Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Setoran yang bagus. Anda pasti berada dalam usaha yang tepat, Sally.
Terima kasih.
Selamat pagi.
Setoran.
Setoran yang bagus lagi.
Anda dan Sally pasti berada dalam usaha yang tepat.
Aku terburu-buru.
Hai, Kate.
Kau sudah bersihkan rumah di seberang jalan itu?
Aku masih belum ada waktu.
Harusnya kau bersihkan rumah itu lebih dulu.
Anne!
Kemari.
Kemari.
Kau pernah lihat pemuda itu sebelumnya?
Mungkin dia yang di bar kemarin malam.
Panggil Joe kemari.
Joe.
Halo, pemuda tampan.
- Memanggilku, Kate? - Ya. Coba lihat di jendela itu.
Pemuda itu terus mengikutiku dari bank hingga pulang.
Kemari, kau pemuda ingusan, kemari.
- Kau memanggilku? - Untuk apa kau lempar batu itu?
Ada pelanggaran hukum dengan melempar batu?
Kau berani, huh? Kemari!
Untuk apa kau berkeliaran di sini?
- Dia bisa bicara denganku? - Kate?
Untuk apa? Apa maumu?
Hanya ingin bicara dengannya.
- Apa maumu? - Tak ada.
Kau tinggal di sini?
- Di Monterey? - Salinas.
Siapa namamu?
Kau tak mau bicara? Sekarang, dengar.
Untuk apa kau mengikuti Kate?
Ada urusan apa, nak?
Ada pelanggaran hukum dengan mengikutinya di kota...
nyonya, apapun kau memanggilnya.
Aku tak tahu apa ada pelanggaran hukumnya tapi dia tak suka, itu saja.
- Dia pemilik rumah di sebelah sana juga, kan? - Ya.
Tapi kau jangan pergi ke sana, nak. Kau terlalu muda.
Sekarang ayo. Pergilah.
Itu nama dia yang sebenarnya?
- Kate. Itu nama dia yang sebenarnya? - Tentu, selama yang kutahu. Kenapa?
Siapa nama belakangnya?
Tak ada yang punya nama belakang di sini, nak. Kenapa?
Kau bilang padanya aku membencinya.
Harusnya aku masuk ke dalam.
Harusnya aku masuk ke dalam dan bicara dengannya.
Cal tak pulang semalaman. Dia akan berurusan dengan ayah.
- Kau tahu bagaimana gadis-gadis di kelas memanggilnya? -Tidak, apa?
Pencari mangsa.
- Aku akan bilang padanya. - Sebaiknya jangan, Aron.
- Berjanjilah untuk tak mengatakannya. - Kenapa tidak?
Tolong jangan. Aku tak ingin kau...
- Hai, Cal. - Hai.
Halo, Cal.
Maaf membicarakanmu.
Kami ingin lihat tempat penyimpanan es yang akan ayah beli.
- Kau mau ikut bersama kami? - Tempat penyimpanan es apa?
Tempat yang ayah beli untuk mendinginkan sayuran.
Ayah membicarakannya setiap malam selama seminggu belakangan ini.
Ayah akan ke sana?
Tentu, ayah akan membelinya.
Aku akan lewatkan.
Lain waktu kau harus melihatnya, Cal.
- Ayo. - Hey, Aron.
Ya?
- Kenapa kau tak tanya aku pergi ke mana? - Kau mau bilang padaku?
- Tidak. - Lantas apa gunanya aku menanyakannya?
- Ayah marah padaku? - Kau keluar semalaman.
Ayah khawatir.
Ya, aku yakin itu.
Kau mau ikut atau tidak?
Baiklah. Sampai ketemu makan malam nanti.
Dia ikut.
Dia ikut.
Kau tahu, Will. Aku dapatkan ide dari artikel yang aku baca.
Mereka berhasil menemukan seekor mastodon di suatu tempat di Siberia.
Berada di dalam es ribuan tahun lamanya dan dagingnya masih bagus.
Mastodon?
Apa yang kan kau katakan pada dirimu sendiri?
Ini putraku, Cal.
Sewaktu kau seumuran dengannya, aku membayangkan kau berpikir ini adalah benar
membiarkan ayahmu tahu sebelum kau pergi semalaman.
Atau setidaknya menyampaikan permintaan maaf ketika kau pulang.
Masa telah berganti.
Seperti yang kubilang, mastodon itu sejenis gajah.
Sudah tak ada lagi di muka bumi dalam waktu yang lama.
- Dagingnya masih segar? - Sesegar daging babi.
Kau jauh lebih antusias akan hal ini dibanding sebelumnya dalam waktu yang lama.
Aku juga merasa seperti itu.
Kau tahu, Will, aku cenderung mempertahankan pekerjaan di ladang yang membosankan ini.
- 17, 17 tahun, aku terus mempertahankannya. - Aku tahu.
Tapi sekarang aku merasa... jika aku bisa berbuat sesuatu
suatu hal sederhana, sebelum aku mati. Suatu hal kecil demi kemajuan...
untuk masyarakat, mungkin. Kau bisa sebut apa saja yang kau mau.
Aku akan putuskan berhenti menanam sepanjang tahun ini.
Belakangan ini aku sempatkan membaca segala hal tentang pendinginan.
Aku tak bisa berhenti memikirkannya bahwasanya kau mampu menyimpan sayuran itu dengan baik.
Selama kau bisa membuatnya terus dingin. Seperti mastodon itu.
- Selamat sore, Abra. - Selamat sore, Mr. Trask.
- Halo, Mr. Hamilton - Halo.
- Halo, nak. - Hai, ayah.
Sekarang putraku, Aron ini, berpikir aku punya ide yang bagus di sini.
Ayah bungkus selada dengan kertas lilin...
lalu menyimpannya di lemari es selama tiga minggu lebih...
setelah dikeluarkan selada itu masih segar dan bagus. Benar, ayah?
Benar sekali, nak.
- Yah, apa tak apa kami lihat-lihat sekitar? - Tentu saja, Aron. Sudah jadi milik kita sekarang.
Kau tahu di mana pasar terbesar untuk sayuran di musim dingin?
- Di mana? - Kota New York.
Mereka tak bisa menanamnya di sana.
Tapi perusahaan kereta menjanjikan padaku sebuah gerbong untuk buah.
Kau tak punya sesuatu yang ingin kau sampaikan pada ayah, Cal?
- Ya. - Ini masalah waktu. Apa?
Aku baca di surat kabar Monterey...
jika kita memasuki masa peperangan ini.
akan ada sejumlah keuntungan yang bisa didapatkan.
Tapi ayah harus menanam kacang, jagung, dan sejenisnya.
- Ayah tak butuh semua es ini. - Kau benar sekali.
Kacang naik jadi tiga sen.
Kau ingin dapat keuntungan, kau tanamlah kacang.
Mereka menyimpannya juga, kan?
Tapi ayah tak tertarik mencari keuntungan, Cal.
Dengar, Will.
Aku bukan penemu maupun ilmuwan
tapi aku tahu aku dapat ide di sini.
Aku berasal dari sebuah keluarga yang semuanya penemu. Orang penuh dengan ide seperti yang ini.
Hanya aku seorang yang tak punya ide
dan hanya aku saja yang pernah dapat uang recehan.
Kau ingin dapat keuntungan, kau tanamlah kacang.
Buang rokok itu! Tempat ini penuh dengan serbuk kayu!
- Sudahlah, Adam, dia tak sengaja. - Tak sengaja? Dia itu tak peduli.
Entahlah. Habis kesabaranku dengan anak ini.
Aku tak bisa memahaminya. Tak pernah bisa.
Aron aku bisa memahaminya sejak dia masih kecil.
Bantu aku berdiri.
- Dia tak seperti yang lain. - Siapa, ayah?
Bukan, Cal.
Gelap dan menyeramkan di sini.
Kenapa dia menyendiri setiap saat?
- Dia menginginkannya. - Tak ada yang suka menyendiri terus-terusan.
Ayah membuat pembelian yang hebat, kan? Kami bisa mendinginkan sayuran.
Ini benar-benar bisa memberinya sesuatu untuk hidup sekarang.
Ada apa, Abra. Kau tak suka Cal?
- Kurasa aku tak begitu mengenalnya dengan baik. - Aku menyayanginya.
Tentu saja, dia itu saudaramu. Dia menakutkan.
- Menakutkan? - Ketika dia memandangmu.
Seperti binatang.
Entahlah, dia menakutkanku.
Aron, kapan kita menikah?
Segera setelah aku lulus sekolah.
Kuharap itu terjadi sekarang juga.
- Aku juga. - Sungguh?
Abra.
- Ketika kita... - Aku mencintaimu, Aron.
Ketika kita menikah, ini akan jadi sempurna.
Semuanya akan jadi sempurna.
Kau akan jadi ibu yang luar biasa, Abra.
- Kuharap begitu. - Tentu saja.
Ibu yang sempurna.
Kau tak ingat dengan ibumu sama sekali, Aron?
Tidak, dia meninggal tepat setelah Cal dan aku lahir.
Pasti berat tak pernah mempunyai ibu.
- Suara apa itu? - Lihat, apa yang dia lakukan di atas sana?
- Orang gila. - Dia melihat kita.
- Tidak, dia tak melihat kita. - Ya, dia melihat kita.
Lekas pindah dari sini. Aron.
- Dia tak melihat kita. - Aku rasa sepertinya dia masih melihat kita.
Aku mencintaimu, Aron.
Sungguh, sangat. Sungguh.
Tentu. Aku juga mencintaimu.
Cal, hentikan! Hentikan, Cal!
Apa yang kau lakukan? Hentikan!
"Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya,
yang dosanya ditutupi!
"Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan,
dan yang tak berjiwa penipu!
Kau sudah diampuni, Cal.
Ayah pikir tak ada yang patut disalahkan atas segala tindakanmu...
hanya satu hal yang tak ayah mengerti.
Kenapa kau jatuhkan es itu ke bawah?
Aku tak tahu.
Apa ini
Apa ini pelampiasan? Marah?
Takut ayah akan menghukummu karena tak ada di rumah kemarin malam?
Apakah itu?
Aku ingin lihat es itu dijatuhkan ke saluran itu.
- Mungkin sebaiknya kau baca mulai dari sini. - Aku yang bacakan, yah.
Tidak, Biar Cal yang membacanya.
Mulai dari ayat kelima.
Ayat lima.
"Dosaku kuberitahukan kepada-MU dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan.
Aku berkata: "Aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaranku,
"dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela.
Teruskan.
Enam.
Ayah sarankan sedikit lebih pelan, Cal.
Kau tak perlu bacakan bilangan ayatnya.
Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-MU, selagi Engkau dapat ditemui;
sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi,
itu tidak melandanya. Sela.
Tujuh.
Bukan bilangannya, Cal.
"Engkaulah persembunyian bagiku terhadap kesesakan, Engkau menjaga aku,
"Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. Sela.
- Delapan. - Kau tak punya penyesalan! Kau jahat!
Dilewati dan dilewati, jahat.
Permisi. Aku mau keluar menunggu Abra.
Ayah benar. Aku jahat. Aku tahu itu sudah sejak lama.
Ayah tak bersungguh-sungguh, Cal. Ayah emosi.
Tidak. Itu benar.
Aron anak baik.
Kurasa ini hanya sejumlah
kebaikan dan keburukan yang ayah terima dari kedua orang tua ayah...
- aku dapat yang buruk. - Itu tidak benar.
Cal, dengarkan ayah.
Kau bisa jadi dirimu seperti apa yang kau mau.
Terserah padamu. Manusia punya pilihan.
Itulah yang membedakannya dari binatang.
Kau tak mau dengar. Kau tak pernah mengingatnya.
Ibuku
dia belum meninggal dan pulang ke surga
benar, kan?
Kenapa kau menanyakannya?
Dia sama sekali belum meninggal.
Dia tidak dikubur di Timur seperti yang ayah bilang.
Dia masih hidup.
- Apa yang membuatmu berpikir seperti itu? - Aku dengar dari seseorang.
- Siapa? - Aku tak tahu namanya.
Dia hanya melintas.
Bagaimana bisa ayah bilang kepada Aron dan aku kalau dia sudah meninggal?
- Ayah pikir ini akan membebaskanmu dari kepedihan. - Kepedihan?
Kalau dia masih hidup, menurut ayah dia ada di mana?
Ayah tak tahu. Dia pergi ke timur.
Ayah tahu dari mana?
Ketika dia tinggalkan ladang yang kami urus sewaktu kau dan Aron lahir...
ayah dengar dia pergi ke Timur.
Dia seperti apa? Dia jahat?
Ayah rasa seperti itu.
Ayah tak pernah tahu dia itu seperti apa. Dia tak seperti yang lain.
Ada sesuatu yang tak dia miliki.
Kebaikan, mungkin. Hati nurani.
Ayah tak pernah tahu dia itu seperti apa setelahnya.
- Bagaimana bisa dia tinggalkan ayah? - Ayah juga tak pernah tahu.
Dia penuh dengan kebencian.
- Benci terhadap ayah? - Terhadap semuanya.
Kau tak bilang pada Aron kalau dia belum meninggal?
Tidak.
Jangan berbuat sesuatu yang bisa menyakiti Aron.
Di mana ayah dapat bekas luka yang ada di pundak ayah itu, yah?
Ayah sudah bilang padamu, Cal.
Ini luka lama yang ayah dapat di operasi militer Indian.
- Kenapa kau tanyakan sekarang? - Dia seperti apa? Dia cantik?
Dia punya tangan yang bagus.
Seperti gading.
Dia selalu merawatnya dengan baik.
Ibunya menderita radang sendi.
Dia selalu takut kalau itu akan terjadi pada kedua tangannya.
Katakan padaku, ayah.
Aku harus tahu siapa aku ini. Aku harus tahu aku ini seperti siapa.
Aku harus tahu.
Dia di mana?
Ayah beritahu kau yang sebenarnya, Cal.
Setelah dia pergi, ayah tak pernah dengar darinya.
Cal, sebentar. Ayah ingin bicara lebih banyak lagi denganmu.
Bila kau tinggalkan ruangan ini saat ini, kita mungkin tak bisa berbincang lagi.
Kau akan pulang malam ini, Cal?
Apa bedanya? Ini rumahmu. Hanya kaulah yang ayah mau.
Selamat malam, Cal.
Sungguh terlalu. Sungguh terlalu.
Selamat malam, Abra. Mana korban caturku?
- Dia menunggumu, Mr. Albrecht. - Bagus.
Kau pikir apa maksudnya dia bersikap seperti itu?
Ayo, pergilah!
Istrimu sudah menghubungi tiga kali.
- Istriku... - Aku tahu itu dia. Sekarang pergilah.
Joe!
Baiklah, bung, kau sudah kehabisan uang.
Mr. Hawks.
- Kau mau apa? - Aku mau...
- Kau mau minum apa? - Bir.
Hey!
- Mana minumanku? - Baiklah.
Ini tak cukup bersih.
Tak apa.
- Sebaiknya kau pergi dari sini. - Kenapa?
Kau yang mengikuti Kate pagi itu.
- Ini negara merdeka, kan? - Ya, memang ini negara merdeka.
Hanya saja Joe bilang jika aku melihatmu lagi, aku harus bilang padanya.
Kau bisa bilang padanya kalau kau mau.
Kau masih anak-anak.
- Aku lebih tua darimu. - ya, tentu, tapi itu bukan...
- Hey! - Baiklah.
Nak, tolong.
Tak seharusnya kau ada di sini melempar batu.
Itu tidak bagus. Dan minum bir.
Itu Joe.
Dengar, nak, kumohon pergilah. Kau tak ingin buat dirimu terluka.
Kau bisa bilang padanya, kalau kau mau. Ini kesempatanmu.
Kau yakin kau punya nyali?
- Kau kenal Kate? - Ini tempat Kate.
- Dia perlakukanmu dengan baik? - Tentu.
Aku harus pergi sekarang, nak.
Dia baik?
Jangan sampai Joe melihatmu, tolong.
Dia tak perlakukanmu dengan buruk atau yang lain, kan?
Kumohon, nak, aku harus pergi sekarang. Senang bertemu denganmu.
Apa tak ada kebaikan sama sekali tentangnya?
Ada apa, nak?
- Dia punya tangan yang bagus. Kau lihat tangannya? - Tangan?
Kau perhatikan tangannya?
Tidak, aku tak pernah lihat tangannya. Dia selalu kenakan sarung tangan.
Mana dia?
- Maksudmu sekarang? - Ya.
- Di ruang kerjanya, mungkin. - Di mana itu?
Di belakang jalan itu.
Bisa kau tunjukkan padaku?
Dengar, nak, tolong jangan buat masalah.
Aku tak akan buat masalah. Ayo.
Kita....kau bisa tunjukkan pintunya padaku lalu aku pergi ke sana.
Tidak, jujur saja.
Ini tempat yang keras. Aku tak mau kehilangan pekerjaan ini.
- Aku juga tak bekerja dengan baik. - Kau tak bakal kehilangan pekerjaanmu.
Jika aku tak lakukan hal yang semestinya, Kate bakal memecatku.
Ayo.
Kau hanya perlihatkan padaku di mana pintunya.
Ayo.
Berbaik hatilah.
Ayo.
Chyrus Collection
Itu pintunya.
Terima kasih. Kau bisa kembali sekarang.
Apa yang kan kau lakukan?
Kumohon, nak, jangan buat masalah.
Aku takkan buat masalah. Aku akan tunggu hingga kau pergi. Bagaimana?
Bisa kubicara denganmu? Aku mohon.
Aku harus bicara denganmu.
Joe!
Pergilah dari sini! Joe! Tex!
Panggil sherif! Bawa dia pergi!
Panggil sherif! Bawa dia pergi dari sini!
Aku mau bicara dengannya!
Aku mau bicara denganmu!
Kumohon, bicaralah denganku!
Bicaralah denganku, aku mohon! Ibu!
Adakah pelanggaran hukum bagi orang yang mencoba menemui ibunya sendiri?
Tidak, kurasa tak ada.
Ini.
Taruh ini di pipimu. Ini.
Minumlah kopi ini.
Bagaimana kau bisa tahu tentang Kate?
Orang yang kulihat kau sedang bebicara dengannya di bar malam itu?
Orang yang mereka panggil "Rabbit.
Kupikir begitu. Dia tak pernah bersikap baik.
Aku ingat waktu dia bekerja di ladang ayahmu.
Dia takkan ada di sini lagi, Cal. Dia tinggalkan kota demi kebaikannya.
- Untuk apa kau ada di bar itu? - Adakah pelanggaran hukum dengan berada...
Ya, benar! Akulah hukumnya.
Camkan itu di kepalamu.
Diam!
Adam tahu kau
ada di sini malam ini?
Adam itu teman lamaku, Cal, dari...
dulu di ladangnya.
Aku khawatir sewaktu kalian pindah kemari tahun kemarin...
memungkinkan kalian menemukan sesuatu tentang Kate.
Namun setelah itu dia datang kemari dari Bay
kalian datang melalui jalan lain di pegunungan Salinas.
- Jadi kupikir itu akan baik-baik saja. - Kau pikir dia akan mencari tahu tentang keadaannya?
Dia tak pernah datang kemari.
Ini. Sebaiknya kau lihat foto ini sekarang.
Ini foto ayah dan ibumu di hari pernikahannya.
Kau orang pertama yang pernah aku perlihatkan foto ini.
Aku tahu itu.
Aku tahu ini benar.
Sewaktu orang tua itu bilang di bar. Aku tahu itu.
Kau tahu dari mana kalau itu benar?
Karena dia bukan orang baik-baik. Dan aku bukan orang baik.
Aku tahu ada suatu alasan kenapa aku bukan orang baik-baik.
Aku membencinya.
Dan aku juga membencinya.
Ayo, aku antar kau pulang.
- Kau tak harus mengantarku pulang! - Aku tahu aku tak harus mengantarmu pulang!
Ini.
Kau akan merasa sedikit baikkan esok paginya.
Ayo sekarang.
Bagaimana cara ayah bertemu dengannya?
Dari mana dia berasal?
Tak ada yang tahu dari mana dia berasal, sungguh.
Ada banyak orang mengesalkan belakangan ini.
Semua orang.
Bagaimana bisa dia menikahinya?
Kau tak punya sedikitpun gambaran betapa cantiknya dia dulunya, Cal.
Muda dan penuh gairah.
Ayahmu masih tak terlalu sibuk di ladangnya.
Dia belum jadi orang yang cinta keduniawian.
- Dia yang menembaknya? - Ya, dia.
Bagaimana bisa?
Aku tak tahu.
Dia berbuat sesuatu kepadanya?
- Dia menyakitinya? - Tidak.
Bukan dia yang menyakitinya.
Setelah dia meninggalkannya, dia mati. Dia berjalan ke sana kemari, tapi dia sudah mati.
Dia pasti berbuat sesuatu yang menyakitinya.
Tidak. Tidak, pak.
Dia sudah berikan segala hal yang diinginkan setiap perempuan.
Kau tahu, ayahmu punya kebaikan lebih
dan hati nurani yang lebih dari setiap pria yang pernah kujumpai.
Dia ayah yang baik, Cal. Jangan berpikir dangkal tentangnya, nak.
Ini akan berhasil.
Jika aku bisa membuatnya tetap dingin dalam waktu yang cukup lama.
Ini akan berhasil.
Baiklah, sudah selesai. Lekas dicoba. Mundur, nona.
Baiklah, masukkan. Ayo.
Kau pikir ini akan berhasil?
- Selamat pagi, Mr. Trask. - Selamat pagi.
Ada yang curi saluran batu bara kami dari kereta.
Astaga. Sudah waktunya tak mematuhi hukum.
Ada perang di Eropa.
Terdapat gelombang pelanggaran hukum menyebar ke pelosok negara.
Bagaimanapun juga, ada orang yang mencuri saluran kami.
- Itukah muatanmu? - Ya.
Kami akan pindahkan. Selamat siang, Mr. Trask.
Ada perang di Eropa.
Cal.
Kau tahu Aron di mana?
Dia tak ada di ladang. Sedang dicek.
Ada yang bisa kuperbuat untuk ayah?
Tidak. Ada beberapa hal yang ingin ayah bicarakan dengannya.
Apa yang kau dapat di sana?
Aku pikir saluran itu bisa dimanfaatkan.
Kreatif sekali, Cal. Sangat kreatif. Kau yang memikirkannya?
Ya.
Ayah senang sekali dengan cara kau menanganinya
dan berjalan sangat baik, Cal.
Terima kasih. Terima kasih, ayah.
Sebaiknya kalian makan siang sekarang. Sudah waktunya.
Hai, Cal.
- Aron tak ada di ladang. - Aku bawakan dia makan siang.
- Baiklah, aku yang bawakan. - Cal.
Lydia, pergilah.
Dia akan datang sebentar lagi.
Aku buatkan Aron makan siang. Aku juga akan buatkan untukmu, bila kau mau setelah ini.
Tidak, terima kasih.
Kau mau makan bersamanya kalau aku tak ada di sini?
Siapa?
Tidak, aku tak memintanya untuk datang kemari.
Wanita itu terus saja mengikutimu?
- Dia mengganggumu? - Dia tak menggangguku.
Siapa dia?
Aku tak pernah melihatnya dalam hidupku.
Aku yakin itu.
Kau sungguh-sungguh menjalankan usaha selada ini, Cal?
Kau pikir ini akan berjalan dengan baik?
Ayahmu akan kehilangan banyak uang kalau ini gagal.
Itu saja yang dia punya.
Aku suka ayahmu.
Sungguh?
Aku pernah buang $3,000.
Ya?
- Sewaktu aku berusia 13. - Kau membuangnya?
Itu harga dari satu cincin berlian.
Setidaknya, ayah bilang padaku itulah yang dia bayarkan untuk cincin itu.
Aku buang ke sungai. Membuat ayah sangat marah.
Tentu saja dia marah.
Tapi aku memaafkannya. Sejak saat itu hubungan kami baik-baik saja.
- Kau memaafkannya? - Ya.
Kau memaafkannya karena kau buang cincinnya yang seharga $3,000 ke sungai?
- Benar. - Dan kau memaafkannya?
Benar.
Ada telur di keranjang ini?
Kau tahu, kupikir dia tak menyukaiku. Yang membuatku merasa itu mengerikan.
Wanita sangat cinta dengan ayah mereka.
Benarkah?
Ibuku meninggal sewaktu aku berusia 13.
Kemudian tak lama setelah itu ayah menikah lagi. Kau tahu itu?
Tidak, aku tak tahu.
Kau tertarik mendengar tentangku?
Ya.
Sewaktu ayah menikah lagi itu membuatku gerah.
Aku benci semua orang.
Aku biasanya duduk lalu membelalakkan mata ke orang-orang
atau aku takkan jawab sewaktu mereka bicara padaku.
- Untuk apa kau ceritakan padaku semua ini? - Aku mau.
Aku alami selama berbulan-bulan. Aku benci semua orang.
Kupikir tak ada orang di dunia ini yang menyukaiku.
Itu mengerikan.
Lalu aku temukan cincin yang ayah berikan pada ibuku yang baru itu.
- Aku mengambilnya lalu membuangnya ke sungai. - Bagus.
Sudah kuduga kau akan suka.
- Dia pernah menemukannya? - Tak pernah.
Mereka sudah coba.
Apa yang mereka lakukan padamu?
Ayah menghukumku. Tak buruk, kurasa.
Tapi aku merasa tak seharusnya dia menghukumku sama sekali.
Aku merasa seharusnya dia lebih menyayangiku karena aku menyayanginya.
Tapi dia tak menyayangiku.
Tidakkah ini aneh?
Aku sudah dewasa sekarang.
tapi aku masih mengerti anak-anak lebih baik dibanding aku yang sudah dewasa.
Kau tak begitu dewasa.
- Aku sangat dewasa. - Itu masalah anggapan.
Aku sangat dewasa.
Lebih dari ayah, karena aku memaafkannya karena dia tak bisa mengerti.
Seketika itu aku maafkan dia di hatiku.
Aku merasa lebih baik.
Sekarang hubungan kami baik.
Kami saling menyayangi. Tak seperti yang kami alami sewaktu aku berusia 13.
Tapi itu sudah cukup membuat kami bisa tinggal bersama sampai aku menikah.
Dia ayahku sekarang. Tak ada kekecewaan lagi.
Aku masih tak menyukainya, selain dia seorang wanita.
Astaga, wanita itu membenciku.
Sebaiknya kau bilang padanya kalau aku ini kekasih saudaramu.
Aku tak perlu jelaskan apa-apa ke orang lain.
Aku akan pergi sekarang dan meninggalkan ladang ini untuknya.
Rambutmu berantakan.
Ayah, apa itu?
Sesuatu yang bisa Cal manfaatkan. Itu ide yang bagus.
Aron! Aku bawakan makan siang.
Seperti saluran batu bara.
Saluran batu bara?
Baiklah, nona, mana kacangnya?
Cal!
Apa yang membuatmu berpikiran kau punya hak mengambil saluran ini seperti ini?
Kau bisa membuat mereka kehilangan pekerjaannya. Sekarang kau kembalikan.
Dia memuji Cal dan Cal mempercayainya.
Aron! Lihat, saluran ini bisa dibuat dari kayu.
- Ini bisa menghemat banyak waktu. - Ya, pak!
- Membuang-buang waktu dan uang. - Dan selada.
- Apa kau bilang? - Aku bilang ini ide yang bagus jika ini berhasil.
Ini akan berhasil, karena ini harus berhasil.
Ini harus berhasil, karena aku bilang seperti itu.
Kalau ini tidak berhasil, ini bukan kesalahan anak itu.
Aku belum pernah lihat orang lain bekerja sebegitu kerasnya dalam hidupku.
Berangkatlah, Pete. Sekarang, Leonard!
Semoga berhasil, Adam.
Terima kasih banyak. Kau tahu dasar pembakaran mesin internal?
Tidak, aku tak tahu. Will, aku tak pernah bisa untuk...
Tentu kau akan tahu. Kau hanya dengarkan Roy saja.
Dia pernah sekolah otomotif di Chicago.
Mr. Trask baru saja merombak keadaan seluruh pasar sayuran.
- Tunggulah hingga gerbong itu sampai ke New York. - Tak perlu mengkhawatirkannya.
Hanya masalah waktu dia punya mobil sendiri...
dan hanya masalah waktu dia belajar untuk mengendarainya sendiri.
- Bukankah kau pikir begitu, Roy? - Aku lakukan yang terbaik.
Sekarang perhatikan baik-baik, anak-anak.
Jangan sentuh yang itu!
Tunggu hingga aku jelaskan padamu.
Jangan, demi Tuhan, jangan sentuh apa-apa, kalian semuanya.
Daya ledakan menggunakan piston...
terhubung melalui rangkaian dan poros mesin...
melalui persneling ke roda bagian belakang.
- Sejauh ini mengerti? - Tentu, dia mengerti.
Sekarang, kita nyalakan mobilnya.
Ini kunci kontaknya.
Keberatan kau buang rokok itu.
Putar kunci ini ke kiri, akan menyalakan akinya.
- Tahu dengan yang dinamakan "pemicu" ini? - Ya.
- Pemicu, arus pendek untuk aki. - Benar. Anak pintar.
Terima kasih. Terima kasih banyak.
Pertama kau harus perlambat tuasnya.
Jika kau tak perlambat tuasnya, maka kau akan kehilangan tanganmu.
Sekarang ingat-ingatlah itu.
Ini tuasnya.
Kalian dorong ke atas. Dengar.
- Ini gasnya. Kalian dorong... - Ke bawah.
- Kau sudah pelajari sebelumnya. - Tidak, tidak. Aku cuman lihat yang kau lakukan.
- Kau orang tua yang pintar sekali. - Terima kasih, terima kasih banyak.
- Perhatikan baik-baik. - Aku coba.
Sekarang, ini engkolnya.
Lihat kabel yang terhubung ke radiator? Itu cuk.
Sekarang perhatikan baik- baik. Tahan engkol ini seperti ini.
Tekan sampai menyala.
Lihat bagaimana jempolku menekannya?
Aku perhatikan. Untuk apa kau menekannya?
Jika kau lakukan dengan cara seperti ini, dengan jempolku menekannya...
maka aku akan kehilangan jempolku.
Astaga. Sebelumnya kau kehilangan tanganmu setelah itu kau kehilangan jempolmu.
- Itu cara yang salah. - Bagaimana?
Dia bercanda. Aku tak pernah melihatnya begitu bahagia.
Kau tarik cuk ini, untuk mengalirkan bensinnya.
Setelah itu kau berikan putaran yang kencang.
- Mobilnya menyala, pertama kalinya! - Menyala apa?
Dorong tuasnya ke atas dan perlambat gasnya.
Lakukan lebih cepat dan nyalakan dinamonya. Dinamo kecil.
Jadi, selesai.
Tidakkah ini luar biasa?
Tentu saja, mobil ini belum jalan sama sekali, kan?
Itu bagian yang mudah.
- Adam. - Aku ingin kalian semua ulangi setelah aku.
Tuas ke atas, gas ke bawah.
Nyalakan akinya.
Tahan engkolnya, jempol ke bawah.
Kalian mengerti? Ulangi sekali lagi.
Tuas ke atas, gas ke bawah.
- Ada apa? - Ada longsor salju besar.
Menutupi jalan dan menghentikan gerbongnya sekitar 100 mil.
Bisa dilihat dari air yang keluar dari gerbong.
Masih ide yang bagus. Dingin sanggup mengawetkan sayuran.
Suatu hari, ada orang yang akan buktikan.
- Ini ide ayah. - Bukan.
Sikap yang gegabah memikirkan ini adalah ide ayah.
Kurasa kita kehilangan lebih banyak selada dari yang bisa kita makan.
Apa yang kau tahu akan hal ini? Kupikir ayah akan kecewa.
Kau tak mengerti dengannya.
- Kau tak boleh masuk ke dalam. - Aku harus menemui Will Hamilton.
Dia takkan selesai dalam waktu sejam ke depan. Mereka baru saja mulai.
- Biarkan aku menemuinya. - Ada perang di Eropa.
Anak-anak berusaha berlatih dengan baik. jadi pergilah.
Kanan, kiri.
Sekarang, tekuk kaki ke dalam, ikuti aku.
- Suara apa itu? - Alarm kebakaran.
Sebaiknya kita melihatnya.
- Mungkin itu pasukan Jerman. - Kebakaran, pasukan Jerman, siapa peduli? Aku menyerah.
- Apa kabar, Mr. Albrecht. - Halo, Cal.
- Mr. Hamilton. - Ada kebakaran di suatu tempat.
- Bukan. Aku yang bunyikan alarmnya. - Kau yang bunyikan?
Ya. Aku harus menemuimu.
Kau tahu, kau itu gila. Kau sungguh gila.
Aku tahu itu sejak kau keluarkan es itu ke saluran itu.
Ayo, lekas pergi dari sini sebelum mereka mulai lagi latihan pianonya.
Pasti ada cara lebih mudah menghentikan pasukan Jerman itu daripada ini.
- Kau tahu, aku harus dapatkan uang. - Tentu, semua orang seperti itu. - Tidak, aku harus.
Ingat, kau bilang jika kau ingin menghasilkan uang.
Kau harus menanam kacang?
Ya, kacang naik 3.5 sen sekarang.
Sekarang, menurut padanganku, seperti yang kau bilang.
Negara ini akan terlibat dalam perang, kan?
Aku tak lihat ada jalan keluarnya.
- Perang bagus untuk berbisnis. - Memang yang terbaik.
Itulah sebabnya aku ingin tanam kacang.
Aku harus punya uang yang cukup untuk mengembalikan kerugian ayahku.
Begitu.
Kau pikir kau bisa kembalikan semua uang itu?
Aku harus.
Kau tahu, kau gila.
Dengar, Cal, tidakkah kau tahu
kau harus punya uang untuk menghasilkan uang?
- Aku akan dapatkan uang itu. - Caranya?
Aku akan dapatkan.
Dengar, jangan dekat-dekat denganku. Aku tak ingin kepanasan lagi.
- Berapa banyak uang yang bisa kau dapatkan? - Berapa menurutmu yang aku butuhkan?
Jika kau punya $5,000.
$5,000?
Sedikit berbeda dari yang kau bayangkan, kan?
Aku tahu kau ingin membantu ayahmu
tapi anak seusiamu tak bisa diharapkan untuk membantunya dengan mendapatkan uang sebesar $5,000.
Mungkin jika kau bisa kumpulkan uang $100 atau lebih kami bisa memberimu sedikit bagian.
Aku tak mau bagian yang sedikit. Aku mau semuanya.
- Aku akan dapatkan $5,000 itu. - Mungkin jika kau dan Aron bisa sama-sama mengumpulkan.
Aron tak ada hubungannya dengan ini. Ini urusanku.
Aku akan dapatkan $5,000 itu.
Apa yang akan kau lakukan, meminjamnya?
Ya.
Baiklah. Kalau kau bisa meminjam $5,000.
Aku kenal petani yang punya lahan 800 acre lebih.
- Masih dalam masa tanam. - Baiklah. Apa yang kita lakukan?
Jika kita bisa memberinya jaminan lima sen per pound
dan membuatnya sebagai sumber peminjaman. Dia akan menanam kacang.
Jadi akan ada banyak petani lainnya.
Kita bisa sewa lahan untuk kacang sesuai yang kau mau.
Itu dia. Itu bagus. Kapan kita memulainya?
Kau tahu dari mana harganya akan naik lima sen?
Kau sudah baca surat kabar pagi ini?
Kita bisa terlibat dalam peperangan sewaktu-waktu.
Kau tahu aku punya kontrak dengan agensi pembelian Inggris.
Aku ada teman di perusahaan Quartermaster.
Kau tahu bahwa kita bisa jual semua kacang kering
yang bisa kita dapatkan 10 sen per pound atau lebih.
Itulah yang kumau. Itu dia.
- Berapa banyak yang bisa kudapatkan? - Cukup seperti yang kau mau.
- Cal itu menggambarkan tentang apa? - Caleb.
Ada di injil.
- Siapa nama saudaramu? - Aron.
Ada di injil juga.
Dia seperti siapa?
Dia sepertimu.
Benar dia sepertiku?
Tidak. Dia baik.
Aku cenderung sepertimu.
Bagaimana kabar Adam?
Bagaimana kabar ayahmu?
Aku tak mau membicarakan tentangnya.
- Kau tak mau? - Tidak.
Aku tak tahu itu dirimu sewaktu kau ada di sini sebelumnya.
Aku tahu kau tak tahu.
Kau takut datang lagi kemari?
Ya, benar....tidak.
Apa maumu?
Hanya memandangku?
Aku mau $5,000.
Baiklah, masuklah. Duduk.
Masuk.
Cobalah kursi itu.
Kau punya mata seperti ayahmu.
Itu saja yang kuingat darinya.
- Kau punya penampilan yang baik. - Ya, bu.
- Aku pernah jadi wanita yang cantik sekali. - Ya, bu.
- Cal. - Ya, bu.
Caleb dan Aron.
Ayahmu pikir dia hidup sesuai yang di Injil, huh?
Itu hanya nama.
Joe bilang kau bersekolah di Salinas.
Kau bagus di mata pelajaranmu?
Aku bisa menyelesaikannya.
Aron bisa menyelesaikannya?
Dia gemilang.
Apa yang kau lakukan sewaktu kau lulus? Kau akan kuliah?
Mungkin.
Atau kembali ke ladang?
Tidak, aku tak suka di ladang.
Kau sepertiku.
Membuatku kesal memikirkan tentang ladang.
Duduklah.
Terima kasih.
Apa yang kau inginkan dengan uang $5,000 itu?
Aku ingin gunakan untuk berbisnis.
- Kau sedikit terlalu muda untuk itu. - Aku cukup dewasa.
Ya, kurasa kau benar. Kurasa kau cukup dewasa.
- Usaha apa yang ingin kau jalankan? - Kacang.
Kacang naik hingga 3.5 sen sekarang.
Jika kita terlibat dalam perang ini, kacang bisa mencapai 10-12 sen.
- Jika kita terlibat dalam perang. - Itu resiko yang harus kau ambil.
- Will Hamilton berkata seperti itu. - Will?
Kau ingin jalankan usaha ini dengan Will Hamilton?
Kau tahu
ayahku, dia kehilangan segala hal yang dia miliki.
Ya, aku tahu. Aku sudah mendengarnya.
Aku ingin menghasilkan uang yang cukup untuk mengembalikannya.
Apa yang terjadi dengannya? Dia tak sanggup mendapatkan uang?
Ya.
Cuman
Cuman dia terlalu baik mengusahakan uang itu, huh?
Baiklah.
Apa yang membuatmu berpikir aku akan memberimu $5,000?
Aku tak tahu dengan siapa lagi untuk memintanya.
Kau sungguh bernyali untuk mendatangiku.
Kenapa? Aku tak berbuat apa-apa padamu.
Spekulasi usaha yang bagus.
Aku akan lunasi, aku beri kau bunga.
Kau pengusaha wanita, kan?
Salah satu yang terbaik, nak.
Kau tahu, Sam bilang padaku bahwa kalian pikir aku akan lari dari kota ini.
Kau takut jika ayahmu dan Aron akan mengetahui tentang keberadaanku, seperti itu?
$5,000 ini sekarang.
Ini bukan bentuk pemerasan, kan?
Aku tak berpikir seperti itu.
Tapi sekarang kau memikirkannya, ide yang bagus, huh?
- Mungkin. - Itu bukan.
Bagaimanapun juga aku takkan menyakiti ayahmu yang berharga itu atau saudaramu.
- Mereka sudah tahu tentangku? - Tidak.
Ayah pikir kau ada di timur.
Aron pikir kau sudah meninggal.
Maka tak ada alasan memikirkan mereka akan mencari tahu tentangku.
Kami sebenarnya tak mempunyai ketertarikan yang sama.
Kenapa kau menatapku?
Bagaimana bisa kau melakukannya?
Melakukan apa?
Menembak ayahku?
Dia sudah cerita padamu?
Bagaimana bisa kau melarikan diri dari kami semua? Bagaimana bisa kau menembaknya?
- Melarikan diri dan melakukan tindakan seperti itu? - Bukan urusanmu.
Aku menembaknya karena dia mencoba untuk menghalangiku.
Aku bisa saja membunuhnya kalaupun aku mau tapi tak kulakukan.
Aku cuman ingin dia membiarkanku pergi.
- Kenapa? - Karena...karena dia berusaha menahanku.
Dia ingin mengikatku.
Dia ingin menahanku di sebuah ladang kecil yang bau
jauh dari orang-orang. Menahanku untuk dirinya sendiri.
Tak ada yang bisa menahanku.
- Tapi dia mencintaimu. - Cinta.
Dia ingin memilikiku.
Dia ingin menjagaku seperti anak ingusan...
kemudian memberitahuku apa yang harus aku lakukan. Tak ada yang berhak memberitahuku apa yang harus kulakukan.
Selalu benarnya sendiri. Tahu segalanya.
Membacakan injil di depanku.
- Kenapa kau tersenyum? - Tak ada.
Mungkin kau mengerti apa yang kumaksud, huh?
Selalu benarnya sendiri?
- Ya. - Ya.
Mungkin seperti yang kau bilang tadi di luar. Mungkin kau cenderung sepertiku.
Ya, kau punya akal sehat.
Mungkin kau tak jatuh di kubangan itu lebih dalam dariku.
Mungkin kau tahu seperti apa sebenarnya orang-orang. Apa yang mereka inginkan.
Aku punya rumah terkokoh di pantai
dan pelanggan terbaik.
Sebagian orang balai kota pergi ke sana.
Mereka menyelinap malam-malam
aku masuk lewat pintu depan di siang hari.
Aku merintisnya tanpa bantuan siapa-siapa.
Sekarang kau ingin uang $5,000 dariku
untuk menjalankan usaha guna mengembalikan kerugian ayahmu.
Kau tahu, itu lucu.
Aku tak berpikir dia akan tahu dari mana aku mendapatkannya.
Memang, tapi ini sama lucunya.
Ayahmu.
Dia orang yang sempurna, kan?
Dia pikir dia bisa mengikatku dengan kesempurnaannya.
Dan sekarang aku harus memberimu $5,000 dari uang yang aku dapatkan.
Demi menyelamatkan kesempurnaannya.
Jika kau tak berpikir ini lucu sebaiknya kau jangan kuliah.
Baiklah.
Bilang pada Will Hamilton untuk datang menemuiku.
Dia pengusaha yang bagus.
Bagaimana cara dia mengajakmu menggeluti usaha kacang ini?
Aku tak tahu.
Aku tahu. Mungkin dia menyukaimu.
Mungkin.
Kau anak yang menyenangkan.
Kau berikan ini padanya.
Bila dia ingin mengambil resiko bahwa kita akan terlibat dalam perang ini
tak masalah bagiku.
Kau anak yang menyenangkan.
Ayo, pergilah dari sini.
Ayo, pergilah. Aku sedang menjalankan usahaku.
- Orang Jerman tak bisa berkelahi. - Tidak.
Hai, rekan kerja.
Setiap hari dalam setiap kesempatan, kita akan semakin kaya dan kaya.
Kaisar.
Yang harus kita lakukan adalah membalas gertakannya, dia akan datang membuntuti kita seperti anjing.
Kita di sini membereskan kekacauan karena orang-orang asing ini selama beberapa minggu.
Cal, hentikan.
Itu Cal.
Hai.
- Hey, ada yang mau ini? - Halo, Cal.
Terima kasih.
Presiden Woodrow Wilson mengatakan bahwa kau harus selamatkan negara ini demi demokrasi.
- Bukankah dia bilang seperti itu? - Ya, dia bilang seperti itu.
Kau mau ikut?
Kupikir perang ini akan berakhir. Aku tak berpikir...
Jika kau meyakini semua ini, kenapa kau tak ikut? Jika kau pikir itu benar.
Aku tak berpikir itu benar, Aron.
Tidak, kurasa kau tak ingin ikut.
Kenapa kau tak kembali dan membaur ke pawai ini?
Tak ada yang bisa memaksaku ikut. Tak ada.
Aku hanya tak yakin itu benar.
- Kau sudah menyiramnya dengan baik? - Tentu, banyak air.
- Tak terlalu banyak. - Tidak, tidak, tidak, secukupnya.
Marty Hopps menerima telegram hari ini. Putranya tewas.
Aku ingat hari saat kita memintanya pergi.
Banyak kapal tenggelam, mereka tidak memberitahu kita.
- Ini akan jadi perang berkepanjangan. - Jerman punya tentara.
Mereka negara militer.
Kembalilah ke asalmu, orang Jerman!
Kembalilah ke negaramu, orang Jerman!
Ini baru permulaan.
Batu yang dilemparkan ke etalase itu baru permulaan.
Masyarakat Jerman tak menginginkan perang ini.
Kisah yang mereka ceritakan atas apa yang diperbuat pasukan Jerman
sebenarnya itu tidak benar. Tak ada yang benar.
Aku bertanya-tanya belakangan ini apa kita tak seharusnya kembali ke ladang.
Ayah tak bisa pergi dari sini, ayah.
Entahlah, di ladang... Entahlah....
Perang kelihatannya bisa membuat warga kota berbisnis.
Petani. Apa yang bisa dilakukan petani dengan perang ini?
Ayah lelah, yah?
Mataku, kurasa. Aku bekerja terlalu keras dalam perekrutan wajib militer.
Sebaiknya menggunakan kaca mataku untuk melihat apa mataku ini baik-baik saja.
Suatu hari aku lihat buku rekening...
tak banyak uang yang tersisa setelah kegagalanku.
Tak perlu khawatirkan masalah uang, yah.
Tak perlu khawatirkan masalah uang, yah.
Tak perlu khawatirkan masalah uang.
Hey, Rantani!
Tidakkah ini sudah mulai terlihat?
Kacang!
Ya, ini kacang.
Kau harus datang kemari setiap hari, nak. Apa kau pikir...
kau bisa buat kacang ini tumbuh lebih cepat?
Dia gila.
Hey, dari mana saja kau ini?
Ayo.
Kita akan bersenang-senang malam ini.
- Kau memenangkan cerutu lagi. - Tunggu sebentar.
Anda mau mencobanya? Tidak?
Ambilkan cerutuku.
- Aku sedang menunggu seseorang. - Kau sedang menungguku.
Tidak, aku tidak menunggumu.
Kenapa kau tak membiarkanku mengajakmu jalan-jalan?
Jika kau tak berhenti menggangguku aku akan panggil seseorang.
- Halo, Cal. - Ada apa?
Aku sudah bilang pada orang ini kalau aku sedang menunggu seseorang.
Ini tempat yang buruk membiarkan kekasihmu menunggumu.
- Pak, ini takkan terulang kembali. - Mudah-mudahan tidak.
Banyak orang jahat di sini. Maaf, nona.
Aku di sini, nona.
Ini pertama kalinya terjadi padaku.
- Apa yang kau lakukan di sini? - Aku akan bertemu Aron.
Kupikir aku akan datang lebih awal untuk melihat-lihat sekitar.
- Kau belum pernah kemari sebelumnya? - Tidak di malam hari, tidak.
- Jam berapa kau bertemu dengannya? - 8:00.
Kuharap aku bisa menghiburnya. Dia murung sekali belakangan ini.
Ya, aku tahu.
Aku senang sekali kau ada di sini, Cal.
8:00, huh?
Kau tinggal tunggu setengah jam lagi.
Bagaimana kabarmu, Cal? Kami tak pernah melihatmu lagi.
Aku tidak ke mana-mana.
Aku pergi ke rumahmu beberapa kali, tapi sepertinya kau tak ada di sana.
- Aku tak pernah pulang ke rumah lagi. - Aron bilang dia tak pernah melihatmu.
Aku sangat sedih terhadapnya.
Kau mengagetkan sekali.
Ini juga pertama kalinya terjadi padaku.
Membayangkan jika kita bisa melihat Aron dari sini.
Aku sangat sedih terhadapnya. Dia benar.
Maksudku mengerikan, perang, dan orang-orang saling bunuh.
Kenapa merasa sedih terhadap Aron? Bersedihlah pada orang-orang.
Tapi ini berdampak sekali terhadap kepribadiannya.
Aku sependapat akan hal itu.
Dia benar.
Dia selalu benar.
Dan dia selalu saja benar.
Sekarang mari kita bicarakan yang lain.
Baiklah.
8:00.
Ada banyak yang harus kita lihat.
Kita bisa kembali tepat waktu untuk Aron?
Baiklah. Aku mau.
Mudah.
Ini cerutumu, kau bersembunyi di mana saja?
- Siapa itu? - Siapa?
- Wanita itu. - Aku tak lihat siapa-siapa.
Dia yang berdiri di.... Wanita yang terus mengikutimu itu, kan?
Apa yang diinginkan wanita seperti itu?
Baiklah, lupakan.
Pasukan Jerman terus saja menyerang dalam setiap perang di Eropa...
sejak masa Julius Caesar.
Aku tak sanggup menjelaskan pada kalian kengerian yang dilakukan oleh pasukan Jerman.
Lihat.
Kita ada waktu?
Setelah pasukan Jerman menyerang
- wanita di kota... - Orang Jerman itu di sini lagi.
Itu tidak benar. Itu bohong, semuanya bohong.
- Ayo, Cal. Ini menakutkan? - Tidak.
Jalan.
Itu bohong, semuanya bohong.
Aku akan usir orang itu.
Lihatlah di sebelah sana. Itu Castroville.
Semuanya terlihat begitu kecil di bawah sana.
Lebih tinggi, lebih tinggi, lebih tinggi, dan lebih tinggi.
Apa?
Tumbuh, tumbuh, tumbuh, dan tumbuh.
- Kau bicara apa? - Aku beritahu kau lain waktu.
Cal.
Apa Aron benar-benar mencintaiku?
Aku sepertinya kehilangan sesuatu dengannya.
Maksudku, kami akan nikah suatu hari nanti, tapi
Kalau dia memang mencintaiku, dia tidak...
Aku tak bisa cerita apa-apa lagi.
Cal, bisa aku tanya kau sesuatu?
Ya, silakan.
Wanita yang selalu di dekatmu.
Ingat wanita Meksiko itu?
Apa yang diinginkan wanita seperti itu?
Maksudku kau tak sungguh mencintainya, kan?
Kenapa kau pergi bersamanya? Apa karena kau itu jahat?
Kau tak marah, kan?
- Lantas kenapa kau melakukannya? Apa kau jahat, Cal? - Kau pikir aku jahat?
Aku tak tahu.
Kurasa aku tak tahu apa itu jahat dan apa itu yang baik.
Maksudku, Aron itu baik sekali
dan aku tidak.
Tidak cukup baik buat Aron.
Karena terkadang sewaktu aku bersama Aron
Aron suka berbicara tentang percintaan kami.
dan memikirkannya, tak masalah, tapi
wanita yang kau ajak pergi bersamamu, apa kau...
Mungkin aku tak tahu apa itu cinta sebenarnya.
Aku tahu cinta itu baik, seperti yang Aron bilang
tapi lebih dari itu, harusnya seperti itu.
Tak seharusnya aku bicarakan hal ini denganmu, Cal.
Tapi aku tak tahu dengan siapa lagi untuk membicarakannya.
Kadang aku berpikir bahwa aku ini sangat buruk.
Kadang aku tak tahu apa yang harus dipikirkan.
- Aron akan memaksamu untuk mengatakannya. - Benarkah?
Dia harus.
Menurut pandanganku
Aron tak pernah mempunyai ibu.
dia menganggap ibunya sangat baik, sejauh yang dia pikiran...
dan itulah anggapannya terhadap diriku.
Itulah wanita yang dia inginkan, itu sama sekali bukan diriku. Karena...
aku tak sedikitpun seperti yang dia harapkan. Tidak sedikitpun.
Bukan berarti aku ini benar-benar buruk.
Lihatlah bintang itu.
Itu pasti planet, terang sekali.
Bisa jadi.
Aku yakin wanita itu sedang menunggumu di suatu tempat.
Dia hanya bisa menunggu.
Dia cantik.
Kau baik sekali, Cal, peduli padaku.
Aku mencintai Aron. Sungguh aku mencintainya.
Aku mencintainya, aku mencintainya, aku mencintainya.
Menyampaikan ajaran setan itu.
Kau lihat Abra, Mr. Albrecht?
Bohong. Semuanya bohong.
Apa yang terjadi denganmu malam ini, Gus?
Gus, ayo.
Itu Aron.
Kau pembuat sepatu yang baik.
Itu Aron, di bawah sana.
Mayor, kenapa kau tak menjauh dari politik?
Mr. Albrecht.
Mereka mendorongnya. Apa yang mereka lakukan?
Itu akan membunuh ayah kalau dia tahu.
Hey, operator, kapan kincir ini jalan lagi.
Hey!
Cal, jangan!
Hey, hati-hati, kembalilah!
Seseorang suruh dia kembali.
Jangan ganggu aku!
Ayo.
- Gus, ayo, kita minum. - Tidak, Charlie, tak ada minuman.
Apa lagi yang kalian tunggu?
Mr. Albrecht, tenanglah. Mereka itu bukan orang jahat.
Aron, kau masih kecil.
Yang aku lakukan hanya membelikan dia minuman.
Gustav.
Diam.
Kalian semua menyukainya beberapa minggu yang lalu, apa yang terjadi dengan kalian?
Aku muak dia selalu berbicara tentang pasukan Jerman.
- Kau teman orang Jerman itu? - Aku memang teman orang Jerman itu. - Aron.
Ada tanaman mawar di sekitarmu. Tolong perhatikan langkahmu.
Kita menyukainya.
Dia membuat kita tertawa, ingat? Karena aksen Jermannya yang lucu.
Coba dia bacakan ini dengan aksen Jermannya yang lucu itu.
- Apa ini? - Biarkan dia kemari dan membacakannya.
- Dia tak harus membacakannya sama sekali. - Aku akan bacakan.
Mana, berikan padaku.
Pemerintah, dengan kesedihan yang mendalam memberitahukan...
bahwa putramu tewas dalam peperangan tanggal 15 April.
Dia tewas sebagai pahlawan dan warga Amerika.
Turut bersedih, Mrs. Hopps. Aku tak...
Kau tak benar-benar bersedih.
- Aku tak berpikir dia bersedih. - Dia tak bersedih sama sekali.
- Dengar, kenapa kita semua tak pulang saja ke rumah. - Kau tak benar-benar bersedih.
Kenapa kau tak ikut dalam perang?
Ini akan membuatmu menyesal.
Halo, Charlie.
Danny, apa yang kau lakukan di sini?
Bangun.
Loretta, aku tak menyangka bertemu denganmu di sini.
Malam, Rose.
Sepertinya mereka mengacak-acak taman mawarmu ini, Gus.
Mereka berhutang padamu permintaan maaf.
Bagaimana kalau kalian semua pulang sekarang?
Kupikir ini saja yang bisa dilakukan malam ini.
Selamat malam, Mrs. Albrecht.
- Bisa aku? - Masuklah.
Tempat ini akan diperbaiki seperti keadaan semula, Mrs. Albrecht.
- Aku akan melihatnya. - Dia akan melihatnya.
Kau ke mana saja?
Dari mana kau dapatkan mantelnya?
Kau tak apa?
Kau coba membela. Untuk apa? Ingin tunjukkan dirimu padanya?
Kau coba membela.
- Aku berniat menolongmu. - Aku tak butuh pertolonganmu.
Jika kau ingin membela orang lain, lakukan untuk dirimu sendiri dan bukan untukku.
- Jangan bohong padaku atas... - Aron, aku berniat menolongmu!
- Aron yang hebat. - Kau sudah selesai?
- Belum! - Cal, hentikan! Jangan.
- Jangan. - Jangan lakukan.
- Jangan. - Abra, jangan lakukan!
Tunggulah di sini.
Aku berniat menolongnya.
Apa aku ini bercanda?
Aku mencoba membunuhnya.
Mike, beri dia minum.
- Jangan minum lagi. - Kenapa?
- Jangan, tolong. Tak baik buatmu. - Ini baik buatku.
- Tidak, kau bisa mabuk. - Ya, aku bisa mabuk.
Tolong lupakan apa yang terjadi di kincir ria itu.
Itu tak berarti apa-apa, sungguh.
Tolong, lupakan. Itu tak berarti apa-apa.
Katakan itu tak berarti apa-apa. Aku mohon, katakan itu tak berarti apa-apa.
Suatu hari dia akan tahu siapa putranya yang sesungguhnya.
Apa?
Suatu hari dia akan tahu.
Aku tak mengerti. Kau membuatku takut.
- Aku tahu. Aku sendiri takut. - Abra.
Tuangkan aku lagi minuman.
- Aku minta uang itu. Sekarang berikan padaku. - Kau tahu aku tak punya uang sama sekali di sini.
Baiklah.
- Kapan kau dapatkan? - Besok pagi, kuharap.
Baiklah. Aku akan tidur di sini.
Cal. Ayo. Kau harus pulang.
Jika kau masih punya keinginan yang sama esok paginya...
kau datanglah kembali, kita akan pergi ke bank
aku akan lihat apa kau bisa dapatkan semua yang ingin kau miliki.
Aku akan beli sahammu. Aku akan urus dan membuat peruntungan dengan saham itu.
Baiklah. Sepertinya adil buatku, Will.
Abra.
Apa?
- Siapa? - Cal.
- Cal? - Ya.
- Mau apa kau kemari? - Aku ingin bertemu denganmu.
Tunggu hingga aku kenakan pakaianku.
Aku harus beritahu kau sesuatu. Bisa kau jaga rahasia ini?
Ya. Apa itu?
Ada apa? Kau terlihat menakutkan.
- Aku sudah dapatkan. - Apa?
Ingat dengan uang itu? Kerugian ayah?
Dalam usaha selada itu?
- Aku sudah dapatkan. - Maksudmu kau berhasil mengembalikannya?
- Aku sudah dapatkan setiap sennya. - Itu bagus, Cal.
Kau ada waktu senggang besok dari rumah sakit?
Aku ada waktu sejam saat makan siang. Kenapa?
Kamis hari ulang tahun ayah.
Aku ingin membuat pesta untuknya.
Aku ingin kau dan aku... Kau, Aron, dan aku...
ada di sana.
Aku ingin serahkan uang itu sebagai hadiah ulang tahun.
Kau bisa datang dan membantuku menyiapkannya.
- Kita bisa menghias rumah. - Tentu.
Kita akan beli balon.
- Aneka macam mainan anak-anak, segala kebutuhan ulang tahun. - Kita bisa membelinya di toko yang murah.
- Kau mau melakukannya? - Aku mau.
Aku menyesal.
Kenapa aku memukul Aron?
Kenapa aku memukulnya begitu keras?
Maukah kau membantuku?
Maukah kau membantuku?
Aku akan membantumu, Cal.
Hati-hati.
Bagaimana caraku naik ke sini?
- Ayahmu sudah datang? - Ya.
- Cal, jangan gugup. - Kupikir ini akan terlihat bagus.
Benar, kan? Aku suka penampilannya.
- Terlihat meriah, kan? - Ya, benar.
Ya, Cal, terlihat bagus sekali.
- Kau pikir ini terlihat kekanak-kanakan? - Sama sekali tidak.
Ruangannya terlihat indah. Ayahmu akan suka.
- Bagaimana dengan kalkunnya? - Itu kalkun yang enak.
- Baunya sepertinya sudah matang. - Akan segera matang.
Aron apa membelikannya sesuatu? Dia bilang padaku dia memiliki sesuatu.
- Apa? - Dia tak bilang padaku itu apa.
- Itu tak bisa dibandingkan dengan milikku, kan? - Tidak.
- Kau mau lihat punyaku? - Aku mau.
- Aku sudah membungkusnya. - Perlihatkan padaku.
- Mau melihatnya? - Ya.
Baiklah.
- Kau suka? - Cantik.
Kau pikir ini cantik?
Jangan minum anggur lagi.
- Aron bilang padamu hadiahnya itu apa? - Tidak.
- Kau yakin? - Sungguh, dia tidak bilang.
Aku akan bilang padamu kalau dia mengatakannya. Sungguh, aku akan bilang.
Sekarang semuanya berjalan dengan lancar. Ini.
Sapunya.
- Jangan ceritakan rahasia yang kuceritakan padamu. - Tak bakalan.
Kita biarkan dia masuk lalu biarkan rumah ini berbicara pada dirinya, mengerti?
- Kita bersikap seperti biasanya, mengerti? - Ya. Sebentar, Cal.
Cal.
Kau terlihat keren.
Terima kasih.
Tapi aku butuh putraku, Mr. Trask.
Jika tidak dia tak akan berjuang demi negaranya. Dia harus.
Aku membutuhkannya di ladang.
Masalahnya tak seburuk seperti yang kau kira, Mr. Piscora.
Kau pasti sudah menghasilkan banyak uang dari hasil panenmu.
Tak ada uang. Aku sudah jual hasil panen tahun ini lima sen sebelum aku menanamnya.
Biaya keseluruhannya sangat besar sekarang.
Sekarang aku harus jual hasil panen tahun depan. Makanya aku butuh putraku.
Aku tak bisa berbuat apa-apa, Mr. Piscora.
Jujur saja, aku tak bisa membebaskan putramu.
- Ayo, ayah. - Aku tak suka.
Aku beritahu kau. Aku tak suka.
Halo, Abra. Senang bertemu denganmu.
- Mau tinggal untuk makan malam? - Ya, aku mau. Ada masalah?
Tidak, tak ada. kurasa tak seharusnya aku terima pekerjaan perekrutan wajib militer ini.
- Kau perhatikan salju di gunung Toro itu? - Ya, aku melihatnya.
Itu artinya kami akan dapat tahun yang bagus.
- Kami bisa manfaatkan. - Ayo masuk ke dalam.
- Selamat ulang tahun, ayah. - Selamat ulang tahun, Mr. Trask.
Ini sungguhan? Aku sungguh terharu.
- Anda terkejut? - Aku tak sangka. Aku benar-benar lupa.
- Kami tahu ayah lupa, benar, kan? - Sungguh. Aku tak tahu harus berkata apa.
Kami ada kalkun.
- Dan Sampanye. - Sampanye, kami punya semuanya.
- Kami ada lampu hias di sini. - Tidakkah ini bagus?
Ada sesuatu untuk ayah.
Ada hadiah juga. Tidakkah ini bagus. Lihat.
- Ayah tak mau membukanya? - Oh, ya.
Ayah, Abra dan aku juga punya sesuatu untuk ayah, cuman kami tak bisa memberinya langsung pada ayah.
Aku belum bilang pada Abra bahwa aku akan katakan hal ini, tapi kami sudah bertunangan.
Ayah tak bisa bayangkan hal lain yang lebih bagus lagi.
Hadiah ulang tahun yang menyenangkan.
- Kau dapat restu ayah. - Terima kasih, ayah.
- Tapi anda belum membuka hadiah Cal. - Tidak.
Tapi aku tak bisa bayangkan punya sesuatu yang lebih baik dari ini.
Permisi.
Tentu saja seketika itu sudah kuduga. Selain Cal, datang di hari ulang tahun ayahnya.
Apa ini?
Apa ini?
Aku sudah dapatkan. Ini buat ayah. Semua kerugian ayah di selada itu.
Kau mendapatkannya? Tapi bagaimana caranya?
Ayo.
- Kacang. - Kacang?
Ya, kami beli bibit kacang seharga lima sen.
kemudian perang datang dan harganya melambung tinggi.
Jadi, ini buat ayah.
Semua kerugian ayah dalam usaha selada itu.
Ini buat ayah.
- Aku dapatkan buat ayah. - Cal, kau harus kembalikan.
Tidak, aku dapatkan ini buat ayah. Aku ingin ayah memilikinya.
- Kau harus kembalikan. - Siapa? Aku tak bisa memberikan...
- Kepada orang yang memberimu. - Tidak, Agensi pembelian Inggris?
- Aku tak bisa mengembalikannya. - Kalau begitu berikan pada petani yang kau curi itu.
Kami tak mencuri dari siapa-siapa, yah.
Kami bayar dua sen per pound, dua sen lebih di pasar demi kacang itu.
Ayah bubuhkan nama ayah lalu para pemuda pergi kemudian sebagiannya tewas.
Sebagian hidup tak berdaya tanpa tangan dan kaki.
Tak ada yang kembali dalam keadaan utuh.
Kau pikir ayah bisa terima dari keuntungan seperti itu?
Ayah tak mau uang ini, Cal! Ayah tak bisa menerimanya!
- Ayah berterima kasih atas gagasanmu, tapi... - Aku akan simpan buat ayah.
Aku akan bungkus dan kita biarkan tersimpan di sini.
Ayah takkan pernah menerimanya!
Nak, ayah akan senang jika kau berikan ayah
sesuatu seperti yang saudaramu berikan pada ayah.
Sesuatu yang jujur, manusiawi, dan baik. Jangan marah, nak.
Jika kau mau beri ayah hadiah, beri ayah kehidupan yang bagus.
Sesuatu yang bisa ayah hargai.
Aku benci ayah!
Kau mau apa?
Dia tak ingin apa-apa dariku.
Cal, jangan, jangan.
Tolong, jangan.
Abra!
Jangan sekali-kali kau menghubunginya lagi.
Aku tak mempercayaimu.
Kau tak baik.
Kau jahat, keji, dan liar. Kau selalu seperti itu.
Kau juga tahu itu, kan?
Ayah dan aku menjauhkan diri dari segala hal yang tak baik...
Kau bisa merenungkannya sejak kau kecil. Kami selalu memaafkanmu.
Tapi sekarang aku tak mau kau dekat-dekat dengan Abra.
Aku tak ingin kau berbicara dengannya. Menjauhlah darinya!
- Kau mau ikut ke suatu tempat bersamaku, Aron? - Kenapa harus aku?
Karena ada sesuatu yang ingin kuperlihatkan padamu.
- Berpikir kau akan mengetahui bahwa ini sangat menarik. - Kau ini sedang bicara apa?
Barangkali ibu kita belum meninggal dan belum pergi ke surga, Aron.
- Apa maksudmu? - Mungkin dia belum meninggal.
Mungkin dia masih hidup di suatu tempat.
Apa yang kau pikirkan sekarang?
Ingat sewaktu kita kecil, kita selalu buat kisah tentangnya?
Kau bilang dia pasti terlihat seperti bidadari paling muda di surga, ingat?
Ingat sewaktu aku menembak kelinci itu?
Kau menangis lalu berkata
dia juga akan menangis, karena dia sangat mudah tersentuh.
Lalu kau bilang aku ini jahat, kau ingat itu?
Aku hanya ingin perlihatkanmu sesuatu. Takkan menyita waktu yang lama.
Ada apa, kau takut?
Aku tak takut melihat apa saja, kau bisa perlihatkan padaku.
Sanggup kau lihat kenyataan ini, hanya sekali?
Ayo, kau sanggup lihat kenyataan ini hanya sekali. Kau bisa?
Ayo.
Ayo. Aku mau perlihatkan kau sesuatu. Takkan butuh waktu lama.
Oh, Cal.
Halo.
Ibu, ini putramu yang satunya, Aron.
Aron punya segala hal yang baik, ibu.
Bilang apa kabar pada ibumu.
Bilang apa kabar pada ibumu, Aron!
Joe!
- Mainkan lagu berikutnya! - Diam!
Lima!
"Aku membayangkan pohon lilac menggoyangkan daun ungunya.
"Aku membayangkan anak sungai berair dingin dan arusnya keperakan.
Dari bayangan bebatuan abu-abu tua dan tanaman pepermin di bawahnya".
- Mana Aron? - Aku tak tahu. Aku bukan penjaga saudaraku.
- Kau pergi ke mana? - Jalan-jalan.
- Kau bertengkar karena apa? - Ayah.
- Kau marah karena uang itu. - Tidak, aku tidak marah.
Aku suka. Kupikir itu bagus.
Aku akan pergi dan membawa uang itu bersamaku.
Kupikir aku akan memulai usaha kecil seperti yang dilakukan ibuku.
- Apa yang kau tahu tentang ibumu? - Aku tahu dia di mana dan dia itu seperti apa.
Aku tahu kenapa dia meninggalkan ayah. Tak sanggup bertahan.
Ayah tak benar-benar mencintainya lebih dari cinta ayah padaku.
Karena kebaikan ayah, kebenaran ayah.
Ayah tak pernah memberikan salah satunya kepada kami, sekalipun...
dari apa yang ayah pikir itu benar.
Ayah selalu maafkan kami, tapi ayah tak pernah benar-benar menyayangi kami.
Aku tahu kenapa ayah tak menyayangiku.
Karena aku seperti ibuku
ayah tak pernah maafkan diri ayah sendiri karena mencintainya.
Aku tak akan memaafkannya. Aku takkan pernah memaafkannya.
- Mana Aron? - Dia bersamanya, bersama ibunya.
Dia ada di Monterey kalau ayah ingin tahu.
Dia salah satu pemilik dari perumahan itu.
Aku ajak Aron ke sana malam ini karena aku iri.
Aku iri seumur hidupku. Iri, aku tak bisa menahannya.
Malam ini, aku berniat membeli kasih sayang ayah.
Tapi sekarang aku tak mau lagi.
- Aku tak bisa memanfaatkannya lagi. - Cal, jangan bicara seperti itu pada ayahmu.
Aku tak ingin segala bentuk kasih sayang lagi.
Tak ada gunanya.
Tak ada masa depan di dalamnya.
Biarkan dia pergi kalau itu yang dia mau.
Tidak, aku takkan biarkan.
Kau juga membenciku?
Aku mengkhawatirkanmu.
Apa yang kau perbuat terhadap Aron malam ini, aku tak tahu itu diperuntukkan untuknya.
Aku merasa aku juga patut disalahkan.
- Adam! - Di sini. Ada apa?
Mabuk dan berkelahi beberapa kali. Dia seperti orang gila.
Dia ada di stasiun sekarang. Sebentar, aku akan mengantarmu dengan mobilku.
Cal!
- Apa yang terjadi antara kau dengan Aron? - Kenapa?
Dia seperti orang gila. Dia mabuk dan berkelahi beberapa kali
sepertinya terus melukai dirinya sendiri.
Dia pergi menaiki kereta malam ini.
lalu bilang kalau dia akan masuk tentara besok di King City.
Adam sedang menuju ke sana sekarang untuk berbicara dengannya sebelum kereta itu berangkat.
Kupikir sebaiknya kau pergi ke sana.
- Ya. - Mobilku ada di bawah.
Kalian tahu apa itu penyakit stroke?
Kebocoran darah di otak yang disebabkan oleh goncangan.
Datangnya terlalu dini, bocornya lebih kecil.
Bagian kiri tubuhnya lumpuh dan bagian kanannya sebagian.
Dalam artian lain, ayahmu hampir tak berdaya.
- Akankah dia meninggal? - Mungkin dia bisa hidup selama seminggu atau setahun.
Dia mungkin bisa meninggal malam ini.
- Dia bisa mengenaliku? - Kau harus cari tahu sendiri.
Selamat siang.
Selamat siang, Dokter. Selamat siang, Sam.
Kain memukul Abel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
"Lalu Kain pergi dan dia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.
Sekarang kenapa kau tak pergi ke suatu tempat?
- Dia benar. - Tidak.
Ya. Dia benar. Itulah yang akan kulakukan.
Siapa yang bisa bersihkan ini untukku?
Terima kasih.
- Kau di sini. - Bagaimana keadaannya?
Dia baik. Dia yang aku sayangi.
Membersihkan wajahnya, menyisir rambutnya.
Bisa aku masuk sekarang?
Tunggu sebentar. Aku ingin dia istirahat. Butuh banyak istirahat.
- Bagaimana keadaan dia yang sebenarnya? - Apa aku tak melihatmu di rumah sakit?
- Bukan bagian dari keluarga ini, kan? - Bukan.
Kupikir juga begitu.
Aku bisa ceritakan padamu, aku takkan punya pekerjaan ini dalam waktu yang lama.
Ini keberuntunganku. Mereka selalu mengalaminya sewaktu mereka beranjak tua dan bersiap untuk meninggal.
Sekarang tidakkah dia terlihat baik-baik saja? Dia akan jadi pasien yang menawan.
Sekalipun mencoba tersenyum padaku, benar, kan, sayangku?
- Aku tak ingin buat lelah pasienku. - Tolong pergilah.
Sekarang dengar, nona, jangan sekali-sekali memerintahku.
Aku akan laporkan kau ke dokter.
Bisa kau keluar dari kamar ini dan menutup pintunya?
Ayah.
Ayah bisa mendengarku?
Aku berbuat hal yang mengerikan.
Maafkan aku.
Mr. Trask, bisa anda mendengarku?
Apa karena barusan itu Cal anda tak mau membalasnya?
Bisa anda membalas?
Kupikir anda bisa memahamiku.
Kupikir di balik mata anda, anda memerhatikannya.
Anda mengerti semua yang aku ucapkan hanya saja anda tak menunjukkannya.
Maafkan aku, Mr. Trask, karena lancang berbicara padamu seperti ini
tapi ini sungguh bukan untuk orang yang disayangi. Ini hal paling buruk di dunia.
Jangan tanya padaku bagaimana caraku mengetahuinya. Aku hanya tahu saja.
Membuat anda jahat, kasar, dan keji.
Itulah yang selalu Cal rasakan, di sepanjang hidupnya.
Aku tahu anda tak bermaksud seperti itu namun itulah kenyataannya.
Anda tak pernah memberinya kasih sayang anda. Anda tak pernah menanyakan apa yang dia rasakan.
Anda tak pernah menanyakan padanya demi satu hal.
Cal akan pergi, Mr. Trask. Tapi sebelum dia pergi....
Dia berbuat sesuatu yang teramat buruk, aku bukan meminta anda untuk memaafkannya.
Anda harus memberinya sebuah tanda kalau anda menyayanginya...
atau dia takkan pernah jadi seorang manusia.
Dia akan terus merasa bersalah dan kesepian, kecuali anda membebaskannya.
Aku mohon, tolonglah dia.
Aku mencintai Cal, Mr. Trask, aku ingin dia seutuhnya dan kuat
hanya anda yang mampu melakukannya.
Jadi cobalah, tolong cobalah.
Jika anda bisa meminta dia demi sesuatu
biarkan dia membantu anda agar dia tahu bahwa anda menyayanginya.
Biarkan dia melakukan itu untuk anda.
Maafkan aku, Mr. Trask, karena dengan lancang berbicara padamu seperti ini, tapi aku terpaksa.
Kau buat lelah pasienku.
Aku pasti akan laporkanmu ke dokter besok pagi.
Kau tak tahu dia menyalahkanmu. Kau tak tahu apa yang dia pikirkan.
Hentikan, Cal. Kau akan menyesalinya di sisa hidupmu?
- Tidak. - Kalau begitu hentikan.
Masuklah lalu bicaralah dengannya sebelum terlambat.
- Aku tak bisa. - Cobalah.
Katakan yang sebenarnya.
Bicaralah padanya. Cobalah Cal, sebelum terlambat.
- Ada kopi di sini? - Aku akan buatkan sebentar lagi.
Cobalah.
Ada sesuatu yang bisa dibaca di sini?
Kau mau baca apa?
- Sesuatu yang bisa membuatku terhibur. - Ada bacaan di sana.
Aku berusaha menyakini apa yang ada dalam diriku.
aku tak bisa sandarkan pada hal tersebut selain hal yang lain.
Manusia punya pilihan.
Ayah selalu bilang bahwa itulah yang membedakan manusia dari binatang.
Aku mengingatnya.
Manusia punya pilihan, dan pilihan itulah yang menjadikannya manusia.
Kau tahu, aku sangat mengingatnya.
- Dengar, aku tak temukan adanya kopi. - Keluar!
Lihat.
Berbuatlah sesuatu
untuk ayah.
Ya.
Wanita itu
perawat itu, tak betah dengannya.
Bawakan ayah perawat yang lain.
Aku juga tak betah dengannya.
Dia bilang apa?
Dia bilang, "Tak perlu panggil orang lain.
Dia bilang, "Kau tetaplah bersamaku.
Kau yang merawatku.
25-10-2016 Alih Bahasa Chyrus
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.