All language subtitles for Door Lock. 2018.1080p.FHDRip.H264.AAC-NonDRM

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

=Sekarang tujuan ke Sadang.=

=Kereta tujuan Sadang sedang memasuki stasiun.=

=Diharapkan kepada penumpang untuk menunggu di tempat yang aman.=

=Kereta tujuan Sadang sedang memasuki stasiun.=

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~

Kau sudah ikut orang pulang ke rumah dan sempat makan bubur bersama.

Ternyata kau malah langsung disuruh pulang.

Masa kau sebego itu?

Entah ah!

Kampret, kenapa kau itu selalu saja bikin orang emosi?

Mati lampu ya?

-= Door Lock =-

Tinggal sepuluh hari lagi kita akan menyambut liburan festival musim semi.

Dua puluh sembilan juta orang diperkirakan akan mudik ke kampung halaman selama liburan festival musim semi.

Dibandingkan dengan festival musim semi tahun lalu, jumlah pemudik lebih banyak 300 ribu orang.

Puncak arus mudik diperkirakan akan muncul

pada H-3 pagi hari di tanggal 3.

Diperkirakan pada hari H hingga tanggal 5 jumlah pemudik akan memuncak.

Perjalanan dari Seoul ke Busan akan memakan waktu 8 jam.

Perjalanan ke Gwangju akan memakan waktu 6.5 jam.

Diperkirakan waktu perjalanan akan lebih lama sekitar 20-30 menit dibanding tahun lalu.

Arus ke luar negeri sebelum libur festival musim semi...

=Halo, Jo Gyeong Min gogaek-nim=

=Kami menghubungi Anda kali ini karena ingin memperkenalkan asuransi gigi yang baru.=

=Anda leluasa untuk berbicara di telepon sebentar?=

Ah iya, tapi sekarang aku lagi sibuk siap-siap mau kerja.

=Ah, baik. Kalau begitu saya akan jelaskan dengan singkat.=

=Asalkan setiap bulan Anda bayar 20 ribu Won selama 10 tahun penuh,=

=Anda bisa mendapatkan implan gratis.=

=Bersamaan dengan itu, pada saat masa asuransi berakhir,=

=dengan pembayaran satu kali sebesar 300 ribu Won,=

=Anda tidak perlu membayar premi apapun lagi.=

Tapi apa harus aku ambil keputusan sekarang juga?

Aku sedang buru-buru mau keluar rumah.

=Gogaek-nim, cuma butuh lima menit saja kok!=

Kalau begitu Anda bisa telepon kembali nanti?

=Kalau begitu saya akan telepon lagi di saat Anda sudah leluasa untuk berbicara.=

=Jam berapa Anda bisa?=

Di atas jam enam.

=Kalau begitu saya akan telepon lagi jam segitu.=

Iya, silakan beraktivitas.

Baik, ayo senyum sedikit. Siapa tahu bisa membawa hoki.

Dan juga kekayaan.

Ayo semuanya!

Senyum!

Ayo! Yang gembira! Yang gembira!

Oh Hyo Joo, habis ini kita bicara sebentar!

Baik.

Senyum!

Pelanggan nomor 36.

Aigoo Eomoni!

Sudah lama sekali Anda tidak ke mari.

Sebelah sini! Biar saya yang membantu Anda.

Pelanggan nomor 37?

Park Daeri sudah sampai segitunya. Kau masih acuh-tak-acuh.

Sungguh menyebalkan.

Eonni, masalahmu adalah kau orangnya terlalu baik.

Kau tahu di negara kita jika jadi orang terlalu baik akibatnya akan seperti apa?

Kau akan jadi pencundang.

Pecundang sejati.

Apa rencanamu?

Kau berencana memperpanjang kontrakmu?

Perpanjangan sialan ini. Cukup sampai di sini saja.

Selama 29 tahun aku hidup, hanya bergantung pada perpanjangan.

Menunda masuk universitas...

Menunda masuk universitas... [Note: Menunda dan perpanjang adalah homonim]

Menunda wisuda.

Menunda pacaran.

Menunda pernikahan.

Sampai mau berak pun harus ditunda.

Menunda terus seperti begini.

Aku barusan kena penyakit sembelit kronis 'kan?

Maaf...

Tolong nyendernya agak ke sana. Agak ke sana.

Maaf.

Harus diperpanjang.

Dengan demikian baru bisa dapat uang deposit dan pindah.

Eonni, performansimu lumayan bagus.

Jika ditambah sedikit saja ketrampilan,

kali ini bukan perpanjangan periode lagi.

Tapi langsung jadi tetap.

Ketrampilan?

'Kan sudah sering kutekankan?

Lebih banyak senyum.

Jika melihat ada orang tua yang datang,

kau bilang "Anda sekarang baru masuk usia setengah abad."

Kemudian jual asuransi jiwa centenarian.

Jika ada Ajeossi karyawan yang datang,

tanya dia "Anak-anak Anda sudah masuk kuliah?"

"Setelah pensiun mau usaha fried chicken atau mau ngapain?"

Cuma begitu saja.

Terus jual asuransi pensiun padanya.

Harus keluar jurus yang menargetkan titik kunci kelemahan orang.

Barulah bisa jual produk ke orang.

Karena hidupmu terlalu lurus,

makanya kau dirundung terus oleh kampret macam Park Daeri itu.

Hei, kau begitu trampil tapi kenapa tidak jauh berbeda denganku?

Itulah.

Ini adalah hal yang di luar dugaan.

Kenapa?

Ketawa apa?

Bisa?

Maaf.

Anda di nomor 601, ya?

Iya.

Ada orang menitipkan ini di sini.

Siapa?

Aku juga kurang tahu.

Aku dengar dari rekanku pas pergantian shift tadi.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Bisa tolong tanda-tangan di sini?

Telah merepotkanmu.

-= Pintu rumahmu tidak bisa dibuka. Ginseng merahnya dititipkan di bawah. =- -= Eomma =-

Bukan.

Aku memang sesekali suka ganti kode pintu.

Anu, kalau mau datang telepon dulu.

Atau SMS juga boleh.

Perjalanan butuh waktu dua jam. Kenapa begitu datang langsung pulang?

Tidak.

Nanti tinggal makan obat sakit kepala saja.

Oh, Eomma, Eomma!

Barusan...

...tutup kuncinya dibiarkan terbuka waktu Eomma pergi?

Ah, tidak apa-apa.

Tidak apa-apa, tidak apa-apa Eomma.

Aku mau makan.

Eomma juga cepat makan.

Periksa sidik jari?

Berdasarkan ini?

Iya.

Pakai ini tidak bisa?

Anu, ngomong-ngomong...

Katanya orang yang mengetuk pintu

tidak merusak barang apapun dan tidak ada kerugian?

Iya.

Kalau begitu, seperti yang Anda katakan

dia sama sekali tidak masuk ke dalam rumahmu.

Dia cuma menggedor di depan pintu kemudian pergi. Begitu?

Juga tidak ada bukti jika ini dibuang oleh orang itu.

Ah, suram benar.

Agassi...

Anu, penerimaan delik aduan

hanya bisa dilakukan pada saat peristiwa itu sedang terjadi.

Sidik jari juga baru bisa diperiksa di saat seperti itu.

Dari catatan kami, saya lihat sudah beberapa kali Anda menelepon polisi.

Kalau begitu terus kami jadi serba salah. kami sama sekali tidak bisa membantu Anda.

Tidak ada yang aneh di sini.

Kami akan segera kembali.

Aku ini kenapa? Tiap pagi selalu begitu.

Anu...

Halo!

Anda ada menerima paket semalam?

Saat pergantian shift kemarin

sudah kupesankan kepada karyawan nomor lima.

Iya, sudah kuterima.

Terima kasih.

Ah, anu...

Rekaman CCTV yang ada di sini...

...boleh diperlihatkan kepada pribadi?

Ya, itu...

Tapi Anda ada masalah apa?

Tidak apa-apa. Hanya saja kemarin malam ada orang yang mencoba membuka kunci pintu rumahku.

Aku merasa tidak nyaman.

Anda mau lihat sekarang?

Tidak, sekarang aku lagi buru-buru mau pergi.

Harus merepotkanmu lagi lain kali.

- Baik. - Telah merepotkanmu.

Sesuai dengan syarat yang Agassi ajukan,

di blok ini, yang ini boleh dibilang yang paling bagus.

Anu, menurutku rumah yang kutempati sekarang lebih bagus dari ini.

Kenapa malah lebih mahal di sini?

Apanya kenapa?

Anda tidak tahu jika belakangan ini uang sewa melonjak semuanya.

Jika selalu ada kejadian apa yang membuat hatimu tidak tenang,

sebaiknya langsung diganti saja kunci pintunya.

Katanya belakangan ini malah ada kunci pintu yang menggunakan sidik jari.

Kukira officetel bisa lebih baik. Karena itu aku pindah ke situ.

Entah karena rahang bawahku kurang bagus atau bagaimana.

Kepalaku terasa sangat berat.

Minta jimat saja. Jimat, jimat.

Kau punya tempat langganan?

Mau kuperkenalkan padamu?

Aku tidak punya duit.

Sebaiknya kita berdua cepat-cepat nikah dan lalui hidup dengan tenang saja.

Nikah sama siapa?

Kebetulan di sebelah sana ada satu.

Tuh! Cowok yang itu bagaimana?

Siapa? Siapa?

Gwajang-nim! Sebelah sini! Sini! [Gwajang - setara dengan kepala bagian]

Sebelah sini! Sini!

Kau tahu 'kan?

Gwajang-nim memperlakukanmu dengan luar biasa lembut.

Hei, sudah ah!

Biar aku tingkatkan kinerjaku hari ini.

Ayo!

Pelanggan nomor 119?

Gogaek-nim...

Anda mau deposit uang?

Biar saya bantu.

Pelanggan 119, silakan ke sebelah sini.

Nomor 119 dipanggil ke sana.

Aku konsultasi ke sana saja.

Baik, Gogaek-nim.

- Halo! - Halo!

Ada yang bisa saya bantu?

Aku tidak bisa transfer uang lewat mesin ATM.

Ah, iya.

Boleh saya pinjam KTP-nya?

Baik.

-= Produk Tabungan yang Direkomendasikan =-

Maaf, Gogaek-nim...

Anda sudah menikah?

Eh?

Belum, masih belum.

Boleh tahu Anda kerja apa?

Aku seorang tukang kayu.

Berhubung Anda seorang tukang kayu, mungkin saluran pernafasan Anda kurang baik.

Benar?

Mau dicopy?

Iya, terima kasih.

Boleh tahu Anda tinggal di mana?

Di Bongcheon-dong.

Aku juga tinggal di daerah itu.

Tampaknya kita adalah tetangga satu lingkungan.

Aku juga merasa pernah melihatmu.

Maaf?

Maksudku sepertinya aku pernah melihatmu di daerah sana.

Di sekitar pusat perumahan.

Pas waktu kebetulan lewat mungkin.

Iya, bisa jadi ada kemungkinan seperti ini.

Pas kebetulan lewat.

Anda punya deposito?

Tidak.

Aku tidak pernah punya.

Barusan Anda melihat-lihat produk ni.

Sangat cocok bagi mereka yang tinggal sendirian.

Asal menabung selama enam bulan,

secara otomatis menawarkan layanan pembelian beberapa asuransi penyakit.

Oh ya?

Iya.

Uangnya...

Eonni, ini datanya.

...sudah selesai ditransfer.

Masalah deposit, sebaiknya jangan beli produk yang ini.

Lebih baik tunggu lain kali saja.

Anda mau minum segelas kopi bersamaku?

Maaf?

Aku akan menabung di sini.

Sesama tetangga satu lingkungan. Aku cuma pikir bisa tidak minum kopi bersama?

Masalah tabungan itu, Gogaek-nim...

Sebaiknya ditunda saja.

Biar nanti saya pilihkan lagi produk yang lebih sesuai dengan Anda.

Kenapa?

Maaf?

Barusan 'kan Anda yang menyarankanku untuk membuka tabungan?

Kenapa mendadak berubah pikiran?

Oh itu... anu...

Karena di dalam rekeningku tidak ada uangnya?

Orang yang tidak punya uang tidak bisa menabung?

Bukan, Gogaek-nim.

Bukan begitu.

Anda tenangkan diri dulu. Itu...

Bulan depan...

Sungguh membuatku kecewa.

Demi mempromosikan produk, pura-pura peduli dengan saluran pernafasanku.

Ngaku-ngaku tetangga satu daerah dan mendekatiku.

Begitu lihat aku tidak punya uang aku langsung disuruh pulang?

Sangat merendahkan orang.

Tidak ingat bagaimana kau tersenyum di awal dan menyambutku?

Gogaek-nim, sepertinya Anda salah paham.

Kalau begitu, kita minum kopi bersama.

Perlu bantuan?

Apaan?

Kau tinggal di Bongcheon-dong?

Maaf?

Tidak.

Kalau begitu, minggir!

Kami tetangga satu daerah berencana mau minum kopi bersama.

Aku tidak apa-apa, Gwajang-nim.

Akan kuselesaikan.

Apanya yang mau diselesaikan?

Aku salah apa?

Memangnya aku ini sampah?

Salah apa aku ini sekarang?

Dong Woo-ssi!

Maaf, Gogaek-nim?

Masih banyak nasabah lain yang menunggu.

Boleh minta Anda berdiri?

Aku masih belum selesai nih!

Ah, iya.

Tolong berdiri dulu!

Jika tidak, kami akan lapor polisi.

Nasabah nomor 122.

Maaf.

Masih banyak nasabah yang menunggu di belakang Anda.

Silakan berdiri.

Sialan!

Hei!

Kau yang duluan mendekati.

Menggodaku.

Jangan terlalu materialistis.

Orang seperti ini harus diberi pelajaran supaya bisa sadar.

Maaf.

Jangan terlalu dipikirkan.

Tidak apa-apa.

Fokus jangan sampai lalai!

Kau digaji untuk bisa bekerja dengan baik.

Katakan dengan jujur!

Kau benar-benar menjalankan patroli setiap malam?

Yang tertulis di sini benar adanya?

Jika tidak ada yang salah, kenapa polisi bisa datang?

Nomor 5 memang tidak ada masalah.

Kau tuh... Aigoo...

Ke depannya semuanya harus kau laporkan padaku tanpa kecuali.

Mengerti?

Kau duduk di sini berleha-leha aku juga tahu.

Dan juga, hari ini kau masuk kerja jam berapa?

- Hari ini kau telat lagi, 'kan? - Maaf.

Jo Gyeong Min-ssi!

Gyeong Min-ssi?

Gyeong Min-ssi, kau tidak apa-apa?

Menurutku kondisimu tidak begitu baik.

Tidak, aku tidak apa-apa. Maaf.

Bulan ini kontrakmu juga sudah habis masanya,' kan?

Iya.

Performansi-mu boleh dibilang lumayan bagus.

Anu... Jijeomjang-nim mewanti-wantiku untuk memberimu perlakuan yang pantas. [Jijeomjang - setara dengan manager cabang]

Gyeong Min-ssi, aku...

...akan mengubahmu menjadi karyawan kontrak tanpa batas.

Maaf?

Dengan begitu, tidak saja gaji tahunanmu yang akan naik,

tapi akan menjadi stabil. Bagus 'kan begitu?

Iya.

-= Panggilan tak dikenal =-

Sini!

-= Panggilan tak dikenal =-

Tidak dingin?

Masih ingat padaku?

Kita pernah bertemu kemarin di bank.

Maaf.

Ah, sebentar!

Aku menunggumu lama sekali.

Jam segitu sepertinya bus terakhir sudah tidak ada lagi.

Dan kita tinggalnya di daerah yang sama.

Mending pulang bersamaku saja.

Tidak, aku mau naik bus pulang.

Maaf.

Ah, kenapa sih suka banget bikin orang malu? Dasar!

Kenapa kau suka sekali memperlakukanku seperti orang aneh?

Aku salah apa lagi?

Kampret itu datang lagi? Sialan!

Hei, tidak mau lepaskan?

Ini orang kenapa masih belum sadar?

Kenapa?

Anu, apa maksudmu kenapa?

Sepertinya kau salah paham.

Salah paham apa? Kampret!

Aku akan pergi. Kau tenangkan dirimu.

Kalian ini sungguh menakutkan.

Kau pacarnya?

Kau tidak apa-apa?

Jika kau berani menampakkan diri sekali lagi, aku benar-benar lapor polisi.

Gyeong Min-ssi, naiklah!

Maaf, gara-gara aku jadi...

Ah, kenapa minta maaf? Sesama rekan kerja.

Lain kali jika ada kejadian seperti ini lagi,

segera telepon aku, oke?

Jangan mencoba menyelesaikannya sendiri.

Gyeong Min-ssi, ini aku Kim Seong Ho.

Dompetmu ketinggalan di dalam mobilku.

Ini.

Maaf, Gwajang-nim. Telah merepotkanmu.

Tidak apa.

Anu...

Mati lampu ya?

Sepertinya begitu.

Entah kenapa.

Tiba-tiba jadi gelap saja.

Mau kubantu lihatin?

Tidak usah. Tidak apa-apa.

Aku tanya ke petugas di bawah saja.

Asalkan kau tidak keberatan, aku bisa bantu cek sebentar.

Mungkin bukan masalah besar.

Ah, ininya loncat.

Begitu kelebihan beban, dia akan loncat.

Ah, maaf.

Aku tidak tahu di rumahmu masih ada orang lain.

Bukan, bukan.

Bukan seperti itu.

Karena aku tinggal sendirian,

jadi sengaja...

Gwajang-nim.

Jika tidak keberatan, mau minum secangkir kopi?

Oh, boleh.

Silakan duduk di sini.

Boleh aku pakai kamar mandinya sebentar?

Aku mau cuci tangan sebentar.

Kamar mandi sebelah sini.

Oh, baik.

Tunggu sebentar!

Tapi Gwajang-nim tahu dari mana?

Sepertinya saya tidak pernah menyinggungnya di depanmu.

Apanya?

Nomor rumahku, 601.

Oh...

Itu.

Aku pergi beli kopi dulu.

Anda bilang dia adalah atasan Anda di kantor?

Iya.

Jadi selama ini

orang yang berusaha masuk ke rumahmu dan menguntitmu adalah dia?

Penguntitnya adalah atasanmu di kantor?

Ini...

Aku juga...

Dia adalah pacarmu?

Maaf?

Anu, kebanyakan dari laporan penguntitan yang kami terima

ujung-ujungnya pelakunya adalah pacar sendiri.

Kau tidak punya pacar?

- Hei... - Kenapa? Kampret.

Lain kali kau saja yang tanya.

Masuklah!

Berapa nomornya?

1784.

Hal semacam ini tidak seharusnya polisi yang disuruh ke sini tapi pacar.

Marah ya?

Minum 3 in 1 kopi?

Lelah ya?

Semalam aku begadang.

Rasanya mau mampus, mampus.

Walaupun lelah,

ujung-ujungnya kita harus konfirmasi sekali lagi.

Menurut kesaksianmu itu...

...kau keluar dari rumah dan telepon 112.

Di saat itu ada orang yang membunuh Kim Seong Ho.

Begitu?

Berdasarkan evaluasi TKP,

di dalam kamarmu

ditemukan juga ada bekas perkelahian dengan pihak ketiga.

Jo Gyeong Min-ssi...

Seharusnya kau melihat ke arah orang yang sedang berbicara.

Kenapa tidak menatapku?

Tatap aku!

Ada bekas perkelahian dengan pihak ketiga.

Dengan kata lain...

Di dalam tempat tinggalmu masih ada orang lain.

Orang yang membunuh Kim Seong Ho.

Mungkinkah orang yang kau kenal?

Katanya nomor pintu rumahmu

diketahuinya dari penjaga yang di lobi.

Karena katanya dompetmu ketinggalan di dalam mobilnya.

Kenapa kau berbuat seperti ini?

Maaf?

Semuanya sudah terpampang dengan jelas.

Kau menuding orang lain membunuh Kim Seong Ho.

Kau sendiri yang lapor polisi.

Berpura-pura diri sendiri adalah korban.

Siapa?

Menurutku di rumahmu

terdapat banyak produk pria.

Sudah ada kabar dari tim forensik.

Katanya tidak ketemu.

Bukankah di dalam darah Kim Seong Ho ditemukan adanya komposisi obat bius?

Sudah pasti entah bangsat mana yang ada di rumah perempuan itu yang menghabisi Kim Seong Ho.

Jo Gyeong Min yang ada di sampingnya menyuntikkan obat bius.

Sudahlah.

Aku juga berharap seperti itu supaya bisa menghukumnya.

Tapi dari sebelumnya dia sudah mulai lapor polisi.

Katanya sih ada orang yang secara diam-diam ingin masuk ke dalam rumahnya.

Jika sebelum esok pagi obat biusnya masih juga belum ditemukan,

bebaskan orangnya.

Kantor pusat sana bilang...

Gwajang baru minggu depan akan mulai bertugas di sini.

Sekedar informasi.

Hati kalian jangan terlalu risau.

Semuanya yang semangat!

Maaf.

Gyeong Min-ssi...

Kita ngobrol sebentar.

Kenapa tidak istirahat dulu hari ini?

Aku tidak bisa terus-menerus absen tanpa alasan.

Aigoo, kami semua mengerti situasimu.

Pasti sangat susah.

Anu, Gyeong Min-ssi...

Aku berniat untuk meneleponmu.

Anu, kontrakmu berakhir bulan ini bukan?

Gwajang-nim adalah orang yang baik.

Makanya. Sangat disayangkan.

Sampai sekarang aku masih merasa susah percaya.

Gyeong Min-ssi sepertinya tidak ikut ke pemakaman?

Sepertinya aku tidak melihatnya.

Katanya dia ditahan terus di kantor polisi.

Diperlakukan seperti pelaku pembunuhan.

Pelaku pembunuhan?

Sungguh menakutkan.

Menakutkan sekali.

Park Daeri bukannya tidak tahu informasi dalam.

Kau sama sekali tidak paham situasinya.

Mana boleh menyebutnya sebagai pelaku pembunuhan?

Kata-katamu ini sepertinya agak keterlaluan.

Eonni, kenapa?

Duduklah.

Eonni!

Eonni!

- Jo Gyeong Min! - Hyo Joo-ssi.

Rapat kita masih belum selesai.

-= Hyo Joo =- -= Sebelum pindah tinggallah dulu beberapa hari di tempatku. Bukankah kau bilang beberapa hari yang lalu ada orang mengetuk pintumu? =-

Anu...

Maaf.

Hal yang pernah kusinggung waktu itu...

Bolehkah aku melihat rekaman CCTV-nya?

Koridor di lantai enam juga bisa kelihatan?

Koridor?

Yang terpasang di koridor hanyalah dummy.

Selama terpasang di dalam lift sudah bisa kelihatan orang-orang yang datang dan pergi.

Ada yang ingin Anda lihat secara spesifik?

Hari itu ada orang yang terus mengetuk pintu rumahku.

Aku ingin tahu siapa orang itu.

Masih ada puntung rokok yang tertinggal di depan pintu.

Kalau begitu bisa jadi dia juga tinggal di gedung yang sama.

Gedung yang ini?

Iya, terkadang ada orang yang mabuk

dan mengira itu rumah dia. Jadi dia mengetuk pintu.

S

Su

Sub

Subt

Subti

Subtit

Subtitl

Subtitle

Subtitle

Subtitle o

Subtitle ol

Subtitle ole

Subtitle oleh

Subtitle oleh:

Subtitle oleh:

Subtitle oleh:

Subtitle oleh: ~

Subtitle oleh: ~

Subtitle oleh: ~ D

Subtitle oleh: ~ Da

Subtitle oleh: ~ Dam

Subtitle oleh: ~ Damn

Subtitle oleh: ~ Damn!

Subtitle oleh: ~ Damn!S

Subtitle oleh: ~ Damn!Su

Subtitle oleh: ~ Damn!Sup

Subtitle oleh: ~ Damn!Supe

Subtitle oleh: ~ Damn!Super

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Kalau begitu, saya ganggu sebentar.

Iya, telah merepotkanmu.

Iya.

Anu, tidak ada apapun.

Begitu ya?

Terima kasih.

Halo?

Saya Jo Gyeong Min yang ke sana melihat-lihat rumahmu beberapa hari yang lalu.

Saya cuma ingin bertanya bisa secepatnya tanda-tangan?

Hari itu ada orang yang terus mengetuk pintu rumahku.

Aku ingin tahu siapa orang itu.

Kalau begitu bisa jadi dia juga tinggal di gedung yang sama.

Ada orang?

-= Bank Soo Hyeob =-

Kalau menurutku satu dari antara dua.

Pertama, orang yang bersembunyi di dalam rumah Eonni adalah Kang Seung Hye.

Kedua, di tangan Gwajang-nim terdapat tag kunci rumah Kang Seung Hye.

Sampai kemarin dia masih gesek kartunya.

Dan itu di toserba yang ada di dekat daerah tempat tinggal Eonni.

Sepertinya setiap hari barang yang dibeli adalah sama.

Semuanya 3200 Won. Beli apa dia sebenarnya?

Jamnya selalu sama setiap kali.

Semuanya jam delapan.

Salah, salah. Hari Sabtu itu jam satu.

Sabtu?

Jam satu?

Bagaimana kalau kita coba telepon?

Kalau sudah tersambung mau bilang apa?

Cukup konfirmasi dia itu Kang Seung Hye atau bukan, Eonni.

Tidak dijawab?

Kalau begitu pakai KakaoTalk saja.

-= Hei, Kang Seung Hye! Bisa tidak coba kirim pesan? Jarimu keseleo ya? =-

Tidak dibaca olehnya.

Aku cabut dulu ya!

Ke mana? Eonni, ke mana?

Aku mau ketemu dengannya di toserba ini.

Kenapa harus ketemu langsung?

Sebaiknya langsung lapor polisi saja.

Tidak, kalau lapor polisi sudah pasti aku yang akan dicurigai duluan.

Kenapa mencurigaimu Eonni?

Eonni juga korban.

Hei, aku juga sangat penasaran.

Kenapa aku bisa dianggap sebagai tersangka?

Sampai dipecat dari perusahaan.

Sebentar!

Ayo!

Kau mau ke mana?

Toserba.

Tidak, tidak.

Ini adalah masalahku, Hyo Joo.

Aku sekarang lagi semangat main mata-mata.

Hari Sabtu pagi-pagi sudah keluar rumah.

Dan mengumpulkan begitu banyak data untukmu.

Kau sekarang menyuruhku mundur?

Tidak bisa! Kau ke sana sendiri malah lebih mencurigakan.

Ya 'kan? Tidak apa-apa.

Ayo!

Benar, 3200 Won.

Benar, 3200 Won. -= Bubur sayuran =-

-= Bubur sayuran =-

Bisa jadi bukan.

Di sini banyak barang yang harganya 3200 Won.

Di situ ada susu dan sandwich juga 3200 Won.

Sudah lihat bagian sini?

Kopi beli dua dapat satu juga harganya 3200 Won.

Eonni, kau kira orang belanja di toserba buat dijual ulang lagi?

Lapar ya?

Eonni, kau mau kencan buta?

Apa?

Dia dalah salah satu oppa waktu SMA.

Judo dan jiujitsu brazil dia digabung ada tiga lho!

Lehernya... Ma Dong Seok abis.

Bagian sininya tidak terpisah style seperti itu kau tahu 'kan?

Tapi kalau pakai Polo shirt bisa saja kelihatan ada kerahnya.

Menurutmu oke?

Apaan?

Kenapa dia bisa kenal aku?

Kenapa dia bisa kenal aku? -= Kang Seung Hye: Hei Hyo Joo! Apa kabarmu? =-

-= Kang Seung Hye: Hei Hyo Joo! Apa kabarmu? =-

3200 Won.

Jam satu!

Sebelah sana!

Tidak bisa, Eonni.

Kita pisah di sini.

Pisah?

Iya, Eonni lewat jalan besar.

Aku lewat sini.

Hampir ketinggalan. Ayo cepat!

Saling kontek ya? Aku duluan.

Jangan lupa telepon!

Iya, tahu.

Sial!

1784.

=Halo, dengan kantor polisi.=

Halo? Di sini ada orang...

=Anda tenang dulu! Ceritakan pelan-pelan.=

=Halo? Silakan bicara.=

Hei!

Kau adalah Kang Seung Hye-ssi bukan?

Apa? Apaan sih?

Sebentar!

Kau Kang Seung Hye-ssi 'kan? Benar 'kan?

Sudah kubilang bukan.

Tidak dingin?

Banyak orang yang mencarimu.

Adikmu masih sering mengirimmu SMS.

-= Hyo Joo (Teman satu sekolah) =-

Tapi hubunganmu dengan Hyo Joo cukup dekat?

Hari ini dia mengirim SMS terus.

Hari ini aku mau memberitahumu.

Aku sudah punya orang lain.

Aku merasa sangat bersalah padamu Seung Hye.

Karena itulah hari ini aku mau berterus terang.

Kau pasti bisa mengerti, 'kan?

Tapi mungkin kau pernah bertemu dengannya.

Dia tinggal di lantai bawah rumahmu.

Sedang apa kau?

Hapemu ketinggalan di sini?

Mau aku bantu jawab teleponmu?

Ada orang? Ada orang? Tolong aku!

Ada orang? Tolong!

Bangsat!

Mampus kau!

Bajingan kau!

Polisi... Polisi...

Halo! Halo!

Kuncinya persis sama.

Nomor sandinya juga persis sama dengan nomor sandi di rumahnya.

Tidak usah bahas ini dulu.

Tapi di dalam rumah sama sekali tidak ada apa-apa.

Mau cek ke sana sama-sama?

Jo Gyeong Min, jangan bohong!

Kau benar tidak melihat wajah orang itu?

Hei, dia barusan hampir mati.

Mana punya nyali lihat muka orang?

Kalau itu kau, kau bisa melihat jelas muka orang itu?

Agassi, jangan ngomongin masalah warna sepatu olah-raga atau semacamnya.

Kau harus bisa memberikan bukti yang lebih jelas.

Baru bisa aku berbuat sesuatu.

Hapenya mati jadi tidak bisa dilacak lokasinya.

Kau yakin hapemu hilang?

Dia dengar langsung jika yang tinggal di bawah orang itu adalah target berikutnya.

Ah... tangannya...

...mengenakan jam tangan.

Sialan!

Kalau begitu aku pembunuhnya? Lihat!

Anu... sudah sangat tua.

Modelnya sangat populer dulu.

Sudah ketemu!

Mampus, bagaimana?

-= Bank Soo Hyeob =- -= Jo Gyeong Min =-

Kalian sepertinya terlalu subjektif.

Perempuan itu yang duluan memberikan kartu namanya padaku.

Kartu nama memang gunanya untuk dibagikan ke orang lain.

Dan kau di malam berikutnya

berniat membawa secara paksa Jo Gyeong Min-ssi di depan bank.

Namaku Kim Gi Jeong.

Aku tahu.

Aku bilang namaku Kim Gi Jeong.

Kubilang aku tahu.

Jangan pakai banmal. [Banmal - B. Korea non-formal]

Kau selalu menguntit Jo Gyeong Min-ssi.

Hari itu kenapa kau bisa sampai ke depan pintu rumah Jo Gyeong Min-ssi?

Kampret! Aku ke sana karena emosi. Karena emosi.

Nongol pakai jas.

Dengan gaya seolah-olah dia itu seorang pangeran.

Setelah dia nongol dengan mobil impornya,

gaya perempuan itu berlindung di belakangnya sungguh membuatku jijik.

Aku ke sana karena ingin menghabisi mereka berdua. Puas?

Kecilkan suaramu, bangsat!

Memang benar aku ikut ke sana.

Tapi tidak lama kemudian aku pulang ke rumah.

Aku pulang jalan kaki.

=Ayo, minum secangkir kopi.=

=Anggap saja kita saling membantu.=

Coba lihat ini.

Korban dimasukkan ke dalam kantong sampah dan dilempar ke atap lantai atas.

Kau tidak merasa aneh?

Kenapa mayatnya harus dibuang ke atas atap?

Kau tidak merasa aneh?

Kenapa dari tadi kau bertanya seperti ini padaku?

Bantulah aku. Aku bertanya padamu karena aku tidak tahu.

Mungkin ingin memperlihatkannya kepada orang-orang.

Memperlihatkan apa?

Selanjutnya adalah kau.

Lebih kurang begitu.

Kau mencurigaiku terus.

Tapi aku bukan tipe orang gila yang menculik kemudian menggergaji mereka hingga menjadi potongan-potongan.

Ini... ternyata dipotong dengan gergaji.

Aku ini tukang kayu.

Pakai pisau atau kapak tidak akan bisa memotong bagian ini.

Kalian pernah membicarakan alat yang digunakan untuk membunuh dengan orang itu?

Tidak.

Tapi arlojimu itu dipakai mulai dari semenjak kapan?

Lumayan bagus tuh! Gaya pengemis, gaya pengemis.

Sialan! Jangan menahan orang yang tidak bersalah dan bicara hal-hal yang tidak berguna.

Perempuan jalang di bank itu berani-beraninya mempermainkanku.

Dia sedang mengawasi dari balik situ?

Hei! Jika aku keluar dari tempat ini, awas saja kau!

Mengerti?

=Ngapain kau?=

- Kau akan mati! - Duduk!

Kau tahu apa yang paling membuatku marah?

Aku ketakutan hingga tubuhku menjadi kaku dan tidak sanggup berbuat apapun.

Aku sangat marah pada diriku yang seperti itu.

Saat orang itu membunuh wanita itu,

saking ketakutannya aku hanya bisa bersembunyi dan tidak berani bersuara.

Tidak sanggup cerita apapun kepada polisi.

Saat kau datang sambil berlari,

aku tidak sanggup berbuat apapun karena terlalu gemetar.

Aku bodoh sekali seperti itu. Saking bodohnya sampai aku emosi.

Ini bukan salah Eonni, oke?

Anda telah lelah menunggu.

Disini biar kami yang bertanggung jawab menyelesaikannya.

Kau pulanglah dan istirahat.

Benar pria itu, 'kan?

Iya, pada dasarnya boleh dipastikan begitu.

Boleh dibilang dia sudah mengakuinya dari mulutnya sendiri.

Dia memiliki catatan kriminal yang berhubungan dengan kekerasan.

Selama bisa diidentifikasi di TKP Kang Seong Hye, dan menemukan sidik jarinya boleh dibilang sudah pasti.

Terakhir kali waktu lapor polisi,

bukankah kau mencurigaiku?

Kau bilang aku yang melakukannya.

Ah, itu karena...

...mencurigai semuanya adalah penyakit akibat kerja kami.

Bukan sengaja. Maaf.

Jika dia dibebaskan bagaimana?

Jika orang itu dikarenakan kurangnya bukti dan dibebaskan seperti aku.

Ini kardus terakhir, 'kan?

Iya, merepotkan.

Letakkan agak ke dalam.

Ini kuncinya.

Lumayan cepat sudah menemukan tempat tinggal.

Iya, untung.

Sialan!

Sudah selsai?

=Belum.=

=Eonni, kita harus makan jjajangmyeon dan tangsuyuk nih!=

=Mau aku ke sana?=

Sekarang tidak bisa.

Di sini sama sekali tidak ada tempat.

Nanti setelah selesai berbenah kau baru datang ya?

Hari pindahan sudah sewajarnya makan sambil beralaskan koran.

- Begitu ya? - =Iya.=

Oke, gitu saja.

Tapi pengaman jendela dan kunci pintu masih belum selesai dipasang.

Kau santai-santai saja ke sininya.

=Baik.=

Wah masalah besar ini.

Abeojinya Gyeong Min sedang berada di IGD dan kehilangan kesadaran.

Kenapa dia pindah rumah tanpa memberitahukannya kepada keluarga? Dasar!

Kalau begitu kau telepon saja dia.

Hapenya tidak aktif.

Makanya aku bisa ke sini.

Aku disuruh oleh Eommanya Gyeong Min.

Suruh aku cepat ke sini cari dia.

Siapa tahu dia malah pindah?

Karena itu kau...

Cepat beritahu aku.

Tapi kenapa sachon oppa-nya yang disuruh ke sini? [Sachon oppa - abang sepupu]

Eommanya Gyeong Min di Daejeon.

Aku tinggal di Seoul makanya aku disuruh ke sini.

Ini orang benar-benar...

Kalau tidak kasih tahu aku perusahaan pindahannya juga boleh.

Kami sesuai peraturan.

Lagipula ada kejadian yang tidak mengenakkan terjadi.

Kalau begitu terus... Jika terjadi sesuatu pada Appa-nya Gyeong Min,

kau bisa tanggung-jawab?

Kuncinya cuma ada satu set.

Lain kali kalau ada peluang buatlah duplikatnya.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Hyo Joo ya?

Jo Gyeong Min-ssi?

Paket ekspresmu sudah sampai. Kutaruh di sini.

-= Kukembalikan hapenya padamu. =-

-= Hyo Joo =-

Hyo Joo aku bisa dengar. Bicaralah.

Hyo Joo...

Hyoo Joo!

Ada orang? Itu...

Ada orang?

Hei! Buka pintu! Cepat!

Hyo Joo!

Buka pintunya, kampret!

Hyo Joo!

Hyo Joo!

Buka pintunya!

Tolong! Tolong!

Hyo Joo! Hyo Joo!

Cepat sekali larimu.

Pegang mana kau?

Ayo!

Pergi minum kopi.

Apa lihat-lihat?

Tidak mau masuk?

Apa yang kau lakukan terhadap Hyo Joo, bangsat!

Kau apakan dia?

Sialan!

Kampret!

Perempuan gila!

Hyo Joo, waktunya makan buah.

Kami terus mengawasinya.

Jika aku sampai di sana lebih cepat...

Gyeong Min-ssi mungkin tidak perlu mengalami peristiwa seperti ini.

Maaf.

Video call itu bagaimana?

Kampret itu... pintar otaknya.

Dia menggunakan komputer Oh Hyo Joo-ssi

dan merekam lebih dahulu kejadiannya.

Kemudian pakai hapenya Oh Hyo Joo-ssi

membuat panggilan video call kepada Gyeong Min.

Jika kau bisa lebih berkepala dingin,

kau pasti akan menyadarinya.

Apa?

Akan bisa kelihatan bagaimana Oh Hyo Joo-ssi waktu pulang kerja.

Yang menunjukkan bahwa pada saat itu dia baru pulang.

Kalau begitu, mana mungkin ini adalah hapenya Oh Hyo Joo-ssi?

Ini adalah akal sehat.

Bagi Hyeongsa-nim ini yang dinamakan akal sehat?

Akal sehat yang kuketahui adalah...

Kejadian seperti ini menimpa teman,

kau pasti akan langsung lari ke dia tanpa mempedulikan semuanya.

Inilah akal sehat.

Lalu apa yang akan terjadi pada Kim Gi Jeong?

Buktinya sudah ditemukan.

Tas peralatan yang ada di dalam video itu sudah ditemukan.

Di situ ditemukan adanya sidik jari Kim Gi Jeong.

Palu dan gergajinya juga sudah ditemukan.

Hasil tes DNA yang keluar sesuai,

dia akan langsung ditangkap. Tidak usah khawatir.

Eonni.

Sudah bangun?

Hari ini kau juga ada di sini?

Kenapa tidak pulang ke rumah?

Kau sudah agak mendingan? Bagaimana kondisimu?

Kata dokter aku harus diopname seminggu ini baru diperbolehkan pulang.

Katanya operasinya berjalan dengan sukses.

Maaf, Hyo Joo.

Jangan nangis, Eonni.

Gara-gara aku kau dan Gwajang-nim...

Aku sungguh tidak ingat apa-apa.

Cuma tertidur beberapa hari saja kok!

Dokter sudah bilang...

Operasinya sukses dan tidak akan meninggalkan bekas apapun.

Eonni, sebaiknya kau berkaca.

Eonni terlihat jauh lebih suram dariku.

Iya ya?

Jangan nangis.

Juga tidak usah merasa bersalah.

Karena aku, karena aku waktu itu berlari menerjang ke orang itu.

Lagipula, Eonni bergegas datang untuk menyelamatkanku, 'kan?

Eonni, nanti setelah aku keluar dari rumah sakit kita pergi makan enak yuk!

Mau 'kan?

Jangan nangis.

Jangan nangis lagi.

Anu...

Anda belum pergi?

Sudah, tapi kemudian teringat jika aku lupa memberikan ini padamu.

Pinguin.

Kamera pengintai yang dipakai di dalam rumah.

Jika kau merasa ada yang mencurigakan, mungkin ini ada manfaatnya.

Aku bukan sengaja memilih pinguin.

Tapi belakangan ini modelnya begitu semua.

Terima kasih.

Apa kabarmu?

Tidak sengaja bisa ketemu di sini.

Namaku Han Dong Hoon.

Officetel tempat Anda tinggal dulu, saya bekerja sebagai penjaganya.

Ah, apa kabar.

Anda pindah di sekitar sini?

Ah, dulu aku pernah merepotkanmu tapi malah tidak mengenalmu.

Sungguh maaf.

Apanya yang merepotkan.

Itu adalah pekerjaanku.

Tempat baru Anda bagus?

Iya, lumayanlah.

Tidak ada orang yang mengganggumu seperti dulu lagi, 'kan?

Maaf?

Tidak ada orang yang menganggumu, 'kan?

Kudengar katanya pelakunya sudah tertangkap.

Iya.

Bangsat itu kelak tidak akan bisa mengganggumu lagi.

Maaf?

'Kan sudah tertangkap.

Sampai jumpa lagi.

3200 Won.

- Halo? - =Dengan Lee Hyeongsa, kau lagi di mana sekarang?=

Aku di rumah, di rumah.

=Kau diam saja di rumah. Jangan sekali-sekali keluar dari sana.=

=Karena DNA-nya tidak sesuai, Kim Gi Jeong sudah dibebaskan.=

=Aku akan segera ke sana. Kau harus tetap berada di dalam rumah dan jangan keluar.=

=Kim Gi Jeong...=

=...dibunuh.=

=Halo? Gyeong Min-ssi?=

=Gyeong Min-ssi? Kau lagi dengar?=

=Gyeong Min-ssi! Gyeong Min-ssi!=

Segera cek rekaman CCTV yang ada di sekitar rumah Gyeong Min-ssi!

Jika ketemu petunjuk, segera hubungi aku!

Baik.

Hei kumpul!

Sudah sadar?

=Seonbae, di Yangpyeong ditemukan jejak tersangka pelaku.=

Lokasi ponsel Jo Gyeong Min masih belum bisa dilacak?

=Iya, tidak aktif terus.=

=Oh ya...=

=Pengawas yang bekerja di officetel tempat tinggal Jo Gyeong Min-ssi yang lama=

=yang memperlihatkan rekaman CCTV pada Kim Gi Jeong itu. Yang namanya Han Dong Hoon...=

Ya, kenapa?

=Anehnya sehari setelah Kim Gi Jeong kehilangan nyawa,=

=dia mengundurkan diri dari pekerjaannya dan menghilang.=

=Tapi...=

=Tempat kerja lama Han Dong Hoon itu berada di sekitar daerah Yangpyeong.=

Untuk sementara waktu tinggal di sini harusnya tidak ada masalah.

Maaf, sepertinya efek obat biusnya masih belum hilang.

Aku takut kau merasa asing, jadi sampai selimut dan yang lainnya kubawa ke sini.

Aku juga sudah mengganti bajumu dengan baju tidur.

Kenapa kau begitu terhadapku?

Menyukai seseorang tidak perlu alasan.

Tapi kau tidak mengenaliku waktu berada di toserba.

Kau sengaja begitu ya?

Benar tidak mengenaliku?

Benar?

Mana mungkin kau tidak mengenaliku di tempat itu?

Karena aku adalah dokter hewan yang biasa-biasa saja?

Tataplah aku!

Kusuruh kau tatap aku!

Di saat kau memejamkan matamu,

perasaannya bukan seperti ini.

Jika kau merasa aku sudah gila dan psikopat,

kau tinggal keluar saja dari sini.

Pintunya sama sekali tidak kukunci.

Tapi, jika kau sudah keluar...

...dan tertangkap kembali olehku...

...maka lengan dan kakimu akan kupotong.

Jika tidak, kau akan kabur lagi.

Apa yang kau tangisi?

Aku bukan orang yang menakutkan.

Kau diam-diam saja di sini, Gyeong Min-ssi.

Aku tidak mau, kampret!

Fokus! Fokus!

Fokus! Harus bisa keluar dari tempat ini.

=Dulunya adalah hotel buat turis lokal.=

=Tapi sejak tutup tahun 2010, bangunannya dibiarkan kosong begitu saja.=

=Han Dong Hoon adalah mantan karyawan di sana.=

=Sebelum tutup pernah ada tamu yang lompat dari gedung.=

=Umur 27 tahun, Lee Hee Jin=

=Setelah itu dia mengajukan permohonan untuk dipindahkan ke Seoul.=

=Mulai tahun 2010, di distrik Seong Dong pengawas sebuah officetel=

=di sini juga pernah terjadi sebuah kasus orang hilang yang tidak terungkap.=

Jo Gyeong Min-ssi?

Gyeong Min-ssi?

Gyeong Min-ssi, ini aku Lee Hyeongsa.

Aku di sni.

Lee Hyeongsa! Sebelah sini, sebelah sini.

Sakit!

Lee Hyeongsa-nim.

Terlalu banyak pria yang mengelilingimu.

Semuanya sudah berakhir. Letakkan!

Mampus kau!

Kenapa mau membunuhku?

Tadi aku sudah bilang. Potong lengan terlebih dulu.

Mau ke mana kau? Sini!

Terkurung di tempat ini hanya ada kita berdua.

Ke mana kau, sialan?

Jujur saja... Kau juga sangat menyukaiku, 'kan?

Ya 'kan?

Bajingan!

Sini kau!

Masih berniat membunuhku?

Mati kau!

Perihal kematian pelaku kekerasan,

pengadilan memutuskan bahwa tindakan korban Jo adalah bela diri semata.

Polisi menyatakan selain korban Jo masih ada beberapa korban lainnya.

Hasil investigasi lebih lanjut menarik banyak perhatian.

Selanjutnya adalah ramalan cuaca.

Hari ini adalah titik balik musim semi.

Musim dingin yang panjang berakhirlah sudah.

Musim semi yang hangat telah menyapa.

Di berbagai daerah di pelosok negeri ini bunga-bunga mulai bertunas.

Sudah kubilang tidak usah datang, Eomma.

Hyo Joo akan ke sini membantuku.

Langsung ke tempat baru saja. Aku tahu.

Boleh, aku juga sudah lama tidak makan masakan Eomma.

Baik.

Terima kasih telah menggunakan subtitle dari: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Damn!SuperSub Indonesia Facebook Fanpage: https://www.facebook.com/DamnSuperSubIndo

Kunjungi blog Damn!SuperSub Indonesia di: ~ http://ngesub.com ~

~ Follow twitter kami di: @DSSIndo dan @ngesub dan nantikan karya kami berikutnya. ~

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.