All language subtitles for Argentina.1985.2022.SPANISH_Indo.done

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino Download
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

TERINSPIRASI PERISTIWA NYATA

Pada Desember 1983, demokrasi Argentina kembali

setelah tujuh tahun dalam diktator militer.

Alfonsín perintahkan mengadili mantan komandan

atas kejahatan HAM.

Para komandan yang merasa unggul dalam perang melawan subversi,

hanya bersedia diadili pengadilan militer.

Sudah tujuh bulan sejak pemerintahan baru menjabat,

dan sidang tidak ada kemajuan.

Desas-desus persidangan dapat dilakukan peradilan perdata menyebar dengan cepat.

Jika itu terjadi,

Pengadilan Banding Federal harus mengikuti persidangan.

Tanggung jawab gugatan akan jatuh pada jaksa: Julio Strassera.

- Jadi? - Dia datang dan mengunci diri di kamar.

- Mengunci pintu? - Ya.

Dia baru tiba.

Kemari.

Ayo, ceritakan.

Dia menjemputnya di Bettina.

Mereka ke bar, di sana selama beberapa waktu.

- Bar apa? - Plus Ultra. Jalan Libertad dan Arenales.

Lalu?

Lalu, aku pergi.

- Kenapa kau pergi? - Aku keluar selama satu jam.

- Aku tidak suka pria itu. - Aku juga.

Apa yang kalian lakukan? Bisik-bisik apa?

- Tak ada. - Tak ada.

Kami mencemaskan Vero.

Kenapa?

Pacar barunya sangat aneh.

- Aneh? Bagaimana kau tahu dia aneh? - Ya.

Bagaimana kau menyimpulkan itu?

Aku curiga mungkin dia jasus.

Mereka mungkin coba menjebakku melalui dia.

Jasus?

Artinya mata-mata, Bu.

Aku tahu arti jasus, Sayang.

Javi, tidurlah.

Ayo.

- Kenakan piamamu. - Baik.

Jangan tidur pakai celana olahraga!

Aku menunggu penjelasannya.

Mereka bertemu di Plus Ultra. Itu tidak menyiratkan apa-apa?

Tidak.

Di sudut Sekretariat Intelijen.

Yang benar saja.

Kau membuntuti putri kita?

- Tidak. - Julio.

- Apa kau suruh putrimu dibuntuti? - Javier bertemu dia di jalan.

Julio! Apa kau suruh putramu membuntuti putrimu?

Sudah kubilang tidak.

Kau ini gila.

Kita tahu dia sepupu gadis itu dari sekolah.

- Cucu seorang pilot. - Orang sipil.

- Pilot sipil! - Di perusahaan negara.

Itu termasuk militer.

Mereka jadi relawan perang. Kakek dan ayahnya!

Kau sadar sedang membesarkan orang gila?

- Apa? - Kenapa kau pakai riasan?

Karena aku mau dan aku bisa.

Ini hidup demokrasi, bukan?

Sekolahku melarangnya.

Bagaimana kau tahu? Kau tak pernah berias ke sekolah.

- Belum. - Jangan!

- Hentikan! - Ayolah, Javier, kau akan terlihat cantik!

- Bodoh! - Ayo.

Cukup, hentikan saja.

Aku akan lewat sini.

- Boleh minta satu, Ayah? - Tentu.

- Mau makan siang? - Tak bisa hari ini.

Aku tak bilang kapan.

Kupikir maksud Ayah hari ini.

- Kapan pun kau bisa. - Baiklah.

Kapan pun kau bisa.

- Dah, sampai nanti malam. - Ya. Dah.

Selamat pagi. Bruzzo menelepon.

Pak, Tn. Bruzzo menelepon. Katanya penting.

Aku mendengarmu. Kalau tak mau bicara dengannya?

- Kau bisa lakukan itu? - Tentu saja.

- Kalau dia menelepon lagi? - Tutup saja.

- Tak bisa, Pak. - Ya, kau bisa.

Kau bisa dan harus. Itu perintah.

Tutuplah telepon dari Bruzzo.

- Ingat, kau bekerja untukku. - Tidak, Pak, aku staf tetap.

Tak bisa dipecat.

Susana.

Kumohon.

Tutup telepon dari Bruzzo.

Terima kasih.

- Pak. - Jangan merusak momen ini.

- Bruzzo. - Apa?

Dia dalam perjalanan.

- Kau membenciku, bukan? - Jika ya, aku tak akan memperingatkanmu.

Kau benar.

Dengarkan.

Aku tak di sini, aku pergi. Katakan aku makan siang dengan putriku.

- Akan kutangani. - Terima kasih.

4 JULI 1984, "JANGAN ADA LAGI" SIARAN KHUSUS CONADEP

Anda akan lihat laporan

oleh Komisi Nasional Orang Hilang.

Luka yang jelas akan tercermin dalam kesaksian...

Berapa lama lagi? Tak sampai lima detik. Dengar.

Apa yang akan Anda lihat

hanyalah satu sisi dari drama dan kekerasan di Argentina.

Itu dia.

Sisi lain, aspek lain

dimulai ketika subversi dan teror

berlabuh di pantai Argentina,

ANTONIO TRÓCCOLI SEKRETARIS KEMENDAGRI

didukung oleh tempat-tempat yang jauh...

Kenapa tak biarkan Massera bicara?

- Matikan. Sudah cukup. - Tidak!

Javi, bisakah kau menyalakannya?

Strategi subversi ini...

- Apa katanya? - Apa yang kau harapkan?

Situasi rumit bagi negara kita.

Akan kubuka.

Masyarakat lemah yang tidak memiliki...

Apa yang dia katakan? Ini pengumuman kediktatoran.

Maupun kedewasaan politik...

Aku segera pulang!

Kau seharusnya bicara tentang orang hilang!

Sekarang paham maksudku?

Ke dalam spiral kematian dan teror yang kejam.

Masyarakat kita tergerak dan terkejut,

menuntut untuk mengakhiri serangan subversif ini...

Tidak, kau menyalahkan para korban!

- Hei, apa kabar? - Apa kabar?

- Baik, kau? - Baik juga.

Orang-orang hilang.

Suatu kondisi yang memengaruhi beberapa orang Argentina,

situasi tragis dan belum pernah terjadi

yang menikam sejarah kita dari belakang dan mengguncang seluruh dunia.

Banyak yang melihat bagaimana orang tercinta mereka...

diculik dari rumahnya dan tetap menghilang sejak saat itu.

Putriku, Laura Estela Carlotto,

diculik bersama suaminya.

Dia berusia 21 tahun.

Dia sedang mengandung 10 pekan.

Kami dengar soal dia selama penculikannya, melalui surat anonim,

mengatakan dia masih hamil,

dia kirim pesan kepadaku dan ayahnya,

agar kami siap saat dia melahirkan.

Selama waktu itu, seperti ibu mana pun,

aku mencarinya, mengumpulkan informasi.

Harapan kami tiap hari adalah...

dia akan muncul di rumah suatu hari nanti.

Kuajukan petisi habeas corpus. Kuajukan tuntutan hukum...

Bruzzo ada di dalam.

Kawan,

kau bisa masuk, tolong?

Ya, tentu.

Ini.

Terima kasih.

Silakan duduk.

Bruzzo, aku tak akan berdebat. Aku menghormati dan menghargaimu.

Terima kasih atas penunjukanku dan semuanya,

tetapi ada sesuatu yang aku tidak mau. Paham?

Kau tahu apa yang aku tak mau?

- Aku bisa bayangkan, Julio. - Bodoh.

Apa itu yang kau pikirkan?

Aku tak mau jadi orang bodoh

yang harus membela sesuatu yang tak dipercayai pemerintah.

- Julio. - Apa?

Apa kita tiba-tiba hidup di Negeri Ajaib?

Tiba-tiba, semua diktator akan masuk penjara.

Siapa penjarakan mereka? Martín Karadagian?

Apa kau pikir pengadilan militer akan memenjarakan Jenderal Videla?

Mereka itu komplotan, Bruzzo.

Kalau pengadilan sipil tangani persidangan?

Aku dijuluki Gila, padahal tidak.

Itu tak akan terjadi. Siapa yang mengizinkan? Tróccoli?

Kau mendengarkannya semalam? Yang benar saja.

Kau sudah selesai?

Silakan duduk. Duduklah, Julio!

Kau sadar jika hakim setuju menangani persidangan, kau tak bisa menolak?

Aku sangat tahu apa pekerjaanku.

Aku seorang jaksa.

Mau cerita bagaimana tadi?

Sebaiknya jangan dibahas, Silvia.

- Mereka melakukannya, bukan? - Aku tak mau membahasnya, Silvia.

Jadi, itu benar.

Mereka tak bisa begitu.

Ya, mereka bisa.

Kau tahu jika hakim menginginkan sidang, itu akan terjadi.

Mereka tak akan membiarkannya.

Kau tak tahu itu.

Bisa tak membahas hal itu?

- Apa yang ingin kau bicarakan? - Tidak ada.

Ada sesuatu yang tidak kumengerti.

Tolong, jangan merusak suasana hatiku.

- Aku tak paham jika kau begini... - Silvia.

- Karena takut... - Kumohon.

- Ini tak akan terjadi. - Silvia.

Atau kau takut itu akan terjadi.

Terkadang, aku merasa kau ketakutan setengah mati.

Ya, aku takut setengah mati.

Tentu saja.

- Apa yang kau takutkan? - Semuanya, Silvia! Semuanya!

Takut ini jebakan,

atau aku dimanfaatkan untuk negosiasi.

Yang mungkin melibatkan kalian.

Lalu tak berdaya? Lagi?

Kau bisa, Julio.

Kau bisa.

25 SEPTEMBER 1984

DEWAN ANGKATAN BERSENJATA

- Kirimkan ini. - Ya, Pak.

Baik, terima kasih, Tuan-tuan.

DEWAN ANGKATAN BERSENJATA

Pagi. Keputusan ini dari Dewan Angkatan Bersenjata.

"Dewan menginformasikan bahwa menurut penyelidikannya,

"dekret, arahan, perintah, dan prosedur militer

"yang dikeluarkan untuk memerangi subversi independen,"

"tidak dapat dibantah, baik isi maupun bentuknya."

- Tak bisa dibantah. - Benar.

Bacakan terus.

"Tindakan berlebihan itu dilakukan oleh bawahan."

"Pengadilan harus menyelidiki pelanggaran para terduga korban..."

Pelanggaran korban?

PENGADILAN BANDING

Kita terima sidang ini?

Maaf, tetapi kita harus tetap objektif, memikirkan risikonya,

dan apa kita bisa menjamin sidang akan patuh prosedur.

Apa kita mau diam saja? Mereka menyalahkan para korban.

Jangan membabi buta.

Jika tidak membabi buta, sidang ini mungkin tak akan terjadi.

Kita berikan apa yang tak mereka berikan ke korban.

Sidang yang adil.

- Kalau buktinya? - Terserah jaksa.

Jika tak bisa dapat bukti?

Jika tidak,

kita harus bebaskan.

Perlu beri tahu jaksa?

Beri tahu dia.

- Permisi, Pak. - Ya.

- Ini baru tiba. - Ya.

Akan kulihat.

Terima kasih.

- Hai. - Halo.

- Ayah. - Ada apa?

Terjadi sesuatu?

- Ya. - Apa?

Tn. Strassera sibuk.

Akan ada sidang.

Ayah akan penjarakan Videla.

Kuusahakan.

Juga Massera.

Semua yang terlibat.

Bukankah itu berbahaya?

Kurasa itu agak berbahaya.

Mereka bisa membunuh Ayah.

Tak bisa menolak?

Tidak.

DENGAN INI DIBERITAHUKAN

BAHWA KEJAKSAAN TELAH DIBERI TAHU...

DR. ALBERTO MUCHNIK PENGACARA

Tn. Jaksa.

Schubert yang malang.

Hai.

- Apa kabar? - Baik, akan kuceritakan detailnya.

Mereka sangat mengacaukanmu.

Kau pikir mereka menunjukmu untuk menyapu lantai dansa

dan kini kau harus menari.

Apa yang kau tertawakan? Ini serius. Sangat serius.

- Aku tak bisa melakukannya. Pikirkanlah. - Pada akhirnya, kau harus lakukan.

Sekarang? Saat ini juga?

Semua tahu mereka berunding dengan militer.

- Apa kau mendengarkan Tróccoli? - Ya, Tróccoli.

Kau benar.

Aku setuju denganmu, sungguh.

Aku sudah memberitahumu ini akan jadi masalah 50 tahun ke depan.

Pemerintah akan mengubah banyak hal,

lalu menunjuk bajingan yang sama, seperti biasa.

Kuberi tahu sesuatu. Dengarkan.

Situasi bisa memburuk.

Seseorang akan bimbang, bukan?

Ada celah, sangat tipis.

Sebuah celah. Itu dia.

Membuka dan menutup dengan cepat.

Saat terbuka, kau harus ada di sana, dan kemudian, ya...

Lalu kau bisa melakukan sesuatu.

Hal-hal yang tak bisa kita lakukan selama kediktatoran, Julio.

Itulah pentingnya pekerjaan kita.

Mereka muak dengan intelijen, keberanian, dan kecerdasan.

Kau bicara tentang sejarah?

Ya.

Sejarah...

- tak dibuat oleh orang sepertiku. - Tidak?

Yang benar.

Namun, kau akan menjadi jaksa

dalam persidangan terpenting dalam sejarah Argentina.

Itu tugasmu.

Julio!

Aku suka melihatmu tertawa.

Ayolah.

Tolong angkat teleponnya!

Astaga, ini membuatku gila! Javi, bisakah kau angkat teleponnya?

- Halo? - Julio Strassera? Apa itu kau?

Ya, siapa ini?

Apa kau ayah Javier dan Veronica?

- Siapa ini? - Orang yang akan membunuhmu.

- Apa kau tahu? - Apa?

Pertama, kami akan memburu putramu.

Namun, kami akan menawan putrimu, dia cantik.

- Persetan, Bajingan. - Agar kami bisa menghibur diri.

- Kenapa tak katakan langsung? - Hati-hati, Berengsek.

Kau tak ingin mengacaukan ini. Jangan sampai ada penyesalan.

Baik, akan kupertimbangkan. Terima kasih.

- Siapa itu? - Teman.

Ayah?

- Silvia! - Siapa itu?

Mulai sekarang, hanya kau dan aku yang angkat teleponnya, ya?

Si pengancam itu lagi?

Dia menelepon terus. Aku muak dengannya.

Seolah tak ada pekerjaan lain.

Tunggu.

Apa?

Entahlah.

- Ayo naik kereta bawah tanah. - Baik.

Dah. Semoga harimu indah.

- Ayah. - Ya?

Jaga dirimu.

Tn. Strassera, maaf mengganggu.

Aku ditunjuk sebagai kepala keamanan.

Tak perlu keamanan.

Kudengar kau dan keluargamu diancam.

Aku tak mau keamanan apa pun.

Aku mengerti. Ancaman tidak penting.

Bahaya asli tak memberi peringatan.

- Itu sebabnya... - Begini,

aku tak mau jasa keamanan atau polisi ada di dekatku atau keluargaku.

Dengan hormat, aku ke rumahmu untuk melihat istri dan putrimu.

Keamanan mereka juga tanggung jawabku.

- Namamu? - Antz, Pak.

- Namamu, Petugas. - Antz, Pak.

Nama belakangmu adalah Ants?

Ya, nama keluargaku. Dengan Z.

- Ini Romero. - Senang bertemu, Pak.

Maafkan aku, Antz.

Kau sudah bertemu putriku.

Aku memperingatkanmu.

- Putriku sangat tertutup. - Aku tahu, Pak.

- Soal apa? - Keselamatan keluargamu.

Bagaimana kujelaskan ini?

- Kami harus ajukan pertanyaan. - Apa yang kau temukan?

Tak ada yang penting, Pak.

- Tidak ada? - Yah...

- Tak ada ancaman atas keselamatanmu. - Katakan apa yang kau tahu.

Tn. Padilla sudah menikah.

- Putriku tahu? - Kami yakin dia tidak tahu.

Dia tak tahu.

Ny. Padilla juga tidak.

Aku pamit.

Apa kabar, Bruzzo?

Terima kasih,

tetapi aku akan menjalani sidang penting sejak Nürnberg,

jadi, jangan buang waktu.

Kutawarkan bantuan.

Ya, mengerti, Atom Ant. Terima kasih.

Bukan keamanannya.

Jika butuh bantuan lain, akan kuhubungi.

Jangan keras kepala.

- Kau tak bisa sendirian. - Memang tidak. Aku punya tim.

Aku bisa membuat tim, bukan?

Ya, tetapi tak akan mudah.

Tak banyak orang di pengadilan setuju kita...

Pertama, tak ada "kita".

Aku melakukannya. Kedua, ada orang yang bekerja denganku.

- Jadi... - Waktunya tak banyak.

Kau tak bisa sendiri. Sendiri itu termasuk teman teatermu.

Dia punya banyak pengalaman dalam sidang daripada kita berdua.

Dia menjadi pengacara selama 30 tahun.

Bruzzo, aku akan lakukan ini dengan caraku.

Kau tak akan tepat waktu.

Dengarkan aku.

- Jaksa Agung akan mengutus orang. - Tak perlu!

Kulakukan dengan orangku.

Aku akan menghubungi Telechea, Salvador, dan Sturla.

Sturla menolak?

Ya, dia menolak. Tak mau terlibat.

Dia terlalu tua untuk hal ini.

- Tua? Kenapa? Berapa umurnya? - 78 tahun.

- Setua itu? - Dia sudah tua.

- Telechea? - Menolak juga.

Dia bilang kenapa?

Dia tertawa.

"Strassera mau memenjarakan militer?"

"Kenapa tak bertinju lawan Durán juga?"

Telechea memang lucu. Bajingan.

- Telechea tak suka masalah. - Benar.

- Kalau Salvador? - Tidak kuhubungi.

Dia tanda tangan petisi menentang sidang.

- Serius? Dasar fasis! - Dia perlahan menjadi fasis. Cerita lama.

- Carrizo? - Tidak.

- Dia itu kandidat Manrique. - Tidak.

Ingat?

- Girardi? - Tidak.

Dia itu fasis. Anaknya masuk sekolah militer.

- Benarkah? - Ya.

Aku tak tahu.

Bruni?

Sangat fasis.

Héctor Alcides?

Apa? Dia wafat tahun lalu.

Kau tak bilang! Aku tak tahu. Sayang sekali.

Serangan jantung parah.

Dia pasti akan menolak. Dia sangat fasis.

- Tunggu. - Apa?

- Orang fasis. - Siapa?

Tidak, dia sangat fasis.

Persetan! Tak ada orang lagi.

25 OKTOBER 1984 SIDANG AWAL

Si Gila Strassera.

- Jaksa Negara. - Apa kabar, Basile?

Inilah aku, mencari nafkah.

Seperti kau, kukira.

Anggap saja ada cara berbeda mencari nafkah.

Jika ini soal klienku,

aku ditunjuk oleh pengadilan sebagai pembela umum.

Tampaknya tak mengusikmu. Kau akan dikira dapat rezeki nomplok.

Apa itu mengusikku? Sama sekali tidak.

Yang sungguh mengejutkanku, kau membela gerilyawan.

Aku tidak membela siapa pun.

- Aku seorang jaksa. Tugasku mendakwa. - Pagi, Basile.

Maksudmu, mendakwa orang yang pertahankan negeri kita dari gerilyawan.

- Sampai jumpa. - Mari duduk.

Ini tidak akan lama.

Pukul 05.00 tepat.

Selamat pagi.

Semua berdiri.

Dengan ini, saya menyatakan sidang pendahuluan kasus 13/84 dibuka,

menuntut para perwira Angkatan Bersenjata berikut ini.

Letnan Jenderal Jorge Rafael Videla...

Permisi, Anak Muda.

- Siapa kau? - Luis Moreno Ocampo.

- El Mono Campo? - Luis Moreno Ocampo.

- Aku akan membantumu. - Tak ada yang memberitahuku.

Aku wakil jaksa.

- Apa? - Aku wakilmu, Pak.

Bawa terdakwa masuk.

Selamat pagi.

Sebutkan nama Anda.

Jorge Rafael Videla, dan izinkan saya menambahkan,

Letnan Jenderal AD Argentina.

Yang Mulia,

dengan segala hormat,

saya tidak mengakui legitimasi pengadilan ini.

Pembela menegaskan kembali kejahatan yang dituduhkan sesuai yurisdiksi militer,

maka harus diadili oleh pengadilan militer.

Pengadilan militer sudah diberi kesempatan.

Anda sangat paham wewenang pengadilan ini menyelidiki dan mengadili kejahatan ini.

Sebutkan nama lengkap.

Orlando Ramón Agosti. Saya tak mengakui legitimasi pengadilan ini.

- Sebutkan nama lengkap. - Roberto Eduardo Viola,

saya tidak mengakui legitimasi pengadilan ini.

Omar Domingo Rubens Graffigna.

Saya tak mengakui...

- Jorge Isaac Anaya. - Basilio Arturo Lami Dozo.

- Laksamana Armando Lambruschini. - Leopoldo Fortunato Galtieri.

Laksamana Emilio Eduardo Massera.

Saya tidak mengakui legitimasi pengadilan ini.

Ceritakan.

Videla lebih pendek dari perkiraanku. Sangat pendek.

Dengan topi dan sepatu bot, dia tampak tinggi.

- Siapa dia? - Bantuan yang kita harapkan.

Katakan, Luis María Campos.

Apa caramu membantu kami? Pernah ikut berapa sidang?

Moreno Ocampo.

Tak pernah sidang.

Berapa penuntutan?

- Tak ada. - Demi Tuhan.

Apa yang kau lakukan?

Bekerja untuk Jaksa Agung, aku ini profesor.

- Kau mencari nafkah, Molina Campos? - Moreno. Semacam itu.

Apa ibumu membantumu?

Ibu tak suka aku akan bekerja untuk sidang ini.

- Kenapa mau? - Mungkin itu alasannya.

- Mau tahu alasannya? - Tentu.

Keluargaku militer. Pamanku seorang kolonel.

Itu tidak membantumu.

Ibuku ke gereja setiap hari Minggu bersama Videla.

Baginya, Videla bertindak benar.

- Cukup bicaranya. - Ayo.

Pak.

Pak!

Pak, tolong, biar kuselesaikan.

Pikirkanlah. Pemerintah ini baru berkuasa.

Sebuah pemerintahan yang lemah. Ada militer siap menerkamnya.

- Ya. - Mengadili mereka

adalah keputusan berbahaya, tetapi benar.

Itu sebabnya kupikir akan bagus jika merekrut pengacara muda,

daripada pengacara yang berkomitmen pada HAM,

yang bisa didiskreditkan sebagai komunis.

Tak hanya oleh militer, tetapi juga kelas menengah,

yang harus kita yakinkan agar sidang ini punya legitimasi yang dibutuhkan,

dengan mempertimbangkan kecenderungan kelas menengah

untuk membenarkan kudeta militer.

Kuda Troya.

Mengerti?

Ada waktu lima bulan untuk menyerahkan bukti yang tak terbantahkan

terkait sembilan komandan.

Tentang pembunuhan, perampasan kemerdekaan yang tidak sah,

penyiksaan, dan pencurian berat.

- Kita butuh tim segera. - Benar, Molina Campos.

Moreno Ocampo.

Kita tak bisa percaya polisi.

Sekitar 90% staf pengadilan tak mau terlibat sidang.

Lebih tepatnya 99%.

- Kita perlu mencari di tempat lain. - Di mana? Sekolah hukum?

Bukan, hampir benar.

Di Kejaksaan Agung, ada anak-anak yang mau bekerja dengan kita.

- Anak-anak? - Ya. Di setiap pengadilan.

Kita butuh orang muda dengan sedikit pengalaman.

Lebih sedikit darimu?

- Jika yang berpengalaman tak mau... - Maka kita bawa yang tak berpengalaman.

Baiklah.

Aku mulai menyukaimu, Moreno Ocampo.

- Apa aku berkata benar? - Ya.

Nama lengkap?

- Lucas Palacios. - Judith König.

Federico Corrales.

Pekerjaan?

Tugas administrasi di Kejaksaan Agung.

- Profesi? - Pengacara.

Saat ini, aku menganggur.

- Apa pekerjaanmu sebelumnya? - Mantan militer.

- Cabang mana? - Angkatan Laut.

Di ESMA, Sekolah Mekanika.

Ayolah, Fede.

- Kau bercanda. - Ya. Aku bekerja di Kejaksaan Agung.

Siapa yang kau pilih pada pemilu terakhir?

Harus kujawab Alfonsin? Atau sejujurnya?

Aku tidak memilih.

- Tidak? Kenapa? - Saat itu, umurku 17 tahun.

Pendapatmu tentang Balbin?

Tak ada pendapat. Dia politisi penting.

Pilihan politikmu, Eduardo?

Sekarang? Tidak ada, nihil.

- Pendapat tentang Perón? - Dia seorang politisi penting.

Bagaimana dengan Winston Churchill?

- Apa? - Napoleon Bonaparte?

Yesus Kristus?

Harus kujawab?

Bisa sebutkan lima anggota kabinet saat ini?

Ya. Ada... Grispun.

- Grinspun. - Ya, Grinspun.

- Siapa yang kau pilih? - Peronisme.

- Kenapa? - Aku seorang Peronis.

Yang benar saja. Kenapa?

Hanya itu gerakan yang menentang semua kediktatoran sejak 1955

dan selalu perjuangkan keadilan sosial.

Baik. Terima kasih.

- Terima kasih. - Kau bertanya.

Namun, jangan mengulang omong kosong serupa dengan yang kudengar di rumah.

Jangan berlebihan, Ayah.

Kau membuatku begini, Maco.

Kenapa ingin bekerja dengan kami?

Pamanku diculik selama enam bulan dan nyaris tak selamat.

Aku bekerja di resepsionis Pengadilan 14.

Tak ada yang peduli pekerjaanku.

Aku peduli.

Aku punya dua anak, hipotek, dan kudengar kau membayar lembur di sini.

Kita akan mewarisi negara ini. Ini tak boleh terjadi lagi.

Kau bayar lembur?

Mau aku ikut atau tidak? Aku bisa bertahan di mana pun.

- Aku tak suka terlibat anti-Peronis. - Selamat datang, Maco.

Ayahmu sangat memujimu.

Aku Luis Moreno Ocampo, Wakil Jaksa.

Wakil Jaksa? Apa itu penting?

Bisa sebutkan empat tamu di pertunjukan Badía pekan lalu?

- Ya, Los Abuelos bermain. - Los Abuelos?

Los Abuelos de la Nada. Bagus.

- Kau tak mendengar tentang mereka? - Tidak.

Nyanyikan sebuah lagu.

- Sekarang? - Ya.

FEBRUARI

Masalah pertama. Waktu.

Kita harus lakukan sidang terpenting dalam sejarah kita

dan waktunya lebih sedikit dari mengadili pencuri ayam.

Kita di sini sekarang.

Semuanya harus siap sampai hari itu.

FEBRUARI 1985

Waktu kita hanya selama itu.

Kita harus apa?

Seperti napi.

Masalah kedua.

Kita perlu buktikan itu rencana sistematis.

Artinya, mereka tahu yang sedang terjadi, bagaimana itu terjadi.

Terjadi di seluruh negeri

selama pemerintahan militer.

Mereka bertanggung jawab.

Tak bisa kerja sama dengan polisi karena mereka juga terlibat.

Masalah lain.

Pengadilan tak akan beri informasi. Jika ya, sudah terlambat.

- Jangan lupa... - Waktunya sempit.

- Ya, lucu. - Ayo kita atur.

Pertama, mari kita sematkan pusat penahanan rahasia di peta.

- La Perla ada di Córdoba. - Apa lagi?

- ESMA. - Ya, ESMA.

- ESMA, Angkatan Laut. - Apa lagi?

- El Vesubio. - Lalu?

- Campo de Mayo. - Bagaimana?

- Berapa sisa waktunya? - Empat bulan dua pekan.

Apa itu lelucon?

Tak mungkin. Batalkan saja.

Itu bukan pilihan.

Ada ide apa lagi?

Bicaralah dengan María Eugenia.

Dia bekerja di arsip Komisi. Punya pengalaman di sana.

Dia akan membantumu.

Kejaksaan ingin meninjau semua kasus.

- Semua? Apa kau tahu jumlahnya? - Tidak.

- Kau harus memilih. - Tunjukkan saja.

Sudah kau seleksi?

Watts, Meijide, Dalego, Avellaneda, Valenzi...

Kami akan baca semuanya.

Semuanya?

- Asisten Jaksa Strassera? - Ya.

Kami akan berikan semua informasi yang kau butuhkan.

PARA IBU PLAZA DE MAYO

Berharap jaksa bersikap lebih baik daripada kediktatoran.

Namun, selama kediktatoran, dia tak berbuat...

Apa pun. Tidak berbuat apa pun.

"'Bu, tolong katakan kepadanya Ayah lari, ' katanya.

"Itu kali terakhir kudengar suaranya."

"Lalu mereka membawa dia."

DESEMBER

Tanggung jawab komando ada di Dewan Pemerintahan.

Mereka bertanggung jawab, itu jelas.

- Itu yang paling sulit dibuktikan. - Kenapa sulit?

Penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan telah atau dapat dibuktikan.

Cara buktikan mereka tahu?

- Tak mungkin tidak tahu. - Mereka akan bilang tak tahu.

"Itu adalah tindakan berlebihan oleh bawahan."

"Aku tak bisa mengawasi tiap orang di tengah perang."

- Namun, 30.000 tindakan berlebihan? - Dia benar.

Mereka bisa berkata, "Aku tak bunuh siapa pun. Tak menyiksa siapa pun."

- "Tak perintahkan penculikan." - "Tak pakai pistol setrum."

Kita butuh saksi yang melihat mereka di pusat.

Kalau tak ada yang melihat? Itu rencananya, bukan?

Agar pembunuhan tak dikaitkan dengan penculikan.

- Seseorang pasti lihat mereka. - Tidak.

Ayo fokus pada rencananya.

Buktikan mereka bertindak serupa di seluruh negeri.

Mereka menculik orang di mana-mana.

Menawan orang di pusat tahanan rahasia.

Menyiksa mereka selama interogasi.

Orang-orang diculik di seluruh negeri.

Jika bisa membuktikannya, kita bisa buktikan ini terencana.

- Itu yang kita butuhkan. - Jadi,

ambil arsip semua kasus. Kita urutkan

menurut cabang, tahun, pusat penahanan...

- Menurut wilayah. - Wilayah?

- Kita akan bepergian? - Ya.

Kau ingin ke mana?

Terima kasih.

- Mereka menunggu kita. - Kau lihat gunung itu?

Sudah kuduga. Kota ini penuh fasis.

Tahu orang ini?

- Dua blok ke sana. - Ke sana. Ayo.

Apa kau yakin?

Aku akan ke sana. Sampai nanti.

Hai.

Hai, permisi. Selamat pagi.

Aku mencari Juan Pablo Noriega...

Tidak ada di sini.

Baik, terima kasih.

Tanya orang itu.

Permisi, Pak?

Tak bisa kerja di sini.

- Fasis, sudah kubilang. - Lantas bagaimana?

Kumpulkan semua orang, kita ke tempat lain.

Kita harus bagaimana?

Pegang ini.

JAKSA MENGUNJUNGI PROVINSI

Ini bisa jadi sangat penting, karena mereka bisa membawa...

alat untuk membawa lebih banyak kasus.

Orang-orang ini berasal dari kejaksaan.

Kita mencari mereka yang punya informasi

tentang kejahatan selama kediktatoran

untuk persidangan yang dipimpin oleh Jaksa Strassera di Buenos Aires.

Setiap informasi, nama, atau data...

Polisi, buka pintunya! Buka!

Silakan ke Departemen Kehakiman, Jalan Mitre 2800, atau hubungi 524096...

Tiga orang membawaku dari sel. Mataku ditutup.

Mereka menelanjangiku, melakukan yang mereka sebut "kapal selam".

Memasukkan kepalamu ke dalam seember air sampai kau tak tahan.

Bertanya hal yang tak masuk akal.

"Apa itu komunisme?" Aku tidak tahu.

Lalu, mereka bertanya apa aku tahu rumah Firmenich

atau nama lain yang aku tak tahu. Lalu mereka marah.

Merantai pergelangan kaki dan memberiku nomor.

X-96.

Sejak saat itu, aku bukan lagi Mario Valle.

- Mataku ditutup. Aku dipukul pakai pistol. - Mereka buka bagasi...

- pistol setrum. - Aku mulai muntah.

Aku tak bisa minum air. Aku disetrum.

Apa tetanggamu melihat orang yang menculikmu?

Bagaimana kau tahu mereka dari tentara?

Hai, Sayang. Apa kabar?

- Aku menunggu Ayah. - Ya.

Ada apa?

Duduklah.

Tentu.

- Abel dan aku sudah putus. - Siapa?

Ayah.

Maaf, aku tak suka orang itu. Entah apa kau tahu...

- Dia sudah menikah. - Ya.

Aku tidak bodoh, Ayah.

Aku selalu tahu itu.

Dia tak pernah bertanya tentang Ayah.

Kupikir dia tak tahu pekerjaan Ayah.

Jangan memata-mataiku, ya?

Jangan menyuruh Javier.

- Kau membuatnya takut. - Baiklah.

Pikirkan saja masalah yang lebih penting.

Maafkan aku.

DESEMBER JANUARI

15 FEBRUARI PENGIRIMAN BUKTI

Quilmes, Avellaneda.

FEBRUARI

Di mana?

Di rak ketiga.

Satu, dua...

- Apa ini tak apa? - ESMA ada di rak itu.

Ada yang melihat...

Tiga arsip dari ESMA.

- Tn. Jaksa. - Ya?

Bukti sudah terkumpul.

Ada 16 jilid, 4.000 halaman, 709 kasus, dan lebih dari 800 saksi.

Kerja bagus. Selamat.

- Kirimkan. - Apa?

Kau ikut dengan kami!

- Ayo. - Ke mana?

- Mengirimkannya! - Ayo!

Kirim sendirian? Tidak. Bersama-sama.

Ya, ikut kami.

Apa yang terjadi?

Jaksa Strassera, pemimpin kasus ini.

- Suatu kehormatan. - Ya.

Selamat.

Di mana kau menemukan mereka? Pramuka?

Sebaiknya kalian lebih memperhatikan kefasihan bukti

daripada anggota timku.

Camkan kata-kataku.

Aku tahu perkataanku.

Semoga berhasil.

Kita pergi?

Semuanya.

Pak!

Itu dia.

Pak, kumohon.

Satu pertanyaan, Pak!

Apa kau pikir jumlah bukti akan cukup?

Kuantitas dan kualitas bukti sangat banyak.

Biar kuberi tahu, kami capai ini dalam waktu singkat.

Terima kasih kepada semua anak muda ini dan Tn. Moreno Ocampo, rekan kerjaku.

- Apa kau diancam? - Aku lebih suka mengabaikan itu.

Aku permisi.

Pak, permisi.

Benarkah kau diancam?

PERSIDANGAN BESAR

SIAPA STRASSERA?

ANAK BUAH STRASSERA

WAKIL STRASSERA

- Hai, apa kabar? - Selamat malam.

Maaf.

- Artikel bagus di majalah. - Terima kasih.

Itu sarkasme.

- Kau tak menyukainya? - Tidak.

Semua orang di sana membacanya.

- Itu buruk? - Mengerikan.

- Haruskah aku pergi? - Jangan.

Ini para pamanmu yang hebat.

Kau tak boleh menjadi pengecut.

Ayo minum.

- Sampanye? - Ya.

Orang itu mengenalimu.

Yang lainnya.

Syukurlah pamanmu belum melihatmu.

- Di mana dia? - Tak akan kuberi tahu.

Benarkah itu? Banyak?

Jangan lihat.

- Jangan lihat! - Katamu itu tak melawan dia, bukan?

- Tidak. - Kenapa?

Dia tidak berpikir itu menentangnya.

Itu bertentangan dengan dia, keluarga, dan negara.

Perla?

- Kolonel! - Kau rupanya.

Apa kabar? Lama tak jumpa!

- Istrimu? - Bepergian.

- Lagi? - Ya.

- Ke mana? - Milan.

Terima kasih.

Paman.

Maaf mengganggu. Boleh bicara sebentar?

Aku Mayor Jenderal Ocampo.

Maaf, Jenderal.

- Bisakah kita bicara? - Sebuah pertanyaan, Pengacara.

Kau pikir akan menang sidang itu?

Entahlah.

Apa menurutmu militer bertindak benar?

- Itu perang, Pengacara. - Perang negara melawan masyarakat?

Terhadap kelompok bersenjata yang mengancam...

Yang seharusnya diadili atas kejahatan hipotetis mereka.

Bukan diculik, disiksa, dibunuh, dan dihilangkan.

Apa yang terjadi di sini?

Apa kesepakatannya? Tak bicara soal politik di keluarga ini.

- Luis, ikut aku. - Permisi.

Semua orang di sini perlu tahu...

Semua baik, Pak?

Ya. Aku baik-baik saja.

Apa kau perlu tumpangan?

Tidak usah.

Terima kasih.

22 APRIL 1985 AWAL SIDANG TERBUKA

Kantor Luar Negeri mengatakan Clyde Snow tiba besok.

Dia akan dilindungi. Kedutaan bekerja sama.

Ya.

- Kita akan baik saja. - Ya.

- Baiklah. - Ya.

Dengarkan aku. Jangan menekannya.

- Ini minggu pertama, paham? - Ya.

- Kau hanya berkata ya? - Tidak.

- Loza, sebentar. - Strassera.

Pak.

- Permisi. - Ya, katakan.

Apa dia kenalanmu?

Bukan.

Dia tak boleh di sini. Periksa siapa dia.

Baik.

- Tuan, permisi. - Maaf, aku baru akan pergi.

Lantas? Kau akan biarkan dia pergi?

Tenang, Anak Muda. Semuanya terkendali.

- Aku tak bilang... - Kita tunda...

- Tidak, aku tak mau mengubah apa pun. - Julio.

- Julio. - Sebentar. Apa?

Tadi ada pria di sana.

- Mungkin mata-mata. - Bagaimana kau tahu?

Kali kedua kulihat dia.

Bisakah seseorang angkat telepon itu? Sudah berdering lima menit.

- Tolong! - Angkatlah.

Halo?

Dengan segala hormat, aku bisa pastikan tak ada bom.

Bagaimana kau bisa jamin itu?

Itu jelas. Itu operasi untuk meneror masyarakat.

Ini penghinaan, Yang Mulia.

Tugas ruangan ini adalah menjalankan prosedur yang aman,

bagi terdakwa dan saksi.

Prosedur yang aman? Apa itu lelucon?

Saksi dan kami telah diancam selama enam bulan!

Pembela mengklaim keselamatan para terdakwa tak bisa dijamin.

Yang Mulia, ini muslihat para terdakwa.

Sudah jelas.

Yang kami minta hanyalah menunda dimulainya persidangan.

Tanpa batas waktu.

- Sampai kondisinya baik. - Tanpa batas waktu.

Ini hari pertama!

Jangan menunda pada hari pertama!

Jika hari ini ditunda dan tak ada sidang, ini akan batal sepenuhnya!

Mereka hanya membuat ancaman bom satu hari.

Strassera, bisa diam?

Kita lanjutkan.

- Apa? - Ya.

Kita lanjutkan seperti biasa.

Pengadilan ini menjamin keamanan sidang.

Sidang diadakan mulai hari ini.

- Bagaimana bomnya? - Biarkan meledak.

- Kau paham keputusan ini... - Aku paham.

Kau mendengarnya. Dia paham.

Satu hal lagi.

Para wanita tak boleh berkerudung.

Mereka para Ibu Plaza de Mayo.

Lambang politik tak diperbolehkan. Tak ada warna, jenis, atau ideologi.

- Pengadilan sangat menyadari... - Ada lagi?

Tidak, Yang Mulia.

- Sekretaris, siapkan sidang. - Ya, Pak.

Kami permisi.

Maaf sudah mengganggu.

Aku tak perlu menjelaskan pentingnya persidangan, apalagi kepada kalian.

Ada orang gila yang coba menghentikannya...

kecuali kalian lepas kerudung.

Ini keputusan sulit, aku tahu.

Itu bukan pilihan kami,

tetapi pilihan kalian.

Maafkan aku.

- Aku mohon maaf. - Ya.

- Kita harus apa? - Ayo lepas.

Jangan khawatir.

Dengan ini, aku menyatakan sidang dibuka

untuk sidang kasus 13/1984,

tentang para perwira Angkatan Bersenjata berikut ini.

Letnan Jenderal Jorge Rafael Videla, Laksamana Emilio Eduardo Massera,

Brigadir Jenderal Orlando Ramón Agosti, Letnan Jenderal Roberto...

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Jangan takut. Sungguh tidak ada bom.

- Aku tahu. - Baiklah.

Letnan Jenderal Leopoldo Fortunato Galtieri,

Laksamana Jorge Isaac Anaya,

Brigadir Jenderal Arturo Basilio Ignacio Lami Dozo.

Kini, kami memanggil Dr. Ítalo Argentino Lúder.

Dr. Lúder, kesaksian Anda akan diambil di bawah sumpah.

Anda bersumpah mengatakan sebenarnya, seluruh kebenaran, dan hanya kebenaran?

Saya bersumpah.

Silakan duduk.

Dr. Lúder, selama Anda menjabat sebagai pimpinan

cabang eksekutif,

keputusan ini dikeluarkan. 2770, 2771...

- Pria yang kuceritakan ada di sana. - Juga 2772.

Pertanyaannya adalah sebagai berikut.

Apa argumen yang menyebabkan keputusan tersebut?

Pada bulan Februari 1975...

atas intervensi Militer Argentina

dalam memerangi subversi.

Aku memperluas intervensi Angkatan Bersenjata ke seluruh negeri.

Kita harus menyoroti bahwa perintah pemusnahan telah dikeluarkan

selama pemerintahan demokratis María Estela Martínez de Perón,

yang meminta bantuan Angkatan Bersenjata,

karena kita di ambang perang saudara.

- Benar, Pak? - Saya tak berkata "perang saudara".

Lalu, bagaimana definisi Anda?

Saya tak pernah membahas perang.

Namun, jelas ada musuh yang membahayakan keamanan nasional.

- Ya? Anda katakan itu, Dr. Lúder. - Benar.

Biarkan saksi menjelaskan pemahamannya

tentang kata ini yang penting untuk pembelaan, "pemusnahan".

Apa itu berarti memperoleh informasi dengan cara apa pun?

Penyiksaan, penculikan,

secara fisik menghilangkan individu yang tak berdaya?

Anda harus jawab.

Sama sekali bukan berarti pemusnahan fisik.

Dekret sama sekali tidak menyiratkan penindasan di luar hukum.

Saksi mengakui musuh itu ada dan harus dimusnahkan.

Ini menunjukkan gambar tengkorak dengan lubang di bagian depan,

terdapat lubang melingkar yang sesuai dengan lubang

akibat peluru yang menembus bagian depannya.

Gambar ini menunjukkan tengkorak dengan lubang di bagian depan.

Sebuah lubang melingkar yang sesuai dengan peluru yang menembus kepala.

Dari ukuran dan bentuknya, meski tulangnya ada di dalam tanah,

kita bisa tahu bahwa orang ini dieksekusi dari jarak dekat.

PERSIDANGAN JUNTA SAKSI ASING

Di antara utusan asing, Antoine Sanguinetti menyatakan

selama kunjungannya ke negara kita tahun 1978,

25 APRIL

dia mengumpulkan banyak pengaduan dari keluarga...

dan organisasi internasional mengenai dugaan penculikan tersebut?

Luis.

26 APRIL

Pengaduan yang disampaikan PBB dan Amnesty International.

Atau oleh organisasi Hak Asasi Manusia, OAS, atau PBB,

melawan pemerintah...

Yang Mulia, kejaksaan

memiliki banyak laporan dan pengaduan yang diterima,

yang merupakan bukti nyata bahwa saksi melakukan sumpah palsu.

Tn. Strassera, tolong tunggu giliran.

Lanjutkan, Wakil Laksamana.

Saya tak paham dengan ucapan Anda.

Seperti kata saya,

ini pertanyaan umum tentang situasi politik Argentina.

Bagaimana?

Apa?

- Bagaimana kabar kita? - Menurutku kita baik.

Apa keraguanmu?

Aku tidak bilang begitu. Kubilang kita baik.

Apa yang kau pikirkan?

- Tak ada. - Tak ada yang bagus, maksudmu.

Kau mau aku berkata apa, Julio?

- Kenapa tak berjalan baik? - Bukan begitu.

Menurutmu begitu.

- Kita baik-baik saja. - Namun?

Aku bicara ke ibuku.

- Apa katanya? - Tak ada.

- Tak ada. Hal biasa. - Apa yang biasa?

Seperti biasa, Julio.

Dia pikir ahli asing seperti subversif.

- Kampanye anti-Argentina. - Luis.

Jangan pakai ibumu sebagai parameter.

Dia ke gereja bersama Videla.

- Kita tak akan bisa meyakinkannya. - Benar.

Jika meyakinkan dia adalah misi kita, kita kacau. Jangan dilakukan.

- Tak pernah. - Apa kita bisa?

Tidak bisa.

Kita tak akan meyakinkan orang seperti ibumu.

- Tak pernah. - Baik, Julio. Kau benar.

Kau sangat keras kepala. Aku tak bisa mendebatmu.

- Julio. - Apa?

- Aku butuh kau. - Untuk apa?

Kesaksian besok.

- Sekarang? - Ya.

Baiklah.

Ada ruang tunggu.

29 APRIL

- Dia boleh ikut bersamaku? - Tidak. Saksi saja.

- Tak boleh pergi sampai deposisi. - Dalam isolasi?

Tak boleh bicara ke siapa pun.

Jadi, sendirian?

Pengadilan menetapkan kau tak boleh bertemu siapa pun.

- Di sini. - Mau menutup wajahku juga?

Ini demi keselamatanmu.

Tentu, terima kasih. Sebulan ini, aku diancam.

- Petugas keamananmu? - Pernah ada orang datang, lalu lenyap.

Sebaiknya jauhi polisi.

- Kalau dia? - Dia tinggal bersamaku.

Seharian. Jangan khawatir.

Pengadilan memanggil Ny. Adriana Calvo de Laborde.

Bu, pengadilan ini akan menerima kesaksian Anda dalam proses

melawan komandan Junta militer

dalam apa yang disebut "Proses Reorganisasi Nasional."

Kesaksian Anda...

Pada tanggal 4 Februari 1977, Saya diculik dari rumah saya.

Saya dimasukkan ke mobil.

Saat mobil berbelok di tikungan,

mereka memasang sweter di kepala saya, melemparkan saya ke lantai mobil,

dan menginjak saya.

Lalu, mereka mulai mengancam akan membunuh saya.

Mereka membawa saya keluar, melepas sweter,

menutup mata saya dengan kain, dan memborgol tangan saya di punggung.

Saat itu, saya sedang hamil enam setengah bulan,

jadi, sangat memengaruhi kehamilan saya.

Mereka menyiksa saya, terlepas dari kondisi saya.

Mereka mengurung saya berbulan-bulan.

Penyiksaan itu sistematis, konstan, dengan segala jenis...

Pengadilan memanggil Ny. María Kubik.

Selamat malam, Juan Carlos.

Pada hari ketujuh persidangan mantan komandan,

sidang dibuka dengan kesaksian memilukan Kubik,

ibu dari María Cristina Lefteroff yang hilang.

Anda bersumpah mengatakan sebenarnya, seluruh kebenaran, dan hanya kebenaran?

Saya bersumpah.

María Cristina Lefteroff diculik dan dibawa ke Brigade Quilmes.

Beberapa jam kemudian, sang ibu, yang ingin menemukan putrinya,

juga diculik dan dibawa ke pusat penahanan rahasia.

Saudara saya berusia 13, 11,10 tahun, dan yang termuda 8 tahun.

Kami dipaksa turun dari pesawat, dan dibawa melintasi bandara,

ke kendaraan, mereka menutupi wajah kami.

9 MEI

Kami diberi tahu bahwa ibu kami akan dikirim ke Tucumán.

Dia tetap hilang.

Anda tahu apa yang terjadi pada putra Anda?

Saya bertekad melakukan apa pun, pergi ke Campo de Mayo, di mana pun.

Seorang teman berkata, "Iris, jangan mencarinya, dia sudah dibunuh."

Di lorong, bersama orang lain,

termasuk istri saya, yang disiksa di depan saya,

saya bisa mendengar semua jeritannya yang menyakitkan.

Tak ada yang tahu. "Kenapa mereka membawanya? Ke mana?"

Ini kasus seseorang yang tak saya kenal. Seseorang disiksa selama berhari-hari.

Sekelompok orang menyiksanya siang malam, tanpa ampun,

dengan semua cara yang saya jelaskan, dan banyak lagi.

Ketika mereka pergi, Yang Mulia, para penjaga memulai barbeku.

Mulai minum anggur dan mabuk.

Seseorang punya ide untuk menyiksanya dan mereka mulai menyiksanya lagi.

Kali ini, mereka tidak mencari informasi apa pun, Yang Mulia.

Satu-satunya tujuan penyiksaan ini yang berlangsung berjam-jam...

agar tahanan ini berkata,

"Aku makan penis dan ibuku pelacur."

Mereka menyiksanya berjam-jam untuk membuat dia katakan itu.

Dia tidak mengatakannya, Yang Mulia.

Dia tak mengatakannya.

Maaf sudah mengatakannya, tetapi saya pikir itu penting,

karena mereka bilang tindakan berlebihan,

dan seharusnya, bagi para terdakwa, ini tindakan yang berlebihan.

Lainnya tak apa. Hanya siksaan dingin dan kejam biasa.

Tolong jelaskan fakta tanpa penilaian.

Ini fakta, Yang Mulia.

Pernah saya minta penjaga yang agak manusiawi, untuk izinkan bicara dengannya.

Dia membawa saya ke sel Claudia,

saya lepas penutup mata...

Claudia berkata, "Pablo, terima kasih atas kekuatan yang kau berikan kepadaku."

20 MEI

Saya berkata kepadanya, saat bebas, kami akan memulai hubungan.

Pasangan, anggaplah begitu.

Lalu, suatu ketika, dia berkata,

"Jangan sentuh aku, karena aku sudah diperkosa."

"Saat mereka menyiksaku, mereka membalikkanku,"

"memerkosaku dari depan dan belakang."

Pengadilan memanggil Alejandra Naftal.

Saya dibawa ke tempat lain dan para gadis itu tahu saya diperkosa.

Mereka mengatakan kepada saya mereka juga diperkosa, berulang kali.

Tak sulit bagi sebagian orang di sana

untuk mengambil keuntungan dari kami, para wanita, dengan cara yang brutal.

Niat untuk menghancurkan orang secara psikologis.

Hari pertama mereka menyiksa saya, hari saya diculik,

dan ini membuat saya merasa ngeri,

bahwa ada seorang wanita menuangkan kopi, seolah itu hal biasa.

21 JUNI

Kami akan laporkan ini dan mengantarmu ke hotel baru.

Aku akan kembali, Pak.

Kami dibuntuti berbulan-bulan.

- Deposisimu sangat penting. - Aku tidak akan bersaksi.

Zelaya, duduklah.

Tenanglah.

Kau harus bersaksi.

Orang perlu tahu.

Atau tak ada lagi kesempatan

membuat negara mendengar tindakan para penjahat itu...

Para penjahat itu?

Salah satu penyiksa bekerja untuk wali kota.

Dokter yang memeriksa apa aku bisa terima sengatan listrik lagi

adalah dokter kepala di RS.

Aku harus hidup di tengah mereka.

Buat apa aku di sini?

Zelaya, kami bisa minta keamanan. Kami bisa melindungimu.

Tak bisa.

Itulah yang sebenarnya.

Selagi mereka bebas, kita tak bisa melindungi siapa pun.

Sedih tetapi nyata.

Berita hari ini, seperti yang diminta oleh para saksi,

kantor kejaksaan berhenti merilis daftar saksi harian.

Hal ini mengingat ancaman berulang

yang dialami para saksi yang bersaksi setiap hari.

11 JULI

Halo?

Anggota Komando Triwarna beri tahu seseorang di kejaksaan

bahwa tak sampai 48 jam...

- Siapa? - jaksa akan mati.

JAKSA DIANCAM

Kami juga diancam.

Jaksa harus mengajukan laporan resmi

- atau berikan detail lebih lanjut... - Detail?

Judith, silakan.

Bisakah kau berikan informasi tentang telepon yang kau terima tadi?

Dia menelepon sebelum tengah hari, katanya anggota Komando Triwarna.

Tidak ada Komando seperti itu. Bisa lebih spesifik?

Sebuah nama? Ciri-ciri apa pun?

Tentu, karena itu telepon anonim,

aku tak bisa berikan nama atau ciri fisik apa pun.

Seperti apa suaranya?

Itu suara yang aneh dan kasar. Agak konyol.

- Seperti suara fasis. - Suara fasis? Apa maksudmu?

Seperti suaramu, Tn. Penasihat.

- Ini sangat kurang ajar. - Cukup.

Mari akhiri reses ini dan lanjutkan sidang.

Entah militer...

strategi agresif terdakwa diulang-ulang.

Saksi mengatakan dia punya...

20 JULI

HENTIKAN OMONG KOSONG INI!

Bom memaksa mereka menggandakan keamanan dalam persidangan,

karena ancaman berulang terhadap Presiden Alfonsín dan Jaksa Strassera.

Saat melepaskan saudara saya dan saya, mereka berkata jangan lepas penutup mata,

mereka akan melihat.

Kami seperti itu selama 15 menit di jalan.

Saudara saya menangis, menanyakan ibu.

Saya melihat restoran di seberang jalan.

Isinya penuh.

Orang-orang melihat.

Tak membantu.

Bagaimana orang bisa percaya bahwa sekelompok anak

akan berbahaya?

Saya melahirkan pada tanggal 15 April.

Itu anak ketiga, saya tahu itu akan cepat.

Patroli datang, membawa saya, dan meninggalkan polsek kelima.

Mata saya ditutup dan berbaring di dalam mobil.

Tangan saya diikat ke belakang.

Mereka menghina saya.

Saya berkata bayi saya akan lahir,

meminta mereka berhenti, ini bukan anak pertama, waktunya bersalin.

Mereka tak lakukan apa-apa.

Sopir dan yang lainnya terus tertawa.

Mereka bilang tidak ada bedanya, karena...

mereka akan membunuh saya dan bayi itu.

Mestinya saya abaikan.

Entah bagaimana saya berhasil melepas celana dalam

untuk mendorong bayi keluar. Saya tak ingat.

Saya berteriak,

"Bayinya keluar, aku tak bisa menahannya. Berhenti!"

Maka, bayi perempuan saya lahir.

Mereka berhenti di pinggir jalan.

Bayi saya sehat. Dia sangat mungil.

Dia jatuh dari kursi, tergantung dari tali pusar di lantai.

Saya memohon agar dia diberikan, untuk saya peluk, mereka tak melakukannya.

Tali pusarnya diikat dan terus mengemudi.

Tiga menit kemudian, bayi saya menangis.

Saya masih diikat dan mata ditutup. Mereka tak mau memberikannya.

Kami sampai di tempat lain, sebuah bangunan besar dengan meja marmer.

Mereka letakkan bayi saya di meja. Dia kedinginan, kotor, menangis.

Mereka menyuruh saya masuk, membawa ember,

menyuruh saya mengepel lantai, dan membersihkan semua meja.

Saya harus lakukan itu, telanjang, di depan petugas.

Di depan penjaga yang sedang tertawa.

Setelahnya, saya boleh menggendongnya.

Malam sebelum pembebasan saya,

Claudia berkata satu hal yang tak akan saya lupakan.

Setiap 31 Desember,

malam Tahun Baru,

saya harus angkat gelas untuknya dan semua orang.

Karena dia sudah mati.

Anda ingin menambahkan hal lain?

Yang Mulia, saya hanya ingin tahu

apa putri saya hidup atau mati.

Sayangnya, pengadilan ini tak bisa menjawabnya.

Sebulan kemudian, saya bebas.

Kami kehilangan pekerjaan, rumah,

dan teman.

Kehilangan segalanya. Kami harus kabur dari negara ini.

Mereka berhasil meneror saya, Yang Mulia.

Untungnya, mereka tak meneror semua orang.

Ada kerabat,

ibu, dan nenek yang menghadapi mereka.

Saya di sini hari ini, menuntut keadilan, berkat mereka.

Tak ada tambahan lain.

Jaksa, ada pertanyaan?

Tak ada, Yang Mulia.

Akankah pembela mengajukan pertanyaan?

Tak ada pertanyaan.

Deposisi Anda selesai, Nyonya. Terima kasih.

Aku sudah pergi.

Halo?

Ya, akan kusambungkan.

Mereka harus di sana.

- Luis. - Lihat.

- Dari ibumu. - Terima kasih.

Akan kuterima.

Halo?

Aku baik, Bu. Terima kasih. Sidangnya lancar hari ini.

Ibu mendengarnya di radio?

Tentu aku tahu, aku tak tahu Ibu mendengarkan.

Benarkah?

Menurut Ibu?

Adriana Calvo de Laborde.

Apa dia berkata jujur?

Tentu saja.

Bagaimana orang bisa sekejam itu?

Sangat kejam kepada wanita hamil?

Bahkan tidak peduli kepada bayi.

Mengerikan, jujur.

Aku tak menyangka akan dengar sesuatu yang begitu mengerikan.

Aku juga tidak.

Aku memang mengatakan hal-hal buruk, dan kita sering berdebat.

Tidak mudah bagiku

untuk melihat anakku melakukan sesuatu yang aku sangat tidak setuju.

- Yah... - Itulah yang selalu kupikirkan.

Karena pendidikanku, agamaku, orang-orang yang kukenal...

Aku selalu menghormati tentara, tetapi sekarang...

Kini, menurutku, kau benar.

- Menurut Ibu, aku benar? - Ya, Luis, kau benar.

Videla harus masuk penjara.

- Luis. - Ya, Bu.

Dia harus masuk penjara.

Entah berapa orang yang mendengarkan persidangan.

Ya, semua orang harus mendengarkannya.

Sedang kami kerjakan.

Kami mempersiapkan sidang besok.

Jelas bahwa kekuatan itu saling berhubungan.

Kasus Bettini. Semua kejahatan dalam satu keluarga.

Mereka membunuh anak lelaki, menculik ayah, lalu menyiksa nenek.

Tenang, kami baik.

- Ada apa? - Aku tak suka kau mengatakan itu.

- Bahwa kami baik? - Aku tak suka itu.

Kenapa?

Kau baik,

tetapi jika menurutmu baik,

itu mungkin cuma omong kosong, paham?

- Aku hanya mencoba tetap positif. - Kau harus lebih cermat lagi.

Memang benar, sampai sekarang, kau berhasil...

mendapat perhatian.

Kau dapat emosi. Ya, tentu.

Hei, kau tak apa?

Hei, kau baik atau tidak?

- Jawab aku. - Tidak!

- Kau baik-baik saja? - Tidak, tetapi kau juga tidak!

Giliran ESMA. ESMA itu berat.

Aku tahu.

Kau tahu.

Hati-hati, Julio.

Hati-hati.

- Bu? - Ya.

Ada surat di sini. Dari Angkatan Laut Argentina.

Dengan peluru.

Berikan kepadaku.

Diletakkan di sini.

PAK STRASSERA KAMI AKAN MENGEKSEKUSIMU DALAM 48 JAM

Dua pekan, itu saja.

- Katamu satu pekan. - Vero, itu tidak masalah.

Aku tidak takut.

Pembunuh tak mengancam. Itu fakta yang lumrah.

Mereka memasuki rumah kita dan sidangnya sejam lagi.

Tolong, kumohon.

- Ini hari yang paling penting. - Baik.

Aku hanya tak mau terjadi sesuatu kepada kalian.

Dua pekan, sampai ESMA selesai. Itu saja!

- Sampai kami selesai dengan ESMA. - Baik.

- Ayo, Anak-anak. Cepat. - Bagus.

Sampai Ayah selesai dengan ESMA.

Pak. Media membahas ancaman baru.

Bahwa kau menerima surat di tempat tinggalmu.

Itu tak ada gunanya.

Pasti mereka mencoba mengintimidasi saksi lebih dari aku.

Itu sangat ceroboh.

Jika mereka lakukan sesuatu kepadaku, pasti ada penggantinya.

Jadi, kau percaya ancaman itu. Sudah melaporkannya?

Sedang diselidiki.

Sumber kami mengatakan itu surat dari Angkatan Laut Argentina. Benarkah?

Sudah waktunya sidang. Terima kasih atas perhatianmu.

Itulah Jaksa Julio Strassera.

Hari ini, dia menghadapi momen terberat dalam persidangan mantan komandan.

Semua kontribusimu sangat penting. Tidak diragukan lagi.

Risiko yang kau ambil, bukti yang kau bawa.

Kau seorang pahlawan.

Namun, situasimu berbeda.

- Pembelaannya akan... - Kenapa berbeda?

Biar kuperjelas, kami coba membantumu.

- Aku mencoba... - Aku tak mengerti kenapa aku berbeda.

Kau tahu?

Mereka akan coba membuktikan kau bukan korban, tetapi karyawan di ESMA.

Itu kenyataannya. Aku bekerja untuk mereka karena dipekerjakan.

- Kami tahu. - Bukan hanya kebenaran yang penting.

- Ini soal risiko. - Aku sudah ambil risiko.

Kupertaruhkan diriku mengumpulkan semua ini untuk persidangan.

Pak, aku disiksa, diculik...

Mereka memaksaku mengadukan rekan-rekanku.

Beberapa mungkin menghilang karena aku.

Tidak.

Aku seorang korban dan aku harus didengar.

Biarlah saksi yang menjawab apakah kompensasi yang dia jelaskan itu

bisa dianggap sebagai penghargaan atas pekerjaannya di ESMA.

Pak, aku terpaksa bekerja di sana.

Aku terpaksa menggunakan pengetahuanku untuk tugas yang aku tahu ilegal.

- Artinya, pemalsuan identitas. - Aku mengerti.

Sudah kubilang dia akan dicecar.

Di ESMA, mereka dipaksa bekerja.

Yang Mulia.

Bukti yang diberikan saksi cukup sahih untuk menghentikan

pelecehan luar biasa yang dilakukan pembela

untuk buktikan dia diperbudak atau tidak.

Pembela punya hak mengajukan pertanyaan yang dianggap perlu.

Pengadilan akan memutuskan pantas atau tidak.

- Itulah maksudku. - Tn. Jaksa, tolong diam.

Terima kasih, Yang Mulia.

Jawablah.

Apa kau keluar dan masuk seperti staf lainnya?

Seperti NCO atau pasukan?

Setelah aku mendapatkan izin, itu sangat mirip.

Oleh karena itu, terbukti bahwa struktur masuk dan keluar

memiliki cara yang sama dengan staf lainnya.

Mereka membuatnya tampak seperti tersangka.

Jika dengar sidang hari ini,

seolah ESMA itu klub, tempat para tahanan berjalan-jalan.

Dengar, Luis.

Jika aku harus menangisi tiap kesaksian yang menjadi rumit,

untuk tiap pertanyaan dari para hakim...

Atau tekanan terdakwa, aku harus pensiun, ganti pekerjaan.

- Itulah tugas mereka. - Tugas kita menang sidang, Julio!

Untuk memenangkan dakwaan, hukuman, di jalanan.

Jalan mana? Lavalle atau Paraná?

- Jangan mengguruiku. - Ada apa?

- Dengarkan. - Cobalah memahami batasan pekerjaan kita.

Saksi adalah pahlawan. Kita harus menjaga mereka.

Kita ini petugas peradilan. Petugas.

Kita tak terlibat dengan saksi atau hakim.

Jangan sampai kita ditekan.

Sudah jelas? Petugas.

Kau tahu beberapa petugas lepas tanggung jawab,

pura-pura bodoh selama kediktatoran!

Siapa pura-pura bodoh, misalnya?

Kau tahu maksudku.

Aku tak tahu. Mau menjelaskan?

- Menjadi petugas tak ada artinya jika... - Jangan bertele-tele.

Apa yang kau bicarakan?

Tentang mengambil risiko menjadi petugas dan tidak merendahkan.

Aku tidak mengambil risiko? Aku merendahkan?

- Maksudku, bukan kau. - Tadi kau bilang aku.

Aku berguna untuk takhta kekuasaan dan pura-pura bodoh selama kediktatoran.

Tidak! Yang kumaksud hal lain.

Kau akan menertawakanku karena penculikan yang tak bisa kuselidiki.

Maksudku hal lain, Strassera.

Tidak. Aku tahu apa yang kau bicarakan.

Menurutmu, bagaimana kami selama kediktatoran?

Hasilkan banyak uang?

Pesta di Punta del Este?

Menikmati hak istimewa menjadi bagian dari keluarga bangsawan?

Bersama paman kolonel?

Juga ibu yang ke gereja dengan Videla?

Tak bisa jawab soal keluargaku.

Aku bisa untuk diriku.

Persetan, Moreno Ocampo.

- Persetan, Strassera! - Baik.

Aku juga bisa jawab sendiri.

Halo?

Strassera, ya.

Baik.

Baik.

Baik. Besok.

Baik. Sepakat.

Bruzzo.

- Soal apa? - Entahlah.

Entahlah.

Julio. Maaf.

- Pertama, selamat. - Terima kasih.

Upayamu telah membawa harapan bagi banyak orang. Duduklah.

Bukan hanya aku,

semua orang bangga dengan pekerjaanmu.

Terima kasih.

Presiden sendiri mengatakan itu teladan, sesuatu yang bersejarah.

Aku menghargainya.

Kenapa kau meneleponku?

Kopi?

Secangkir kopi hangat yang enak?

Apa yang diminta Sekretaris Tróccoli?

Begini...

Aku merisaukan sesuatu dan kau harus membantuku.

Membantumu?

Ya, bantuan kecil.

Ada kegelisahan di pasukan.

Mereka pikir ini permulaan dan cobaan akan terus berlanjut.

Kita harus bertanggung jawab.

- Keadilan harus bertanggung jawab. - Bertanggung jawab?

Atas nama siapa kau katakan ini kepadaku?

Atas nama negara, Julio. Negara.

Jika ada pemberontakan militer, dan kau tahu betul itu bisa terjadi,

siapa yang hitung korban?

Kau, aku? Para juri?

Julio.

Julio.

Aku tak percaya ini. Apa yang kau lakukan di sini, Luis?

- Bisa beri tahu apa kata Bruzzo? - Aku di toilet.

Mungkin kau berasumsi dia mengatakan sesuatu, tetapi tidak.

Tolong.

Kumohon, katakan kepadaku apa kata Bruzzo!

Aku mengulanginya tiga kali.

Dia...

Dia meminta kita berhati-hati...

dengan permintaan keputusan kita. Hati-hati.

Apa artinya?

Misalnya, aku baru menyeka bokongku, dengan hati-hati.

Sulit dipercaya.

Kau tak baik-baik saja.

Apa yang kau katakan kepadanya?

Kubilang bahwa...

dia akan tahu tentang permintaan hukuman

pada sidang dakwaan.

- Bahwa peradilan itu independen. - Lalu, dia bilang apa?

Dia berkata...

Jika peradilan tak bertindak benar, itu bisa lebih buruk bagi demokrasi.

Angkatan Udara tak boleh terlibat.

- Dia bilang begitu? - Beri atau ambil.

- Tunggu, bagaimana? "Angkatan Udara"? - Tak bilang, tetapi dia menyiratkannya.

"Hati-hati" dan "Angkatan Udara" tak dalam satu kalimat?

Percayalah, Luis. Tak ada tekanan.

Tak lihat?

Kita sudah berusaha. Ayo.

- Terima kasih. - Ayo, Julio.

Lihatlah keparat Angkatan Udara itu.

Mereka menertawakan wajah kita. Bajingan!

Baiklah.

Julio!

Julio, hentikan!

Tn. Sekretaris.

- Berhenti! - Bisakah kau meminta jaksa

untuk menahan diri agar tidak membuat gerakan menghina pembela?

- Kumohon. - Julio!

Tn. Strassera, mohon patuhi aturan prosedur dengan ketat.

Bisa tenang? Tenanglah.

Aku tenang.

- Kelihatannya tidak. - Aku akan tenang.

Semua berdiri.

Tiempo Nuevo.

Tn. Gonzaga,

Pengacara Pembela Laksamana Massera.

Apa yang akan kau katakan kepada seseorang yang ikut persidangan,

yang tiap hari mendengar bahwa Laksamana Massera adalah pembunuh?

Akan kuminta mereka memikirkan bagaimana Argentina 10 tahun silam.

Para gerilyawan Argentina dan Isabel.

Akan kutanya orang itu,

bagaimana jika Laksamana kalah perang?

Akan di mana Presiden Alfonsín?

Lalu para juri?

Di penjara atau dieksekusi.

Tidak.

- Kenapa? - Karena tidak.

- Itu tak cukup. - Bagaimana bisa? Aku berkata tidak.

Setidaknya beri aku alasan.

Dia itu menteri propaganda kediktatoran.

Sekarang itu cukup?

- Baik. - Itu penting...

Kau sudah besar, lakukan sesukamu.

- Kita harus jelaskan... - Baiklah. Dah.

Kita harus...

Apa?

Moreno Ocampo mau aku tampil di TV, acara Neustadt.

Apa katamu?

Tidak. Aku tak akan melakukannya. Dia bisa lakukan semaunya.

- Halo? - Mereka akan menghancurkanmu.

Ya.

Apa? Haruskah kujelaskan lagi? Dua puluh kali?

Ya.

- Itu pilihannya. - Ayah.

- Telepon. - Tidak.

- Bukan Moreno Ocampo. - Siapa?

Kau tahu kita akan ke mana?

Bukan posisiku untuk tahu.

Namun, kau tahu.

Baiklah.

- Terima kasih. - Penasihat.

Apa kabar?

Maaf atas ketidaknyamanannya,

tetapi ini tak bisa dilakukan di kantor presiden.

Aku mengerti.

- Aku akan memberi tahu Presiden. - Baik.

- Jaksa sudah tiba. - Suruh dia masuk.

Silakan.

Orang penting.

Kau tampak kelelahan.

- Julio. - Selamat malam, Pak Presiden.

Kau tahu apa yang dilakukan

sangat penting untuk keadilan Argentina.

Ya, terima kasih.

Kami sangat bangga.

Lima belas menit atau kurang.

- Bruzzo ada di sana. - Ya, tetapi dia tak bicara.

Lalu kenapa dia di sana?

Aku tidak tahu.

Untuk tunjukkan persatuan dengan Presiden? Mungkin Tróccoli menyuruh dia.

- Apa kata Presiden? - Dia memberitahuku bahwa...

dia mengikuti semua kesaksian.

Dia tergerak.

Lalu...

dia bertemu beberapa saksi. Dia banyak bicara.

Kau tidak katakan apa-apa?

Aku bertanya...

- apa yang dia harapkan dari persidangan. - Itu bagus.

Apa yang dia katakan?

Dia berkata, "Aku tak punya indikasi untukmu."

Itu dia.

Aneh, bukan? Tidak ada lagi?

Dia pasti mengatakan hal lain.

Ya.

Dia katakan sesuatu saat aku pergi.

Ya. Apa yang dia katakan?

Dia berkata,

"Aku tak sabar mendengar dakwaanmu."

- Dia katakan itu? - Ya.

Maka, sudah jelas.

Apa?

Pemisahan kekuatan. Itu sempurna.

Julio, kau harus tulis surat dakwaan yang bagus.

Satu dakwaan terburuk.

Juga harus berkesan, karena banyak yang bergantung padanya.

Mungkin semua mengharapkan itu.

Aku mengerti. Jangan membuatku makin gugup.

Julio.

Kuberi tahu sesuatu yang belum pernah kukatakan.

Tak pernah kukatakan karena maknanya sangat penting.

- Aku mau memberitahumu sekarang. - Ayolah, Silvia.

Aku bangga kepadamu.

Kau tahu? Aku selalu berpikir aku menikahi...

seorang ateis yang pemarah dan kini kau jadi pahlawan nasional.

- Siapa yang katakan itu? - Tak masalah.

Kau pahlawan nasional.

Tak pakai kata nasional.

Sesukamu saja.

Pahlawan itu tak ada, Silvia.

Mungkin ada, Julio.

Mungkin...

- Baik. - Untuk menghilangkan kilau.

Sebentar.

Ayo.

Mengudara dalam tiga, dua, satu.

Luis Moreno Ocampo, katakan.

Apa kau membenci militer?

Tidak, sama sekali tidak. Aku menghormati institusi.

- Yang terlihat sebaliknya. - Sayang sekali.

Aku ini anggota keluarga militer.

Tak mungkin.

Kau tahu kau dibenci sebagian besar militer?

Aku tak tahu apa sebagian besar.

Beberapa orang tak suka pekerjaan kami, tetapi kurasa orang lain menyukainya.

Menurutmu, ada yang suka?

Izinkan aku bertanya, Bernardo.

Kau tahu siapa Francisco Ortiz de Ocampo?

- Kerabatmu? - Kakek buyutku.

Komandan jenderal pertama dalam sejarah Argentina.

Yang pertama.

Menurutmu, aku bisa menentang institusi militer?

Masalahnya, aku pengacara.

Hukum adalah obsesiku.

Tak bisa biarkan orang yang melanggarnya lolos begitu saja.

Apa yang aku dan Tn. Strassera inginkan, selain keadilan bagi para korban,

adalah mengakhiri penggunaan kematian sebagai alat politik.

Bukankah itu keinginan semua orang?

- Ya. Tentu saja. - Ini tentang apa yang dibutuhkan negara.

Rasa hormat dan keadilan.

"Masyarakat Argentina dan hukum memercayakan misi kepada kami

"untuk mendatangimu, menuntut keadilan.

"Pada saat yang sama,

"Tidak mungkin membicarakan ribuan kasus,"

"dan kasus yang dipilih tak bisa mewakili besarnya..."

- Genosida. - Genosida, ya.

Bagaimana menurutmu? Katakan.

Aku mendengarkan baik-baik prosa tak berbahaya dari seorang panitera.

Membayangkan ribuan orang bosan di Argentina dan dunia,

selagi mendengarkan kau bicara.

Ini bukan sandiwara, Somigliana.

Kasus juga bukan sandiwara, Strassera!

Kalian berdua, tenang.

- Ya, ayo tenang. - Baik.

Yang Julio mulai katakan itu bagus.

Tentu, itu formal, tetapi padat.

Benarkah?

- Mulai bicara tentang kekerasan. - Ya, kekerasan. Tidak.

Tentang sejarah kekerasan di Argentina.

Lalu,

reaksi pemerintah militer.

- Respons keji. - Ya.

Klandestin.

- Pengecut. - Ya, pengecut.

- Aku menyukainya. - Aku juga.

- Ayo. - Respons keji...

Lihatlah.

Berikan.

Satu-satunya yang dapat memberikan izin penahanan seseorang

pertama, Angkatan Darat, lalu dibawa ke pusat rahasia Angkatan Laut

dan dipindahkan dengan pesawat Angkatan Udara adalah Junta Militer.

"Laporan resmi diganti dengan tuduhan.

"Pertanyaan dengan siksaan, dan hukuman beralasan...

"sikap Neronian"?

Ya, apa?

- Sikap Neronian? - Kaisar Nero.

Jempol ke bawah.

Baik.

- Namun, tidak jelas. - Tidak?

Bagaimana kalau...

"Gerakan jempol ke bawah Neronian?" Tidak?

- Ya. - Bagus. Lanjutkan.

Biar kulihat.

"Sekarang rakyat Argentina telah memulihkan pemerintahan,

"mengendalikan lembaga-lembaganya,

"aku bertanggung jawab untuk menyatakan atas namanya

"bahwa sadisme bukanlah ideologi politik,"

"atau strategi perang, tetapi penyimpangan moral."

- "Penyimpangan moral"? - Ya.

Tidak?

- Apa kita tidak normal? - Sempurna.

- Ya? - Ya.

Selamat malam.

- Selebritas datang! - Kau...

- Boleh? - Tentu, Tn. Pesohor.

Bagaimana menurutmu?

Maaf.

Apa ini?

Untuk menghilangkan kilau.

Tak berhasil.

Kau memang berkilau.

Benar?

Hari ini, sidang memasuki tahap penting.

Jaksa Julio Cesar Strassera akan membacakan argumen

di hadapan sembilan mantan komandan

untuk memperkuat tuduhan

pembunuhan dan kejahatan serius lainnya yang dituduhkan kepada mantan Junta.

Media khusus...

18 SEPTEMBER 1985 KESIMPULAN AKHIR

Bawa terdakwa masuk.

Semua berdiri.

Silakan duduk.

Sidang dinyatakan dibuka kembali

agar jaksa memenuhi tugasnya dalam dakwaan ini.

Kami informasikan kepada para pihak, selama argumen,

pengadilan ini tak akan menerima interupsi atau intervensi

selain orang yang berbicara.

Selanjutnya, disarankan kepada semua yang hadir

untuk secara ketat mematuhi aturan perilaku,

yang ditetapkan oleh pengadilan ini tepat waktu dan diinformasikan dengan benar.

Tn. Strassera, jaksa dipersilakan bicara.

Silakan.

Yang Mulia,

masyarakat Argentina,

tetapi juga hati nurani yuridis universal,

telah memercayakan kepada saya

dengan misi bermartabat agar berada di pengadilan ini untuk menuntut keadilan.

Alasan teknis dan faktual,

seperti tidak adanya definisi khusus

dalam hukum domestik yang dapat secara akurat menggambarkan

jenis kejahatan yang diadili hari ini,

ketidakmungkinan untuk mempertimbangkan ribuan kasus satu per satu,

telah membuat saya

menjalani sidang selama 17 pekan yang dramatis, hanya 709 kasus

yang tak mencakup...

jumlah korban yang mengerikan

yang disebabkan oleh yang kita gambarkan sebagai genosida terbesar

dalam sejarah singkat negara kita.

Kekerasan menguasai seluruh negeri,

ketika tiga terdakwa memutuskan, sekali lagi,

atas nama Angkatan Bersenjata,

merebut pemerintahan dengan paksa, mengabaikan kehendak rakyat.

Apakah tanggapan negara setelah kudeta ini

terhadap gerilya subversif?

Untuk menggambarkannya, Yang Mulia, saya hanya butuh tiga kata.

Jahat, klandestin, dan pengecut.

Para gerilyawan diculik dan dibunuh.

Apa yang dilakukan negara untuk melawan mereka?

Menculik, menyiksa, dan membunuh dalam skala yang jauh lebih besar.

Lalu, yang lebih buruk lagi, di luar sistem hukum mana pun.

Sejak saat itu, Yang Mulia,

konsekuensi yang jauh lebih serius muncul.

Berapa jumlah korban penindasan yang bersalah melakukan kegiatan ilegal?

Berapa korban tidak bersalah?

Kita tak akan pernah tahu, dan itu bukan salah korban.

Ketika proses hukum dihilangkan, terjadi subversi yuridis yang sebenarnya.

Laporan resmi diganti dengan tuduhan.

Menginterogasi dengan penyiksaan.

Hukuman yang beralasan dengan gerakan jempol ke bawah Neronian.

Di antara banyak utang sistem pengecut ini

yang dibebankan kepada masyarakat Argentina, ada satu...

yang tidak dapat dilunasi.

Saya ingin mengulanginya.

Kurangnya hukuman yudisial bukanlah penghilangan formalitas.

Ini adalah masalah penting tentang martabat umat manusia.

Misalnya, pengabaiannya menyebabkan hal berikut.

Seseorang diculik karena menjadi anggota PAF.

Angkatan Bersenjata Peronis.

Namun, mereka anggota AFP,

Federasi Psikiater Argentina.

Apa ada yang berhak membiarkan Adriana Calvo de Laborde

melahirkan dengan diborgol, ditutup matanya, di kursi belakang mobil patroli,

terbaring di lantai, dan tidak bisa...

menggendong bayinya?

"Kami tak menolerir kematian bebas berkeliaran di Argentina.

"Perlahan, agar kita tak tahu,

"sebuah mesin kengerian melepaskan kejahatannya kepada mereka yang tak tahu"

"dan tidak bersalah."

Ini adalah pernyataan Laksamana Emilio Eduardo Massera

pada 2 November 1976, di Sekolah Mekanika Angkatan Laut.

Saat itu, di ruang petugas ESMA,

Cecilia Inés Cacabelos sedang terbaring di atas tikar.

Dia berusia 16 tahun.

Matanya ditutup, tangannya diikat dan diborgol.

Dia ditangkap karena informasi yang diberikan oleh saudarinya,

yang yakin mereka hanya akan menginterogasinya.

Dia pikir dia selamatkan hidupnya.

Cecilia Inés Cacabelos, masih hilang sampai sekarang.

Namun, marilah kita mengadopsi teori perang yang sangat disukai para terdakwa.

Bisakah menganggap penculikan orang tak berdaya

saat fajar oleh gerombolan anonim

sebagai tindakan perang?

Menyiksa dan membunuh mereka, meski tak bisa melakukan perlawanan,

apakah itu tindakan perang?

Menduduki rumah dan menyandera kerabat, apakah itu tindakan perang?

Apa bayi baru lahir...

target militer?

Proses ini berarti,

bagi mereka yang punya hak istimewa yang menyakitkan untuk tahu secara mendalam

penurunan jiwa manusia ke area kelam,

tempat kesengsaraan, kehinaan, dan kengerian

mencapai kedalaman yang sulit dibayangkan sebelumnya,

dan untuk dipahami sesudahnya.

Dante Alighieri, dalam The Divine Comedy,

menyisakan lingkaran ketujuh neraka bagi para orang keji.

Bagi semua orang yang menyakiti orang lain melalui penggunaan kekuatan.

Di neraka yang sama,

dia tenggelam dalam sungai darah yang mendidih dan memuakkan,

ada suatu malapetaka yang digambarkan penyair sebagai berikut,

"Tiran adalah mereka yang berurusan dengan pertumpahan darah dan penjarahan."

"Di sini, mereka meratapi kejahatan mereka yang bengis."

Untuk semua ini, Yang Mulia, sidang ini dan hukuman sangat penting

dan diperlukan bagi Bangsa Argentina,

yang telah dilukai oleh kejahatan yang keji.

Kekejaman mereka mengubah hipotesis impunitas menjadi hipotesis mengerikan.

Kecuali jika rasa moral orang Argentina telah turun ke tingkat tak beradab,

tak ada yang boleh mengizinkan penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan

menjadi insiden politik.

Atau "kerusakan lain dalam perang".

Sekarang, rakyat Argentina telah memulihkan pemerintahan

dan pengawasan terhadap lembaganya,

saya bertanggung jawab untuk menyatakan atas namanya

bahwa sadisme bukanlah ideologi politik,

atau strategi perang, tetapi penyimpangan moral.

Pengadilan ini dan hukuman yang saya anjurkan,

kita harus menciptakan perdamaian berdasarkan bukan melupakan,

tetapi mengingat.

Bukan kekerasan, tetapi keadilan.

Ini kesempatan kita.

Mungkin yang terakhir.

Yang Mulia,

saya ingin dengan sengaja melepaskan

segala pretensi orisinalitas untuk menutup dakwaan ini. Saya ingin menggunakan...

kutipan yang bukan milik saya,

karena sudah menjadi milik seluruh rakyat Argentina.

Yang Mulia,

"Jangan Ada Lagi."

Luar biasa. Bagus sekali, Julio.

Tenang di ruang sidang.

Bajingan!

Kalian sekelompok bajingan!

8 DESEMBER 1985 PEMBACAAN PUTUSAN

(SEHARI SEBELUMNYA)

Selamat sore.

Tidak, Pak, belum ada kabar.

Jika ada kabar, kami akan memberitahumu.

Ada kabar?

Tidak ada.

Aku punya kabar.

- Aku bertemu mereka. - Para hakim?

Ya.

Mereka di restoran piza.

- Apa? Kau mengikuti mereka? - Ya.

- Jadi? - Jadi, apa?

- Kabar apa? - Aku di luar, tak bisa dengar.

Namun, kau melihat sesuatu. Mereka senang, khawatir?

- Bisa lebih spesifik? - Baik.

Baik, mereka tiba di sana pukul 14.00.

Mereka duduk. Si Kumis dan Si Rambut Gelap di ujung.

Si Muda dan Si Kacamata di satu sisi, menghadap Si Pendek dan Si Kurus.

Pesan bir, masing-masing setengah liter.

Kecuali Si Kumis, dia memesan anggur.

Mungkin itu minuman ringan.

Mereka makan dua piza. Bawang bombai dan chorizo.

Baik, tidak terlalu spesifik.

- Kau yang minta. - Langsung ke intinya.

Baiklah.

Tiba-tiba, Si Muda punya ide.

Semua mendengarkan.

Awalnya, Kumis terus gelengkan kepalanya.

Saat dia berhenti, dia menyalakan sebatang rokok,

mendengarkan dengan ekspresi wajah serius.

Si Kacamata menatapnya.

Suatu ketika, dia kedipkan mata kepadanya.

Jadi, Si Rambut Gelap

menulis sesuatu di serbet.

Tanda tangan, berikan ke semua orang,

semua tanda tangan.

Hukuman sudah ada. Di serbet.

Itu saja.

Si Kacamata katakan sesuatu yang mereka rasa penting,

menyingkirkan serbet, dan aku pergi.

- Kau pergi? - Ya, aku pergi.

- Untuk menilai yang harus dinilai. - Ya.

Persidangan harus terus berjalan...

- Aku segera kembali. - Katakan caranya.

Strassera Jr., kenapa kau di sini?

- Cuma beli sesuatu. - Mau permen lolipop?

Baik.

Dua rokok dan permen lolipop untuk anak itu.

Mata-mata tak makan lolipop.

Dengarkan aku.

Ada informasi terakhir yang relevan.

- Mereka bersepakat. - Di serbet.

- Mereka tanda tangan. - Dia cerita.

Kalian sudah tahu.

- Singkatnya, tak tahu apa-apa. - Kami tahu.

- Mereka membuat keputusan. - Hukumannya?

Entahlah.

Halo?

Ya, ini aku.

Bangsa ini ingin mengetahuinya.

Menurutmu, apa hukumannya?

Persidangan ini tak boleh menjadi sandiwara.

Para saksi tak boleh takut untuk bersaksi.

Tolong batuk.

Baik, bagus. Kau harus bermalam di sini.

Lihat siapa yang berkunjung.

Pahlawan nasional.

- Maaf aku tak bisa berdiri. - Kau tampak baik. Tampak sehat.

Karena morfin.

Kau tidak tahu...

apa yang telah kita lewatkan selama bertahun-tahun ini.

- Apa? - Ayo, katakan.

- Apa kau datang untuk belasungkawa? - Aku tak tahu maksudmu.

Ayolah.

Putusannya.

Ayo, hibur aku sedikit.

Aku baru dari sana. Aku belum tahu.

Aku mungkin mati malam ini.

Aku tak bisa beri tahu siapa pun.

Ayolah.

Baik, apa yang ingin kau ketahui?

Semuanya. Kita menang atau tidak?

Ya, kita menang.

Semua dipenjara?

Hukuman seumur hidup untuk mereka semua?

Seumur hidup untuk semua.

- Angkatan Udara juga? - Angkatan Udara juga.

Bagus!

Siapa yang menyangka mereka membunuh separuh negara,

dan mereka tak tahu apa-apa?

- Benar, bukan? - Ya, itu konyol.

Pegang tanganku.

Terima kasih.

PERSIDANGAN JUNTA PUTUSANNYA BEBERAPA JAM LAGI

- Bagaimana kabarmu? - Baik.

Ini.

Kau yang angkat.

Halo?

Ya.

- Tidak, dia bangun. - Siapa?

Benarkah?

Benarkah?

Aku sambungkan. Sudah ada putusan.

Halo.

Aku punya informasi tentang putusannya.

Katakan kepadaku.

Jangan menyela sampai aku selesai. Aku akan membacanya.

- Tidak ada lagi yang bisa dikatakan! - Julio, ayo tunggu argumennya.

Untuk apa? Aku tahu mereka akan bilang apa.

- Kau tidak tahu. - Aku tahu.

- Pasti ada alasan. - Tidak ada alasan!

Sumpah. Buktinya ada. Semuanya.

Mereka melihat dan membacanya.

Tak mungkin mereka menafsirkan berbeda.

Entahlah. Mari menunggu.

- Hai, Ayah. - Hai, Nak.

Bagaimana hasilnya?

Buruk, Nak.

- Bagaimana bisa? - Begitulah.

- Ayah serius? - Ya.

Apa yang terjadi?

Graffigna, Anaya, Lami Dozo, dan Galtieri dibebaskan.

- Apa? - Kau mendengarku.

Dan sisanya?

Agosti, empat tahun enam bulan. Sama saja.

Lambruschini, delapan.

Kalau Viola?

- Viola, 17 tahun. - 17?

Orang tua itu tak akan bertahan 17 tahun.

Massera?

- Seumur hidup. - Seumur hidup?

Sempurna, Ayah!

- Kalau Videla? - Seumur hidup.

- Ayah penjarakan Videla? - Ya.

- Seumur hidup? - Hukuman seumur hidup.

- Massera juga? - Ya.

Itu luar biasa, Ayah!

Ya.

Yang lain tak bisa diubah?

Ya.

- Bisa ajukan banding. - Ayah harus penjarakan semua!

Bu! Vero! Ayah memenjarakan Videla!

- Julio? - Apa?

Apa yang kau lakukan? Tidurlah.

Tidak, aku harus mengerjakan sesuatu.

MEMENUHI KEWAJIBAN HUKUM...

BANDING ATAS PUTUSAN...

Pengadilan Junta adalah pertama kalinya dalam sejarah

bahwa peradilan sipil menghukum kediktatoran militer.

Terlepas dari tindakan impunitas yang mengikuti persidangan 1985,

klaim untuk ingatan, kebenaran, dan keadilan tak pernah berhenti.

Sejak pembukaan kembali Pengadilan, lebih dari 1.000 orang telah dihukum

atas kejahatan terhadap kemanusiaan, dan ribuan kasus masih disidangkan.

Sejak 1983, Argentina hidup tanpa gangguan

dalam demokrasi.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.