All language subtitles for Happy Phirr Bhag Jayegi (2018)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Penerjemah: Cucu_Thanos

Instagram: @fadlyrama03.

Edited at https://subtitletools.com

Subscene: Https://subscene.com/u/1177074.

Aku bisa ceraikan kau sekarang juga! Kita akan jadi kaya.

Aku bisa beli seluruh China.

- Istana raja dan juga Shanghai. - Diam! Aku jadi rakyat biasa saja.

Biar aku mengemudi hari ini!

โ€œMenurutmu ada apa disana? Kokain? Pistol? Bang Bang!

Diam! Lihat kedepan dan jalan saja!

Aku akan temukan suami baru.

Saat aku kaya.

Sial! Aku harus ke toilet.

Diam! Lihat kedepan dan kemudikan saja!

Lari..

Bagga, tunggu.

Bagga, tunggu.

Ini bukan Pakistan, Sobat!

Cukup jelas dengan melihat perkembangan di sini.

Lihat..

Lihat, seseorang mengirim kita ke Jepang.

China.

Welcome to China.

Di hari itu..

Guddu.

- Mobilnya sudah datang. - Sudah datang?

- Cepat, Happy. - Ya.

Atau kita akan terjebak macet di Delhi.

- Ayo, aku siap. - Aku bisa lihat itu.

Tas biru itu sudah terisi dengan makanan, bawalah!

Tak perlu ikut campur dengan tugasku.

Orang itu beri snack untuk dimakan.

โ€œKenapa kau setuju tampil di China'?

Apa orang sana mengerti bahasa India?

Aku merasa terhormat mereka mengundangku "bersama istriku".

Dan Ranjeet bilang semua acara akan dirahasiakan.

Yeah, benar. Karena semua acaramu menuju kerumah.

Kenapa kau terus bahas acara Harman?

- Waktu itu hari hujan. - Duduk.

Aku punya 8000 followers di Facebook, dan kau tahu itu.

Temanmu menyukainya juga.

Gerbang China Air berada di terminal T3 di Delhi.

Jangan malah bawa mereka ke Korea.

Dasar bodoh!

Orang cina saja yang wajahnya mirip, bukan gerbang maskapai.

Guddu, mencegah lebih baik dari mengobati.

Terakhir kali kita memarkir truk di posisi yang salah.

Kau ingat kekacauan apa yang kita dapat?

Mereka membakar truk ayahku, Kau tahu itu kakak.

Karena tak semua supir sebodoh dirimu.

Malah bicara negatif dipagi hari.

- Negatif. - Bye.

Dengar. Jagalah rumah itu.

- Okey, bye. - Bye.

Bye.

Dengar, jangan lupa belikan aku ponsel kamera.

Aku dengar tersedia dengan harga murah di China.

Pergi!

Dingin.

Ayo keluar dari sini dulu.

Yah.. mungkin karena AC.

Lewat sini.

Happy, aku akan segera kembali.

- Apa? - Aku akan kembali..

Harpreet Kaur.

No Guldeep Singh?

No Guldeep Singh!

Harpreet Kaur.

No Guldeep Singh?

Siapa Guldeep Singh?

Harpreet Kaur.

No Guldeep Singh?

Kau mau berangkat atau mau di hajar dulu?

Ohh.. Sayang.

Bagaimana kita bisa paham nama kita dalam tulisan mereka?

Aku hanya bercanda.

Pasti ada disini.

Pasti dalam bahasa inggris.

Sekitar .. sini..

Disana! Disana! Disana!

Hey bodoh.

Kenapa kau pegang itu terbalik?

Pegang lurus.

Dan bukan ejaan P R O F.

Guddu di eja dengan G U D D U.

Guddu. Happy.

- Hallo. - Gulleen. Ini Happy.

- Kau tiba dengan sehat? - Ya, jangan cemaskan aku.

Jangan biarkan ayah dapat nomor ini.

Tentu. Tentu.

Dan apa yang harusku bilang jika dia minta nomormu?

Sebenarnya, Paman, kode mumbai ada banyak.

Tolong atur, Gulleen.

Hanya untuk beberap hari.

Okey, baik, jangan khawatir.

Dan dengar, Aku sudah diluar rumah.

Bicaralah pada paman.

Paman. Ini Happy.

Happy.

Hallo.

Hallo, ayah.

Apa kabarmu?

Ada masalah diperjalanan?

Aku baik-baik saja.

Jaga saja dirimu.

Dan jangan cemaskan aku.

Kerja keras dan buat namamu sendiri, sayang.

Ini, bicaralah pada Gulleen.

Tuhan memberkati.

Ya Happy, katakanlah...

Ginny, jangan sampai ayah tahu dimana aku.

Aku tahu.

Dia semakin emosional itu sebabnya aku ambil telpon ini.

Saat kau ketemu orang bodoh itu, beri dia atas namaku juga.

Tentu. Aku janji.

Bye.

Permisi.

Berapa lama sampai ke universitas?

Shey Shey! Shey Shey!

Bukan, berapa lama sampai disana?

Shey Shey! Shey Shey!

Berapa lama akan sampai disana?

Shey Shey! Shey Shey!

Dumbo!

Tempat ini luar biasa.

Selamat datang.

Selamat datang.

Selamat datang.

Apa ini?

Lakukan saja.

Apa ada yang dengar?

Kenapa kau buang aku ke tempat ini?

Hallo!

Kau berbahasa China?

Bahasa inggris?

Okey!

Hallo pak, Ada kesalahpahaman.

Kenapa bawaku kesini?

Mana suamimu, Happy?

Apa? Suami?

Suami siapa?

Karena kau paham bahasa Hindi, biarku jelaskan satu hal.

Aku Harpreet.

Apa?

Berhenti acungkan pistol itu. Letakkan!

Aku Harpreet Kaur.

Dan aku tak punya suami.

Kembalikan saja paspor dan tasku. Keluarkan aku dari sini.

Harpreet Kaur, Happy!

Umur 26. Amritsar, India.

Tiba di China.

Air China CA890.

Tak ada salah paham, Happy.

Kami undang suamimu Guddu kemari untuk bernyanyi.

Guddu?

Siapa Guddu?

Kenapa orang tua itu bawa kita kemari?

Aku harus nyanyi apa buat mereka?

Ini budaya mereka, Guddu.

Sebuah cara untuk menyambut tamu-tamu mereka.

Jalan saja terus.

Hallo.

Namaku Sherr.

Dan aku translator-mu.

Kau apa?

Translator (penerjemah).

Interpreter (penerjemah).

Inter...

- Translator (penerjemah). - Aku tahu...

Jadi, Tn. Translator, Dimana panggungnya?

Panggung...

Panggung ada diluar.

Silahkan, lewat sini.

Lewat sini.

Ikuti saja dia.

Guddu takkan bernyanyi, karena kami tak adakan acara perusahaan.

Kami akan tahan Guddu disini sebagai tawanan..

...dan buat kau melakukan tugas kami di Lahore.

Kau punya teman di Lahore.

Bilal Ahmed dan Javed Ahmed.

Tahun lalu Javed Ahmed berkunjung kemari.

Dia janjikan perusahaan untuk bangun Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Lahore.

Tapi tahun ini, setelah dia berkuasa...

...dia batalkan kesepakatan itu.

Kau harus pergi kerumah dia seperti kau lakukan sebelumnya.

Dan kau harus yakinkan Bilal Ahmed untuk berikan proyek itu ke perusahaan yang sama.

Dan imbalannya kau bisa hidup, begitu juga Guddu.

Apa kau sedang teler?

Pertama, Aku bukan Happy yang kalian cari.

Dan yang tadi itu, Benar-benar rencana bodoh.

Kau harusnya culik ayah atau pria itu..

Tapi tidak, kau malah menculik pria india itu dan,

...temannya untuk lakukan pekerjaan ini untukmu.

Kau benar-benar penjahat, atau ini hanya bisnis sampinganmu?

Kami tak bodoh, meletakkan jari pada keluarga politisi!

Katakan saja dimana Guddu.

Ya Tuhan, Jangan Guddu lagi.

Aku tak kenal Guddu manapun.

Aku Happy. Harpreet Kaur.

Aku mengajar Hortikultur.

Bicara tentang Lahore, Aku saja tak pernah injakkan kaki ke Ludhiana.

Kau mencari Guddu, bukan?

Maka pergilah cari dia, Aku sumpah kau akan temukan dia.

Tapi aku harus segera ke Universitas.

Nona, silahkan naik ke panggung!

Huh? Kenapa?

Kenapa Nona naik ke panggung?

Tn. Penerjemah, Aku yang akan naik ke panggung.

Ya, dia akan lakukan.

Kenapa kau?

Karena aku akan bernyanyi, bro.

- Kau akan bernyanyi? - Tentu saja.

- Kau meragukannya? - Okey!

- Kau bisa bernyanyi. - Yeah.

Tapi setelah Nona berpidato.

Berhenti mengganggu istriku.

Kenapa Nona harus berpidato?

Kenapa?

Tak apa, Guddu.

Ini pasti budaya mereka.

Tak ada suara, tak ada panggung.

Dan, aku tak lihat musisi manapun.

Dia bawa kita ke kumpulan anak sekolah.

Dan tak berhenti bicara "pidato".

Tenang, Guldeep Singh.

Ini hanya sebentar.

Ayo.

Ayo, Nona.

Ayo.

Ayo pergi.

Silahkan lewat sini.

Ini. Pakai ini.

Ayo.

Aku mau bertanya, Bagaimana masa depan Bonsai di China?

Ny. Kaur, anak ini mau tahu masa depan Bonsai di China.

Bonsai akan bersinar.

Sedikit demi sedikit.

Cukup main-mainnya, Happy.

Jika kau tak lakukan tugasku, Aku bisa ke perbatasan manapun.

Amritsar! Lahore!

Kemanapun dimana tak ada orang dalam masalah.

Aku tak peduli!

Pertama, kau bawa aku kesini, bukannya orang lain.

Setiap gadis di setiap jalan di Amritsar memanggilku Harpreet.

Happy.

Aku bukan Happy yang kau cari.

Dan apa maumu?

Kau mau aku ke Lahore demi kebodohanmu.

Melepas hidupku tanpa alasan.

WOW!

Baik.

Sekarang aku takkan tanggung jawab apa yang terjadi setelah ini.

Wong.

Didpy.

Apa kau hanya akan mengunyah itu?

Nikmatilah. Ini pernikahan kakakmu.

Ini dia!

Ada apa?

"โ€œListriknya padam."

Kalian selalu mengacaukan pernikahanku.

Apa ada yang periksa itu?

Periksa, Rajindel!

Ya kak, aku akan periksa.

Sudah hidup.

Kemana dia?

Berhenti menari dasar bodoh, Kemana dia?

Dasar bodoh.

Apa dia ada?

Apa dia ada?

Pergi cari dia.

Hadirin, pertemuan indah ini diatur untuk..

Petugas polisi terhormat...

...yang bertindak berani dan selalu ada..

Dialah contoh bagi Departemen Kepolisian Lahore.

Ini jelas keberuntungan bagi orang Pakistan.

Dua Afridi akan sama-sama pensiun.

Shahid dari kricket and Usman dari kepolisian.

Aku beri kehormatan bagi petugas polisi..

...yang buat setiap orang merasa aman di kota oleh keberadaannya.

Yang keberadaannya melelehkan tulang belakang kejahatan.

- Keberadaannya... - Pak.

- Keberadaannya... - Pak.

Pak, dia tak ada dimanapun.

Sekarang, hari ini...

Jadi, itulah alasan kami bawa kalian berdua.

Happy.

Kau akan bantu kami temukan Guddu.

Dan kau akan bawa Happy menemui Bilal.

Dan lakukan tugasku.

Aku tadinya di atas kuda pernikahanku.

Dengar, Bagga.

Turun, bro!

Persetan dengan Bagga!

Apa masuk akal? Menculikku dari kuda pernikahan sialan!

Aku sudah bagikan manisan ke seluruh Amritsar.

Bahkan mengirimkan undangan pernikahan pada Kapten.

Kakakmu bahkan sudah pesan paket bulan madu ke Canada.

Kakakku?

Tidak, bukan itu yang dia maksud.

Tapi adik Chinese-ku, Ini tak adil.

Kau tahu, spionase politik adalah ilegal di setiap aspek.

Dan aku orang hukum, kau tahu.

Aku adalah ASP di Department Polisi Lahore.

Sekarang aku pensiun.

Itu sebabnya aku jelaskan padamu.

Kalian berdua tak punya waktu.

Jika kau ingin ke pernikahanmu, dan kehidupan pensiunmu..

...maka naik tangga dan jelaskan pada Happy.

Minggir.

Ada apa?

Apa Happy setuju?

Jadi Happy...

'Kemana dia?' Pergi cari dia!

Dasar bodoh.

Ayo... cari dia.

Jadi Lollypop, Kau mau menangkap Happy lagi?

Sekarang kau harus pulangkan kami dengan jet pribadi.

Diam.

Tak ada yang pergi kemanapun.

Makaju akan bersama kalian.

Belilah baju baru.

Baju baru?

Kita tidak sedang piknik.

Dengar, sobat, pulangkan kami.

Dan, jangan biarkan namanya membodohimu.

Dia akan buat hidupmu unhappy (tak bahagia).

Jelaskan Bagga.

Lollypop sialan, kenapa kau tak paham?

Happy itu sudah buat pernikahan kakakmu batal dua kali.

Tapi aku tak punya kakak.

Bukan itu maksud dia.

Kau adalah adikku.

Adikku, benar?

Tolong katakan ya.

Tolong pulangkan aku ke Lahore, Adik Chinese!

Namaku Chang, dan aku bukan adik Chinese-mu.

Dan kami akan tangkap Happy.

Makaju!

Makaju!

"Pertanyaan aneh!"

"Membuat kegemparan."

"Sepasang mata mengucap mantra."

"Selalu dalam pelarian."

"Tak ada tempat untuk pergi, tak ada tempat untuk lari."

"Pergi kesini, pergi kesana."

"Bukankah itu luar biasa."

"Pakai sepatumu."

"Kencangkan tali sepatumu."

"Pakai sepatumu."

"Kencangkan tali sepatumu."

"Dia akan membuatmu lari demi uangmu."

"Happy akan melarikan diri."

"Happy akan melarikan diri."

"Dia akan hancurkan perbatasan."

"Happy akan melarikan diri."

Oo Happy.

Oo Happy.

Air. Beri aku air.

How?

- Bukan How, air.

Okey.

Cepat.

Hello.

Namaku Khuswant Sing Gill.

Aku bekerja di kedutaan India.

Dan ini lagu kesukaanku.

"Aku tahu kau mencintaiku.. Jangan bilang tidak."

"Kau tergila-gila padaku.. Jangan bilang tidak."

"Aku tahu maksudmu ya.. Saat kau bilang tidak."

"Ada Cinta."

"Bilang ya.. Berhenti bilang tidak."

"Aku tahu kau mencintaiku.. Jangan bilang tidak."

Hallo, Bu.

Hallo, Nak.

Apa kabarmu?

Baik, Bu.

Bagaimana kabarmu?

Ayahmu menonton pertandingan.

Saat ibu lagi cardio di atas treadmill yang kau kirim.

Kau sedang mengemudi?

Apa kau sudah makan malam?

Ya, sudah.

Temanku mengadakan pesta.

Dan aku makan banyak.

Berhenti bergaul dengan teman-temanmu.

Ibu sudah bilang 100 kali cari gadis cantik untuk dirimu.

Tolong, Bu. Berhenti cemaskan pernikahanku.

Seriuslah sekarang.

Jika kau keliaran sendiri di usiamu..

...Maka kau akan dirasuki oleh Roh, Roh Hantu China!

Bu.. Aku ada telepon dari teman.

Aku akan telepon lagi nanti.

Dengarkan aku.

- Aku akan telepon lagi, Bu. - Kau akan dirasuki.

Dengar, Sardarji.

Apa-apaan...

Tolong aku!

Tolong aku! Tolong aku!

Hantu! Roh.

Tolong aku! Tolong aku!

Siapa saja? Siapa saja?

Apa kau gila? Terus-terusan bilang Chow Mein!

Kau..

Kau orang india?

Apa aku terlihat seperti orang jerman?

Bagaimana kau masuk ke mobilku? Kau pasti maling.

Aku akan buat kau ditangkap.

Siapa kau?

Apa kau sudah makan malam, Sardarji?

Bisakah kau berhenti teriak dan dengar aku?

Namaku Happy. Harpreet Kaur.

Aku mengajar Hortikultur.

Aku baru saja diangkat sebagai profesor di Universitas Dadong.

Tunjukkan paspormu!

- Aku tak punya. - Aku tahu.

Seorang profesor tanpa paspor.

Hortikultur.

Kau bukan profesor kultur apapun!

Kau imigran ilegal, kan?

- Kau masuk negara ini melalui Nepal. - Tidak.

- Kau bohong, kan? - Aku tak bohong.

Aku seorang hortikulturis.

Aku baru saja mau ke Universitas.

Aku melihatmu di bar dan Mungkin kau bisa bantu aku.

Aku diculik, dan mereka ambil tas, paspor, uangku!

Oh tolong, Aku sudah pernah dengar cerita seperti itu.

Aku bekerja di kedutaan.

Dan tanpa dokumen, tak ada perbedaan antara seorang hortikulturis...

...atau seorang teroris yang dicari.

Kau tak bisa menipuku. Aku orang hukum.

Jangan libatkan aku dalam aktivitas terorismu.

Dan pergilah.

Atau...

Atau...

Atau...

Apa itu?

Ponselku.

Dan aku punya nomor polisi di speed dial.

Aku akan telepon mereka.

Aku pergi. Aku tak butuh bantuanmu.

Aku berbuat sejauh ini sendiri, dan aku bisa jaga diriku.

Dan biarku jelaskan satu kesalahpahaman untukmu.

Kau bukan orang hukum. Kau pengecut.

Dan juga bodoh.

Kau bisa bohong tentang kehidupan sosial menyedihkanmu pada ibumu.

Nyanyi lagu india untuk orang cina itu Dan menahan siksaan mereka.

Tapi tak bisa menolong Gadis Punjabi yang dalam masalah.

Bodoh! Menakuti dengan ponsel itu!

Bodohnya aku masuk ke dalam mobilmu.

Hallo, Professor.

Happy.

Maafkan aku.

Aku tak bermaksud memanggil namamu.

Aku Khushwant Sing Gill.

Aku tahu.

Kau mengatakannya saat di bar.

Bukankah tadi kau bawa masalah pribadi?

Maafkan aku.

Jadi kau tak tahu siapa Happy yang satu lagi?

Okey, orang yang mengancammu ...

...bagaimana orangnya?

Orang China.

Bawa saja aku ke Universitas, karena aku dapat pekerjaan ini..

Kau gadis aneh!

Hidupmu terancam.

Dan kau mencemaskan pekerjaanmu bukannya berusaha selamatkan hidupmu.

Ini penting.

Mungkin.

Tapi, Universitas dan Kedutaan..

...buka pada hari senin.

Dan bagaimana dengan orang-orang yang mengejarmu.

Begini, kau bisa tidur di kamar itu.

Ada orang yang sangat berpengaruh dari luar komunitas.

Aku kenal dia.

Aku bawa kau padanya di pagi hari.

Mungkin dia bisa menolong.

Dengar.

Boleh minta lagi?

Ya, tentu!

Banyak sekali pakaian wanita?

Punya adikmu?

Tidak.

Tak seperti pakaian ibumu!

Aku pakai saat lagi sendiri.

Pakai saja dan tidurlah.

Kita harus pergi pagi sekali.

Ambil ini.

Tak seperti pakaian ibumu!

Professor.

Masih mencemaskan pekerjaanmu?

Dengar saranku.

Kau harus cemaskan rumahmu.

Ini di luar pengalaman.

Ini Shanghai dan bukan Patiala.

Kau tak rindu Patiala?

Kau pernah ke Patiala?

Hanya sekali.

Menghadiri pesta.

Boleh bertanya sesuatu?

Kau pasti tak pakai pakaian wanita saat lagi sendiri.

Lalu kenapa tak kau buang saja?

Hanya butuh 30 detik untuk mengetahui sejarah tumbuhan

...dengan hanya melihat cabangnya.

Dan cabang bahkan tak beri petunjuk.

Kau tahu seperti apa tipemu?

Tolong, Happy.

Aku tak mau tahu tipeku.

Kita hampi sampai.

Siapa yang kita temui?

Adnan Chow. Dia pria baik.

Dia meninggal?

"Kau burung bebas."

"Kau ditakdirkan melayang di langit."

"Ada langit lain yang menunggumu untuk dijelajahi."

Wow! Wow! Wow! Wow!

Dia masih hidup.

"Jangan biarkan ikatan dan keinginan duniawi mengikat atau membingungkanmu. "

Wow! Wow! Wow! Wow!

"Lewatlah sudah hari saat aku sendirian di perusahaan."

"Sekarang aku punya banyak orang kepercayaan."

Wow! Wow! Wow! Wow!

Aku mengerti seluruh situasi.

Tapi aku masih tak mengerti bagaimana wanita ini bertemu denganmu.

Kami bertemu di bar...

Pak adnan.

Dia mau pergi ke Universitas.

Aku tahu.

Kami bertemu di jalan, dan dia meminta bantuanku.

Ya.

Okey, Happy.

Bajingan-bajingan itu, yang menahanmu.

Bisa kau mengidentifikasi mereka?

Tidak...

...tapi ada pria yang dipanggil Chang bersama mereka.

Dan mereka semua terlihat sama bagiku.

Maka besok kau juga takkan mengenaliku.

Hanya bercanda.

Menyedihkan, Mau Happy atau Khushi..

Mereka tak bisa mengerti candaan.

Jadi Universitas akan mengkonfirmasi pada Kedutaan ...

...yang buka hanya hari Senin.

Sampai saat itu kau harus tetap aman.

Khushi, dimana dia akan tinggal?

Tempat tinggal bukan masalahnya, Pak.

Dia tinggal bersamaku.

Tapi jika kau dapat bicara dengan Kedutaan.

Pak, pekerjaanku jauh lebih penting daripada Kedutaan.

Aku hanya mau ke Universitas saja.

Kau tahu, Khushi.

Aku akan SMS dengan nomor berbeda, Simpanlah.

Ini adalah situasi yang sangat rumit.

Kau lihat, meskipun namaku Adnan Chow ...

...tapi, sayangnya, aku dianggap orang china...

Dan bagi orang Pakistan Aku akan selalu jadi Chow.

Kau tahu, aku tak bisa menemukan Tuhan atau tipe kekasihku...

Maka, sebaiknya tetap dirumah hingga aku temukan sesuatu.

Sampai jumpa.

Ini waktunya aku melukis.

Baik, pak.

Namanya Harpreet Kaur. Jika kau temukan, telepon aku, Okey.

Bagga, bagaimana kau makan di saat seperti ini?

Dari mulutku? Kenapa?

Bagaimana kau makan dalam bahasa Urdu?

Ampuni aku, Tuhan.

Kau juga harus makan.

Kita harus lakukan perkataannya.

Dan sulit untuk mengikuti perintah dengan perut kosong.

Aku tak mau makan.

Aku mau tahu apa ini 'Halal'.

Ini mie, bukan 'Halal'.

Kau tak pernah makan mie di Lahore?

Orang-orang ini berbahaya.

Aku pikir Happy ada dalam masalah...

Jangan sebut namanya.

Dia buat semua orang dalam masalah.

Dia tak pernah dapat masalah.

Dan, dengar, adik. Ampuni kami.

Biarkan kami pulang.

Kau dan orangmu takkan menemukannya.

Kami temukan Happy.

Apa?

Kami menemukan Happy.

Menemukan dia?

Lurus, Pantai Pudong.

Bajingan ini sangat cepat.

Makaju!

Apa kita makan mie juga hari ini?

Ayo pesan mie dari Restoran India.

Itu Happy, Di dekat mobil hitam.

Kalian berdua akan mendekati dia dulu.

Dan coba jelaskan padanya.

Tapi jika kalian mencoba jadi orang bijak ...

Apa Happy melakukan operasi plastik?

Gadis-gadis melakukan itu hari ini.

Tapi bukankah itu makeover plastik?

Dan sejak kapan Guddu mulai pakai sorban?

Persis.

Ini membingungkan.

Katakan itu bodoh.

Itu...

Itu bukan dia.

Dia tak terlihat seperti dia.

Go! Go! Go!

Si bodoh itu sedang apa?

Dia orang china, Aku rasa dia tak mengerti.

Itu bukan dia.

Bagga, ayo coba itu.

- Game film. - Apa?

- Amakshati. - A untuk Aksi, B untuk Bagga,

C untuk sesuatu.

Monopoly.

Ya itu poly.

Persis.

Kata pertama.

'Happy' dalam bahasa inggris atau Hindi'?

Tentu saja Inggris.

Bisa juga bahasa Urdu.

Diam.

Kata pertama, Inggris.

Bagaimana menunjukkan Happy?

Happy.

Dia bukan Happy.

Apa-apaan.

Dia sangat bodoh. Tak bisa mengerti kinerja yang bagus.

Dia bukan Happy.

Aku pikir mereka tak mainkan game ini di China.

Mari kita lihat ke dalam, untuk kita sendiri.

Ya?

Kau bukan Guddu.

Aku sudah bilang dia bukan Guddu.

'Guddu siapa, pak?

Dia bukan Guddu, Tapi dimana dia?

'Siapa yang dimana?

Kau pikir kau dimana?

Omong kosong apa ini?

Siapa kalian?

Aku Daman Singh Bagga.

Punjabi ke English, kecepatan tertinggi non-stop.

โ€œKenapa kau jadi Guddu, ketika kau bukan Guddu'?

Apa?

Siapa orang-orang ini?

Aku tak kenal mereka.

Orang gila.

Aku pikir mereka lari dari kebun binatang.

Itu juga bukan dia.

Siapa?

Happy.

Kenapa bukan? Aku happy.

Siapa kau?

Aku ASP Usman Afridi.

Dia Daman Singh Bagga.

Ini adalah negara China.

Dan pria ini bukan Guddu.

Aku tak pernah bilang Aku Guddu.

Sekarang keluar.

Sebentar.

Bagaimana kau tahu Guddu dan Happy?

Biar aku...

Biar aku jelaskan padamu.

Pernikahanku dulunya...

Dia memalukan.

Happy dulu menikahi kakaknya.

Kakaknya?

Persetan dengan kakaknya.

Aku bilang dia bukan Happy.

Aku Happy, Tapi bukan Happy itu.

Didpy benar.

Mengenai apa?

Kau bisa dapat replika apa saja di China.

Sialan..

Kau kenal dia?

Didpy?

Happy!

Paman ini mengenalmu?

Tunggu, Khuswant, Diam saja sebentar.

Kami bilang kami tak kenal dia.

Dan dia bukan Happy.

Siapa bilang bukan?

- Dia Happy. - Orang-orang ini tak tahu apapun.

Kalian orang india tahu segalanya, kan?

Aku tahu.

Kau bisa bicara padaku.

Kau bisa ngobrol denganku.

Angkat tangan.

Apa-apaan..

Pria itu Chang.

- Chang. - Jangan marah padanya.

Dia bersama kami.

Apa yang kau lakukan, Happy?

Tongkat stik itu sakit..

Jangan khawatir, Dia akan mengerti.

Mereka ini bersekongkol dengan dia.

Kami tak bersekongkol dengan siapapun.

Faktanya, kami bahkan tak bersama.

Aku orang india, Dan pria tua ini orang pakistan.

Happy, telepon Polisi.

Cepat.

Yeah.

Tak perlu panggil Polisi.

Khushi, berapa nomor polisi?

Ada di speed dial, cepat.

- Kita tak punya paspor ato dokumen lain. - Diam.

Bagga.

Bagga, Kakakku.

Kenapa kau telepon polisi?

Bagga.

Kenapa kau telepon polisi?

Pistolku.

Aku bukan pelayanmu!

Kenapa aku harus beri pistolmu?

Dia tewas?

Apa dia tewas?

Tidak, aku rasa dia cuma pingsan.

Periksa dia, Ayo kau periksa dia.

Periksa dia apa masih bernafas.

Aku tak mengerti.

Apa?

Ini.

Periksa denyut nadi atau lainnya.

Aku bahkan tak pernah menyentuh mayat ketika masih bertugas.

Mayat?

Kau bilang dia pingsan.

Mereka tak bisa dipercaya, kau tahu.

Mereka orang pakistan. Mereka mengatakan apa saja.

Kau orang india, kan?

Kau periksa.

Kau saja periksa dia.

- Kau periksa. - Periksa dia.

Aku yang petugas atau kau?

- Dia sudah mati. - Periksa dia.

Dia sudah mati.

Kalian bunuh orang china ini dirumahku.

Sekarang aku akan dipenjara.

Aku akan membusuk dipenjara sepanjang hidupku.

Dan tak pernah kembali ke Patiala.

Aku...

Dengar, tuan.

Crumya.

Apa kau dapat layang-layang itu?

Warnanya pink.

Hati-hati.

Sudah robek.

Sudah robek.

Sudah robek.

Kau merobek layang-layang pink-ku.

Layang-layang pink.

Aku sudah bilang hati-hati.

- Apa dia bicara dengan kode? - Kau merobek layang-layang pink-ku.

Sadarlah Khushwant.

- Kau merobek layang-layang pink-ku.. - Kau tak melakukan apapun.

Orang dua ini bunuh Pria China itu.

Dengar, Nona. Aku tak membunuhnya.

Tidak, kau benar.

Dia tewas tergelincir pada 'Halal'.

Tapi kau buat dia tersandung.

Aku mungkin buat dia tersandung tapi dia yang dorong pria itu..

- Jadi sudah jelas, dia yang bunuh pria ini. - Ini rumit, Guddu.

Ya, aku dorong pria itu.

- Tidak. - Aku yang dorong pria itu.

Ya, dia. Dia membunuhnya.

Sekarang aku akan dipenjara.

Tidak, Khushwant.

Seperti Bhagat Singh lakukan.

- Kau bukan Bagga Singh, - Kebebasan akan segera jadi milik kita.

- Kau adalah Khuswant Singh. - Bangun.

"Warnai jubahku dengan safron, O ibu pertiwi. "

"Warnai jubahku dengan safron, O ibu pertiwi. "

Oh sialan!

Bernyanyi denganku, semua.

- Aku memanggil Polisi. - "Hujani aku . .'

Apa yang sudah kau lakukan?

- Lihat.. Jangan cemas. - Kenapa?

Aku akan bilang bahwa dia yang bunuh pria itu..

Jangan lagi.

Perjuangan untuk kebebasan tak akan pernah melupakan nama para martir mereka.

Itu panggilan kita.

"Negara ini milik anak muda yang berani ..."

Polisi akan kemari sebentar lagi..

Dan aku tak membunuh.

Khushwant, aku bilang bangun.

Bangun!!

Kau membunuhnya.

Kau membunuh dia lagi.

Dia pingsan.

Dia hanya pingsan.

Cepat.

Polisi akan kemari sebentar lagi.

Bawa dia.

Ayo, Bro. Negara kita merdeka.

Ayo.

Ayo pergi.

Ayo pergi.

Bangsa kita bebas sekarang,

Tapi bagaimana dengan Kashmir ini?

Mereka orang-orang yang menculikku dari bandara.

Aku bingung bagaimana mereka menemukan rumahmu.

Kalian sudah menghancurkan hidupku.

Aku seorang karyawan. Aku punya pekerjaan.

Tapi sekarang aku merasa seperti penjahat.

Aku tak mengerti satu hal.

Apa?

Jika pria itu mencari Happy itu...

Lalu kenapa mereka lebih lantang pada Happy ini?

Karena menurut mereka, Happy ini adalah Happy itu.

Jika dia Happy, lalu siapa Happy itu?

- Tak masalah siapa dia. - Kenapa?

Dimana dia?

Okey, jadi dimana dia?

Mereka bukan jenis orang yang kau sukai.

Tepat sekali.

Orang konyol.

Yang mereka lakukan hanya bicara tentang tanaman.

Bonsai.

Siapa yang peduli?

Kita punya bulan madu lain. Pergilah melihat-lihat.

Pergi berbelanja.

Dan kembali ke Amritsar.

Ini bukan Happy yang kau cari,

Happy yang seharusnya kau kejar, adalah ini.

Tapi kita kemana, Khushi'?

Tempat dimana kau masuk ke kehidupanku.

Hidupmu telah jadi sangat menarik , Khushi.

Aku tak bisa mengerti apapun, Fa.

Pria itu mendarat dirumahku.

Aku tak bisa lari atau sembunyi.

Siapa dia?

Kita juga tak bisa harapkan bantuan dari Lahore.

Aku sudah bicara dengan Pak Junior.

Dia bilang dia akan bicara pada kedutaan disini...

...dan coba mencari Happy yang satunya lagi..

...tapi saat ini, dia sendiri di Kabul.

Bahkan orang Afghanistan pun bebas dari Kabul.

Itu yang dilakukannya disana?

Jaga ucapanmu, Bagga.

Itu bukan cara bicara.

Bagaimana dengan dua orang ini?

Jika kau menyerahkan gadis itu ke imigrasi ...

...Maka mereka akan pulangkan dia dengan selamat.

Apa dia juga bicara tentang kita?

Permisi, tapi siapa kau?

Fa.

Fa?

Itu nama yang membosankan bagi seorang pria.

Semua nama orang di China seperti itu.

Mungkin, aku yakin namamu terinspirasi dari tempat lain.

Aku tidak dari tempat lain.

Aku orang china.

Dan nama keluargamu?

Q!

Huh.

Fa! Q!

Tolong.. bisa ke inti nya saja?

Pak Adnan.

Ya, pak.

Khushi, Aku percaya. Aku punya berita untukmu.

Tapi aku tak tahu mengatakannya.

Tak masalah, pak.

Tak mungkin lebih buruk daripada situasiku.

Okey, maka dengarkan aku.

Tempat aku mengadakan Kelas Memasak Pakistani ...

...aku punya siswa yang bekerja untuk Polisi Bandara.

Ketika belajar resep membuat 'Biryani', Dia bilang...

Itu temanmu, Aku tak bisa sebut namanya sekarang.

Seseorang mengeluarkan laporan terhadapnya di Konsulat.

Dia terlibat dalam perdagangan narkoba.

Itu pasti bajingan itu, pak.

Bos mereka mendarat dirumahku.

Rumahmu?

Hati-hati, Itu Biryani, bukan ketan.

Jangan tinggal dirumahmu.

Tidak, pak.

Aku ditempat temanku.

Kau dan gadis itu datang ke tempatku besok.

Mari kita kirim dia ke India dulu.

Dan masalah lainnya bisa diselesaikan nanti.

- Okey, pak. - Jaga diri, nak.

Terima kasih.

Bajingan itu memastikan kita tak pergi ke Polisi atau Kedutaan.

What them.

Tapi jangan khawatir, Happy.

Pak Adnan akan atur kepulanganmu besok.

Hey Bro!

Lihat dia.

Dia sangat cantik.

Lihat matanya, Indah.

Hey cantik, lagi apa?

Hey cantik!

Siapa dia?

Ayo pergi dari sini.

Ayo, mari pergi.

Apa yang terjadi disini?

Apa maumu?

Dengar Khushi, aku tak bisa pulang.

Sangat penting bagiku untuk ambil pekerjaan ini.

Apa kami terlihat bodoh bagimu?

All 0111 lives are at stake because of you.

Dan kau bohong pada kami.

Apa kami terlihat gila bagimu?

Maka jangan gila.

Biarkan aku dijalanku, dan kalian semua bisa pulang.

Ini masalahku dan aku akan atasi.

Apa masalahnya?

Bagaimana bisa alasan itu membuatmu tak mau pulang?

Katakan saja masalahmu.

"Apa lagi yang bisa jadi masalah, Khushwant?"

Kenapa kau tak bisa bersihkan lemari dirumahmu?

Kenapa kau tidak move on?

Ketika ada hal yang tak lengkap. Kapan itu selesai?

Katakan padaku.

Aku bilang pada ayahku, Aku dapat pekerjaan di Mumbai.

Aku tak pernah berbohong pada ayahku.

Aku juga tak ada alasan.

Harpreet adalah alasan ayah tersenyum.

Sebab itu dia panggil aku Happy.

Panggil Happy, aku tak peduli.

Ada apa? Siapa yang buat dia begitu?

Dia lakukan sendiri.

Dan bilang takkan turun.

Tapi kenapa?

Kau sedang apa?

Turun.

Paman, turun.

Paman..

Diam semua.

Apa yang kau lakukan, ayah?

Turun.

Aku tak ada masalah dengan Arman, Dia temanku.

Kami saling kenal sejak masih pakai popok.

Lalu kenapa kau setuju menikahinya?

Oh, Tuhan. Jangan lagi.

Aku harus bakar minyak tengah malam untuk jadi profesor.

Dan kau mau tinggalkan semua dan pergi ke China?

Bagaimana denganmu? Siapa yang menjagamu?

Menjagaku?

Dengar.

Dengar, semua.

Dia memulai rumor ..

Dia tak mau menikah karena mencemaskanku.

Pakaian tradisionalku berada di pembersih Mohan Dry ...

...yang tepat di sebelah kampusnya selama berbulan-bulan.

Tapi dia tak bisa mengambilkannya.

Aku akan ambil besok. Janji.

Tapi pernikahan tak bisa jadi hukuman karena tak ambil pakaianmu.

Turun sekarang.

Tak mudah mengobati patah tulang pada usia ini.

Jika kau keras kepala, maka aku ayahmu...

Akan tetap disini.

Aku bahkan takkan tinggalkan lingkunganku untuk siapapun.

Jika dia mau menikahiku, maka biarkan dia turun kesini.

Bagaimana jika Arman putuskan tinggal disini?

Dia sudah membusuk di sana selama 6 tahun.

Menurutmu dia sungguh akan datang sekarang?

Bagaimana jika ya?

Maka aku akan menikah.

Kalian semua dengar?

Dia berikan aku ucapannya.

Dia sudah beriku lidah.

Tunggu, sayang, sebentar.

Happy.

Masa bodoh dimana aku?

Beritahu saja Happy mengenai putramu.

Ya. Bicarakan nanti.

Tangkap ini.

Tangkapan bagus.

Hallo, paman.

Ya..

Okey.

Ya. Ya, paman. Terima kasih.

Aku akan telepon lagi.

Sekarang apa? Bicaralah..

- Bicaralah. - Katakan sesuatu, Happy.

Kau terburu-buru. Kenapa kau tak menikah dengannya?

Persetan dengan pernikahan.

Dia menari-narik kabel tv.

Dan mereka tunjukan sebuah film Varun Dhawan.

Ya Tuhan.

Dia bilang ya.

Kau mau kemana, sayang?

"Kami akan merindukanmu saat kau pergi."

Kau mau kemana, sayang?

"Kami akan merindukanmu saat kau pergi."

"Berita baru gadis itu bertunangan."

" Para kekasihnya merasa dikhianati. "

"Ada penjualan untuk patah hati di bar-bar."

"Dan ada keheningan di semua rumah."

"Aku akan terbang jauh."

"Menjadi NRI."

"Semua orang hanya akan mengingat satu hal di belakangku."

"Anting-antingmu membuat jantung kami berdetak cepat."

"Tak bisa menangani barang curian dari Amritsar itu."

"Anting-antingmu membuat jantung kami berdetak cepat."

"Tak bisa menangani barang curian dari Amritsar itu."

Happy.

Aku akan bergabung denganmu saja.

Ada apa?

Kau menari sangat bagus. Sangat bagus.

Apa itu sebuah pujian?

Aku akan berangkat besok pagi setelah pertunangan.

Jadi aku pikir..

Ya, tapi kau kembali dalam 2 minggu.

Bodoh.

"Mereka yang menyusuri jalanmu, memamerkan gaya mereka. "

"Sekarang di pihakmu, mereka telah menjadi temanmu. "

"Semua janji suci itu, dibuat di kampus, akan tinggal di sini. "

"Kau akan membuat kesepian ini kembali sepi."

"Dia jatuh cinta ... dan dia akan dapatkan yang layak didapatnya. "

"Semua orang hanya akan mengingat satu hal di belakangku."

"Anting-antingmu membuat jantung kami berdetak cepat."

"Tak bisa menangani barang curian dari Amritsar itu."

"Anting-antingmu membuat jantung kami berdetak cepat."

"Tak bisa menangani barang curian dari Amritsar itu."

"Barang Amritsar itu."

"Barang Amritsar itu."

"Barang Amritsar itu."

"Tangannya telah dihiasi dengan gelang."

"Ayahnya menari dengan sukacita, dan dia merasa bangga."

"Segera jalur ini, lingkungan ini akan sepi lagi. "

"Tapi kenangan itu akan tetap ada."

"Aku akan meninggalkan semua ini."

"Dan tak pernah kembali lagi."

"Semua orang hanya akan mengingat satu hal di belakangku."

"Anting-antingmu membuat jantung kami berdetak cepat."

"Tak bisa menangani barang curian dari Amritsar itu."

"Anting-antingmu membuat jantung kami berdetak cepat."

"Tak bisa menangani barang curian dari Amritsar itu."

"Barang Amritsar itu."

"Barang Amritsar itu."

"Barang Amritsar itu."

"Barang Amritsar itu."

Happy.

Paman.

Keluar dari sini.

Keluar dari rumahku.

Bawa keluar.

- Suruh pria ini keluar. - Ya, paman.

Dan bawa kursi kosong ini keluar.

Dan kenapa lampu itu masih nyala?

Matikan.

- Ayah. - Sebentar.

- Biar aku saja yang suruh mereka pergi. - Biarkan, ayah.

- Aku bilang pergi. - Seseorang akan lakukan itu.

Mari pergi, ayah.

Happy!

Anakku!

Maafkan aku.

Hari itu dia tak mengangkat tangannya padaku.

Aku di sini untuk beri dia yang benar-benar layak didapatnya.

Teman masa kecilku.

[Amzm Sing]: Wadhwa.

Ayahku tak tersenyum lagi.

Aku disini untuk menemukan senyumnya lagi.

Selama 2 tahun, Aku terus mencari Arman.

Tapi tetap tak ada kabar.

Kemudian aku temukan bahwa dia bekerja di pabrik di Hunan.

Dan akau bekerja siang dan malam.

Aku menyelesaikan kursus setahun dalam 6 bulan.

Hanya karena..

...tak ada seorang pun di lingkungan itu yang bisa menaikkan suaranya di depan Tuan Sodhi.

Aku hanya mau Arman Wadhwa mengatakan "Maafkan aku, Pak Sodhi."

"Aku berbuat salah".

Siapa yang tahu aku akan mendapat masalah ini?

Mereka pikir aku ini Happy kalian.

Selama kalian berdua tak bersama mereka, Happy kalian aman.

Kalian berdua harus keluar selagi masih bisa.

Ke rumah kalian, ke Kedutaan Besar kalian.

Tapi aku takkan pergi dari tempat ini sebelum aku kembalikan kehomatan ayahku.

Happy.

Aku tahu kau bisa atasi masalahmu.

Bagaimana jika aku mau membantu sebagai teman?

Teman-teman!

You clap when I hit, okay'?

Okey.

- Okey. - Okey.

Kancha China. (Sino)

- Aku lihat itu di Lahore, Agneepath... - Tetap diam! Itu Tn. Adnan.

Dia buat orang China bertepuk tangan untuk hal yang tak mereka ketahui?

Apa yang telah kau hadapi, Khushi anakku?

Dimana Happy?

Dan siapa mereka ini?

Aku ASP Usman Afridi.

- Hallo. - Hallo.

Dimana appy?

Ceritanya panjang, pak.

Aku hanya mau mengatakan bahwa dalam beberapa hari ...

...Aku akan bawa mereka, Daman Singh Bagga, dan Happy ke kedutaan.

Jangan pernah berpikir tentang itu.

Ada laporan yang menentang mereka.

Kecuali para bajingan itu tak menemukan Happy mereka ...

...itu akan berbahaya untuk pergi kemanapun.

Berdoalah mereka menemukannya.

Kami tak bisa mendoakan itu, pak adnan.

Dia juga teman kami.

- Dia juga? - Ya.

Kutukan.

Tepat sekali.

Tapi, kami akan menuju Hunan sekarang.

Kenapa Hunan?

Itu juga panjang ceritanya.

"Ini adalah cerita panjang."

"Ini adalah cerita panjang."

"Happy itu adalah teman, Happy ini adalah teman."

Semuanya baik saja, Khushi?

Kau buat banyak teman dalam 4 hari yang tak kau lakukan dalam 4 tahun.

Aku juga terkejut, pak.

But right now we must get to Humm.

Tolong bantu kami.

Ada pria bernama Arman Wadhwa di luar sana.

Berumur 30 tahun.

Dia bekerja di pabrik mainan di Hunan.

Jika kau bisa temukan dia sebelum kami sampai.

Aku akan berusaha.

Aku harap kau tahu yang kau hadapi, anakku.

Aku tak tahu yang aku lakukan, pak.

Tapi, akhirnya aku lakukan sesuatu.

Happy.

Ya?

Maaf, kita tak berkenalan dengan benar.

Aku, Aku Daman Singh Bagga dari Amritsar.

Korporator, dari sisi Ajnara.

Kau kenal aku?

Kau datang ke kampus kami sekali.

Aku tahu..

Kau juga berpidato dengan bahasa inggris.

Seluruh ruangan dibersihkan sebelum kau selesaikan pidatomu.

Kecuali sepupuku.

Dia adalah penggemar beratmu.

Aku pasti tertekan hari itu, Paling tidak, kau kenal aku, aku sangat...

Daman, kau bicara bahasa Hindi atau Punjabi.

Orang pakistan cocok untukmu.

Terima kasih.

Berhenti menatap. Itu dianggap pelecehan di China.

Ya.

Di negara kami, itu disebut Cinta.

Hanya orang Cina yang mengerti jalan mereka.

Fa.

Kemari.

Apa?

Mereka orang-orang yang menculikku.

- Siapa mereka? - Di meja itu.

Kau yakin itu mereka?

Aku yang diculik, Tentu saja, aku tahu.

Apa yang terjadi?

Daman, mereka yang menculikku.

Pegang ini, aku hajar mereka.

- Bajingan.. - Tidak, jangan ada kekerasan di negaraku.

Aku akan ambil mobilku dari tempat parkir, temui aku di gerbang utama.

Okey.

Itu juga..

Mari pergi.

Tasmu. Tasmu.

- Tasmu. - Tasku.

Aku meninggalkan tasnya.

- Aku akan mengambilnya. - Lupakan saja, lari.

- Ayo, mari pergi! - Ayo.

Tasmu. Tasmu.

Sialan!

Tasmu.

- Dengarkan aku. - Kenapa kau turun?

Ada apa?

- Ada apa disini? - Masuk.

Ada apa, Fa?

Entahlah.

Mereka mengejar kami seperti Akbar mengejar Anatkali.

Akan butuh 2 hari sampai disana.

Terus kabari jika ada berita apapun.

Jangan khawatir.

Dan bawa si bodoh itu bersamamu!

"Kenapa kau tak cari cara menemukan Happy yang asli?"

Begitu kita temukan Happy itu, Itu akan mengakhiri masalah kita.

Aku akan coba yang terbaik, pergi saja.

Lihat petanya, Guddu!

Petanya juga dalam bahasa Cina.

Siapa dia?

- Pria itu. - Ya, tanya dia.

Pak.

Ya.

Dimana Kuil Shaolin?

Aku orang china, tak mengerti bahasa india.

Bahasa apa yang kau pakai? Persia?

Pergi sana.

- Dasar orang india. - Pria gila.

Pergi.

Kau lihat langsung dari Delhi.

Pergi.

Dia gila.

Bahkan istriku lebih Cina darimu.

Pergi.

"Itu benar."

"Jalan hidup penuh dengan beban."

"Tapi itu benar."

"Tapi itu benar."

"Hidup sebuah pacuan, Kita berpacu untuk hidup. "

"Tapi itu benar."

"Tapi itu benar."

"Mimpi tersebar dalam jutaan keping."

"Orang asing lebih dekat daripada relatif."

"Keberuntunganku cukup bagus, tapi masalahku lebih beruntung. "

"Tapi itu benar."

"Tapi itu benar."

"Tapi itu benar."

Bagga.

Afridi.

Happy.

Happy.

Guddu.

Sama-sama Happy?

Bukan, ini Happy.

Tidak, ini Happy.

Tidak, ini Happy.

Tidak, ini Happy.

Diam!

Pergi cari dia.

Cari dia!

"Sekarang, biar kuberitahu kisah tentang seekor burung ..."

"Seekor burung."

"Saat dia naik ke langit, dunia dalam masalah. "

"Dalam masalah..."

"Semuanya kacau."

"Semuanya kacau."

"Semuanya kacau."

"Semuanya kacau."

"Sekarang, biar kuberitahu kisah tentang seekor burung ..."

"Seekor burung."

"Saat dia naik ke langit, dunia dalam masalah. "

"Semuanya kacau."

"Meskipun jalannya tidak biasa."

"Dan dia masih memiliki jalan panjang."

"Ceritanya terdengar sangat simpel ..."

"... tapi sebenarnya sangat rumit."

"Tapi itu benar."

"Tapi itu benar."

"Tapi itu benar."

"Tapi itu benar."

Gullen.

Ada apa, sayang?

Tidak ada, paman.

"Tapi itu benar."

"Jalan hidup penuh dengan beban."

"Tapi itu benar."

Elli.

Nama dia dulunya Elli.

Gadis lemari?

4 tahun lalu, aku dapat pekerjaan sebagai penerjemah di Kedutaan.

Tetapi segera aku tahu bahwa hidupku hancur.

Lalu aku bertemu dia.

Aku tak tahu bagaimana bisa aku dapat begitu banyak kebahagiaan sekaligus.

Bahkan mie yang dia buat terasa seperti patathas buatan sendiri.

Lalu kenapa dia meninggalkanmu?

Apa dia menemukan orang lain?

Tidak.

Dia hanya menginginkan lisensi perdagangan dari kedutaan China untuk sebuah panti pijat.

Begitu dia dapat, Dia pergi ke... Noida.

Dia seorang tukang pijat?

Kenapa? Bukankah dia punya hati?

Dia membodohimu.

โ€œKenapa kau masih menyimpan pakaiannya?

Bagaimana jika dia kembali ambil pakaiannya?

Nepenthes Attenholoughii!

Huh!

Dongeng spesies di antara tumbuhan.

Tipemu.

Kau pria Nepenthes Attenboroughji.

Happy.

Makanan sudah disajikan. Ayolah.

- Ayo. - Ya.

Lalu apa yang kau lihat? Kau juga makan.

"Aku tahu kau punya pertanyaan di pikiranmu."

"Kau memikirkannya..."

"Tapi jika kau bisa mengeluarkan pertanyaan itu, maka kau luar biasa. "

"Luar biasa."

"Begitulah cara-cara baik ..."

"Otot lebih besar dari otak."

"Lenturkan ototmu atau putar otakmu. "

"Ini hanya pacuan yang lain."

"Tapi itu benar."

"Tapi itu benar."

"Tapi itu benar."

"Tapi itu benar."

"Tapi itu benar."

"Jalan hidup penuh dengan beban."

"Tapi itu benar."

"Tapi itu benar."

"Dunia yang terburu-buru, atau kita."

"Tapi itu benar."

"Tapi itu benar."

Diberkatilah kau, nak.

Ayo, Ginny, ambilkan aku sedikit!

- Ayo, sayang. - Ya, ayah.

Paman.

- Paman, ada yang mau aku bilang. - Ayolah..

Ponsel Happy tidak bisa dihubungi.

Tidak apa-apa. Itu pasti dimatikan.

Coba lagi setelah beberapa saat.

Tapi ponselnya sudah tak dapat dihubungi selama 6 hari.

6 hari?

Dan kau baru bilang sekarang.

- Karanl! - Ya, Ayah?

Bawa dompet dan tongkatku.

Kapan kau akan bertanggung jawab, Ginny?

Aku naik kereta berikutnya ke Delhi.

Dan aku akan naik Rajdhani Express dari sana.

Paman.

Dimana rumah Sujit di Mumbai?

Siam, kan?

Paman, Happy di Shanghai.

Berapa jauh Shanghai dari Sion?

Happy di China.

Dimana?

China, Paman.

China.

Ya, pak.

Ya.

Okey, pak.

Terima kasih.

Happy, tadi pak chow menelpon.

Arman tidak bekerja di pabrik mainan..

...dia bekerja di pabrik mainan dewasa di Hunan.

Mainan dewasa?

Ya.

Apa itu?

Aku rasa ahli bahasa Urdu pun tak tahu sebutan mainan dewasa.

Setelah merusak reputasi ayah dia membuat mainan dewasa di sini.

Bajingan bodoh.

Tapi Happy, apa itu mainan dewasa?

Happy.

Happy, jangan khawatir.

Saat aku menghajarnya, Aku akan buat dia lurus selamanya.

Kakak.

Boleh mengatakan sesuatu?

Katakanlah.

Karena pengalamanku dalam situasi seperti ini ...

Biasanya setelah pria minta maaf pada wanita, Dia selalu punya kesempatan pertama.

Dan aku dapat kesempatan kedua.

Kau bermain untuk Perunggu, Jadi jangan berusaha terlalu keras.

Kau tak perlu khawatir.

Semua adil dan indah dalam cinta dan perang.

Paham?

Kak... Aku Gill.

Dan tak ada Gill yang tak mengerti.

Kau Gill?

Ya.

Kau benar-benar Gill?

Ya.

Jika kau Gill,

Maka aku Shergill.

Kak... Perunggu.

Tempat apa ini?

Ini alamatnya.

Dan apa yang dikenakan para gadis ini?

Ayo turun.

Ini dia.

Tunggu disini. Aku dan Happy akan masuk ke dalam.

Kenapa?

- Cepat ya. - Okey.

Hey...

Lihat.

Sekarang, sudah tahu apa itu mainan dewasa?

Lihat.

Suasana disini tampak berbahaya.

Tempat ini..

- Hey, Kuchi Kuchi! Mau dipijat? - Dengar, Nona. Aku akan memenjarakanmu.

Aku ASP Usman Afridi.

Dia polisi, dia senang memborgol.

Memborgol.

Memborgol apa?

Apa itu?

Memborgol.

- Menjauhlah. - Oh Kinky Kinky! Aku bawa borgol!

Borgol apa?

Hey ayo, masuk.

- Kau sedang tidak mood? - Mood apa?

Itu membuat mood.

Membuat orang China kuat.

Kuat!

Hey Kayloole!

Kaylole.

Dengar.

Dimana kau?

Aku heran dia membuatku bau.

Dengar.

Lihat ini!

Orang yang dibelakang lentera merah itu.

Siapa?

Bukankah dia seperti Chang?

Sejak kita ada disini, semua orang terlihat seperti Chang.

Aku bahkan lupa seperti apa dia.

Jika dia Chang, lalu kenapa ada Chang lain juga?

Ya, kau benar.

Itu bukan Chang, itu orang lain.

Tapi orang itu ke arah kita.

Tak semua orang yang datang ke arah kita adalah Chang.

Ya, kau benar.

Kemana mereka?

Tempat ini neraka.

Apa?

Ini tempat berbahaya.

Sardar ini pasti bersaing untuk perak.

Bagga. Dia Chang.

Siapa Chang?

Dia.

Lihat, Chang.

Itu bukan salah kami.

Oh Shโ€œ.

Jika mie itu 'Halal'...

Lari!

Kalian bertiga kesana!

Lari.

Hey. Kayloole!

Kau seharusnya lebih mengerti.

Lari cepat.

Lari.

Lari Happy, dia tampak marah.

Apa-apaan.

Tolong lepaskan dia, ini bukan waktunya.

- Lepaskan aku. - Lepaskan dia.

Aku mencintaimu, Nona.

Lari.

Permisi, Nyonya. Permisi.

Lari.

Sayang.

Sayang.

Datanglah dalam pelukanku, sayang. Datanglah dalam pelukanku, sayang.

Sayang..

Kaylole!

Apa yang kau lakukan?

Kenapa kau mengisi ulang bateraimu?

Aku harap mereka di Pakistan.

Biarkan dia pergi.

Jangan nodai usiamu dengan nafsu.

Ayo pergi.

Sayang.

Sayang.

Disana!

Masuk ke dalam.

Disana!

Lari Happy.

Maaf!

Dimana kau, Sardar?

Cepat masuk mobil, Bagga.

Siapa wanita cantik ini?

Ayo pergi.

Disana! Disana! Disana!

Ayo, kau!

Kayloole, Ayo.

Berhenti.

Berhenti main-main.

Ayo.

Rambutku!

Berhenti! Berhenti! Cepat masuk.

Makaju.

Jalan lurus dan ambil kanan.

Baik, tapi bagaimana dengan Arman. Orang yang kita cari.

Kita punya alamatnya. 40 kilometer dari sini.

40 kilometer?

Tapi pertama-tama, kita harus bawa orang sesat ini ke rumah sakit.

Kenapa rumah sakit?

Gadis itu membuatnya mencium sesuatu.

Sesuatu apa?

Kau telepon Chow.

Nomornya ada di daftar panggilan terakhir.

Ambil kiri dari sini, bro.

Aku akan ambil kiri, tapi mari kita bawa dia ke rumah sakit dulu.

Kita harus keluar dari sini dulu.

Telepon dia Happy!

"Aku bisa pergi ke perbatasan apapun."

"Orang bisa mendapat masalah."

Ada apa?

Kenapa kau punya kartu Chang di dompetmu?

Maaf, pak.

Happy melarikan diri.

Lari, Happy.

Tapi kami akan menangkapmu.

- Intermission - - Cucu Thanos -

Negara macam apa ini?

Maksudku, orang mencoba mencoreng reputasi orang yang jujur.

Pikirkan tentang Adnan terlebih dahulu.

Kita masih bermil-mil jauhnya..

...dan kita sudah beritahu dia semua keberadaan kita.

Sulit dipercaya.

- Pria seperti dia.. - โ€œKenapa kau tak percaya?

Aku sudah bilang Kancha Cheena (Sino) tak bisa dipercaya.

Dia menculikku secara tak sengaja.

Tapi keesokan harinya kita membuatnya sangat jelas bahwa aku bukan Happy itu.

Lalu kenapa?

Karena kau mengenali logo mereka. Dan anak buahnya.

Kau bahkan tahu namanya.

Mungkin dia ingin tetap tersembunyi.

Dia punya gambar yang cukup bersih di sini.

Tahan.

Jadi dia berbohong sepanjang waktu hanya untuk menculikku.

Itu berarti...

Artinya, dialah yang berbohong kepada Polisi dan Kedutaan.

Tapi bagaimana dengan keponakan Bruce Lee yang masih mengejar kita?

Satu dua tiga empat.

Satu dua tiga empat.

Satu dua tiga empat.

Satu dua tiga empat.

1600 milyar.

Itulah uang yang diinvestasikan Cina pada Pakistan.

Dan kita dapat untung kecil 4,7 miliar.

Tapi tidak...

Aku habiskan hidup berusaha membawa 'Biryani' pada tingkat yang sama dengan 'Nasi Ketan'.

Tapi sebelum aku bisa menyempurnakan bahannya ...

...kedua negara itu menggulingkan kualiku.

Javed Ahmed.

Akhirnya aku menemukan satu kesalahan kecil yang dibuat oleh putranya ...

dan membuat rencana sederhana untuk menjebaknya.

Apa pendapatmu, Chang?

Kenapa rencana sederhana ini menjadi rumit?

- Pak, aku... - Menari. Menari.

Pak, Dua Happy...

Ya, Happy.

Seperti biasa, India ikut campur antara China dan Pakistan lagi.

India memanggil, Chang.

Pak, Khushi berbicara.

Khushi, semuanya baik-baik saja?

Kau tidak menelepon. Aku khawatir.

Sayangnya, para bajingan itu mengikuti kami sampai ke Hunan.

Apa yang kau katakan?

Mereka mengikutimu ke Hunan, oh sayang!

Dan bagaimana dengan Arman?

Arman?

Arman sudah mati.

Apa?

Bodoh.

Tidak, pak, dia sudah pergi ke suatu tempat yang jauh dari sini.

Dia di Guangzhou.

Apa yang dia lakukan di Guangzhou?

Dia memakai gelang ...

Apa?

Tidak, Borgol.

Dia diborgol dan dimasukkan ke penjara..

Penjara?

Ya.

Arman ada di penjara Guangzhou.

Arman ada di penjara Guangzhou.

Oh tidak!

Ya.

Beritahu aku jika kau butuh bantuan apapun.

Oke Khushi, telepon aku.

Ya, pak.

Sekarang pergi ke Guangzhou.

Sekarang kita akan dapatkan Arman dan langsung menuju ke Kedutaan.

Kau bersenang-senang?

Ya!

Begitu juga sekarang.

Guangzhou.

Terima kasih, Daman.

Tak mungkin ada rencana yang lebih baik dari itu.

Kakak..

Perunggu!

Ini sepertinya alamatnya.

Yang itu di mana tertulis dalam bahasa Mandarin.

Boleh aku ikut?

Khushi, aku mohon.

Aku sudah menunggu momen ini selama 3 tahun.

Aku tak butuh obrolan untuk menghadapi idiot ini.

- Tapi Happy... - Tolong Bagga, tetap disini.

Aku akan pergi menangkapnya.

Bukankah dia terlalu lama?

Tetap di sini, Bagga.

Dia bukan anak kecil.

Dan pria yang ditemuinya adalah tunangannya.

Tunangan apa?

Gadis itu patah hati.

Dan dia mendapatkan pijatan Cina.

Apa-apaan.

Dia melarikan diri, melarikan diri.

Arman.

Tangkap dia!

Kau menghancurkan pernikahan!

Aku akan patahkan tulangmu!

Sebentar.

- Apakah Arman Wadhwa orang Cina? - Tidak masalah.

Hajar dia.

Tapi Happy bilang dia dari Amritsar.

Apa yang kau lakukan?

Apakah Arman Wadhwa orang Cina?

Dia bukan Arman.

Siapa dia?

Dia mencuri di rumah wanita tua itu.

Kalian idiot! Kalian pikir siapa kau!

- Maaf. Maaf. - Aku akan mencarimu!

Maaf, kawan.

Sialan..

Jadi dimana Arman?

Dia bilang dia ada di Changde Chang Ywu ..

Changde Chang Ywu!

Changde Chang Ywu..

Apa?

Ya, dimana itu?

Itu di Guangzhou.

Dan apa itu?

Sebuah penjara di sana.

Oh sialan!

Jadi...

Jadi...

Kau mau sarapan dulu atau rencananya?

Pertama rencananya.

Kita tak bisa bekerja setelah makan.

Itu kebiasaan lama.

Mari kita dengarkan rencananya.

Rencana apa?

Rencana untuk masuk penjara.

Apa kalian gila?

Apa kalian ingin berakhir dibunuh oleh Chow?

Kita melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lain, masuk penjara tanpa paspor.

Dan tak ada yang akan menangkap kita.

Kalian pikir kalian siapa?

Hantu?

Kami orang Punjabi.

Dua dari Amritsar, satu dari Patiala dan juga dari Lahore.

Jadi begitulah..

Aku berada di kuda pernikahanku..

Pernikahan kudanya dibatalkan untuk kedua kalinya.

Ketika Happy melarikan diri demi Guddu itu, dia berakhir di Pakistan.

Dan saat itu bukan dia, bukan Guddu, bukan ayahnya, bukan pembunuh, bukan saudaranya ...

...berpikir sebelum mengambil keputusan.

Kami orang gila, Happy.

Berusaha menjadi bijak bukanlah dari secangkir teh.

Dengarkan hatimu.

Dan hati mengatakan dia harus minta maaf pada ayahmu.

Itu dia!

Jadi ini Changde Chang Ywu.

Penjara paling berbahaya di sini.

Ayo masuk ke kamar.

Orang-orang ini sedang menonton.

Dia berbicara dalam bahasa Hindi.

Dia lambat. Karena dia orang Pakistan.

Dan kau bukanlah Shoaib Akthal.

Usman, tolong.

Jadi malam ini jam 10.30, kita akan pergi ke Changde Cheng Ywu.

Tapi pertama-tama, kita akan mengunjungi lingkungan Muslim di sini.

Lingkungan Muslim?

Kenapa demikian?

Kau akan tahu.

Turun sayang.

Semoga Tuhan menjagamu tetap aman.

Happy, biarkan aku keluar.

Maaf!

Semua yang terbaik, kawan.

- Happy, Jaga dirimu baik-baik. - Allah-u-Akbar.

Lewat sini. Lewat sini, Happy.

Lewat sini.

Siap, Kayloola?

Masuk ke karaktermu.

Rehmanullah Khan.

Buka kacanya, siapa yang ingin kau temui?

Ya.

- Salam. - Salam.

Aku. Damanullah.

Rehmanullah!

Rehmanullah, Rehmanullah Khan.

- Aku, putra Duta Besar, Pakistan. - Pakistan.

Datang dari Shanghai.

Buka pintu.

Inshallah, Mashallah, Kayloola.

Dia istriku.

Istri!

- Istriku. - Ya.

Sipirmu, Tn. Chin Lee.

Chin Lee!

Dia selingkuh dengan istriku.

Dia selingkuh dengan istriku.

- Buka pintunya. - Allah!

Dia selingkuh dengan istriku.

Gunakan bahasa yang benar, Bagga!

Buka wajahmu.

Kau bajingan! Jangan sentuh dia.

- Kau tak kenal secara radikal, Secara Islam, pardanashili. - Ya.

Panggil Chin Lee. Buka pintunya.

Ayo, Khushi, ayo naik.

Kau sudah gila, Happy?

Kita akan gunakan ini untuk memanjat.

Dan belum.

Ketika Usman bernyanyi seperti burung kolibri.

Mereka akan mengacaukannya sebelum mereka bisa bernyanyi.

Kau tahu?

Aku pernah dengar orang Cina menyiksa narapidana mereka.

Tidak.

Tidak, itu hanya rumor.

Bagga akan menangani semuanya.

Dengar, obrolan apa tentang 'perunggu' di mobil?

Bukan Perunggu, aku bilang udang.

Dia ingin makan udang.

Sekarang diamlah dan biarkan aku naik!

Aku berharap kita punya penjara seperti ini di Pakistan.

Lampu-lampu ini! Tiang-tiang! Bendera!

Dia seorang wanita.

- Kayloole? - Ya.

Chin Lee seorang wanita.

Sardar membuat kita dalam masalah.

Kita tidak bermain. Ini bukan rencananya.

Apa para penjaga mengawasi jalan ini?

Haruskah kita beri sinyal?

Tidak, belum.

Semua penjaga tidak memperhatikan jalan ini.

Jadi, Tn. Khan, Aku Chin Lee.

Dan aku berselingkuh dengan istrimu?

Ya.

- Kau selingkuh dengan istriku. - Ya.

Kau jadi lib-nya.. Jibran. Labradog.

Kau punya selingkuhan Labradog dengannya.

Liberian.

Liberian.

Maksudmu lesbian.

Ya, itu.

Kau datang dari pintu belakang rumahku.

Kau membuat suara burung.

Burung apa itu?

Kolibri.

Kau tahu kolibri?

Istriku?

Lakukan kolibri!

Apa itu ?

Apa itu Usman?

Dia seharusnya meniru burung kolibri.

Dia terdengar lebih seperti banteng.

Terserah, Khushi. Lempar talinya.

Aku pernah dengar mereka mencabut paku.

Ini sepenuhnya salahnya.

Dia bahkan tak bisa melempar tali dengan benar.

Malah melempar petugas sebelum memanjat.

Jangan sok bijaksana.

Kalian hancurkan rencananya.

Itu kesalahan penjaga yang tak bisa berhenti tertawa dan pindah dari tempatnya.

Kami memutuskan burung kolibri.

Tapi paman ini terdengar seperti keledai saat bulan madu.

Itu tadi burung kolibri liar.

Kau bahkan buatku emosional dan buatku dalam kekacauan ini, Sardar.

Kita seharusnya meminta izin saja.

Aku membuat kita dalam masalah?

Tentu.

Jadi,

Siapa kalian ini?

Hallo.

Namaku Khuswant Singh Gill.

Bu, bisa kau tolong kami?

Kami mencari pria, yang berada di sini, namanya Arman Wadhwa.

Aku mohon.

Ya, sempurna. Benar.

Arman Wadhwa?

Ya, Bu.

Tunanganku.

Aku harus bertemu dengannya, tolong.

Bawa badut ini padanya.

Hey...

Hati-hati.

"Mereka memanggilku Chin Chin Chin."

"Mereka memanggilku Chin Chin Chin."

"Di malam yang diterangi cahaya bulan ini, hanya kau dan aku."

"Halo pak, bagaimana kabarmu?"

Kau ingin permintaan maafnya?

"Aku datang jauh-jauh dari China ..."

"...dengan hati seperti merekanya."

"Tubuhku seperti Singapura ..."

"Sementara sikapku seperti Shanghai."

"Pegang hatimu atau kau mungkin kehilangan pikiranmu."

"Pegang hatimu atau kau mungkin kehilangan pikiranmu."

"Mereka memanggilku Chin Chin Chin."

Dengar, aku mengerti itu ...

Aku akan mematahkan rahangmu.

Diam saja.

Setidaknya dengarkan aku sekali.

Setelah membuat heboh dalam hidupku, kau menari untuk mereka.

"Sementara sikapku seperti Shanghai."

Setidaknya dengarkan aku sekali?

Bagaimanapun, kita teman masa kecil.

Teman?

Arman, Aku sangat marah sekarang.

Aku akan menamparmu tahu!

Lakukan!

Jika aku beritahu ibu dan ayah ada sisi lain dari Arman..

Maka, mereka akan menamparku juga.

Itu sebabnya kau menghancurkan hidup ayahku?

Itu bukan niatku.

Aku juga tak ingin bertunangan.

Tapi ayah dan ibu terlihat sangat bahagia, dan kau juga bersemangat.

Aku tak bisa bilang yang sebenarnya pada siapa pun.

Aku sering berpikir untuk mendatangimu dan bicara denganmu.

Ditambah lagi dia ditangkap.

Kau tahu, aku benar-benar memohon jalanku di sini.

Supaya aku bisa merawatnya.

Kau harus merawat sapi ini?

Apa yang dia bilang?

Simpan itu kembali ke dalam.

Diam! Tunggu sebentar!

Apa kau memikirkan rasa sakit dan penghinaan terhadap orang tuamu?

Mereka menghadapi penghinaan setiap hari karena putra mereka adalah pembelot.

Aku kemari untuk membawamu pulang dan meminta maaf pada ayahku.

Hanya untuk membawa senyumnya kembali.

Tapi, Arman..

Kau berhutang banyak maaf sebelum kau bisa minta maaf padaku dan ayah.

Aku tak mau maafmu.

Happy!

Jackie!

Happy!

Jujur, aku tak mau kembali..

...karena aku tak ingin merusak hidupmu.

Orang akan berbicara tentangku dan kemudian lupa.

Maka semuanya berakhir.

Tapi bukan itu cara semua berakhir,

Setidaknya tidak dalam pertemanan.

Sekarang, mari kita beri akhir yang tepat.

Apa?

Tapi aku akan kembali dalam seminggu.

Jackie akan dibebaskan bersyarat.

Idiot!

Ayo.

Aku pikir pemain emas hanya kehilangan permainan.

Aku kira itu hanya kalian berdua sekarang.

Hey...

Itu hanya saudaramu..

Aku..

Aku mendapatkan Arman kamar.

Kita akan berangkat ke Shanghai besok pagi.

Yaaah.

Dan...

Aku akan bawa kalian langsung ke Kedutaan.

Dan...

Setelah Arman meminta maaf ...

Kau tahu, Happy.

Kami akan menyiapkan banyak pengeras suara di Gerbang Haathi ...

...dan membuat Arman meminta maaf atas itu.

Bagaimana menurutmu?

Aku pikir kita harus makan malam.

Betul.

Pergi.

"Dengarlah aku o tercinta ... Aku jatuh cinta padamu. "

"Dengarlah aku o tercinta ... Aku jatuh cinta padamu. "

"Mengikutimu ke mana pun kau pergi."

"Dengarlah aku o tercinta ... Aku jatuh cinta padamu. "

"Seorang gadis cantik melelehkan hatiku."

"Dia membuatku turun ke jalan kecil, Aku tak pernah mengira. "

"Seorang gadis cantik melelehkan hatiku."

"Dia membuatku turun ke jalan kecil, Aku tak pernah mengira. "

"Sejak hari itu, mataku tertuju padamu ..."

"... Bahkan di era digital ini, Aku dihabiskan seperti recehan. "

"Dengar, sayang, sikapmu memiliki efek ini padaku. "

"Aku tak bisa berhenti tersenyum."

"Dengar, sayang, sikapmu memiliki efek ini padaku. "

"Dengarlah aku o tercinta ... Aku jatuh cinta padamu. "

"Mengikutimu ke mana pun kau pergi."

"Dengarlah aku o tercinta ... Aku jatuh cinta padamu. "

- Kemuliaan pada ... - Daman Singh Bagga!

- Kemuliaan pada ... - Daman Singh Bagga!

- Kemuliaan pada ... - Daman Singh Bagga!

- Kemuliaan pada ... - Daman Singh Bagga!

- Kemuliaan pada ... - Daman Singh Bagga!

- Kemuliaan pada ... - Daman Singh Bagga!

- Kemuliaan pada ... - Daman Singh Bagga!

- Kemuliaan pada ... - Daman Singh Bagga!

- Kemuliaan pada ... - Daman Singh Bagga!

"Aku mencari yang tinggi dan rendah untukmu."

"Menikahlah denganku, sayang, karena aku tak bisa hidup tanpamu lagi. "

"Aku mencari yang tinggi dan rendah untukmu."

"Menikahlah denganku, sayang, karena aku tak bisa hidup tanpamu lagi. "

"Kau Juliet-ku, aku Romeo-mu."

"Katakan ya, dan aku akan merasa seperti berada di puncak dunia ini."

"Aku akan membuatmu tetap di hatiku ..."

"Dan serigala akan menyaksikan kegilaan Jan."

"Dengar, sayang, sikapmu memiliki efek ini padaku. "

"Dengar, sayang, sikapmu memiliki efek ini padaku. "

"Aku tak bisa berhenti tersenyum."

"Dengar, sayang, sikapmu memiliki efek ini padaku. "

"Aku terus menanyakan musim untuk namamu."

"Tak ada isyarat di lilin ini untuk kesakitanku."

"Aku terus menanyakan musim untuk namamu."

"Tak ada isyarat di lilin ini untuk kesakitanku."

"Sentuhanmu sangat lembut."

"Bahkan senyummu adalah pembunuh."

"Setiap kali aku melihatmu, hatiku melompati panas. "

"Dan itu sebenarnya, sayang."

"Dengar, sayang, sikapmu memiliki efek ini padaku. "

"Dengar, sayang, sikapmu memiliki efek ini padaku. "

"Aku tak bisa berhenti tersenyum."

"Dengar, sayang, sikapmu memiliki efek ini padaku. "

"Dengarlah aku o tercinta ... Aku jatuh cinta padamu. "

"Mengikutimu ke mana pun kamu pergi."

"Dengarlah aku o tercinta ... Aku jatuh cinta padamu. "

Happy.

Aku berpikir ketika aku kembali.. Lemari itu,

Aku akan bersihkan baju Elli dari lemari.

Jangan coba memutar kata-katamu, Sardar.

Jalan dari Patiala ke Amritsar cukup lurus.

Kali ini saudaramu berlari untuk itu.

Dari Perunggu ke Perak.

Dan sekarang untuk Emas, sialan ...

Kenapa kau jatuh karena petani yang disebut cinta ini?

Siapa yang kau panggil petani?

Anda berlari mengejar gadis china yang tak berdosa itu seperti petani lapar.

Petani.

Bukan, petani.

Itu hanya kata lain untuk hal yang tak tertahankan dalam bahasa 'Urdu'.

Begitukah?

Yaah.

Jadi sekarang kau menggosok Urdu di lukaku?

Urdu.

Habiskan minumanmu.

- Minum. - Membuang-buang waktu!

Katakan sesuatu padaku.

Apa nasib buruk dalam bahasa Urdu?

Nasib buruk?

Itu disebut...

Dalam bahasa Urdu ...

Nasib buruk.

Nasib buruk.

Saudaramu pergi meskipun nasib buruk.

Kalau saja kau berada di Pakistan.

Maka aku akan carikan pengantin Pakistan yang cantik untukmu.

- Benarkah? - Ya.

Kau saudaraku.

Kau saudaraku.

Kau saudaraku.

Kau benar-benar mabuk, Bagga.

Kenapa?

Kau memanggil orang Pakistan saudaramu.

Alkohol.

Kutuk barang ini.

Tepat.

Fase buruk saudaramu dimulai dari Lahore.

Semua karena Tn. Juniormu.

Kenapa?

Kenapa!

Seorang gadis tak dikenal keluar dari keranjang.

Ya.

Tak tahu siapa dia atau kemana dia pergi?

Tapi dia menyerahkannya pada Guddu itu.

Kenapa dia harus melakukan itu?

Lupakan saja, Bagga.

Namun kisah cinta itu juga tak menyenangkan.

Jangan salahkan dia jika tak perlu.

- Jangan salahkan dia?! - Tidak perlu.

Jangan salahkan dia ?!

Tidak perlu.

- Hubungi dia sekarang. - Siapa?

Saya ingin dia berbicara dengannya.

Saya ingin dia berbicara dengannya.

Dia di Kabul.

Jika dia di Kabul, bahkan saudaramu juga ada di China.

Hubungi dia sekarang.

Aku ingin dia bicara dengannya.

Ini berdering.

- Ini berdering. - Biarkan berdering.

Tapi tak ada yang mengangkat.

Dia tak menjawab telepon saudaraku.

Jangan teriak, Bagga.

Orang-orang akan terganggu.

Terganggu.

Apa yang akan terganggu?

Terserah.

Siapa pun yang tidur, bermain.

Kau?

Terganggu?

Tidak.

Okey.

Orang-orang miskin ini membawa beberapa barang.

Kuli. Kuli Cina.

Kau ingin bantuan?

Tidak, tidak, tidak, tak apa-apa.

Bangun, mari bantu mereka.

Kau dan pertolonganmu.

Tak masalah.

Kenapa tak masalah.?

Kami akan membantumu, anak muda.

Kami berasal dari negara yang sangat penolong.

Dia orang India, aku orang Pakistan.

Dan keduanya sama-sama, orang yang sangat penolong.

Apa yang ada di dalam itu?

Sangat berat.

- Tak masalah! Mereka akan melakukannya. - Kami bantu, kami bantu!

Apa yang ada di dalam itu?

Aku pikir jeruk.

Apa itu?

Kau terlihat seperti temanku.

Hey...

Bukankah dia terlihat seperti Chang?

Semua orang terlihat sepertinya Chang bagimu.

Kami mencintai China, tapi China tak menyukai kami.

Tak menyukai kami.

Kami suka Mie Hakka, kami suka Bruce Lee, kami suka Jackie Chan.

Aku tak suka Jackie Chan.

Kami suka..

- Ini mobilmu? - Ya.

Mobilmu.

Ini mobilmu? Wow! Wow!

- Wow! Wow! Wow! - Shey! Shey!

Terimakasih.

- Shey Shey. - Wow mobilnya.

Shey Shey.

Oke, Sama-sama.

Shey Shey.

Hallo.

Kau cukup nyenyak, Khushi.

Dan kenapa tidak?

Kau tak menyadari salah satu rahasiaku.

Aku akan beritahu kau, musuhmu Chang bekerja untukku.

Aku sudah tahu, Pak.

Benarkah?

Tapi aku tak bisa bayangkan kau bisa lakukan hal seperti ini.

Dan bagaimana kau bisa?

Kau bukan pengusaha.

Bagaimanapun, ceritanya lagi di tempat sama di mana semuanya dimulai.

Kami punya Happy-mu di tahanan kami.

Happy?

Sejak tadi malam.

Aku cukup sedih. Aku telah mempekerjakan orang bodoh.

Tapi tadi malam aku senang mengetahui hal itu bahkan kau punya banyak badut denganmu.

Tadi malam ... kau?

Ya!

Dan sekarang untuk Pekerjaan Lahore kami.

Jadi bangunkan teman pecundangmu, dan temukan Happy dimanapun dia berada di China ...

...dan bawa pada kami, dan bawa Happy-mu kembali.

Usman, Bagga.

- Apa-apaan. - Bangun.

Ada apa? Apa India diserang?

Siapa yang ada di sini tadi malam?

Disini? Tidak ada.

Chow dan anak buahnya ada di sini. Mereka membawa Happy.

Dan kalian berdua tertidur pulas.

Aku sudah bilang dia itu Chang.

Aku sudah bilang dia itu Chang.

Kau membuatku mabuk tadi malam.

Itu dilarang dalam agama kami.

Hentikan, saudara Usman.

Aku akan dapatkan mobil dalam 10 menit.

Temui aku di gerbang utama. Segera.

Kami sudah bangun. Kami sudah bangun.

Selamat pagi.

Mau kopi?

Kopi?

Apa yang kita lakukan padanya sekarang?

- Bahasa apa ini? - Paman, taksi.

Cepat, Ginny.

Aku akan pergi sedini mungkin.

Tapi kita harus menunggu di antrian.

Ini belum selesai.

Aku kehilangan putriku, bukan orang Cina ini.

Maaf. Maaf. Maaf.

Putriku.

Tolong. Tolong.

Baik. Baik.

Tolong.

Maukah memberitahuku ada masalah apa?

Ini hampir senja.

Siapa yang membawa Happy?

Maukah kau beritahu aku?

Kau beritahu dia.

Aku tak mengerti kenapa kami mengikutinya.

Apa?

Apakah orang Pakistan pernah mengerti sesuatu?

Dialah alasan kenapa kita masuk dalam kekacauan ini. Bagaimana kita bisa meninggalkannya?

Dan orang India sangat bijaksana, bukan?

Benarkan?

Seperti melarikan diri dari pernikahan, atau tersesat di negara yang berbeda.

Aku tahu Chow bertanggung jawab untuk semuanya.

Dan dia setengah Pakistan.

Chow bukan orang Pakistan, dia bicara bahasa Cina.

Siapa Chow?

Chow menculik Happy.

Kenapa kau terus memarahiku?

Jika kita tak menemukan Happy pertama, maka kita tak akan mendapatkan Happy kedua.

Dan jika kita tak menemukan Happy kedua, maka kita tak akan menemukan yang pertama.

Khushi?

Ayah biasa mengatakan Khushi akan menemukan kebahagiaannya.

Dia semakin fit lagi.

Kau ambil sepeda motor ayah di ladang.

Hamaam yang mengambil motor ayah. Aku tak mengambilnya.

Motor siapa yang dibawa Hamaam?

- Khushi'? - Kenapa kau bawa sepeda Ayah di ladang?

Bannya akan terjebak di ladang.

Cobalah untuk mengerti, bro!

Khushi, snap out of it.

Khushi, singkirkan itu.

- "Orang bijak tidak tahu ..." - Dia adalah Idola India!

Dia mulai lagi.

- "'... apa artinya jatuh cinta. " - Khushi, ada mobil di depan.

Bagga, ambil stirnya, semua orang akan mati!

Dia memegangnya dengan erat. Apa yang aku bisa?

Tapi siapa Hamam?

Dia ayahku!

Dia hilang ketika aku masih kecil!

Sekarang diam!

Dan buat dia mengendus sepatumu.

Tapi aku memakai sandal.

Kan sudahku bilang memakainya?

Maka buat dia mengendus sandalmu saja, idiot!

Bagga!

Dia hampir membuat kita terbunuh.

Apa yang dia lakukan sendirian?

Dia sudah bicara dengan dirinya sendiri selama 5 menit.

Aku pikir dia shock.

Jadi akhirnya, putraku dirasuki.

Saya serius, ibu. Dan kau bercanda.

Aku ingin tahu, apa masa lalunya!

Menangisi layang-layang, Bawa lari sepeda motor.

Aku tak tahu bagaimana aku akan melakukannya.

Hidup memberi orang biasa sepertimu kesempatan untuk melakukan hal yang istimewa.

Dan kau mundur?

Tak ada yang melihat ke belakang.

Pergi! Selesaikan!

Dia melihat kita.

Apa dia akan melindas kita?

Ya.

Kita mabuk dan kehilangan Happy.

Sekarang dia tak akan berhenti sebelum dia membunuh kita.

Dia mulai turun.

Dia mulai turun.

Ayo, bro.

Perjalanan ini setengah hari lagi ke Shanghai.

Kau teruskan Khushwant.

Kami akan naik taksi.

Taxi.

Mono, Mono rail.

Kami akan naik Mono.

Dan tak ada yang akan pergi sampai kita menemukan Happy.

Aku tak akan pergi ke Lahore, dia tak akan pergi ke Amritsar.

Dan dia tak akan kembali ke penjara.

Pergi!

Bro, aku akan membawanya ke Shanghai.

Kau tak perlu khawatir.

Hanya Chow yang akan khawatir sekarang. Aku janji.

Sekarang ayo pergi.

Hei... dengan satu syarat.

Saudaranya akan mengendarai mobil.

Kau punya saudara?

Lupakan perkataannya.

Ya kau benar.

Profesor Harpreet memang datang ke sini.

Tapi dia berhenti dari pekerjaannya di hari yang sama dan pergi dengan suaminya.

Suami?

Dengan siapa dia pergi?

Suaminya, Guddu.

Guddu? Siapa Guddu?

Pak, Happy tidak punya suami.

Tapi dia punya.

Guddu. Dia penyanyi yang bagus.

Kau bilang dia kesini mencari Arman.

Dia menikah setelah datang kesini.

- Aku akan jadi gila. - Sebentar, paman.

Bro, apakah Guddu orang china?

Dia bukan orang Cina.

Dia orang India.

Dan dia tidak menikah setelah datang kesini.

Dia sudah menikah ketika dia datang ke sini.

Kebingungan apa ini?

Sebentar, paman!

Apa kau bicara tentang dia?

Ini bukan Prof. Harpreet.

Sangat bagus. Ini bukan dia, paman.

Ini bukan Happy?

Benar.

Dia sudah menikah?

Benar.

Suaminya adalah penyanyi?

Benar.

Dan kau seorang profesor?

- Benar. - Pegang ini.

Apa yang kau lakukan, paman?

Kau bukan seorang profesor, Kau bodoh!

- Kau memberiku serangan jantung. - Ayo pergi.

Tn. Junior telah bicara dengan Kedutaan.

Tidak ada masalah.

Jika Happy bersama kita, maka kita akan dapatkan kertas kepulangan dengan aman.

Happy yang mana?

Yang professor, tentunya.

Happy satu lagi pasti punya tiket kepulangan sendiri.

Bro, jika kita ingin menemukan Happy, maka kita harus menemukan Guddu.

Siapa Guddu?

Suami Happy.

Bisakah kau berhenti bertanya?

Apa yang dilakukan Guddu?

Entahlah.

Dia pasti melakukan sesuatu.

Entahlah.

Mereka bilang dia punya suara yang bagus.

Dia adalah Justin Bieber dari Amritsar.

Happy jatuh cinta karena suaranya ...

Oh ya!

Happy. Happy.

Happy bilang mereka mengundangnya kesini untuk bernyanyi.

Happy yang mana?

Diam.

Kami mcoba berpikir dan Kau bertanya 20 pertanyaan.

Aku akan lempar ini jika kau mengatakan itu lagi.

Sebentar.

Kita bisa pergi ke Guddu melalui musik.

Apa yang akan kau lakukan? Mengumumkan melalui Radio?

Bukan radio.

Kau pikir dia mendengarkan radio FM di sini?

Bukan FM.

Tapi Guddu datang kesini karena dia pikir ada pertunjukan di sini, kan?

Benar!

Jadi?

Bagaimana jika kita bisa kirimkan berita ini bahwa dia benar-benar dapat pertunjukan di sini?

Dan bagaimana kita akan kirimkan berita ini untuknya?

Itulah yang harus kita pikirkan, Fa.

Dan bagaimana kita tahu di mana Guddu di Shanghai yang sangat besar ini?

Koran...

Benar.

Karena dia tidak mendengar radio tapi membaca koran.

Kenapa kita tak kirim pesan melalui merpati, yang akan lebih cepat?

Tunggu. Tunggu.

Tunggu.

Nomor pribadi?

'Siapa yang meneleponku dari Nomor Pribadi?

Bagaimana kabarmu, Dimpy? Ini aku.

Kau menelepon jadi kaulah berbicara.

Tapi siapa kau?

Kau dukun sialan, ini aku. Kakakmu, Daman Singh Bagga.

Kakak, itu kau.

Hallo.

Kak, kau meninggalkan pernikahan. Dan bahkan tak memberitahuku.

Aku tidak pergi. Aku diculik karena kau bodoh.

Dengar baik-baik.

Ya.

Aku di Shanghai.

Jepang, kakak?

China, dasar bodoh.

Sekarang dengar.

Pergi dan ambil gambar Guddu dari rumah paman.

Dan kirim ke email ini.

Cepat.

Ya. Kakak.

Bahkan orang China mencari Guddu.

Ada apa?

Tidak ada.

Kau di perak sekarang.

Sekarang kita harus atur show untuk Guddu.

Kau minta aku untuk diam, tapi aku ingin bilang sesuatu.

Katakan.

Aku bisa mengatur show.

Aku pikir begitu.

Hallo Happy.

Aku minta maaf menahanmu seperti ini.

Itu benar-benar kesalahan mereka.

Tapi segera akan berakhir.

Khushi akan memberi Happy kami.

Dan kau bisa pergi bersamanya setelah itu.

Okey?

Khushi sangat menghormatimu.

Kau sepertinya memahami dia dengan baik.

Aku tahu orang yang menipu tak akan pernah jadi orang baik.

Baik melihat rasa peduli di matamu.

Aku berharap kau dan dia mengerti bahwa kami tak ada pilihan lain.

Selain menculik seseorang demi bisnis?

Kau bukanlah narapidana, Happy.

Bilang saja apa maumu.

Kecuali melarikan diri. Kau bebas melakukan apapun.

Pak Chow.

Liontinku jatuh di rumput saat mereka membawaku kemari.

Ambilkan, Chang.

Ya, pak.

Ini dia.

Semoga menyenangkan, dan mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

Ya... lanjutkan.

Di sana.

Dimana itu? Aku tak dapat menemukannya.

Menunduk bodoh. Kau tak akan membebani punggungmu.

Di sana. Di sana.

Ahead.

Yaa.

Ini? Ini?

Kau menemukannya, bodoh.

Bawa padaku.

Rumput gatal.

Orang India.

Jadi?

Hallo, nak.

- Pegang ini. - Apa?

Nak, ini anakku, dia hilang di China.

Apa kau melihatnya?

- Saiapa namanya? - Happy.

Happy?

Kenapa kau tertawa?

Ambil ponselnya.

Putrimu tidak hilang,

Dia kabur.

- Apa yang kau katakan? - Dia melarikan diri.

- Aku akan pergi, atau istriku yang akan kabur. - Apa yang kau katakan'?

Ya, aku harap dia melakukannya.

Kau lari, dasar kurang ajar.

China. Wow.

OW!

Sudah dikaitkan.

Ada program budaya lusa.

Aku sudah kaitkan acara Guddu dalam hal itu.

Dan publisitas akan dimulai besok.

Bagus.

Kenapa kau terlihat khawatir?

Tapi ada masalah.

Apa?

Show-nya telah dikaitkan.

Dia akan menjual tiket untuk pertunjukan.

Hebat, itu bagus untuk kita.

Tapi jika Guddu tak muncul, kita harus melakukan pertunjukan, Kalau tidak...

Kalau tidak, apa?

Jika tidak, dia akan minta uang dari kita.

Apa maksudnya itu?

Dia akan minta dari Guldeep?

Ini terjadi di China.

Tak perlu khawatir.

Ini adalah pertunjukan.

Guddu tak akan melewatkan bernyanyi di upacara peringatan.

"Turun di jalurku suatu hari nanti."

"Turun di jalurku suatu hari nanti."

"Turun di jalurku suatu hari nanti."

Bagaimana kelihatannya?

Luar biasa.

Beli lagi.

Benar.

Dalam warna berbeda.

Lihat.

Aku pikir wajahmu mirip aktor di sini.

Jadi begitulah.

Itu benar.

Itu memang terlihat seperti aku.

Guddu. Itu kau.

Ya, itu aku.

Guddu. Itu kau.

Guddu, ada satu di sana.

Luar biasa.

Poster yang dibuat Arman ini luar biasa.

Kualitas luar biasa, bahkan Guddu terlihat tampan.

Aku akan berikan kontrak pemilihanku pada mereka.

Kau akan mengikuti pemilihan.

Apa yang kau katakan?

Aku bilang kau bodoh.

Kenapa?

Semuanya dalam bahasa Cina.

Bagaimana Guddu akan mengerti?

Bodoh.

Benar.

Kami mengatakan hal yang sama.

Bu. Bu..

Bagus. Wajahku.

Kau tahu yang tertulis di sini?

Apa yang ditulis?

Aku tak tahu bahasa Mandarin, Aku orang Korea.

Negara yang aneh!

Orang India tak bicara bahasa Hindi.

Orang Cina tak bisa berbahasa Mandarin.

Aku sedang membuat kebab dan mengingatkanku padamu.

Bagaimana dengan pekerjaanku, Khushi?

Kau akan dapatkan Happy-mu, Aku janji padamu.

Tapi kau jangan bahayakan Happy-ku.

Apa yang kau katakan, Khushi?

Happy adalah tamuku.

Hanya saja waktu itu tak di pihak kita.

Bawa saja Happy-ku besok dengan cara apapun ...

...lalu aku bisa buat Lahore menyetujui kondisiku.

Tapi besok?

Kau harus melakukannya.

Pendorongku adalah orang yang sangat kejam.

Mereka tak mengerti emosi.

Maaf, kebabku akan hangus.

Apa yang kau lakukan, Fa?

Mendapatkan energi positif.

Dasar China.

Kau memanggilku, Happy?

Ya.

Aku ingin berjalan-jalan di atap.

Kau tahu kita tak bisa ...

Aku tak bisa pergi.

Aku tahu itu.

Kemarilah, aku mau bicara denganmu.

Duduk.

Duduk!

Jika kau mendengarkanku pada hari kau menculikku ...

...Kau akan temukan Happy yang tepat.

Dan tak menghadapi teguran dari atasanmu.

Kau tahu, Chang. Kejahatan bukan untukmu.

Maksudku, kau akan mati karena tergelincir oleh mie.

Bayangkan apa ceritamu yang sebenarnya.

Dan, bahkan sekarang aku hanya mau berjalan-jalan di atas atap.

Kau dapat mengirim beberapa orangmu bersamaku, tapi tidak.

Kau panggil Bos-mu, Mengganggunya yang sudah mengatakan ...

...aku pasti izinkan untuk lakukan yang aku mau.

Karena kau suka dimarahi.

Dipermalukan di depan para amatir ini.

Pergi saja.

Ini bukan secangkir tehmu.

Pergi saja.

Aku tak ingin pergi ke atap.

Pergi.

Baik. Kau bisa naik ke atap.

- Kau yakin? - Tentu.

Sekarang kau terdengar seperti Don.

Pergi saja dan jalan-jalanlah.

Aku pergi.

Ayo pergi. Aku sudah selesai melihat cuaca.

- Ayo, mari pergi. - Okey, ayo.

Fa, apa Guddu datang?

Tak ada Guddu.

Dan Arman sialan itu meninggalkanku bersama raksasa ini untuk di cabut.

Aku mengirimnya untuk itu.

Kau punya sesuatu untuk Happy atau tunangannya?

Fa, biarlah begitu.

Kami datang. Kami akan lakukan sesuatu.

Apa?

Guddu belum datang juga?

Bagaimana jika dia tak muncul?

Aku akan memberikannya secara tertulis.

Dia akan muncul.

Ayo! Ayo!

Guddu. Guddu.

Oh, Terima kasih tuhan.

Selamat datang. Selamat datang.

Apa ini acaramu?

Kami bertemu denganmu beberapa hari lalu. Dia?

Ingat?

Aku meminta petunjukmu menuju kuil ...

Dan kau bilang kau tak tahu bahasa Hindi.

Bukan hanya bahasa Hindi, sekarang aku tahu bahasa Rusia, Persia, dan masih banyak lagi.

Orang-orang ingin sekali mendengarmu.

Lihat, Happy.

Ayo. Ayo.

Kakak, aku akan duduk di tempat rendah pertama, oke.

Tolong aku, Tuhan!

Adnan Chow!

Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.

Dimana dia?

Dimana dia?

Ayo, lihat! Itu Pakaian kuningnya!

Dia pasti ada di sana.

Pergi dan tangkap dia.

"Happy akan melarikan diri."

"Happy akan melarikan diri."

"Dia akan membebaskan diri."

"Dan Happy akan melarikan diri."

"Happy akan melarikan diri."

"Jiwa masih berdenyut."

"Api terus semakin tinggi."

"Dan tak ada orang yang bisa meminumnya sekarang."

"Entah itu dunia atau Surga."

"Bulan atau Cina."

"Tak ada yang bisa menangkapnya."

Dia tidak merengek?

"Dia ceroboh dan tanpa beban."

"Tamu pengejaran doa ini."

"Happy menantang langit."

O Happy.

O Happy.

Aku sudah bilang.

Dia akan terus bernyanyi sampai orang mulai mengeluarkan darah dari telinga mereka.

Ambil mic dari tangannya.

Tapi bagaimana caranya, bro?

Bahkan para penyelenggara menari dengan iramanya.

"Dia akan membebaskan diri."

Berhenti!

- Kota Shanghai? - Orang India?

Ya, Orang India.

Dangal. Dangal.

- Yah, Dangal, bisa kita pergi? - Ya.

Ayo pergi.

"Dia akan membebaskan diri."

Ada pepatah dalam bahasa Cina.

Jika kau tak dapat dengar mereka, bergabunglah dengan mereka.

"Kakakku, berhenti bernyanyi sekarang."

"Kita harus pergi dan selamatkan Happy sekarang."

"Dengarkan apa yang coba dikatakan oleh Sudan."

"Bernyanyi lagi akan sangat merugikanmu."

"Ada suara memanggilmu dari Lahore."

Afridi?

"Dengarkan baik-baik, Guddu."

"Kedua negara belum pernah ..."

"..Melalui fase yang sulit sebelumnya."

"Pernikahanku dibatalkan dua kali."

Mereka?

"Tapi tetap saja aku tak punya simpati."

"Pernikahanku dibatalkan dua kali."

"Tapi tetap saja aku tak punya simpati."

"Temanmu ditinggalkan sendirian di dunia ini.."

"'... sekarang hentikan permainan ini. "

"Sayang."

"Aku ingin tahu sihir atau mantra penyatuan."

"Sekarang aku tak bisa hidup sesaat.. Jauh darimu."

Apa yang ingin kau katakan?

Kau ingin aku menyerahkan Happy pada orang jahat ...

...demi Happy-mu.

Hebat.

Happy itu seharusnya tak berada di tempat itu.

Hal malang telah menahan rasa sakitku sejak dia tiba di sini.

Tapi bagaimana aku bisa ...

Usman, kenapa kau tak bicara pada Bilal?

Beri mereka apa pun yang mereka inginkan.

Ribuan pekerjaan dipertaruhkan, Guddu.

Jika tidak, itu akan terjadi.

Dan bukannya aku mau menukar Happy-mu dengan Happy-ku.

Aku punya rencana, tapi hanya jika kau setuju.

Ketika Happy sudah siap, Siapa yang mau izinnya?

Diam, Bagga.

Aku harus diam juga?

Ya.

Aku berada di kuda pernikahanku.

Kau punya dia, dia akan mendapatkannya.

Pernahkah kau memikirkan yang akan terjadi pada saudaranya?

Kuda, kartu...

Diam kalian berdua.

Usman benar.

Dia benar.

Kami tak akan melakukannya jika kau tidak setuju.

Mari pikirkan hal lain.

Jadi...

Apa rencananya?

Kau punya paspormu?

Khushi. Aku mulai bingung mungkin kau tak mau Happy-mu kembali.

Pak Chow, datanglah ke Po Po Carnival dalam 2 jam.

Po Po Carnival. Kenapa?

Happy-mu bersamaku.

Kau bisa mengambil Happy-mu di Po Po Carnival dalam dua jam.

Oh... itu berita yang luar biasa.

Aku tahu, kau akan menemukan Happy.

Terima kasih, anakku.

Terima kasih.

Pak, Happy!

Melarikan diri.

Ada apa, Chang?

Terakhir aku memeriksamu kau bekerja untukku.

Lalu kenapa kau tak lakukan pekerjaanmu?

Kau tahu di mana Po Po Carnival?

Kau tahu Bar Khushi?

Pria dengan sorban...

Kau mau kemana?

Fa...

Fa Q! Maaf, Tuhan.

Kemana kau mau pergi? Kemana kau mau pergi?

Bar Fa di kota utama.

Khushwan.

Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja.

Yaah.

Kau pikir aku hanya berkata?

Kau merasa seperti kau akan dapat scotch?

Aku merasakan hal yang sama.

Percayalah padaku. Semuanya baik-baik saja pada akhirnya.

- Bro. - Ya.

Aku sangat menghargai .

Tapi sekarang kau tak membantuku.

Bagga, ayo berhenti berlarian.

Aku akan menemukan yang bagus, pengantin yang cantik untukmu di Lahore.

Jika tidak, setiap kali kau coba untuk menikah ...

.kau akan selalu jatuh dalam masalah.

Tapi aku tak menciptakan semua ini.

Orang China itu menculikku, jika tidak, saudaramu sudah menikah.

Bro, kita berada dalam kondisi yang sama.

Lihat, Bagga dulunya mengejar kami. Okey.

Usman bisa merusak.

Kami menikah dengan 100 pasangan lainnya.

- Kami berantakan. - Guddu, Tenang!

Jangan membuatnya kesal.

Kisah nyata.

Berapa lama lagi kau akan mengemudi?

Apakah kau akan bawa kami langsung ke Pakistan?

Kita hanya pergi ke Kedutaan.

Berhenti menggangguku dan biarkan aku mengemudi.

Kau tahu resiko menikah di Pakistan?

Ini hanya Cina.

Hey Khushi!

Cepat! Cepat!

Khushi.

Kemana kau pergi, Sardar? Aku melarikan diri!

Dia disini.

Ada apa, Khushi?

Kami tak melihat Happy kami.

Apa yang dia katakan?

Bicara dengan keras.

- Bicara dengan keras. - Apa?

Bicaralah dengan keras. Dia tak bisa dengar, Kau harus bicara lebih keras.

Ada apa, Khushi?

Kami tak melihat Happy kami.

Guddu disini.

Serahkan Happy-ku, dan aku akan berikan milikmu.

Kau tak percaya kami, Khushi?

Tidak, kami tak ingin penggorengan.

Percaya.

Bukan penggorengan.

Percaya.

Happy di dalam mobil.

Satee siapa?

Di dalam mobil.

Dia di dalam mobil.

Bawa Happy keluar, dan ini Happy-mu.

Beri kami Happy, dan kami akan tinggalkan mobil ini di sini.

Begitu Happy-ku mulai berjalan disisi ini, dia akan pergi ke sisimu.

Tunggu.

Aku datang.

Khushi.

Aku disini.

Kau lari, Happy!

Pergi, tangkap dia.

Bukan dia.

Pergi tangkap Happy-mu.

Happy itu.

"Seperti angin pagi ... '"

"... seperti angin yang bertiup."

"Dia membual di langit."

"Dia sulit ditemukan."

"Kecuali untuk dongeng."

"Racun manis, dan sedikit pahit."

"Tak pernah mendengarkan, dia sangat keras kepala."

"Pemuda pernah kehilangan, tak pernah datang lagi"

"...lalu bagaimana dia bisa."

"Happy akan melarikan diri."

"Happy akan melarikan diri."

"Dia akan membebaskan diri."

"Happy akan melarikan diri."

Ayo, dasar bodoh!

"Happy akan melarikan diri."

Ayo! Ayo!

Siapa yang mengendarai mobilmu?

Itu Guddu!

Cepat.

Ayo.

Apa kalian sudah gila?

Kemana kau pergi?

Orang-orang itu mengejar Happy.

Balikkan mobil, Guddu.

Apa yang salah?

Tidak, putaran U akan datang.

Hallo, Professor.

Harpreet Kaur?

Sama juga.

Salam kenal.

Kebetulan.

Siapa orang bodoh yang dikejar itu?

Dia menuju bandara.

Bukan hanya dia, mereka semua menuju bandara.

Lebih cepat, Chang.

Jika kita kehilangan gadis ini, maka Aku tak akan biarkanmu tinggal di China lagi.

Dan beritahu semua orang bahwa kau berasal dari Ghaziabad.

Lebih cepat.

Ini kedutaan?

Apa kau punya janji?

Ya.

Ginny, petugas ini akan bicara bahasa hindi atau cina?

Cepat.

Kau habiskan setengah jam.

Sekarang kita harus pergi ke Kedutaanmu juga.

Hanya butuh 5 menit.

Siapa yang datang ke negara kita?

Pejabat kita hanya bermain lalat ludo.

- Hati-hati. - Itulah kenapa China yang terbaik.

Hentikan sudah.

Dia terlihat seperti orang India.

Pak.

Putriku hilang.

Ampuni kami, paman. Kami sudah kehilangan dua.

Dan kami sangat kesakitan untuk menemukan mereka.

- Kau kehilangan dua? - Kami sedang terburu-buru.

Berikan aku ponsel.

- Ambil kembali. - Kenapa kau mengambil ponselku?

Pak, ponselku!

Dia anakmu?

Dia mengambil ponselku.

Dia tampak seperti Happy kita?

Bodoh.

Ini Happy.

You are"?

Kau?

Ayah Happy?

Ya.

Kau Daman Singh Bagga, kan?

Kau kenal aku?

Kau datang ke kampusku.

Dia kenal aku.

Bagaimana kau kenal dia?

Kau memberikan pidato dalam bahasa Inggris.

Ya, Benar.

Apa yang kau lakukan di sini?

Aku tadinya berada di kuda pernikahanku.

Persetan dengan kuda pernikahanmu.

Tetap di sana.

Happy bersama kami. Tetap di sana saja.

Happy bersamamu?

- Tetap disana! - Benda itu turun.

Jika itu membawamu ke neraka, Kau akan ikut?

Tetap disana!

Ponselku.

Mereka menemukan Happy.

Dan seluler juga.

Mobil bagus.

Aku mempercepat.

Tidak.

Apa yang terjadi?

Ada yang salah?

Happy, lihat.

Berhenti disini .

Apah kau akan mengendarainya ke laut?

Ayo.

Jadi, Professor,

kita punya pengenalan singkat di sini.

Tapi mari kita mengadakan pertemuan yang lebih dingin di India.

Sebentar.

Chow pasti masih mengikutimu.

Polisi akan mengikutinya.

Aku memberitahu Kedutaan ketika aku membuat rencana itu.

Happy.

Terimakasih.

Sekarang kau terlalu formal.

Happy, kau ambil bagian dari masalahku.

Tak perlu maafku atau terimakasihmu.

Paham?

Kasus Khan, maka kau berhutang padaku.

Maka, kita akan tahu apakah kau perlu minta maaf, atau aku harus mengucapkan terima kasih.

Nah, itu seperti Happy.

Ayo.

Okey.

Bye.

Dia pasti segera datang.

Kemana lagi dia akan pergi?

Dia harus melalui ini.

Permisi, teman.

Apakah ini gerbang China Air?

Pergilah.

Tanyakan pada Penyelidikan.

Paman marah, ya. Sudahlah.

Idiot!

Jika kita tak menemukannya hari ini, Aku..

Kita akan menemukannya.

- Terima kasih banyak. - Sama-sama.

Wow. Sudan, kau luar biasa.

Arman akan datang langsung ke Amritsar,

untuk bertemu ayahmu.

Hubungi aku ketika dia meminta maaf pada ayahmu.

Kau tak pernah memberiku nomormu.

Kau tak pernah bertanya.

Aku tak tahu tentang Patiala, tapi orang-orang di Amritsar memberikan nomor mereka sendiri.

Happy?

Ayah?

Ayah?

Anakku.

Ayah.

Apa yang kau lakukan, sayang?

Kau datang kesini tanpa memberitahuku.

Maaf, ayah.

Tidak masalah.

Apa kau baik-baik saja, sayang?

Dan...

Dia Khushwant. Dia membantuku.

Hebat. Diberkatilah, nak.

Aku berharap Happy berada di Pakistan.

Ketika kau pulang ke rumah.

Ambil sepiring Kebab untukku di Alkahah di Johan Town.

Johan Town?

Fakruddjn Quleshi.

Fa.

'Q?

Di mana Bagga?

Semua itu terjadi padaku.

Pertama kali kartu dibagikan.

Yang kedua kalinya aku berada di kuda pernikahan.

Tn. Daman, kenapa kau mencoba menikah dulu?

Kau harus mencoba mengisi cinta pertama.

Bagga, berhenti khawatir tentang menikah.

Mereka yang tak bisa kau nikahi, hanya punya suami.

Tapi kau punya simpati.

Dasar bodoh!

Penerjemah: Cucu_Thanos

Instagram : @fadlyrama03.

Subscene: Https://subscene.com/u/1177074.

"Kau terlihat menakjubkan ketika kau menari."

"Ayo duduk di sebelahku sayang."

"Kau terlihat menakjubkan ketika kau menari."

"Ayo duduk di sebelahku sayang."

"Matamu mengucapkan mantra padaku." "Sekarang aku sudah kehilangan akal."

"Aku akan merasa diberkati jika kau masuk dalam hidupku. "

"Mereka memanggilku Chin Chin Chin."

"Di malam yang diterangi sinar bulan ini, hanya aku dan kamu." "Halo Tuan, bagaimana kabarmu?"

"Mereka memanggilku Chin Chin Chin."

"Di malam yang diterangi sinar bulan ini, hanya aku dan kamu." "Halo Tuan, bagaimana kabarmu?"

"Aku jatuh cinta padamu."

"Kau mencuri hatiku, Selamat untukmu."

"Tubuhmu seperti Singapura ... sementara sikapku seperti Shanghai. "

"Pegang hatimu ... atau kau mungkin kehilangan pikiranmu. "

"Pegang hatimu ... atau kau mungkin kehilangan pikiranmu. "

"Mereka memanggilku Chin Chin Chin."

"Di malam yang diterangi sinar bulan ini, hanya aku dan kamu." "Halo Tuan, bagaimana kabarmu?"

"Mereka memanggilku Chin Chin Chin."

"Kemana kau pergi, sayangku?"

"Kami akan merindukanmu ketika kau pergi."

"Kemana kau pergi, sayangku?"

"Kami akan merindukanmu ketika kau pergi."

"Berita baru gadis itu bertunangan."

"Para kekasihnya merasa dikhianati."

"Ada penjualan untuk patah hati di bar. "

"Dan ada keheningan di semua rumah."

"Aku akan terbang jauh."

"Menjadi NRI."

"Semua orang hanya akan mengingat satu hal di belakangku."

"Antingmu membuat hati berdetak. "

"Tak bisa menangani barang curian dari Amritsar gal."

"Antingmu membuat hati berdetak. "

"Tak bisa menangani barang curian dari Amritsar gal."

"Amritsar gal."

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.