku.
Kurasa aku tidak suka lagi, kutato saat usiaku 15 tahun.
Kau harus santai. / Baik.
Longgarkan. / Baik.
Lihat ke depan.
Tidak, itu cukup dekat.
Tidak, ini tidak akan pernah terhubung.
Mengikuti pantai, ada sebuah rumah.
Itu lebih seperti vila. Kau tahu?
Dan di situ saudaraku simpan semua barangnya.
Dia menyimpan temuannya di sana, ada ranjang, pakaian, tombaknya.
Semua barangnya di sana.
Karena itu kami menyebutnya sarang. Karena besar dan penuh rongsokan.
Dia tinggal di sana, kami menjemputnya di pagi hari, lalu kami pergi bekerja.
Di saat ini setiap tahun...
Angsa tiba. Mereka indah.
Kau harus melihat mereka. / Pergi dari situ.
Aku mengajarinya menyetir.
Benar?
Ya. Dia membantuku.
Baik, sekarang pergi dari situ.
Kita tiba.
Itu dia!
Itu doknya.
Adrian!
Kita sampai.
Bisa lemparkan tali? Aku akan mengikatnya di sini.
Sudah terikat. Tunggu di sini. Kami segera kembali.
Apa yang akan kita lakukan? Mari segera pergi dari sini.
Tunggu sebentar. Jangan katakan apapun.
Ayah, ayo. Tolong.
Kita pergi saat aku mengatakannya.
Adrian!
Adrian!
Kita harus pergi.
Dan biarkan mereka kabur?
Mungkin mereka mau ke bukit, bukan ke rumah.
Ayah, ayo kita pergi dari sini.
Lupakan.
Terus cari sinyal.
Tunggu! Kau mau apa?
Aku tak melihatnya. Dia tak ada di mana-mana.
Ke mana dia?
Barangnya masih di sini. Dia pasti masih di sini.
Entahlah.
Dia saudara kita. Jangan tinggalkan dia.
Kita harus terus mencari.
Jika kita kembali ke perahu itu, mungkin dia akan kembali ke situ.
Itu benar.
Kita bilang takkan pergi. Mungkin dia kembali ke perahu.
Jangan menunggu lagi. Kita ke perahu saja.
Lagi pula, aku curiga bapak itu.
Dia cuma ingin membantu kita.
Aku tidak percaya dia.
Ayo pergi dari sini. / Dia tak jahat.
Ayo! / Jangan berubah pikiran sekarang.
Ayah, Ayo!
Tolong! / Apa yang kau lakukan? / Diam!
Kalian kembali ke kapal!
Adrian?
Serahkan padaku.
Mari pergi dari sini! / Pergi!
Pergi! / Minggir!
Jadi?
Tidak ada.
Sudah cari di mana-mana? Di atas? Di luar?
Ya, dia tidak ada di sini.
Kita pergi. / Tidak.
Tidak ada yang pergi dari sini.
Kalian harus jelaskan sesuatu kepadaku.
Dia pasti sudah mati sekarang. Adrian tahu kami mencarinya.
Saudaramu tinggal di sini?
Tidak. / Ya.
Mari lihat...
Saudara kalian tinggal di sini, atau tidak?
Ya. / Tidak.
Tidak, Pak.
Andriรกn tidak tinggal di sini.
Sungguh.
Adrian tinggal di sana. Di kota, bersama pacarnya...
Mari telepon pacarnya.
Baik.
Nomornya.
Mana aku tahu?
Jadi aku tanya siapa?
Mana aku tahu? Dia bukan kekasihku.
Itu saudaramu, tolol.
Tolong? / Hentikan.
Hei, bagaimana jika dia mencari kami di perahu?
Dia mungkin mencari kami juga, di luar sana.
Benar?
Mari kita lakukan ini.
Aku akan membawa kalian ke pihak berwenang untuk meminta bantuan.
Ini sudah larut, kita harus segera pergi.
Tidak, Ayah. Tidak. Hentikan.
Tidak, serius. Ayo.
Hei, dia mengambil barangnya, Dia sudah kemari.
Ayo minta bantuan penjaga laut, kalian benar.
Saudara kalian mencari. / Ayah.
Dia harus kembali ke kapal.
Sebaiknya kita pergi dan mereka bisa tinggal di sini.
Ada sedikit bahan bakar tersisa, hari mulai gelap. Kita harus pergi.
Baik? Kau bisa tinggal. / Tidak mungkin. Kami akan membawamu.
Kau berpikir kita akan tinggalkan mereka di sini. Apa kau sudah gila?
Biarkan mereka pergi, Ayah. Kita bisa pergi.
Jangan tinggalkan mereka di sini. Apa yang kau takutkan?
Biarkan mereka... / Lepaskan aku!
Ayo. / Menurutmu mereka bodoh?
Hei, ikut aku.
Sakit, lepaskan aku!
Lepaskan aku!
Lepaskan aku, keparat!
Akhirnya!
Apa yang kau lakukan?
Diam.
Selamat sore...
Siapa yang kau telepon?
Aku di rumahku, di sini di area danau.
Dengan dua putriku, dua orang menyerbu rumahku.
Mereka tidak melakukan apa-apa. Gila. / Diam!
Ricardo Espinoza.
Di tepi danau.
Tutup teleponnya! / Bisa lacak panggilan ini?
Kau baik-baik saja?
Ayah, tolong tinggalkan saja mereka di sini.
Jadi kita bisa mengakhiri ini dengan cepat.
Mari hindari melakukan sesuatu yang kita sesali.
Tere.
Tolong bantu aku menenangkan Ayah. / Pak.
Hei...
Kami tidak ingin lagi membuatmu kesulitan.
Tidak. Ayo.
Aku akan membawa kalian ke petugas.
Tidak, itu tidak baik,
kami ingin memeriksa apa dia ada di kapal.
Baik.
Ayo.
Ayo!
Kami akan membawamu.
Ayah, kenapa mengundang mereka kembali ke perahu?
Kau mau apa?
Para bajingan ini akan membayarnya.
Apa itu?
Apapun yang terjadi, tetaplah di sini.
Kalian mendengarku?
Tere, kau mendengarku?
Jangan pergi.
Ayah, apa yang kau lakukan?
Kau gila!
Kubawa mereka ke polisi.
Mau ke mana?
Kemari!
Lepaskan aku! / Kemari! Sial!
Tidak!
Dia jatuh!
Apa yang terjadi?
Dia jatuh! / Apa maksudmu? Di mana?
Tere!
Dia jatuh!
Dia melompat ke air. / Tere!
Tere!
Apa yang terjadi, keparat?
Apa yang terjadi, brengsek?
Di mana dia? Apa yang kau lakukan padanya, keparat?
Tenang! Dia melompat sendiri! / Apa maksudmu?
Tere!
Aku tidak tahu, aku cuma melihatnya melompat!
Dia melompat sendiri! / Di mana?!
Aku tidak lihat apa-apa!
Tere!
Aku butuh seseorang untuk menyelam, tolong!
Tolong.
Periksa di bawah perahu, dia tenggelam! Mengerti?
Dia tenggelam, putriku.
Tolong aku.
Aku akan membayarmu.
Aku kana membayar, katakan saja berapa.
Tolong, salah satu dari kalian melompat ke air...
Aku akan membayar!
Berapa banyak maumu?
Tenang, aku akan melompat.
Lagipula aku akan melompat.
Terima kasih! Terima kasih...
Ayah!
Walter!
Terlalu gelap!
Aku tidak melihat apa-apa di sini! / Sini, lewat sini.
Di sana?
Kau melihat sesuatu? / Tidak ada.
Periksa di sana. Kau ke sana, biar kucek di sini.
Aku tidak bisa melihat, terlalu gelap. / Tidak ada apa-apa!
Kau melihatnya?
Dia tidak di sini...
Di sana!
Tere! / Itu dia?
Di sana!
Tere!
Tetap di situ! / Itu dia.
Suruh dia menunggu.
Tetap di situ!
Hei!
Hei!
Hei, tunggu!
Jangan tinggalkan kami di sini, tunggu!
Berhenti, bajingan!
Hei, bajingan!
Sedang apa kau? / Cepat, sial! Naik!
Baik.
Kau sudah kelewatan.
Turun!
Tidak mungkin, keparat.
Ayo, naik.
Baiklah, mungkin ini semua salah paham.
Kita sudahi sampai di sini?
Tidak.
Tidak.
Kita ke perahu.
Kau bawa kami.
Tapi...
Kapalnya mungkin sudah hilang.
Aku tidak peduli!
Kau ingin meninggalkan kami di sini, bajingan?
Biarkan kami pergi, kami tidak melakukan apapun pada kalian.
Tidak? Apa saja?
Bukannya kau menyebutku pencuri?
Membuang barangku ke laut?
Kau memperlakukanku seolah aku sampah.
Kau pikir aku di sini untuk mencuri darimu, keparat?
Untuk membunuhmu?!
Kami membantumu mencari putrimu, dan kau ingin membuang kami di sini?
Kami manusia, keparat. Kami manusia.
Hidupkan.
Nyalakan mesinnya!
Lakukan, Pak.
Lakukan jika kau ingin pergi hidup-hidup!
Dengarkan dia, Pak. / Nyalakan mesinnya! Apa?
Tidak ke situ. Belok kemari, kau tidak tahu jalan.
Adrian!
Gas, masih ada cahaya.
Jangan belok ke kiri! Belok kemari!
Kita akan menemukannya.
Kita akan menemukannya.
Adrian!
Adrian!
Bukannya ini bagus?
Sekarang perahu bergerak cepat.
Seharian, merangkak.
Jangan ganggu dia.
Jangan ganggu dia.
Tolong jangan sakiti dia. / Kami tak menyakitinya.
Kami menyakiti kalian?
Jangan buat wajah itu, kau tak lihat itu menakuti mereka?
Ini Ayah, pakai ini.
Terima kasih.
Itu dia!
Kita menemukannya!
Adrian! / Itu dia, cepat!
Itu dia! Kita menemukannya!
Kita menemukannya!
Kita menemukannya.
Bukannya sudah kubilang perahunya akan mengapung?
Tidak ada yang pernah kemari.
Dan ini masih mengambang.
Apa isi karung itu?
Cuma daging.
Ham.
Mari kita nyalakan. Dan mari kita pergi dari sini.
Hei. / Letakkan itu! Kau gila?!
Pak, tolong, jangan arahkan itu ke kami!
Itu berbahaya!
Masuk kabin, keparat!
Diam.
Turun sana!
Kami cuma mencari Adrian! / Masuk kabin, sialan.
Kami tidak melakukan apa-apa.
Turun! / Tolong lakukan katanya!
Mau menembakku? / Ayah, turunkan.
Harusnya aku meninggalkan kalian di tempat kutemukan kalian, bajingan.
Sekarang kalian masuk penjara. / Karena meminta bantuan?
Diam! Turun ke kabin!
Kau marah. / Kami cuma ingin menemukan Adrian!
Aku tahu di mana Adrian.
Ayah, hentikan. / Tenang, Clau.
Turun!
Suruh dia menjatuhkannya. / Kau gila.
Kau sudah gila.
Kunci itu. / Ayah, hentikan ini.
Kunci itu! Lakukan kataku!
Tundukkan kepalamu.
Turun ke situ.
Turun!
Biarkan aku keluar, tolong!
Buka isinya. Diam! / Kami bukan orang jahat.
Kemari nyalakan ini!
Aku pergi, gila! / Buka!
Tunjukkan kepadaku.
Tunjukkan kepadaku.
Buka.
Buka!
Kami membunuhnya pagi ini.
Masih segar.
Kami tidak bermaksud menakut-nakuti kalian.
Dan?
Aku akan menghancurkan kapalmu, keparat!
Kau percaya kami sekarang?
Kau percaya kami sekarang?
Katakan sesuatu! Kau percaya kami?
Pergi.
Keluar.
Keluar! Ambil semua barang kalian dan pergi.
Minggir, Tere!
Ayo hadapi aku, homo!
Jangan sembunyi, keparat... / Tere, jangan berdiri di sana.
Pindah dari sana, Tere.
Bajingan! / Ayah!
Mari pergi dari sini!
Lompat!
Jangan pergi, kumohon... / Lepaskan!
Claudia!
Ayah!
Claudia...
Claudia...
Ayo pergi... / Bajingan gila!
Kami pergi. / Bajingan! Kau menginginkan ini!
Tenang, bernafaslah!
Lihat aku.
Ayah!
Ayo, Ayah, kumohon!
Claudia... / Nyalakan...
Ayah...
Ayah...
Ayah, dia tidak bernapas.
Kau membunuhnya.
Seseorang tolong kami.
Seseorang tolong kami.
Seseorang tolong kami.
Tolong! Tolong!
Tolong!
Tolong!
Tolong!
Tolong!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.