Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
(Akademi Kepolisian Korea, Upacara Pembukaan Angkatan 2015)
Semuanya, mohon perhatian.
Sekarang, semua kandidat pindah ke aula untuk pemotongan rambut.
Segera ucapkan selamat tinggal kepada keluarga dan teman kalian.
Hormat!
Dengarkan atasanmu.
Jangan melewatkan waktu makanmu.
Ingatlah untuk memakai selimut saat tidur.
Teruslah berusaha, Anakku.
Pulanglah jika ini terlalu sulit.
Ya?
Aku akan baik-baik saja. Jangan khawatir.
Tetaplah sehat dan jaga dirimu.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Siapa yang kau kirimi pesan?
Ibu.
Haruskah kita berpelukan?
Baiklah. Aku juga berpikir begitu.
- Sampai jumpa, Ayah. - Hee Yeol.
Ayah bangga kepadamu.
Hari ini dingin. Kenakan jaketmu sebelum pergi.
Semuanya, bersiap.
Istirahat di tempat.
Bersiap.
Beri hormat kepada orang tua.
Selesai.
Hadap kiri.
Maju, jalan.
Bisakah kau memotongnya tidak terlalu pendek?
Cambangku butuh waktu lama untuk tumbuh kembali.
Tolonglah. Butuh waktu satu tahun untuk menumbuhkan rambutku.
Cambangnya...
Yang itu, jangan memotongnya...
Bodoh?
Tunggu.
Kau tidak mensterilkan alat cukur rambutnya?
Tidak.
Dugaanku benar.
Jika tak disterilisasi, itu bisa menyebabkan infeksi kulit.
Bagaimana jika satu alat cukur menginfeksi semua orang di sini...
Tunggu...
Bakteri infeksi kulit...
Ini adalah program pelatihan militer selama 2 minggu.
Aku berharap kalian menyelesaikan pelatihan...
...dengan mengikuti perkataan instruktur.
Tahun lalu, empat dari 96 kandidat keluar dari program ini.
Kalian harus tetap siaga hingga berakhir.
Baik.
Ayolah...
Kalian sebaiknya belajar berbicara.
- Baik. - Baik.
Bagus.
Ayahku angkatan 1985 di Akademi Kepolisian.
Sejak kecil, dia mengajariku tentang ketertiban dan keadilan.
Kalian akan mempelajarinya di sini.
Ketertiban dan keadilan sangatlah penting.
Aku ingin menjadi polisi seperti ayahku.
Kenapa kau ada di sini?
Aku?
Aku.
Apa? Kau tak tahu?
Kau kemari untuk bermain-main?
Perhatian.
Semua kandidat harap melapor...
...dengan memakai seragam lengkap yang kalian terima hari ini...
...ke lapangan dalam waktu 3 menit.
Siapa pun yang terlambat akan mendapatkan hukuman berat.
Bergerak!
Apa-apaan...
Satu menit 40 detik lagi.
Lari! Keluar!
Satu menit 30 detik lagi.
Keluar!
Lari!
Delapan puluh satu.
Lompat lebih tinggi.
Delapan puluh tiga.
Delapan puluh lima.
Pasukan, berhenti.
Bangun!
Kalian tak bisa bekerja sebagai tim?
Mulai lagi dari satu sampai 100.
Mulai.
Satu.
- Dua. - Bersatu.
- Lanjutkan. - Konsentrasi.
Lebih rendah.
Siapa yang berbaring?
- Bersatu. - Pasukan, berhenti.
Pasukan, berhenti!
Berguling, mulai.
Berguling, mulai.
Lebih cepat. Ayo!
Cepat. Lebih cepat!
- Berguling lebih cepat. - Lebih cepat!
Bangun! Berguling!
Berguling lebih cepat!
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
Satu, dua, tiga, empat.
Satu, dua, tiga, empat.
Sosis.
Bolehkah aku minta sosisnya lagi?
Nanti yang lain tidak mendapatkan bagian.
Mana bisa aku makan semua nasi ini hanya dengan dua sosis?
Kalau begitu kurangi nasinya.
Mana bisa begitu?
Hei, kau, kemari dan duduklah.
Mereka memberi kita makan seperti anak TK.
Apa kau tidak makan sosismu?
- Tidak. - Kenapa?
Sosis dibuat dari sodium glutamat...
...dan sodium nitrat yang bersifat karsinogenik.
Jadi, kau takkan memakannya?
Buat apa memakan makanan yang bisa menyebabkan kanker?
Kalau begitu, aku akan mengambilnya.
Sodium glutamat...
Makanlah.
Angkat lenganmu.
Dada, 36.
Turunkan lenganmu.
Hei.
Pinggang, 30,5.
- Tolong tarik naik. - Dasar sial.
Pandangan ke depan.
Perhatikan baik-baik.
Atau kalian bisa terluka parah.
Baik, Bu.
- Bu. - Segera panggil dokter.
Diam. Jangan bergerak.
Ayo cepat.
Sebagai petugas di lapangan, kalian akan menghadapi bahaya.
Sebagai persiapan, di sini, di Pusat Seni Bela Diri,...
...kalian harus memilih satu dari Taekwondo, Judo, Aikido, dan Kendo...
...dan berlatih selama empat tahun.
Paham?
- Ya. - Ya.
Aku mengerti kalian bersedih karena dua teman kalian sudah gagal.
Namun, kalian hampir berhasil. Teruslah berjuang.
- Paham? - Ya.
Jawab dengan keras dan jelas!
- Ya! - Ya!
Hari ini adalah tahap akhir dari pelatihan.
Lomba lari ke Gunung Buphwa.
Sesuai dengan tradisi kami, kandidat yang mampu berlari...
...dan kembali dalam waktu satu jam, akan diterima ke universitas.
Mereka yang gagal akan ditolak karena kurangnya kemampuan fisik.
Mereka yang gagal mencapai puncak juga akan ditolak masuk.
Larilah sekuat tenaga. Mengerti?
Ya.
Bersiap.
Perhatikan langkahmu.
Hei, tolong aku.
- Maaf, Teman. - Hei.
Dasar!
Astaga.
Apa yang kau lakukan di sini?
Hei. Tolong aku. Aku tidak bisa berjalan.
Maaf, tapi aku harus pergi.
Hei!
Aku memberimu sosisku.
Sosis?
Aku memakannya karena kau tidak mau.
Kau memintanya lebih dulu.
Jika kau memakannya, aku takkan memintanya.
Yang benar saja, Kawa.
Tolong bantu aku. Aku ingin masuk ke universitas.
Sialan.
Hei, aku akan membelikanmu steik.
Steik?
Ayahku punya toko besar di Pasar Daging Majang.
Daging sapi.
- Kualitas tertinggi. - Kualitas tertinggi.
Kualitas tertinggi.
Naiklah.
- Naik? - Naiklah.
Ayo.
Astaga.
Apa yang kau makan?
Berat sekali.
Kita tidak punya waktu. Cepat.
Ayo.
Angkat kepalamu. Sebelah sana.
Jae Ho, tersisa berapa banyak lagi?
Tersisa dua orang lagi.
Apa-apaan...
- Ada apa? - Kita melewati batas waktu.
Bergeraklah lebih cepat.
Coba saja sendiri, dasar kau.
Kau merusak semuanya.
Dasar berengsek.
Aku akan melemparmu ke sana.
Maaf. Aku minta maaf.
Astaga. Jalannya menurun.
Ayo cepat!
Apa yang terjadi?
Aku terjatuh saat berlari.
Pergelangan kakiku terkilir.
Park Gi Jun menolongku sepanjang jalan.
Mohon terima dia masuk ke universitas.
Lalu kemampuan fisikku sama sekali tidak kurang.
Diam.
Ya.
Angkat tangan jika kalian melihat mereka berdua saling membantu.
Turunkan tangan kalian.
Angkat tangan jika kalian tidak melihat mereka.
Semuanya, tiarap.
Sekarang!
Tugas kita adalah membantu orang yang membutuhkan.
Namun, kalian mengabaikan teman kelas kalian,...
...saat dia sedang terluka.
Mana bisa kalian disebut polisi...
...jika kalian hanya peduli kepada diri kalian sendiri?
Meski kalian semua tepat waktu, kalian semua gagal. Bangun.
Naik ke Gunung Buphwa sekali lagi.
- Pimpin jalan. - Pasukan, bersiap.
Jalan!
Kalian pergilah ke ruang medis.
Apa kami lulus?
Cepat pergi!
- Ya, Bu! - Ya, Bu!
Bagus, kita beruntung.
- Ayo. - Aduh, kakiku.
- Kau sekolah di mana? - SMA Sains Seoul.
Bukankah seharusnya kau melanjutkan studi ke KAIST?
KAIST membosankan.
Aku menginginkan sesuatu yang unik.
Kurasa KAIST cukup unik.
Semua temanku melanjutkan ke KAIST.
Di sekolahku, masuk ke Akademi Kepolisian baru unik.
Mungkin maksudmu eksentrik?
Kenapa kau kemari?
Uang kuliah di sini gratis. Ibuku tidak punya uang.
- Ayahmu? - Aku hanya dibesarkan oleh ibu.
Kau terlalu terus terang.
Aku tidak merasa malu.
Benar juga.
Jadi, kapan kita akan makan steik?
Kapan pun kau mau.
- Kau ingin tahu sesuatu? - Apa?
Aku bisa makan seperti kuli.
Kami juga punya toko daging.
Hebat.
Ayo berteman.
Baiklah.
Apa kau ini orang mesum?
- Apa maksudmu? - Jangan disentuh, pukul pelan.
- Ayo sekali lagi. - Jangan mengecewakanku. Ayolah.
Saya bersumpah.
Saya bersumpah...
...akan mematuhi peraturan di universitas.
Sebagai anggota universitas,...
...saya akan menjunjung tinggi kehormatan dan kebanggaan,...
...serta mengabdikan diri untuk terus belajar...
...dan memenuhi tugas.
Turunkan tangan kalian.
Kepada rektor universitas. Beri hormat, gerak.
Hormat.
Hormat.
(Dua Tahun Kemudian)
Astaga.
Gi Jun.
Ya?
Aku ingin memakai pakaian biasa.
Aku benci warna hijau.
Terutama warna hijau seperti ini.
Hei, tunggu.
Tunggu.
(Sebutkan tiga sumber penyelidikan!)
(Korban, barang bukti, dan TKP.)
(Semangat, kegigihan...)
Keberanian.
Baiklah.
Sebagian besar kasus penculikan menargetkan...
...wanita dewasa dan anak-anak di bawah 13 tahun.
Waktu merupakan faktor terpenting dalam kasus penculikan.
Kemungkinan hidup korban penculikan menurun...
...secara signifikan seiring berjalannya waktu.
Apa nama lain kurun waktu saat korban paling mungkin dibunuh?
Jae Ho.
Waktu emas.
Itu untuk rumah sakit.
Waktu kritis.
Benar.
Dengarkan baik-baik.
Bagi wanita dewasa,...
...waktu kritisnya adalah di atas tujuh jam.
Secara statistik, 70% korban dibunuh pada kurun waktu tersebut.
Sesuai pesan minggu lalu, hari ini akan diajarkan...
...teknik pertahanan diri yang sangat berguna.
Ada relawan?
Aku.
Saat tersangka menyerang menggunakan senjata.
Perlahan.
Perlahan!
Saat pelaku menyerang menggunakan senjata,...
...silangkan pergelangan tangan dan tempelkan ke lengan pelaku.
Lompat dan tahan.
- Lihat? - Ya.
Lengannya menempel di antara pergelangan tanganku.
- Ya. - Kemudian buat setengah lingkaran...
...dan tekuk pergelangan tangannya.
Penyerang pasti akan menjatuhkan pisaunya.
- Lihat? - Ya.
Sekarang, kalian pukul hidungnya dengan telapak tangan.
Jika penyerang masih berdiri, keluarkan jurus rahasia terakhir.
Pukul leher penyerang.
Terlihat sangat berguna.
Tepuk tangan.
Tepuk tangan.
Hee Yeol.
Apa yang kau lakukan saat Natal?
Aku akan pergi ke kafe Internet bersama Gi Jun.
Aku akan pergi bersama pacarku.
Kau tidak punya pacar.
Aku tahu.
Dasar kalian bodoh.
Apa?
- Apa itu? - Apa itu?
Pacarku.
Di mana kau bertemu dengannya?
Aku tidak tahu kenapa aku harus menjawab pertanyaan kalian.
Tidak. Kurasa tidak.
Gi Jun, buat dia bicara.
Biar kuinterogasi dia.
Di mana kau bertemu dia?
- Di mana? - Di klub.
- Klub mana? - Tidak. Tidak akan kukatakan.
Kelab mana?
Octagon.
- Kelab Octagon. - Dia bertemu di Octagon?
Bukankah Octagon mahal?
Octagon? Biaya masuknya 30 dolar. Ditambah minum, itu akan sangat mahal.
Kita tidak perlu memesan minum.
Lalu bagaimana kita mendekati wanita?
Dengar. Ibuku bilang, wanita suka kepada pria karena senyumannya.
Tersenyumlah kepadaku.
Kau punya banyak gigi.
Tutup mulutmu.
Coba tersenyum hanya sampai gigi taring.
Sedikit lagi.
Masih tidak bagus juga.
Namun, kau lebih tampan daripada Jae Ho.
Tentu saja, dia terlihat tua.
Tadi terlihat bagus.
- Seperti ini bagus? - Iya.
Katakan lagi bahwa aku lebih tampan daripada Jae Ho.
Kau lebih tampan daripada Jae Ho.
- Tentu saja, dia terlihat tua. - Seperti ini?
- Kau bisa. - Sungguh?
- Aku bisa, aku bisa. - Kau bisa, kau bisa.
Kita siap berangkat.
- Dor! - Dor!
Hei, mana yang lebih bagus?
Astaga. Itu sama jeleknya.
Yang ini lebih baik.
Bagaimana denganku?
Astaga.
Memangnya jaket olahraga dan itu sama saja.
Apa yang akan kau pakai?
Aku tahu apa yang akan kupakai.
Astaga. Apa itu dari tempat donasi?
Ini merek Cambridge.
Cambridge atau apa pun itu,...
...jika kau memakainya, kita tetap takkan bisa masuk...
โฆmeski sudah membayar 30 dolar.
Lalu aku harus bagaimana? Hanya ini yang kupunya.
Tidak bisa. Ayo cari pertolongan.
Tak peduli seberapa keras kau mencoba, kau takkan bisa mengalahkan Gi Jun.
- Hai. - Aku pasti bisa.
- Pilih dari sini. - Pilih apa?
- Apa? - Terima kasih.
Jangan, itu baru!
Apa yang kau lihat?
Tunggu, aku harus berfokus. Baiklah, aku dapat.
Biarkan aku meminjam ini sehari saja.
- Kenapa? - Karena kita berteman?
Itu tidak cukup.
- Apa yang kau inginkan? - Aku?
Saat kelas judo,...
...biarkan aku menang mutlak di depan semua orang.
Dasar gila.
- Baiklah. - Lemparan bahu?
Hore!
Kau butuh parfum.
Harum sekali.
Ayo pergi.
(Formulir Permintaan Izin Keluar)
Demi kehidupan asmara.
Apa kalian merencanakan sesuatu yang buruk?
- Tidak. - Tidak.
Pergilah. Busnya akan berangkat.
- Terima kasih, Pak - Terima kasih, Pak.
Aku iri.
(Universitas ke Gangnam)
Pakaian Jae Ho tidak buruk juga.
- Kau terlihat bagus saat memakainya. - Kau juga.
Busnya sudah berangkat.
- Tidak! - Tunggu!
Apa kalian polisi?
Belum, kami masih mahasiswa.
Selebriti? Siapa?
Tunggu sebentar.
- Selebriti? Sungguh? - Selebriti.
Kurasa ada selebriti ke sini.
- Apa... - Itu Chansung!
- Chansung. - Anggota 2PM!
Chansung keren!
Kau keren!
Aku tahu. Angkat tanganmu!
Apa ini seperti yang kau bayangkan? Berpesta?
Pesta!
Sial. Penuh sekali.
Bukan main.
Octagon.
Ayo pergi.
- Tunggu. - Itu Ahn Soo Min.
Ahn Soo Min. Kau keren!
Dia dari acara TV, Unpretty Rapstar!
- Apa? - Unpretty Rapstar!
- Ya, Ahn Soo Min. - Sial.
- Tempat ini luar biasa. - Luar biasa.
- Sebelah sana. - Ayo.
Akhirnya!
Halo.
Apa kau sedang cuti militer?
Apa?
Apa kau dari militer?
Ya.
Aku murid Akademi Kepolisian.
Seorang polisi.
Hai, Sayang.
Sial, dia terlihat tua.
Hei.
Kau imut.
- Apa? - Ayo menari.
Apa itu?
Hei! Bagaimana denganku?
Mana untukku?
Kau sangat lucu.
Aku imut. Lucu.
Hai, Sayang.
Sampai jumpa.
Halo.
Apa yang kau lakukan saat Natal?
Apa pekerjaanmu?
Aku seorang murid.
Studi di luar negeri?
Tidak, di Akademi Kepolisian.
Jadi, kau seorang polisi?
Iya. Tidak, nanti setelah lulus.
Kenapa kau menjadi polisi? Pasti akan hidup miskin.
(Telah Hilang Cucu pemilik Grup Sanmyung)
Kau yakin kita seharusnya menjadi polisi?
Memangnya kenapa?
Aku sedang berpikir.
Setidaknya Jae Ho punya tujuan. Sedangkan kita tidak.
Aku masuk ke Akademi karena tidak punya uang.
Kau masuk karena tidak sengaja.
Sial.
Setelah lulus, kita akan menjadi polisi seumur hidup.
Aku tidak yakin apa ini adalah jalanku.
Sekolah juga membosankan bagiku.
"Hiyah" apanya. Mereka mengajarkan hal yang tak berguna.
Aku sudah bertahan selama dua tahun. Tidak mungkin aku berhenti.
Apa yang kita lakukan saat Natal?
Aku tidak tahu. Natal itu menyebalkan.
Bagaimana dengan pasta? Kutraktir.
- Aku tahu. Maaf. - Dasar bodoh.
Ayo keluar. Aku merasa sesak.
- Ke mana? - Bagaimana kalau ke kafe Internet?
Kurasa waktunya bermain Overwatch?
Mati...
Mati.
Ayo pergi.
Dasar kutu buku.
Aku juga mencintaimu.
Baiklah. Aku akan segera pulang.
- Hee Yeol, kau lihat itu? - Iya, yang merah muda.
Kurasa Tuhan memberi kita satu kesempatan terakhir.
Jika dia menoleh ke belakang, artinya itu pertanda dari Tuhan.
- Baiklah. Menoleh. - Menoleh.
Menoleh...
- Astaga. - Astaga.
Apa yang baru saja terjadi?
Astaga.
- Hadiah utama! - Tidak mungkin.
Dia pergi. Ayo.
Jika kita mengikuti seperti ini, dia bisa saja salah paham.
Lalu bagaimana? Ikuti saja.
Jangan memukulku, Bodoh.
Sekarang atau takkan pernah. Tanyakan nomor teleponnya.
Kau saja.
Kau lebih tampan daripada aku. Ayo cepat.
Aku setuju tentang hal itu, tapi mari kita undi saja.
Batu Gunting Kertas.
Batu Gunting Kertas.
Kenapa harus sekarang.
Cepat...
Satu ronde saja.
Batu gunting kertas!
Gunting!
Tanyakan nomornya. Cepat.
Apa-apaan ini...
Hampir terkejar.
Berhenti!
Tersambung. Angkatlah. Cepat kemarilah.
Angkat! Mohon angkat.
- Ini 911, apa keadaan darurat Anda? - Halo?
Aku melihat wanita diculik.
Iya.
Dia terlihat seperti mahasiswi.
Beberapa pria memukul dan memasukkannya ke dalam mobil.
Ya, aku menyaksikannya sendiri.
Iya. Apa?
Tidak, aku tidak mengenalnya.
Pelat nomor? Kau tahu?
Platnya 37GU8338, mobil Starex hijau.
- Kita bisa. - Kita pasti bisa.
- Apa? - Ada apa?
Tidak mungkin. Ingatanku bagus.
Bagaimana dengan 8838?
Benar. Cepat!
Apa?
Bagaimana dengan 8383?
Sial.
Apa? Baiklah.
Apa katanya?
- Tidak ditemukan. - Apa?
Mereka ingin kita menunggu hingga mobil patroli datang.
Berapa lama kita harus menunggu?
- Sekitar 10 menit. - Sepuluh menit?
- Ayo. - Ke mana?
Kita harus ke kantor polisi untuk membuat laporan.
Dalam 10 menit,...
...kita bisa pergi ke Kantor Polisi Gangnam.
Demi menghemat waktu. Ayo.
Baik. Taksi!
Hormat.
Hormat.
Hormat.
Terima kasih.
Terima kasih.
Kami dari Akademi Kepolisian.
Kami ke sini mau melaporkan kejahatan.
Selamat malam.
Lantai berapa Unit Orang Hilang?
Mereka bersiap untuk patroli.
- Apa? - Itu mereka.
Pak, mereka mencari Unit Orang Hilang.
Ada apa?
Kami murid Akademi Kepolisian ingin melaporkan kejahatan.
Kalian angkatan berapa?
Apa?
Kami angkatan 2015.
Aku angkatan 1999.
- Hormat. - Hormat.
Jadi, apa kejahatannya?
Kami melihat wanita diculik...
...do dekat stasiun Nonhyun, 30 menit yang lalu.
Apa kau yakin?
- Ya. - Kau mengenalnya?
- Tidak. - Begitu.
Kami sedang bertugas atas perintah khusus Kepala Polisi.
Cucu seorang pengusaha menghilang.
Aku akan memimpin penyelidikan...
...dan kembali secepatnya. Tunggu di sini.
Permisi, P.
Bagi wanita dewasa, waktu kritis dimulai...
...dalam waktu 7 jam setelah penculikan.
- Kapten, tolong cepat. - Kami diajarkan...
...untuk memulai penyelidikan sesegera mungkin.
Benar, kalian belajar dengan baik.
Namun, perintah Kepala Polisi lebih utama.
Tunggu di sini. Aku akan segera kembali.
Sekarang bagaimana?
Akan terlambat jika menunggu dia kembali.
Lalu harus bagaimana? Kita tak bisa mencarinya.
Sungguh?
Ya.
Kita satu-satunya yang tahu bahwa dia diculik.
Dia bisa mati tanpa kita.
Benar.
Namun, kita tak bisa melacak ponsel atau memeriksa CCTV.
Apa yang bisa kita lakukan?
Aku tahu kau pintar, terutama pada saat seperti ini.
Pikirkan sesuatu yang pernah diajarkan di sekolah. Cepatlah.
Hei.
Bagaimana jika kita memakai tiga sumber penyelidikan?
Bagaimana caranya?
Tiga sumber penyelidikan.
Korban, barang bukti, dan TKP.
Mari kita lakukan.
Ada apa?
Tidak apa. Teruskan.
Kita tidak bisa memeriksa korban karena kita tidak tahu posisinya.
Kita tidak bisa memeriksa bukti karena tidak ada barang bukti.
Jadi, kita periksa TKP.
- Benar, tapi... - Ayo kembali ke sana.
Kurasa kita takkan menemukan sesuatu.
Meski takkan menemukannya, kita tetap harus mencobanya.
Baiklah. Ayo pergi.
Ayo.
Di sini. Di sini.
Ini. Terima kasih.
- Bukankah sebelah sini? - Iya.
Kurasa kita hampir sampai.
Rasanya sebelah sini.
Hei, mobilnya tadi ada di sini.
- Di sini? - Iya.
Jika mobil itu menunggu di sini, kemungkinan itu sudah direncanakan.
Jika direncanakan, kemungkinan pelaku sudah terbiasa.
Artinya mereka sulit ditangkap.
Kau benar.
Hei.
Bukankah wanita itu tadi membawa barang itu?
- Iya. - Benar?
Ada apa?
Bukalah.
Kurasa ini benda hidup.
Apa ini? Darah!
Ini topokki.
- Topokki? - Topokki ini sangat banyak.
- Mungkin cukup untuk 4 orang. - Siapa yang peduli?
Kau pernah tahu ada yang membeli topokki beku seperti ini?
Aku belum pernah.
Artinya ada beberapa orang untuk berbagi di rumah.
Deduksimu luar biasa.
Jika kita tahu alamat rumahnya, kita bisa tahu lebih banyak.
Tidak ada nota pembayaran.
Kita tak bisa menemukan rumahnya,...
...tapi kita bisa mencari tempat dia membeli topokki.
Karena topokki mudah mencair, dia pasti membelinya di dekat rumah.
Deduksimu istimewa.
Ayo.
Ya, iPhone 6. Merah muda.
Apa maksudmu?
Tuan Hwang, kenapa kau melakukan ini kepadaku?
Terakhir, kau membayar 300 dolar.
Aku ingin 500 dolar untuk yang ini. Atau kau tak bisa mendapatkannya.
Apa ini dari tempatmu?
Ini terlalu manis. Ini bukan milikku.
Apa ada banyak penjual topokki di sekitar sini?
Ada beberapa, tapi semuanya sudah akan tutup.
Apa?
- Ayo cepat pergi. - Terima kasih.
Terima kasih.
Ke mana? Ayo ke sebelah sini.
- Ayo. - Permisi.
Apa ada penjual topokki di sekitar sini?
Ada satu penjual Kukde topokki di sebelah sana.
Di sana?
- Terima kasih. - Terima kasih.
Apa kau menjual topokki ini?
Milik kami berbentuk segi empat, yang ini bentuknya pipih.
Ini bukan milik kami.
Maaf, apa kau tahu dari mana asal topokki ini?
Mana mungkin aku tahu? Cobalah tempat lain.
- Ya. - Begitukah?
Baik.
Berhenti menggangguku dan pergilah.
Kami minta maaf.
Ayo pergi.
- Tidak, bukan. - Baiklah.
- Maaf. - Terima kasih.
- Apa kita salah? - Ke mana lagi?
- Maaf. - Maaf.
- Ayo ke sini. - Ayo.
Halo, Nenek.
Bisa tolong dilihat apa topokki ini dari tempatmu?
- Aku tidak tahu apa-apa. - Permisi, Nenek.
Mungkin sudah tutup.
Apa kita hubungi Prof. Yang?
Dia bekerja di Unit Kejahatan Berat.
Dia akan marah jika tahu yang sedang kita lakukan.
Gi Jun, dengarkan.
Bisakah kita memeriksa buโบktinya sekarang?
Tidak. Lalu bisakah kita memeriksa korbannya?
Tidak.
Jadi, memanggil Prof. Yang adalah ide yang buruk, 'kan?
Kurasa ini bukan saat yang tepat. Namun, kau tahu apa yang kutulis...
...sebagai tiga sumber penyelidikan?
- Apa? - Semangat, kegigihan, dan keberanian.
Aku salah.
Apa kau bodoh?
Kurasa juga begitu.
Ayo, kita pasti bisa.
Baiklah.
- Pasti ada cara. - Pasti ada cara.
Halo. Tidak ada orang di sini.
Daun bawangnya!
Benar.
- Kita menemukannya. - Ini tempatnya.
Halo, Pemuda Tampan.
Apa topokki ini dari tempatmu?
Iya.
Apa kau ingat wanita yang membeli ini?
Aku punya banyak pelanggan.
Dia pakai jaket merah muda dan memiliki wajah yang sangat kecil.
Sebesar ini.
Dia terdengar seperti wanita yang sering ke sini tengah malam.
Dia tinggi, 'kan?
- Benar dia! - Astaga.
Kau pasti tidak tahu di mana rumahnya, 'kan?
Aku tidak tahu.
Aku tahu tempat dia bekerja.
Di 7-Eleven di sana.
Aku pernah bertemu dengannya di sana.
Aku melihatnya naik dari lantai bawah tanah gedung.
- Terima kasih. - Terima kasih banyak.
Di seberang.
- Lantai bawah tanah. - Ini tempatnya.
- Gi Jun. - Ya?
Dia pasti bekerja di salon kecantikan telinga.
Tempat apa itu?
Kau berbaring di pangkuannya.
Jika kau pintar bicara, dia bisa membiarkanmu menyentuh dadanya.
Astaga.
Bagaimana kau mengahui hal itu?
Saat SMA, temanku ingin mencobanya. Jadi, aku mencari tahu di Internet.
Kau ikut ke sana?
Tidak, karena mereka tak mensterilkan alat pembersihnya.
- Kau pasti pergi. - Tidak.
- Pasti pergi. - Diam.
Jika kita tertangkap ada di sini, kita akan diusir dari Akademi.
Namun, jika tidak masuk, kita takkan pernah menemukannya.
Namun, kita bisa dikeluarkan.
Jangan sampai tertangkap.
Satu orang jaga, dan yang lain masuk ke dalam.
- Aku yang berjaga. - Tidak mau.
Aku juga tidak mau.
- Ayo kita undi lagi. - Kenapa harus diundi lagi?
Mulai, batu gunting kertas!
Masuklah.
Tolong kali ini saja. Dua dari tiga kali menang.
Sial.
Batu gunting kertas!
- Masuklah. - Kau selalu batu.
Bodoh, kau yang selalu gunting. Pergilah.
Sial.
Masuklah.
Baik.
Pergilah ke Ruang Nomor Tiga.
Aku sebenarnya ke sini untuk mencari seseorang.
- Ruang Tiga. - Ya.
- Di sini? - Iya, di sana.
Kelihatannya enak.
Hanya ramen. Astaga.
Aku bisa menahan diri. Aku bisa.
Pasti bisa.
Astaga, sosis.
Itu favoritku.
Aku bisa berjaga dari dalam.
Jangan! Jangan di sana.
Siapa yang kau cari?
Dia punya wajah kecil.
Aku tidak tahu namanya.
Bagaimana tubuhnya?
Dia tinggi.
Kau Mengenalnya?
Apa yang...
Astaga.
Lezat sekali.
Aku butuh sosis.
Astaga. Imutnya, apa kau dari militer?
Iya.
Sedang apa?
Mengirim pesan...
Duduklah.
Ya.
Aku mulai.
Berbaringlah. Ada apa?
Tunggu. Apa kau sudah mensterilkan alat pembersihnya?
Belum. Apa perlu?
Tidak.
Baiklah. Rileks.
Gawat.
Astaga.
Hei, Bodoh!
Pak, abaikan saja.
Anak sepertinya akan menjadi orang yang tidak baik.
- Kurasa dia mabuk. - Hei, Bodoh!
Pak?
Hei.
Bodoh!
Kemari kau.
- Berhenti. - Kenapa aku harus patuh?
Hei!
Kalian perlu olahraga.
Tunggu!
Aku akan masuk lebih dalam.
Baik.
Ada yang besar. Diam.
Apa dia Kapten Amerika?
Kurasa dia sudah menyadari kesalahannya.
Keadilan harus ditegakkan. Dasar bodoh!
Dia sudah sadar?
Astaga.
- Berhenti. - Berhenti, dasar nakal.
Kau harus sering datang.
Lihat semua ini.
Baiklah.
Kau tahu? Aku ke sini bukan untuk membersihkan telinga.
Apa?
Lalu kenapa kau ke sini?
Boleh aku yang tebak?
Astaga.
Ibu, maafkan anakmu.
Ada apa?
Beberapa jam yang lalu, temanku dan aku melihat...
...beberapa pria memukul seorang wanita dan menculiknya.
Lalu aku tahu dia bekerja di sini.
Tunggu. Siapa?
Dia memiliki wajah kecil.
Tingginya sekitar 173 cm.
Rambutnya sepanjang ini.
Ada banyak wanita seperti itu. Tidak ada ciri yang lain?
Ada yang lain?
Aku rasa dia sering pulang tengah malam.
- Apakah Yun Jung? - Yun Jung.
- Warna rambutnya? - Coklat.
Astaga. Mungkin itu Yun Jung.
Jadi, bagaimana?
Tolong tenang.
Kau tahu alamat Yun Jung?
Tidak, dia kabur dari rumah sejak lama.
- Kabur dari rumah? - Iya, dia masih 17 tahun.
Bukankah ilegal mempekerjakan anak di bawah umur?
Aku juga bekerja secara ilegal.
Seluruh tempat ini ilegal.
Jadi, kau tidak tahu di mana Yun Jung tinggal?
Katanya, dia tinggal bersama temannya di dekat sini.
- Apa aku coba tanya yang lain? - Ya, kumohon.
Baiklah.
Di Nonhyun Ro 64 Nomor 27.
Astaga. Ada apa ini?
Ayo lari.
- Ada apa? - Cepat lari.
- Aku dapat alamatnya. - Cepat lari.
- Kenapa mobil patroli itu? - Pokoknya lari.
Apa yang terjadi?
Di sini?
Hati-hati kepalamu.
Kurasa ini tempatnya.
Permisi.
Ada orang.
Siapa kalian?
Halo.
Aku mendapat informasi Yun Jung tinggal di sini.
Kau siapa?
Kami dari Akademi Kepolisian.
Kami melihat Yun Jung diculik.
Apa ada orang lain di dalam?
Baiklah. Akan kubukakan pintu.
Baik.
Gun Young, apa Yun Jung baik-baik saja?
Tutup mulutmu.
Kau mendengar sesuatu?
Hei, buka!
Tarik.
Dia lari lewat sana.
Pergilah ke sebelah sana.
Aku akan lewat luar.
- Aku ke sebelah sini. - Aku ke sebelah sana.
Wah.
Astaga.
- Apa kau yang melakukannya? - Astaga.
- Ya. - Hebat.
Apa yang kita lakukan? Hei!
Ini benar-benar berguna.
Lakukan seperti yang diajarkan.
Seperti yang diajarkan?
Kemari kau.
Kenapa kau kabur?
Karena kau mengejarku.
Kau pasti kabur karena sudah melakukan sesuatu yang buruk.
Aku tidak melakukan apa pun.
Tolong beri tahu kode ponselmu.
Jangan terlalu sopan.
Katakan kodenya, Berengsek.
Ya, Berengsek.
- Aduh, sakit. - Katakan sekarang.
Kodenya 1111.
Kode yang payah.
- Dari mana kau mengenal Yun Jung? - Sakit sekali.
Aku akan menceritakan semuanya jika kau melepaskanku.
- (Aku mentransfer 1.000 dolar.) - Hei.
Kau menjual Yun Jung, 'kan?
Aku tidak tahu apa-apa.
Aku hanya memberi tahu namanya kepada mereka.
Ke siapa? Gun Ho?
Dia bilang dia akan membayar untuk bocah yang kabur dari rumah.
Siapa itu Gun Ho?
Hanya seorang pria yang kukenal. Sungguh.
Di mana dia sekarang?
Di mana dia?
Kedai kebab domba. Di Daerim Dong.
Aku punya kartu namanya di dompet.
Cari dompetnya.
Sini kau.
Dia kaya.
Apa yang mereka lakukan kepada anak-anak itu?
Aku tidak tahu.
Kau tidak tahu, tapi kau masih menjualnya?
Aku butuh uang.
Dasar kurang ajar.
Tidak peduli semiskin apa dirimu. Apa kau tidak malu?
Gi Jun.
(Kebab Domba Heogang)
Heogang?
Ayo kita bicara dengan anak-anak di tempat Yun Jung.
Dapatkan pernyataan dari temannya.
Akan berbahaya bagi mereka untuk tinggal di sana malam ini.
Aku yakin kau lapar.
Kami harus menanyakan beberapa hal tentang Yun Jung.
Bolehkah kami masuk?
Di mana kau bertemu Yun Jung?
Di tempat penampungan.
Kapan?
Sekitar setahun yang lalu.
Kenapa Yun Jung kabur dari rumah?
Ayah tirinya selalu memukulinya.
Terkadang dia dipukul hingga pingsan.
Di mana Yun Jung?
Beberapa pria jahat memukulnya dengan tongkat dan menculiknya.
Yun Jung.
Tidak.
Kenapa kau mengatakannya kepada mereka? Dasar bodoh.
Kurasa mereka harus tahu.
Apa dia terluka parah?
Apa? Tidak.
Dia tidak terluka parah.
Kami sedang mencarinya. Jadi, jangan khawatir.
Tuan.
Kami tidak bisa hidup tanpanya.
Tolong temukan dia.
Kumohon.
Tolong selamatkan dia.
Hei.
Kami akan menemukan Yun Jung, tidak peduli bagaimana pun caranya.
Jangan menangis.
Ambil ini.
Lalu pergilah dari sini.
Cari tempat lain untuk tidur.
Saat menemukan Yun Jung, kami akan menghubungi kalian.
Ada taksi. Taksi!
Masuklah.
Halo.
Ke Daerim Dong.
- Daerim Dong mana? - Ini alamatnya.
Agar polisi bisa bekerja, seseorang harus melaporkannya...
...atau ada perintah dari atasan.
Benar.
Namun, takkan ada yang melapor...
...saat bocah yang kabur dari rumah diculik.
Keluarga tak mengetahuinya karena mereka memang sudah menghilang.
Mereka juga takut kepada polisi. Jadi, tidak mau melapor.
Pelaku sudah menyiapkan sasaran, lokasi, dan yang lainnya.
Mereka cerdas.
Menurutmu apa yang mereka lakukan setelah menculik korban?
Perdagangan manusia.
Pak, tolong lebih cepat lagi.
Dasar sial.
- Tahan dia. - Baik.
Jangan bunuh aku.
Waktunya untuk obat.
(Kartu Pelajar: Yun Jung Lee)
Ini Daerim Dong.
Aku tidak percaya ini di Korea.
Lihatlah papannya. Ini China.
Aku belum pernah lihat.
Apa-apaan...
Hei, Kalian.
Hanya orang Korea-China yang tinggal di sini.
Banyak kasus penikaman terjadi.
Polisi bahkan lepas tangan atas kegiatan ilegal yang ada di sini.
Kalian sebaiknya jangan ke sini jika hanya ingin berkeliling.
Baiklah.
Ini tempatnya. Terima kasih.
- Terima kasih. - Terima kasih.
- Benar? - Ya.
Ayo.
Kami tutup pukul 4.00. Minimal pesan dua porsi.
Baik.
Dia cukup hebat.
- Aku dicurangi. - Berikan ponselnya kepadaku.
- Apa? - Ponselnya.
Tidak ada yang curang.
Namun, kenapa aku terus kalah?
Dasar bodoh.
Bukan ponselmu, tapi ponsel bocah tadi.
(Gun Ho)
Jika aku kalah lagi, artinya kalian curang.
- Itu orangnya. - Itu dia.
- Kalian pasti tidak curang? - Iya.
Bagaimana sekarang?
Pertama, pesan dulu.
(Gun Ho)
Sial.
Tempat ini mahal. Pindah?
- Iya, ayo. - Baik.
- Ayo pergi. - Siapa kalian?
- Apa? - Di mana Gun Young?
Di mana Gun Young?
Kenapa kau memegang ponselnya?
Kenapa kau memegang ponselnya?
Siapa kalian?
Siapa?
Siapa kalian?
Hee Yeol!
- Gi Jun, kau tidak apa-apa? - Ya, tidak apa-apa.
Kita berhasil.
Ayo paksa dia bicara.
- Di mana Yun Jung? - Di mana Yun Jung?
- Cepat katakan. - Katakan sekarang.
Aku tidak akan bilang, Bodoh.
Sial, kau pikir kami bercanda?
- Tahan dia. - Baik.
Cepat katakan!
Astaga.
Apa yang kau lakukan?
Tidak tahu.
- Hei! - Cepat katakan!
Kau menusukku dengan apa?
Aku tidak akan bilang, Bodoh.
Mari bicara baik-baik.
Bicara? Dia sangat kejam dan tidak peduli.
Aku tidak peduli.
Aku bisa menusuk ini naik sampai ke mulutmu.
Aku tidak akan bilang, Bodoh.
Dasar gila.
Mati kau!
Cepat!
Di mana? Cepat katakan!
- Cepat - Katakan!
Sebelah sini.
Ada masalah di Hegang. Kita harus pergi sekarang.
- Apa? - Gun Ho ditangkap.
- Semuanya! - Ayo ke sana. Cepat.
Apa benar ini tempatnya?
Apa kuncinya benar?
Naiklah.
- Aku akan ke atas. - Baiklah.
Tuan. Tolong selamatkan aku.
Tuan.
Aku di sini. Tolong aku.
Selamatkan aku.
Tolong keluarkan kami.
Tempat apa ini? Apa yang kalian lakukan?
Beternak sel telur.
Kami membuat mereka pingsan dan mengambil sel telurnya.
Gi Jun.
Kau harus naik ke sini.
Baiklah.
Jangan khawatir.
Meski sudah tidak punya sel telur, mereka masih bisa ditiduri.
Dasar kurang ajar.
- Ruang ini? - Tidak, semua ruangan ini.
- Apa? - Buka pintunya.
Dia demam.
Apa ini? Darah?
Darah?
Bagaimana ini?
- Ayo bawa dia ke rumah sakit. - Bagaimana dengan yang lain?
Bawa dia ke rumah sakit dulu.
- Lalu kita kembali dengan polisi. - Baik.
Hati-hati.
Ayo.
Halo.
Rasakan.
Gi Jun, pergilah.
Cepat pergi.
Aku akan kembali.
Jangan mendekat.
Mundur!
Mundur!
Mundur!
Apa?
Tetaplah di sini.
Tidak.
Rasakan.
Tunggu di sini.
Hajar dia!
Hee Yeol!
Mau pergi ke mana kau?
Gi Jun!
Siapa kau?
Polisi.
Mana lencanamu?
Sebaiknya jangan main-main.
Dasar bodoh.
Anak ini cukup kuat juga.
Bangun.
Bangun, dasar sial.
Polisi?
Dasar bodoh.
Gi Jun.
Gi Jun.
Bangunlah, Gi Jun.
Hee Yeol.
Ada yang mengalir di wajahku.
Darah. Kepalamu berdarah.
Aku tahu.
Rasanya panas.
Kurasa mereka menjual organ di sini.
Lakukan sesuatu.
Semangat.
Diam!
Sakit sekali.
Bahuku sakit.
Mana jaketmu?
Hilang. Tidak ada dompet maupun ponsel.
Ayo keluar dari sini.
Baik. Kancing juga tidak ada.
Apa itu kau?
Gi Jun.
Ayo.
Lari...
Lari...
Tangkap mereka.
Jalan buntu.
Berhenti!
Ayo.
Sial.
Kantor polisi.
- Kantor polisi. - Kita hampir sampai.
Kita selamat.
Sial. Cepat sembunyikan para wanita itu sekarang.
Cepat!
Ke mana mereka pergi? Apa memindahkan para wanita itu?
Ayo kita melapor.
Ada yang bisa kubantu?
Ada beberapa wanita ditahan di gedung yang ditelantarkan?
Gedung yang ditelantarkan?
Aku tidak tahu persisnya di mana.
Jaraknya lima menit dengan berjalan kaki.
Ikut kami. Akan kami jelaskan. Ayo.
Mohon kartu identitas kalian.
Apa? Mereka mengambil dompet dan ponsel kami.
Aku harus melihat kartu indetitas kalian dahulu.
Sudah prosedurnya.
Apa tidak bisa lewat nomor saja?
Aku membutuhkan foto kalian.
Jika tidak pergi sekarang,...
...kita tidak tahu apa yang akan terjadi kepada para wanita itu.
- Kita harus segera pergi. - Benar.
Kita harus mengikuti prosedur.
Apa prosedur lebih penting daripada nyawa seseorang?
Hei.
Berkat prosedur itu, kita bisa menyelamatkan seseorang.
- Dasar polisi sialan. - Sialan?
- Gi Jun. - Yang benar saja.
Apa kau akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu kepada mereka?
Kau akan bertanggung jawab?
Dasar berandal!
Maaf. Ayo pergi!
Kalian, berhenti!
- Untuk apa? - Gi Jun.
- Berhenti!โข- Kau akan menembak kami?
- Ya. - Tembak saja!
- Aku akan menembak kalian. - Tembak saja!
Apa-apaan ini?
(Tiga Panggilan Tak Terjawab)
Kenapa mereka diborgol?
Mereka tak punya kartu identitas dan membuat keributan di kantor.
Mereka dari Akademi Kepolisian. Lepaskan mereka.
Mohon kartu identitas.
Aku Prof. Yang Sung-il dari Akademi Kepolisian.
Pak, ada beberapa wanita disekap dalam gedung yang ditelantarkan.
- Apa? - Sel telur mereka diambil.
Di mana gedung itu?
Pada tahun 2007, aku mengatasi kasus serupa...
...dan melihat obat sel telur untuk pertama kalinya.
Wanita sehat normalnya memproduksi satu sel telur per bulan.
Dengan obat ini, mereka bisa menghasilkan 20 sel telur.
Mereka menjual sel telur ke pasangan yang tak mempunyai anak...
...dengan biaya tertentu.
Mendengar cerita kalian,...
...kurasa ada organisasi kriminal yang menculik pelajar wanita...
...dan mengambil sel telur mereka bagaikan ternak.
Di sini tempatnya.
Mereka sudah tak ada.
Dia dikurung di sini.
Dia mengalami pendarahan hebat dan demam yang tinggi.
Ini bukanlah permasalahan yang bisa ditangani divisi patroli.
Aku akan meminta pertolongan Unit Investigasi Daerah.
Apa mereka akan segera memulai penyelidikan hari ini?
Tidak. Tidak secepat itu.
Apa?
Jadi, kapan mereka akan mulai?
Mereka punya jadwal sendiri.
Penyelidikan internal saja membutuhkan waktu dua minggu.
Dua minggu.
Namun, kau bilang faktor terpenting dalam kasus penculikan adalah waktu.
Benar.
Namun, ada banyak kasus lain yang juga harus diselesaikan.
Setiap nyawa itu penting.
Apa tidak ada unit yang bisa memulai lebih cepat?
Ada juga investigasi intelijen Unit Investigasi Khusus,...
...selain Unit Investigasi Daerah.
Namun sekarang, jadwal mereka jauh lebih sibuk.
Lalu bisakah kita sendiri yang mencarinya?
Benar. Mereka tidak mungkin memindahkannya terlalu jauh.
Aku mengerti perasaan kalian,...
...tapi tidak ada yang bisa kita lakukan.
- Kembalilah ke sekolah. - Prof. Yang.
Mereka lebih muda dari kami.
Mereka diculik dan dikurung.
Kalian ini!
Kalian bukan polisi.
Kalian masih murid.
Meskipun murid,...
...kami menyaksikan kejahatan dan punya bukti.
Kenapa kami tak bisa melakukan apa pun?
Jangan mengguruiku.
Biarkan orang dewasa yang bekerja.
Paham?
- Dasar kalian. - Prof. Yang.
Aku tahu pelat nomor mobil penculiknya.
Starex hijau tua, 37GU8338.
Aku tahu kau mampu mencarinya dengan hanya menelepon.
Kumohon, kali ini saja.
Kumohon kepadamu.
Hai, Do Chul.
Aku tahu. Sudah 10 tahun.
Aku butuh bantuan. Tolong carikan pelat nomor mobil.
Nomornya 37GU...
- ...8338. - Ayo.
Ya, sekarang.
Benarkah?
Terima kasih. Sampai jumpa.
Tidak terdaftar.
Harus dicari secara manual melalui CCTV.
Detektif harus mengajukan permintaan resmi ke pusat CCTV.
UID akan selesai mengerjakan kasus sekarang dalam sebulan.
Setelah itu, barulah mereka bisa membantu.
Satu...
Bagaimana bisa kita menunggu selama sebulan?
Lalu mereka harus menelantarkan yang lain dan mengerjakan kasus ini?
Bukan itu maksudku.
Sudah cukup.
Kembalilah ke sekolah dan belajar dengan giat.
Jika terlibat lagi, kalian akan dikeluarkan. Paham?
- Ya. - Kalian ini.
Jawab dengan keras dan jelas.
- Ya! - Ya!
- Hee Yeol. - Ya.
Apa mereka akan baik-baik saja?
Sisi baiknya, kita masih punya waktu untuk menyelamatkan mereka.
Hei, mana jaketku?
Apa yang terjadi kepada kalian?
Sesuatu terjadi. Aku akan membelikanmu jaket. Maaf.
Baiklah...
Lupakan saja.
Apa kau sudah ke rumah sakit?
Kami baru saja kembali.
Hei, ayahmu masih bekerja di kepolisian, 'kan?
Pastinya. Kepala polisi kenal baik dengan ayahku.
Jadi, dia pasti punya teman di pusat CCTV Gangnam, 'kan?
Kami mengenal seseorang di sana.
- Siapa? - Siapa?
Aku terlalu takut mengatakannya.
Sudah katakan saja.
- Tidak bisa. - Katakanlah.
- Tidak bisa. - Kenapa? Cepat katakan.
Medusa.
Kalian bermain ponsel saat jam kerja?
Beraninya kalian!
Aku menyesal.
Sudah seharusnya.
Kami minta maaf.
Halo?
Hei! Halo? Selamat siang, Bu.
Ini Gi Jun Park, angkatan 2017.
Hai.
Sudah lama sekali.
Bagaimana kabarmu?
Bagus.
Cepat katakan apa maumu?
Temanku menjadi korban tabrak lari di Gangnam.
Polisi mengatakan mobilnya tidak terdaftar.
Kami harus mencari semua CCTV secara manual untuk menemukannya.
Perlu beberapa hari.
Ya, setahuku juga begitu.
Ini sangat penting. Kali ini saja, kumohon.
Baiklah.
Pelat nomor, tahun produksi, dan model mobil.
Waktu dan tempat terjadinya, serta tempat terakhir terlihat.
- Kirimkan semuanya. - Ya.
Aku pasti akan menemukannya. Tangkaplah pengemudinya.
Ya.
Jadi, tidak takkan ada korban lain. Paham?
Paham. Terima kasih.
- Dia setuju? - Bagus.
Sekarang, kita harus bersiap. Ayo.
Bagaimana?
Cari senjata.
Dua tongkat polisi.
Dua borgol.
Dua pistol listrik.
Dua alat pelindung.
Apa sudah benar?
Apa ini semua yang Prof. Yang minta?
Kurasa sudah benar.
Ya.
Kembalikan semuanya hari rabu depan...
- ...dalam kondisi yang sama. - Rabu?
- Ya. - Baik, Rabu.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Aku akan menembak.
Hati-hati.
- Aku berhasil. - Kau berhasil?
Kita pasti bisa menangkapnya dengan ini.
Pastinya.
Kita akan mengeluarkan mereka.
Menjijikkan.
Kita tak bisa menggunakannya.
Sial.
Lupakan sel telurnya. Ambil organ tubuhnya.
Kumohon jangan bunuh aku.
Ke mana kau akan membawanya?
Tolong selamatkan dia.
Kumohon.
Kumohon.
Hei.
Kau baik-baik saja?
Astaga.
Sembilan puluh enam,...
...97,....
...98,...
...99,...
Sembilan puluh sembilan.
- Sial. - Satu lagi.
Sembilan puluh sembilan.
Satu lagi.
Sembilan puluh sembilan.
Terakhir.
Sembilan puluh sembilan.
Sembilan puluh enam,...
...97,...
...98,...
โฆ99...
Sembilan puluh sembilan.
Tidak, yang itu gagal, 98.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh,...
...delapan, sembilan, sepuluh.
Mereka dalam bahaya.
Investigasi intelijen dimulai tanpa harus menerima laporan.
Polisilah yang mendeteksi kejahatan terlebih dahulu....
...dan memulai penyelidikan.
Panggang semuanya.
- Itu Medusa. - Aku hampir mati.
Halo.
Kenapa lama sekali menjawabnya?
Maaf, Bu.
Mobil yang kau cari.
- Plat 37 GU 8338, 'kan? - Iya, Bu.
Pada tanggal 13 dan 27 November pukul 17.00, mobil itu...
โฆbelok kiri di persimpangan Kyodae menuju Seoul Arts Center.
Aku juga menemukan sesuatu yang menarik.
Pada saat yang sama, ada mobil Starex lain di belakangnya.
Dengan logo Klinik Kandungan H.
Itu mungkin berhubungan. Cari tahu.
Ya, Bu. Terima kasih.
(Klinik Kandungan H)
(Tutup minggu ke-2 dan ke-4.)
Kurasa itu tempat mereka menjual sel telurnya.
Minggu kedua berarti...
Dua hari lagi.
Kau yakin kita bisa melakukannya?
Kenapa tertawa?
Kau takut?
Diam, dasar bodoh.
Para wanita itu.
Ayo selamatkan mereka.
Tetaplah hidup.
Yun Jung adalah mahasiswi di universitas wanita Ewha.
Yun Jung merupakan mahasiswi jurusan Bahasa Inggris.
Untuk biaya kuliahnya, dia menyumbangkan sel telurnya.
Aku pernah melihatnya. Dia sehat dan ramah.
Dia juga tinggi.
- Dia cantik. - Ya.
Biaya untuk sel telur Yun Jung sekitar 80.000 dolar.
Berapa pun untuk bayi kami.
Aku menjanjikan bayi tercantik di dunia untuk kalian.
Percayalah kepadaku.
Ini...
Ini... Bawa ke mobil.
(Polisi muda harus ambisius.)
Sudah datang, 8338.
Cepat turun dari mobil. Dasar wanita bodoh.
Ini 20.000 doalr. Aku tambah sedikit.
Terima kasih.
Silakan kee ruang operasi.
Kapan mau main lagi?
Tidak tahu. Jika kau punya uang...
Suara apa itu?
Orang bodoh itu kembali.
Premannya banyak.
Ayo.
Gi Jun, kau baik-baik saja?
Astaga. Kau menakutiku.
Kau baik-baik saja?
Ada apa dengan tanganmu?
Maaf.
Sial.
- Kurasa tanganku retak. - Dasar bodoh.
Apa yang terjadi dengan pistol listriknya?
Hancur.
Apa? Gawat.
Jadi, bagaimana ini?
Sebelum mereka sadar, ayo naik.
Bangunlah.
Pintu terbuka.
Apa ini...
Permisi.
Ruang operasi lantai berapa?
Lantai 8.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Hidungku sangat sakit.
Yang benar saja.
Gi Jun!
Banyak sekali sel telurnya.
Sudahlah.
Borgol. Ayo borgol dia.
- Baik. Kau dulu. - Tidak, kau dulu.
Tidak, pertama kau pukul dahulu dengan tongkat.
Sial.
Kalian akan mati!
Apa?
- Ayo hajar dia. - Ayo!
Borgol kakinya dulu.
Aman sudah.
- Di mana ruang operasi? - Ruang operasi?
Kurasa di sebelah sana. Ayo.
Hampir saja lupa. Ini harus kita kembalikan.
Ayo.
Nikmati hakmu untuk tetap diam.
- Berhenti! - Berhenti!
- Siapa kalian?
Kau tidak paham arti kata berhenti?
Kerja bagus.
Apa dia baik-baik saja?
Dia dalam kondisi dibius.
Di mana yang lainnya?
Hee Yeol?
Ya.
Ayo hubungi Prof. Yang.
Prof. Yang...
Kita bisa dikeluarkan.
Tidak ada pilihan lain.
Ayo hubungi dia.
Baiklah, ayo.
Satu, dua, tiga, empat.
Kalian tidak menyesal meski dikeluarkan, 'kan?
Aku yakin telah melakukan hal yang benar.
Aku juga.
Namun, Prof. Yang, aku masih ingin belajar.
Kenapa?
Aku merasa kita belajar hal-hal tak berguna di sini.
Namun, itu tidak benar.
Aku ingin belajar lebih banyak.
Kalau Gi Jun?
Aku juga masih ingin belajar.
Aku...
...ingin...
...menjadi seorang polisi.
Jika kita tidak menindak tegas, ini akan menjadi contoh yang buruk.
Namun pada akhirnya, murid kami melakukan hal yang benar.
Dua puluhb korban penculikan diselamatkan.
Mereka harus diberi penghargaan, bukannya hukuman.
Apa kau sudah gila?
Mana bisa kau memberikan penghargaan kepada pelaku kekerasan?
Secara peraturan, mereka telah melakukan tindak kriminal.
Kau menyebut murid kami kriminal?
Berarti semua harusnya menangkap penjahat daripada belajar.
Kurasa kau keterlaluan.
Mereka bukan murid biasa.
Mereka calon polisi masa depan.
- Mereka masih belum menjadi polisi. - Keluarkan mereka.
Prof. Yang, bagaimana menurutmu?
Tadi ada yang menyinggung mengenai contoh yang buruk.
Jika Park Gi Jun dan Kang Hee Yeol...
...mengabaikan korban penculikan dan tetap tinggal di sekolah,...
...kurasa itulah contoh yang buruk.
Kita mengajari mereka untuk menjadi orang pertama...
...yang menolong warga sipil bila mereka dalam bahaya.
Namun, jika mereka mengabaikannya hanya agar tidak dihukum,...
...kurasa itu sangat memalukan dan mereka harus dikeluarkan.
Secara pribadi, aku iri kepada mereka.
Kita pernah memiliki semangat itu.
Kita tidak takut dihukum jika bisa menangkap orang jahat.
Kurasa kita sudah mengajari mereka dengan baik.
Mereka bukan anak yang egois.
Demi orang lain, mereka rela berlari sepanjang malam.
Hal itu membuatku senang karena kita mengajar dengan baik.
Jadi, apa rencanamu terhadap mereka?
Kalian harus belajar dengan semangat.
Park Gi Jun. Kang Hee Yeol.
Kalian seharusnya dikeluarkan.
Namun, rektor berbelas kasih, kalian hanya perlu mundur setahun.
Kalian tidak puas?
Kami sangat puas, Pak.
Terima kasih.
Lalu kalian dihukum 500 jam.
Karena kalian punya waktu sekolah setahun lagi,...
...pasti kalian punya cukup waktu.
Kalian tidak puas?
- Sangat puas. - Sangat puas.
Kalian tidak terdengar tulus.
- Sangat puas! - Sangat puas!
Perhatian.
- Terima kasih, Pak. - Terima kasih, Pak.
- Hee Yeol. - Ya.
Berapa jam lagi sisa hukuman kita?
Ada 473 jam dan 20 menit.
Lumayan. Ayo cepat selesaikan dan pergi ke kafe internet.
Ayo ke rental tembak.
Apa yang kau lihat?
Itu.
Hai.
Terima kasih.
Ini karena anginnya.
Iya.
Kau selamat.
Kau baik-baik saja?
Apa benar baik-baik saja?
Mau berkeliling universitas?
Ayo.
Kau tampak sehat.
Aku Kang Hee Yeol.
Aku Park Gi Jun.
Itu gedung utama kami.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.