All language subtitles for Unstoppable.2018.720p.HDRip.H264.AAC-PCHD

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Hari ini seharian harus dipenuhi oleh motivasi.

Hei, taruh di sini, taruh di sini.

Bawa cart-nya ke sini!

Bawa cart-nya.

Tidak ada ikan makarel ya?

Ikan hari ini mantap-mantap semua. Barang bagus nih!

Aku ke pusat dulu sebentar. Nanti baru kubawakan untukmu, nanti.

Hyeong, ikan hari ini benar tidak ada masalah?

Aigoo, cukup banyak jumlahnya. Kerjaan hari ini akan banyak sekali.

Ayo jalan!

Hyeong, kalau gitu aku ke pusat dulu ya.

Ah, iya iya.

Kapan mau mampir?

Secepatnya, Eomonim.

Iya.

Barang hari ini cukup banyak, cukup banyak.

Suseong sana minta dua ya.

- Oke, total empat jadinya? - Iya.

Oke.

Ajeossi!

Anda mau satu dus ikan makarel?

Samchon, ikan kongchi-nya datang.

Oh, baik.

Besok aku mau dua kardus ikan makarelnya.

Ok, makarel.

- Oke, oke? - Iya, iya.

Samchon!

Satu ya.

Oke.

- Lain kali harus merepotkanmu lagi. - Baik, terima kasih.

Sudah selesai.

- Aku juga. - Hei!

Kau mau begitu terus?

Tolong tunggu beberapa waktu lagi.

Tunggu apa?

Sudah berapa lama aku menunggu?

Jika kau tunggu beberapa saat lagi, pasti akan kuberikan padamu.

Hei, jika tidak mampu keluar saja kau kampret!

Ah, orang-orang itu sungguh keterlaluan.

Ini adalah pasar ikan. Dia pikir ini dia ini preman atau apa?

Mereka mengambil keputusan sendiri dan mengubah tempat ini.

Semua penjual dikutip biaya pengelolaan atau apalah itu.

Sungguh tidak pantas.

Hyeong...

Bangsat itu belum membayar uang orderan padamu, 'kan?

Kali ini sepertinya akan dibayar.

Yang bulan lalu saja masih ngutang.

Kita 'kan bukan kurir ekspres.

Tahunya cuma menahan barang orang saja.

Tapi 'gak bayar-bayar.

Dasar kampret!

Gerombolan sampah ini sekali-kali harus kita kasih pelajaran.

Sialan!

Datang, datang.

- Oh, Kang Sajang. - Halo!

Barangnya sudah kami distribusikan ke semua toko.

Oh ya?

Kembali ke kesibukanmu!

Iya, Anda juga.

Senang ya?

Kampret!

Ya, Hyeong-nim?

Ya, ya.

Baik, aku tahu.

Baik, aku segera ke sana.

Iya.

Iya.

Hei, kau juga cepat!

Cepat jalan! Cepat!

Mau ke mana lagi ini?

Itu...

Kau sudah tahu mengenai proses bisnis ini sebelum kau ke mari, 'kan?

Jika ingin menarik kembali semua modal yang sudah ditanamkan, waktunya tiga bulan.

Paling lama juga cuma enam bulan.

Seluruh nilai investasimu akan bisa balik modal.

Kalau begitu, kau berniat untuk membayar uang kontrak?

Tunggu apa lagi, kunyuk? Bawa ke sini!

Hyeong ini adalah nafas hidup bagi kelangsungan barang-barang di negara kita.

Hampir tidak ada barang satu pun,

yang bisa mengalir masuk ke pasaran tanpa melalui tangan dingin Hyeong-nim satu ini.

Park Sajang, malu ah! Kenapa bicaranya seperti begitu.

Tidak apa-apa, tidak apa-apa.

Dengan kata lain kami menghargaimu makanya kau kami undang ke sini.

Kalau itu orang lain, sama sekali tidak punya kesempatan.

Anu, itu...

Boleh aku lihat barangnya dulu?

Bagaimana?

Hebat, 'kan?

Wah! Besar sekali ini.

Awas ketusuk! Ketusuk

Coba lihat cangkang di perut dan daging di kakinya.

Ini adalah barang lokal super grade A.

Kalian pernah mencicipi barang bagus seperti ini?

Karena itu kapal nelayan sudah pasti bulan depan akan melabuh ke sini?

Dasar!

Orang lain kalau lihat, bisa-bisa aku dikirain tukang tipu.

Sudah ah! Sudah!

Bukan begitu, bukan begitu.

Hyeongnim, ini orang lugu sekali.

Sebelumnya dia sering ditipu.

Kejadian seperti ini adalah yang pertama kali.

Harap Hyeong-nim maklumi.

Aku juga tidak begitu ngerti.

Baiklah, Sajang-nim usianya masih sangat muda sudah pasti sering ditipu orang.

Aku akan menjelaskannya padamu.

Iya.

Kenapa ini butuh waktu tiga bulan?

Bulan depan, kapal berlabuh ke sini butuh waktu satu bulan.

Mengambil barang dari kapal untuk didistribusikan ke pasar butuh waktu sebulan.

Kemudian dibeli dan dimakan oleh orang-orang lalu boker.

Butuh waktu sebulan untuk beredar di pasaran.

Begitu sudah jelas, 'kan?

Modal yang diinvestasikan oleh Kang Sajang

Lima ribu ekor king crab...

Sama sekali tidak mungkin jika di pasar nanti harga jualnya kebanting.

Setidak-tidaknya untungmu pasti ada 200 ribu.

Barang seperti ini? Barang seperti ini 200 sampai 300 ribu Won

adalah harga dasarnya.

Dalam kurun waktu 20 tahun ini sudah sering beli lotere 'kan?

Kampret, barang 5000 selembar itu bisa untung berapa?

Ini baru lotere, ini.

Aku berani jamin.

Bulan depan kapalnya pasti merapat.

Itu di situ truk yang akan memuat barang, kelihatan 'kan?

Kau palingan pakai tiga bulan lagi.

Setelah itu bisa jadi kau sudah bawa mobil Benz.

Sajang-nim, uang kontrak itu...

Kali ini sudah yakin?

Aku sudah cari tahu.

Sangat yakin.

King crab ini asli. Coba kau lihat sendiri barangnya.

- Kita akan jadi sukses berkat ini. - Ayo!

Sajang-nim, ini uang jadinya.

Ah iya.

Aku tidak butuh hitung ulang 'kan?

Iya, jumlahnya kujamin benar.

Ini berhasil kukumpulkan dengan susah payah.

Jadi mohon kerja-samanya.

Kau tinggal tunggu hasil saja.

Ayo!

Ini kau bawa pulang dan dikukus.

Terima kasih.

Dong Cheol, kau tidak usah khawatir.

Semuanya pasti akan membaik.

Iya, terima kasih.

- Baiklah. - Hyeong, terima kasih.

Hyeong, telepon aku.

Baik, baik.

- Sebelum ditelan kunyah dulu dengan benar. - Baik.

Halo!

- Sudah datang? - Iya.

Sangmu-nim, meja ini minta bon.

- Dua orang. - Anda berdua silakan duduk di meja kosong ini.

Aigoo, isteriku sungguh lelah.

Makan kimbap saja apa cukup?

Oh Oppa, hari ini nasi pun belum sempat kunikmati dengan baik.

Kau tidak tahu betapa sibuknya aku.

Ini, ini.

Kau makan sambil minum ini saja.

Jangan sampai keselek.

Kau juga belum makan, ya?

Tidak usah, tidak usah.

Kau makan saja. Tadi siang aku sempat makan kimbap.

Di dalam kimbap ini

kalau ada daging king crab pasti lebih enak lagi, ya 'gak?

Ngomong-ngomong kenapa hari ini kau datangnya telat sekali?

Oh itu...

Ada orang yang namanya Park Sajang.

Tumben-tumbennya aku diteleponi sama dia.

Kami pergi minum teh bersama.

Hyeong itu belakangan ini sukses sekali.

Uangnya banyak sekali.

Kabarnya belakangan ini king crab memberi keuntungan yang sangat besar.

King crab?

Luar biasa pokoknya si king crab ini.

Oppa...

Jangan-jangan kau berbuat sesuatu di belakangku?

Ah, nggak. Apa maksudmu?

Dasar!

Menurutku...

Belakangan ini kau sudah menjalani hidup dengan benar.

Sungguh membuatku merasa bersyukur dan senang.

Aku tahu sangat berat bagimu.

Tapi sekalipun begitu,

kita lunasi hutang yang ada secara pelan-pelan.

Dan memulai hidup yang baru.

Itu... tentu saja.

Siapa juga yang bilang akan dilakukan?

Tapi ngomong-ngomong king crab memang sungguh luar biasa.

Hyeong itu bilang info terpercaya ini cuma dibocorkan padaku seorang.

Oppa!

Anu, hyeong itu punya banyak hutang budi padaku.

- Kalau hutang budi harus-- - Oppa!

Oppa dulu Choon Sik bilang informasi terpercaya apalah itu,

kau percaya padanya kan semua uang kau pakai buat modal alat kebugaran.

Akhirnya tidak hanya rugi uang tapi juga kehilangan orang. Bagaimana jadinya?

Habis itu entah kenapa lari ke Afrika berbisnis bungeo-ppang. [bungeoppang - kue manis bentuk ikan isi kacang merah]

Kalau mau jualan bungeo-ppang kenapa harus sampai ke negara yang begitu panas? [bungeoppang - kue manis bentuk ikan isi kacang merah]

Beneran ada orang di Kenya yang sukses karena berbisnis ini.

Sudah ah!

Hentikan, bisa gila aku.

Entah itu king crab atau apa, pokoknya tidak boleh!

Aigoo, aku tahu.

Tentu saja, aku tahu itu.

Aku juga sudah ngomong sama hyeong itu.

Sekarang bukan saatnya bagiku untuk berbisnis king crab.

Ngomong-ngomong sepanjang jalan ini toko penjual king crab lumayan banyak ya.

Orang bilang bagus, ya aku bilang pikir-pikir dulu.

- Aku bilang cukup! - Iya, iya.

- Hentikan! - Iya, iya.

Aku tidak akan, tidak akan.

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~

Siapa?

Sialan!

Siapa?

Hei!

Yang lampunya nyala itu. Aku sudah lihat semuanya.

Ketangkap basah olehku!

Ampuni aku.

Aku pasti akan bayar.

Kumohon...

Dengar baik-baik!

Bentar! Bentar!

Hei!

Anggap saja kau injak di sini.

Kemudian tiba-tiba terpeleset.

Setelah jatuh seperti begini,

batok kepalamu nyenggol ke sini.

Simpel, 'kan?

Setidaknya aku harus mendapatkan uang asuransimu 'kan, kampret!

Kau tidak lihat berapa staf kami yang kerja di sini hari ini?

Upah buat mereka saja belum balik modal.

Tidak usah bertele-tele lagi. Kita selesaikan saja langsung.

Oke?

Oke.

Sajang-nim!

Ampuni aku.

Kenapa? Sulit ya?

Ampuni aku.

Ampuni aku.

Hei!

Atau kau mau terjun bebas dari balkon?

Lebih gampang begitu?

Hei, di sini ada berapa lantai?

Tujuh lantai.

Tujuh lantai?

Sepertinya langsung mampus tuh!

Kau bisa dengan lancar mendarat kepala duluan?

Mana mungkin?

Ya, 'kan?

Sialan! Ngomong memang gampang. Pas mau dikerjain mana segampang itu, ya 'kan?

Biar kubantu kau.

Jangan!

Ampuni aku.

Hei! Pegang baik-baik!

Kalau gagal dalam cobaan pertama, bisa berabe.

Hei, hei, hei... Jangan panik!

Tidak apa-apa.

Hal seperti ini sudah sering kulakukan.

Jangan berteriak ya!

Ayo!

Pada hitungan ketiga ya!

Satu, dua, tiga.

Untukmu Hyeong-nim.

Sialan!

Kampret, sudah kubilang pegang erat-erat!

'Gak mati 'kan?

Tidak, Hyeong-nim.

Appa...

Sialan, jadi kacau nih!

Ternyata sama papa mertua aku...

Hei! Hei!

Kalian keluar!

Bawa ini!

Keluar! Keluar! Keluar!

Cepat keluar!

Sana nonton TV.

Papa mertua.

Punya anak perempuan secantik ini kenapa tidak bilang-bilang?

Bikin orang jadi salah tingkah saja.

Kenapa? Kau kenapa?

Kau kenapa?

Ayo berdiri, berdiri, berdiri.

Berdiri, berdiri.

Bisa berdampak buruk pada lutut. Usiamu sudah tidak muda lagi.

Jika kelak lututmu jadi rusak bagaimana?

Bikin orang sampai salah tingkah begitu. Bagaimana baiknya sekarang?

Papa mertua...

Kau tidak marah gara-gara aku 'kan?

Pasti sakit sekali ya?

Hei!

Putrimu adalah penyelamat nyawamu.

Penyelamat nyawa.

Jika kau tidak ingin mencelakakan putrimu, usahakan secepatnya.

Appa... Appa...

Hei, beri aku sebatang rokok!

Maaf?

Ah iya.

Ngomong-ngomong kau tidak usah melihat ke depan?

Sialan!

Mampus deh!

Kau baik-baik saja?

Lehermu tidak terluka, 'kan?

Tidak Oppa, tidak apa-apa.

Kaget aku.

Maaf.

Aigoo...

Seonsaeng-nim, sebentar.

Anda tidak apa-apa?

Aigoo, kenapa begitu tidak hati-hati?

Aku agak sibuk. Nanti setelah mobilmu diperbaiki,

aku akan membantumu klaim asuransi.

Ah, iya.

Bagaimana pun ini harus diselesaikan dulu.

Anda tolong keluar dulu sebentar.

Cek dulu keadaan.

Maaf.

Kami lagi agak sibuk sekarang.

Ini untuk Anda, silakan kembali.

Kulihat mobilmu sepertinya juga tidak rusak atau apa.

Aku bukan mau memeras uangmu.

Kau tidak mau bergerak?

Sungguh menyebalkan.

Selagi aku masih bisa diajak kompromi, ambil uang ini dan pergi.

Bagaimana pun juga masalah kecelakaan ini harus diselesaikan. Tolong keluar sebentar dari mobil.

Cek...

Cepat pindahkan mobilnya!

Berisik!

Apa-apaan ini?

Kau langsung cabut saja.

Ambil!

Kubilang ambil!

Hei!

Sedang apa kau ini?

Kalau sudah nabrak orang, minta maaf!

Malah lempar-lempar uang?

Sayang, biar aku yang selesaikan. Kau balik dulu ke mobil.

Yang salah sekarang kita?

Ngapain kau duduk saja di dalam?

Oppa!

Oppa, kau jangan ikut campur.

Hei!

Ayo turun!

Kusuruh kau turun!

Iya iya, baik.

Ajumeoni...

Aku mau selesaikan ini secara baik-baik.

Makanya aku secara baik-baik memberikan uang ini kepada kalian.

Punya duit habis perkara?

Begitu?

Duit bisa menyelesaikan segalanya?

Aku tanya, punya duit bisa menyelesaikan semua masalah?

Oppa!

Oh?

Kenapa duitnya dipungut?

Aku cuma... Ini...

Aku mau kembalikan duitnya pada orang.

Nih!

Oppa, lapor polisi saja.

Aku bilang lapor polisi!

Iya, iya.

Aku... aku... Kau balik saja dulu.

Kau balik dulu ke mobil. Biar aku yang urus ini.

Tidak bisa kau selesaikan dengan benar?

Maaf.

Kalau bersalah harus tahu minta maaf duluan. Bedebah!

Maaf.

Maaf.

Kami...

Samonim yang jelita ini sepertinya sangat emosi.

Aku menggantikannya meminta maaf.

Sungguh maaf.

Iya...

Nanti masalah asuransinya aku akan menghubungi kalian lagi.

Ayo!

Kau tidak apa-apa?

Ngomong-ngomong Oppa, orang-orang itu apaan sih?

Entah, kelihatannya orang yang sangat menakutkan.

Pasang sabuk pengamannya.

Ayo!

-= Unstoppable =-

Dah mau mati, bet!

Sialan, datang lagi.

Terakhir kali itu 'kan aku sudah bilang.

Mana mungkin aku menelan uangmu? Pasti akan kuberikan.

Iya, tapi...

Hari ini aku...

harus mengumpulkan uang barang.

Supaya bisa menambah stok barang.

Iya, aku tahu.

Aku tahu.

Tapi di lingkaran ini sudah biasa ngutang dulu bayar belakangan.

Anu...

Kita adalah orang yang sama-sama cari makan.

Haruskah kau seperti ini?

Kalau begitu bisakah...

...merepotkanmu untuk membayar sedikit dulu?

Aku punya sedikit masalah.

Aku juga punya masalahku sendiri.

Tolonglah.

Maaf.

Do Yeong.

Kasih aku dua juta.

Hari ini kau ambil dulu ini.

Ini...

Kenapa?

'Gak mau?

Kau tidak berniat meneruskan kerja-sama denganku?

Hyeong...

Kapan kapalnya tiba?

Ini sudah sebulanan.

Ini adalah sebuah kapal ikan yang besar. Kau kira minibus?

Mana mungkin perhitungan waktunya bisa akurat sekali?

Bersabarlah lagi. Akan segera ada kabar.

Aku 'kan butuh uang.

Lagipula jika kali ini terjadi kesalahan,

bisa jadi aku dibunuh oleh isterimu.

Hyeong itu dulu pernah banyak berhutang budi padaku.

Tidak mungkin dia akan berbuat kesalahan seperti ini terhadapku.

Hyeong...

Menurutmu aku adalah orang yang seperti apa?

Kau?

Kau...

Bagaimana menjelaskanmu ya?

Kau tuh...

Dalam hidupku...

Dalam hidupku... -= Park Sajang =-

-= Park Sajang =-

Ah Hyeong, kenapa kau susah sekali dihubungi?

- Kapalnya bagaimana? Sudah mau tiba? - =Dong Cheol!=

=Kau sudah lihat berita?=

Berita apa?

=Terjadi sesuatu.=

=Awalnya kapal tersebut berjalan dengan lancar.=

=Tapi entah kenapa tahu-tahu salah arah.=

=Sekarang melanggar wilayah perairan Tiongkok.=

Apa katamu? Ke Tiongkok?

Kenapa bisa ke Tiongkok?

=Katanya sekarang kapal itu ditahan oleh pihak Tiongkok.=

=Duh! Dasar kampret-kampret ini.=

=Sekarang mereka mempermasalahkan hubungan internasional dan meributkan masalah diplomatik.=

=Kau jangan khawatir dulu.=

=Tapi masalah ini...=

=...sepertinya hanya Presiden yang bisa menyelesaikannya.=

Jadi pemilik kapal yang kutemui kali itu

=telah mengirim surat ke kotak keluhan Cheongwadae.=

=Kita tunggu saja dulu.=

Keluhan seperti apa?

=Jangan putus harapan.=

Bentar, bentar.

=Aku akan menghubungimu lagi.=

Harapan ada di mana? Aku harus bagaimana?

Halo?

Makanya kubilang kenapa terasa aneh.

Kau tahu Cheongwadae, 'kan?

Betul!

Negara kita tidak akan diam berpangku tangan saja.

Ngomong-ngomong di Cheongwadae ada kotak keluhan?

Cukup!

Dasar kampret.

-= Putusan Pengadilan Distrik Pusat Seoul =-

-= Putusan Pengadilan Distrik Pusat Seoul =- Masalah jaminan suami Anda masih belum selesai.

Masalah jaminan suami Anda masih belum selesai.

Saya juga kurang jelas bila Anda lebih kurang sudah mengetahuinya atau belum.

Jika penahanan secara resmi dilakukan,

bisa jadi uang deposit rumah Anda akan sudah diambil kembali.

Coba tolong Anda lihat ada solusi apa.

Jujur saja...

Ada satu cara.

-= Suamiku =- -= Kau sudah tahu hari ini, 'kan? Jangan telat ya! =-

Oppa, tempat ini kelihatannya mahal. Kita ke tempat lain saja.

Kenapa? Tidak apa-apa.

Di hari seperti ini, harus ada sedikit suasananya.

Ayo cepat! Mantelnya.

Mantel, mantel, cepat.

Wah! Daebak!

Sayang, sepertinya ini enak sekali.

Sayang...

Hari ini kau tidak usah memegang apapun.

Biar aku yang persiapkan semuanya.

Kau cuma makan saja, ngerti?

Guntingnya seperti ini, 'kan?

Guntingnya terlihat aneh.

Katanya ini sangat baik buat kesehatan.

Di dalam makanan ini terdapat taurine yang dapat mencegah penyakit orang tua.

Bagi wanita juga sangat bermanfaat.

Kau tahu taurine, 'kan?

Lagian restoran ini...

...bagi tamu yang sedang berulang-tahun...

Kan ada tuh sejenis pasta yang kau suka itu?

Pasta hidangan laut itu, dikasih gratis lho!

Daebak, 'kan?

Itu juga harganya pasti mahal sekali. Ya, 'kan?

Wah, coba lihat dagingnya.

Sebentar.

Maaf.

Kenapa bisa muncrat sampai ke sini?

Maaf.

Segera kukupaskan untukmu.

Oppa, kita cerai saja bagaimana?

Kenapa mendadak bicara begitu?

Siang tadi aku mampir ke firma hukum.

Pengacaranya bilang...

Permohonan penahanan sementara belum berapa lama.

Katanya masih ada sedikit waktu sebelum pihak lawan menuntut hak in personam-nya. [Hak in personam - hak, tindakan, penghakiman atas orang tertentu]

Karena itu...

Karena itu?

Kalau mau pura-pura cerai setidaknya--

Tidak! Kenapa mendadak bicara perceraian?

Lantas bagaimana?

Sewa rumah bulan depan bagaimana?

Biaya hidup harus bagaimana?

Tidak! Pokoknya tidak!

Aku...

Aku akan menyelesaikannya segera. Sungguh.

Begitu kapalnya sampai.

Kapal?

Kapal apa?

Kapal...

Anu, sebenarnya aku berencana memberitahumu lebih awal.

Tapi belum menemukan waktu yang pas.

Anu...

Selama ini hidup kita susah terus, 'kan?

Bisnis ini sungguh lumayan.

Kali ini kau harus percaya padaku.

Coba lihat!

Sebentar!

Aku...

...ingin sekali mendengar orang-orang memanggilmu "samonim".

Ini adalah harapanku.

Sekarang tinggal tunggu kapalnya tiba.

Karena itu...

Ini...

King crab ini...

Seberapa banyak yang kau beli?

Anu...

Dikit. Cuma sedikit saja.

Cuma satu. Cuma ada sedikit pinjaman.

Pinjaman?

Untuk memperluas skala bisnis,

ini 10 juta tidaklah seberapa.

10 juta?

Tambah lagi satu nol.

Aa--apa? Se--seratus juta?

Ini semua...

Anu, ini...

Kau menghabiskan 100 juta hanya untuk beli rajungan atau apalah itu.

Bukan rajungan. King crab, king crab.

Hei!

Hei, kau...

Hei Kang Dong Cheol!

Kau tidak usah khawatir.

Hari ini memang adalah hari yang baik.

Kita habiskan makanan ini dengan hati gembira, oke?

Lewati hari ini dengan bahagia.

Kau tunggu sebentar. Aku segera... segera kembali.

Sebentar ya!

Kau tunggu sebentar.

Ini, sudah selesai kupakai.

Terima kasih.

Suasana hati isteriku kurang baik.

Aku harus segera membawa ini ke sana.

Eh, jangan dipegang.

Ngomong-ngomong kalian bisa tolong putar lagu ulang tahun?

Tidak, kami tidak ada menyediakan pelayanan seperti itu.

- Oh begitu. - Iya.

Cuma kali ini saja tidak bisa?

Maaf?

Iya.

-= Suamiku =-

-= Ji Soo-ku =- -= Aku sudah di dalam taksi. Lagi tidak mood makan. Ketemu di rumah. =-

-= Komitmen kita berdua sebagai pasangan suami isteri =-

-= Maaf aku sudah pulang duluan. Kau cepatlah pulang... =-

Oppa ya?

Siapa?

Sudah jam begini siapa gerangan?

Cepat! Cepat!

Bagus, akhirnya jalan juga.

Sayang, aku sudah pulang.

Kenapa kau pergi begitu saja?

Sayang?

Sayang?

Sayang, kau sudah tidur?

Ji Soo...

Ji Soo!

Ji Soo!

=Nomor telepon yang kau tuju tidak dapat dihubungi. Cobalah beberapa saat lagi.=

Sialan!

Ji Soo!

Ji Soo!

Kami baru saja selesai olah TKP.

Di gedung apartemen ini hanya memiliki satu CCTV di sini.

Setelah jam 9:30 malam,

CCTV ini sama sekali tidak merekam apapun.

Menurutku...

Diperkirakan mobil ini adalah mobil pelaku.

Anda pernah melihat mobil ini?

Tidak.

Seperti yang Anda lihat.

Area parkir agak gelap ditambah kemudian turun hujan.

Plat mobilnya agak susah untuk bisa dibaca.

Yang pasti...

Investigasi telah dimulai dari lokasi kejahatan dan jalur keluar masuknya kendaraan.

Tidak usah terlalu khawatir. Tunggu saja.

Anu, tolong bantu temukan Ji Soo.

Saya mohon bantuanmu.

Kami akan menghubungi Anda lagi.

Hyeong!

Kau sudah cari tahu?

Hmm, aku sudah cari tahu di daerah sekitar.

Karena turun hujan.

Sialan, mendadak begitu. Ada apa ini?

Halo?

=Kau pasti sangat kaget, ya?=

Ssi--siapa?

Kau siapa?

=Aigoo, suaranya lumayan bagus.=

=Sebentar ya!=

=Oppa...=

Jin Soo! Jin Soo!

=Hei! Barusan kau tanya aku siapa.=

=Orang yang menculik isterimu.=

=Tapi ngomong-ngomong kenapa kau ke kantor polisi?=

Hyeong!

Kau kenapa?

Apa yang terjadi?

=Sekalipun kau tiap hari ke sana, kau tidak akan menemukan jawabannya.=

=Isterimu berada di tanganku. Jika harus bicara, kau harus bicara denganku.=

=Jika kau merasa tertekan, silakan merangkak kembali ke dalam kantor polisi.=

=Kalau begitu, dia juga akan langsung kubunuh.=

Anu... anu... tunggu! Tunggu!

Aku tahu, aku sudah tahu.

Anu...

Aku... aku harus bagaimana?

Kau akan lihat di pintu kulkas di rumahmu ada selembar kartu nama.

Sebelum jam dua, kau sudah harus tiba di sana.

=Aku hanya ingin mengobrol berdua denganmu dengan tenang.=

=Kau jangan menyeret orang lain.=

=Ngerti? Sampai jumpa.=

Anu, sebentar!

Hyeong!

Ada apa?

Siapa?

-= (Joo) Icheon Nongwon Outlet Cumi =-

-= Icheon Nongwon Outlet Cumi =-

Berapa orang?

Anu...

Aku ada janji dengan orang jam dua.

Ah, Anda Kang Dong Cheol-ssi?

Iya.

Baik, baik, silakan sebelah sini.

Sebelah sini.

Sialan, kampret-kampret ini.

-= Nomor tak dikenal =-

Halo?

=Makanannya kau nikmati?=

Apa maumu sekarang ini?

Aku sudah melakukan sesuai yang kau perintahkan.

Kau... kau kenapa tidak datang?

Di mana Ji Soo?

=Sialan, cumi di situ enak sekali padahal. Sialan!=

=Aku mendadak ada urusan.=

=Hei...=

=Anu, kau lihat ada tas di depanmu?=

=Barang yang ada di dalamnya penting sekali.=

=Penasaran, 'kan?=

=Coba kau buka.=

Ini... Ini apa?

=Uang penjualan isterimu.=

Apa?

=Waktu kecil kita semua suka begitu, 'kan?=

Di saat tidak punya uang, barang-barang di rumah dikumpulkan dan dijual untuk beli beras.

Kalau masih juga belum cukup, jual rambut untuk mendapatkan uang.

Semua orang hidup dengan cara barter.

Kau juga barter denganku dong!

Berikan isterimu padaku.

=Kau ambil uangku.=

Jujur saja, kalau kau bisa jual hidangan laut kenapa isterimu tidak bisa kau jual?

Coba kau pikir-pikir.

=Uang ini dan uang itu...=

=...sama-sama uang 'kan?=

=Ya 'kan?=

Anu...

Anu...

Kenapa kau memperlakukan kami seperti ini?

Karena isterimu menarik.

Menurutku dia memiliki aura.

Oke?

Dari awal gayanya sudah seperti orang baik dan penuh keadilan.

Dan sungguh pintar cari ribut.

Tapi...

=Pada akhirnya satu pun tidak ada yang tersisa.=

=Semuanya dibawa pergi.=

=Jangan khawatir.=

Kau tuh, tinggal menutup mata...

Hei, tidak usah menutup mata.

=Tinggal mengedipkan mata saja.=

=Sama sekali tidak ada masalahnya.=

Lagipula...

Sudah kuperingatkan dengan jelas jangan membawa orang lain.

=Kenapa kau tidak patuh?=

=Hyeong mu ini jadi sangat marah.=

Choon Sik!

Keluar!

Keluar kau, bangsat!

Ya, Gwajang-nim?

=Halo?=

Sedang apa kau?

Sayang, kau tidak apa-apa?

Iya, aku tidak apa-apa.

Dasar kampret!

Hei! Hei!

Kenapa?

Kampret ini berani-beraninya menculik orang?

Bukan dia, bukan dia.

Maaf.

Cepat, cepat, cepat pindahkan mobilnya!

Maaf.

Kau bilang kau diberi uang oleh si penculik?

Iya.

Kalian duduk dulu.

Duduk, duduk.

Situasi macam apa ini? Jumlahnya pun tidak sedikit.

Jang Hyeongsa-nim!

Ada apa?

Jang Hyeongsa-nim.

Aku harus pergi sebentar.

Isterinya diculik orang.

Si penculiknya malah memberinya uang yang katanya uang penjualan isterinya.

Maksudmu diberi uang?

Iya.

Kalau begitu...

Seonsaeng-nim Anda menerima uang.

Dan menyerahkan isterimu kepada mereka?

Bukan, bukan seperti itu.

Uang ini baru kuterima setelah isteriku diculik.

- Ini uang penjualan? Uang diterima? - Iya.

Isterinya dibawa lari oleh orang yang memberikan uang?

Betul.

Jika ini tidak hati-hati...

bisa melanggar hukum perdagangan perempuan.

Pokoknya aku sudah paham.

Uang ini akan menjadi bukti untuk penyelidikan kami.

Akan kami amankan dulu.

Kenapa uangnya mau diamankan?

Setidaknya sidik jari pada tas dan uang tersebut harus diidentifikasi.

Untuk memungkinkan penemuan tersangka.

Akan kami amankan. Tidak usah khawatir.

Hubungan divisi kepolisian!

- Baik. - Aku jalan dulu.

Baik.

Telah menyusahkanmu.

Sudahkah Anda periksa kotak hitam pada mobil-mobil di sekitar tempat parkir?

Ya, sudah tentu kami telah memeriksa rekaman kotak hitam mobil-mobil yang ada di lokasi.

Tapi hari itu hujannya sungguh deras. Sangat sulit untuk mengenali wajah.

Prioritas utama sekarang adalah menemukan mobil tersangka.

Tapi sudah lewat dua hari.

Iya, kami terus-menerus periksa daerah di sekeliling.

Mengidentifikasi orang yang mirip satu persatu.

Dan juga sudah kami sebarkan ke kantor polisi sekitarnya untuk mendapatkan bantuan.

Tunggu...

Hei, jangan berisik!

Hei, Kim Hyeongsa cepat bawa orang-orang pergi dari sini!

Anu, tunggulah beberapa waktu.

Jika ada sesuatu Anda akan segera kami hubungi.

Tunggu sebentar.

Ya? Sudah bicara lewat telepon.

Bukan mereka, tetapi pihak satunya...

-= Mencari Anak Hilang =-

-= Mencari yang belum pulang =-

-= Mencari yang hilang =-

Kau bisa hubungi Gom Sajang yang dulu itu?

=Bisa.=

=Tapi Gom Sajang baru bergerak jika ada uang.=

=Tanpa uang tidak akan bergerak.=

=Dan sekarang uang buat bensin saja kita tidak cukup.=

=Makanya kenapa uangnya diserahkan kepada polisi?=

Mau apa kunyuk satu ini?

Aku sekarang sangat kepepet.

Tolong segera berikan uangnya padaku.

Nanti baru kutelepon lagi.

Bangsat satu ini... Kau sungguh tidak mengerti bahasa manusia?

Aku sudah bilang duitmu akan kubayar.

Keluar!

Tidak mau keluar?

Usir dia!

Cepat saja!

Pergi!

Bangsat!

Segera keluarkan uangnya!

Dia bilang sangat kepepet.

Kebetulan memang mau kukasih.

Sudah lama kupersiapkan.

Sekujur tubuh terasa tidak nyaman.

Ah, kalian sudah datang?

Maaf, telah membuatmu lama menunggu.

- Hyeong! - Ya?

Kau tahu orang-orang di sekitar sini yang naik helikopter ya?

- Helikopter? - Ya.

Maksudmu perdagangan manusia? Lumayan tahu.

Tinggal tanya saja.

Mau cari mereka ke mana?

Sambil nunggu duduk dulu.

Tunggu saja.

Serahkan saja padaku. Dijamin lebih cepat dibandingkan jjab-sae. [Jjabsae - slang polisi (negatif), arti harfiah: babi]

Bentar, aku ganti baju dulu.

Bentar ya!

- Choong Sik. - Ya?

Aku sudah memikirkan apa yang kau katakan.

Ini bukan penculikan.

Kalau begitu?

Kalian sudah menerima uang, 'kan?

Untuk ganti rugi kerusakan mental.

Sepertinya suaminya tidak akan membubuhkan jap cari di surat cerai dengan sukarela.

Jadi kau diberi uang ini dan disuruh pergi.

Aku sudah bilang, ada ancaman lewat telepon dari kampret itu.

Aigoo, itu adalah perzinahan!

Hei kau tahu zaman sekarang ada berapa banyak orang yang ke sini bawa segepok duit

dan meminta kami menghabisi suami atau isteri mereka secara diam-diam?

Kalian tahu 'kan aku kerja apa saja?

Suami melakukan perjalanan bisnis dan selingkuh dengan wanita lain di toilet pesawat.

Aku diminta untuk mengambil foto. Aku baru saja pulang dari mengambil foto.

Hei, Mi Ja!

Mi Ja, foto tadi itu hasilnya bagus semua 'kan?

Hmm, oke.

Ayo!

Hyeong!

Walaupun hyeong ini sedikit aneh, tapi dalam hal mencari orang tidak ada tandingannya.

Hyeongsu harus ditemukan. [Hyeongsu - kakak ipar]

Besok bisa ketemu?

Besok?

Hari ini sudah satu hari.

Kalau besok sepertinya sedikit...

Jadi bisa atau tidak?

Bukannya tidak bisa.

Kalau kerja malam harus lembur dong!

Anu, Hyeong!

Sebentar!

Hyeong, biar aku yang urus ini.

Kalau begitu, besok batasnya.

Ada apa dengan orang ini?

Hyeong!

Tolonglah aku kali ini saja.

Tidak bisa kau bantu aku?

Aku...

Sungguh tidak bisa begitu.

Tidak bisa begitu ya tidak usah.

Sungguh penting sekali.

Jika masalah kali ini bisa diselesaikan,

aku akan memberimu 5% dari sini.

Lihat baik-baik dulu sebelum mengambil keputusan.

Aku permisi dulu.

Apa ini?

Apanya yang 5%?

-= Kesepakatan transaksi =-

Pasal satu, Daehan Perikanan produk yang dijual oleh pihak A kepada pihak B

adalah K-I-N-G...

Ini adalah sebuah bisnis besar.

King.

-= Produk yang dijual oleh pihak A kepada pihak B adalah King Crab =-

King crab?

Kampret ini 'kan?

Benar, benar.

Zoom! Zoom! Zoom!

- Sudah lihat tasnya 'kan? - Ada plat mobilnya.

79N9291.

-= Mobil Seken =-

-= Mobil Seken =- Tidak, tidak, aku sudah sampai.

-= Mobil Seken =-

-= Mobil Seken =- Panas begitu kenapa aku pakai jaket kulit ya?

Panas begitu kenapa aku pakai jaket kulit ya?

Oh Detektif Kim, nanti aku telepon lagi.

Anda sekalian telah bekerja keras.

Boleh saya lihat catatan transaksinya?

Catatan transaksi?

Silakan ke dalam.

Dalam? Kalau dicek di luar sepertinya agak gimana gitu ya?

Komputernya ada di dalam.

Boleh tanya apa jabatanmu?

Timjang.

- Timjang ya? - Iya, iya.

Di sini tidak ada kecurangan dalam pembukuan?

Tidak ada yang seperti itu.

Oh, sudah ketemu.

Carnival.

-= Choi Man Sik =-

-= Choi Man Sik =- Choi Man Sik.

-= Choi Man Sik =-

Choi Man Sik?

Ok, baik. Ini aku sudah mau sampai.

Wah, lumayan kaya juga.

Memang benar orang kaya yang biasanya suka berbuat jahat.

Aku berhasil mendapatkan informasi secara detail untukmu.

Wah! Kau hebat sekali sekarang ya?

Dapatnya dari mana?

Kampret, kau kira aku amatiran ya?

Kampret, kau kira aku amatiran ya? -= Kartu Identitas Choi Man Sik =-

-= Kartu Identitas Choi Man Sik =-

Setelah itu bagaimana?

Bisa bagaimana lagi, kampret!

Bahaya dimulai sekarang. Dengar baik-baik kata-kataku.

- Hyeong! - Sebentar! Bahaya!

Hyeong! Dengar dulu!

Hei! Kau masuk sendirian bisa apa?

Hei, bro!

Dia orangnya mah gitu.

Jual berapa?

Lima juta.

Kampret!

Kau menjual identitasmu hanya dengan demi 5 juta?

Aku butuh uang.

Sekalipun tidak bisa melunasi hutang, tapi setidaknya bisa beli makanan.

Buset, bisa ada orang seperti ini.

Rumah dijual buat main judi.

Bicara denganmu kau malah asyik minum-minum.

Orang yang membeli plat nomor mobilmu kau masih ingat orangnya?

Tidak. Di situ banyak orang soalnya.

Kalau begitu... Di situ itu di mana?

Tempat menjual plat mobil itu.

Stop dulu sebentar!

Hyeong, di sini benar, 'kan?

Kenapa rasanya kok ada bau-bau yang mencurigakan.

Apaan ini orang?

S

Su

Sub

Subt

Subti

Subtit

Subtitl

Subtitle

Subtitle

Subtitle o

Subtitle ol

Subtitle ole

Subtitle oleh

Subtitle oleh:

Subtitle oleh:

Subtitle oleh:

Subtitle oleh: ~

Subtitle oleh: ~

Subtitle oleh: ~ D

Subtitle oleh: ~ Da

Subtitle oleh: ~ Dam

Subtitle oleh: ~ Damn

Subtitle oleh: ~ Damn!

Subtitle oleh: ~ Damn!S

Subtitle oleh: ~ Damn!Su

Subtitle oleh: ~ Damn!Sup

Subtitle oleh: ~ Damn!Supe

Subtitle oleh: ~ Damn!Super

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~

Apa ini?

Selamat datang.

Selamat datang.

Selamat datang.

- Anu... - Apa?

Begitu orang yang membeli plat mobil itu ditemukan,

Ji Soo akan bisa ditemukan.

Bisa atau tidaknya menemukan dia di sini... Aku terus terang saja padamu...

Susah untuk mengambil kesimpulan.

Tapi harusnya pencariannya lebih gampang.

Samchon, jangan patah semangat.

Orang-orang yang kita lihat waktu kita masuk tadi...

Jangan lihat! Jangan lihat!

...adalah orang-orang yang mengurus wilayah ini.

Maksudku, siapa tahu 'kan?

Jika ada masalah

serahkan semuanya padaku.

Kalian ikuti aku dari belakang saja.

Mengerti?

Kau jangan rebutan cari muka ya!

Baik.

Telah membuat Anda lama menunggu.

Tidak tuh!

Tamu yang pertama kali ke sini ya?

Coba ceritakan model mobilnya.

Mobil sedan lebih kurang 10 juta. Kalau truk besar setidaknya dua kali lipat.

Bukan plat mobil?

Kalau begitu... Maunya heroin?

Hei cukup! Ambilkan buku akunmu!

Kami hanya ingin nomor plat yang dijual oleh Choi Man Sik.

Cuma mau tahu siapa pembelinya.

Kalian ini polisi?

Bukan.

Gila!

Oppa-deul!

Tutup pintunya!

Ada kerjaan.

Kerjaan?

Salah! Salah! Berdiri di belakang! Berdiri di belakangku!

Tidak apa-apa.

Hei! Hei! Sini! Sini!

Berdiri di belakang, kampret!

Baik, tunggu ya!

Tunggu sebentar!

Ada barang yang bentuknya seperti tongkat kayu?

Mana ada tongkat kayu.

Anu, tunggu sebentar.

Pakai koran juga bisa.

Hei, kalian tidak tahu siapa aku?

Aku akan kasih tahu kalian aku itu siapa.

Sebentar! Para hyeongnim!

Tunggu! Mau patah ini!

Hyeong, tidak perlu kita bantu?

Sebentar!

Keluar!

Sialan!

Di sini... bulan februari tanggal 26. 9291, orangnya di mana?

Mana kami tahu?

Kami cuma terima uang dan kirim barangnya ke sana saja.

Jang Seung Po.

Di sini juga Jang Seung Po.

Jang Seung Po. Semuanya Jang Seung Po.

Lucunya...

Orang-orang itu entah mengandalkan apa sampai bisa sekaya itu.

Setiap dua atau tiga bulan

bawa plat mobil dan pil kuning untuk bertransaksi dengan Jang Seung Po.

Pil kuning?

Obat penenang dan sejenisnya?

Bukan.

Obat terlarang sejenis propofol yang belakangan sering dikonsumsi oleh para artis.

Makanya, 'kan bagus tuh kalau ngomongnya secara kekeluargaan dan mendetail seperti ini.

Jika propofol adalah halusinogen untuk menghilangkan insomnia,

maka pil kuning itu boleh dibilang mirip dengan obat cinta.

Mereka tidak bilang kapan balik lagi?

Mana ada seperti ini?

Kami hanya menerima telepon dan memberikan barang kepada mereka.

Oh ya, dulu pernah ada satu karyawan yang sempat mendapat kartu namanya.

Ketemu!

-= Siljang Park In Chang =- [Siljang - setara dengan direktur]

Hei, orang itu terlalu menakutkan.

Hyeong, orang ini terkenal karena tinjunya.

Tinjunya tadi itu benar-benar...

Sepertinya banteng saja bisa lewat ditinju olehnya.

Banteng saja benar-benar mati kena tinjunya.

Nama julukannya dulu adalah banteng kuning.

Begitu dia benar-benar ngamuk,

sorotan matanya akan berubah.

Setengah merem gitu.

Coba lihat aku. Kau tidak tahu aku sedang lihat ke mana, 'kan?

Lihat aku!

- Tidak tahu. - Matanya akan berubah menjadi seperti ini.

Jika sampai kena sama dia waktu begitu, langsung tutup buku kau.

Di saat dia seperti itu, hyeong kau harus waspada.

Hyeong, kau tahu 'kan peristiwa kekerasan yang terjadi di Hotel Gukje?

Tentu dong!

Waktu itu di berita muncul orang yang matanya ditutupi.

Hotel sampai hancur dan ambulans mengangkut banyak orang.

Pemeran utama insiden itu ya si hyeong ini...

- Kang Dong Cheol. - Kang Dong Cheol?

Betul!

Aku ini ngefans abis sama dia.

Si Hyeong itu baru bertobat setelah bertemu dengan hyeongsu yang bak malaikat.

Mampus, provokasi orang yang salah.

Aku?

Aku?

Maksudku bangsat-bangsat itu.

Bangsat-bangsat itu memprovokasi orang yang salah.

Ayo cepat!

Iya, segera!

Memang benar tempat kami.

Tapi tempat kami ini ganti pemilik sudah ada beberapa waktu.

Sepertinya ini adalah kartu nama dari dua tahun yang lalu.

-= (Joo) Icheon Nongwon Outlet Cumi =-

Keluar, kita ngobrol sebentar!

Ya?

Apa?

Apa katamu?

Begini, menurut kami usianya mirip dengan orang yang hilang.

Karena itu Anda kami hubungi.

Silakan dilihat fotonya dan dikonfirmasi.

Bukan Ji Soo.

Kim Hyeongsa-nim...

Kantor Polisi Suwon sudah mengirim data penyelidikan identitas.

Setelah diteliti,

ini adalah wanita yang hilang dua tahun yang lalu.

-= Nama lengkap: Lee Eun Jeong. Komentar: Desember 2014 dinyatakan koma setelah kecelakaan lalu-lintas. April 2014 menerima laporan hilang. (Ralat: tahun 2015) =-

-= Nama lengkap: Lee Eun Jeong. Komentar: Desember 2014 dinyatakan koma setelah kecelakaan lalu-lintas. April 2014 menerima laporan hilang. (Ralat: tahun 2015) =- Lee Eun Jeong.

-= Nama lengkap: Lee Eun Jung. Komentar: Desember 2014 dinyatakan koma setelah kecelakaan lalu-lintas. April 2014 menerima laporan hilang. (Ralat: tahun 2015) =-

Saat dinyatakan hilang, usianya 30 tahun. [penghitungan umur Korea, begitu lahir sudah berumur setahun dan bertambah setahun di penggantian tahun]

Saat dinyatakan hilang, usianya 30 tahun. [penghitungan umur Korea, begitu lahir sudah berumur setahun dan bertambah setahun di penggantian tahun]

Yang juga berarti umur 28 tahun. [Penghitungan kalender Masehi]

Sekitar bulan April 2015 laporan hilang diterima.

Tapi yang penting adalah

wanita ini mayat yang bernafas.

Dengan kata lain, koma.

Yang penting adalah... Seiring dengan hilangnya wanita ini,

semua media memberikan liputan luar biasa dengan kasus hilang ini.

Dengan begitu polisi bisa bagaimana? Melakukan pencarian skala besar-besaran.

Tapi pada akhirnya gagal dan tidak berhasil menemukan.

Seiring berjalannya waktu...

secara perlahan kasus ini terlupakan.

Pas di saat ini, muncullah sebuah sosok yang penting.

Siapa gerangan?

Suami Lee Eun Jeong.

Pria ini muncul di kantor polisi dan menyerahkan diri.

Menyerahkan diri?

Saya Kang Dong Cheol yang tadi menelepon Anda.

Beberapa waktu yang lalu isteriku diculik orang.

Punya rokok?

Sebelum menikah aku dan isteriku memiliki perjanjian.

Yang lain aku tidak tahu. Tapi yang pasti aku akan menjadi suami terbaik.

Sekarang setelah kupikir-pikir, sepertinya aku belum melakukan apapun untuknya.

Dibandingkan isteri yang terbaring, suaminya lebih memilukan.

- Iya. - Suaminya sungguh luar biasa.

Di dunia sekarang ini, mana ada suami sebaik ini?

Ini adalah surat yang pertama kutuliskan untukmu.

Sayang, kita tidak boleh kehilangan harapan.

Dengan adanya kau di sisiku...

Sungguh aku bersyukur dan bahagia.

Aku cinta padamu.

Jangan munafik, kampret!

Membuat ingus dan air-mata orang bercucuran.

Pada bilang di duni ini tidak ada pria sepertimu lagi.

Tapi di mataku kenapa aku merasa kau bikin show seperti ini demi uang semata?

Kenapa selalu ada perasaan seperti ini?

Saya tidak mengerti maksudmu.

Hal yang paling kubenci di dunia ini adalah

mereka yang seharian mendengungkan moralitas dan berpura-pura menjadi orang baik.

Orang yang katanya menghibur orang lain dan menitikkan air mata.

Tapi di belakang malah kegirangan jika hidupnya jauh lebih baik dari orang-orang itu.

PD stasiun TV itu juga begitu, 'kan?

Dibandingkan mengkhawatirkan isterimu, dia lebih mengkhawatirkan rating penonton.

Anu...

Ini adalah wajah orang yang mengaku-ngaku hidupnya bahagia di TV?

Aku akan menolongmu.

Lagipula kau masuk TV kan demi ini juga.

Kenapa Anda mau membantuku?

Sialan! Jadi orang harus jujur. Kampret!

Kau cuma ingin menjual isterimu yang sedang sakit.

Dan mendapatkan uang banyak, ya 'kan?

Niatmu yang jahat itu...

Biar aku yang memenuhinya.

Aku membantumu, kampret!

Tapi...

Isterimu yang sekarat itu...

Akan kubawa pergi.

Bagimu ini adalah sekali mendayung dua tiga pulau tercapai. Bagus 'kan?

Sialan, akhirnya kau seperti manusia juga.

Tarik nafas! Tarik nafas!

Saat itu mungkin aku sudah gila.

Hidup serasa tiada artinya lagi.

Tidak seharusnya aku seperti itu terhadapnya.

Harap tunggu sebentar.

Bagiku ini semua tidak ada gunanya lagi.

Mungkin bisa membantu.

-= Penyelidikan mayat tanpa organ selama empat hari... =-

Dae Seong?

Selamat datang ke perusahaan pinjaman kami, gogaek-nim.

Kami mencintai Anda, Gogaek-nim. [Gogaek - pelanggan, klien]

Telah membuatmu menunggu lama.

Butuh waktu untuk konsultasi pinjaman.

Maaf, Gogaek-nim.

Ada keperluan apa Anda ke sini?

Kau kenal aku, 'kan?

Maaf?

Sudah lupa padaku?

Dalam sehari aku harus bertemu dengan lusinan orang hanya untuk berkonsultasi pinjaman.

Mana mungkin aku ingat satu persatu?

Mau... mau apa kau sekarang?

Beberapa hari yang lalu isteriku diculik orang.

Mungkin ada yang kau ketahui?

Anda tidak apa-apa?

Selesaikan dengan asuransi saja.

Ah, cuaca hari ini...

Orang-orang yang meminjam...

Sebentar! Sebentar!

Iya, iya, orang yang hari itu. Aku sudah ingat, sudah ingat.

Tapi tidak peduli dari mana kau mendapatkan kartu namaku.

Dalam sehari aku bisa membagi puluhan lembar. Ini apa hubungannya denganku?

Tolong digeser sedikit.

Sakit! Sakit!

Kalau mau cari orang ya ke kantor polisi. Mau ngapain ke sini?

Karena itu, di mana dia?

Aku tidak tahu.

Kau mau apa sebenarnya?

Kau preman?

Cepat pergi.

Ada apa...

Ajeossi, ada apa?

Tunggu apa lagi? Cepat seret dia keluar!

Keluar! Keluar! Keluar!

Kau harus pergi denganku sebentar.

Choon Sik, berbuat seperti ini...

...agak kurang pantas sepertinya.

Orang digantung sampai begitu mana bisa bicara?

Wah! Ada yang netes.

Tidak apa-apa?

Apa katamu?

Choon Sik.

Kampret satu ini sampai akhir tetap bergeming.

Hyeong!

Di sini tidak ada benda yang bisa dipakai buat menyiksa?

Ngomong tuh hati-hati! Apa maksudmu dengan menyiksa?

Di sini mana mungkin ada barang seperti itu, kampret.

Konyol sekali ini orang. Cuma di dalam film-film

baru pakai batere mobil buat menyetrum orang atau semacamnya.

Di dunia nyata berbuat seperti itu...

...tidak boleh, kampret.

Sial, kasih tahu dulu dong baru dinyalakan.

Anu...

Percikan api ini...

Jika berbuat salah sudah sepantasnya minta maaf, kampret.

Maaf.

Samonim yang jelita ini sepertinya sangat emosi.

Aku menggantikannya meminta maaf.

Angkat!

Ini aku, Hyeong.

Kenapa? Kau tidak kena hajar? Suruh bangsat itu dengar teleponnya!

Anda diminta jawab teleponnya.

Halo?

Ini aku, kita bicara secara langsung saja.

=Oi, wajahmu kusam sekali.=

=Sejauh pengertianku, kau sedikit melanggar teritoriku.=

=Kau berniat masuk ke mana?=

Ji Soo!

=Ji Soo!=

Oppa...

=Ji Soo!=

=Bentar! Bentar!=

=Apa yang sudah kau dapatkan dari penyiksaan ini?=

=Dia sudah menceritakan semuanya?=

=Kampret itu memang terlalu ceroboh.=

=Pria tapi mulutnya tidak bisa direm.=

Tidak, tidak, Hyeongnim!

=Aku tidak buka mulut! Aku tidak ada buka mulut!=

=Sungguh Hyeong-nim. Percayalah padaku, Hyeong-nim.=

Benar?

Iya Hyeong-nim. Benar Hyeong-nim.

Selamat!

=Membongkar kartuku dan berharap isterimu dikembalikan padamu.=

=Kau mau aku masuk penjara?=

=Kau pikir aku bodoh?=

=Gini...=

=Bunuh kampret itu di depan mataku.=

Apa?

=Setidaknya kau harus menunjukkan satu kartumu.=

=Jika tidak, betapa ruginya aku.=

=Bunuh dia sekarang! Kau kuberi waktu satu menit.=

=Kau pikir aku bercanda?=

=Begitu?=

Dasar orang gila!

Rekam terus!

=Minggir!=

Hei! Kau mau apa sekarang?

=Mau apa kau, bangsat!=

Hei!

Hei! Hentikan! Hentikan!

Hei! Hentikan!

Hentikan! Kuperingatkan kau!

=Kita taruhan lihat siapa yang berhasil membunuh duluan.=

Hentikan! Bajingan kau!

Hentikan, bangsat!

Ji Soo!

=Kenapa dari tadi aku disuruh berhenti? Sudah kubilang kita taruhan.=

Baik, baik, baik.

Sini kau!

Bentar! Bentar!

Bentar! Bentar!

Ngapain? Mau ngapain kalian?

Kalian berdua mau ngapain?

Hyeong!

=Ah, mau mulai sama-sama?=

=Oke, oke. Ayo!=

Hyeong-nim!

Sebentar!

Hyeong-nim, sebentar!

Kenapa begini?

Sebentar?

Hyeong Hyeong!

Sedang apa kau ini?

=Kau menang.=

Ji Soo...

=Ini adalah kesempatan terakhir.=

=Bawa uangku ke sini!=

=Aku akan mengembalikan isterimu padamu.=

Lokasi?

=Lokasi?=

=Kau cari uangnya dulu baru kuberitahu lokasinya.=

=Sampai jumpa.=

Dia suruh kau bunuh kau benar-benar bunuh?

Bagaimana sekarang?

Bawa pisau buat apa?

Hyeong... ini adalah itu 'kan?

Anu, panggil ambulans.

Hyeong, orangnya belum mati. Belum mati.

Ngomong apa kau?

Tadi Hyeong menekan arteri karotisnya sehingga orangnya pingsan.

Sekarang bagian kepalanya harus dibuat berdarah sedikit.

Apa? Apa?

Tidak seharusnya kita panggil ambulans?

Kau sadarlah.

Cepat sadar!

Dengan cara begini dia akan sadar?

Hyeong, jangan-jangan sudah terlambat?

Sakit... sakit... sakit.

Ada apa ini? Cuma aku seorang yang tidak tahu?

Wah! kalian berdua... Dasar!

Sungguh pintar membuat inversi.

Ayo bangun! Kau baik-baik saja, 'kan?

Belakangan ini dikarenakan Hallyu cewek-cewek Korea menjadi sangat populer. [Hallyu - gelombang Korea]

Baik itu di dalam ataupun luar negeri.

Diperkenalkan kepada orang-orang kaya dan diperjual-belikan.

Atau mengikuti permintaan mereka. Setelah dioperasi plastik secara ilegal kemudian dijual.

Ada juga cewek-cewek yang ditangkap karena tidak sanggup membayar hutang.

Atau begitu melihat ada cewek cantik langsung diculik.

Menggunakan paspor palsu saat keluar masuk negara.

Yang pasti, bangsat ini tidak memperlakukan orang secara manusiawi.

Cuma demi uang.

Jika ada yang dirasa cantik dan bisa mendatangkan keuntungan,

tidak peduli dengan cara apa harus didapatkan untuk kemudian dijual lagi.

Jika kondisinya sehat dan dirasa bisa mendatangkan keuntungan,

sekali pun harus jual organ dia juga harus mendapatkan uangnya.

Yang pasti di otaknya uang itu adalah serba bisa.

Dia adalah orang yang sakit jiwa.

Bajingan!

Terus?

Ah ada lagi! Diceritakan pasti akan terkejut.

Sejauh ini belum ada satupun yang setelah menerima uang,

balik mencari isteri ataupun putrinya.

Bajingan-bajingan itu juga bukan manusia.

Kampret, kau masih bisa ketawa?

Kampret, kau merasa ini lucu?

Menggelikan?

Tidak.

Di mana kampret itu sekarang?

Kabarnya sih di suatu tempat di Gangwon-do.

Secara spesifiknya...

Kau masih tidak mau berkata jujur?

Sungguh.

Karena takut ditangkap jadi dia sering berpindah-pindah tempat.

Aku juga tidak tahu.

Sungguh.

Harus cari uangnya dulu.

Ke mana?

Kantor polisi.

Kantor polisi bukan bank. Mau dapat uang bagaimana?

Sekalipun curi juga harus dapat.

Anu Hyeong-nim... Wajahmu sudah terekspos.

Jika bertindak secara emosional, semua rencana bisa berantakan.

Biar aku susun rencana dulu.

Bagaimana mau nyolong di kantor polisi?

Hyeong-nim begitu emosi sekarang kau berencana diam saja?

Tidak mau menolong hyeongsu? [Hyeongsu - kakak ipar]

Percayalah sekali ini padaku dan dengarkan aku.

Baiklah.

Kita harus secepatnya bergerak.

Kau mau melarikan diri ke mana?

Tolong! Tolong!

Tolong! Tolong!

Telah menyusahkanmu.

Maaf, dari departemen mana?

Kantor jaksa distrik pusat Seoul. Jaksa Lee Jin Ho.

Loyalitas!

Gyeongwi Lee Jong Hyeong. [Gyeongwi - setara dengan letnan]

Kami butuh mengidentifikasi barang bukti sebentar.

Baik.

Bagian Pengelolaan Barang Bukti di mana?

Bagian Pengelolaan Barang Bukti ada di lantai dua gedung satunya lagi.

Telah menyusahkanmu.

Telah menyusahkanmu.

Aku jelaskan sebentar ya, Hyeong-nim.

Ini adalah pena.

Hyeong-nim tidak bisa menyamar, jadi bawa saja ini.

Jika kau dengar situasinya menjadi aneh, kau harus datang menyelamatkan kami.

Mengerti?

Kau umur 26 tahun tapi kok ubannya sudah banyak sekali?

Bagaimana dong?

Bagaimana lagi? Kau harus menyamar jadi bawahanku. Bentar!

Kenapa begitu banyak ubannya? Semprot saja sendiri.

Ayo!

Telah menyusahkanmu.

Mau apa sekarang?

Lepaskan!

Ayo ikut!

Sudah kubilang bukan aku.

Diam!

Sungguh bukan aku.

Pertama-tama, jangan gugup.

Lakukan seperti yang kukatakan.

Aku kebelet pipis.

Harus berwibawa senyumnya.

Bentar! Bentar!

Apa ini?

Aku makan sebiji cheongsimhwan dulu. [Cheongsimhwan - semacam obat penenang]

Lakukan dengan baik!

Telah menyusahkan.

Halo!

Maaf, dari departemen mana?

Kami dari Kantor jaksa distrik pusat Seoul.

Oh ya?

Aku Jaksa Lee Jin Ho.

Iya.

Senang bertemu.

Ada keperluan apa?

Kami ke sini untuk mengidentifikasi barang bukti.

Sebentar ya.

Boleh tahu nomor kasusnya apa?

Kasus penculikan Kim Ji Soo-ssi.

Ada dua Kim Ji Soo-ssi. Yang mana ya?

Anda cukup kasih tahu nomor kasus saja.

Nomor kasus ya?

Nomor kasus, tidak punya ya?

Maaf?

Nomor kasus, tidak punya ya?

Belum keluar.

Iya.

Masih belum keluar.

Ah, kalau begitu harusnya yang ini. Kim Ji Soo-ssi yang lahir tahun 85 ya?

Ah, benar.

Sebentar ya!

Tarik nafas.

Ke mana kau, kampret? Mau ke mana?

Kasus ini... kata lab mereka tidak berhasil mengidentifikasi sidik jarinya.

Katanya besok akan dikirim balik ke bank yang bersangkutan.

Tapi sepertinya ada penyelidikan tambahan ya?

Kami juga menerima telepon dan mendalami situasi.

Tapi Gukgwasu bilang mereka ingin membacanya sekali lagi. [Gukgwasu - badan forensik nasional]

Oh ya?

Silakan tanda-tangan di sini.

Telah menyusahkanmu.

Geomsa-nim, tunggu sebentar!

Sesuai SOP, aku diharuskan untuk menghubungi polisi yang menangani kasus ini.

Maaf, tunggu sebentar ya.

Biar kami saja yang telepon nanti.

Kami agak buru-buru.

=Sebentar saja. Jika tidak aku bisa kena sanksi.=

Aku tidak punya apa-apa untuk bisa kutawarkan.

Sudah malam begini kalian masih sibuk bekerja.

Silakan diminum sambil menunggu.

Ya telah menyusahkanmu.

=Di sini Bagian Pengelolaan Barang Bukti.=

=Begini, Kim Hyeongsa-nim...=

Kasus Kim Ji Soo-ssi...

Jaksa penuntut Lee Jin Ho Geomsa-nim dari Kantor Jaksa Distrik Pusat Seoul datang ke sini.

Betul. Katanya perlu memastikan barang bukti.

Kasus ini masih dalam masa penyidikan polisi. Belum dilimpahkan ke pihak kejaksaan.

Jaksa datang secara pribadi?

Katanya dari kantor pusat.

Baik.

Harap tunggu sebentar. Kim Hyeongsa-nim akan segera tiba.

Tidak usah merepotkan beliau ke sini.

Biar kami saja yang telepon.

Tolong tunjukkan kartu identitas Anda.

Geomsa-nim?

Maaf?

Tidak punya kartu identitas?

Sebentar! Ada di mobil.

Stop! Stop! Stop!

Angkat tangan! Angkat tangan!

Duduk! Duduk!

Duduk!

Sudah duduk.

Duduk!

Sialan!

Letakkan!

Bukan begitu.

Halo? Di sini bagian pengelolaan barang bukti. Ada masalah di sini! Segera ke mari!

Maaf.

Maaf, sungguh.

Maaf, maaf. Aku meminta maaf padamu.

Apa ini?

Sunguh maaf! Sungguh!

Hyeong, mampus kami.

Siapa kalian?

Kami bukan...

Ada apa?

Ke mana?

Kebakaran!

Sebelah sini!

Hyeong!

Sekarang benar-benar jadi masalah besar.

Sepepet apa pun juga masa sampai meledakkan mobi?

Sepertinya aku eek di celana.

Berak saja sana kalian berdua!

Eeknya keluar, eeknya keluar.

Duit! Duitnya mana?

Di sini.

Lihat ke depan!

Maaf.

Dia mencoba melarikan diri jadi aku menghajarnya beberapa kali.

Siapa sangka dia malah pingsan.

Maaf.

Ah, bagaimana ini?

Kau tahu berapa harganya dia?

Sudah pasti tidak tahu baru begitu?

Tidak tahu?

Bajingan!

Kampret!

Uangnya sudah kudapatkan.

Hidup sampai sekarang ini orang gila sepertimu...

Benar-benar baru pertama kali kutemui.

Bagaimana caramu mendapatkannya? Bawa ke sini! Bawa ke sini!

Jika lapor polisi, isterimu akan mati.

Kenapa kampret ini begitu?

Segera bersihkan tempat ini dan pindah!

Begitu uangnya sudah ditangan, bunuh kedua orang itu!

Baik.

Kang Dong Cheol-ssi, kau tidak hanya menimbulkan kebakaran di kantor polisi tapi juga mencuri barang bukti?

=Sudah gila ya kau?=

Setelah menembukan isteriku, aku akan menyerahkan diri.

=Dan juga, kenapa justru mobilku?=

=Itu adalah mobil ibu mertuaku!=

So Yeon, ayo bangun!

Sadarkan dirimu.

Sadarkan dirimu, So Yeon!

Eonni...

Sudah aman, sudah aman.

So Yeon, semuanya akan baik-baik saja.

Akan baik-baik saja.

Eonni...

Eonni, kau pergi duluan.

Cepat!

Baik.

So Yeon, cepat keluar!

So Yeon, cepat keluar!

Perempuan-perempuan jalang ini!

Jangan macam-macam!

Mau apa kau?

Sialan!

Sedang apa kau?

Kenapa ini...

Kaget aku!

Cepat! Ke kantor polisi! Ke kantor polisi!

Ada kejadian apa?

Ajeossi, cepat ke kantor polisi! Ajeossi!

Siapa lagi ini?

Ada apa ini?

Dasar bangsat!

Taksi? Taksi?

Hei, Agassi!

Sepertinya terkunci.

Kunci ya?

Terkunci.

Hyeong, dia masih tidak menjawab teleponnya?

Ininya terkunci.

Sialan!

Jangan-jangan bangsat-bangsat ini sudah merencanakannya?

Hyeong, ini bisa dibuka?

Bagaimana caranya?

Sebentar!

Dasar kampret!

Tunggu kami!

Di mana bos kalian?

Di mana? Di lobi lantai satu?

Sudah kelihatan.

Sialan.

Cepat turun!

Ya Hyeong-nim. Orang-orangnya akan dikirim ke sana semuanya besok.

Coba lihat sana!

Mampus semuanya.

Lihat sini, kampret!

Mati kau! Mati kau!

Kuhajar kepalamu! Kuhajar kepalamu, bangsat!

Kampret!

Hyeongsu! Hyeongsu!

Kami bukan orang jahat. Kami orang baik.

Jak--Jaksa.

Sialan!

Aigoo, apa ini?

Aigooya... apaan ini?

Apa-apaan kalian?

Ah, ini...

Kenapa kalian datangnya telat sekali?

Siapa kalian?

Aku dari Kantor Jaksa Distrik Pusat.

Aku Jaksa Lee.

Senang bertemu dengan kalian. Kalian telah bekerja keras.

- Tapi kalian datang terlambat. - Maaf?

Park Susa-nim? [Susa - setara dengan penyidik]

Kim Hyeongsa ke mana?

Aku Kim Hyeongsa.

Bukan, bukan, tapi Kim Hyeongsa yang datang bersama kami.

Telah menyusahkanmu. Sepertinya wajahmu terluka.

Kalau begitu tolong bantu kami selesaikan.

Iya, kalau begitu tolong selesaikan.

Setelah itu turun ke bawah, mengerti?

Baik, silakan kembali bekerja.

Sepertinya kau butuh dirawat.

=Sialan! Hyeong-nim kau di mana?=

=Di sini sekarang polisi semua. Kacau balau.=

=Halo? Halo? Hyeong-nim? Hyeong-nim?=

Apa? Bangsat itu adalah polisi?

Injak gasnya!

Sialan!

Ayo! Ayo! Lebih dekat lagi.

Cepat! Cepat!

Sialan!

Cepat! Cepat! Cepat!

Kampret! Hari ini adalah hari yang menyenangkan.

Cepat jalan! Kampret!

Bajingan!

Ayo! Coba saja kau berani nabrak, kampret!

Ji Soo!

Ayo tabrakkan ke sini, bangsat!

Ji Soo!

Ayo tabrak! Tabrak! Kampret idiot!

Ayo sini! Ke mana kau, kampret?

Ayo tabrak! Coba tabrak!

Sialan, bagaimana caramu bawa mobil?

Depan sana!

Kampret!

Ini kenapa?

Dorong dia, kampret! Ayo dorong!

Ke samping! Ke samping! Cepat!

Tabrak dia!

Sialan!

Hei!

Sialan!

Sialan!

Bajingan!

Kampret!

Bangsat!

Bajingan kau!

Kau teruskan saja hidupmu seperti itu. Jangan sok dulu!

Aku kelihatan gampang dirundung? Bangsat!

Bajingan!

Sialan!

Kampret!

Sialan! Keluar kau, sampah!

Keluar kau, kampret!

Ke mana kau, bangsat!

Keluar kau, kampret!

Ke mana kau, kampret! Kusuruh kau keluar!

Sudah mampus kau?

Sialan!

Sebentar! Sebentar!

Maaf.

Sakit!

Aku telah bersalah.

Aku telah bersalah.

Aku telah bersalah.

Jangan mendekat!

Jangan... sialan.

Aku telah bersalah.

Aku masih punya seorang ibu yang sudah tua.

Aku akan bunuh diri.

Kau harus menyelamatkan isterimu.

Sialan!

Sialan, mampus aku.

- Sialan! - Mampus aku.

Bangun! Bangun!

Hentikan! Jangan pukul lagi.

Ji Soo! Ji Soo!

Ji Soo! Ji Soo!

Ji Soo, ini Oppa.

Ji Soo!

Ji Soo!

Ji--Ji Soo.

- Oppa... - Ji Soo.

Oppa... Oppa sudah datang.

Ji Soo, kemarilah.

Ji Soo.

Aku datang terlambat.

Maaf.

Ji Soo.

Ada kecelakaan apa?

Terima kasih telah menggunakan subtitle dari: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~

Damn!SuperSub Indonesia Facebook Fanpage: https://www.facebook.com/DamnSuperSubIndo

Kunjungi blog Damn!SuperSub Indonesia di: ~ http://ngesub.com ~

~ Follow twitter kami di: @DSSIndo dan @ngesub dan nantikan karya kami berikutnya. ~

Tim Investigasi Internasional Inspektorat Daerah Seoul

Geng yang terlibat penculikan, operasi plasti ilegal dan pelacuran ke luar negeri...

ditangkap di sebuah bangun terlantar Gangwon-do pagi ini.

Dalam upaya mencari pria kaya-raya yang menggemari prostitusi baik dalam maupun luar negeri,

menjajakan wanita melalui iklan di SNS dan situs web...

...melakukan kejahatan yang disebut di atas.

Selain itu, suami dari seorang wanita yang menjadi korban penculikan

telah memberikan kontribusi yang besar dalam kasus ini dan menerima investigasi.

Dapat dilihat bahwa kejahatan prostitusi ke luar negeri ini akan segera terbongkar tanpa kompromi.

=Saksikan berita selanjutnya.=

=Beberapa waktu yang lalu kapal ikan yang ditangkap karena melanggar perairanTiongkok=

=tiba dengan selamat di pelabuhan Incheon pada jam 11 pagi ini.=

=Pihak berwenang Tiongkok memuat kapal, awak kapal=

=beserta 8 ton muatan king crab yang ada di atas kapal=

=dikembalikan secara keseluruhan.=

Anda sudah datang, Samonim?

Hyeong, kenapa baru datang sekarang?

Selamat ulang tahun! Ayo silakan masuk ke dalam.

Hei, meja 12 di sini sayurnya sudah selesai. Kenapa tidak ada orangnya?

Anda sudah datang?

Sebentar! Hei, Dong Hyeon!

Makanan ini diantar ke meja nomor 3.

Tamu meja tiga adalah tamu agung.

Antar makanan ini beserta ketulusan hatiku ke sana!

Hwaiting!

Pesanannya datang! Anda sudah selesai order?

Coba lihat begitu kakinya diluruskan...

Mau cari di mana yang seperti ini di Korea?

Sebentar! Aku angkat dulu teleponnya.

Ya? Yang penting kapalnya sudah tiba.

Yang penting kapalnya bisa masuk. Aigoo, Kang Sajang.

- Aigoo, daebak! Daebak! - Terima kasih.

Selamat! Aigoo Samonim, selamat.

Katanya kapalnya sebentar lagi masuk.

- Baik, terima kasih. - Jangan khawatir.

Hyeong! Cepat masuk! Sebelah sana.

Aigoo, luar biasa.

Sayang, hari ini adalah ulang tahunmu. Jangan lakukan apapun.

Biar aku yang kupas semuanya. Kau tinggal makan saja. Mengerti?

Sebenarnya dibandingkan makan king crab aku lebih suka makan belut.

- Oppa... - Oke! Ayo dimakan kepitingnya.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.